PT Pos Indonesia - International Post Corporation

advertisement
PTPOSINDONESIA(PERSERO)
MOVEON
TOABRIGHTERFUTURE
TERUSBERGERAK
MERAIHMASADEPANYANGLEBIHCERAH
LAPORANTAHUNAN
ANNUALREPORT
2013
MOVE ON
TO A BRIGHTER FUTURE
TERUS BERGERAK
MERAIH MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH
Move on dalam bahasa inggris memiliki arti bergerak maju. Pos Indonesia
berketetapan untuk bergerak maju ke masa depan perusahaan yang
lebih cerah. Sejarah perusahaan yang panjang dengan pengalaman
usaha yang penuh tantangan telah banyak memberi pelajaran serta
hikmah bagi insan pos di seluruh Indonesia, bahwa apapun yang
terjadi atas perubahan lingkungan dunia usaha dan perkembangan
teknologi, Pos Indonesia harus tetap dapat menjaga kepercayaan para
pelanggannya dan meningkatkan kualitas layanannya. Hal ini berarti
seluruh jajaran Pos Indonesia harus mampu memotivasi diri untuk
terus bergerak maju dengan rasa percaya diri mengelola perusahaan
yang dipercayakan padanya.
Move on in English thesaurus means moving forward. Pos Indonesia
decided to move ahead to the company’s future brighter. The long
history of the company with the experience challenging effort has
a lot to give lessons and wisdom for postal employees throughout
Indonesia, that whatever happens on business environment changes
and technological developments, Pos Indonesia should still be able to
keep the trust of its customers and improve the quality of its services.
This means the whole range of Pos Indonesia must be able to motivate
itself to keep moving forward with confidence to manage the company
entrusted to him.
Pos Indonesia meneruskan gerak majunya di tahun 2013 dan tahuntahun mendatang dengan berpedoman pada visi untuk menjadi
perusahaan jasa pos yang dapat dipercaya oleh masyarakat. Visi ini
akan dijabarkan melalui berbagai program aksi untuk memperoleh
keunggulan operasi layanannya, efisiensi sumber daya, mengatasi
tantangan lingkungan bisnis, dan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan pendapatan usahanya. Tindakan-tindakan tersebut
akan merupakan gerak maju yang didasari oleh gairah seluruh insan
pos untuk bisa menjadi usaha perposan yang unggul di tanah air
dan di kawasan ASEAN. Untuk mencapai hal tersebut maka segenap
jajaran manajemen perusahaan menyadari pentingnya kolaborasi
atau kerjasama jaringan dengan para mitra kerja untuk meningkatkan
kemajuan perusahaan dan beradaptasi dengan perkembangan
lingkungan bisnis kontemporer. Kolaborasi tersebut mengambil bentuk
antara lain melalui merger dan akuisisi, joint venture, serta beberapa
kerja sama operasi yang telah dimulai di tahun 2013. Manajemen dan
seluruh jajaran Pos Indonesia meyakini bahwa perusahaan senantiasa
terus bergerak maju ke masa depan yang lebih cerah.
Pos Indonesia continued its advance to move on in 2013 and years
ahead with based on a vision to become a postal services company
that can be trusted by the community. This vision will be elaborated
through a variety of programs of action to obtain the operating
excellence services, resource efficiency, overcome the challenges of the
business environment, and that ultimately can improve the income
of his business. Such actions would constitute an advance based
on the passion of the entire postal employee to become a superior
company in the homeland and in the ASEAN region. To achieve this
goal then all ranks of management companies realize the importance
of collaboration or network cooperation with the partners to
improve the company’s progress and adapt to the development of the
contemporary business environment. The collaboration took the form
of, among others, through mergers and acquisitions, joint ventures,
as well as some of the joint operations that has begun in year 2013.
Management and a whole range of Pos Indonesia believes that the
company continues to steadily move on to brighter future.
Bergerak adalah suatu kewajiban bagi manusia dan seluruh alam
beserta isinya. Filsuf abad 9 Masehi, Al Farabi, pun menyatakan bahwa
seluruh makluk hidup di alam semesta mulai dari tumbuhan, hewan
dan manusia terus-menerus bergerak. Jadi, jika bergerak adalah tabiat
seluruh apa yang ada di alam ini mulai dari benda mati dan hidup,
dari yang terkecil (atom) sampai yang terbesar (alam semesta) maka
adalah penting bagi jiwa manusia untuk bergerak, mengubah yang
negatif ke arah yang positif, dan mengembangkan diri dan potensi
ke arah kemajuan yang lebih baik lagi. Inilah pula hakikat mengelola
perubahan.
2013
2
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
To move is an obligation for mankind and the whole of nature and its
contents. The 9 AD philosopher, Al Farabi, also states that all living
creatures in the universe ranging from plants, animals and humans are
constantly moving. So, if moving is the mentality of the whole of what
is in this nature ranging from inanimate and living, from the smallest
(atom) to the largest (the universe), it is important for the human
soul to move, turn a negative into a positive direction, and develop
themselves and their potencies to progress toward better again. This is
also the essence of managing change.
Penjelasan Tema dan Sampul Laporan Tahunan Pos Indonesia 2013
Theme and Cover Description of 2013 Pos Indonesia Annual Report
Merpati dan dara merupakan burung yang termasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes,
yang mencakup sekitar 310 spesies burung kerabat pekicau. Mereka adalah burung berbadan
gempal dengan leher pendek dan paruh ramping pendek dengan cere berair. Dara memakan bijibijian, buah, dan tanaman. Famili ini terdapat di seluruh dunia, namun varietas terbesar terdapat di
Indomalaya dan Ekozona Australasia. Dalam percakapan umum, istilah “dara” dan “merpati” dapat
saling menggantikan. Dalam praktek ornitologi, terdapat suatu kecenderungan “dara” digunakan
untuk spesies yang lebih kecil dan “merpati” untuk yang besar, namun hal ini tidak secara konsisten
diterapkan, dan secara historis nama umum untuk burung-burung tersebut memiliki banyak variasi
antara istilah “dara” dan “merpati.” Spesies yang umumnya dikenal sebagai “merpati” adalah merpati
abu karang, umum ditemukan di banyak kota.
Dara dan merpati membangun sangkarnya dari ranting dan sisa-sisa lainnya, yang ditempatkan di
pepohonan, birai, atau tanah, tergantung spesiesnya. Mereka mengerami satu atau dua telur, dan kedua
induknya sangat memedulikan anaknya, yang akan meninggalkan sangkarnya setelah 7 hingga 28 hari.
Tidak seperti kebanyakan burung lainnya, dara dan merpati menghasilkan “susu tembolok” untuk
memberi makan anaknya, yang dihasilkan melalui tetesan sel-sel air liur dan dari biji-bijian yang
ditelannya.
Merpati abu karang telah lama dipelihara selama ratusan tahun. Mereka diternakkan oleh para
penggemarnya dan dikelompokkan menjadi berbagai varietas, di mana yang paling terkenal adalah
merpati rumahan atau merpati balap. Merpati abu karang ini selama ribuan tahun telah dipelihara
sebagai merpati kurir, yang dimanfaatkan untuk membawa berita tertulis. Saat Perang Dunia I dan
II, burung Merpati telah berjasa bagi pasukan Australia, Perancis, Jerman, Amerika, dan Inggeris.
Tercatat dalam sejarah sebanyak 32 merpati telah dihias menerima penghargaan “the Dickin Medal”
atas jasa-jasanya sebagai pengantar surat selama masa peperangan, termasuk Commando, G.I. Joe,
Paddy, dan William bin Oranye.
Pigeons and doves constitute the bird clade Columbidae, that includes about 310 species. They are stoutbodied birds with short necks, and have short, slender bills with fleshy ceres. Doves feed on seeds, fruits,
and plants. This family occurs worldwide, but the greatest variety is in the Indomalaya and Australasia
ecozones. In general, the terms "dove" and "pigeon" are used somewhat interchangeably. Pigeon derives
from the Latin pipio, for a "peeping" chick, while dove is a Germanic word that refers to the bird's diving
flight. In ornithological practice, "dove" tends to be used for smaller species and "pigeon" for larger ones,
but this is in no way consistently applied, and historically, the common names for these birds involve a
great deal of variation between the terms. The species most commonly referred to as "pigeon" is the Feral
Rock Pigeon, common in many cities.
Doves and pigeons build relatively flimsy nests from sticks and other debris, which may be placed in trees,
on ledges, or on the ground, depending on species. They lay one or two eggs, and both parents care for
the young, which leave the nest after seven to 28 days. Unlike most birds, both sexes of doves and pigeons
produce "crop milk" to feed to their young, secreted by a sloughing of fluid-filled cells from the lining of
the crop.
The Rock Pigeon has been domesticated for hundreds of years. It has been bred into several varieties kept
by hobbyists, of which the best known is the homing pigeon or racing homer. Domesticated Rock Pigeons
are also bred as carrier pigeons, used for thousands of years to carry brief written messages. The pigeon has
contributed to both World War I and II, notably by the Australian, French, German, American, and UK
forces. Thirty-two pigeons have been decorated with the Dickin Medal for war contributions as courier,
including Commando, G.I. Joe, Paddy, and William of Orange.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
3
2013
Pencapaian Penting di Tahun 2013
Significant Achievements in 2013
Bidang Bisnis
1. Peresmian konter layanan gadai (KLG) kerja
sama Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Pos
Indonesia di Bogor tanggal 21 Maret 2013.
BSM telah mengoperasikan 16 outlet KLG
di jaringan Pos Indonesia, di antaranya
berlokasi di Aceh, Padang, Banjarmasin,
Malang,
Banyuwangi,
Bandung
dan
Jabodetabek. Uji coba KLG BSM di beberapa
jaringan Pos Indonesia selama beberapa
bulan menghasilkan bisnis yang bagus.
Sinergi Pos Indonesia dengan BSM bertujuan
mengoptimalkan potensi bisnis kedua pihak
untuk memperluas layanan gadai syariah
kepada masyarakat.
1.
The inauguration of the counter service
pledge (KLG) as a result of cooperation
between Bank Syariah Mandiri (BSM) and
Pos Indonesia held in Bogor on March 21,
2013. BSM has operated 16 KLG outlets in Pos
Indonesia network, which is located in Aceh,
Padang, Banjarmasin, Malang, Banyuwangi,
Bandung and around Jakarta. BSM KLG
trial at several Pos Indonesia network over
the past few months has been resulting in a
good business. The synergy of Pos Indonesia
and BSM has aim to optimalize the business
prospect on both sides to expand Islamic
pawn service to the community.
2. Penandatanganan kerjasama CIMB Niaga
dengan Pos Indonesia dalam pembayaran
angsuran kredit bagi pensiunan yang
dilakukan di Jakarta, 4 April 2013.
Kerjasama yang dilakukan mencakup tiga
hal, yaitu pemotongan uang pensiun untuk
pembayaran angsuran kredit yang diambil
para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dan pensiunan TNI/Polri serta PNS Hankam/
Polri; pemanfaatan layanan Wesel Pos Instan;
dan kerjasama pengiriman dokumen surat
dan paket.
2.
The signing of a partnership between
CIMB Niaga and Pos Indonesia in credit
installment payment for retirees in Jakarta,
April 4, 2013. The Cooperation includes three
things, namely cuts in pension money for
the payment of installment credits taken by
the retired civil servant (PNS) and retired
Military/Police and retired cilvil servant
of Indonesian defense and Security/Police;
Instant money order service utilization; as
well as partnership in document, letters and
packages delivery.
3.
Pos Indonesia was appointed as Chairman
on Interconnectivity Work Group of the
Universal Postal Union (UPU) on April
22, 2013 at two weeks meeting in Berne,
Swsiterland. Interconectivity Work Group
is under the E-Service Committee. The main
task of the Workgroup is consolidating
on going activity of the postal world that
includes virtual-phisical and -virtual-virtual
connectivity. This Interconnectivity such as
connecting patterns of payment (settlement)
and bookkeeping (accounting) e-service
transactions with the physical operation,
including also hybridmail service, secure
e-mail, secure ebox, etc.
3. Pos Indonesia ditunjuk sebagai Chairman
pada Interconnectivity Work Group Universal
Postal Union (UPU) pada tanggal 22 April
2013 saat sidang selama dua minggu di
Berne, Swsiterland. Interconectivity Work
Group berada di bawah E-Service Committee.
Tugas utama dari Workgroup adalah
mengkonsolidasikan
ketersambungan
aktivitas perposan dunia yang mencakup
aktivitas
virtual-phisik
dan
virtualvirtual. Interconnectivity ini antara lain
menyambungkan
pola
pembayaran
(settlement) dan pembukuan (accounting)
transaksi e-service denggn physical operation,
termasuk juga layanan hybridmail, secure
e-mail, secure ebox, dll.
2013
Business
4
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
4. Launching postshop kerjasama Pos Indonesia
dengan Circle K di Denpasar pada tanggal 7
Mei 2013. Model Layanan Postshop dikelola
seperti halnya Retail Store Modern dengan
pola layanan “one stop shopping” dengan
tampilan dan display yang menarik serta
ruangan yang nyaman tanpa menghilangkan
identitas Pos Indonesia yang bernuansa
warna oranye. Sampai bulan April 2013 gerai
Postshop telah dibuka di 22 lokasi Kantor Pos
dan secara bertahap direncanakan akan di
buka 400 sampai 500 gerai Postshop sampai
akhir tahun 2013.
4.
Launching the cooperation between Pos
Indonesia and Circle K in Postshop service in
Denpasar on May 7, 2013. Postshop Service
models are managed just like any Retail Store
with a pattern of service “one stop shopping”
with an attractive display and comfortable
room identity without omitting the Indonesia
Postal orange color. Until April 2013 Postshop
outlets have opened in 22 locations of post
offices and planned to be gradually on the
open 400 to 500 Postshop outlets until the
end of 2013.
5.
Pos Indonesia has given the trust by the
Government to channel Temporary Direct
Aid for Community (BLSM) for the first stage,
June 22, 2013. The number of BLSM allotted
to Pos Indonesia as much as 15.530.897 of
the Targeted Households (RTS) throughout
Indonesia. This trust is obtained from the
experience of Pos Indonesia in payment of
Family Hopeful Program (PKH), Channelling
Aid for Poor Students (BSM), Direct Cash
Assistance (BLT) 2005 & 2008 and other
Government remittances. Means of BLSM
payment is through the Social Protection
Cards (KPS), published by the National team
for Accelerating Poverty Reduction (TNP2K)
of the Social Ministry of the Republic of
Indonesia.
6. Sukses dalam penyaluran pembayaran
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat
(BLSM) tahap pertama Pos Indonesia kembali
mendapat kepercayaan dari pemerintah
menyalurkan Bantuan Langsung Sementara
Masyarakat (BLSM) tahap kedua kepada
15.530.897 Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Pembayaran dimulai secara serentak pada
hari Senin, tanggal 2 September 2013 dengan
system penjadwalan yang disepakati oleh
masing-masing Kantor Pos dengan Pemda
setempat. Sampai akhir September telah
dapat dilakukan pembayaran kepada RTS
yang berhak.
6.
Having success in channeling Temporary
Direct Aid for Community (BLSM) on the first
stage, Pos Indonesia regained the trust of the
Government to supply Temporary Direct Aid
for Community (BLSM) for the second stage
to the Targeted Households of 15.530.897
RTS. The payments started simultaneously on
Monday, September 2, 2013 with a scheduling
system that is agreed upon by each post
office and local Goverment. Until the end of
September BLSM payments has been made to
eligible RTS.
5. Pos Indonesia mendapat kepercayaan dari
pemerintah untuk menyalurkan Bantuan
Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)
tahap pertama, 22 Juni 2013. Jumlah BLSM
yang dipercayakan kepada Pos Indonesia
sebanyak 15.530.897 Rumah Tangga Sasaran
(RTS) di seluruh Indonesia. Kepercayaan ini
diperoleh dari pengalaman Pos Indonesia
dalam Pembayaran Program Keluarga
Harapan (PKH), Penyaluran Bantuan Siswa
Miskin (BSM), Bantuan Langsung Tunai
(BLT) 2005 & 2008 dan penyaluran dana
pemerintah lainnya. Sarana pembayaran
BLSM melalui Kartu Perlindungan Sosial
(KPS) yang diterbitkan oleh Tim Nasional
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K) dari Kementerian Sosial Republik
Indonesia.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
5
2013
7. Pos
Indonesia
kembali
memperoleh
penghargaan atas program marketing yang
dijalankan berupa BUMN Marketing Award
2013 pada acara “BUMN Marketing Days
2013”. Pos Indonesia meraih dua penghargaan
“Silver Winner BUMN Marketing Award 2013”
untuk kategori Strategic dan Tactical. Menteri
Negara BUMN Dahlan Iskan menyerahkan
langsung penghargaan tersebut kepada
Direktur Keuangan, Tavip Parawansa, dan
Direktur Ritel dan Property, Setyo Riyanto,
mewakili Direktur Utama dalam acara BUMN
Marketing Day 2013 yang diselenggarakan di
Hotel Borobudur, Selasa 27 Agustus 2013.
8. Kerjasama Indosat dengan Pos Indonesia
untuk pemanfaatan infrastruktur dan
penyediaan layanan telekomunikasi bersama
untuk
masyarakat.
Penandatanganan
dilakukan bersamaan dengan peringatan
Hari Bhakti Postel di Bandung pada tanggal
27 September 2013 oleh President Director
& CEO Indosat, Alexander Rusli, dan Direktur
Utama Pos Indonesia, Budi Setiawan, serta
disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan
Informatika Bapak Tifatul Sembiring.
Bentuk kerjasama antara lain meliputi
pengembangan branding bersama (cobranding), penjualan Starter Pack, kerjasama
pengembangan Postal Mobile Financial
Services, pengembangan agen e-money
Dompetku, serta pemanfaatan masingmasing infrastruktur kedua belah pihak
dalam memberikan layanan yang lebih luas
kepada masyarakat.
2013
6
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
7.
Pos Indonesia gained awards for its marketing
program in the form of SOE’s Marketing
Awards 2013 on a “SOE’s Marketing Days
2013”. Pos Indonesia got two awards of
“Silver Winner SOE’s Marketing Awards
2013” for the category of Strategic and
Tactical. Minister of State-Owned Enterprises
Dahlan Iskan handed the award directly to
the Director of Finance Tavip Parawansa and
Director of Retail and Property Setyo Riyanto
represented as President Director in SOE’s
Marketing Day 2013 event held at the Hotel
Borobudur, Tuesday, August 27, 2013.
8.
Cooperation between Pos Indonesia and
Indosat for the utilization of infrastructure
and the provision of telecommunications
services to the public. The signing was done
in conjunction with Bhakti Postel Memorial
Day in Bandung on September 27, 2013 by
Indosat President Director Alexander Rusli
and President Director of Pos Indonesia
Budi Setiawan witnessed by Minister of
Communications and Informatics Tifatul
Sembiring.
The forms of cooperation include the
development of co-branding, the sale of
Starter Pack, development of Mobile Postal
Financial Services, development of e-money
Dompetku, as well as utilization of the
respective infrastructure of both parties in
providing broader service to the community.
Signing the extension of retirement payments
cooperation between Pos Indonesia and PT
ASABRI (Persero) on 10 October 2013 in
Bandung by the President Director of Pos
Indonesia Budi Setiawan and President
Director of PT Asabri (Persero) Adam Damiri.
This agreement covers payment of pensions to
the retired Military, Police and Civil Servants
of the Ministry of Defence of the Republic of
Indonesia through post offices which spread
over the entire territory of Indonesia in cash.
In addition to the payment of a pension
fund, this cooperation also governs the
compensation for payments of retirement
compensation, benefits orphans, allowances
and compensation for the decease.
9. Penandatanganan perpanjangan kerja sama
pembayaran pensiun antara Pos Indonesia
dengan PT ASABRI (Persero) pada tanggal
10 Oktober 2013 di Bandung oleh Direktur
Utama Pos Indonesia (Persero) Budi Setiawan
dan Direktur Utama PT Asabri (Persero)
Adam Damiri. Perjanjian ini melingkupi
pembayaran dana pensiun kepada pensiunan
TNI, POLRI serta PNS Kementerian
Pertahanan Republik Indonesia melalui
Kantor Pos yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia secara tunai. Selain pembayaran
dana pensiun, kerja sama ini juga mengatur
pembayaran santunan yaitu dana santunan
pensiun, tunjangan yatim piatu, tunjangan
orang tua dan santunan kematian.
9.
11.Pos Indonesia menjadi tuan rumah
Mail & Express Asia Pasific 2013 yang
diselenggarakan di Nusa Dua Bali dari tanggal
4 – 6 November 2013. Dalam pertemuan ini
dibahas peningkatan kemampuan produk
dan layanan baru dengan penekanan pada
e-commerce. Pembicara dalam pertemuan ini
adalah Direktur Utama Pos Indonesia, Japan
Post dan Thailand Post. Dalam kegiatan ini
juga diselenggarakan exhibition yang diikuti
oleh perusahaan-perusahaan terkemuka
diantaranya Toshiba, One World Express,
Neopost, dan Endicia Sales EX .
11. Pos Indonesia to host Asia Pacific Postal
Mail & Express Expo 2013 held in Nusa Dua
of Bali from July 4 – 6 November 2013. In
this meeting discussed an increase in the
quality of new products and services with
an emphasis on e-commerce. The speakers
in this meeting was the President Director of
Pos Indonesia, Japan Post and Thailand Post.
In this Expo also showed exhibition which
was attended by leading companies such as
Toshiba, One World Express, Neopost, and
Endicia Sales EX.
10.Penandatangan nota kesepahaman antara Pos
Indonesia dengan Asosiasi Asuransi Umum
Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia,
dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia
tentang Pemasaran Produk Asuransi Mikro, di
Jakarta 17 Oktober 2013. Nota Kesepakatan
ini merupakan langkah awal dalam rangka
usaha kerjasama yang saling menguntungkan
dengan memanfaatkan potensi, keahlian dan
fasilitas yang dimiliki oleh masing- masing
pihak, serta merupakan bagian dari launching
Program Pengembangan Asuransi Mikro
Indonesia yang diprakarsai oleh Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) dengan tujuan untuk
memberikan kemudahan kepada masyarakat
untuk mendapatkan Produk Asuransi Mikro.
10. Signing of the Memorandum of Understanding
between Pos Indonesia with Indonesia
General Insurance Association, Life Insurance
Association, and the Association of Indonesia
Syariah Insurance about Micro Insurance
Product Marketing, in Jakarta, October 17,
2013. This Memorandum of Understanding
is the first step in the framework of mutually
beneficial cooperation efforts by making use
of the potential, skills and facilities that are
owned by the respective parties, as well as a
part of the launching of the Micro Insurance
Indonesia Development Program initiated
by the Financial Services Authority (OJK)
with the aim to provide convenience to the
community to get a Micro insurance product.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
7
2013
12.Pos Indonesia didaulat menjadi Tuan Rumah
The 20th ASEAN Postal Business Meeting
(APBM) pada tanggal 26 s.d 28 November
2013 di Yogyakarta. APBM
merupakan
pertemuan tahunan yang diselenggarakan
oleh negara-negara anggota secara bergiliran,
diikuti oleh perusahaan Pos dari 10 negara
ASEAN dan ditambah 5 negara, yaitu Republik
Rakyat Cina, Hong Kong, Jepang, India dan
Republik Korea.
Dalam Pertemuan ini
dibahas isu-isu yang mempengaruhi industri
pos di kawasan Asean dan saling bertukaran
informasi dan pengalaman serta Success Story
terkait revitalisasi Pos dan pengembangan
kegiatan usaha antara negara-negara ASEAN.
12. Pos Indonesia was appointed to host The 20th
ASEAN Postal Business Meeting (APBM) on 26
to 28 November 2013. APBM was the annual
meeting organised by the States’ Member in
turns, followed by Postal companies from
10 countries of the ASEAN and 5 countries,
namely People’s Republic of China, Hong
Kong, Japan, India and the Republic of Korea.
In this Meeting discussed issues affecting
the postal industry in the Asean region and
swapped information and experience as well
as the related Success Story in revitalizing
Postal activities and development efforts
among the ASEAN countries.
Sedangkan untuk layanan online payment,
Pos Indonesia mengeluarkan layanan baru
yang dinamakan Pos2Pay, layanan ini
merupakan layanan yang memungkinkan
seseorang untuk memiliki akun yang bisa
digunakan untuk membeli dan menerima
pembayaran secara online dan top up atau
penarikan (withdrawl) dapat dilakukan baik
melalui Bank/ATM atau Kantorpos, sehingga
siapapun bahkan yang tidak memiliki
akses pada layanan perbankan, dapat
memanfaatkan layanan ini.
As for the online payment service, Pos
Indonesia issued a new service called
Pos2Pay, this service is a service that allows
a person to have an account that can be used
to purchase and accept payments online and
top up or withdrawal can be done either
through a Bank/ATM or post office, so anyone
who even does not have access to banking
services, can benefit from this service.
13.Launching Galeripos.com dan layanan
m-PosPay. Galeripos.com adalah merupakan
layanan baru yang dikembangkan Pos
Indonesia dangan sistem e-Commerce
Clearing House Pos. Layanan ini dibangun
dengan mengintegrasikan tiga pilar utama
yaitu e-marketplace, online payment dan
shipping/delivery. Galeripos.com adalah
sarana belanja on line yang reliable dan
jawaban untuk permasalahan e-marketplace
yang terpercaya. Webstore galeripos ini juga
menjadi solusi bagi para produsen (korporat,
UKM maupun perorangan) untuk menjangkau
pasar yang lebih luas.
2013
8
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
13. Launching of Galeripos.com and m-PosPay.
Galeripos.com is a new service that is
developed by Pos Indonesia through postal
e-Commerce Clearing House system. This
service is built by integrating three main
pillars, namely e-marketplace, online
payment and shipping/delivery. Galeripos.
com is a means for shopping on line that is
reliable and the answers to the problems of
the e-marketplace. Galeripos Webstore is
also the solution for the producer (corporate,
SME’s or individuals) to reach out to a wider
market.
Bidang Operasi dan Outlet
Operations and Outlet
1. Perluasan mailroom korporat di beberapa
Account Customer Eksis seperti Bank
Mandiri, Pemerintah Daerah Kabupaten/
Kota. Layanan mailroom merupakan layanan
tambahan bebas biaya yang diberikan dalam
rangka meningkatkan loyality customer.
Peningkatan loyality customer kedepan
diharapkan akan meningkatkan tingkat
kepercayaan customer untuk menggunakan
layanan Pos Indonesia.
1.
The expansion of the corporate mailroom in
some of the existing Customer Accounts such
as Bank Mandiri and the local government
(district or city). Mailroom services is
additional services free of charge provided in
order to improve customer loyality. Increased
customer loyality in the future will hopefully
increase the confidence level of the customer
to use Pos Indonesia service.
2. Pengembangan Sentra Layanan Paket untuk
penggarapan Kawasan Industri di Area
Jakarta dan Jawa Barat dan penambahan
outlet Kantor Pos selama 2013 sebanyak
250 kantor sehingga jumlah kantor pos
pada akhir tahun 2013 sebesar 4.076
kantor. Penambahan titik layanan ini dengan
harapan akan mampu menjaring customer
sebanyak mungkin.
2.
The Development of Parcel Service Center
as for the implementation of the Industrial
Zones in Jakarta and West Java and the
addition of post office outlets during 2013
as much as 250 offices so that the number of
post offices by the end of 2013 amounting to
4.076 Office. The addition of this service point
hopefully will be able to attract the customer
as much as possible.
3. Peningkatan kinerja perusahaan dari sektor
surat dan paket meliputi kegiatan-kegiatan:
uji coba 3 (tiga) Office of Exchange: Surabaya,
Makassar dan Balikpapan, Pengembangan
Kerjasama dengan DHL tentang Layanan
SME Day Definite Market (Layanan export
untuk UKM), Melakukan evaluasi Layanan
EMS (Kerjasama dengan Mitra DHL dan
UPS), dan Layanan Prepaid Parcel.
3.
Improvement of company performance
of the letters and parcels sector, include
activities: trials of three Office of Exchange:
Surabaya, Makassar and Balikpapan,
cooperation development with DHL about
SME Day Definite Service Market (export
services for SMEs), evaluation of EMS Service
(in collaboration with DHL and UPS), and
Prepaid Parcel Service.
4. Di bidang layanan Giro dilakukan perbaikan
sistem pelaporan dan migrasi database
Giro On-Line (GOL), dengan aktivitas:
piloting pelaporan GOL berbasis Web dan
Migrasi data base GOL dari server lama ke
server baru. Upaya ini membuahkan hasil
Pendapatan layanan Giropos tahun 2013
sebesar Rp 50,97 Milyar atau 814,44% dari
target RKAP 2013 sebesar Rp 6,26 Milyar.
Realisasi tahun 2013 meningkat sebesar
731,46% jika dibandingkan realisasi tahun
2012 sebesar Rp 6,13 Milyar.
4.
In Giro service, the company has done
the maintenance of reporting system and
database migration of Giro on-line (GOL),
with activities: piloting a GOL Web-based
reporting and data base Migration from the
old server to the new server. This effort has
made Giropos Service Revenues by 2013 raise
amounting to Rp 50,97 Billion or 814,44% of
the yearly target 2013 amounting to Rp 6.26
billion. The realization of 2013 increased by
731,46% if compared to the realization of
2012 which amounted to Rp 6,13 billion.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
9
2013
5. Peningkatan Sistem Pembayaran Pensiun
PT TASPEN melalui Uji coba pelaksanaan
e-Karip PT TASPEN dengan sistem MoC
(Match on Card) yaitu penyimpanan data
pensiun pada kartu e-Karip, dan uji coba
Enrollment untuk memasukan data pensiun
ke aplikasi e-Karip dan Penyempurnaan
dan Persiapan Implementasi Aplikasi
Pertanggung-jawaban Pembayaran Pensiun
(AP3) PT ASABRI dengan cara Pemindahan
data pensiun PT ASABRI dari data fisik ke
data elektronik (Data Yard), pelatihan AP3
(aplikasi), pertanggungjawaban Pembayaran
Pensiun) PT ASABRI, penyempurnaan dan
Persiapan Implementasi AP3 PT ASABRI.
5.
Pada tahun 2013 telah ditetapkan bahwa system
Aplication and Product in Data Processing Modul
Financial Accounting and Controlling (SAP FICO)
sebagai legacy sistem untuk mengintegrasikan
seluruh sumber daya perusahaan. Pos Indonesia
tengah melakukan pembenahan untuk fungsi
akuntansi dan keuangan, salah satunya adalah
upaya untuk menghasilkan pelaporan keuangan
yang dapat diandalkan untuk pengambilan
keputusan manajemen melalui implementasi
Enterprise Resource Planning (ERP).
By 2013 it has been established that the system
of Application and Product in the Data Processing
Module Financial Accounting and Controlling
(SAP FICO) uses as legacy systems to integrate all
resources of the company. Pos Indonesia is doing
makeovers for accounting and financial functions,
one of which is the attempt to generate a reliable
financial reporting to management decision
making through the implementation of Enterprise
Resource Planning (ERP).
Bidang Akuntansi dan
Keuangan
Bidang SDM
2013
Di tahun 2013 Pos Indonesia telah menetapkan
pengelolaan sumber daya manusia berbasis
kompetensi
(Competency
Based
Human
Resource
Management) yang merupakan
upaya mentransformasikan sumber daya
manusia Perusahaan menjadi partner strategis
dalam pengelolaan bisnis perusahaan. Tujuan
penetapan ini adalah untuk menjamin sumber
daya manusia perusahaan memiliki kompetensi
yang dipersyaratkan dan diperlukan secara
profesional di setiap bidang pekerjaan sesuai
dengan kompetensi masing masing melalui
sertifikasi kompetensi yang relevan dengan
pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang
ditetapkan.
10
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The improvement in the pension payment
system of PT TASPEN through the trials of
e-Karip PT TASPEN implementation with the
MoC (Match on Card), namely retirement
data storage on e-Karip, trial Enrollment
to place the data into the application of
retirement e-Karip, and Refinement and
Implementation Preparation and Application
for Retirement Payment (AP3) PT ASABRI
by way of transfer of the data of PT ASABRI
retirement from physical data into electronic
data (Data Yard), AP3 training (application
of a pension Payment reporting) of PT
ASABRI, refinement and Implementation
Preparation for PT ASABRI AP3.
Accounting and Finance
Human Resources
In the year 2013 Pos Indonesia has established
human resource management based on
competence (Competency Based Human Resource
Management) which is an attempt at transforming
human resources into a strategic partner Company
in the management of the company’s business.
The purpose of this assignment is to ensure the
company has a human resource competencies
required and needed as professionals in every
field of work in accordance with the respective
competence needed through certification of
competence relevant to the duties and terms of
the job which has been determined.
Pos Indonesia juga melaksanakan Program
Pensiun Iuran Pasti bagi karyawan PT Pos
Indonesia (Persero) yang bekerja terhitung
mulai tanggal 1 Januari 2010. Maksud penetapan
ini adalah untuk memberikan kesinambungan
penghasilan karyawan setelah berakhirnya masa
kerja di Perusahaan.
Pos Indonesia juga telah menerapkan standar
kinerja berupa Sistem Manajemen Kinerja
Individu (SMKI) dan Sistem Manajemen
Kinerja Unit (SMKU). Melalui SMKI dan SMKU,
diharapkan penilaian kinerja individu dan unit
akan menjadi lebih obyektif dan terukur di
tahun-tahun berikutnya.
Pelayanan Kantor Pos Cianjur
Services of Cianjur Post Office
Pos Indonesia also implement the Certainly
Dues Pension Programs for employees of Pos
Indonesia who has working started from January
1, 2010. The intent of this assignment is to provide
continuity of income employees after the end of
their work in the company.
Pos Indonesia has also been implementing
performance standards of the Individual
Performance Management System (SMKI) and the
Unit Performance Management System (SMKU).
Through the SMKI and SMKU, it is expected that
the performance assessment of individuals and
units will be more objective and measurable in
subsequent years.
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
11
2013
Bidang Teknologi
Pencapaian di bidang Teknologi selama tahun
2013 antara lain adalah:
The achievement in the field of Technology in
2013 among others are:
•
•
•
dan
pengembangan
Penyempurnaan
aplikasi untuk fungsi pendukung, antara lain
meliputi Salesforce upgrading, Dashboard
Jasa keuangan, dan Aplikasi Monitoring
DWH.
•
Refinement and application development
to support functions, among other include
Salesforce upgrading, and financial services
Dashboard Applications Monitoring DWH.
•
Refinement and application development
for business functions (SBU), among others,
include RSPOS Western Union (WU) Outgoing,
Module Member for customers; FDPOS:
Taspen Office (e-karip), Family Hopeful
Program (Smart Card), Asabri (e-dapem),
WU Agent: pay (design applications), SOPP
Agent: Weselpos Instant (send and pay).
operasional
Teknologi
Optimalisasi
Informasi, antara lain meliputi Maintenance
DC & DRC, Maintenance Perangkat Server
HP, Instalasi Storage dan Tape Backup FICO,
Video Conference, Dedicated backup link,
Microsoft Enterprise Agreement, Contact
Center Pos Indonesia.
•
Optimization of information technology
operations, among others, include DC & DRC
Maintenance, HP servers Device Maintenance,
Storage and Tape Backup Installation FICO,
Video conferencing, a Dedicated link backups,
Microsoft Enterprise Agreement, Contact
Center Pos Indonesia.
dan
pengembangan
Penyempurnaan
aplikasi untuk fungsi bisnis (SBU), antara
lain meliputi RSPOS Western Union (WU)
Outgoing, Modul Member Pelanggan;
FDPOS: Taspen (e-karip), Program Keluarga
Harapan (Smart Card), Asabri (e-dapem),
WU Agen : Bayar (Desain aplikasi), SOPP
Agent : Weselpos Instan (kirim dan bayar).
Bidang Corporate Social
Responsibilty
Direktur Jendral Penyelenggaraan Pos dan
Informatika Kementerian Komunikasi dan
Informasi Republik Indonesia melalui PT Pos
Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Palang
Merah Indonesia (PMI) pada tanggal 8 Mei 2013
menerbitkan Prangko Amal 150 Tahun Palang
Merah Internasional dalam rangka ulang tahun
PMI yang ke 150 tahun. Penerbitan Prangko
Amal 150 tahun Palang Merah Internasional ini
merupakan salah satu wujud nyata komitmen
Pos Indonesia dalam mendukung segala bentuk
aktivitas yang bersifat kemanusiaan dan sebagian
hasil penjualan prangko ini akan diserahkan
untuk aktivitas sosial yang dilakukan PMI.
2013
Technology
12
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Corporate Social Responsibilty
The Director General of the Post and Informatics,
Ministry of Informatics and Communications of the
Republic of Indonesia, through PT Pos Indonesia
(Persero) held collaboration with the Indonesia
Red Cross (PMI) on 8 may 2013 with publishing
of 150 years Charity Stamps of the International
Red Cross in the framework of the 150 years of
PMI’s birthday. The publishing of 150 years of PMI
Charity Stamps is one of the real commitment of
the Pos Indonesia in favor of any form of activity
that are humanity related and some portion of
these stamps sales results will be submitted to the
social activity carried out by PMI.
Dalam hal pembinaan kepada pengusaha kecil
dan koperasi, perkembangan mitra binaan PT
Pos Indonesia (Persero) sampai dengan akhir
tahun 2013 berjumlah 41.566 mitra binaan yang
tersebar di 34 propinsi atau sebesar 99,64% dari
RKAP tahun 2013 yang telah ditetapkan sebanyak
41.715 mitra binaan. Jumlah tersebut meningkat
0,86% jika dibandingkan dengan tahun 2012
sebanyak 41.210 mitra binaan.
In terms of coaching to small entrepreneurs and
cooperatives, the development of assisted SMEs
of Pos Indonesia up to the end of 2013 amounts
to 41.566 assisted SMEs, which spread across 34
provinces or of 99,64% of the company’s yearly
target of 2013 as 41.715 assisted SMEs. That
number increased 0.86% in comparison with the
year 2012 as 41.210 assisted SMEs.
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
13
2013
2013
2011
2009
2.491,88
3.078.780
2.581.598
2010
Key Performance
3.403.960
2012
Kinerja Utama
4.207.695
Nilai Penjualan Total (Rp Juta)
Total Sales Value (IDR Million)
246.372
2013
2010
2009
45.318
2011
80.390
144.440
2012
174.040
Laba Bersih Komprehensif (Rp Juta)
Total Aset (Rp Juta)
Total Aset (IDR Million)
Ekuitas (Rp Juta)
Equity (IDR Million)
2013
14
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
2013
769.230
2012
2011
2010
2009
375.520
440.133
563.560
976.363
4.576.110
2012
4.193.660
2011
2009
4.031.090
2010
4.445.010
5.562.155
2013
Comprehensive Income (IDR Million)
Kinerja Utama
Key Performance
BAIK
GOOD
25,15 %
Growth 2013
SEHAT
“A”
HEALTH
BAIK
GOOD
79,50
49,29 %
Kesehatan
Perusahaan
Company’s Health
Laba
Profit
BAIK
GOOD
“BAIK A-2”
GOOD
BAIK
GOOD
21,55 %
112,21
27,76 %
Pendapatan
Usaha
Revenue
Aset
Asset
KPI
KPI
Ekuitas
Equity
BAIK
GOOD
BAIK
GOOD
BAIK
GOOD
21,53 %
140,46 %
14,52 %
Produksi Surat
Mail Production
PosPay Transaction
Transaksi PosPay
Produksi Ritel
Retail Production
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
15
2013
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
4.000.000
3.500.000
3.000.000
0,22
2.500.000
(1,31)
2.000.000
1.500.000
(10,39)
1.000.000
500.000
0
(500,000)
(7,90)
3,95
1,68
5,08
5,82
5,33
5,00
0,00
(3,04)
(5,00)
(10,00)
(15,00)
(16,70)
2003
2004
Pendapatan
2005
2006
2007
2008
2009
2011
2012
2013
Profit Margin
Profit/Loss
Expenses
2010
(20,00)
Profit Margin
Laba/Rugi
Biaya
Revenues
10,00
Financial Ratios
Satuan/
Unit
RASIO
Pengembalian modal
%
Rasio kas
%
Laba atas investasi
%
Rasio lancar
%
Hari
Periode koleksi
Day
Hari
Perputaran Persediaan
Day
Perputaran Total Aset
Ratio Modal Terhadap Total Aset
2013
16
%
%
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
2013
35,51
7,17
113,33
109,21
42,02
0,09
75,80
17,55
2012
30,48
6,47
86,93
2011
33,98
6,86
96,64
Current Ratio
48,82
54,00
73,04
60,51
23,70
1,52
10,13
0,47
9,56
Return on Equity
Return on Invesment
42,58
96,24
RATIO
3,70
79,89
-
16,71
2,50
25,73
80,18
101,96
75,04
10,66
2009
79,91
106,68
28,00
2010
1,00
9,60
Cash Ratio
Collection Periods
Inventory Turn Over
Total Aset Turn Over
Ratio Of Equity To Total Assets
Ikhtisar Keuangan
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian (Juta Rupiah)
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Bantuan Pemerintah YBDS
Ekuitas
Modal Saham
Saldo Laba (Defisit)
Kepentingan Non Pengendali
Jumlah Ekuitas
2013
2012
2011
2010
2009
3.621,91
3.347,06
3.592,50
3.460,56
4.576,11
4.193,66
4.445,20
4.231,09
Total Asset
3.409,85
3.282,74
3.732,79
3.569,15
Short Term Liability
21,33
Government Subsidized
425,00
Share
4.505,23
1.056,92
5.562,16
4.125,27
460,53
-
455,02
550,53
(29,19)
976,36
954,20
402,02
-
455,02
338,75
(29,53)
764,24
846,60
317,43
29,94
852,69
272,41
21,33
425,00
425,00
(30,53)
(30,98)
169,09
563,56
24,66
418,68
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
5.562,16
4.576,11
4.193,66
4.445,20
Laporan Laba-Rugi
Konsolidasian (Juta Rupiah)
3.403,95
3.078,79
2.683,28
Pendapatan
Beban
4.233,45
3.916,45
3.191,62
Pajak Kini
(84,84)
(60,09)
(12,34)
Laba Tahun Berjalan setelah Pajak
246,14
172,99
144,98
Laba/Rugi Komprehensif setelah
Pajak
246,37
173,04
144,44
Laba Komprehensif setelah Pajak
246,37
173,04
144,44
Laba Sebelum Pajak
Pajak Tangguhan
Pendapatan/Beban Komprehensif
Lainnya
Laporan Arus Kas
Konsolidasian (Juta Rupiah)
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
317,00
13,97
0,24
1.132,62
212,33
20,74
0,05
261,05
2.922,32
156,47
Financial Highlights
Consolidated Statements of
Financial Position (Million IDR)
Current Asset
Fixed Asset
770,53
Retained Earnings
375,52
Total Equity
(30,87)
Minority Interests
4.231,09
Total Liability and Equity
Consolidated Income Statement
(Millions of IDR)
2.637,50
45,78
-
109,65
Profit Before Tax
Deferred Tax
0,18
(11,80)
45,73
45,73
Tax
-
(0,55)
45,55
Expenses
2.382,23
(17,46)
92,19
80,39
80,39
270,88
(2.057,72)
(19,30)
(45,28)
Other Comprehensive Income /
Expense
Comprehensive Profit / Loss after
Tax
Consolidated Statements of
Cash Flows (Millions of IDR)
Comprehensive Profit after Tax
Cash Flows from Operating
Activities
Cash Flows from Investing
Activities
(182,39)
(159,80)
Saldo Awal Kas
2.961,07
2.623,31
2.993,01
2.847,00
5.002,29
Beginning Cash Balance
Saldo Akhir Kas
3.683,96
2.961,07
2.623,31
2.993,01
2.847,00
Ending Cash Balance
(227,33)
236,51
22,57
(151,30)
(132,68)
Profit after Tax
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
(91,75)
Revenue
2.491,88
(0,23)
(444,96)
Equity
(18,62)
0,85
Long Term Liability
265,10
Cash Flows from Financing
Activities
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
17
2013
Ikhtisar Operasi
Operasional Highlight
Produksi Surat Pos
Dalam Ribuan Pucuk
In Thousand Pieces
Postal Mail Production
401.124
313.921
271.972
260.329
88.213
2009
2010
2009
Surat Standar
53.730
Kiriman Korporat
Surat Kilat Khusus
Jumlah
2010
64.267
2012
2011
2012
2013
55.741
54.264
56.823
10.344
106.968
136.445
190.305
13.284
6.103
20.074
26.901
30.619
260.329
7.499
88.213
89.189
271.972
96.311
313.921
401.124
Total
2009
2010
2010
2012
2011
2012
2013
2013
16
-
32
27
-
Standard Remittance
Weselpos Prima
5.035
2.458
2.320
1.812
1.170
Prime Remittance
Weselpos Instan
6.078
7.400
13.109
16.507
15.706
Instant Remittance
Western Union
2.455
4.309
2.874
3.881
2.899
Western Union
Weselpos Bayar di tempat
611
-
426
601
-
Paid at Addressee
Remittance
Kiriman Uang Lainnya
600
3.077
842
756
6.883
Other Remittance
Giropos
843
-
653
1.139
104
Postal Giro
15.638
17.243
20.256
24.723
26.762
Total
Jumlah
2013
26.762
20.256
2011
2009
Exspress Post
Dalam Ribuan Transaksi
In Thousand Transactions
24.723
17.243
Standard Mail
Corporate Mail
Special Delivery Mail
Remittance Production
15.638
123.377
Produksi Kiriman Uang
Weselpos Standar
2013
104.729
88.586
Pos Exspress
2011
18
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Produksi Paket Pos
Dalam Ribuan Buah
In Thousand Pieces
Parcel Production
26.789
24.315
31.792
31.439
14.944
2009
2010
2011
2009
2012
2010
2011
2013
2012
2013
Paket Standar
5.182
1.681
6.721
7.405
6.971
Standard Parcel
Paket Kilat Khusus
1.975
1.046
3.057
3.801
4.114
Special Delivery Parcel
Paket Biasa LN
99
20
84
89
109
Paket Cepat LN
49
9
44
48
64
5.267
-
5.612
7.095
2.912
Remailing
EMS
11.743
12.188
11.271
13.001
17.622
EMS
Jumlah
24.315
14.944
26.789
31.439
31.792
Total
Remailing
Produksi Jasa Keuangan Pospay
Standard Overseas
Parcel
Express Overseas
Parcel
Dalam Ribuan Transaksi
In Thousand Transactions
Financial Services Pospay
266.333
130.583
117.379
50.501
2009
46.977
2010
2011
2009
Tabanas Batara
2010
2012
2011
2012
2013
2013
15
-
18.989
20.121
24.675
Batara Saving
Angsuran Perbankan (SOPP)
13.482
11.068
20.751
20.551
142.663
Bank Installment (SOPP)
Setoran Telepon (SOPP)
12.438
7.566
19.350
20.143
20.923
Telephone Payment (SOPP)
Setoran PAM (SOPP)
2.889
4.669
7.350
8.777
15.745
Water Payment (SOPP)
Setoran PLN (SOPP)
15.581
23.674
50.939
60.991
62.327
Electricity Payment (SOPP)
Jumlah
44.405
46.977
117.379
130.583
266.333
Total
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
19
2013
Identitas Perusahaan
Nama Name
PT Pos Indonesia (Persero)
Bidang Usaha (sesuai dengan anggaran dasar)
1. Usaha jasa Pos pan giro termasuk jasa
keuangan secara tunai maupun berbasis giro
(account);
2. Usaha jasa komunikasi, jasa logistik, jasa
ritel, jasa keagenan dan jasa-jasa lainnya
yang menunjang penyelenggaraan usaha
jasa pos dan giro sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
3. Usaha pemanfaatan dan pengembangan
sumber daya yang dimiliki untuk menunjang
kegiatan utama Perseroan.
Kepemilikan
Pemerintah Republik Indonesia 100%
Tanggal Pendirian
20 Juni 1995
Dasar Hukum Pendirian
Akta Notaris Sutjipto, SH Nomor 117 tanggal 20 Juni 1995
Sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan akta
notaris Nomor 111 tanggal 28 Maret 2013 yang dibuat oleh Aryanti
Artisari, SH.MKn
Modal Dasar
Rp 1.500.000.000.000,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Rp 455.020.000.000,00
Kronologis Pencatatan Saham
Status PT Pos Indonesia adalah BUMN kategori non-listed
sehingga belum tercatat dalam Bursa Efek.
Kantor Pusat
Jln. Cilaki No. 73
Bandung 40115, Indonesia
Telepon Phone Faksimile Faximile
Website email 2013
20
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
: (022) 4206195,4206339
: (022) 4267725, 4267744
: www.posindonesia.co.id
: [email protected]
Corporate Identity
Line of Business
1. Postal Services business and financial services,
including current accounts in cash or giro-based
(accounts);
2. Communications services business, logistics
services, retail services, agency services and other
services that support the implementation of the
postal services business and current accounts in
accordance with the legislation in force;
3. For utilization and development of its resources
to support the activities of the Corporate.
Ownership
The Government of the Republic of Indonesia 100%
Date of Establishment
June, 20th 1995
Legal Basis
Notarial Decree Sucipto, SH No 117, June, 20th 1995 As amended by
Notarial Decree No. 111 dated March 28, 2013 made ​​by Aryanti Artisari,
SH.MKn
Authorized Capital
IDR 1.500.000.000.000,00
Issued and Fully Paid Capital
IDR 455.020.000.000,00
Share Listing Chronology
Status of PT Pos Indonesia is State Owned Enterprises non-listed category, therefore the corporate has not been listed in Stock Exchange.
Head Office
Jln. Cilaki No. 73
Bandung 40115, Indonesia
Telepon Phone Faksimile Faximile
Website email : (022) 4206195,4206339
: (022) 4267725, 4267744
: www.posindonesia.co.id
: [email protected]
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
21
2013
Kegiatan Perusahaan 2013
Corporate Activities 2013
Januari / January
•
•
•
23 Januari 2013 Seminar Financing for Depelopment / January 23, 2013
Financing for Depelopment Seminar
28 Januari 2013 Executive Workshop DHL / January 28, 2013 DHL Executive
Workshop
31 Januari 2013 MOU Taspen Pos Mandiri / January 31, 2013 MOU of Taspen Pos - Mandiri
Februari / February
•
•
•
•
•
•
05 Februari 2013 Launching prangko shio ular / February 05, 2013 Launching of shio of
snake’s stamp edition
13 Februari 2013 PKS Sritex & Purabaru / February 13, 2013 Agreement between Post
and Sritex and Purabaru companies
20 Februari 2013 Launching perangko seri keraton ratu boko / February 20, 2013
Launching of stamp edition of ratu boko palace
25 Februari 2013 Jambore KKP se-Indonesia / February 25, 2013 Jamboree of post office
head masters throughout Indonesia
27 Februari 2013 Panelis forum IFC / February 27, 2013 IFC panelists forum
27 Februari 2013 PKS Merpati / February 27, 2013 Agreement between Post and Merpati
Air Lines
Maret / March
•
•
•
•
06 Maret 2013 Workshop teknologi informasi Surabaya / March 06, 2013 Information technology
workshop in Surabaya
14 Maret 2013 Peresmian Postshop KPC Jatibarang Indramayu / March 14, 2013 Official opening
ceremony of postshop in Jatibarang Indramayu branch post office
21 Maret 2013 Grand launching layanan gadai emas BSM IB dengan PT Pos Indonesia / March 21,
2013 Grand launching of gold pawning service of BSM IB and Pos Indonesia
26-28 Maret 2013 Workshop Jaskug 2013 / March 26-18, 2013 Finacial services workshop 2013
April / April
•
•
•
2013
03 April 2013 PKS KSP Nasari dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan nota
kesepahaman Askrindo / April 03, 2013 Agreement between KSP Nasari nad PT Pos
Indonesia, and MOU with Askrindo
04 April 2013 PKS CIMB Niaga dengan PT Pos Indonesia (Persero) / April 04, 2013
Agreement between CIMB Niaga and Pos Indonesia
29 April 2013 Penandatanganan perjanjian bersyarat mengenai penyetoran saham
antara Mandiri, Taspen, Pos Indonesia, Bank Sinar / April 29, 2013 Signing conditional
agreement about paid in capital between Mandiri, Taspen, Pos Indonesia, Bank Sinar
22
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Mei / May
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
2 -5 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Medan) / May 2-5, 2013 Indonesia Marketeers Festival
(Medan)
6 -7 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Semarang) / May 6-7, 2013 Indonesia Marketeers Festival
(Semarang)
7 Mei 2013 Grand Opening Postshop Denpasar Circle K / May 7, 2013 Grand Opening of Postshop in
Denpasar with Circle K
8 Mei 2013 Peluncuran Perangko 150 Tahun PMI / May 8, 2013 Launching of stamp edition of 150 years
of Indonesian Red Cross
13 -14 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Palembang) / May 13-14, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Palembang)
15 -16 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Padang) / May 15-16, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Padang)
20 Mei 2013 Gebyar BUMN & Direksi Mengajar Cimahi / May 20, 2013 Sparkling of BOD of SOE teaching
in Cimahi
20-21 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Surabaya) / May 20-21, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Surabaya)
22 -23 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Denpasar) / May 22-23, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Denpasar)
27 Mei 2013 PKS Euro Giro / May 27, 2013 Agreement in Euro Giro
27 Mei 2013 The Fourth UPU_IFAD Workshop / May 27, 2013 The Fourth UPU_IFAD Workshop
27-28 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Yogyakarta) / May 27-28, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Yogyakarta)
29-30 Mei 2013 Indonesia Marketeers Festival (Bandung) / May 29-30, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Bandung)
Juni / June
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
3-4 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Manado) / June 3-4, 2013 Indonesia
Marketeers Festival (Manado)
8-10 Juni 2013 PKS Pos Indonesia Dengan Semen Gresik / June 8-10, 2013 Agreement
between Pos Indonesia and Semen Gresik
10-11 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Makassar) / June 10-11, 2013
Indonesia Marketeers Festival (Makassar)
12-13 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Jayapura) / June 12-13, 2013 Indonesia
Marketeers Festival (Jayapura)
17-18 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Balikpapan) / June 17-18, 2013
Indonesia Marketeers Festival (Balikpapan)
19-20 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Banjarmasin) / June 19-20, 2013
Indonesia Marketeers Festival (Banjarmasin)
22 Juni 2013 Khitanan Massal / June 22, 2013
24-25 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Solo) / June 24-25, 2013 Indonesia
Marketeers Festival (Solo)
26-27 Juni 2013 Indonesia Marketeers Festival (Pontianak) / June 26-27, 2013
Indonesia Marketeers Festival (Pontianak)
27 Juni 2013 BUMN Awards BOBO / June 27, 2013 SOE Awards of BOBO
Juli / July
•
•
•
•
•
•
2-3 Juli 2013 Indonesia Marketeers Festival (Pekan Baru) / July 2-3, 2013 Indonesia Marketeers
Festival (Pekan Baru)
4 Juli 2013 Undian Luber Tahap Pertama / July 4, 2013 The First Stage of Luber Lottery Prize
5 Juli 2013 Launching mudik gratis / July 5, 2013 Launching of free home to village
22 Juni 2013 Rapat kinerja BUMN / July 22, 2013 Performance meeting of SOE
25 Juli 2013 Buka bersama Rumah Zakat / July 25, 2013 Braking of fast together with Rumah Zakat
28 Juli 2013 CSR pendidikan Ciganjur Ponpes At-Tsaqofah / July 28, 2013 CSR of education in Ciganjur School, At-Tsaqofah
Agustus / August
•
•
•
2 Agustus 2013 Mudik gratis / August 2, 2013 Free home to village
27 Agustus 2013 BUMN Track Award / August 27, 2013 SOE’s Track Award
30 Agustus 2013 Konferensi Pers Kickoff BLSM II / August 30, 2013 Press Conference of
BLSM II Kickoff
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
23
2013
September / September
•
•
27 September 2013 PKS Indosat / September 27, 2013 Agreement
between Post Indonesia and Indosat
27 September 2013 Peringatan Haribakti PosTel 2013 / September
27, 2013 Anniversary of Post and Telecommunication 2013
Oktober / October
•
•
10 Oktober 2013 PKS Asabri / September 10, 2013 Agreement between Post
Indoensia and Asabri
23-25 Oktober 2013 GKM 2013 / September 23-25, 2013 TQM 2013
November / November
•
26-28 November 2013 Asean Post Business Meeting / November 26-28, 2013 Asean
Post Business Meeting
Desember / December
•
•
•
2013
12 Desember 2013 Indonesian Marketing Champion 2013 / December 12,
2013 Indonesian Marketing Champion 2013
14 Desember 2013 Penarikan Undian Gebyar 1M / December 14, 2013
Drawing of Loterry Prize of 1M Sparkling
16 Desember 2013 Indonesia GCG Award 2013 / December 16, 2013
Indonesia GCG Award 2013
24
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Penghargaan dan Sertifikasi
2008
Awards and Certifications
2010
2011
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
25
2013
2012
2013
2013
26
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
27
2013
Wilayah Operasi
Operation Areas
4.076
Post Offices
3.729
on line
Area I
Medan
Area IX
Banjarbaru
Area II
Padang
Area III
Palembang
AreaIV
Jakarta
Area V
Bandung
236
Mobile Service
Area VI
Semarang
5.562,16
Billion IDR
Total Assets
2013
28
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Employees
19.502
Area X
Makasar
Area VII
Surabaya
24.674
point of sales
Area XI
Jayapura
Area VIII
Denpasar
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
29
2013
Daftar Isi
Table of Contents
4
14
16
18
34
36
42
44
50
55
66
68
78
82
98
100
111
117
2013
Pencapaian Penting di Tahun 2013
Significant Achievements in 2013
Kinerja Utama di Tahun 2013
Major Performance in 2013
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
20
22
25
Identitas Perusahaan
Corporate Identity
Kegiatan Perusahaan
Corporate Activities
Penghargaan dan Sertifikasi
Awards and Certifications
28
Wilayah Operasi
PT Pos Indonesia (Persero) in Brief
56
Penjelasan Visi & Misi, dan Tata Nilai
Profil Anak Perusahaan &
Perusahaan Asosiasi/Afiliasi
60
Ikhtisar Operasional
Operational Highlihgts
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Operation Areas
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Sekilas PT Pos Indonesia (Persero)
Elaboration on Vision, Mission and Values
Bidang Usaha
Profile of Subsidiary & Association/Affiliation
Business Line
Sasaran dan Strategi
Objectives and Strategies
Informasi Pemegang Saham
61
62
Information on Shareholders
Lembaga Profesi Penunjang
Supporting Professional Institution
Nilai-Nilai Perusahaan
Corporate Values
Struktur Organisasi
Organizational Structure
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Laporan Dewan Komisaris
Report from the Board of Commissioners
Profil Dewan Komisaris
Profile of the Board of Commissioners
92
96
Laporan Direksi
Profil Direksi
Profile of the Board of Directors
Tanggung Jawab Laporan Tahunan
Annual Report Accountability
Report from the Board of Directors
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tinjauan Industri
Industrial Review
Tinjauan Pemasaran dan Pangsa Pasar
Market Review
Tinjauan Operasi per Segmen Usaha
Operational Review per Business Segment
30
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
124
146
Tinjauan Kinerja Keuangan
Review of Financial Performance
Laporan Anak Perusahaan
Corporate Subsidiary Report
150
152
155
160
161
163
166
168
174
199
264
262
268
270
272
274
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Program Penerapan Tata Kelola Perusahaan
230
GCG Report
238
Hasil Assessment Penerapan GCG
239
Implementation of Good Corporate Governance
Laporan Pelaksanaan GCG
GCG Implementation Assessment Results
Assessment Penerapan GCG
GCG Implementation Assessment
Rencana Tindak Lanjut atas
Hasil Self Assesment Tahun 2013
Follow-up Plans of Self Assesment Results 2013
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Structure of Corporate Governance
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Shareholders General Meeting
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Komite-Komite di Bawah
Dewan Komisaris
240
245
250
255
257
257
Committees under the Board of
Commissioners
Dewan Direksi
Board of Directors
Topik dan Fokus Isu Tahun 2013
Topics and Focus in 2013
Pengendalian Internal
Internal Control
Sekretaris Perseroan
Corporate Secretary
Satuan Pengawas Intern (SPI)
Internal Audit Unit (SPI)
Akuntan Perseroan
Corporate Accountant
Peraturan Perilaku (Etika Perseroan)
Code of Conduct (Corporate Ethics)
Mekanisme Pelaporan atas Dugaan Penyimpangan
Whistleblowing System
Manajemen Resiko
Risk Management
Prospek Usaha
Business Prospect
Prospek PT Pos Indonesia
The Prospect of PT Pos Indonesia
Strategi Transformasi Unit Bisnis dan Unit
Pendukung
The Transformation Strategy of Business Unit and
Support ing Units
Bisnis Surat dan Paket
Mail and Parcel Business
Bisnis Logistik
Logistic Business
275
277
279
280
Bisnis Ritel
Retail Business
Bisnis Properti
Property Business
Bisnis Bhakti Wasantara Net
Bhakti Wasantara Net
Strategi ke Depan
Upcoming Strategies
Bisnis Jasa Keuangan
Financial Service Business
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
31
2013
298
300
309
322
324
345
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
310
Sarana Produksi
316
Means of Production
Teknologi Informasi
Information Technology
SIM Keuangan
MIS Finance
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Program PKBL dan Pengembangan
Masyarakat
Small Medium Enterprice and Communinity
Development Program
Perlindungan terhadap Ketenagakerjaan
Kesehatan dan Keselamatan
349
354
Perlindungan Konsumen
Consumer Protection
Perlindungan Lingkungan
Protection Of The Environment
Protection for Employment, Safety and Health
358
laporan Keuangan Konsolidasi
456
Informasi Tambahan
457
460
464
2013
32
Consolidated Financial Statement
Additional Information
Profil Pejabat Senior
Profil Senior Official
Pejabat Kantor Area
470
Alamat dan Nomor Telepon Kantor
Pos
476
Standar Kriteria Annual Report
Officials Of The Office Area
Jumlah Kantor Pos per Area
The Number Of Post Offices Per Area
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Address and phone number of the post
office
Cross Reference of Annual Report
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
33
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Profil
PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
2013
34
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
It is only through labor and painful effort, by
grim energy and resolute courage, that we
move on to better things.
- Theodore Roosevelt
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
35
2013
Gedung Pos Ibukota
Capital City Postal Building
Sekilas PT Pos Indonesia (Persero)
PT Pos Indonesia (Persero) in Brief
Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa
kurir, logistik, dan transaksi keuangan. Nama Pos
Indonesia (Persero) secara resmi digunakan pada
tahun 1995, setelah sebelumnya menggunakan
nama dinas PTT (Posts Telegraaf end Telefoon
Diensts) pada Tahun 1906; kemudian berubah
menjadi Djawatan PTT (Pos Telegraph and
Telephone) pada tahun 1945; kemudian berubah
status menjadi Perusahaan Negara Pos dan
Telekomunikasi (PN Postel) di tahun 1961; dan
menjadi PN Pos & Giro di tahun 1965, serta
kemudian menjadi Perum Pos dan Giro di tahun
1978.
2013
36
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pos Indonesia is a State-owned enterprises
(SOE) engaged in the courier services, logistics,
and financial transactions. The name of Pos
Indonesia (Persero) is officially used in 1995,
having previously used the name dinas PTT (Posts
Telegraaf end Telefoon Diensts) in 1906; then
turn into Djawatan PTT (Post Telegraph and
Telephone) in 1945; then changed status to Posts
and Telecommunications State Corporation (PN
Postel) in 1961; and became a PN Post & Giro
in 1965, and later became Post and Giro Public
Corporation in 1978.
Vestibule Kantor Pos Mampang
Front Office of Mampang
Dalam sejarahnya, Pos Indonesia merupakan
salah satu BUMN tertua di Indonesia.
Keberadaannya di Nusantara berawal dari
perusahaan dagang Hindia Belanda atau
Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang
mendirikan Kantor Pos pada tanggal 26 Agustus
1746 di Batavia (Jakarta) dengan maksud untuk
memudahkan pengiriman surat, terutama dalam
kegiatan perdagangan.
Historically, Pos Indonesia is one of the oldest
STATE-OWNED COMPANIES in Indonesia. Its
existence in the archipelago originated from
Netherlands East Indies trading company or Dutch
East Indies Company (VOC) which established a
Post Office on 26 August 1746 in Batavia (Jakarta)
in order to facilitate the delivery of mail, especially
in trading activity.
Keadaan tersebut memaksa Pos Indonesia untuk
berubah dan melakukan transformasi bisnis.
Manajemen perusahaan mencanangkan masa
kebangkitan perusahaan di tahun 2009 dan
menyusun visi dan misi baru serta perencanaan
jangka panjang untuk membangun kompetensi
perusahaan agar lebih adaptif terhadap
perkembangan zaman. Melalui berbagai program
transformasi internal dan bisnis perusahaan,
pendapatan Pos Indonesia di tahun 2013 telah
mencapai lebih dari 4 (empat) Triliun rupiah
atau meningkat hampir tiga kali lipat dari
periode 2006-2007. Lima tahun mendatang
segenap pimpinan Pos Indonesia mentargetkan
pertumbuhan pendapatan perusahaan tiga kali
lipat dari sekarang, menjadi 11 (sebelas) Triliun
rupiah.
These conditions have forced Pos Indonesia to
change and transform the business. Company
management announced the revival of the
company in 2009 and compiled a new vision and
mission as well as long-term planning to build
the company to be more adaptive competencies
against the development of the times. Through a
variety of programs and internal transformation
of the company’s business revenue, Pos Indonesia
in 2013 have reached more than 4 (four) Trillion
rupiah or increased nearly three times that of the
2006-2007 period. The next five years the whole
management of Pos Indonesia targeting the
company’s revenue growth tripled from now on,
be 11 (eleven) Trillion rupiah.
Pasang surut mewarnai perjalanan panjang
dua setengah abad Pos Indonesia. Masa-masa
keemasan industri perposan ada di tahun-tahun
1970 hingga 1980-an. Masyarakat pengguna
jasa pos sangat setia memanfaatkan layanan
pos. Namun pesatnya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi, perubahan gaya
hidup, serta trend liberalisasi bisnis jasa pos
membuat Pos Indonesia mengalami pergeseran
bisnis yang sangat signifikan. Seperti juga dialami
banyak perusahaan pos di dunia, Pos Indonesia
sempat mengalami penurunan kinerja usahanya
di tahun 2000 – 2007. Bisnis suratpos di tahuntahun tersebut menurun drastis. Penggunaan
pesan singkat melalui telepon selular dan
internet menggantikan peran surat pos individu.
Demikian juga persaingan kiriman barang
dengan para perusahaan kurir swasta membuat
pangsa pasar Pos Indonesia tergerus.
The ups and downs has been coloring a long
journey for two and a half centuries of Pos
Indonesia. The golden age of postal industry was
in the years 1970 to 1980 ‘s. The postal services
community customers were very loyal in utilizing
its services. But rapid development of information
and communication technology, lifestyle changes,
as well as the trend of liberalisation of postal
service businesses has made Pos Indonesia
experiencing a very significant business shifts. As
also experienced by many of the world’s postal
companies, Pos Indonesia has experienced a
decline in its business performance in 2000 –
2007. Mail Business in those years was dropped
dramatically. The use of short messages through
mobile phones and the internet replacing the role
of individual postal mail. Likewise, competition
with private courier companies has made market
share of Pos Indonesia rushes.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
37
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Terdapat
tiga
jalan
transformasi
yang
ditempuh Pos Indonesia, yaitu: membentuk
holding company, revitalisasi bisnis inti, dan
mengembangkan bisnis-bisnis baru. Transformasi
perusahaan ini sejalan dengan berbagai hasil
riset dan kajian konsultan internasional seperti
Booz&Co dan Ernst&Young yang menunjukkan
potensi bisnis Pos Indonesia masih terbuka lebar.
Kajian Management Research Center UI pun
menyebutkan Pos Indonesia memiliki potensi
besar di tiga bisnis intinya, yaitu bisnis surat dan
paket, bisnis logistik, dan bisnis jasa keuangan.
There are three ways of transformation which
Pos Indonesia undergo, namely: forming a
holding company, revitalizing core business, and
developing some new business. The transformation
of the company is in line with the research and
studies of international consultant such as Booz
& Co and Ernst & Young which showed potential
business of Pos Indonesia is still wide open. The
study of Management Research Center UI has ever
mention Pos Indonesia has great potential in three
core business, namely, business letters and parcel/
packages business, logistics, and financial services
business.
Penopang pendapatan Pos Indonesia masih ada
di bisnis suratpos dan jasa keuangan. Kendati
volume pengiriman surat individu tengah
menurun, namun volume pengiriman surat
bisnis dan kiriman korporasi terus meningkat.
Sumber pendapatan terpenting lainnya adalah
jasa pembayaran, jasa pengiriman uang, dan
pengiriman paket.
Sustainer revenues of Pos Indonesia is still from
mail business and financial services. Although the
volume of individual mail tends to be decreased,
but the volume of mail from business and corporate
submissions continue to rise. The other most
important source of income are from payment
services, money transfer services, and delivery of
packages.
Di tahun 2013 ini, manajemen Pos Indonesia
melanjutkan program transformasi yang telah
dicanangkan sebelumnya. Fokus bisnis Pos
Indonesia tidak lagi hanya di bisnis surat, paket
dan jasa keuangan, tapi juga mengoptimalkan
sumber-sumber bisnis baru, seperti logistik,
properti, dan asuransi. Agar lebih fokus dan
lincah di tengah persaingan yang semakin ketat,
Pos Indonesia membentuk perusahaan induk
yang memayungi sejumlah anak perusahaan,
antara lain yaitu PT Pos Logistik Indonesia, PT
Pos Properti Indonesia, dan PT Bhakti Wasantara
Net. Di samping itu perusahaan juga terus
mengembangkan dan menyiapkan bisnis-bisnis
baru antara lain di bidang jasa keuangan, lini
bisnis retail, city courier, e-commerce, kargo
udara, serta asuransi.
2013
38
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
In 2013, the management of Pos Indonesia
continues its transformation program that has
been previously declared. Pos Indonesia’s business
focus is no longer solely in the business of mail,
packages and financial services, but also optimize
the sources of new business, such as logistics,
property, and insurance. To make it more focused
and energetic in the midst of an increasingly tight
competition, Pos Indonesia formed a holding
company that has several subsidiaries, among
others, namely Pos Indonesia Logistics, Pos
Indonesia Property, and PT Bhakti Wasantara Net.
In addition the company also continues to develop
and prepare new business in the field of financial
services, business lines of retail, city courier,
e-commerce, air cargo,and insurance.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Saat ini dapat dikatakan bahwa Pos Indonesia
masih tetap sebagai salah satu perusahaan
jasa dengan jaringan distribusi yang terbesar
di Indonesia. Jumlah kantor pos lebih dari
4.000 kantor dengan sebarannya di 24.000
titik layanan dan telah mencakup 100 persen
kota dan kabupaten di Indonesia serta telah
menjangkau hampir seluruh kecamatan di tanah
air. Pos Indonesia juga didukung oleh armada
layanan bergerak sebanyak 418 unit, 10.523
unit kendaraan truk dan mobil dinas, 19.502
karyawan, 3.729 unit kantor pos online, serta
24.674 unit point of sales.
While it can be said that Pos Indonesia still remains
as one of the service companies with the largest
distribution network in Indonesia. The number
of post offices more than 4,000 within its 24,000
offices points of service and has been covering 100
percent of the city and Regency in Indonesia and
has been reaching out to almost the entire town
in the country. Pos Indonesia was also supported
by a fleet of mobile service as much as 418 units,
10.523 trucks and cars, 28.900 employees, 3.729
online post offices, as well as 24.674 point of sales.
Pos Indonesia telah menerapkan sistem
akuntansi berbasis enterprise resource planning
yang akan menjadi backbone pencatatan
transaksi bisnis perusahaan. Sedangkan dari
segi perbaikan infrastruktur, PT Pos Indonesia
setiap tahunnya mengalokasikan pengembangan
teknologi informasi setidaknya di atas 50 milyar
rupiah, yang mana saat ini perusahaan sudah
berhasil menghubungkan secara virtual lebih
dari 3.700 kantor dan 6.200 agen. Era baru
PT Pos Indonesia terhampar di depan mata.
Kepemimpinan perusahaan di tahun 2013
ini melanjutkan keberhasilan di tahun-tahun
sebelumnya untuk terus bergerak ke masa depan
PT Pos Indonesia yang lebih cerah.
Pos Indonesia has implemented accounting system
based on enterprise resource planning which will
be the backbone of recording business transactions.
Pos Indonesia also allocate the development of
information technology at least above 50 billion
IDR annually, which the company currently has
already managed to connect virtually more than
3,700 offices and 6,200 agents. New Era Pos
Indonesia lay in front of the eyes. The leadership
of the company in the year 2013 is continuing
the success to keep moving on the future of Pos
Indonesia that are more prospective.
Lebih dari 90 perusahaan kini menjalin
kemitraan dengan Pos Indonesia. Mereka berasal
dari berbagai sektor, seperti jasa keuangan,
perbankan, listrik, air minum, pajak, hingga
zakat. Tak hanya perusahaan domestik, entitas
bisnis dari perusahaan global seperti UPS, Cardig
International, dan Western Union pun telah
menjadi mitra utama Pos Indonesia. Bahkan
bagi Western Union, Pos Indonesia merupakan
agen yang terpenting dan terbesar di Asia
Pasifik. Untuk itu perbaikan internal senantiasa
dilakukan manajemen Pos Indonesia di setiap
lininya. Setidaknya ada empat bidang utama yang
menjadi fokus pembenahan, yaitu manajemen
sumber daya manusia dan organisasi, sistem
keuangan, kapabilitas infrastruktur, dan strategi
marketing.
More than 90 companies are now partnering with
Pos Indonesia. They come from various sectors,
such as financial services, banking, electricity,
drinking water, taxes, to charity. Not only
domestic companies, business entities from global
companies such as UPS, Cardig International and
Western Union also has become a major partner
of Pos Indonesia. Even for Western Union, Pos
Indonesia is the most important and biggest Agency
in the Asia Pacific region. Many improvement were
always carried out by the management of Pos
Indonesia. There are at least four major areas that
became the focus of the improvements, namely
human resource management and organization,
financial systems, infrastructure capabilities, and
marketing strategy.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
39
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Riwayat Singkat
26 Agustus 1746
Kantor pos pertama di Indonesia didirikan di Batavia.
Kantor
pos pertama
Indonesia
didirikanindiBatavia.
Batavia.
Indonesia’s
first post di
office
was established
1961
Perubahan status Jawatan PTT Republik Indonesia menjadi Perusahaan
Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Perubahan ini didasarkan pada
Peraturan Pemerintah No. 240 Tahun 1961.
Changes the status of Jawatan (office) PTT of the Republic of Indonesia became the
State Enterprises (PN) of Posts and Telecommunications. These changes are based on
Government Regulation No. 240 in 1961
Pembagian PN Pos dan Telekomunikasi menjadi PN Pos dan Giro berdasarkan
Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 1965 dan PN Telekomunikasi berdasarkan
Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 1965.
1965
Divisioning of PN Posts and Telecommunications into PN Post and Giro based on Government Regulation No. 29 of 1965 and PN Telecommunication based on Government
Regulation No. 30 in 1965.
2013
Perubahan terakhir anggaran dasar perusahaan yaitu Akta Notaris Nomor 111 tanggal 28 Maret
2013 yang dibuat dan disampaikan oleh Aryanti Artikasari, S.H. M.Kn, Notaris di Jakarta, di
antaranya berisi:
• Pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris;
• Pemberhentian, pengangkatan, dan pengalihan tugas anggota Direksi.
The last changes to the articles of the company namely Notarial Deed No. 111 dated 28 March 2013 are
made and submitted by Aryanti Artikasari, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta, which contains:
• Dismissal and appointment of members of the Board of Commissioners;
• Dismissal, appointment and task switching, Member of the Board of Directors.
2013
40
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
1906
History in Brief
Perubahan nama kantor pos menjadi Posts Telegraafend Telefoon Diensts
.
Change the name of the post office being the Posts Telegraafend Telefoon Diensts.
Perubahan status Pos Indonesia menjadi Jawatan PTT (Post, Telegraph, and Telephone) Republik Indonesia
Changes the status Pos Indonesia being Jawatan PTT (Post, Telegraph, and
Telephone) of the Republic of Indonesia
27 September 1945
1978
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 1978, status PN Pos dan
Giro diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro.
Based on Government Regulation No. 4 of 1978, the status of the PN Post and
Giro was converted into a Public Company (Public Corporation) Post and Giro.
Perubahan status Perum Pos dan Giro menjadi PT Pos Indonesia (Persero) dengan adanya dasar
hukum sebagai berikut:
• Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perusahaan Perseroan;
• Peraturan Pemerintah RI Nomor 5 Tahun 1995 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan
Umum (Perum) Pos dan Giro menjadi Perusahaan (Persero);
• Anggaran Dasar Pos Indonesia (Persero) dalam akta Notaris Sutjipto, SH Nomor 117 tanggal
20 Juni 1995 tentang Pendirian Perusahaan Persero Pos Indonesia, sebagaimana telah diubah
terakhir dengan akta Notaris Sutjipto, SH Nomor 18 tanggal 12 September 2011.
Changing the status of Post and Giro Public Corporation into PT Pos Indonesia (Persero) with the Foundation
of the following laws:
•
•
•
20 Juni 1995
Act No. 1 of 1995 about the Corporation of the Company;
The Government of Indonesia Regulation No. 5 of 1995 on the Transfer Form from Public Company (public corporation) Post and Giro into Corporation (Persero);
The Aticle of the company of Pos Indonesia (Persero) in a deed of Notary Sutjipto, SH No. 117 dated 20
June 1995 regarding the Establishment of the Company Refines Pos Indonesia, as amended last by deed of
Notary Sutjipto, SH number 18 on 12 September 2011.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
41
2013
Menjadi perusahaan pos terpercaya.
To be a trusted postal service company
io
is
Committed to our customers to provide a service that is always on time with the best value.
Committed to employees to provide a safe working climate, convenience, and value the contribution.
Committed to delivering results for shareholders of profitable business and continues to grow.
Committed to contributing positively to the community.
Committed to behaving transparently and trustworthy to all stakeholders.
o
re
M
C
o
d t
o
a.
b.
c.
d.
e.
2013
iss
M
M
a. Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan
layanan yang efisien dan tepat waktu,
b. Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim
kerja yang nyaman, aman, dan menghargai kontribusi,
c. Berkomitmen kepada pemegang saham untuk
memberikan pengembalian yang menguntungkan dan
memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan,
d. Berkomitmen untuk melakukan kontribusi positif kepada
masyarakat,
e. Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan
terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan.
i
n
Vi
sio
Vi
n
si
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
42
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Terus Bergerak Maju (Move On)
a. Vision : To be a trusted postal company
b. Action : Operational effectiveness, cost efficiency
overwhelming challenge, & increase revenue
c. Passion : Champion Postal Company in the Region,
d. Collaboration : Merger & acquisition,
PT Pos Indonesia (Persero)
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Makna Visi dan Misi Pos Indonesia
Meanings of Pos Indonesia Vision and Mision
Visi dan Misi PT Pos Indonesia telah disetujui
oleh direksi perusahaan sesuai dengan KD
No.93/Dirut/11/13.
Vision and Mission of PT Pos Indonesia was
approved by the Board of Directors of the company
in accordance with KD No. 93/Ceo/11/13.
Singkatnya, perusahaan harus terus melakukan
move-on yaitu menjaga agar perusahaan tetap
bergerak cepat mencapai tujuan-tujuannya
secara efektif. Move-on dijabarkan dalam bentuk
vision, action, passion, dan collaboration.
In short, the companiy needs to continue doing
move-on that is to keep the company keep it
moving fast achieving its aims effectively. Move-on
spelled out in the form of vision, action, possion,
and collaboration.
Vision saja tidak akan banyak artinya tanpa suatu
tindakan yang efektif atau action. Action harus
bersifat sistematis, terpola, dan massive. Artinya
harus mencakup tindakan-tindakan yang efektif
agar tujuan bisa tercapai.
Vision alone will not mean much without an
effective action. Action must be systematic,
pattern, and massive. That should include effective
measures so that the goal can be achieved.
Agar Vision, Action dan Passion bisa lebih
sukses, perusahaan membutuhkan satu pilar
lagi yaitu Collaboration. Collaboration ini berarti
perusahaan harus terus memperluas bisnisnya
dengan melakukan kerjasama dengan berbagai
pihak. Kerjasama ini bisa berupa merger,
acquisition, dan pembentukan joint venture
dengan perusahaan di bidang telekomunikasi
dan perbankan.
In order for Vision, Action and Passion can be
more successfully, company needs a single pillar
again i.e. Collaboration. This Collaboration
means that company must continue to expand
its business by conducting cooperation with
various parties. This cooperation could be in the
form of mergers, acquisitions, and the formation
of a joint venture with companiws in the field of
telecommunications and banking.
Dalam perjalanan hidupnya, perusahaan sudah
melakukan banyak perubahan dan mulai
menampakkan hasilnya dalam bentuk laba yang
makin meningkat. Perubahan ke arah yang lebih
baik ini harus tetap dijaga, dikawal agar makin
meningkat lagi di masa datang.
In the corporate history, the company is already
doing much of changes and starts revealing the
results in the form of further earnings increases.
This change towards the better must remain
guarded, escorted to further increase again in the
future.
Perusahaan melihat bahwa re-shifting strategis
yang paling tepat adalah dengan menetapkan
vision. Vision ini akan mengarahkan pola
pikir, pola tindak, dan daily actions dari para
pemimpin perusahaan. Vision yang ditetapkan
bagi perusahaan adalah “to be a trused postal
services company”.
The Companiy sees that re-shifting strategy is the
most appropriate to set a vision. This Vision will
direct the action patterns, thought patterns, and
the daily actions of the leaders of the company.
The Vision set out for the company is “to be a
trused postal services company”.
Untuk menyelaraskan vision dan action
diperlukan adanya passion. Passion ini
merupakan semangat juang yang tinggi, tidak
mudah menyerah dan berkreasi untuk bisa
mewujudkan perusahaan menjadi Champion
Postal Company di Asia Tenggara.
To align the vision and actions required of any
passion. This Passion is the fighting spirit, it is
not easy to give up and get creative to be able
to realize the company became Champion Postal
Company in Southeast Asia.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
43
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Bidang Usaha PT Pos Indonesia
PT Pos Indonesia Line of Business
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perusahaan meliputi :
1. Layanan Komunikasi tertulis dan/atau surat
elektronik
2. Layanan Paket
3. Layanan Logistik
4. Layanan Transaksi Keuangan
5. Layanan Keagenan Pos
6. Layanan Giropos
7. Layanan lain yang menunjang sesuai dengan
peraturan
perundang-undangan
yang
berlaku.
In accordance with article 3 of the company
Articles, the scope of business activities of the
company include the following:
1. Written communication Services and/or
electronic mail
2. Parcel Services
3. Logistics Services
4. Financial transaction Services
5. Postal Agency Services
6. Giropos Services
7. Other Supporting Services in accordance with
the legislation in force.
Hingga saat ini, Pos Indonesia melaksanakan
kegiatan pos dengan bertumpu kepada tiga
bisnis intinya yaitu layanan pengiriman surat
dan paket, logistik, dan jasa keuangan. Pada
tahun 2013, pendapatan bisnis surat dan paket
berkontribusi sebesar 53%, logistik sebesar
4%, dan jasa keuangan sebesar 36% sehingga
ketiganya berkontribusi sebesar 93% dari
total pendapatan usaha Pos Indonesia. Di masa
depan, melalui sebaran dan luasnya jaringan
yang dimiliki, Pos Indonesia akan memanfaatkan
jaringan tersebut untuk mengembangkan
keseluruhan portofolio bisnisnya sehingga Pos
Indonesia tidak hanya menjadi penyelenggara
pos, tetapi mampu bertransformasi menjadi
trusted postal service company yang andal dan
terdepan. Secara spesifik pengembangan lini
bisnis Perusahaan adalah sebagai berikut:
To date, Pos Indonesia carry out Postal activities
with the three core businesses namely letter and
parcel delivery services, logistics, and financial
services. By 2013, revenues of the business letter
and parcel contributed by 53%, logistics by 4%,
and 36% of financial services so that all three
contributed 93% of the total revenues of Pos
Indonesia. In the future, through the spread and
breadth of its network, Pos Indonesia will utilize
the network to develop its business portfolio so that
Pos Indonesia not only became the organizer of the
traditional post, but will be able to transform into
a trusted postal service company that is reliable
and up-to-date. Specifically the development of
lines of business of the company are as follows:
Selain kegiatan usaha utama tersebut,
Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha
dalam rangka optimalisasi sumber daya yang
dimiliki untuk properti.
2013
44
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
In addition to the main business activities,
companies can perform other business activities in
order to optimize the resources belonging to the
property.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Surat dan Paket
Layanan ini meliputi pengiriman surat dan
paket ke area domestik dan internasional, yang
meliputi sebagai berikut :
•
•
Mail and Parcel
This service includes the delivery of letters and
parcel to the domestic and international areas,
which include the following:
Layanan surat dan paket domestik
Layanan
pengiriman
surat
domestik
mencakup pengiriman surat dengan berat
maksimum 2 kg dan tujuan pengiriman ke
seluruh wilayah Indonesia.
Layanan pengiriman paket domestik
mencakup pengiriman dengan berat di atas
2 kg hingga tidak terbatas (unlimited).
•
Layanan surat dan paket internasional.
Layanan internasional ini meliputi Express
Mail Service (EMS), Re-mailling, Express
post LN, serta Paketpos Cepat dan Biasa LN.
•
•
Secara keseluruhan layanan surat dan paket
Pos Indonesia didukung oleh variasi jenis
produk yang beragam dengan berbagai
fitur yang berbeda meliputi produk standar,
premium (Kilat Khusus, Express dan
Kiriman Korporat atau Admail).
Di samping itu, PT Pos Indonesia juga menyediakan
layanan Corporate postal management yaitu
layanan terpadu untuk menangani penerimaan,
pemrosesan, dan pengiriman surat dan paket
bagi perusahaan dan institusi pemerintahan
(mailroom management). Spesifikasi layanan
yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
Layanan
Domestic Mail and Parcel services
These services includes domestic mail delivery
with a maximum weight of 2 kg and is sent to
all regions of Indonesia.
Domestic parcel delivery service covers the
delivery of weighing over 2 kg up to unlimited.
Overall mail and parcel service supported by
variations of types of products with a variety
of different features including standard
products and premium (Special Express,
Express and Admail or Corporate delivery).
International mail and parcel service
This international service covers Express
Mail Service (EMS), Re-mailing, International
Express post, and Domestic standard and
express parcel.
Pos Indonesia also provides Corporate Services
postal management that integrated services
for handling the receipt, processing, and
delivery of letters and packages for companies
and
governmental
institutions
(mailroom
management). The specification of the services
offered are as follows:
Deskripsi
Services
Description
Intra Office Service Penanganan pengiriman dokumen antar kantor dari beberapa
perusahaan yang berlokasi dalam suatu gedung.
Intra Office Service
Handling shipping documents between offices of several companies that are located within a building.
Inter Office Service Penanganan pengiriman dokumen antar departemen dalam
suatu perusahaan yang berlokasi dalam suatu gedung.
Inter Office Service
Handling shipping documents between departments within a
company located within a building.
Inter District SerPenanganan pengiriman dokumen antar kantor cabang dari
vice
suatu perusahaan di dalam suatu kota.
Inter District Service
Handling shipping documents between branch offices of a company in a city.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
45
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Logistic
Logistik
Kegiatan bisnis logistik di Pos Indonesia bermula
dari adanya proyek bisnis logistik pada tahun
2004. Dengan dukungan kekuatan jaringan Pos
Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia,
pada tahun 2007, SBU Logistik secara resmi
didirikan dengan tujuan untuk melakukan
penetrasi pasar logistik yang sedang berkembang.
Pada akhir tahun 2011 Pos Indonesia berencana
akan melakukan spin-off yaitu mengubah SBU
Logistik menjadi perseroan dengan kepemilikan
saham berada di tangan Pos Indonesia. Pada Maret
2012, Pos Logistik resmi didirikan sebagai anak
perusahaan Pos Indonesia. Dengan posisi sebagai
anak perusahaan, Pos Logistik diharapkan dapat
beroperasi secara independen dan profesional
untuk dapat memaksimalkan peluang pada bisnis
logistik di Indonesia sekaligus memanfaatkan
jaringan fisik yang sudah terbangun.
Berikut ini adalah deskripsi layanan yang
diberikan oleh Pos Logistik:
•
•
•
•
•
2013
46
Banjarmasin Port
Transportasi (trucking) melalui pemindahan
barang dari pabrik ke korporasi/agen.
(warehousing)
dengan
Pergudangan
melakukan kegiatan pengelolaan persediaan
yaitu penyimpanan, pemberian label,
tagging, dan lain-lain.
Freight forwarding sebagai layanan untuk
mewakili kepentingan pemilik barang untuk
melaksanakan kegiatan bagi terlaksananya
pengiriman dan penerimaan barang.
Jasa kepabeanan dan administrasi melalui
penanganan custom clearance.
Regulated Agent yaitu melakukan transaksi
dengan operator pesawat udara untuk
pemeriksaaan keamanan terhadap barang
kargo dan pos.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The logistics business activities in Pos Indonesia
was starting from the existence of business
logistics project in 2004. With the support of the
postal network of Pos Indonesia, in 2007, SBU
Logistics was officially founded with the aim
to penetrate the developing logistics market.
By the end of 2011 Pos Indonesia plans to do a
spinoff, that is changing the Logistics SBU into a
subsidiary company with its ownership of shares
was in the hands of Pos Indonesia. In March 2012,
Indonesia Logistics Post was established officially
as a subsidiary of Pos Indonesia. With the position
of the postal Logistics as a subsidiary, it is expected
to operate independently and professionally and to
be able to maximize the opportunities in business
logistics in Indonesia as well as take advantage of
the physical network which already awakened.
The following is a description of the services
provided by Postal Logistics:
•
•
•
•
•
Transport (trucking) through the transfer
of goods from the factory to the corporate/
agents.
Warehousing (warehousing) and inventory
management activities, namely storage,
labelling, tagging, and others.
Freight forwarding as a service to represent
the interests of the owner of the goods
for the carrying out of activities for the
implementation of the delivery and receipt of
the goods.
Customs services and administration through
the handling of custom clearance.
Regulated Agent that performs the transaction
with the operator of an aircraft for security
against goods freight and mail.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Jasa Keuangan
Financial Services
Melalui jaringan yang luas dan tersebar hingga
ke pelosok negeri, layanan jasa keuangan Pos
Indonesia dapat menciptakan Postal financial
inclusion bagi unbanked population di Indonesia.
Program ¬financial inclusion ini ditujukan
kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan
akses kepada layanan jasa keuangan dalam hal
memperoleh dana untuk konsumsi maupun
modal usaha. Layanan jasa keuangan yang
ditawarkan oleh Pos Indonesia adalah sebagai
berikut.
Through an extensive network and scattered to
the corners of the country, Pos Indonesia financial
services can create Postal financial inclusion for the
unbanked population in Indonesia. The financial
inclusion programme is addressed to people who
have limited access to financial services in terms
of obtaining funds for consumption as well as
venture capital. Financial services offered by Pos
Indonesia is as follows.
b. GiroPos yang merupakan layanan transaksi
keuangan berbasis rekening koran sebagai
alternatif layanan perbankan.
c. System Online Payment Point (SOPP)/PosPay
yang merupakan layanan pembayaran
berbagai tagihan dan angsuran di kantor pos
dan agen yang tersebar di seluruh Indonesia.
d. Fund distribution yang meliputi layanan
penyaluran dana dari institusi pemerintah
ke masyarakat luas.
e. Bank channeling yang mencakup layanan
produk simpanan dan layanan potongan
langsung pembayaran angsuran kredit.
Dalam hal ini, Pos Indonesia membina kerja
sama dengan Bank Tabungan Negara melalui
produk e-Batara Pos.
b. GiroPos is a financial transaction services
current account-based as an alternative to
banking services.
c. Online System Payment Point (SOPP) /PosPay
is a payment service a variety of bills and
installments in post offices and agents spread
across Indonesia.
d. Fund distribution services which include
channelling
funds
from
government
institutions to the wider community.
e.Bank products services that includes
channeling savings and direct piece of
installment credits payment service. In this
case, post Indonesia maintains a partnership
with the State Savings Bank through e-Pos
Batara.
a.Remitansi
Layanan remitansi terdiri dari beberapa
spesifikasi produk sebagai berikut.
• Weselpos instan yang mencakup
pengiriman uang ke seluruh Indonesia
secara instan. Jaringan Pos Indonesia
untuk layanan ini menjangkau hingga
200 kota di Indonesia.
• Weselpos dalam negeri yang dilakukan
melalui kerja sama dengan beberapa
bank di Indonesia. layanan ini
mencakup pencairan uang dari dalam
negeri.
• International Remittance Product yang
mencakup pengiriman uang khusus ke
dan dari Malaysia yang memanfaatkan
jaringan Universal Postal Union (UPU).
• Western Union yang merupakan salah
satu bentuk kerja sama antara Pos
Indonesia dengan pihak lain untuk
pengiriman uang ke luar negeri dengan
jangka waktu pengiriman maksimum
24 jam atau sampai di hari yang sama
(same day service).
a.Remittance
Remittance service consists of several product
specifications as follows.
• Instant Weselpos that include sending money
to the rest of Indonesia instantly. Indonesia
Postal network for the service to reach up to
200 cities in Indonesia.
• Domestic Weselpos which is done through
cooperation with several banks in Indonesia.
This service includes the disbursement of
money from domestic.
• International Remittance Product that
includes a special money transfer to and from
Malaysia who utilize the network of Universal
Postal Union (UPU).
• Western Union is one of the forms of
cooperation between Pos Indonesia with
other parties for the delivery of money to
foreign countries with a maximum delivery
period of 24 hours or until the same day
(same day service).
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
47
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Ritel
Retail
Bisnis ritel Pos Indonesia meliputi seluruh
transaksi di loket dari seluruh kantor pos dan
agen pos yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kegiatan ritel Pos Indonesia dikelola oleh Sub
Direktorat (Subdit) Ritel di bawah Direktorat
Ritel dan Properti. Produk-produk yang
ditawarkan adalah:
a.
Benda Meterai
Pos Indonesia memiliki peran sebagai
channel penjualan meterai dari Ditjen Pajak,
yang pengelolaannya diatur dalam Surat
Edaran Dirjen Pajak No. SE-23/PJ.53/2003
tanggal 17 September 2003. Melalui bisnis
ini, Pos Indonesia menetapkan fee dari tiap
penjualan produk yang kemudian menjadi
pendapatan bagi Pos Indonesia (sistem
konsinyasi).
b. Filateli (prangko)
Penjualan produk filateli (prangko) yang
memiliki karakteristik:
• Prangko untuk keperluan suratmenyurat. Penetapan tarif prangko
yang
berlaku
saat
ini
masih
menggunakan tarif menurut Keputusan
Direksi No.34/Dirutpos/0702 tanggal
23 Agustus 2002.
• Prangko sebagai koleksi/cenderamata.
Saat ini, Pos Indonesia memiliki sekitar
11 sampai 15 seri penerbitan prangko
per tahun.
c.E-commerce
Layanan aplikasi e-commerce berbasis
website (plazapos.com) sejak tahun 2010,
Pos Indonesia telah mengembangkan bisnis
ritel e-commerce, tetapi bisnis tersebut
dinilai masih dapat dioptimalkan sehingga
mampu menarik banyak pengunjung
untuk bertransaksi di Plazapos. Oleh
karena itu, Pos Indonesia akan kembali
mengembangkan
bisnis
e-commerce
dengan perencanaan yang lebih matang. Hal
ini bertujuan agar Plazapos mampu menjadi
bisnis e-commerce yang mampu bersaing
dan bersinergi dengan layanan berbasis
jaringan yang selama ini telah terbangun
yaitu pengiriman paket Pos Indonesia.
2013
48
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pos Indonesia Retail business covers the entire
transaction at the counter of the post office
and postal agents spread across Indonesia. Pos
Indonesia Retail activities managed by the Sub
Directorate (Subdit) under the Directorate of
Retail and Property. The products offered are:
a. Documentary Tax Seal
Pos Indonesia has a role as a sales channel
of Tax Seal from Tax Directorate, arranged
in circular letter Tax Director No. SE-23/PJ.
53/2003 of 17 September 2003. Through this
business, Pos Indonesia set a fee from each sale
of a product that later became the income for
Pos Indonesia (consignment system).
b . Philatelic ( stamps )
Sales of filateli product (postage stamps) has
a characteristic
• Stamps
for
the
purposes
of
correspondence. The determination of the
applicable postage rate is currently still
using rate according to the decision of the
Board of Directors no. 34/Dirutpos/0702
on 23 August 2002.
• Stamps as collectibles / souvenirs.
Currently, Pos Indonesia has around 11 to
15 series of publishing postage per year.
c . E - commerce
E-commerce application service of websitebased (plazapos.com) since 2010, Pos
Indonesia has developed an e-commerce
retail business, but the business can still be
optimized so that it was able to attract many
visitors to Transact in Plazapos. Therefore,
Pos Indonesia will develop an e-commerce
business with a more mature planning. It aims
to make Plazapos able to become e-commerce
businesses and able to compete and synergize
with network-based services that had been
awakened i.e. shipping parcel post Indonesia.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Penekanan fokus penciptaan nilai bisnis ritel
terletak pada produk konsinyasi, filateli dan Post
Shop. Post Shop merupakan lini bisnis baru Pos
Indonesia yaitu penempatan convenience store
di berbagai kantor pos di seluruh Indonesia. Post
Shop mengusung konsep “one stop shopping”,
yaitu suatu gerai belanja yang menjual barang
kebutuhan sehari-hari masyarakat dan juga
memberikan produk/layanan Pos Indonesia
seperti pengiriman surat, jasa keuangan,
pembelian prangko dan lain-lain. Inti dari
keberadaan bisnis ritel melalui Post Shop adalah
memberikan daya tarik baru bagi masyarakat
untuk singgah di jaringan fisik Pos Indonesia, yang
kemudian dapat meningkatkan minat masyarakat
untuk sekaligus aktif mempergunakan kembali
jasa Pos Indonesia.
The focus in creating retail business value lies in
product of consignment, filateli and Post Shop. Post
Shop is a Pos Indonesia new line of business with the
placement of the convenience store at various post
offices throughout Indonesia. Post Shop brings the
concept of “one stop shopping”, which is a shopping
outlets which sell daily necessities and communities
can also be provided Postal products/services such as
mail delivery, financial services, purchasing stamps
and others. The existence of retail business through
the Post Shop is providing people to stop in Pos
Indonesia physical network, which then can enhance
people’s interest for active use at Pos Indonesia
service.
Untuk mengelola 3.132 aset propertinya, Pos
Indonesia menjalin berbagai bentuk kemitraan
sebagai berikut.
• Lease yaitu Pos Indonesia menyewakan
sebagian atau seluruh bangunan/tanah
miliknya kepada mitra tanpa mengubah
struktur, fisik bangunan, dan layout aset.
• KSU yaitu pendirian bangunan oleh mitra
dengan kepemilikan tanah oleh Pos
Indonesia.
To manage its 3,326 property assets, Pos Indonesia
establish various forms of partnerships as follows.
Properti
Pada tahun 2013 optimalisasi aset yang dilakukan
Pos Indonesia adalah dengan membentuk anak
perusahaan yang akan fokus pada bisnis properti.
Anak perusahaan tersebut pada salah satu lini
bisnisnya akan memfokuskan kepada konsep
bisnis perhotelan kelas menengah atau bintang
tiga. Segmen bisnis perhotelan dinilai cukup
menjanjikan karena dengan desentralisasi dan
semakin meratanya kegiatan perekonomian di
daerah, akan berdampak terhadap meningkatnya
pergerakan masyarakat khususnya untuk
kegiatan yang berkaitan dengan bisnis atau
usaha. Pos Indonesia telah mengidentifikasi 200
lokasi potensial untuk dioptimalisasikan melalui
anak perusahaan.
Property
•
Pease: Pos Indonesia rent out part or all of his
property land/building to the partners without
changing the structure, physical layout of
buildings, and assets.
•
KSU: the establishment of buildings by partners
with land ownership by Pos Indonesia.
In 2013 the asset optimization done by Pos Indonesia
is by forming a subsidiary that will focus on business
property. The subsidiary on one line of its business will
be to focus on the concept of hospitality businesses
or middle-class three-star. Hospitality business
segment is promising because with decentralization
and growing economic activity in areas, will have
an impact on the increasing movement of people
especially for activities related to the business. Pos
Indonesia has identified 200 potential location to be
optimized through subsidiaries.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
49
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Sasaran dan Strategi
Objectives and Strategy
Sasaran Perusahaan
Sesuai dengan Perubahan Anggaran Dasar
Perusahaan Perseroan PT.Pos Indonesia No.
18 tanggal 12 September 2011, maksud dan
tujuan Pos Indonesia adalah melakukan usaha
di bidang penyelenggaraan pos bagi masyarakat
baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia,
serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya
Pos Indonesia untuk menghasilkan produk
bermutu tinggi dan berdaya saing kuat. Hal ini
dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan
sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
Pos Indonesia dapat melaksanakan kegiatan
usaha utama berupa layanan komunikasi tertulis,
layanan paket, layanan logistik, layanan jasa
keuangan, layanan keagenan pos, usaha jasa
titipan, layanan giro pos, dan layanan lain yang
menunjang penyelenggaraan kegiatan usaha
utama tersebut. Selain kegiatan usaha utama
tersebut, Pos Indonesia dapat melakukan kegiatan
usaha dalam rangka optimalisasi pemanfaatan
sumber daya Pos Indonesia meliputi pengelolaan
website, layanan ritel, percetakan, pengelolaan
arsip, dan pengelolaan properti.
In accordance with the Changes in Company’s Articles
of Association of PT Pos Indonesia No. 18 on September
12, 2011, goals and purpose of Pos Indonesia is doing
business in the field of organizing postal business for
the community both within and outside the territory
of Indonesia, as well as the optimization of resource
utilization of Pos Indonesia to produce high-quality
products and strong competitive power. It is intended
to make profit so that it can increase the value of the
company. To achieve these goals and purpose, Pos
Indonesia can implement major business activities
in the form of written communication, parcel service,
logistics service, financial services, postal services
agency, postal giro service, and other services that
support the implementation of the main business
activities. In addition to the main business activities,
Pos Indonesia can perform other business activities
in order to optimize the utilization of resources
in include website management, retail services,
printings, archives management, and property
management.
1. Semua penduduk dapat dengan mudah
memperoleh layanan pos.
2. Tarif jasa pos yang seragam dan terjangkau
oleh sebagian besar masyarakat.
3. Terselenggaranya
layanan
pos
yang
menunjang program pemerintah.
1.
2.
Di dalam lingkup negara Indonesia, Pos Indonesia
sebagai aset bangsa dan negara juga memiliki
kewajiban mendayagunakan sumber daya yang
dimilikinya untuk kepentingan pembangunan
negeri. Berkaitan dengan hal tersebut, Pos
Indonesia memiliki kewajiban pelayanan umum
(Public Service Obligation atau PSO) dalam bidang
pelayanan pos, yaitu melaksanakan pengiriman
surat dan paket standar di Indonesia dengan
tarif yang terjangkau untuk seluruh masyarakat
Indonesia. Penunjukan ini akan berakhir pada 31
Desember 2014. Dengan kewajiban pelayanan
umum di atas, Pos Indonesia memiliki prinsip
sosial sebagai berikut.
2013
Company Objectives
50
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
In the scope of the country of Indonesia, Pos Indonesia
as an asset of the nation and the country has
obligations to efficiently utilize its own resources for
the benefit of the development of the country. Related
to this, Pos Indonesia has a Public Service Obligation
or PSO in postal service, namely implementing the
delivery of standard mail and parcel in Indonesia
with an affordable rate for the entire community of
Indonesia. This designation will expire on December
31, 2014. The above Public service obligation has
social principles as follows.
3.
All residents can easily obtain the postal service.
A uniform postal service rate and affordable by
the majority community.
This postal services that support the Government
program.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
4. Menjangkau negara-negara di dunia sebagai
perwujudan prinsip Universal Postal Union
(UPU) yaitu freedom of transit dan single
postal territory.
4.
1. Community Center, yaitu menjadi pusat
pelayanan jasa bagi masyarakat, khususnya
di bidang ritel, logistik, komunikasi dan
transaksi keuangan.
2. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah
dalam melayani masyarakat (pembayaran
subsidi BBM, Bantuan Langsung Tunai,
Bantuan Operasional Sekolah dan lain-lain).
3. Sebagai penyambung komunikasi antara
warga masyarakat, negara, dan organisasi/
institusi bisnis maupun nirlaba.
4. Menjadi salah satu infrastruktur bangsa,
khususnya di bidang komunikasi dan
logistik.
1.
Komitmen Pos Indonesia dalam memberi
kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara
tercermin dari peran-peran Pos Indonesia
sebagai berikut:
Arah pengembangan bisnis perusahaan pada
tahun 2013 telah dilakukan dengan langkahlangkah penciptaan nilai melalui penyelarasan
fokus target pasar dan produk, dengan
penggunaan sumber daya yang lebih efektif dan
efisien.
Kantor Pos Yogyakarta
Yogyakarta Post Office
Reach out to countries around the world as the
embodiment of the principle of the Universal
Postal Union (UPU), namely the freedom of
transit and the single postal territory.
Pos Indonesia’s commitment to contribute the
maximum for the nation and States are reflected
from the Indonesia Postal roles as follows :
2.
3.
4.
Community Center, which became a center of
services for the community, in particular in
the field of retail, logistics, communications
and financial transactions.
As an arm of the government in serving the
public ( payment of fuel subsidy , direct cash
assistance , the School Operational Assistance,
etc.) .
As junction communication between citizens,
states, and organizations / businesses and
non-profit institutions.
Being one of the nation’s infrastructure,
particularly in the field of communications
and logistics.
Direction of development of the company’s business
has been conducted in 2013 with measures the
creation of value through the alignment of the
target market and product focus, with the use of
resources more effectively and efficiently.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
51
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Strategi Perusahaan
1. Suratpos dan Paketpos
Sebagian besar program kerja bisnis suratpos dan
paketpos merupakan kelanjutan dari penerapan
strategi perbaikan dasar yang telah dilakukan
sejak tahun 2009 antara lain memperbaiki
proses operasi (peningkatan kualitas dan
efisiensi), dan intensifikasi penjualan untuk
meningkatkan pangsa pasar korporat. Sedangkan
perbaikan infrastruktur bisnis diarahkan pula
untuk meningkatkan kapasitas dan daya dukung
peningkatan kuantitas bisnis. Beberapa program
kerja strategisnya antara lain:
• Mendapatkan kembali pangsa pasar, melalui
kegiatan meningkatkan layanan mailroom;
meningkatkan
layanan
admail;
dan
menggarap lebih intensif pasar paket.
• Mempertahankan basis pelanggan, melalui
kegiatan mengembangkan program loyalitas
konsumen,
• Memanfaatkan kemampuan yang ada untuk
mendukung kinerja, melalui kegiatan
perbaikan proses operasi baik simplifikasi
proses, memanfaatkan teknologi informasi
dan merefitalisasi peralatan kerja serta
monitoring kualitas.
1.
Dua besaran strategi bisnis jasa keuangan
antara lain pertama mempertahankan dan
mengembangkan produk portofolio saat ini dan
kedua kerja sama untuk memperluas portofolio
produk.
Two orders of financial services business strategy,
among others, first, maintain and develop the
product’s portfolio at the moment and second,
work together to broaden the product’s portfolio.
2. Jasa Keuangan
•
•
2013
Corporate Strategy
52
Mempertahankan dan mengembangkan
produk portofolio saat ini melalui program
kegiatan:
mengembangkan
kapabilitas
Customer Understanding/ Analytics (CDA);
mengembangkan Produk IFS International
Remittance dan meningkatkan jumlah
mitra; mengembangkan footprint: lokasi
dan jaringan/ jangkauan; memfokuskan
pemasaran terhadap tenaga kerja industri
padatkarya;
mengembangkan
produk
remitansi untuk menembus segmen account
to cash; repricing strategy; dan fokus
pemasaran kepada produk unggulan.
Kerja sama strategis dengan mitra untuk
memperluas portofolio produk, melalui
program kegiatan antara lain: aliansi
strategis untuk memperluas portofolio
produk baik dengan model JV atau KSO.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
•
•
•
2.
•
•
Mail and Parcel
Most of the mail and parcel business work
programme is a continuation of the
application of the basic repair strategies
have been conducted since the year 2009
include improving operating processes
(quality improvement and efficiency), and
intensification of sales to increase the market
share of corporates. While the business
infrastructure improvements is directed to
increase power capacity and support an
increase in the quantity of business. Some of
its strategic-work programme, among others:
Regain market share, through activities to
increase mailroom services; admail service
increase; and more intensive farming out the
market package.
Maintain the customer base, through activities
to develop consumer loyalty program,
Leveraging the capability exists to support
performance, process improvement activities
through the operation of either simplification
process, utilizing information technology and
merefitalisasi work as well as monitoring the
quality of equipment.
Financial Services
Maintain and develop the current portfolio
of products through program activities:
developing the capability of Customer
Understanding / Analytics (CDA); developing
IFS International Remittance products and
increasing the number of partners; developing
a footprint: location and network/range;
focus on marketing towards industrial labor
intensive; developing products to penetrate
the remittance account to cash segment;
repricing strategy; and focus on marketing to
a superior product.
Cooperation with strategic partners to
expand its product portfolio, through
program activities include: strategic alliances
to expand its product portfolio with the JV
model or KSO.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
3. Ritel dan Properti
3. Retail and Property
Bisnis properti fokus pada optimasi beberapa
aset properti saat ini yang penggunaannya belum
optimal melalui pengembangan menjadi hotel,
perkantoran dan lain-lain sesuai dengan best
used masing-masing aset.
Property business focused on the optimization of
some property assets which currently not optimal
usage through the development of a hotel, offices
and others in accordance with the best used their
respective assets.
Sebagai unit bisnis baru misi utama bisnis
ini adalah menyediakan dan menyakinkan
tersedianya layanan ritel bagi bisnis surat dan
paket serta layanan jasa keuangan, serta fungsi
pendukung administrasi dan keuangan. Di
samping itu juga mengembangkan bisnis ritel
yang ada sekarang dan mengembangkan layanan
ritel baru antara lain e-commerce, postshop dan
layanan infrastruktur layanan perdagangan online untuk komoditi strategis sebagai bagian dari
sistem rural logistik. Strategi Bisnis Ritel lainnya
yang menjadi perkuatan untuk pertumbuhan
bisnis PT Pos Indonesia (Persero) ke depan dan
menunjang menjadi perusahaan jaringan adalah
melalui penambahan jumlah jaringan Kantor Pos
secara signifikan baik melalui peningkatan model
agenpos saat ini maupun penambahan kantor
pos baru. Penambahan jumlah akan dilakukan
sebagian besar melalui investasi pihak ketiga
termasuk pengelolaannya.
As a new business unit, the primary mission of this
business is to make sure the supply and availability
of retail services for mail and parcel as well as
financial services, as well as administrative and
financial support functions. It is also developing a
retail business as it exists today and develop new
retail services include e-commerce, postshop and
infrastructure services of on-line trading service
for strategic commodities as part of the system
of rural logistics. Other Retail business strategy
is business growth for retaining PT Pos Indonesia
(Persero) forward and support the company’s
network through the network of post offices
either through an increase in the current agenpos
model as well as the addition of a new post office.
The number of additions would be done largely
through third-party investment including the
management.
Transformasi perusahaan selanjutnya dijabarkan
menjadi fokus agenda strategi pengembangan
perusahaan sebagai berikut:
The transformation of the company elaborated
into the focus of the agenda of the company’s
development strategy as follow:
Roadmap Transformasi perusahaan tersebut
di jabarkan lebih lanjut menjadi fokus agenda
tahunan mulai tahun 2014 s.d 2018 sebagai
berikut:
2014
Value Creation
Perluasan Bisnis Inti
• Pengembangan produk dan
layanan baru
• Pengembangan bisnis baru
Core Business Expansion
• Development of new products
and services
• New business development
The company’s Transformation Roadmap outlines
further the focus of the annual agenda starting in
2014 to 2018 as the follow:
2015-2016
Win the Competition
Penguasaan Pasar
• Merger & akusisi
• Pengembangan ke segmen
baru dan pasar baru
Market mastery
• Mergers & acquisitions
• Development into new
segments and new markets
2017-2018
Regional Champion
Unggul
• Penguasaan pasar regional
• Persiapan transformasi
berikutnya
Superior
• Regional market share
• Preparation of the next
transformation
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
53
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Pos
Indonesia
ditujukan
untuk
dapat
bertransformasi menjadi trusted postal service
company berkinerja tinggi. Melalui luas dan
keterhubungan jaringan yang dimilikinya,
Pos Indonesia sebagai satu kesatuan dapat
memberikan layanan yang terpadu dan
terintegrasi. Hal ini dijadikan basis untuk
melakukan penetrasi kepada pasar-pasar baru
yang dianggap potensial dan tumbuh menjadi
perusahaan berkinerja tinggi.
Dalam kurun waktu tersebut, Pos Indonesia akan
mengembangkan portofolio bisnisnya yaitu surat
dan paket, logistik, jasa keuangan, ritel, properti,
dan IT solution. Pengembangan bisnis ini akan
dimulai dari peningkatan kapabilitas internal
Pos Indonesia yang dilanjutkan oleh upaya-upaya
peningkatan nilai (value creation) dan penguatan
merek Pos Indonesia di kalangan masyarakat.
Salah satu upaya value creation adalah IPO
anak perusahaan. Dengan menjadi perusahaan
terbuka, segenap elemen perusahaan akan
terbawa dalam langkah transformasi strategis
yang berdampak baik dari sisi tata kelola
(governance) hingga ke budaya perusahaan.
Upaya value creation juga akan dilakukan melalui
peluncuran kembali produk-produk unggulannya
sekaligus
memperkenalkan
produk-produk
baru yang dapat meningkatkan daya saing Pos
Indonesia di dalam kancah persaingan. Jaringan
Pos Indonesia yang mampu menjangkau ke
seluruh Indonesia menjadi tulang punggung bagi
layanan yang ditawarkan di atas. Keseluruhan
upaya tersebut akan dibalut oleh semangat untuk
terus menjadi lebih baik sehingga Pos Indonesia
dapat menjadi trusted postal service company
berkinerja tinggi secara berkelanjutan.
2013
54
Laporan Tahunan
Workshop
Annual Report
IT PT Pos Indonesia
PT Pos Indonesia (Persero)
Pos Indonesia targeted to be transformed into
a trusted postal service company with highperforming. Through extensive networking and
connectedness, Pos Indonesia as a whole can
provide integrated services. This is the basis for
conducting penetration to new markets that
are considered potential and grow into highperforming companies.
Within the time, Pos Indonesia will develop its
business portfolios i.e. mail and parcels, logistics,
financial services, retail, property, and IT solution.
The development of this business will start from
increasing Pos Indonesia’s internal capabilities
followed by efforts increased value (value
creation) and strengthening brand Pos Indonesia
among the public. One of the value creation efforts
is the subsidiary’S IPO. By becoming a public
company, all the elements of the company will
be carried away in a strategic transformation
step that impact both in terms of governance to
the corporate culture. Value creation efforts will
also be made through the relaunch of branded
products as well as introducing new products that
can enhance the competitiveness of Pos Indonesia
in the cauldron of competition. Pos Indonesia
network which is capable of reaching out to the
rest of Indonesia became the backbone for services
offered above. The whole effort will be dressed
by the spirit to continue to get better so that
Pos Indonesia can become trusted postal service
company, high performance on an ongoing basis.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Informasi Pemegang Saham
Information on Shareholders
Informasi Kepemilikan
Saham
Shareholding Information
PT Pos Indonesia (Persero) merupakan
Perusahaan
Non
Listed
sehingga
baik
masyarakat, direksi, maupun dewan komisaris
PT Pos Indonesia tidak mempunyai kepemilikan
saham atas PT Pos Indonesia. Kepemilikan saham
seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah Republik
Indonesia 100%.
PT Pos Indonesia (Persero) is a Non-Listed
Company so that the community, the Board of
Directors and Board of Commissioners of PT
Pos Indonesia has no ownership stake of PT Pos
Indonesia. Company ownership wholly owned by
the Government of the Republic of Indonesia is
100%.
Pos Indonesia merupakan Perusahaan Non
Listed sehingga belum tercatat dalam Bursa
Efek dan belum menjual sahamnya kepada
publik. Oleh sebab itu, informasi kronologis
pencatatan saham dan jenis aksi korporasi yang
menyebabkan perubahan jumlah saham tidak
tersedia.
Pos Indonesia is the company of Non Listed so
not yet recorded in the Stock Exchange and not
sold its shares to the public. Thus, chronological
information of recording stock and the kind
of corporate actions that cause changes in the
amount of stock unavailable.
Pos Indonesia merupakan Perusahaan Non
Listed sehingga belum menjual sahamnya kepada
publik. Oleh sebab itu, informasi kronologis
pencatatan efek lainnya dan jenis aksi korporasi
yang menyebabkan perubahan jumlah efek
lainnya tidak tersedia.
Pos Indonesia is the company of Non Listed so
haven’t sold its shares to the public. Therefore,
other effects of logging a chronological
information and types of corporate actions that
cause a change in the number of other effects are
not available.
Kronologis Pencatatan
Saham
Kronologis Pencatatan Efek
Lainnya
Chronological Recording
of Shares
Chronological Recording Of
Other Effects
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
55
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Profil Anak Perusahaan dan Perusahaan
Asosiasi
Profile of Subsidiary & Association/ Affiliation
Anak Perusahaan
Subsidiaries
PT Bhakti Wasantara Net (BWN)
2013
Pada tahun 1996 Pos Indonesia
membentuk Divisi Teknologi
dan Sistem Informasi untuk
mengelola dan mengembangkan
jaringan Intranet serta bisnis Internet yang
dikenal dengan nama “Wasantara-Net”. Izin
sebagai penyelenggara Internet Service Provider
(ISP) diperoleh dengan nomor: KM.33/PT 102/
MPPT-1996 tanggal 7 Mei 1996, dan layanan
internet mulai dikembangkan di beberapa kota
besar.
In 1996 Pos Indonesia formed
the Division of Technology and
Information Systems to manage
and develop Intranet and Internet
business, known as “Wasantara-Net”. Permission
as the organizer of the Internet Service Provider
(ISP) is obtained by the numbers: KM. 33/102/
MPPT-PT 1996 on 7 May 1996, and internet
services began to be developed in several major
cities.
Dalam memenuhi visi dan misinya sebagai
pendukung bisnis Pos Indonesia sekaligus
sebagai revenue center Pos Indonesia, BWN
menawarkan layanan sebagai berikut:
In fulfilling its vision and mission as a supporter of
Pos Indonesia as well as business revenue center of
Pos Indonesia, BWN offers the following services:
Dengan
tujuan
mengembangkan
dan
mengefektifkan layanan internet, PT Pos
Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT
Quantum Aksesindo Nusantara mendirikan PT
Bhakti Wasantara Net berdasarkan akta notaris:
Ivonne B Sinyal SH. nomor 7 tanggal 2 April 2001.
With the aim to develop and streamline internet
service, PT Pos Indonesia (Persero) in cooperation
with PT Aksesindo Nusantara Quantum established
PT Bhakti Wasantara Net based on notary deed:
Ivonne B Sinyal SH. number 7 on 2 April 2001.
1. Layanan jaringan/internet. Produk utama
untuk layanan jaringan BWN adalah jasa
layanan internet dan jasa layanan Virtual
Private Network (VPN). Layanan jaringan
merupakan layanan yang memberikan
kontribusi terbesar dari pendapatan BWN
yaitu sebesar 70,43% (tahun 2011) dari
total pendapatan.
2. Layanan Payment. Fokus dari layanan
payment BWN adalah sebagai pendukung
layanan jasa keuangan Pos Indonesia.
Layanan ini terbagi menjadi dua, yaitu
layanan main agent PosPay dan layanan
pengelolaan switching payment gateway,
yang menjadi terminal perantara antara
biller PosPay dan Pos Indonesia. Secara
historis tingkat pertumbuhan pendapatan
layanan ini sangat signifikan (1.769% di
tahun 2011), karena layanan ini merupakan
layanan baru yang ditawarkan oleh BWN.
1.
Network/internet Service. The main products
for network services of BWN is internet
services and services of Virtual Private
Network (VPN). A network service is a service
that gives the largest contribution of income
that is equal to 70,43% BWN (in the year
2011) from the total income.
2.
Service of Payment. The focus of the BWN
service of payment is as supporter of Postal
financial services service. This service
is divided into two main service agent,
namely PosPay and switching management
payment gateway service, which became
the intermediary between the terminal
PosPay payee and Pos Indonesia. Historically
the revenue growth of this service is very
significant (1,820% in 2011), because this
service is a new service offered by BWN.
56
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
IT Services solutions. Historically these
services consist of 3 major services namely
procurement hardware services and network
devices, system development service, and
contact center services. The earnings still are
project based and high dependency on one
service users that is Pos Indonesia, this caused
the trend revenue from the services still not
consistent (fluctuating).
3. Layanan solusi TI. Secara historis layanan
ini terdiri atas 3 layanan utama yaitu
layanan pengadaan perangkat hardware dan
jaringan, layanan pengembangan sistem,
dan layanan contact center. Pendapatan yang
masih bersifat project based dan dependensi
yang tinggi terhadap satu pengguna jasa
yaitu Pos Indonesia menyebabkan tren
pendapatan dari layanan ini masih belum
konsisten (fluktuatif ).
3.
PT Pos Logistik Indonesia
adalah anak perusahaan PT
Pos Indonesia (Persero) yang
dalam aktivitas bisnisnya
menangani jasa transportasi, jasa pergudangan,
pengiriman kargo, dan regulated agent atau agen
inspeksi.
PT Pos Logistik Indonesia is a
subsidiary of PT Pos Indonesia
(Persero) which in its business
activities
dealing
with
transportation services, warehousing services,
delivery of cargo, and the regulated agent or
dealer inspection.
PT Pos Ligistik Indonesia mengembangkan
strategi fokus pada penciptaan nilai tambah bagi
pelanggan dengan sasaran penurunan biaya,
peningkatan mutu layanan, serta eksekusi proses
bisnis yang lebih cepat dan fleksibel untuk
kepuasan pelanggan.
PT Pos Logistik Indonesia develop strategies
focus on creating added value for customers with
targeted cost reduction, improvement of quality
of service, as well as the execution of business
processes more quickly and flexibly to customer
satisfaction.
PT Pos Logistik Indonesia
Visi PT Pos Logistik Indonesia adalah menjadi
penyedia jasa logistik terpadu yang terdepan dan
terluas di Indonesia. Sedangkan misi perusahaan
adalah mengelola bisnis secara total didukung
oleh sumber daya manusia yang profesional,
sistem operasi yang efisien, serta penerapan
teknologi informasi yang tepat dan terukur. Pos
Logistik Indonesia berusaha mengembangkan
bisnis
dengan
mengutamakan
hubungan
kerjasama yang saling menguntungkan baik
dengan mitra internal maupun eksternal, serta
membangun jaringan bisnis secara fokus dan
tumbuh bersama pelanggan.
The vision of PT Pos Logistik Indonesia is to be the
leading logistics service provider, integrated and
widest in Indonesia. While the company’s mission
is to manage the business totally with supported
by human resources professionals, efficient
operating system, as well as the application of
information technology that are precise and
measurable. Pos Logistik Indonesia attempted to
develop a Logistics business with emphasis on the
relationship of mutually beneficial cooperation
both with internal and external partners, as well
as building a network of business focus and grow
with customers.
PT
Pos
Logistik
Indonesia
bersinergi
mengerahkan sumber daya baik milik PT Pos
Indonesia sendiri maupun mitra 3PL Logistics
yang bisa diandalkan. Pengalaman selama
bertahun-tahun dalam mengelola bisnis pos
diyakini sebagai nilai tambah tersendiri. Saat
ini PT Pos Logistik mengelola 37 unit gudang
PT Pos Logistik Indonesia to synergize deploy
Logistics resources both owned by PT Pos Indonesia
and 3PL Logistics partner. Experience over the
years in managing postal business is believed to
be its own added value. Currently PT Pos Logistik
manages 37 units of warehouses scattered in
various provinces. At the very least, the capacity
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
57
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
yang tersebar di berbagai provinsi. Paling
tidak, kapasitas 400 unit armada kendaraan
telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan
operasional transportasi.
of 400 units of fleet of vehicles has been prepared
to meet the operational needs of transportation.
•
•
Success Story
Success Story
•
•
•
•
•
•
•
Warehousing dan distribusi Gifts and
Products on Sale PT. Unilever Indonesia.
Warehousing dan distribusi buku PT. Tiga
Serangkai.
Warehousing dan distribusi voucher PT
Telkomsel.
Distribusi oli Evalube PT WGI.
Distribusi produk spare parts Suzuki PT ISI.
Distribusi produk pembalut wanita PT
Unicharm Indonesia.
Distribusi kiriman Pemerintah (Pemilu,
Diknas, Depag)
Perusahaan Asosiasi/Afiliasi
•
•
•
•
•
Warehousing and distribution of Gifts and
Products on Sale of PT Unilever Indonesia.
Warehousing and distribution of PT. Tiga
Serangkai.
Warehousing and distribution of PT Telkomsel
vouchers.
Distribution of oil Evalube PT WGI.
Product distribution of spare parts Suzuki PT
ISI .
Product distribution of sanitary napkins from
PT Unicharm Indonesia.
DThe distribution Government matters.
(elections, Education ministry, Religion
department)
Company Association/Affiliates
Yayasan Dana Pensiun PT Pos Indonesia (DAPENPOS)
Yayasan Dana Pensiun
Pos
Indonesia
(disingkat DAPENPOS)
didirikan
dengan
Keputusan
Direksi
PT. Pos Indonesia (Persero) Nomor : KD 53/
Dirut/1204 tanggal 6 Desember 2004 tentang
Peraturan Dana Pensiun Pos Indonesia. Pada
pasal 12 ayat (7) menyatakan bahwa salah
satu tugas dan kewajiban Pengurus Dapenpos
adalah Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
(RKA) Dapenpos yang didalamnya juga memuat
Rencana Investasi Tahunan.
2013
58
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
PT Pos Indonesia Pension
Fund
Foundation
(Dapenpos) was established
by the Decree of PT Pos
Indonesia Board of Directors
Number: KD 53/Dirut/1204 on December
6, 2004 about Pension Fund Regulatory of Pos
Indonesia. On article 12 paragraph (7) states
that one of the duties and Dapensos Board
responsibility is to Develop Dapensos Working
Plan and Budgeting (RKA) which includes the
Annual Investment Plan.
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
YPBPI dan Politeknik Pos Indonesia
Menyadari akan kebutuhan
kalangan industri terhadap
tenaga-tenaga
profesional
yang begitu besar, minat
masyarakat
khususnya
calon mahasiswa untuk mengikuti jenjang
pendidikan
profesional
juga
cenderung
meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan
masyarakat, meskipun pelan, mengalami
perubahan pandangan terhadap pendidikan yang
berorientasi gelar ke pendidikan profesional.
Indikasi dari tingginya minat ini adalah jumlah
calon mahasiswa yang melamar untuk menjadi
mahasiswa ke jenjang pendidikan profesional
seperti Politeknik begitu besar sehingga banyak
yang tidak tertampung karena terbatasnya
fasilitas yang ada. Oleh karenanya, tenaga
terampil dan profesional tersebut dirasakan
masih sangat kurang.
Dengan memperhatikan perkembangan tersebut
serta ketersediaan sarana maupun prasarana
yang dimiliki, Pos Indonesia sebagai salah
satu perusahaan yang bergerak dalam industri
perposan ikut tergerak untuk memberikan
kontribusi di bidang pendidikan dalam upaya
ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk
mewujudkan
sumbangsihnya
bagi
dunia
pendidikan, maka didirikanlah Yayasan Pendidikan
Bhakti Pos Indonesia yang kegiatannya antara
lain: menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan
sebagainnya. Politeknik Pos Indonesia merupakan
institusi yang pertama yang didirikan oleh Yayasan
Pendidikan Bhakti Pos Indonesia pada tanggal 5
Juli 2001 berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional nomor 56/D/O/2001
Pemberian Ijin pendirian Politeknik Pos Indonesia
adalah pada jalur pendidikan Diploma III dan IV
untuk jurusan Teknik Informatika, Manajemen
Informatika, Akuntansi, Manajemen Pemasaran,
dan Logistik Bisnis.
Recognizing the industrial
needs
of
professional
workers, people interest
especially
the
wouldbe students who want
to attend professional education relatively
increase It is due to the public, though
slightly, view changing from the degreeoriented education to professional education.
The indication is the high interest number
of students who cannot accommodate by the
institution due to limited facilities when they
apply to professional education institution like
Polytechnic. Therefore, Indonesia is still lack
of skilled and professionals workers.
Concerning to these developments, the
facilities and infrastructures, PT Pos Indonesia
as one of the postal industrial company moved
to contribute on educational field in order to
educate the nation. To realize its contribution
to the world of education, Yayasan Pendidikan
Bhakti Pos Indonesia (The Bhakti Pos Indonesia
Education Foundation) was built. The activities
are; to held education, training and so on. Pos
Indonesia Polytechnic is the first institution
established by The Bhakti Pos Indonesia
Education Foundation on July 5, 2001 based on
the Decree of Minister of National Education
Letter number 56/D/O/2001. The License for
Indonesia Postal of Polythecnic establishment
is for Diploma III and Diploma IV majoring
Informatics
Engineering,
Information
Management,
Accounting,
Marketing
Management, and Logistics Business.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
59
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Lembaga Profesi Penunjang
Supporting Professional Institution
Konsultan Hukum
Legal Adviser
KANON & PARTNER
Jl. Cempaka Putih Timur XXIV No. 46
Jakarta Pusat 10510
Telp. 021 428 74767
021 428 74775
Faks.021 428 74804
Konsultan Keuangan
Financial Consultant
PT Ernst & Young Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Menara I Lt.13
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190 - Indonesia
Telp. 021 529 91099
Faks.021 529 91199
Konsultan Perencanaan Strategis
Strategic Planning Consultant
PT Ernst & Young Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Menara I Lt.13
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190 - Indonesia
Telp. 021 529 91099
Faks.021 529 91199
2013
60
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Perusahaan Pemeringkat
Rating Agency
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
Atrium Mulia
Lt. 2, Suite 205
Jl. HR. Rasuna Said
Jakarta Selatan 12910
Kantor Akuntan Publik
Public Accountant Office
KAP Gani Sigiro & Handayani
(Grant Thornton)
15 th International Financial Centre
Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23
Jakarta Selatan 12920
Telp. 021 571 0703
Faks.021 571 0704
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Nilai-nilai Perusahaan
Corporate Values
Customer Orientation
Pos Indonesia selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen
Pos Indonesia has always strived to provide the best service for consumers
Integrity
Pos Indonesia senantiasa memiliki kejujuran dan etika bisnis dalam melakukan aktivitas perusahaan
Pos Indonesia always has honesty and ethics in the conduct of business activities of the
Networking
Pos Indonesia menjunjung tinggi jaringan hubungan yang luas antar perusahaan, yaitu dengan berbagi
pengetahuan dan informasi, Pos Indonesia berpotensi meningkatkan kinerja perusahaan di masa
mendatang
Pos Indonesia upholds a broad network of relationships between the company, namely by sharing
knowledge and information, Pos Indonesia potentially increase the company’s
Teamwork
Pos Indonesia menjunjung nilai kerja sama tim
Pos Indonesia upheld the value of teamwork
Accountable
Pos Indonesia menjunjung tinggi sikap bertanggung jawab atas aktivitas pengelolaan perusahaan
Pos Indonesia upholds the attitude of being responsible for the activity of managing the company
Professional
Indonesia menjunjung tinggi nilai profesionalisme dalam melakukan aktivitas pengelolaan
perusahaan
Pos Indonesia upholds the value of professionalism in the management of company activity
Obsessed
Pos Indonesia bekerja berlandaskan tujuan dan motivasi untuk menjadi yang terbaik
Pos Indonesia work based on the goals and motivation to be the best
Spiritual
Pos Indonesia mampu memberikan makna yang lebih luas pada setiap pekerjaan yang dilakukan
demi kepentingan masyarakat
Pos Indonesia was able to give a broader meaning in any work that is done in the interest of the
community
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
61
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Struktur Organisasi
Organizational Structure
Struktur organisasi PT Pos Indonesia (Persero)
yang ditetapkan, mengacu kepada Keputusan
Direksi nomor KD.01/DIRUT/0112 tanggal 2
Januari 2012 sebagaimana telah diubah dengan
Keputusan Direksi PT Pos Indonesia (Persero)
nomor KD.44/DIRUT/0513 tanggal 21 Mei 2013
tentang Perubahan Pertama Atas Keputusan
Direksi PT Pos Indonesia (Persero) Nomor
KD.01/DIRUT/0112 tanggal 2 Januari 2012
adalah sebagai berikut
Direktur
Surat dan Paket
Kepala Change
Management
Office
Head of Change
Management
Office
Amrizal
Direktur Teknologi
dan Jasa Keuangan
Director of Technology
and Financial Service
Director of
Retail and Property
Ismanto
Budhi Setyawan
Setyo Riyanto
SVP of
Selling
SVP of
Operation
Herbon
Opnalto
Zulkifli
Assegaf
SVP
Operasi
SVP Teknologi
Informasi
SVP of Information
Technology
SVP Jasa
Keuangan
SVP of Financial
Service
SVP
Properti
SVP of
Property
SVP of
Retail
-
Totok
Wilutantyo
Adam Anthony
Mars
Harnito
VP
Perencanaan &
Pengembangan
Teknologi
VP
Pengembangan
Bisnis Paket
Tuwuh
Widodo
VP of Business
Development
Parcel
VP of Technology
Information
Development
VP
Pengembangan
Bisnis Surat
VP
Pengembangan
Bisnis Jasa
Keuangan
VP of
Business Letter
Developmenr
Area
Penjualan
Selling
Area
Pos
Admail
Admail
Post
Sales
Representatives
Sales
Representatives
2013
62
Direktur
Ritel dan Properti
Director of
Mail and Parcel
SVP
Penjualan
Sekretaris
Perusahaan
Corporate
Secretary
Organization structure of PT Pos Indonesia
(Persero), referring to the Decision of the Board of
Directors number KD.01/CEO/0112 dated January
2, 2012, as amended by Decision of the Board of
Directors of PT Pos Indonesia (Persero) number
KD. 44/CEO/0513 May 21st, 2013 regarding
Changes to The First Decision of the Board of
Directors of PT Pos Indonesia (Persero) number
KD. 01/CEO/0112 dated January 2, 2012 is as
follows
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
VP
Public Service
Obligation
Vp of Public
Service
Obligation
OPERATING
BUSINESS
VP of Business
Development
Finance Service
Area
Operasi
Operation
Area
Unit
Operasi
Operation
Unit
Area
Teknologi
Informasi
Information
Technology
Area
Teknologi
Informasi
Representatives
Information
Technology
Representatives
SVP
Ritel
Area
Jasa
Keuangan
Financial
Service
Area
Sentral
Giro
Layanan
Giro Central
Financial
Service
Area
Ritel
Retail
Area
Kantor
Pos
Post
Office
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Pemegang Saham
Shareholders
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Direktur Utama
Managing Director
Budi Setiawan
Direktur
Keuangan
Direktur Sumber Daya
Manusia dan Umum
Director of
Finance
Director of Human Resources
and General Affairs
Tavip Parawansa
Entis Sutisna
SVP
SDM
SVP of
HRD
Hasanuddin
VP Treasury
dan Pajak
VP of Treasury
and Tax
SVP Umun
dan Bina
Lingkungan
Head of Internal
Control Unit
Syahrial
Gusti Ngurah Putu
Sugiarta Yasa
SVP of Public and
Environmental
Development
Company
VP Human
Resource
Strategy
VP
Akuntansi
VP of Accounting
VP of Human
Resource
Strategy
VP Manajemen
Keuangan
Kepala Satuan
Pengawas
Internal
PUSAT
Center
VP
Hukum
VP of
Law
Umar
Mansur
SHARED
SERVICE
VP of Financial
Management
Area
Akuntansi
Area
SDM
Akuntansi
Representatives
SDM
Representatives
Accounting
Area
Accounting
Representatives
HRD
Area
HRD
Representatives
AREA
Area
PELAKSANA TEKNIS
Technical Executive
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
63
2013
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Susunan Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Badan
Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor
KEP-101/MBU/2011 tanggal 2 Mei 2011
jo Nomor KEP-416/MBU/2012 tanggal 21
November 2012, tentang Pemberhentian dan
Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pos
Indonesia (Persero), maka susunan Komisaris PT
Pos Indonesia (Persero) adalah sebagai berikut:
JABATAN
Komisaris Utama
NAMA NAME
KEPUTUSAN MENEG BUMN
Bambang Widianto
KEP-416/MBU/2012
Basuki Yusuf Iskandar
Komisaris
Komisaris Independen
KEP-101/MBU/2011
Karyono Supomo
Komisaris
Dedi Syarif Usman
Komisaris
Independent Commissioner
KEP-426/MBU/2013
Commissioner
Direktur Sumber Daya Manusia
dan Umum
2013
Nama
Budi Setiawan
Tavip Parawansa
Entis Sutisna
Setyo Riyanto
Direktur Teknologi & Jasa
Keuangan
Budhi Setyawan
64
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Commissioner
Based on the Decision of the Minister of StateOwned Enterprises of the Republic of Indonesia
Number KEP-167/MBU/2009 dated August 12,
2009; KEP-172/MBU/2011 July 25, 2011; SK316/MBU/2013 date June 26, 2013; KEP-323/
MBU/2013 date August 13, 2013; and SK-425/
MBU/2013 20 December 2013 on Dismissal and
Appointment of members of the Company Board
of Directors of PT Pos Indonesia, directors PT Pos
Indonesia (Persero) per 31 December 2013 are as
follows:
Direktur Ritel dan Properti
Direktur Surat dan Paket
Commissioner
Board of Directors
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Badan
Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor
KEP-167/MBU/2009 tanggal 12 Agustus 2009;
KEP -172/MBU/2011 tanggal 25 Juli 2011; SK316/MBU/2013 tanggal 26 Juni 2013; KEP323/MBU/2013 tanggal 13 Agustus 2013; dan
SK-425/MBU/2013 tanggal 20 Desember 2013
tentang Pemberhentian dan Pengangkatan
Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Pos Indonesia, susunan Direksi PT Pos
Indonesia (Persero) per tanggal 31 Desember
2013 adalah sebagai berikut:
Direktur Keuangan
Commissioner
KEP-416/MBU/2012
Susunan Dewan Direksi
Direktur Utama
President Commissioner
SK-303/MBU/2013
Bobby Hamzar Rafinus
Jabatan
POSITION
SK-303/MBU/2013
Noor Ida Khomsiyati
Komisaris
Based on the Decision of the Minister of StateOwned Enterprises of the Republic of Indonesia
Number KEP-100/MBU/2011 date may 2, 2011
jo Number KEP-416/MBU/2012 November 21,
2012, about the Dismissal and the appointment
of Members of the Board of Commissioners of
PT Pos Indonesia (Persero), then the order of
Commissioner of PT Pos Indonesia (Persero) is as
follows:
Ismanto
Position
President Director
Director of Finance
Director of Human Resources &
General Affairs
Director of Retail and Property
Director of Mail and Parcel
Director of Technology and
Financial Services
Profil PT Pos Indonesia (Persero)
Profile of PT Pos Indonesia (Persero)
Pejabat Senior Perusahaan
Jabatan
Sekretaris Perusahaan
Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI)
Senior Officials
Nama
Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa
Amrizal
Wakil Kepala Change Management Office
Muhammad Yamin
SVP Jasa Keuangan
Corporate Secretary
Tuwuh Widodo
Kepala Change Management Office (CMO)
SVP Operasi
Position
Head of Internal Audit Unit (IAU)
Head of Change Management Office
(CMO)
Deputy Head of Change Management
Office
SVP of Operations
Zulkifli Assagaf
Totok Wilutantyo
SVP of Financial Services
SVP Umum dan Bina Lingkungan Perusahaan
Syahrial
SVP of Public and Community
Development
SVP Ritel
Harnito
SVP of Ritel
SVP Sumber Daya Manusia
SVP Properti
SVP Pengembangan Bisnis dan Penjualan
Hasanuddin
SVP of Human Resources
SVP of Property
Adam Anthony Mars
SVP of Sales
Herbon Opnalto
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
65
2013
Laporan kepada
Pemegang Saham
Report to Shareholders
I think of the past and the future as well as
the present to determine where I am, and I
move on while thinking of these things.
- Tadao Ando
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Laporan Dewan Komisaris
Report from the Board of Commissioners
Basuki
Yusuf
Iskandar
Komisaris Utama
President Commissioner
Pemegang Saham yang terhormat,
2013
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Esa,
kami selaku Dewan Komisaris dapat memberikan
laporan pelaksanaan tugas pengawasan PT Pos
Indonesia (Persero). Perkenankanlah kami, Dewan
Komisaris menyampaikan kinerja PT Pos Indonesia
(Persero) tahun 2013 dengan pencapaian yang
tergolong cukup memuaskan atau istimewa sekaligus
menjadi milestone dalam perwujudan visinya
sebagai The Trusted Postal Service Company. Berkat
rahmat-Nya, PT Pos Indonesia (Persero) sekali lagi
mampu melewati tahun yang penuh tantangan dan
mencatat kinerja yang cukup baik bila mengingat
berbagai kendala yang mewarnai perjalanan usaha
Perusahaan di sepanjang tahun 2013. Seluruh hasil
tersebut juga tidak lepas dari kesiapan manajemen
dalam memanfaatkan peluang usaha yang tercipta,
penerapan strategi yang tepat dan kecepatan
pengambilan keputusan operasional yang penting.
68
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Dear Shareholders,
Praise Gratitude we pray presence One God, we as the
Board of Commissioners may provide a stewardship
report on the implementation of PT Pos Indonesia
(Persero). Let us, the Board expressed the performance
of PT Pos Indonesia (Persero) in 2013 with the fairly
satisfactory achievement or special as well as a
milestone in the realization of his vision as The Trusted
Postal Service Company. His grace, PT Pos Indonesia
(Persero) once again able to get through a challenging
year and recorded a pretty good performance when
considering the various constraints that characterize
the Company’s business trips throughout the year 2013.
All of these results are also not free from the readiness
of management in business opportunities are created,
the application of the right strategy and operational
decision-making speed is important.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Pos Indonesia mampu mengambil berbagai
langkah strategis, sekaligus meletakkan fondasi
yang lebih kokoh bagi pertumbuhan Perusahaan
yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dewan Komisaris berpendapat bahwa arah dan
strategi bisnis yang dijalankan Direksi pada
tahun 2013 mampu menyiasati kondisi pasar
yang sangat berbeda dengan apa yang berlaku
setahun sebelumnya. Dalam hal ini manajemen
mampu mengidentifikasi perubahan, mengambil
tindakan yang dibutuhkan, dan mengubahnya
menjadi peluang untuk menghasilkan kinerja
yang optimal.
Pos Indonesia had been able to take strategic
actions, and also establish long term solid
foundation for the Company’s sustainability
growth. The Board of Commissioners stated that
the business direction and strategy implemented
by the Board of Directors in 2013 properly
fitted to the market conditions which was
entirely different than the previous year. The
management succesfully identified the changes,
took the necessary actions, and turned it into an
opportunity to deliver optimum performance.
Penilaian kinerja Direksi mengenai Pengelolaan Perusahaan
Assessment of the Board of Directors Performance
Pos Indonesia berhasil mencatat peningkatan
nilai pendapatan dari Rp 3,3 trilyun pada tahun
2012 menjadi Rp 4,2 trilyun pada tahun 2013,
dan peningkatan laba bersih dari Rp 173 miliar
pada tahun 2012 menjadi Rp 246 miliar pada
tahun 2013. Laba pada tahun 2013 ini apabila
dibandingkan dengan laba yang diperoleh tahun
2012, mencapai 1,4 kali lebih tinggi. Dewan
Komisaris menyampaikan beberapa catatan atas
hasil kinerja Pos Indonesia ini:
Pos Indonesia has recorded an increase in revenue
of Rp 3.3 trillion in 2012 to Rp 4.2 trillion in 2013,
and an increase in net profit of Rp 173 billion in
2012 to Rp 246 billion in 2013. Earnings in 2013
when compared to the profit obtained in 2012,
reaching 1.4 times higher. Board of Commissioners
expressed some notes on the results of the
performance of the Indonesian Post :
•
In 2013 revenue is 25.15 % higher than 2012,
that is from Rp 3.3 trillion ( 2012) to Rp 4.2
trillion ( 2013).
•
•
Value letter and parcel post revenue increased
18.6 % against the previous year, from Rp
1.897 trillion ( 2012) to Rp 2,250 trillion (
2013). Increasing the value of this revenue
as a result of the improved operating system
and the increasing volume of corporate and
government markets.
•
Logistics revenue value increased 167 %, from
Rp 66.82 billion ( 2012) to Rp 178.65 billion
( 2013). This increase is significant because
in 2012 the logistics revenue decreased by
53.76%.
•
•
Nilai pendapatan tahun 2013 lebih tinggi
25,15% dibanding tahun 2012, yaitu dari
Rp 3,3 trilyun (2012) menjadi Rp 4,2 trilyun
(2013).
Nilai pendapatan surat dan paket pos
meningkat
18,6%
terhadap
tahun
sebelumnya, yaitu dari Rp 1,897 trilyun
(2012) menjadi Rp 2,250 trilyun (2013).
Peningkatan nilai pendapatan ini sebagai
dampak dari membaiknya sistem operasional
dan meningkatnya volume pasar korporat
dan pemerintah.
Nilai pendapatan logistik meningkat 167%,
dari Rp 66,82 miliar (2012) menjadi Rp
178,65 miliar (2013). Peningkatan ini cukup
signifikan karena pada tahun 2012 lalu
pendapatan logistik mengalami penurunan
sebesar 53,76%.
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
69
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Nilai pendapatan jasa keuangan naik 26%, dari Rp 1,15 trilyun (2012) menjadi
Rp 1,45 trilyun (2013). Kenaikan ini sebagai dampak dari peningkatan jumlah
kerjasama di bidang layanan jasa keuangan.
Financial services revenue increased 26 % , from Rp 1.15 trillion ( 2012) to Rp
1.45 trillion ( 2013) . This increase as a result of an increase in the amount of
cooperation in the field of financial services .
•
•
Nilai pendapatan ritel dan filateli meningkat
40%, dari Rp 179,5 miliar (2012) menjadi
Rp 250,9 miliar (2013).
Total aset pada tahun 2013 sebesar Rp
5,562 trilyun atau lebih tinggi 21,55%
dibandingkan total aset pada tahun 2012
sebesar Rp 4,576 trilyun.
Meskipun secara keseluruhan terjadi peningkatan
kinerja, Dewan Komisaris memberikan catatan
khusus terkait kinerja operasi. Dewan Komisaris
meminta Direksi untuk lebih fokus meningkatkan
operasional dan pemasaran, baik pada bisnis inti,
yaitu surat, paket, dan jasa keuangan, maupun
pengembangan, yaitu logistik, ritel dan properti.
2013
70
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
•
•
Value of retail and philatelic revenue
increased 40 %, from Rp 179.5 billion ( 2012)
to Rp 250.9 billion ( 2013).
Total assets in 2013 amounted to Rp 5.562
trillion or 21.55 % higher than in 2012 total
assets of Rp 4.576 trillion.
Despite an increase in overall performance, the
Board gave special note related to operating
performance. Board of Commissioners requested
the Board of Directors to focus more on improving
operations and marketing, both in the core
business, ie a letter, package, and financial service
or development, namely logistics, retail and
property.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Optimalisasi aset gedung kantor pos dan
pemanfaatan jaringan pos perlu segera
diselesaikan untuk menjamin kontinuitas
operasi di masa depan. Memang benar, salah
satu penyebab tidak tercapainya target
pendapatan bisnis pos tahun 2013 adalah
karena kurangnya kantor pos menghasilkan
jasa akibat produktivitas yang kurang optimal.
Tidak tercapainya target ini adalah akibat
dari kekeliruan yang telah mengabaikan
prinsip best management practice jaringan
pos, yaitu mengabaikan pengembangan service
point yang harus senantiasa dikembangkan
perluasannya. Dewan Komisaris yakin bahwa
melalui inovasi dan kreativitas, serta penerapan
SOP dengan benar, kedua hal tersebut dapat
dilakukan beriringan, yaitu optimalisasi aset
gedung kantor pos sekaligus juga peningkatan
produktivitas jaringan pos. Selain hal tersebut,
kami juga meminta Direksi agar melakukan
peningkatan layanan dan waktu tempuh kiriman.
Demikian pula, pengembangan usaha yang
sejalan dengan core business perusahaan juga
wajib dijalankan karena kelak akan menjadi
penggerak pertumbuhan Perusahaan yang
berkelanjutan. Dalam pada itu, rancang bangun
atau perencanaan strategis untuk persiapan
masuk ke industri berbasis jaringan korporasi
perlu dipersiapkan.
Optimizing asset utilization of the post office
building and the postal network needs to be resolved
to ensure the continuity of operations in the future.
It is true, one of the causes of not achieving the
target postal business revenue in 2013 is due to
the lack of services due to the post office produces
a less than optimal productivity. This shortfall is a
result of the mistake that had ignored the principle
of best management practices postal network, ie
neglecting the development of service points that
should be improved expansion. BOC believes that
through innovation and creativity, as well as the
application of SOP correctly, both of these can
be done in tandem, namely asset optimization
post office building as well as an increase in the
productivity of the postal network. Besides this, we
also request that the Board of Directors increased
its services and deliverables travel time. Similarly,
business development in line with the core business
of the company shall also be executed as soon will
be driving the Company’s sustainable growth. In
the meantime, design or strategic planning in
preparation for entry into the corporate network
based industries need to be prepared.
Di tahun ini strategi transformasi Pos
Indonesia dijalankan, selain mencapai targettarget profitabilitas, Direksi telah melakukan
peningkatan kualitas layanan dan keunggulan
operasional serta melakukan investasi di bidang
pengembangan sumber daya manusia. Tantangan
yang dihadapi Direksi adalah untuk terus
This year transformation strategy Pos Indonesia
executed, in addition to achieving profitability
targets, the Board of Directors has increased the
quality of service and operational excellence and
invest in the field of human resource development.
The challenge facing the Board of Directors is
to continue to achieve profitability and invest in
Meningkatnya produksi dan produktivitas
kantor-kantor pos selama lima tahun berturutturut, menunjukkan komitmen dan kesungguhan
Pos Indonesia dalam memberdayakan jaringan
pos, yang berdampak pada meningkatnya taraf
ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar
wilayah kerja perusahaan. Dewan Komisaris
mengharapkan Pos Indonesia akan lahir menjadi
pelopor terdepan karena kesuksesannya dalam
mengembangkan kemitraan dengan perusahaanperusahaan pembiayaan.
Increasing production and productivity of post
offices for five consecutive years, demonstrating
the commitment and seriousness Pos Indonesia
in empowering postal networks, which have an
impact on increasing the level of economic and
social communities around the working area of​​
the company. BOC expects Pos Indonesia will be
born into the foremost pioneer for her success
in developing partnerships with the finance
companies.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
71
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
meraih profitabilitas dan melakukan investasi
peningkatan sistem dan budaya organisasi,
sehingga Pos Indonesia dapat mencapai kinerja
yang meningkat di tengah persaingan yang
semakin ketat.
Dewan Komisaris memberi apresiasi atas
pencapaian Direksi dalam memperkuat eksistensi
Pos Indonesia dalam memfasilitasi jasa keuangan
non bank serta dalam menghadapi tantangan
persaingan dari perusahaan- perusahaan lokal
dan asing yang beroperasi di Indonesia. Sepanjang
tahun 2013, jajaran Direksi Pos Indonesia telah
mendukung implementasi strategi yang efektif di
tengah pasar yang kompetitif.
improving systems and organizational culture,
so that Pos Indonesia can achieve improved
performance amid increasingly fierce competition.
BOC appreciated the achievement of the Board
of Directors to strengthen the existence of Pos
Indonesia in facilitating non-bank financial
services as well as to meet the challenges of
competition from local companies and foreign
operating in Indonesia. Throughout the year 2013,
the Board of Directors Pos Indonesia has supported
the implementation of an effective strategy in the
competitive market.
Sumber Daya Manusia
Human Resources
Untuk mencapai peningkatan kinerja Pos
Indonesia
secara
berkelanjutan,
Dewan
Komisaris memberikan arahan agar Pos
Indonesia terus melanjutkan upaya internalisasi
budaya organisasi yang mengacu kepada nilainilai perusahaan dan implementasi Etika Kerja
dan Etika Bisnis dalam mendukung implementasi
semangat
Good
Corporate
Governance.
Berdasarkan kedua hal inilah seluruh kekuatan
dan sumber daya perusahaan akan memberikan
manfaat yang optimal, baik untuk perusahaan
dan negara maupun untuk masyarakat di
manapun Pos Indonesia berada.
Dewan Komisaris memberikan arahan agar
Pos Indonesia melanjutkan upaya membangun
sistem pengelolaan karyawan yang sesuai
dengan strategi bisnis dan melaksanakan
transformational leadership untuk menciptakan
pemimpin yang adaptif terhadap perubahan
bisnis.
2013
72
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
To achieve improved performance Pos Indonesia
on an ongoing basis, the Board provides
direction in order to move forward Pos Indonesia
internalization of organizational culture refers to
the values ​​of the company and the implementation
of the Work Ethics and Business Ethics in
supporting the implementation of the spirit of
good corporate governance. Based on both of these
strengths and resources of the entire company will
provide optimal benefits, both for the company
and the state and to society wherever located Pos
Indonesia.
BOC given directives to Pos Indonesia to continue
efforts to build employee management system
in accordance with the business strategy and
implement transformational leadership for
creating adaptive leaders to business changes.
Back Office Kantor Pos Kendari
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Penerapan Tata Kelola
The Implementation of Good Corporate Governance
Di tahun 2013 komitmen Pos Indonesia dibidang
tata kelola perusahaan (atau GCG) terus
ditingkatkan sesuai standar best-practice yang
dilandasi oleh prinsip-prinsip dasar GCG yang
meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung
jawab, kemandirian dan kewajaran. Dewan
Komisaris menilai bahwa penerapan GCG di Pos
Indonesia telah mencapai standar yang cukup
baik, antara lain dibuktikan oleh asesmen GCG
yang dilakukan oleh BPKP dengan pencapaian
skor 78,06 kategori cukup baik pada tahun 2012 .
Pos Indonesia in 2013 commitments in the field
of corporate governance ( or GCG ) be increased
according to the standard best practice is
guided by the basic principles of good corporate
governance
which
include
transparency,
accountability, responsibility, independence and
fairness. Board of Commissioners considered that
the implementation of GCG in Pos Indonesia has
reached a fairly good standard, among others,
evidenced by GCG assessment conducted by BPK
with achieving a score of 78.06 good enough
category in 2012.
Dalam menjalankan tugas, wewenang dan
kewajibannya, Dewan Komisaris Pos Indonesia
secara proaktif melakukan pengawasan terhadap
kinerja Direksi. Selama tahun 2013, Dewan
Komisaris melakukan rapat Dewan Komisaris dan
Direksi sebanyak 13 kali. Dewan Komisaris juga
mengadakan kunjungan kerja untuk meninjau
langsung unit kerja maupun proyek yang sedang
dibangun guna memastikan bahwa perencanaan
dan pelaksanaan sesuai dengan yang diharapkan.
In performing their duties, powers and duties, the
Board of Commissioners Pos Indonesia proactively
monitoring the performance of the Board of
Directors. During the year 2013, the Board of
Commissioners Board of Commissioners and Board
of Directors meetings as much as 13 times. The
Board also held a working visit to review the work
unit or project that is being built to ensure that the
planning and implementation as expected.
Berbagai perangkat dan kelengkapan tata kelola
perusahaan seperti Kode Etik Perusahaan, Pakta
Integritas dan Kebijakan Manajemen Risiko telah
ditetapkan dan diterapkan secara konsisten.
Dewan Komisaris memastikan pengawasan yang
menyeluruh atas semua kegiatan Perusahaan,
dibantu oleh peranan Komite Audit dan Komite
Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan Investasi.
Laporan hasil kerja masing-masing Komite di
bawah Dewan Komisaris tersebut disajikan pada
bagian lain Laporan Tahunan ini.
Dewan Komisaris berpendapat bahwa penerapan
GCG di lingkungan Pos Indonesia telah mangacu
pada garis-garis besar panduan tata kelola
perusahaan yang direkomendasikan oleh Komite
Nasional Kebijakan dan Governance (KNKG),
dengan berbagai penyempurnaan yang terus
dilakukan di tingkat pelaksanaannya.
Various devices and completeness of corporate
governance such as the Code of Ethics, Integrity
and Risk Management Policy has been established
and applied consistently. BOC ensure thorough
supervision over all activities of the Company,
assisted by the role of the Audit Committee and
Risk Management Oversight Committee and
Investment Business. Report of the work of each
Committee under the Board of Commissioners
presented elsewhere in this Annual Report.
Board of Commissioners believes that the
implementation of GCG at Pos Indonesia has
reffered the guide outlines the corporate
governance recommended by the National
Committee on Policy and Governance ( NCPG ),
with a range of improvements that continued
implementation level.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
73
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Dalam tiga tahun terakhir, Direksi di bawah
pengawasan Dewan Komisaris telah melakukan
berbagai penyempurnaan infrastruktur GCG yang
bersifat mendasar (fundamental), menyeluruh
(holistic) dan bersifat jangka panjang (strategic)
di semua bidang, di antaranya :
1. Penyempurnaan dan pembaharuan hard and
softstructure yang ada menuju infrastruktur
yang sesuai best practices, termasuk
peningkatan hard & soft structure Teknologi
Informasi (IT).
2. Penyempurnaan sistem kerja internal yang
ada menjadi proses bisnis yang memegang
prinsip kecepatan, efektif, kesederhanaan
dan fleksibel;
3. Penyempurnaan
dan
pembaharuan
sistem pembinaan SDM dari sistem yang
berorientasi pada pengawasan (controlling)
menjadi sistem yang berorientasi pada nilai
tambah (value added) melalui peningkatan
kompetensi SDM, penetapan standar kinerja,
dan cascading Key Performance Indicators
(KPI) terhadap tingkat jabatan satu dan dua
tingkat dibawah Direksi.
In the last three years, the Board of Directors under
the supervision of the Board of Commissioners has
undertaken various infrastructure improvements
GCG fundamental ( fundamental ), comprehensive
( holistic ) and long term ( strategic ) in all areas,
including :
1.
2.
3.
Improvement and renewal of existing hard
and softstructure towards appropriate
infrastructure best practices, including
improved hard and soft structure of
Information Technology ( IT ).
Completion of the internal workings of the
existing system into business processes
that hold the principle of velocity, effective,
simplicity and flexible ;
Improvement and renewal system of the
human resource development oriented
monitoring
system
(controlling)
into
system oriented value added (value added)
by improving the competence of human
resources, the establishment of performance
standards, and cascading Key Performance
Indicators ( KPI ) to the rank of one and two
levels under the Board of Directors.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility (CSR)
Dewan
Komisaris
senantiasa
memantau
kegiatan Perseroan yang berhubungan dengan
perkembangan berkelanjutan. Tanggung jawab
sosial Perseroan saat ini menjadi perhatian
terbesar dalam masyarakat. Dewan Komisaris
selalu menekankan bahwa tanggung jawab
sosial Perseroan (CSR) tidak sebatas pada budi
baik (goodwill) semata, tapi mencerminkan
seluruh kegiatan Perseroan. Dengan tujuan
untuk mencapai sesuatu yang lebih dari sekedar
kontribusi secara sukarela, Pos Indonesia
senantiasa berbagi ilmu dan teknologi melalui
pemberian pelatihan kewirausahaan/bisnis,
beasiswa serta pemasaran jasa pos.
2013
74
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The Board of Commissioners of the Company is
continuously monitoring the activities related to
sustainable development. Social responsibility
of the Company is currently the greatest concern
in the community. BOC has always stressed
that the company’s social responsibility (CSR)
is not limited to the favor (goodwill) per se, but
reflects all the activities of the Company. With
the aim to achieve something more than just a
voluntary contribution, Pos Indonesia continues
to share knowledge and technology by providing
entrepreneurial training / business, marketing
scholarship and postal services.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Tugas dan Peran Dewan Komisaris
Task and Role of the Board of Commissioners
Dewan
Komisaris
bertugas
melakukan
pengawasan terhadap kebijakan pengurusan
jalannya Perseroan pada umumnya baik mengenai
Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta
memberikan nasihat kepada Direksi termasuk
pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana
Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan
Anggaran Perseroan serta ketentuan Anggaran
Dasar dan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham, serta peraturan perundang-undangan
yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan
sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.
Kegiatan Dewan Komisaris yang dilakukan
selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:
1. Mengarahkan, memantau dan mengevaluasi
pelaksanaan kebijakan strategis Perseroan
yang dituangkan dalam RKAP/RJPP dalam
bentuk melakukan reviu kinerja Perseroan
secara periodik, memberikan rekomendasi
dan persetujuan atas tindakan korporasi
yang dilakukan oleh Direksi serta melakukan
pengawasan langsung proses produksi di
lapangan.
2. Memastikan
terselenggaranya
praktik
Good Corporate Governance (GCG) di Pos
Indonesia sesuai dengan kaidah dan norma
GCG yang berlaku umum.
3. Melaksanakan pengawasan jalannya sistem
pengendalian internal Perseroan, dibantu
oleh Komite Audit, hal ini untuk memastikan
terselenggaranya pengendalian internal
yang efektif serta mendorong sistem
pelaporan yang transparan dan akuntabel.
4. Dalam rangka meningkatkan efektivitas
tugas pengawas, Dewan Komisaris juga
senantiasa mengikuti seminar program
pengembangan diri melalui keikutsertaan
dalam acara seminar-seminar dan konferensi
jasa pos dan logistik, serta kursus singkat
yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga
swasta maupun pemerintah.
The Board of Commissioners to supervise the
course of the Company’s management policies
​​ the
in general good of the Company made by
Board of Directors as well as providing advice
to the Directors, including the supervision of
the implementation of the Company’s LongTerm Plan, Work Plan and Budget as well as the
Company’s Articles of Association and the decision
of the General Meeting of Shareholders, as well as
legislation in force, for the benefit of the Company
and in accordance with the aims and objectives of
the Company.
BOC activities undertaken during the year 2013
are as follows :
1. Direct,
monitor
and
evaluate
the
implementation of the Company’s strategic
policies as outlined in the CBP / RJPP
in the form of conduct periodic review
of the Company’s performance, provide
recommendation and approval of corporate
actions undertaken by the Board of Directors
and the direct supervision of production
processes in the field.
2. Ensuring the implementation of good
corporate governance practices ( GCG ) at Pos
Indonesia in accordance with the rules and
generally accepted norms of good corporate
governance.
3. Implement monitoring the course of the
Company’s system of internal control, assisted
by the Audit Committee, it is to ensure the
effective implementation of internal control
and reporting systems that encourage
transparent and accountable.
4. In order to improve the effectiveness of
supervisory duties, the Board always follows
the seminar program of self-development
through participation in events and
conferences seminars postal services and
logistics, as well as short courses held by
the agencies / private organizations and
government.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
75
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Sepanjang tahun 2013, telah dilaksanakan
kunjungan kerja Dewan Komisaris dan Komite
ke unit pelaksana teknis (UPT) dan kantor area
sebanyak 15 kali meliputi kunjungan ke kantor
pos, kantor area, dan MPC termasuk fasilitas
sosial dan fasilitas umum serta melakukan
pertemuan dengan para karyawan.
Throughout the year 2013, has carried out a
working visit to the Committee of the Board of
Commissioners and the technical implementation
unit ( UPT ) and 15 times the area office includes a
visit to the post office, an office area, and the MPC
including social facilities and public facilities as
well as a meeting with the employee.
Pada tahun 2013, telah terjadi pergantian
Komisaris yaitu Sdr. Harry Z Soeratin dan Sdr.
Tumpak H Panggabean pada susunan dewan
Komisaris Pos Indonesia. Saya mewakili Dewan
Komisaris Pos Indonesia menghaturkan terima
kasih atas sumbangsih beliau selama ini.
In 2013, there has been a change of Commissioner
is Mr. Harry Z Soeratin and Mr. Tumpak H
Panggabean on the composition of the Board of
Commissioners Pos Indonesia. I represent the
Board of Commissioners Pos Indonesia to thank
him for the above contribution.
Di samping kegiatan rutin seperti tersebut di
atas, Dewan Komisaris juga mengikuti kegiatan
non rutin yaitu antara lain mengikuti seminarseminar dan konferensi, mengadakan pertemuan
dengan tokoh masyarakat, pejabat Pemerintah
Daerah serta masyarakat di sekitar area usaha
pos yang terkait dengan kegiatan Perseroan,
sehingga diharapkan tercapai hubungan yang
harmonis dengan para stakeholders.
In addition to regular activities as mentioned
above, the Board also follows the non- routine
activities that include seminars and conferences,
meeting with community leaders, local government
officials and the business community around the
area of ​​the post related to the activities of the
Company, so that the relationship is expected to be
achieved harmony with stakeholders.
Prospek ke Depan
Prospects for the Future
Perseroan memiliki prospek usaha yang baik
di masa mendatang terutama peningkatan
produktivitas dibandingkan dengan best practice
industri kurir dan logistik. Penggunaan teknologi
informasi untuk kantor-kantor pos (termasuk
kantor pos di kecamatan) serta penggunaan
Portable Data Terminal (PDT) untuk efektivitas
operasional sekaligus menambah pendapatan
(lain-lain).
2013
76
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The company has good business prospects in the
future, especially the increase in productivity
compared to best practices courier and logistics
industry. The use of information technology
for post offices (including the post office in the
district) and the use of Portable Data Terminal
(PDT) for operational effectiveness and increase
revenue (others).
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Penutup
Remarks
Pada kesempatan ini Komisaris mengucapkan
selamat dan menyampaikan apresiasi kepada
jajaran Direksi dan seluruh karyawan PT Pos
Indonesia (Persero) atas prestasi yang telah
dicapai pada tahun 2013. Upaya pencapaian target
produktifitas, pendapatan, laba dan efisiensi
biaya produksi tetap menjadi fokus Perseroan.
Meskipun kelihatannya sederhana, tantangan
ini sangat berat dan memerlukan waktu yang
bertahap sebelum kemajuan signifikan tersebut
tercermin dalam hasil operasional Perseroan.
Komisaris yakin bahwa dalam kurun waktu
enam belas tahun perjalanan PT Pos Indonesia
(Persero) tentu telah memiliki keunggulan
dalam pengetahuan serta kemampuan mengelola
Perseroan jaringan postal dengan baik. Komisaris
juga yakin bahwa PT Pos Indonesia (Persero)
sangat menguasai core business-nya, sehingga
produktivitas Perseroan pun menjelma menjadi
yang terbaik di industrinya.
On this occasion Commissioner congratulated and
expressed appreciation to the Board of Directors
and all employees of PT Pos Indonesia ( Persero
) for achievements in 2013. Efforts to achieve the
targets of productivity, revenue, profit and cost
efficiency of production remains the focus of the
Company. While it seems simple, this challenge
is very heavy and requires a gradual time before
significant progress is reflected in the operating
results of the Company. Commissioner believes
that in a period of sixteen years traveling PT
Pos Indonesia ( Persero ) would have had an
advantage in knowledge and ability to manage the
Company’s postal network properly. Commissioner
also believes that PT Pos Indonesia ( Persero ) is
master of its core businesses, so that productivity
Perseroanpun transformed into the best in the
industry.
Akhirnya, marilah kita memohon kepada Tuhan
Yang Maha Kuasa, semoga kita senantiasa
diberikan bimbingan dan kekuatan, sehingga
kita dapat melaksanakan tugas-tugas kita dalam
mengelola Perseroan dengan sebaik- baiknya.
Finally, let us ask the Almighty God, may we
always be given guidance and strength, so that we
can carry out our duties in managing the Company
as well as possible.
Di tahun-tahun yang akan datang, masih
banyak hal yang perlu dilakukan, masih banyak
tantangan yang harus dilalui dan masih banyak
peluang yang harus diraih untuk menciptakan
nilai tambah bagi Perseroan guna melanjutkan
kemajuan PT Pos Indonesia dalam merealisasikan
visi dan misi-nya.
In the years to come, there are still many things
that need to be done, there are still many
challenges that must be passed and there are
still many opportunities to be achieved to create
added value for the Company to continue the
advancement of PT Pos Indonesia in realizing its
vision and mission.
Jakarta, April 2014 / April 2014
Atas nama Dewan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero)
On behalf of Board of Commissioners of PT Pos Indonesia (Persero)
Basuki Yusuf Iskandar
Komisaris Utama | President Commissioner
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
77
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Profil Dewan Komisaris
Profile of the Board of Commissioners
Basuki Yusuf Iskandar lulus Ph.D
Interdisciplinary Study (Management
Of
Technology)
dari
Universitas
Nashville Tennessee Amerika Serikat
tahun 2000. Sebelumnya pada tahun
1987 ia mendapatkan gelar insinyur
dari Teknik Sipil - Universitas Gajah
Mada Yogyakarta. Sebelum menjabat
sebagai anggota Dewan Komisaris
Pos Indonesia, Basuki Yusuf Iskandar
pernah menjabat Kepala Bagian Sistem
dan Prosedur Kemitraan pada Biro Bina
Kemitraan Usaha, Direktur Kebudayaan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
Direktur Pengairan dan Irigasi, dan
Direktur Jenderal Pos dan Informatika.
Usia pertanggal 31 Desember 2013
adalah 53 tahun.
Basuki Yusuf Iskandar
Komisaris Utama
President Commissioner
2013
78
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Basuki Yusuf Iskandar Ph.D was
graduated from Interdisciplinary Studies
(Management of Technology) from the
University of Nashville Tennessee United
States in 2000. Earlier in 1987 he earned an
engineering degree from Civil Engineering,
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Prior to serve as a member of the Board
of Commissioners of Pos Indonesia, Basuki
Yusuf Iskandar was formerly as a Head of
the Systems and Procedures Partnership
of Bureau Community of Development
Business Partnership, Director of Culture,
Science and Technology, Director of Water
and Irrigation, and the Director General of
Post and Information Technology. He was
53 years old as of December 31, 2013.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Noor Ida Khomsiyati
Komisaris
Commissioner
Karyono Supomo, Pria kelahiran
Cilacap, tahun 1951 selain menjabat
sebagai Komisaris Independen PT Pos
Indonesia aktif pula menjadi Ketua Tim
Pembangunan Rumah Sakit Pekerja di
KBN Cakung. Pernah menjabat sebagai
Direktur perusahaan pertanian dan
kehutanan, Direktur Pembinaan IV
(Kementerian Keuangan), Direktur
perusahaan agro industri, Kepala Biro
Perencanaan dan SDM (Kementerian
BUMN). Pendidikan lain dalam negeri
Kursus Good Corporate Governance di
Price Water House Cooper dan Kursus
Keterbukaan & Sistem Keuangan di
Universitas Indonesia. Pendidikan
Luar Negeri di Studi Banding
Kawasan Berikat di Shanghai China
dan Studi Banding Kawasan Industri
di Rugau Shanghai China. Karyono
Supono mendapatkan penghargaan
Satyalancana Karya Satla XX tahun
dan Satyalancana Karya Satya XXX
tahun di Departemen Keuangan. Usia
pertanggal 31 Desember 2013 adalah
62 tahun.
Noor Ida Khomsiyati sebelum menjabat
Sebagai Anggota Dewan Komisaris
PT Pos Indonesia Beliau juga tercatat
sebagai Kabag Pelayanan dan bantuan
hukum I. Wanita yang berasal dari
kota Pati ini Pada tahun 2005 telah
menyelesaikan pendidikannya sebagai
Sarjana Magister Manajemen Pada
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya,
Beliau juga menyandang Gelar Sarjana
Hukum lulus tahun 1995 di Universitas
Diponegoro, Beliau pernah aktif sebagai
Anggota Tim Pengacara Mentri BUMN,
Anggota Tim Likuidasi PT Perkantoran
dan Perhotelan Indonesia, Anggota
Sekretariat Tim Kerja Penyusunan RUU
BUMN, Ketua Tim Penyusunan sejarah
nasionalisasi aser BUMN, Anggota
Tim Privatisasi PT Garuda Indonesia
(Persero), Anggota Tim Privatisasi PT
Waskita Karya (Persero), Anggota Tim
Privatisasi PT Semen Baturaja (Persero),
Staf Dewan Komisaris PT PPI (Persero),
Usia pertanggal 31 Desember 2013
adalah 42 Tahun.
Before serving as a member of the Board of
Commissioners of PT Pos Indonesia, Noor
Ida Khomsiyati also recorded as the Head
of the First Legal Service and Assistance.
Ida, who came from the town of Pati, has
completed her studies as a graduated
Master of Management at the University
of Jakarta Raya Bhayangkara in 2005.
She also holds a law degree graduating
in 1995 at the University of Diponegoro,
she was actively as a member of the team
of lawyers the Minister of State-Owned
Enterprises (SOE), The Liquidation Team
Member of PT Office and Hospitality
Indonesia Corporation, Member of the
Secretarial of the Team Drafting the Bill of
SOE’s, a Member of Diverting Teams which
Form a Company of Perhutani, Sectoral
Regulation Policy Team Member that
Inhibit State-Owned Enterprises, a Member
of Privatization Team of PT Waskita Karya
(Corp.), a Member of Privatization Team
of PT Semen Baturaja (Corp.), Board of
Commissioner’s Staff of PT PPI (Corp.), She
is 42 years old as of December, 31, 2013.
Karyono Supomo, born in Cilacap, 1951,
in addition to serving as Independent
Commissioner of PT Pos Indonesia, he
is also active as a Chairman of hospital
development for workers at KBN
Cakung. Karyono has served as Director
of agriculture and forestry company,
Director of Development IV (Ministry of
Finance), Director of Finance and General
of Public Corporation (Perum) Jamkrindo,
Head of Planning and Human Resources
(Ministry of State-Owned Enterprises),
Director of Administration and Finance of
PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).
He followed courses of Good Corporate
Governance at Price Water House Cooper,
and Disclosure & Financial Systems
Course at the University of Indonesia.
He also followed the comparative study
at Bonded Zone and at Rugau Industrial
Zone in Shanghai, China. He was awarded
Satyalancana Karya Satya XX Years and
Satyalancana Karya Satya XXX Years in
Treasury Departement. He is 62 years old
by the end of December 2013.
Karyono Supomo
Komisaris
Commissioner
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
79
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Dedi Syarif Usman
Komisaris
Commissioner
Bambang Widianto, menyelesaikan
pendidikan di Institut Teknologi
Bandung, Boston University dan
Northeastern
University.
Selain
menjadi anggota Dewan Komisaris
PT Pos Indonesia (Persero), Bambang
Widianto
adalah
Deputi
bidang
Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan
Kemiskinan/Sekretaris
Eksekutif
di Tim Nasional untuk Percepatan
Penanggulangan
Kemiskinan
dari
Wakil Presiden, Dosen Pasca Sarjana
Kebijakan Publik Nasional Institute
(LAN),
Dosen
Program
Pasca
Perencanaan dan Kebijakan Umum
di Universitas Indonesia. Membuat
Sebagian besar dari Kebijakan Upah
Minimum (Laporan Kerja, BAPPENAS,
Jakarta, September 2003). “Reformasi
Perlindungan
Sosial
Sistem
di
Negara deveoping Indonesia “, 20-21
Oktober 2011, Institut Pengembangan
Penelitian
dan
Pengembangan
Kebijakan, Ruhr-Univesitat, Bochum,
JERMAN). Usia pertanggal 31 Desember
2013 adalah 54 tahun.
2013
80
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Noor Ida Khomsiyati
DEDI SYARIF USMAN Selain menjabat
sebagai Anggota Dewan Komisaris Pos
Indonesia Beliau juga masih menjabat
sebagai Direktur kekayaan negara
dipisahkan,DJKN-KEMEKEU. Dan Beliau
juga menjabat sebagai Anggota Dewan
Pengawas Gelora Bung Karno sejak
2012. Pria yang lahir pada tanggal
22 April 1965 ini mendapatkan gelar
Master of Arts Economics dari University
of Cororado at Denver,US dan lulus pada
tahun 1998. Beberapa Jabatan yang
pernah menjadi tanggung jawab Beliau
yaitu sebagai Staf pada Biro PNP BUPLN,
Kepala Seksi Piutang BBD Biro PNP
BUPLN, Kepala Seksi Piutang Negara
Perbankan KP3N Jakarta 1 BUPLN,
Kepala KP2LN Tegal DJPLN, Kepala
KP2LN Bandung II DJPLN, Kepala Bagian
Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat
DJKN, Kepala Bagian Organisasi dan
Kepatuhan Internal Sekretariat DJKN,
Direktur Barang Milik Negara DJKN
KEMENKEU.
Usia
pertanggal
31
Desember 2013 adalah 48 Tahun.
Bambang Widianto graduated from
Institut Teknologi Bandung, Boston
University and Northeastern University. In
addition to being a member of the Board
of Commissioners of PT Pos Indonesia
(Persero), Bambang Widianto is a Deputy
for Social Welfare and Poverty Alleviation/
Executive Secretary - National Team for
the Acceleration of Poverty Reduction
(TNP2K) Office of the Vice President,
Lecturer Graduate Program of Public
Policy National Institute for Public Policy
(LAN), and Lecturer Graduate Program
of Planning and Public Policy - School of
Economics University of Indonesia. . The
Political Economy of Social Protection
Reforms in Indonesia (Paper presented
at
The
International
Conference
“Reforming Social Protection System in
Indonesia Deveoping Countries”, October
20,21, 2011, Institute of Development
Research and Development Policy, RUHRUnivesitat, Bochum, GERMANY). He is
54years old by the end of December 2013.
DEDI SYARIF USMAN in addition to serving
as a member of the Board of Commissioners
Pos Indonesia he also still served as Director
of the Separated Wealth of Nations, DJKNKEMEKEU. And he also serves as a member
of the Board of Trustees of Bung Karno
Stadion Park since 2012. The man who was
born on April 22, 1965 earned his Master
of Arts in Economics from the University of
Cororado at Denver, US, and graduated in
1998. He comes from the city of Bandung
and has attended Training State Asset
Management in TOKYO, Head of the
Bureau of Accounts Receivable Section BBD
PNP BUPLN, Head of the Country’s Banking
Accounts Receivable Section KP3N Jakarta
1 BUPLN, Head of Tegal DJPLN KP2LN,
Head of the Bandung II DJPLN KP2LN, Head
of The organization and Governance of the
Secretarial DJKN, Head of The organization
and Internal Compliance Secretarial DJKN,
Director of the State-Owned Property
of DJKN KEMENKEU. He is 48 years as of
December 31, 2013.
Bambang Widianto
Komisaris
Commissioner
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Bobby Hamzar Rafinus
Komisaris
Commissioner
Bobby Hamzar RAFINUS selain menjabat
sebagai Anggota Dewan komisaris PT.
Pos Indonesia sejak Desember 2013,
Beliau juga menjabat sebagai Pelaksana
Tugas Deputi Menko Perekonomian
Bidang Koordinasi Fiskal Dan Moneter,
Kementrian Koordinator Perekonomian
per Januari 2013-Sekarang. Pria
kelahiran 15 Januari 1961 pernah
terdaftar
sebagai
mahasiswa
di
Columbia University dan lulus pada
tahun 1995, Sarjana Teknik, Jurusan
Perencanaan Wilayah & Kota ITB Lulus
Tahun 1987. Lembaga Administrasi
Negara, Macroeconomic and financial
Policy, IMF Institute,Washington, Fiscal
Decentralization in Developing and
Transition Economies, Georgia State
University and World Bank Institute,
Atlanta, pada tahun 2000, Beliau juga
menerima penghargaan Satyalancana
Karya Satya 10 Tahun dan penghargaan
Satyalancana Karya Satya 20 Tahun
pada Tahun 2010. Beliau juga tercatat
aktif sebagai pengajar Sekolah Tinggi
Ilmu Administrasi hingga sekarang. Usia
pertanggal 31 Desember 2013 adalah 52
Tahun.
Bobby Hamzar RAFINUS in addition to
serving as a member of the Board of
Commissioners of PT Pos Indonesia from
December 2013, he also served as Acting
Deputy Coordinating Minister for Economic
Coordination of Fiscal and Monetary Fields,
the Ministry of Coordinating Economy from
January 2013 to now. Born January 15,
1961, study at Columbia University and
graduated in 1995. He is a Bachelor of
engineering, Department of City Planning
ITB and graduated in 1987. Institute of
Public Administration, Macroeconomic
Policy for Decision Macroeconomic and
Financial Policy, IMF Institute, Washington,
Fiscal Decentralization in Developing and
Transition Economies, the Georgia State
University and World Bank Institute,
Atlanta, dan GlobalFinancial Crisis and
reform Program at Harvard Institute for
International Development,Boston. In
addition to a wide range of training has
followed, in 2000, he was also awarded
Satyalancana Karya Satya 10 years and
awards Satyalancana Karya Satya 20
years in 2010. He is also active as a teacher
of STIA up to now. He is 52 years old as of
December, 31, 2013
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
81
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Laporan Direksi
Report from the Board of Directors
Budi Setiawan
Direktur Utama
President Director
Pemegang Saham yang terhormat,
Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur
ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala
berkah dan rahmat yang dilimpahkan-Nya,
sehingga Pos Indonesia kembali mencapai
kinerja yang menggembirakan pada tahun 2013,
dan berhasil meningkatkan laba keuangan yang
signifikan.
2013
82
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Dear Shareholder,
First of all we pray our praise and gratitude to
God Almighty for all the blessings and graces
bestowed on him, so Pos Indonesia will achieve an
encouraging performance in 2013 , and succeeded
in significantly increasing the financial profit.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Kinerja Pos Indonesia tahun 2013 secara umum
mencapai hasil yang baik. Hal ini dapat terlihat
dari hasil kinerja yang lebih tinggi dari realisasi
tahun 2012 serta melampaui target RKAP tahun
2013. Perusahaan telah melaksanakan RKAP
2013 dengan menunjukkan laba konsolidasian
sebelum pajak sebesar Rp 317,00 Milyar
atau 100,01% di atas target laba sebesar Rp
316,96 Milyar dan meningkat 49,29% dari laba
konsolidasian sebelum pajak tahun 2012 sebesar
Rp 212,33 Milyar.
Pos Indonesia’s performance in 2013 is generally
achieved good results. It can be seen from the
higher performance than the realization in 2012
and exceeded the target of CBP in 2013. The
Company has implemented the CBP 2013 and show
consolidated profit before tax of Rp 317.00 billion
or 100.01 % above the target profit of Rp 316.96
billion, and rose 49.29 % of the consolidated profit
before tax in 2012 of Rp 212.33 billion
Dilihat dari tingkat kesehatan BUMN, Pos Indonesia tetap digolongkan sebagai
perusahaan dengan kategori sehat (A) sesuai Keputusan Menteri Negara Badan
Usaha Milik Negara nomor: KEP-100/MBU.10/2002. Nilai bobot tingkat kesehatan
Perusahaan tahun 2013 adalah sebesar 79,50 dengan kualifikasi “SEHAT” kategori
A. Kinerja kesehatan perusahaan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian
di tahun 2012 sebesar 75,00 kualifikasi “SEHAT” kategori A. Sedangkan untuk
pencapain KPI meraih predikat “Baik” A-2.
Judging from the level of health of SOE, Pos Indonesia remains classified as a company with
a healthy category ( A ) according to the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises
number: KEP-100/MBU.10/2002 . Weighted value of soundness Company in 2013 amounted
to 79.50 with a qualifying “HEALTHY” – “A” category. Performance of corporate wellness is
higher than the achievement in 2012 of 75.00, qualifiers “HEALTH” – “A” category. As for KPI
achievement, the Company has awarded as “Good” A - 2
Kinerja perusahaan
Performance of the Company
Kebijakan strategis yang kami lakukan untuk
mendukung pencapaian sasaran perusahaan
pada tahun 2013 adalah dengan melakukan
“Extend Core Business” atau melakukan ekspansi
terhadap bisnis inti dengan implementasi
beberapa enabling projects seperti perbaikan
struktur pasar di bisnis suratpos dan paketpos
serta memperluas layanan di bisnis jasa
keuangan. Beberapa kebijakan yang dilakukan,
yaitu melakukan business strengthening pada
tiga fondasi bisnis utama (core business) yakni
suratpos dan paketpos, logistik melalui anak
perusahaan dan jasa keuangan. Di samping bisnis
inti tersebut, perusahaan juga telah menetapkan
pengelolaan non core business secara optimal
dengan lebih mengefektifkan utilitas aset yang
dimiliki perusahaan, baik dalam wadah bisnis
properti ataupun bisnis lainnya serta pengelolaan
cash management oleh Unit Treasury.
Strategic policy that we do to support the
achievement of corporate goals in 2013 is to do
“Extend Core Business “ or expanding the core
business by enabling the implementation of several
projects such as improvements in market structure
in mail and parcel business and expand services in
the financial services business . Some policies are
carried out , which is doing business strengthening
to the foundations of three major business (core
business ) namely mail and parcel, logistics
business through its subsidiaries, and financial
services. In addition to the core business, the
company also has set the management of non-core
business to further streamline the optimal utility
assets owned by the company, either in property
business or other business as well as managing the
cash management by the Treasury Unit.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
83
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Perusahaan telah mengimplementasikan dan
menyajikan laporan keuangan konsolidasian
tahun 2013 sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan terkini (Konvergensi IFRS). Perusahaan
mengkonsolidasikan 2 (dua) laporan Anak
Perusahaan yaitu PT. Bhakti Wasantara Net
(BWN) dan PT. Pos Logistik Indonesia (PLI).
Laporan keuangan konsoloidasian Pos Indonesia
tersebut telah diaudit oleh KAP Gani Sigiro dan
Handayani (Grant Thornton) selaku Auditor
Independen, dengan opini KAP yang diperoleh
adalah wajar tanpa pengecualian.
2013
Pendapatan usaha PT Pos Indonesia (Persero)
pada tahun 2013 mencapai sebesar Rp 4.174,90
Milyar atau 90,37% dari RKAP sebesar Rp
4.620,02 Milyar. Pencapaian pendapatan usaha
pada tahun 2013 ini mengalami kenaikan sebesar
25,15%, jika dibandingkan dengan realisasi tahun
2012. Sebagaimana tahun - tahun sebelumnya,
kontribusi pendapatan usaha terbesar masih
berasal dari pendapatan bisnis Surat dan Paket
serta Jasa Keuangan masing-masing sebesar
53,15% dan 34,22%. Pendapatan surat dan paket
tahun 2013 terealisasi sebesar Rp 2,2 Trilyun atau
88,94% dari target RKAP sebesar Rp 2,5 Trilyun,
namun masih mengalami kenaikan sebesar
18,62% bila dibandingkan realisasi tahun 2012.
Pendapatan Jasa Keuangan sebesar Rp 1,448
Trilyun atau 97,88% dari RKAP 2013 sebesar
Rp 1,480,20 Milyar, atau mengalami kenaikan
26,42% bila dibandingkan dengan realisasi tahun
2012.
84
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The Company has implemented and presents
the consolidated financial statements in 2013
according to the latest Financial Accounting
Standards (IFRS Convergence). The Company
consolidates two (2 ) Subsidiary report as PT .
Bhakti Wasantara Net (BWN) and PT Pos Logistics
Indonesia (PLI). Pos Indonesia consolidated
financial statements have been audited by KAP
Gani Sigiro and Handy ( Grant Thornton ) as
Independent Auditor, obtained by KAP opinion is
unqualified.
Operating revenues of PT Pos Indonesia (Persero)
in 2013 reached Rp 4,174.90 billion or 90.37
% from Rp 4620.02 billion CBP. Achievement of
operating revenues in 2013 increased by 25.15
%, when compared with the year 2012. As the
previous year, the biggest contribution revenue
still comes from mail and parcel business revenue
as well as the Financial Services which respectively
are 53.15 % and 34.22 %. Mail and Parcel revenue
realized in 2013 amounted to Rp 2.2 trillion or
88.94 % of the CBP target of Rp 2.5 trillion, but
is still an increase of 18.62 % when compared
to the year 2012. Financial Services revenue of
Rp 1.448 trillion or 97.88 % of the CBP in 2013
of Rp 1,480,20 billion, or 26.42 % increase when
compared to the realization in 2012.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Di Indonesia, industri pos juga telah mengalami
perubahan. Hal ini ditandai antara lain oleh
menurunnya volume pengiriman surat domestik
dan perubahan regulasi pemerintah. Di lain pihak,
perubahan regulasi pemerintah di bidang pos
menyebabkan persaingan antar penyelenggara
pos di Indonesia. Oleh karena itu, Pos Indonesia
diharapkan dapat menyesuaikan diri berkaitan
dengan adanya perubahan di atas.
In Indonesia, the postal industry has also undergone
a change. It is characterized among other things by
a decrease in the volume of domestic mail delivery
and changes in government regulation . On the
other hand, changes in government regulation
led to competition among postal mail providers in
Indonesia. Therefore, Pos Indonesia is expected to
adjust to the changes associated with the above.
Untuk membangun perusahaan jaringan ke
depan, perusahaan menggunakan referensi
keberhasilan transformasi administrasi pos
dunia menjadi perusahaan sukses dalam
pemanfaatan pengembangan jaringan pelayanan,
pengembangan layanan dan pengembangan
Sumber Daya Manusia.
To build a network company in the future, the
company uses the successful transformation of
the world postal administrations as reference in
becoming successful companies in the utilization
of network development services and human
resource development.
Menghadapi pasar surat yang mulai jenuh,
pasar paket dan logistik yang terus tumbuh,
jasa transaksi keuangan yang makin ketat
persaingannya, dan meningkatnya perdagangan
secara on-line sehingga permintaan akan jasa
distribusi/ pengantaran makin tingi, di masa
depan Pos Indonesia diarahkan untuk mampu
menjadi perusahaan jaringan terbesar di
Indonesia. Keberadaan Pos Indonesia sebagai
perusahaan jaringan dititikberatkan pada
pengembangan
infrastruktur,
konektivitas
dan jasa yang terintegrasi didukung teknologi.
Perbaikan pada infrastruktur jaringan antara
lain on-line kantor pos dan perbaikan sistem
aplikasi bisnis telah mampu meningkatkan
kemampulabaan perusahaan sejak tahun 2009.
Facing saturated mail markets, parcel and logistics
market continues to grow, financial transaction
services increasingly tough competition, and
increased trade on-line so that the demand
for service distribution / delivery increasingly
steeper, Pos Indonesia in the future is able to
be directed to Indonesia’s largest networking
companies. Pos Indonesia as a network company
emphasized on the development of infrastructure,
connectivity and services that are integrated and
supported technologies. Improvements in network
infrastructure, among others, on-line post office
and improvements of business application systems
has been able to improve the profitability of the
company since 2009.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
85
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Prospek usaha
Business Prospects
Pos Indonesia, perusahaan milik rakyat Indonesia,
turut menunjang percepatan pemerataan
pembangunan, dengan semakin terhubungnya
nusantara melalui layanannya. Salah satu bukti
nyata dari kontribusi jaringan Pos Indonesia
ialah penyelenggaraan layanan jasa keuangan
kepada masyarakat yang belum tersentuh oleh
layanan perbankan (unbanked population). Hal ini
sejalan dengan program financial inclusion bagi
masyarakat yang selama ini belum memiliki akses
terhadap layanan jasa keuangan. Pengembangan
bisnis jasa keuangan Pos Indonesia melalui skema
kerja sama dengan perusahaan perbankan dan
lembaga keuangan lainnya akan meningkatkan
akses dan ragam layanan jasa keuangan bagi
masyarakat luas. Financial inclusion mendorong
peningkatan perekonomian dan taraf hidup
masyarakat. Kontribusi Pos Indonesia untuk
membantu pemerintah dalam memeratakan
pembangunan dan menciptakan financial
inclusion menjadikan Pos Indonesia sebagai salah
satu motor penggerak perekonomian (engine of
growth) Indonesia.
Direksi dan segenap jajaran manajemen Pos
Indonesia menyadari perlunya memperkuat
posisi perusahaan menjadi trusted postal
service company. Setelah 268 tahun sebagai
perusahaan yang bergerak di bidang jasa postal
yaitu pengiriman berita, barang, dan uang, Pos
Indonesia saat ini telah menjadi perusahaan
yang berhasil mengembangkan bisnis postal
menjadi bisnis yang tumbuh pesat. Di bidang
pengiriman berita, saat ini tidak saja melalui
pengiriman fisik namun juga memiliki kapabilitas
pengiriman data secara elektronik, kemampuan
mencetak, meng-insert dan melakukan antaran
dalam satu rangkaian proses. Demikian pula di
bidang jasa keuangan telah terjadi pekembangan
yang sangat signifikan, sehingga banyak mitramitra biller menggunakan kemampuan layanan
bisnis keuangan Pos Indonesia untuk menerima
pembayaran, distribusi uang dan remitansi.
Kemampuan ini akan terus dikembangkan ke
depan sehingga memperkuat posisi perusahaan
2013
86
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pos Indonesia, the company belongs to the people
of Indonesia, contributed to the acceleration
of equitable development, with increasingly
interlinked through its services nationwide. One
of the clear evidence of the contribution of Pos
Indonesia network is organizing financial services
to people who have not been touched by banking
services (unbanked population). This is in line
with the financial inclusion program for people
who have not had access to financial services. Pos
Indonesia’s financial service Business Development
through cooperation scheme with banking
companies and other financial institutions will
increase access and diversity of financial services
for the wider community. Financial inclusion
boost the economy and standard of living. Pos
Indonesia contributions to assist the government
in distributing development and creating financial
inclusion makes Pos Indonesia as one of the motor
of the economy (engine of growth) in Indonesia.
Directors and all levels of management of Pos
Indonesia realizes the need to strengthen the
company’s position to be trusted postal services
company. After 268 years as a company engaged
in the field of postal services such as the delivery of
news, goods, and money, Pos Indonesia has become
a company that successfully developed a postal
business into growing business rapidly. In the
field of news delivery, this time not only through
physical delivery but also has the capability of
sending data electronically, print capabilities,
and inserting the conduct of delivery in a series of
processes. Similarly in the field of financial services
has taken place a very significant developments,
so many biller partners using financial business
services capabilities of Pos Indonesia to receive
payment, the distribution of money and
remittances. This capability will be developed to
strengthen the position so that the company as
a network corporation. The company currently
has 4,067 post offices, and will be programmed
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
sebagai perusahaan jaringan. Perusahaan saat
ini memiliki 4.076 kantor pos, dan ke depan
diprogramkan akan menjadi mencapai 7.500
sampai dengan 10.000 kantor di akhir tahun
2018. Kantor-kantor tersebut akan terhubung
secara fisik dan on-line yang akan mengukuhkan
Pos Indonesia sebagai perusahaan jaringan
layanan terluas dan terhandal di Indonesia.
next to reach 7,500 up to 10,000 office at the end
of 2018. The offices will be connected physically
and on-line that will strengthen the company Pos
Indonesia as the largest and most reliable service
network in Indonesia.
Mengembangkan perusahaan dari single company
menjadi multi companies. Hasil kajian Booz&Co.,
dan kajian penyelarasan yang dilakukan Ernst
& Young Indonesia (EYI), diperoleh kesimpulan
bahwa pengelolaan bisnis perusahaan ke depan
perlu dilakukan secara lebih fokus pada masingmasing bisnis. Hal ini dimaksudkan agar terjadi
peningkatan daya saing yang tinggi melalui
organic growth dan in-organic growth. Sebagai
wujud perusahaan menjadi multi companies,
perusahaan pada awal tahun 2012 telah
membentuk PT Pos Logistik Indonesia dan pada
akhir tahun 2013 telah dibentuk anak perusahaan
PT Pos Properti.
From Booz & Co. study results and alignment
study conducted by Ernst & Young Indonesia (
EYI ), it is concluded that managing the future
of the company’s business needs to focus on each
business. This meant that the company should
increase its high competitiveness through organic
growth and in-organic growth. As a firm which
has an intention to be multiple companies, in early
2012 the company has formed PT Pos Logistik
Indonesia and at the end of 2013 the company has
established PT Pos property as a subsidiary.
Mempertimbangkan prospek bisnis perusahaan
yang tetap tumbuh, kami juga akan merevitalisasi
layanan yang selama ini telah dijalankan,
kemudian akan ditambah dengan dua lini bisnis
baru, yaitu bisnis ritel dan bisnis properti.
Pembentukan bisnis ritel dan properti sebagai
unit usaha baru, akan melengkapi 3 portofolio
bisnis yang sudah ada, yaitu bisnis surat dan paket
pos, bisnis logistik, dan bisnis jasa keuangan.
Kedua bisnis baru tersebut diposisikan sebagai
engine growth untuk peningkatan pendapatan
dari lini bisnis baru.
Kantor Pos Pariaman
Pariaman Post Office
Considering the business prospects of the company
continue to grow, we will also revitalize the service
which has been run, then added with two new lines
of business, namely retail and property businesses.
Formation of the retail business and property as a
new business unit, will complement the 3 existing
portfolio of businesses, namely mail and parcel
post business, logistics business, and financial
services business. Both of the new business is
positioned as a growth engine for the increase in
revenue from new business lines.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
87
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Implementation of Corporate Governance
Pos Indonesia bertekad untuk menjalankan
Perusahaan dengan prinsip-prinsip tata kelola
sesuai dengan best practice perusahaan kelas
dunia, memegang teguh moral dan etika
pengelolaan yang sehat, tanpa meninggalkan
asas profesionalisme. Kami berusaha senantiasa
memperbaiki tata kelola perusahaan dengan
membangun sistem-sistem manajemen di organorgan yang ada pada perusahaan. Diharapkan
semua organ yang ada mampu menjalankan
peran dan tanggung jawabnya masing-masing
secara transparan, accountable, responsible,
independent, dan fair (TARIF).
Pos Indonesia is determined to run the
company with good governance principles in
accordance with the best practices of world-class
companies, uphold moral and ethical of healthy
management, without abandoning the principle
of professionalism . We are constantly trying
to improve corporate governance by building
management systems in the organs that exist in
the company . It is expected that all existing organ
is able to perform the role and responsibilities
in a transparent, accountable, responsible,
independent, and fair ( TARIF).
Program lain adalah melakukan kegiatan
sosialisasi. Sosialisasi GCG dan Code of Conduct
dilakukan melalui media, baik Wahana Pos maupun
web Pos Indonesia, serta sosialisasi langsung
khususnya mengenai Program Pengendalian
Gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) terhadap Dewan Komisaris, Direksi, dan
para pegawai di Pos Indonesia maupun sosialisasi
terhadap stakeholders. Dan pada kesempatan
itu, Direksi dan Dewan Komisaris disaksikan
oleh Direktur Gratifikasi KPK menandatangani
komitmen untuk menerapkan pengendalian
gratifikasi di lingkungan Pos.
Another programme is perform activities of
socialization. Socialization of GCG and the Code
of Conduct is done through the media, both the
post and the postal web-Probe Indonesia, as well
as direct socialization especially concerning
Gratuities Control Program by the Corruption
Eradication Commission (KPK) to the Board of
Commissioners, Board of Directors, and the officers
in Pos Indonesia as well as socialization of Postal
stakeholders. And on that occasion, the Board of
Directors and Board of Commissioners witnessed
by Director Gratuities KPK signed a commitment
to implement a control of gratification in Pos
Indonesia environment.
Pada tahun 2013, beberapa program penerapan
tata kelola perusahaan telah dilaksanakan.
Kegiatan yang dilakukan adalah antara lain
merevisi kebijakan-kebijakan Tata Kelola seperti
Panduan Penerapan GCG (Code of Corporate
Governance), Board Manual, Pedoman Etika
Bisnis dan Tata Perilaku (Code of Conduct)
serta membuat draft kebijakan Whistleblowing
System (WBS) dan draft kebijakan Pengendalian
Gratifikasi (bekerjasama dengan KPK).
2013
88
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
By
2013,
some
corporate
governance
implementation
programme
has
been
implemented. The activities undertaken are,
among others, revise policies such as Governance
Guide implementation of GCG (Code of Corporate
Governance), Board manuals, guidelines for
Ethical Business Conduct (Code of Conduct) as
well as create a Whistleblowing Policy draft
System (WBS) and Gratuity Control policy draft
(in collaboration with the KPK).
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Direksi sangat berkomitmen terhadap penerapan
GCG, antara lain dengan menindaklanjuti
kekurangan-kekurangan pada hasil assessment
GCG tahun 2012 dengan melakukan perbaikan
pada AOI (area of improvement), berkomitmen
untuk melakukan kerjasama dengan mitra
sesuai dengan prinsip-prinsip TARIF, mentaati
Code of Conduct dan tidak menerima gratifikasi
dalam bentuk apapun, yang ditandai dengan
melakukan
penanda-tanganan
bersama
pernyataan komitmen antara Direksi dan
mitra kerja Pos, mengikuti kegiatan peratingan
GCG (CGPI) yang diadakan oleh IICG dan PT
Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan
sebagai “Perusahaan Terpercaya” (Indonesian
Trusted Company), serta berkomitmen mengikuti
kegiatan Roadmap BUMN Bersih (BUMN) yang
dicanangkan oleh Kementerian BUMN.
The Board of Directors is committed to the
implementation of GCG, among others with follow
up deficiencies on the results of assessment of
GCG in 2012 by doing repairs in AOI (area of
improvement), committed to cooperating with
partners in accordance with the principles of
TARIF, to obey the Code of Conduct and did not
receive a gratuity in any form, marked by signing a
joint statement of commitment between directors
and partners, following the rating of GCG (CGPI)
which is held by PT Pos Indonesia and IICG. Pos
Indonesia won the award as a “trusted company”
(Indonesian Trusted Company), and is committed
to follow the Roadmap SOEs administered by the
Ministry of STATE-OWNED ENTERPRISES.
Manajemen Risiko yang efektif dapat membantu
Perusahaan dalam usahanya untuk menghindari
atau paling tidak meminimalkan kerugian
potensial (potential loss), biaya-biaya yang
terpaksa harus dikeluarkan, mempertahankan
lingkungan kerja yang kondusif dan dapat
meningkatkan
shareholder
value.
Direksi
telah menyusun pedoman umum manajemen
risiko yang perlu ditaati oleh seluruh insan
Pos Indonesia. Direksi berkomitmen untuk
mengembangkan budaya sadar risiko (risk
consciousness) pada seluruh jenjang organisasi,
antara lain meliputi komunikasi yang memadai
kepada seluruh jenjang organisasi tentang
pentingnya pengendalian internal yang efektif.
Effective risk management can help companies
in an attempt to avoid or at least minimize
the potential losses, costs which are compelled
to be issued, maintaining a conducive work
environment and can enhance shareholder value.
Board has compiled a general risk management
guidelines that need to be adhered to by all
employee of Pos Indonesia. The Board of Directors
is committed to developing a culture aware of
the risk (risk consciousness) at all levels of the
Organization, among others, include an adequate
communication to all level of the Organization on
the importance of effective internal control.
Sejalan dengan tata kelola perusahaan, Direksi
juga mempertimbangkan dengan sungguhsungguh aspek risk management yang harus
diantisipasi seluruh karyawan Pos Indonesia.
Situasi lingkungan eksternal dan internal
perusahaan mengalami perkembangan yang
diikuti oleh semakin kompleksnya risiko bagi
aktivitas usaha perusahaan. Terlebih dengan
semakin tumbuhnya bisnis jasa keuangan yang
dikelola Pos Indonesia. Semakin kompleksnya
risiko
terhadap
Perusahaan
tersebut
meningkatkan kebutuhan praktek tata kelola
yang sehat termasuk di dalamnya pelaksanaan
pengelolaan risiko yang efektif dan komprehensif.
In line with corporate governance, the Board of
Directors also consider seriously the aspect of risk
management that should be anticipated all Postal
employees throughout Indonesia. External and
internal environment situation of companies has
been experiencing developments that followed by
the increasing complexity of risks for the business
activities of the company. What’s with the growth
of the financial services business that managed
by Pos Indonesia. Increasingly complexity of
risks to the company make the increasing needs
for healthy governance practices including the
implementation of risk management that is
effective and comprehensive.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
89
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Perubahan Komposisi Dewan Direksi
Changes in Composition of the Board of Directors
Pada tahun 2013 terdapat perubahan komposisi
Direksi dengan perubahan jumlah anggota
Direksi dari semula 7 (tujuh) orang menjadi
5 (lima) orang. Pemegang Saham melakukan
perubahan susunan Direksi berkaitan dengan
Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama telah
memasuki akhir masa jabatan. Dalam kaitan ini,
kami menyampaikan penghargaan dan terima
kasih kepada para Direksi yang mengakhiri
masa jabatannya, yaitu I Ketut Mardjana selaku
Direktur Utama dan Sukatmo Padmosukarso
selaku Wakil Direktur Utama atas kerja keras
dan dedikasi yang telah diberikan kepada Pos
Indonesia. Saat laporan tahunan ini disusun, kami
juga mengucapkan selamat datang kepada Direksi
baru, yaitu Budhi Setyawan selaku Direktur
Teknologi dan Jasa Keuangan.
2013
90
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
By 2013 there is a change in the composition of the
Board of Directors with the change of the number
of members of the Board of Directors from the 7
(seven) to 5 (five) persons. Shareholders made
changes the Board relating to that the President
and the Vice President has entered the end of the
term. In this regard, we convey appreciation and
gratitude to the Board of Directors which put an
end to his tenure, i.e. I Ketut Mardjana as President
Director and Sukatmo Padmosukarso as Vice
President upon the hard work and dedication that
has been given to Pos Indonesia. When this annual
report is organized, we also say Welcome to new
Directors, namely Budhi Setyawan as Director of
the Technology and Financial Services.
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Ucapan Terima Kasih
Acknowledgements
Atas nama Direksi, kami menghaturkan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris
Pos Indonesia atas bimbingan dan pembinaan
yang telah diberikan. Tidak lupa juga kami
mengucapkan terima kasih dan penghargaan
kepada konsumen, mitra usaha dan pemangku
kepentingan lainnya atas dukungan dan
kepercayaan yang telah diberikan.
Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih
kepada seluruh jajaran pegawai atas dedikasi,
loyalitas yang tinggi, semangat kebersamaan dan
kerja keras serta keinginan untuk memberikan
yang terbaik bagi Pos Indonesia, saat ini dan di
tahun-tahun yang akan datang.
On behalf of the Board of Directors, our thanks
and highest appreciation to the Shareholders and
the Board of Commissioners of Pos Indonesia for
guidance and coaching that has been given. Not
forgetting we also like to thank and appreciation
to our customers, business partners and other
stakeholders for their support and confidence they
have placed.
Finally, we would like to thank all levels of
employees for their dedication, high loyalty, the
spirit of togetherness and hard work and the
desire to provide the best for Pos Indonesia, today
and in the years to come.
Jakarta, April 2014 / April 2014
Atas nama Dewan Direksi PT Pos Indonesia (Persero)
On behalf of Board of Directors of PT Pos Indonesia (Persero)
Budi Setiawan
Direktur Utama | President Director
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
91
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Profil Direksi
Profile of the Board of Directors
Budi Setiawan adalah lulusan Master of Applied Finance
University of Western Sydney Australia pada tahun 1998.
Beberapa jabatan yang pernah menjadi tanggung jawabnya
adalah Senior Vice President Jasa Keuangan, Senior Vice
President Treasury di PT Pos Indonesia. Budi Setiawan juga
pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Dana Pensiun
Pos Indonesia serta Komisaris pada PT Bhakti Wasantara
Net. Budi sempat bertugas sebagai Ketua Komite Kerja
bidang Keuangan Komite Penyehatan Pos Indonesia, Ketua
Tim Kajian Bersama Strategis Perusahaan, Ketua Komite
Kerja Bidang Jasa Keuangan, dan Komite Penyehatan
Perusahaan. Pria kelahiran Magelang tahun 1963 ini
mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Australia (Ausaid
Program) untuk Post Graduate Program pada tahun 1997
serta mendapatkan penugasan khusus International Postal
Service di Bangkok, Thailand. Usia pertanggal 31 Desember
2013 adalah 50 tahun.
Budi Setiawan was graduated of Master of Applied Finance
University of Western Sydney Australia in 1998. Some of the
positions that had become his responsibility were the Senior
Vice President of Financial Services, Senior Vice President
Treasury at PT Pos Indonesia. Budi Setiawan has also been a
member of the Supervisory Board of the Retired Fund of Pos
Indonesia and Commissioner of PT Bhakti Wasantara Net.
Budi had served as Chairman of the Working Committee on
Financial Sector Restructuring Committee of Pos Indonesia,
Chairman of the Company Joint Strategic Assessment Team,
Chairman of the Working Committee on Financial Services
Sector, and Corporate Restructuring Committee. The man
who was born in Manila in 1963 received a scholarship from
the Government of Australia (Ausaid Program) for the Post
graduate Program in 1997 and get a special assignment of
the International Postal Service in Bangkok Thailand. He is
50 years old by the end of December 2013.
Budi Setiawan
Direktur Utama
President Director
2013
92
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Tavip Parawansa sebelum menjabat Direktur Keuangan Pos Indonesia adalah
Risk Management Credit Officer pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN) dan Direktur Utama pada PT Mentari Multimedia (M2V) serta Dewan
Komisaris pada PT Mentari Multimedia (M2V). Pria kelahiran Jakarta tahun
1964, berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi Manajemen dari Universitas
Krinadwipayana. Tavip Parawansa telah mengikuti beberapa training di
bidang perbankan antara lain: BII Management Developing Program, Brand
Positioning & Direct Marketing di Bangkok, Bank Marketing Management
Program, Super Service Exellence, Risk Management Guidelines for Indonesian
Banking, dan Thomas International Assessment Training. Usia pertanggal 31
Desember 2013 adalah 49 tahun.
Tavip Parawansa was a Credit Risk Management Officer at Bank Restructuring
Agency (BPPN) before he serves as Finance Director Pos Indonesia, He was
also as the Director of the PT Mentari Multimedia (M2V) and the Board of
Commissioners of PT Mentari Multimedia (M2V). He was born in Jakarta,
1964, earned a degree in Economics Management from the Universitas
Krinadwipayana. Tavip Parawansa had attended some training in banking,
among others: BII Developing Program Management, Direct Marketing &
Brand Positioning in Bangkok, Bank Marketing Management Program, Super
Service Excellence, Risk Management Guidelines for Indonesian Banking, and
Thomas International Assessment Training. He is 49 years old by the end of
December 2013.
Tavip Parawansa
Direktur Keuangan
Director of Finance
Entis Sutisna sebelum menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan
Umum adalah Kepala Wilayah Usaha Pos Regional Jabodetabek dan Banten
serta Kepala Pusat Perencanaan dan Transformasi Perusahaan. Penerima
Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia tersebut terdaftar
sebagai mahasiswa Pendidikan Tinggi Pos Lanjutan tahun 1993 dan meraih
gelar MM bidang Manajemen dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun
1994. Pernah mengikuti beberapa pelatihan bidang perposan dan Postal
Management Course di Bangkok. Penugasan khusus yang pernah dilakukan
antara lain mengikuti Direct Mail 97 Exhibition di Singapura hingga Studi
Strategis uar Negeri Lemhannas Republik Indonesia. Pria kelahiran Batujajar
tahun 1960 ini, mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari
Presiden Republik Indonesia. Usia pertanggal 31 Desember 2013 adalah
53tahun.
Entis Sutisna
Direktur Sumber Daya Manusia & Umum
Director of Human Resources & General Affairs
Before serving as Director of Human Resources and General, Entis Sutisna was
the Head of Post Regional Business of Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi
(Jabodetabek) and Banten, he was also the Head of Planning and Corporate
Transformation. The Satya Lencana Wira Karya recipient of the President of
Republic of Indonesia was listed as a student of Advanced Pos Higher Education
(Pendidikan Tinggi Pos Lanjutan) in 1993 and earned MM degree Management
of Universitas Gadjah Mada in 1994. He had attended some post activities
training and Postal Management Course in Bangkok. Special assignment ever
undertaken for him, among others, following the Direct Mail 97 Exhibition in
Singapore to Foreign Strategic Studies of institutions of national defense of the
Republic of Indonesi. He was born in Batujajar, awarded Satya Lencana Wira
Karya of the President of the Republic of Indonesia. He is 53 years old by the
end of December 2013.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
93
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Ismanto lahir di Jua-Jua, Sumatera Selatan tahun 1963. Sebelum menjabat sebagai
Direktur Operasi Surat Pos dan Logistik Kepala Wilayah Usaha Pos Regional
Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria lulusan S2 Manajemen
pada Sekolah Tinggi Manajemen Bandung ini pernah menjabat Sekretaris pada
Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia. Penugasan khusus yang pernah
dilakukannya antara lain: Kunjungan program MM STMB di Singapura dan
Malaysia, Organization Transformation di Jakarta, Implementation of Train Post di
Bangkok dan Project Body of Knowledge di Bandung. Usia pertanggal 31 Desember
2013 adalah 50 tahun.
Ismanto born in Jua-Jua, South Sumatra in 1963, before serving as Director
of Postal Letter Operations and Logistics, he was the Regional Postal Chief of
Region of Central Java and Yogyakarta. He obtained master of Management
from Sekolah Tinggi Manajemen Bandung had served as the Secretary in
Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia. The assignments he has done among
others: STMB MM visit program in Singapore and Malaysia, Organization
Transformation in Jakarta, Implementation of Train post in Bangkok and
the Project Body of Knowledge in Bandung. He is 50 years old by the end of
December 2013.
Ismanto
Direktur Surat dan Paket
Director of Mail and Parcel
Budhi setyawan Sebelum menjabat Direktur Informasi Dan Teknologi dan
Keuangan adalah Senior Vice President Of Information Technology. Pada tahun
2010 Pria yang lahir pada tanggal 28 agustus 1974 ini berhasil menyelesaikan
studinya di Seoul National University. Budhi setyawan berasal dari kota Nganjuk
pernah tercatat sebagai mahasiswa STT Telkom Bandung dan menyelesaikan
studinya pada tahun 1997, dan pada tahun 2002 Beliau tercatat telah
menyelesaikan program S2 Management Industri di ITB. Hingga saat ini beliau
masih aktif mengajar sebagai Dosen tetap di salah satu fakultas Universitas
Katolik Parahyangan. Beberapa jabatan di Pos Indonesia yang pernah menjadi
tanggung jawabnya adalah sebagai Vice President of Technology Planning,
Head of E-Business Unit, IT Coordinator – Change Management/Corporation
Transformation,Business Process Analyst,Network Operation Center Group
Leader, System Analyst, IT Eningeer, dan Sofware Engineer. Usia pertanggal 31
Desember 2013 adalah 39 Tahun.
Before becoming Director of Information and Technology and Finance, Budhi
setyawan is a Senior Vice President of Information Technology. In 2010, the
man who was born on 28 August 1974 was successfully completed his studies
at Seoul National University. Budhi is derived from the city of Nganjuk and
ever recorded as a freshman STT Telkom Bandung and completed his studies in
1997, and in 2002 he has completed the postgraduated program of industrial
Management in ITB. To this day he is still active as a teaching Professor in one
of the faculties of Parahyangan Catholic University. Some of the job duty in Pos
Indonesia who used to be his responsibility was as Vice President of Technology
Planning, Head of E-Business Unit, IT Coordinator – Change Management/
Corporation Transformation, Business Process Analyst, Network Operation
Center Group Leader, System Analyst, IT Engineer, and Software Engineer. He
is 39 years old as of December 31, 2013.
2013
94
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Budhi Setyawan
Direktur Teknologi dan
Jasa Keuangan
Director of Technology and
Financial Services
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Setyo Riyanto meraih Doktor Pemasaran dari Universitas Padjadjaran Bandung
pada 2002. Sebelum terpilih menjadi Direktur Pemasaran dan Pengembangan
Bisnis, ia pernah menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia dan
Direktur PT Prima Yasa Eduka. Pria kelahiran Jakarta tahun 1962 ini adalah
anggota peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan bisnis serta Lembaga
Pengabdian Masyarakat Universitas Padjadjaran. Beberapa jabatan di Pos
Indonesia yang pernah menjadi tanggung-jawabnya adalah sebagai Fungsional
Perusahaan Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Proyek Restrukturisasi
Perusahaan, Fungsional Perusahaan Bidang Penerapan Manajemen Mutu
Terpadu, Fungsional Perusahaan Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia,
Koordinator Tim Implementasi Penyempurnaan Organisasi, Kepala Proyek
Optimalisasi Kapasitas Pusat Pelatihan dan Kepala Bidang Perencanaan dan
Pengembangan Bisnis serta tugas belajar pada Pendidikan Tinggi Pos Indonesia
serta MM pada Universitas Gadjah Mada. Jabatan organisasi profesi yang pernah
disandangnya adalah sebagai Director Professional Certification, Indonesia
Marketing Association, Chapter Jawa Barat. Usia pertanggal 31 Desember 2013
adalah 51 tahun.
Setyo Riyanto earned a Marketing Doctorate Degree from the Universitas
Padjadjaran Bandung in 2002. Before elected as Director of Marketing and
Business Development, he had become Chairman Yayasan Pendidikan Bhakti Pos
Indonesia and Director of Yasa Prima Eduka. He was born in Jakarta in 1962, was
a researcher fellow at the Center for Research and Development Business and
Community Services Agency of Universitas Padjadjaran. He had served several
positions in Pos Indonesia, was as the the member of Company Functional of
Organization Field and Human Resources, the member of Corporate Restructuring
Project, the member of the Company Functional of Area Application of Integrated
Quality Management, the member of Functional Corporate of Organizations
Sector and Human Resources, Organizational Improvement Implementation
Team Coordinator, the Head of Capacity Optimization Project Training Center and
Head of Planning and Business Development. He was also assigmented to learn
in Pendidikan Tinggi Pos Indonesia and MM at the Universitas Gadjah Mada. The
position of professional organizations that he had assumed was a Director of
Professional Certification, Indonesia Marketing Association, Chapter of West Java.
He is 51 years old by the end of December 2013.
Setyo Riyanto
Direktur Ritel dan Properti
Director of Retail and Property
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
95
2013
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Tanggung Jawab Laporan Tahunan
Annual Report Accountability
Surat Pernyataan Tanggung Jawab Pelaporan
Reporting Responsibility
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab
penuh atas kebenaran dari Laporan Tahunan
ini berikut laporan keuangan dan informasi
keuangan lain yang terkait.
The Board of Commissioners and the Board of
Directors hereby declare to take full responsibility
of the truth of the contents of this Annual Report
including the financial report and other relevant
financial information.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Basuki Yusuf Iskandar
Komisaris Utama
President Commissioner
Karyono Supomo
Bambang Widianto
Komisaris Independen
Komisaris
Independent Commissioner
Noor Ida Khomsiyati
Dedi Syarif Usman
Komisaris
Commissioner
Commissioner
Komisaris
Commissioner
Bobby Hamzar Rafinus
Komisaris
Commissioner
2013
96
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan kepada Pemegang Saham
Report to Shareholders
Direksi
Board of Directors
Budi Setiawan
Direktur Utama
President Director
Ismanto
Tavip Parawansa
Direktur Surat dan Paket
Director of Mail and Parcel
Direktur Keuangan
Director of Finance
Setyo Riyanto
Entis Sutisna
Direktur Ritel dan Properti
Director of Retail and Property
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum
Director of Human Resources and General Affairs
Budhi Setyawan
Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan
Director of Technology and Financial Services
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
97
2013
Pembahasan
dan Analisis Manajemen
Management Discussion
and Analysis
I think about all my successes and failures, and
sometimes the failures stick in your head as
much as the wins. But you do move on.
- Frank Lampard
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tinjauan Industri
Industrial Review
Tinjauan Industri Pos Dunia
Dalam sejarah perkembangannya, industri
pos merupakan industri kurir yang bertugas
melakukan penyampaian berita tertulis dari
pengirim kepada penerima, produknya disebut
surat. Perkembangan industri persuratan pada
mulanya merupakan industri strategis dan
penting bagi masyarakat dan pemerintahan
mengingat saat itu teknologi telekomunikasi
belum berkembang. Dapat dikatakan pada waktu
itu industri kurir berkonvergensi dengan industri
komunikasi sampai lahirnya telepon dan telegraf.
Perkembangan
industri
komunikasi
dan
telekomunikasi telah membawa dampak besar
bagi industri kurir, terutama surat. Berdasarkan
data yang dihimpun dari Universal Postal Union,
volume surat konvensional global mengalami
penurunan sebesar 57 miliar dari tahun 2006
ke tahun 2010. Selain itu, hasil analisa yang
dilakukan oleh International Post Corporation
menunjukan adanya kemungkinan yang tinggi
untuk penurunan volume tersebut dalam 15
tahun yang akan datang. Dengan demikian,
tantangan utama di dalam dunia pelayanan jasa
pos saat ini adalah sebagai berikut :
1. Mengestimasi
volume
surat-menyurat
konvensional (via pos dan kurir) di
kemudian hari.
2. Adanya persaingan yang ketat antara jasa
layanan pos dan kurir swasta.
3. Perkembangan teknologi dan perubahan
demografis masyarakat membuat pelanggan
berpindah
dari
korespondensi
surat
konvensional kepada surat elektronik.
2013
100
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Review of World Postal Mail
Industry
In the history of the development of postal
industry, the Courier industry is tasked with
written news delivery from sender to receiver,
the product is called mail. The industry was
originally a strategically important industry
for the people and the Government considering
it was under-developing telecommunications
technology. It can be said at the time that the
Courier industry was converged with industry
communication until the inception of telephone
and telegraph.
The development of communications and
telecommunications industry have brought a
huge impact for the industry, particularly courier
mail. Based on data collected from the Universal
Postal Union, global conventional mail volume
decreased by 57 billion from 2006 to 2010. In
addition, the results of the analysis conducted
by the International Post Corporation showed
the presence of a high possibility to decrease
the volume in 15 years to come. Thus, a major
challenge in the world of postal services at this
time are as follows:
1. Estimate the volume of conventional mailing
(via the post and Courier) at a later date.
2. There is intense competition between postal
services and private. courier services.
3. Technological developments and demographic
change in society which make customers move
from conventional mail correspondence to
electronic mail.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Considering the things mentioned above,
Universal Service Obligations (USO) from the
Government-owned postal service that there is
at the moment it can be tough to be maintained
and was not able to rely on income only from
conventional mail only. Faced with these
problems, automatically the postal service
providers around the world should be able
to have a business model that is capable of
supporting sustainability.
Melihat hal-hal tersebut di atas, Kewajiban
Pelayanan Universal (Universal Service Obligation
atau USO) dari layanan pos milik pemerintah
atau publik yang ada pada saat ini dapat menjadi
sulit dipertahankan dan ia pun tidak dapat
mengandalkan pendapatan hanya dari surat
konvensional saja. Menghadapi permasalahan
ini, secara otomatis para penyedia jasa pos di
seluruh dunia harus mampu mempunyai model
bisnis yang mampu mendukung kesinambungan.
Letter-post traffic performance
140
Best performers
120
110
100
90
Global Domestik
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2006
2004
2005
2003
1997
1998
1999
2000
2001
2002
1996
1995
1992
1993
1994
80
1991
VOLUME INDEX
130
Asia-Pasipic Domestik
IC Domestik
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
101
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Faktor Pendorong Perubahan
Industri Surat Pos
Driving Factors on Postal Mail
Industrial Changes
Menurut
International
Post
Corporation,
beberapa faktor pendorong yang menjadi proses
perubahan layanan pos di masa depan, adalah :
According to the International Post Corporation,
some of the factors driving the process of change
in the postal service in the future, are:
•
•
•
•
•
•
•
•
Ketidakpastian
dari
relevansi
suratmenyurat bagi pelanggan di kemudian hari.
Adanya keanekaragaman pilihan dalam
komunikasi bisnis melalui akses broadband
dan pengembangan teknologi seluler.
Hasil dari penurunan volume surat-menyurat
dikarenakan persaingan, liberalisasi pasar,
dan respon terhadap peraturan yang berlaku.
Tekanan sosial untuk mengurangi jumlah
penggunaan kertas sebagai tindakan untuk
melestarikan lingkungan.
Resiko dari penurunan surat-menyurat yang
diakibatkan oleh resesi ekonomi.
Tingkat permintaan dari pengirim dan
penerima untuk jasa yang lebih baik dan
harga yang lebih terjangkau.
Perubahan profil demografi pelanggan dan
karyawan pos, dan
Kesempatan untuk mengangkat nama
pos yang berasal dari kebutuhan akan
kepercayaan, privasi dan keamanan dari
pelanggan.
Secara umum, langkah-langkah yang wajib
dilakukan penyedia layanan pos di seluruh
dunia antara lain diversifikasi produk,
penyesuaian harga, perubahan kebijakan, dan
peningkatan produktivitas. Selain itu, penyedia
layanan pos harus memperhatikan kebutuhan
pelanggan (customer centric service), termasuk
kualitas pelayanan yang mereka harapkan. Ini
menjadi tantangan utama Pos Indonesia untuk
mengembangkan usaha kurirnya.
2013
102
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The uncertainty of the relevance of the
correspondence to the customer at a later
date.
• The existence of a diversity of choice in
business communications through broadband
access and mobile technology development.
• The result of the decrease in the volume
of correspondence due to competition, the
liberalisation of the market, and the response
to the regulations.
• Social pressure to reduce the use of paper
as a number of actions to preserve the
environment.
• He risk of loss resulting from any
correspondence by the economic recession.
• The level of demand from the sender and
the recipient to better service and more
affordable pricing.
• Changes in demographic profiles of customers
and employees of the post, and
• a chance to lift the post name which is derived
from the need for security, privacy and trust
from customers.
In General, the steps that must be done by postal
service providers around the world are, among
others, product diversification, price adjustment,
policy changes, and increased productivity. In
addition, the postal service provider should pay
attention to the needs of customers (customer
centric service), including the quality of service
they expect. This became the key challenges for
Pos Indonesia to develop the enterprise.
•
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Rancangan Investasi
bagi Industri Pos Dunia
Investment Plan for World
Postal Industry
Industri layanan pos di seluruh dunia pada
umumnya telah menanamkan modal yang cukup
tinggi pada bidang transportasi dan teknologi
penyortiran untuk meningkatkan efisiensi
dan keefektivan pelayanan. Namun, investasi
tersebut wajib memperhatikan besaran volume
surat menyurat konvensional, karena aspek
ini memiliki implikasi operasional bagi para
penyedia layanan pos. Salah satu implikasi
operasional tersebut adalah penyesuaian
prosedur operasional dan peningkatan kualitas
layanan. Apabila investasi yang dilakukan
sesuai dengan kebutuhan implikasi operasional
di atas, maka investasi tersebut dapat masih
menghasilkan laba yang optimal.
The postal service industry all over the world
in general has been investing a high enough in
the field of transport and sorting technology to
increase efficiency and effectivity service. However,
the investment required to heed conventional
correspondence volume quantities, because this
aspect has the operational implications for the
providers of postal services. one of these is the
operational implications of adjustment procedures
and operational improvements in the quality of
service. If the investments made in accordance
with the needs of the operational implications of
the above, then such investment can still generate
optimal profit.
Bagaimana
melakukan
positioning
surat
konvensional di dunia online dengan adanya
perkembangan dunia teknologi informasi saat ini,
industri layanan pos milik pemerintah di seluruh
dunia diharapkan untuk menjadikan surat
konvensional sebagai bagian dari suatu bisnis
jasa yang interaktif dan terintegrasi dengan
teknologi, bukan sebagai suatu sarana tradisional
dalam berkomunikasi. Dengan demikian, model
bisnis layanan pos milik pemerintah harus
terfokus pada nilai yang ditawarkan (Value Oriented).
How to do a conventional letter positioning in the
online world with the development of the world
information technology today, the Governmentowned postal service industry worldwide is
expected to make a conventional mail as part of
an interactive service business and technology
integrates with, rather than as a traditional means
of communicating. Thus, the business model of the
State-owned postal services must be focused on
the value being offered (Value-Oriented).
International Post Corporation memperkirakan
bahwa penyedia layanan pos milik pemerintah
akan lebih berkonsentrasi di pasar domestik,
meskipun layanan mereka terintegrasi dengan
teknologi. Namun, beberapa penyedia layanan
pos milik pemerintah di negara tertentu juga
berusaha untuk memperoleh pendapatan
yang cukup signifikan dari pasar perposan
internasional. Melihat hal ini, para penyedia
layanan pos tersebut harus bekerjasama dengan
penyedia layanan pos yang lain, termasuk
pesaing dalam industri tersebut.
International Post Corporation estimates that
the State-owned postal service provider will
concentrate more on the domestic market,
although their services integrated with technology.
However, some government-owned postal service
provider in a given country also sought to gain
significant revenue from international postal
market. Seeing this, the postal service providers
should cooperate with the other postal service
providers, including competitors in the industry.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
103
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Para
pemangku
kepentingan
(terutama
pemerintah) yang berkepentingan langsung
dengan operator jasa pos yang memiliki bidang
kewajiban pelayanan universal (USO) wajib
menyadari bahwa akan terdapat perubahan
mendasar pada kegiatan surat-menyurat.
Menurut
International
Post
Corporation,
perusahaan jasa pos yang melayani USO akan
berevolusi dari penyedia layanan surat-menyurat
konvensional menjadi penyedia layanan internet
broadband. Para operator jasa pos di dunia, jika
tetap berkonsentrasi pada layanan surat pos
konvensional, diperkirakan akan memerlukan
subsidi dari pemerintah agar dapat menjaga
kesinambungan bisnisnya atau kesinambungan
tugas pelayanan umumnya (Public Service
Obligations atau PSO).
Stakeholders (especially the Government) that
are concerned directly with the postal service
operator which has the universal service
obligation fields (USO) must realize that there will
be fundamental changes in the activities of the
correspondence. According to the International
Post Corporation, the postal services company
serving the USO will evolve from a conventional
mailing service provider becomes a provider of
broadband internet services. The postal service
operator in the world, if it remains concentrated
on conventional postal mail service, it is estimated
will require subsidies from the Government in
order to keep its business continuity or continuity
of Public Service Obligations or PSO.
•
•
Dengan demikian rancangan investasi industri
pos berdasarkan berbagai penelitian dunia
terhadap kecenderungan bisnis pos secara
universal di masa depan adalah:
Thus the investment draft based on a variety of
research about world postal industry of postal
business trends universally in the future are:
•
•
•
•
Investasi diarahkan untuk diversifikasi
produk dan meningkatkan produktivitas
harus fokus pada
Operator jasa pos
kebutuhan pelanggan dan kualitas layanan
Positioning produk saat ini harus terintegrasi
dengan produk teknologi komunikasi
kontemporer yang ada
Operator jasa pos harus berorientasi pada
nilai jaringan usaha dan berkonvergensi
dengan masyarakat digital.
•
•
Investments are directed to diversify products
and increase the productivity of postal service
Operators must focus on the needs of the
customers and the quality of service
The current product positioning should be
integrated with the existing contemporary
communication technology
Postal service operator should be business
value chain-oriented and converged with a
digital society.
Postal consumption and diversification
Parcels and logistics
17,3 %
Letter - Post
43,9 %
Financial services
17,7 %
Other products
21,0 %
2013
104
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Keberadaan AdMail Pos
The Existence of AdMail Pos
Admail Pos atau direct mail atau surat pemasaran
langsung muncul sebagai salah satu kesempatan
yang dapat dikembangkan lebih jauh. Namun,
untuk memaksimalkan potensi bisnis surat
pemasaran langsung tersebut, para operator
industri layanan pos perlu meningkatkan
fungsi pemasaran mereka dan bukan hanya
memperhatikan kegiatan operasional dalam
pengiriman surat. Tantangan yang wajib untuk
dihadapi oleh surat pemasaran langsung adalah
penggunaan internet sebagai media pemasaran
on line.
Admail Post or direct mail or direct marketing
mail emerged as one of the postal business
opportunities that can be developed further.
However, to maximize the business potential of
Admail Post operator, the postal service industry
need to improve their marketing functions and
not just paying attention to operational activities
in the delivery of mail. The challenges faced
by Admail Post is the use of the internet as a
marketing medium on line.
Dengan meningkatkan fungsi surat pemasaran
langsung sebagai media pemasaran yang relevan,
terkini, fleksibel, hemat biaya, dan tepat sasaran,
pihak pemasaran dari suatu perusahaan akan
mampu mengikutsertakan surat pemasaran
langsung sebagai salah satu kunci dari kegiatan
pemasaran mereka. Beberapa operator pos di
Eropa, seperti La Poste dan Deutsche Post telah
menawarkan jasa pengiriman surat pemasaran
langsung kepada pihak pemasaran di berbagai
perusahaan terkemuka sebagai salah satu bentuk
media pemasaran yang terintegrasi.
By improving the functions of Admail Post as
relevant marketing media, which has current,
flexible, cost-effective, and right on target, the
marketing of a company will be able to include
Admail Post as one of their main marketing
activities. Some postal operators in Europe, such
as La Poste and Deutsche has offered Admail
Post delivery service to the marketing in various
leading companies as a form of integrated
marketing media.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
105
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pada dasarnya, International Post Corporation
menyatakan bahwa ada dua aspek yang
mendasari
pemilihan
media
pemasaran
langsung pada suatu perusahaan. Yaitu aspek
ekonomi dan aspek demografis. Aspek ekonomi
berkaitan dengan anggaran yang tersedia dalam
melakukan pemasaran. Para pihak pemasaran
di suatu perusahaan akan cenderung memilih
media pemasaran berbiaya yang lebih rendah,
namun cukup efektif dari segi penjualan. Aspek
demografis, di sisi lain lebih mengacu kepada
karakter pihak pemasaran yang nantinya
bertugas memilih media pemasaran. Jika pihak
pemasaran di suatu perusahaan didominasi oleh
kaum muda yang berumur 30 sampai 35 tahun,
maka kecenderungan untuk menggunakan
media pemasaran online akan menjadi lebih
tinggi dibandingkan dengan surat pemasaran
langsung. Demikian pula sebaliknya dengan
suatu perusahaan yang didominasi oleh para
pihak pemasaran yang lebih senior. Mereka
memiliki kecenderungan untuk menggunakan
surat penawaran langsung dibandingkan dengan
media pemasaran online.
International Post Corporation states that there
are two underlying aspects in selecting the media
of direct marketing in a company. Both are the
economic and demographic aspects. The former
relates to the budget available to marketing. The
marketing team in a company tends to choose
lower-cost marketing media, yet effective enough
in terms of sales. The later, in the other hand,
refers more to the marketer characters who
will later be in charge of selecting the media.
If young people aged 30 to 35 years dominate
the marketing in a company, the tendency to
use online marketing media will be higher than
direct mail marketing. On the contrary, if a
company is dominated by senior marketing, they
tend to use direct mail marketing than online
marketing media.
Selain mampu menjelaskan tentang keunggulan
dari surat pemasaran langsung, para penyedia
layanan pos milik pemerintah atau publik
juga harus mampu menjawab kekhawatiran
pihak pemasaran mengenai biaya, waktu
pengiriman, dan tingkat pengukuran. Sebagai
contoh, bagaimana penyedia layanan pos
milik pemerintah atau publik menyesuaikan
mekanisme harga agar lebih terjangkau.
In addition to being able to explain about the
superiority of Admail Post, postal service providers
should also be able to answer the concerns of
parties regarding marketing costs, travel time,
and measurement level of delivery service. For
example, how does the postal service providers
to adjust price mechanism to make it more
affordable. Admail Post development is one of the
investment draft that can run the post industry
for being convergence with digital community
lifestyle.
Melihat persaingan yang terjadi antara kedua
media pemasaran ini, pihak operator industri
layanan pos milik pemerintah atau publik wajib
memberikan infomasi yang tepat mengenai
keunggulan
surat
pemasaran
langsung.
Keunggulan tersebut adalah membangun
hubungan yang baik antara merk perusahaan
dengan para pelanggan. Selain itu, surat
pemasaran langsung juga dapat terintegrasi
dengan baik dengan media pemasaran lainnya.
Seperti majalah, selebaran, dan media tertulis
lainya, di mana integrasi ini akan memberikan
kemudahan bagi pelanggan untuk berhubungan
secara langsung dengan perusahaan.
2013
106
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Looking at the competition between both
media, the industry operator of both
government and public postal services shall
provide information regarding the exact
advantages of direct marketing mail. The
advantage is to build a good relationship
between brand companies with customers. In
addition, direct marketing mails can also well
integrate with other marketing media such
as magazines, pamphlets, and other written
media. This integration may ease the customer
to deal directly with the company.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Review of the Development of
Pos Indonesia in the Context of
Industrial Organization
Tinjauan Perkembangan
Pos Indonesia
dalam Konteks Organisasi
Industri
Perubahan zaman dan perkembangan teknologi
tentu mempengaruhi jatuh bangunnya industri
pos di tanah air. Jasa pos yang bercirikan
pengantaran surat bagi komunikasi antar
penduduk tersubstitusi secara sempurna oleh
layanan SMS dan e-mail. Demikian pula terjadi
pada bisnis logistik modern dewasa ini yang
semakin maju dengan dilengkapi teknologi
informasi dan komunikasi. Para operator industri
pos di seluruh dunia menyadari bahwa dewasa
ini adalah era konektivitas logistik, sementara
bisnis surat telah menjadi sunset industry.
4.000.000
Premis tersebut kiranya hampir betul jika melihat
awal-awal berkembangnya teknologi informasi
dan komunikasi yang telah menggantikan
layanan suratpos individual. Selama lebih
dari satu dasawarsa yang lalu Pos Indonesia
mengalami penurunan volume produksi yang
tajam. Perusahaan terus menerus mengalami
kerugian dalam capaian kinerja keuangannya
sejak tahun 2003 dan nyaris bangkrut di periode
antara tahun 2004 hingga 2008. Pilihan yang
ada selanjutnya hanyalah apakah Pos Indonesia
akan membiarkan dirinya tenggelam dalam era
kemajuan teknologi dan tidak mampu memasuki
era konektivitas logistik ataukah perusahaan
memilih untuk berani melakukan revitalisasi
dan
mentransformasikan
dirinya
sejalan
dengan kemajuan teknologi dan memasuki
era konektivitas logistik dengan membangun
kompetensi baru.
3.500.000
3.000.000
0,22
2.500.000
(1,31)
2.000.000
1.500.000
(10,39)
1.000.000
500.000
0
(500,000)
The premise is almost correct if it was the early
development of information and communication
technology that has replaced mail service
individually. For more than a decade ago Pos
Indonesia experienced a sharp decrease in
production volume. The company continued to
suffer losses in its financial performance since 2003
and almost went bankrupt in the period between
2004 and 2008. There are further choices is simply
whether Pos Indonesia would let himself sink into
the era of technological advancement and unable
to enter the era of logistics connectivity or choose
to dare doing revitalizing and transforming itself
in line with advances in technology and logistics
connectivity entered the era by building new
competencies.
Dalam Juta Rupiah Kecuali %
In Million IDR, except %
3,95
1,68
5,08
5,82
5,33
2003
2004
2005
Biaya
Expenses
2006
10,00
5,00
0,00
(3,04)
(5,00)
(10,00)
(15,00)
(16,70)
Pendapatan
Revenues
(7,90)
Global changes and technological developments
naturally affect the postal industry in Indonesia.
The postal service which is characterized by the
delivery of mail for the communication between
inhabitants are perfectly substituted by SMS and
e-mail. Similarly happens to the modern logistics
businesses nowadays are increasingly equipped
with advanced information and communication
technologies. The operators of the postal industry
worldwide are aware that nowadays is the logistics
connectivity, while the business mail has become a
sunset industry.
2007
2008
Laba/Rugi
Profit/Loss
2009
2010
2011
2012
2013
Profit Margin
(20,00)
Profit Margin
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
107
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Jika pilihan kedua yang diambil tentu memiliki
konsekuensi bahwa manajemen Pos Indonesia
harus menggabungkan dua landasan utama, yakni
leadership yang kuat dan jiwa entrepreneurship,
terutama di kalangan pimpinannya. Hal ini
merupakan prasyarat dalam membangun
kompetensi baru yang diperlukan dalam
menghadapi era konektivitas logistik yang
ditandai dengan kemajuan information and
communication technology (ICT). Leadership
yang kuat diperlukan untuk memberikan
directions kepada para karyawan perusahaan
ke arah visi baru, meyakinkannya bahwa visi
tersebut bernilai dan dapat dicapai perusahaan,
serta mampu memotivasi para karyawan
untuk melakukan perubahan. Sedangkan jiwa
entrepreneurship diperlukan oleh seluruh
karyawan perusahaan dari semua levelnya untuk
mampu melakukan terobosan-terobosan bisnis
baru yang sesuai dengan perubahan zaman serta
berani mengambil keputusan untuk melakukan
revitalisasi, turnaround, dan bertransformasi.
If the second option were taken, it naturally has
consequences that Pos Indonesia management
must combine two main runways, namely a strong
leadership and the spirit of entrepreneurship,
especially among its leaders. It was a prerequisites
in building new competencies needed in dealing
with the logistics connectivity that is marked with
the progress of information and communication
technology (ICT). A strong Leadership is needed to
give directions to the employees of the company
towards new vision, assures them that the
vision is valuable and being able to motivate its
employees to make changes. While the spirit of
entrepreneurship is needed by all employees of
the company of all the level to be able to make
breakthroughs in new business to suit the changing
times and dared to take the decision to undertake
revitalization, turnaround, and transform.
Pertama, pada awalnya Pos Indonesia maju
dan berkembang berbasis pada resource-based
management, yaitu bertumpu pada sumberdaya
utama yang dimilikinya yakni kantor-kantor
pos yang tersebar di seluruh tanah air dan para
pengantar pos yang siap melakukan delivery
kiriman surat, paket dan uang (weselpos).
Kompetensi dasar perusahaan yang dikelola
manajemen adalah collecting dan delivery
kiriman surat dan paket melalui loket-loket yang
tersebar di seluruh kantor pos serta banyaknya
para pengantar yang siap mengerjakan tugas
tersebut.
First, Pos Indonesia was initially developed
and developing based on resource-based
management, which is based on the primary
resources that belong to the post offices spread
across the land and the delivery-post man that
is ready to do the delivery of letters, parcels
and money (weselpos). The company’s basic
competency is collecting and delivery of mail and
parcel managed by post office’s counters that
spread across the post offices as well as a large
number of the delivery-post man that are ready to
do the tasks.
Revitalisasi dan transformasi Pos Indonesia
tidak saja bertujuan untuk menjaga going
concern perusahaan, menjadikannya sebagai
perusahaan yang
bernilai, menguntungkan,
bereputasi baik serta tumbuh dan berkembang
di masa depan. Keharusan melakukan revitalisasi
dan transformasi sebagai bagian dari blueprint
strategi manajemen perusahaan didorong
oleh perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, terjadinya perubahan lingkungan
bisnis dan persaingan yang semakin tajam dan
perubahan paradigma masyarakat terhadap
perlunya kecepatan layanan. Hal ini menimbulkan
cara berfikir dan tahapan transformasi dengan
urutan sebagai berikut:
2013
108
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pos Indonesia transformation and revitalization
is not only aims to keep going concern the
company, but making it an affordable, profitable
and reputable company that is grow and grow
in the future. It is imperative to perform the
transformation and revitalization as part of
blueprint corporate strategy which is driven by the
development of information and communication
technology, changes in the business environment
and the increasingly keen competition and change
of paradigm of society against the need for speed
of service. This gives rise to a way of thinking
and the stages of transformation in the following
order:
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Kedua, terjadinya penurunan volume surat
individual secara drastis karena kemajuan
teknologi telah mengharuskan kompetensi
dasar perusahaan dirubah (change) dan
ditransformasikan dari kompetensi collecting
dan delivery surat dan paket menjadi kompetensi
konektivitas dan logistik yang berbasis corporate
customers dan business industry. Dengan kata
lain, Pos Indonesia maju dan berkembang di
samping berbasis resource-based dari kantorkantor pos yang ada harus dilengkapi pula
dengan competency-based management, yaitu
bertumpu pada kemampuan melakukan bisnis di
luar surat dan paket untuk mengoptimalisasikan
aset-asetnya agar lebih bernilai.
Second, the individual mail volume decline
drastically due to the advancement of technology
which has necessitated to change the basic
competence of the company and transformed the
competence of collecting and delivery of letters
and parcel to be competency-based of logistics and
connectivity based on corporate customers and
business industry. In other words, Pos Indonesia
developed and developing should be in addition
to resource-based are to be interoperable with the
competency-based management, which is based
on the ability to do business outside of mail and
parcel to optimalized its assets to make it more
valuable.
Keempat, integrasi dari resource-based dan
competency-based Pos Indonesia sebagai
perusahaan jaringan distribusi bertujuan agar
perusahaan memiliki distinctive competencies
yang khas dan unik serta memiliki keunggulan
dalam menyelenggarakan bisnis mail, logistik,
dan transaksi keuangan terutama bagi corporate
customers dan business industry. Competencybased para karyawan Pos Indonesia difokuskan
agar memiliki superioritas atau keunggulan dalam
hal proses, efisiensi, efektivitas, serta customer
responsiveness atau kepuasan pelanggan dalam
menjalankan bisnis jaringan distribusi. Inilah
yang dimaksud dengan distinctive competency
Pos Indonesia.
Fourthly, integration of resource-based and
competency-based of Pos Indonesia as the
distribution network company has been
aiming to be a company which has distinctive
competencies that is the special and unique one
and has the advantage in organizing business mail,
logistics, and financial transactions especially
for corporate customers and business industry.
Competency-based employees of Pos Indonesia is
focused in order to have superiority or advantage
in terms of process, efficiency, effectiveness, and
customer responsiveness or customer satisfaction
in distribution network business. This is what is
meant by distinctive competency of Pos Indonesia.
Ketiga, competency-based yang dibutuhkan
dalam era konektivitas logistik dewasa ini
adalah kemampuan mengelola kantor-kantor
pos sebagai sebuah jaringan distribusi
(distribution
network)
yang
bernilai,
terpercaya dan dapat dimanfaatkan bagi para
pelaku ekonomi di tanah air guna melakukan
usahanya. Change yang harus dilakukan adalah
menjadikan kantor-kantor pos tidak saja sebagai
jaringan fisik (yang dihubungkan melaui armada
transportasi), namun juga sebagai jaringan
virtual (yang terhubung secara on line) sehingga
dapat digunakan untuk mengembangkan jasajasa transaksi keuangan seperti remittance,
bill payment, fund distribution, dan bank
channelling, serta jasa-jasa logistik, retail, dan
property, disamping e-Commerce.
Third, competency-based needs in an era of
logistics connectivity is the ability to manage post
offices as a distribution network were valued,
trusted and can be utilized by economic players
in the country in order to conduct its business.
Change implemented is to make the post offices not
only as a physical network (connected via a fleet of
transport), but also as a virtual network (linked
to on line) so it can be used to develop financial
transaction services such as remittance, bill
payment, fund distribution, and bank channelling,
as well as logistics services, retail, and property, as
well as e-Commerce.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
109
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Kelima, dengan kompetensi baru yang
dibangunnya
maka
Pos
Indonesia
bertransformasi dari perusahaan kurir (courier
company) menjadi perusahaan jaringan
(network company). Implikasi Pos Indonesia
sebagai network company adalah dibentuknya
berbagai diferensiasi produk dan lini bisnis baru
sejalan dengan kompetensi yang dibangunnya.
Perencanaan strategis perusahaan selama lima
tahun ke depan (2014-2018) telah memetakan
roadmap target pencapaian hasil integrasi
resource-based dan competency-based ini
beserta langkah-langkah stratejik dan programprogram kerjanya.
Pos Indonesia mengembangkan kompetensi
dengan kegiatan yang bertumpu kepada tiga
bisnis intinya yaitu layanan pengiriman surat
dan paket, logistik, dan jasa keuangan. Pada
tahun 2013, pendapatan bisnis surat dan
paket berkontribusi sebesar 53%, logistik
sebesar 4%, dan jasa keuangan sebesar 36%
sehingga ketiganya mengontribusikan 93%
total pendapatan usaha Pos Indonesia. Di masa
depan, melalui sebaran dan luasnya jaringan
yang dimiliki, Pos Indonesia akan memanfaatkan
jaringan tersebut untuk mengembangkan
keseluruhan portofolio bisnisnya sehingga Pos
Indonesia tidak hanya menjadi penyelenggara
surat dan paket, tetapi mampu bertransformasi
menjadi network company yang andal dan
terdepan. Di tahun 2013 ini melalui penguatan
jaringan distribusi tersebut Pos Indonesia
mencanangkannya untuk menuju visi barunya
sebagai perusahaan pos yang dapat dipercaya
oleh masyarakat.
2013
110
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Fifth, with the new building of competence
then Pos Indonesia transformed from a courier
company into the distribution network (network
company). Implications of Pos Indonesia as a
network company is the creation of a variety
of differentiation of products and new lines of
business in line with the building of competencies.
The company’s strategic planning for the next
five years (2014-2018) has charted the roadmap
for the integration of results achievement targets
for resource-based and competency-based and
strategic measures and programmes of work.
Pos Indonesia develop its competency with
activities of the business into three core business
namely mail and parcel delivery, logistics, and
financial services. In 2013, revenue from business
mail and parcel contributed by 53%, logistics by
4%, and 36% of financial services so that all three
contributed 93% of the total revenue. In the future,
through the spread and breadth of network that is
owned, Pos Indonesia will utilize the network to
develop its business portfolio so that whole Post
Indonesia has not only become organizers of mail
and parcel, but is able to transform into a network
company that is reliable and up-to-date. In the
year 2013 through strengthening the distribution
network, Pos Indonesia declare his new vision as a
postal company can be trusted by the community.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tinjauan Pemasaran dan Pangsa Pasar
Market Review
Mail and Parcel
Surat dan Paket
Sesuai dengan kajian IBIS World, industri pos
untuk layanan surat di Indonesia mengalami
pertumbuhan sejak tahun 2009 hingga 2013,
yaitu Rp11,1T pada tahun 2009 dan mencapai
Rp 11,7T pada tahun 2013. Kontribusi dan
pertumbuhan terbesar selama kurun waktu
2009-2013 berasal dari surat korporat kepada
individu (business to consumer-B2C). Saat ini,
penyedia layanan pengiriman surat dan paket di
Indonesia terdiri dari sekitar 3.400 perusahaan
dengan mayoritas pangsa pasar dikuasi oleh
3 pemain utama, yaitu Tiki, Pos Indonesia, dan
Tiki JNE. Dalam hal ini, mayoritas kegiatan
pengiriman surat dan paket berada di area Jawa
dan area tersebut dikuasai oleh jasa titipan
swasta. Di bawah ini merupakan potret pangsa
pasar para penyedia layanan surat dan paket di
Indonesia selama 2013.
According to the study of IBIS World, postal mail
service industry in Indonesia experienced growth
from 2009 to 2013, amounting to Rp 11.1 Trillion
in 2009 and reached Rp 11.7 Trillion in 2013.
The biggest growth and contribution during the
period 2009-2013 is derived from corporate to
individuals letters (business-to-consumer-B2C).
Currently, the mail and parcel delivery service
providers in Indonesia consists of approximately
3,400 companies with majority market share
held by 3 major players, namely Pos Indonesia,
Tiki and Tiki JNE. In this case, the majority of
mail and packages delivery activities are in the
area of Java and that area controlled by private
courier companies. The following are portraits of
the market share of the mail and parcel service
provider in Indonesia during 2013.
Pangsa Pasar Surat dan Paket
Market Share of Mail and Parcel
Others
FedEx
Pandu Siwi Sentosa
Tiki JNE
Surat Mail
Paket Parcel
Elteha
4%9%
1%
3%
34%
14%
35%
Tiki
Pos Indonesia
DHL
Tiki JNE
Others
FedEx
14%
17%
6% 2%
27%
34%
Pos Indonesia
Tiki
Sumber: MarkPlus CSI
Source: MarkPlus CSI
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
111
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Logistic Business
Bisnis Logistik
The logistics industry in Indonesia experienced
growth from 2009 to 2013. In 2013, the market
value of logistics in Indonesia reached Rp 1.642
Trillion. Based on the types of products offered,
logistics freight forwarding is the largest
contribution to the level of product in the entire
logistics industry that is equal to 84%.
Industri logistik di Indonesia mengalami
pertumbuhan sejak tahun 2009 hingga tahun
2013. Pada tahun 2013, nilai pasar logistik di
Indonesia mencapai Rp 1.634T. Berdasarkan
jenis produk logistik yang ditawarkan, freight
forwarding adalah produk dengan tingkat
kontribusi terbesar pada keseluruhan industri
logistik yaitu sebesar 84%.
Currently, the Post Logistics Indonesia chose to
focus on the market of freight forwarding and
warehousing. But the scale of its business that is
0.1% of the total business value of logistics, the
company still need to develop the capacity and
competencies to be able to compete with large
logistics players in Indonesia.
Saat ini, Pos Logistik Indonesia memilih untuk
berfokus pada pasar freight forwarding dan
pergudangan. Namun dengan skala bisnisnya
yaitu 0,1% dari total nilai bisnis logistik, Pos
Logistik dinilai masih perlu mengembangkan
kapasitas dan kompetensinya untuk bisa bersaing
dengan pemain logistik besar di Indonesia.
Tren Industri Logistik di Indonesia
The Trend of Logistic Industry in Indonesia
0,39
14,05
52,18
2007
64,79
Darat
Road
2008
72.60
Laut
Sea
2009
77,18
Udara
Air
Sumber / Source: Frost & Sullivan
2013
112
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
18,53
83,79
90,86
24,90
22,71
20,62
23,90
23,90
0.64
14,53
0,60
11,52
0,48
10,55
2010
0,74
0.68
16,33
2011
Pergudangan
Warehouse
27,09
2012
0,82
21,16
29,56
98,38
Kereta Api
Rail + VAS
2013
0.89
24,27
32,44
106,20
2014
dalam triliun Rupiah
In trillion rupiahs
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pertumbuhan industri logistik di atas dapat
diidentifikasi dari kondisi makro perekonomian
Indonesia. Di Indonesia, pertumbuhan pendapatan
per kapita di Indonesia sejak tahun 2009 hingga
tahun 2013 menyebabkan peningkatan aktivitas
konsumsi di Indonesia. Hingga kuartal pertama
tahun 2013, sektor konsumsi domestik mencapai
55% dari keseluruhan Produk Domestik Bruto
(PDB) Indonesia. Tingginya kontribusi konsumsi
tersebut mendorong intensifnya pergerakan
barang konsumsi antar area di Indonesia.
Pergerakan barang tersebut merupakan salah
satu peluang utama bagi Pos Logistik dalam
mengembangkan skala bisnisnya, terutama
untuk mempenetrasi pasar eksternal.
The growth of the logistics industry can be identified
from the macro economy condition in Indonesia. In
Indonesia, the growth of income per capita since year
2009 until 2013 led to increased consumption activity
in Indonesia. Until the first quarter of 2013, sectors
of domestic consumption reaching 55% of the total
gross domestic product (GDP) in Indonesia. The high
contribution of the intensive movement encourages
consumption of consumer goods between areas in
Indonesia. The movement of such goods is one of the
main opportunities for Post Logistics in developing its
business scale, especially for the penetration external
markets.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditandai
dengan peningkatan pendapatan per kapita
merupakan pendorong tingkat permintaan
terhadap produk-produk bisnis jasa keuangan.
Pertumbuhan bisnis jasa keuangan di segmen
produk remitansi secara internasional dan
domestik didorong oleh tingkat pertumbuhan
jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar
negeri.
Indonesia’s
economic
growth
which
is
characterized by an increase in income per capita
is driving the level of demand for the products
of the financial services business. The growth of
the financial services business in the segment
of remittance products internationally and
domestically is driven by the growth rate of the
number of Indonesia’s labor (TKI) abroad.
Financial Service
Jasa Keuangan
Arus masuk remitansi ke Indonesia pada
tahun 2011 telah mencapai US$ 6,92M dengan
pertumbuhan rata-rata sebesar 20,8% sejak
tahun 2000.
Didukung oleh pertumbuhan
ekonomi global, pasar remitansi diperkirakan
akan terus berkembang.
Jumlah Remitansi Masuk ke Indonesia
Remittance inflows to Indonesia in 2011 had
reached US $ 6, 92 Billion with average growth of
20.8% since 2000. Powered by global economic
growth, the remittance market is expected to
continue to expand.
Number of Incoming Remittance in Indonesia
7.000
6.800
6.600
6.400
6.200
6.000
6,794
6,793
2008
2009
6,916
6,924
2010
2011
dalam juta dolar AS
In US million dollar
6,174
5.800
5.600
2007
Sumber / Source: World Bank
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
113
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pertumbuhan segmen produk PosPay (SOPP)
yang ditawarkan Pos Indonesia didukung oleh
tingkat pertumbuhan dua industri yang menjadi
pendorong utama segmen produk ini, yaitu
subscription-based industry dan financing
industry. Pertumbuhan subscription industry
dapat dilihat dari jumlah kepemilikan kartu
kredit di Indonesia yang telah mencapai 14,8 juta
dengan pertumbuhan rata-rata 9,83% dari tahun
2007 hingga 2011.
dalam jutaan
in millions
Tren Kartu Kredit di Indonesia
The Trend of Credit Cards in Indonesia within
250,00
205,30
194,68
177,82
200,00
150,00
100,00
50,00
Sumber / Source: AKKI, Riset EMIS
Growth of the PosPay products segment (SOPP)
offered Pos Indonesia bolstered by the growth rate
of the two industries that became a major force in
this product segment, which is subscription-based
industry and financing industry. Subscription
growth industry can be seen from the number
of credit card ownership in Indonesia which has
reached 14.8 million with an average growth of
8.89% from 2007 to 2011.
Jumlah Kartu
Number of Credit Card
Untuk keseluruhan produk jasa keuangan yang
dimiliki Pos Indonesia, keunggulan yang dimiliki
Pos Indonesia terletak pada jaringan yang
tersebar di seluruh Indonesia dan penetapan
tarif yang relatif rendah.
Jumlah Transaksi
Number of Transaction
150.000
100.000
50.000
0
2013
104,044
2007
133,871
139,582
2008
2009
Nilai Transaksi (Juta)
Transaction Value (Million)
Meanwhile, growth in the financing industry may
identified through the growth of consumer finance
and leasing industry that is worth Rp241,38 T in
2011 with growth of an average of 24,73% during
the period 2001-2011.
For the whole financial services products owned
by Pos Indonesia, the advantage of Pos lies in the
network which are scattered throughout Indonesia
and the relatively low rate setting
300.000
250.000
183,183
2010
241,383
2011
Tren Industri Leasing dan Consumer Finance di Indonesia
The Trend of Leasing and Consumer Finance Industries in Indonesia
114
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
2009
2010
2011
12,26 13,37 14,79
Sementara itu, pertumbuhan financing industry
dapat diidentifikasi melalui pertumbuhan
industri leasing dan consumer finance yang
bernilai Rp241,38 T di tahun 2011 dengan
pertumbuhan rata-rata sebesar 24,73% selama
periode 2001-2011.
200.000
178,16
158,69
132,65
dalam miliar rupiah
in billion rupiahs
Sumber / Source:
Bank Indonesia
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Retail
Ritel
Pertumbuhan bisnis ritel akan mengalami
peningkatan seiring dengan pertumbuhan
jumlah populasi dan pertumbuhan tingkat
perekonomian masyarakat. Menurut Business
Monitor International (BMI), industri ritel akan
tumbuh dengan rata-rata 11,4% setiap tahun
hingga 2016.
Tren pertumbuhan bisnis ritel juga diikuti oleh
pergeseran channel penjualan ritel. Saat ini di
Indonesia, penjualan ritel dari pasar tradisional
masih mendominasi dengan mencapai 77% dari
total penjualan pasar ritel Indonesia. Akan tetapi
meski pasar tradisional masih mendominasi
pasar ritel, jumlah pasar tradisional mengalami
penurunan seiring penetrasi pasar yang tinggi
oleh supermarket dan minimarket pada tingkat
area rural. Pada tahun 2018, diperkirakan
kontribusi pasar tradisional menurun menjadi
58% dari total penjualan ritel di Indonesia.
The growth of the retail business will experience
increased along with the growth in population
and growth rate of the economy of the community.
According to Business Monitor International
(BMI), the retail industry will grow by an average
of 11.4% every year until 2016.
The trend of growth of retail business is also
followed by the shifting channel retail sales.
Currently in Indonesia, retail sales from traditional
markets are still dominated by reaching 77% of
the total retail market sales Indonesia. However,
although the traditional markets still dominate
the retail market, the number of traditional
markets decline as high market penetration by
supermarkets and minimarkets, at the level of
rural areas. In 2018, the estimated contribution
of traditional markets decreased to 58% of total
retail sales in Indonesia.
Pangsa Pasar Minimarket di Indonesia
Market Share for Minimarket in Indonesia
0,4%
0,8%
1,5%
36,2%
3,4%
Alfamart
57,7%
Indomart
Yomart
Ceriamart
Lainnya Others
Alfamidi
Sumber / Source: Mars Indonesia
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
115
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Di Indonesia, pelaku bisnis utama minimarket
antara lain ialah Alfamart dan Indomaret, yang
merupakan dua pemegang pangsa pasar terbesar
minimarket di Indonesia.
In Indonesia, the main business players are,
among others, Alfamart and Indomaret, which are
the two biggest minimart market share holders a
in Indonesia.
Tren lain yang mampu berdampak terhadap
bisnis ritel Pos Indonesia adalah tren dan peluang
bisnis e-commerce. Sesuai dengan karakteristik
e-commerce sebagai bisnis yang dilakukan
secara elektronik dan berbasis web, terdapat
potensi pendapatan bisnis ini melalui penawaran
space untuk beriklan di dalam situs. Selain itu
berdasarkan hasil survei Mars 2013, industri
pakaian dalam e-commerce berkontribusi
sebesar 64% dari jumlah transaksi e-commerce,
disusul dengan gadgets dan barang elektronik
sebesar 24%, dan aksesoris 12%. Tren tersebut
merupakan peluang pengembangan e-commerce
Pos Indonesia (Galeripos) di masa depan.
Another trend that could have an impact on Pos
Indonesia retail business are trends and business
opportunities of e-commerce. In accordance with
the characteristics of e-commerce as electronically
and web-based business, there is potency for
this business revenue through offerring space to
advertise on the site. In addition, based on the
survey results of Mars 2013, clothing industry in
e-commerce contributed amounted to 64% of the
number of e-commerce transactions, followed
by the gadgets and electronic goods amounted
to 24%, and accessories 12%. The trend give
the opportunities to develop
Pos Indonesia
e-commerce (Galeripos) in the future.
Gambar di atas memproyeksikan bahwa Alfamart
memiliki pangsa pasar sebesar 57,7% dengan
jumlah outlet lebih dari 6.000 outlet di seluruh
Indonesia, sedangkan Indomaret sebesar 36,2%
dengan jumlah outlet lebih dari 6.100 outlet di
seluruh Indonesia. Meski jumlah outlet lebih
rendah dibandingkan Indomaret, penguasaan
pangsa pasar Alfamart dikontribusikan oleh
pendapatan sebesar Rp 18T pada tahun 2013
yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indomaret
sebesar Rp 17T. Perkembangan jumlah outlet
Alfamart dan Indomaret juga diekspektasikan
terus meningkat dengan target masing-masing
sekitar 700-800 outlet di seluruh Indonesia.
Besarnya pangsa pasar yang dimiliki oleh
keduanya menyebabkan Alfamart dan Indomaret
dapat dijadikan Pos Indonesia sebagai mitra
usaha pengembangan Post Shop di masa depan.
2013
116
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The above picture projected that Alfamart has
a market share of 57,7% with the number of
outlets more than 6,000 outlets across Indonesia,
while 36.2% market share of Indomaret with
number of outlets more than 6,100 outlets
across Indonesia. Although the number of outlet
lower than Indomaret, Alfamart market share
domination contributed to by revenue of Rp 18T
in 2013 is higher compared to Rp 17T Indomaret.
Development of the number of outlets Alfamart
and Indomaret is expected also continues to
increase with each target about 700-800 outlets
across Indonesia. The magnitude of the market
share held by both cause Alfamart and Indomaret,
Pos Indonesia can be used as business partners
developing Post Shop in the future.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tinjauan Operasi per Segmen Usaha
Operational Review per Business Segment
Segmen Usaha di dalam Pos Indonesia terdiri
dari layanan pengiriman surat dan paket,
jasa keuangan, ritel, properti, dan anak-anak
perusahaan yaitu PT Pos Logistik Indonesia dan
PT Bhakti Wasantara Net (BWN).
Business segment in Pos Indonesia consists of mail
and parcel delivery services, financial services,
retail, property, and subsidiaries namely PT Pos
Logistik Indonesia and PT Bhakti Wasantara Net
(BWN).
Rata-rata pencapaian target produksi bisnis
Suratpos adalah 96,05% dengan pertumbuhan
tahun 2013 sebesar 21,53% bila dibandingkan
dengan tahun 2012.
The average achievement of production targets
business mail is 96.05% with growth of 2013 is
21.53% compared with the year 2012.
Mail
Suratpos
Pencapaian tertinggi diperoleh dari bisnis
kiriman korporat sebesar 190.305 ribu pucuk
atau sebesar 126,58% dari target yang ditetapkan
sebesar 150.342 ribu pucuk. Sedangkan
pencapaian terendah diperoleh dari Surat Pos
Express sebesar 30.619 ribu transaksi atau
sebesar 101,90% dari target yang ditetapkan di
tahun 2013 sebesar 30.047 ribu transaksi.
dalam ribuan in thousand
250.000
200.000
Kiriman Korporat Corporate Mail
150.000
Surat Kilat Khusus Special Delivery Mail
100.000
Surat Standar Standard Mail
50.000
0
The highest achievement was obtained from
corporate business delivery amounted to 190,305
thousand pieces or of 126.58% of the targets
set for 150,342 thousand pieces. Whereas the
achievement of the lowest available from Express
postal mail of 30.619 thousand transactions or
of 101.90% of the targets set in the year 2013
amounting 30,047 thousand transactions.
Pos Express Express Post
2001
2012
2013
Produksi Surat Pos Indonesia Production of Mail Delivery of Pos Indonesia
Khusus untuk pencapaian target produksi
Layanan Korporat dan Admail adalah 53.145 ribu
pucuk atau 91,03% dengan penurunan sebesar
4,87% bila dibandingkan dengan realisasi 2012
sebesar 55.861 ribu pucuk.
The achievement of production target for corporate
services and Admail is 53,145 thousand shoots or
91,03% with a decrease of 4,87% compared with
the actual 2012 amounted to 55,861 thousand
shoots.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
117
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Parcel
Paketpos
Rata-rata pencapaian target produksi bisnis
Paketpos adalah 99,60% dengan pertumbuhan
sebesar 4,92% bila dibandingkan dengan
realisasi 2012.
The average achievement of Post Parcel
production targets is 99.60% is growing 4,92%
when compared with the 2012 actual.
Paket Pos Kilat Khusus pada tahun 2013
terealisasi sebesar 4.114 ribu transaksi atau
sebesar 102,31% dari target yang ditetapkan
sebesar 4.021 ribu transaksi.
Special Postal Parcel in 2013 realised of 4,114
thousands of transactions or of 102.31% of the
targets set by 3749 thousand transactions.
Pencapaian tertinggi diperoleh dari bisnis Paket
Standar sebesar 6.971 ribu buah atau sebesar
89,79% dari target yang ditetapkan sebesar
7.764 ribu buah. Realisasi produksi tahun
2013 mengalami penurunan sebesar 5,86%
dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar 7.405
ribu buah.
8.000
Dalam Ribuan Buah
In thousand Pieces
6.000
Paket Standar Standard Parcel
4.000
Paket Kilat Khusus Special Delivery Parcel
2.000
0
The highest achievement was obtained from
business standard parcel of 6971 thousands items
or 89.79% of the targets set by 6,742 thousand
pieces. The realization of production by 2013
decreased by 5.86% compared to year 2012
realization of 7405 thousand pieces.
Paket Harga Tanggungan Insurance Value Parcel
2011
2012
2013
Volume Pengiriman Paket Pos Indonesia 2007-2011 The Volume of Parcel Delivery of Pos Indonesia 2007-2011
Pos Internasional
Rata-rata pencapaian target produksi bisnis
Pos Internasional adalah 101,94% dengan
pertumbuhan sebesar 8,10% bila dibandingkan
dengan realisasi 2012.
The average achievement of production targets of
international Postal business was 101,94% with
growth of 8.10% when compared with the 2012
realization.
Sedangkan pencapaian terendah diperoleh dari
Paket pos Cepat LN sebesar 64 ribu buah atau
sebesar 125,49% dari target yang ditetapkan
sebesar 51 ribu buah.
Whereas the achievement of the lowest is from
International special parcel post as of 64 thousand
pieces or 125.49% of the targets set by 51 thousand
pieces.
Pencapaian tertinggi diperoleh dari Express Mail
Service sebesar 17.622 ribu pucuk atau sebesar
111,66% dari target yang ditetapkan sebesar
15.782 ribu pucuk. Realisasi produksi EMS tahun
2013 mengalami pertumbuhan sebesar 35,54%
dibandingkan data realisasi tahun 2012 sebesar
13.001 ribu pucuk.
2013
International Post
118
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The highest achievement is from the Express Mail
Service amounted to 17,622 thousand shoots or
of 111.66% of the targets set by 15.782 thousand
shoots. The realization of EMS production by 2013
experience growth of 35,54% over the year 2012
realization data of 13.001 thousand shoots.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Paket Pos Luar Negeri
Ribuan Item
thousands of items
Overseas Parcel Post
150
Paket Biasa Luar Negeri
Overseas Standard Parcel
100
50
Paket Cepat Luar Negeri
Overseas Express Parcel
2011
2012
2013
Remaling dan EMS
Remaling and EMS
Ribuan Item
thousands of items
20,000
Remailing
Remailing
15,000
10,000
Expres Mail Service
Express Mail Service
5,000
2011
2012
2013
Ritel
Retail
Rata-rata pencapaian target produksi bisnis Ritel
adalah 79,31% dengan pertumbuhan sebesar
14,52% bila dibandingkan dengan realisasi 2012.
The average achievement of production targets of
retail business was 79.31% with growth of 14.52%
when compared with the 2012 realization.
Sedangkan pencapaian terendah diperoleh dari
bisnis Benda Konsinyasi Lainnya sebesar 1.327
ribu transaksi atau 70,93% dari target yang
ditetapkan sebesar 1.871 ribu transaksi.
Whereas the achievement of the lowest acquired
from Other Consignment of 1,724 thousand
transactions or 70.93% of the targets set by
1,871 thousand transactions.Average production
Pencapaian tertinggi diperoleh dari layanan
penjualan benda meterai sebesar 863.697 ribu
transaksi atau sebesar 141,16% dari target
yang ditetapkan sebesar 611.858 ribu transaksi.
Realisasi penjualan benda meterai tahun 2013
mengalami pertumbuhan sebesar 51,12%
dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar
571.521 ribu transaksi.
The highest achievement is from sales of the tax
seal of 863,697 thousands of transactions or of
141,16% of the targets set for 611,858 thousand
transactions. Realization of sales by 2013 tax
seal experiencing growth of 51.12% compared
to year 2012 realization of 571,521 thousand
transactions.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
119
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Produksi Materai
Seal Production
Ribuan Item
Thousands of Items
1,000,000
863,697
Materai
Tax Seal
80,000
600,000
400,000
527,360
571,521
200,000
2011
2012
Rata-rata pencapaian target produksi bisnis
Filateli pada tahun 2013 adalah sebesar 104,51%
dengan pertumbuhan minus sebesar 192,60%
bila dibandingkan dengan realisasi pada tahun
2012.
target The average achievement of production
targets from Philately business in 2013 is equal to
104.51% with growth minus 192.60% compared
with realization in 2012.
Pencapaian benda filateli lainnya sebesar
1.586 ribu buah atau 144,18% dari target yang
ditetapkan sebesar 1100 ribu buah.
The attainment of the other Philately objects is
1,586 thousand pieces or 144.18% of the targets
set for 1100 thousand pieces.
Pencapaian produksi Prangko Filateli sebesar
9.076 ribu keping atau 64,83% dari target yang
ditetapkan sebesar 14.000 ribu keping. Realisasi
produksi Bisnis Prangko Filateli mengalami
penurunan sebesar 28,06% dibandingkan
realisasi tahun 2012 sebesar 12.616 ribu keping.
2013
2013
120
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Philatelic Stamp production achievement is
9,076 thousand pieces or 64.83% of the targets
set at 14,000 thousand pieces. The realization of
production of Philately Business Stamps decreased
by 28.06% compared to year 2012 realization of
12,616 thousand pieces.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Perangko Filateli
Philatelic Stamps
Ribuan Item
Thousands of Items
15,000
10,000
12,616
10,103
9,076
5,000
2011
2012
Jasa Keuangan
Perangko Filateli
Philatelic Stamps
2013
Financial Service
Rata-rata
pencapaian
target
produksi
layanan Transfer Uang adalah 199,03%
dengan pertumbuhan sebesar 130,80% bila
dibandingkan dengan realisasi 2012.
The average achievement of Money Transfer
Service production targets was 199.03% with the
growth of 130.80% when compared with the 2012
realization.
Untuk layanan Giropos juga belum berhasil
mencapai target produksi yang ditetapkan yaitu
hanya tercapai 6,98% dari target sebesar 1.490
ribu transaksi pada tahun 2013 terealisasi 104
ribu transaksi, dibandingkan dengan realisasi
tahun 2012 mengalami penurunan 90,87%.
For Giropos service also have not managed
to achieve the production target set that only
reached 6.98% of the target of 1,490 thousand
transactions, because it is realised in 2013 only
104 thousand transactions, compared with
realization of 2012 decreased 90,87%.
Realisasi produksi Weselpos Instan tahun
2013 hanya tercapai 84,20% dari target yang
ditetapkan tahun 2013, jika dibandingkan
dengan realisasi tahun 2012 mengalami
penurunan sebesar 4,85%. Weselpos WU pada
tahun 2013 belum berhasil melampaui target
yang ditetapkan tahun 2013 jumlah realisasi
tahun 2013 adalah 2.899 ribu transaksi atau
69,02% dari target sebesar 4.200 ribu transaksi,
dan tahun 2013 mengalami penurunan sebesar
25,30% dibandingkan dengan realisasi tahun
2012 sebesar 3.881 ribu transaksi.
The realization of production of Instant Weselpos
(Remittance) in 2013 only reached 84,20% of
targets set by 2013, if compared to the realization
of 2012 it decreased by 4,85%. Weselpos WU in
2013 have not managed to go beyond the targets
set by 2013 as the number of realization by 2013
is 3,191 thousand transactions or 69,02% of the
target of 4,200 thousand transactions, and in 2013
decreased by 25,30% compared to the year 2012
realization of 3881 thousand transactions.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
121
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Remittance
Remittance
20,000
Weselpos Prima
Prime Remittance
15,000
Weselpos Instan
Instant Remittance
10,000
Western Union
Western Union
5,000
2012
2011
Sedangkan rata-rata pencapaian target produksi
Pos pay adalah 193,38% dengan pertumbuhan
sebesar 140,46% bila dibandingkan dengan
realisasi 2012. Pencapaian tertinggi diperoleh
dari layanan Setoran berbagai billing seperti
PLN, PDAM serta setoran angsuran lainnya dari
berbagai perusahaan finance.
Ribuan Transaksi
Thousands of Transaction
150,000
2013
The growth of Banking installment which
well above normal in 2013 comes from the
implementation of Temporary Direct Aid Payments
for Society (BLSM) undertaken by the company to
the public as subsidies caused by rise in fuel prices
by the Government.
Pospay
Pospay
Tabanas Batara
Tabanas Batara
Angsuran Perbankan
Installment Banking
100,000
Setoran Telepone
Telephone Deposite
50,000
Setoran PAM
PAM Deposite
2011
2012
Pertumbuhan angsuran perbankan yang jauh
di atas normal di tahun 2013 berasal dari
pelaksanaan pembayaran Bantuan Langsung
Sementara Masyarakat (BLSM) yang dilakukan
oleh perusahaan kepada masyarakat sebagai
subsidi kenaikan harga BBM oleh pemerintah.
2013
122
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
2013
Setoran PLN
PLN Deposite
Growth installment banking far above normal
in 2013 derived from the implementation of the
Direct Assistance While Payment Society (BLSM)
conducted by the company to the public as a
subsidy by the government increased fuel prices .
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
123
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tinjauan Kinerja Keuangan
Review of Financial Performance
Ikhtisar Pendapatan dan
Biaya 2013
Summary of Revenue and
Expenses 2013
Kinerja Pendapatan 2013
Income Performance 2013
Pendapatan usaha PT Pos Indonesia (Persero)
pada tahun 2013 mencapai sebesar Rp 4.174,90
Milyar atau 90,37% dari RKAP sebesar Rp
4.620,02 Milyar. Pencapaian pendapatan usaha
pada tahun 2013 ini mengalami kenaikan sebesar
25,15%, jika dibandingkan dengan realisasi
tahun 2012 sebesar Rp 3.335.88 Milyar.
Sebagaimana
tahun-tahun
sebelumnya,
kontribusi pendapatan usaha terbesar masih
berasal dari pendapatan bisnis Surat dan Paket
serta Jasa Keuangan masing-masing sebesar
53,15% dan 34,22%. Pendapatan surat dan paket
tahun 2013 terealisasi sebesar Rp 2.250,17
Milyar atau 88,94% dari target RKAP sebesar Rp
2.530,00 Milyar, mengalami kenaikan sebesar
18,62% bila dibandingkan realisasi tahun 2012
sebesar Rp 1.896,88 Milyar. Pendapatan Jasa
Keuangan sebesar Rp 1.448,87 Milyar atau
97,88% dari RKAP 2013 sebesar Rp 1.480,20
Milyar, atau mengalami kenaikan 26,42% bila
dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 Rp
1.146,04 Milyar.
Revenues of PT Pos Indonesia (Persero) in 2013
reached Rp 4.174,90 Billion or 90,37 percent
from Rp 4.620,02 Billion of RKAP (Company
Annual Plan). Achieving the revenues in 2013,
this increase amounted to 25.15%, if compared to
the realization by 2012 amounted to Rp 3.335.88
Billion.
As in previous years, the largest revenue
contribution was still comes from Mail and Parcel
business as well as financial services which are of
53,15% and 34,22% respectively. Revenue of the
mail and the parcel is realized by 2013 amounting
to Rp 2,250 Billion or 88.94% of the RKAP’S target
of Rp 2.530 billion, but increase of 18,62% when
compared to the realization of the year 2012 of
Rp 1.896,88 Billion. Financial services revenue
of Rp 1.448,87 Billion or 97,88% of the RKAP’S
2013 target amounting to Rp 1.480,06 Billion, or
increased 26,42% compared with realization of
2012, Rp 1.146,04 Billion.
Logistik
Logistics
4,22 %
Surat
dan Paket
Mail and Parcel
53,15 %
Jasa Keuangan
Financial Service
34,22 %
Teknologi
Informasi
Information Filateli
Technology Philatelic
0,46 %
0,00 %
Kontribusi Pendapatan Tahun 2013
Revenue Contributions 2013
2013
124
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pendapatan
Keuangan
Financial Revenue
0,77 %
Ritel
Retail
5,46 %
Lainnya
Others Properti
0,61 % Property
1,09 %
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Gambaran realisasi pendapatan usaha tahun
2013 secara lebih rinci dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Description of the realization of revenues 2013 in
more details can be explained as follows:
Pendapatan Suratpos dan
Paketpos
Postal Mail and Parcel Revenue
Sampai dengan akhir tahun 2013, realisasi
pendapatan layanan Suratpos sebesar Rp
1.660,53 Milyar atau 91,69% dari target RKAP
2013 sebesar Rp 1.811,07 Milyar. Dibandingkan
dengan realisasi tahun 2012 tumbuh 20,85%.
Pada tahun 2013 suratpos memberi kontribusi
terbesar yaitu 39,22% dari total pendapatan.
Up to the end of 2013, the realization of the postal
Mail service revenues amounted to Rp 1.660,53
Billion or 91,69% of the target Budgeted 2013 of
Rp. 1.811,07 billion. Compared to the year 2012
the realization growth by 20,85%. By 2013 postal
mail contributed the largest i.e. 39,22% of total
revenue.
Berbagai
upaya
yang
dilakukan
untuk
meningkatkan kinerja layanan Suratpos dan
Paketpos antara lain:
Various efforts are being made to improve the
performance of Mail and Parcel services, among
others:
Pendapatan layanan Paketpos tahun 2013 sebesar
Rp 589,64 Milyar atau 82,02% dari target RKAP
2013 sebesar Rp 718,93 Milyar. Realisasi tahun
2013 meningkat sebesar 12,78% dibandingkan
realisasi tahun 2012 yang terealisasi sebesar Rp
522.81 Milyar.
Parcel service revenues by 2013 amounting to
Rp 589,64 Billion or 82,02% of the target in
company budgeted plan (CBP) 0f 2013 amounting
to Rp 718,93 billion. Realization of 2013 revenue
increased by 13% compared to the year 2012
which was realized of Rp 522.81 billion.
1. Peningkatan knowledge dan manajemen
penjualan bagi seluruh Kepala Area
Penjualan dan Manajer Penjualan yang
berada di Area Penjualan, melalui pelatihan
Strategic Management oleh Mark Plus.
2. Peningkatan pendapatan dari walk in
customer yang melibatkan seluruh sumber
daya Kantor Pos melalui pemberian
penghargaan kepada Kantor Pos Terbaik
Nasional yang berhasil mencapai target dan
peningkatan pertumbuhan layanan EMS, Pos
Kilat Khusus dan EMS periode Semester II
Tahun 2013.
inisiasi
dalam
rangka
3. Melakukan
mempercepat
terbentuknya Unit Sales
Reprensetative (SR) di luar Pulau Jawa,
agar lebih fokus dalam penggarapan pasar
account customer.
4. Mempercepat pembentukan aplikasi Sales
Forces dan aplikasi kolekting korporat
berdasar Ipos serta sistem insentif untuk
para Account Executive dalam rangka
mengendalikan dan memotivasi pencapaian
target penjualan.
1.
Increased knowledge and sales management
for the entire Head Area of Sales and sales
manager in the areas of sales, through
training in Strategic Management by Mark
Plus.
2.
Increased income from walk in customer
involving the entire resources of the post
office through the awarding the prize to the
Best National Post Office that managed to
reach the target and increase the growth of
EMS service, Special Postal Mail and EMS II
Semester period In 2013.
Implement initiation in order to speed up the
formation of the Unit Sales Reprensetative
(SR) outside the island of Java, in order to
focus more in the pipeline market customer
account.
Accelerate the creation of applications Sales
Forces and corporate collecting applications
based on the iPos as well as a system of
incentives for the Account Executive in order
to control and motivate the achievement of
sales targets.
3.
4.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
125
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Indonesia Marketeers Festival
(Palembang)
5. Mempersiapkan penggarapan proyek bisnis
cetak dan distribusi kiriman Pemilu 2014
seperti Surat Suara, Formulir, Kotak Suara
dan sarana pendukung lainnya melalui
pembentukan Satuan Tugas Penggarapan
Pemilu 2014.
6. Penggarapan distribusi kiriman surat dan
barang yang berasal Pemerintah, seperti
proyek cetak dan distrubis Smartcard untuk
peserta baru Program Keluarga Harapan.
7. Pengendalian umur piutang pendapatan
melalui percepatan pelunasan piutang
pelanggan yang melebihi batas umur
piutang, melalui rapat koordinasi dengan
UPT terkait dan penagihan kepada debitor.
8. Layanan Pos Internasional:
• Uji coba 3 (tiga) Office of Exchange :
Surabaya, Makassar dan Balikpapan.
• Pengembangan Kerjasama dengan DHL
tentang Layanan SME Day Definite
Market (Layanan export untuk UKM).
• Pembuatan
Keputusan
Direksi
tentang Kegiatan Penjualan EMS dan/
atau Paketpos Internasional melalui
Pramuwisata sebagai Mail Collector.
• Melakukan evaluasi Layanan EMS
(Kerjasama dengan Mitra DHL dan UPS),
dan Layanan Prepaid Parcel.
• Penyempurnaan KD tentang Penetapan
MPC Surabaya, MPC Makassar, dan Unit
Operasi Balikpapan sebagai Kantor
Tukar Pos Udara.
2013
126
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Prepare for the implementation of business
projects in print and distribution of
submissions as of 2014 Election mattesr, such
as ballot box, Form and other supporting
facilities through the establishment of a task
force implementation of the 2014 Elections.
6. The implementation of the distribution of
letters and submissions of goods originating
in the Government, such as the print and
distribution Smartcard project for new Family
Hopeful Program participants.
7. Controlling age-ing accounts receivable
income through accelerated repayment of
accounts receivable customers who exceeded
the age of accounts receivable, through
coordination meetings with the associated
post office and billing to the debtor.
8. International Postal Service :
• A trial of three (3) Office of Exchange:
Surabaya, Makassar and Balikpapan.
• Cooperation development with DHL about
SME Day Definite Service Market (export
Services for SMEs).
• Making Board of Directors decisions
about activities of the EMS and/or
International Parcel sales through tour
guide as the Mail Collector.
• Evaluate EMS Service (in collaboration
with DHL and UPS partners), and Prepaid
Parcel Service.
• Improvement of Determination of MPC’s
of Surabaya, Makassar and Balikpapan
and Operation Unit of exchange offices of
Airmail.
5.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Pos Logistik
PT Pos Logistik Indonesia merupakan anak
perusahaan yang didirikan tanggal 5 Januari
2012.Tahun 2013 pendapatan Logistik terealisasi
sebesar Rp 178,65 Milyar, jika dibandingkan
dengan pendapatan Logistik tahun 2012
terdapat pertumbuhan sebesar 167,36%. Adapun
pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan
transportasi Rp 71,93 Milyar, Pendapatan freight
forwarding Rp 65,38 Milyar dan Pendapatan
warehousing Rp 41,34 Milyar.
Logistic Post Revenue
PT Pos Logistik Indonesia is a subsidiary which was
established on 5 January 2012. Logistics revenue
realised by 2013 amounting to Rp 178,65 billion,
compared to earnings of logistics in 2012 there is
growth of 167,36%. As for the income consists of
transportation income of Rp 71,93 billion, freight
forwarding Revenue of Rp 65,38 billion and
revenue of warehousing is Rp 41,34 Billion.
Warehousing Pos Logistik
Jasa Keuangan
Pendapatan Weselpos
Pendapatan layanan Weselpos tahun 2013
sebesar Rp 741,06 Milyar atau 128,53% dari
target RKAP 2013 sebesar Rp 576,55 Milyar.
Realisasi tahun 2013 meningkat sebesar 67,67%
jika dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar
Rp 441,97 Milyar.
Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan
kinerja layanan Weselpos antara lain:
1. Penyaluran Dana BLSM tahun 2013, dengan
aktivitas :
• Realisasi Penyaluran Dana BLSM Tahap
I dan II tahun 2013.
• Monitoring dan Evaluasi BLSM dan
pelaporan realisasi penyaluran dana
BLSM 2013.
2. Monitoring dan evaluasi kinerja notifikasi
sms weselpos instan
3. Penggarapan layanan weselpos kemitraan di
industri padat karya (perkebunan, pabrik).
4. Penyesuaian tarif weselpos Dalam Negeri
Financial Services
Remittance Revenue
Remittance service revenues by 2013 amounting
to Rp 741,06 Billion or 128,53% of the CBP 2013
amounting to Rp 576,55 billion. Realization of
2013 increased by 67,67% if compared to the
realization by 2012 amounted to Rp 441,97 billion.
Some effort is made to improve the performance of
Remittance services include:
1. Channelling BLSM Funds 2013, with activity:
• Realization of Channeling BLSM Funds
phase I and II by 2013.
• Monitoring and evaluation and reporting
of actual BLSM channeling of BLSM funds
2013.
2. Monitoring and evaluation of the performance
of the sms notification service
3. Implementation of the instant remittance
partnerships in labor-intensive industries
(plantations, factories).
4. Tariff adjustment in domestic remittance
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
127
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
5. Pelaksanaan promosi (BTL) weselpos DN
6. Tindak lanjut
terhadap dokumen
Reinstatement
kiriman
WU
melalui
koordinasi dengan SGLK dan Bagian
Akuntansi.
7. Revisi SOP Pembayaran WPLN.
8. Pembukaan dan perluasan Layanan WU
Kirim secara Host to Host.
9. Penjajakan Layanan IEMO Kirim ke Malaysia.
10. Penjajakan kerja sama Remittance dengan
Instant Cash FZE (Emirates Post Groups).
11. Pembukaan Layanan Remittance dengan
Brunei Post dan Timor Leste Post.
12. Instalasi aplikasi Eurogiro Networks untuk
layanan remittance dengan Korea Post,
Japan Post Bank.
5.
Execution of the promotion (BTL) domestic
remittance
6. follow-up to document the restoration of posts
through or with WU SGLK and Accounting
Section.
7. Revision of SOP Payment International
remittance.
8. The opening and expansion of Services to
Send WU Host to Host.
9. Exploitation Service IEMO send to Malaysia.
10. Exploitation of cooperation with instant cash
delivery FZE (Emirates Post Group).
11. Opening of the Remittance Services to Brunei
and East Timor post post.
12. Eurogiro network installation applications
for money transfer service with Korea’s post
and Japan Post Bank.
Pendapatan Giropos
Pendapatan layanan Giropos tahun 2013 sebesar
Rp 50,97 Milyar atau 814,44% dari target
RKAP 2013 sebesar Rp 6,26 Milyar. Realisasi
tahun 2013 meningkat sebesar 731,46% jika
dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar Rp
6,13 Milyar.
Giropos service revenues by 2013 amounting to
Rp 50,97 Billion or 814,44% of the target CBP
2013 amounting to Rp 6.26 billion. Realization
of 2013 increased by 731,46% if compared to the
realization by 2012 amounted to Rp 6,13 billion.
•
•
•
•
Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan
kinerja layanan Giro Pos antara lain melalui
perbaikan Sistem Pelaporan dan Migrasi Data
Base GOL, dengan aktivitas :
2013
Postal Giro Revenue
Piloting Pelaporan GOL bebasis WEB.
Migrasi Data Base GOL dari Server Lama ke
Server baru.
128
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Some effort is made to improve the performance of
the Postal Giro service:
Through improvements to the reporting system
and the Data Base Migration of GOL, with activity:
Piloting Reporting GOL WEB bebasis.
The Data Base migration from the old Server
to the new Server.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Penyaluran
Perbankan
Bank Channelling Revenue
Pendapatan layanan Bank Chanelling tahun 2013
sebesar Rp 40,87 Milyar atau 81,73% dari target
RKAP 2013 sebesar Rp 50,00 Milyar. Realisasi
tahun 2013 meningkat sebesar 4,13% jika
dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar Rp
39,25 Milyar.
Bank Chanelling services revenue in 2013
amounting to Rp 40,87 Billion or 81,73% of the
CBP target of IDR 50.00 billion in 2013. Realization
of 2013 increased by 4,13% if compared to the
realization by 2012 amounted to Rp 39,25 billion.
Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan
kinerja layanan Bank Chanelling antara lain:
Some effort is made to improve the performance of
Bank Chanelling services among others:
Pendapatan layanan Bank Channelling tahun
2013 sebesar Rp 40,87 Milyar atau 81,73%
dari target RKAP 2013 sebesar Rp 50,00 Milyar.
Realisasi tahun 2013 meningkat sebesar 4,13%
jika dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar
Rp 39,25 Milyar.
Revenue Service Channelling Bank 2013 amounting
to Rp 40,87 Billion or 81,73% of the CBP target
of IDR 50.00 billion in 2013. Realization of 2013
increased by 4,13% if compared to the realization
by 2012 which amounted to Rp 39,25 billion.
1. Perbaikan aplikasi Tabungan Cermat, Bank
BTN.
2. Perpanjangan
kerjasama dengan Bank
Muamalat.
3. Pelaksanaan Kerjasama dengan Bank
Mandiri melalui program Mandiri Mitra
Usaha (MMU), dengan aktivitas :
• Pelaksanaan dan pengawalan operasi
layanan MMU yang telah live.
• Pengawalan kinerja pencapaian target
KCP MMU.
• Review terhadap kualitas operasional &
kinerja pendapatan layanan MMU.
• Evaluasi Kinerja layanan dan pembuatan
target layanan MMU untuk tahun 2014.
1.
Improvement of application Careful Savings,
Bank BTN.
2. Extension of cooperation with Bank
Muamalat.
3. The implementation of cooperation with
Bank Mandiri through Mandiri Business
Partners Program (MMU), with activity:
• The implementation and control of the
MMU services operating live.
• Achievement of the performance targets
for the control of KCP MMU.
• Review of the quality of the operational
performance of revenue service & MMU.
• Performance evaluation of service
creation and service targets the MMU for
2014.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
129
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Penyaluran
Dana
Pendapatan layanan Penyaluran Dana tahun 2013
sebesar Rp 6,21 Milyar atau 6,94% dari target
RKAP sebesar Rp 89,54 Milyar. Realisasi tahun
2013 turun sebesar 91,67% jika dibandingkan
realisasi tahun 2012 sebesar Rp 74,61 Milyar,
penurunan ini semata-mata karena penyaluran
dana menggunakan akun dan system aplikasi
weselpos institusi kelembagaan meskipun
sifatnya adalah penyaluran dana.
Fund Distribution Service income 2013 amounting
to Rp 6,21 Billion or 6,94% of the CBP amounted to
Rp 89,54 billion. Realization of 2013 down by 91,67%
if compared to the realization by 2012 amounted
to Rp 74,61 Billion, a decrease was solely due to the
channelling of funds using your account and system
applications remittance institutional although its
nature is the channeling of funds.
Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan
kinerja layanan penyaluran dana antara lain:
1. Peningkatan Sistem Pembayaran Pensiun PT.
TASPEN, dengan aktivitas :
• Uji coba pelaksaanaan e-Karip PT.
TASPEN dengan sistem MoC (Mach on
Card) yaitu penyimpanan data pensiun
pada kartu e-Karip, dan uji coba
Enrollment untuk memasukan data
pensiun ke aplikasi e-Karip.
• Implementasi Lepas Dapem Pensiun
PT. TASPEN di Kantor Cabang Utama
TASPEN Jakarta dan Kantor Cabang
Utama TASPEN Bandung.
• Pembahasan awal perpanjangan PKS
dengan PT.TASPEN.
Some effort is made to improve the performance of
Fund Distribustions services among other:
1. Improvement in the pension payment system of
PT TASPEN OFFICE, with activities:
• Implementation trial of PT TASPEN e-Karip
E with the MoC (Mach on Card) system,
namely data storage e-card for retirement
on Karip and trial Enrollment to place the
data into the e-application of retirement
Karip.
• Implementation of PT TASPEN pension
Dapem Off in Main branch offices and
branch offices in Jakarta TASPEN OFFICE
and Main branch of TASPEN OFFICE in
Bandung.
• The initial discussion of the extension of the
MCC with PT.TASPEN.
2. Improvements in preparations for the
implementation of Applications and the payment
of retirement Questioned (AP3) PT ASABRI, with
activity:
• Data transfer Pension PT. ASABRI from
Physical Data into electronic Data (Data
Yd).
• Training of AP3 (Application Retirement
Payment Liability) PT ASABRI.
• The refinement and implementation of the
preparation of PT ASABRI AP3.
3. Penggunaan Smart Card untuk penyaluran
dana PKH dan BLSM.
3.
The use of Smart cards for distribution of PKH
and BLSM funds.
4.
Realization and reconciliation of PKH-GOL
payments 2013 and, with the activities of:
• The use of FDPos applications: an accountbased in the Fund’s channelling of PKH.
• Channeling PKH-GOL Funds phase I to IV in
2013.
• PKH-GOL Funds phase I to IV Payment
reconciliation in 2013.
2. Penyempurnaan dan Persiapan Implementasi
Aplikasi Pertanggung-jawaban Pembayaran
Pensiun (AP3) PT. ASABRI, dengan aktivitas :
• Pemindahan Data Pensiun PT. ASABRI
dari Data Fisik ke Data Elektronik (Data
Yard).
AP3
(Aplikasi
• Pelatihan
Pertanggungjawaban
Pembayaran
Pensiun) PT. ASABRI.
• Penyempurnaan
dan
Persiapan
Implementasi AP3 PT. ASABRI.
2013
Fund Distribution Revenue
4. Realisasi dan Rekonsiliasi Pembayaran PKHGOL 2013 dan, dengan aktivitas :
• Penggunaan aplikasi FDPos berbasis
rekening dalam penyaluran dana PKH.
• Penyaluran Dana PKH-GOL Tahap I sd IV
Tahun 2013.
• Rekonsiliasi
Pembayaran
PKH-GOL
Tahap I sd IV Tahun 2013.
130
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Pos Pay
Pos Pay Revenue
Pendapatan layanan Pos Pay tahun 2013
terealisasi sebesar Rp 609,77 Milyar atau 80,46%
dari target RKAP 2013 sebesar Rp 757,85 Milyar.
Realisasi tahun 2013 meningkat sebesar 4,40%
dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar Rp
584,08 Milyar.
The revenue the Postal Pay Service in 2013
realized amounted to Rp 609,77 Billion or 80,46%
of the target 2013 CBP which amounting to Rp
757,85 billion. Realization of 2013 increased by
188% over realization by 2012 amounted to Rp
584,08 billion.
Kemitraan Biller
Partnership in bill payment:
Pertumbuhan pendapatan Pospay tersebut
dicapai melalui beberapa upaya antara lain:
The Pospay revenue growth achieved through
several efforts among others:
1. Pembukaan dan Penambahan Pospersepsi
Tobelo, Masohi, Sragen dan Pleihari :
2. Pospersepsi
Masohi
sudah
diimplementasikan pada Tanggal 12
Desember 2013, sedangkan Tobelo, Sragen
dan Pleihari sampai saat ini masih dalam
proses pendaftaran pada Sistem MPN; dan
realisasinya akan dilanjutkan pada Triwulan
I Tahun 2014.
3. Implementasi Pembukaan Layanan PBB di
Daerah:
4. Layanan PBB Area
IV Depok sudah
dilaksanakan Pengujian Sistem (UAT) pada
Bln Desember 2013; sedangkan PBB Area II
dan Area V masih dalam proses kerjasama
dan akan dilanjutkan Pada Triwulan I Tahun
2014.
5. Implementasi Layanan Setoran Penerimaan
Negara dengan MPN G-2.
6. Masih dilaksanakan Pengujian Sistem UAT,
untuk implementasi akan dilaksanakan
pada Triwulan I Tahun 2014.
7. Pembukaan Layanan PDAM di Daerah:
30 PDAM serta PDAM Area III Sumbagsel
sebanyak 7 PDAM (Upgrade Sistem, dengan
Switching BWN).
• Pada akhir tahun 2013 dalam Proses
Kerja Sama : PDAM Medan, Tanjungbalai,
Aceh Besar, Ciamis.
• Sampai triwulan IV 2013 masih dalam
proses Develop dan Pengujian Sistem:
PDAM Biak,Nabire,Banjar.
sudah
di-launching
dan
• Yang
Implementasi PDAM Garut, Surabaya,
Rembang, Blora, Bantul, Jogjakarta,
Brebes, Kulonprogo, Tegal, Watesjogja,
Pati.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
The opening and addition of Pospersepsi at
Tobelo, Masohi, Sragen and Pleihari:
Pospersepsi has been implemented in Masohi
on December 12, 2013, while the Tobelo,
Sragen and Pleihari up to this point is still
in the process of registering on the MPN; and
its realization will continue on a Quarterly I,
2014.
Implementation of the opening of the UNITED
NATIONS Services in the area of:
UN Service Area IV There was implemented
the System Testing (UAT) in December 2013
Bln; While the UN Area II and Area V is still in
the process of cooperation and will continue
on a Quarterly I year 2014.
Implementation Services Deposit receipt of
MPN State with G-2.
UAT System Testing which still carried out,
implementation will be carried out on a
Quarterly I year 2014.
The opening of the PDAM service in the area:
30 PDAM and PDAM of Area III Sumbagsel
as many as 7 PDAM (system upgrades, with
Switching BWN).
•
•
•
At the end of 2013 which is in the process
of cooperation: PDAM Medan, Tanjung
Balai, Aceh Besar, Ciamis.
Until IV quarter 2013 which is still in the
process of Develop and testing system:
PDAM Biak, Pangkal Pinang, Banjar.
Already
on
the
launching
and
implementation of PDAM in Garut,
Surabaya, Rembang, Blora, Bantul,
Yogyakarta, Brebes, Tegal, Watesjogja,
Kulon Progo, Pati.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
131
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
•
8.
9.
10.
11.
12.
Untuk PDAM Daerah yang masih dalam
pengujian sistem dan PDAM Jateng
dan DIY yang masih dalam proses akan
dlanjutkan pada Triw. I Tahun 2014.
Optimalisasi Implementasi Aplikasi Agency
Versi 2.00 secara total. Direalisasikan
melalui percepatan penambahan conten
layanan dengan adanya penambahan Biller
baru dan penyempurnaan Modul PLN
Prepaid.
Pelatihan Product Knowledge kepada
Area Jaskug dan SPV Pelayanan UPT untuk
Refresh dan kepatuhan SOP Layanan Jaskug
Pospay.
Pelaksanaan Pelatihan Product Knowledge
(refreshment
Produk
Jaskug)
telah
dilaksanakan pada seluruh Area pada bulan
November dan Desember 2013.
Evaluasi dan Penyempurnaan Aplikasi
Layanan Voucher Pulsa (Prepaid) dengan
Multi Biller X-Link.
Evaluasi
tentang
Layanan
Voucher
Pulsa kerjasama dengan PT X-Link telah
dilaksanakan dengan realisasi Produk XL
MDS, Denom Baru Orange TV, dan Paket Baru
Telkom vision telah diimplementasikan
pada bulan Oktober 2013.
Kemitraan Multi Finance
1. Evaluasi dan Perpanjangan PKS dengan BII,
Summit OTO;
2. Evaluasi dan perpanjangan kerjasama
dengan BII dan Summit OTO, telah
direalisasikan pada bulan Agustus dan
September 2013.
3. Intensifikasi peningkatan transaksi dengan
melakukan marketing bersama mitra, Telah
direalisasikan melalui pemasangan banner
di loket-loket di lokasi cabang mitra dan
pelaksanaan program Luber Hadiah 2013.
4. Meminimalisir keluhan konsumen melalui
koordinasi dengan Mitra, Ka UPT dan IT,
telah direalisasikan melalui penanganan
complain handling petugas Admin Pospay
dan Help desk operasional serta koordinasi
yang intensif dengan Mitra, UPT dan IT
2013
132
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
For PDAM Area which is still in The
testing system and PDAM Jateng and
DIY that is still in the process of going on
Triw. I in 2014.
8. Optimization of the Agency Application
Implementation Version 2.00 in total.
Realized through the addition of acceleration
with the addition of service conten of new
Biller and perfection for Prepaid PLN Module.
9. Training on Product Knowledge to the Area of
Jaskug and SPV UPT Service to Refreshment
and Jaskug Pospay Service SOP compliance.
10. The implementation of a training Product
Knowledge (refreshment Product Jaskug)
has been implemented on the entire Area in
November and December of 2013.
11. Evaluation and improvement of service
application mobile phone Voucher (Prepaid)
with Multiple Biller X-Link.
12. Evaluation of service Voucher Credits
in cooperation with PT X-Link has been
implemented with the realization of the MDS,
Denom XL New Orange TV, and a new package
of Telkom vision has been implemented in
October 2013.
•
Multi Finance Partnership
1. Evaluation and extension of the MCC with BII,
Summit OTO;
2. Evaluation and extension of cooperation with
BII and Summit OTO, was realized in August
and September 2013.
3. Intensification of increased transactions by
joint marketing with partners, have been
realized through installation of banners in
counters at the partner branch location and
program execution “Luber Hadiah” 2013.
4. Minimize consumer complaints through
coordination with partners, Ka UPT and IT
which has been realized through the handling
of complaint handling officer Admin Pospay
and Help desk operations as well as intensive
co-ordination with partners, UPT and IT.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Ritel
Pendapatan layanan Ritel tahun 2013 sebesar
Rp 231,29 Milyar atau 77,69% dari target RKAP
2013 sebesar Rp 297,71 Milyar dan mengalami
pertumbuhan 49,64% dibandingkan dengan
realisasi tahun 2012 sebesar Rp 154,56 Milyar.
Retail Revenue
Retail service revenues by 2013 amounting to
Rp 231,29 Billion or 77,69% of the 2013target
CBP which amounting to Rp 297,71 billion and
is experiencing growth 49,64% compared to the
year 2012 realization of Rp 154,56 billion.
Berbagai upaya untuk peningkatan pendapatan
dan pencapaian target layanan Ritel yang
dilakukan pada tahun 2013, diantaranya;
1. Melakukan Verifikasi Penjualan Meterai
Semester I tahun 2013 nasional bersama
Tim Ditjen Pajak.
2. Pengembangan pasar micro – insurance:
• Melakukan pembahasan perjanjian
kerjasama (PKS) penjualan voucher
asuransi dana gempa dengan PT ACA.
• Melakukan pembahasan PKS penjualan
voucher asuransi dana rumah dengan
PT ACA.
• Melakukan pembahasan PKS penjualan
voucher Asuransi Seru dengan PT ELI
• Menyelesaikan
perpanjangan
PKS
Penjualan Asuransi demam berdarah
ACA.
Numerous efforts to increase revenue and the
achievement of the target retail services have
done by 2013, including;
1. Verify Sales of National Tax Seal at first
Semester 2013 by Taxes Directorate joint
Team.
2. Market development of micro-insurance:
• Conduct the disccussion of the cooperation
agreement (MCC) of
earthquake
insurance fund voucher sales with PT
ACA.
• Discussion of MCC about sales insurance
voucher house fund with PT ACA.
• Discuss MCC about sales of insurance
voucher of Exclamation insurance with
PT ELI
• Completing the extension of MCC about
ACA DengueInsurance Sales.
Pendapatan layanan Filateli tahun 2013 sebesar
Rp 19,59 Milyar hanya tercapai 55,96% dari
target RKAP 2013 sebesar Rp 35,00 Milyar,
dan mengalami penurunan 21,44%, bila
dibandingkan dengan realisasi tahun 2012
sebesar Rp 24,93 Milyar.
Revenue of Filateli Service in 2013 amounting to
Rp 19,59 Billion only 55,96% achieved the target
of CBP 2013 which amounting to Rp 35.00 billion,
and decline 21,44%, when compared to the
realization by 2012 amounted to Rp 24,93 billion.
1. Penerbitan berbagai prangko istimewa dan
peringatan antara lain :
• Prangko istimewa seri “Pasukan
Garuda” tanggal 5 Oktober 2013.
• Prangko istimewa seri “Flora dan
Fauna” tanggal 5 November 2013.
Pendapatan Filateli
Philately Revenue
Berbagai upaya telah dilakukan untuk
meningkatkan pendapatan dan pencapaian
target bisnis Filateli, selama tahun 2013 telah
dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
Numerous efforts have been made to increase
revenue and the achievement of Phylateli business
targets, during 2013 has made the following
efforts:
1.
The publication of a variety of special stamps
and Commemorative Stamps include:
• Special series “The Lions” on 5 October
2013.
• Special stamp series “Flora and Fauna”
November 5, 2013.
2. Launching prangko seri Pasukan Garuda
dan Bursa Filateli di HUT TNI tanggal 18
Oktober 2013.
2.
Launching the Garuda Force series stamps
and Philatelic Exchange at TNI ANNIVERSARY
on October 18, 2013.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
133
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
3. Sosialisasi dan implementasi KD.80/
Dirut/0913 tentang penjualan benda filateli
melaui mitra penjualan benda filateli di
seluruh area.
4. Penerbitan Sampul Peringatan.
2013
134
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
3.
Dissemination and implementation of KD 80/
CEO/0913 about selling phylately items via
sales partners of phylateli objects around the
area.
4.
The Issuance Of Commemorative Cover.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Properti
Pendapatan Properti tahun 2013 terealisasi
sebesar Rp 46,33 Milyar atau 65,06% dari
target RKAP 2013 sebesar Rp 71,21 Milyar dan
mengalami pertumbuhan 4,88% dibandingkan
dengan realisasi tahun 2012 sebesar Rp 44,17
Milyar.
Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk
meningkatkan nilai jual aset-aset yang akan
disewakan kepada pihak ketiga, antara lain:
Property Revenue
Property income is realized amounting to Rp 46,33
Billion by 2013 or 65,06 per cent of the target CBP
2013 which amounting to Rp 71,21 billion and is
experiencing growth of 4.88% compared to the
year 2012 realization of Rp 44,17 billion.
Various attempts have been made to increase the
value of selling those assets that will be leased to
a third party, among others:
1. Peningkatan
Pendapatan
Pemanfaatan
Properti Idle:
• Intensifikasi pemanfaatan properti idle
• Penyesuaian tarif untuk perpanjangan
PKS dan PKS baru
• Penerapan luas semigross untuk
perhitungan luas sewa
• Pembenahan PKS sewa di Area/UPT
• Kerjasama dengan Mandiri MMU,
Syariah Mandiri dan Retail Mart.
1.
3. Optimasi Ruang Kantor
Optimalisasi properti berupa ruangan dalam
bentuk pemanfaatan oleh pihak lain bekerjasama
dengan Divisi lain, antara lain :
• Kerjasama pemanfaatan properti untuk
pembukaan dan pengembangan Kantor
Cabang MMU (Mandiri Mitra Usaha).
• Kerjasama pemanfaatan properti untuk
pembukaan Kantor Layanan Gadai emas
syariah BSM (Bank Syariah Mandiri).
• Kerjasama pemanfaatan properti untuk
pembukaan Post Shop di Kantor Pos
bekerjasama dengan Divisi Posmart.
• Pemanfaatan ruang kantor pos untuk
layanan pihak ketiga yang terkait
layanan pos, antara lain : BTN, Kresun/
BPR, Esia, dan lain-lain.
3. Office Room Optimization
The optimization of property in the form of a room
in its utilization by the other party, in cooperation
with other divisions:
• Cooperation in the utilization of
the properties for the opening and
development of Branch Office MMU
(Mandiri business partners).
• Cooperation in the utilization of the
properties for the Office opening Sharia
gold Pawn Service BSM Mandiri Islamic
Bank).
• Cooperation in the utilization of the
property to the opening Post Shop at
a post office in collaboration with the
Division of Posmart.
• The utilization of office space heading
for third-party services related to postal
services, amongst others: BTN, Kresun/
BPR, Esia, etc
2. Maintain Kerjasama dan Pendapatan Sewa;
• Pengelolaan gedung dan ruang kantor
yang dikelola sendiri, antara lain :
GWBP, Plazapos Bandarlampung, Ruko
Kpc Kamboja Denpasar, Rumah Dinas
dan lain-lain.
• Pengelolaan properti yang dimanfaatkan
pihak lain, contohnya : eks Gedung
Puslatpos, Poslog, BTS, Signpole BTN,
Rumah dinas Kp Pbr, Rumah dinas Kp
Mo, ATM, dan lain-lain.
Increase Revenue from Utilization of Idle
Property:
• Intensification of utilization of idle
property
• Adjustment of rates for extension of the
MCC and the new MCC
• Application of wide area of semigross for
rent calculation
• Revamping the MCC of rent in Area/UPT
• Cooperation with Syariah Mandiri, MMU,
and Retail Mart.
2. Maintain Cooperation and Rent Revenue
• Building management and office space
managed by company, among others:
GWBP, Plazapos of Bandarlampung, Kpc
Cambodia shop Denpasar, Home Office
and other
• The management of the property which
has used by the other party, for example:
ex Puslatpos Building, Poslog, BTS
Signpole, BTN, Home Office, Home Office
of Pbr Kp, Kp Mo, ATM, etc.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
135
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
4. Optimasi Properti dan Aset
Optimalisasi properti/aset dalam bentuk
pengembangan properti sesuai dengan HBU
(Highest & Best Use):
• Menjalankan MoU dengan mitra yang
telah terpilih pada tahap awal untuk
penyusunan FS dan Draft PKS ( 24 lokasi
).
• Penyusunan pra desain dan FS
pengembangan properti komersial yg
lebih akurat sebagai dasar pengajuan
ijin BUMN.
Pendapatan Teknologi
Informasi
Pendapatan ini pada tahun 2013 merupakan
pendapatan anak perusahaan yang bergerak
di bidang jaringan virtual yaitu PT Bhakti
Wasantara Net.
Pendapatan Lainnya
Sampai dengan akhir tahun 2013, pendapatan
lainnya terealisasi sebesar Rp 25,75 Milyar
atau sebesar 85,49% dari RKAP 2013 sebesar
Rp 30,12 Milyar. Realisasi pendapatan lainnya
ini menggalami penurunan sebesar 38,20%,
bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2012
sebesar Rp 41,67 Milyar.
2013
136
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
4. Property Asset Optimization
Optimization of property/assets in the form of
property development in accordance with the
HBU (Highest & Best Use):
• running a MoU with partners who have
been selected in the early stages for the
preparation of a Draft FS and MCC (24
locations).
• The preparation of pre design and FS
commercial property development which
is more accurate as the basis for the filing
of a permit from SOE authority.
Information Technology
Revenue
This income in 2013 is income from its subsidiaries
engaged in the virtual network of PT Bhakti
Wasantara Net.
Other Revenue
Up to the end of 2013, other income realized
amounted to Rp 85,49 Billion or 25,75% of the
CBP 2013 which amounting to Rp 30,12 billion.
The realization of this other income decrease of
38.20%, when compared to the realization by
2012 amounted to Rp 41,67 billion.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Pendapatan Tresury
Pendapatan treasury tahun 2013 sebesar Rp
32,80 Milyar atau 109,33% dari target RKAP
2013 sebesar Rp 30,00 Milyar dan mengalami
kenaikan 24,20% dibandingkan dengan realisasi
tahun 2012 sebesar Rp 26,41 Milyar merupakan
Pendapatan jasa giro dan Pendapatan
penempatan dana di bank.
Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk
menghasillkan pendapatan treasury ini antara
lain:
1. Penempatan dana pada perbankan yang
dapat memberikan tingkat suku bunga
yang paling menarik baik Giro, DOC dan
Berjangka.
2. Intensifikasi dana pihak ketiga dan
pendekatan dana untuk dikelola pemilihan
rate terbaik.
3. Evaluasi cash pick up service Bank Danamon
Area Jakarta dan Banten.
4. Penyusunan PTO Perpanjangan PKS Bank
Mandiri Penggunaan Layanan Pengelolaan
Kas 2013-2015.
Treasury Revenue
Treasury income in 2013 amounting to Rp
32,80 Billion or 109,33% of the CBP 2013 which
amounting to Rp 30.00 billion and increase
24,20% compared to year 2012 realization of Rp
26,41 Billion. This is Revenue from giro Services
and income fund at the bank.
Several efforts have been made to produce this
tresury income include:
1.
2.
3.
4.
Placement of funds on banking which can
provide the most interest rates attracted
both Giro, DOC and futures.
Intensification of third-party funds and
managed funds for the approach the selection
rate is best.
Evaluation cash pick up service, Bank
Danamon in Jakarta and Banten.
Preparation of the PTO Extension MCC Bank
Mandiri Use Cash Management Services
2013-2015.
Pos Keliling Kota
City Mobile Post
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
137
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Kinerja Beban Tahun 2013
Up to the end of 2013, the businesses cost budget
realized Rp 3,858.61 Billion or 89,63% of the
targets set in the CBP 2013 amounting to Rp
4,304.93 billion. Realization of the expenses in
2013 increased by 22.40% compared to actual
expenses in year 2012 Rp 3152 .45 billion.
Penyebab terjadinya pelampauan beban-beban
tersebut di atas antara lain:
The cause of the occurrence in excess of the
expenses above include:
Pada tahun 2013 terdapat realisasi kelompok
beban usaha yang melampaui anggaran yang
telah ditetapkan pada RKAP yaitu: beban
administrasi sebesar 319,11% dan beban umum
124,60%
By 2013 there is realisation of the business
expenses group that goes beyond the budget
has been set at the CBP, namely: administration
expenses amounting to 319,11% and 124,60%
general expense.
1. Beban Administrasi terlampaui sebesar
219,11% disebabkan adanya peningkatan
kegiatan administrasi kantor diikuti
kenaikan harga-harga sehubungan kenaikan
harga Bahan Bakar Minyak, iuran badan
internasional.
1.
Administration Expenses exceeded 219,11%
due to an increase in the activities of the
administration of the Office followed the
increase-prices in respect of the fuel Oil price
hike and the International Agency’s dues.
2. Beban umum terlampaui sebesar 24,60%
disebabkan oleh :
• Beban perjalanan dinas untuk kegiatan
koordinasi, monitoring dan konsolidasi
bisnis serta biaya perjalanan dinas untuk
peserta pelatihan baik di kantor pusat
maupun di area.
• Beban kerugian atas klaim jasa suratpos/
paketpos dan kerugian akibat tindak
kejahatan.
• Penyisihan piutang.
2.
General expenses exceeded 24.60% are
caused by:
•
Travel Expenses for activity coordination,
monitoring and consolidation of business
as well as the cost of travel for participants
in training both at Headquarters and in the
area.
The burden of losses on claims mail and
parcel service and losses due to crime.
Allowance for receivables.
Beban pegawai dan beban operasi masih
merupakan komponen beban usaha dengan
Employee expenses and operating expenses
are still a component of business expenses with
the largest contribution on the composition of
the realization of the expense on 2013, i.e. each
Tingkat prosentase pertumbuhan beban tertinggi
jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2012
antara lain terjadi pada beban administrasi
sebesar 103,79% atau naik sebesar Rp 23,70
Milyar, beban operasi 35,58% atau naik sebesar
Rp 312,39 Milyar, dan beban umum sebesar
42,83% atau naik sebesar Rp 102,72 Milyar.
2013
Cost Performance 2013
Sampai dengan akhir tahun 2013, anggaran
beban usaha terealisasi sebesar Rp 3.858,61
Milyar atau 89,63% dari target yang ditetapkan
pada RKAP 2013 sebesar Rp 4.304,93 Milyar.
Realisasi beban tahun 2013 meningkat sebesar
22,40% dibandingkan realisasi beban tahun
2012 sebesar Rp 3.152,45 Milyar.
138
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
•
•
The highest percentage growth rates of expenses
when compared to the realization by 2012
among other things happening on the cost of
administration of 103,79% or Rp 23,70 billion,
operating expenses rose by 35,58% or Rp 312,39
billion, and the General expense of 42,83% or Rp
102,72 billion.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
kontribusi terbesar pada komposisi realisasi
beban tahun 2013, yaitu masing-masing sebesar
Rp 2.097,49 Milyar atau 53,56% dan Rp 1.190,41
Milyar atau 30,40% seperti terlihat pada diagram
di bawah ini :
amounting to Rp 2.097,49 Billion or 53,56% and
Rp 1.190,41 Billion or 30.40% as shown in the
diagram below:to IDR 2097.49 billion or 53.56%
and 1190.41 billion IDR or 30.40% as shown in
the diagram below:
B. Operasi
Operational Exp.
30,40%
B. Pegawai
Employee Exp.
53,56%
B. Pemasaran
Marketing Exp.
2,59%
B. Lainnya
Others Exp.
0,92%
KONTRIBUSI BEBAN TAHUN 2013
B. Keuangan
Financial Exp.
0,56%
EXPENSES 2013
2013
2012
(Audited)
(Audited)
Pencapaian
Realization
from Target
(%)
B. Administrasi
Administration Exp.
1,19%
B. Umum
General Exp.
8,75%
B. Penurunan Nilai Aset
Asset Decreasing Value Exp.
0,00%
B. Penyusutan dan Amortisasi
Depreciation and Amortization Exp.
2,05%
Dalam Milyar Rupiah Kecuali %
In Billion IDR, except %
Tumbuh
Growth
(%)
ASET
ASSET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Investasi pada surat berharga
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan
piutang tidak tertagih
Pendapatan yang masih harus diterima
Pajak dibayar di muka
Aset lancar lainnya
JUMLAH ASET LANCAR
CURRENT ASSET
3.683,96
2.961,07
75,12
117,47
0,23
480,81
3,88
261,22
4.505,23
2,57
351,24
1,26
188,30
3.621,91
75,87
24,41
8,38
(91,02)
36,56
(36,05)
77,65
24,39
94,86
-
113,14
Cash and equivalent
Security Investment
36,89
Receivables - reduced by reserved for
unpaid receivables
207,64
Prepaid Tax
Deferred Income
Other current asset
38,73
TOTAL CURRENT ASSET
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
139
2013
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan
Aset tetap setelah dikurangi akumulasi
penyusutan
2013
2012
(Audited)
(Audited)
-
618,24
Pencapaian
Realization
from Target
(%)
15,70
101,57
42,40
55,13
240,11
Aset tidak lancar lainnya
37,47
31,13
Aset pajak tangguhan
123,96
-
515,20
234,80
42,46
Tumbuh
Growth
(%)
NON CURRENT ASSETS
Properti investasi bersih
Aset tak berwujud
Dalam Milyar Rupiah Kecuali %
In Billion IDR, except %
109,66
-
Estimated income tax
20,00
Fix Asset after reduced by accumulated
depreciation
0,15
Intangible Asset
96,34
(2,21)
Net property investment
275,49
20,36
Other non current asset
111,50
13,04
Deferred Tax Asset
UMLAH ASET TIDAK LANCAR
1.056,92
954,20
100,26
10,77
TOTAL NON CURRENT ASSET
JUMLAH ASET
5.562,16
4.576,11
81,13
21,55
TOTAL ASSET
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Utang pajak
Biaya yang masih harus dibayar
Pinjaman bank jangka pendek
Provisi jangka pendek
Utang lainnya
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
-Pinjaman bank
-Utang pembiayaan konsumen
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK
SHORT TERM LIABILITIES
3.126,26
2.709,48
-
150,00
-
-
58,18
26,96
96,17
793,92
20,00
3,77
4.125,27
63,70
48,18
82,70
99,40
70,46
38,94
15,38
20,75
-
(30,77)
298,66
298,24
165,83
65,19
-
(69,32)
-
3.409,85
-
-
-
76,67
-
(3,25)
-
-
20,98
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman bank jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
-Pinjaman bank
-Utang pembiayaan konsumen
Liabilitas imbalan kerja
Liabilitas jangka panjang lainnya
Liabilitas pajak tangguhan
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG
JUMLAH LIABILITAS
BANTUAN PEMERINTAH YANG BELUM
DITENTUKAN STATUSNYA
Setoran Modal lainnya
Saldo laba
Komponen Ekuitas lainnya
Kepentingan non pengendali
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
Deferred Expenses
Short term debt
Short term provision
Other Short Term Liabilities
Long term debt due in current year :
- Bank debt
- Consumer finance debt
TOTAL SHORT TERM DEBT
Long term debt after reduced by current
year due :
60,00
8,34
70,00
-
369,16
309,31
460,53
402,02
4.585,79
-
22,71
0,32
22,71
-
-
(14,29)
4,82
-
-
131,96
-
19,35
- Bank debt
- Consumer finance debt
Past Service Liabilities
Other long term liabilities
Deferred tax liablities
-
61,35
-
14,55
TOTAL LONG TERM LIABILITIES
3.811,87
74,79
20,30
TOTAL LIABILITIES
-
-
-
GOVERNMENT SUBSIDIZED WHICH HAS
NOT DETERMINED YET
EQUITY
Nominal Share
Rp1.000.000 per share
Modal saham nilai nominal
Rp 1.000.000 per saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
425.000 saham
Tax Payable
LONG TERM LIABILITIES
EKUITAS
Modal dasar nilai nominal 1.500.000 saham
Trade payable
Authorized Capital 1.500.000 share
455,02
-
551,90
425,00
30,02
100,00
-
7,06
Issued and Fully Paid Capital 425.000
share
-
Other Paid Capital
1,17
Minority Interest
Retain Earnings
340,36
184,41
62,15
976,36
764,24
134,72
27,76
TOTAL EQUITY
5.562,16
4.576,11
81,13
21,55
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
(1,37)
(29,19)
(1,61)
(29,53)
50,31
98,02
14,70
Other Equity
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Kinerja Investasi 2013
Investment Performance 2013
(Dalam Milyar Rupiah, kecuali %)
(In Billion Rupiahs, except %)
Kinerja Investasi Tahun 2013
Investment Performance 2013
Uraian
Investasi Pada Anak Perusahaan
Investasi Diluar Perusahaan
Tanah
Gedung
Kendaraan Bermotor
Barang Inventaris
Property Investasi
Aset Tidak Berwujud
Total investasi
2012
2013
(Audited)
(Audited)
49,50
14,03
68,01
41,58
0,00
20,79
193,91
174,00
0
62,93
119,21
0,93
9,33
366,40
Total realisasi anggaran investasi tahun 2013
adalah sebesar Rp 366,40 Milyar (41,95%) dari
total anggaran sebesar Rp 873,37 Milyar.
Penyebab masih rendahnya realisasi investasi
pada tahun 2013 disebabkan oleh beberapa hal
sebagai berikut:
1. Tidak terealisasinya proker investasi
berupa pembentukan Bank JV sebesar Rp
180 Milyar (20,61% dari total anggaran
investasi) disebabkan karena salah satu
mitra JV belum bersedia melanjutkan proses
lebih lanjut dari Conditional Share Sales
Agreement (CSSA) menjadi Share Sales
Agreement (SSA).
2. Rendahnya realisasi proker penambahan
modal disetor PT Pos Logistik Indonesia
disebabkan oleh perubahan / review
kebijakan terhadap tujuan penganggaran
penambahan modal disetor dari semula
untuk
akuisisi
perusahaan
logistik
(sebesar Rp 350 Milyar) menjadi untuk
pengembangan infrastruktur fisik berupa
gudang dan perangkat pendukungnya
(sebesar Rp 75 Milyar).
Pencapaian
Realization
from Target
(%)
30,00
0,00
123,87
62,61
8,89
25,09
41,95
Tumbuh
Growth
(%)
Description
251,52
(7,48)
186,71
100,00
(53,13)
88,95
Investment to Subsidiaries
Investment to external
Land
Building
Vehicles
Usable Inventory
Property Investment
Intangible Asset
Total investment
Total realization of the investment budget by
2013 is amounting to Rp 366,40 billion (41,95%)
of the total budget of Rp 873,37 billion.
The cause of still a low level of investment
realization in 2013 is caused by a few things as
follows:
1. investment program is not realised in the
form of the establishment of Bank JV Rp
180 billion (20,61% of the total investment
budget) because one of the partners of the JV
not yet willing to resume more than pleased
to Share Sales Agreement (CSSA) into Share
Sales Agreement (SSA).
2.
Low realisation of the program of increase
paid in capital at PT Pos Indonesia was
caused by Logistics change/review policy
to increase paid in capital budgeting
purposes from the beginning for acquisition
logistics company (Rp 350 Billion) for the
development of physical infrastructure in the
form of the warehouse and the supporters (of
Rp 75 billion).
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
141
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Indikator Kinerja Utama
Penilaian KPI PT Pos Indonesia (Persero) tahun
2013 dihitung berdasarkan Kontrak Manajemen
antara Kuasa Pemegang Saham dengan Direksi
dan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero) Nomor:
RIS–19/D3.MBU/2013 tanggal 22 Januari 2013
tentang Persetujuan indikator-indikator kunci
(Key Performance Indicators) yang meliputi
aspek keuangan dan pasar,efektivitas fokus
pelanggan, efektivitas produk dan proses, fokus
tenaga kerja serta Kepemimpinan, Tata Kelola,
dan Tanggung jawab Kemasyarakatan.
Assessment of KPI PT Pos Indonesia (Persero)
2013 calculated based on management contract
between shareholders to the Board of Directors
and Board of Commissioners PT Pos Indonesia
(Persero) number: RIS – 19/D3.MBU/2013 date
22 January 2013 about Approval of Key Indicators
(Key Performance Indicators) which covers the
financial aspects and markets, the effectiveness
of customer focus, effectiveness of products and
processes, the focus of labor as well as leadership,
governance, and Civic responsibility.
Sesuai dengan hasil RUPS tanggal 22 Januari 2013
nomor RIS-19/D3.MBU/2013, RUPS menyetujui
dan mengesahkan Kontrak Manajemen (Key
Performance Indicator) antara Direksi dan
Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham PT
Pos Indonesia tahun 2013 mengacu pada Kriteria
Penilaian Kinerja Unggul sesuai surat Wakil
Menteri BUMN nomor S-508/MBU/WK/2012
tanggal 22 November 2012 tentang Shareholder
Aspiration untuk Penyusunan RKAP tahun 2013
dan akan ditandatangani oleh Direksi, Dewan
Komisaris serta Pemegang Saham paling lambat
30 (tiga puluh) hari kalender setelah RUPS.
According to the results of the General Meeting
of Shareholders dated January 22, 2013 the
number of RIS-19/D3.MBU/2013, the General
Meeting of of Shareholders approve and ratify
the contract management (Key Performance
Indicator) between the Board of Directors and
Board of Commissioners with the shareholders of
PT Pos Indonesia in 2013 refers to the Superior
performance assessment Criteria according Vice
Minister of SOE letter No. S-508/MBU/WK/2012
November 22, 2012 about Aspiration for the
preparation of Shareholder of the CBP by 2013
and will be signed by the Board of Directors,
Board of Commissioners and Shareholders no
later than thirty (30) calendar days following the
General Meeting of Shareholders.
Kontrak manajemen adalah kesepakatan antara
Pemegang Saham/Pemilik Modal dengan
Dewan Komisaris dan Direksi PT Pos Indonesia
(Persero) yang berisi target-target pencapaian
indikator kinerja kunci (Key Performance
Indicators) yang akan dievaluasi setiap tahun.
Kontrak manajemen dan KPI merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2013.
2013
Key Performance Indicators
142
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Management contract is an agreement between
the Shareholders/owners of company with the
Board of Commissioners and Directors PT Pos
Indonesia (Persero) which contains the targets
achievement of key Performance Indicator that
will be evaluated each year. Contract management
and KPI is part of the company’s budget and work
plan (CBP) by 2013.
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tujuan Kontrak Manajemen
dan KPI
The Objectives of the
Management Contract
1. Memberikan motivasi kepada manajemen
untuk meningkatkan kinerja;
2. Pemegang saham tidak terlibat dalam
proses, tetapi berorientasi kepada hasil
akhir;
3. Pemberian kewenangan yang lebih luas
kepada manajemen; dan
4. Dasar penerapan reward and punishment
berdasarkan penilaian kualitatif dan
objektif.
Hasil Penilaian Skor Tahun
2013 KPI2013
No.
Perspektif
Bobot
Weight (%)
1.
2.
3.
4.
Provide motivation to management to
improve performance;
Shareholders not involved in the process, but
the end result-oriented;
Granting wider powers to the management;
and
Basic application of reward and punishment
based on qualitative and objective
assessment.
The Key Performance
Indicators Score in 2013
Skor KPI
KPI Score
(%)
A.
Keuangan dan Pasar
24,00
30,93
D.
Fokus Tenaga Kerja
17,00
24,80
100,00
112,21
B.
C.
E.
Efektivitas Fokus Pelanggan
Efektivitas Produk & Proses
Kepemimpinan, Tata Kelola, dan
tanggung jawab
Jumlah
22,00
20,00
17,00
22,25
18,85
15,38
Perspectives
Market and Finance
Customer Focus Effectivity
Product and Process Effectivity
HR Focus
Leaderships, Governance, &
Responsibility
Total
Jumlah Skor atas hasil penilaian kinerja
manajemen PT Pos Indonesia (Persero) untuk
tahun 2013 berdasarkan target KPI sebagaimana
yang tercantum dalam Kontrak Manajemen
pada Nomor: RIS 19/D3-MBU/2013 tanggal
22 Januari 2013 adalah sebesar 112,21 dengan
predikat Baik A-2.
Total Score over the results of the assessment
of the performance of the management of PT
Pos Indonesia (Persero) for 2013 based on KPI’s
targets as stated in the management contract on
number: RIS 19/D3-MBU/2013 date January 22,
2013 is 112,21 with Good A-2.
Tingkat kesehatan PT Pos Indonesia (Persero)
dihitung berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia
Nomor: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni
2002 mengenai Penilaian Tingkat Kesehatan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
The level of health of PT Pos Indonesia (Persero)
is calculated based on the Decision Letter
of the Minister of State-Owned Enterprises
of the Republic of Indonesia number: KEP100/MBU/2002 of 4 June 2002 regarding the
assessment of the level of health of State-Owned
Enterprises (SOEs).
Tingkat Kesehatan
Level of Corporate Health
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
143
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Results assessment rate the health of PT Pos
Indonesia (Persero) for fiscal year 2013,
calculated in accordance with the procedures for
assessment of the level of health of State-Owned
Enterprises that are set up in the decision letter of
the Minister of State-Owned Enterprises number:
KEP-100/MBU/2002 of 4 June 2002 concerning
the assessment of the level of health of StateOwned Enterprises (SOEs).
Hasil penilaian tingkat kesehatan PT Pos
Indonesia (Persero) untuk tahun buku 2013
dihitung sesuai dengan tata cara penilaian
tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara
yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri
Badan Usaha Milik Negara Nomor : KEP-100/
MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN).
The weighting value of the company’s health level
in 2013 is 79,50 with “HEALTHY” qualification,
“A” category, compare to performance in 2012, the
company’s performance has increased with the
weights value of “75.00” and the qualification is
HEALTHY”, “A“ category.
Nilai bobot tingkat kesehatan Perusahaan tahun
2013 adalah sebesar 79,50 dengan kualifikasi
“SEHAT” kategori A dibandingkan kinerja
tahun 2012, Kinerja perusahaan mengalami
peningkatan dengan nilai bobot 75,00 dengan
kualifikasi “SEHAT” kategori A.
Penilaian Tingkat Kesehatan PT Pos Indonesia (Persero)
Assessment Of The Level Of Corporate Health
INDIKATOR
ASPEK KEUANGAN :
Return On Equity (ROE)
BOBOT
WEIGHT
SATUAN
NILAI
UNIT
20
NILAI
Value
SKOR
Score
NILAI
Value
SKOR
Score
%
35,51
20,00
48,37
20,00
30,45
20,00
%
113,33
5,00
93,30
5,00
86,93
5,00
42,04
5,00
%
Current Ratio (Rasio Lancar)
5
%
7,17
6,00
109,21
3,00
Hari Days
Perputaran Total Aset (TATO)
5
%
75,80
3,50
65,53
10
%
17,55
6,00
10,00
Rasio Total Modal Sendiri terhadap Total Aset (TMS thd TA)
Jumlah A
ASPEK OPERASIONAL :
Jangkauan Pelayanan
70
Hari Days
5
Kualitas Pelayanan
0
4
Produktivitas Sumberdaya
0
3
Peningkatan Kualitas SDM
0
3
Hari Days
3
3
Jumlah C
15
KUALIFIKASI
2013
144
3,20
B
Kinerja Penyaluran Dana PUKK
Jumlah (A+B+C)
B
Bulan Month
Kinerja Pengembalian Dana
PUKK
5,00
3
Laporan Periodik
BS
B
Laporan Perhitungan Keuangan
Rancangan RKAP
53,50
0
15
3
100
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
12,00
1,00
79,50
SEHAT
Health
“A”
6,00
Total Equity to Total Asset Ratio
Quality of Service
2,40
HR Quality Improvement
B
13,00
4,00
3,00
0,00
3,00
74,30
10,00
1,00
77,00
SEHAT
Health
Total A
5,00
2,40
3,00
Inventory Turn Over (ITO)
BS
0,00
“A”
Total Asset Turn Over (TATO)
73,66
3,00
52,00
65,00
27,74
5,00
Cash Ratio
3,00
0,00
Collection Periods (CP)
B
3,00
3,00
Current Ratio
2,40
4,00
Return On Equity (ROE)
3,00
3,20
13,00
FINANCIAL ASPECT :
Return On Invesment (ROI)
B
2,00
INDICATOR
5,00
5,00
1,00
2,40
90,00
28,00
16,73
5,00
65,00
106,70
6,00
BS
6,44
75,04
54,00
B
3,00
3,00
25,39
5,00
3,00
0,06
B
4,00
0,00
5,00
2,40
13,00
%
21,33
3,20
65,00
4,00
B
2,40
Hari Days
%
5,00
3
Jumah B
ASPEK ADMINISTRASI :
0,09
6,00
110,37
5
5
7,17
Collection Periods (CP)
Perputaran Persediaan (PP)
TAHUN 2012
YEAR 2012
SKOR
Score
15
5
RKAP 2013
CBP 2013
NILAI
Value
Return On Invesment (ROI)
Cash Ratio (Rasio Kas)
TAHUN 2013
YEAR 2013
3,00
27,40
Scope of Service
Resources Productivity
Total B
ADMINISTRATION ASPECT:
Financial Report
Annual Corporate Budget Plan
(CBP) Design
Periodical Report
0,00
PUKK Fund Distribution Perf.
10,00
Total C
1,00
PUKK Refund Performance
75,00
Total (A+B+C)
SEHAT
Health
“A”
OPERATIONAL ASPECT:
QUALIFICATION
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Laba Rugi Komprehensif
Comprehensive Income
Statement
Dalam Milyar Rupiah
In Billion IDR
PENDAPATAN BERSIH
BEBAN USAHA
Pemasaran
2013
2012
4.174,90
3.335,88
(101,45)
Umum dan administrasi
(3.757,16)
Jumlah beban usaha
(3.858,61)
Pendapatan lain-lain
25,75
Beban lain-lain
(36,02)
LABA USAHA
(77,91)
(3.084,17)
Pendapatan keuangan
26,41
(19,72)
317,00
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Kini
212,33
(84,84)
Tangguhan
20,74
(70,86)
LABA BERSIH
(39,35)
246,14
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
172,99
0,24
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
0,05
246,37
173,04
Publikasi Pembayaran Pajak
1.
PPh Inc tax Pasal 4 ayat (2)
3.
PPh Pasal Inc tax 23
2.
4.
5.
6.
7.
8.
959.874.741
Other expenses
(21,67)
GROSS PROFIT
Financial income
23,41
(18,18)
(12,34)
0,85
(11,49)
144,99
(0,55)
144,44
TAHUN
YEAR
2009
Total business expenses
Financial expenses
EARNING BEFORE TAXES
TAX SHIELD (BURDEN)
Current
deferred
Income tax expenses -net
NET PROFIT
OTHER COMPRHENSIVE INCOME
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
Publication of Tax Payment
JENIS PAJAK
KIND of TAX
NO
Other income
156,48
(60,09)
13,97
Beban pajak penghasilan - bersih
49,36
151,25
32,80
Marketing
Geneneral and administration
205,64
(9,82)
(21,82)
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
(65,21)
BUSSINESS EXPENSES
(2.817,25)
(2.882,46)
41,67
NET REVENUE
3.006,01
(3.162,08)
306,02
Beban keuangan
2011
2010
1.010.394.465
2011
1.384.037.675
Rupiah (IDR)
2012
2.928.961.629
2013
2.867.401.116
PPh Inc tax Pasal 21
30.658.200.120
32.271.789.600
38.770.771.500
48.445.945.796
49.798.551.833
PPh Inc tax Pasal 25
55.886.946.345
42.661.899.720
20.178.227.979
58.411.486.500
43.955.729.064
PPN VAT
PPN-WAPU VAT-WAPU
PBB Building and Land tax
Pajak Lainnya(Pajak Daerah)
Other tax (regional tax)
JUMLAH / TOTAL
12.663.430.274
44.815.471.998
-
6.966.534.817
47.174.181.050
-
4.620.741.525
59.713.225.651
-
1.739.969.188
51.718.142.597
-
4.995.740.672
5.154.872.921
8.114.647.764
6.651.892.649
152.198.698.315
137.680.241.522
134.822.843.068
173.994.633.454
2.219.034.165
2.440.568.949
2.041.190.974
4.098.235.095
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
10.634.288.769
63.152.894.816
49.672.382.497
7.159.899.054
4.873.363.424
232.114.510.573
145
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Informasi dan Fakta Material yang Terjadi setelah Tanggal Laporan
Akuntan
Material Information and Facts Subsequent
to the Accountant’s Report Date
Tidak terdapat informasi dan fakta material
yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan
sepanjang tahun 2013.
There as no material information and facts
subsequent to the accountant’s report date
throughout 2013.
Informasi Material mengenai
Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi atau Restrukturisasi Utang/
Modal
Material Information Related with Investment, Expansion, Divestment,
Acquisition or Debt/Capital Restructuring
Tidak terdapat transaksi material sepanjang
tahun 2013.
There was no material transaction throughout
2013.
Informasi Transaksi Material
yang Mengandung Benturan Kepentingan dan/atau Transaksi dengan
Pihak Afiliasi
Information of Material Transaction which Related with Conflict of Interest
and/or Transaction with Affiliates
Tidak terdapat informasi transaksi material yang
mengandung benturan kepentingan dan/atau
transaksi dengan pihak afiliasi sepanjang tahun
20123
There was no information of material transaction
which related with conflict of interest and/or
transaction with affiliates throughout 2013.
Laporan Keuangan Anak Perusahaan
Tahun 2013
Subsidiaries Financial Statements in 2013
2013
Pada saat ini terdapat 3 (tiga) anak perusahaan
yaitu PT Bhakti Wasantara Net dan PT Pos
Logistik Indonesia dan PT Properti Pos
Indonesia. Laporan keuangan anak perusahaan
pada tahun 2013 dapat disampaikan sebagai
berikut :
146
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
At this time there are three (3) subsidiaries,
namely PT Bhakti Wasantara Net Logistics and
PT Pos Indonesia and PT Pos Indonesia property.
The financial statements of subsidiaries in 2013
can be submitted as follows:
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Kontribusi Laba Tahun 2013
Contributions Earnings in 2013
Kontribusi laba masing-masing entitas selama
tahun 2013 secara rinci dapat dilihat pada Tabel
berikut ini :
Profit contribution of each entity during the year
2013 are detailed in the following table:
Dalam Milyar Rupiah Kecuali %
In Billion IDR, except %
2012
2013
TUMBUH
GROWTH (%)
PT POS INDONESIA (PERSERO)
170,52
243,76
42,95
PT POS INDONESIA (PERSERO)
PT POS PROPERTI INDONESIA
-
-
-
PT POS PROPERTI INDONESIA
KONTRIBUSI LABA
PT BHAKTI WASANTARA NET
PT POS LOGISTIK INDONESIA
JUMLAH LABA
0,50
2,017
0,34
(31,59)
246,37
42,36
2,27
173,06
11,27
Earnings Contribution
PT BHAKTI WASANTARA NET
PT POS LOGISTIK INDONESIA
TOTAL PROFIT
Ikhtisar Laporan Keuangan
PT BWN Tahun 2013
Summary of Financial
Statements of PT BWN In 2013
Ikhtisar laporan keuangan PT Bhakti Wasantara
Net (PT BWN) selama tahun 2013 secara rinci
dapat dilihat pada Tabel berikut :
Overview of the financial statements of PT Bhakti
Wasantara Net (PT BWN) during 2013 are
detailed in the following table:
Dalam Milyar Rupiah
In Billion IDR
NAMA PERKIRAAN
2013
2012
2011
ACCOUNT
Aset Lancar
23,00
9,48
12,09
Current Asset
Liabilitas Jangka Pendek
35,55
22,26
26,64
Short Term Liabilities
16,66
Total Liabilities and Equity
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas
Pendapatan Usaha
Harga Pokok Pendapatan
Beban Usaha
Pendapatan (Beban) Di Luar Usaha
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Beban Pajak
Laba (Rugi) Setelah Pajak
Pendapatan Komprehensif Lainnya
Laba (Rugi) Komprehensif
4,93
3,95
27,93
13,43
(60,62)
(61,33)
(62,31)
58,91
33,70
38,10
53,00
27,93
52,51
13,43
52,33
(25,38)
(28,38)
1,81
1,29
1,57
0,29
(9,46)
2,44
(8,89)
0,73
(1,15)
(0,31)
(0,67)
0,66
0,97
0,91
0,66
-
0,97
-
Total Asset
16,66
(47,08)
(10,31)
Non Current Asset
4,57
0,91
-
Long Term Liabilities
Equity
Revenue
Cost of Sales
Expense
Non Operating Revenue (Expense)
Profit (Loss) Before Tax
Tax
Profit (Loss) After Tax
Other Comprehensive Revenue
Comprehensive Income (Loss)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
147
2013
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Komposisi Kepemilikan
Saham PT BWN Tahun 2013
Shareholding Composition of
PT BWN In 2013
PT BWN shareholding in 2013 can be explained in
the following table:
Komposisi kepemilikan saham PT BWN pada
tahun 2013 dapat dijelaskan pada Tabel berikut :
KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM
SHARE COMPOSITION
No
1
SAHAM (Lembar)
SHARE (Sum)
PT POS INDONESIA (PERSERO)
2
Dalam Juta Rupiah kecuali lembar dan %
In Million IDR, except Share and %
SAHAM (%)
SHARE (%)
9.507
PT QUANTUM AKSESINDO NUSANTARA
9.134
JUMLAH / Total
9.507
49
18.641
Ikhtisar Laporan Keuangan
PT PLI Tahun 2013
51
BESAR UANG
AMOUNT
9.134
100
18.641
Summary of Financial
Statements of PT PLI in 2013
Overview of the financial statements of PT Pos
Indonesia Logistics (PT PLI) in 2013 are detailed
in the following table:
Ikhtisar laporan keuangan PT Pos Logistik
Indonesia (PT PLI) pada tahun 2013 secara rinci
dapat dilihat pada Tabel berikut :
Dalam Milyar Rupiah
In Billion IDR
NAMA PERKIRAAN
2013
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas/Ekuitas
Pendapatan
Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Taksiran Beban Pajak
Laba (Rugi) Setelah Pajak
Pendapatan Komprehensif Lainnya
Laba (Rugi) Komprehensif
2013
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
ACCOUNT
Current Asset
201,03
110,31
32,95
9,72
Short Term Liabilities
220,12
111,26
Total Liabilities/Equity
204,54
64,62
Expenses
3,14
2,73
Profit (Loss) Before Tax
(0,84)
(0,69)
Tax
Other Comprehensive Revenue
2,30
2,04
Comprehensive Income (Loss)
19,09
220,12
8,34
178,83
205,49
0,95
Pendapatan Lain-Lain (Bersih)
148
2012
2,19
2,30
0,95
111,26
-
101,54
66,60
Non Current Asset
Total Asset
Long Term Liabilities
Equity
Revenue
1,98
Gross Profit (Loss)
0,75
Net Other Revenue
2,04
Profit (Loss) After Tax
Pembahasan dan Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Komposisi Kepemilikan
Saham PT PLI Tahun 2013
Komposisi kepemilikan saham pada PT Pos
Logistik Indonesia (PT PLI) pada tahun 2013
dapat dijelaskan pada Tabel sebagai berikut :
No
1
2
KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM
SHARE COMPOSITION
PT POS INDONESIA (PERSERO)
Shareholding Composition of
PT PLI In 2013
Shareholding in PT Pos Indonesia Logistic (PT
PLI) in 2013 can be explained in the following
table:
Dalam Juta Rupiah kecuali lembar dan %
In Million IDR, except Share and %
SAHAM (Lembar)
SHARE (Sum)
174.000
YAYASAN PENDIDIKAN BHAKTI POS
Komposisi kepemilikan saham pada PT Pos
Propeti Indonesia (PT PPI) pada tahun 2013
dapat dijelaskan pada Tabel sebagai berikut :
99,71
500
JUMLAH / Total
Komposisi Kepemilikan
Saham PT PPI Tahun 2013
SAHAM (%)
SHARE (%)
BESAR UANG
AMOUNT
174,00
0,29
174.500
0,50
100,00
174,50
Shareholding Composition of
PT PPI In 2013
Shareholding in PT Pos Indonesia Property (PT
PPI) in 2013 can be explained in the following
table:
Dalam Juta Rupiah kecuali lembar dan %
In Million IDR, except Share and %
No
KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM
SHARE COMPOSITION
SAHAM (Lembar)
SHARE (Sum)
SAHAM (%)
SHARE (%)
BESAR UANG
AMOUNT
2
PT POS LOGISTIK INDONESIA
1.000
1,00
1,00
1
PT POS INDONESIA (PERSERO)
JUMLAH / Total
99.000
100.000
99,00
100,00
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
99,00
100,00
149
2013
Laporan
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
People call me a perfectionist, but I’m not. I’m
a rightist. I do something until it’s right, and
then I move on to the next thing.
- James Cameron
Program Penerapan
Tata Kelola Perusahaan
Implementation of Good Corporate Governance
Dalam usaha pencapaian visi untuk menjadi
perusahaan jaringan yang terpercaya, mampu
tumbuh dan berkembang dalam persaingan
global, penerapan GCG secara konsisten menjadi
sebuah kebutuhan bagi Perusahaan. Pemerintah
sebagai pemegang saham, telah menerbitkan
serangkaian peraturan perundangan yang
merupakan kaidah, norma ataupun pedoman
korporasi yang diperlukan dalam sistem
pengelolaan BUMN. Melalui Peraturan Menteri
Badan Usaha Milik Negara Nomor : Per- 01 /
MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 Tentang
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
(Good Corporate Governance) Pada Badan
Usaha Milik Negara, Menteri BUMN selaku
pemegang saham telah mewajibkan penerapan
GCG secara konsisten dan berkelanjutan dengan
berpedoman pada Peraturan Menteri ini dengan
tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku
serta anggaran dasar BUMN.
1
In an effort to achieve the vision to become a
trusted network company, able to grow and thrive
in global competition, the implementation of
GCG has consistently become a necessity for the
Company. The government as a shareholder, has
issued a series of laws and regulations that are the
rules, norms or corporate guidelines required in
SOE management system. Through the Minister of
State Owned Enterprises No. : Per - 01 / MBU/2011
dated August 1, 2011 On Implementation of Good
Corporate Governance ( GCG ) On State-Owned
Enterprises, SOE Minister as shareholder has
required the implementation of GCG consistently
and continuous guided by this regulation with
regard to applicable regulations and statutes
SOEs.
Model GCG Perusahaan
The Corporate’s GCG Model
2
3
Pedoman
Tata Kelola Perusahaan
Peraturan Teknis
dan Pelaksanaan
Anggaran Dasar
Perseroan
Charter
Company
Peraturan
Perundang-undangan
Regulation
Legislation
Praktek Terbaik yang Lazim
di Perusahaan Lain
Best Common Practices
in Other Companies
Panduan
Komnas GCG
Guide of
GCG National Committee
Guidance of
Corporate Governance
Technical Regulations
and Implementation
Aturan Berlaku
Program
Komite Komisaris
Applicable Rules
Program of
Commissioner’s Committee
Panduan bagi
Komisaris dan BOD
Standar Operasional
Prosedur (SOP)
Guide for
Commissioners and BOD
Praktek Terbaik yang Lazim
di Perusahaan
Best Common Practices
in Company
Review
Standard Operating
Procedures (SOP)
Sebagai Perusahaan BUMN, Pos Indonesia
secara terus-menerus meningkatkan penerapan
praktik-praktik Tata Kelola Perusahaan yang
Baik guna memaksimalkan nilai Perusahaan,
mendorong pengelolaan Perusahaan yang
profesional, transparan dan efisien dengan cara
menerapkan prinsip TARIF yaitu Transparancy,
Accountability, Responsibility, Independency
and Fairness, sehingga dapat memenuhi
kewajiban secara baik kepada Pemegang Saham,
Dewan Komisaris, mitra bisnis serta pemangku
kepentingan. Kesadaran akan pentingnya GCG
dan berupaya terus menerus dalam melakukan
improvement dan menjadikannya sebagai bagian
dari Budaya Perusahaan di dalam menerapkan
GCG, merupakan langkah-langkah komitmen
yang dilakukan setiap insan Pos Indonesia dalam
menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat
dan berkesinambungan dalam pengelolaan
kegiatan usahanya.
As one of SOEs, Pos Indonesia continuously
improve the implementation of GCG practices to
maximize the value of the corporate, encourage
a professional, transparancy,
and efficient
GCG by applying TARIF principles which are
Transparancy, Accountability, Responsibility,
Independency and Fairness so that it can better
fulfill the obligations to the Shareholders,
the Board of Commissioners (BOC), business
partners and stakeholders. The awareness on
the importance of GCG, continuous improvement
and make it as a part of the corporate culture in
the implementation of GCG, is a commitment of
every employees of Pos Indonesia in running a
sound and sustainable business practices in the
management of business activities.
4
5
6
INTERNALISASI
SOSIALISASI
PENERAPAN
DAN
IMPLEMENTASI
BUDAYA
PERUSAHAAN
INTERNALIZATION
SOCIALIZATION
APPLICATION
AND
IMPLEMENTATION
CORPORATE
CULTURE
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam
penerapan GCG dan sejalan dengan harapan
dari para stakeholders, berdasarkan peraturan
perundangan tersebut, Perusahaan telah
membangun pemahaman dan sistem tata kelola
perusahaan secara berkelanjutan sebagai
kerangka kerja yang diatur dalam kebijakan
penerapan GCG. Sejak tahun 2002, sebagai acuan
maupun referensi untuk menerapkan praktek
bisnis yang sehat dan beretika, Perusahaan telah
menerbitkan Pedoman Penerapan Tata Kelola
Perusahaan (Code of Corporate Governance)
yang selalu ditinjau dan dimutakhirkan secara
berkala.
Selain kebijakan Tata Kelola Perusahaan,
beberapa manual GCG yang telah disusun
dan dimiliki Pos Indonesia antara lain Board
Manual, Pedoman Etika Bisnis dan Tata Perilaku
(Code of Conduct), Charter Komite Komisaris
yaitu Charter Komite Audit dan Charter Komite
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi, Charter
SPI, Kebijakan Laporan Harta Kekayaan
Penyelenggara Negara (LHKPN), Kebijakan
Media Komunikasi, Kebijakan Manajemen Risiko
serta Kebijakan Tata Kelola Teknologi Informasi.
Dalam melengkapi manual GCG, selain melakukan
pemutakhiran kebijakan sesuai dengan adanya
perubahan Anggaran Dasar dan peraturan
Kementerian BUMN serta dengan adanya
perkembangan bisnis Pos saat ini, Perusahaan
juga telah memperbaharui manual GCG agar
sesuai dengan Permen BUMN 01/MBU/2011.
2013
154
Plaza Pos Palembang
Palembang Post Plaza
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
As our commitment in the implementation of
GCG and in line with the expectations of the
stakeholders, based on these regulations, the
Company has built an understanding and a
sustainable corporate governance system as a
framework which is set out in the implementation
of GCG policy. Since 2002, as guidelines and
reference to implement sound and ethical business
practices, the Company has issued Guidelines for
Implementation of Corporate Governance (the
Code of Corporate Governance) which is reviewed
and updated periodically.
In addition to corporate governance policies, some
of the GCG manual has been compiled and owned
by Pos Indonesia include Board Manual, Code of
Business Ethics and Conduct ( Code of Conduct ), ie
Commissioner Committee Charter Audit Committee
Charter and Charter Business Risk Management
Committee and Investment, Charter SPI, Policy
Properties Report State ( LHKPN ), Communication
Media Policy, Risk Management Policy and Policy
Information Technology Governance Policy.
In completing the GCG manual, in addition to
updating the policy in accordance with the
amendments to the Articles of Association and
regulations of the Ministry of SOEs and postal
business development nowadays, the Company is
also renewing the GCG manual so as accordance
with Permen SOE 01/MBU/2011.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Laporan Pelaksanaan GCG
Memenuhi amanat Keputusan Menteri Badan
Usaha Milik Negara Nomor : Kep-117/MMBU/2002 Tentang Penerapan Praktek Good
Corporate Governance Pada Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang telah diperbaharui dengan
Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik
Negara Nomor : Per 01 /MBU/2011 Tentang
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
(Good Corporate Governance) Pada Badan
Usaha Milik Negara, perseroan telah melakukan
berbagai langkah dalam menerapkan dan
mengembangkan pedoman dengan sistem yang
lebih fleksibel dan teruji agar sesuai dengan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik
antara lain:
1. Aspek hak dan tanggung jawab pemegang
saham/RUPS
Tentang
hal-hal
yang
perlu
mendapat
persetujuan/keputusan dari pemegang saham,
RUPS telah memberikan persetujuan semua
transaksi penting yang memerlukan persetujuan,
memberikan
pengesahan
RKAP
yang
disampaikan oleh direksi, mengesahkan laporan
dan penghitungan tahunan serta pengesahaan
laba Perseroan, menetapkan auditor eksternal,
serta menetapkan gaji direksi dan komisaris.
Pelaksanaan RUPS telah sesuai dengan ketentuan
dengan dilaksanakan secara tepat waktu. RUPS
dilaksanakan dengan didahului pemanggilan
kepada pemegang saham dan pengambilan
keputusan serta risalah RUPS yang dibuat telah
sesuai dengan ketentuan.
Komisaris dan Direksi diputuskan oleh RUPS
dengan komposisi dan kualifikasi sesuai
dengan yang dibutuhkan Perusahaan serta
menetapkan aturan perangkapan jabatan bagi
anggota komisaris dan direksi. RUPS juga
telah menetapkan sistem penilaian kepatutan
dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon
anggota direksi sesuai peraturan yang berlaku
dan telah menetapkan sistem penilaian direksi
secara formal dan kolegial, serta menetapkan
dan menerapkan sistem insentif untuk komisaris
dan direksi.
GCG Report
Fulfilling the mandate of the Decree of the
Minister of State Owned Enterprises No. : Kep117/M- MBU/2002 About Implementation of Good
Corporate Governance Practices In State-Owned
Enterprises ( SOEs ) which has been updated with
the Minister of State Owned Enterprises State
Number : Per 01 / MBU / 2011 On Implementation
of good Corporate governance ( GCG ) On StateOwned Enterprises, the company has taken various
steps to implement and develop guidelines with a
more flexible system and tested to conform to the
principles of good corporate governance, among
others :
1. Aspects of the Rights and Responsibilities of
Shareholders/ Shareholder General Meeting
It was about the things that needed to get
approval / decision of the shareholders, the
Shareholder General Meeting has approved all
significant transactions, Work Plan and Budget
(RKAP) that was given by the Board of Directors,
the annual report and the calculation of the
Company’s profit and set the external auditors,
as well as determined the salary of directors and
commissioners. The Shareholder General Meeting
has been implemented in accordance with the
provisions in a timely manner. The Shareholder
General Meeting (RUPS) was implemented by
previously calling the shareholders, making
decision, and making the treatise in accordance
with the provisions.
Commissioners and the Board of Directors had
been decided by the Shareholder General Meeting
(RUPS) in accordance with the composition and
qualifications required, the Shareholder General
Meeting (RUPS) also set the rules for the positions
of commissioners and directors, set a fit and
proper assessment system (fit and proper test) for
the board of directors, established a formal and
collegial assessment system for board of directors,
decided and implemented a system of incentives
for commissioners and directors.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
155
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Good
Corporate
Kebijakan
2. Aspek
Governance
Perseroan telah memiliki Pedoman Tata Kelola
Perusahaan (Code Of Corporate Governance),
Panduan Bagi Komisaris dan Direksi (Board
Manual), Pedoman Perilaku (Code Of Conduct),
Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter),
Piagam Komite Investasi dan Risiko Usaha,
Piagam SPI (Internal Audit Charter), Kebijakan
Teknologi Informasi, Kebijakan mengenai
hak-hak dan kewajiban karyawan, Kebijakan
mengenai hak konsumen, Kebijakan mengenai
hak dan kewajiban pemasok, Kebijakan mengenai
hak-hak dan kewajiban Perseroan kepada
kreditur, Kebijakan mengenai tanggungjawab
sosial Perseroan.
3. Penerapan GCG pada Dewan Komisaris
Kesempatan
pembelajaran
bagi
Dewan
Komisaris dengan menyelenggarakan program
pengembangan (knowledge dan skill) bagi
Komisaris. Komisaris dilengkapi dengan kejelasan
fungsi dan pembagian tugas. Pelaksanaan
tanggung jawab dan otoritas Komisaris dengan
menetapkan mekanisme pengambilan keputusan
dan menyusun rencana kerja setiap tahun.
Komisaris memberikan masukan atas RJPP Tahun
2014-2018 dan RKAP 2014. Arahan Komisaris
terhadap Direksi atas implementasi rencana dan
kebijakan Perseroan dengan mengkaji kelayakan
visi dan misi korporasi, mendapatkan laporan
tentang kinerja IT, mengefektifkan komunikasi
antara Komisaris dengan Direksi dan jajarannya
di luar rapat Komisaris, melakukan otorisasi
atas transaksi atau tindakan yang memerlukan
persetujuan, mengajukan calon auditor eksternal
kepada RUPS, serta berpartisipasi aktif dalam
meningkatkan citra Perseroan.
Selain kontrol terhadap Direksi atas implementasi
rencana dan kebijakan Perseroan, Komisaris
juga berperan dalam pemilihan calon Anggota
Direksi dengan memberikan kriteria calon
anggota Direksi yang baru dan menyampaikan
usulan kepada pemegang saham. Komisaris
telah melakukan tindakan terhadap (potensi)
benturan kepentingan yang menyangkut dirinya
dan melaksanakan keterbukaan informasi.
2013
156
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
2. Aspects of Good Corporate Governance
The Corporate has a Code of Corporate
Governance, Board
Manual, the
Code
of
Conduct, Audit Committee Charter, Investment
Committee and Business Risk Charter, Internal
Audit Charter, policy of Information Technology,
policy of the rights and obligations of employees,
policy of consumer rights, policy of the rights and
obligations of the supplier, policy of the rights and
obligations of the corporate to creditors, policy of
social responsibility.
3. GCG Implementation on the Board of
Commissioners
opportunity for the Board of Commissioners to
organize development programs (knowledge
and skills) to the Commissioner. Commissioner
equipped with the clarity of function and division
of tasks. Implementation responsibilities and
authority of the Commissioner to establish
decisionmaking mechanisms and prepare a work
plan every year. Commissioners provide input on
RJPP Year 2012-2016 and CBP 2014. Referralto the
Commissioner of the Board of Directors for
the implementation of plans and policies with
respect to assessing the feasibility of the vision
and mission of the corporation, get reports on IT
performance, streamline communication between
the Commissioner with the Board of Directors and
staff outside of Commissioner meeting, authorize
the transaction or act requiring the approval,
propose candidates for auditor external to the
GMS, as well as actively participate in improving
the company image.
In addition to the control of the Board of Directors
on the implementation of plans and policies of the
Company, the Commissioner also play a role in the
selection of candidates for members of the Board
by providing criteria for new Board members and a
proposal to shareholders. Commissioner has taken
action against the ( potential ) conflict of interest
involving himself and implement information
disclosure.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Pertemuan rutin Komisaris dilakukan dengan
jumlah rapat yang sesuai dengan ketentuan
dan tingkat kehadiran yang cukup tinggi serta
menyusun tata tertib rapat, membuat risalah
rapat yang mencantumkan Dinamika Rapat dan
menandatanganinya sebagai otorisasi risalah
rapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Commissioners conducted regular meetings with
a number of meetings in accordance with the
provisions and attendance rates are quite high and
arrange the order of the meeting, make minutes
of meetings that include Dynamics Meeting and
authorization to sign the minutesof the meeting in
accordance with applicable regulations.
4. Penerapan GCG pada Komite Komisaris
4.
GCG
Implementation
Committee
Commissioner
The existence of the Commissioners in accordance
with the laws and regulations that support the
implementation of function and independence of
the Committee of Commissioners.
Peran Sekretaris Komisaris yang telah sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dengan
menyusun uraian tugas Sekretaris Komisaris,
menyelenggarakan
administrasi
dan
penyimpanan dokumen Komisaris, termasuk
selalu menyiapkan undangan rapat dengan
Direksi.
Keberadaan Komite Komisaris sesuai peraturan
perundangan yang berlaku dengan keanggotaan
yang mendukung pelaksanaan fungsi komite dan
independensi dari Komite Komisaris.
Komite dilengkapi dengan kerangka acuan
pelaksanaan tugas berupa Job Descriptions,
Pengangkatan anggota Komite Audit sesuai
dengan ketentuan, dan diketuai oleh salah
satu anggota Dewan Komisaris serta membuat
laporan kepada Komisaris.
5. Penerapan GCG pada Direksi
Direksi dilengkapi dengan kejelasan fungsi,
pembagian tugas, tanggung jawab dan otoritas
melalui Struktur Organisasi yang sesuai dan
dilengkapi dengan uraian tugas/tanggung
jawab, serta menempatkan pejabat yang sesuai
kualifikasi.
The role of the Secretary of Commissioners
inaccordance with applicable regulations with
the Secretary Commissioner preparing jobdes
criptions, administer and document storage
Commissioner, including the always prepare a
meeting invitation by the Board of Directors.
Committee was provided with frame of work
such as Job Descriptions, appointment of Audit
Committee members in accordance with the
provisions, and chaired by one member of the
Board and made report to the Commissioner.
5. GCG implementation on the Board of
Directors
Directors was provided with clarity of function,
division of tasks, responsibilities and authorities,
organizational structure, job description/ job
responsibilities, and put a suitably qualified
officials to be directors.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
157
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Direksi
berperan
dalam
perencanaan
Perseroan
dengan
menyampaikan
RJPP
dan menjabarkannya di dalam RKAP serta
mengidentifikasi setiap peluang bisnis. Direksi
berperan dalam pemenuhan target kinerja
Perseroan dengan menyusun sistem pengukuran
kinerja Perseroan, mengambil keputusan melalui
analisis yang memadai, menerapkan sistem
teknologi informasi, sistem peningkatan mutu
dan pelayanan, serta melakukan pengadaan
barang dan jasa sesuai dengan ketentuan. Direksi
melakukan kontrol terhadap implementasi
rencana kebijakan perseroan dengan cara
membuat laporan pelaksanaan IT, laporan sistem
manajemen kinerja, menindak lanjuti hasil
pemeriksaan SPI.
Directors have roles in the corporate planning by
delivering long term plan (RJPP) and detailing it
in the Work Plan and Budget (RKAP), identifying
business opportunities. Directors played a role
in meeting targets of corporate by making the
corporate’s performance measurement system,
taking decisions through the appropriate analyzes,
implementing information technology systems,
quality improvement systems and services, as well
as procuring goods and services in accordance
with the provisions. Directors controlled the
implementation of the corporate’s plan by making
report on the implementation of IT, performance
management system reports, and followed-up
results of the internal audit.
Tindakan Direksi terhadap (potensi) Benturan
Kepentingan dengan menerapkan kebijakan
penanganan benturan kepentingan, membuat
surat pernyataan tidak memiliki benturan
kepentingan,
dan
menyusun
mekanisme
mencegah pengambilan keuntungan pribadi
bagi Direksi melakukan keterbukaan informasi
dengan memberikan informasi yang relevan
kepada pemegang saham dan informasi
yang relevan kepada Stake holders lainnya
serta perlakuan yang sama dalam pemberian
informasi pelaksanaan pertemuan rutin dengan
tingkat kehadiran 90,00 %, menyusun tata
tertib Rapat Direksi, membuat risalah rapat
dan menyimpannya serta memberikan salinan
risalah Rapat Direksi kepada seluruh Direksi dan
membuat mekanisme validasi risalah rapat.
Director’s actions against the (potential) conflict of
interest were implemented by applying the policy
of conflicts handling, making statement that they
do not have a conflict of interest, and developing
mechanisms to prevent self profitmaking for
the Directors disclosuring the information by
providing relevant information for shareholders
and other Stakeholders and equal treatment in
informing the implementation of regular meetings
with 90% attendance rate, arranging the order
of Board of Directors meetings, making treatise
of meetings and filling it, providing a copy of the
treatise for the board of Directors and creating a
validation mechanism of meeting treatise.
6. Penerapan GCG pada SPI
SPI dilengkapi dengan faktor-faktor pendukung
keberhasilan pelaksanaan tugas dengan kualitas
personel yang memadai. SPI menjalankan
perannya sebagai pengawas dan evaluator
dengan pelaksanaan audit dan pemantauan
tindak lanjut. Untuk menjamin independensi SPI,
SPI telah dilengkapi dengan SPI Chapter
6. GCG implementation in SPI
Internal audit was equipped with qualified
personnels to support the success of task
implementation. Internal Audit performed its role
as audit supervisor and evaluator and monitored
the follow up of audit results. To ensure the
independence of the internal audit, it has been
equipped with Internal Audit chapter.
SPI menjalankan peran sebagai mitra strategis
(strategic partner) bagi manajemen dengan
memberikan masukan tentang upaya pencapaian
strategi bisnis kepada Direksi.
2013
158
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Internal audit played role as strategic partners
for the management by providing feedback on the
achievement of business strategies to the Board of
directors.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
7. Penerapan
GCG
pada
Sekretaris
Perusahaan
Sekretaris Perusahaan dilengkapi dengan faktorfaktor pendukung keberhasilan pelaksanaan
tugasnya
dengan
kualifikasi
Sekretaris
Perusahaan yang memadai dan struktur
organisasi Sekretaris Perusahaan sesuai dengan
kebutuhan.
7. GCG implementation in Company Secretary
8. Aspek
Informasi
Pegungkapan
(Disclosure)
Perseroan
menyediaakan
kemudahan
akses informasi tentang Perseroan serta
informasi praktek dan penerapan GCG kepada
stakeholderss. Perseroan juga menyediakan
media untuk mengkomunikasikan pedoman
perilaku kepada stakeholderss di luar Perseroan.
8. Aspects of
Information revelations
(Disclosure )
The corporate provided access to information
about the corporate, information practices,
and GCG implementation to the stakeholders.
The corporate also provided a medium for
communicating the code of conduct to the
stakeholders.
Corporate Secretary was equipped with qualified
people to support the successful execution of the
duties.The organizational structure of corporate
secretary was based on the need.
Sekretaris Perusahaan menjalankan fungsinya
dengan pemberian Informasi yang Materiil dan
Relevan Kepada stakeholderss, bertugas sebagai
Pejabat Penghubung antara Perusahaan dengan
stakeholderss, mendokumentasikan risalah
RUPS dan Rapat Direksi.
Corporate Secretary carried out their functions by
providing material and relevant Information to the
stakeholders, serving as Liaison Officer between
the Corporate and stakeholders, documenting
the Shareholder General Meeting and Board of
Directors meetings treatise.
9. Komitmen
Perseroan
membuat
komitmen
dengan
penandatanganan
kontrak
manajemen,
memberikan reward dan punishment atas
penerapan pedoman perilaku, kepatuhan
Perseroan terhadap peraturan yang berlaku.
9. commitment
The company made a commitment by signing
a management contract, giving rewards and
punishments upon the implementation of the code
of conduct, obeying the regulations.
Kantor Pos Balikpapan
Balikpapan Post Office
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
159
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2013
Hasil Assessment Penerapan
GCG
Application Of GCG Assessment
Results
Sebagai sarana pengukuran dan pengujian
penerapan
GCG,
Perseroan
melakukan
assessment penerapan GCG dengan berpedoman
pada KEPMEN BUMN No. 117 Tahun 2002
Tentang Penerapan Praktek Good Corporate
Governance pada Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang telah diperbaharui dengan Permen
No. 01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata
Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance) pada badan Usaha Milik Negara
dan Surat Edaran Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara Nomor : SE-14/MBU/2010 tanggal
11 November 2010. Setelah pada tahun 2010
assessment dilakukan oleh Tim Independent
dari BPKP Kantor Perwakilan Jawa Barat,
pada tahun 2012 perseroan berinisiatif untuk
melakukan Program Review yang meliputi
Evaluasi Tindak Lanjut Atas Rekomendasi Yang
Dihasilkan assessment sebelumnya dan Evaluasi
Mandiri (Self Assessment) Penerapan GCG
dengan didampingi oleh Tim dari BPKP Kantor
Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Hasil Evaluasi
Tindak Lanjut Atas Rekomendasi Yang Dihasilkan
Sebelumnya adalah 86% telah ditindak lanjuti.
Selanjutnya pada Evaluasi Mandiri (Self
Assessment) penerapan GCG yang dilaksanakan
berdasarkan Metode dan Prosedur Evaluasi
yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama
Kementerian BUMN sesuai kesepakatan tanggal
19 Oktober 2006, yang terdiri dari 5 Aspek, 50
Indikator, 160 Parameter (4 Non Aplicable)
capaian skornya adalah skor 76,96 dari skor
maksimal 100 dengan predikat Cukup Baik. Hasil
Self Assessment tersebut menunjukkan adanya
perbaikan dari capaian skor yang diperoleh pada
assessment sebelumnya. Hal ini mengindikasikan
adanya upaya yang sungguh-sungguh dan terus
menerus dilakukan oleh seluruh insan perseroan
untuk memperbaiki kualitas penerapan GCG di
Perseroan.
As a means of measuring and testing the
implementation of GCG in 2012, the corporate
conducted the assessment of GCG implementation
based on KEPMEN of SOEs No. 117 2002 on the
Implementation of Good Corporate Governance
of StateOwned Enterprises (SOEs) that have been
updated with PERMEN No. 01/MBU/2011 on the
Implementation of Good Corporate Governance
(GCG) in the State-Owned Enterprises and the
circular Letter from the State Minister of SOEs No.:
SE-14/MBU/2010 dated 11 November 2010. After
conducting assessment in 2010 by Independent
Team (the representative Officer of state controller
agency West Java), in 2012 the company took the
initiative to conduct program reviews that included
follow-up evaluations on recommendation resulted
from previous assessment and Self Assessment of
the GCG implementation, assisted by team of state
controller agency Officer of West Java Province.
The evaluation results showed that 86% of the
recommendation has been followed up. The
self Assessment on GCG implementation was
conducted based on the evaluation methods and
procedures which were developed by the State
Controller Agency with the minister of SOEs based
on agreement on October 19, 2006. It consisted of
5 aspects, 50 indicators, 160 parameters (4 Non
applicable) with achievement score 76.96 out of a
maximum score of 100 with Average criteria. The
self-assessment results showed an improvement
from previous assessment score. It indicated a
serious and continuous efforts performed by all
employees of the corporate to improve the quality
of GCG implementation.
160
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Assessment Penerapan GCG
Untuk memperoleh gambaran yang faktual
mengenai kondisi penerapan GCG di PT Pos
Indonesia (Persero) sekaligus mengupayakan
perbaikan implementasi GCG yang terus menerus,
telah dilakukan persiapan asesmen penerapan
GCG tahun 2013 yang dimulai sejak tahun
2013, namun pelaksanaan asesmen penerapan
GCG tahun 2013 itu sendiri baru dilaksanakan
dan sedang berlangsung di tahun 2014, dan
hasilnya belum dapat dilaporkan. Sehubungan
dengan itu yang dilaporkan disini adalah hasil
asesmen penerapan GCG tahun 2012, yaitu :
Pada triwulan pertama tahun 2013 dilaksanakan
kegiatan assessment penerapan GCG tahun 2012.
Bekerjasama dengan Tim BPKP Perwakilan
Propinsi Jawa Barat sebagai asesor external,
kegiatan assessment penerapan GCG tahun 2012
didahului dengan sosialisasi parameter baru
sesuai Salinan Keputusan Sekretaris Kementerian
BUMN nomor : SK-16/S.MBU/2012 tentang
Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
(Good Corporate Governance) pada Badan Usaha
Milik Negara. Scorecard pada SK-16 tersebut
terdiri dari : 6 Aspek Penilaian, 43 Indikator, 153
Parameter dan 572 FUK (Faktor Uji Kriteria).
Sosialisasi parameter GCG tersebut dilakukan
oleh Tim BPKP dihadapan unit-unit kerja di
Pos Indonesia yang terkait dengan kegiatan
assessment GCG. Sasaran dan ruang lingkup
kegiatan adalah proses dan struktur penerapan
GCG di PT Pos Indonesia (Persero) selama tahun
2012 dengan memperhatikan periode sebelum
maupun sesudahnya sepanjang memiliki kaitan
sebagai dasar pengambilan simpulan.
Dengan parameter baru ini, penerapan GCG
dinilai berdasarkan 6 (enam) aspek, yaitu :
1. Komitmen terhadap penerapan Tata Kelola
Perusahaan Yang Baik Secara Berkelanjutan.
2. Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal.
3. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
4. Direksi.
5. Pengungkapan dan Keterbukaan Informasi.
6. Aspek lainnya.
GCG Implementation
Assessment
To obtain a factual picture of the GCG
implementation condition at PT Pos Indonesia
(Persero) as well as to improve the continuous
GCG implementation, the assessment of the
implementation of GCG in 2012 had been held in
the first quarter of 2013 and the preparations had
been started since the end of 2012. In cooperation
with team from State Controller Agency (BPKP)
West Java as external assessors, GCG assessment
in 2012 was preceded by socialization on new
parameters corresponding to Copies of Secretary
of Ministry of SOEs decree number: SK-16/S.
MBU/2012 on indicator / Parameter of Assessment
and Evaluation of the GCG Implementation
Procedures at the State-Owned Enterprises (SOEs).
Scorecard on the SK-16 consists of: 6 Aspect of
Assessment, 43 indicators, 153 parameters and
572 FUK (Test Criteria Factor). Socialization on
GCG parameters was conducted by the team from
State Controller Agency (BPKP) in front of related
working units in Pos Indonesia. Objectives and
scope of activities are the process and structure of
GCG implementation in PT Pos Indonesia (Persero)
during 2012 with respect to the period before and
after as long as it has relation to be a basis for
making conclusions.
With these new parameters, the application of
GCG assessed by 6 (six) aspects, namely:
1. Commitment to the implementation of Good
Corporate Governance Sustainable.
2. Shareholders and the AGM / Owner Capital.
3. Board of Commissioners / Board of Trustees.
4. Directors.
5. Disclosure and Disclosure.
6. Other aspects.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
161
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Scores and Achievement obtained from assessment
results of the GCG implementation in 2012 was
78.07. This achievement will be improved by
conducting improvements in the structure and
implementation procedures in order to achieve
best practices, and ensure the implementation
of the principles of transparency, accountability,
responsibility, independence and fairness in every
line of the Company.
Skor dan capaian yang diperoleh dari hasil
assessment penerapan GCG tahun 2012 adalah
sebesar 78,06. Pencapaian ini akan terus
ditingkatkan dengan melakukan perbaikan
perbaikan
struktur
maupun
prosedur
pelaksanaannya hingga mencapai praktik terbaik
(best practice),dan memastikan penerapan
prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung
jawab, independensi dan kewajaran di setiap lini
Perusahaan.
The aspect of the Board of Commissioners got a
score of 91.01 and the performance classification
is excellent, which means that the governance of
the Board of Commissioners (BOC) is running
properly. There are some parameters that need
improvement. While on the aspect of Board
of Directors (BOD), the aspect assessed is a
combination of the Directors, Corporate Secretary
and Internal audit. In the aspect of BOD got a
score of 82.29 and the performance classification
is good. There are still deficiencies that require
improvement in some parameters of this aspect.
Aspek Dewan Komisaris mendapat skor dan
capaian 91,01 dengan klasifikasi sangat baik,
yang artinya tata kelola pada Dewan Komisaris
sudah berjalan dengan semestinya. Hanya masih
ada beberapa parameter yang memerlukan
penyempurnaan. Sedangkan pada aspek Direksi
tata kelola yang dinilai tidak hanya pada Direksi
saja tetapi merupakan gabungan antara Direksi,
Sekretaris Perusahaan dan SPI. Pada aspek
Direksi mendapat skor dan capaian 82,29
dengan klasifikasi baik, namun masih terdapat
kekurangan yang memerlukan perbaikan pada
beberapa parameter dari aspek Direksi, SPI dan
Penyelenggaraan fungsi Sekretaris Perusahaan
yang
masih
memerlukan
peningkatanpeningkatan.
G OV
D
O
GO
ER N E D COM
PA N
Y
Rules and practices of sound business and ethical
Systems, Structures, and Processes
T
R
A
N
S
P
A
R
E
N
C
Y
A
C
C
O
U
N
T
A
B
I
L
I
T
Y
R
E
S
P
O
N
S
I
B
I
L
I
T
Y
COMMITMENT
2013
162
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
I
N
D
E
P
E
N
D
E
N
C
Y
F
A
I
R
N
E
S
S
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Sebagai wujud dari Komitmen Direksi dalam
penerapan GCG, pada tahun 2013 ini Perseroan
telah memasukkan Peningkatan Capaian Skor
sebagai salah satu unsur indeks kinerja Perseroan
(key performance indicators).
As a manifestation of the commitment of the Board
of Directors in the implementation of GCG, in
2013, the Corporate has included the Increasing of
Achievement Score as one element of the corporate
performance index (key performance indicators).
Capaian Nilai GCG Pos Indonesia
(GCG Scores of Pos Indonesia)
78,5
78,06
78
77,5
76,96
77
76,5
76
2010
Rencana Tindak Lanjut Atas
Hasil Assessment
Dalam upaya memperbaiki kinerja pencapaian
praktik-praktik
terbaik
penerapan
GCG,
Perseroan telah membuat Rencana Tindak Lanjut
yang terdiri dari 37 butir sebagai berikut:
No.
I
II
III
Aspek Pengujian/Indikator
Aspects of Testing /Indicators
2012
Plans of Self Assesment Result
In order to improve the performance of GCG
implementation, the corporate has made the
Action Plan which consisted of 46 items as follows:
.
Rencana Tindak Lanjut
Follow Up Plan
6
Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS
Rights and Resposibilities of Shareholders/RUPS
1
Kebijakan GCG
GCG Policy
Penerapan GCG
GCG Implementation
4
a. Komisaris
Commissioner
11
b. Komite Komisaris
Commissioner committee
5
c. Direksi
Directors
1
d. SPI
Internal Audit
1
e. Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Jumlah III
Total III
IV
V
29
5
Pengungkapan Informasi
Information disclosure
Komitmen
Commitment
3
JUMLAH / Total
37
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
163
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Saat ini sedang dilaksanakan kegiatan asesmen
penerapan GCG tahun 2013 dengan PT. Mitra
Bhadra Consulting. Sehingga nilai untuk asesmen
penerapan GCG tahun 2013, belum didapat,
termasuk juga rencana tindak lanjut atas Hasil
Assessment tahun 2013 belum bisa dilakukan.
Dalam tahun 2013, selain Assessment Penerapan
GCG Tahun 2012 tersebut di atas, telah juga
dilaksanakan berbagai kegiatan Penerapan
Tata Kelola yang Baik (GCG) dalam upaya
meningkatkan implementasi GCG di PT Pos
Indonesia (Persero).
Aktivitas tersebut meliputi antara lain :
1. Kerjasama dengan KPK tentang Program
Pengendalian Gratifikasi (PPG). Kerjasama
ini dengan beberapa tahapan antara lain:
• Bimbingan teknis dengan Tim Direktorat
Gratifikasi di Lembang pada tanggal 11 sd
12 Juni 2013.
• Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi oleh
Direktur Gratifikasi KPK RI, Bapak Giri
Suprapdiono di Gedung Wahana Bhakti Pos
Lantai 8 pada tanggal 24 Oktober 2013, yang
dihadiri oleh jajaran Direksi dan seluruh
pejabat struktural PT PT Pos Indonesia
(Persero), perusahaan afiliasi, vendor yangt
bekerja sama dengan Perusahaan.
• Mengikuti Pekan Anti Korupsi di Jakarta
yang diselenggarakan oleh KPK RI pada
tanggal 9 sd 11 Desember 2013.
• Pertemuan-pertemuan lain antara Divisi MR
& GCG dengan Tim Gratifikasi KPK untuk
membahas Keputusan Bersama Dewan
Komisaris & Direksi tentang Pengendalian
Gratifikasi di PT Pos Indonesia (Persero)
2.Pemeringkatan Penerapan GCG yang
diselenggarakan
oleh
IICG.
Dalam
kepesertaan CGPI tahun 2013 ini yang diikuti
oleh 42 perusahaan, baik berbentuk BUMN,
Swasta maupun BUMD, PT Pos Indonesia
(Persero) meraih penghargaan sebagai
“Perusahaan Terpercaya”
(Indonesian
Trusted Company).
2013
164
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Currently
being
implemented
assessment
activities GCG implementation in 2013 with PT.
Bhadra Partners Consulting. So the value for the
assessment of the implementation of GCG in 2013,
has not been obtained, as well as plans to follow up
the results of assessment can not be done in 2013.
In the year 2013, in addition to Assessment
Implementation of GCG in 2012 mentioned
above, has also carried out various activities
Implementation of Good Governance ( GCG ) GCG
implementation in an effort to increase the PT Pos
Indonesia ( Persero ).
Activities include, among others :
Cooperation with the KPK about Gratuities
Control Program (PPG), this collaboration
with some of the stages are:
• The technical guidance team at the
Directorate of Gratification in Lembang
primary school on 11 June 12, 2013.
• Socialization Controlling Gratuities by
Indonesian KPK director of gratuities RI, Mr.
Giri Suprapdiono at building 8th floor Postal
Bhakti Rides on 24 October 1995, which was
attended by the Board of Directors and the
entire structural officials PT PT Pos Indonesia
(Persero), affiliates, individually decorated
vendor working with the company.
• Following the Anti-corruption Week in Jakarta
organized by the KPK RI sd on 9 December 11,
2013.
• Other meetings between MR Division Team
with GCG & Gratuities KPK to discuss the
decision With the Board of Commissioners
the Board of Directors about controlling &
Gratuities at PT Pos Indonesia (Persero)
1.
2.
Implementation of GCG ranking organized by
IICG In 2013 the membership CGPI followed
by 42 companies, either in the form of state
enterprises, and private enterprises, PT Pos
Indonesia ( Persero ) won the award as the “
Most Trusted Company “ ( Indonesian Trusted
Company ).
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
3 .Kontrak dengan Konsultan GCG untuk
melakukan assessment GCG tahun 2013
dan memperbaiki infrastruktur GCG dan
MR. Kontrak tersebut berupa Perjanjian
Kerjasama (PKS) antara PT Pos Indonesia
(Persero) dengan PT. Mitra Bhadra
Consulting tanggal 27 November 2013
Nomor : PKS. 225/DIRUT/1213 dan
PRO-MBC/001/POS/XII/2013
tentang
Pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultan GCG
Dalam Rangka Mendukung Transformasi
Bisnis PT Pos Indonesia (Persero). Materi
kontrak adalah assessment penerapan GCG
tahun 2013, pembangunan enterprise risk
management (ERM), serta review penerapan
GCG di PT Pos Indonesia (Persero).
4. Keikutsertaan dalam program Roadmap
BUMN Bersih di Kementerian BUMN.
Kriteria `berkomitment’ yang digunakan
dalam survai/penilaian tersebut secara garis
besar meliputi pelaksanaan pilar-pilar GCG:
transparency, accountability, responsibility,
independency, dan fairness sebagai landasan
sistem manajemen mulai dari perencanaan
sampai
dengan
pertanggungjawaban;
komitmen untuk tidak melakukan segala
bentuk fraud/kecurangan, termasuk di
dalamnya segala bentuk tindakan korupsi,
menerima dan memberikan suap/gratifikasi.
Program pencapaiannya dilakukan secara
berjenjang, yakni:
• Pencapaian pada jajaran Direksi dan
Dewan Komisaris/Dewan Pengawas serta
Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan
Anak paling lama dalam waktu 3 (tiga)
bulan setelah berakhirnya batas waktu
pendaftaran (Bersih Tingkat I);
• Hasil RBB untuk level Bord PT Pos Indonesia
berhasil meraih predikat (Berkomitment)
atau dalam peta komitment pada area
(Hijau)
No
1
2
3
3.
Contract with a consultant to conduct an
assessment GCG GCG 2013 GCG and improve
infrastructure and MR. The contract is
a Cooperative Agreement ( Agreement )
between PT Pos Indonesia ( Persero ) and PT
Mitra Badra Consulting dated 27 November
2013 Number : MCC. 225/ DIRUT/1213
and PRO MBC/001/POS/XII/2013 about
GCG Procurement of Consulting Services to
Support Business Transformation PT Pos
Indonesia ( Persero ). Material contracts is
assessment GCG implementation in 2013, the
construction of enterprise risk management (
ERM ), as well as review the implementation
of GCG in PT Pos Indonesia ( Persero ).
4.
Participation in the Roadmap program at
the Ministry of Enterprise SOE Net. Criteria
committed ‘used in the survey / assessment
that broadly covers the implementation
of the pillars of corporate governance :
transparency, accountability, responsibility,
independency, and fairness as the cornerstone
of management systems ranging from
planning to accountability ; commitment not
to carry out any form of fraud / cheating,
which includes all forms of corruption,
accepting and giving bribe / gratification.
The program attempts to achieve it in stages,
namely :
• Achievement of the Board of Commissioners
and Board of Directors/Board of Trustees
and the Board of Directors and Board of
Commissioners of the company the longest
Child within three (3) months after the expiry
of the deadline for registration (net level I);
• RBB Results for Bord level PT Pos Indonesia
was awarded (committed) or in a commitment
to the area map (Green)
Warna
Proses/Infrastruktur
Warna MERAH
RED Color
The process/infrastructure of governance is still not running / available, must be
followed up immediately with completion
Warna KUNING
YELLOW Color
Proses tata kelola telah berjalan atau infrastruktur telah ada, namun masih
diperlukan penyempurnaan
Color
Warna HIJAU
Green Color
Process/Infrastucture
Proses/infrastruktur tata kelola masih belum berjalan/tersedia, perlu
ditindaklanjuti segera dengan penyempurnaan
The process of governance process has been running or infrastructure has existed,
but it still needs improvement
Proses/infrastruktur tata kelola telah berjalan baik/diatur dengan jelas.
The process/infrastructure of governance has run well/ clearly arranged.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
165
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
•
•
5.
Pencapaian pada jajaran 1 (satu) level di
bawah Direksi paling lama 6 (enam) bulan
setelah berakhimya batas waktu pendaftaran
(Bersih Tingkat II);
Pencapaian pada jajaran Manajer dan
Jabatan-Jabatan Pimpinan lainnya 2 (dua)
tingkat di bawah direksi paling lama 9
(sembilan) bulan setelah berakhirnya bates
waktu pendaftaran (Bersih Tingkat III)
Revisi kebijakan-kebijakan Tata Kelola
sehubungan dengan terbitnya Peraturan
Menteri Negara BUMN nomor : PER-01/
MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
(Good Corporate Governance) pada Badan
Usaha Milik Negara, serta membuat draft
kebijakan Whistleblowing System (WBS)
dan draft kebijakan Pengendalian Gratifikasi
(bekerjasama dengan KPK).
Struktur Tata Kelola
Perusahaan
Berdasarkan
Undang-Undang
Republik
Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas, organ utama perusahaan terdiri dari
Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS), Dewan Komisaris serta Direksi
yang memiliki wewenang dan tanggung jawab
yang jelas sesuai fungsinya masing-masing
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar
Perseroan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Setiap organ mempunyai peran
penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif.
Hal terpenting dalam kebijakan tata kelola
perusahaan adalah adanya pemisahan tugas
dan tanggung jawab yang jelas di antara organ
perusahaan. RUPS merupakan wadah para
pemegang saham yang memiliki wewenang yang
tidak dilimpahkan kepada Dewan Komisaris
dan Direksi. Direksi bertanggung jawab penuh
atas pengelolaan Perusahaan sesuai amanah
yang diberikan, sedangkan Dewan Komisaris
melakukan pengawasan yang memadai terhadap
pengelolaan yang dilakukan oleh Direksi serta
melakukan penasihatan agar kinerja Perusahaan
lebih baik.
2013
166
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
•
•
5.
Attained the ranks of 1 (one) level below the
Board of Directors of not longer than 6 (six)
months after the berakhimya deadline for
registration (net level II);
Attained the ranks of managers and other
Leadership offices two levels below directors
longest 9 (nine) months after the expiry of the
registration (net time bates Level III)
revision of the governance policies with
respect to the publication of the regulation of
the Minister of State-OWNED ENTERPRISES
number: PER-01/MBU/2011 date of August
1, 2011 on the application of Good corporate
governance (Good Corporate Governance)
in State-owned enterprises, as well as
create a Whistleblowing Policy draft System
(WBS) and Gratuity Control policy draft (in
collaboration with the KPK).
Structure of GCG
According to the Law of the Republic of Indonesia
No. 40 of 2007 on Limited Company, the main
organ of the company consists of Shareholders
through Shareholder General Meeting (RUPS),
the Board of Commissioners and the Board of
Directors. They all have their own authority and
responsibility based on their respective functions
as stipulated in the Articles of Association and
regulations. Each organ has a critical role in the
effective GCG implementation. The important
thing in GCG policy is the clear separation duties
and responsibilities among its organs. The
Shareholder General Meeting (RUPS) is a means
of shareholders who have authority and do not
delegate it to the Board of Commissioners and
Board of Directors. Directors are fully responsible
for the management of the Company in accordance
with mandate, while the Board of Commissioners
supervise adequately to the management carried
out by the Board of Directors and give advice in
order to make a better company performance.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Board of Commissioners and Board of
Directors are appointed and dismissed by the
Shareholders General Meeting (RUPS). The
Board of Commissioners has established special
committees assigned to assist and advise the
Board of Commissioners based on the scope of
each committee. Committees under the Board of
Commissioners are Audit Committee and Business
Risk Management and Investment Committee. In
addition, the Board of Directors has established
the supporting organs. They are the Corporate
Secretary and Internal Audit Unit (IAU), which
reports directly to President Director.
Dewan Komisaris dan Direksi diangkat dan
diberhentikan oleh RUPS. Dewan Komisaris
telah membentuk komite-komite khusus yang
bertugas membantu Dewan Komisaris dan
memberi saran sesuai ruang lingkup tugas
komite yang bersangkutan. Komite-komite di
bawah Dewan Komisaris adalah Komite Audit
dan Komite Manajemen Risiko Usaha dan
Investasi. Selain itu, Direksi telah membentuk
organorgan
Pendukung
yaitu
Sekretaris
Perusahaan dan Satuan Pengawasan Internal
(SPI) yang bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Utama.
Corporate Governance Structure in PT Pos
Indonesia ( Persero )
Struktur Tata Kelola Perusahaan di PT Pos
Indonesia (Persero)
RUPS
Shareholder
General Meeting
Dewan
Komisaris
Dewan Direksi
Board of
Directors
Sekretaris
Perusahaan
Corporate
Secretary
Board of
Commissioners
SPI
Internal Audit Unit
Komite Manajemen
Risiko Usaha dan
Investasi
Investment & Business
Risk Management
Committee
Komite
Audit
Audit
Committee
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
167
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS)
Dalam struktur tata kelola perusahaan, RUPS
merupakan organ Perseroan yang mempunyai
kedudukan tertinggi serta mempunyai segala
wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi
atau Komisaris.
Melalui wadah RUPS, Direksi, Komisaris dan
Pemegang Saham mengadakan pertemuan dan
pengambilan keputusan keputusan Perseroan
yang bersifat strategis. Sesuai dengan Anggaran
Dasar Perseroan RUPS dalam Perseroan terdiri
dari RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.
RUPS Tahunan diadakan dua kali yaitu RUPS
mengenai persetujuan Laporan Tahunan dan
RUPS mengenai persetujuan Rencana Kerja dan
Anggaran Perseroan.
Pelaksanaan RUPS
Sesuai dengan Undang-Undang Perseroan
Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan, pada
tahun 2013 ini telah dilaksanakan dua kali RUPS
sebagai berikut:
Tanggal /Tempat
Date / Place
No
1
Undangan Rapat Selasa, 22
Januari 2013 Ruang Rapat
Kementrian BUMN – Lt 12 Jl.
Medan Merdeka Selatan No.13Jakarta 10110
Undangan
Invitation
Undangan Direksi
Nomor : 290/
Setper-1/0113
nvitation Directors
No : 290/Setper-1/0113
Shareholders General Meeting
In the corporate governance structure, the
Shareholder General Meeting (RUPS) was a
corporate organ that has the highest position and
authorities that were not given to the board of
commissioners and directors.
Through the Shareholder General Meeting (RUPS),
Directors, Commissioners and Shareholders
conducted meeting and making strategic decision
of the corporate. In accordance with the Articles
of Association, the RUPS consisted of the Annual
and extraordinary. Annual RUPS was held twice
which was about the approval of annual report
and work plan and budget of the corporate.
The Implementation of the
Shareholder General Meeting
(RUPS)
In accordance with the law of Limited Company
and the Articles of Association of the corporate,
the Shareholders General Meeting (RUPS) had
been held twice in 2012 as follows:
Isi Rapat
Fill Meeting
RUPS Pengesahan RKAP
tahun 2013 PT Pos
Indonesia (Persero)
Ratification of the 2013
AGM RKAP PT Pos
Indonesia (Persero)
Invitation Meeting Tuesday, January
22, 2013 Meeting Ministry of SOEs Lt. 12 Jl. Medan Merdeka Selatan 13
Jakarta 10110
2
Undangan Rapat
Selasa, 21 Mei 2013
Ruang Rapat Kementrian BUMN
– Lt 12 Jl. Medan Merdeka
Selatan No.13-Jakarta 10110
Invitation Meeting Tuesday, May
21, 2013 Meeting Ministry of SOE
- Lt 12 Jl. Medan Merdeka Selatan
No.13-Jakarta 10110
2013
168
Undangan Direksi
Nomor :2391/
Setper-1/0513
Invitation Directors
No.: 2391 /
Setper-1/0513
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
RUPS Pengesahan
Laporan Manajemen
tahun 2012 PT Pos
Indonesia (Persero)
Endorsement GMS
Management Report
2012 PT Pos Indonesia
(Persero)
Kehadiran
Presence
Pemegang Saham
Shareholders
Komisaris
Commissioners
Direksi
Directors



























Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Pada RUPS tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang
Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian
BUMN yang diberikan kuasa subtitusi oleh
Menteri Negara BUMN selaku pemegang saham,
seluruh Dewan Komisaris dan Seluruh Direksi
Perseroan.
The Shareholder General Meeting (RUPS) was
attended by the Deputy of the Infrastructure and
Logistics Ministry of SOEs that was given power of
substitution by the Minister of SOEs as a
shareholder, the Board of Commissioners and the
Directors.
Keputusan yang diambil pada RUPS tersebut \
adalah :
1. Mengesahkan RKAP Perseroan tahun 2013
2. Mengesahkan Rencana Kerja Pengawasan
Dewan Komisaris Perseroan tahun 2013
3. Mengesahkan RKA Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan Tahun 2013
4. Menyetujui Key Performance Indicators
(KPI).
The decisions taken at the RUPS are:
1. Ratifying the Corporate Work Plan and
Budget in 2012
2. Ratifying the Work Plan of the board of
commissioners in 2012
3. Ratifying the Work Plan and Budget of
Partnership and Community Development
Program in 2012
4. Approving the Key Performance Indicators
(KPI)
RUPS Mengenai Persetujuan
Laporan Tahunan 2013
Shareholders General
Meeting Regarding the
Approval of Annual Report
2013
RUPS tahun 2013 tentang Pengesahan Laporan
Keuangan yang berakhir 31 Desember 2012
Shareholders General Meeting 2013 on the
Approvalof Financial Statements ended December
31, 2012
1. RUPS tahun 2013 tentang Pengesahan
Laporan Keuangan dengan risalah RUPS
nomor: RIS-44/D3.MBU./2013 tanggal 21
Mei 2013 memutuskan hal-hal sebagai
berikut :
1.
a.Menyetujui dan mengesakan Laporan
Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Tahun
Buku 2012 yang disajikan dan telah diaudit
oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahyo dan
Rekan Nomor : KNT&R-0083/12 tanggal 25
Februari 2013.
b.Mengesahkan Laporan Tahunan PKBL
termasuk Laporan Keuangan yang telah
diaudit Tahun Buku 2012 yang telah diaudit
oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahyo
dan Rekan Nomor : KNT&R-0086/12
tanggal 25 Februari 2013 dan Risalah
Rapat pembahasan Laporan Tahunan dan
Laporan Keuangan atas pelaksanaan PKBL
tahun buku 2012 nomor RIS-83/D5.MBU/
PKBL/A/2013 tanggal 22 April 2013.
Shareholder General Meeting 2013 on the
ratification of Financial Statement with the
treatise of Shareholder General Meeting
number: RIS-44/MBU./2013 dated 21 Mei
2013 resolved the following:
a. Approve Financial Statements and the
Oneness of PT Pos Indonesia ( Persero ) for
Fiscal Year 2012 are presented and have
audited by KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahyo
and Partners Number : KNT & R-0083/12
dated February 25, 2013.
b. To ratify the Partnership ‘s Annual Report
including audited Financial Statements for
Fiscal Year 2012 which has been audited
by KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahyo and
Partners Number : KNT & R-0086/12 dated
February 25, 2013 and the Minutes of
Meeting discussion of the Annual Report and
Financial Statements for the implementation
of CSR year book 2012 RIS-83/D5.MBU/
PKBL/A/2013 number dated 22 April 2013.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
169
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
c.Menetapkan
penggunaan
laba
yang
diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
bersih sebesar Rp172.487.312.046,- sebagai
berikut :
• Sebesar
10%
atau
senilai
Rp
17.248.732.000 sebagai dividen tunai.
• Sebesar
90%
atau
senilai
Rp
155.238.580.046 sebagai cadangan
lainnya dan menambah saldo laba.
d.Penetapan:
1. Gaji Direktur Utama tahun 2013 sebesar
Rp 85.000.000,00 per bulan, gaji Wakil
Direktur Utama 95%, Anggota Direksi
90%, Komisaris Utama 40% dan Anggota
Dewan Komisaris 36% dari gaji Direktur
Utama.
2. Tunjangan dan/atau fasilitas yang akan
diberikan kepada Direksi dan Dewan
Komisaris mengacu pada Peraturan
Menteri Negara BUMN nomor Per-07/
MBU/2010 tanggal 27 Desember 2010.
3.
Gaji/honorarium
serta
tunjangan
dan fasilitas bagi Direksi dan Dewan
Komisaris berlaku terhitung efektif sejak
tanggal 1 Januari 2013.
4. Tantiem diberikan untuk kinerja tahun
buku 2012 sebesar Rp 3.600.000.000,00
(pajak ditanggung penerima). Komposisi
besarnya tantiem adalah Direktur Utama
100%, Wakil Direktur Utama 95%,
Anggota Direksi 90%, Komisaris Utama
40% dan Anggota Dewan Komisaris 36%
dari Direktur Utama.
e.Persetujuan penunjukan kembali KAP
Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo dan Rekan
untuk
melaksanakan
audit
Laporan
Keuangan, audit Evaluasi Kinerja, audit
Kepatuhan terhadap Peraturan Perundangundangan
dan
Pengendalian
Intern
serta audit Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan Tahun Buku 2013.
2013
170
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
c. Appropriation of profit attributable to
Owners of the parent net Rp172.487.312.046,as follows:
•
•
d.
1.
1 ) As much as 10 % or Rp 17,248,732,000
as cash dividends.
2 ) As much as 90 % or Rp 155,238,580,046
as other reserves and increase retained
earnings.
Determination :
The Salary of President Director in 2012
of IDR85,000,000.00 per month, Vice
President was 95%, Member of the Board of
Directors was 90%, Chairman of Board of
Commissioners was 40% and member of the
board of the commissioner was 36% of the
salary of the President Directors.
2. Allowances and/or facilities provided
to the Board of Directors and Board of
Commissioners referred to the regulation
of Minister of SOEs No: Per-07/MBU/2010
number dated December 27, 2010.
3. Salary/honorarium and allowances and
facilities for the Board of Directors and Board
of Commissioners was effective since January
1, 2013.
4. Bonus was awarded for the performance in
2012 amounted to IDR3,600,000,000.00 (tax
borne by the recipient). The composition
of the bonus was as follows: the bonus
of President Director was 100%, Vice
President was 95%, Member of the Board of
Directors was 90%, Chairman of Board of
Commissioners was 40% and the member
of board of commissioners was 36% of the
President Director’s bonus.
e. Approval of the reappointment of KAP
Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo and Partners to
carry out audit of the Financial statements,
the Performance Evaluation, the Compliance
to Laws, the Internal Control and the
Partnership and Community Development
Program 2013.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
f.
Melimpahkan kewenangan dan memberikan
kuasa kepada Dewan Komisaris untuk
menetapkan / menyetujui skema debt to
equity swap terhadap utang PT Bhakti
Wasantara Net sesuai dengan notulen rapat
tanggal 4 April 2012 dengan BPK RI.
Delegate authority and authorize the Board
of Commissioners to establish / approve the
debt to equity swap scheme to PT Bhakti
Wasantara Net debt in accordance with the
minutes of the meeting held on 4 April 2012
by the BPK.
f.
Menyetujui secara prinsip penghapusan aset
mesin Mekanisasi dan Otomatisasi (Mekot)
yang berada di MPC Surabaya, Mesin X-Ray,
dan Kendaraan Bermotor Roda 4 dan 6.
Penghapusan aset ini diajukan oleh Direksi
yang dilengkapi dengan persyaratan sesuai
dengan Peraturan Menteri BUMN nomor 02/
MBU/2010 tanggal 23 Juli 2010
g. Agreed in principle on disposal of property
Mechanization and automation machinery
( Mekot ) situated in Surabaya MPC, X - Ray
Machines, and Motor Vehicle Wheels 4 and
6. Elimination of these assets proposed by
the Board of Directors which is equipped
with the requirements in accordance with
the Regulation of the Minister of SOEs 02/
MBU/2010 number dated July 23, 2010
2. Disamping itu pada saat Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) memberikan
arahan sebagai berikut:
2. Beside that, the Shareholders General
Meeting provides guidance as follows:
g.
a.
Buku Laporan Tahunan Tahun Buku 2012,
tanggapan Dewan Komisaris, Risalah
PKBL dan Laporan Hasil Evaluasi Capaian
KPI Tahun 2012 merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Risalah Rapat
Umum Pemegang Saham ini.
b. Temuan, catatan dan saran Auditor yang
termuat dalam laporannya selama tahun
2012 serta laporan evaluasi Komisaris
atas kinerja Satuan Pengawas Intern (SPI)
dan Kantor Akuntan Publik (KAP) agar
ditindaklanjuti secara tuntas oleh Direksi
dalam tahun 2013. Selanjutnya, temuan
yang sama dalam bidang yang sama tidak
boleh terjadi lagi pada masa yang akan
datang. Hasil tindak lanjut tersebut agar
dilaporkan kepada Dewan Komisaris dan
Pemegang Saham.
c. Direksi diminta agar dapat menyampaikan
Laporan Keuangan Perusahaan Tahun
Buku 2013 yang telah diaudit oleh KAP
selambat-lambatnya bulan Februari 2014.
d. Direksi agar melakukan pengelolaan
SDM berbasis kompetensi dalam rangka
rekrutmen, mutasi/rotasi dan sistem
remunerasi serta program peningkatan
integritas dan kompetensi SDM secara
berkelanjutan.
a.
Annual Report 2012, response of the Board
of Commissioners, treatise of Partnership
and Community Development Program,
and evaluation report of KPI Achievement
in 2012were an integral part of the treatise
of the Shareholder General Meeting.
b. The findings, notes and suggestions from
the auditors contained in the Auditor’s
report 2012 and report on the performance
evaluation of the Commissioner of Internal
Audit Unit (IAU) and the Public Accounting
Firm (KAP) was followed completely by
the Board of Directors in 2013. Therefore,
similar findings in the same field should
not happen again in the future. The followup results was reported to the Board and
Shareholders.
c. Directors are required to be able to convey
the Company’s Financial Statements for
Fiscal Year 2013, which were audited by
the firm no later than February 2014.
d. Board of Directors to conduct competency
-based human resource management in the
context of recruitment, transfer / rotation
and remuneration systems and programs
improving the integrity and competence of
human resources in a sustainable manner.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
171
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
e. Dalam rangka Program Kemitraan BUMN
dengan Usaha Kecil dan Bina Lingkungan
Direksi diminta :
1.Melakukan upaya kerjasama/sinergi
dengan BUMN lain untuk melakukan
penyaluran program kemitraan dan
bina lingkungan agar penyaluran dana
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
lebih tepat sasaran.
2.Membuat
perencanaan
penyaluran
program
kemitraan
dengan
cara
pembentukan cluster unit usaha mitra
binaan, apabila diperlukan Perusahaan
dapat bekerjasama dengan BUMN
Pembina PKBL lain yang memiliki
keahlian dalam pembentukan cluster.
3.Melakukan pemetaan atas kondisi
sosial ekonomi disekitar wilayah
usaha perusahaan, sebagai bahan
pertimbangan
dalam
penyaluran
dana PKBL di wilayah tersebut serta
berkoordinasi
dengan
koordinator
wilayah
setempat.
Memanfaatkan
penggunaan dana hibah ke Program
Kemitraan secara lebih efektif dan efisien
dalam rangka mendukung kegiatan
yang mampu memberikan nilai tambah
bagi mitrabinaan, serta melakukan
sinkronisasi terhadap penggunaan dana
hibah tersebut untuk kegiatan promosi,
pendidikan, dan pelatihan.
4.Dalam rangka menciptakan mitra
binaan yang mandiri dan berkualitas,
perusahaan agar lebih meningkatkan
pembinaan / pendampingan terhadap
mitra binaannya.
aktif
dalam
Program
5.
Berperan
Pengentasan Kemiskinan oleh BUMN,
dengan kompetensi dan sumberdaya
yang dimiliki perusahaan.
Memfokuskan
penyaluran
PKBL
6.
pada
sektor
yang
benar-benar
dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat, terutama dalam rangka
pengentasan kemiskinan.
2013
172
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
e. In the framework of the SOEs Partnership
Program with a Small Business and
Community Development, The Directors were
requested to:
1.
Make cooperation/synergy with other SOEs
to distribute funds of the partnerships and
community development program to be more
effective.
2.
Make a plan to distribute funds for
partnership program by forming cluster of
partners’ business units, and if it was needed,
the corporate could cooperate with other
SOEs that had expertise in cluster formation.
3.
Do mapping on the socio-economic condition
of the area around the corporate’s business,
as consideration in distributing CSR funds
in the region and coordinate with the local
area coordinator. Exploit the use of grant
effectively and efficiently for the Partnership
Program in order to support the activities
that can provide added value to trained
partners, and synchronize the use of the
grant for promotional activities, education,
and training.
4.
In order to create self-trained and qualified
partners, the corporate needed to further
improve the coaching/mentoring.
5.
Actively participate in the Poverty Alleviation
Program by the SOEs based on the corporate’s
competence and resources.
6.
Focus on the distribution of Partnership and
Community Development Program on sectors
that can really boost the economy, especially
in the context of poverty alleviation.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
7.Memanfaatkan dana Program Bina
Lingkungan secara efektif, sehingga
manfaatnya dapat dirasakan baik
oleh masyarakat sekitar perusahaan,
calon mitra binaan dan mitra binaan,
khususnya pada sektor peningkatan
kesehatan,
penyediaan
sarana
/
prasarana umum dan sektor pelestarian
alam.
8.Mempersiapkan system pengelolaan
akuntansi
untuk
mengantisipasi
penerapan Pedoman Akuntansi PKBL
Revisi 2013.
9. Melakukan inventarisasi piutang dengan
status diragukan dan macet, serta
mengusahakan pemulihannya.
7.
8.
9.
Utilize the fund of Partnership and Community
Development Program effectively, so the
benefits can be felt by the public around the
corporate, the prospective foster partners
and trained partners, particularly in the
sectors of health promotion, provision of
public facilities / infrastructure and nature
conservation.
Prepare accounting management system to
anticipate the implementation of Accounting
Guidelines for Partnership and Community
Development Program Revised edition 2013.
Conduct an inventory of receivables with
doubtful and loss status, and seek the
recovery.
f. Memperhatikan kebutuhan Kementerian
BUMN akan data BUMN yang akurat dan
tepat waktu, diminta kepada Direksi untuk
secara rutin menyampaikan copy laporanlaporan di bawah ini kepada Asisten Deputi
Riset dan Informasi baik berupa buku
(hardcopy) maupun softcopy (file pdf ) :
1.Laporan Auditor Independen atas
Laporan Keuangan dan Laporan Hasil
Evaluasi Kinerja perusahaan tahun buku
2012;
2. Laporan Manajemen Tahunan (Audited)
tahun buku 2012;
3. Risalah RUPS Tahunan tahun buku 2012.
f. Pay attention to the needs of the Ministry
of SOEs on accurate and in time data, the
Directors are required to submit regular
reports to the Assistant Deputy for Research
and Information in the form of books
(hardcopy) or softcopy (pdf file):
RUPS tahun 2013 tentang
Rencana Kerja Anggaran 2013
Persetujuan
Shareholder General Meeting 2013 on the
Approval of the Work Plan Budget 2013
Proses penyusunan RKAP PT Pos Indonesia
(Persero), telah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku yaitu Surat Keputusan Menteri BUMN
No. Kep-101/M-BUMN/2002 tanggal 4 Juni
2002 tentang Pedoman Penyusunan Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN, yang
mencakup tahapan persiapan, penentuan target,
penyusunan rencana, kompilasi, penyelesaian,
pembahasan pada tingkat Direksi, pembahasan
dengan Dewan Komisaris dan penyampaian
kepada Pemegang Saham dan penetapan RKAP.
The process of preparing Work Plan andBudget
(RKAP) of PT Pos Indonesia (Persero),
inaccordance with the Decree of Minister of
SOEsNo. Kep-101/M-BUMN/2002 dated June
4, 2002on Guidelines for Preparation of SOEs’
Work Planand Budget, which includes stages
of preparing,targeting, planning, compilling,
completing,discussing at the Board of directors
level,discussing at the Board of Commissioners
anddelivering to the Shareholders and
determining theWork Plan and Budget.
g. Direksi agar memperhatikan tanggapan
dan catatan-catatan Dewan Komisaris
serta arahan Pemegang Saham baik tahun
ini tahun sebelumnya dan melaporkan
pelaksanaannya kepada Kementerian BUMN.
1.
2.
3.
Independent Auditor’s Report on the
Corporate’s Financial Statements and
Performance Evaluation Report year 2011;
Annual Management Report (Auditedyear
2011;
Treatise of the Annual Shareholders General
Meeting year 2011.
g. Observe the response, notes, and direction of
the board of commissioners and shareholders
this year or previous year, and report the
implementation to the minister of SOEs.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
173
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
RKAP PT Pos Indonesia (Persero) tahun buku
2013 disusun berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Nomor: 171/Dirut/0213 tanggal 19
Februari 2013 dan memperhatikan Surat
Tanggapan Dewan Komisaris Nomor: 787/
DEKOM/1212 tanggal
20 Desember 2013
serta hasil Rapat Umum Pemegang Saham
tanggal 22 Januari 2013 yang dihadiri Kuasa
Pemegang Saham dari Menteri Negara BUMN,
Dewan Komisaris dan Direksi PT Pos Indonesia
(Persero). RKAP tersebut telah mendapat
persetujuan Kementerian BUMN berdasarkan
surat Nomor: RIS-19/D3.MBU/2013 tanggal 22
Januari 2013.
Dewan Komisaris
2013
The Work Plan and Budget (RKAP) of PT Pos
Indonesia (Persero) year 2013 was prepared
based on the decree of the Board of Directors
No. 171/Dirut/0212 dated Februari 19, 2013,
andpaid attention to Response Letter of the board
of Commissioners Number: 787/DEKOM/1212
dated December 20, 2013 and the results of the
Shareholders General Meeting dated Januari
22, 2013 which was attended by Authorized
Shareholders of Ministry of SOEs, the Board of
Commissioners and Board of Directors of PT Pos
Indonesia (Persero). The Work Plan and Budget
had been approved by Ministry SOEs based on
letter No. RIS-19/D3.MBU/2013 dated januari 22,
2013.
Board Of Commissioners
Komposisi Dewan Komisaris
Board of Commissioners Composition
Susunan Dewan Komisaris pada tahun 2013
sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara
BUMN selaku RUPS Nomor KEP-426/ MBU/2013
tanggal 20 Desember 2013 perihal Pemberhentian
dan
PengangkatanAnggota-Anggota
Dewan
Komisaris Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia (Persero) sehingga susunan Dewan Komisaris adalah sebanyak enam orang yang terdiri
dari unsur di luar Perseroan sebagai berikut :
Board
of
Commissioners
in
2013
in
accordancewith the Decree of the Minister of State
OwnedEnterprises as shareholder No. KEP-426 /
MBU/2013 dated Desember 20, 2013, concerning
Appointmentand Dismissal of Members of the
Board ofCommissioners of PT Pos Indonesia
(Persero)that the Board of Commissioners are as
many asfive people consisting of elements outside
of theCompany as follows:
Komisaris Utama:Basuki Yusuf Iskandar
Komisaris Independen : Karyono Supomo
Komisaris:
Bambang Widianto
Komisaris:
Dedi Syarif Usman
Komisaris:
Noor Ida Khomsiyati
Bobby Hamzar Rafinus
Komisaris:
Chief Commissioner : Basuki Yusuf Iskandar
Independent Commissioner : Karyono Supomo
Commissioner : Bambang Widianto
Commissioner : Dedi Syarif Usman
Commissioner : Noor Ida Khomsiyati
Commissioner : Bobby Hamzar Rafinus
Pergantian Dewan Komisaris
Substitution of Board of Commissioners
Pada saat laporan ini disusun, terjadi pergantian
anggota
Dewan
Komisaris.
Berdasarkan
Keputusan Pemegang Saham Perseroan PT
Pos Indonesia (Persero) Di Luar Rapat Umum
Pemegang Saham Nomor KEP-212/MBU/2013
tanggal 10 April 2013 tentang Pemberhentian
dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris
Perseroan PT Pos Indonesia (Persero) maka tmt
10 April 2013 Harry Z Soeratin diberhentikan
dengan hormat sebagai anggota Dewan
At the time of writing, a change of members
of the Board of Commissioners. The decision is
based on the Company’s Shareholders of PT Pos
Indonesia (Persero) In The General Meeting of
Shareholders No. KEP-212/MBU/2013 dated 10
April 2013 on Termination and Appointment of
Members of the Board of Commissioners of PT Pos
Indonesia (Persero) then tmt 10 April 2013 Harry
Z Soeratin honorably discharged as a member of
the Board of commissioners. Based on the decision
174
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
komisaris. Berdasarkan keputusan pemegang
saham perseroan (Persero) PT Pos Indonesia
Nomor SK-303/MBU/2013 tanggal 2 Juli 2013
tentang pemberhentian dan pengangkatan
Komisaris Dedi Syarif Usman dan Noor Ida
Khomsiyati. Disamping itu pada tanggal 20
Desember 2013 sesuai Keputusan Menteri BUMN
Nomor: 426/MBU/2013 tanggal 20 Desember
2013 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan
Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Pos Indonesia mengangkat
Bobby Hamzar Rafinus menggantikan Tumpak
Hatorangan Panggabean sebagai Komisaris.
Pembagian Tugas Dewan Komisaris
Berdasarkan
Anggaran
Dasar
Perseroan,
pembagian kerja diantara para anggota
Komisaris diatur secara intern oleh Komisaris.
Dewan Komisaris telah menyusun pembagian
tugas Komisaris yang dituangkan dalam Surat
Keputusan Dewan Komisaris Nomor: 92/
Dekom/0314 tanggal 4 Maret 2014 tentang
Pembagian tugas Dewan Komisaris dengan
rincian sebagai berikut:
of shareholders of the company (Persero) PT Pos
Indonesia Number SK-303/MBU/2013 dated July
2, 2013 on the dismissal and appointment of
Commissioner Smith Usman Sharif and Noor Ida
Khomsiyati. Besides, on the date of December 20,
2013 according to the Decree of the Minister of
SOEs Number : 426/MBU/2013 dated December
20, 2013 on Termination and Appointment of
Members of the Board of Commissioners of the
Company (Persero) PT Pos Indonesia lifted Bobby
Hamzar Rafinus replace Tumpak Hatorangan
Panggabean as Commissioner.
The Division of Duties of the Board of
Commissioners
Under the Articles of Association of the Company,
the division of labor among the members of the
Board of Commissioners is set internally by the
Commissioner. BOC has compiled a division of the
Commissioner set forth in Decree No. BOC : 92/
Dekom/0314 dated March 4, 2014 on the Division
of the Board of Commissioners with the following
details :
Basuki Yusuf Iskandar, sebagai Komisaris
utama memberikan saran dan pendapat untuk
keseluruhan kegiatan perusahaan dan koordinasi
dengan masing-masing Komisaris serta masukan
dalam bidang operasi dan Informasi teknologi.
Basuki Yusuf Iskandar, as the main Commissioner
provides advice and opinions for the overall
coordination of the activities of the company and
each of the Commissioners and input in the field of
operation and Information Technologies.
Bambang Widianto, sebagai Ketua Komite
Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan Investasi,
melaksanakan tugas tambahan sebagaimana
yang telah diatur dalam Charter Komite
Pemantau Manajemen Risiko dan Investasi serta
memberikan pendapat dan masukan dalam hal
governance (GCG), dan citra perusahaan.
Bambang Widianto, as Chairman of the
Oversight Committee and Investment Business
Risk Management, carry out additional duties
as set out in the Charter Oversight Committee
and Investment Risk Management and provide
opinions and input in terms of governance (GCG),
and corporate image.
Karyono Supomo, sebagai Ketua Komite Audit,
melaksanakan tugas tambahan sebagaimana
diatur dalam Charter Komite Audit serta
memberikan pendapat dan masukan dalam
hal keuangan dan manajemen keuangan, serta
bidang produktivitas dan efisiensi.
Karyono Supomo, as Chairman of the Audit
Committee, carry out additional duties as set out in
the Audit Committee Charter and provide opinions
and input in terms of finance and financial
management, as well as the areas of productivity
and efficiency.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
175
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Dedi Syarif Usam, memberikan masukan
dalam hal pengelolaan aset-aset perusahaan, pemasaran, pengembangan mutu dan
pelayanan serta hubungan kelembagaan.
Dedi Sharif Usam, provide input in the management
of corporate assets, marketing, development
and service quality as well as institutional
relationships.
Bobby Hamzar Rafinus, memberikan pendapat dan masukan dalam hal program kemitraan dan bina Lingkungan (PKBL), bidang
produk serta
pengadaan barang dan jasa.
Bobby Hamzar Rafinus, provide opinions and input
in terms of partnership program and Community
Development (CSR), the field of products and
procurement of goods and services.
Noor Ida Khomsiyati, memberikan pendapat
dalam hal sumber daya manusia (SDM) dan
organisasi, hukum dan umum serta kasuskasus
perusahaan
dan
penyelesaiannya.
Nama
Jabatan
Name
Noor Ida Khomsiyati, give an opinion in terms of
human resources (HR) and organizational, legal,
and public and corporate cases and settlement.
Dasar Pengangkatan
Position
Appointment Basis
TmT Menjabat
Date
Jabatan lain diluar Perusahaan
Other Position
Basuki Yusuf Iskandar
Komisaris Utama
President
Commissioner
KEP-101/MBU/2011 tanggal 11 Mei 2011
11 Mei 2011
May 11, 2011
Kepala Badan Litbang SDM Kementrian Komunikasi dan
Informatika
Harry Z. Soeratin
Komisaris
Commissioner
KEP-89/MBU/2008 tanggal 30 Mei 2008
30 Mei 2008
Mei 30, 2008
Tenaga Pengkaji Sumber Daya Aparatur, Sekretariat Jenderal
Kementerian Keuangan
Tumpak Hatorangan
Panggabean
Komisaris
Commissioner
KEP-235/MBU/2008 tanggal 25 November 2008
25 November 2008
25 Maret 2010
November 25, 2008
March 25, 2010
SK-416/MBU/2012 tanggal 21 November 2012
SK-212/MBU/2013 tanggal 10 April 2013
KEP-219/MBU/2009 tanggal 6 Oktober 2009
Head of Human Resources Research and Development Agency
Ministry of Communications and Information Technology
Apparatus Assessment Resources, Secretary General of the
Ministry of Finance
KEP-44/MBU/2010 tanggal 25 Maret 2010
SK-426/MBU/2013 tanggal 20 Desember 2013
Karyono Supomo
Komisaris
Independen
SK-416/MBU/2012 tanggal 21 November 2012
21 November 2012
November 21, 2012
Bambang Widianto
Komisaris
Commissioner
SK-416/MBU/2012 tanggal 21 November 2012
21 November 2012
November 21, 2012
Independent
Commissioner
Deputy for Social Welfare and Poverty Alleviation / Executive
Secretary - National Team For The Acceleration of Poverty
Reduction (TNP2K) Office Of The Vice President
Deputy for Social Welfare and Poverty Alleviation / Executive
Secretary - National Team For The Acceleration of Poverty
Reduction (TNP2K) Office Of The Vice President
Dedi Syarif Usman
Komisaris
Commissioner
SK-303/MBU/2013 tanggal 2 Juli 2013
10 Juli 2013
July 10, 2013
Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, DJKN - Kementerian
Keuangan
Noor Ida Khomsiyati
Komisaris
Commissioner
SK-303/MBU/2013 tanggal 2 Juli 2013
10 Juli 2013
July 10, 2013
Kepala Bagian Pelayanan dan Bantuan Hukum I kemenetrian
BUMN
Bobby Hamzar Rafinus
Komisaris
Commissioner
SK-426/MBU/2013 tanggal 20 Desember 2013
20 Desember 2013
December 20, 2013
Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Bidang Koordinasi
Fiskal dan Moneter, Kementerian Koordinator Perekonomian
2013
176
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Director of the State Intellectual Separated, DJKN - Ministry of
Finance
Head of Service and Legal Aid first ministerial SOE
Acting Minister for Economic Affairs Monetary and Fiscal Coordination, Coordinating Ministry for Economic
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Independensi Dewan Komisaris
Independence of the Board of Commissioners
Anggota Dewan Komisaris, sebanyak enam
orang, terdiri dari berbagai unsur di luar
Perseroan. Antar anggota Dewan Komisaris dan
antara anggota Dewan Komisaris dengan anggota
Direksi tidak memiliki hubungan keluarga
sedarah sampai derajat ketiga baik menurut
garis lurus maupun garis ke samping atau
hubungan semenda (menantu/ipar) sehingga
dapat menjamin independensi Dewan Komisaris
dalam menjalankan tugasnya, dan tidak terdapat
kemungkinan terjadinya kolusi dan nepotisme.
Members of the Board of Commissioners consistsof
five people. They are from various elementsoutside
the Corporate. Among members of theBoard
of Commissioners and between the Boardof
Commissioners and the Board of Directors,there
are no family relationship by blood to thethird
generation either vertically or horizontallyor
relationship by marriage (in law) to ensure
theindependence of the Board of Commissioners
incarrying out their duties, and there is no
possibilityof collusion and nepotism.
Nama
Name
Hubungan Keluarga dengan
Hubungan Keuangan dengan
Family relationship with
Family relationship with
Komisaris
Direksi
Pemegang Saham
Komisaris
Direksi
Pemegang Saham
Commissioner
Director
Shareholders
Commissioner
Director
Shareholders
x
x
x
x
x
x
Basuki Yusuf Iskandar
Harry Z. Soeratin
Tumpak Hatorangan Panggabean
Bambang Widianto
Karyono Supomo
Dedi Syarif Usman
Noor Ida Khomsiyati
Bobby Hamzar Rafinus
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
Keterangan:
• (v) ada hubungan / relationship
• (x) Tidak ada hubungan/ no relationship
Tugas Dewan Komisaris
Duties of the Board of Commissioners
Berdasarkan Undang-undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas, Pasal 1 (6), Dewan
Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas
melakukan pengawasan secara umum dan/atau
khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta
memberi nasehat kepada Direksi.
According to Law No. 40 year 2007 on Limited
Companies, Article 1 (6), the Corporate’s Board
of Commissioners is the organ that is in charge
of supervising generally and / or specifically in
accordance with the Articles of Association and
advising the Board of Directors.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
177
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Berdasarkan Anggaran Dasar, Pasal 15 (1) Dewan
Komisaris bertugas melakukan pengawasan
terhadap kebijakan pengurusan jalannya
Perseroan pada umumnya baik mengenai
Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta
memberikan nasihat kepada Direksi termasuk
pengawasan terhadap pelaksana Rencana Jangka
Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran
Perseroan serta ketentuan Anggaran Dasar dan
keputusan RUPS, serta peraturan perundangundangan yang berlaku, untuk kepentingan
Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan
Perseroan.
Based on the Articles of Association, Article 15
(1) The Board of Commissioners supervises the
Corporate’s management policy that is managed
by the board of directors as well as provides advice
to the Directors, including executive oversight
of the Corporate’s LongTerm Plan, Work Plan
and Budget and the provisions of the Articles of
Assosiation and decision of Shareholder General
Meeting, as well as the laws and regulations, for
the benefit of the Corporate and in accordance
with the aims and objectives of the Corporate.
Dewan
The Implementation of Supervision Function of
the Board of Commissioners in 2013
Sesuai dengan kewajiban Dewan Komisaris yang
dituangkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan,
dimana Dewan Komisaris wajib melaporkan
tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan
kepada Pemegang Saham, bahwa Dewan
Komisaris telah melaporkan tugas pengawasan
kepada Pemegang Saham cq Menteri BUMN
setahun sekali. Dalam melaksanakan fungsi
pengawasan selama tahun 2013, secara umum
kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris
namun tidak terbatas pada hal-hal berikut :
mendapatkan
laporan
1. Dalam
upaya
manajemen yang lebih akurat dan tepat
waktu maka Dewan Komisaris menyarankan
agar dilakukan pembenahan administrasi/
pedoman-pedoman/SOP
dalam
bentuk
Keputusan Direksi berupa pembenahan
mulai dari prosedur dalam penyusunan
laporan yang isinya menyangkut target
realisasi RKAP dalam bentuk laporan
manajemen bulanan, triwulanan, semesteran
dan tahunan beserta time table pengiriman
laporan dari unit-unit, beserta konfirmasi
penerimaannya di kantor pusat.
Komisaris
mendorong
agar
2. Dewan
implementasi SAP (System, Application &
Product in Data Processing) yang ditargetkan
oleh manajemen untuk penyelesaian piloting
di Area V Bandung pada bulan Mei dan Juni
2013 sehingga dapat segera digunakan
secara menyeluruh.
According to the obligation of Board of
Commissioners in the Articles of Association of
the Corporate, the Board of Commissionershas to
report the result of supervision that hadbeen made
to the Shareholders, in this case isthe Minister of
SOEs once a year. In carryingout the function of
supervision during the year2012, in general, the
activities of the Board of Commissioners includes
but not limited to thefollowing:
Pelaksanaan
Fungsi
Komisaris Tahun 2013
2013
178
Pengawasan
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
1.
In an effort to obtain a more accurate
management reports and timely advised
the Board of Commissioners to reform the
administration / guidelines / SOP in the form
of a Decision of the Board of Directors began
revamping of procedures in the preparation
of the contents of the report concerning the
realization of the target of CBP in the form
of monthly management reports, quarterly,
semiannual and annual reports as well as the
delivery time table of the units, along with
confirmation of receipt at the central office.
2.
Board of Commissioners encourages the
implementation of SAP (Systems, Application
and Products in Data Processing) which is
targeted for completion by management
piloting of V London in May and June 2013 so
it can be used as a whole.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
3. Realisasi pencapaian target kinerja triwulan
I tahun 2013 yang pencapaiannya lebih
rendah dari pada triwulan I tahun 2012
agar diberikan alasan kongkritnya, dengan
menyebutkan rincian program kerja RKAP
2013 dari unit bisnis yang secara signifikan
berkontribusi
terhadap
rendahnya
pencapaian target dari masing-masing
Direktorat dengan menyebutkan person
in charge yang menanganinya antara lain
pendapatan jasa keuangan, retail, filateli dan
properti yang tidak mencapai target.
4. Perlu dilakukan evaluasi atas dampak
implementasi struktur organisasi baru agar
dapat segera diketahui kelemahan potensial
serta solusi perbaikannya, disarankan agar
dikaji kembali tupoksi masing-masing
Direktorat dengan analisa pembagian
kewenangan dan tanggung jawab yang jelas.
5. Untuk
dalam
proses
memudahkan
pengendalian biaya di area-area, agar dibuat
mekanisme kontrol per area dari biaya yang
tertinggi sampai terendah sehingga dapat
diketahui dengan mudah antara lain biaya
pemasaran di salah satu area yang tidak
sebanding dengan kegiatan pemasaran yang
dilakukan.
6. Sistem Pelaporan Keuangan (SPK) per
area yang ada saat ini, agar menyajikan
alasan terjadinya kerugian di area tersebut
sehingga dapat dicari solusinya termasuk
untuk mengetahui biaya-biaya apa saja yang
meningkat di area tersebut.
7. Selain itu laba rugi dari setiap area dibuat
juga laba rugi per produk agar lebih terlihat
produk mana yang paling unggul yang
kemudian bisa dilakukan perbaikan untuk
produk yang masih merugi.
8. Pencapaian biaya Investasi keseluruhan
yang baru mencapai sebesar 16% (Rp31
M) agar daya serapnya ditingkatkan dengan
mengedepankan aspek manajemen risiko.
9. Dalam penyusunan laporan manajemen
hendaknya semua bagian dari masingmasing Direktorat agar berkoordinasi
sehingga hasilnya memuat seluruh kegiatan
di PT Pos Indonesia (Persero) dan tidak
hanya menyajikan laporan keuangan saja.
3.
The realization of the achievement of
performance targets first quarter of 2013
were lower achievement than in the first
quarter of 2012 to be given concrete reasons,
the details of the work program mentioned
CBP 2013 from the business units that are
significantly contributing to low achievement
of targets from each person in the Directorate
by mentioning handling charge, among
others, income financial services, retail, and
philatelic property did not reach the target.
4.
There needs to be an evaluation of the impact
of the implementation of a new organizational
structure that can be immediately known
potential weaknesses and improvement
solutions, it is recommended that duties be
reassessed each Directorate with the analysis
of the division of authority and responsibility
are clear.
5.
To facilitate the process of cost control in
areas, so that the control mechanism made
per area of highest to lowest cost so that it can
be seen easily include marketing costs in one
area are not comparable with the marketing
activities undertaken.
Financial Reporting System (PRS) per area
at this time, in order to present the reasons
for the loss in the area that can be addressed
include to determine what costs are increasing
in the area.
In addition to the profit and loss of each area
is made also of income per product to be more
visible where the most superior product that
then can be repaired for a product that is still
losing money.
Achievement of the overall cost of the new
investment reached 16 % (Rp31 M) so that
absorbance increased with the advanced
aspects of risk management.
In the preparation of management reports
should be all part of each Directorate to
coordinate so that the result contains all
activities of PT Pos Indonesia (Persero) and
not only present the financial statements
alone.
6.
7.
8.
9.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
179
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
10. Manajemen diminta untuk lebih disiplin dan
melakukan perbaikan dalam penyediaan
materi rapat / data-data yang dibutuhkan
oleh Dewan Komisaris maupun Komite
(organ Dekom) yang akan dibahas dalam
rapat Dewan Komisaris dan Direksi
maksimal satu minggu sebelum rapat
sebagaimana surat Dekom kepada Direksi
nomor 58/Dekom/0113 tanggal 22 Januari
2013 sehingga pelaksanaan rapat menjadi
lebih efektif serta Dewan Komisaris dapat
memberikan masukan yang lebih produktif
untuk perbaikan ke depan.
2013
11. Dewan Komisaris menyarankan agar
laporan kinerja keuangan yang disajikan
secara bulanan membandingkan anggaran
dan realisasi bulan bersangkutan dengan
bulan sebelumnya. Anggaran bulanan yang
disajikan tersebut agar mengacu kepada
anggaran bulanan (penjabaran dari RKAP)
yang telah ditetapkan oleh RUPS. Apabila
terdapat deviasi dengan anggaran dan
realisasi bulan sebelumnya agar dilengkapi
dengan penjelasannya.
12. Dewan Komisaris menyarankan agar
Manajemen tidak terpaku hanya pada bisnis
jangka pendek melainkan pertumbuhan
bisnis jangka panjang juga harus tetap
dijaga dan ditingkatkan terutama bisnis
logistik dan jasa keuangan sehingga antara
bisnis jangka pendek dengan bisnis jangka
panjang (transformasi bisnis) dibagi secara
proporsional dan dijalankan sebagaimana
yang telah diamanahkan dalam UU no 38
tahun 2009.
Mengingat realisasi investasi s.d Juni
13. 2013 masih relatif kecil yaitu sebesar
3,67% (Rp32 M) maka Dewan Komisaris
menyarankan agar dilakukan revisi anggaran
atau pengalihan anggaran investasi untuk
dialokasikan ke bidang lain yang lebih
diperlukan dengan tetap mengedepankan
aspek risiko.
Dewan
Komisaris
mendorong
agar
14. implementasi SAP (System, Application
& Product in Data Processing) agar dapat
segera digunakan secara menyeluruh.
Untuk itu Direksi agar mengawal dan segera
mengambil langkah solutif jika ditemui
kendala pada masa uji coba di 8 Area pada
bulan Agustus s.d Desember 2013.
180
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
10. Management was asked to be more disciplined
and make improvements in the provision of
meeting materials / data that is required by
the Board of Commissioners and Committees
(Dekom organs) which will be discussed in
the meeting of the Board of Commissioners
and the Board of Directors a maximum of one
week prior to the meeting as a letter to the
Board of Directors of a number 58/Dekom
Dekom / 0113 dated January 22, 2013 so
that implementation becomes more effective
meetings and the Board of Commissioners
may provide a more productive input for
future improvements.
11. Board of Commissioners suggested that the
financial report is presented in a monthly
budget and compare with the corresponding
month of the previous month. Presented
the monthly budget in order to refer to the
monthly budget (translation from CBP) as
determined by the AGM. If there is a deviation
to the budget and the previous month that
comes with the explanation.
12. Management recommends that the Board
of Commissioners not only fixated on shortterm business, but long-term business
growth should be maintained and enhanced,
especially logistics business and financial
services so that the short- term business with a
long-term business (business transformation)
divided proportionally and run as it has been
mandated in Law No. 38 of 2009.
13. Considering the actual investment up to
June 2013 was still relatively small in the
amount of 3.67 % (Rp32 M), the Board of
Commissioners suggested that the budget
revision or redirection of investment budget
to be allocated to other areas required to keep
more advanced aspects of risk.
14. Board of Commissioners encourages the
implementation of SAP (Systems, Application
and Products in Data Processing) that can be
immediately used as a whole. To the Board of
Directors to oversee and immediately took
steps solutif if encountered obstacles during
the trial in 8 areas in August to December
2013.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
15. Realisasi
pencapaian
target
kinerja
pendapatan filateli triwulan II tahun 2013
yang pencapaiannya lebih rendah dari
pada triwulan II tahun 2012 serta masih
rendahnya pencapaian pendapatan layanan
jasa keuangan dari target pendapatan RKAP
2013 agar diberikan alasan kongkritnya,
dengan menyebutkan rincian program
kerja RKAP 2013 dari unit bisnis yang
secara signifikan berkontribusi terhadap
rendahnya pencapaian target dari masingmasing Direktorat dengan menyebutkan
person in charge.
16. Dewan Komisaris mengingatkan manajemen
agar segala sesuatu yang dilakukan
berpedoman kepada RKAP dan KPI Direksi
yang telah disahkan oleh RUPS. Hal ini karena
pencapaian kinerja akan berpengaruh
terhadap KPI Direksi. Selain itu, didalam
KPI Direksi juga menyebutkan bahwa Dewan
Komisaris selalu mengawasi hal-hal yang
dilakukan oleh Direksi. Jadi manajemen
diharapkan dapat menyampaikan laporan
hal-hal yang telah dicapai sehingga Dewan
Komisaris dapat ikut serta membantu dan
memberikan masukan untuk perbaikan ke
depannya.
17. Dewan Komisaris mengharapkan agar
Manajemen dapat memaksimalkan dan
memanfaatkan
dengan
sebaik-baiknya
jaringan yang dimiliki oleh PT Pos Indonesia
(Persero) dan tidak dimiliki oleh perusahaan
lain.
18. Dewan Komisaris menyarankan agar Direksi
lebih mengupayakan untuk meningkatkan
kinerja Perseroan. Pencapaian yang baik
tersebut di atas, sebagian dipengaruhi
adanya program BLSM (nonrecurring item).
19. Dilakukan
percepatan
pembenahan
terhadap sistem akuntansi dan pelaporan.
Pembenahan ini juga agar diselaraskan
dengan struktur organisasi serta PSAK
terkini.
Dengan
demikian
laporan
manajemen secara periodik menjadi lebih
akurat dan tepat waktu.
15. Realization of philatelic revenue performance
targets second quarter of 2013 were lower
achievement than in the second quarter of
2012 and a low achievement of financial
services revenue targets CBP 2013 revenue
to be given concrete reasons, mentioning the
details of the work program 2013 CBP business
units that are significantly contribute to low
achievement of targets of each Directorate to
mention the person in charge.
16. BOC remind management that everything is
done guided by the CBP and the IBC Board
of Directors was approved by the AGM. This
is because it will affect the achievement of
performance KPI Directors. Additionally, in
the IBC Board of Directors also noted that BOC
always keep an eye on things that are done
by the Board of Directors. So management is
expected to submit a report of things that have
been achieved so that the BoC can participate
and help and provide input for improvement
in the future.
17. BOC expects that management can maximize
and exploit the best network owned by PT Pos
Indonesia (Persero) and are not owned by
another company.
18. BOC Board of Directors recommends that
more efforts to improve the performance of
the Company. Good achievement mentioned
above, partly influenced BLSM program
(nonrecurring items).
19. Be accelerated improvements to the
accounting and reporting system. Settling
is also so aligned with the organizational
structure as well as current GAAP. Thus
periodic management reports to be more
accurate and timely.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
181
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
20. Implementasi SAP (System, Application &
Product in Data Processing) yang merupakan
bagian dari sistem akuntansi dan pelaporan
agar segera digunakan secara menyeluruh
sehingga diperoleh laporan keuangan yang
lebih akurat dan handal. Untuk itu Direksi
agar mengawal dan segera mengambil solusi
yang cepat jika ditemui kendala pada masa
uji coba SAP di semua Area sampai dengan
bulan Desember 2013, sehingga target per 1
Januari 2014 dapat direalisasikan.
21. Direksi perlu melakukan efisiensi biaya
dengan membuat program penghematan
biaya (cost reduction program) yang
disepakati
bersama
dengan
semua
unit terkait terutama biaya-biaya yang
realisasinya melampui target anggaran dan
dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi
sehingga dapat diketahui oleh seluruh
jajaran PT Pos Indonesia (Persero).
22. Mengingat rendahnya realisasi investasi dan
memperhatikan sisa waktu hanya tinggal 1
triwulan (Triwulan IV) maka Direksi agar
segera mempercepat realisasi programprogram investasi yang dapat dilaksanakan
sampai dengan akhir tahun 2013.
23. Direksi segera melakukan review atas
struktur organisasi yang diterapkan saat
ini, dalam rangka efesiensi dan optimalisasi
perusahaan terutama struktur organisasi di
Area dan penataan SDM.
24. Kantor Pos sebagai ujung tombak Perseroan
agar dioptimalkan dan dijadikan sebagai
profit center tidak lagi sebagai revenue
center. Untuk itu, agar segera dilakukan
perubahan sistem pencatatan akuntansi dan
pencapaian kinerja Area dan UPT.
25. Direksi dapat memisahkan laporan keuangan
perusahaan antara kegiatan operasional
dengan BLSM dan tanpa BLSM.
Perlunya dilakukan revisi SOP anggaran
26. perusahaan sehingga perencanaan dan
pengendalian anggaran menjadi lebih baik.
Salah satu manfaat SOP anggaran yang baik
adalah dapat memotivasi karyawan untuk
mencapai tujuan perusahaan.
2013
182
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
20. Implementation of SAP (Systems, Application
and Products in Data Processing) which is
part of the accounting and reporting system
to immediately used as a whole in order to
obtain a more accurate financial reporting
and reliable. To the Board of Directors
to oversee and immediately took a quick
solution if the constraints encountered during
the testing of SAP in all areas until the month
of December 2013, so that the target per
January 1, 2014 can be realized.
21. Directors need to do to make the program
cost-efficiency cost savings (cost reduction
programs) to be mutually agreed by all units
related primarily realization costs exceed
budgets and targets set forth in the Decree of
the Board so that it can be seen by the whole
range of PT Pos Indonesia (Persero).
22. Given the low realization of investment and
attention to the rest of the time just staying
one quarter (fourth quarter), the Board
of Directors to immediately accelerate the
realization of investment programs that can
be implemented by the end of 2013.
23. Directors immediately undertake a review of
the organizational structure of the applied
current, in order to optimize efficiency and
organizational structure of the company,
especially in the area of human resources and
structuring.
24. Post Office as the spearhead of the Company
in order to be optimized and used as a profit
center is no longer as revenue centers. To that
end, for urgent changes to accounting system
and the achievement of the performance area
and UPT.
25. Directors can separate financial statements
of the company between operations with and
without BLSM BLSM.
26. The need for revision of the SOP so that the
company’s budget planning and budget
control for the better. One of the benefits of a
good budget SOP is to motivate employees to
achieve company goals.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
27. Kinerja keuangan di berbagai area
menunjukan tingkat rugi operasional
yang cukup merata di seluruh area. Hal ini
perlu dilakukan evaluasi yang mendalam
penyebab terjadinya hal tersebut. Ke
depan perlu dilakukan perubahan sistem
penilaian kinerja untuk area dan kantor
pos agar bisa melihat secara komprehensif
dari pendapatan, pengelolaan biaya dan
laba operasional yang dicapai sehingga bisa
menjadi bahan analisis yang memadai di
tingkat pusat.
28. Perlunya dilakukan perubahan dan/atau
terobosan dalam investasi untuk lebih
mempercepat penyerapannya. Perubahan
diperlukan karena setiap tahun penyerapan
investasi relatif rendah.
29. Direksi agar segera menyampaikan data/
dokumen/keterangan yang diminta baik
oleh Pemegang saham maupun oleh Dewan
Komisaris.
30. Direksi dalam melakukan tindakan agar
senantiasa mengedepankan tata kelola
perusahaan yang baik dan peraturan yang
berlaku.
31. Direksi agar segera menindaklanjuti hal-hal
yang perlu diperbaiki sebagaimana masukan
Dewan Komisaris maupun Komite dari hasil
kunjungan kerja ke lapangan (Area).
Mengingat
Rencana
Jangka
Panjang
32. Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero)
sampai saat ini belum disahkan oleh
Pemegang Saham sebagai dasar perusahaan
dalam menetapkan arah tujuan yang
jelas, maka Direksi diminta untuk segera
menuntaskan dan mensahkan paling lambat
bulan Maret 2014 sesuai dengan arahan
RUPS.
Kinerja anak perusahaan agar lebih
33. ditingkatkan sesuai dengan target awal yang
telah ditetapkan.
34. Dengan semakin ketatnya persaingan
usaha,
Direksi
agar
meningkatkan
strategi pemasaran yang tepat dan efisien
sehingga dapat meningkatkan pendapatan
perusahaan.
27. Financial performance in various areas
indicates the level of operational losses fairly
evenly throughout the area. This needs to
be done in-depth evaluation of the cause of
it. Looking ahead is necessary to change the
performance appraisal system for the area
and the post office to get a comprehensive look
of revenue, cost management and operating
profit can be achieved so that an adequate
analysis of materials at the central level.
28. The need for changes and / or breakthroughs
in investment to further accelerate absorption.
The change is necessary because every year
the investment is relatively low absorption.
29. Directors to immediately submit the data /
documents / information requested either
by the shareholders or by the Board of
Commissioners.
30. Directors in performing actions that continue
to draw good corporate governance and
regulations.
31. Directors to immediately follow up on the
things that need to be fixed as the input of the
Board of Commissioners and the Committee
of the results of the working visit to the field
(Area).
32. Given the Company’s Long-Term Plan of PT
Pos Indonesia (Persero) to date have not been
approved by the company’s shareholders as a
basis in setting a clear direction of purpose,
the Directors are required to immediately
complete and validate the slowest month of
March 2014 in accordance with the direction
of the AGM.
33. Performance is enhanced subsidiaries in
accordance with the initial target set.
34. With the increasing competition in the
business, the Board of Directors to increase
the right marketing strategy and efficient so
as to increase the company’s revenue.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
183
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
35. Perlunya sistem pengendalian intern yang
lebih baik atas kas. Setidaknya penyusunan
arus kas dapat dilakukan dengan metode
langsung
(direct
method).
Dengan
pengendalian kas yang lebih baik maka
akan lebih mudah diketahui mana kas milik
perusahaan dan mana milik pihak ketiga.
Demikian pula untuk jumlah maksimal
kas di kantor-kantor pos, masih terdapat
ketidaksesuaian antara kebijakan dengan
pelaksanaannya.
36. Perlunya sistem pengendalian internal
yang lebih baik atas piutang. Pengendalian
internal yang baik memudahkan proses
penagihan, penyisihan piutang, serta saldo
piutang yang dapat ditagih menjadi lebih
realistis.
37. Direksi agar segera menindaklanjuti dan
menyelesaikan seluruh temuan-temuan baik
temuan BPK, BPKP, KAP dan auditor internal
(SPI).
35. The need for internal control system over cash
better. At least the preparation of cash flow
can be carried out with the direct method
(direct method). With better control of cash it
will be easy to know where the cash belonging
to the company and which belongs to a third
party. Similarly for the maximum amount of
cash at post offices, there is still a mismatch
between policy and implementation.
Program Kerja Dewan Komisaris Tahun 2013
Work Programme of Board of Commissioners
in 2013
In order to streamline the supervision of the
boardof Commissioner to the Board of Directors
andstaff as well as to ensure its compliance
withobligations, the Commissioner has developed
andadopted the Work Plan and Budget of the
boardof Commissioner. In 2013, Commissioner
plannedactivities, but were not limited to:
1. Commissioners’ regular meeting (Internal
andwith directors).
a. Commissioner’s internal meeting
b. Meeting with directors
c. Meeting with audit committee
2. Conduct field visits Provide a report on the
supervisory duties
3. That had been carried out during 2013 to the
Shareholder General Meeting
4. Give approval to the Board of Directors
relatedto the corporate’s management based
oncommissioners’ authority
5. Provide guidance to the management team
in the preparation of Work Plan and Budget
2014.
6. Attend seminars / conferences both
domesticand abroad.
7. Conduct a comparative study of the postal
industry both domestic and abroad.
Dalam rangka mengefektifkan pengawasan
Komisaris terhadap Direksi dan jajarannya
serta memastikan pemenuhan kewajibannya,
Komisaris telah menyusun dan menetapkan
Rencana Kerja dan Anggaran Komisaris. Pada
tahun 2013, Komisaris merencanakan kegiatan,
namun tidak terbatas pada :
1. Rapat rutin Komisaris (Internal dan dengan
Direksi).
a. Rapat internal Komisaris
b. Rapat dengan Direksi
c. Rapat dengan Komite Dewan Komisaris
2. Melakukan kunjungan lapangan.
3.Memberikan
laporan
tentang
tugas
pengawasan yang telah dilakukan selama
tahun buku 2013 kepada RUPS.
4. Memberikan persetujuan kepada Direksi
yang terkait pengelolaan perusahaan sesuai
kewenangan Komisaris.
5. Memberikan pengarahan kepada jajaran
manajemen dalam penyusunan RKAP 2014.
6. Menghadiri seminar/konferensi baik di
dalam maupun di luar negeri.
7.Mengadakan studi banding mengenai
industri perposan di dalam maupun di luar
negeri.
2013
184
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
36. The need for internal control systems better
on receivables. Good internal controls
facilitate the billing process, accounts
receivable allowance, as well as outstanding
amounts billable be more realistic.
37. Directors to immediately follow up and
complete the entire findings of both the
findings of the CPC, BPK, the firm and the
internal auditors (SPI).
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Fokus Pengawasan Dewan Komisaris Tahun
2013
The Focus of Board of Commisioners in 2013
Adapun fokus pengawasan Dewan Komisaris
pada tahun 2013 adalah memastikan proses
bisnis dilakukan sesuai dengan best practice,
memonitor pelaksanaan program investasi
perusahaan berjalan sesuai dengan target agar
dapat memberikan dampak pada peningkatan
produktivitas dan efisiensi serta memastikan
bahwa hubungan kemitraan Perusahaan dengan
pelanggan berjalan dengan baik. Kemudian fokus
pengawasan Dewan Komisaris pada tahun 2013
adalah antara lain memantau kegiatan Corporate
Social Responsibility (CSR). Terkait dengan
beberapa hal yang masih perlu diperbaiki, dalam
pelaksanaan pengawasan yang sesuai dengan
kaidah GCG antara lain meningkatkan efektivitas
hubungan kerja antara Komite Audit dengan SPI,
menerapkan Self Assessment penilaian kinerja
Dewan Komisaris, melakukan evaluasi penerapan
prinsip-prinsip GCG yang telah dilakukan pihak
manajemen Perseroan, serta terus memberikan
arahan kepada Direksi untuk penerapan sistem
manajemen resiko dengan pemetaan resiko
Perusahaan yang berstruktur dan lebih baik.
Hal lain yang menjadi fokus pengawasan Dewan
Komisaris adalah penerapan Sistem informasi
Keuangan (SAP FICO) di tahun 2013 (persiapan)
dan ditahun 2014 untuk implementasinya
The focuses of the supervision of the Board
ofCommissioners in 2013 were to ensure the
businessprocesses that were carried out in
accordancewith best practices, monitor the
implementationof the investment program in
accordance withthe corporate target in order to get
an impact onimproving productivity and efficiency,
and ensurethat the Corporate’s partnerships
with customersrun well. While the focus of the
supervision of theBoard of Commissioners in
2013 is monitoring theactivities of Corporate
Social Responsibility (CSR).There were things that
still needed to be improvedunder supervision in
2012 in accordance with the rules of corporate
governance, such as, increasing the effectiveness
of the working relationshipbetween the Audit
Committee and internal audit,implementing self
assessment on performanceappraisal of BOC,
evaluating the application ofcorporate governance
principles that had beenmade by the Company’s
management, as wellas providing direction to
the Board of directorsfor implementation of risk
management systemsby mapping a structured risk
assessment of theCorporate.
Another thing that becomes the focus of supervision
BOC is the application of the Financial Information
System (SAP FICO) in 2013 (preparation) and in
2014 for implementation.
Tanggapan, Rekomendasi dan Persetujuan
Dewan Komisaris terhadap Aksi Korporasi
yang dilakukan Direksi
Responses, Recommendations and Approval
of the Board of Commissioners to the Board of
Directors’ Corporate Actions
Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi
merupakan hal yang sangat penting sehingga
setiap organ Perseroan dapat bekerja secara
optimal, efektif dan efisien dalam pencapaian
visi, misi dan tujuan Perseroan, berdasarkan
prinsip-prinsip yang dijabarkan dalam Board
Manual bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
Work relationship between BOC and BOD
wasa very important in order to make every
organsin the Corporate can work optimally,
effectively,and efficiently in achieving the vision,
missionand objectives of the Corporate, based on
theprinciples outlined in the Manual for the Board
ofCommissioners and Board of Directors.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
185
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Sesuai dengan tugas dan kewenangan yang
diberikan dalam Anggaran Dasar Perusahaan,
Dewan Komisaris memberikan tanggapan atas
langkah korporasi yang diusulkan oleh Direksi
secara tepat waktu, relevan dan akurat. Selama
Tahun 2013, Dewan Komisaris telah memberikan
surat rekomendasi maupun persetujuan terhadap
aksi korporasi yang dilakukan oleh Direksi.
According to the duties and authority grantedin the
Articles of Association, the Board ofCommissioners
give response in time, relevantand accurate
to the corporate action that isproposed by the
Board of Directors. During theyear 2012, the
Board of Commissioners hadgiven letters of
recommendation or approval forcorporate action.
Hubungan Dewan Komisaris dan Direksi
The Relationship Between BOC and BOD
Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi
merupakan hal yang sangat penting sehingga
setiap organ Perseroan dapat bekerja secara
optimal, efektif dan efisien dalam pencapaian
visi, misi dan tujuan Perseroan, berdasarkan
prinsip- prinsip yang dijabarkan dalam Board
Manual bagi
Work relationship between BOC and BOD was
very important in order to make every organs
inthe Corporate can work optimally, effectively,
and efficiently in achieving the vision, mission and
objectives of the Corporate, based on the principles
outlined in the Manual for the Board of
Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut :
1. Prinsip keterbukaan, artinya hubungan
kerja Dewan Komisaris dan Direksi tidak
berdasarkan kepentingan pribadi dan tidak
ada sesuatu yang disembunyikan (no vested
interest).
2. Prinsip formal, yaitu hubungan Dewan
Komisaris dan Direksi berdasarkan fungsi/
tanggung
jawab
masing-masing
dan
dilaksanakan melalui prosedur yang berlaku.
kelembagaan,
yaitu
dalam
3. Prinsip
setiap pelaksanaan tugas dan fungsinya
Dewan Komisaris dan Direksi mewakili
kelembagaan sebagai collegial (dewan).
yaitu
sedapat
mungkin
4. Harmonis,
mengeliminir perpecahan yang dapat
merugikan Perseroan.
5. Saling menghormati, yaitu dalam setiap
tindakan yang diambil sesuai dengan
tugas, kewajiban, kewenangan masingmasing, tidak mencampuri yang bukan
kewenangannya.
6. Mitra, yaitu hubungan antara Dewan
Komisaris dengan Direksi merupakan
partner kerjasama yang memiliki komitmen
yang sama untuk kepentingan Perseroan.
2013
186
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Commissioners and Board of Directors as follows:
1. Principles of openness means that the
work relationship between BOC and BOD is
notbased on personal interests and there is
novested interest.
2. Formal principle, means that the relationship
between BOC and BOD is based on its
functions/responsibilities and it is carried out
through the procedure.
3. Institutional principles, means that in every
execution of its duties and functions, the
BOC and BOD represents the institutional as
collegial (council).
4. Harmony, means that as far as possible
to eliminate the fraction that can harm
theCorporate.
5. Mutual respect, means that any actiontaken
is based on the duties, obligations,authorities,
and do not interfere otherauthorities.
6. Partners, means that the relationship
between BOC and BOD is partner that has
the same commitment for the corporate’s
interests.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan
Komisaris
The Appointment and Dismissal of Board of
Commissioners
Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan
Komisaris dituangkan dalam Anggaran Dasar
Perusahaan, sebagai berikut :
1. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan
Komisaris dilakukan oleh RUPS;
2. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris
ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat
diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa
jabatan; dan
3. Pengangkatan Dewan Komisaris diangkat
dan diberhentikan oleh RUPS;
4. Anggota Dewan Komisaris diangkat dari
calon- calon yang diusulkan oleh Pemegang
Saham dan pencalonan tersebut mengikat
bagi RUPS;
5. Anggota Dewan Komisaris sewaktu-waktu
dapat diberhentikan berdasarkan keputusan
RUPS dengan menyebutkan alasannya, yaitu
antara lain :
• Tidak dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik;
ketentuan
• Tidak
melaksanakan
peraturan perundang-undangan dan/
atau ketentuan Anggaran Dasar;
• Terlibat dalam tindakan yang merugikan
Perseoan dan/atau negara;
• Melakukan tindakan yang melanggar
etika
dan
atau/kepatuhan
yang
seharusnya dihormati sebagai anggota
Dewan Komisaris BUMN;
• Dinyatakan bersalah dengan putusan
Pengadilan yang mempunyai ketentuan
hukum yang tetap;
• Mengundurkan diri.
Appointment and Dismissal of Board of
Commissioners is set in the Articles of Association,
as follows:
1. Appointment and Dismissal of Board
of Commissioners is conducted by the
Shareholders General Meeting;
2. The tenure of the Board of Commissioners is
set of 5 (five) years and may be reappointed
for one (1) term;
3. The Board of Commissioners is appointed
and dismissed by the Shareholders General
Meeting;
4. Member of the Board of Commissioners
shall be appointed from nominees proposed
by shareholders and the nomination binds
theShareholder General Meeting;
5. Member of the Board of Commissioners may
be dismissed at any time by decision of the
General Meeting by stating the reasons, which
are;
• Cannot do their job properl
• Do not implement the provisions of
the legislation and / or the Articles of
Association;
• Engage in actions that harm Corporate
and / or state;
• Perform actions that violate ethical and
or / obedience that should be respected as
a member of the Board of Commissioners
of SOEs;
• Found guilty by the court that has
permanent legal provisions;
• Resign.
Fit and Proper Test Dewan Komisaris
Fit and Proper Test of the Board of BOC
Penilaian kinerja Dewan Komisaris secara
keseluruhan dan masing-masing anggota Dewan
Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham
melalui mekanisme RUPS. Pemilihan Komisaris
dilakukan melalui tes uji kelayakan dan
kepatuhan (fit and proper test) di Kementerian
Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Performance assessment of BOC as a whole and
each member of the Board of Commissioners
is conducted by the Shareholders through the
mechanism of Shareholders General Meeting. The
election of Commissioners was conducted through
fit and proper test in the Ministry of StateOwned
Enterprises (SOEs).
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
187
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Kegiatan Rutin Dewan Komisaris
Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dewan
Komisaris meliputi rapat-rapat rutin baik internal
Dewan Komisaris maupun Rapat Gabungan
dengan Direksi, kunjungan ke lapangan (on the
spot) secara periodik, serta berbagai bentuk
kegiatan pengawasan lainnya dengan mengacu
pada ketentuan yang berlaku.
1. Rapat Dewan KomisarisAgenda rutin yang
dibahas dalam Rapat Dewan Komisaris
meliputi evaluasi (review) kinerja bulanan
dan triwulanan Perseroan, monitoring dan
evaluasi tindak lanjut permasalahan, dan
membahas hal-hal khusus yang memerlukan
persetujuan Komisaris serta permasalahan
aktual yang perlu mendapat klarifikasi dari
manajemen. Dalam pembahasan materi
tertentu, dihadirkan pula Tim Audit yang
ditugaskan Komisaris.
Selama tahun 2013, Dewan Komisaris
menyelenggarakan rapat sebanyak 22
kali meliputi 10 kali rapat internal Dewan
Komisaris, dan 12 kali rapat gabungan
dengan Direksi. Praktek ini telah sesuai
dengan Anggaran Dasar Perseroan pasal
8 dan Board Manual pada point 10 yang
mengamanatkan rapat Dewan Komisaris
diselenggarakan minimal 12 kali dalam
setahun.
Rapat Dewan Komisaris Tahun 2013 telah
dihadiri Komisaris sesuai Anggaran Dasar
Perseroan pasal 11 ayat 3a dan Board
Manual Bab 13 Angka 8b Tentang Rapat
Komisaris. Presentase kehadiran masingmasing anggota Komisaris dalam rapat
Dewan Komisaris tahun 2013 mencapai
96% dari total rapat yang diselenggarakan,
dengan rincian sebagai berikut:
2013
188
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Routine Activities of the Board of
Commissioners
Routine activities carried out by the Board of
Commissioners includes regular meetings both
internal and Joint Meeting with the Board of
Directors, field trips (on the spot) periodically,
as well as various other forms of surveillance
activities with reference to the regulations.
1.
Board Of Commissioners Meeting
Routine agenda discussed in the meeting
of theBoard of Commissioners includes
evaluating(reviewing) monthly and quarterly
performance ofthe Corporate, monitoring
and evaluating followup of problems, and
discussing specific mattersthat required the
approval of the Commissioneras well as the
actual problems that neededclarification from
management. In discussing certain material,it
is also presented by AuditTeam assigned by
the Commissioners.
During 2013, the Board of Commissioners held
22 meetings including 10 internal meetings
of the Board of Commissioners, and 12 joint
meetings with the Board of Directors. This
practice has been in accordance with the
Articles of Association, Article 8 and Board
Manual on point 10 which mandates that the
board meetings should be held at least 12
times a year.
Meeting of the Board of Commissioners in
2012 was attended by the Commissioner
based on the Articles of Association Article
11 subsection 3a and Board Manual Chapter
13 Figures 8b About Meeting of the Board of
Commissioners. Percentage of attendance of
each member of the Board of Commissioners
in the Commissioners meeting in 2013
reached 96% of the total meetings held, with
the following details:
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No.
1.
21 Januari 2013
Meeting Agenda
1.
Persiapan Assesment penerapan GCG dan Finalisasi KPI
Dekom tahun 2013;
Assessment Preparation and Finalization of GCG implementation of KPI Dekom 2013
2.
Laporan Komite Audit dan Komite Pemantau Manajemen Risiko
Usaha dan Investasi sehubungan dengan meeting Komite
dengan BoD tentang JV Bank Pos-Mandiri-Taspen dan ususlan
Debt to Equity Swap PT BWN;
Report of the Audit Committee and Enterprise Risk Management
Oversight Committee and Investment Committee with respect
to the meeting of the BoD JV-Post Bank Mandiri-TASPEN and
ususlan Debt to Equity Swap PT BWN;
3.
2.
11 Februari 2013
Kehadiran / Presence
Agenda Rapat
TanggalDate
1.
2.
BYI
HZS
THP
KS
BW
DSU





-





-
Pembahasan Surat-surat dari Dirut yang belum diputuskan
oleh Dewan Komisaris;
Discussion of CEO letters are yet to be decided by the Board of
Commissioners;
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
25 Februari 2013
1.
Penyelesaian Surat-surat Dekom yang masih pending;
Settlement letters Dekom still pending;



-

-
4.
4 Maret 2013
1.
Pembahasan surat dari Plh. Deputi Bidang Usaha
Infrastruktur dan Logistik Kementrian BUMN;
Discussion of letter from Acting. Deputy of the Ministry of
Infrastructure and Logistics SOEs;





-





-
5.
26 Maret 2013
2.
Lain-lain sesuai usulan Komisaris.
Other proposals in accordance Commissioner.
Lain-lain sesuai usulan Komisaris.
Other proposals in accordance Commissioner.
1.
Finalisasi Surat Kementrian BUMN;
Finalize Letter of the Ministry of SOEs;
3.
Keputusan Dekom atas surat usulan Direksi perihal:
Dekom decision over a proposal for the Board of Directors regarding:
2.
4.
BHR
Jlh
5
Lain-lain/others.
Lain-lain/others.
3.
2.
NIK
5
4
5
Penetapan atas Kewenangan Komut dari Dewan Komisaris;
Determination of the Authority commute from the Board of
Commissioners;
a.
Permohonan izin pembentukan JV Bank Pos-MandiriTaspen;
Request permission formation of JV-Post Bank MandiriTASPEN;
b.
Usulan Pembentukan Anak Perusahaan PT Pos Properti
Indonesia;
Proposed Establishment of Property Subsidiary of PT Pos
Indonesia;
c.
Usulan penambahan modal sebesar 350M ke anak perusahaan PT Pos Logistik Indonesia;
Proposed capital increase amounting to 350M Logistics
subsidiary of PT Pos Indonesia;
d.
Usulan Debt to Equity Swap (DES) PT BWN.
Proposed Debt to Equity Swap (DES) PT BWN.
5
Lain-lain:
Other:
a. Surat dari KA perihal Laporan Hasil Evaluasi KAP
Kosasih Nurdiyaman Tjahjo dan Rekan sebagai Auditor
Independen Laporan Keuangan Tahun Buku 2012;
Letter from KA regarding the evaluation report KAP
Kosasih Nurdiyaman Tjahjo and Partners as Independent
Auditors Financial Statements for Fiscal Year 2012;
b. Surat-surat yang masih pending.
The letters are still pending.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
189
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No.
6.
7.
16 April 2013
23 April 2013
Meeting Agenda
1.
Finalisasi draft surat Dekom yang masih pending;
Finalization of draft letter Dekom are still pending;
3.
Pembahasan Surat Permohonan Direksi;
Discussion on Application of Directors;
2.
4.
1.
10 Juni 2013
9.
28 Juni 2013
10.
22 Juli 2013
11.
20 Agustus 2013
12.
28 Agustus 2013
Lain-lain sesuai usulan Komisaris.
Other proposals in accordance Commissioner.
Tindak lanjut arahan Kementrian BUMN atas daftar nama
usulan calon Direksi;
Follow-up landing Ministry of SOEs top list of names of proposed candidates for the Board of Directors;
2.
Lain-lain (sesuai usulan Komisaris);
Others (as proposed by the Commissioner);
KS
BW
DSU




-
-
NIK
BHR
Jlh
4




-
-




-
-
4
4





1.
Perkenalan Komisaris baru dan lama;
Commissioner introductions of new and old;







6
1.
Perkenalan Direktur Utama Baru;
Introduction of a New Managing Director;

-





5

-


-
-
-
2.
2.
2.
1.
4.
1.
2.
4.
2013
THP
Evaluasi kinerja keuangan sd Mei 2013;
Evaluation of financial performance up to May 2013;
3.
190
Surat tanggapan Dekom atas Laporan Manajemen Tahun
2012;
The above response letter Dekom Management Report for
2012;
1.
3.
24 September
2013
HZS
Pembahasan usulan tantiem dan peninjauan gaji Direksi tahun 2013;
Discussion on the proposed bonus and salary review of the
Board of Directors in 2013;
4.
1.
BYI
Lain-lain sesuai usulan Komisaris.
Other proposals in accordance Commissioner.
Surat-surat yang perlu diputuskan Dekom;
The letters that need to be decided Dekom;
2.
13.
Penetapan Ketua Komite Audit baru;
Determination of a new Chairman of the Audit Committee;
2.
3.
8.
Kehadiran / Presence
Agenda Rapat
TanggalDate
Lain-lain (sesuai usulan Komisaris);
Others (as proposed by the Commissioner);
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
Lain-lain.
Other.
5
Pembahasan Program Kerja dan Anggaran Dekom tahun
2014;
Discussion of Work Program and Budget BOC 2014;
Finalisasi SK Pembagian Tugas Dekom;
Finalization Task Distribution BOC SK;
Pembahasan Pending Matters ;
Discussion of Pending Matters;
3
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
Kinerja Keuangan sd Agustus 2013;
Financial Performance up to August 2013;
Budget Review dan investasi tahun 2013;
Budget Review and investment in 2013;
Progress Report pendirian anak perusahaan properti;
Progress Report establishment of a subsidiary property;
Lain-lain sesuai usulan (pending matters);
Other appropriate proposal (pending matters);
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)







6
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No.
TanggalDate
14.
22 Oktober 2013
15.
29 Oktober 2013
Meeting Agenda
1.
Laporan Komite Audit tentang hasil telaahan atas usulan
penghapusbukuan aktiva tetapp berupa tanah dan bangunan
eks KP Painan;
Report of the Audit Committee on the results of the above research paper proposal tetapp-off assets such as land and buildings Painan ex KP;
2.
Laporan Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan
Investasi tentang hasil kunjungan kerja ke BOT Denpasar
Junction;
Report of the Business Risk Management Oversight Committee
and Investment on the results of the working visit to the BOT
Denpasar Junction;
3.
Lain-lain sesuai usulan (Panding Matters).
Other appropriate proposal (panding Matters).
2.
Pembahasan RJP Tahun 2013-2017;
Discussion of RJP Year 2013-2017;
1.
3.
4.
16.
12 November
2013
17.
11 Desember 2013
18.
19 Desember 2013
Kehadiran / Presence
Agenda Rapat
5.
Pembahasan RKAP Tahun 2014;
Discussion CBP 2014;
BW
DSU
NIK

-


-
-
-

-
-

-

-
BHR
Jlh
3
3
Finalisasi Revisi RKAP 2014;
Finalization CBP 2014 Revision;
Lain-lain sesuai usulan (pending matters);
Other appropriate proposal (pending matters);
2.
Pembahasan pendirian anak perusahaan bidang properti;
Discussion on establishment of a subsidiary in property;
1.
Pembahasan Laporan Hasil Audit Investigasi SPI;
Discussion on the Audit Report of Investigation SPI;
3.
KS
Lain-lain sesuai usulan (pending matters).
Other appropriate proposal (pending matters).
1.
2.
THP
Progress Report SAP FICO;
Progress Report SAP FICO;
Pembahasan Pendirian anak perusahaan bidang properti;
Discussion on Establishment of subsidiaries in property;
3.
HZS
Pembahasan Laporan Manajemen Triwulan III tahun 2013;
Discussion Management Reports Third Quarter of 2013;
1.
2.
BYI

-


-
-
-

-
-




-
-

Lain-lain sesuai usulan (pending matters).
Other appropriate proposal (pending matters).
Pengesahan usulan KPI Dewan Komisaris tahun 2014;
Ratification of the proposed IBC 2014 BOC;
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
Keterangan:
BYI = Basuki Yusuf Iskandar, HS = Harry Z Soeratin,
THP = Tumpak Hatorangan Panggabean, KS =
Karyono Supomo, BW = Bambang Widianto, DSU
= Dedi Syarif Usman, NIK = Noor Ida Khomsiyati,
BHR = Bobby Hamzar Rafinus.
2. Menghadiri RUPS, Sepanjang tahun 2013
telah dilaksanakan RUPS yang dihadiri
oleh Komisaris sebanyak 2 kali yaitu
RUPS Pengesahan RKAP 2013 dan RUPS
pengesahan Laporan Tahunan tahun buku
2012.

3
5

-

4
Description :
Basuki Yusuf Iskandar BYI =, HS = Harry Z Soeratin,
THP = Tumpak Hatorangan Panggabean, KS =
Karyono Supomo, BW = Bambang Widianto, DSU
= Dedi Syarif Usman, NIK = Noor Ida Khomsiyati,
BHR = Bobby Hamzar Rafinus.
2.
Attending the RUPS Throughout the 2013
RUPS was held which was attended by
the Commissioner as much as 2 times the
RUPS 2013 and RUPS Endorsement CBP
endorsement Annual Report financial year
2012.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
191
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
3.
3. Rapat Dewan Komisaris dan Direksi, Rapat
antara Dewan Komisaris dan Direksi selama
tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 12
kali dengan agenda dan kehadiran Dewan
Komisaris serta Direksi sebagai berikut :
Tgl
No.
Agenda Rapat
Date
1.
29 Januari 2013
Meeting Agenda
1. Laporan Manajemen sd Triwulan IV Tahun
2012;
Sd Quarterly management report IV in
2012;
25 Februari 2013
3.
26 Maret 2013
4.
23 April 2013
5.
28 Juni 2013
BYI
HZ
S
THP



Komisaris | Commissioner
KS
BW
DSU
NIK



-
-
2.
Pemaparan draft Laporan keuangan Audited Tahun Buku 2012 oleh KAP Kosasih,
Nurdiyaman, Tjahjo dan Rekan;
The exposure draft Audited financial statements for the fiscal year 2012 by KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo and associates;




-
SP
ES
Exit Meeting KAP Tahun Buku 2012;
Exit Meeting the HOOD of fiscal year 2012;
1.
Exit Meeting Assesment GCG Tahun Buku
2012;
Exit Meeting just my Assesment of GCG
fiscal year 2012;
2.
Laporan Manajemen Tahun Buku 2012:
Management report for the fiscal year
2012:
3.
Acara pamitan Anggota Dewan Komisaris
a.n. Harry Z Soeratin;
The Board of Commissioners Members a.n.
Valediction Harry z. Soeratin;
2.
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.









4.
Lain-Lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
2.
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
1.
Evaluasi Kinerja keuangan sd Mei 2013;
Evaluation of the financial performance of
sd May 2013;

-


-

-
BHR
Jlh
5


-
5
-
-
-
5
-
-
-


-

-



-
Direksi | Director
SR
I
TP
BS





7

-
-
-

-
2
-



-

-
4
4







7
-
4





-



5
-





-

-
4
-
-

-



Lain-lain sesuai usulan
Other appropriate proposals
1.
Kehadiran | Presence
IKM
2. Lain-lain sesuai usulan
Other appropriate proposals
1.
2.
Meetings of the Board of Commissioners and
Board of Directors The meetings between
the Board of Commissioners and the Board
of Directors held during the year 2013 were
12 times with the agenda and the presence
of the Board of Commissioners and Board of
Directors as follows:
Jlh
6
1. Laporan Manajemen Triwulan I/2013;
Management report Quarter I/2013;
6.
23 Juli 2013
2. Progres pembentukan anak perusahaan
properti;
Progress of establishment of subsidiary
company property;
3. Progress SAP-FICO;
Progress Of SAP-FICO;
5
4. Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
7.
28 Agustus 2013
2013
1.
Evaluasi kinerja keuangan sd bulan Juli
2013;
Financial performance evaluation of sd in
July 2013;
2.
Pending matters;
Pending matters;
3.
192
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
4
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No.
Tgl
Agenda Rapat
Date
Meeting Agenda
1. Kinerja keuangan sd bulan Agustus 2013;
BYI
HZ
S
THP

-

Komisaris | Commissioner
KS
BW
DSU
NIK





-


-
-

-


-

-



-

-
-

-
Kehadiran | Presence
BHR
Jlh
IKM
SP
ES
6
-
-
-
3
-
-
-
-
3
-
-
-
-
-
3
-
-

-
-
-
3
-


-

-
3
-

-


4
Direksi | Director
SR
I
TP
BS
Jlh





5



-

4
-

-

2



-

4
-





5
-
-





5
-
-

-



4
The financial performance of sd-August
2013;
24 September
2013
8.
2. Budget Review dan Investasi tahun 2013
Budget Review and investment by 2013
3. Progres report pendirian anak perusahaan
properti;
Progress report on the establishment of a
subsidiary’s property;
4. Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
9.
2 Oktober 2013
10.
22 Oktober 2013
1.
2.
Kick off Meeting KAP Tahun Buku 2013;
Kick off Meeting for fiscal year 2013 HOOD;
Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
Observasi Corporate Governance Perception
Index (CGPI) oeh Lembaga Indonesian Institute
for Corporate Governance (IICG). Permohonan
Ijin Pendirian PT Pos Properti Indonesia;
Observations of Corporate Governance Perception
Index (CGPI) oeh Institution Indonesian Institute
for Corporate Governance (IICG). Application
For A Permit Establishment Of PT Pos Indonesia
Property;
-
1. Pembahasan Laporan Manajemen Triwulan III Tahun 2013
Discussion of the management report III
quarter of 2013
2. Pembahasan RKAP 2014;
Discussion RKAP 2014
11
29 Oktober 213
3. Pembahasan RJP Tahun 2013-2017;
Discussion RJP by 2013-2017;
4. Progress Report SAP FICO;
Progress Report SAP FICO;
5. Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
1. Progress pendirian anak perusahaan
bidang properti;
12
12 November
2013
Establishment of subsidiary company Progress field properties;
2. Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
1. Progress pendirian anak perusahaan
bidang properti;
13
18 November
2013
Establishment of subsidiary company Progress field properties;
2. Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
1. Finalisasi Revisi RKAP 2014;
Finalization CBP 2014 Revision;
14
12 Desember
2013
2. Progres persiapan pendirian anak perusahaan bidang properti;
Progress of preparation of the establishment
of subsidiaries in property;
3. Lain-lain sesuai usulan.
Other appropriate proposals.
Keterangan:
BYI = Basuki Yusuf Iskandar, HS = Harry Z Soeratin, THP = Tumpak Hatoran-
Basuki Yusuf Iskandar BYI = , HS = Harry Z Soeratin , THP = Tumpak
IKM : I Ketut Mardjana, SP : Sukatmo Padmosukarso, BS : Budi Setiawan
Rafinus HPI : I Ketut Mardjana , SP : Sukatmo Padmosukarso , BS : Budi
gan Panggabean, KS = Karyono Supomo, BW = Bambang Widianto, DSU =
Hatorangan Panggabean , KS = Karyono Supomo , BW = Bambang Widianto,
ES : Entis Sutisna, SR : Setyo Riyanto, I : Ismanto, TP : Tavip Parawansa.
Setiawan ES : Entis Sutisna , SR : Setyo Riyanto , I: Ismanto , TP : Tavip
Dedi Syarif Usman, NIK = Noor Ida Khomsiyati, BHR = Bobby Hamzar Rafinus
DSU = Dedi Syarif Usman , NIK = Noor Ida Khomsiyati , BHR = Bobby Hamzar
Parawansa .
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
193
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
4. Kunjungan Lapangan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris melakukan pengawasan
dan peninjauan langsung ke lapangan untuk
mengetahui situasi teknis di lapangan dan
memastikan bahwa pengelolaan Perseroan
berlangsung sesuai dengan RKAP yang
telah ditetapkan RUPS RKAP Tahun 2013.
Untuk memperluas cakupan obyek yang
diawasi, dalam setiap kunjungan Dewan
Komisaris dibagi dalam beberapa kelompok
sesuai dengan tugas dan bidang pengawasan
dari masing-masing anggota Komisaris
meliputi kunjungan ke Area dan UnitUnit Pelaksana Teknis termasuk fasilitas
sosial dan fasilitas umum serta melakukan
pertemuan
dengan
para
karyawan.
Sepanjang tahun 2013, telah dilaksanakan
kunjungan kerja Dewan Komisaris ke Area
dan Unit Pelaksana Teknis. Hasil kunjungan Dewan
Komisaris dituangkan dalam laporan tertulis
dengan cakupan laporan berupa PICA (Problem
Identification and Corrective Action) meliputi
laporan mengenai praktek yang dilakukan saat
ini beserta permasalahan yang timbul, akibat dari
praktek dan permasalahan disertai dengan saran/
rekomendasi Dewan Komisaris untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Laporan ini selanjutnya
disampaikan kepada Direksi dan jajaran
terkait untuk dijadikan bahan tindaklanjut.
Kegiatan
Non
Rutin
Dewan
Komisaris
Kegiatan non rutin yang dilakukan Dewan
Komisaris meliputi menghadiri kegiatan yang
diselenggarakan oleh instansi terkait seperti
Kementerian BUMN, Kementerian Kominfo dll.
serta ikut aktif membantu manajemen dalam
melakukan mediasi dengan stakeholderss untuk
memecahkan berbagai permasalahan yang
bersentuhan dengan kepentingan konsumen.
Di samping itu, ikut aktif mengikuti kegiatan
asosiasi/organisasi yang berkaitan dengan
bidang usaha Perseroan serta menghadiri :
1. Kegiatan Instansi terkait
2013
Komisaris
aktif
mengikuti
kegiatankegiatan
yang
dilaksanakan
oleh
instansi terkait seperti Kementerian
BUMN, dan BUMN Executive Club (BEC).
194
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
4 . Board Of Commissioners’ Field Visit
Board of Commissioners supervised and
observed directly to the field to determine
technical situation on the spot and ensured
that the corporate management in accordance
with Shareholders General Meeting, Work Plan
and Budget in 2013.
To expand the scope of monitored objects, in
each visit Commissioners were divided into
groups according to the assignment and
supervision of each of the Board members
covered visits to the area and Technical
Implementation Units which included social
public facilities as well as meeting with the
employee.
Throughout the year of 2013, the visit had been
held by BOC to area and Technical Implementation
Unit. Result of the visits was set in the form of report
which coveraged PICA (Problem Identification
and Corrective Action). It included a report on the
current practices along with the problems arose
as a result of the practice and also the the advice/
recommendation of the BOC to overcome the
problems. This report would be submitted to the
Board of Directors to be used as follow-up. NonRoutine Activities Board of Commissioners
Non- routine activities undertaken include BOC
Attend activities organized by relevant agencies
such as the Ministry of Enterprise , Ministry of
Communications and Information Technology etc. .
and actively assist management in mediation with
stakeholderss to solve the various problems that
come into contact with the interests of consumer.
In addition, participating actively follow the
activities of the association / organization related
to the field of operations as well as attending :
1 . Activities related institutions
Commissioner actively follow the activities
undertaken by relevant agencies such as the
Ministry of SOE , and SOEs Executive Club (BEC).
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan
oleh asosiasi/lembaga
Pada berbagai kegiatan seminar dan
konferensi
internasional
Komisaris
mewakili Perseroan sebagai pembicara
maupun sebagai peserta.
3.Mengikuti pertemuan
stakeholderss
dengan
para
Komisaris juga mengadakan pertemuan
dengan
tokoh
masyarakat,
pejabat
Pemerintah Daerah serta masyarakat
disekitar wilayah usaha yang terkait dengan
kegiatan perseroan. Selama tahun 2013.
4. Kegiatan lainnya
Partisipasi aktif Komisaris dilakukan
melalui mengikuti perkembangan beritaberita yang ada di media tentang Perseroan.
Kepemilikan
Saham
Dewan
2 . Following the activities organized by the
association / institution
At various seminars and international
conferences Commissioner to represent the
Company as a speaker and as a participant .
3 . Following a meeting with the stakeholderss
Commissioners also held a meeting with
community leaders, local government officials
and business people around the region
associated with the activities of the company.
During the year 2013.
4 . other activities
Conducted through the active participation of
the Commissioner to keep track of news in the
media about the Company.
Shareholdings of the Board of Commissioners
Komisaris
Seluruh Anggota Dewan Komisaris tidak
ada yang memiliki saham di Perseroan
maupun
anak
perusahaannya,
baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Penilaian
Kinerja
Dewan
Komisaris
Penilaian kinerja Dewan Komisaris secara
keseluruhan dan masing-masing anggota
Dewan Komisaris dilakukan oleh Pemegang
Saham melalui mekanisme RUPS. Sesuai
dengan Peraturan Menteri Negara BUMN
No : PER-01/ MBU/2011 tgl 1 Agustus 2011
(yang
merupakan
penyempurnaan
dari
Keputusan Menteri BUMN No : KEP-117/MMBU/2002 tgl 31 Juli 2002) hal Penerapan
Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan
Usaha Milik Negara, RUPS wajib menetapkan
Indikator Pencapaian Kinerja (Key Performance
Indicators) Dewan Komisaris berdasarkan
usulan dari Dewan Komisaris yang bersangkutan.
Indikator Penilaian Kinerja merupakan ukuran
penilaian
atas
keberhasilan
pelaksanaan
tugas dan tanggung jawab pengawasan dan
pemberian nasihat oleh Dewan Komisaris
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan
dan/
atau
Anggaran
Dasar.
Selanjutnya
Dewan
Komisaris
wajib
menyampaikan
laporan
triwulanan
perkembangan realisasi Indikator Pencapaian
Kinerja kepada para Pemegang Saham/Menteri.
All members of the Board of Commissioners hasno
shares in the Corporate or its subsidiaries,either
directly or indirectly.
Performance Appraisal of Board of Commissioners
BOC performance assessment as a whole and of
each member of the Board of Commissionersis
conducted by the Shareholders through
themechanism of Shareholders General Meeting.
Inaccordance with the Regulation of the Minister
ofSOEs No.: PER-01 / MBU/2011 dated August 1,
2011(which was a refinement of the Ministerial
DecreeNo. SOE: KEP-117/M-MBU/2002 dated
July 31, 2002) on the implementation of
Good CorporateGovernance on State-Owned
Enterprises,Shareholders General Meeting should
establishKey Performance Indicators based on the
proposalof the Board of Commissioners.
Assessment
Performance
Indicator
is
a
measurement of the success of the performance
of duties and responsibilities by monitoring and
advising the Board of Commissioners in accordance
with the provisions of laws and regulations and /
or statutes.
The next Board of Commissioners should
submitquarterly progress reports as a realization
of KeyPerformance Indicators to the Shareholders
/ministry.
Remuneration Determination Procedure of
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
195
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Prosedur Penetapan Remunerasi Anggota
Dewan Komisaris
Penentuan Penghasilan Dewan Komisaris
berpedoman pada Peraturan Menteri Negara
BUMN Nomor : Per-07/MBU/2010 tentang
Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,
Dewan Komisaris, Dan Dewan Pengawas BUMN.
Gaji Dewan Komisaris ditetapkan berdasarkan
rumus sebagai berikut :
Board of Commissioners
Income Determination of Board of Commissioners
is based on the Regulation of the Minister of
State Owned Enterprises No: Per-07/MBU/2010
on Guidelines for Determination of Income of
Directors, the Board of Commissioners, and the
Board of Trustees of SOEs.
Gaji = Gaji Dasar x Faktor Penyesuaian Industri x Faktor Penyesuaian Inflasi x
Faktor Jabatan
Salary = Basic Salary x Industrial Adjustment Factor x Inflation Adjustment
Factor x Position Factor
Komponen
Component
Gaji/Honorarium Dasar
Salary / Honorarium Basis
(Indeks dasar/100 x Rp 15 juta)
(Index dasar/100 x IDR 15 million)
Faktor Penyesuaian Industri
Industrial Adjustment Factor
s.d. 400%
Untl 400%
Indeks Dasar
Basic Index
Faktor Penyesuaian Industri
Industrial Adjustment Factor
2013
Keterangan
Explanation
60% Indeks Pendapatan + 40% Total Aktiva
Income Index + 60% 40% Total Assets
Besarnya Faktor Penyesuaian ditetapkan oleh RUPS/Menteri atas usul Direksi, dengan
mempertimbangkan sector industry sejenis yang terukur (benchmark), kondisi
persaingan usaha (competitiveness) atau kompleksitas usaha, dan kelangkaan Sumber
Daya Manusia
The adjustment factor is determined by the magnitude of AGM / Minister at the proposal
of the Board of Directors, taking into account the kind of measurable industry sector
(benchmarks), the conditions of competition (competitiveness) or the complexity of the
business, and scarcity of human resources
Faktor Jabatan
Factors Position
Jabatan Komisaris Utama : 40% dari Direktur Utama, Jabatan anggota Komisaris : 36%
dari Direktur Utama
Commissioner Position: 40% of the Managing Director, Commissioner Position: 36% of the
President Director
Faktor Inflasi
Inflation factor
50% dari realisasi inflasi tahun sebelumnya yang dipergunakan dalam rangka
penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat.
50% from the previous year inflation used in the preparation of the financial statements of
the central government.
Remunerasi Dewan Komisaris
Remuneration of the Board of Commissioners
Penetapan
remunerasi
Dewan
Komisaris
mengacu pada keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) Perseroan Tahun Buku
2013 tanggal 21 Mei 2013 dan juga mengacu
pada keputusan Pemegang Saham Perseroan di
Luar Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku
2010 Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia
(Persero) No : KEP-09/ D1.MBU/2011 tanggal
28 Juli 2011. Besarnya remunerasi Dewan
Determination of Remuneration refers to the
decision of the Board of Commissioners of the
Shareholders General Meeting 2013 on Mei 21,
2013 and also refers to the decision of limited
company’s extraordinary Shareholders General
Meeting 2010 and the Board of Directors of the
Company (Persero) PT Pos Indonesia (Persero)
No: KEP-09 / D1.MBU/2011 dated July 28,
2011. The amount of the remuneration of the
196
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Komisaris tersebut salah satunya ditentukan
oleh besarnya Faktor Penyesuaian Industri
(FPI) dimana besarannya merupakan hasil
pembahasan Tim Ad Hoc Kementrian BUMN.
Sesuai dengan keputusan hal tersebut di atas,
maka ditetapkan besarnya remunerasi dan
fasilitas bagi Dewan Komisaris Perseroan tahun
2013 berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT
Pos Indonesia (Persero) dimana, Komisaris
Utama dan Anggota Komisaris masing-masing
mendapat honorarium sebesar 40% atau Rp.
34.000.000,- dan 36% atau Rp 30.600.000,- dari
gaji Direktur Utama per bulan. Gaji Direktur
Utama PT Pos Indonesia (Persero) untuk tahun
2013 ditetapkan sebesar Rp 85.000.000,- (
delapan Puluh Lima Juta Rupiah) per bulan.
Board ofCommissioners is determined by the
AdjustmentFactor Industries (FPI) and the result
of thediscussion of Ad Hoc Ministry of SOEs.
Tunjangan Dewan Komisaris
Allowances of Board of Commissioners
1. Tunjangan Komunikasi diberikan per
bulan sebesar 5% dari Honorarium.
2. Tunjangan transportasi diberikan setiap bulan
sebesar maksimal 20% (dua puluh persen)
dari honorarium apabila tidak disediakan
fasillitas
kendaraan
oleh
Perseroan.
3. Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan
diberikan sebesar 1 (satu) kali Honorarium.
4. Santunan
Purna
Jabatan
:
1. Communications allowances given per month by
5 % of the honorarium.
2. Transportation allowances are given every
month for a maximum of 20 % (twenty percent)
of the fee if the vehicle is not provided by the
Company’s Facilities.
3. Allowance (THR) religious given by 1 (one) time
honorarium.
4. Compensation Full Title :
Sesuai surat dari Sekretaris Kementrian BUMN
No : S/236/S MBU/2002 tgl 3 Mei 2002, Dewan
Komisaris diikutsertakan dalam Program Asuransi
atau Tabungan Pensiun yang beban premi/iuran
ditambah Pajak Penghasilan (PPh) tahunannya
ditanggung
sepenuhnya
oleh
Perseroan.
berupa
premi
asuransi
Diberikan
a.
paling
banyak
25%
(dua
puluh
lima
persen)
dari
honorarium.
b.
Pemberian
premi
tersebut
sudah
termasuk di dalamnya premi untuk
asuransi
kecelakaan
dan
kematian
pakaian
dinas
diberikan
c.Tunjangan
dalam bentuk natura sebanyak 2 (dua)
stel per tahun sesuai dengan yang
telah dianggarkan dalam RKAP 2013.
In accordance with the decision above, it was
determined that the remuneration and facilities
for the Board of Commissioners in 2013 based
on the Decree of the Board of Directors of PT Pos
Indonesia (Persero) where, Chief Commissioner
and Commissioners Members each received
honorarium of 40% or IDR 34.000.000, - and 36%
or IDR 30.600.000, - of salary of the President
Director per month. The salary of President
Director of PT Pos Indonesia (Persero) in 2013
was IDR 85.000.000 million, - (Eighty-Five Million
Rupiah) per month.
As per the letter of the Secretary of State Ministry:
S/236/S MBU/2002 date May 3, 2002, the Board
included in the Insurance or Retirement Savings
Program that load premiums / contributions plus
income tax (income tax) annual borne entirely by
the Company.
a. Provided in the form of insurance premiums
maximum of 25 % (twenty five percent) of the
honorarium.
b. Giving the premium already includes insurance
premiums for accident and death
c. Uniforms benefits in kind given by 2 (two)
sets per year according to the CBP has been
budgeted in 2013.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
197
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2013
Fasilitas Dewan Komisaris
BOC Facility
1. Dewan Komisaris tidak diberikan fasilitas
kendaraan
2. Fasilitas kesehatan diberikan kepada Dewan
Komisaris, dan 1 (satu) orang istri/suami
serta maksimum 3 (tiga) orang anak yang
belum mencapai usia 25 tahun (belum
pernah menikah atau belum pernah bekerja)
sebesar pemakaian (at cost).
3. Fasillitas bantuan hukum diberikan sebesar
kebutuhan.
4. Fasilitas perkumpulan profesi diberikan
hanya 1 (satu) keanggotaan.
1. BOC is not given vehicle facility
Organ Pendukung Dewan Komisaris
Supporters Organs
Commissioners
Untuk membantu tugas Komisaris dalam
melaksanakan tugas pengawasannya, komisaris
dibantu oleh organ pendukung komisaris yaitu
Sekretariat Dewan Komisaris dan Komite
Komisaris.
To assist the Commissioner in carrying out its
supervisory duties, the commissioner is assisted
by commissioners supporting organ is the Board
of Commissioners and Secretariat Commissioner.
Sekretaris Dewan Komisaris
Secretary of the Board of Commissioners
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Komisaris
dibantu oleh Sekretariat Dewan Komisaris yang
dipimpin oleh seorang Sekretaris Komisaris.
Sekretaris Komisaris diangkat berdasarkan
Keputusan Dewan Komisaris Nomor : SK629/Dekom/1209 tgl 3 Desember 2009.
Sekretaris Dewan Komisaris mempunyai tugas
utama membantu kelancaran tugas Dewan
Komisaris. Uraian kerja Sekretaris Dewan
Komisaris
ditetapkan
berdasarkan
Surat
Keputusan Dewan Komisaris Nomor : SK-629/
Dekom/1209 tgl 3 Desember 2009 sebagai
berikut :
In the execution of daily tasks, the Commissioner
is assisted by the Secretariat of the Board of
Commissioners, led by a Secretary Commissioner.
Commissioners are appointed by the Secretary of
BOC Decision Number : SK-629/Dekom/1209 date
of December 3, 2009.
1. Menyusun rencana kerja/kegiatan regular
tahunan Dewan Komisaris;
2. Menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan tugas Dewan Komisaris;
3. Mengadministrasikan
dan
mendokumentasikan semua dokumen yang
terkait dengan kegiatan Dewan Komisaris;
4. Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja
di Perusahaan dalam rangka penyediaan
sarana/prasarana pendukung tugas Dewan
Komisaris;
198
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
2. Health facilities granted to the Board of
Commissioners, and 1 (one) wife / husband
and a maximum of 3 (three) children who have
not attained the age of 25 years (never been
married or have never worked) for the use of
(at cost).
3. Facilities granted legal aid for the needs.
4. Professional associations facility given only one
(1) membership.
of
the
Board
of
Secretary to the Board of Commissioners has
primary responsibility to help smooth the Board
of Commissioners. Secretary job descriptions BOC
regulated by the Commissioner Decision Number:
SK-629/Dekom/1209 date December 3, 2009 as
follows :
1. Work plan / annual regular activities of the
Board of Commissioners ;
2. Preparing the materials required in the
performance of duties of the Board of
Commissioners ;
3. Administer and document all documents related
to the activities of the Board of Commissioners ;
4. To coordinate the work units in the Company
in the provision of facilities / infrastructure to
support the Board of Commissioners ;
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
5. Menyusun konsep laporan reguler Dewan
Komisaris kepada Pemegang Saham;
6. Menyusun konsep tanggapan Dewan
Komisaris dalam RUPS;
7. Memberikan informasi kepada Dewan
Komisaris mengenai regulasi yang terkait
dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris;
8. Menyusun anggaran tahunan Dewan
Komisaris
dan
melaporkan
realisasi
penggunaannya secara reguler kepada
Dewan Komisaris.
Remunerasi Sekretaris Dewan Komisaris
Penetapan remunerasi Sekretaris Dewan
Komisaris mengacu pada keputusan RUPS PT Pos
Indonesia (Persero) Tahun Buku 2012 tanggal
12 Juni 2012 yang menyebutkan honorarium,
tunjangan dan fasilitas Sekretaris Komisaris
ditetapkan oleh Komisaris.
5. Drafting the BOC regular reports to the
Shareholders ;
6. BOC draft response to the GMS ;
7.
Provide information to the Board of
Commissioners regarding the regulations
relating to the duties of the Board of
Commissioners ;
8. BOC annual budgeting and reporting are
actually used on a regular basis to the Board of
Commissioners.
Remuneration Secretary of the Board of
Commissioners
Determination of the remuneration of the
Secretary of the Board of Commissioners refers
to GMS PT Pos Indonesia (Persero) for Fiscal
Year 2012 dated June 12, 2012 which mentions
honoraria, allowances and facilities designated by
the Commissioner Secretary Commissioner.
Komite-Komite di Bawah
Dewan Komisaris
Commitees Under The Board
of Commissioners
1. Komite Audit
1. Audit Committee
Pembentukan Komite Audit merupakan salah
satu langkah penting untuk mewujudkan sistem
dan pelaksanaan pengawasan yang kompeten
dan independen dan dalam rangka menerapkan
tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan
prinsip-prinsip GCG yang berlaku. Komite Audit
Dewan Komisaris dibentuk sejak tahun 2003
berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris
Nomor: 08/Kep-KU/20013 tanggal 27 Oktober
2013 tentang Pembentukan Komite Audit.
Pembentukan tersebut mengacu pada Keputusan
Menteri BUMN Nomor: KEP-103/MBU/2002
tgl 4 Juni 2002 dan telah diperbaharui dengan
Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER05/MBU/2006 tgl 20 Desember 2006 tentang
Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara
serta di perbaharui kembali dengan Peraturan
Menteri Negara BUMN Nomor: Per-12/
MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang
Organ Pendukung Dewan Komisaris BUMN.
Establishment of the Audit Committee is one
important step to realize the system and the
implementation of a competent and independent
oversight, and in order to implement good
corporate governance in accordance with good
corporate governance principles applicable. The
Audit Committee of the Board of Commissioners
was formed in 2003 by decision of the Board of
Commissioners Number : 08/Kep-KU/20013 dated
October 27, 2013 concerning the Establishment
of the Audit Committee. The formation refers to
the Decree of the Minister of SOEs Number : KEP103/MBU/2002 date of June 4, 2002 and was
amended by Regulation of the Minister of State
Owned Enterprises No. : PER-05/MBU/2006 date
of December 20, 2006 on the Audit Committee for
State-Owned Enterprises and updated again with
the Regulation of the Minister of State Owned
Enterprises No. : Per-12/MBU/2012 dated August
24, 2012 on Organ Support BOC SOE.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
199
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Tujuan Pembentukan Komite Audit
Tujuan Pembentukan Komite Audit adalah
membantu Dewan Komisaris dalam rangka
melakukan pengawasan terhadap kebijakan
Direksi dalam pengurusan Perseroan di bidang
sistem
pengendalian
internal
Perseroan
dan GCG, proses perencanaan, pelaksanaan
dan hasil audit serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
The purpose of the Audit Committee
Formation The purpose of the Establishment
of the Audit Committee is to assist the Board of
Commissioners in order to supervise the policy of
the Board of Directors in the management of the
Company in the area of the Company’s internal
control system and corporate governance,
planning, implementation and results of the audit,
and compliance with laws and regulations in force.
Persyaratan Anggota Komite Audit
Sesuai dengan Pedoman Kerja Komite Audit,
anggota Komite Audit Perseroan dipersyaratkan
harus memiliki integritas yang baik dan
pengetahuan serta pengalaman kerja yang
cukup di bidang pengawasan pemeriksaan;
tidak memiliki kepentingan keterkaitan pribadi
yang dapat menimbulkan dampak negatif
dan konflik kepentingan terhadap Perseroan
dan mampu berkomunikasi secara efektif.
Requirements to be Member of Audit Committee
In accordance with the guidelines of the Audit
Committee, the Audit Committee members are
required to have good integrity and knowledge
and considerable experience in the field of labor
inspection supervision ; does not have a personal
relationship interests that may have a negative
impact and conflict of interest against the
Company and are able to communicate effectively.
Pengangkatan dan Pemberhentian Komite
Audit
Anggota
Komite
Audit
diangkat
atau
diberhentikan oleh Komisaris Perusahaan
berdasarkan saran/usulan dari Ketua Komite
Audit. Pemberhentian Anggota Komite Audit
dilakukan apabila jabatannya telah berakhir,
mengundurkan
diri,
berhalangan
tetap
dalam melaksanakan tugasnya, atau sebabsebab lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Appointment and Dismissal Committee
Kompetensi dan Keahlian Anggota Komite
Audit
Sesuai dengan Pedoman Kerja Komite Audit,
anggota Komite Audit PT Pos Indonesia
(Persero), salah seorang anggota Komite Audit
harus memiliki latar belakang pendidikan
akuntansi dan keuangan (minimal S1) dan
memahami proses bisnis di Perseroan
serta
memahami
manajemen
resiko.
Komposisi
Ketua dan Anggota Komite Audit ditetapkan
Dewan Komisaris yang mengacu pada Peraturan
Menteri Negara BUMN Nomor: PER-05/
MBU/2006 tgl 20 Desember 2006 tentang Komite
Audit bagi Badan Usaha Milik Negara serta di
perbaharui kembali dengan Peraturan Menteri
2013
200
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Competence and Expertise of Audit Committee
Members
In accordance with the guidelines of the Audit
Committee, member of Audit Committee of
PT Pos Indonesia (Persero), a member of the
Audit Committee should have a background in
accounting and finance education (minimum S1)
and understand the Company’s business processes
and understand risk management.
Member of the Audit Committee be appointed or
dismissed by the Commissioner of the Company
based on suggestions / ideas of the Chairman of
the Audit Committee. Termination of the Audit
Committee carried out if office has expired,
resigned, unable to remain in his duties, or other
causes according to applicable regulations.
Composition
Chairman and Member of the Audit Committee
of the Board of Commissioners determined that
refers to the Minister of State Enterprises Number
: PER-05/MBU/2006 date of December 20, 2006 on
the Audit Committee for State-Owned Enterprises
and updated again with the Regulation of the
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Negara BUMN Nomor: Per-12/MBU/2012
tanggal 24 Agustus 2012 tentang Organ
Pendukung Dewan Komisaris BUMN. Adapun
susunan Komite Audit adalah sebagai berikut:
JABATAN
NAMA
Position
Name
Ketua Komite Audit
:
Harry Zacharias Soeratin
Ketua Komite Audit
:
Karyono Supomo
Anggota Komite Audit
:
Prihartono
Anggota Komite Audit
:
Kandi Sofia Senastri Dahlan
Anggota Komite Audit
:
M Farkhan Supriyadi
Wewenang dan Tanggung Jawab
Komite Audit bertanggung jawab :
1. Membantu
Dewan
Komisaris
guna
memastikan kecukupan dan efektivitas
sistem pengendalian internal perusahaaan,
2. Memastikan
bahwa
informasi
yang
dikeluarkan perusahaan telah melalui
prosedur review yang cukup;
3. Menilai perencanaan, pelaksanaan dan hasil
audit; serta mendorong penyempurnaan
pengendalian internal dan GCG.
Komite Audit berwenang :
1. Mengusulkan auditor eksternal kepada
Dewan Komisaris untuk disampaikan
kepada dan ditetapkan oleh RUPS.
2. Dalam
melaksanakan
evaluasi
atas
kinerja dan kepatuhan unit-unit kerja
Perseroan, Komite Audit berkoordinasi
dengan SPI dan memanfaatkan hasil audit
SPI disamping melakukan penelaahan
terhadap Laporan Manajemen berkala.
Setiap risalah rapat yang dibuat dalam Rapat
Komite Audit dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya, dilaporkan kepada Dewan Komisaris
disertai dengan pendapat dan usulan, jika ada
hal-hal yang perlu mendapat perhatian Dewan
Komisaris. Komite audit memiliki wewenang untuk
mengakses catatan atau informasi Perseroan.
Minister of State Owned Enterprises No. : Per 12 / MBU/2012 dated August 24, 2012 on Organ
Support BOC SOE. The composition of the Audit
Committee are as follows
Keputusan Dewan Komisaris
BOC Decision
Periode
146/Dekom/0410
Mei 2010 s.d April 2013
160/Dekom/0511
280/Dekom/0413
280/Dekom/0413
172/Dekom/0610
210/Dekom/0610
261/Dekom/0412
665/Dekom/1112
787/Dekom/1213
Periode
April 2013 s.d sekarang
Juni 2010 s.d sekarang
November 2012 s.d
Desember 2013
Desember 2013 s.d sekarang
Authorities and Responsibilities
The Audit Committee is responsible for :
1. BOC helps to ensure the adequacy and
effectiveness of internal control systems of
firms ,
2. Ensure that the information released by the
company has sufficient review procedures ;
3. Assess the planning , implementation and results
of the audit ; and to encourage the improvement
of internal control and corporate governance.
The Audit Committee is authorized :
1. Propose to the Board the external auditors to be
submitted to and determined by the AGM .
2. In conducting the evaluation of the performance
and compliance of the working units of the
Company , the Audit Committee in coordination
with the SPI and SPI in addition to utilizing the
results of the audit conduct periodic review of
the Management Report .
Each is made in the minutes of meetings of the
Audit Committee Meeting in carrying out its duties
and functions , are reported to the Board along
with opinions and suggestions , if there are things
that need attention of the Board of Commissioners
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
201
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Program Kerja Komite Audit
Program Kerja
Decision
Rapat
The audit committee
Uraian
Uraian Kegiatan
Jadwal/Waktu Realisasi
Description
Description of Activities
Schedule
Rapat Bulanan Internal
Meeting
Minggu ke-4 tiap bulan
Internal Monthly Meeting
Rapat dengan
manajemen
Meeting with
management
4th week of each month
1.
Pengawasan Kinerja Manajemen (lapman
bulanan)
Supervision Performance Management (monthly
management reports)
Minggu ke-4 tiap bulan.
4th week of each month
2.
Pengawasan Kinerja SPI (PKAT)
SPI Performance Monitoring (PKAT)
Per Triwulan
Quarter
4.
Pengawasan Pengadaan dan Pelaksanaan Audit
Lapkeu TB 2013
Procurement Oversight Audit Lapkeu and TB
2013
Bulan Juni sd September
2013
June till September 2013
3.
Per empat Minggu sekali
Once per four Sunday
Capacity Building
Seminar dan workshop
Member Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI)
sesuai kebutuhan
as needed
Efektifitas
Pengendalian
Internal
Proses produksi,
keuangan dan
pengelolaan risiko
perusahaan
1.
Untuk memastikan prosesnya sesuai dengan SOP.
To ensure the process is in accordance with the
SOP.
Per bulan
Month
2.
Review Laporan Manajemen Triwulanan secara
terpadu sudah dilaksanakan dengan prinsip GCG.
Review of Quarterly Management Report have
been implemented in an integrated manner with
the principles of good corporate governance.
Per triwulan
Querter
Laporan Keuangan
Disajikan Secara
Wajar
Monitoring ke Area, UPT
dan Kantor Pos
Monitoring to the area,
UPT and Post Office
Penyusunan Laporan atas penugasan khusus dari
Dewan Komisaris.
Preparation of the report on the special assignment
from the Board of Commissioners.
Tentatif sesuai arahan Dewan
Komisaris
Tentative as directed by the
Board of Commissioners
Efektifitas SPI
Monitoring kegiatan SPI
1.
Reviu kompetensi SDM SPI sesuai standar yang
berlaku,
SPI appropriate review of HR competencies applicable standards,
Per triwulan sesuai dengan
LHA triwulan dari SPI
Per quarter in accordance
with LHA quarter of SPI
2.
Reviu perencanaan audit dan monitor pelaksanaannya,
Review of the audit plan and monitor its implementation,
3.
Pemeriksaan dilakukan sesuai standar audit
yang berlaku,
The examination was conducted in accordance
with auditing standards applicable,
4.
Pelajari dan reviu laporan hasil pemeriksaan
SPI,
Learn and review reports on the results of the
SPI,
5.
Monitoring dan evaluasi efektivitas SPI dalam
melakukan tindak lanjut atas temuan-temuan,
baik dari SPI sendiri maupun dari auditor
eksternal lainnya,
Monitoring and evaluation of the effectiveness
of SPI in conducting follow-up on the findings,
either of themselves or of SPI external auditors,
6.
Pelajari dan reviu laporan kinerja dan/atau
laporan periodik SPI,
Learn and review performance reports and / or
periodic reports SPI,
7.
Review laporan Audit Investigasi SPI,
Audit Report Review SPI Investigation,
Capacity Building
Effectiveness of
Internal Control
Financial Statements
Presented In Fair
Effectiveness SPI
Seminars and workshops
Production processes,
financial and risk
management company
Monitoring activities SPI
Member of the Audit Committee of the Association of
Indonesia (IKAI)
8.
2013
Pengawasan Pelaksanaan Audit Lapkeu TB 2012
TB Surveillance Audit Lapkeu 2012
202
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Menghadiri closing conference SPI,
Attending the conference closing SPI,
Sesuai kebutuhan
As needed
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Program Kerja
Decision
Efektifitas Auditor
Independen (KAP)
Effectiveness of
Independent Auditors
(KAP)
Uraian
Uraian Kegiatan
Jadwal/Waktu Realisasi
Description
Description of Activities
Schedule
Monitoring proses
pengadaan dan
pelaksanaan audit
Monitoring the
procurement process
and the implementation
of audit
1.
2.
Penyusunan TOR,
Preparation of TOR,
Mengawal kegiatan Aanwizjing, beauty contest
dan e-auction.
Escorting Aanwijzing activities, beauty contests
and e-auction.
3.
Review progress report KAP,
Review progress report KAP,
4.
Evaluasi KAP.
Evaluation of KAP.
Bulan Juni sd September
2013.
June to September 2013.
Bulan November sd Februari
2014.
Months of November to
February 2014.
Akhir bulan Februari 2013.
End of February 2013.
Review RKAP dan
RJP
Review of CBP and
CPR
Review proses
penyusunan RKAP dan
RJP
Review the process of
preparation of CBP and
CPR
1.
Mengawal proses penyusunan,
Oversee the process of drafting,
Bulan September sd
Desember 2012
Months of September to
December 2012
Laporan Komite
Audit
Report of the Audit
Committee
Penyusunan Laporan
Komite Audit kepada
Dewan Komisaris
Preparation of the Audit
Committee Report to the
Board
1.
Penyusunan Laporan Kegiatan rapat,
Activity Report Preparation meeting,
per triwulan.
Quartal
3.
Laporan penugasan khusus dari Dewan
Komisaris.
Special assignment report of the Board of
Commissioners.
Tentatif sesuai arahan Dewan
Komisaris.
Tentative as directed by the
Board of Commissioners.
2.
2.
Kesesuaian prosedur penyusunan.
Suitability of the preparation procedure.
Laporan pelaksanaan program kerja tahuanan,
Reports on the work program tahuanan,
Bulan Januari 2013
(penyusunan Laporan tahun
2012),
January 2013 (the preparation
of reports in 2012),
Tujuan Pembentukan Komite Audit adalah
membantu Dewan Komisaris dalam rangka
melakukan pengawasan terhadap kebijakan
Direksi dalam pengurusan Perseroan di bidang
sistem
pengendalian
internal
Perseroan
dan GCG, proses perencanaan, pelaksanaan
dan hasil audit serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
The purpose of the Establishment of the Audit
Committee is to assist the Board of Commissioners
in order to supervise the policy of the Board of
Directors in the management of the Company
in the area of the Company’s internal control
system and corporate governance , planning ,
implementation and results of the audit , and
compliance with laws and regulations in force .
Independensi Anggota Komite Audit
Independence of Audit Committee Members
Mengacu pada kebijakan Menteri Negara BUMN
No : S-375/MBU.Wk/2011 tgl 5 Desember
2011, Anggota Komite Audit bukan berasal dari
karyawan Pos Indonesia. Disamping itu semua
Anggota Komite Audit tidak memiliki hubungan
keluarga dan keuangan dengan sesama anggota
Komite Audit, Dewan Komisari dan Direksi.
Referring to the policy of the Minister of State
Owned Enterprises No. : S-375/MBU.Wk/2011
date of December 5, 2011 , Member of the Audit
Committee does not come from employees Pos
Indonesia . Besides, all Audit Committee members
have no financial relationships with family and
fellow members of the Audit Committee , the
Board of Commissioner and Board of Directors .
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
203
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Laporan Komite Audit
Report of the Audit Committee
Rapat Komite Audit
Audit Committee Meetings
Selama tahun 2013, Komite Audit telah melakukan
rapat internal Komite Audit sebanyak 8 kali
yang dihadiri seluruh anggota Komite Audit.
During the year 2013, the Audit Committee
conducted an internal meeting of the Audit
Committee attended by as many as 8 times that
all members of the Audit Committee.
Nama
Jabatan
Kehadiran
Name
Position
Attendance
Harry Z Soeratin
Ketua Komite Audit/ Chairman of Audit Committee
1
13
Prihartono
Anggota Komite Audit/ Audit Committee Member
7
88
Karyono Supomo
Kandi Sofia Senastri Dahlan
M Farkhan Supriyadi
2
Ketua Komite Audit/ Chairman of Audit Committee
6
Anggota Komite Audit**) Audit Committee Member**
1
Anggota Komite Audit***) Audit Committee Member***
Selain pertemuan dengan Komisaris, Komite
Audit juga mengadakan pertemuan/rapat dengan
Auditor Eksternal dan Biro/Bagian yang diadakan
sesuai dengan Program kerja dan kebutuhan.
Selain rapat tersebut, Komite Audit juga mengikuti
rapat internal Dewan Komisaris sebanyak 13
kali. Komite audit juga melaksanakan kunjungan
rutin ke unit kerja bersama-sama Komisaris.
In addition to meeting with the Commissioner, the
Audit Committee also held a meeting / conference
with the External Auditor and Bureau / Section
held in accordance with the work program and
needs. In addition to these meetings, the Audit
Committee also attended an internal meeting
of the Board of Commissioners as much as 13
times. The audit committee also carry out regular
visits to a working unit together Commissioner.
Prosedur Penetapan Remunerasi Komite Audit
Procedures
Committee
Besarnya remunerasi Komite Audit berpedoman
pada Peraturan Menteri BUMN No: PER-12/
MBU/2012 tentang Organ Pendukung Dewan
Komisaris BUMN, yang menyatakan bahwa
honorarium Anggota Komite Audit sebesar
maksimal 20% dari gaji Direktur Utama.
Anggota Dewan Komisaris yang merangkap
menjadi Ketua/Anggota Komite Audit tidak
diberikan
penghasilan
tambahan
selain
penghasilan sebagai Anggota Dewan Komisaris.
The amount of remuneration of the Audit
Committee based on the Regulation of the Minister
of State : PER - 12 / MBU/2012 on Organ Support
BOC SOEs, which states that the honorarium of
the Audit Committee Member of a maximum of
20 % of the salary of the Director. Members of the
Board of Commissioners who are also becoming
Chairman / Member of the Audit Committee are
not given additional income other than income
as a Member of the Board of Commissioners.
Remunerasi Komite Audit
2013
%
Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Nomor 261/Dekom/0412 tanggal 1 April 2012,
665/Dekom/1112 tanggal 14 November 2012,
dan 787/Dekom/1213 tanggal 2 Desember 2013
tentang Pengangkatan Anggota Komite Audit
204
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Determination
of
Remuneration
Remuneration Of Audit Committee
In accordance with the Decree No. 261/kom/0412
BOC April 1, 2012, 665/Dekom/1112 dated 14
November 2012, and 787/Dekom/1213 dated
December 2, 2013 on the Appointment of Audit
Committee Members (Persero), Member of the
26
75
13
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
(Persero), Anggota Komite Audit mendapat honor
sebesar 20% dari gaji Direktur Utama, dengan
besaran yang diterima di tahun 2013 yaitu Rp.
17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) per bulan
dan remunerasi lain sesuai ketentuan Perseroan.
Audit Committee received honorarium of 20%
of salary Managing Director, with the amount
received in 2013 is Rp. 17.000.000, - (seventeen
million IDR) per month and other remuneration in
accordance with the Company.
Kegiatan dan hasil kerja Komite Audit selama
tahun 2013 dibandingkan dengan Program kerja/
rencananya, dapat digambarkan sebagai berikut:
Activities and the work of the Audit Committee during
the year 2013 compared to the work program / ​​plan,
can be described as follows:
Kegiatan dan Realisasi Tahun 2013
Plan and Realization of Activities in 2013
Gowes Bersama Pos Indonesia dan Bank BTN
Fun Bike Pos Indonesis and BTN
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
205
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
1.
Program Kerja
Pelaksanaan
Tanggal
Work Program
Implementation
Date
Efektivitas Sistem
Pengendalian Internal
Komite Audit dengan dukungan dari SPI telah melaksanakan reviu efektivitas sistem pengendalian internal perusahaan
melalui rapat-rapat dengan manajemen terkait, antara lain:
Audit Committee with the support of SPI has undertaken review of the effectiveness of internal control systems through
meetings with relevant management, among others:
1.
Mekanisme kerja Divisi Hukum agar ditata ulang kembali dengan maksud untuk memperjelas tanggung jawab
proses bisnis maupun output dan outcomes-nya.
Mechanism of action of the Division of Law in order to be reorganized with a view to clarify the responsibilities of
the business process and its outputs and outcomes.
2.
Sumber daya manusia di divisi hukum agar dapat ditingkatkan kapabilitas dan kompetensinya melalui
competency based approach.
Human resources in the legal division to be improved capability and competence through a competency-based
approach.
3.
BWN, agar dapat dipastikan bahwa hal-hal yang terkait dengan perdata dan atau pidana (jika ada) yang terjadi
pada masa lalu sebagaimana laporan BPK sebelumnya dapat diselesaikan dengan baik sebelum dilakukan
langkah-langkah strategik untuk penyehatan perusahaan.
BWN, in order to ensure that matters related to civil and or criminal (if any) that occurred in the past as a previous
CPC report can be completed well before the strategic measures for restructuring the company.
Outsourcing, agar bersama-sama dengan unit kerja bidangnya untuk mempersiapkan alternatif kebijakan
4.
hukum atas pelaksanaan outsourcing sebagaimana diatur dalam Permenakertrans No : 19 tanggal 14 November
2012 tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain.
Outsourcing, so that together with the field unit to prepare for the implementation of policy alternatives legal
outsourcing as set forth in Permenakertrans No: 19 dated 14 November 2012 on the Terms Transfer of Execution
work to other companies.
5.
Unit divisi hukum agar memastikan kembali bahwa kedudukan dan operasional yang terkait dengan unit SPI
benar-benar berada dibawah koordinasi Dirut secara langsung tidak dilimpahkan kepada Wadirut (secara
khusus).
Legal division units in order to ensure that the positions and operational re-associated with the SPI unit actually
under the direct coordination of Managing Director is not delegated to the Vice President Director (in particular).
6.
Sejalan dengan butir 6 (enam), untuk efektifitas proses, output maupun outcomes agar dipersiapkan kebijakan
tertulis dan protokol komunikasi operasional antara SPI dengan unit divisi hukum.
In line with clause 6 (six), to the effectiveness of the process, outputs and outcomes in order to be prepared a written
policy and operational communication protocol between the SPI with the legal division units.
7.
Unit Divisi hukum agar menyampaikan RKAP 2013 unit beserta KPI-nya paling lambat tanggal 11 Januari 2013.
Unit Division CBP 2013 law that deliver on KPIs and its units no later than January 11, 2013.
4 Januari 2013, 23
Januari 2013, 1 Februari
2013, 8 Maret 2013, 6
dan 17 September 2013,
7 Oktober 2013, 1 dan 20
November 2013, dan 17
Desember 2013
Efektivitas Sistem
Pengendalian Internal
8.
Perlunya kebijakan tertulis atas pemasangan, pemilihan media, sarana, iklan baik cetak maupun elektronik.
The need for a written policy for installing, media selection, the means, both print and electronic advertising.
10.
Dashboard, untuk memastikan percepatan proses pengambilan keputusan dan tindak lanjutnya (kualitas dan
evaluasinya) maka corporate secretary wajib memiliki tools secara elektronik / digital yang terkait dengan
penyerahan risalah rapat Direksi, rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi, timetable target kerja sesuai
dengan prinsip-prinsip GCG.
Dashboard, to ensure the acceleration of the process of decision-making and follow-up (quality and evaluation)
then corporate secretary shall have the tools electronically / digitally associated with the delivery of the minutes
of the Board of Directors meeting, a joint meeting of the Board of Commissioners and Board of Directors, in
accordance with the timetable of work targets the principles of good corporate governance .
11.
Agar dibuat laporan dari mulai perencanaan sampai dengan realisasinya, agar bisa dilihat gap-nya seperti
apa, dan akan dibahas dalam kesempatan rapat selanjutnya. Selain itu juga perlu diperhatikan juga dalam halsebagai berikut:
To be made ​​a report from planning to realization, so that the gap can be seen as what it is, and will be discussed in
the next meeting opportunity. It also should be noted in the following:
9.
Agar dipastikan seluruh individu yang ada di unit tersebut me-review dan menandatangani pakta integritas
sesuai dengan sumpah jabatan dan sumpah pengangkatan sebagai pegawai.
To be certain that all individuals in the unit to review and sign the integrity pact in accordance with the oath of
office and oath of appointment as an employee.
Kebutuhan infrastruktur baik itu hardware dan jaringannya,
Infrastructure needs of both the hardware and the network,
b. Kebutuhan SDM dalam mengelolanya,
HR needs to manage,
c. Kebijakan Direksi seperti pengaturan data dan pengaturan administrator,
Directors policies such as setting data and settings the administrator,
d. Anggaran/budget.
Budget / budget.
a.
2013
206
12.
Blueprint proyek SAP dengan RJPP harus selaras, jika suatu waktu salah satunya ada perubahan maka
otomatis merubah keduanya laporan perkembangan usaha disampaikan kepada Dewan Komisaris dengan cara
dimunculkan dalam realisasi laporan manajemen triwulanan. Kemudian konsistensi dari data produksinya bisa
di telusuri.
SAP Project Blueprint with RJPP must be aligned, if there is a one time change automatically change both the
business progress reports submitted to the Board by way of the realization raised quarterly management reports.
Then the consistency of the data production can be tracked.
13.
semua items pd daftar yg perlu ditindaklanjuti tersebut secara jelas dibuatkankan agenda tindak lanjutnya,
termasuk target penyelesaian, pejabat yang bertanggung jawab, dan jadwal pembahasan dengan Komite Audit.
Jadwal tersebut, diusulkan untuk dibahas setiap hari Jumat dan juga dihadiri oleh SPI.
all items that need to be followed up pd list is clearly dibuatkankan agenda follow-up, including a target completion,
responsible officials, and discussion with the Audit Committee schedules. The schedule, proposed to be discussed
every Friday and also attended by SPI.
14.
audit dilakukan sesuai sumber daya yang dimiliki, risiko auditee yang besar, dan yang mempunyai dampak
besar (mendasar). Juga untuk meningkatkan komunikasi antara sesama auditor di seluruh Indonesia sehingga
mempercepat auditor untuk memahami modus operandi yang terjadi. audit conducted in accordance owned resources, risk auditee great, and that has a huge impact (basic). Also
to improve communication among auditors in Indonesia thereby accelerating the auditor to understand the
modus operandi that occurred.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
2.
Program Kerja
Pelaksanaan
Tanggal
Work Program
Implementation
Date
Laporan Keuangan
disajikan secara wajar
sesuai dengan PSAK
1. Laporan Arus Kas wajib bersifat direct sekaligus untuk penyiapan pelaporan kas dalam rangka persiapan IPO.
Cash Flow Statement shall be direct as well as to the preparation of reporting cash in preparation for the IPO .
4 dan 23 Januari 2013,
1 dan 22 Februari 2013,
8 Maret 2013, 23 Mei
2013, 1 November 2013,
3 dan 27 Desember
2013.
Financial statements
are presented fairly in
accordance with PSAK
2. Perlu dibuat daftar risiko yang bisa menghambat proyek SAP, agar nantinya bisa dilihat bisa dilihat apa yang harus
dilakukan oleh Komite Audit atau Dewan Komisaris untuk membantu.
It needs to make a list of the risks that could impede the SAP project , so that later can be seen can be seen what
is to be done by the Audit Committee or the Board of Commissioners for help .
3. Dalam RJP manajemen perlu mengajukan approval untuk IPO bahwa pengembangannya tetap berjalan, untuk
pendanaannya sendiri bagaimana jumlahnya dan bagaimana menyelesaikan cluster-cluster-nya.
In RJP management need to ask approval for an IPO that development continue, for themselves how the funding
amount and how to resolve their clusters .
4. Akun-akun yang akan di reclass agar dimunculkan dalam laporan keuangan dan agar diberi tanda suapaya terlihat
akun mana yang di reclass.
The accounts to be in order to reclass appear in the financial statements and that are marked suapaya which
accounts visible in reclass .
5. agar dilakukan sosialisasi yang lebih baik terhadap para user di seluruh Indonesia, bila perlu dibuatkan buku
saku/pedoman praktis untuk mempermudah user dalam memahami SAP.
that performed better socialization to the users in Indonesia , where necessary made ​​pocket books / practical
guidelines to facilitate the user in understanding SAP .
6. Terkait COA, terdapat kendala, ada 2 hal yaitu pembangunan dan implementasi ERP dan sosialisasi COA. Jika terjadi perbaikan mendasar dari COA untuk RKAP.
Related COA , there are obstacles , there are two things: the development and implementation of ERP and socialization COA . If there is a fundamental improvement of the COA to CBP .
7. Komite Audit menargetkan agar bulan Juli sudah mulai disusun RKAP tahun 2013, tetapi Mundur 4 bulan dan
disarankan agar melakukan kontak dengan BPKP untuk mereviu COA atau memanggil konsultan E&Y.
The Audit Committee is targeting in order to have started in July 2013 compiled CBP , but Backtrack 4 months
and suggested that contact with the BPK to review the COA or call consultants E&Y.
8. Terdapat kendala lain yaitu Implementasi SAP belum selesai, sedangkan COA sudah selesai. Sedangkan menurut
update terakhir, Senin tanggal 10 Desember 2012 validasi final COA oleh konsultan Harry Eddy.
There are other constraints that SAP Implementation unfinished , while the COA has been completed . Meanwhile, according to the last update , Monday, December 10, 2012 date of final validation by the consultant
Harry Eddy COA .
9. Melakukan pengecekan terhadap asset-aset PT Pos Indonesia (Persero) yang akan dihapusbukukan ataupun dipindahtangankan sesuai dengan arahan Dewan Komisaris.
To check the assets of PT Pos Indonesia ( Persero ) which will be written off or transferred in accordance with
the direction of the Board of Commissioners .
3.
Efektivitas Satuan
Pengawasan Intern
1. Program kerja SPI tahun 2013 harus dilaksanakan semaksimal mungkin dengan memperhatikan aturan-aturan
yang berlaku.
SPI 2013 work program should be implemented as much as possible with due regard to the rules applicable.
2. Komite Audit belum menerima Laporan realisasi PKPT triwulan 3 dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Ketua
Komite Audit mengingatkan jika ada clossing audit disuatu waktu, maka Komite Audit diikutsertakan dan mohon
jadwal exit meeting-nya disampaikan kepada Dewan Komisaris cq Komite Audit.
The Audit Committee has not received a report on the third quarter PKPT and Audit Reports (LHP). Chairman
of the Audit Committee warned if there is Closing the audit sector in time, the Audit Committee included and
beg his exit meeting schedule submitted to the Audit Committee of the Board of Commissioners in this case.
10 Mei 2013 , 17 dan 24
Desember 2013,
3. Posisi SPI yang berhubungan langsung dengan BPKP tidak berjalan, karena yang berjalan adalah BPKP berkomukasi dengan Divisi Manajemen Risiko dan GCG.
SPI positions directly related to the BPK is not running, because running is to communicate to BPK and GCG
Risk Management Division.
4. Perlu ada tindakan tegas untu mengatasi pegawai yang tidak disiplin salah satunya menggunakan absensi berbasis
IT sehingga bisa diawasi secara terus menerus. Untuk aplikasi dan database nya dapat bekerjasama dengan bagian
Teknologi dan anak perusahaan PT BWN.
There should be strict action untu addressing employee discipline is not one of them using IT based attendance
so that it can be monitored continuously. For an application and its database can work with parts and technology subsidiary PT BWN.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
207
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
4.
Program Kerja
Pelaksanaan
Tanggal
Work Program
Implementation
Date
1. Evaluasi kinerja KAP Kosasih atas audit Laporan Keuangan tahun buku 2012 dilakukan oleh Komite Audit
dengan hasil menggunakan kertas kerja Komite Audit, bahwa KAP Kosasih Nurdiyaman Tjahjo dan Rekan di
rekomendasikan untuk melakukan audit Laporan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Tahun Buku 2013.
Evaluation of the performance of the firm over audits Kosasih Financial Statements financial year 2012 conducted
by the Audit Committee with the results of using the paper work of the Audit Committee , that the KAP Kosasih
Nurdiyaman Tjahjo and colleague recommended to audit the financial statements of PT Pos Indonesia ( Persero )
Year Book 2013.
10 Juni 2013, 5 Juli 2013,
19 Agustus 2013, 13
September 2013,
Efektivitas
Independen Auditor
(KAP)
Effectiveness of
Independent Auditors
(KAP)
2. Penunjukkan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang melakukan audit atas Laporan Keuangan PT Pos Indonesia
(Persero) tahun buku 2013 dilakukan dengan cara lelang sesuai dengan risalah RUPS Nomor: Ris-44/
D3.MBU/2013 tanggal 21 Mei 2013 bahwa “melimpahkan kewenangan dan memberikan kuasa kepada Dewan
Komisaris menetapkan Kantor Akuntan Publik sebagai auditor independen untuk melaksanakan general audit
atas Laporan Keuangan Perseroan Tahun 2013 serta menetapkan besarnya honorarium dan persyaratan lainnya
dalam penetapan Kantor Akuntan Publik tersebut”. Dalam proses penunjukkannya Komite Audit mengacu pada
Term Of Reference (TOR) yang ditandatangani bersama oleh Anggota Dewan Komisaris selaku Ketua Komite Audit
dan Direktur Keuangan selaku pemberi kerja dan disertai dengan Engginer Estimate-nya.
Appointment of Public Accounting Firm ( KAP ) who audit the financial statements of PT Pos Indonesia ( Persero )
fiscal year 2013 conducted by auction in accordance with the minutes of the AGM No. : Ris-44/D3.MBU/2013 dated
May 21, 2013 that “ delegate authority and authorize the Board of Commissioners set a public accounting firm as an
independent auditor to conduct a general audit of the Financial Statements of the Company in 2013 and to determine
the fee and other requirements in the determination of the public accounting firm “ . In the process of appointment of
the Audit Committee refers to the Term of Reference ( TOR ) signed jointly by the Board of Commissioners as Chairman
of the Audit Committee and the Director of Finance as an employer and accompanied by his engginer Estimate .
3. Penilaian KAP dalam evaluasi teknis ini agar tidak dilakukan dengan cara kualitatif, karena hal tersebut tidak akan
subyektif. Jadi penilaiannya ini agar dilakukan dengan jelas, beserta alasan yang kuat.
KAP assessment in the technical evaluation is done in a way that is not qualitative , because it will not subjective. So
this judgment made ​​clear that , along with good reason .
5.
Kesesuaian dengan
ketentuan yang
berlaku
Compliance with
applicable regulations
4. Dalam pelaksanaannya KAP melaporkan progresnya setiap 4 (empat) minggu sekali kepada Komite Audit.
In the implementation of KAP report progress every 4 ( four ) weeks to the Audit Committee .
1. Personil Komite sebanyak 2 (dua) orang.
Personnel Committee 2 (two) persons.
2. Mereviu dan memberikan tanggapan atas laporan manajemen berkala PT Pos Indonesia (Persero).
Reviewing and responding to periodic management report of PT Pos Indonesia (Persero).
3. Mereviu dan memberikan tanggapan atas laporan auditor eksternal.
Reviewing and responding to the report of the external auditor.
5 April 2013, 17 dan
28 Mei 2013, 4 Oktober
2013, 8 dan 28 November 2013,
4. Membantu tugas-tugas tambahan Dewan Komisaris, seperti pengecekan atas penghapusan asset, review berbagai
risiko.
Helping the additional duties of the Board of Commissioners, as checks on the abolition of assets, review of various
risks.
6.
Reviu Rencana Jangka
Panjang dan RKAP
Review of the Long
Term Plan and CBP
1.
Harus adanya linkage antara RKAP tahunan terhadap RJP, terlebih terhadap RJP 2012-2016 yang sudah
sepatutnya disempurnakan terus secara berkala.
Should the existence of linkage between the annual CBP to CPR, first to CPR 2012-2016 which has been duly
perfected continue periodically.
2.
Mengawal proses penyusunan RKAP dan memberikan tanggapan terhadap RKAP tahun 2013.
Oversee the process of preparation of CBP and CBP provide feedback to the year 2013.
3.
Mengawal penyusunan dan kewajaran Rencana Jangka Panjang Perusahaan, khususnya dengan tujuan adanya
kesesuaian antara RJPP dengan RKAP.
Oversee the preparation of the Long Term Plan and the reasonableness of the Company, particularly with the goal
of compatibility between RJPP with CBP.
Kantor Pos Fatahillah
Fatahillah Post Office
2013
208
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
11 Januari 2013, 1 Februari 2013, 11 Desember
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Internal Audit Committee Meeting Agenda
Agenda Rapat Internal Komite Audit
No
1
2
3
4
Agenda Rapat
Keterangan
Penyusunan Program Kerja Komite Audit tahun 2013,
Preparation of Work Program Committee in 2013,
Penyusunan Tanggapan atas Laporan Manajemen Triwulanan dan Tahunan tahun buku
2013,
Preparation of Response to the Quarterly and Annual Management Report financial year 2013,
Penyusunan Term of Reference (TOR) untuk pengadaan KAP tahun buku 2012,
The preparation of Terms of Reference (TOR) for the procurement of books KAP year 2012,
Penyusunan Tanggapan atas RKAP dan RJP,
Preparation of Response to CBP and CPR,
Tanggal 4 Januari 2013
Tanggal 15 Maret 2013, tanggal 5 April 2013, 6
September 2013, 8 November 2013
Tanggal 5 Juli 2013
Tanggal 8 November 2013
5
Preparation of Periodic Reports to the Board,
Tanggal 24 Desember 2013
6
Preparation of the report on the special assignment from the Board of Commissioners.
Penyusunan Laporan atas penugasan khusus dari Dewan Komisaris.
Tanggal 28 November 2013
Penyusunan Laporan Periodik kepada Dewan Komisaris,
Penjelasan Mengenai Piagam Komite Audit
(Committee Audit Charter)
Explanation Regarding Audit Committee
Charter ( Charter of the Audit Committee )
Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit
telah diperlengkapi dengan Piagam Komite Audit
yang disahkan oleh Dewan Komisaris pada bulan
Oktober 2009. Piagam ini berisi Latar Belakang
Dibentuknya Komite Audit, Visi, Misi dan Tujuan,
Struktur Organisasi, Keanggotaan, Masa Jabatan,
Tugas Wewenang dan Kewajiban, Program Kerja
Tahunan, Pelaksanaan Program Kerja Tahunan,
Rapat, Pelaporan, Tindak Lanjut Rekomendasi.
In performing its duties, the Audit Committee
has been equipped with the Audit Committee
Charter adopted by the Board of Commissioners in
October 2009. This charter contains Background
The establishment of the Audit Committee, Vision,
Mission and Goals, Organizational Structure,
Membership, Term of Office, Duties Powers
and Duties, Annual Work Program, Annual
Implementation Work Program, Meetings,
Reporting, Follow-up Recommendations .
Profil Komite Audit
Profile of Committee Audit
Nama
Kewarganeraan
Tempat/Tanggal Lahir
Jalan Beton No. 28 Jakarta 13210
Email
[email protected]
Nama
Kandi Sofia Senastri Dahlan
Kewarganeraan
Tempat/Tanggal Lahir
Nation
Birth/Place
Jakarta, 12 Mei 1960
Alamat
Telepon
Name
Prihartono
Warga Negara Indonesia
Personal Address
Phone
+62.21.4891459
Email
Name
Nation
Warga Negara Indonesia
Birth/Place
Bandung, 25 Juni 1965
Perempuan
Gender
(062) 08121028845
Phone
Email
[email protected]
Email
Nama
M Farkhan Supriyadi
Name
Jenis Kelamin
Telepon
Kewarganeraan
Tempat/Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Email
Nation
Warga Negara Indonesia
Brebes/24 April 1974
Birth/Place
[email protected]
Phone
Gender
Laki-laki
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
209
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Risiko
2. Business Risk Management Oversight
Committee and Investment (KPMRUI)
Pembentukan Komite Pemantau Manajemen
Risiko Usaha dan Investasi (KPMRUI) merupakan
salah satu langkah penting untuk mewujudkan
sistem dan pelaksanaan pengawasan yang
kompeten dan independen dan dalam rangka
menerapkan tata kelola perusahaan yang baik
sesuai dengan prinsip-prinsip GCG yang berlaku
dan terhadap risiko-risiko usaha maupun
investasi. KPMRUI Dewan Komisaris dibentuk
sejak tahun 2012 berdasarkan Keputusan
Dewan Komisaris Nomor: 113/Dekom/0212
tanggal 16 Februari 2012 tentang Pembentukan
Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan
Investasi. Pembentukan tersebut mengacu pada
Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-103/
MBU/2002 tgl 4 Juni 2002 dan telah diperbaharui
dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor:
PER-05/MBU/2006 tgl 20 Desember 2006
tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik
Negara serta di perbaharui kembali dengan
Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: Per12/MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang
Organ Pendukung Dewan Komisaris BUMN.
Formation of Business Risk Management
Oversight Committee and Investment (KPMRUI) is
one important step towards the implementation
of the system and a competent and independent
oversight and in order to implement good
corporate governance in accordance with good
corporate governance principles applicable and
the business risks and investment. KPMRUI BOC
was formed in 2012 by decision of the Board of
Commissioners Number: 113/Dekom/0212 dated
February 16, 2012 concerning the Establishment
of Enterprise Risk Oversight Committee and
Investment Management. The formation refers to
the Decree of the Minister of SOEs Number: KEP103/MBU/2002 date of June 4, 2002 and was
amended by Regulation of the Minister of State
Owned Enterprises No.: PER-05/MBU/2006 date
of December 20, 2006 on the Audit Committee
for State-Owned Enterprises and updated again
with the Regulation of the Minister of State
Owned Enterprises No.: Per-12/MBU/2012 dated
August 24, 2012 on Organ Support BOC SOE.
Tujuan Pembentukan Komite Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
The purpose of the Establishment of the
Business
Risk
Management
Oversight
Committee and Investment
Tujuan
pembentukan
Komite
Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
Dewan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero)
adalah untuk membantu Dewan Komisaris
melakukan
review
dan
evaluasi
atas
kelayakan ekonomis rencana investasi yang
diajukan oleh manajemen PT Pos Indonesia
(Persero) serta identifikasi berbagai risiko
yang relevan beserta langkah-langkah untuk
mitigasi risiko usaha dan investasi tersebut.
The purpose of the establishment of the Business
Risk Management Oversight Committee and
the Investment Board of Commissioners of PT
Pos Indonesia (Persero) is to assist the Board
of Commissioners to review and evaluate the
economic feasibility of the investment plan
submitted by the management of PT Pos
Indonesia (Persero) as well as the identification
of relevant risks as well as step-measures to
mitigate the risk of business and investment.
Persyaratan Anggota Komite Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
Requirements Oversight Committee Member of
Business Risk Management and Investment
Sesuai dengan Pedoman Kerja KPMRUI,
anggota KPMRUI Perseroan dipersyaratkan
harus memiliki integritas yang baik dan
pengetahuan serta pengalaman kerja yang
In accordance with the Employment Guidelines
KPMRUI, KPMRUI members of the Company are
required to have good integrity, knowledge and
work experience in the field of considerable effort
2. Komite Pemantau Manajemen
Usaha dan Investasi (KPMRUI)
2013
210
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Pembayaran BLSM
BLSM Service
cukup di bidang risiko usaha dan investasi;
tidak memiliki kepentingan keterkaitan pribadi
yang dapat menimbulkan dampak negatif
dan konflik kepentingan terhadap Perseroan
dan mampu berkomunikasi secara efektif.
and investment risk; does not have a personal
relationship interests that may have a negative
impact and conflict of interest against the
Company and are able to communicate effectively.
Kompetensi dan Keahlian Anggota KPMRUI
The competence and expertise of the members
of the KPMRUI
Sesuai
dengan
Pedoman
Kerja
Komite
Pemantau Manajeemn Risiko Usaha dan
Investasi, anggota KPMRUI PT Pos Indonesia
(Persero), salah seorang anggota Komite harus
memiliki latar belakang pendidikan keuangan
(minimal S1) dan memahami proses bisnis di
Perseroan serta memahami manajemen resiko.
In accordance with the guidelines of the Work
of the Supervisory Committee of the Manajeemn
business risk and investment KPMRUI, a member of
PT Pos Indonesia (Persero), one of the members of
the Committee should have a financial educational
background (minimum Bachelor’s degree) and
understand business processes in the company as
well as the understanding of risk management.
Pengangkatan dan Pemberhentian KPMRUI
The appointment and dismissal of KPMRUI
Anggota Komite Pemantau Manajemen Risiko
Usaha dan Investasi diangkat atau diberhentikan
oleh Komisaris Perusahaan berdasarkan saran/
usulan dari Ketua Komite. Pemberhentian
Anggota Komite dilakukan apabila jabatannya
telah berakhir, mengundurkan diri, berhalangan
tetap dalam melaksanakan tugasnya, atau
sebab-sebab lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Member of the Supervisory Committee’s risk
management efforts and Investments are
appointed or dismissed by the Commissioner on
a suggestion/proposal from the Chairman of
the Committee. The dismissal of members of the
Committee do when his term is over, resigned,
unable to remain in the discharge of his duty, or
other reasons in accordance with the applicable.
Komposisi
Composition
Ketua dan Anggota KPMRUI ditetapkan Dewan
Komisaris yang mengacu pada Peraturan
Menteri Negara BUMN Nomor: PER-05/
MBU/2006 tgl 20 Desember 2006 tentang
Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara
serta di perbaharui kembali dengan Peraturan
Menteri Negara BUMN Nomor: Per-12/
MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang
Organ Pendukung Dewan Komisaris BUMN.
Adapun susunan KPMRUI adalah sebagai berikut:
The Chairman and members of Board of
Commissioners set KPMRUI which refers to the
regulation of the Minister of State-OWNED
ENTERPRISES number: PER-05/MBU/2006 date of
20 December 2006 regarding the Audit Committee
for State-owned enterprises as well as updated back
to the regulation of the Minister of State-OWNED
ENTERPRISES
number:
Per-12/MBU/2012
August 24, 2011 Board of Commissioners
Support Organs of STATE-OWNED ENTERPRISES.
As for the order of KPMRUI is as follows:
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
211
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
JABATAN
NAMA
Position
Ketua KPMRUI
Head KPMRUI
Anggota KPMRUI
Member KPMRUI
Anggota KPMRUI
Member KPMRUI
2013
:
:
:
Name
Bambang Widianto
Riko Hendrawan
Rofikoh Rokhim
Keputusan Dewan Komisaris
BOC Decision
119/Dekom/0212
666/Dekom/1112
778/Dekom/1213
666/Dekom/1112
778/Dekom/1213
November 2012 s.d now
Periode
Period
Nopember 2012 s.d sekarang
November 2012 - now
Nopember 2012 s.d sekarang
November 2012 - now
November 2012 s.d sekarang
November 2012 - now
Wewenang dan Tanggung Jawab
Authority and responsibility
Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan
Investasi bertanggung jawab :
1. Mengevaluasi
Sistem
dan
Prosedur
Perencanaan Investasi dan Risiko Usaha,
termasuk pendekatan dan metoda yang
digunakan dalam menyusun study kelayakan
Investasi dan Risiko Usaha serta memberikan
saran perbaikan yang diperlukan.
2. Mengevaluasi segala resiko yang relevan
atas rencana Investasi Usaha yang diajukan
oleh Direksi.
3. Dan tugas-tugas lainnya yang berkaitan
dengan Investasi dan Risiko Usaha atas dasar
penugasan tertentu dari Dewan Komisaris.
Monitoring Committee risk management efforts
and responsible Investment:
1. Evaluating the systems and procedures of
the investment and risk Planning efforts,
including the approach and methods used in
drawing up the feasibility study of investment
and business risk as well as give advice on
improvements required.
2. Evaluate all relevant risks of Venture
investment plan proposed by the Board of
Directors.
3. And other duties related to the investment
and business risk on the basis of a specific
assignment from the Board of Commissioners.
KPMRUI berwenang :
1. Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha
dan Investasi berhak memperoleh akses data
dan informasi yang dibutuhkan secara tepat
waktu dan lengkap dalam melakukan review
dan evaluasi rencana Investasi dan Risiko
Usaha perusahaan. Dalam hal ini Direksi
bertanggungjawab untuk memastikan agar
data dan informasi yang dibutuhkan dapat
diberikan kepada Dewan Komisaris secara
tepat waktu dan lengkap (sebagaimana
tertuang dalam Kepmen BUMN No. Kep01/M-MBU/2011, bagian ketujuh pasal 18).
KPMRUI authorities:
1. Monitoring Committee risk management
efforts and Investments are entitled to gain
access to the data and information required
in a timely and complete the review and
evaluation of the investment plan and the
company’s business risk. In this case the
Board of Directors is responsible for ensuring
that the data and information required may
be granted to the Board of Commissioners in
a timely and complete (as stated in Kepmen
STATE-OWNED ENTERPRISES No. Kep-28/MMBU/2011, the seventh part of article 18).
212
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2. Komite Pemantau Manajemen Risiko
Usaha dan Investasi berhak mengundang,
menghadirkan dan melakukan koordinasi
dengan Unit/Divisi Risk Management/
Manajemen Risiko usaha dan Investasi PT
POS INDONESIA (PERSERO) yang dibentuk
oleh Direksi untuk memperoleh data dan
informasi tambahan yang dibutuhkan
dalam melakukan review dan evaluasi
rencana Investasi dan Risiko Usaha.
3. Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha
dan Investasi dapat menggunakan tenaga
ahli atau advisor dalam memperoleh
masukan untuk melengkapi saran dan
pendapat Komite Pemantau Manajemen
Risiko Usaha dan Investasi, atas beban
biaya
perusahaan
setelah
mendapat
persetujuan
dari
Dewan
Komisaris.
Dalam melaksanakan wewenang sebagaimana
butir diatas, Komite Pemantau Manajemen
Risiko Usaha dan Investasi perlu mendapat
dukungan sepenuhnya dari Unit Unit/Divisi
Risk Management/Manajemen Risiko usaha
dan Investasi yang dibentuk oleh Direksi.Setiap
risalah rapat yang dibuat dalam Rapat KPMRUI
dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,
dilaporkan kepada Dewan Komisaris disertai
dengan pendapat dan usulan, jika ada halhal yang perlu mendapat perhatian Dewan
Komisaris. Komite memiliki wewenang untuk
mengakses catatan atau informasi Perseroan.
2.
3.
Monitoring Committee risk management
efforts and Investments reserves the right
to invite, present and make coordination
with the Unit/Division of Risk Management/
risk management effort and investment
of PT POS INDONESIA (PERSERO) which
was formed by the Board of Directors to
acquire additional data and information
needed to conduct a review and evaluation
of investment plans and business risk.
Monitoring Committee risk management
efforts and Investments can make use of
experts or advisors in obtaining input
to complement the advice and opinion
of the Supervisory Committee’s risk
management efforts and investments, the
company’s expenses after obtaining the
approval of the Board of Commissioners.
In exercising the authority as grain above, the
Committee Monitors management of business
risk and investment needed to support the
Unit completely from the Unit/Division of Risk
Management/risk management effort and
Investment which is formed by the Board of
Directors. each tractate being made in meeting
the meeting of KPMRUI in the carrying out of
duties and its functions, reported to the Board
of Commissioners is accompanied by opinions
and proposals, if there are things that need
to get attention of Board of Commissioners.
The Committee has the authority to access
the records or information of the company.
Prangko Edisi Shio Ular
Snake Shio Stamp Edition
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
213
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Program Kerja Komite Pemantau Manajemen
Risiko Usaha dan Investasi
No
1
Program Kerja
Melakukan Reviu atas Penyusunan,
Implementasi dan Monitoring Manajemen
Risiko di PT Pos Indonesia
Melakukan Reviu atas Penyusunan,
Implementasi dan Monitoring Investasi di PT
Pos Indonesia
Conducting the review above Formulation,
Implementation and Monitoring Investment in
PT Pos Indonesia
3
4
Melakukan Reviu atas Rencana Jangka Panjang
dan RKAP PT Pos Indonesia
1.
Mengadakan Pertemuan bulanan dengan unit Manajemen Risiko Perusahaan untuk memastikan road map pengelolaan
risiko PT Pos Indonesia.
Hold monthly meetings with the Company’s Risk Management unit to ensure risk management road map of PT Pos
Indonesia.
2.
Mengadakan Pertemuan Triwulanan dengan Unit Manajemen Risiko Perusahaan berkaitan dengan progress
pengelolaan risiko di PT Pos Indonesia
Quarterly Meetings with Corporate Risk Management Unit with regard to progress in risk management of PT Pos
Indonesia
3.
Memberikan rekomendasi mengenai pengelolaan risiko di PT Pos Indonesia
Provide recommendations on the management of risk in PT Pos Indonesia
1.
Mengadakan Pertemuan bulanan dengan unit Pengelola Investasi untuk memastikan berjalannya pengelolaan
investasi yang baik.
Hold monthly meetings with business unit management investments to ensure the passage of a good investment.
2.
Mengadakan Pertemuan Triwulanan dengan unit Pengelola Investasi untuk memastikan daya serap investasi
berjalannya baik
Quarterly Meetings with business units to ensure absorption Investment investment goes well
3.
Memberikan rekomendasi mengenai pengelolaan investasi di PT Pos Indonesia
Provide recommendations on the management of the investment in PT Pos Indonesia
1.
Melakukan Reviu terhadap RJPP dan RKAP PT Pos Indonesia
Conducting the Review of the CBP RJPP and PT Pos Indonesia
2.
Mengadakan pertemuan Triwulanan dengan unit penyusun dan pengimplementasi RJPP dan RKAP
Quarterly meetings held with the constituent units and implementers RJPP and CBP
3.
Memberikan rekomendasi mengenai pengelolaan investasi di PT Pos Indonesia
Provide recommendations on the management of the investment in PT Pos Indonesia
1.
Melakukan reviu terhadap laporan manajemen triwulanan yang berhubungan dengan manajemen risiko dan investasi
Perform a review of the quarterly management reports relating to risk management and investment
2.
Memberikan rekomendasi terhadap laporan manajemen triwulanan yang berhubungan dengan manajemen risiko dan
investasi
Provide recommendations to the quarterly management reports relating to risk management and investment
Melakukan ‘”capacity building” Komite Pemantau Risiko Usaha dan Investasi
1.
Mengikuti Kegiatan Seminar
Following the Seminar Event
2.
Mengikuti Sertifikasi
Following Certification
3.
Menjadi Anggota Profesi
Become a Professional Member
Doing ‘”capacity building” Business Risk Oversight Committee and Investment
2013
Activity
Melakukan Reviu atas Laporan Manajemen
PT Pos Indonesia
Conducting the Review over the Long Term Plan
and CBP PT Pos Indonesia
5
Aktivitas
Work Program
Conducting the review above Formulation,
Implementation and Monitoring of Risk
Management in PT Pos Indonesia
2
Work programme of the Supervisory Committee
of the Business and Investment Risk Management
Independensi Anggota Komite Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
Independence of the Members of the
Supervisory Committee of the Business and
Investment Risk Management
Mengacu pada kebijakan Menteri Negara BUMN
No : S-375/MBU.Wk/2011 tgl 5 Desember 2011,
Anggota Komite bukan berasal dari karyawan
Pos Indonesia. Disamping itu semua Anggota
Komite tidak memiliki hubungan keluarga dan
keuangan dengan sesama anggota Komite Audit,
Dewan Komisari dan Direksi.
Referring to the policy of the Minister of Stateowned enterprises no.: S-375/MBU.Wk/2011
date 5 December 2011, a member of the Postal
employees did not come from Indonesia. In
addition, all members of the Committee does not
have any family relationship with a fellow Member
of the finance and Audit Committee, the Board of
Commissioners and Board of Directors.
214
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Laporan Komite Pemantau Manajemen Risiko
Usaha dan Investasi
Report of the Supervisory Committee of the
Business and Investment Risk Management
Rapat Komite Pemantau Manajemen Risiko
Usaha dan Investasi
Meetings of the Supervisory Committee of the
Business and Investment Risk Management
Selama tahun 2013, KPMRUI telah melakukan
rapat internal sebanyak 2 kali yang dihadiri
seluruh anggota Komite.
During the years 2013, KPMRUI has conducted
internal meeting twice which was attended by all
the members of the Committee.
Nama
Jabatan
Name
Position
Bambang Widianto
Ketua KPMRUI/ Chairman of KPMRUI
Riko Hendrawan
Anggota KPMRUI*) KPMRUI Committee Member*
Rofikoh Rokhim
Anggota KPMRUI**) KPMRUI Committee Member**
Selain pertemuan dengan Komisaris, KPMRUI
juga mengadakan pertemuan/rapat dengan
Auditor Eksternal dan Biro/Bagian yang diadakan
sesuai dengan Program kerja dan kebutuhan.
Selain rapat tersebut, KPMRUI juga mengikuti
rapat internal Dewan Komisaris sebanyak 13
kali. KPMRUI juga melaksanakan kunjungan
rutin ke unit kerja bersama-sama Komisaris.
Kantor Pos Rengat 29300
Rengat 29300 Post Office
Kehadiran
2
1
1
%
100
50
50
In addition to meeting with the Commissioners,
KPMRUI also convene meetings with the External
Auditor and the Bureau/parts are held in accordance
with the work programme and the needs. In
addition to these meetings, KPMRUI also follows
an internal Board of Commissioner meetings as
much as 13 times. KPMRUI also carries out regular
visits to units working together Commissioners.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
215
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Prosedur Penetapan Remunerasi Komite
Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan
Investasi
Determination of the Remuneration Committee
of the supervisory Procedures of Risk
Management Efforts and Investments
Besarnya remunerasi Komite Audit berpedoman
pada Peraturan Menteri BUMN No: PER-12/
MBU/2012 tentang Organ Pendukung Dewan
Komisaris BUMN, yang menyatakan bahwa
honorarium Anggota KPMRUI sebesar maksimal
20% dari gaji Direktur Utama. Anggota Dewan
Komisaris yang merangkap menjadi Ketua/
Anggota KPMRUI tidak diberikan penghasilan
tambahan selain penghasilan sebagai Anggota
Dewan Komisaris.
Remuneration Committee Audit of STATEOWNED ENTERPRISES based on Ministerial
Regulation No.: PER-12/MBU/2012 Support
Organ of the Board of Commissioners of
STATE-OWNED ENTERPRISES, which States
that a maximum of KPMRUI members of the
honorarium of 20% of the salary of the President
Director. Member of the Board of Commissioners
and interim Chairman/Member KPMRUI not
given additional income other than earnings
as a member of the Board of Commissioners.
Remunerasi Komite Pemantau Manajemen
Risiko Usaha dan Investasi
Remuneration of the Supervisory Committee of
the Business and Investment Risk Management
Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Nomor 666/Dekom/1112 tanggal 14 November
2012 dan 778/Dekom/1213 tanggal 2 Desember
2014 tentang Pengangkatan Anggota KPMRUI
PT Pos Indonesia (Persero), Anggota KPMRUI
mendapat honor sebesar 20% dari gaji Direktur
Utama, dengan besaran yang diterima di tahun
2013 yaitu Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta
rupiah) per bulan dan remunerasi lain sesuai
ketentuan Perseroan.
In accordance with the decision letter of the
Board of Commissioners No. 666/Dekom/1112
14 November 2012 and 778/Dekom/1213 on
2 December 2014 regarding the appointment
of members of the KPMRUI PT Pos Indonesia
(Persero), Member of the KPMRUI got the honor
of 20% of the salary of the President Director,
with an accepted quantity in 2013 i.e. Rp.
17.000.000-(seventeen million rupiah) per month
and other remuneration in accordance with the
company.
Kantor Pos Kota Tua, Jakarta Barat
Old City, West Jakarta, Post Office
2013
216
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
1.
Kegiatan dan Realisasi Tahun 2013
Activities and Realization of 2013
Kegiatan dan hasil kerja KPMRUI selama tahun
2013 dibandingkan dengan Program kerja/
rencananya, dapat digambarkan sebagai berikut :
The activities and results of work of
KPMRUI during 2013 compared to the work
programme/plan, can be described as follows:
Program Kerja/ Work Program
Reviu atas Penyusunan, Implementasi dan
Monitoring Manajemen Risiko di PT. Pos
Indonesia (Persero)
Review for the Preparation, Implementation and Monitoring of Risk Management
at PT. Pos Indonesia (Persero)
Tanggal/Date
Pelaksanaan/ Implementation
1. Divisi Manajemen Risiko dan GCG diminta agar membuat roadmap terkait
dengan Pengelolaan Risiko Perusahaan di PT Pos Indonesia (Persero);
GCG Risk Management Division and asked to create a roadmap associated with Risk
Management company PT Pos Indonesia (Persero);
2. proses identifikasi risiko perusahaan secara keseluruhan dapat diselesaikan
sampai dengan akhir tahun 2013 (bulan Desember 2013). Rencana pelaksanaan
identifikasi risiko diharapkan dapat dilaporkan kepada Komite, prosesnya
dimulai dari objektif corporate, serta diharapkan juga ada pemisahan antara
risiko operasional dengan non operasional.
the company’s overall risk identification can be completed until the end of 2013
(December 2013). Plan for the implementation of risk identification is expected to
be reported to the Committee, the process starts from the corporate objective, and
is expected also no separation between operational and non operational risk.
3. Acuan dasar yang digunakan dalam proses identifikasi risiko diharapkan
berdasarkan pada tujuan perusahaan selama 5 (lima) tahun kedepan
sebagaimana yang tertera dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Baselines used in the risk identification process is expected based on the objectives
of the company for 5 (five) years as stated in the Company’s Long-Term Plan
(RJPP).
26 Maret 2013,
30 April 2013,
31 Juli 2013, 20
Agustus 2013, 13
September 2013,
17 Oktober 2013,
25 November
2013
March 26, 2013,
30 April 2013,
July 31, 2013,
August 20, 2013,
13 September
2013, 17
October 2013, 25
November 2013
4. Divisi MR & GCG disarankan untuk mengadakan workshop bagi SVP dan VP
di PT Pos Indonesia (Persero) tentang manajemen risiko yang diberikan oleh
narasumber yang berkompeten di bidang Manajemen risiko tersebut.
Division of MR and GCG are advised to conduct a workshop for SVP and VP of PT
Pos Indonesia (Persero) on risk management given by speakers who are competent
in the field of risk management.
5. Proses pengadaan Konsultan agar dapat diteruskan dan diharapkan workshop
bagi para SVP & VP telah dilakukan sebelum pengadaan ulang konsultan
manajemen risiko.
Consultant procurement process is expected to be forwarded and workshops for
the SVP & VP has been done before re procurement risk management consultant.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
217
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja/ Work Program
2.
Reviu atas Penyusunan, Impelementasi
dan Monitoring Investasi di PT. Pos Indonesia (Persero)
Review for the Preparation, Implementation and Monitoring Investment in PT. Pos
Indonesia (Persero)
Pelaksanaan/ Implementation
Usulan Debt to Equity Swap (DES) PT BWN/Proposed Debt to Equity Swap ( DES
) PT BWN
1. Komite meminta hasil audit yang dilakukan oleh BPK terkait dengan PT Bhakti
Wasantara Net dan minta dipertemukan dengan konsultan E&Y untuk berdiskusi terkait kajiannya terhadap PT Bhakti Wasantara Net tersebut.
The Committee requests the results of an audit conducted by the CPC associated
with PT Bhakti Wasantara Net and asked to meet with the consultant E & Y to
discuss studies related to PT Bhakti Wasantara the Net .
2. PT Pos Indonesia diminta untuk menyampaikan kembali rencana kerja rinci dan
prospek ke depan seandainya DES dilaksanakan.
PT Pos Indonesia was asked to submit a detailed work plan and return prospects
ahead if DES implemented .
3. Beberapa isu yg diminta untuk di sampaikan adalah Laporan Valuation nilai
dari PT BWN. Dengan adanya valuation memungkinkan PT BWN untuk dapat
ditawarkan ke mitra strategis dalam rangka konsolidasi BUMN. Misalnya dengan
melibatkan PT Telkom sebagai mitra strategis.
Some issues that are required to convey is the value of PT Valuation Report BWN
. With the valuation allow PT BWN to be offered to a strategic partner in order to
consolidate SOEs . For example, by involving PT Telkom as a strategic partner .
4. Perlu dilakukan kajian Business plan PT BWN jika menggunakan Debt to Equity Swap dan jika tidak menggunakan Debt to Equity swap. Laporan business
plan ini seyogyanya turut memasukkan analisis prospek bisnis tersebut, beserta
asumsi-asumsi yang dipakai.
Necessary to study business plan PT BWN if using Debt to Equity Swap and when
not to use debt to equity swap . Report this business plan should also include an
analysis of the prospects of the business, along with the assumptions used .
5. Perlu disampaikan alternatif product development dari klien selain PT Pos Indonesia (Persero).
It should be submitted alternative product development of the client in addition to
PT Pos Indonesia ( Persero ) .
6. Perlu disampaikan rencana Pengembangan SDM PT BWN dengan lebih
mengedepankan kompetensi dan profesionalisme, untuk meminimisasi atau
menghilangkan, peran pihak SDM eksternal.
Plans need to be submitted to the Human Resources Development PT BWN emphasizes competence and professionalism , to minimize , or eliminate , the role of
external human resources .
7. Harus dipastikan masalah license yang selama ini digunakan oleh PT BWN.
It must be ensured that the license issue has been used by PT BWN .
8. Perlu dikaji bussiness plan PT BWN ke depan alignment dengan rencana PT Pos
Indonesia (Persero) supaya risiko-risiko yang akan dihadapi bisa di kurangi.
PT needs to be studied bussiness plan ahead BWN alignment with the plan of PT
Pos Indonesia ( Persero ) that the risks to be faced can be reduced .
9. Hal yang perlu diperhatikan oleh manajemen untuk PT BWN adalah komitmen
PT Pos Indonesia (Persero) terhadap bisnisnya sehingga benar-benar fair cash
flow jangan jadi additional cost.
Things that need to be considered by management to PT BWN is the commitment
of PT Pos Indonesia ( Persero ) to the business so it’s really fair cash flow should not
be an additional cost.
10. Selama ini 51% di inject terus oleh PT Pos Indonesia (Persero), sedangkan untuk
yang 49% mitra tidak ikut inject, jadi hal itu tidak fair untuk PT Pos Indonesia
(Persero) karena mitra tidak aktif.
So far, 51 % injected continuously by PT Pos Indonesia ( Persero ) , while for the 49
% partner does not participate inject , so it is not fair to PT Pos Indonesia ( Persero
) as partners inactivity .
11. Perlu dibuatkan rencana pengkajian dengan 2 (dua) skenario yaitu concern going on dan likuidasi.
Assessment plans need to be made with two (2 ) scenarios that concern and liquidation going on .
2013
218
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggal/Date
7 dan 31
Januari 2013, 25
Februari 2013,
22 Maret 2013,
30 April 2013,
30 Mei 2013, 28
Juni 2013, 31 Juli
2013, 17 Oktober
2013, 25 November 2013, 5, 9,
11, 12 Desember
2013
7 and January 31,
2013, February
25, 2013, March
22, 2013, 30 April
2013, May 30,
2013, June 28,
2013, July 31,
2013, October
17, 2013, 25
November 2013,
5, 9, 11, December
12, 2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja/ Work Program
Tanggal/Date
Pelaksanaan/ Implementation
JV Bank Pos-Mandiri-Taspen: / JV - Post Bank Mandiri - TASPEN :
Terkait dengan usulan membentuk JV Bank maka Manajemen diminta untuk:
Associated with the proposal to form a JV Bank Management then asked to :
Menyampaikan hasil due diligence yang menyangkut aspek hukum dan keuangan.
Present the results of due diligence concerning the legal and financial aspects .
1.
Perlu dikaji beberapa alternatif pembiayaan seperti mempertimbangkan
pembayaran kepemilikan atas JV Bank dengan cara amortisasi, dan bukan
cash. Dana cash yang tersedia dapat dijadikan cadangan dana untuk keperluan injeksi modal JV Bank jika diperlukan suatu saat nanti atau dapat digunakan untuk kegiatan investasi lainnya.
It should be assessed considering several financing alternatives such as ownership of the JV Bank payment by way of amortization , and not cash . Available
cash funds can be used as a reserve fund for the purpose of capital injection JV
Bank if needed one day or can be used for other investing activities .
2.
Membuat perhitungan biaya sewa dengan adjustment 20 tahun untuk amortisasi sewa tempat selama 20 tahun.
3.
Dalam hal ini PT Pos Indonesia (Persero) adalah pihak yang memiliki bargaining power yang lebih tinggi sehingga selayaknya Term sheet harus mencerminkan privileges yang menjadi hak PT Pos Indonesia (Persero). Dalam hal ini
termasuk biaya sewa yang kompetitif dibandingkan dengan industri sejenis
dan fee yang optimum sesuai dengan market price. Selain itu perbankan dan
lembaga keuangan lain yang telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia
(Persero) sebelumnya dapat dipertahankan sebagai diversifikasi pemasukan
jasa keuangan dari PT Pos Indonesia (Persero).
4.
Making calculations rental costs with adjustment for amortization of 20 years
rent for 20 years .
In this case PT Pos Indonesia ( Persero ) is a party that has a higher bargaining
power so that the proper term sheet should reflect that privileges the rights of
PT Pos Indonesia ( Persero ) . This includes the cost of renting a competitive
compared to similar industries and optimum fee according to the market price .
Besides banks and other financial institutions that have cooperated with PT Pos
Indonesia ( Persero ) earlier can be maintained as a diversified financial services
income of PT Pos Indonesia ( Persero ) .
Dengan demikian, JV Bank dapat menempati annex building yang dimiliki
oleh PT Pos Indonesia (Persero) sedangkan perbankan dan lembaga keuangan lainnya dapat menempati main building dari PT Pos Indonesia (Persero).
Thus , JV Bank may occupy the annex building which is owned by PT Pos Indonesia ( Persero ) , while banks and other financial institutions can occupy the main
building of PT Pos Indonesia ( Persero ) .
5.
Seandainya dalam masa yang akan datang juga diperkirakan akan bergerak
di bisnis micro financing maka sebaiknya ada feasibility study yang mendetail
dan memasukan unsur profil risiko produk layanan tersebut.
If in the future is also expected to be engaged in the business of micro -financing
then there should be a detailed feasibility study and incorporate elements of the
service product risk profile .
6.
Perlu dibuat studi kelayakan atas produk-produk yang akan ditawarkan.
Need capitalization calculation of rental charges specified outlets . Committee
members will confirm to the Bank Indonesia regarding the imposition of costs
as capitalized lease purchase .
7.
It needs to make a feasibility study for the products that will be offered .
Perlu perhitungan kapitalisasi biaya sewa dari outlet yang ditetapkan. Anggota Komite akan mengkonfirmasi ke Bank Indonesia mengenai pengenaan
biaya sewa sebagai kapitalisasi pembelian.
8.
Perlu perhitungan proyeksi penambahan dana untuk mengindari pengikisan/
di ilusi yang semakin hari semakin habis dengan berbagai skenario yang ada.
9.
Perlu pengkajian risiko hukum terkait risiko penyidikan KPPU, regulasi ASN,
dan regulasi BPJS.
Projection calculations need additional funds to avoid erosion / in the illusion
that is increasingly depleted with various scenarios.
Need legal risks associated risk assessment the Commission’s investigation , ASN
regulation , and regulation BPJS .
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
219
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja/ Work Program
Pelaksanaan/ Implementation
10.
11.
12.
Perlu ditegaskan terlebih dahulu komitmen Mandiri dan Taspen jika perolehan dana murah tidak tercapai sehingga diperlukan tambahan penempatan
dana channelling dan penempatan dana talangan dari Mandiri dan Taspen.
Jika hal ini ditempuh harus disepakati spread interest maksimum yang disepakati.
It should be confirmed beforehand Independent and TASPEN commitment to
raise cheap if not reached that required additional placement and placement of
channeling funds from the bailouts and TASPEN Independent . If it is taken to be
agreed upon agreed maximum interest spreads .
Perlu perhitungan skenario jika Bank JV melakukan subdebt, maka beban biaya yang ditimbulkan harus disimulasikan karena akan mengurangi perolehan.
Calculations need scenario if the Bank did subdebt JV , then the costs incurred to
be simulated because it will reduce the acquisition .
Harus dimantapkan terlebih dahulu persentase fee setelah ada perhitungan
yang di atas disepakati maka keputusan pembelian bisa dilakukan.
Must be established in advance after calculating the fee percentage above the
agreed purchase decision can be made ​​.
13.
Perlu dibuat satu simulasi tambahan perhitungan valuasi dengan metode DCF.
It needs to make an additional simulation calculations with methods DCF valuation .
14.
Selain itu, perlu dibuat KPI dari pencapaian bank dan juga perhitungan EVA
sebagai alat ukur keberhasilan yang telah dicapai.
15.
Pegawai Pos yang akan ditempatkan di Bank JV (sebagai komisaris) tidak boleh menerima dan memakai fasilitas dari Bank JV, namun biaya dibebankan ke
holding dan fasilitas yang diterima hanya berupa tantiem.
16.
In addition, the KPI should be made of the achievement of banks and also the
calculation of EVA as a measure of success that has been achieved .
Postal employee will be placed on the JV Bank ( as commissioner ) may not accept and use the facilities of the Bank JV , but the cost is charged to the holding
facility and received just a bonus .
Pemilihan komisaris yang mewakili PT Pos Indonesia (Persero) di Bank JV
harus dikonfirmasikan dan mendapat persetujuan Dewan Komisaris PT Pos
Indonesia (Persero).
Election commissioner representing PT Pos Indonesia ( Persero ) in Bank JV
must be confirmed and approved by the Board of Commissioners of PT Pos Indonesia ( Persero ) .
Usulan pendirian anak perusahaan properti
Proposed establishment of a subsidiary property
1.
2.
3.
2013
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
review of the proposed establishment of a subsidiary in order disikronkan property between the proposed project to study the establishment of subsidiaries and
consolidated with the parent .
Financial project dari 2 (dua) hotel tersebut agar dikonsolidasikan menjadi financial project dari anak perusahaan dan hal ini juga yang diminta oleh pihak
Kementerian BUMN.
Financial project of 2 ( two ) of the hotel in order to be consolidated into the
financial projects of the subsidiaries and it is also required by the Ministry of
SOEs .
Bisnis model anak perusahaan untuk presentase yang akan diberikan kepada
mitra (PT XYZ) agar dilakukan benchmark ke PT Swadarma (anak usaha Dana
Pensiun BNI) dan PT Binakarsa (anak usaha Dana Pensiun BI) untuk dipelajari kelebihan dan kekurangan dari besaran prosentase yang diberikan.
Business models for the percentage of the subsidiary will be given to partners (
XYZ ) to do benchmarks to PT Swadarma ( a subsidiary of pension fund BNI )
and PT Binakarsa ( a subsidiary of Bank Pension Fund ) to study the advantages
and disadvantages of a percentage scale given .
4.
Agar dipersiapkan daftar aset yang akan dikelola beserta prospek pengembangan aset sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah.
220
kajian atas usulan pendirian anak perusahaan properti agar disikronkan antara usulan project dengan kajian pendirian anak perusahaan serta konsolidasian dengan induk.
To be prepared a list of assets to be managed along with the prospects for the
development of assets in accordance with the conditions in each region .
Tanggal/Date
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja/ Work Program
Tanggal/Date
Pelaksanaan/ Implementation
5.
Agar SDM dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang memadai serta jika memungkinkan agar merekrut dari eksternal.
6.
Setiap wilayah strategis agar disiapkan potensi pengembangan ekonomi daerah yang ada kaitannya dengan pengembangan bisnis properti.
7.
Agar dilakukan perbaikan perhitungan proyeksi keuangan terutama financial
Planning dengan skenario 35% equity, 65% loan, 50% equity, 50% loan dan
equity 100%.
8.
To be prepared in accordance with the requirements of human resources and
adequate qualification and if possible in order to recruit externally .
Each strategic area in order to put economic development potential of the area
in connection with property development .
To improvement of financial projections , especially financial calculations Planning with 35 % equity scenario , 65 % loan , 50 % equity , 50 % loans and 100%
equity .
Hasil perbaikan proyeksi keuangan dari studi kelayakan anak perusahaan disepakati dibahas pada tanggal 9 Desember 2013.
Results improved financial projections of the feasibility study discussed subsidiaries agreed on December 9, 2013.
PT Pos Logistik/ PT Pos Logistics
1.
Kajian atas PT Pos Logistik Indonesia ini agar disinkronkan dengan RJPP sehingga menunggu RJPP difinalkan.
2.
Hasil meeting dengan Manajemen bulan lalu disampaikan bahwa belum ada
hasil kajian yang mendetail atas rencana pengembangan PT Pos Logistik Indonesia. Untuk itu, Manajemen diminta agar kajian atas rencana pengembangan PT Pos Logistik harus dapat dibuatkan secara jelas dan mendetail.
3.
A study of PT Pos Indonesia Logistics is so synchronized with RJPP so wait RJPP
finalized .
The results of the meeting with management last month submitted that there
has been no detailed study results on the proposed development of PT Pos Indonesia Logistics . To that end , management requested that a review of the
development plan of PT Pos Logistics must be made ​​clearly and in detail .
Tanggapan Manajemen saat ini PT Pos Logistik sedang menyusun RJP, jadi
nanti pada saat pembahasan RJP akan lebih ditekankan lagi.
Management Response is currently working on a PT Pos Logistics CPR , so later
during the discussion of CPR will be emphasized .
BOT Denpasar Junction/ BOT Denpasar Junction
1.
Diminta kepada Manajemen agar melengkapi analisis perhitungan yang sudah dibuat dengan 3 skenario yaitu minimum, average dan maksimum. Dari
ketiganya di negosiasikan kembali mana yang paling baik sehingga ini cukup
fair.
Management requested in order to complete the analysis of the calculations that
have been made ​​with three scenarios , namely the minimum , average and maximum . Of the three in the back where the most negotiated better so this is quite
fair .
2.
Sebaiknya dilakukan perhitungan ulang/rekonstruksi dari awal dimana perhitungan revenue sharing tidak memasukan nilai penyusutan.
3.
Untuk dijadikan pertimbangan adalah modal awal yang diterima PT Pos Indonesia (Persero) dari PT EJA sama dengan total sharing minimum kewajibannya selama 30 tahun.
4.
Should be re-calculation / reconstruction of the initial revenue sharing where
the calculation does not include the value of depreciation .
To be taken into consideration is the initial capital received by PT Pos Indonesia
( Persero ) PT EJA equal to the total minimum sharing obligations for 30 years .
NPV & IRR awal tidak dirubah sebagai dasar perhitungan.
NPV & IRR is not changed as the initial basis for calculation .
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
221
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja/ Work Program
Pelaksanaan/ Implementation
5.
6.
7.
Membuat surat usulan kembali yang data-datanya telah direvisi kepada Dewan Komisaris untuk memperbaiki surat usulan sebelumnya.
Creating a proposal letter back that the data has been revised to the Board of
Commissioners to revise the letter prior proposal .
Diminta kepada Manajemen agar melengkapi analisis perhitungan yang sudah dibuat dengan 3 skenario yaitu minimum, average dan maksimum. Dari
ketiganya di negosiasikan kembali mana yang paling baik sehingga ini cukup
fair.
Management requested in order to complete the analysis of the calculations that
have been made ​​with three scenarios , namely the minimum , average and maximum . Of the three in the back where the most negotiated better so this is quite
fair .
Membuat surat usulan kembali yang data-datanya telah direvisi kepada Dewan Komisaris untuk memperbaiki surat usulan sebelumnya.
Creating a proposal letter back that the data has been revised to the Board of
Commissioners to revise the letter prior proposal .
Komite mengharapkan agar pengajuan usulan investasi yang direncanakan harus melalui beberapa proses pengkajian sebagaimana arahan
yang disampaikan oleh Tim Assessment GCG dari BPKP Jabar pada Exit
Meeting assessment GCG tahun 2012 bahwa proses pengajuan investasi
harus dilengkapi dengan minimal dua kajian yaitu kajian legal dan kajian
bisnis. Komite mengharapkan agar bagan proses pengajuan investasi
(sebagaimana terlampir) yang sudah ada dari Divisi Investasi dibuatkan
dalam bentuk Keputusan Direksi (KD) sebagai pedoman kedepan dalam
pengajuan investasi.
The Committee expects that the planned investment proposal must go
through several directives assessment process as presented by GCG Assessment Team of BPK Jabar at Exit Meeting GCG assessment in 2012 that the
process of filing the investment must be equipped with at least two studies
are of legal studies and business studies . The Committee expects that the
investment chart submission process ( as attached ) that have been there
from the Division of Investment Decisions made ​​in the shape of Directors (
KD ) as a guide to future investment in the filing .
Pembayaran BLSM
BLSM Payment
2013
222
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggal/Date
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja/ Work Program
3.
Reviu atas Rencana Jangka Panjang dan
RKAP PT. Pos Indonesia (Persero)
Review for Long-Term Plan and CBP PT.
Pos Indonesia (Persero)
Tanggal/Date
Pelaksanaan/ Implementation
RJPP
1.
2.
3.
Roll out dahulu nanti direview jika masih ada yang perlu dipertajam seperti
pada bagian properti, PT BWN, serta PT Pos Logistik. Yang menjadi fokus saat
ini adalah untuk kepentingan penyusunan RKA tahun 2014.
Roll out first later be reviewed if there are needs to be sharpened as on the property, PT BWN, and PT Pos Logistics. The focus now is for the benefit of drafting RKA
2014.
RJPP diharapkan basis dasarnya menggunakan prognosa terbaru tahun 2013.
Selanjutnya diharapkan RJP tersebut direview bersama terlebih dahulu oleh tim
investasi di internal Manajemen yang sudah dibentuk. Jika RJP tersebut telah
dipahami dan disetujui oleh Manajemen dan Direksi yang baru maka silahkan
disampaikan dan dibahas bersama dengan Komite Pemantau Manajemen Risiko
Usaha dan Investasi.
28 Juni 2013 ,
31 Juli 2013, 13
September 2013,
17 Oktober 2013,
18 Desember
2013
June 28th, 2013,
July 31, 2013, 13
September 2013,
October 17, 2013,
December 18,
2013
RJPP expected prognosis basically uses the latest base year 2013. Then expected
to be reviewed with the CPR first by the internal investment management team
that has been formed. If CPR has been understood and approved by the new Board
of Management and then simply presented and discussed along with the Business
Risk Management Oversight Committee and Investment.
Pembentukan Komite Investasi sudah disetujui oleh Direksi dan SK-nya sudah
ditandatangani oleh Direktur Utama. Laporan lengkap tentang Komite Investasi
ini akan segera disampaikan kepada Dewan Komisaris.
Establishment of the Investment Committee of the Board of Directors and approved by his decree has been signed by the Director. A full report on the Investment Committee will be submitted to the Board of Commissioners.
RKAP
Budget Review RKAP 2013 sudah dibahas dan disepakati oleh Manajemen bahwa
rencana investasi ke JV Bank Pos-Mandiri-Taspen sebesar Rp180 M, investasi ke anak
perusahaan PT Pos Logistik sebesar Rp350 M dan pembentukan anak perusahaan
properti sebesar Rp50 M akan ditunda dan tidak dilaksanakan pada tahun 2013. Total rencana investasi yang baru sebesar Rp324 M. Untuk usulan Budget Review RKAP
2013 ini akan segera disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dibahas dan dimintakan persetujuan mengingat deadline yang diberikan oleh pihak Kementerian
BUMN s.d akhir September 2013 sudah selesai.
CBP
CBP Budget Review 2013 has been discussed and agreed by the management that the
investment plan to JV-Post Bank Mandiri amounting to Rp180 M-TASPEN, investment
subsidiary of PT Pos Logistics at 350 M and the establishment of a subsidiary amounting to Rp50 M property will be delayed and not implemented in , 2013. Total new investment plan amounting to Rp324 M. for the proposed 2013 Budget Review CBP will
soon be submitted to the Board for discussion and requested approval given deadlines
given by the Ministry of Enterprise until the end of September 2013 has been completed.
Kantor Pos Banjarmasin
Banjarmasin Post Office
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
223
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Agenda Internal Business Risk Management
Oversight Committee and Investment
Agenda Rapat Internal Komite Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
Agenda Rapat
No
1
2
Keterangan
Meeting Agenda
Pembahasan usulan Debt to Equity Swap (DES) PT BWN
Discussion of the proposed Debt to Equity Swap (DES) PT BWN
Pembahasan laporan hasil pengkajian usulan investasi tahun
2013 yaitu:
1. Izin pembentukan JV Bank Pos-Mandiri-Taspen,
Tanggal 7 Januari 2013
Date January 7, 2013
Tanggal 25 Februari
Date February 25
2. Usulan Deb to Equity Swap (DES) PT BWN,
3. Usulan pembentukan anak perusahaan PT Pos Properti,
4. Usulan penambahan modal ke PT Pos Logistik.
Discussion of the results of the assessment reports of investment proposals
in 2013 are:
Permit the formation of JV-Post Bank Mandiri-TASPEN,
2.
Deb proposal to Equity Swap (DES) PT BWN,
3.
Proposed establishment of a subsidiary of PT Pos Property,
4.
The proposal to increase the capital of PT Pos Logistics.
Pelaporan Hasil Kegiatan
Reporting the Results of Activities
Selama tahun 2013, KPMRUI telah menyusun dan
menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada
Dewan Komisaris sebagai berikut di bawah ini:
During the year 2013, KPMRUI has compiled a
report and pass on the results of the activities to
the Board of Commissioners are as follows below:
Program Kerja
Work Program
No
1.
1.
Reviu atas Penyusunan, Implementasi
dan Monitoring Manajemen Risiko di PT.
Pos Indonesia (Persero)
Review for the Preparation, Implementation and Monitoring of Risk Management
at PT. Pos Indonesia (Persero)
2013
224
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Pelaksanaan
1.
Divisi Manajemen Risiko dan GCG diminta agar membuat roadmap terkait dengan
Pengelolaan Risiko Perusahaan di PT Pos Indonesia (Persero);
GCG Risk Management Division and asked to create a roadmap associated with Risk
Management company PT Pos Indonesia ( Persero ) ;
2.
proses identifikasi risiko perusahaan secara keseluruhan dapat diselesaikan sampai
dengan akhir tahun 2013 (bulan Desember 2013). Rencana pelaksanaan identifikasi risiko
diharapkan dapat dilaporkan kepada Komite, prosesnya dimulai dari objektif corporate,
serta diharapkan juga ada pemisahan antara risiko operasional dengan non operasional.
the company’s overall risk identification can be completed until the end of 2013 ( December
2013) . Plan for the implementation of risk identification is expected to be reported to the
Committee , the process starts from the corporate objective , and is expected also no separation
between operational and non operational risk .
3.
Acuan dasar yang digunakan dalam proses identifikasi risiko diharapkan berdasarkan pada
tujuan perusahaan selama 5 (lima) tahun kedepan sebagaimana yang tertera dalam Rencana
Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Baselines used in the risk identification process is expected based on the objectives of the
company for 5 ( five ) years as stated in the Company’s Long-Term Plan ( RJPP ) .
4.
Divisi MR & GCG disarankan untuk mengadakan workshop bagi SVP dan VP di PT Pos
Indonesia (Persero) tentang manajemen risiko yang diberikan oleh narasumber yang
berkompeten di bidang Manajemen risiko tersebut.
Division of MR and GCG are advised to conduct a workshop for SVP and VP of PT Pos Indonesia
( Persero ) on risk management given by speakers who are competent in the field of risk
management .
5.
Proses pengadaan Konsultan agar dapat diteruskan dan diharapkan workshop bagi para SVP
& VP telah dilakukan sebelum pengadaan ulang konsultan manajemen risiko.
Consultant procurement process is expected to be forwarded and workshops for the SVP & VP
has been done before re procurement risk management consultant .
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
2.
Program Kerja
Work Program
Reviu atas Penyusunan, Impelementasi
dan Monitoring Investasi di PT. Pos Indonesia (Persero)
Review for the Preparation, Implementation and Monitoring Investment in PT. Pos
Indonesia (Persero)
Pelaksanaan
Usulan Debt to Equity Swap (DES) PT BWN
Proposed Debt to Equity Swap ( DES ) PT BWN
1.
Komite meminta hasil audit yang dilakukan oleh BPK terkait dengan PT Bhakti Wasantara
Net dan minta dipertemukan dengan konsultan E&Y untuk berdiskusi terkait kajiannya
terhadap PT Bhakti Wasantara Net tersebut.
The Committee requests the results of an audit conducted by the CPC associated with PT Bhakti
Wasantara Net and asked to meet with the consultant E & Y to discuss studies related to PT
Bhakti Wasantara the Net .
2.
PT Pos Indonesia diminta untuk menyampaikan kembali rencana kerja rinci dan prospek ke
depan seandainya DES dilaksanakan.
PT Pos Indonesia was asked to submit a detailed work plan and return prospects ahead if DES
implemented .
3.
Beberapa isu yg diminta untuk di sampaikan adalah Laporan Valuation nilai dari PT BWN.
Dengan adanya valuation memungkinkan PT BWN untuk dapat ditawarkan ke mitra
strategis dalam rangka konsolidasi BUMN. Misalnya dengan melibatkan PT Telkom sebagai
mitra strategis.
Some issues that are required to convey is the value of PT Valuation Report BWN . With the
valuation allow PT BWN to be offered to a strategic partner in order to consolidate SOEs . For
example, by involving PT Telkom as a strategic partner .
4.
Perlu dilakukan kajian Business plan PT BWN jika menggunakan Debt to Equity Swap dan
jika tidak menggunakan Debt to Equity swap. Laporan business plan ini seyogyanya turut
memasukkan analisis prospek bisnis tersebut, beserta asumsi-asumsi yang dipakai.
Necessary to study business plan PT BWN if using Debt to Equity Swap and when not to use debt
to equity swap . Report this business plan should also include an analysis of the prospects of the
business, along with the assumptions used .
5.
Perlu disampaikan alternatif product development dari klien selain PT Pos Indonesia
(Persero).
It should be submitted alternative product development of the client in addition to PT Pos
Indonesia ( Persero ) .
6.
Perlu disampaikan rencana Pengembangan SDM PT BWN dengan lebih mengedepankan
kompetensi dan profesionalisme, untuk meminimisasi atau menghilangkan, peran pihak
SDM eksternal.
Plans need to be submitted to the Human Resources Development PT BWN emphasizes
competence and professionalism , to minimize , or eliminate , the role of external human
resources .
7.
Harus dipastikan masalah license yang selama ini digunakan oleh PT BWN.
It must be ensured that the license issue has been used by PT BWN .
9.
Hal yang perlu diperhatikan oleh manajemen untuk PT BWN adalah komitmen PT Pos
Indonesia (Persero) terhadap bisnisnya sehingga benar-benar fair cash flow jangan jadi
additional cost.
Things that need to be considered by management to PT BWN is the commitment of PT Pos
Indonesia ( Persero ) to the business so it’s really fair cash flow should not be an additional cost.
10.
Selama ini 51% di inject terus oleh PT Pos Indonesia (Persero), sedangkan untuk yang 49%
mitra tidak ikut inject, jadi hal itu tidak fair untuk PT Pos Indonesia (Persero) karena mitra
tidak aktif.
So far, 51 % injected continuously by PT Pos Indonesia ( Persero ) , while for the 49 % partner
does not participate inject , so it is not fair to PT Pos Indonesia ( Persero ) as partners inactivity.
11.
Perlu dibuatkan rencana pengkajian dengan 2 (dua) skenario yaitu concern going on dan
likuidasi.
Assessment plans need to be made with two (2 ) scenarios that concern and liquidation going
on .
8.
Kantor Pos Lubuksikaaping
Lubuksikaaping Post Office
Perlu dikaji bussiness plan PT BWN ke depan alignment dengan rencana PT Pos Indonesia
(Persero) supaya risiko-risiko yang akan dihadapi bisa di kurangi.
Needs to be studied bussiness plan ahead PT BWN alignment with the plan of PT Pos Indonesia
( Persero ) that the risks to be faced can be reduced .
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
225
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja
Work Program
Pelaksanaan
JV Bank Pos-Mandiri-Taspen:
JV-Post Bank Mandiri-TASPEN:
Terkait dengan usulan membentuk JV Bank maka Manajemen diminta untuk:
Associated with the proposal to form a JV Bank Management then asked to:
1.
Menyampaikan hasil due diligence yang menyangkut aspek hukum dan keuangan.
Present the results of due diligence concerning the legal and financial aspects .
Perlu dikaji beberapa alternatif pembiayaan seperti mempertimbangkan pembayaran
kepemilikan atas JV Bank dengan cara amortisasi, dan bukan cash. Dana cash yang tersedia
dapat dijadikan cadangan dana untuk keperluan injeksi modal JV Bank jika diperlukan suatu
saat nanti atau dapat digunakan untuk kegiatan investasi lainnya.
It should be assessed considering several financing alternatives such as ownership of the JV Bank
payment by way of amortization , and not cash . Available cash funds can be used as a reserve fund for
the purpose of capital injection JV Bank if needed one day or can be used for other investing activities .
2.
3.
Membuat perhitungan biaya sewa dengan adjustment 20 tahun untuk amortisasi sewa
tempat selama 20 tahun.
Making calculations rental costs with adjustment for amortization of 20 years rent for 20 years .
4.
Dalam hal ini PT Pos Indonesia (Persero) adalah pihak yang memiliki bargaining power
yang lebih tinggi sehingga selayaknya Term sheet harus mencerminkan privileges yang
menjadi hak PT Pos Indonesia (Persero). Dalam hal ini termasuk biaya sewa yang kompetitif
dibandingkan dengan industri sejenis dan fee yang optimum sesuai dengan market price.
Selain itu perbankan dan lembaga keuangan lain yang telah bekerja sama dengan PT Pos
Indonesia (Persero) sebelumnya dapat dipertahankan sebagai diversifikasi pemasukan jasa
keuangan dari PT Pos Indonesia (Persero).
In this case PT Pos Indonesia ( Persero ) is a party that has a higher bargaining power so that the
proper term sheet should reflect that privileges the rights of PT Pos Indonesia ( Persero ) .
This includes the cost of renting a competitive compared to similar industries and optimum
fee according to the market price . Besides banks and other financial institutions that have
cooperated with PT Pos Indonesia ( Persero ) earlier can be maintained as a diversified financial
services income of PT Pos Indonesia ( Persero ) .
5.
Dengan demikian, JV Bank dapat menempati annex building yang dimiliki oleh PT Pos
Indonesia (Persero) sedangkan perbankan dan lembaga keuangan lainnya dapat menempati
main building dari PT Pos Indonesia (Persero).
Thus , JV Bank may occupy the annex building which is owned by PT Pos Indonesia ( Persero ) , while
banks and other financial institutions can occupy the main building of PT Pos Indonesia (
Persero ) .
6.
7.
Seandainya dalam masa yang akan datang juga diperkirakan akan bergerak di bisnis micro
financing maka sebaiknya ada feasibility study yang mendetail dan memasukan unsur profil
risiko produk layanan tersebut.
If in the future is also expected to be engaged in the business of micro -financing then there
should be a detailed feasibility study and incorporate elements of the service product risk
profile.
7.
Perlu dibuat studi kelayakan atas produk-produk yang akan ditawarkan.
It needs to make a feasibility study for the products that will be offered.
8.
Perlu perhitungan kapitalisasi biaya sewa dari outlet yang ditetapkan. Anggota Komite akan
mengkonfirmasi ke Bank Indonesia mengenai pengenaan biaya sewa sebagai kapitalisasi
pembelian.
Need capitalization calculation of rental charges specified outlets . Committee members will confirm
to the Bank Indonesia regarding the imposition of costs as capitalized lease purchase.
9.
Perlu perhitungan proyeksi penambahan dana untuk mengindari pengikisan/di ilusi yang
semakin hari semakin habis dengan berbagai skenario yang ada.
Projection calculations need additional funds to avoid erosion / in the illusion that is increasingly
depleted with various scenarios.
10.
Perlu pengkajian risiko hukum terkait risiko penyidikan KPPU, regulasi ASN, dan regulasi
BPJS.
Need legal risks associated risk assessment the Commission’s investigation , ASN regulation , and
regulation BPJS .
Perlu ditegaskan terlebih dahulu komitmen Mandiri dan Taspen jika perolehan dana
murah tidak tercapai sehingga diperlukan tambahan penempatan dana channelling dan
penempatan dana talangan dari Mandiri dan Taspen. Jika hal ini ditempuh harus disepakati
spread interest maksimum yang disepakati.
It should be confirmed beforehand Independent and TASPEN commitment to raise cheap if not reached
that required additional placement and placement of channeling funds from the bailouts and
TASPEN Independent . If it is taken to be agreed upon agreed maximum interest spreads .
11.
2013
226
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja
Work Program
Pelaksanaan
12.
Perlu perhitungan skenario jika Bank JV melakukan subdebt, maka beban biaya yang
ditimbulkan harus disimulasikan karena akan mengurangi perolehan.
Calculations need scenario if the Bank did subdebt JV , then the costs incurred to be simulated
because it will reduce the acquisition .
13.
Harus dimantapkan terlebih dahulu persentase fee setelah ada perhitungan yang di atas
disepakati maka keputusan pembelian bisa dilakukan.
Must be established in advance after calculating the fee percentage above the agreed purchase
decision can be made .​​
14.
15.
Perlu dibuat satu simulasi tambahan perhitungan valuasi dengan metode DCF.
It needs to make an additional simulation calculations with methods DCF valuation .
16.
Pegawai Pos yang akan ditempatkan di Bank JV (sebagai komisaris) tidak boleh menerima
dan memakai fasilitas dari Bank JV, namun biaya dibebankan ke holding dan fasilitas yang
diterima hanya berupa tantiem.
Postal employee will be placed on the JV Bank ( as commissioner ) may not accept and use the
facilities of the Bank JV , but the cost is charged to the holding facility and received just a bonus.
17.
Pemilihan komisaris yang mewakili PT Pos Indonesia (Persero) di Bank JV harus
dikonfirmasikan dan mendapat persetujuan Dewan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero).
Election commissioner representing PT Pos Indonesia ( Persero ) in Bank JV must be confirmed
and approved by the Board of Commissioners of PT Pos Indonesia ( Persero ) .
15.
Selain itu, perlu dibuat KPI dari pencapaian bank dan juga perhitungan EVA sebagai alat ukur
keberhasilan yang telah dicapai.
In addition, the KPI should be made of the achievement of banks and also the calculation of EVA
as a measure of success that has been achieved .
Usulan pendirian anak perusahaan properti
Proposed establishment of a subsidiary property
1.
kajian atas usulan pendirian anak perusahaan properti agar disikronkan antara usulan
project dengan kajian pendirian anak perusahaan serta konsolidasian dengan induk.
review of the proposed establishment of a subsidiary in order disikronkan property between the
proposed project to study the establishment of subsidiaries and consolidated with the parent.
2.
Financial project dari 2 (dua) hotel tersebut agar dikonsolidasikan menjadi financial project
dari anak perusahaan dan hal ini juga yang diminta oleh pihak Kementerian BUMN.
Financial project of 2 ( two ) of the hotel in order to be consolidated into the financial projects
of the subsidiaries and it is also required by the Ministry of SOEs.
3.
Bisnis model anak perusahaan untuk presentase yang akan diberikan kepada mitra (PT
XYZ) agar dilakukan benchmark ke PT Swadarma (anak usaha Dana Pensiun BNI) dan PT
Binakarsa (anak usaha Dana Pensiun BI) untuk dipelajari kelebihan dan kekurangan dari
besaran prosentase yang diberikan.
Business models for the percentage of the subsidiary will be given to partners ( XYZ ) to do
benchmarks to PT Swadarma ( a subsidiary of pension fund BNI ) and PT Binakarsa ( a
subsidiary of Bank Pension Fund ) to study the advantages and disadvantages of a percentage
scale given.
4.
Agar dipersiapkan daftar aset yang akan dikelola beserta prospek pengembangan aset
sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah.
To be prepared a list of assets to be managed along with the prospects for the development of
assets in accordance with the conditions in each region.
5.
Agar SDM dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang memadai serta jika
memungkinkan agar merekrut dari eksternal.
To be prepared in accordance with the requirements of human resources and adequate
qualification and if possible in order to recruit externally.
6.
Setiap wilayah strategis agar disiapkan potensi pengembangan ekonomi daerah yang ada
kaitannya dengan pengembangan bisnis properti.
Each strategic area in order to put economic development potential of the area in connection
with property development .
7.
Agar dilakukan perbaikan perhitungan proyeksi keuangan terutama financial Planning
dengan skenario 35% equity, 65% loan, 50% equity, 50% loan dan equity 100%.
To improvement of financial projections , especially financial calculations Planning with 35 %
equity scenario , 65 % loan , 50 % equity , 50 % loans and 100% equity .
8.
Hasil perbaikan proyeksi keuangan dari studi kelayakan anak perusahaan disepakati dibahas
pada tanggal 9 Desember 2013.
Results improved financial projections of the feasibility study discussed subsidiaries agreed on
December 9, 2013.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
227
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
Program Kerja
Work Program
Pelaksanaan
PT Pos Logistik
PT Pos Logistics
1.
Kajian atas PT Pos Logistik Indonesia ini agar disinkronkan dengan RJPP sehingga menunggu RJPP difinalkan.
A study of PT Pos Indonesia Logistics is so synchronized with RJPP so wait RJPP finalized.
2.
Hasil meeting dengan Manajemen bulan lalu disampaikan bahwa belum ada hasil kajian
yang mendetail atas rencana pengembangan PT Pos Logistik Indonesia. Untuk itu, Manajemen diminta agar kajian atas rencana pengembangan PT Pos Logistik harus dapat dibuatkan
secara jelas dan mendetail.
The results of the meeting with management last month submitted that there has been no detailed study results on the proposed development of PT Pos Indonesia Logistics. To that end,
management requested that a review of the development plan of PT Pos Logistics must be made​​
clearly and in detail.
3.
Tanggapan Manajemen saat ini PT Pos Logistik sedang menyusun RJP, jadi nanti pada saat
pembahasan RJP akan lebih ditekankan lagi.
Management Response is currently working on a PT Pos Logistics CPR, so later during the discussion of CPR will be emphasized.
BOT Denpasar Junction
1.
Diminta kepada Manajemen agar melengkapi analisis perhitungan yang sudah dibuat dengan
3 skenario yaitu minimum, average dan maksimum. Dari ketiganya di negosiasikan kembali
mana yang paling baik sehingga ini cukup fair.
Management requested in order to complete the analysis of the calculations that have been
made ​​with three scenarios , namely the minimum , average and maximum . Of the three in the
back where the most negotiated better so this is quite fair .
2.
Sebaiknya dilakukan perhitungan ulang/rekonstruksi dari awal dimana perhitungan revenue sharing tidak memasukan nilai penyusutan.
Should be re-calculation / reconstruction of the initial revenue sharing where the calculation
does not include the value of depreciation .
3.
Untuk dijadikan pertimbangan adalah modal awal yang diterima PT Pos Indonesia (Persero)
dari PT EJA sama dengan total sharing minimum kewajibannya selama 30 tahun.
To be taken into consideration is the initial capital received by PT Pos Indonesia ( Persero ) PT
EJA equal to the total minimum sharing obligations for 30 years .
4.
NPV & IRR awal tidak dirubah sebagai dasar perhitungan.
NPV & IRR is not changed as the initial basis for calculation .
6.
Diminta kepada Manajemen agar melengkapi analisis perhitungan yang sudah dibuat dengan
3 skenario yaitu minimum, average dan maksimum. Dari ketiganya di negosiasikan kembali
mana yang paling baik sehingga ini cukup fair.
Management requested in order to complete the analysis of the calculations that have been
made ​​with three scenarios , namely the minimum , average and maximum . Of the three in the
back where the most negotiated better so this is quite fair .
7.
Sebaiknya dilakukan perhitungan ulang/rekonstruksi dari awal dimana perhitungan revenue sharing tidak memasukan nilai penyusutan.
Should be re-calculation / reconstruction of the initial revenue sharing where the calculation
does not include the value of depreciation .
8.
Untuk dijadikan pertimbangan adalah modal awal yang diterima PT Pos Indonesia (Persero)
dari PT EJA sama dengan total sharing minimum kewajibannya selama 30 tahun.
To be taken into consideration is the initial capital received by PT Pos Indonesia ( Persero ) PT
EJA equal to the total minimum sharing obligations for 30 years .
9.
NPV & IRR awal tidak dirubah sebagai dasar perhitungan.
NPV & IRR is not changed as the initial basis for calculation .
10.
Membuat surat usulan kembali yang data-datanya telah direvisi kepada Dewan Komisaris
untuk memperbaiki surat usulan sebelumnya.
Creating a proposal letter back that the data has been revised to the Board of Commissioners
to revise the letter prior proposal .
5.
2013
Membuat surat usulan kembali yang data-datanya telah direvisi kepada Dewan Komisaris
untuk memperbaiki surat usulan sebelumnya.
Creating a proposal letter back that the data has been revised to the Board of Commissioners
to revise the letter prior proposal .
Komite mengharapkan agar pengajuan usulan investasi yang direncanakan harus melalui
beberapa proses pengkajian sebagaimana arahan yang disampaikan oleh Tim Assessment
GCG dari BPKP Jabar pada Exit Meeting assessment GCG tahun 2012 bahwa proses pengajuan investasi harus dilengkapi dengan minimal dua kajian yaitu kajian legal dan kajian bisnis. Komite mengharapkan agar bagan proses pengajuan investasi (sebagaimana terlampir)
yang sudah ada dari Divisi Investasi dibuatkan dalam bentuk Keputusan Direksi (KD) sebagai pedoman kedepan dalam pengajuan investasi.
The Committee expects that the planned investment proposal must go through several directives assessment process as presented by GCG Assessment Team of BPK Jabar at Exit Meeting
GCG assessment in 2012 that the process of filing the investment must be equipped with at
least two studies are of legal studies and business studies . The Committee expects that the
investment chart submission process ( as attached ) that have been there from the Division of
Investment Decisions made ​​in the shape of Directors ( KD ) as a guide to future investment in
the filing .
228
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
No
3.
Program Kerja
Work Program
Reviu atas Rencana Jangka Panjang dan
RKAP PT. Pos Indonesia (Persero)
Pelaksanaan
RJPP
RJPP
1.
Roll out dahulu nanti direview jika masih ada yang perlu dipertajam seperti pada bagian
properti, PT BWN, serta PT Pos Logistik. Yang menjadi fokus saat ini adalah untuk kepentingan penyusunan RKA tahun 2014.
Roll out first later be reviewed if there are needs to be sharpened as on the property, PT BWN,
and PT Pos Logistics. The focus now is for the benefit of drafting RKA 2014.
2.
RJPP diharapkan basis dasarnya menggunakan prognosa terbaru tahun 2013. Selanjutnya diharapkan RJP tersebut direview bersama terlebih dahulu oleh tim investasi di internal Manajemen yang sudah dibentuk. Jika RJP tersebut telah dipahami dan disetujui oleh
Manajemen dan Direksi yang baru maka silahkan disampaikan dan dibahas bersama dengan
Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan Investasi.
RJPP expected prognosis basically uses the latest base year 2013. Then expected to be reviewed
with the CPR first by the internal investment management team that has been formed. If CPR
has been understood and approved by the new Board of Management and then simply presented and discussed along with the Business Risk Management Oversight Committee and Investment.
3.
Pembentukan Komite Investasi sudah disetujui oleh Direksi dan SK-nya sudah ditandatangani oleh Direktur Utama. Laporan lengkap tentang Komite Investasi ini akan segera disampaikan kepada Dewan Komisaris.
Establishment of the Investment Committee of the Board of Directors and approved by his decree has been signed by the Director. A full report on the Investment Committee will be submitted to the Board of Commissioners.
RKAP
RKAP
Budget Review RKAP 2013 sudah dibahas dan disepakati oleh Manajemen bahwa rencana investasi
ke JV Bank Pos-Mandiri-Taspen sebesar Rp180 M, investasi ke anak perusahaan PT Pos Logistik
sebesar Rp350 M dan pembentukan anak perusahaan properti sebesar Rp50 M akan ditunda dan
tidak dilaksanakan pada tahun 2013. Total rencana investasi yang baru sebesar Rp324 M. Untuk
usulan Budget Review RKAP 2013 ini akan segera disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk
dibahas dan dimintakan persetujuan mengingat deadline yang diberikan oleh pihak Kementerian
BUMN s.d akhir September 2013 sudah selesai.
CBP Budget Review 2013 has been discussed and agreed by the management that the investment plan
to JV-Post Bank Mandiri amounting to Rp180 M-TASPEN, investment subsidiary of PT Pos Logistics
at 350 M and the establishment of a subsidiary amounting to Rp50 M property will be delayed and
not implemented in , 2013. Total new investment plan amounting to Rp324 M. for the proposed 2013
Budget Review CBP will soon be submitted to the Board for discussion and requested approval given
deadlines given by the Ministry of Enterprise until the end of September 2013 has been completed.
Penjelasan Mengenai Piagam Komite Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
Explanation Regarding Charter of Business
Risk Management Oversight and Investment
Committee
Dalam melaksanakan tugasnya, KPMRUI telah
diperlengkapi dengan Piagam Komite Pemantau
Manajemen Risiko Usaha dan Investasi yang
disahkan oleh Dewan Komisaris pada bulan
Februari 2012. Piagam ini berisi Latar Belakang
Dibentuknya Komite Pemantau Manajemen
Risiko Usaha dan Investasi, Visi, Misi dan Tujuan,
Struktur Organisasi, Keanggotaan, Masa Jabatan,
Tugas Wewenang dan Kewajiban, Program Kerja
Tahunan, Pelaksanaan Program Kerja Tahunan,
Rapat, Pelaporan, Tindak Lanjut Rekomendasi.
In carrying out its work, KPMRUI has been
equipped with the Monitoring Committee risk
management Charter business and investments
authorized by the Board of Commissioners in
February 2012. The Charter contains a Background
to the formation of the Committee Monitoring risk
management efforts and investments, the vision,
mission and objectives, organizational structure,
membership, term of Office, duties and obligations
of the Authority, the annual work programme, the
implementation of the annual work programme,
meetings, reporting, follow-up recommendations.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
229
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Profil Komite Pemantau Manajemen Risiko Usaha dan Investasi
Profile of Business Risk Management Oversight and Investment Committee
Nama
Kewarganegaraan
Tempat/Tanggal Lahir
Alamat Personal
Jenis Kelamin
Telepon
Name
Riko Hendrawan
Nationality
Warga Negara Indonesia
Place/Born
Tangerang / 26 April 1975
Jl. Mustang No. 2 RT. 003/02, Kel. Neglasari, Tangerang 15129
Personal Addres
Gender
Laki-laki
Phone
0818-02277799
E-Mail
E-Mail
[email protected]
Nama
Kewarganegaraan
Rofikoh Rokhim
Warga Negara Indonesia
Name
Nationality
Tempat/Tanggal Lahir
Klaten / 12 Februari 1971
Place/Born
E-Mail
[email protected]
E-Mail
Jenis Kelamin
Telepon
Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi
yang berjumlah 7 orang, yang salah seorang
diantaranya
diangkat
sebagai
Direktur
Utama dan 6 orang lainnya sebagai Direktur
Bidang. Direksi diangkat dan diberhentikan
oleh RUPS untuk masa Jabatan 5 Tahun.
Pengangkatan Direksi melalui mekanisme
penilaian kepatutan dan kelayakan yang pada
waktu pengangkatannya berpedoman kepada
Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/
MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara
Pemberhentian Dan Pengangkatan Anggota
Direksi Badan Usaha Milik Negara serta Anggaran
Dasar Perseroan. Susunan Direksi beserta
masa jabatan selengkapnya sebagai berikut:
2013
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Phone
081114115
Dewan Direksi
230
Gender
Perempuan
Board of Directors
Company shall be managed and led by the
Board of Directors with the total of 7 people,
one of whom was appointed as President
Director and 6 others as Field Director.
Directors are appointed and dismissed by the
Shareholders General Meeting for 5 years.
Appointment of the Board of Directors
through the mechanism of the fit and proper
assessment was based on the Regulation of the
Minister of SOEs No. PER-04 / MBU/2009 on
Requirements and Procedure of Appointment
and Dismissal of Members of the Board of
Directors of SOEs and the Articles of Association
of the Corporate. The Board of Directors and their
tenure will be explain in the table as follows:
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Nama
Jabatan
Masa Jabatan
Name
Position
Tenure
I Ketut Mardjana
Direktur Utama / President Director
4 tahun / 4Year
Tavip Parawansa
Direktur Keuangan / Finance Director
2 tahun / 2Year
Sukatmo Padmosukarso
Setyo Riyanto
Ismanto
Budi Setiawan
Entis Sutisna
Wakil Direktur / Deputy Director
4 tahun / 4Year
Direktur Ritel dan Properti / Retail and Property Director
4 tahun / 4Year
Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan / Technology and Financial Services Director
2 tahun / 2Year
Direktur Operasi Surat Pos dan Logistik / Mail and Parcel Director
Direktur SDM dan Umum / Human Resources and General Affairs Director
4 tahun / 4Year
4 tahun / 4Year
Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi
The Appointment and Dismissal of Directors
1. Proses Pengangkatan Direksi
Pengangkatan
Direksi
dilaksanakan
berdasarkan prinsip profesionalisme dan
tata kelola perusahaan yang baik melalui
serangkaian tes pengujian dalam rangka
memilih calon terbaik untuk menduduki
jabatan sebagai anggota Direksi. Pengujian
dilakukan dengan cara tertentu dan dengan
menggunakan tolok ukur yang jelas serta
sistem pengujian yang baku, transparan dan
profesional yang disebut Ujian Kelayakan
dan Kepatutan (UKK).
2. Proses Pemberhentian Direksi
Pada dasarnya masa jabatan anggota
Direksi ditetapkan 5 (lima) tahun dan
dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali
masa jabatan. Namun demikian RUPS dapat
memberhentikan para anggota Direksi
sewaktu-waktu
dengan
menyebutkan
alasannya yaitu:
a. Tidak dapat memenuhi kewajibannya
yang telah disepakati dalam kontrak
manajemen ;
b. Tidak dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik ;
1.
The Process Of Appointment Of Directors
The appointment of the Board of Directors
is carried out based on the principles
of professionalism and good corporate
governance through a series of tests the tests
in order to select the best candidates to occupy
the position as a member of the Board of
Directors. Testing is done in a certain way and
by using yardsticks that’s clear and exhaustive
testing, the system was transparent and
professionally called the test of eligibility and
Appropriateness (UKK).
2. The Dismissal Of The Board Of Directors
Basically the term of members of the Board
of Directors set 5 (five) years and may be
reappointed for one (1) term. However, the
GMS are able to dismiss the members of the
Board of Directors at any time by mentioning
the reason is as follows:
a. Unable to meet its obligations agreed
upon in the contract management;
b. Unable to carry out his duties properly;
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
231
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
c.
Tidak
melaksanakan
ketentuan
peraturan perundang-undangan dan/
atau ketentuan Anggaran Dasar;
d. Terlibat dalam tindakan yang merugikan
Perseroan dan/atau Negara ;
e. Melakukan tindakan yang melanggar
etika
dan/atau
kepatutan
yang
seharusnya dihormati sebagai anggota
Direksi Badan Usaha Milik Negara.
f. Dinyatakan bersalah dengan putusan
pengadilan yang mempunyai kekuatan
hukum yang tetap.
g. Mengundurkan diri.
h. Alasan lainnya yang dinilai tepat oleh
Rapat Umum Pemegang Saham demi
kepentingan dan tujuan Perseroan
Keputusan pemberhentian diambil setelah yang
bersangkutan diberi kesempatan membela
diri. Rencana pemberhentian sewaktu-waktu
anggota diberitahukan kepada anggota Direksi
yang bersangkutan secara lisan atau tertulis oleh
Pemegang Saham.
The decision was taken after the dismissal in
question was given a chance to defend themselves.
Plan stops at any time a member notified to the
concerned Board members verbally or in writing
by the shareholders.
Independensi Direksi
The Independence Of The Board Of Directors
Antar para anggota Direksi dan antara anggota
Direksi dengan anggota Dewan Komisaris tidak
memiliki hubungan keluarga sampai dengan
derajat ketiga, baik menurut garis kurus maupun
garis ke samping, termasuk hubungan yang
timbul karena perkawinan.
Within the members of the Board of Directors and
between the members of the Board of Directors
and the Board of Commissioners, it should not
have family relationships to the third degree, both
vertical and horizantal, including relationships
caused by marriage.
Nama
Name
Hubungan Keluarga dengan
Hubungan Keuangan dengan
Family relationship with
Family relationship with
Komisaris
Direksi
Pemegang Saham
Komisaris
Direksi
Pemegang Saham
Commissioner
Director
Shareholders
Commissioner
Director
Shareholders
Budi Setiawan
x
x
x
x
x
x
Ismanto
x
x
x
x
x
x
Tavip Parawansa
x
Budhi Setyawan
x
Setyo Riyanto
x
Entis Sutisna
x
x
x
x
x
Keterangan/ Information:
•
(v) Ada hubungan / Relationship
•
(x) Tidak ada hubungan / No Relationship
2013
c. Not implementing the provisions of the
legislation and/or the provisions of the
articles of Association;
d. Engage in actions that hurt the company
and/or the State;
e. Take any action that violates ethics and/
or propriety that ought to be respected
as a member of the Board of Directors of
State-owned enterprises.
f. Found guilty by a court decision that has
the force of law.
g.Resigned.
h. Other reasons judged appropriate by the
general meeting of shareholders for the
company’s interests and goals
232
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Pedoman Kerja Direksi
Board Manual
Untuk kejelasan sistem dan struktur hubungan
antar organ perseroan, kewenangan, tugas dan
hubungan kerja masing-masing organ perseroan
agar sejalan dengan Prinsip Tata Kelola Perseroan
yang baik maka Perseroan telah menyusun
pedoman berupa Panduan Bagi Komisaris dan
Direksi (Board Manual). Pedoman ini disusun
oleh Direksi dan Komisaris pada bulan Juni tahun
2011 yang berisikan:
1. Komposisi dan Pembagian Tugas Direksi
2. Tugas dan wewenang Direksi
3. Hak dan Kewajiban Direksi
4. Uraian Tugas Direksi
5. Pelimpahan Tugas dan Kewenangan
6. Penetapan Kebijakan Direksi
7. Rapat Direksi
8. Program Orientasi dan Pengembangan
9. Informasi Kepemilikan Saham Direksi dan
Keluarga
10. Etika Jabatan
11. Perencanaan, Pelaporan dan Evaluasi
12. Hubungan Kerja Komisaris dan Direksi
For the clarity between the system and the
structure of the company organ, authority,
duties and working relationship of each organs
of the company in line with the Coorporate’s
Principles of Good Governance, the Corporate
has established guidelines for Commissioners and
Board of Directors (Board Manual). The guidelines
were developed by the Board of Directors and
Commissioners in June of 2011 which contains:
1. Composition and Distribution of Duties of
Directors
2. Duties and authorities of the Board of
Directors
3. Rights and Responsibilities of Directors
4. Directors’ Job Description
5. Delegation of Duties and Authority
6. Determination of Board of Directors’ Policy
7. Board of Directors
8. Orientation and Development Program
9. The Information of Directors and Family
Shareholding
10. Ethics Position
11. Planning, Reporting and Evaluation
12. Relations
between
Employment
Commissioners and Directors
Tugas Direksi
The Board of Directors’ Duties
Direksi bertugas menjalankan segala tindakan
yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan
untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan
maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili
Perseroan baik di dalam maupun di luar
pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian
dengan pembatasan pembatasan sebagaimana
diatur dalam peraturan perundang-undangan,
Anggaran Dasar dan/atau Keputusan RUPS.
Directors in charge of running all the action
relating to the management of the Company for
the benefit of the Company and in accordance
with the intent and objectives of the Company and
represent the Company both within and outside
court on all things and all events the limitation
as limitation set out in legislation, Articles of
Association and / or the resolution of the GMS.
Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi wajib
mencurahkan tenaga, pikiran, perhatian, dan
pengabdiannya secara penuh pada tugas,
kewajiban dan pencapaian tujuan Perseroan,
mematuhi Anggaran Dasar Perseroan dan
peraturan perundang - undangan serta wajib
melaksanakan prinsip-prinsip professionalisme,
efisiensi,
transparansi,
kemandirian,
akuntabilitas, pertanggung jawaban serta
In performing its duties, the Board of Directors
shall devote energy, thought, attention, and
full devotion to duty, obligations and the
achievement of objectives of the Company, comply
with the Articles of Association of the Company
and legislation and mandatory implement
the principles of professionalism, efficiency,
transparency,
independence,
accountability,
accountability and fairness. in addition to that
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
233
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
kewajaran. Di samping itu setiap anggota Direksi
wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung
jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan
usaha Perseroan dengan mengindahkan undangundang yang berlaku.
Kewenangan Direksi
1. Menetapkan
kebijakan
kepengurusan
Perseroan.
2. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi
kepada seorang atau beberapa anggota
Direksi untuk mengambil keputusan atas
nama Direksi atau mewakili Perseroan di
dalam dan di luar pengadilan.
3. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi
kepada seorang atau beberapa orang pekerja
Perseroan baik sendiri-sendiri maupun
bersama-sama atau kepada orang lain, untuk
mewakili Perseroan didalam dan di luar
pengadilan.
4. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang
kepegawaian Perseroan termasuk penetapan
gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan
penghasilan lain bagi pekerja Perseroan
berdasarkan
peraturan
perundangundangan yang berlaku, dengan ketentuan
penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari
tua dan penghasilan lain bagi pekerja yang
melampui kewajiban yang ditetapkan
peraturan perundang-undangan, harus
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
RUPS.
5. Mengangkat
dan
memberhentikan
pekerja Perseroan berdasarkan peraturan
kepegawaian Perseroan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris
Perseroan.
7. Melakukan segala tindakan dan perbuatan
lainnyamengenai
pengurusan
maupun pemilikan kekayaan Perseroan,
mengikat Perseroan dengan pihak lain dan
atau pihak lain dengan Perseroan serta
mewakili Perseroan di dalam dan di luar
pengadilan tentang segala hal dan segala
kejadian, dengan pembatasan-pembatasan
sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan, Anggaran Dasar dan
atau Keputusan RUPS.
2013
234
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
each member of the Board of Directors shall in
good faith full responsibility and duty for the
benefit of the Company and the heed to the laws
in force.
Authority of theBoard of Directors
1. Establish policies for managing corporate.
2.
3.
Arrange a devolution of authority of the
Board of Directors to a person or members
of the Board of Directors to take decisions on
behalf of the Board of Directors or represent
the Corporate inside and outside the court.
Organize the devolution of authority to one
or more employees of the corporate either
individually or jointly to represent the
corporate inside and outside the court.
4.
Set the terms of employment of the Corporate
including remuneration, pension or retirement
benefits and other income for the workers
of the Corporate based on the legislation in
force, the provisions of the determination of
salary, pension or retirement benefits and
other income for workers who exceed the
obligations set by the legislation, must receive
prior approval from the Shareholder General
Meeting.
5.
Appoint and dismiss employees of the
Corporate based on law and regulations in
force.
6.
Appoint and dismiss the corporate secretary.
7.
Do all acts and other actions regarding the
management and ownership of the Corporate’s
assets, bind the corportae with other parties
and or other parties to the corportae and
represent the Company inside and outside
the court on all things and all events, with
restrictions as stipulated in the laws and
regulations, the Articles of Association and
or the decision of the Shareholder General
Meeting.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Kewajiban Direksi
1. Mengusahakan dan menjamin terlaksananya
usaha dan kegiatan Perseroan sesuai dengan
maksud dan tujuan serta Kegiatan Usahanya.
2. Menyiapkan pada waktunya rencana jangka
Panjang Perseroan, rencana Kerja dan
Anggaran perusahaan dan perubahannya
serta menyampaikan Kepada Dewan
Komisaris dan Pemegang Saham untuk
mendapatkan pengesahan RUPS.
3. Memberikan penjelasan kepada RUPS
mengenai
Rencana
Jangka
panjang
Perseroan dan rencana Kerja dan Anggaran
Dasar Perseroan.
4. Membuat Daftar Pemegang Saham, Daftar
Khusus, Risalah RUPS, dan Risalah Rapat
Direksi.
5. Membuat Laporan Tahunan sebagai wujud
pertanggungjawaban pengurus Perseroan,
serta
dokumen
keuangan
Perseroan
sebagaimana dimaksud dalam undangundang tentang Dokumen Peseroan.
6. Menyusun Laporan Keuangan berdasarkan
Standar Akuntansi
Keuangan
dan
menyerahkan kepada Akuntan Publik untuk
diaudit.
7. Menyampaikan Laporan Tahunan termasuk
Laporan Keuangan Kepada RUPS untuk
disetujuidan disahkan, serta laporan
mengenai hak-hak Perseroan yang tidak
tercatat dalam pembukuan antara lain
sebagai akibat penghapus bukuan piutang.
8. Memberikan penjelasan kepada RUPS
mengenai Laporan Tahunan.
9. Menyampaikan Neraca dan Laporan Laba
Rugi yang telah disahkan oleh RUPS kepada
Menteri yang membidangi hukum dan Hak
Asasi Manusia sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
10. Menyampaikan laporan perubahan susunan
Pemegang Saham, Direksi dan Dewan
Komisaris kepada Menteri yang membidangi
Hukum dan Hak Asasi Manusia.
11. Memelihara Daftar Pemegang Saham,
Daftar Khusus, Risalah RUPS, Risalah Rapat
Dewan Komisaris dan Risalah Rapat Direksi,
Laporan tahunan dan Dokumen Keuangan
Perseroan.
Obligations of the Board of Directors
1. Seek and guarantee the implementation of
the Corporate’s business and activities in
accordance with the purpose, objectives and
business activities.
2. Prepare Long-term plans of the Corporate,
Work plan and budget, and amendments and
deliver it to the Board of Commissioners and
Shareholders to get approval of Shareholder
General Meeting.
3. Provide an explanation to the Shareholder
General Meeting regarding the Corporate’s
long-term plan, work plan, and the Articles of
Association.
4. Make Shareholder Register, Special Register,
treatise of Shareholder General Meeting, and
treatise of the Board of Directors meeting.
5. Make the Annual Report of the Corporate as a
form of accountability of the board, as well as
financial documents referred to the laws on
Corporate Documents.
6. Compile financial reports based on Financial
Accounting Standards and submit to Public
Accountant to be audited.
7. Deliver the Annual Report including Financial
Statements to the Shareholder General
Meeting to get approval, as well as a report
on the rights of the Corporate which are not
recorded in the books, as a result of writing
off credit.
8. Provide an explanation to the Shareholder
General Meeting regarding the Annual Report.
9. Deliver the balance Sheet and Income
Statement that has been approved by the
Shareholders General Meeting to the Minister
who is in charge of law and human rights
in accordance with the provisions of the
legislation.
10. Submit reports of the changes in composition
of Shareholders, the Board of Directors and
Board of Commissioners to the Minister who
is in charge of Law and Human Rights.
11. Maintain the register of Shareholders, the
Special Register, treatise of Shareholder
General Meeting, treatise of the Board of
Commissioners and Board of Directors
Meeting, Annual Reports and Financial
Statement of the corporate.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
235
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
12. Menyimpan
di
tempat
kedudukan
perseroan: Daftar Pemegang Saham, Daftar
Khusus, Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan
Komisaris dan Risalah Rapat Direksi,
Laporan Tahunan dan dokumen Keuangan
perseroan serta dokumen perseroan lainnya.
13. Menyusun sistem akuntansi sesuai dengan
standar akuntasi keuangan dan berdasarkan
prinsip pengendalian intern, terutama fungsi
pengurusan, pencatatan, peniympanan dan
pengawasan.
14. Memberikan laporan berkala menurut cara
dan waktu sesuai dengan ketentuan yang
berlaku serta laporan lainnya setiap kali
diminta oleh Dewan Komisaris dan /atau
Pemegang Saham.
15. Menyiapkan susunan organisasi perseroan
lengkap dengan perincian dan tugasnya.
16. Memberikan penjelasan tentang segala hal
yang dinyatakan atau yang diminta anggota
Dewan Komisaris dan para Pemegang
Saham.
17. Menyusun dan menetapkan blue print
organisasi Perseroan.
18. Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya
sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
Anggaran Dasar ini dan yang ditetapkan oleh
RUPS berdasarkan peraturan Perundangundangan.
12. Store the register of Shareholders, the
Special Register, treatise of Shareholder
General Meeting, treatise of the Board of
Commissioners and Board of Directors
Meeting, Annual Reports and Financial
Statement of the corporate and other
corporate’s documents.
13. Construct an accounting system based on the
financial accounting standards and internal
control principles, especially the function
of the management, recording, storing and
monitoring.
14. Provide periodic reports in the manner and
time in accordance with the regulations
and other reports whenever requested by
the Board of Commissioners and / or the
Shareholders.
15. S
et up a company’s organizational
structure completed with the details and job
descriptions.
16. P
rovide an overview of everything that
is stated or requested by the Board of
Commissioners and the Shareholders.
17. P
repare and establish the Corporate’s
organizational blueprint.
onduct other obligations in accordance
18. C
with the provisions stipulated in Articles of
Association and approved by the Shareholder
General Meeting based on legislation.
Rapat Direksi
Board of Directors Meeting
Agenda rutin yang dibahas dalam Rapat Direksi
meliputi evaluasi (review) kinerja bulanan dan
triwulanan Perseroan, monitoring dan evaluasi
tindak lanjut permasalahan, dan membahas halhal khusus yang memerlukan persetujuan Direksi
serta permasalahan aktual yang perlu mendapat
klarifikasi dari manajemen.
Routine agenda discussed in the Meeting of the
Board of Directors includes the evaluation (review)
of monthly performance and the quarterly report,
monitoring and evaluation of follow-up problems,
and discussion on specific issues that require the
approval of the Board of Directors as well as the
actual problems that need to get clarification from
management.
Presentase Kehadiran Direksi pada Rapat Direksi Tahun 2013
Percentage of Attendance of Directors at Board of Directors Meeting in 2013
No
Nama
Name
Jumlah Radir yg Diikuti
Total Meeting
Hadir
Attend
Tidak Hadir
No Attend
Presentase
Percentage
1
Budi Setiawan
40
37
3
92,5%
3
Ismanto
40
34
6
85%
2
Setyo Riyanto
4
5
7
2013
80%
40
0
100%
Budhi Setyawan
3
3
0
100%
0
100%
Sukatmo Padmosukarso
236
8
40
I Ketut Mardjana
8
32
Entis Sutisna
Tavip Parawansa
6
40
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
40
18
18
34
15
18
6
3
85%
83%
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Keputusan Direksi
Decision of theBoard of Directors
Pada dasarnya segala keputusan Direksi diambil
dalam Rapat Direksi yang kemudian dibuatkan
Risalah Rapat Direksi. Namun demikian
Keputusan dapat pula diambil diluar rapat
Direksi sepanjang seluruh anggota Direksi setuju
tentang cara dan materi yang diputuskan.
Adapun keputusan yang diambil di luar rapat
Direksi dan disetujui oleh seluruh anggota
Direksi yang bersifat strategis diantaranya
adalah sebagai berikut:
Basically, all the decisions taken in the Board
of Directors Meeting will be noted in meeting
treatise. However, decisions can also be taken
outside the meeting as long as all of the Board of
Directors agreed on the manner and the matter
that are decided.
As for the decisions taken outside meetings of the
Board of Directors and approved by all members
of the Board of Directors of the strategic nature of
which is as follows:
Penilaian Kinerja Direksi
Penilaian kinerja Direksi secara keseluruhan
dan masing-masing anggota Direksi dilakukan
oleh Pemegang Saham melalui mekanisme RUPS.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN
No : PER-01/MBU/2011 tgl 1 Agustus 2011 (yang
merupakan penyempurnaan dari Keputusan
Menteri BUMN No : KEP-117/M-MBU/2002 tgl 31
Juli 2002) hal Penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik pada Badan Usaha Milik Negara, RUPS
wajib menetapkan Indikator Pencapaian Kinerja
(Key Performance Indicator).
RUPS tentang Pengesahan Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2012
tanggal 21 Mei 2013 menetapkan aturan
mengenai sistem penilaian bagi Direksi baik
kolegial maupun Individual yang tertuang dalam
Kontrak Manajemen sebagai tolok ukur dalam
mengevaluasi tingkat keberhasilan. Adapun
Pencapaian KPI sebagaimana termuat dalam
Laporan Reviu Atas Laporan Key Performance
Indicator (KPI) Tahun 2013 oleh Akuntan
Independen Kosasih & Rekan adalah sebagai
berikut:
Performance Evaluation of the Board of
Directors
Overall performance of the Board of Directors
and each member of the Board of Directors are
assessed by Shareholders through the mechanism
of Shareholder General Meeting. In accordance
with the Regulation of the Minister of State Owned
Enterprises No.: PER-01/MBU/2011 date August
1, 2011 (which is a refinement of the Ministerial
Decree No.:KEP-117/M-MBU/2002 dated July 31,
2002) on the Implementation of Good Corporate
Governance on State-Owned Enterprises, The
Shareholder General Meeting must establish
Key Performance Indicators (Key Performance
Indicator).
The Shareholder General Meeting on the
ratification of the Work Plan and Budget
2013 dated May 21, 2014 set the rules of the
assessment system for Directors both collegially
and individually and set out in the Management
Contract as a benchmark in evaluating the success
rate. The achievement of KPI as contained in the
Review of the Key Performance Indicator (KPI)
Report 2013 by the Independent Accountants Gani
Sigiro & Handayani.
Prosedur Penetapan Remunerasi Direksi
Remuneration Procedure
Penentuan Penghasilan Direksi berpedoman
pada Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor:
Per- 07/MBU/2010 Tentang Pedoman Penetapan
Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, Dan
Dewan Pengawas BUMN. Gaji Direksi ditetapkan
berdasarkan rumus sebagai berikut:
Income determination of the Board of Directors
based on the Regulation of the Minister of State
Owned Enterprises No.: Per-07/MBU/2010 On
Guidelines of Income Determination for Directors,
the Board of Commissioners, and the Board of
Trustees of SOEs. Directors’ salaries are set based
on the following formula:
Gaji = Gaji Dasar x Faktor Penyesuaian Industri x Faktor
Penyesuaian Inflasi x Faktor Jabatan
Salary = Basic Salary x Industrial Adjustment Factor x
Inflation Adjustment Factor x Position Factor
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
237
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2013
Perseroan dapat memberikan Tantiem kepada
anggota Direksi dan Dewan Komisaris, dalam hal
Perseroan mengalami peningkatan kinerja.
Penghasilan Direksi tahun 2012 termasuk
Tantiem atas Kinerja Perseroan tahun buku
2012 dan besarnya Faktor Penyesuaian Industri
(FPI) ditetapkan oleh Pemegang Saham
secara tersendiri di luar RUPS berdasarkan
hasil pembahasan Tim Ad Hoc Kementerian
BUMN tentang Remunerasi Direksi dan Dewan
Komisaris/Dewan Pengawas melalui Keputusan
Pemegang Saham di luar RUPS tentang
Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris PT Pos
Indonesia (Persero) yang kemudian ditegaskan
melalui Surat Keputusan Direksi tentang
Penggajian, Tunjangan dan Fasilitas Lainnya Bagi
Direksi PT Pos Indonesia (Persero) menetapkan
Remunerasi Direksi.
Basic Salary x Industrial
Salary=
Adjustment Factor x Inflation Adjustment Factor
x Position Factor
The corporate can provide a performance bonus to
the members of the Board of Directors and Board
of Commissioners, if the corporate experienced
performance improvement. Directors’ revenue in
2013 including the Performance Bonus in 2013
and the amount of Industries Adjustment Factor
is determined by the Shareholders outside the
Shareholder General Meeting. It is based on the
discussion result of Ad Hoc team of Ministry of
SOEs on Remuneration of Directors and Board
of Commissioners / Board of Trustees and then
confirmed by the Decree of the Board on Payroll,
Benefits and Other Facilities for the Board of
Directors of PT Pos Indonesia (Persero).
Renumerasi, Tunjangan Dan Fasilitas Direksi
Remuneration, Allowances and Facilities
Gaji Direktur Utama tahun 2013 sebesar Rp
85.000.000,00 per bulan, gaji Wakil Direktur
Utama 95%, Anggota Direksi 90%, Komisaris
Utama 40% dan Anggota Dewan Komisaris 36%
dari gaji Direktur Utama. Tunjangan dan/atau
fasilitas yang akan diberikan kepada Direksi
dan Dewan Komisaris mengacu pada Peraturan
Menteri Negara BUMN nomor Per-07/MBU/2010
tanggal 27 Desember 2010. Gaji/honorarium
serta tunjangan dan fasilitas bagi Direksi dan
Dewan Komisaris berlaku terhitung efektif
sejak tanggal 1 Januari 2013. Tantiem diberikan
untuk kinerja tahun buku 2012 sebesar Rp
3.600.000.000,00 (pajak ditanggung penerima).
Komposisi besarnya tantiem adalah Direktur
Utama 100%, Wakil Direktur Utama 95%,
Anggota Direksi 90%, Komisaris Utama 40% dan
Anggota Dewan Komisaris 36% dari Direktur
Utama.
The Salary of President Director in 2012 of
IDR85,000,000.00 per month, Vice President was
95%, Member of the Board of Directors was 90%,
Chairman of Board of Commissioners was 40%
and member of the board of the commissioner
was 36% of the salary of the President Directors.
Allowances and/or facilities provided to the
Board of Directors and Board of Commissioners
referred to the regulation of Minister of SOEs No:
Per-07/MBU/2010 number dated December 27,
2010. Salary/honorarium and allowances and
facilities for the Board of Directors and Board of
Commissioners was effective since January 1, 2013.
Bonus was awarded for the performance in 2012
amounted to IDR3,600,000,000.00 (tax borne by
the recipient). The composition of the bonus was
as follows: the bonus of President Director was
100%, Vice President was 95%, Member of the
Board of Directors was 90%, Chairman of Board
of Commissioners was 40% and the member of
board of commissioners was 36% of the President
Director’s bonus.
Program Pengembangan Direksi
Board Development Program
Untuk meningkatkan kompetensi berkaitan
dengan tugas dan tanggung jawabnya, Perseroan
memfasilitasi pengembangan Direksi. Dalam
kurun waktu tahun 2012, Direksi telah mengikuti
berbabagi In House Training, pelatihan, seminar,
workshop dan konferensi.
To improve the competencies related to the duties
and responsibilities, the corporate facilitates the
development of the Corporate’s Board of Directors.
In the period of 2012, the Directors had followed
many In-House Trainings, trainings, seminars,
workshops and conferences.
238
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Topik dan Fokus Isu Tahun
2013
Topic and Focus Issues 2013
Tantangan Perseroan ke depan adalah bagaimana
mewujudkan fundamental yang kokoh di tengah
arus turbulensi perubahan bisnis, regulasi,
kompetensi dan teknologi.
Fokus
manajemen
Perseroan
di
tahun
2013 adalah “MOVE-ON : Shaping a New
Future”
untuk menuju capaian di tahun
2017, yang dijabarkan sebagai berikut :
• Tahun 2013-2014 perbaikan infrastruktur
dan pendayagunaan business lanscape
secara kokoh dan fundamental.
• Pembangunan infrastruktur dan core
business yang dikembangkan ke arah
menjadi market leader di setiap bisnis dan
produk yang dimasuki.
• Pengembangan bisnis finansial memasuki
babak baru dengan konsep dan manajemen
bisnis dengan business lanscape baru.
• Melalui corporate action diharapkan
pertumbuhan aset perusahaan meningkat
secara signifikan (un-organic growth).
Company Challenges ahead is how to realize a
solid fundamentals in the midst of the current
turbulent change of business, regulatory, and
technological competence. The focus of the
company’s management in 2013 is “MOVE-ON:
Shaping a New Future” for there is nothing in the
year 2017, which is outlined as follows:
Dengan mempedomani Peraturan Menteri
Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor :
Per - 01 /Mbu/2011 Tentang Penerapan Tata
Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate
Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara,
sistem pengendalian intern perseroan mencakup
hal-hal sebagai berikut:
1. Lingkungan pengendalian intern dalam
Perseroan yang dilaksanakan dengan
disiplin dan terstruktur, yang terdiri dari:
a. Integritas, nilai etika dan kompetensi
karyawan;
b. Filosofi dan gaya manajemen;
c.Cara yang ditempuh manajemen
dalam melaksanakan kewenangan dan
tanggung jawabnya;
d. Pengorganisasian dan pengembangan
sumber daya manusia; dan
e. Perhatian dan arahan yang dilakukan
oleh Direksi.
2. Pengkajian terhadap pengelolaan risiko
usaha (risk assessment), yaitu suatu proses
untuk
mengidentifikasi,
menganalisis,
menilai pengelolaan risiko yang relevan.
Based on the regulation of Minister of SOEs
Number: Per - 01 / Mbu/2011 on Implementation
of Good Corporate Governance (GCG) On StateOwned Enterprises, the corporate’s internal
control system include as follow:
•
•
•
•
2013-2014 infrastructure improvements and
business utilization of lanscape firmly and
fundamentally.
Infrastructure development and core business
developed in the direction of becoming market
leader in every business and the products are
entered.
Financial business development entered a
new chapter with the concept and business
management with business new lanscape.
Through corporate action expected growth of
the company’s assets increased significantly
(un-organic growth).
Internal Control
Pengendalian Internal
1.
Internal control in the Corporate is executed
with discipline and structured, which consists
of:
• Integrity, ethical values and competence
of employees;
• Philosophy and management style;
• How the Management carry out the
responsibilities and authorities;
• Organization and development of human
Resources;
• Attention and direction made by the
Board of Directors.
2.
Assessment of business risk Management is a
process for identifying, analyzing, assessing
relevant risk management.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
239
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
3. Aktivitas pengendalian, yaitu tindakantindakan yang dilakukan dalam suatu
proses pengendalian terhadap kegiatan
Perseroan pada setiap tingkat dan unit
dalam struktur organisasi BUMN, antara lain
mengenai kewenangan, otorisasi, verifikasi,
rekonsiliasi, penilaian atas prestasi kerja,
pembagian tugas, dan keamanan terhadap
aset Perseroan.
4. Sistem informasi dan komunikasi, yaitu
suatu proses penyajian laporan mengenai
kegiatan operasional, finansial, serta
ketaatan dan kepatuhan terhadap ketentuan
peraturan perundang-undangan oleh BUMN.
5. Monitoring, yaitu proses penilaian terhadap
kualitas sistem pengendalian intern,
termasuk fungsi internal audit pada setiap
tingkat dan unit dalam struktur organisasi
BUMN, sehingga dapat dilaksanakan secara
optimal.
Sebagai penjabaran dari proses pengendalian
internal ini, Perseroan telah melakukan beberapa
hal sebagai berikut:
a. Penataan Struktur Organisasi
Struktur
Organisasi
Perseroan
yang
sebelumnya berpedoman pada Surat
Keputusan Direksi tentang Perubahan/
Penyesuaian Struktur Organisasi PT Pos
Indonesia (Persero).
Pengawasan
efektifitas
pengendalian
b.
internal oleh Satuan Pengawasan Internal
(SPI).
Sekretaris Perseroan
Control Activities are the actions carried
out in a process of controlling the activities
of the Corporate at any level and units of
the SOEs organizational structure, such as
the authority, authorization, verification,
reconciliation, assessment of job performance,
job descriptions, and security of the assets of
the Company.
4.
Information and communication System
is a process of preparing a report on the
operational and Financial activities, and
adherence and compliance with the provisions
of laws and regulations of SOEs.
Monitoring is the process of assessment
on the quality of internal control systems,
including internal audit function at every
level and unit of state-owned enterprises
in the organizational structure, so it can be
implemented optimally.
5.
As the elaboration of the internal control process,
the Corporate has conducted some of the following:
a.
Structuring Organizational Structure
Organizational Structure of the Company is
previously guided by the Decree of the Board
on Change/ adjustment of Organizational
Structure of PT Pos Indonesia (Persero).
b. Controlling the effectiveness of internal
control by the Internal Audit Unit (IAU).
Corporate Secretary
Untuk memenuhi kewajiban Direksi dalam
menyelenggarakan fungsi Sekretaris Perusahaan
sesuai yang diamanatkan di dalam Peraturan
Menteri BUMN Nomor 1/MBU/2011, Direksi
mengangkat seorang Sekretaris Perusahaan
melalui Surat Keputusan Direksi tentang Mutasi
dan Promosi Karyawan di Lingkungan PT. Pos
Indonesia (Persero). Sekretaris Perusahaan
dijabat oleh Tuwuh Widodo.
To fulfill the obligations of Directors in carrying out
the function of corporate Secretary as mentioned
in the Ministerial Regulation No. 1/MBU/2011,
the Board of Directors appointed a Corporate
Secretary by Decree of the Board of Directors on
the Employee’s Mutation and Promotion in PT. Pos
Indonesia (Persero). The corporate Secretary is
chaired by Tuwuh Widodo.
Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari,
Sekretaris Perusahaan berpedoman pada Uraian
Jabatan yang tercantum pada SK Direksi tentang
Penataan Struktur Organisasi Dan Uraian
Jabatan (Job Description) di Lingkungan PT Pos
Indonesia (Persero).
In day-to-day duties, the Corporate Secretary
refers to Job Description listed at directors’ decree
on Organizational Structure and job description in
PT Pos Indonesia (Persero).
Pedoman Kerja Sekretaris Perseroan
2013
3.
240
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Working Guidelines of Corporate Secretary
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Fungsi Sekretaris Perseroan
The functions of the Corporate Secretary
Fungsi dan peran Sekretaris Perusahaan adalah
Pejabat Penghubung (Liaison Officer) yang
membantu Direktur Utama dalam penerapan
prinsip-prinsip GCG khususnya transparansi, dan
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh
Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas
serta
menatausahakan
serta
menyimpan
dokumen perusahaan, termasuk tetapi tidak
terbatas pada Daftar Pemegang Saham, Daftar
Khusus dan risalah Rapat Direksi, Rapat Dewan
Komisaris dan RUPS.
The function and role of the Corporate secretary
is the Liaison Officer who assists the President
Director in the implementation of good corporate
governance principles in particularly the principle
of transparency, and provides the information
required by the Board of Directors and Board
of Commissioners / Board of Trustees as well as
administers and stores corporate’s documents,
including but not limited to List of Shareholders,
the treatise and the Special Register of Directors
Meeting, the Board of Commissioners meeting and
the Shareholder General Meeting.
Tugas dan tanggung Jawab
Duties and Responsibilities
Dalam mewujudkan fungsi tersebut di atas,
Sekretaris Perusahaan mempunyai tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
1. Memonitor persiapan acara rapat Direksi,
Komisaris dan rapat koordinasi antar
Direktorat serta rapat lain di lingkungan
Kantor Pusat serta menyiapkan agenda dan
notulen rapat.
2. Mengawasi pendistribusian surat masuk dan
keluar dari pihak internal maupun eksternal.
Mengawasi pengarsipan copy surat masuk
dan keluar dari dan ke Direksi, copy suratsurat keputusan Direksi, dan dokumendokumen
penting
Perseroan
seperti
Anggaran Dasar/Akte Pendirian Perseroan,
dan ketentuan Perundang-undangan yang
terkait dengan Korporasi: UU BUMN,
Pemerintah,
Keputusan
Peraturan
Kementerian BUMN, SK Pengangkatan
Direksi dan Komisaris, Biodata Direksi dan
Komisaris dll.
3. Memeriksa dan menyetujui permintaan
surat/dokumen dari Bagian lain.
4. Menyusun pedoman internal pembuatan
kontrak pengadaan barang/jasa yang terkait
dengan aspek hukum.
5. Memberikan rekomendasi kesesuaian aspek
hukum calon rekanan untuk dimasukkan
dalam daftar rekanan perusahaan.
6. Memberikan rekomendasi aspek hukum
semua Surat Perjanjian/Kontrak, MOU dan
surat-surat berharga yang berhubungan
dengan pihak yang mengikatkan diri dengan
perusahaan.
In order to realize the functions mentioned
above, the corporate secretary has duties and
responsibilities as follows:
1. Monitor the preparations of Directors
meetings, coordination meetings between the
Commissioner and the Directorate as well as
other meetings at HeadOffice and prepare the
agenda and treatise of the meeting.
2. Oversee the distribution of incoming and
outgoing mail from internal and external
parties. Oversee the documentation of a
copy of the entry and exit letter to and from
the Board of Directors, a copy of Director’s
decree, and other important documents such
as the Company’s Articles of Association/
Articles of Corporate’s establishment,
and the provisions of laws and regulation
related to the Corporation: SOE Act,
Government Regulations, decree of Ministry
of SOE, decree of Appointment of Directors
and Commissioners, CV of Directors and
Commissioners etc.
3. Examine and approve the request letter /
document from another section.
4. Formulate internal guidelines for contract
procurement of goods / services related to the
legal aspects.
5. Provide recommendation on the legal
suitability of prospective partners to be
included in the list of company’s partners.
6. Provide legal advice on all aspects of the
Agreement / Contract, MOU and securities
related to parties that bind themselves to the
company.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
241
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2013
Resolve the legal aspects of the IPO, the
establishment of a subsidiary as well as
cooperation with strategic partners (ISO,
JOA, BOT, etc.) and build relationships with
investors / strategic partners.
Monitor the implementation of GCG.
Prepare quarterly reports on the corporate
compliance toward laws and regulations.
M
onitor the provision of information and
provide information to the relevant parties
based on their authority.
M
anage the implementation of corporate
publications for internal and external parties.
P
repare materials to meet the needs of the
Board of Directors for internal, external
meeting, and protocol activities.
M
onitor the implementation of the protocol of
the Corporate.
anage activities Liaison Office (LO) in
M
Jakarta.
D
evelop guidelines on the procedures
and methodology in the identification,
measurement, management and monitoring /
controlling risk.
oordinate the identification process and
C
risk analysis, risk measurement and risk
management systems formulation.
rovide an opinion in terms of risk to the BOD
P
for any investment.
I mplement the monitoring and evaluation of
risk management for all business processes.
M
ake a report on the implementation of
programs and activities of The Corporate
secretary.
7. Menyelesaikan aspek legal IPO, pendirian
anak perusahaan maupun kerjasama dengan
mitra strategik (ISO, JOA, BOT, dll) dan
membina hubungan dengan investor/mitra
strategik.
8. Memonitor pelaksanaan GCG.
9. Menyiapkan laporan triwulan tentang
kepatuhan korporasi terhadap penerapan
peraturan perundang-undangan.
10. Memonitor penyediaan informasi dan
memberikan pelayanan informasi kepada
pihak-pihak terkait sesuai kewenangan.
11. penyelenggaraan
publikasi
Mengelola
korporasi untuk pihak internal maupun
eksternal.
12. Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan
untuk memenuhi kebutuhan Direksi dalam
rangka pertemuan dengan pihak internal,
eksternal maupun kegiatan protokoler.
13. Memonitor pelaksanaan kegiatan protokoler
Perseroan.
14. Mengelola kegiatan Liaison Office (LO)
Jakarta.
15. Menyusun pedoman tentang prosedur dan
metodologi dalam identifikasi, pengukuran,
pengelolaan dan pengawasan/pengendalian
risiko.
Mengkoordinasi proses identifikasi dan
16. analisis
risiko, pengukuran risiko dan
perumusan sistem pengelolaan risiko.
17. Memberikan opini dari segi risiko kepada
BOD atas setiap investasi.
18. Melaksanakan monitoring dan evaluasi
pengelolaan risiko terhadap semua proses
bisnis.
19. Membuat laporan pelaksanaan program dan
kegiatan Bagian Sekretaris Perusahaan
7.
Struktur Organisasi Sekretaris Perseroan
Organizational Structure of the Corporate
Secretary
Secara struktural, Sekretaris Perusahaan
bertanggungjawab kepada Direksi, dipimpin
oleh seorang Kepala Bagian yang membawahi
empat orang Kepala Urusan yaitu Kepala Urusan
Sekretariat dan Protokoler, Kepala Urusan
Humas, Kepala Urusan Manajemen Resiko, Legal,
Kepatuhan dan Hubungan Investor, serta Kepala
Urusan Rumah Tanggal.
Structurally, the Corporate Secretary is
responsible to the Board of Directors, headed by
a Chief who supervises four Heads, they are Head
of the Secretariat and Protocol Affairs, Head of
Public Relations, Head of Risk Management, Legal,
Compliance and Investor Relations, and Head of
domestic affairs.
242
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Sesuai SK Direksi Nomor 01-SKEP/05.D1/05.10/
I/2011 tanggal 17 Januari 2011 tentang Penataan
Struktur Organisasi Dan Uraian Jabatan (Job
Description) di Lingkungan PT Pos Indonesia
(Persero), struktur Organsasi Bagian Sekretaris
Perusahaan.
According to decree of Directors Number 01SKEP/05.D1/05.10 / I/2011 dated January
17, 2011 on Organizational Structure and Job
Description in PT Pos Indonesia (Persero), the
organizational structure of the secretary of
Company:
Struktur Organisasi
Perusahaan
Sekretaris
Organizational Structure of The Secretary of
company
Formasi jabatan yang tersedia dalam struktur
organisasi diatas sebanyak 13 jabatan semuanya
sudah terisi sesuai dengan ketentuan. Sesper
membawahi 3 (tiga) Vice President, 9 (sembilan)
Manager.
Pengembangan Kompetensi Bagian Sekretaris
Perusahaan
Sesuai dengan kebutuhan perusahaan personel
Bagian
Sekretaris
Perusahaan
diberikan
pendidikan dan pelatihan berupa kursus jabatan,
in house training, seminar dan workshop yang
dilakukan secara berkesinambungan untuk
meningkatkan kompetensi dan kemampuan
dalam fungsinya sebagai personel Sekretaris
Perusahaan.
Formations available in the organizational
structure above are 13 positions that have been
filled in accordance with the provisions. The
secretary of company supervises three (3) Vice
President, 9 (nine) Manager.
The Development Of The Competence Of The
Corporate Secretary
According to the company’s personnel needs of
The Corporate Secretary is given in the form of
education and training courses, in house training,
seminars and workshops are conducted on an
ongoing basis to enhance the competence and
capability in their functions as members of the
Corporate Secretary.
Laporan Kegiatan
Activity Report
Dalam kaitan fungsi dan tugasnya, Sekretaris
Perusahaan telah mengadakan beberapa kegiatan
terkait dengan stakeholderss dan keterbukaan
informasi yang telah dilakukan di tahun 2013
adalah:
1. RUPS sebanyak 2 kali
2. Rapat Direksi sebanyak 42 kali
3. Laporan Manajemen sebanyak 1 kali
4. Laporan Tahunan sebanyak 1 kali
Selain kegiatan tersebut, Sekretaris Perseroan
juga telah memfasilitasi pelaksanaan acaraacara.
Regarding to the functions and duties, the
Secretary of the Company has conducted several
activities related to stakeholders and information
disclosure in 2013 such as:
Nama
Kewarganegaraan
Tempat/Tanggal Lahir
Pendidikan
Tanggal Mulai Menjabat
Bagian
1. 2 (two) Shareholder General Meetings
2. 42 (fourty two) Board of Directors meetings
3. 1 (one) Management Report
4. 1 (one) Annual Report
In addition to these activities, the Secretary of
Company has also facilitated the implementation
of events.
Profil Sekretaris Perusahaan
Profile Corporate Secretary
Name
Tuwuh Widodo
Warga Negara Indonesia
Nationality
Sarjana Ekonomi Manajemen
Education
Place/Born
Tulungagung / 14 Januari 1963
08 September 2011
Date Of Taking Office
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
243
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Akses Informasi dan Data Perusahaan
Access to Information and Data of Company
Penyebarluasan informasi secara transparan
baik kepada stakeholders dan shareholder
maupun kepada masyarakat umum dipandang
sangat perlu. Hal ini sebagai upaya Perseroan
untuk memenuhi salah satu prinsip dalam GCG
yaitu asas transparansi dan untuk mendukung
diberlakukannya Undang-Undang Nomor 14
Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi
Publik. Media yang selama ini digunakan
Perseroan untuk penyebarluasan informasi
adalah melalui internet/web dan media massa.
Perseroan memiliki beberapa website yang
dapat diakses oleh publik melalui alamat sebagai
berikut:
1. Website resmi Perseroan :
www.posindonesia.co.id
2. Subportal Perseroan di website Kementerian
BUMN : http://www.bumn.go.id/PT. Pos
Indonesia (Persero)5/
Dissemination of information in a transparent
manner to both stakeholders and shareholders
as well as to the general public is considered very
important. It is the Corporate’s efforts to meet
one of the principles in the corporate governance
that is the principle of transparency and to
support the enactment of Law No. 14 of 2008 on
Public Information. Media that has been used
by the Corporate to disseminate the information
is through the internet / web and mass media.
The Company has a number of websites that can
be accessed by the public through the following
address:
Untuk sistem komunikasi data dan informasi
antar Area/Unit Pelaksana Teknis dan Kantor
Pusat, Perseroan telah menerapan teknologi
Wide Area Network (WAN) dengan menggunakan
VSAT (Very Small Apperture Terminal), Fiber
Optic dan WaveLAN sehingga masing-masing
Area/Unit Pelaksana Teknis dapat melakukan
panggilan telepon, pengiriman data, laporan dan
berita melalui teknologi ini.
For data communication systems and information
inter Area / Technical Unit and the Head Office,
the Corporate has applied technology of Wide Area
Network (WAN) using VSAT (Very Small Apperture
Terminal), Fiber Optic and WaveLAN so that each
area / Technical Unit can make phone calls, send
data, reports and news through this technology.
Fungsi
website
tersebut
adalah
untuk
penyebarluasan informasi secara transparan
baik kepada stakeholders dan shareholder
maupun kepada masyarakat umum, membangun
citra Perseroan dan sebagai media promosi.
Selain melalui website/internet, Perseroan
juga secara rutin menerbitkan company profile,
mencetak brosur, publikasi melalui surat kabar,
majalah dan media lainnya dan berpartisipasi
dalam berbagai kegiatan pameran/ekspo. Untuk
lingkungan internal, Perseroan menerbitkan
Majalah Merpati Pos. Perseroan telah melakukan
restrukturisasi jaringan local (Local Area
Network/ LAN) Kantor Pusat dan saat ini LAN
Kantor Pusat menggunakan teknologi Virtual
LAN yang lebih handal untuk mengakses web
intranet, sistem e-mail Perseroan dan internet.
2013
244
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
1.
Official Website of the corporate:
www.posindonesia.co.id
2. Subportal of corporate at the website of
Ministry of SOEs: http://www.bumn.go.id/PT.
Pos Indonesia (Persero)5/
The function of the website is to disseminate
information transparently to both stakeholders
and shareholders as well as to the general
public, to build the image of the Corporate and
as a promotional media. Other than through the
website / internet, the Corporate also regularly
publishes company profile, brochure printing,
publication in newspapers, magazines and other
media and participates in various exhibitions /
expos. For the internal of PT Pos, the Company
issued Merpati Post Magazine. The Corporate
has restructured the local network (Local Area
Network / LAN) of the Headquarters and currently
has used more reliable Virtual LAN technology to
access intranet web, e-mail systems and Internet.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Satuan Pengawas Intern
(SPI)
Internal Audit Unit (IAU)
PT Pos Indonesia (Persero) sebagai Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) harus dapat
mempertanggungjawabkan segala dan hasil
usahanya kepada pemegang saham, seluruh
pegawai, pelanggan dan stakeholders lainnya.
PT Pos Indonesia (Persero) is a State Owned
Enterprise (SOE) should be accountable for all his
efforts and results to shareholders, all employees,
customers and other stakeholders.
Akuntabilitas dan responsibilitas manajemen
kepada stakeholders tentu harus dinilai dan
dievaluasi, baik dari aspek ketaatan pada
peraturan, efisiensi dan efektifitas kegiatan.
Accountability and management responsibility to
the stakeholders would be assessed and evaluated,
both from a regulatory compliance, efficiency and
effectiveness of activities.
Agar SPI berjalan sesuai dengan visi, misi dan
tujuan pembentukannya, maka diperlukan
Internal Audit Charter, sehingga dicapai adanya
kesamaan pemahaman terhadap tugas, fungsi
dan kewenangan SPI, baik oleh Direksi, Komisaris
maupun seluruh jajaran manajemen perusahaan.
Di sisi lain, eksistensi dan pelaksanaan tugas SPI
dapat diterima dan didukung oleh seluruh unit
In order for IAU runs based on vision, mission
and objectives of its formation, it would require
the Internal Audit Charter, to achieve a common
understanding of the duties, functions and powers
IAU, either by the Board of Directors, Commissioners
and all levels of corporate management. On the
other hand, the existence and implementation of
IAU tasks can be accepted and supported by all
Manajemen dituntut mengelola perusahaan
dengan baik (Good Coporate Governance) dengan
menjalankan prinsip transparansi, kemandirian,
akuntabilitas, dan kewajaran atas seluruh
aktivitas perusahaan, serta menyajikan laporan
keuangan/kegiatan yang informatif, handal dan
dapat dipercaya.
Management is required to manage the company
well (Good Coporate Governance) to follow
the principle of transparency, independence,
accountability, and fairness for all activities of
the company, as well as presenting the financial
statements / events that are informative, reliable
and trustworthy.
Untuk mencapai tujuan dimaksud, Satuan
Pengawasan Internal (SPI) PT Pos Indonesia
(Persero) selaku aparat fungsional yang
bertanggung jawab kepada Direktur Utama
dituntut berperan optimal membantu Top
Management menjalankan fungsi pengawasan.
SPI harus mampu memberikan masukan
dan rekomendasi terhadap kelemahan dan
penyimpangan dalam pelaksanaan operasional
dan keuangan, baik menyangkut ketaatan
peraturan, penilaian efisiensi dan efektifitas
kegiatan dari seluruh lini organisasi di lingkungan
perusahaan. Dalam mengemban tugas dan
fungsi tersebut, SPI tentu dituntut untuk selalu
meningkatkan kompetensi dan menjalankan
tugas dan fungsi secara professional, bertindak
objektif, bersikap independen dan menjujung
tinggi kode etik dan norma pemeriksaan.
To reach this objective, the Internal Audit Unit
(IAU) PT Pos Indonesia (Persero) as the functional
apparatus that is responsible to the Managing
Director prosecuted play optimally assist top
management oversight. IAU must be able to provide
input and advice to the flaws and irregularities in
the implementation of operational and finance,
both related to regulatory compliance, efficiency
and effectiveness assessment of activity across
organizational lines within the company. In
carrying out its duties and functions, the IAU
is certainly required to always improve their
competence and perform the duties and functions
in a professional, objective act, act independently
and upholds ethical codes and norms examination.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
245
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
kerja di lingkungan perusahaan, serha menjadi
pedoman bagi seluruh Auditor Internal SPI
dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Nama
Maksud dan Tujuan
a. Visi SPI adalah menjadi penilai professional
bagi
kepentingan
manajemen
dalam
mencapai tujuan perusahaan.
b. Misi SPI adalah membantu manajemen
melalui
kegiatan
penilaian
aktivitas
Perusahaan yang objektif dan tidak
memihak, memberikan masukan/informasi
kepada manajemen melalui laporan yang
lengkap, akurat dan tepat waktu, serta
mengoptimalkan peran Compliance, Catalyst,
Consultant, Competence dan Colleague.
Goal and purpose
a. The vision is to become a professional
appraiser SPI for management’s interests in
achieving company goals.
b. The Mission of INTERNAL AUDIT is to help
management through the activities of the
company’s activity assessment objective and
impartial, provide input to management/
information through reports that are
complete, accurate and timely, as well as
optimizing the role of Compliance, Catalyst,
Consultant, Competence and Colleague.
Gusti Ngurah Sugiarta Yasa
Kewarganegaraan
Tempat/Tanggal Lahir
Tanggal Mulai Menjabat
Name
Warga Negara Indonesia
Nationality
Pasca Sarjana UGM
Education
Denpasar / 06 Mei 1964
Pendidikan
2013
units of work in a corporate environment, serha be
a guideline for all SPI Internal Auditor in carrying
out its duties and functions.
26 Maret 2012
Place/Born
Date Of Taking Office
Pedoman Kerja SPI
Working Guidelines of Internal Audit
Dalam menjalankan tugasnya, SPI mempunyai
acuan kerja berupa Internal Audit Charter yang
ditandatangani oleh Direksi . Internal Audit
Charter memuat visi, misi, wewenang dan
Kewajiban SPI.
Di samping Internal Audit Charter, SPI juga
terdapat perangkat berupa:
1. Pedoman Kerja SPI
Isi dari Pedoman Kerja SPI ini adalah
latar belakang serta maksud dan tujuan
dibentuknya SPI, wewenang dan tanggung
Jawab SPI, standar independensi, standar
kemampuan/keahlian,
standar
lingkup
kerja audit, standar pelaksanaan dan
pelaporan audit, standar pengelolaan , serta
pemberlakuan Pedoman SPI.
Langkah-langkah
Pemeriksaan
Kerja
2.
Operasional Secara Umum SPI
Isi dari Langkah-langkah Pemeriksaan
Kerja Operasional Secara Umum SPI ini
adalah tujuan dan manfaat buku pedoman
pemeriksaan, arti istilah-istilah, struktur
In performing its duties, internal audit has a
reference in the form of Internal Audit Charter,
which was signed by the Board of Directors.
Internal Audit Charter contains the vision, mission,
authority and obligation of internal audit.
in addition to the Internal Audit Charter, Internal
audit is equipped with:
1. Working Guidelines of Internal Audit
The contents of the Working Guidelines of
internal audit are the background and the
purpose of the establishment of Internal audit,
authority and responsibility, independence
standards, standards of ability / expertise,
the scope of audit work, audit execution and
report, management standards, as well as the
implementation of Internal Audit Guidelines.
2. The Steps of Operational Work Inspection in
General
Contents of Work Operational Inspection of
Internal audit are the purpose and benefits
of the examination handbook, the terms
definition, organizational structure of
246
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
organisasi SPI, langkah-langkah kerja
pemeriksaan operasional secara umum, dan
kertas kerja pemeriksaan.
3.
Pedoman
Pelaksanaan
Kegiatan
Pemeriksaaan
Isi dari Pedoman Pelaksaaan Kegiatan
Pemeriksaan ini adalah maksud penyusunan
audit, pengertian dan tujuan internal
auditing,
perencanaan
pemeriksaan,
pengujuan pemeriksaan, bukti pemeriksaan,
temuan hasil audit, kertas kerja pemeriksa,
penyampaian hasil pemeriksaan dan tindak
lanjut.
4. Kode Etik (Standar Perilaku) SPI
Hasil kerja SPI sangat bermanfaat bagi
pimpinan dan unit kerja untuk meningkatkan
kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Hasil itu akan dapat dipakai dengan penuh
keyakinan apabila pemakai jasa, mengakul
tingkat profesionalisme Standar Perilaku
yang menuntut disiplin diri auditor yang
sesuai dengan peraturan perundangundangan dank ode etik.
Kode Etik mengatur prinsip dasar prilaku,
yang dalam pelaksanaannya memerlukan
pertimbangan yang seksama dari masingmasing auditor. Pelanggaran terhadap Kode
Etik dapat berakibat yang bersangkutan
diberi peringatan, diberhentikan dari tugas
audit atau perusahaan.
Tugas dan Fungsi
a. SPI mempunyai tugas melakukan penilaian
dan pemeriksaan yang independen untuk
menganalisis, mengevaluasi pelaksanaan
kebijakan dan pengelolaan operasional dan
keuangan perusahaan, serta memberikan
opini dan masukan guna perbaikan kinerja
perusahaan dalam rangka membangun tata
kelola perusahaan yang baik dan benar
sesuai ketentuan perusahaan yang berlaku.
b. Dalam melaksanakan tugas dimaksud, SPI
menyelenggarakan fungsi:
1. Membantu Direktur Utama merumuskan
kebijakan
pengawasan
internal
perusahaan.
2. Perencanaan audit yang meliputi;
a. Penetapan tujuan audit dan lingkup
pekerjaan.
internal audit, steps of operational inspection
in general and paper checks.
3.
Guidelines for Inspection Activities
The contents of this Guidelines are the
objectives of audit preparation, definitian
and purpose of internal auditing, inspection
planning, examination testing, evidence of
examination, the findings of the audit, the
examiner paperwork, delivery and follow-up
examination.
4.
Code of Conduct of Internal Audit
IAU working very beneficial to the leadership
and work units to improve overall company
performance. The results will be used with
confidence if the service users, the level of
professionalism mengakul Standards of
Conduct that requires self-discipline auditors
in accordance with legislation and codes of
conduct.
Code of conduct set basic principles, which
in practice requires careful consideration of
each auditor. Violation of the Code of Conduct
may result in question was given a warning,
dismissed from duty or corporate audit.
Duties and Purposes
a. Internal Audit has its mission to evaluate and
inspect independently through analysing,
evaluating
operation,
and
managing
corporate operation and finance. They also
give the opinion and recommendation as for
building a good corporate governance.
b. To do the mission above, internal audit
conduct the job as follows:
1. Assist president director to design corporate
internal audit policies.
2.
Audit planning which are:
a. Deciding audit goals and scope of work.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
247
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
b. Memperoleh Informasi pendahuluan
(background information) tentang
kegiatan atau objek yang akan
diaudit.
c. Menentukan jumlah dan kompetensi
auditor yang diperlukan untuk
melaksanakan audit.
d. Prosedur kerja tim dalam kegiatan
audit.
3. Pelaksanaan pengawasan/audit internal
meliputi:
a. Audit keuangan dan operasi, serta
audit operasional di seluruh unit
kerja perusahaan.
b. Verifikasi dan pengamanan asset
perusahaan.
c. Menilai efisiensi dan efektivitas
penggunaan sumber daya.
d. Menilai kesesuaian pelaksanaan
kegiatan dengan kebijakan, rencana,
prosedur, hokum dan peraturan
lainnya.
e. Mengevakuasi kehandalan system
pengendalian internal setiap unit
kerja
termasuk
mengevaluasi
pelaksanaan
GCG
dan
risk
management.
f. Menyusun dan melaporkan hasil
audit kepada DIrektur Utama dan
atau Pimpinan unit kerja terkait.
4. Pengembangan kualitas system audit
meliputi:
a.Pedoman/standar
acuan,
instrument pengukuran, metode
dan teknik audit, procedure kerja
tim, dan sebagainya.
b. Pengembangan dan peningkatan
kompetensi dan keahlian auditor
melalui
pendidikan
formal,
pelatihan, seminar dan sebagainya.
2013
Wewenang
a. Menetapkan rencana kerja dan anggaran
serta sasaran dan program audit SPI.
b. Memperoleh akses penuh terhadap sumber
daya informasi yang meliputi dokumen,
pencatatan, personal dan fisik harta
kekayaan perusahaan termasuk sumber
daya informasi berbasis Teknologi Informasi
di seluruh Unit Kerja perusahaan yang
berkaitan dengan tugas audit internal.
248
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
b. Gaining back ground information about
activities or object which will be audited.
3.
c.
Deciding how many auditor with relevant
competencies.
d.
Standardizing the audit procedures.
Implement internal audit activities through:
a. Financial and operational audit trough
all level of corporate organization
b. Verification and security of corporate
assets.
c. Assessment of the efficiency and effectivity
of corporate resources
d. Assessment compliance between the work
implementation with in policy, planning,
and regulations
e. Evaluation the reliability af internal
control system at all level as well as
evaluation the implementation of GCG
and Risk Management.
f. Drafting and reporting audit result
to president director and/or the unit
manager respectively.
4. Develop audit system quality through:
a.
Guidance,
reference,
measurement
instrument, method and audit technique,
working procedure, and so on.
b. Development and capacity building and
auditor competency through formal
education, training, and seminar.
Authority
a. Establish Internal Audit annual budget plan
and objectives and programing.
b. Gaining full access to information resources
which include documents, notes, Personal
and physical assets of the company including
resource-based information across the
Information Technology Unit of Work related
to the company’s internal audit assignments.
c.Implementing audit, verification, and
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
c. Melakukan pengawasan, pemeriksaan dan
evaluasi terhadap kehandalan, efektivitas
dan efisiensi system pengendalian internal
perusahaan di unit kerja termasuk pelaksaan
tugas khusus dari Direktur Utama.
d. Dalam hal-hal yang khusus SPI dapat
melakukan kontrak kerja dengan pihak lain
untuk membantu melakukan audit sekaligus
untuk tujuan transfer knowledge.
e. Memberi penilaian dan rekomendasi hasil
audit dan memonitor tindak lanjutnya untuk
memastikan bahwa rekomendasi tersebut
telah dilakukan penanganan yang tepat.
evaluation to reliability, effechuveness, and
effeciency of corporate internal control
system at all level as well as special task from
President Director.
d. In special cases Internal Audit can sign a
contract with third parties to assist audit
activity as well a tranfor knowledge.
e. Score the valuation and recommendation
of audit result and monitor the follow up to
asecertain that the recommendation has been
done.
The Structure of Internal Audit
Struktur SPI
Kepala Bagian SPI bertanggung jawab langsung
kepada Direktur Utama dan membawahi 3 orang
Deputi dan 1 Sekretariat serta tim auditor.
The head of Internal Audit is responsible directly to
the President Director and supervises 3 Deputies, 1
Secretariat and the audit team.
Structure chart of Internal Audit
Bagan Struktur SPI
Sesuai KD 01/Dirut/2012 tentang Penataan
Struktur Organisasi Dan Uraian Jabatan (Job
Descriptions) di Lingkungan PT Pos Indonesia
(Persero). Struktur Organisasi Bagian SPI, adalah
sebagai berikut:
According to KD 01/Dirut/2012 on Organizational
Structure and Job Descriptions in PT Pos Indonesia
(Persero). Organizational Structure of internal
audit is as belows:
Kepala Satuan
Pengawas Internal
Head of
Internal Audit Unit
Manajer
Sekretariat SPI
Secretariat Manager
Kepala
Perwakilan SPI
Deputi Bidang
Pengawasan Operasional
Deputi Bidang
Pengawasan Keuangan
Deputi Bidang
Pengawasan Teknologi
Chief Representative
of Internal Audit Unit
Deputy of Operational
Surveillance
Deputy of Financial
Surveillance
Deputy of Technology
Surveillance
Wakil
Perwakilan SPI
Kelompok Auditor
SPI
Vice Representative of
Internal Audit Unit
Auditor Group of
Internal Audit Unit
Kelompok Auditor
Perwakilan SPI
Representative of
Auditor Group
Perkembangan Sumber Daya Manusia Bagian SPI
Table of Internal Audit Human Resource Development
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
249
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Kualifikasi SPI
Qualifications of Internal Audit
Kepala SPI yang menjabat saat ini mulai
menduduki posisinya sejak 23 Maret 2012. Para
Deputi, Kepala perwakilan SPI, dan kelompok
Auditor memiliki latar belakang pendidikan yang
berbeda beda terdiri dari Strata 2, Strata 1 dan
D3 bidang Keuangan, Manajemen, dan Perposan.
Dalam menjalankan tugasnya, juga dibantu oleh
Karyawan sebanyak 30 orang.
Pengembangan Kompetensi Auditor
Head of Internal Audit occupied the position since
March 23, 2012. The Deputies, Chief of Internal
Audit representatives, and Auditor groups have
different educational background which consists of
S2, S1 and D3 majoring in Finance, Management,
and postal. In performing its duties, the head of
internal audit is assisted by 30 staffs.
Secara bergilir personel SPI diberikan pendidikan
dan pelatihan berupa kursus jabatan, kursus
audit, seminar dan workshop yang dilakukan
secara berkesinambungan untuk meningkatkan
kompetensi dan kemampuan dalam fungsinya
sebagai auditor intern.
In rotation, personnel of internal audit is given
education and training in the form of office course,
audit courses, seminars and workshops which are
conducted on an ongoing basis to improve the
competence and ability as an internal auditor.
Pelaksanaan
Constraints in the Implementation of the
Internal Audit Program
Pelaksanaan program pengawasan intern oleh
SPI dilaksanakan sesuai standar pengawasan
internal.
Selama
pelaksanaan
program
pengawasan tidak memperoleh hambatan
dalam mengakses dokumen yang dibutuhkan.
Hasil temuan pengawasan internal telah
disampaikan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan
dan permasalahan yang ada telah disampaikan
melalui surat intern kepada Direktur Utama.
Internal auditing program execution by SPI
implemented appropriate internal oversight
standards. During the program execution oversight
does not acquire the barriers in accessing the
required documents. Results of internal oversight
had been presented in the report of the results of
the Examination and the existing problems have
been addressed through a letter to the President
Director intern.
Akuntan Perseroan
Corporate Accountant
Berdasarkan
Keputusan
RUPS
Mengenai
Persetujuan Laporan Tahunan, Laporan Keuangan
Perseroan Tahun 2013 serta laporan Keuangan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
diaudit oleh KAP Gani Sigiro & Handayani (Grant
Thornton). Kantor Akuntan Publik tersebut
telah melakukan audit laporan keuangan sejak
tahun 2010 dan tahun ini merupakan tahun ke
ketiga. Pelaksanaan audit oleh KAP dilaksanakan
sesuai standar audit. Selama pelaksanaan
audit tidak memperoleh hambatan dalam
mengakses dokumen yang dibutuhkan. Hasil
audit telah disampaikan dalam laporan audit
dan permasalahan yang ada telah disampaikan
melalui management letter kepada Direksi.
Based Shareholder General Meeting on Approval
of Annual Report, Financial Statements 2012
and the financial statements of the Partnership
and Community Development audited by KAP
Gani Sigiro & Handayani (Grant Thornton). The
public accounting firm has audited the financial
statements since 2010 and this year is the third
year. The implementation of audit is conducted
based on audit report standards. During the audit,
there is no constraints in accessing the documents
required. Audit results have been presented in the
audit report and the existing problems have been
delivered through the management letter to the
Board of Directors.
Hambatan-hambatan
Program SPI
2013
250
Dalam
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Auditor Competency Development
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Peraturan Perilaku (Etika
Perseroan)
Code of Conducts (Corporate
Ethics)
Dalam
pengembangan
GCG,
Perusahaan
telah menyusun Pedoman Etika Bisnis dan
Tata Perilaku (Code of Conduct). Perusahaan
mengupayakan penerapan standar etika terbaik
dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai
dengan visi, misi dan budaya Cintapos yang
berisikan nilai-nilai etika bisnis dan tata perilaku
bagi setiap insan Pos Indonesia, yang menjadi
acuan dalam kegiatan operasional pekerjaan
sehari-hari. Perusahaan menyadari sepenuhnya
bahwa hubungan yang baik dengan pemangku
kepentingan dan peningkatan nilai Pemegang
Saham dalam jangka panjang hanya dapat dicapai
melalui integritas bisnis dalam setiap aktivitas
bisnis Perusahaan sebagaimana tercantum
dalam Pedoman Etika Bisnis dan Tata Perilaku.
In the development of GCG, the Company has
prepared the Business Ethics and Conduct
(Code of Conduct). Companies seek the best
implementation of ethical standards in carrying
out its business activities in accordance with the
vision, mission and culture Cintapos that contains
the values of business ethics and code of conduct
for every human Pos Indonesia, which is used in
the operations of daily work. The company is fully
aware that a good relationship with stakeholders
and increase Shareholder value in the long term
can only be achieved through business integrity in
all our business activities as stated in the Code of
Business Ethics and Conduct.
Komitmen untuk melaksanakan praktik-praktik
GCG atau Tata Kelola Perusahaan yang baik adalah
salah satunya dengan menginterpretasikan
perilaku yang terkait dengan Etika Bisnis dan Tata
Perilaku. Dalam penerapannya, Pedoman Etika
Bisnis dan Tata Perilaku ditandatangani oleh
seluruh insan Pos Indonesia dan diperbarui pada
setiap awal tahun selain itu setiap pimpinan unit
kerja diwajibkan untuk melakukan sosialisasi
untuk mempertahankan kejujuran, integritas,
dan keadilan dalam seluruh aktivitas bisnis di
unit kerjanya.
Commitment to implement good corporate
governance practices or good Corporate
Governance is one of them by interpreting the
behavior associated with the Business Ethics
and Conduct. In its application, Business Ethics
and Code of Conduct signed by all employees
Pos Indonesia and updated at the beginning of
each year than any unit leader is required to
disseminate to maintain honesty, integrity, and
fairness in all business activities in his unit.
Substansi Aturan Perilaku dimaksudkan agar
dapat mewujudkan nilai-nilai luhur yang
dianut oleh seluruh insan Pos menjadi tindakan
nyata dalam operasional sehari-hari dalam
berinteraksi dengan sesama Insan Pos maupun
dengan stakeholderss lainya. Sehinggga Aturan
Perilaku ini dapat dijadikan bahan referensi
pencegahan timbulnya permasalahan maupun
ketika menghadapi situasi dilematis yang sulit
diantisipasi.
Substance code of Conduct is intended to realize
the noble values espoused by the Corporate into
concrete actions in daily operations to interact
with other people as well as other stakeholders. So
as this Code of Conduct can be used as material
reference or prevention of problems when facing a
difficult situation.
Muatan Aturan Perilaku
The Code of Conduct
Pedoman Etika Bisnis dan Tata Perilaku
merupakan sekumpulan norma, nilai serta tindak
perbuatan yang diyakini oleh jajaran Perusahaan
Guidelines for Ethics and Business Conduct is a set
of norms, values and actions which are believed
to act by the Company ranks as a standard of
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
251
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
sebagai suatu standar perilaku yang ideal bagi
Perusahaan. Perilaku yang ideal tersebut wajib
dikembangkan berdasarkan nilai-nilai luhur yang
diyakini dapat menjadi budaya kerja Perusahaan.
behavior that is ideal for Company. Ideal behavior
shall be developed based on noble values that are
believed to be the work culture of the Company.
1. Standar Etika Bisnis
Perusahaan mengembangkan Pedoman Etika
Bisnis yang merupakan standar perilaku
dalam berbisnis dan menjadi panduan bagi
Perusahaan sebagai suatu entitas, dalam
berinteraksi dan berhubungan dengan
para pemangku kepentingan. Penerapan
etika bisnis diharapkan dapat membantu
Perusahaan untuk meningkatkan kinerja
dengan tetap memperhatikan kepentingan
dari para shareholder dan stakeholders
secara beretika dan berlandaskan peraturan
dan hukum yang berlaku.
Standar etika bisnis misalnya mengatur
bagaimana setiap insan Pos mempunyai
integritas
dalam
melakukan
seluruh
aktivitas bisnis dan pekerjaannya, perlakuan
setara dan pemenuhan hak para pemangku
kepentingan, pembinaan dan pengembangan
karyawan,
benturan
kepentingan,
keterbukaan
informasi,
pengelolaan
lingkungan dan lain-lainnya.
1.
Dari nilai-nilai luhur yang telah ada pada
Perusahaan, ditetapkan aturan Perilaku yang
secara garis besar berisi sebagai berikut:
2. Standar Tata Perilaku
Standar tata perilaku harus dimiliki setiap
insan Pos dan menjadi panduan dalam
berinteraksi dan berhubungan, dalam
melakukan seluruh aktivitas bisnis dan
pekerjaan sehari-hari. Penerapan tata
perilaku diharapkan dapat menjadikan insan
Pos mempunyai integritas, sikap jujur, adil
dan mendahulukan kepentingan Perusahaan
di atas kepentingan pribadi.
Standar tata perilaku misalnya bagaimana
bersikap terhadap sesama insan Pos, atasan,
bawahan, dapat menjaga kerahasiaan data
dan informasi Perusahaan, menghindari
benturan kepentingan dan penyalahgunaan
jabatan,
menjaga
aset
Perusahaan,
keterlibatan dalam berpolitik, gratifikasi,
entertainment, dan lain-lainnya.
2013
252
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Of the noble values that already exist in the
Company, which are defined behavior rules outline
containing the following:
Code Of Business Ethics
Code of Business Ethics developing company
which is a standard of behavior in business and
guide the Company as an entity, in interacting
and dealing with stakeholders. Application of
business ethics is expected to help companies
to improve performance by taking into account
the interests of shareholders and stakeholders
are ethical and based on applicable laws and
regulations.
Standards of business ethics such as regulating
how every individual has Pos integrity in
conducting all business activities and work,
equal treatment and fulfillment of the rights
of stakeholders, coaching and employee
development, conflict of interest, disclosure
of information, environmental management,
and others.
2.
Governance Standards Of Behaviour
Governance standards of behavior must be
owned by every member of Post and became
a guide in interacting and relating, in
doing all business activities and daily work.
Implementation of codes of conduct is expected
to make the post man with integrity, fairness,
justice and put the Company’s interests above
personal interests.
Governance standards of behavior such as
how to behave towards fellow beings Pos,
superiors, subordinates, to maintain the
confidentiality of the data and company
information, avoiding conflicts of interest and
abuse of office, maintaining the Company’s
assets, involvement in politics, gratuities,
entertainment, and others.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Mekanisme Pelaporan Atas
Dugaan Penyimpangan
Saat ini Perusahaan sedang mengembangkan
Whistleblowing System (WBS) yang mengatur
mengenai mekanisme pelaporan atas dugaan
penyimpangan di Perusahaan sebagaimana
tertuang di dalam kebijakan Panduan Penerapan
GCG di PT Pos Indonesia (Persero). Beberapa
hal penting yang harus diperhatikan dalam
penyampaian
laporan
mengenai
dugaan
pelanggaran antara lain : setiap dugaan pelaporan
pelanggaran akan ditindaklanjuti, identitas
pelapor harus jelas, tidak ada hukuman yang
dijatuhkan bagi pelapor kecuali pelapor terlibat
di dalamnya, menjaga kerahasiaan pelapor, hasil
tindak lanjut pelaporan pelanggaran disampaikan
kepada Direksi dan Dewan Komisaris sesuai
dengan ruang lingkup dan tanggungjawab
masing-masing.
Perusahaan menyusun kebijakan Whistleblowing
System yang mencakup prosedur dan aspek-aspek
yang diperlukan untuk mengimplementasikan
dan mengelola WBS khususnya terkait dengan
perlindungan Pelapor dan tindak lanjut
penanganannya.
Aspek-aspek WBS terdiri
dari aspek struktural, aspek operasional,
dan aspek perawatan (maintenance). Aspek
struktural merupakan aspek yang berisikan
elemen-elemen infra struktur Whistleblowing
System. Aspek Operasional merupakan aspek
yang berkaitan dengan mekanisme dan
prosedur kerja Whistleblowing System. Aspek
perawatan (maintenance) merupakan aspek
yang memastikan bahwa Whistleblowing
System ini dapat berkelanjutan dan meningkat
efektifitasnya.
Whistleblowing System
Currently,
the
Company
is
developing
Whistleblowing System (WBS) that governs the
reporting mechanism for alleged irregularities
in the Company as set out in the Implementation
Guide GCG policy in PT Pos Indonesia (Persero).
Some important things to note in the submission
of reports regarding alleged violations include:
reporting any suspected violations will be acted
upon, the identity of the reporting should be
clear, there is no punishment meted out to the
complainant unless the complainant engaged
in it, maintaining the confidentiality of the
complainant, the result delivered the follow-up
reporting violations to the Board of Directors and
the Board of Commissioners in accordance with
the scope and responsibilities of each.
Company develops policies and procedures of
Whistleblowing System that cover aspects required
to implement and manage WBS particularly
associated with protecting Reporting and followup treatment. WBS aspects consist of structural
aspects, operational aspects, and aspects of care
(maintenance). Structural aspect is an aspect
that contains the elements of infrastructure
Whistleblowing System. Operational aspects are
aspects related to the mechanisms and working
procedures Whistleblowing System. Aspects of
care (maintenance) is an aspect that ensures that
the Whistleblowing System can be sustainable and
increase effectiveness.
Manajemen Resiko
Risk Management
Secara umum, perkembangan implementasi
Manajemen Risiko di PT Pos Indonesia (Persero)
relatif identik dengan tahun 2012 sehingga
untuk tahun 2013 lebih memprioritaskan pada
hasil asesmen penerapan GCG di Perusahaan
oleh BPKP.
Aktivitas lain dalam upaya meningkatkan
kompetensi SDM melalui pelatihan, seminar,
workshop dan benchmarking untuk bidang
GCG dan Manajemen Risiko tetap berlangsung
In General, the development of risk management
implementation in PT Pos Indonesia (Persero)
relatively identical to the year 2012 to 2013 to
further prioritize the implementation of GCG
assessment results in the company by the BPKP.
Other activities in an effort to increase the
competency of HUMAN RESOURCES through
training, seminars, workshops and benchmarking
for the GCG and risk management process
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
253
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
termasuk proses fasilitasi pengelolaan risiko
korporat kepada masing-masing unit kerja.
Kegiatan lain yang juga esensial dilakukan adalah
efektivitas manejemen fraud di Perusahaan
karena berpengaruh material terhadap nilai laba
Perusahaan.
Review atas efektivitas Sistem Manajemen Risiko
Perusahaan:
A. Rekomendasi BPKP kepada Direksi hasil
asessmen penerapan GCG di PT Pos
Indonesia (Persero) Tahun 2012:
1.
identifikasi
dan
Melaksanakan
penanganan risiko pada proses bisnis,
proyek maupun ususlan tindakan
Perusahaan yang harus mendapatkan
persetujuan Dewan Komisaris dan/atau
RUPS.
2. Melaksanakan pemantauan terhadap
pelaksanaan program manajemen risiko
secara korporat.
3.
Laporan
Pelaksanaan
Menyusun
Manajemen
Risiko
tiga
bulanan
berdasarkan daftar risiko (risk register)
dan penanganannya, yang memuat
profile risiko dan pelaksanaan program
manajemen risiko, dan/atau sewaktuwaktu jika diminta Dewan Komisaris
untuk selanjutnya dilaporkan kepada
Pemegang Saham.
4. Menyusun analisis risiko atas rancangan
RKAP dan strategi penanganannya yang
disampaikan Direksi kepada Dewan
Komisaris dan Pemegang Saham.
B. Tindak lanjut atas rekomendasi BPKP antara
lain:
1. Perusahaan telah bekerjasama dengan
konsultan untuk melakukan review
atas pelaksanaan Manajemen Risiko
di PT Pos Indonesia (Persero) dengan
penekanan pada:
a. Membuat laporan hasil asesmen
Manajemen Risiko di PT Pos
Indonesia (Persero).
b. Menyusun roadmap Manajemen
Risiko.
c. Pembuatan risk register dan risk
profile.
2013
254
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
including ongoing facilitation of corporate risk
management to their respective work units.
Other activities are also essential done is the
effectiveness of manejemen fraud at the company
because of the effect of materials of the profit
value of the company.
A Review on the effectiveness of Corporate risk
management system:
A. Recommendations to the Board of Directors
of the BPKP asessmen application of GCG in
pt. Pos Indonesia (Persero) in 2012:
1. Carrying out the identification and
handling of risk on business processes,
projects and companies that Act ususlan
should get the approval of the Board of
Commissioners and/or GMS.
2. Out the monitoring of the implementation
of the risk management program for
corporates.
3. Draft report on implementation of the
risk management based on the monthly
list of three risk (risk register) and
handle the load profile, risk and risk
management, program implementation
and/or at any time if requested the Board
of Commissioners for the next reported to
shareholders.
4. Composing risk analysis on the draft of
the COMPANY’S strategies and responses
submitted to the Board of Commissioners
and Board of Directors shareholders.
B. Follow-up on the recommendation of BPKP,
among others:
1. The company has been working with a
consultant to conduct a review of the
implementation of risk management
at PT Pos Indonesia (Persero) with an
emphasis on assessment results report:
• Creating a risk management PT. Pos
Indonesia (Persero).
• Devise risk management roadmap.
• Creation of risk registers and risk
profile.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
2.
Rekomendasi
konsultan
berbasis
pada rekomendasi BPKP, asesmen
atas implementasi Manajemen Risiko
di Perusahaan dan benchmarking
kepada best practise industri dengan
karakteristik
yang
identik
atau
mendekati yang terimplementasi di
Perusahaan yang telah terdaftar di
Bursa Efek Jakarta.
3.Rekomendasi konsultan berpotensi
akan
mengubah
periodisasi
implementasi
Manajemen
Risiko
di Perusahaan mengingat roadmap
yang akan disusun sangat tergantung
pada hasil hasil review implementasi
termasuk maturity levelnya.
4. Detailing aktivitas pengelolaan risiko
Perusahaan yang melekat pada masingmasing unit kerja termasuk identifikasi
dan penanganan risiko pada proses
bisnis, proyek maupun usulan tindakan
Perusahaan yang harus mendapatkan
persetujuan Dewan Komisaris dan/atau
RUPS, kami akan kolaborasikan teknik
pelaksanaannya dengan konsultan
dan dimungkinkan untuk dilakukan
pendampingan pada saatnya.
C. Manajemen Fraud
Seluruh kebijakan terkait dengan proses
pencegahan, minimasi, bahkan sebagian
diharapkan
mampu
mengeliminasi
terjadinya fraud telah dikomunikasikan dan
disosialisasikan ke setiap lini organisasi.
Namun demikian, semua kebijakan baru
dapat
dikatakan
menjadi
perangkat
yang efektif manakala potret hasil akhir
menunjukkan jumlah transaksi dan nilai
besar uang yang dicurangkan berkurang
atau tidak terjadi kecurangan. Sehubungan
dengan hal tersebut, indikatornya dapat
dilihat dengan cara membanding data fraud
profile pada Tahun 2013 dengan data fraud
profile pada Tahun 2012 secara apple to
apple.
Recommendations
based
on
the
consultant’s
recommendations,
the
implementation assessment BPKP risk
management across the enterprise and
benchmarking to best industry practise
with characteristics that are identical or
close to being implemented in companies
that have been listed on the Jakarta
Stock Exchange.
3. Potential consultants recommendations
would change the periodization of
risk management implementation in
the company given the roadmap that
will depend largely on the results of
the compiled results of the review of
implementation including the maturity
level.
4. Detailing the activity of management
of enterprise risk attached to each unit
of work includes the identification and
handling of risk on business processes,
projects and proposals of actions
companies should get the approval of
the Board of Commissioners and/or GMS,
we will collaborate with consultants and
implementation techniques it is possible
to do this in time.
Management Fraud
throughout the policy process related to
prevention, minimasi, even most expected
to eliminate the occurrence of fraud has
been communicated and socialized to
every line of the organization. However,
all the new policy can be said to be
effective while the device portrait the
end result shows the transaction amount
and the value of the money that fraud
decreases or does not happen cheating. In
connection with this, the charge indicators
will be seen by way of appealing data
fraud profile by 2013 with data fraud
profile by 2012 by apple to apple.
2.
C.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
255
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
D. Fraud Profile
D.
Fraud Profile
PERBANDINGAN DATA FRAUD TAHUN 2013 TERHADAP 2012 BERDASARKAN JENIS LAYANAN
omprasion of Fraud in 2012 By Type of Service
JENIS LAYANAN
NO
1
KAS
3
GIRO
2
4
5
6
7
8
9
10
11
Service
12
TAHUN 2012
Year 2012
TRX
61
9.509.428.678
7
3.960.423.176
7
WESEL
LAIN-LAIN
13
PENSIUN
13
3
PENY. DANA
4
PERAMPOKAN
4
SOPP
4
TABANAS
8
BPM
2
SURATPOS
3
PAKETPOS
BSU
129
TRX
6.862.262.203
TAHUN 2013
Year 2013
2.964.248.117
(42,86)
(25,15)
3
614.580.000
-
(47,57)
125,00
22,90
8
636.360.970
9
2
246.934.100
(50,00)
(61,55)
248.068.441
(50,00)
53,41
46.135.000
(33,33)
4
101.398.015
118
(43,80)
179.692.000
782.077.007
79.291.500
26.651.330.323
(96,40)
(38,46)
2.481.675.861
2
46,15
(53,56)
400.527.508
12
76.116.708
(14,29)
1.420.320.462
402.298.328
4
(26,23)
BSU (%)
4
6
796.549.885
161.704.275
TRX (%)
4.416.325.904
19
467.364.115
BSU
45
2.527.300.407
1.172.230.078
GROWTH (%)
200,00
100,00
13.901.982.415
(8,53) (49,72)
516,87
27,88
(39,39)
(47,84) PERBANDINGAN PELAKU FRAUD TAHUN 2013 TERHADAP TAHUN 2012 BERDASARKAN POSISI
Comprasion of Fraud in 2012 By Position
JABATAN
Position
Supervisor / Supervisor
Orang
Person
23
TAHUN 2013
Year 2013
%
17,83
Ka KPC / Head KPC
53
41,09
Staff Front Office / Staff Front Office
10
7,75
Staff Back Office / Staff Back Office
4
Petugas Loket / Staff Front Office
Pengantar / Guide
Lainnya / Other
Jumlah / Total
2013
TAHUN 2012
Year 2012
256
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
27
Orang
Person
12
65
%
GROWTH (%)
10,17
(47,83)
(22,22)
55,08
20,93
21
17,80
3
2,33
6
5,08
9
6,98
1
0,85
129
3,1
100,00
7
6
118
5,93
5,08
100,00
22,64
(30,00)
100,00
50,00
(88,89)
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
PERBANDINGAN PELAKU FRAUD TAHUN 2013 TERHADAP TAHUN 2012 BERDASARKAN USIA
Comprasion of Fraud in 2012 By Age
KELOMPOK USIA
Age
50 s/d 54
TAHUN 2012
Year 2012
JUMLAH
Total
45 s/d 49
TAHUN 2013
Year 2013
%
11
17,83
51
40 s/d 44
47
20,93
8
2,33
35 s/d 39
10
25 s/d 29
2
30 s/d 34
20 s/d 24
41,09
0
Jumlah / Total
19
%
16,10
72,73
33,90
(21,57)
29
24,58
(38,30)
13
11,02
62,50
0
-
11
3,1
6
100
GROWTH (%)
40
7,75
6,98
129
JUMLAH
Total
9,32
118
10,00
5,08
200,00
100,00
-
PERBANDING PELAKU FRAUD TAHUN 2013 TERHADAP TAHUN 2012 BERDASARKAN JENIS KELAMIN
Comprasion of Fraud in 2012 Based on Gender
JENIS KELAMIN
Gender
LAKI-LAKI / Male
TAHUN 2012
Year 2012
JUMLAH
Total
PEREMPUAN / Female
%
117
90,70
12
JUMLAH / Total
TAHUN 2013
Year 2013
9,30
129
100,00
JUMLAH
Total
104
%
14
GROWTH (%)
88,14
(11,11)
100,00
11,86
118
16,67
PERBANDING PELAKU FRAUD TAHUN 2013 TERHADAP TAHUN 2012 BERDASARKAN STATUS KEPEGAWAIAN
Comprasion of Fraud in 2012 Based on employment status
STATUS KEPEGAWAIAN
Status
TETAP / Fix
TIDAK TETAP/ No Fix
JUMLAH / Total
TAHUN 2012
Year 2012
JUMLAH
Total
TAHUN 2013
Year 2013
JUMLAH
Total
%
125
96,90
129
100,00
4
Berikut highlight perbandingan antara data
fraud yang terjadi selama Tahun 2013 dengan
data fraud selama Tahun 2012:
• Secara agregat, upaya semua pihak terkait
dalam Perusahaan disertai arahan Board
of Director (BOD), fraud terkelola dengan
baik (well managed) terbukti dengan ada
capaian penurunan jumlah uang yang
disalahgunakan sebesar 47,84%.
3,10
%
111
94,07
118
100,00
7
GROWTH (%)
5,93
(11,20)
75,00
The following highlights comparisons between
data fraud that occurred during the Years 2013 to
data fraud during the year 2012:
• In the aggregate, the efforts of all relevant
parties in the company accompanied the
direction of the Board of Directors (BOD),
fraud is well managed (well managed) proved
to be with there close to decrease the amount
of money that was misused by 47,84%.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
257
2013
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
•
•
•
•
•
2013
Yang cukup menggembirakan juga terjadi
penurun rasio fraud terhadap laba
Perusahaan. Untuk Tahun 2012, sebesar
12,64% menjadi 5,65% untuk Tahun 2013.
Jika berbasis layanan, terdapat 2 (dua)
jenis layanan yang harus diwaspadai karena
mengalami kenaikan jumlah uang sangat
material, yaitu Tabanas yang meningkat
transaksinya sebesar 200,00% dan besar
uangnya berlipat 516,87%, sementara
suratpos, transaksinya naik 100,00% dan
besar uangnya naik 27,88%.
Berdasarkan posisi jabatan, para pelaku
fraud yang patut diwaspadai adalah adanya
kenaikan cukup signifikan untuk jabatan
KakpC (22,64%), Staf Back Office (50,00%),
dan Pengantar (100,00%). Hal ini dapat
mengindikasikan bahwa sistem supervisi
masih lemah mengingat secara fisik lokasi
kantorpos cabang relatif jauh dari kantorpos
pemeriksanya. Sementara para pengantar,
sangat dimungkinkan pemeriksaan di
jalan antar relatif tidak berjalan karena
terbatasnya
SDM,
adanya
tambahan
pekerjaan dan adanya konflik kepentingan
dalam pengelolaan kinerja antaran.
Adanya kenaikan signifikan pelaku fraud pada
usia 50 tahun ke atas cukup memprihatinkan
karena idealnya usia menjelang pensiun
adalah masa dimana karyawan tinggal
memetik hasilnya, menikmati usia pensiun.
Potret ini telah menjadi renungan bersama,
khususnya sentilan bagi Direktorat SDM
untuk mengkaji lebih ditel dan mendalam
penyebab terjadinya, mengingat hal ini
kontradiktif dengan Program Kerja Divisi
Bina Lingkungan telah menyelenggarakan
pelatihan untuk para calon pensiunan
Pos. Tak kalah pentingnya adalah pelaku
fraud pemula yang jumlah kasusnya
melompat 200%. Pembinaan mutlak harus
diprioritaskan mengingat usia pelaku
tergolong generasi penerus.
Status kepegawaian Tidak Tetap/TKO tidak
menyurutkan niat untuk melakukan fraud,
hal ini terlihat pada tingginya kenaikan
jumlah fraud yang dilakukan oleh karyawan
Tidak Tetap/TKO sebesar 75,00% sehingga
perlu dievaluasi kembali pola rekrutasinya
oleh Direktorat SDM.
258
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
•
•
•
•
•
Encouraging also occur down the ratio of
fraud against Company earnings. For the
year 2012, amounting to 12,64% to 5.65% for
2013.
If a service-based, there are 2 (two) types of
services that should be wary because of the
increased amount of money is material, the
amount of this transaction increased Tabanas
200.00% and 516,87% of his money doubled,
while suratpos, its rise and its large% 100.00
up 27,88%.
Based on the position title, the perpetrators
of fraud should be wary of is the existence
of quite a significant increase for the post of
KakpC (22,64%), Back Office Staff (50.00%),
and introduction (100.00%). This may
indicate that the system of supervision is still
weak considering the physical location of
kantorpos relatively far from the kantorpos
branch of the pemeriksanya. While the
introduction, very possible checks on the
road between relative does not run due to
limited HUMAN RESOURCES, the presence
of additional jobs and the existence of a
conflict of interest in the management of the
performance of deliveries.
Any significant increase in perpetrators of
fraud at the age of 50 years and over quite
a concern because ideally the age ahead of
retirement is a time where the employee lives
reap the result, enjoy the retirement age. This
portrait has been an afterthought, especially
along sentilan to HR Directorate to examine
more deeply the causes and occurrence of
ditel, considering this is contradictory with
the Community Development Division of the
work programme has organized training for
the prospective retiree Pos. No less important
was the perpetrators of the fraud case of
newbies who jumped 200%. Construction
of the absolute priority must be given the
age of the perpetrator belongs to the next
generation.
The staffing Status wich is not fixed/TKO is
not shattered our intention to commit fraud,
it is visible on the high rise in the number of
fraud committed by employees not fixed/TKO
of 75.00% so it needs to be re-evaluated by
the HR Directorate recruitment pattern.
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Jambore Nasional Kepala Kantor Pos
National Assembly of Head Masters
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
259
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
It’s evolve or die, really, you have to evolve, you
have to move on otherwise it just becomes
stagnant.
- Craig Charles
Prospek Usaha
Business Prospect
Prospek Usaha
Business Prospect
Prospek PT Pos Indonesia
PT Pos Indonesia telah mencanangkan
transformasi dari perusahaan traditional postal
menjadi perusahaan trusted postal service
company. Transformasi ini diinspirasi oleh
keberhasilan beberapa perusahaan pos di dunia,
antara lain Australia Post, Korea Post, dan China
Post yang sukses melakukan transformasi bisnis
kurir melalui pelayanan e-commerce; CorreiosKantor Pos Brasil, China Post-Cina, Japan PostJepang, New Zealand Post-New Zealand, yang
sukses melakukan transformasi jaringan kantor
posnya menjadi jaringan Bank sehingga menjadi
bank terbesar di negaranya; Deutsche PostJerman yang sukses menjadi perusahaan kurir
dan logistik terbesar di dunia melalui in-organic
growth dan modernisasi proses; Pochta RossiiRusia yang sukses menjadi perusahaan penyedia
layanan pengiriman uang secara elektronik
terbesar di Rusia melalui produk Cybermoney.
Dua keunggulan utama dan peran strategis
Pos Indonesia sebagai trusted postal service
company adalah:
• Konektivitas:
menghubungkan
seluruh
daerah di Indonesia, dengan kemampuan Pos
Indonesia untuk menjangkau lokasi terjauh
(last mile access) sebagai penghubung antar
kepulauan nusantara.
• Kemampuan menjangkau lokasi unbanked
population untuk mendukung inisiatif
financial inclusion.
2013
262
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The Prospect of PT Pos
Indonesia
PT Pos Indonesia has initiated the transformation
from the traditional postal company became the
trusted postal service company. The transformation
was inspired by the success of some of the world’s
postal company, among others, Australia Post,
Korea Post, and a successful China Post doing
business transformation through courier service
of e-commerce; Brazilian Post Office-Correios
Brazil, China Post-China, Japan-Japan Post, New
Zealand Post, New Zealand-a successful transform
into his post office network, a network of banks
that it became the largest bank in the country;
Deutsche Post-Germany courier company being
successful and the world’s largest logistics through
in-organic growth and modernisation process;
Pochta Rossii-a successful Russia becomes a
provider of money transfer services electronically
through Russia’s largest product Cybermoney.
The two main advantages and the strategic role
of Pos Indonesia as the trusted postal service
company are:
• Connectivity: connect all regions in Indonesia,
with the ability to Post Indonesia to reach the
location farthest (last mile access) as a liaison
between the islands of the archipelago.
• Ability to reach out to the unbanked
population location to support financial
inclusion initiatives.
Prospek Usaha
Business Prospect
Keberadaan Pos Indonesia sebagai trusted postal
service company dititikberatkan pada jaringan
yang dimilikinya yang didukung oleh teknologi
yang aman dan efektif. Jaringan Pos Indonesia
mampu menjangkau hingga ke pelosok terjauh
nusantara (last mile) menjadi tulang punggung
dalam keseluruhan layanan yang ditawarkan
oleh Pos Indonesia.
The existence of the Pos Indonesia as the trusted
postal service company stressed on its own
network which is supported by a technology that
safely and effectively. Indonesia Postal network
is able to reach up to the furthest corners of the
archipelago (last mile) become the backbone in
the overall services offered by Pos Indonesia.
Pos Indonesia merencanakan membentuk
beberapa anak perusahaan berupa perseroan
terbatas untuk dapat mengakomodasi kebutuhan
kecepatan pengambilan keputusan. Dengan
membentuk
perseroan-perseroan
terbatas
yang dinaungi oleh suatu perusahaan holding
pada saat kondisi layak dan memungkinkan
di masa depan, diharapkan perusahaan dapat
meningkatkan keunggulan kompetitif dengan
fokus dan skala usaha yang lebih ekonomis. Selain
itu, pengelompokan anak-anak perusahaan
tersebut ke dalam suatu holding juga akan
menciptakan corporate leverage sehingga dapat
meningkatkan bargaining position perusahaan
dan menciptakan sinergi yang optimal melalui
integrasi vertikal.
Pos Indonesia plan to form a subsidiary in the
form of a limited liability company to be able
to accommodate the needs of speed of decision
making. By forming a limited liability companyshaded by a holding company at the time the
condition and allow in the future, it is expected the
company can increase competitive advantage with
a focus and a more economical business scale. In
addition, the classification of the subsidiary of the
company into a holding will also create corporate
leverage so as to improve the bargaining position
of companies and create an optimal synergy
through vertical integration.
Agar mampu memperkuat bisnisnya sehingga
dapat menjadi trusted postal service company
unggulan, Pos Indonesia akan membutuhkan
fleksibilitas untuk dapat menangkap peluang
kerja sama dengan pelaku industri, dengan
berbagai bentuk kemitraan yang sesuai dengan
kebutuhan.
In order to be able to strengthen its business so that
it can be trusted postal service company’s flagship,
the post Indonesia will need flexibility to be able
to capture the opportunities of cooperation with
industry peers, with various forms of partnership
to suit the needs.
Pos Indonesia saat ini telah memiliki tiga anak
perusahaan dan merencanakan membentuk
lima anak perusahaan atau penyertaan modal
baru yang berasal dari unit bisnis yang ada saat
ini maupun pengembangan bisnis baru. Dalam
penyusunan RJP ini diasumsikan masih sebagai
Strategic Business Unit (SBU) yang pada saatnya
Pos Indonesia currently has three subsidiaries and
plan to form a subsidiary or to the inclusion of five
new capital coming from business units that exist
today as well as new business development. In the
preparation of this 2013 AR is assumed to be still
as a Strategic Business Unit (SBU) which in time
can be spin-off into a subsidiary. The SBU is: City
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
263
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
dapat dispin-off menjadi anak perusahaan.
SBU tersebut adalah: City Courier (menangani
antaran low cost dan pengarapan city courier),
Pos Digi (menangani pasar printing, Certification
Autentification-CA dan Digital mail), Bank Joint
Venture (menangani perbankan mikro), Pos
Asuransi (menangani asuransi), dan Postshop
(menangani bisnis ritel).
Dengan rancangan tersebut, Pos Indonesia di
masa depan akan menjadi salah satu perusahaan
BUMN dengan jaringan yang paling luas dan
menjangkau seluruh pelosok Indonesia melalui:
• layanan pengantaran surat,
• layanan pengantaran barang melalui Pos
Kurir (paket) maupun Pos Logistik,
• layanan
keuangan
untuk
kebutuhan
pengiriman uang dan pembayaran tagihan
melalui Pos Jasa Keuangan,
• didukung oleh optimasi jaringan fisik
melalui Pos Properti dan diversifikasi usaha
melalui Pos Hospitality dan POSTshop untuk
meraih kesempatan,
• dan dihubungkan oleh TI terintegrasi
bersinergi dengan BWN.
Karyawan Kantor Pos Denpasar
Employee of Post Office Denpasar
2013
264
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Courier (handle between low cost and pengarapan
city courier), post Digi (addressing printing
market, Certification Autentification-CA and
Digital mail), the Joint Venture Bank (handling
micro banking), Postal insurance (dealing with
insurance), and the Postshop (handle retail
business).
With the draft, Pos Indonesia in the future will be
one of the largest SOE’s with the most extensive
network and reach out to all corners of Indonesia
through its :
• mail delivery service:
• service delivery by Pos Courier (parcel) or
Postal logistics,
• financial services for remittance and bill
payment via postal financial services,
• supported by physical network optimization
through the post properties and diversification
efforts by post Hospitality and the Postshop,
• and linked by an integrated IT synergize with
BWN.
Prospek Usaha
Business Prospect
Business Structure ke Depan
Upcoming Business Structure
Pos Kurir
Indonesia
Pos Logistik
Indonesia
Pos Jasa
Keuangan
Indonesia
Pos Ritel
Indonesia
Pos Property
Indonesia
PT Bhakti
Wasantara Net
PSO Mail
3PL Service
Remitance
E-commerce
Internet /
Networking
Parcel
Distribution /
Transportation
Pospay
Aset
Management
Post Shop
Hospitality
IT Solution
Commercial
Mail
Project Cargo
Bank
Channeling
AdMail
Costum
Brokerage
Fund
Distribution
Pos Market
Chain
(Rural Logistic)
Supply Chain
Consulting
Mesin Antrian Kantor Pos
Queue Machine of Post Office
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
265
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Lebih lanjut, keterkaitan antar rantai proses
dari masing-masing lini bisnis Pos Indonesia
merupakan konsekuensi logis dari kebutuhan
untuk bersinergi dan berintegrasi seperti yang
diilustrasikan berikut ini.
Bisnis Warehousing
Warehousing Business
Bisnis Transportasi
Formulasi
strategi warehouse
Warehousing strategy
formulation
Perencanaan dan pemilihan
site warehouse
Warehousing planning
and site selection
Implementasi dan scheduling
Implementasi dan scheduling rencana network
Transportation Business
Logistic strategy formulation
Formulasi strategi logistik
Perencanaan network logistik
Bisnis Surat dan Paket
Formulasi strategi
surat dan paket
Perencanaan
pengelolaan network
Mail and Parcel Business
Mail and Parcel
strategy formulation
Bisnis Retail
Formulasi strategi retail
Logistic network planning
Network planning
and management
Retail Business
Retail strategy formulation
Perencanaan network
dan pemilihan site
Bisnis Properti
Formulasi strategi
pengelolaan aset
Perencanaan dan
penentuan fungsi
Network planning
and site selection
Property Business
Assets management
strategy formulation
Function planning and definition
Bisnis Jasa Keuangan
Formulasi strategi
jasa keuangan
Perencanaan footprint
dan pemilihan site
Financial Service Business
Financial service
strategy formulation
Kerja sama dan sinergi antara lini bisnis
sangat kritikal diperlukan oleh Pos Indonesia
untuk menghadapi persaingan dan menjadi
trusted postal service company unggulan. Hal
ini dilatarbelakangi oleh interkoneksi dan
keterhubungan masing-masing lini bisnis yang
saling mendukung satu sama lain. Pengiriman
surat, barang, dan jasa keuangan yang didukung
oleh jaringan fisik, kantor pos, agen pos, dan
2013
Further, linkages between the chain of processes
of each business line of Pos Indonesia is a logical
consequence of the need to synergize and integrate
as illustrated below.
266
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Footprint planning
and site selection
Implementation and scheduling
Implementation and scheduling of networking plan
C
Implementasi dan scheduling
rencana network
Collection
Network plan implementation
and scheduling
Collection
Implementasi rencana network retail
Implementation of network retail plan
Benchmark harga
dan feasibility study
Benchmark price
and feasibility study
Roadshow dan mencari aliansi
Formulasi strategi operasional
Outlet and agent operational
Operational strategy formulation
Roadshow and alliances search
Operasi outlet dan agen
Cooperation and synergy between business
lines is very critical for Pos Indonesia to face
competition and become the trusted postal service
company. This is effected by interconnection and
connectedness of each business line which are
mutually supportive of each other. Delivery of
mail, goods, and financial services are backed by a
physical network, post offices, postal agencies, and
connected by integrated IT network becomes the
Prospek Usaha
Business Prospect
Pelanggan
Customer
Transportasi
logistik terjadwal
Scheduled logistic
transportation
Operasional warehouse
Warehouse operational
Transportasi
logistik terjadwal
Monitoring performa warehouse
Warehouse performance monitoring
Monitoring network logistik (utilisasi)
Scheduled logistic
transportation
Logistik network monitoring (utilization)
RUTE PRIMER
Primary Route
P1
P2
Processing pucuk surat Processing kantong
Mail processing
Bag processing
T
Transportasi
Transportation
P3
P4
Processing kantong Processing pucuk surat
Bag processing
Mail processing
D
Delivery
Delivery
RUTE SEKUNDER
Secondary Route
RUTE TERSIER
Tertiary Route
Memperoleh supply barang
Acquiring goods supply
Implementasi
rencana kerja sama
Implementation of
cooperation plan
Operasionalkantor pos
Post office operational
Operasional aset properti
Property asset operational
Transportasi supply
barang terjadwal
Scheduled goods
supply transportation
Transportasi
logistik terjadwal
Scheduled logistic
transportation
Transportasi logistik
cabang terjadwal
Scheduled branch logistic
transportation
Operasional toko
Store operational
Monitoring performa
portofolio toko
Store performance monitoring
Monitoring performa portofolio
Portofolio performance monitoring
Pelaksanaan transaksi
Transaction Implementation
dihubungkan oleh jaringan TI secara terintegrasi
menjadi gambaran Pos Indonesia sebagai satu
kesatuan. Dengan melakukan aktivitas bisnis
secara utuh demikian, maka Pos Indonesia dapat
menawarkan one stop solution kepada konsumen,
sehingga mampu bersaing dan menjadi trusted
postal serives company terdepan dalam kancah
persaingan.
Pelaporan dan
monitoring performa
Performance reporting
and monitoring
image of Pos Indonesia as a whole. By conducting
business activities as a whole, then Pos Indonesia
can offer a one stop solution to consumers, so it’s
able to compete and become the trusted postal
serives company which is leading in the cauldron
of competition.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
267
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Strategi Transformasi
Unit Bisnis
dan Unit Pendukung
The Transformation Strategy
of Business Units and
Supporting Units
Strategi Transformasi Bisnis dan unit Pendukung
selama pelaksanaan Rencana Jangka Panjang
tahun 2014-2018 seperti digambarkan dalam
rumah strategi dibawah ini:
Business Transformation strategy and Supporting
Units during the implementation of the long-term
plan 2014-2018 as illustrated in the following
home strategies:
STRATEGI
TRANSFORMASI
Transformation Strategy of
SURAT DAN PAKET
LOGISTIK
JASA KEUANGAN
1
2
3
Logistic
Mail and Parcel
Merebut kembali posisi
pemimpin pasar bisnis
surat dan paket:
Mengembangkan
perusahaan logistik
yang efisien dan efektif
Developing an efficient
logistic company
Reclaiming the market leader
position of mail and parcel
service
1
2
3
4
5
6
Membangun kembali
kepemimpinan
Suratpos dan Paketpos
Perluasan portofolio
produk dan layanan
Portofolio expansion of
products and services
Struktur regulasi yang
berkelanjutan dan
efisien
Ongoing and efficient
regulatory structure
Mendapatkan kembali
pangsa pasar
Maintaining financial service
business and expanding
product and services portfolio
of financial service
2
Memaksimalkan
kesempatan yang ada
3
Ekspansi bisnis secara
in-organic
Mempertahankan
dan mengembangkan
portofolio produk
saat ini
1
Maintaining and
developing the current
products portofolio
Maximizing existing
opportunities
In-organic business
expansion
Menentukan model
kerja sama untuk
memperluas portofolio
produk
2
Determining cooperation
model to expand product
portofolio
Mempertahankan
basis pelanggan
Maintenance of customer
basis
Sinergi bisnis dengan
Poslog
Business synergy with
Poslog
Supporting System
2013
Mempertahankan bisnis
jasa keuangan dan
memperluas portofolio
produk dan layananlayanan Jasa Keuangan
Developing an efficient
and competitive logistic
company
Regaining market share
SISTEM PENDUKUNG
268
1
Rebuilding leadership of
Suratpos and Paketpos
Membangun
Perusahaan Logistik
yang efisiensi dan
kompetitif
Financial Service
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
7
Merevitalisasi Pos Indonesia
menjadi perusahaan
berkinerja tinggi
Revitalizing PT Pos Indonesia into
a high-performance company
1
Memperkuat program
budaya perusahaan dan
komunikasi internal
Stenghtening company
culture and internal
communication program
Prospek Usaha
Business Prospect
POS
INDONESIA
Pos Indonesia
RITEL
PROPERTI
TEKNOLOGI INFORMASI
4
5
6
Retail
Menambah jaringan
Kantor Pos dan
mengembangkan
portofolio produk dan
layanan bisnis ritel:
Property
Mengoptimalkan nilai
dan utilisasi aset
properti:
Optimizing value and
utilization of property assets
Additioning Post Office
Network and expanding
products and services
portofolio of Retail business
Mempertahankan
dan mengambangkan
portofolio produk ritel
saat ini serta bisnis
ritel baru berbasis
1 on-line
1
Maintaining and
expanding the existing
retail products portofolio
and new online-based
retail business
2
2
Menambah jumlah
Kantor Pos
3
Memperbaiki kualitas
layanan outlet
2
Mengoptimalkan nilai
aset properti bagi
pihak internal dan
eksternal
Information Technology
Revitalisasi dan
pengembangan bisnis
PT BWN
Business revitalizing and
developing of PT BWN
1
Penyehatan PT BWN
2
Peningkatan dan
pengambangan
portofolio bisnis
Optimizing property assets
value for internal and
external parties
Menyempurnakan
kontrol serta
pengawasan yang lebih
baik terhadap kinerja
unit bisnis
Restructuring of PT BWN
Enhancement and
Development of business
portofolio
Completing a better
control and monitoring on
business unit performance
Additioning the optimized
number of post office
Improving the quality of
outlet service
Meningkatkan efisiensi
organisasi dan kapabilitas
sumber daya manusia
Improving organizational
efficiency and human recource
capabilities
3
Integrasi sistem TI
melalui perencanaan yang
menyeluruh
Integrating IT system through a
comprehensive planning
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
269
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Transformasi menjadi trusted postal service
company harus ditunjang oleh bisnis yang kuat
di masing-masing unit usaha, dengan tetap
mengedepankan sinergi antar unit usaha. Secara
ringkas, strategi untuk masing-masing bisnis
akan dijabarkan sebagai berikut.
Transformation to become the trusted postal
service company should be supported by strong
business in their respective business units,
upholding the synergy between business units. In
a summary, the strategy for each business will be
elaborated as follows.
Pos Indonesia menekankan fokus penciptaan
nilai bisnis surat dan paket pada pengiriman
paket standar dan layanan prima atau premium
(termasuk surat premium), sejalan dengan tren
industri pos global, yaitu pengguna layanan
pos di Indonesia saat ini dan di masa depan
menginginkan kecepatan dan ketepatan.
Pos Indonesia stressed the focus of business
value creation of mail and parcel delivery and
excellent service standard or premium (including
mail premium), in line with the trend of the
global postal industry, the postal service users in
Indonesia today and in the future want speed and
accuracy.
Pos Admail akan dikembangkan menjadi anak
perusahaan dengan bisnis utamanya sebagai
mesin produksi surat, e-filling dan pengamanan
transaksi elektronik. Pada tahun 2014 akan
dimulai tahapan strategic business unit (SBU)
dengan fokus program pengembangan kapasitas
dan kompetensi printing, pembangunan data
based customer untuk advertising mail serta
mempersiapkan anak perusahaan.
Admail post will be developed into a subsidiary
with its main business as a production machine
letters, e-filing and electronic transaction security.
In 2014 will commence phase of the strategic
business unit (SBU) with the focus of capacity
development programs and printing competency,
and customer data based to advertising mail as
well as preparing the subsidiary.
Bisnis Surat dan Paket
2013
Mail and Parcel Business
Segmen utama yang ditargetkan adalah
pelanggan
korporat
mencakup
industri
perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik,
dan perusahaan air minum (PAM/PDAM). Pos
Indonesia akan meningkatkan penetrasi ke
pasar korporat dengan layanan-layanan seperti
corporate postal management dan Admail
(essential mail dan advertising mail) sesuai
dengan kebutuhan pelanggan pada segmen ini,
yang juga telah terbukti menjadi kontributor
pendapatan industri pos di negara yang telah
maju.
The primary segment is targeted corporate
customers covers the banking industry,
telecommunications,
insurance,
electricity,
and water supply company (PAM/PDAM). Pos
Indonesia will increase the penetration into the
corporate market with services such as corporate
postal management and Admail (essential mail
and advertising mail) in accordance with the
needs of customers in this segment, which has also
proved to be a contributor to the post industry
revenues in a country that has advanced.
Segmen lain yang menjadi sasaran adalah pasar
UKM dan belanja online (e-commerce). Pasar
UKM diproyeksikan akan tumbuh semakin kuat,
seiring dukungan pemerintah dan dukungan
industri perbankan dalam membangun industri
UKM dalam negeri. Pos Indonesia sebagai
salah satu engine of growth pembangunan
Indonesia dengan cakupan jaringan yang dapat
menghubungkan seluruh wilayah Indonesia akan
turut serta aktif mengambil peranan penting
Another segment of the target market are SMEs
and online shopping (e-commerce). The SME
market is projected to grow more strongly, with
the support of the Government and the banking
industry’s in building industry SMES in the country.
Pos Indonesia as one of the engines of growth
development of Indonesia with a coverage of
network that can connect all regions of Indonesia
will participate actively taking an important role
in the growth of industrial SMEs in Indonesia.
270
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Prospek Usaha
Business Prospect
dalam pertumbuhan industri UKM di Indonesia.
Di samping pertumbuhan UKM, pertumbuhan
penetrasi internet di Indonesia secara langsung
mendorong pertumbuhan e-commerce, didukung
dengan masuknya penyedia layanan e-commerce
internasional di Indonesia yang akan membuka
peluang besar
bagi Pos Indonesia sebagai
pengantar paket e-commerce yang dapat
diandalkan.
In addition to SME growth, growth in internet
penetration in Indonesia directly encourage the
growth of e-commerce, supported by the entry of
the e-commerce service provider in Indonesia that
will open up great opportunities for Pos Indonesia
as an introduction to e-commerce package that
can be relied upon
Untuk meningkatkan daya perusahaan terutama
untuk pasar kiriman B2C yang low price,
perusahaan akan membentuk anak perushaan
kurir dengan misi utamanya sebagai penyedia
jasa antaran untuk Low Cost Courier (LCC). Pada
tahun 2014 akan dimulai tahapan Stragic Busines
Unit (SBU) dengan program yang fokus pada
spin-off sistem pengantaran biasa menjadi LCC,
pengembangan kompetensi penggarapan pasar
dan antaran LCC, pengelolaan model bisnis yang
efektif dan efisien.
To increase the power of company primarily for
the B2C delivery low price market, the company
will establish a subsidiary of courier with its main
mission as a provider of Low Cost for Courier
deliveries (LCC). In 2014 will commence phase
of Stragic Business Unit (SBU) and programs
that focus on spin-off regular delivery system
into implementation of the competencies, the
development of LCC market and between the LCC,
the management of the business models that are
effective and efficient.
Secara keseluruhan, layanan surat dan paket Pos
Indonesia didukung oleh variasi jenis produk
yang beragam dengan berbagai fitur yang berbeda
meliputi produk standar, premium (kilat khusus,
express dan kiriman korporat atau Admail), dan
internasional (EMS, re-mailling, Express post LN,
dan Paketpos Cepat & Biasa LN).
Overall, the service’s letter and parcel post
Indonesia supported by variations of the diverse
types of products with a variety of different
features including standard products, premium
(Special Express, express and delivery of Admail or
corporate), and international (EMS, re-mailling,
International Express post, and International
Parcel Post, express and standard).
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
271
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Bisnis Logistik
Bisnis logistik merupakan konsekuensi logis dari
jasa pengantaran. Pos Indonesia menekankan
fokus penciptaan nilai bisnis logistik pada
layanan transportasi (freight forwarding),
Custom Brokerage, 3PL Service, Project Cargo,
dan Supply Chain Consulting. Pasar yang dituju
adalah korporasi dengan fokus industri yang
bergantung pada kelancaran rantai pasok seperti:
barang elektronik, makanan dan minuman,
kertas, sparepart dan perlengakapan otomotif,
dan kosmetik.
The logistics business is a logical consequence of
the service delivery. Pos Indonesia emphasizes the
focus the creation of business value of logistics in
transport services (freight forwarding), Custom
Brokerage, 3PL Service, Project Cargo and Supply
Chain Consulting. The intended market is the
Corporation with the focus of the industry which
is dependent on the smooth running of the supply
chain such as: Electronics, food and beverage,
paper, automotive equipment and spare parts, and
cosmetics.
Bisnis logistik merupakan konsekuensi logis dari
jasa pengantaran. Pos Indonesia menekankan
fokus penciptaan nilai bisnis logistik pada
layanan transportasi (freight forwarding),
Custom Brokerage, 3PL Service, Project Cargo,
dan Supply Chain Consulting. Pasar yang dituju
adalah korporasi dengan fokus industri yang
bergantung pada kelancaran rantai pasok seperti:
barang elektronik, makanan dan minuman,
kertas, sparepart dan perlengakapan otomotif,
dan kosmetik.
Business logistics is a logical consequence of the
delivery service. Pos Indonesia emphasizes focus
on creating business value logistics transport
services ( freight forwarding ), Custom Brokerage,
3PL Services, Project Cargo and Supply Chain
Consulting. Target markets are corporations with a
focus on industries that depend on the smoothness
of the supply chain such as : electronics, food and
beverage, paper, spare parts and automotive
utilities, and cosmetics.
Sebagai upaya sinergi dengan bisnis surat dan
paket Pos Indonesia, Pos Logistik akan fokus
pada layanan yang membutuhkan kompetensi
logistik seperti pergudangan, Full-Truck-Loads
(FTL), pengelolaan rantai pasok (Supply Chain
Management-SCM), sebagai cargo agent untuk
layanan Less-Truck-Loads (LTL), dan juga dapat
menjadi penyelenggara jasa transportasi primer
darat, laut, dan udara bagi Pos Indonesia.
Sementara itu, bisnis surat dan paket Pos Indonesia
akan terfokus pada layanan pengiriman surat dan
paket dengan berat tidak terbatas (unlimited).
Bila pada kegiatan operasinya layanan surat dan
paket Pos Indonesia membutuhkan transportasi
khusus, maka Pos Logistik dapat bertindak
sebagai pendukung operasi. Selain berkolaborasi
dengan pihak internal, salah satu opsi yang
akan dikaji lebih lanjut untuk meningkatkan
daya saing ke depan adalah kerja sama dengan
penyedia transportasi terdedikasi, baik darat,
laut maupun udara. Kolaborasi Pos Logistik dan
Pos Indonesia tersebut merupakan salah satu
bentuk pemanfaatan jaringan sehingga mampu
mendukung upaya pencapaian Pos Indonesia
sebagai trusted postal service company unggulan
di masa depan.
2013
Logistic Business
272
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
As the efforts of business synergy with mail and
parcel post Pos Logistic Indonesia will focus on
services that require a competence of logistics
such as warehousing, Full-Truck-Loads (FTL),
supply chain management, as a cargo agent for
Less-service Truck-Loads (LTL), and also be a
service provider for the primary transport by
land, sea, and air for Pos Indonesia. Meanwhile,
business letter and parcel of Pos Indonesia will be
focused on service delivery of letters and packages
with a weight of unlimited. When on operations
of mail and parcel Pos Indonesia require special
transportation, then Post Logistics can act as
support operations. In addition to collaborating
with internal party, one of the options which will
be examined further to enhance competitiveness
to the future is a partnership with the leading
provider of dedicated transport, whether by land,
sea or air. Pos Logistics Indonesia collaboration
is one form of utilization of the network so that
it is able to support the efforts of Pos Indonesia
achievement as the pre-eminent trusted postal
service company in the future.
Prospek Usaha
Business Prospect
Sebagai upaya sinergi dengan bisnis surat dan
paket Pos Indonesia, Pos Logistik akan fokus
pada layanan yang membutuhkan kompetensi
logistik seperti pergudangan, Full-Truck-Loads
(FTL), pengelolaan rantai pasok (Supply Chain
Management-SCM), sebagai cargo agent untuk
layanan Less-Truck-Loads (LTL), dan juga dapat
menjadi penyelenggara jasa transportasi primer
darat, laut, dan udara bagi Pos Indonesia.
Sementara itu, bisnis surat dan paket Pos Indonesia
akan terfokus pada layanan pengiriman surat dan
paket dengan berat tidak terbatas (unlimited).
Bila pada kegiatan operasinya layanan surat dan
paket Pos Indonesia membutuhkan transportasi
khusus, maka Pos Logistik dapat bertindak
sebagai pendukung operasi. Selain berkolaborasi
dengan pihak internal, salah satu opsi yang
akan dikaji lebih lanjut untuk meningkatkan
daya saing ke depan adalah kerja sama dengan
penyedia transportasi terdedikasi, baik darat,
laut maupun udara. Kolaborasi Pos Logistik dan
Pos Indonesia tersebut merupakan salah satu
bentuk pemanfaatan jaringan sehingga mampu
mendukung upaya pencapaian Pos Indonesia
sebagai trusted postal service company unggulan
di masa depan.
Kantor Pos Surabaya
Surabaya Post Office
In an effort to synergies with business letters
and packages Indonesian Post, Post Logistics
will focus on services that require competencies
such as warehousing logistics, Full - Truck Loads ( FTL ), supply chain management ( SCM
Supply Chain Management ), as a cargo agent
for service Less - Truck - Loads ( LTL ), and also
can be a primary provider of transportation
services by land, sea, and air for Pos Indonesia.
Meanwhile, business letters and packages Pos
Indonesia will focus on service delivery letters
and packages weighing unlimited ( unlimited ).
When the service operations Pos Indonesia letters
and packages require special transportation, the
Postal Logistics to act as a support operation. In
addition to collaborating with internal parties,
one of the options to be studied further to improve
competitiveness of the future is working with a
dedicated provider of transportation, whether by
land, sea or air. Collaborative Logistics and Pos
Pos Indonesia is one form of network utilization
so as to support the achievement of Pos Indonesia
as the trusted postal service seed company in the
future.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
273
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Bisnis Jasa Keuangan
2013
Financial Service Business
Pos Indonesia menekankan fokus penciptaan
nilai bisnis jasa keuangan pada kiriman uang
(remitansi) dan PosPay. Segmen pasar yang
dituju adalah kalangan pekerja dan perusahaan
yang memerlukan jasa pembayaran tagihan
berbasis ritel dengan jangkauan lokasi geografik
yang luas, sebagai contoh PLN, Telkom, PDAM,
dan juga institusi pemerintah seperti Ditjen
Pajak.
Pos Indonesia stressed the focus of value creation
in the financial services business in remittances
and PosPay. The intended market segment is
among the workers and companies that require
the services of a retail-based bill payment with the
geographical location of a wide range, for example
PLN, Telkom, PDAM, as well as government
institutions such as Dit taxes.
Selain itu, melalui karakteristik khusus Pos
Indonesia yang memungkinkan distribusi dana
(fund distribution) yang menjangkau cakupan
daerah yang lebih luas, cepat dan efektif kepada
unbanked population, Pos Indonesia dapat
memberikan kontribusi yang signifikan pada
inisiatif nasional terkait financial inclusion.
In addition, through the special characteristics of
Pos Indonesia which allows distribution of funds
that span a much wider area coverage, quickly
and effectively to the unbanked population, Pos
Indonesia can contribute significantly in national
initiatives related to financial inclusion.
Sebagai
langkah
diversifikasi,
tanpa
meninggalkan kompetensi bisnis inti, Pos
Indonesia akan membentuk kerja sama layanan
keuangan dengan berbagai bank BUMN dan
lembaga keuangan lainnya. Kerja sama ini
diharapkan dapat meningkatkan akses produk
jasa keuangan yang lebih komplit, sehingga Pos
Indonesia dapat bersaing dengan keberadaan
bisnis bank sebagai kompetitor utama. Hal ini
sejalan pula dengan semangat sinergi BUMN
untuk membangun Indonesia.
As a step to diversify, without leaving the core
business competencies, Pos Indonesia will form a
partnership with a wide range of financial services
with banks and other financial institutions of
SOE’s. The cooperation is expected to improve
access to financial services and products that are
more complete, so Pos Indonesia can compete
with the presence of major competitors as bank’s
business. This is in line with the spirit of synergy of
SOE’s to build up Indonesia.
Produk-produk jasa keuangan Pos Indonesia
saat ini sangat dikenal oleh pasar menengah ke
bawah sehingga memiliki kedekatan dengan
rakyat. Hal ini menjadi pembeda sekaligus
kekuatan produk jasa keuangan Pos Indonesia
karena kemampuannya untuk menjangkau
masyarakat yang lebih luas khususnya di daerah
rural. Selanjutnya, ke depan Pos Indonesia dapat
memberikan kredit mikro kepada masyarakat
melalui kerjasama dengan perbankan.
Financial services products of Pos Indonesia today
are very well known by the lower middle market
so it has proximity to the people. This becomes the
differentiating power products of Pos Indonesia
financial services because of its ability to reach
out to the wider community, particularly in rural
areas. Furthermore, in the future Pos Indonesia
can provide micro-credit to the community
through cooperation with banks.
274
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Prospek Usaha
Business Prospect
Disamping itu juga akan dikembangkan
infrastruktur
card
management
untuk
mendukung transaksi bebasis account, layanan
mobile payment bekerjsama dengan perusahaan
telekomunikasi. Pada tahun 2014 juga dijajaki
kerjasama
operasi
dengan
perusahaan
asuransi mikro yang diharapkan kedepan
layak ditingkatkan menjadi anak perusahaan
asuransi guna optimasi basis pelanggan pos
dan menyediakan jasa asuransi mikro guna
mendukung pertumbuhan bisnis Pos Group.
Bisnis Ritel
In addition it will also be developed infrastructure
of card management to support the transaction
with account-based, cooperate with mobile
payment service and Telecom companies. By
2014 also explored joint operations with microinsurance company which expected future worth
will improved to become the insurance company
in order to optimize the postal customer base and
providing services to support the growth of microinsurance in Post business Group.
Retail Business
Pos Indonesia memiliki jaringan fisik berupa
4.067 kantor pos dan didukung oleh ribuan
agen pos. Keberadaan jaringan fisik tersebut
merupakan kunci untuk memberikan akses
layanan kepada pasar ritel. Melalui cakupan
dan keberadaan bisnis ritel dalam pemberian
layanan Pos Indonesia secara terpadu, bisnis
ritel merupakan bentuk optimasi jaringan bagi
keseluruhan bisnis Pos Indonesia.
Pos Indonesia has a physical network of 4.067 post
office and supported by thousands of postal agent.
The existence of the physical network is the key
to providing access services to the retail market.
Through the scope and existence of retail business
in the provision of postal services in Indonesia,
integrated retail business is a form of network
optimization for overall business Pos Indonesia.
Inti dari keberadaan bisnis ritel melalui
POSTShop adalah memberikan daya tarik
baru bagi masyarakat untuk singgah di
jaringan fisik Pos Indonesia, yang kemudian
dapat meningkatkan minat masyarakat untuk
sekaligus aktif mempergunakan kembali jasa Pos
Indonesia.
The core of the existence of the POSTShop retail
business is by giving a new attraction for people to
stop in Pos Indonesia physical network, which then
can enhance people’s interest for active use once
again at Indonesia postal service.
Penekanan fokus penciptaan nilai bisnis ritel
terletak pada produk konsinyasi, filateli, dan
POSTShop. POSTShop merupakan lini bisnis baru
Pos Indonesia yaitu penempatan convenience
store bersinergi dengan berbagai kantor pos
di seluruh Indonesia. POSTShop mengusung
konsep “one stop shopping”, yaitu suatu gerai
belanja yang menjual barang kebutuhan seharihari masyarakat dan juga memberikan produk/
layanan Pos Indonesia seperti pengiriman surat,
jasa keuangan, pembelian perangko, dan berbagai
produk jasa yang diminati segmen pelanggan
yang menjadi fokus. Sedangkan Galeripos adalah
situs belanja online yang menjual berbagai
produk elektronik, produk-produk tradisional
Indonesia, maupun barang-barang mewah.
The focus in creating business value lies in retail
product consignment, filateli and POSTShop.
POSTShop is a new business lines of Pos Indonesia
i.e. placement of convenience store synergize
with different post offices throughout Indonesia.
POSTShop brings the concept of “one stop
shopping”, which is a shopping outlets which sell
daily necessities and communities also provide
Postal products/services Indonesia such as mail
delivery, financial services, purchasing stamps,
and a wide range of service product that are of
interest to a segment of customers that become the
focus. While the Galeripos is an online shopping
site selling various electronic products, Indonesia’s
traditional products, as well as luxury goods.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
275
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Di lain pihak, inti keberadaan Galeripos
sebagai situs belanja online adalah sebagai
upaya Pos Indonesia untuk melengkapi rantai
nilai (value chain) melalui kontribusi bisnis
surat dan paket Pos Indonesia sebagai media
pengantaran Galeripos. Bisnis e-commerce
serupa telah terbukti berhasil pada negara lain
seperti Korea Post dan Australia Post. Bagi Pos
Indonesia, pengembangan Galeripos juga mampu
mengoptimalkan jaringan yang dimiliki sekaligus
bersinergi dengan bisnis Pos Indonesia yang lain
terutama surat dan paket.
Pos Indonesia juga akan mengembangkan
channel distribusi yang tidak memerlukan
beban investasi aset tetap melalui sistem lisensi
maupun keagenan. Keberadaan jaringan fisik
yang mencakup 4.067 kantor pos dan didukung
oleh tambahan 836 Kantor Pos Desa, 318 Agen
Pos Desa, 427 Agen Pos Koperasi, dan 1.600
Pos Keliling Desa, membuka peluang bagi Pos
Indonesia untuk menjadi bagian dalam rencana
nasional pengembangan daerah rural ke
depan. Dalam konteks tersebut, Pos Indonesia
akan melakukan aktivitas inkubasi untuk
pengembangan bisnis rural menjadi jaringan
berniaga produk komoditi, konsumsi dan
produksi dari dan ke rural.
Pengembangan bisnis ritel kedepan antara lain
mempersipakan model postshop shop/mart,
e-commerce dan jaringan bisnis ritel berbasis
rural menjadi anak perusahaan ritel dengan
nama POSTshop dengan misi utamanya sebagai
jaringan solusi ritel terluas dan terintegrasi.
Pada tahun 2014 akan dimulai dengan tahapan
strategic business unit (SBU) dengan beberapa
program yang fokus pada pengembangan
Postshop menjadi model lisensi sebagai bagaian
dari salah satu strategi penambahan outlet,
pengembangan e-commerce menjadi clearing
house, pengantaran dan portal e-commerce,
pengembangan on-line trading & e-auction bagi
komoditi, barang konsumsi dan produksi dari
dan ke rural sebagai infrastruktur berniaga
melalui jaringan pos dan sekaligus bagian dari
sistem logistik nasional.
2013
276
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
On the other hand, the existence of core Galeripos
as the online shopping site is an effort to equip
Indonesia Postal value chain through the
contribution of media as Galeripos Indonesia. A
similar e-commerce business has proved successful
in other countries such as Korea Post and Australia
Post. For Pos Indonesia, development of Galeripos
is also able to optimize network owned and
synergize with other Postal business Indonesia
mainly mail and parcel.
Pos Indonesia will also develop a distribution
channel that does not require the burden of fixed
assets investment through licensing system and
agents. The existence of the physical network that
includes 4.067 post office and supported by an
additional 836 post office village, 318 Postal Agent
village, 427 Postal Agent cooperative, and 1,600
Posts round the Village, open the opportunities
for Pos Indonesia to become part of national
development plans in the area of rural ahead. In
the context of the Pos Indonesia, it will conduct
a business incubation for the development of
rural products trade networks into commodities,
consumption and production from and to rural.
The development of retail business among others
is preparing model of postshop /mart, e-commerce
and retail-based rural business network into
a retail subsidiary by the name of its primary
mission as a POSTshop network widest retail and
integrated solutions. In 2014 will commence with
the stages of the strategic business unit (SBU) and
several programs that focus on the development of
a model license Postshop as one of the strategies
of the various additions outlet, development of
e-commerce into a clearinghouse, delivery and
portal development, e-commerce on-line trading
& e-auction for commodities, consumer goods and
production from and to rural infrastructure as a
trade through a network of posts and at one time
a part of the national logistics system.
Prospek Usaha
Business Prospect
Bisnis Properti
Property Business
Pos Indonesia dengan jumlah aset lebih dari
3.800 lokasi di seluruh Indonesia memberikan
kelebihan sekaligus tantangan tersendiri. Kondisi
ini menjadikan Pos Indonesia sebagai salah satu
BUMN dengan ketersebaran yang sangat luas dan
merata di seluruh Indonesia. Namun, kondisi
ini juga menjadikan biaya operasional dan
perawatan aset cukup tinggi karena terdapat aset
yang idle. Untuk mengatasinya Pos Indonesia
perlu melakukan optimalisasi aset.
Pos Indonesia with total assets of more than 4,000
locations across Indonesia provide advantages as
well as its own challenges. This condition makes
the Pos Indonesia as one of the SOE’s with a very
broad branches and evenly throughout Indonesia.
However, this condition also makes the cost of
operation and maintenance of assets is quite high
as there are assets that are idle. Pos Indonesia to
overcome it need to do optimization of assets.
Pos Indonesia telah mengidentifikasi 100 lokasi
potensial untuk dioptimalisasikan selama 20142018. Namun dengan prinsip kehati-hatian
dan pertimbangan ketersediaan sumber daya,
dalam jangka pendek hingga menengah hanya
akan dipilih bebrapa lokasi yang tersebar
di pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
untuk dibangun sendiri yang kemudian akan
dikelola oleh profesional dengan kompetensi
memadai. Lokasi-lokasi terpilih terdapat di
kota-kota yang memiliki pergerakan pebisnis
kecil dan menengah, memiliki ukuran lahan
pada kisaran 3.000 m2, dan dinilai tidak akan
mengganggu operasional Pos Indonesia apabila
dikembangkan.
Pos Indonesia has identified potential locations
for 100 to be optimized during 2014-2018.
However, with the principle of prudence and the
consideration of the availability of resources,
in the short-to medium-sized site will be chosen
only some scattered islands of Sumatra, Java, and
Borneo to built itself which will then be managed
by professionals with adequate competencies. The
selected locations are in cities that have movement
of small and medium businesses, has a size in the
range of 3,000 m2 of land, and tagged will not
interfere with operation of Pos Indonesia when
developed.
Strategi optimalisasi aset Pos Indonesia adalah
dengan membentuk anak perusahaan yang akan
fokus pada bisnis properti. Anak perusahaan
tersebut pada salah satu lini bisnisnya akan
memfokuskan kepada konsep bisnis perhotelan
kelas menengah atau bintang tiga. Bisnis
perhotelan segmen ini dinilai cukup menjanjikan
karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
tinggi, desentralisasi, semakin meratanya
kegiatan perekonomian di daerah, dan maraknya
penerbangan berbiaya rendah berdampak positif
terhadap meningkatnya pergerakan masyarakat
khususnya untuk kegiatan yang berkaitan dengan
bisnis atau usaha.
Strategy of optimization of Pos Indonesia assets is
by forming a subsidiary that will focus on business
property. The subsidiary on one line of business will
be to focus on the concept of hospitality businesses
or middle-class three-star. This segment of the
hospitality businesses assessed quite promising
because of Indonesia’s high economic growth,
decentralisation, the equality of activities of the
economy in the region, and the rise of low-cost
flights to positively impact against the increasing
movement of people especially for activities
related to the business or undertaking.
Pada akhir tahun 2013 telah dibentuk anak
perusahaan Pos Properti untuk optimasi aset
perusahaan. Kedepan anak perushaan ini akan
mengembangkan usahanya melalui pengelolaa
aset yang diserah-kelolaan oleh induk ke anak
perusahaan, penyediaan jasa properti bagi Pos
Group dan membangun joint operation dengan
berbagai pihak dalam rangka pembangunan dan
pengelolaan usaha.
At the end of 2013 has formed a subsidiary of Post
properties for the optimization of the company’s
assets. In the future, these subsidiary will develop
its business through asset transfered-assets-run by
the parent to the subsidiary company, providing
services to Post property Group and build joint
operation with various parties in the framework of
the development and management of the business.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
277
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Pos Properti telah merencanakan pelaksanaan
dua proyek pada tahun 2014 untuk dibangun
menjadi hotel, secara bertahap induk akan
menyerah-kelolakan aset (bangunan maupun
tanah) untuk dikembangkan dengan skema
investasi sendiri, KSU, maupun KSO. Lokasi
yang dalam kondisi idle dan aset potensial
lain tidak akan ditinggalkan, karena melalui
anak perusahaan, lokasi-lokasi tersebut akan
dikembangkan dengan skema Kerjasama Usaha
(KSU) dan tetap mengacu kepada kajian Highest
& Best Use (HBU) hasil kajian konsultan properti
untuk masing-masing lokasi terkait.
2013
278
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Post Property has planned the implementation of
two projects by 2014 to built a hotel, the parent
will gradually give up-manage assets (land and
buildings) to be developed with its own investment
schemes, KSU, and KSO. Location idle conditions
and other potential assets will not be abandoned,
because through its subsidiaries, these locations
will be developed with the cooperation of Business
Scheme (KSU) and still refers to the study of
Highest & Best Use (HBU) results of the study
consultants properties for each related site.
Prospek Usaha
Business Prospect
Bisnis Bhakti Wasantara Net
Bhakti Wasantara Net
Semula, keberadaan PT Bhakti Wasantara
Net (BWN) merupakan bagian dari upaya
Pos Indonesia untuk efisiensi biaya jaringan.
Keberadaan BWN ke depan akan menjadi mitra
strategis Pos Indonesia, yaitu untuk mendukung
kebutuhan
teknologi
informasi
dengan
didukung pemahaman yang telah diperoleh
dengan melayani Pos Indonesia. Keberadaan
BWN ke depan juga akan menjadi growth story
keberhasilan Pos Indonesia mengembangkan
anak perusahaan.
Again, the existence of PT Bhakti Wasantara
Net (BWN) is part of the efforts of Pos Indonesia
to network cost efficiency. The existence of the
BWN in the future will become the strategic
partner for Pos Indonesia, namely to support the
needs of information technology supported by
the understanding which has been obtained by
serving Pos Indonesia. The existence of the BWN
forward will also be a growth story success at Pos
Indonesia in developing subsidiary.
Pos
Indonesia
sangat
membutuhkan
infrastruktur IT dan aplikasi IT sebagai jantung
sistem bisnis dan pelayanan. Pada era on-line
dan digitalisasi saat ini sebagian besar transaksi
bisnis dilakukan melalui on line system. Maka
pengembangan infrastruktur IT dan sistem
bisnis berbasis IT sangat dibutuhkan Perusahaan
untuk mendukung sukses program transformasi.
Peran BWN akan direposisi menjadi Penyedia
total solusi IT dan Backbone Infrastruktur IT Pos
Indonesia, melalui Restrukturisasi keuangan,
pengembangan kompetensi
dan kapabilitas
melalui JO, Intensifikasi penggarapan pasar IT
PT Pos Indonesia dan industri.
Pos Indonesia is in need of IT infrastructure and
applications to IT as the heart of the business and
service system. In an era of digitization and online currently most business transactions made
through the on line system. The development of
IT infrastructure and business systems with ITbased, Company is urgently needed to support
a successful transformation program. The role
will be repositioned BWN as total IT solutions
and IT infrastructure Backbone of Pos Indonesia,
through a financial restructuring, development of
competencies and capabilities through JO and the
implementation of market Intensification of Pos
Indonesia IT and industry.
Pos Indonesia akan menekankan fokus penciptaan
nilai bisnis BWN pada pasar eksternal di luar
Pos Indonesia utamanya pada layanan PosPay
sebagai main agent, karena kompetensi BWN
selama ini yang telah menunjukkan keandalan
untuk menangani peran tersebut. Ke depan,
dengan dukungan komitmen sumber daya, BWN
juga akan dapat mengoptimalkan keunggulan
lain yang dimiliki seperti lisensi Internet Service
Provider (ISP) yang saat ini sangat dibatasi
penerbitannya dan sebagai IT Solution.
Pos Indonesia will emphasize the business
value creation focus on external markets BWN
outside Pos Indonesia on PosPay as the main
agent service, because the competence over the
BWN has demonstrated reliability to handle
the role. Looking ahead, with the support of the
commitment of resources, BWN would also be able
to optimize the benefits of such licenses owned
Internet Service Provider (ISP) which is currently
very limited publication and as an IT Solution.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
279
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Strategi ke Depan
Upcoming Strategies
Analisis kondisi internal dan eksternal Pos
Indonesia menjadi basis penetapan strategi
perusahaan tahun 2014 hingga 2018. Kondisi
internal Pos Indonesia yang meliputi kondisi dan
layanan yang ditawarkan masing-masing unit
bisnis menjadi dasar pengembangan bisnis Pos
Indonesia ke depan. Bertolak dari hal tersebut,
kemampuan masing-masing bisnis untuk
mengeksplorasi dan mempenetrasi peluang
eksternal dapat mendukung Pos Indonesia
untuk mencapai tujuan perusahaan yang ingin
dicapai berkinerja tinggi secara berkelanjutan.
Pengembangan bisnis Pos Indonesia akan
selalu didukung oleh fungsi-fungsi pendukung
bisnis yang krusial seperti TI dan SDM sehingga
terjadilah keselarasan antar unit bisnis dan
fungsi pendukung di dalam Pos Indonesia untuk
bersama-sama menyukseskan pencapaian tujuan
perusahaan.
2013
280
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Analysis of the internal and external conditions
of the Pos Indonesia was the basis for setting
corporate strategies by 2014 to 2018. Pos
Indonesia’s internal conditions which include the
conditions and services offered by each business
unit to be the basis of Pos Indonesia business
development forward. From this point, the ability
of each business to explore and penetrate external
opportunities can support Pos Indonesia to achieve
company goals in achieving high performance
on an ongoing basis. Pos Indonesia business
development will always be supported by the
business support functions that are crucial as IT
and HR so there was alignment between business
units and support functions in Pos Indonesia to
jointly facilitate the attainment of company goals.
Prospek Usaha
Business Prospect
Sasaran Strategis
Strategic Objectives
Dengan menggunakan kerangka Kriteia Penilaian
Kinerja Unggul (KPKU) BUMN, rumusan sasaran
strategis yang akan dicapai perusahaan pada
tahun 2018 sebagai berikut:
By using Superior Performance Assessment Criteria
framework (KPKU) of SOE’s the formulation of
strategic objectives to be reached in 2018 the
company as follows:
NO
PERSPEKTIF
KPI
BOBOT
SATUAN
NO
PERSPECTIVE
KPI
QUALITY
UNIT
1
Keuangan dan Pasar
10
%
17,11
19,69
27,85
20,69
20,75
4
%
(2,18)
(85,04)
(193,41)
(149,41)
26,19
%
80,00
83,75
87,50
91,25
95,00
Finance and Market
Revenue Growth
Revenue Growth
Net Profit Margin Growth
Net Profit Margin Growth
Operation Cash Flow Growth
Operation Cash Flow Growth
Market Share (mail, parcel, jaskug)
Market Share (mail, parcel, jaskug)
2
3
Efektivitas Fokus
Pelanggan
Costumer Satisfaction Index (CSI)
Costumer Satisfaction Index (CSI)
Customer Focus
Effectivity
Respon time to complain handling
Efektivitas produk
dan proses
Ganti Rugi
Product and Process
Effectivity
Respon time to complain handling
Compensation
SWP
SWP
Downtime
Downtime
4
Fokus tenaga kerja
Work Force Focus
Employee Engagement Index (EEI)
Employee Engagement Index (EEI)
Jam latihan/karyawan
Kepemimpinan
Tata Kelola, dan
Tanggung Jawab
Kemasyarakatan
Leadership,
Governance, and
Social Resposibilty
4
11
11
7
5
8
5
Hours of training / employee
5
Produktivitas karyawan
7
Employee productivity
5
6
GCG Indeks
GCG Index
Skor KPKU
3
%
%
%
%
2014
7,50
14,00
83,00
0,09
2015
28,30
18,00
87,00
0,07
2016
29,77
22,00
91,00
0,05
2017
2018
23,56
26,00
95,00
0,03
39,30
30,00
99,00
0,01
%
85,00
87,50
90,00
92,50
95,00
%
98,00
98,25
98,50
98,75
99,00
%
Jamlat/
Karyawan
Employee
Koef
poin
point
98,00
3,50
1,91
79,00
98,25
3,88
1,95
80,50
98,50
4,25
2,01
82,00
98,75
4,63
2,12
83,50
99,00
5,00
2,24
85,00
point
Realisasi Program Kerja (Investasi)
3
3
poin
300,00
387,50
475,00
562,50
650,00
Pencapaian fisik program
(Investasi)
2
%
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
Tingkat Efektifitas Penyaluran
dana (PKBL)
2
%
65,65
67,99
70,33
72,66
75,00
Tingkat Kolektibilitas Pinjaman
2
%
31,06
35,80
40,53
45,27
50,00
Score KPKU
Realization Program (Investment)
Physical Achievement program
(Investment)
Effectiveness level Disbursements
(CSR)
Collectible levels Loans
Pengisian Portal BUMN
Charging Portal SOE
2
%
%
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
100,00
100,00
281
100,00
100,00
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Memperkuat
PT Pos Indonesia
Menjadi Trusted Postal
Service Company
Strengthen PT Pos Indonesia
to Become The Trusted Postal
Service Company
Menghadapi pasar surat yang mulai jenuh,
pasar paket dan logistik yang terus tumbuh,
jasa transaksi keuangan yang makin ketat
persaingannya, dan meningkatnya perdagangan
secara on-line sehingga permintaan akan jasa
distribusi/ pengantaran makin tingi, di masa
depan Pos Indonesia di arahkan untuk mampu
menjadi perusahaan jaringan terbesar di
Indonesia. Keberadaan Pos Indonesia sebagai
perusahaan jaringan di titik beratkan pada
pengembangan infrastruktur, konektivitas dan
dan jasa yang terintegrasi didukung teknologi.
Perbaikan pada infrastruktur jaringan antara line
on-line 3800 kantor pos dan perbaikan sistem
aplikasi bisnis telah mampu meningkatkan
kemampulabaan perusahaan sejak tahun 2009.
Facing a mail market that starts to saturate,
parcel and logistics services market continues
to grow, more stringent financial transactions
increasing trade on-line so that the demand of
delivery/distribution services will higher, in the
future of Pos Indonesia will be able to become
the largest network company in Indonesia. The
presence of the postal company’s network in
Indonesia is as a point of focus on infrastructure
development, connectivity and integrated services
and supported technologies. Improvements to
the network infrastructure between the line online 3800 post office business application system
fixes and has been able to increase the company
profitability since 2009.
Pemanfaatan jumlah jaringan kantor pos untuk
pendapatan paket melalui e-commerce juga
berhasil dilakukan oleh Japan Post melalui
layanan Furusato, Korea Post melalui layanan
e-post shopping. Sedang untuk peningkatan
The utilization of the amount of the post office
network as revenue for packages via e-commerce
are also managed by Japan Post via Korea Post,
Furusato service via e-post service shopping. While
for an increase in financial services both through
Untuk
membangun
perusahaan
jaringan
kedepan, perusahaan menggunakan referensi
keberhasilan transformasi administrasi
pos
dunia menjadi perusahaan sukses dalam
pemanfaatan pengembangan jaringan pelayanan,
pengembangan layanan dan pengembangan sdm.
Beberapa contoh administrasi Pos yang berhasil
melakukan transformasi sebagai perusahaan
jaringan
antara
lain:
Perusahaan
yang
mampu menambah jaringan pelayanan untuk
peningkatan kiriman paket melalui e-commerce
antara lain: Australia Post mampu meningkatkan
pengiriman paket melalui e-commerce mencapai
70% dengan memanfaat kombinasi keberadaan
4.500 Kantor Pos sebagai toko seba ada dan
layanan e- commerce; Correios-Pos Brasil, sukses
memanfaatkan 17.000 jaringan kantorposnya
untuk layanan e-commerce dan untuk jaringan
pelayanan Bank; China Post juga mampu
memanfaatkan 77.000 jaringan kantorposnya
untuk jaringan e-commerce dan pelayanan
bank untuk melayani sebagai besar masyarakat
pedesaan.
2013
282
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
To build a network of companies in the future,
company use a reference of post administration
transformation success in the world in the
utilization of network development, services
development and human resource development.
Some examples of the postal administration to
successfully perform the transformation as a
network among other companies: companies
are able to add network services to increased
shipment of packages via e-commerce, among
others: Australia Post is able to improve the
delivery of packages via e-commerce reached 70%
with a combination of benefit from the existence of
4500 post offices as shops and services and there
is a guided tour of e-commerce; Brazilian post
office-Correios, successfully utilizing its post office
for services network over 17,000 e-commerce
and service network for the Bank; China Post
is also able to utilize the network to 77,000 of
e-commerce and service bank to serve as a large
rural community.
Prospek Usaha
Business Prospect
pelayanan keuangan, baik melalui transaksi
keuangan, bank dan asuransi berhasil dilakukan
oleh Japan Post melalui Japan Postal Saving
Bank,dan Postal Insurance sehingga mampu
memobilisasi dana masyarakat menjadi sumber
dana kedua bagi perintah setelah APBN-nya.
Poschta Rossii-Rusia melalui Cybermoney.
financial transactions, bank and insurance work
undertaken by Japan Post through the Japan
Postal Saving Bank, and Postal Insurance which is
so capable of mobilizing community Fund became
a source of funds for the second command after
his State’s budget. Poschta Rossii-Russia through
Cybermoney.
Berikut ini dirumuskan Strategi dan Program Unit
Bisnis dan Unit Pendukung untuk mewujudkan
visi dan mencapai sasaran strategis:
The following formulated strategies and Program
Support Units and Business Units in order to
realize the vision and achieve strategic goals:
Untuk memperkuat posisi perusahaan menjadi
trusted postal company dilakukan melalui
strategi: peningkatan jumlah jaringan kantor
pos, pengembangan bisnis perusahaan, dan
keterhubungan jaringan pelayanan dan sistem
bisnis perusahaan didukung infrastruktur
teknologi dan sdm termasuk membangun jejaring
dengan mitra bisnis untuk memanfaatkan
jaringan infrastruktur dan pelayanan perusahaan
sehingga mampu membangun nilai tambah
bagi mitra, perusahaan dan pelanggan, melalui
penyediaan jasa kurir, tansaksi keuangan,
logistik, ritel, properti dan teknologi.
To strengthen the company’s position to become
the trusted postal company is done through
strategy: increasing the number of post office
network, business development company, and
the connectedness of the network services and
enterprise business systems supported technology
infrastructure and human resources, including
building a network with business partners to make
use of network infrastructure and services of the
company so that it is able to establish added value
for partners, companies and customers, through
the provision of courier service, finances, logistics,
retail, property and technology.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
283
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Strategi dan Program Bisnis
Surat dan Paket
Mail and Parcel Business
Strategy and Program
Selama 2014-2018, Pos Indonesia akan
menajamkan fokus penciptaan nilai bisnis
surat dan paket pada layanan korporat dan
produk paket. Hal ini sejalan dengan peluang
eksternal produk-produk tersebut dan dengan
mempertimbangkan risiko strategis yang dapat
muncul pada bisnis surat dan paket. Tren industri
pos di Indonesia didominasi oleh pengiriman
surat korporat dan pertumbuhan sektor UKM
serta e-commerce yang menjadi peluang bagi Pos
Indonesia, terutama terkait dengan pengiriman
barang (paket). Pengembangan produk tersebut
juga merupakan upaya untuk memitigasi risiko
strategis makin turunnya pangsa pasar bisnis
surat dan paket Pos Indonesia. Risiko strategis
lain yang dapat muncul adalah risiko tidak
tersedianya informasi internal yang memadai
untuk mendukung penetrasi pasar. Hal ini akan
dimitigasi melalui kerja sama dengan fungsi TI
Pos Indonesia dalam pengembangan sistemsistem terkait, sebagai contoh pengembangan
Customer Relationship Management (CRM)
sebagai sistem terintegrasi untuk kegiatan
penjualan.
During the 2014-2018, Pos Indonesia will be
focused on value creation of mail and parcel on
corporate services and parcel product. This is in
line with external opportunities for these products
and taking into account the risks that can arise on
the strategic business mail and parcel. Industry
trends in Indonesia is dominated by post mail
delivery corporate and SME sectors as well as the
growth of e-commerce into opportunities for Pos
Indonesia, especially related to the delivery of the
goods (the package). The product development
is also an effort to mitigate the risk of further
decline in market share strategic business of
mail and parcel of Pos Indonesia. Other strategic
risk that can arise is the risk of unavailability of
information adequate to support the internal
market penetration. This will be mitigated through
cooperation with Pos Indonesia in IT functions
in development of related systems, for example
the development of Customer Relationship
Management (CRM) system integrated for sales
and marketing.
Pada bisnis surat dan paket, Pos Indonesia
bertekad untuk mendapatkan kembali dan
mempertahankan penguasaan pangsa pasar
surat dan paket yang potensial melalui
inisiatif strategi dan program kegiatan. Hal
ini diilustrasikan melalui matriks keterkaitan
antara sasaran, strategi, dan program kegiatan
yang menggambarkan arah pengembangan
perusahaan sebagai berikut.
In business mail and parcels, Pos Indonesia was
determined to get back and maintain control of
the market share of mail and parcel through an
initiative of the strategy and programme. This is
illustrated through the matrix of the link between
objectives, strategies, programs and activities
that illustrate the direction of development of the
company as follows.
ISPI
Pos Indonesia Bikers Association
2013
284
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Prospek Usaha
Business Prospect
STRATEGI BISNIS
Business Strategy
Mendapatkan kembali
pangsa pasar
Activities Program
1.1.
Reclaiming market share
1.2.
Mempertahankan
basis pelanggan
Maintaining customer
basis
Memanfaatkan
kemampuan yang ada
untuk mendukung kinerja
Utilizing the existing
capability for performance
supporting
SASARAN
PENCAPAIAN
PROGRAM KEGIATAN
Achievement Target
Mengembangkan layanan corporate postal
management
Developing services of corporate postal management
Meningkatkan volume pengiriman surat melalui
layanan Admail
Increasing mail shipment volume through Admail
services
1.3.
Meningkatkan penetrasi produk paket
1.4.
Spin Off AdMail menjadi anak perusahaan PT
Pos Digi
Increasing parcel product penetration
Increasing parcel product penetration
2.1.
Mengembangkan program loyalitas konsumen
2.2.
Mengembangkan segmentasi pelanggan
3.1.
Menetapkan sinergi dengan Pos Logistik
3.2.
Perbaikan sistem antaran menjadi Spin Off PT
POS City
Surat dan
Paket
Rp5,1 triliun
Mail and Parcel
IDR 5,1trillion
Developing costumer loyality program
Developming customer segmentation
Determining synergy with Pos Logistic
Determining synergy with Pos Logistic
Mencakup kelanjutan program kegiatan untuk inisiatif strategi pembenahan (fix the basic) yang telah dibentuk
sebelum penyelarasan pada tahun 2012.
Including the continuation of activity program for improvement strategy (fix the basic) inititative has been formed before the
alignment on 2012.
Strategi dan Program Bisnis
Logistik
Strategy and Program of
Logistic Business
Dengan kompetensi pengelolaan logistik dan
pengalaman Pos Indonesia yang panjang dalam
pengiriman barang, Pos Logistik diharapkan
menjadi motor perubahan bagi Pos Indonesia
untuk dapat mendukung sistim logistik nasional.
Hal ini disebabkan oleh pembentukan Pos
Logistik yang merupakan salah satu upaya
optimalisasi pemanfaatan jaringan yang selama
ini telah terbentuk. Selain itu dalam rangka
mendukung inisiatif IPO, Pos Logistik dinilai
dapat memberikan nilai tambah terhadap Pos
Indonesia untuk menarik calon investor.
Logistics management competencies and the
experience of Pos Indonesia extended in Postal
Logistics, delivery of the goods is expected to be
the motor of change for Pos Indonesia to be able to
support the national logistics system. This is due
to the establishment of the Pos Logistik which is
one of the network utilization optimization efforts
that had been formed. Furthermore, in order to
support the initiatives of the IPO, post Logistics
can provide added value to Pos Indonesia to
attract potential investors
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
285
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Pos Logistik memiliki visi untuk menjadi
penyedia layanan logistik yang terintegrasi,
andal, dan terpercaya. Dengan penekanan
fokus penciptaan nilai bisnis logistik melalui
konsolidasi dan integrasi menyeluruh layanan
transportasi (freight forwarding) multimoda
yang meliputi transportasi darat, laut, udara,
dan layanan pergudangan (warehousing), Pos
Logistik diharapkan dapat bersaing dengan
pemain-pemain logistik utama di Indonesia.
Hal ini didukung oleh inisiatif peningkatan
kapabilitas dan layanan Pos Logistik sehingga
menjadi kunci utama untuk membuka peluang
menuju pasar yang lebih besar. Kemampuan
Pos Logistik untuk meraih kesempatan dalam
pasar yang lebih besar juga dapat mendukung
pencapaian target yang ditetapkan oleh Pos
Indonesia.
Pos Logistics has a vision to become a leading
provider of integrated logistics services, reliable,
and trustworthy. With the emphasis focused
creating business value through consolidation
and logistics of thorough integration of transport
services
(freight
forwarding)
multimoda
which includes transport by land, sea, air, and
warehousing services (warehousing), post
Logistics is expected to compete with the major
logistics players in Indonesia. This initiative was
supported by increased capabilities and Logistical
postal service so that it becomes the main key to
open opportunities to a larger market. The ability
of postal Logistics to seize the opportunity in the
market can also support the achievement of the
targets set by Pos Indonesia.
Perencanaan strategis Pos Logistik melalui
akuisisi pasar internal (Pos Indonesia) maupun
eksternal juga membutuhkan pertimbangan
risiko strategis. Terdapat risiko kolaborasi antara
Pos Logistik dan Pos Indonesia yang berjalan
tidak optimal karena kolaborasi tersebut
tidak menyentuh level operasional. Untuk
Strategic planning of Pos Logistics through the
acquisition of internal market (Pos Indonesia)
and external strategic risks needs consideration.
There is a risk of a collaboration between the Pos
Indonesia and Pos Logistics which is not optimal
running such collaboration because it did not
touch on the operational level. For mitigation,
Untuk memenuhi harapan pertumbuhan dan
mendukung arahan utama Pos Indonesia
menjadi leading postal service company, Pos
Logistik ditujukan untuk dapat meningkatkan
skala bisnisnya secara cepat, tepat, dan terarah.
Peningkatan skala bisnis Pos Logistik akan
dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama,
akan dilakukan penguatan basis pendapatan
melalui akuisisi pasar captive market baik pada
Pos Indonesia maupun penetrasi pasar-pasar
eksternal unggulan dengan memanfaatkan
kekuatan aset dan jaringan yang dimiliki saat ini.
Pada tahap kedua, peningkatan skala bisnis akan
difokuskan pada pengembangan kapabilitas untuk
dapat bersaing dan merebut pasar yang saat ini
dikuasai oleh para pemain logistik besar melalui
kerja sama dengan pihak eksternal. Selanjutnya,
Pos Logistik diharapkan dapat berkembang baik
secara organik maupun unorganik sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas Pos
Logistik agar mampu mendukung jati diri Pos
Indonesia di masa depan .
2013
286
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
To meet the expectations of growth and support
the main direction of Pos Indonesia became the
leading postal service, Pos Logistics company are
aimed to increase its business quickly, precisely,
and directional. An increase in the scale of Pos
Logistics business will be conducted in two
stages. In the first stage, will be done through
the acquisition of revenue base strengthening
market with captive market at both Pos Indonesia
as well as external markets penetration with
superior to harness the power of the network and
owned assets at this time. At the second stage, the
increase in the scale of business will be focused on
the development of capabilities to be competitive
and capture a market that is currently dominated
by the big logistics players through cooperation
with external parties. Furthermore, the post of
logistics is expected to grow both organically as
well as unorganik so that it expected to increase
the post Logistics capabilities in order to be able
to support Pos Indonesia identity in the future.
Prospek Usaha
Business Prospect
memitigasinya, dibutuhkan skema kolaborasi
yang detail bagi kedua entitas yang diikuti oleh
sosialisasi mengenai kolaborasi tersebut. Selain
itu, risiko lain yang dapat timbul yaitu kerja
sama atau akuisisi yang tidak dapat berlangsung
sesuai rencana dikarenakan tidak berhasilnya
proses integrasi. Hal ini dapat dimitigasi melalui
pembenahan internal untuk memperkuat posisi
Pos Logistik sekaligus menunjukkan potensi
Pos Logistik kepada calon mitra atau calon
perusahaan yang akan diakuisisi. Selain itu
dibutuhkan perencanaan yang matang dalam
melakukan proses integrasi baik dengan pihak
eksternal maupun internal.
Selama kurun waktu tahun 2013 hingga 2017,
Pos Logistik memiliki tujuan pencapaian
untuk meningkatkan skala bisnis logistik yang
dimanifestasikan dalam inisiatif strategi dan
program kegiatan. Hal ini diilustrasikan melalui
matriks keterkaitan antara sasaran, strategi, dan
program kegiatan yang menggambarkan arah
pengembangan perusahaan sebagai berikut.
STRATEGI BISNIS
Maximizing existing
opportunities
In-organic business
expansion
SASARAN
PENCAPAIAN
Activities Program
1.1.
1.2.
2. Ekspansi bisnis secara
in-organic
During the years 2013 to 2017, the postal Logistics
have a goal attainment scale to enhance business
logistics which manifested in the initiative’s
strategy and programme of activities. This is
illustrated through the matrix of the link between
objectives, strategies, programs and activities
that illustrate the direction of development of the
company as follows.
PROGRAM KEGIATAN
Business Strategy
1. Memaksimalkan
kesempatan yang ada
it takes a collaborative scheme details for both
entities that followed by socialization about
the collaboration. In addition, other risks that
can arise is that a partnership or an acquisition
that could not take place as planned because
not a successful integration process. This can
be mitigated through internal improvements
to strengthen the position of post Logistics and
Logistics Post showed potential to prospective
partners or prospective company will be acquired.
In addition it takes careful planning in process
integration either by internal or external parties.
Achievement Target
Melakukan formalisasi kerja sama dengan Pos
Indonesia
Performing Cooperation formalizing with Pos
Indonesia
Mengeksplorasi dan meraih kesempata
eksternal
Exploring and achieving external opportunities
Pos Logistik
Rp1,8 triliun
2.1.
Kemitraan antara Pos Logisik dengan pihan
eksternal
2.2.
Merger dan/atau akuisisi dengan penyedia
2.2.
Initial Public Offering PT Pos Logistik Indonesia
Partnership between Pos Logistic and External
parties
Pos Logistik
IDR1.8 trillion
layanan logistik lain
Mergering and/or acquisitioning with other logistic
service providers
Initial Public Offering of PT Pos Logistik
Indonesia
Mencakup kelanjutan program kegiatan untuk inisiatif strategi pembenahan (fix the basic) yang telah
dibentuk sebelum penyelarasan pada tahun 2012.
Including the continuation of activity program for improvement strategy (fix the basic) inititative has been formed before
the alignment on 2012.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
287
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Strategi dan Program Bisnis
Jasa Keuangan
Financial Services Business
Strategy and Program
Produk jasa keuangan Pos Indonesia sangat dikenal
Pos Indonesia financial services products are very
keuangan Pos Indonesia karena dengan jaringan
financial services because with a network that
dan membuka kesempatan untuk meningkatkan
to increase financial inclusion. Therefore, the people
oleh pasar menengah ke bawah. Hal tersebut
well known by the lower middle market. It becomes
yang
Indonesia,
reaches all corners of Indonesia, Pos Indonesia is
financial inclusion. Oleh karena itu, rakyat Indonesia
of Indonesia that had yet to gain access to financial
menjadi pembeda sekaligus kekuatan produk jasa
the differentiating power products of Pos Indonesia
Pos Indonesia mampu
able to reach rural areas and opens the opportunity
menjangkau
seluruh
pelosok
menjangkau area rural
yang selama ini belum mendapatkan akses terhadap
services can enjoy the service.
Penciptaan nilai bisnis jasa keuangan di atas terlihat
Financial services business value creation over the
Segmen pasar yang dituju adalah kalangan pekerja
market segment is among the workers and companies
luas (contoh PLN, Telkom, PDAM, dan institusi
TAPS, and Government institutions such as Dit tax). In
distribusi dana (fund distribution) yang lebih
more quickly and effectively to the people who have
layanan jasa keuangan dapat menikmati layanan
tersebut.
dari pengembangan produk-produk jasa keuangan
look of the development of financial services products
dan perusahaan yang memerlukan jasa pembayaran
that require retail bill payment services based on
pemerintah seperti Ditjen Pajak). Selain itu, bisnis
addition, Postal financial services business Indonesia
cepat dan efektif kepada masyarakat yang belum
yet to enjoy the financial services.
Di luar pengembangan produk, bisnis jasa keuangan
Outside of product development, business financial
dengan mitra perbankan. Diversifikasi juga akan
with partner banks. Diversification will also be
dan pembiayaan (multifinance). Kekuatan jaringan
(multifinance). The power of Pos Indonesia’s vast
mampu memberikan layanan jasa keuangan yang
a fully integrated financial services. It is also in
jasa keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat
considering strategic risk the risk that competition
Melalui kerja sama ini, Pos Indonesia akan
varied and supported by more extensive access. This
ini diharapkan akan membantu meningkatkan
risk of strategic so that Pos Indonesia can compete
yang meliputi kiriman uang (remitansi) dan PosPay.
including remittances and PosPay. The intended
tagihan berbasis ritel pada posisi geografik yang
extensive geographical position (e.g., PLN, Telkom,
jasa keuangan Pos Indonesia juga memungkinkan
also allows distribution of funds (fund distribution)
menikmati layanan jasa keuangan.
akan melakukan diversifikasi tanpa meninggalkan
services will be to diversify without leaving the
dikembangkan secara lebih luas dengan pelaku
developed
Pos Indonesia yang luas dan handal dan kerjasama
network and reliable partnership and co-operation
terintegrasi. Hal ini juga sejalan dengan salah satu
line with one goal Pos Indonesia namely providing
sekaligus telah mempertimbangkan risiko strategis
can arise the effort. Through this cooperation, Pos
menawarkan ragam produk yang makin bervariasi
will hopefully help boost the growth of the economy
pertumbuhan perekonomian masyarakat. Selain
with major competitors as the banking company.
jalur kompetensi bisnis inti melalui kerja sama
core business competencies through cooperation
industri pegadaian, asuransi, keuangan syariah,
pawnshops, insurance, Islamic finance, and financing
kemitraan dari berbagai industri tersebut diharapkan
from various industries are expected to provide
tujuan Pos Indonesia yaitu memberikan layanan
financial services to all walks of life and have been
yang dapat timbul yaitu risiko persaingan usaha.
Indonesia will offer a range of products that the more
dan ditunjang oleh akses yang makin luas. Hal
of the community. In addition, it will also mitigate the
itu, hal ini juga akan memitigasi risiko strategis
sehingga Pos Indonesia dapat bersaing dengan
perusahaan perbankan sebagai kompetitor utama.
2013
288
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
more
broadly
with
industry
peers
Prospek Usaha
Business Prospect
Diversifikasi dan pengembangan produk jasa keuangan juga akan
Diversified financial services and product development
optimal, program kegiatan ini juga ditujukan untuk memitigasi risiko
activities of the program can run optimally, this program
didukung oleh program kegiatan untuk peningkatan kompetensi
will also be supported by a programme of activities for the
strategis tidak terpenuhinya kompetensi SDM yang memadai bagi
activity is also intended to mitigate strategic risks do not
Secara lebih detail, bisnis jasa keuangan memiliki tujuan pencapaian
In more detail, the financial services business has a purpose
strategi dan program kegiatan Hal ini diilustrasikan melalui matriks
achieved through strategies and initiatives program activity
SDM. Selain agar seluruh program kegiatan lain dapat berjalan
enhancement of competence. In addition to all the other
bisnis jasa keuangan.
satisfy competence for financial services business.
untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis jasa keuangan
the achievement to maintain and expand the financial services
keterkaitan antara sasaran, strategi, dan program kegiatan yang
this is illustrated through the matrix of the link between
melalui perluasan portofolio produk yang akan diraih melalui inisiatif
business through expansion of the product portfolio will be
menggambarkan arah pengembangan perusahaan sebagai berikut:
objectives, strategies, programs and activities that illustrate
STRATEGI BISNIS
Mempertahankan
dan
mengembangkan
portofolio produk
saat ini
Maintaining and
developing existing
product portofolio
Activities Program
Menentukan
model kerja sama
untuk memperluas
portofolio produk
Determining
cooperation model
to expend product
portofolio
Achievement Target
1.1.
Mengembangkan kapasitas Customer
Understanding Analytics (CDA)
1.2.
Memperkuat pangsa pasar Pos Indonesia dalam
pasar remitansi
1.3.
Memfokuskan pemasaran terhadap tenaga kerja
industri padat karya
1.4.
2.
SASARAN
PENCAPAIAN
PROGRAM KEGIATAN
Business Strategy
1.
the direction of development of the company as follows:
Developing capability of Customer Understanding/
Analytics (CDA)
Strengthening market share of Pos Indonesia in
remittance market
Focusing marketing on intensive industry labors
Mengembangkan produk remitansi untuk
menembus segmen account-to-cash
Developing remittance products to penetrate
account-to-cash segment
1.5.
Mempertimbangkan strategi penetapan harga
(repricing strategy)
1.6.
Melaksanakan strategi pemasaran yang terfokus
kepada produk unggulan
1.7.
Meningkatkan jumlah dan kompetensi SDM
sesuai dengan pertumbuhan layanan jasa
keuangan
1.8.
Card Management
2.1.
Membentuk aliansi strategis untuk memperluas
portofolio produk
Considering repricing strategy
Performing marketing strategy focused on excellent
products
Jasa
Keuangan
Rp 3 triliun
Financial Service
IDR 3 trillion
Increasing the number and competency of Human
Resource based on the growth of financial service
provicer
Card Management
performing strategic alliance to expand products
portofoliio
Mencakup kelanjutan program kegiatan untuk inisiatif strategi
pembenahan (fix the basic) yang telah dibentuk sebelum penyelarasan pada
Including the continuation of activity program for improvement strategy (fix the
basic) inititative has been formed before the alignment on 2012.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
289
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Strategi dan Program
Business Ritel
Bisnis ritel yang menopang bisnis-bisnis lain
di dalam Pos Indonesia menjadikan bisnis ritel
sebagai perekat bagi keseluruhan portofolio
bisnis Pos Indonesia. Cakupan bisnis ritel Pos
Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Pengelolaan front line dari seluruh layanan
Pos Indonesia, yaitu seluruh loket kantor
pos yang dikelola oleh Subdit Ritel.
2. Penjualan produk-produk filateli dan
konsinyasi.
3. Pengelolaan agen pos.
Direktorat Bisnis Ritel saat ini telah
mengembangkan lini bisnis baru yaitu Post Shop
dan Galeripos serta meningkatkan pendapatan
dari unit filateli dan konsinyasi.
Post Shop merupakan lini bisnis baru oleh Pos
Indonesia yaitu penempatan convenience store
di berbagai kantor pos di seluruh Indonesia. Post
Shop mengusung konsep “one stop shopping”,
yaitu suatu gerai belanja yang menjual barangbarang kebutuhan sehari-hari masyarakat dan
juga memberikan produk/layanan Pos Indonesia
seperti pengiriman surat, jasa keuangan,
pembelian perangko, dan lain-lain. Sedangkan
Galeripos adalah situs belanja online yang
menjual berbagai produk elektronik, produkproduk tradisional Indonesia, maupun barangbarang mewah. Post Shop merupakan sarana Pos
Indonesia untuk memberikan berbagai layanan
kepada konsumen, mengandalkan jumlah dan
ketersebaran gerai Post Shop.
2013
290
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Retail Business Strategy and
Program
Retail business which prop up other businesses in
Pos Indonesia made retail business as adhesive for
overall business portfolio of Pos Indonesia. The
business scope of Pos Indonesia Retail is as follows:
1.
2.
3.
Management of the front line from the rest of
Pos Indonesia, namely all over the counter of
post offices run by the Retail Subdit.
Sales of products filateli and consignment
The management of postal agent.
The Directorate of Retail Business currently has
developed a new line of Business Post Shop and
Galeripos as well as increase unit revenues from
filateli and consignment.
Post Shop which is a new line of business by Pos
Indonesia is the placement of the convenience store
at various post offices throughout Indonesia. Post
Shop brings the concept of “one stop shopping”,
which is a shopping outlets that sell goods for
everyday requirement of society and also provide
products/services of Pos Indonesia such as mail
delivery, financial services, purchasing stamps,
and others. While the Galeripos is an online
shopping site selling various electronic products,
Indonesia’s traditional products, as well as luxury
goods. Post Shop is a means of Pos Indonesia to
provide a variety of services to consumers, rely on
a number of brances and outlets of Post Shop.
Prospek Usaha
Business Prospect
Perencanaan strategis bisnis ritel Pos Indonesia
melalui pengembangan Post Shop ¬maupun
Galeripos juga membutuhkan pertimbangan
risiko strategis yang dapat timbul. Salah satu
risiko strategis terkait pengembangan Post
Shop yaitu risiko kegagalan beradaptasi dengan
perubahan pola belanja konsumen. Hal ini akan
dimitigasi melalui strategi pemasaran yang
disesuaikan dengan target konsumen yang
berbeda-beda antar area di Indonesia. Selain
itu terdapat pula risiko persaingan usaha dalam
bisnis e-commerce. Untuk memitigasi hal ini,
Galeripos bekerja sama dengan pihak ketiga
sehingga dapat memperkaya portofolio produk
dan meningkatkan daya saingnya.
Selama kurun waktu 2014-2018, strategi bisnis
ritel adalah menambah jaringan kantorpos dan
mengembangkan portofolio produk dan layanan
bisnis ritel. Adapun programnya adalah sebagai
berikut:
1. Mempertahankan dan mengembangkan
portofolio produk ritel saat ini serta produk
baru berbasis online.
jumlah
kantorpos
dan
2. Menambah
optimasinya.
3. Memperbaiki kualitas layanan outlet.
Berikut digambarkan matriks keterkaitan antara
strategi dan program bisnis ritel sebagai berikut:
Strategic business planning through the
development of Retail of Pos Indonesia, Post Shop
or Galeripos also requires consideration of the
strategic risk that can arise. One of the strategic
risks related to the development of Post Shop
that is the risk of failure to adapt to changing
consumer shopping patterns. This will be
mitigated through marketing strategies tailored
to the different consumer target of an area in
Indonesia. In addition there is also the risk of
business competition in the e-commerce business.
To mitigate this, the Galeripos is working with the
third party so that it can enrich product portfolio
and improve its competitive power.
During the period 2014-2018, retail business
strategy is to add post office network and develop
a portfolio of retail business products and services.
As for the program are as follows:
Maiaintain and develop the current retail
product portfolio as well as a new onlinebased products.
2. Increase the number of post offices and its
optimalization.
3. Improve the quality of service of the outlet.
The following matrix is described as the link
between the retail business strategies and
programs
1.
Laporan Tahunan
291
2013
Annual Report
Jambore Nasional
Kkp PT Pos Indonesia
National
Assembly
of Post Office Head Master
PT Pos Indonesia (Persero)
Prospek Usaha
Business Prospect
STRATEGI BISNIS
PROGRAM KEGIATAN
Business Strategy
A.1. Mempertahankan
dan mengembangkan
portofolio produk
filateli saat ini
Maintaining and
developing product
portfolio of philately
today
Activities Program
SASARAN
PENCAPAIAN
Achievement Target
A.1.1. Menambah channeling penjualan Produk Filateli
Channeling addition of Philately products sale
A.1.2. Mengembangkan produk filateli sebagai
merchandise
Developing philately products as merchandise
A.1.3. Mengajukan inisiatif kenaikan tarif perangko
dan penyesuaian pembagian pendapatan
Proposing initiative rise of stamp rate and the
adjustment of income share
A.1.4. Melakukan strategi pemasaran produk filateli
yang berfokus terhadap produk unggulan
Performing marketing strategy of philately products
which focuses on excellent products
Meningkatkan
A.2. pendapatan konsinysi
Increasing consignment
income
A.2.1. Meningkatkan fee pendapatan dari penjualan
materai
Increasing income fee from revenue stamp sale
A.3. Mempersiapkan
peluncuran Post Shop
A.3.1. Memformulasikan loket terpadu
A.4. Meluncurkan dan
mengembangkan
Post Shop
A.4.1. Meluncurkan piloting Post Shop
Preparing the launch of
Post Shop
Launching and
developing Post Shop
Formulating integrated outlets
Launching Post Shop piloting
A.4.2 Melakukan kajian bisnis mengenai
pembentukan anak perusahaan PT Post Mart
Performing business research on the formation of PT
Post Mart subsidiary
A.4.3 Melakukan ekspansi cakupan dan jaringan
bisnis Post Shop
Conducting expansion of range and network of Post
Shop business
A.4.4 Pendirian PT Post Shop
Establishment of PT Post Shop
A.5. Menetapkan dan
mengembangkan
konsep bisnis
ritel e-commerce
Plazapos sebagai
pendukung bisnis
surat dan paket
Determining and
developing e-commerce
retail business concept
of Plazapos as support
for mail and parcel
business
Menentukan model bisnis dan strategi yang
A.5.1. tepat
Determining the appropriate business and strategy
model
A.5.2. Merancang strategi pemasaran yang efektif
dengan berfokus kepada pasar yang tepat
Designing an effective marketing strategy focusing
on the right market
A.5.3. Membangun basis konsumen melalui aktivitas
pencitraan
Building customer base through imaging activities
A.5.4. Menjaga mutu pelayanan guna meningkatkan
kepuasan bagi seluruh pihak terkait (merchant,
customer, dan partner)
maintain the quality of service in order to improve
the satisfaction of all parties
A.5.5. Membuka peluang bagi masyarakat untuk
memasang iklan di situs Plazapos
Opportunities for the community to put an ad on the
site Plazapos
2013
292
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Ritel
Rp 400,3 M
Retail
IDR 400,3 billion
Prospek Usaha
Business Prospect
STRATEGI BISNIS
Business Strategy
B.1. Mengembangkan
agen pos
Developing post agents
SASARAN
PENCAPAIAN
PROGRAM KEGIATAN
Activities Program
Achievement Target
B.1.1. Meningkatkan fee pendapatan dari penjualan materai
Increasing income fee from revenue stamps sale
B.2.1. Meningkatkan daya tarik bisnis keagenan
dengan pembenahan skema bisnis yang
ditawarkan kepada para agen
Increasing the attractiveness of agency business with a
business improvement schemes offered to the agent
B.2.2. Mengambangkan sistem TI untuk pemantauan
kinerja agen pos
Developing IT systems for monitoring agent
performance post
B.2.3. Sosialisasi mengenai agen pos kepada masyarakat
Socialization of agents heading to the community
B.2.4. Kerja sama pengelolaan kantor pos dengan
mitra usaha dalam rangka peningkatan jaringan
dengan bentuk model kantor pos berbasis
komunitas
Management cooperation of the post office with
business partners in order to increase the network
form of the community based model of post office
B.2.5. Penyediaan layanan Pos Indonesia terpadu
dengan menggabungkan agen pos jasa kurir dan
agen pos jasa keuangan
Post Indonesa integrated service delivery by
combining postal agent services and postal financial
services postal agents
B.2.6. Mempersiapkan tiap agen pos dengan
kompetensi yang dibutuhkan dalam
penyediaan layanan Pos Indonesia terpadu, dan
pemberlakuan fee berbasis target untuk setiap
agen baru dengan kriteria tertentu
Ritel
Rp 400,3 M
Retail
IDR 400,3 billion
Preparing each postal agency with the competencies
required in the provision of Pos Indonesia integrated
services and the implementation of target-basaed fee
for each new agent with certain criteria
C.1. Memperbaiki
kualitas pelayanan
dan diversifikasi
jenis outlet Pos
Indonesia
Improving service quality
and diversification of Pos
Indonesia outlet types
C.1.1. Melakukan review dan analisis terhadap kinerja
kegiatan operasional outlet kantor pos dan agen pos
Conducting a review and analysis of the performance
of the operational activities of the post office outlets
and postal agents
C.1.2. Melakukan perbaikan yang dibutuhkan untuk
memperbaiki kualitas layanan pos
Conducting improvements needed to improve the
quality of postal services
C.1.3. Ekspansi penambahan outlet dengan berbagai metode
seperti agen pos, rumah pos, pos desa, dan lainlain
Outlet additional expansion with the a variety of methods
such as postal agencies, post houses, village post, etc.
C.1.4. Mengimplementasi loket terpadu
Implementing an integrated outlet
C.2. Meningkatkan
kompetensi internal
Increasing internal
competencies
C.2.1. Membangun sistem TI yang secured dan
terintegrasi untuk mendukung kegiatan operasional
e-commerce
Building secured and integrated IT systems to
support e-commerce operations
C.2.2. Mengembangkan kompetensi karyawan untuk
dapat memberikan kontribusi maksimum
kepada setiap unit kerja
Developing employee competencies to provide
maximum distribution to each unit of work
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
293
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Strategi dan Program Bisnis
Properti
Salah satu strategi optimalisasi aset yang
akan dilakukan Pos Indonesia adalah dengan
memfokuskan kepada konsep bisnis perhotelan
kelas menengah atau bintang tiga. Hal ini
dinilai cukup menjanjikan karena dengan
desentralisasi dan semakin meratanya kegiatan
perekonomian di daerah, akan berdampak
terhadap meningkatnya pergerakan masyarakat
khususnya untuk kegiatan yang berkaitan
dengan bisnis atau usaha. Pos Indonesia dapat
mengoptimalisasi asetnya sehingga mampu
menjangkau sentra-sentra ekonomi baru di atas.
Selain itu, optimalisasi aset juga dapat digunakan
sebagai wujud pengembangan kualitas jaringan.
Bentuk optimalisasi selain perhotelan juga
masih akan dikembangkan dengan skema Kerja
Sama Usaha (KSU) dan Kerja Sama Operasi (KSO)
dengan tetap mengacu kepada kajian Highest &
Best Use (HBU) hasil kajian konsultan properti
untuk masing-masing lokasi terkait. Optimalisasi
aset properti Pos Indonesia juga membutuhkan
pertimbangan risiko strategis yang dapat
timbul. Salah satu risiko strategis adalah tidak
diperolehnya izin-izin di lokasi aset potensial
sehingga untuk memitigasinya dapat dilakukan
penunjukan pihak independen untuk membantu
proses perizinan.
Secara lebih detail, tujuan bisnis properti
Pos Indonesia adalah untuk meningkatkan
optimalisasi aset dan pengendalian kinerja
bisnis yang didukung oleh inisiatif strategi dan
program kegiatan. Hal ini diilustrasikan melalui
matriks keterkaitan antara sasaran, strategi, dan
program kegiatan yang menggambarkan arah
pengembangan perusahaan sebagai berikut.
2013
294
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Property Business Strategy
and Program
One of optimization strategy of assets to be done
by Pos Indonesia is to focus upon the concept of
hospitality businesses or middle-class threestar hotel. This is promising because with
decentralization and growing economic activity
in areas, it will have an impact on the increasing
movement of people especially for activities
related to the business. Pos Indonesia can optimize
its assets so that it is able to reach areas of the new
economic conditions. In addition, the optimization
of assets can also be used as a form of development
of network quality. Otimization of hospitality also
will still be developed with Cooperation Business
(KSU) and the Cooperation of Operation (KSO)
scheme with fixed refers to the study of Highest
& Best Use (HBU) results of the study from
consultants of properties for each related site.
Optimization of property assets of Pos Indonesia
also requires consideration of the strategic risk
that can arise. One of the strategic risk is not
getting the permits at the site of potential assets
so as to mitigate the designation of independent
parties can do to help the process of licensing.
In more detail, the purpose of property business
of Pos Indonesia is to improve the control of
assets and optimizing business performance and
strategy initiatives that are supported by program
activity. This is illustrated through the matrix of
the link between objectives, strategies, programs
and activities that illustrate the direction of
development of the company as follows.
Prospek Usaha
Business Prospect
STRATEGI BISNIS
Business Strategy
1.
Mengoptimalkan
nilai aset properti
bagi pihan internal
dan eksternal
Optimizing the property
asset values for internal
and external parties
2.
Mendapatkan
kontrol serta
pengawasan yang
lebih baik terhadap
kinerja unit bisnis
Gaining a better
control and monitoring
of business units
performance
SASARAN
PENCAPAIAN
PROGRAM KEGIATAN
Activities Program
Achievement Target
1.1.
Membentuk anak perusahaan yang membidangi
bisnis properti
1.2.
Memfokuskan optimalisasi terhadap lokasi
aset potensial melalui kerja sama investasi/
kemitraan
1.3.
Mempertahankan pola penyewaan aset properti
yang telah berlangsung
1.4.
Melakukan investasi sendiri untuk bisnis
hospitality/perhotelan
2.1.
Melakukan pendataan terhadap harga sewa
dan nilai kontrak kerja sama dari seluruh aset
properti per Area
Forming subsidiary in property business
Focusing the optimalization on potestial asset
locations through investment/partnership
cooperation
Maintaining rental pattern on ongoing poperty
assets
Conducting self-investment for hospitality business
Properti
Rp 188,3
miliar
Property
IDR 188,3 billion
Collecting data on rental proce and contract value
from all property assest per area
2.2.
Memisahkan akun pencatatan kode rekening/
referensi dan kode produk bisnis
Separating recording account of account/reference
codes and business product codes
Strategi dan Program BWN
Peran BWN ke depan akan menjadi mitra strategis
Pos Indonesia dalam mendukung kebutuhan
solusi TI. Hal ini dapat diperoleh dengan sinergi
antara BWN dengan fungsi TI Pos Indonesia
serta pengembangan kapabilitas BWN sebagai
penyedia jasa layanan Internet, pendukung
layanan payment, dan pengadaan perangkat TI.
Selain itu, BWN juga akan memperkuat jejaknya
sebagai penyedia layanan jaringan dan solusi TI
sehingga mampu berkembang secara optimal
dalam meraih pasar eksternal.
BWN Business Strategy and
Programs
The role of BWN forward will become the
strategic partner Pos Indonesia in supporting the
IT solution. This can be obtained with synergy
between the Pos Indonesia IT function with BWN
as well as development capabilities BWN as a
provider of Internet services, payment, service
support and the procurement of IT equipment. In
addition, BWN will also strengthen his steps as a
provider of network services and IT solutions that
are able to grow optimally in external markets
gained.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
295
2013
Prospek Usaha
Business Prospect
Saat ini Pos Indonesia menekankan fokus
penciptaan nilai bisnis BWN untuk pasar
eksternal. Salah satunya adalah melalui peran
BWN sebagai main agent pada layanan PosPay.
BWN telah memiliki kompetensi untuk menangani
peran tersebut. Di masa depan, dengan dukungan
komitmen sumber daya yang solid, BWN juga
akan mengoptimalkan keunggulan lain yang
dimiliki untuk mengembangkan layanannya.
Perencanaan strategis BWN juga membutuhkan
pertimbangan risiko strategis yang dapat timbul.
Salah satu risiko strategis adalah risiko tidak
tersedianya pendanaan usaha. Hal ini akan
dimitigasi dengan pembenahan pembukuan
BWN melalui restrukturisasi keuangan. Selain itu
terdapat pula risiko strategis tidak memadainya
SDM dalam pelaksanaan program kegiatan
BWN. Hal ini akan dimitigasi melalui penguatan
organisasi dan tata kelola perusahaan yang di
dalamnya mencakup peningkatan jumlah dan
kompetensi SDM di BWN.
Selama 2014 hingga 2018, tujuan pencapaian
BWN adalah untuk repositioning peran BWN
menjadi business enabler Pos Indonesia dan
perusahaan penyedia layanan ICT solution yang
didukung oleh inisiatif strategi dan program
kegiatan. Hal ini diilustrasikan melalui matriks
keterkaitan antara sasaran, strategi, dan
program kegiatan yang menggambarkan arah
pengembangan perusahaan sebagai berikut.
2013
296
Laporan Tahunan
Annual Report
Annual
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Currently Pos Indonesia emphasizes focus BWN
business value creation for the external market.
One is through BWN role as the main agent in the
service PosPay. BWN has the capability to handle
the role. In the future, with the support of a solid
commitment of resources, optimize BWN will
also possessed another advantage to develop its
services.
BWN strategic planning also takes into
consideration of the strategic risk that can arise.
One of the strategic risk is the risk of unavailability
of funding efforts. This will dimitigasi with
revamping bookkeeping BWN through financial
restructuring. In addition there is also the risk
of inadequate strategic Human Resource in the
implementation of the programme of activities
of the BWN. This will be mitigated through the
strengthening of the Organization and corporate
governance which includes an increase in the
number and competence of Human Resource in the
BWN.
During the 2014 to 2018, goal of BWN is for
repositioning the role of being a business enabler
for Pos Indonesia and ICT service provider
solution initiative supported by the strategy
and programme of activities. This is illustrated
through the matrix of the link between objectives,
strategies, programs and activities that illustrate
the direction of development of the company as
follows.
Prospek Usaha
Business Prospect
STRATEGI BISNIS
Business Strategy
1.
Penyehatan kondisi
BWN
Restructuring of BWN
condition
Activities Program
1.1.
1.2.
1.3.
2.
Peningkatan dan
pengembangan
portofolio bisnis
SASARAN
PENCAPAIAN
PROGRAM KEGIATAN
2.1.
Achievement Target
Restrukturisasi keuangan
Financial restructurization
Penguatan organisasi dan tata kelola
perusahaan
The strenghtening of organization and company
management
Pengurusan tambahan izin lisensi layanan bisnis
Maintenance of business services license permit
additional
Mengembangkan portofolio produk layanan
jaringan Pos Indonesia (Network Outsourcing
Service)
Developing portfolio of Pos Indonesia network
service products (Network Outsourcing Service)
Increasing and
development of business
portfolio
2.2.
Mendukung pengembangan bisnis jasa
keuangan Pos Indonesia dalam layanan PosPay/
SOPP
2.3.
Mempertahankan dan mengembangkan
portofolio layanan IT solution untuk Pos
Indonesia
BWN
Rp 375 miliar
BWN
IDR 375 billion
Supporting the development of financial service
business of Pos Indonesia in PosPay/SOPP service
Maintaining and developing portfolio of IT solution
services for Pos Indonesia
Laporan Tahunan
Annual
Annual Report
Report
PT Pos Indonesia (Persero)
297
2013
Laporan
Pendukung Bisnis
Report of Business Support
In a business, you’ve got to
- James Harden
move on.
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Fungsi SDM dalam suatu perusahaan merupakan
salah satu fungsi pendukung yang berperan sangat
penting dalam kelancaran proses pengelolaan
kinerja perusahaan. Sebagai ujung tombak
perusahaan, kinerja dan produktivitas seluruh
karyawan akan sangat menentukan keberhasilan
perusahaan di masa mendatang. Oleh karena
itu, saat ini Pos Indonesia telah mencanangkan
inisiatif penilaian karyawan berbasis kinerja
sebagai salah satu fokus pengembangan SDMnya. Langkah awal yang kini tengah dilaksanakan
terkait fokus pengembangan tersebut adalah
dengan adanya penetapan standar kinerja
individu dan unit. Saat ini, Pos Indonesia telah
menerapkan standar kinerja berupa Sistem
Manajemen Kinerja Individu (SMKI) dan Sistem
Manajemen Kinerja Unit (SMKU). Melalui SMKI
dan SMKU, diharapkan penilaian kinerja individu
dan unit akan menjadi lebih obyektif dan terukur
di tahun-tahun berikutnya.
2013
300
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
HR functions in a company is one of the support
functions is crucial to the smooth process of
corporate performance management. As the
spearhead of the company, the performance
and productivity of all employees will largely
determine the success of the company in the future.
Therefore, the current Pos Indonesia has launched
initiatives based employee performance appraisal
as one focus of the development of its human
resources. The initial steps are now being carried
out related to the focus of the development is the
establishment of standards of performance in the
presence of individuals and units. Currently, Pos
Indonesia has adopted a performance standard
Individual Performance Management System
(ISMS) and Performance Management Systems
Unit (SMKU). Through ISMS and SMKU, expected
individual and unit performance assessment will
be more objective and measurable in subsequent
years.
Fokus pengembangan SDM melalui penilaian
berbasis kinerja ini perlu didukung oleh skema
manajemen balas jasa/rewards yang kompetitif
seperti yang telah dijalankan oleh perusahaanperusahaan unggulan dalam rangka mendorong
potensi, kinerja, dan produktivitas karyawannya.
Saat ini, skema balas jasa/rewards yang diterapkan
belum secara khusus dirancang berdasarkan
standar kinerja yang obyektif dan terukur dan
dikaitkan dengan target-target masing-masing
unit bisnis atau unit pendukungnya. Hal ini
menjadi perhatian fungsi SDM dalam memperbaiki
sistem balas jasa/rewards yang dapat mendorong
karyawan untuk memenuhi standar kinerjanya
dan mencapai target-target unitnya.
The focus of human resource development
through performance based assessments need
to be supported by the scheme management
remuneration / rewards competitive as it has
been implemented by leading companies in
order to encourage potential, performance, and
productivity of employees. Currently, remuneration
schemes / reward is applied not specifically
designed based on objective performance
standards and measurable targets associated with
each business unit or units supporters. This is a
concern of HR functions in fixing remuneration
system / rewards to encourage employees to meet
performance standards and achieve targets unit.
Sehubungan dengan strategisnya peran karyawan
dalam keberlangsungan dan perkembangan
perusahaan, maka fungsi SDM memiliki peranan
sentral terkait strategi transformasi Pos Indonesia.
Untuk mendukung strategi transformasi Pos
Indonesia, strategi fungsi pendukung SDM Pos
Indonesia akan difokuskan untuk mencapai
pengelolaan SDM yang efektif dan efisien dengan
berbasis kompetensi dan kinerja.
With respect to the crucial role of employees in the
sustainability and development of the company,
the HR function has a central role on the strategy
of transformation Pos Indonesia. To support
the transformation strategy Pos Indonesia,
supporting the HR function strategy Pos Indonesia
will be focused to achieve effective management
of human resources and efficient with competency
based and performance.
Jumlah karyawan PT Pos Indonesia (Persero)
sampai dengan akhir tahun 2013 adalah sebanyak
19.502 orang, mengalami penurunan 3,31% jika
dibandingkan dengan jumlah karyawan pada
akhir tahun 2012 sebanyak 20.170 orang.
The number of employees of PT Pos Indonesia (
Persero ) until the end of 2013 was as much as
19.502 people, has decreased 3.31 % compared
to the number of employees at the end of 2012 as
many as 20 170 people.
Arahan strategi tersebut akan dicapai melalui
peningkatan
kualitas
dan
pengembangan
fungsi SDM secara menyeluruh di setiap unit,
sistem pengembangan kompetensi dan karier,
perencanaan kebutuhan karyawan yang terarah,
standardisasi proses rekrutmen dan seleksi,
struktur imbalan kerja, balas jasa/ rewards, dan
kesejahteraan yang kompetitf dan rencana suksesi
yang komprehensif. Upaya pengembangan akan
didukung oleh pengembangan sistem informasi
SDM yang akurat dan terpadu. Pada tabel berikut
dapat dilihat realisasi program pendidikan dan
pelatihan karyawan selama tahun 2013.
The strategic direction will be achieved by
improving the quality and development of the HR
function as a whole in each unit, system competence
development and career planning needs of
employees who are targeted, the standardization
process of recruitment and selection, the structure
of employee benefits, fringe benefits / rewards, and
welfare of the Competitive and a comprehensive
succession plan. Development efforts will be
supported by the development of accurate HR
information systems and integrated. In the table
below can be seen the realization of educational
and training programs for employees in 2013.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
301
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Realisasi Program Pendidikan & Pelatihan Tahun 2013
Realization of Education & Training Programs In 2013
No
JENIS DIKLAT / PROGRAM /
THIS TYPE OF TRAINING/PROGRAM
JUMLAH 2013/The
AMOUNT of 2013
1
2
3
1 Pendidikan / Education
A.
Pembentukan / Formation
B.
Non Pembentukan / Non Formation
Management Trainee Intake D3 & D4 Poltekpos
Penggantian Biaya Pendidikan S-2 /
Reimbursement of the costs of education S-2
Program Alih jenjang D4 / Program Control level D4
2 Pelatihan / Training
Latpim I
Latpim II
A.
Latpim III
Dalam Negeri / In The Country
Pelatihan Kepala Kantor Pos / Training Head Post Office
Pelatihan Kepala Kantor Pos Cabang / Training Head Branch Post Office
Pelatihan Supervisory / Supervisory Training
Benchmark/seminar/workshop DN (Public Training)
Pelatihan Pengembangan Kompetensi Fungsi (Inhouse Training)
B.
Seminar bulanan / Monthly seminars
Luar Negeri / Overseas
Benchmark / seminar/ workshop LN
APPC Bangkok
3 Knowledge Management
A.
B.
C.
2013
302
Artikel Lomba GKM dan Pokja 5R Tingkat Nasional /GKM Race article and a
National Level, Pokja 5R
Implementasi Knowledge Sharing
Corporate Inspiring di Kantor Pusat / Inspiring Corporate Head Office
Berkolaborasi dengan bagian mutu dalam penilaian GKM/CoP Tingkat Pusat
(tambahan di luar proker) / Collaborate with the quality assessment in GKM/CoP
central level (additional outside proker)
E-Learning
E-Learning (Penyiapan LMS dan Beta Tes dengan bagian IT) /
E-Learning (Preparation of LMS and Beta test with part of IT)
Penerbitan SE Tentang Implementasi E-Learning /
Publication Of The SE Implementation Of E-Learning
Pelatihan Menulis / Writing Training
Artikel Lomba Menulis Artikel di UPT / Articles article writing Contest in UPT
Capturing Knowledge
D.
Subject Matter Expert (SME)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
54
7
-
25
25
-
96
-
140
59
1.258
-
-
-
41
44
37
2
Risalah / The Treatise
Portal
-
22
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Fungsi SDM Pos Indonesia akan bertindak sebagai
strategic business partner (mitra bisnis strategis)
bagi para unit bisnis untuk mendukung pencapaian
strategis dan transformasi Pos Indonesia.
Selain aspek tersebut, salah satu aspek di dalam
ruang lingkup fungsi SDM yang sedang dalam
pertimbangan adalah pengelolaan Imbalan Pasca
Kerja (IPK) yang menjadi beban Pos Indonesia
saat ini dan masa datang khususnya dimulai pada
tahun 2017.Dimana pada tahun tersebut pegawai
pada usia 45 – 50 tahun akan menjalani Masa
Persiapan Pensiun (MPP) dan pensiun. Hal ini
dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
HR function Pos Indonesia will act as a strategic
business partner (strategic business partner) for
the business unit to support the achievement of
strategic and transformation Pos Indonesia.
In addition to these aspects, one aspect within
the scope of the HR function under consideration
is the management of Post-Employment Benefits
(GPA) Pos Indonesia is a burden on current and
future 2017. Where especially starting in the
year an employee at the age of 45 - 50 years will
undergo retirement Preparation Period (MPP) and
retirement. This can be seen in the table below.
Komposisi Sumber Daya Manusia Berdasarkan Pendidikan
Composition of Human Resources by Education
URAIAN
JENJANG PENDIDIKAN
1
2
1
Doktor/S3
4
Sarjana Muda (D I-D III)
2
3
5
6
7
Pasca Sarjana/S2
Sarjana/S1
SLTA dan Sederajat
SLTP dan Sederajat
SD dan Sederajat
Jumlah
Elementary school and equivalent
5,1 %
0,2 % S3
Doctor
DESCRIPTION
2013
2012
3
4
5
3
6
Doctor/S3
96
1.737
1.027
116
1.428
824
13.398
13.365
19.502
20.170
2.233
1.008
2.2911
1.520
EDUCATION
Post Graduate/S2
Bachelor/S1
Diploma (D I-D III)
High school and equivalent
Junior high school and equivalent
Elementary school and equivalent
Total
Junior high school and
equivalent
11,45 %
0,49 % S2 Post
Graduate
S1 Bachelor
8,91 %
Diploma D I- DIII
5,27 %
High school and equivalent
68,70 %
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
303
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
SDM Berdasarkan Masa Kerja
HR Based on Working Period
MASA KERJA
1
2012
2013
WORKING PERIOD
>31
2.334
1.909
>31
16 – 20
2.144
1.735
2
26 – 30
5
11 – 15
3
21 – 25
4
6
6 – 10
7
0–5
Jumlah
5.378
6.404
5.367
26 – 30
2.229
11 – 15
6.501
2.251
184
21 – 25
16 – 20
205
1.475
6 – 10
1.556
20.170
0–5
Total
19.502
Masa Kerja 16 - 20 Tahun
Masa Kerja11 - 15
Work Period 16 - 20 Year
Tahun
Work Period 11- 15 Year
9%
Masa Kerja 21 - 25 Tahun
Work Period 21 - 25 Year
11%
33 %
Masa kerja
6 - 10 Tahun
Work Period
6- 10 Year
1%
Masa Kerja
0 - 5 Tahun
Work Period
0- 5 Year
8%
Masa Kerja >31
Tahun
Work Period >31 Year
10%
Masa Kerja 26 - 30 Tahun
Work Period 26 - 30 Year
28%
2013
304
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Komposisi Sumber Daya Manusia Berdasarkan Jabatan
Composition of Human Resources by Position
JABATAN
1
Executive
2
Strategic Staff
5
Operator/Staff
3
4
Manager
Supervisor
Jumlah
Manajer
Manager
3,98%
Supervisor
Supervisor
28,10%
2012
2013
POSITION
364
269
Executive
329
1.165
5.686
12.626
20.170
Strategic Staff
Strategic Staff
1,68%
328
Strategic Staff
12.648
Operator/Staff
777
5.481
19.502
Manager
Supervisor
Total
Eksekutive
Executive
1,38%
Operator/ Staff
Operator / Staff
64,85%
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
305
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Komposisi Sumber Daya Manusia Berdasarkan Usia
Composition of Human Resources by Age
USIA
1
2
2012
2013
AGE
>50
2.803
3.567
>50
35 – 39
1.678
1.501
45 – 50
3
7.825
40 – 44
4
5
5.348
30 – 34
6
1.075
25 – 29
7
911
> = 24
530
Jumlah
20.170
8.005
45 – 50
952
30 – 34
40 – 44
4.312
35 – 39
25 – 29
915
> = 24
249
Total
19.502
Usia 40 - 44 Age
21,11%%
Usia 45 - 50 Age
41,05%
Usia 35 - 39 Age
7,70%
Usia 30 - 34 Age
4,88%
Usia 25 - 29 Age
4,70%
Usia >= 24 Age
1,28%
2013
306
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Usia > 50 Age
18,29%
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Untuk memberikan kesinambungan penghasilan
bagi karyawan saat pensiun, Perusahaan
mengikut-sertakan karyawan dalam program
pensiun sebagai berikut
NO
1.
PERSYARATAN KARYAWAN
EMPLOYEE REQUIREMENT
Karyawan yang masuk bekerja
sampai dengan 31 Desember 2009.
Employees whose go to work until 31
December 2009.
To provide continuity for the employee retirement
income, incorporating company employees in the
pension plan as follows
JENIS PROGRAM PENSIUN
TYPE OF RETIREMENT PLAN
Dikutkan dalam program pensiun manfaat
pasti pada Dana Pensiun Pos (Dapenpos).
Included in the retirement benefits must be on a postal pension
fund (Dapenpos).
A. Iuran pensiun manfaat pasti terbagi dua:
Retirement benefits dues must be divided into two:
1. Iuran Normal,
The Normal Dues,
Yang merupakan tanggungan karyawan ditetapkan
sebesar 5% x Penghasilan Dasar Pensiun (PHDP).
Dependent employee is assigned a 5% x Basic Pension
Income (BPI).
Sedangkan yang menjadi tanggungan
Perusahaan ditetapkan sebesar 13.50%
x Penghasilan Dasar Pensiun (PHDP).
While being a dependent Company set of 13% x Basic
Pension Income (BPI).
2. Iuran Tambahan (PSL), seluruhnya merupakan
tanggungan Perusahaan yang besarnya
berdasarkan perhitungan Aktuaris terakhir.
Additional dues , the Company is entirely dependent upon
the calculation of the magnitude of the Actuary.
B. Besarnya PHDP adalah :
The magnitude of BPI is:
1. Bujangan : 130% x Gaji Pokok
The Bachelor: 130% x base salary
2. Berkeluarga : 146% x Gaji Pokok
Family: 146% x base salary
C. Jenis-jenis Manfaat Pensiun
Types of pension benefits
1.
Manfaat Pensiun Normal
Normal Retirement Benefits
2.
Manfaat Pensiun Dipercepat
Pension Benefits Accelerated
3.
Hak Pensiun Tunda
Pension Rights Of Delay
4.
Manfaat Pensiun cacat
Disability Retirement benefits
5.
Manfaat Pensiun Janda/Duda dan anak.
Pension benefits the Widow/Widower and children.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
307
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
NO
PERSYARATAN KARYAWAN
EMPLOYEE REQUIREMENT
JENIS PROGRAM PENSIUN
TYPE OF RETIREMENT PLAN
2.
Karyawan yang masuk bekerja terhitung
mulai 1 Januari 2010.
Diikutsertakan pada program pensiun iuran pasti . Saat ini Perusahaan
bekerjasama dengan DPLK BNI.
Employees whose enter work calculated
from January 1, 2010.
Included in the defined contribution retirement plan for sure. Currently
the company is collaborating with the DPLK BNI.
A. Program Pensiun Iuran Pasti, tidak ada Iuran Tambahan (PSL) dari
perusahaan.
Defined contribution retirement plan for certain, there is no
Additional Dues (PSL) from the company.
B. Besar Iuran yang ditanggung oleh Karyawan maupun Perusahaan
sama dengan prosentase Iuran untuk manfaat pasti.
Of the Dues paid by the Employee or the company equal to the
percentage of Dues for the benefit of certain
Yang merupakan tanggungan karyawan ditetapkan sebesar 5% x
Penghasilan Dasar Pensiun (PHDP).
Who is a dependent employee is assigned a 5% x Basic Pension
Income (BPI).
Sedangkan yang menjadi tanggungan Perusahaan ditetapkan
sebesar 13.50% x Penghasilan Dasar Pensiun (PHDP).
While being a dependent Company set of 13% x Basic Pension
Income (BPI).
C. Besarnya PHDP adalah :
The magnitude of BPI is:
1. Bujangan : 130% x Gaji Pokok
The Bachelor: 130% x base salary
2. Berkeluarga : 146% x Gaji Pokok
Family: 146% x base salary
D. Besar manfaat program iuran pasti
Big benefits program dues must
Adalah : Besar Premi Yang Terkumpul + Hasil Pengembangan.
Is A Large Accumulated Premiums: + Results Of
Development.
2013
308
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Sarana Produksi
Means of Production
To support the quality of service and to increase
the range of services held company, it is necessary
to support the availability of a viable operational.
Policies of the company in 2013 to improve service
coverage, especially for financial services by
expanding the number of outlets through agency
strategy.
Untuk mendukung kualitas layanan serta
untuk meningkatkan jangkauan layanan yang
diselenggarakan
perusahaan,
maka
perlu
dukungan ketersediaan sarana operasional yang
layak. Kebijakan yang dilakukan perusahaan
tahun 2013 untuk meningkatkan coverage
layanan khususnya untuk layanan jasa keuangan
dengan mengembangkan jumlah outlet melalui
strategi keagenan.
The position of the means of production (physical
care) at the end of 2013 are as follows:
Posisi sarana produksi (pelayanan fisik) pada
akhir tahun 2013 adalah sebagai berikut:
Sarana Produksi / Pelayanan Fisik
Means of Production / Physical Care
No
1
2
3
Jumlah Unit
Total Unit
Uraian
Kantor Pos
Unit Pelayanan Pos Bergerak
Unit Pelayanan Pos Lainnya
Jumlah
Briefing
2013
2012
4.076
3.909
236
13.355
17.667
Post Office
Mobile Service
207
Other Postal Service
15.833
Total
19.949
Komposisi Sarana Produksi /
Pelayanan Fisik
4.076
Kantor Pos
Post Office
236
Unit Pelayanan Pos
Bergerak
Mobile Service
13.355
Unit Pelayanan Pos Lainnya
Other Postal Service
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
309
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Pengiriman Surat, barang dan jasa keuangan yang
didukung oleh jaringan fisik, kantor pos, agenpos
dan dihubungkan dengan jaringan TI secara
terintegrasi menjadi gambaran Pos Indonesia
sebagai satu kesatuan.
Letter shipments, goods and financial services are
backed by a physical network, post office, agenpos
and connected with IT network integrated into the
image of Pos Indonesia as a whole.
Sebagai bagian dari Direktorat Jasa Keuangan
dan Teknologi, Fungsi TI Pos Indonesia berperan
sebagai penyelenggara teknologi dalam mendukung
operasional fungsi bisnis dan fungsi pendukung
perusahaan.
As part of the Financial Services and Technology
Directorate, IT Function Pos Indonesia acts as a
technology to support operational business functions
and support functions of the company.
Teknologi Informasi
Information Technology
Aktivitas utama fungsi TI bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan akan layanan TI untuk
kepentingan perusahaan yang meliputi:
• Perencanaan strategi, kebijakan sistem TI, dan
otomasi.
• Pengembangan arsitektur TI.
• Perancangan, pengembangan sistem, dan
solusi TI.
• Pengelolaan mutu layanan TI.
The main activities of the IT function aims to meet
the need for IT services for the benefit of companies
which includes :
• Strategic planning, policy IT systems, and
automation.
• Development of the IT architecture.
• The design,
system development and IT
solutions.
• Management of IT service quality.
Dalam mendukung kegiatan operasional bisnis
perusahaan, Fungsi TI menyediakan aplikasi dan
sistem yang dibutuhkan oleh fungsi bisnis meliputi:
In support of the company’s business operations,
the IT function provides applications and systems
required by the business functions include :
1.
1.
Layanan Fungsi TI meliputi penyelenggaraan
aplikasi dan sistem untuk fungsi bisnis dan
pendukung perusahaan, serta infrastruktur TI
untuk mendukung operasional layanan TI Pos
Indonesia hingga di kantor-kantor pos di seluruh
wilayah di Indonesia. Teknologi akan menjadi
platform yang mengintegrasikan Pos Indonesia,
baik melalui kantor-kantor pos di seluruh Indonesia
maupun bisnis Pos Indonesia secara menyeluruh.
Service functions include the implementation of IT
applications and systems for business functions and
supporting companies, as well as the IT infrastructure
to support the operation of IT services Pos Indonesia
up in post offices across the region will Indonesia.
Teknologi mrnjadi platform that integrates Pos
Indonesia, either through post offices throughout
Indonesia as well as a whole business of Pos Indonesia.
Bisnis Surat dan Paket
2.
3.
4.
5.
2013
Integrated Post Operation System (IPOS)
untuk operasional bisnis surat dan paket,
yang mencakup proses Collecting, Processing,
Transporting, dan Delivery.
Direct Mail, yaitu aplikasi utama dalam layanan
Admail untuk mencetak surat dengan fungsi
printing, folding, dan enveloping.
Warehouse Management System (WMS), yaitu
sistem yang digunakan dalam pengelolaan/
manajemen gudang Pos Indonesia
Taskforce Sales, yaitu aplikasi yang digunakan
untuk aktivitas penjualan bisnis surat dan
paket.
Portable Data Terminal (PDT), yang saat ini
telah digunakan untuk operasional bisnis di
daerah Jakarta dan sekitarnya.
310
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Letters and Parcel Business
2.
3.
4.
5.
Integrated Post Operation System (IPOS) for
letters and packages business operations, which
include the process of Collecting, Processing,
Transporting, and Delivery.
Direct Mail, which is the main application in
Admail service to print a letter with the function
of printing, folding, and enveloping.
Warehouse Management System (WMS),
which is the system used in the management/
warehouse management Pos Indonesia
Sales Taskforce, the application used for the sales
activities of the business letters and packages.
Portable Data Terminal (PDT), which is now
used for business operations in the greater
Jakarta area.
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Bisnis Jasa Keuangan
1.
2.
3.
Financial Services Business
Sistem Layanan Jasa Keuangan, yaitu sistem
yang digunakan untuk memproses transaksi
layanan jasa keuangan berbasis tunai (cashbased), dengan modul Giro, Fund Distribution,
Remitansi, dan SOPP.
Aplikasi Mobile Agent, yaitu aplikasi perangkat
mobile berbasis platform Android yang
diperuntukkan untuk agen dengan fungsi
layanan SOPP.
Sistem Agency, yaitu sistem yang digunakan
untuk memproses transaksi layanan jasa
keuangan yang dilakukan melalui agen.
1.
Sistem Manajemen Informasi Ritel (SIM Ritel),
yaitu sistem yang digunakan untuk pengelolaan
bisnis ritel PT Pos Indonesia.
Galeripos.com, website e-commerce Pos
Indonesia.
1.
2.
3.
Bisnis Ritel
1.
2.
Financial Services System, which is the system
used to process transactions -based financial
services cash (cash - based), with the Giro
module, Fund Distribution, Remittances, and
SOPP.
Mobile Agent Application, the application of
mobile devices based on the Android platform
that is destined for the agent to function SOPP
service.
Systems Agency, which is the system used
to process financial services transactions
conducted through agents.
Retail Business
2.
Retail Information Management System
(SIM Retail), which is the system used for the
management of the retail business of PT Pos
Indonesia.
Galeripos.com, e-commerce website Pos
Indonesia.
Property Business
Bisnis Properti
Sistem Manajemen Informasi Properti (SIM
Properti), yaitu sistem yang digunakan untuk
pengelolaan seluruh properti Pos Indonesia.
Property Management Information System (Property
MIS), which is the system used for the management of
the entire property Pos Indonesia.
Fungsi TI juga turut serta menyelenggarakan
aplikasi dan sistem untuk mendukung fungsi-fungsi
pendukung, yang antara lain adalah sebagai berikut:
IT function also participated organizing systems
to support the applications and support functions,
which include the following :
1.
1.
Selain aplikasi/sistem di atas, terdapat aplikasi/
sistem yang digunakan dalam mendukung layanan
seluruh fungsi bisnis, yang meliputi:
• Sistem Agensi Terpadu, yaitu sistem untuk
memproses transaksi layanan Pos Indonesia
yang digunakan oleh agen.
• Corporate Customer Pos Indonesia (CCPI), yaitu
website pengecekan status pengiriman bagi
pelanggan korporat.
• Sistem Loket Terpadu, yaitu sistem point-ofsales yang digunakan di kantor-kantor pos.
In addition to applications / systems above, there are
applications / systems used in support services across
business functions, which include :
• Integrated Systems Agency, which is a system for
transaction processing services Pos Indonesia,
which is used by the agent.
• Corporate Customer Pos Indonesia (CCPI), which
is a website checking the delivery status for
corporate customers.
• Counters Integrated System, which is a point-ofsales used in post offices.
Fungsi Akuntansi dan Keuangan
2.
3.
SIMAKPOS, yang merupakan sistem pelaporan
keuangan dari kantor UPT ke kantor Area.
ITEMS, yaitu treasury management system Pos
Indonesia.
SPK, yaitu sistem pelaporan keuangan sebagai
pendukung fungsi SIMAKPOS.
Accounting and Finance Function
2.
3.
SIMAKPOS, which is a system of financial
reporting UPT office to office area.
ITEMS, namely Pos Indonesia treasury
management system.
SPK, the financial reporting system as a support
function SIMAKPOS.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
311
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Fungsi SDM
HR Function
Sistem Informasi Manajemen SDM (SIM SDM),
yaitu sistem untuk pengelolaan dan pendukung
operasional SDM.
Human Resource Management Information System
(HR MIS), which is a system for the management of
human resources and operational support.
1.
1.
Fungsi Aset dan Pengadaan
2.
2013
Sistem Informasi Manajemen Aset (SIM
Aset), yaitu sistem untuk pengelolaan aset
perusahaan
E-Procurement, yaitu sistem yang digunakan
untuk operasional pengadaan di perusahaan
Assets and Procurement Function
2.
Asset Management Information System
(assets MIS), the asset management system for
companies
E - Procurement, which is the system used for
procurement operations in the company
Selain aplikasi dan sistem yang ditujukan untuk
operasional fungsi bisnis dan pendukung, terdapat
pula aplikasi dan sistem internal lainnya, seperti
Data Warehouse dan Executive Information System
(EIS) untuk pelaporan bagi manajemen Pos
Indonesia, POS Call 161 dan Customer Complaint
Handling (CCH) untuk layanan Customer Service
Pos Indonesia, E-office untuk surat dinas, dan
Helpdesk untuk layanan IT support.
In addition to applications and systems intended for
operational and support functions of the business,
there are also other applications and internal systems
such as Data Warehouse and Executive Information
System (EIS) for management reporting for Pos
Indonesia, POS Call 161 and Customer Complaint
Handling (CCH) for services Customer Service Pos
Indonesia, E - mail office to office, and the Helpdesk
for IT support services.
Saat ini, terdapat beberapa rencana pengembangan
atau penyempurnaan TI baik dari sisi aplikasi/
sistem dalam upaya dan infrastruktur terkait
rencana pengembangan perusahaan ke depan dan
sebagai solusi dari sistem informasi yang tidak
terintegrasi.
Currently, there are several IT development plan or
improvement both in terms of applications / systems
and associated infrastructure in an effort to plan the
future development of the company and as a solution
of an integrated information system.
Pada tahun 2012, salah satu program utama Pos
Indonesia terkait teknologi informasi adalah
mengintegrasikan aplikasi fungsi bisnis dengan
aplikasi fungsi pendukung, khususnya terkait
pelaporan keuangan melalui pengembangan
sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Hal
ini dimulai dengan modul untuk fungsi Akuntansi
dan Keuangan yang ditargetkan di tahun 2013
telah diimplementasikan di seluruh kantor
pos. Selanjutnya di tahun 2014 pengembangan
sistem ERP akan dilanjutkan untuk fungsi Human
In 2012, one of the main programs Pos Indonesia
regarding the application of information technology
is to integrate business functions with application
support functions, particularly related to the
financial reporting system through the development
of Enterprise Resource Planning (ERP). It starts with
a module for the Accounting and Finance functions
targeted in the year 2013 has been implemented in
all post offices. Subsequently in 2014 the development
of the ERP system will continue to function Human
Resources (HR). In addition to the development of the
Untuk infrastruktur TI, Pos Indonesia memiliki
cakupan jaringan yang luas yaitu lebih dari 3.800
kantor pos di Indonesia. Saat ini sekitar 2.520 kantor
pos telah menggunakan koneksi kabel jaringan
dedicated dan sisanya menggunakan koneksi GPRS.
For the IT infrastructure, Pos Indonesia has extensive
coverage of more than 3,800 post offices in Indonesia.
Currently about 2,520 post offices have a dedicated
network using a wired connection and the rest use a
GPRS connection.
Tidak adanya integrasi antara aplikasi yang
digunakan di operasional bisnis dengan aplikasi
fungsi pendukung berdampak pada masalah dalam
proses pelaporan keuangan. Saat ini SIMAKPOS
digunakan hanya di sebagian UPT, dan sebagian
UPT lainnya menyiapkan laporan secara manual
untuk dilaporkan ke Area, yang selanjutnya
dilaporkan ke kantor pusat. Hal ini menyebabkan
terjadinya keterlambatan dan ketidakakuratan
laporan keuangan.
The lack of integration between the applications
used in business operations with application support
functions impact on the problems in the financial
reporting process. Currently used only in the most
SIMAKPOS UPT, UPT and most other manually
prepare a report to be reported to the area, which in
turn reported to the central office. This led to delays
and inaccuracies in financial statements.
312
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Resources (HR). Selain pengembangan sistem ERP,
juga sedang dilakukan pengembangan Sistem
Layanan Keuangan Terpadu (SLKT) untuk bisnis
jasa keuangan yang terintegrasi dengan sistem
ERP sebagai solusi masalah pelaporan outstanding
yang saat ini masih dilakukan secara manual dan
terpisah-pisah untuk tiap layanan jasa keuangan.
Hal ini juga dilakukan untuk penguatan layanan
jasa keuangan dari sisi account-based, terkait
terdapatnya peluang untuk ekspansi inisiatif bisnis
melalui kapabilitas account-based.
ERP system, is also being carried out development
of Financial Services Integrated Systems (FSIS) for
the financial services business that is integrated
with the ERP system as the solution of outstanding
problems that reporting is still done manually and
separately for each financial services. This is also
done for the strengthening of the financial services
side of the account - based, related to the presence
of opportunities for business expansion initiatives
through account - based capabilities.
Terkait infrastruktur TI, program-program kegiatan
utama pada tahun 2012 meliputi peremajaan
perangkat TI untuk menggantikan perangkat TI
(komputer, laptop, printer, dll) yang telah obsolete
dan optimalisasi jaringan. Program peremajaan
perangkat TI untuk seluruh kantor pos ditargetkan
akan selesai dilaksanakan pada tahun 2014.
Sedangkan untuk jaringan TI, pada tahun 2012
ditargetkan terdapat 3.000 kantor pos dengan
koneksi dedicated, dan diharapkan di tahun 2013
seluruh kantor pos akan menggunakan koneksi
dedicated. Upaya pencapaian target tersebut adalah
melalui konversi koneksi GPRS yang ada di kantorkantor tertentu menjadi koneksi dedicated.
Related to IT infrastructure, the main program
of events in 2012 include the rejuvenation of IT
devices to replace IT equipment (computers, laptops,
printers, etc.) that has been obsolete and network
optimization. IT equipment renewal program for the
entire post office is targeted to be completed in 2014.
As for the IT network, in 2012 there were 3,000 post
offices targeted with dedicated connections, and is
expected in 2013 throughout the post office will use a
dedicated connection. Efforts to achieve these targets
is through the conversion of existing GPRS connection
in certain offices into a dedicated connection.
Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas
layanan surat dan paket, saat ini sedang dilakukan
implementasi Portable Data Terminal (PDT) bagi
para pengantar surat. Implementasi telah dimulai di
tahun 2012 untuk area Jakarta dan sekitarnya, dan
di tahun 2013 akan diimplementasikan di seluruh
daerah di Indonesia.
To improve the efficiency and quality of service
letters and packages, are currently being conducted
implementation Portable Data Terminal (PDT) for
the mail carrier. Implementation has started in the
year 2012 for Jakarta and surrounding areas, and in
the year 2013 will be implemented in all regions in
Indonesia.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
313
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Program Kerja IT
PROGRAM KERJA/WORK PLAN
NO.
1.
2.
IT Program
AKTIVITAS YANG TELAH DILAKSANAKAN PADA TAHUN 2013
REALISASI
ACTIVITIES THAT HAS BEEN CARRIED OUT IN THE YEAR 2013
REALIZATION
(%)
Penyempurnaan dan pengembangan aplikasi untuk fungsi
pendukung.
•
Salesforce upgrading/Salesforce upgrading
Dashboard Jaskug Lanjutan/ Jaskug Dashboard Advanced
100%
Penyempurnaan dan pengembangan aplikasi untuk fungsi
bisnis (SBU).
•
RSPOS :WU Outgoing, /RSPOS: WU Outgoing,
100%
Improvement and development of applications for support
functions.
•
•
•
Improvement and development of applications for business
functions (SBU).
•
•
•
•
•
3.
Penyempurnaan rencana strategi Teknologi Informasi.
-
4.
Optimalisasi operasional Teknologi Informasi.
•
Completion of Information Technology strategic plan.
Information Technology operational optimization.
-
•
Aplikasi Monitoring DWH/DWH Application Monitoring
RSPOS : Modul Member Pelanggan/RSPOS: Customer Member Module
FDPOS: Taspen (e-karip), /FDPOS: TASPEN (e-karip),
FDPOS : Program Keluarga Harapan (Smart Card)/FDPOS: Family Hope
Program (Smart Card)
FDPOS : Asabri (e-dapem)/FDPOS: Asabri (e-dapem)
WU Agen : Bayar (Desain aplikasi)/WU Agent: Pay (Design Applications)
SOPP Agent : Weselpos Instan (kirim dan bayar)/SOPP Agent: Instant
Remmitance (send and pay)
Penyiapan RFP (Request for Proposal) /Preparation of RFP (Request for
Proposal)
Penyiapan Tim Pendamping/Preparation Assistance Team
Maintenance DC & DRC/Maintenance DC & DRC
Maintenance Perangkat Server HP/HP Server Maintenance Tool
•
Instalasi Storage dan Tape Backup FICO/Installing Storage and Tape
Backup FICO
•
Dedicated backup link/Dedicated backup link
•
•
•
Video Conference/Video Conference
Microsoft Enterprise Agreement/Microsoft Enterprise Agreement
Contact Center Pos Indonesia/Contact Center Pos Indonesia
Procurement Notebook, Desktop PC, Printer, Projector etc.
7
Seat Management Nasional (Eksploitasi)
•
8
Seat Management Kantor Pusat (Eksploitasi)
•
9
Pemeliharaan/perbaikan komputer di kantor pusat
•
Seat Management Office (Exploitation)
(Eksploitasi)
Maintenance / repair computers at headquarters
•
Proses SPK dan PKS/SPK process and MCC
Proses Implementasi/Implementation process
Monthly Reconciliation and administration Billing
Evaluasi dan rekonsiliasi dengan mitra setiap bulan
2013
PT Pos Indonesia (Persero)
100%
100%
100%
100%
100%
90%
100%
100%
Proses administrasi SPB/Monthly Reconciliation and administration Billing
100%
Perbaikan perangkat IT di kantor pusat/Improvement of IT equipment in
the central office
100%
Evaluasi dan rekonsiliasi dengan mitra setiap bulan
Evaluation and reconciliation with partners every month
Pelayanan Loket Kantor Pos Jakarta Pusat
Services on Central Jakarta Post Office
Laporan Tahunan
Annual Report
100%
Evaluation and reconciliation with partners every month
(Exploitation)
314
30%
100%
100%
•
Provision of Work Means IT Office (Investments)
•
100%
Proses Rekonsiliasi Bulanan dan administrasi SPB
Penyediaan Sarana Kerja IT Kantor Pusat (Investasi)
100%
100%
6
Seat Management Agency (Exploitation)
100%
Pengadaan Notebook, PC Dekstop, Printer, Projector dll
•
•
100%
100%
Pengadaan UPS Nasional (Investasi)
•
90%
Proses Pengadaan di Oktober 2013/Procurement process in October 2013
5
UPS Procurement Agency (Investments)
80%
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
PROGRAM KERJA/WORK PLAN
NO.
10
Security Loket (Investasi – proker Dit.Jaskug)
AKTIVITAS YANG TELAH DILAKSANAKAN PADA TAHUN 2013
REALISASI
ACTIVITIES THAT HAS BEEN CARRIED OUT IN THE YEAR 2013
REALIZATION
(%)
•
Security Counters ( Investment - Dit.Jaskug Program )
a.
b.
c.
d.
UPS GPI (Proker 2012)/UPS GPI ( Program 2012)
Terealisir/ realized
100%
Terealisir/ realized
•
Barcode Reader – Investasi 1.200 unit (Proker 2012)
•
Terealisir/ realized
100%
Barcode Reader – Repeat Order 100 unit (Tambahan)
•
Terealisir/realized
100%
Smart Card Reader PKH -Taspen 31 unit (Tambahan)
•
Terealisir/ realized
100%
Smart Card Reader PKH-Taspen 2013 (Proker 2013 Jaskug)
•
Proses Pengadaan sdh selesai, proses SPK
75%
10KVA UPS in 16Kprk ( Program 2012)
Barcode Reader - Investments 1,200 units ( Program 2012)
Smart Card Reader TASPEN PKH - 31 unit ( Additional
Procurement)
f.
100%
UPS 10KVA di 16Kprk (Proker 2012)
Barcode Reader - Repeat Order 100 units ( Additional
Procurement )
e.
•
Terealisir/ realized
Smart Card Reader PKH - TASPEN 2013 ( Jaskug Program 2013 )
100%
Procurement Process sdh completed , the PRS
•
Target kerja 60 harikalender sejak SPK, selesai Oktober
2013
60 harikalender target since the SPK work , completed in
October 2013
g.
Barcode Reader PKH (Tambahan 1.030 unit)
•
Barcode Reader PKH ( Additional Procurement 1,030 units )
Proses pengadaan selesai, proses SPK
procurement process is completed , the PRS
•
•
Proses SPK, PKS dan SPB di Agustus 2013
100%
PRS process , MCC and Billing in August 2013
Proses Pengiriman ke Ktr Area
Delivery process to Ktr Area
h.
Barcode Reader BLSM (Tambahan 4.000 unit)
•
BLSM Barcode Reader ( Additional Procurement 4,000 units )
Proses pengadaan selesai, proses SPK
procurement process is completed , the PRS
•
Proses SPK, PKS dan SPB di September 2013
100%
PRS process , MCC and Billing in September 2013
•
Proses Pengiriman ke Ktr Area
Delivery process to Ktr Area
11
PDT (Investasi-Proker Dit.Operasi)
•
PDT ( Investment - Dit.Operasi Program)
Proses pengadaan sdh selesai, SPK,PKS
procurement process is completed , the PRS, Contract
•
Penyusunan Aplikasi
100%
Preparation of Application
•
UAT/Beta Test dan Piloting
UAT / Beta Test and Piloting
12
Penguatan infrastruktur Dacen/ Strengthening infrastructure
support Dacen
•
13
Video Conference/ Video Conference
•
•
Dukungan pengadaan server dan storage DC - DRC
procurement server and storage DC - DRC
Implementasi dan Instalasi
100%
Implementation and Installation
14
Pengadaan Jasa Pekerjaan WAN OPTI
OPTI WAN Employment Services
•
•
•
Proses Pengadaan sudah dilaksanakan
procurement process has been implemented
Implementasi dan Instalasi ke seluruh Area yang telah
ditetapkan
100%
Implementation and installation to all areas that have been
set
Proses Pengadaan sudah dilaksanakan
Procurement Procurement Process was implemented
Implementasi dan Instalasi ke seluruh Area yang telah
ditetapkan
100%
Implementation and installation to all areas that have been
set
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
315
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
SIM Keuangan
Finance MIS
Latar Belakang
Perkembangan lingkungan bisnis yang sangat
cepat dan persaingan bisnis yang ketat menuntut
manajemen dapat mengambil keputusan dengan
cepat dan akurat. Oleh Karena itu perkembangan
bisnis Perusahaan harus mendapat dukungan
teknologi yang mampu menyediakan data dan
informasi secara cepat, akurat, dan terintegrasi
melalui implementasi ERP (Enterprise Resource
Planning). Sehubungan dengan hal tersebut, maka :
1.
2.
3.
4.
PT Pos Indonesia telah menetapkan SAP
sebagai sistem aplikasi dalam implementasi
ERP sesuai KD.05/Dirut/0112 tanggal 19
Januari 2012, untuk meningkatkan efektifitas
dalam pengelolaan perusahaan.
Implementasi SAP dilakukan secara bertahap
sesuai kebutuhan Perusahaan dan pada tahap
awal akan diimplementasikan modul FICO
(Financial Accounting and Controlling).
Untuk mengimplementasikan SAP modul
FICO, PT Pos Indonesia telah membentuk
Tim Proyek Simkugpos untuk pengawalan
dalam implementasi SAP FICO dan menunjuk
Konsultan PT Astra Graphia Information
Technology
(AGIT)
sebagai
Konsultan
Implementor.
Proyek Pembangunan Simkugpos berbasis SAP
FICO telah dimulai sejak 23 Juli 2012 (Kick Off
Project) dan berakhir pada Desember 2013,
sehingga pada 2 Januari 2014 akan dilakukan
Go Live implementasi SAP FICO secara
menyeluruh.
Backgrounds
The development of the business environment
is very quick and a tight business competition
demands management can make decisions quickly
and accurately. Therefore the development of the
company’s business should support the technology
that able to provide data and information in
a timely, accurate and integrated through the
implementation of ERP (Enterprise Resource
Planning). In connection with this, then:
1.
2.
3.
4.
Maksud dan Tujuan
1.
2.
2013
Pelaksanaan Proyek dimaksudkan untuk
membangun Sistem Informasi Keuangan
sebagai bagian dari Enterprise Resources
Planning, yang dilakukan secara bertahap,
dimulai dari Sistem
Keuangan dan
Pengawasan.
Tujuan Proyek adalah :
• Menetapkan standar kebijakan dan
prosedur Akuntansi Keuangan sesuai
dengan standarisasi pada SAP modul
FICO. Development of the IT architecture.
• Mengimplementasikan sistem keuangan
yang terintegrasi berbasis SAP modul
FICO secara bertahap di semua level
organisasi.
316
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
PT Pos Indonesia has set the SAP system as
ERP implementation applications in KD. 05/
Ceo/0112 dated January 20, 2012, to increase
the effectiveness in the management of the
company.
SAP implementation is carried out gradually
according to the needs of the company and
in the early stages will be implemented
modules of FICO (Financial Accounting and
Controlling).
To implement SAP FICO module, PT Pos
Indonesia has formed a project team to
escort Simkugpos in implementation of SAP
FICO Consultant and appointed PT Astra
Graphia Information Technology (AGIT) as a
consultant of Implementor.
Simkugpos development projects based on
SAP FICO has started since July 23, 2011 (Kick
Off Project) and ending in December 2013, so
on January 2, 2014 will be done Go Live SAP
FICO implementation thoroughly
Goal and Purpose
1.
Implementation of Projects intended to build
the financial information system as part of
Enterprise Resources Planning, which is done in
stages, starting from the financial system and
supervision.
2.
The project’s goal is to:
• Establish standards of financial accounting
policies and procedures in accordance with
standards in SAP FICO module.
• Implement an integrated financial systembased SAP FICO module gradually at all
levels of the organization.
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan Implementasi ERP berbasis
SAP modul FICO di PT Pos Indonesia (Persero)
meliputi beberapa proses bisnis utama, yaitu :
1.
Proses Bisnis pada fungsi Akuntansi Keuangan
(modul FI) :
• Pelaporan Akuntansi dan Analisa
Keuangan
• Pengendalian Transaksi Pendapatan
• Pengelolaan Aktiva Tetap
• Pengendalian Transaksi Pengeluaran
• Pengelolaan Kas
2. Proses bisnis pada fungsi Akuntansi
Manajemen (modul CO) :
• Pengendalian Anggaran
• Perhitungan Biaya Produk / Profitability
Produk.
• Pelaporan Public Service Obligation
(PSO)
• Pengelolaan Transfer Pricing
Perbaikan/pembenahan Proses bisnis dalam
implementasi
Proyek
Simkugpos
akan
menghasilkan sistem informasi keuangan yang
terintegrasi mulai dari front end sampai dengan
back end sehingga dapat menghasilkan berbagai
laporan keuangan yang terintegrasi, cepat dan
akurat untuk pengambilan keputusan Manajemen
Pelaksanaan Proyek
Pembangunan Simkugpos
Berbasis SAP Fico
Pelaksanaan Proyek pembangunan Sistem Informasi
Keuangan PT Pos berbasis SAP FICO dilakukan
melalui metodologi standar Implementasi SAP yang
dikenal sebagai ASAP Metodology (Accelerated
SAP), sebagaimana gambar di bawah ini. ASAP
Metodology merupakan metodologi spesifik dari
SAP yang mengatur dan mengontrol suatu proyek
implementasi SAP, dan akan membantu dalam
memastikan dokumentasi proyek dan sistem SAP
selalu berjalan dengan baik.
The Scope
The scope of the activities of the implementation of
the ERP SAP FICO module based on PT Pos Indonesia
(Persero) covering some of the key business processes,
namely:
1. Business processes in financial accounting
functions (module FI) are:
• Reporting of accounting and Financial
Analysis
• Controlling Transaction of Income
• Management Of Fixed Assets
• Control Of Expenditure Transactions
• Cash Management
2. Business Process at Management Accounting
function (CO Module)
• Budget cost
• Cost of product/ product profitability
• Reporting PSO
• Transfer Pricing Management
Fixes/improvements of business processes in the
implementation of the Simkugpos project will produce
an integrated financial information system from the
front end to the back end so that it can produce a
variety of financial reporting that is integrated, fast
and accurate decision-making for Management.
Implementation of Simkugpos
Development Project
with SAP Fico Based
The implementation of the financial information
system development project of PT. Pos based SAP
FICO is done through standard SAP Implementation
methodology known as ASAP Metodology
(Accelerated SAP), as the image below. Metodology
is a specific methodology of SAP which regulates
and controls a SAP implementation project, and
will assist in ensuring project documentation and
SAP systems always run well.
Figure : ASAP Metodology
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
317
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Proyek Implementasi SAP FICO sudah dimulai sejak
23 Juli 2012 (Kick Off Project) bersama dengan
konsultan Implementor (AGIT) dengan Road map
sebagai berikut :
SAP FICO implementation project has already
started since July 23, 2011 (Kick Off Project) along
with consultant Implementor (AGIT) with the Road
map as follows:
1.
Fase Project Preparation : 23 Juli s.d 3 Agustus
2012.
Pelaksanaan Project Preparation telah dilaksanakan
dengan output terdefinisikannya semua kebutuhan
proyek yang tergambar dalam “Project Charter”
dan pembekalan Tim Simkugpos melalui Overview
Training SAP. Dokumen yang dihasilkan pada fase
ini adalah : Dokumen Project Charter, Laporan Hasil
Overview Training dan Laporan Pendahuluan.
1.
2.
2.
Fase Penyusunan Blueprint Business : 6
Agustus s.d 26 Oktober 2012.
Pada fase ini telah dilakukan Workshop proses
bisnis bersama fungsi terkait di Perusahaan
untuk menggambarkan proses bisnis internal dan
identifikasi requirement yang dibutuhkan dalam
proses dalam penyusunan Blueprint Business
di sistem SAP, serta mempersiapkan kebutuhan
server untuk Development. Dari Fase ini dihasilkan
dokumen : Blueprint Business, User Requirement
Scoping, Laporan Pelaksanaan Workshop dan
dokumen Quality Assurance (QA) Blueprint.
Business Blueprint Drafting phase: August 6, s.
d. 26 October 2012
At this phase of business process Workshops have
been conducted with related functions in the
company to describe internal business processes
and the identification requirement is needed in
the process of drafting of the Business Blueprint in
the SAP system, as well as preparing the server for
Development needs. This Phase of the resulting
document: Business Blueprint, User Requirement,
Scoping, implementation of the report of the
Workshop and document Quality Assurance (QA)
Blueprint.
3.
3.
Fase Realization : 29 Oktober 2012 s.d 15
Februari 2013
Pada fase ini telah dilakukan aktivitas sebagai
berikut :
• Mengkonfigurasi sistem yang sesuai
dengan Blueprint Business
• Mengatur sistem termasuk diantaranya
rencana test, transport ke mesin QA/
Test dan Production.
• Mempersiapkan program konversi
• Mempersiapkan program interface
• Membuat program laporan
• Mengatur otorisasi
• Membuat user dokumentasi dan bahan
latihan
• Pelatihan untuk tim user utama (key
user)
• Melakukan final integrasi tes
Dokumen yang dihasilkan pada fase ini adalah
Dokumen Pengembangan System, Laporan
Pelaksanaan Testing, End User Training Manual,
Laporan Pengembangan System
2013
Project Preparation phase: July 23, s. d. 3 August
2012.
Implementation of Project Preparation has been
implemented with the output of the all the needs
of the project which are reflected in the “Project
Charter” and a supply Team Simkugpos via SAP
Training Overview. Document generated in this
phase are: Project Charter Documents, reports
the results of the Preliminary Report and Training
Overview.
318
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Realization Phase : 29 Oktober 2012 s.d 15
Februari 2013
In this phase has been carried out the following
activities:
• Configure the systems that suit Business
Blueprint
• Arrange systems, include trial plan,
transport to QA mechine/ Test and
production.
• Prepare conversion program.
• Prepare interface program
• Make report propgram
• Arrange authorization
• Make documents users and training
material
• Training for key users.
• Training for final integration test.
Document generated in this phase are: Document
Development System, Reports the implementation
Testing, End User Training manuals, Reports
Development System.
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Fase Final Preparation : 18 Februari – 29 Maret
2013.
Pada fase ini telah dilakukan aktivitas sebagai
berikut :
• Menyelesaikan data konversi
• Persiapan dan memberikan latihan
kepada trainers
• Menyusun rencana pergantian sistem
atau cut off
• Mengaktifkan Production server
• Performance dan infrasturktur test
• Quality Assurance (QA)
Dokumen yang dihasilkan pada fase ini adalah
Dokumen Cut Over Plan, Dokumen Teknikal
Manual, Dokumen Performance dan Infrastruktur
test, Laporan Pelaksanaan Trainers Training, dan
Dokumen QA
4.
5.
Piloting phase: 1 April – 31 July 2013
At this phase of the implementation of the Pilot
Project implemented SA FICO with Piloting
in 5 locations and the head office. Document
generated in this phase are: Pilot Project
Documents
6. Fase Roll Out : 1 Agustus – 31 Desember 2013.
Pada fase ini telah dilakukan roll out
implementasi SAP FICO yang dilakukan secara
bertahap yang rencananya dibagi dalam 5
tahap, namun karena kebutuhan Perusahaan
pelaksanaan roll out dibagi dalam 3 tahap
dengan skedul sebagai berikut :
• Roll out tahap pertama mulai 1 Agustus
2013 : Area 4, 5, 6, dan Kantor pusat
• Roll out tahap kedua mulai 1 September
2013 : Area 1
• Roll out tahap ketiga mulai 1 Oktober
2013 : Area 2, 3, 8, 9, 10, dan 11
6.
Roll-Out phase: 1 January – 31 December 2013
On this phase has done SAP FICO implementation
roll-out is done gradually and the production is
divided in 5 stages, but because the company
needs the implementation roll-out is divided in 3
stages with the following schedule:
4.
5. Fase Piloting : 1 April – 31 Juli 2013
Pada fase ini dilaksanakan Pilot Project
implementasi SA FICO dengan lokasi Piloting
di Area 5 dan Kantor Pusat. Dokumen yang
dihasilkan pada fase ini adalah : Dokumen Pilot
Project
Sebelum dilakukan Roll Out, setiap User diberikan
end user Training terlebih dahulu. Pada fase ini
juga sebagai media untuk menerima masukan dari
User terkait hasil konfigurasi dan berbagai aspek
terkait dengan implementasi SAP FICO.
Secara sistem, SAP FICO telah siap dan akan
dilakukan Go Live Implementasi SAP FICO pada 2
Januari 2014. Dan berbagai perbaikan konfigurasi
ataupun permintaan requirement baru akan
dilakukan secara periodik pada fase support
implementasi tahun 2014.
The Final Preparation phase: 18 February – 29
March 2013
At this phase has been carried out the following
activities:
• Completing the conversion data
• Preparation and provide exercises to trainers
• Devised a plan change or cut off the system
• Enable Production server
• Performance infrasturktur test and
• Quality Assurance (QA)
Document generated in this phase are: Document
Cut Over Plan, Technical documents, manuals,
test Infrastructure and Performance Documents,
reports, Training the Trainers and Implementation
Document QA.
•
•
•
The first phase of Roll-out beginning August
1, 2013: Area 4, 5, 6, and headquarters
Roll-out phase two began September 1,
2013: Area 1
Roll-out stage three began October 1, 2013:
Area 2, 3, 8, 9, 10, and 11
Prior to Roll-Out, any User assigned end user
Training in advance. In this phase, as well as the
media to accept input from the User Configuration
and results related to the various aspects related to
the implementation of SAP FICO. In the system, SAP
FICO has been prepared and will be made of the SAP
FICO Implementation Go Live on January 2, 2014.
And various improvements to the configuration or
request a new requirement will be made periodically
on implementation support phase by 2014.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
319
2013
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Manfaat /
dihasilkan :
yang
Benefits/Output generated:
Pembangunan
Sistem
Informasi
Keuangan
(Simkugpos), berbasis SAP modul Financial and
Controlling (FICO) diharapkan akan memberikan
output sebagai berikut:
Financial information systems development
(Simkugpos), based on SAP modules Financial
and Controlling (FICO) will hopefully give the
following output:
1.
2.
3.
4.
5.
2013
Output
Sistem informasi yang baru akan terintegrasi
dari mulai front-end sampai dengan backend, sehingga dapat meningkatkan efisiensi
pekerjaan.
Sistem informasi yang baru dapat memberikan
laporan untuk akuntansi keuangan (neraca,
rugi laba dan arus kas) dan akuntansi
manajemen (kinerja keuangan, profitabilitas
produk, dll) secara cepat dan akurat untuk
mendukung proses pengambilan keputusan
Manajemen.
Sistem informasi yang realtime dari semua
kantor, sehingga mampu meningkatkan proses
pengendalian dan menyediakan informasi
yang cepat
Sistem informasi yang cukup fleksible terhadap
berbagai perubahan, tanpa mengurangi fungsi
keamanan dan kehandalannya
Sistem informasi yang dapat melakukan
kontrol budget, sehingga tidak terjadi adanya
pelampauan realisasi anggaran.
320
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
1.
2.
3.
4.
5.
The new information system will be integrated
from the beginning to the front-end to backend, so as to improve the efficiency of the
work.
New information systems can provide reports
for financial accounting (balance sheet,
profit and loss statement of cash flows)
and management accounting (financial
performance,
profitability,
products
etc) quickly and accurately to support
Management decision-making process.
Realtime information system of all offices,
thereby able to improve process control and
provides quick information
Systems flexible enough information against
various changes, without reduce the function
of the security and reliability of information
System that can perform budget control, so
that doesn’t happen there is realization of
lending in excess of budget.
Laporan Pendukung Bisnis
Report of Business Support
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
321
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan
Perusahaan
Corporate Social and
Environmental Responsibility
There is always a time to
- Jock Stein
move on.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Corporate Social
Responsibility dan Program
PKBL serta Kaitannya
dengan Pengembangan
Masyarakat
2013
Small Medium Enterprice and
Communinity Development
Program
Tanggung jawab sosial dan lingkungan
merupakan salah satu Kebijakan Strategis
Perusahaan, sebagai komitmen perusahaan
untuk
mempertanggungjawabkan
dampak
operasinya dalam dimensi sosial, ekonomi,
dan lingkungan, serta terus-menerus menjaga
agar dampak tersebut menyumbang manfaat
kepada masyarakat dan lingkungan hidupnya.
Social and environmental responsibility is
one of the Strategic policy of the company,
as the company’s commitment to account for
the impact of its operations in the dimension
of social, economic, and environment, as well
as constantly to keep the impacts contribute
benefits to society and the environment.
1. Kebijakan Umum Program Kemitraan
1. General Policy of Partnership Program.
Pos Indonesia telah menjalankan tanggung jawab
sosial salah satunya dalam bentuk Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan, dalam rangka
melaksanakan Peraturan Menteri BUMN No.
PER-08/MBU/2013 tanggal 13 September 2013
perihal Perubahan Keempat atas Peraturan
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.
PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan
Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan
Program Bina Lingkungan melalui pemanfaatan
dana dari pembagian laba perusahaan.
Pos Indonesia has run one of social responsibility
in the form of community development and
Partnership Program, in order to carry out
the Regulations the Minister of SOE No. PER05/MBU/2013 September 13, 2013 with Four
Changes on the regulation of the Minister of
State-owned enterprises no. PER-05/MBU/2007
about the Partnership Program State-owned
enterprises with small businesses and Community
Development Program through the utilization of
the funds from the Division of profits of the company
Kegiatan Program Kemitraan dan Program
Bina Lingkungan (PKBL) PT Pos Indonesia
(Persero) dimulai pada tahun 1994, yang
pada waktu itu berdasarkan Keputusan
Direksi Perum Pos dan Giro tanggal
28 Desember 1994 nomor: 222/Peg/
Dirutpos/1994 dengan nama Gugus Bina
Mitra Pos. Selanjutnya dengan mengacu
kepada Keputusan Menteri Keuangan No.
60/KMK.016/1996 tanggal 9 Februari 1996
berubah menjadi Unit Pembinaan Usaha
Kecil dan Koperasi (PUKK). Seiring dengan
perkembangan organisasi, berdasarkan
Keputusan Direksi PT Pos Indonesia
(Persero) Nomor: KD.45/Dirut/0803 tanggal
21 Agustus 2003 Unit PUKK berubah menjadi
Unit Program Kemitraan dan Program Bina
Lingkungan (Unit PKBL) dengan mengacu
kepada Keputusan Menteri BUMN Nomor:
236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.
The activities of the Partnership Program
and Community Development (PKBL) at PT
Pos Indonesia (Persero) was started in 1994,
which at the time was based on the decision
of the Board of Directors on 28 December
1994 Giro number: 222/Peg/Dirutpos/1994
with the name Gugus Bina Mitra Pos. With
reference to the decision of the Minister of
Finance No. 60/KMK. 016/1996 dated 9
February 1996 turned into Small Business
Coaching Units (PUKK). Along with the
development of the Organization, based on
the decision of the Board of Directors of PT
Pos Indonesia (Persero) number: KD 45/
Ceo/0803 dated 21 August 2003 PUKK Unit
turned into a Unit of the Partnership Program
and Community Development Program
(PKBL Units) with reference to the decision of
the Minister of STATE-OWNED ENTERPRISES
Number: 236/MBU/2003, 17 June 2003.
324
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Berdasarkan Keputusan Direksi PT Pos
Indonesia (Persero) tanggal 10 November
2006 nomor: KD.65/Dirut/1106 dilakukan
penataan kembali organisasi Unit PKBL
sedangkan pada tahun 2007 berdasarkan
Keputusan Direksi PT Pos Indonesia (Persero)
tanggal 31 Agustus 2007 nomor: KD.45/
Dirut/0807 Unit PKBL berubah menjadi
Divisi PKBL, sejalan dengan Peraturan
Menteri BUMN tanggal 27 April 2007
Nomor: Per-05/MBU/2007 Tentang Program
Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Dengan
Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.
Based on the decision of the Board of Directors
of PT Pos Indonesia (Persero) on November
10, 2006 number: KD 65/Ceo/1122 conducted
organizational realignment of PKBL Units
while in 2007 based on the decision of the Board
of Directors of PT Pos Indonesia (Persero) on
August 31, 2007 number: KD 45/Ceo/0807PKBL Unit turned into a division of PKBL,
in line with the regulations of the Minister
of STATE-OWNED ENTERPRISES dated 27
April 2007 number: Per-05/MBU/2007 about
the Partnership Program between StateOwned Enterprises with Small Businesses
and Community Development Program.
Terkait dengan restrukturisasi Pos Indonesia,
Organisasi dan Tata Kerja PKBL diatur
kembali dengan Keputusan Direksi PT
Pos Indonesia (Persero) tanggal 3 Januari
2012 Nomor: KD.01/Dirut/0112 tentang
Organisasi dan Tata Kerja PT Pos Indonesia
(Persero). Divisi Bina Lingkungan Perusahaan
dipimpin oleh seorang Vice President (VP)
dan membawahi dua bagian yaitu, Bagian
PKBL dan Bagian CSR, Keuangan dan Umum.
Related to the restructuring of the Postal
Organization and governance, PKBL rearranged with the decision of the Board
of Directors of PT Pos Indonesia (Persero)
on January 3, 2011 number: KD. 01/
Ceo/0112 about the Organization of PT Pos
Indonesia (Persero). Corporate & Community
Development Division is headed by a Vice
President (VP) and includes two parts,
namely, PKBL and CSR, Finance and General.
Kegiatan pokok PKBL meliputi Program
Kemitraan
dalam
bentuk
pembinaan
terhadap usaha kecil agar menjadi tangguh
dan mandiri melalui pemanfaatan dana
dari bagian laba BUMN dan Program Bina
Lingkungan yang merupakan program
pemberdayaan kondisi sosial masyarakat
oleh BUMN di wilayah usaha BUMN melalui
pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.
Main activities of the PKBL: Partnership
Program in the form of coaching against
small businesses to become tough and selfsufficient through the utilization of the
funds from the profit of STATE-OWNED
ENTERPRISES and Community Development
Program which is a program of the social
condition to community empowerment
through the utilization of the funds from
the profit of STATE-OWNED ENTERPRISES.
Sejak Program Kemitraan dilaksanakan,
hingga akhir triwulan II/2013 tercatat 41.533
usaha kecil yang telah dibina yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia melalui 26 Unit
PKBL Daerah (Unit PKBLD) dengan total
perputaran dana pinjaman (Dana Program
Kemitraan) mencapai Rp. 490.092.025.134,.
Dana Kemitraan yang dikelola sebagian
besar merupakan take over dari PT Telkom
(Tbk) dan PT Indosat (Tbk) pada tahun 1996.
Since the Partnership Program was
implemented, up to the end of quarter
II/2013 recorded 41.533 small businesses
that have been built throughout the territory
of Indonesia through the 26 Regional units
of PKBL (units PKBLD) with a total turnover
of loan funding (Funding Partnership
Program) reached Rp. 490.092.025.134,-. The
Partnership Fund is managed largely take over
from PT Telkom and PT Indosat (Tbk) in 1996.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
325
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Dana pinjaman yang diterima Mitra Binaan
dipergunakan untuk tambahan modal
kerja dan perluasan usaha. Banyak Mitra
Binaan
yang berhasil mengembangkan
usahanya disertai dengan peningkatan
penyerapan tenaga kerja, namun tidak
sedikit yang mengalami kegagalan bahkan
mengalami
kebangkrutan
yang
pada
akhirnya meninggalkan piutang macet.
Hingga akhir triwulan II/2013 kolektibilitas
sisa pinjaman (pinjaman umum dan
khusus)
adalah
sebagai
berikut:
Uraian
20.903.952.036
5.200.720.017
1.116.927.000
76.250.896.533
103.472.495.586
48.528.146.270
152.446.555.855
Tingginya pinjaman macet antara lain
disebabkan:
a. Usaha Mitra Binaan bangkrut.
b. Mitra Binaan meninggal dunia dan tidak
ada ahliwaris yang bersedia membayar
pinjaman/tunggakan pinjaman.
c. Mitra Binaan tidak bersedia membayar
karena uang yang diterimanya dianggap
sebagai hibah.
d.Mitra Binaan wanprestasi dengan
berbagai alasan.
e. Hasil survey menunjukkan kelayakan
untuk
menerima
pinjaman
Dana
Kemitraan, namun setelah masa angsuran
berjalan pembayarannya tersendat.
f. Dengan berbagai alasan, pembayaran
angsuran pinjaman harus dijemput ke
tempat Mitra Binaan.
2013
Until the end of the quarter II/2013
collectibility the remainder of the loan (the
special and General loan) are as follows:
Besar Uang (Rp.) Big Money
Lancar
Kurang Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
Pinjaman Bermasalah
Jumlah semua
326
Loan funds received assisted SMEs used
for
additional
working
capital
and
expansion effort. Many assisted SMEs to
successfully develop its business coupled
with increased absorption of labour, but
not the least a failure even bankruptcy
that ultimately leave debts bogged down.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Description
Smoothly
Less Smoothly
It Is Doubtful
Bogged Down
Total
Troubled Loans
Grand Total
The high of non-performing loans is partly due to:
a. Partners bankrupt businesses.
b. Partners died and no heirs willing to pay the
loan / loan arrears.
c. Partners are not willing to pay because the
money received is considered as grants.
d. Partners’ unclear/incomplete address so it
is difficult to trace, especially down the 1999
period.
e. Partners defaults for various reasons.The
survey results demonstrate the feasibility of
the Partnership Fund to receive a loan, but
after the installment period is started, the
payments faltered
f. With a variety of reasons, installment loan
payments must be picked up to the Trained
Partners location.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
The steps that have been taken to overcome
the problems mentioned above are as follows:
Langkah-langkah yang telah diambil untuk
mengatasi permasalahan tersebut di atas
antara lain sebagai berikut:
a. Menetapkan kebijakan bahwa 75% waktu
kerja para Kepala Unit PKBLD berada di
luar untuk kegiatan penagihan (bagian
dari monitoring).
b. Meningkatkan pengiriman surat tagihan
terhadap Mitra Binaan yang beralamat di
luar kota.
c. Memperketat persyaratan pengajuan
pinjaman:
• Persyaratan alamat calon Mitra
Binaan
yang
jelas,
lengkap,
dan mudah
dikunjungi (dalam
jangkauan) serta wajib memiliki
Kartu Keluarga.
• Mewajibkan
Mitra
Binaan
menyerahkan
agunan
berupa
sertifikat tanah (SHM/SHGU/SHGB).
• Mengenakan persyaratan asuransi
jiwa terhadap Mitra Binaan.
d. Menaikkan masa angsuran dari 24 kali
menjadi 36 kali angsuran agar Mitra
Binaan tidak terlalu berat menanggung
beban angsuran (kontra prestasi).
e. Menekankan hak dan kewajiban Mitra
Binaan pada saat pelatihan manajerial
dan penyerahan pinjaman.
f. Mengintensifkan kegiatan monitoring
dan penagihan yang melibatkan seluruh
elemen pegawai PKBL baik yang di daerah
atau pusat yang telah dilaksanakan mulai
triwulan II tahun 2013.
2. Kegiatan yang dilakukan
Gambaran Singkat Pelaksanaan PKBL tahun
2013 dari sisi pencapaian realisasi RKA tahun
2013 sebagai berikut:
a.
Establishing a policy that 75% of working
time of PKBLD Unit Heads are out for
collection activities (part of monitoring).
b. Improving the delivery of invoices to
Partners which is located outside the city.
c. Tightening the requirements for loan
application:
• The requirements of candidates
Partners to have a clear, complete,
and easy to visit address (within
range) and must have a family
certificate.
• Requiring Partners to cede collateral
of land certificate (SHM / SHGU /
HGB).
• Imposing a life insurance requirement
of the Trained Partners.
d. Raising the installment period from 24
times to 36 times installments that are
not too heavy Partners burden installment
(cons achievement).
e. Emphasizes the rights and obligations of
Partners at the time of submission of the
loan and managerial training.
f. Intensify monitoring and billing activities
involving all elements of CSR employees
either in the area or center that has been
implemented from the second quarter of
2013.
2.
Activities undertaken
A brief overview of the implementation of
PKBL 2013 from the achievements realized
RKA 2013 as follows:
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
327
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
a.
Program Kemitraan (PK)
1). Sumber dan penggunaan dana
a.
Uraian
Partnership Program (PP)
1) Sources and Uses of Funds
Description
2013 (Rp.) IDR
Availability Of Funds:
Ketersediaan Dana :
36.679.195.767.00
a. Funds available
b. Penggunaan dana (pinjaman dan hibah)
16.838.308.821.00
b. use of funds (loans and grants)
19.840.886.946.00
c. the remaining funds (a – b)
a. Jasa pinjaman, bunga deposito, jasa giro
4.054.949.126.00
a. Service loans, deposit rates, checking
services
2.198.414.203.00
b. operating expenses
c. Surplus/defisit ( a – b )
1.856.534.923.00
c. Surplus/deficit (a – b)
63.864.000.00
Investment (inventory Office)
a. Dana tersedia
c. Sisa dana ( a – b )
Revenues:
Pendapatan :
b. Beban operasional
Investasi (barang inventaris kantor)
2). Addition of Trained Partners (TP) and
loan distribution.
2). Penambahan Mitra Binaan (MB) dan
penyaluran pinjaman
Tahun 2013 / year 2013
Jumlah MB / The Amount Of MB
Sektor Usaha
Posisi 31
Des 2011
Position
2011
a. Industri
7.147
b. Perdagangan
c. Pertanian
f. Perikanan
h. Lainnya
337
1
338
50.000.000
1.791
41.189
Pembinaan MB
Jumlah semua
41.189
1
7
5
83
354
354
3). Pembentukan cluster.
4). Dana Pembinaan Mitra Binaan
(Hibah) pada RKA 2013 dialokasikan
sebesar
Rp.
3.000.000.000,00
atau sebesar 10% dari penyaluran
dan tereralisasikan sebesar Rp
1.818.308.821,- atau sebesar 12.11%
dari penyaluran tahun 2013.
2013
328
2.430.000.000
8.665.000.000
7.907
Jumlah
7.199
21.563
799
g. Jasa
52
205
1.169
e. Perkebunan
Jumlah
The Amount
Penyaluran
Pinjaman (Rp.)
Channeling loans
(Rp.)
21.358
681
d. Peternakan
Penambahan
2012
The Addition
Of 2012
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
682
1.176
804
7.990
1.791
41.543
41.189
Business Sectors
a. Industry
b. Trade
50.000.000
c. Agriculture
230.000.000
f. Fisheries
15.020.000.000
Total
265.000.000
d. Farm
e. Plantation
3.330.000.000
g. Services
1.818.308.821
Coaching MB
16.838.308.821
h. Other
Grand Total
3). Formation of cluster.
4). Assisted SMEs Development Fund (Grants)
at RKA 2013 allocated Rp 3,000,000,000
fare or 10% of the disbursements and
realized amounting to Rp 1.818.308.821,-or
as big as 12% of channeling by 2013.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
b.
b. Program Bina Lingkungan (BL)
Uraian
1. Sumber Dana :
a. Saldo awal
b. Penyisihan laba
Jumlah dana tersedia
2. Penggunaan Dana
Community Development Program (PKBL)
2013 (Rp.) IDR
Description
1.650.691.290
-
1. Source of funds:
a. Beginning balance
b. Income allowance
1.650.691.290
Total funds available
-
a. Natural disaster victim Relief
a. Bantuan korban bencana alam
b. Bantuan pendidikan/pelatihan
c. Bantuan peningkatan kesehatan
d. Sarana & prasarana umum
e. Bantuan sarana ibadah
f. Bantuan pelestarian alam
Jumlah penggunaan dana
Sisa dana (1-2)
BUMN Peduli :
93.500.000
b. Educational/training assistance
251.445.858
e. Religion assistance means
40.000.000
608.883.490
-
993.829.348
656.861.942
d. Means of public infrastructures
f. Natural preservation assistance
Total use of funds
Balance of funds (1-2)
SOE Care :
b. Allowance for funds
b. Penyisihan dana
Total of funding SOE care
Jumlah dana BUMN Peduli
1. Program Kerja Selanjutnya
Pada tahun 2014, kegiatan Program
Kemitraan (PK) dan Program Bina
Lingkungan (BL) direncanakan sebagai
berikut:
a. Program Kemitraan (PK)
1). Rencana sumber dan penggunaan
dana
c. Health promotion assistance
a. Funds/total funds available
a. Dana/sisa dana tersedia
Penyisihan Saldo awal Dana Program
Bina
Lingkungan
yaitu
sebesar
Rp1.650.691.290,- merupakan sisa alokasi
penyisihan laba tahun 2011 dan sisa dana
Bina Lingkungan Tahun 2012.
Penyaluran Bina Lingkungan cenderung
dilaksanakan berdasarkan proposal yang
diterima mengingat dana yang tersedia
relatif kecil apabila dibandingkan dengan
luasnya wilayah binaan yang bersifat
nasional.
2. Use of Funds
Allowance
beginning
balance
Funds
Community Development Program of Rp
1.650.691.290,-the allocation of allowance
for profit in 2011 and the rest of the
Community Development Fund in 2012.
Channeling community development tends
to be implemented based on the accepted
proposal considering the funds available is
relatively small when compared with the
vastness of the areas assisted are nationwide.
1.
The Next Programme
In 2014, the activities of the Partnership
Program (PP) and the Community
Development Program (CDP) is planned as
follows:
a. Partnership Program (PP)
1). Plan of source and use of funds
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
329
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Rencana 2014 (Rp.)/ Plan
2014
Uraian
Availability Of Funds:
Ketersediaan Dana :
a. Dana tersedia
a. Funds available
44.128.040.000
b. Penggunaan dana (pinjaman dan hibah)
c. Sisa dana ( a – b )
Pendapatan :
a. Jasa pinjaman, bunga deposito, jasa giro
b. Beban operasional
39.375.000.000
b. Use of funds (loans and grants)
4.753.040.000
c. Balance of funds (a – b)
4.537.550.000
a. Service loans, deposit rates, giro services
1.562.550.000
c. Surplus/deficit (a – b)
Revenues:
b. Operating expenses
2.975.000.000
c. Surplus/defisit ( a – b )
Investasi (barang inventaris kantor)
Investment (inventory Office)
80.000.000
2). Plan of adding Trained Partners (TP) and
loan distribution
2). Rencana penambahan Mitra Binaan dan
penyaluran pinjaman
Rencana Jumlah Plan Number:
Sektor Usaha
31 Des
2013
a. Industri
Jumlah MB The Amount Of MB
Penambahan 2014
The Addition Of
2004
7.199
b. Perdagangan
172
21.563
c. Pertanian
e. Perkebunan
Rencana Penyaluran
Pinjaman (Rp.)
Fund Distribution Plan
a. Industry
185.000.000
c. Agriculture
80.000.000
e. Plantation
8.037
10.700.000.000
g. Services
Total
17.775.000.000
1.176
5
1.179
635.000.000
804
16
809
7
4
683
339
-
h. Other
3.000.000.000
Coaching MB
260
Jumlah
41.543
928
41.715
36.375.000.000
Jumlah semua
41.189
928
41.715
39.375.000.000
Pembinaan MB
3)Rencana
kolektibilitas
Uraian Pinjaman Umum
1
Lancar
Diragukan
sisa
pinjaman,
1.791
Krg. Lancar
Macet
Pinjaman Khusus
Special Loans (IDR)
Plans
General Lending
Pinjaman Khusus
Special Loans (IDR)
Collectibility:
Less Smoothly.
5.430.665.502
1.175.847.504
74.234.928.420
Doubtful
438.914.000
110.398.385.429
438.914.000
Total (1+2)
158.751.876.449
438.914.000
330
Pinjaman Bermasalah
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
48.353.491.021
1
Smoothly
295.556.944.003
Jumlah 1
2
Grand Total
3) Collectability of Remainder Loan Plan
Rencana tahun 2014 (dlm juta)
by 2014 (in million)
Kolektibilitas :
-
d. Farming
f. Fisheries
7.990
1.791
b. Trading
850.000.000
g. Jasa
h. Lainnya
Business Sectors
6.150.000.000
7.248
21.629
338
f. Perikanan
Jumlah
Total
464
682
d. Peternakan
2013
Description
-
Bogged Down
Total 1
Troubled Loans
2
Total (1 + 2)
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
b.
b.
Rencana penyaluran Dana Bina Lingkungan
Distribution plan of Community
Development Fund
Rencana Tahun 2014/
Plan 2014 (IDR)
Uraian
1. Source of funds:
656.861.942
a. Beginning balance
1. Sumber Dana :
a. Saldo Awal
-
b. Income allowance
656.861.942
Total funds available
b. Penyisihan laba
Jumlah Dana tersedia
Description
2. Use of Funds
2. Penggunaan Dana
a. Bantuan korban bencana alam
50.000.000
a. Natural disaster victim Relief
b. Bantuan Pendidikan/pelatihan
50.000.000
b. Educational/training assistance
c. Bantuan Peningkatan kesehatan
50.000.000
c. Health promotion assistance
100.000.000
d. Means of public infrastructures
e. Bantuan sarana Ibadah
50.000.000
e. Religion assistance means
f. Bantuan pelestarian alam
50.000.000
f. Natural preservation assistance
d. Sarana & Prasarana Umum
4. Struktur Organisasi PKBL
Berdasarkan Keputusan Direksi PT Pos
Indonesia (Persero) tanggal 3 Januari
2012 nomor: KD.01/Dirut/0112 tentang
Organisasi dan Tata Kerja PT Pos Indonesia
(Persero), struktur organisasi PKBL adalah
sebagai berikut:
4. Organizational Structure of PKBL
Based on the decision of the Directors of
PT Pos Indonesia (Persero) dated January
3, 2012 number: KD.01/Dirut/0112 on the
Organization and Administration of PT Pos
Indonesia (Persero), organizational structure
of PKBL are as follows:
Direktur Utama
President Director
Direktorat Ritel
dan Properti
Directorate of Retail
and Property
Direktorat SDM
dan Umum
Direktorat
Directorate
Directorat of Human
Resource and General
Sub Direktorat
Ritel
Sub Direktorat
SDM
Sub Direktorat Umum
dan Bina Lingkungan
Sub Directorate
of Retail
Sub Directorate of
Human Resource
Sub Directorate of
General and Development
Bagian CSR
CSR Unit
Divisi
Bina Lingkungan
Community
Development Division
Bagian PKBL
PKBL Unit
PUSAT
Central
WILAYAH
Area
Area Ritel
Area SDM
Retail Area
Human Resource
Area
Kantor Pos
Unit PKBLD (11)
Post Office
PKBLD Unit (11)
Unit PKBLD (15)
PKBLD Unit (15)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
331
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Keterangan :
1. Direktur SDM dan Umum adalah Direktur
Pembina PKBL.
2. Divisi Bina Lingkungan Perusahaan berada
dua tingkat di bawah Direktur dengan
komposisi sebagai berikut:
a. VP Bina Lingkungan.
b. Manajer PKBL.
c. Manajer CSR, Keuangan, dan Umum.
d. FP PKBL (2 Orang)
e. FP CSR (1 Orang)
f. Staf (4 orang).
3. Unit PKBLD (Program Kemitraan dan
Program Bina Lingkungan Daerah) adalah
pelaksana teknis di daerah yang terdiri dari
11 Unit PKBLD berkedudukan di Kantor Divisi
Regional dan 15 Unit PKBLD berkedudukan
di
Kantorpos
di
ibukota
propinsi.
4. Pertangungjawaban keuangan PKBL dibuat
tersendiri/terpisah dari pertangungjawaban
keuangan PT Pos Indonesia (Persero)
sedangkan kegiatan CSR merupakan beban
anggaran PT Pos Indonesia (Persero).
1.
2.
a. VP Of Community Development.
b. Manager Of PKBL.
c. Managers CSR, financial, and the public.
d. FP-PKBL (2 people)
e. FP CSR (1 people)
f. Staff (4 people).
3. Unit PKBLD (Partnership Program and Local
Community Development Program) is the
technical implementers in the area consisting
of 11 PKBLD Units based at the Regional
Division Offices and 15 Units based at PKBLD
Post Office in the provincial capital.
4. PKBL financial accountabilty is separate from
financial responsibility PT Pos Indonesia
(Persero), while CSR activities is the budget
expenses of PT Pos Indonesia (Persero).
Jumlah pegawai yang bertugas di tingkat
Pusat sebanyak 11 orang sedangkan
di Wilayah sebagai pelaksana teknis
(Unit PKBLD) sebanyak 42 orang, yang
tersebar di Kantor-Kantor Area Pos dan
Kantor pos di seluruh Indonesia, dengan
komposisi rata-rata 1 (satu) orang Ka.Unit
dan 1 (satu) orang pegawai pelaksana.
Pelayanan Loket Kantor Pos Medan
Counter Services on Medan Post Office
2013
332
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Description:
Director of Human Resources is principal of
PKBL.
Division of PKBL is two levels below Directors
with the following composition:
Number of employees on duty at the head office
are as many as 11 people while in the region
as a technical implementers (units PKBLD) as
many as 42 people, scattered in the Area Post
offices and post offices throughout Indonesia,
with an average of 1 (one) person Ka. units
and one (1) staff employees.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
1.
1. Informasi Pelaksanaan Kerja dan PKBL
tahun 2013
1
Uraian
RKA 2013
Realisasi
Semester
I/2013
Prognosa
Semester
II/2013
Prognosa
2013 /
Prognosis
2013
Pencapaian
% / Attainment%
2
3
4
5
6=4+5
7=6:3
A
Dana Tersedia
2
Penerimaan
1
Saldo Awal
the
a. source and use of funds (in millions)
PK.
a. Sumber dan penggunaan dana PK
(dalam juta).
No
Work
and
Information
implementation of PKBL 2013
Description
Funds Available
Begining Balance
12.560.81
9.410.83
8.919.63
9.410.83
74.92
5.016.00
-
-
-
-
• Angsuran Pokok
Pinjaman
27.706.25
10.908.10
9.354.46
20.262.56
73.15
c. Installment loan principal
Jumlah Dana Tersedia
45.283.06
20.318.93
18.274.09
29.673.39
65.50
Total Funds Available
1
Penyaluran Modal Kerja
Umum
30.000.00
10.595.00
5.200.00
15.795.00
52.65 Channeling General Working Capital
3
Hibah
3.000.00
1.146.76
657.00
1.803.76
60.13
Grants
33.000.00
12.154.06
5.857.00
18.011.06
54.58
Total Uses of Funds
• Penyisihan dari Laba
• Penggantian Defisit
• Lain-lain
B
2
4
C
D
Penggunaan Dana
Penyaluran Modal kerja
Khusus
Lain-lain
Jumlah Penggunaan Dana
Sisa Dana Tersedia = A-B
Pendapatan
1
Jasa Pinjaman
3
Jasa Giro
2
4
E
F
G
H
Bunga Deposito
Lain-lain
-
-
-
12.283.06
-
-
-
412.30
-
-
-
-
-
-
-
412.30
8.164.87
12.417.09
11.662.33
4.176.50
1.728.76
1.000.00
2.728.76
2.00
-
2.00
2.00
500.00
212.44
-
350.00
-
562.44
-
94.95
Balance of Funds Available = A-B
65.34
Loan Services
100.00
Giro Service
112.40
3.293.20
70.39
Surplus/Defisit (D-E)
1.907.50
782.48
163.72
946.20
Pengeluaran Investasi
Saldo Akhir = C+F-G
80.00
14.110.56
27.72
8.919.63
20.00
12.560.81
2.347.00
47.72
12.560.81
Others
-
1.352.00
1.188.28
Use Of Funds
Channeling Special working capital
1.941.20
1.158.72
d. Others
-
4.678.50
2.771.00
a. Income Allowance
b. Replacement of the deficit
-
Jumlah Pendapatan
Beban Operasional
Cash in Flow
Revenue
Deposit Rates
Others
Total Revenue
Operating Expenses
84.70
49.60
Surplus/Deficit (D-E)
59.64
89.00
Ending Balance = C + F-G
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Investment Expenses
333
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
No
Uraian
RKA 2013
Realisasi
Semester
I/2013
Prognosa
Semester
II/2013
Prognosa 2013
Prognosis 2013
Pencapaian %
The Achievement
2
3
4
5
6=4+5
7=6:3
1
1
Income
a.
Jasa Pinjaman
b.
Bunga Deposito
c.
Jasa Giro
d.
Lain-lain
4.176.50
1.728.76
1.000.00
2.728.76
65.34
a. Loan Services
500.00
212.44
350.00
562.44
112.49
b. Deposit rates
2.00
-
2.00
2.00
100.00
c Giro Service.
-
-
-
-
-
d. Others
4.678.50
1.941.20
1.352.00
3.293.20
70.39
Number 1
Expenses
Beban
a.
Pembinaan
1.100.00
417.32
400.00
817.32
74.30
a. Coaching
b.
Upah tenaga kerja
harian/honore
120.00
14.66
73.28
87.94
73.28
b. Daily Labor Wages
c.
Administrasi
umum
dan
1.182.00
590.16
600.00
1.190.16
100.69
c. General and
administration
d.
Pemeliharaan
225.00
96.71
75.00
171.71
76.31
d. Maintenance
e.
Sewa
144.00
39.88
40.00
79.88
55.47
e. Rent
f. Depresiation
f.
Penyusutan
31.20
-
10.00
10.00
31.75
g.
Penyisihan
-
-
-
-
-
g. Allowance
h.
Pengeluaran lainnya
-
-
-
-
-
h. Other expenses
Jumlah 2
3.802.50
1.158.72
1.198.28
2.357.00
84.10
Total 2
3
Suurplus/Defisit (1-2)
1.876.00
782.48
153.72
936.20
49.90
Suurplus/Deficit (1-2)
4
O.R (%) 2:1
59.90
59.69
88.63
71.57
119.48
O.R (%) 2:1
c. Investments
c. Investasi (dalam juta rupiah).
(in
No
Uraian
RKA 2013
Realisasi
Semester
I/2013
Prognosa
Semester
II/2013
Prognosa 2013
Prognosis
2013
Pencapaian %
The Achievement Of %
1
2
3
4
5
6=4+5
7=6:3
1
2
million
a.
Roda 2
b.
Roda 4
IDR).
Description
Motor Vehicles
Kendaraan Bermotor
-
a. 2 Wheel
-
-
Jumlah
kendaraan
bermotor
2013
Description
Pendapatan
Jumlah 1
2
Revenues and expenses (in millions)
b.
b. Pendapatan dan beban (dalam
juta)
b. 4 Wheel
-
-
-
-
Total of motor
vehicles
Inventaris Kantor
80
25.15
15.00
40.15
50.19
Office Inventory
Jumlah
(1+2)
80
25.15
15.00
40.15
50.19
Total investment (1
+ 2)
334
Investasi
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
d.
d. Investasi (dalam juta rupiah).
Investments (in million IDR).
Sektor Usaha
RKA 2013
CBP 2013
Real s.d
31-122013
Real Smt
1/2013
Prognosa
Smt
II/2013
Prognosa
s.d 2013
Tercapai (%)
Achieved (%)
1
2
3
4
5
6=3+4+5
7=6:2
Business Sectors
7.312
7.312
39
30
7.381
100.94
Industry
21.763
21.763
159
45
21.967
100.94
Trading
683
683
1
5
689
100.88
Agriculture
Peternakan
1.179
1.179
5
5
1.189
100.85
Farming
Perkebunan
339
339
5
344
101.47
Plantation
Perikanan
809
809
4
10
823
101.73
Fisheries
53
20
8.277
100.89
Services
10
931
51.98
Other
130
41.601
98.86
Total
a.
Industri
b.
Perdagangan
c.
Pertanian
d.
e.
f.
g.
Jasa
8.204
8.204
h.
Lainnya
1.791
921
Jumlah
42.080
41.210
261
e. The number of Assisted Partners
according to the provinces.
e. Jumlah Mitra Binaan menurut
Propinsi.
NO
Unit PKBLD
RKA 2013
PKBLD Unit
CBP 2013
2
3
1
1
NAD
1.198
Real s.d
31-12.12
Real Smt
I/13
4
5
1.198
Prognosa
Prognosis
Smt II/13
Prognosa
s.d 2013
Prognosis up to
2013
Pecapaian
Achievement
6
7=4+5+6
8=7:3
-
10
1.208
100.83
2
Sumut
1.672
1.634
9
10
1.653
98.86
3
Sumbar
1.830
1.807
6
-
1.813
99.07
4
Riau
1.484
1.455
6
-
1.461
98.45
5
Jambi
1.274
1.243
9
-
1.252
98.27
6
Bengkulu
1.340
1.298
12
10
1.320
98.51
7
Sumsel
1.171
1.142
7
15
1.164
99.40
8
Lampung
1.325
1.292
14
-
1.306
98.57
9
DKI
1.474
1.426
7
-
1.433
97.22
10
Jabar
2.645
2.572
10
-
2.582
97.62
11
Jateng
3.217
3.178
12
15
3.205
99.63
12
DIY
1.376
1.338
16
15
1.369
99.49
13
Jatim
2.615
2.577
11
-
2.588
98.97
14
Bali
1.142
1.100
9
-
1.109
97.11
15
NTB
1.526
1.496
13
-
1.509
98.89
16
NTT
1.013
976
10
-
986
97.33
17
Kalbar
1.183
1.137
31
-
1.168
98.73
18
Kalteng
1.525
1.486
17
20
1.523
99.87
19
Kaltim
1.500
1.455
13
15
1.483
98.87
20
Kalsel
1.805
1.765
-
10
1.775
98.34
21
Sulut
2.031
2.001
18
-
2.019
99.41
22
Sulteng
1.965
1.931
16
-
1.947
99.08
23
Sultra
1.600
1.573
15
-
1.588
99.25
24
Sulsel
1.766
1.727
-
10
1.737
98.36
25
Maluku
1.132
1.132
-
-
1.132
100.00
26
Papua
1.271
1.271
-
-
1.271
100.00
Jumlah / Total
42.080
41.210
261
130
41.601
98.86
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
335
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
f.
f. Investasi (dalam juta rupiah).
No
Propinsi
RKA 2013
Realisasi
Smt I/2013
Prognosa
Prognosis
Smt II/13
Prognosa
2013 Prognosis 2013
Pencapaian (%)
Achieved (%)
1
2
3
4
5
6=4+5
7=6:3
a
Industri
b
Perdagangan
c
Pertanian
Business Sectors
4,650
1.815
1.200
3.015
64.84
Industry
16,800
5.985
2.500
8.485
50.51
Trade
750
50
100
150
20.00
Agriculture
d
Peternakan
500
205
100
305
61.00
Farm
e
Perkebunan
250
-
100
100
40.00
Plantation
f
Perikanan
1,700
200
250
450
26.47
Fisheries
g
Jasa
5,350
2.280
750
3.030
56.64
Services
h
Lainnya
-
60
200
260
Jumlah
30,000
10.595
5.200
17.795
Other
52.65
The Amount Of
g. Lending according to the provinces (in million IDR).
g. Penyaluran pinjaman menurut
propinsi (dalam juta rupiah).
NO
Propinsi / Province
RKA 2013
Realisasi Smt
I/2013
Prognosa Smt
II/13
Prognosa
2013
Pencapaian /
Archievement
1
2
3
4
5
6=4+5
7=6:3
1
NAD
2
Sumut
400
3
4
5
6
300
300
-
500
915
70.38
240
240
40.00
250
250
50.00
275
27.50
940
78.33
955
63.67
520
32.50
1,300
415
Sumbar
600
Riau
500
Jambi
1,000
275
Bengkulu
1,200
440
500
7
Sumsel
1,500
355
600
8
Lampung
1,600
520
9
DKI
1,500
350
350
23.33
10
Jabar
2,100
530
530
25.24
11
Jateng
1,600
550
600
1.150
71.88
12
DIY
1,000
600
600
1.200
120.00
13
Jatim
1,500
595
595
39.67
14
Bali
1,600
450
450
28.13
15
NTB
1,500
475
475
31.67
16
NTT
1,500
650
650
43.33
17
Kalbar
1,500
1.050
18
Kalteng
1,000
580
575
1.050
70.00
700
1.280
128.00
600
1.175
117.50
300
300
30.00
19
Kaltim
1,000
20
Kalsel
1,000
21
Sulut
1,500
710
710
47.33
22
Sulteng
1,200
410
410
34.17
23
Sultra
1,000
575
24
Sulsel
1,000
25
Maluku
26
Papua
27
Pusat
336
575
57.50
500
500
50.00
5.200
15.795
52.65
400
Jumlah
2013
Lending according to the business
sector (in million IDR).
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
30,000
10.595
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
h. Distribution of grants (in million
IDR).
h. Penyaluran dana Hibah (dalam
juta rupiah).
No
Uraian
RKA 2013
Realisasi
Smt I/2013
Realisation
of Semester
I/2013
1
2
3
4
5
1.132.51
477.00
1.609.51
123.81
Education/Training
-
-
-
internship
1
Pendidikan/Pelatihan
2
Pemagangan
3
Promosi, Pameran &
Pemasaran
4
Penelitian
Pengembangan
1,300.00
Prognosa
Smt II/2013
Prognosis
Smt II/2013
Prognosa 2013
Prognosis of
2013
Terpakai (%)
Used (%)
6=4+5
7=6:3
500.00
1,200.00
685.79
180.00
865.79
72.15
Promotions, Marketing & Exhibition
-
-
-
-
-
Research and development
3,000.00
1.818.31
657.00
2.475.31
82.51
The Amount Of
dan
Jumlah
i.
i. Penyaluran dana Hibah (dalam
juta rupiah).
Realisasi per 30-6-2013
Realization per 30-6-2013
Uraian Pinjaman Umum
1
Kolektibilitas:
Piutang Lancar
Piutang Kurang Lancar
Piutang Ragu-ragu
2
Piutang Macet
Jumlah 1
Pinjaman bermasalah:
Yang tidak tertagih
Bencana alam dan
kerusakan
Jumlah 2
Total (1+2)
Description
Kolektibilitas the rest of the loan
(in million IDR)
Prognosa per 31-12-2013
Prognosis per 31-12-2013
Pinjaman
Pinjaman
Pinjaman
Khusus
Umum
Khusus
Special Loans Public Lending Special Loans
Pinjaman
Umum
Public Lending
Public Lending
Kolektibilitas:
25.635
6.296
1.049
-
24.635
-
899
-
76.219
449
40.095
-
109.199
-
Current Receivables
-
Accounts Receivable
Less Smoothly
73.961
439
Bad Receivables
39.245
-
Not collectible
6.096
-
Accounts receivable
doubtful
439
Quantity 1
449
105.591
9.108
-
9.108
-
Natural disasters and
the damage
158.402
449
153.944
439
Total (1+2)
49.203
48.353
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Troubled loans:
Quantity 2
337
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
j. Performance.
j.Kinerja.
No
Realisasi Smt I/2013
Realization Smt
I/2013
Uraian
Dana yang Disalurkan
2
Tingkat Kolektibilitas
pinjaman
Pinjaman
yang disalurkan
x 100%
-
109,597
106,030
1
1
Realisasi Smt
I/2013 / Smt
realization I/2013
x 100%
Loan Effectivity Score
Loan collectibility level
Distributed loans
28,98
1
Funds available
Collectability
weighted mean
30,723
1
RKA 2013
0,55
x 100%
Loan Collectability Score
Total Score (1+2)
k. Channeling funds for community
development
Prognosa
Smt II/2013 /
Prognosis Smt
II/2013
Prognosa 2013 /
Prognosis of 2013
%
Description
Sumber Dana
Source of funding Programs: BL
Sumber dana Program BL:
a. starting balance
Saldo Awal
1.877.374.633
1.650.691.290
656.861.942
1.650.691.290
87.93
Jumlah Sumber Dana
1.877.374.633
1.650.691.290
656.861.942
1.650.691.290
87.93
A Number Of Sources Of Funds
a.
1.877.374.633
1.650.691.290
656.861.942
1.650.691.290
87.93
a. Funds Available
750.000.000
-
-
-
b.
Sumbangan dari BUMN Pembina
Dana Tersedia
b.
Penggunaan Dana
1.
Bantuan korban bencana alam
2.
Bantuan Pendidikan/pelatihan
3.
Bantuan Peningkatan Kesehatan
4.
Pengembangan Prasarana Umum
5.
Bantuan sarana Ibadah
6.
Bantuan pelestarian alam
7.
Bantuan Sosial untuk Pengentasan
Kemiskinan
Jumlah Penggunaan dana (b)
c.
b
-
Distributed funds
Sumber Dana
a.
a
-
54,31
Penyaluran dana Bina Lingkungan.
Uraian /
2
20,47
28.42
Total Skor(1+2)
1
32,402
31,149
Skor Kolektibilitas Pinjaman
k.
17,599
33,84
Skor Efektifitas pinjaman
Rata-rata
tertimbang
kolektibitas
5,338
15,771
x 100%
Dana yang Tersedia
Description
Effectivity level of funds distribution
Tingkat efektifitas penyaluran
dana
1
Kenaikan
Ascension
Prognosa 2013
Prognosis 2013
Sisa dana (a-b)
-
1.000.000.000
500.000.000
750.000.000
608.883.490
20.000.000
30.000.000
50.000.000
-
113.500.000
70.000.000
658.883.490
251.445.858
50.000.000
301.445.858
-
-
100.000.000
100.000.000
500.000.000
4.500.000.000
888.574.633
-
993.829.348
656.861.942
-
250.000.000
406.861.942
-
1.243.829348
406.861.942
-
-
b. contributions from BUMN pembina
b. use of funds
1. Help victims of natural disasters
11.35
2. Educational/Training Assistance
87.85
4. development of Public Infrastructure
14.00
30.14
3. Health Enhancement Assistance
5. Help the means of worship
6. Help natural conservation
7. social assistance for poverty reduction
27.64
45.79
The amount of the use of funds (b)
c. the remaining funds (a-b)
BUMN care
Funds/remaining funds available
Dana/sisa dana tersedia
Allowance funds
Penyisihan dana
The Amount Of Funding BUMN Care
Jumlah Dana BUMN Peduli
2013
93.500.000
40.000.000
-
1.000.000.000
BUMN Peduli
338
-
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
2. Perhitungan kinerja tiga tahun terakhir
Kolektibilitas Piutang yang disalurkan
pada tiga tahun terakhir sebagai berikut :
Kolektibilitas
Lancar
Kurang Lancar
2.
The calculation of the performance of the
last three years Collectibility accounts
receivable that are transmitted in the
last three years are as follows:
Rp
2011
2012
Collectibility
2013
11,241,793,946
4.707.509.778
4.118.811.000
Smoothly
2,796,847,924
1.774.791.890
1.048.544.000
Less Smoothly
Diragukan
645,731,400
388.082.000
322.984.000
It Is Doubtful
Macet
610,145,000
2.864.930.965
1.692.778.192
Bogged Down
Jumlah
15,294,518,270
9.705.313.633
7.183.117.192
The Amount Of
Rencana Kerja dan Anggaran Program
Kemitraan dan Program Bina Lingkungan
Berikutnya
1. Program Kemitraan
a. Sasaran, Strategi Penyaluran, dan
Pembinaan Mitra Binaan
Work plan and budget of the Partnership
Program and Community Development
Program for the next
1. Program Partnership
a. Goals, strategies and coaching,
Channeling
assisted
SMEs.
Targets will be achieved in 2013
is a small business security for
future professionals in performing
business activities with high
market absorption of product
produced thereby able to improve
absorption of labour.
Dengan
semakin
menurunnya
ketersediaan
dana
pinjaman
karena
tingginya
pinjaman
kategori macet, maka peningkatan
percepatan
perputaran
dana
merupakan kebijakan yang akan
ditempuh untuk mencapai sasaran
yang ditetapkan. Hal ini ditempuh
melalui
intensifikasi
kegiatan
monitoring/penagihan
terhadap
Mitra Binaan yang mempunyai
tunggakan.
With the declining availability
of loan funds due to high bad
loan category, the increased
acceleration of turnover funds
are the policies that will be
pursued to achieve the targets
set. This is accomplished through
the intensification of monitoring
activities/billing towards assisted
SMEs which have arrears.
Sasaran yang akan dicapai pada
tahun 2013 adalah terbinanya
usaha kecil yang profesional dalam
melaksanakan
kegiatan
usaha
dengan daya serap pasar yang tinggi
terhadap produk yang dihasilkan
sehingga mampu meningkatkan
daya serap tenaga kerja.
Strategi
penyaluran
pinjaman
bertumpu pada usaha kecil yang
perputaran
produknya
tinggi
sehingga menjamin kelancaran
pembayaran angsuran pinjaman.
b. Rencana Penyaluran Dana Program
Kemitraan
1. Rencana
Sumber
dan
Penggunaan Dana (dalam juta
rupiah)
Lending strategy resting on small
businesses that are the product of
high turnover so ensure smooth
payment installment loans.
Of
Channeling
Fund
b.Plan
Partnership Program
1. Source and use of funds plan
(in million rupiah)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
339
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
1
2
3
4
5=4-3
Pragnosa 2012
Pragnosis 2012
(4,948)
(41.98)
Funds Available
A
Dana Tersedia
1
Saldo Awal
11,786
6,838
2
Penerimaan
-
-
-
5,016
5,016
Penggantian Difisit
-
-
-
-
16,856
27,706
10,850
64.37
Lain-lain
Jumlah Dana Tersedia
Deficit Replacement
Loan Principal Installment
Others
334
-
(334)
-
28,976
39,560
10,584
36.53
Total Funds Available
Funds Source
B
Penggunaan Dana
-
-
-
-
1
Penyaluran Modal kerja Umum
20,965
29,000
8,035
38.33
Distribution of General Working
Capital
2
Penyaluran Modal kerja Khusus
-
-
-
-
Distribution of Special Working
Capital
3
Hibah
2,138
3,0000
862
40.29
4
Lain-lain
Grants
Others
314
-
(314)
(100.00)
Jumlah Penggunaan Dana
23,148
32,000
8,582
36.65
Total Use of Fund
C
Sisa Dana Tersedia = A-B
5,558
7,560
2,001
36.01
Remaining Funds Available
D
Pendapatan
1
Jasa Pinjaman
Loan Service
2
Bungan Deposito
3
4
E
Revenue
-
-
-
2,721
4,154
1,433
52.66
597
500
(97)
(16.21)
Deposits Interest
Jasa Giro
1
2
1
100.00
Clearing Services
Lain
-
-
-
-
Jumlah Pendapatan
3,319
4,656
1,337
40.29
Total Revenue
Beban Operasional
2,000
2,771
771
38.58
Operational Expenses
Others
F
Surplus/Defisit (D-E)
1,319
1,885
566
42.88
Surplus/Deficit (D-E)
G
Pengeluaran Investasi
40
80
40
99.26
Investment Disbursement
H
Saldo Akhir = C+F-G
6,838
9,365
2,527
36.96
Final Balance = C+F-G
2.
2.Rencana
Pendapatan
dan
Beban (dalam juta rupiah)
No
1
2
RKA 2013
Prognosa 2012
Pragnosis 2012
Uraian
CBP 2013
Plan of income and Expenses (in
million rupiah)
Pencapaian
Achievement
Baru / New
Description
%
Income
Pendapatan
a.
Jasa pinjaman
b.
Bunga Deposito
c.
Jasa Giro
d.
Lain-lain
Jumlah 1
Bebas
2,721
4,154
1,433
52.66
Loan Service
597
500
(97)
(16.21)
Interest of deposit
1
2
1
100.00
Clearing service
Others
-
-
-
3,319
4,656
1,337
-
-
741
1,100
359
48.54
Training
68
120
52
77.63
Cost of Day Labors
1,182
197
20.00
Administration and General Affairs
Maintenance
40.29
Total 1
Miscellaneous
a.
Pembinaan
b.
Upah tenaga harian/honorer
c.
Administrasi dan Umum
985
d.
Pemeliharaan
128
225
97
76.23
e.
Sewa
78
144
66
85.48
Rent
f.
Penyusutan
28
32
3
10.58
Depreciation
g.
Penyisihan
-
-
-
-
Disbursement
h.
Pengeluaran lainnya
-
-
-
-
Other Expenses
2,027
2,803
776
38.26
Total 2
3
Surplus/Defisit= 1-2
1,292
1,854
562
43.47
Surplus/Defisit=1-2
4
O.R (%) 2:1
61.07
60.19
(0.88)
(1.44)
Q.R (%) 2:1
Jumlah 2
2013
Provisions of Interest
Penyisihan dari laba
b.
c.
Angsuran Pokok
Pinjaman
Initial Balance
Revenue
a.
d.
Description
340
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
3) Investment Plans
3) Rencana Investasi
No
1
Uraian
Kendaraan Bermotor
a.
b.
2
3
Prognosa 2012
Pragnosis 2012
Roda 2
Roda 4
Jumlah kendaraan bermotor
Pengadaan 2 (dua) bh brangkas
Inventaris Kantor
Jumlah Investasi (1+2)
RKA
2013
CBP
2013
-
-
-
-
-
-
-
-
40
80
40
4)Rencana penambahan Mitra
Binaan menurut sektor usaha
a.
b.
80
Kenaikan
Increasement
Bsu
4 wheels
-
Number of Vehicles
-
Procurement 0f 2 (two) pcs
Vault
-
40
Sektor Usaha
Prognosa 2013
Pragnosis 2013
Penambahan
2014
Addition 2014
RKA 2013
CBP 2013
Pencapaian
Achievement
%
Industri
7.381
172
7.553
2.33
22.441
e.
Perkebunan
344
4
348
h.
Lainnya
g.
Total Investment(1+2)
99.26
4) Plan additions assisted SMEs
according to business sectors
464
f.
Office Inventory
99.26
40
21.977
d.
Vehicles
2 wheels
-
Perdagangan
c.
Description
%
Pertanian
Peternakan
Perikanan
Jasa
Jumlah
689
1.189
823
8.277
921
41.601
7
5
16
260
-
928
5)Rencana penambahan Mitra
Binaan
menurut
propinsi
696
1.194
839
8.537
921
42.529
2.11
Business
sector
Industry
Trade
1.02
Agriculture
1.94
Fishery
2.23
Total
0.42
1.16
3.14
-
Livestock
Plantation
Service
Others
5). Plan additions assisted SMEs
according to business sectors
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
341
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
No
1
2
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
2013
CBP 2013
1.218
Kenaikan%
Increasement
0.83
38
1.691
2.30
Jambi
1.252
38
1.290
3.04
Bengkulu
8
10
RKA 2013
1.653
6
7
1.208
Penambahan 2013
Addition 2013
Sumut
Sumbar
5
Prognosa 2013
Pragnosis 2013
NAD
3
4
342
Unit PKBLD
PKBLD Unit
Riau
Sumsel
Lampung
DKI
Jabar
Jateng
DIY
Jatim
Bali
NTB
NTT
Kalbar
Kalteng
Kaltim
Kalsel
Sulut
Sulteng
Sultra
Sulsel
Maluku
Papua
Jumlah / Total
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
1.813
1.461
1.320
1.164
1.306
1.433
2.582
3.205
1.369
2.588
1.109
1.509
986
1.168
1.523
1.483
1.775
2.019
1.947
1.588
1.737
1.132
1.271
41.601
40
40
42
40
41
38
38
42
38
40
40
38
38
40
40
37
38
40
40
37
35
20
-
928
1.853
1.501
1.362
1.209
1.347
1.471
2.620
3.247
1.407
2.628
1.149
1.547
1.024
1.213
1.568
1.520
1.813
2.064
1.987
1.625
2.21
2.74
3.18
3.87
3.14
2.65
1.47
1.31
2.78
1.55
3.61
2.52
3.85
3.85
2.95
2.49
2.14
2.23
2.05
2.33
1.772
2.01
42.529
2.23
1.131
1.271
-
-
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
c. Coaching assisted SMEs Activities
Plan
1) The budget coaching assisted
SMEs
c. Rencana Kegiatan Pembinaan Mitra
Binaan
1)Anggaran pembinaan Mitra
Binaan
RKA 2013
No
1
2
3
4
115.00
Penelitian dan Pengembangan
-
Pemegangan/Studi Banding
Jumlah
50.00
691.00
pembinaan
Mitra
Pendidikan / Pelatihan
Manajerial
Promosi, pameran & Pemasaran
Description
Bsu/Milion
IDR
Education / Training Managerial
900.00
1,560.00
-
540.00
3,000.00
Promotion, Exhibition & Other Marketing
Research and Development
Apprenticeship / Comparative Study
Total
2) The budget coaching assisted SMEs
RKA 2013
CBP 2013
Uraian Kegiatan
MB / TP
Description
Bsu / IDR
526
Education / Training Managerial
900.000.000
Promotion, Exhibition & Other Marketing
Inacraf
a. Inacraf
15
200.000.000
c. Ramadhan Fair
15
200.000.000
Ramadhan Fair
200.000.000
KUKM Expo
540.000.000
Apprenticeship/Comparative Study
b. PKBL BUMNExpo
15
200.000.000
PKBL BUMN Expo
Indocraft
d. Indocraft
15
200.000.000
f. Regional
40
560.000.000
e. Gelar KUKM
3.
526.00
Promosi, Pameran & Pemasaran
Lainnya
No
2.
MB
Pendidikan/Pelatihan
2)Kegiatan
Binaan
1.
CBP 2013
Uraian
Pemagangan/Studi banding
Jumlah / Total
15
50
691
3.000.000.000
d.Rencana Kerjasama Penyaluran
Mengingat
terbatasnya
dana
yang tersedia dan cenderung
terus menurun karena tingginya
pinjaman macet, maka penyaluran
pinjaman dilaksanakan sendiri
(tidak bekerjasama dengan PKBL/
penyalur lain).
Pembentukan
dan
Rencana
e.
Pengembangan Cluster
Penyaluran
pinjaman
Dana
Kemitraan
berbasis
cluster
direncanakan sebagai berikut:
Regional
Total
d.
Channeling Cooperation Plan
Given the limited funds available and
are likely to continue to decline due
to high bad loan, the lending done
alone (not in cooperation with the
other Contracting/PKBL).
e. Plan of formation and development
of Clusters
Lending Fund Partnership-based
cluster is planned as follows:
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
343
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
No.
1.
2.
Lokasi / Location
Semarang
Denpasar
Sektor Usaha
Business Sector
Industri / Industry
Kerajinan / Craft
Jumlah / Total
2. Program Bina Lingkungan.
a. Sasaran, Kebijakan, Strategi
Penyaluran
Program
Bina
Lingkungan.
Sasaran yang ingin dicapai dari
penyaluran Bina Lingkungan
adalah peningkatan kualitas
kelompok masyarakat yang
menerima penyaluran dana
Bina Lingkungan.
Terkendala dengan dana yang
tersedia dan luasnya wilayah
binaan,
maka
penyaluran
didasarkan hasil penilaian/
observasi yang cermat baik
terhadap proposal maupun
lapangan.
Strategi penyaluran dana Bina
Lingkungan bertumpu pada
anggota/kelompok masyarakat
yang benar-benar memerlukan
bantuan pemberdayaan yang
diperoleh melalui kajian baik
proposal maupun lapangan.
2013
344
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Jumlah / Total
Cluster MB / TP
1
20
1
20
40
2.
Jumlah TK
Total of TK
50
50
100
Community Development Program.
a. Target Distribution Strategy,
Policy, Community Development
Program.
Targets to be achieved by
channelling
community
development is the improvement
of the quality of community
groups that receive remittances
community development.
Constrained by the available
funds and the extent of the built
area, then the distribution of
is based the results/careful
observation to the proposal nor
pitch.
Channeling funds community
development strategy rests on
members/community
groups
that really need the help of
empowerment gained through
study of both the proposal and
the field.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
b.Rencana Penyaluran
Bina Lingkungan.
b. Community Development Fund
Distribution Plan.
Dana
Tahun 2013
Year 2013
Uraian / Description
1
Sumber dana / Sources of Fund
Sumber dana Program BL
Fund Source of CD Program
a.
b.
2
RKA 2014
CBP 2014
a.
b.
Saldo Awal / Initial Balance
1.650.691.290
715.642.300
Jumlah Sumber Dana / Total of Source Fund
1.650.691.290
715.642.300
Penyisihan Laba / Provision of Funds
Dana Tersedia / Funds Available
-
1.
Bantuan korban bencana alam
Victims of Natural Disarters Aid
-
3.
Bantuan Peningkatan kesehatan
Health Improvement Aid
Penggunaan Dana / Use of Funds
2.
4.
5.
6.
7.
c.
-
Bantuan Pendidikan/pelatihan
Education/Training Aid
Bantuan sarana Ibadah
Places of Worship Aid
50.000.000
608.883.490
100.000.000
-
50.000.000
251.445.858
Bantuan pelestarian alam
Conservation Assistance
Bantuan Program Pengentasan Kemiskinian
Allocation for SOE Cares
-
Jumlah penggunaan dana (b)
Total Use of Fund (b)
993.829.348
Sisa dana (a-b) / Remaining Fund (a-b)
50.000.000
93.500.000
40.000.000
Pengembangan Prasarana Umum
Public Facilities and Infrastructure
-
656.861.942
50.000.000
50.000.000
250.000.000
600.000.000
115.642.300
BUMN Peduli / SOE Cares
a.
b.
Dana/Sisa dana tersedia / Fund / Remaining Fund Available
Penyisihan dana / Fund Disbursement
Perlindungan terhadap
Keselamatan Ketenagakerjaan
dan Kesehatan
I.Kebijakan
• Manajemen
Pos
Indonesia
menghormati
dan
mengakui
hak-hak pribadi karyawan, tidak
melakukan
diskriminasi
atas
dasar apapun dan memberikan
kesempatan yang sama kepada
seluruh
karyawan
untuk
berkembang dan memberikan yang
terbaik bagi perusahaan.
• Hak dan kewajiban karyawan
dijamin oleh Perusahaan yang
dituangkan dalam Perjanjian Kerja
Bersama (PKB).
Protection for Employment,
Safety and Health
I.Policy
• Pos Indonesia management in honor
and recognizes the personal rights
of employees, do not do any on the
basis of discrimination and provide
equal opportunity to all employees
to develop and deliver the best for
the company.
• Employee rights and obligations
guaranteed by the company that
poured in Joint Work Agreement
(JWA).
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
345
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
•
Manajemen
Pos
Indonesia
memberikan
kebebasan
berorganisasi di Pos Indonesian
sepanjang
tidak
bertentangan
dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku.
• Perusahaan
selalu
berupaya
menjaga dan menciptakan iklim
kerja yang kondusif bagi karyawan.
• Pos
Indonesian
berkewajiban
melaksanakan praktek Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh
unit kerjanya dan menjamin hak
karyawan untuk mendapatkan
perlindungan atas keselamatan,
kesehatan, pemeliharaan moral
kerja, serta perlakuan yang sesuai
dengan martabat, moral dan
ketentuan yang berlaku.
II. Kegiatan yang Dilakukan
a.Ketenagakerjaan
Layanan Konsultasi dilaksanakan
sesuai keperluan, apabila ada
keluh kesah karyawan. Tahapan
penyelesaian
keluh
kesah
karyawan
adalah
dibicarakan
dan diselesaikan dengan atasan
langsung, dengan atasan yang lebih
tinggi, selanjutnya apabila belum
terselesaikan diteruskan kepada
SPPI Pusat, dan diselesaikan secara
Bipartit. Bilamana penyelesaian
secara Bipartit tidak memberikan
hasil maka keluh kesah karyawan
diselesaikan
sesuai
Undang
Undang No. 2 Tahun 2004 berikut
peraturan pelaksanaannya. Selama
tahun 2012, tidak ada kasus
ketenagakerjaan yang diselesaikan
secara Tripartit.
b. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3) serta Lingkungan
Dalam setiap aktivitas kerja
operasionalnya,Pos
Indonesia
senantiasa memperhatikan dan
2013
346
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
•
•
•
Pos Indonesia management provides
for freedom of Association, in the Pos
Indonesia along does not conflict
with the provisions of the applicable
legislation.
The company always strives to
maintain and create a working
climate conducive to employees.
Pos Indonesian obligation to
implement the practice of safety
and occupational health (K3) in
the entire unit of work and ensure
the right of employees to obtain
the protection of safety, health,
maintenance work, as well as moral
treatment in accordance with
dignity, and moral conditions.
II. Activities Undertaken
a.Employment
Consulting services are implemented
according to the necessity, if
there are complaints about the
employee over their fate. Stages
of completion lamented over their
fate of employees was discussed and
resolved by the direct supervisor,
with higher superiors, then if
unresolved forwarded to SPPI, and
settled in Bipartit. If the resolution
does not give Bipartit results then
lamented over their fate employees
completed in accordance Law No. 2
of 2004 the following rules for its
implementation. During the year
2012, there is no case of employment
completed Tripartite basis.
b. Occupational health and safety
(Hse) and the Environment
In each of its operational activities,
the post Indonesia always heed and
implement aspects related to K3 and
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
melaksanakan aspek yang berkaitan
dengan K3 dan Lingkungan.
Sepanjang tahun 2013, kegiatan K3
dan Lingkungan yang dilaksanakan
meliputi:
• Penyediaan alat perlindungan
diri
dan
alat
pemadam
kebakaran.
• Melakukan
tera
ulang
secara berkala terhadap alat
pemadam kebakaran yang ada,
sesuai ketentuan yang berlaku.
• Membuat
dan
memasang
rambu-rambu berupa anjuran
dan peringatan di setiap
tempat di Kantor Area Pos dan
Kantorpos serta di tempattempat yang rawan kecelakaan
guna mencegah terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat
kerja.
• Menyediakan biaya khusus
untuk K3 dan biaya kesehatan
karyawan dalam RKAP.
pelayanan
• Menyediakan
kesehatan di setiap Kantor
Area Pos/Kantorpos atau pun
dengan cara bekerja sama
dengan rumah sakit atau klinik
setempat.
• Mengikutkan semua karyawan
dalam
program
Jaminan
Asuransi Tenaga Kerja berupa
Jaminan Kecelakaan Kerja,
Jaminan Kematian, Jaminan
Hari Tua, Jaminan Pelayanan
Kesehatan.
Pos
Indonesia
lebih
mengedepankan tindakan preventif
dalam melaksanakan K3, melalui
pencegahan terjadinya kecelakaan
kerja dan membekali tenaga kerja
dengan
pengetahuan/konsep
K3 sebelum memulai pekerjaan.
Sebagai upaya untuk meningkatkan
pemahaman karyawan dan keluarga
akan kesehatan dan pola hidup
sehat, Perusahaan memberikan
the environment. Throughout the
year 2013, the HSE and environment
activities undertaken include:
•
•
The
provision
of
means
of self-protection and fire
extinguishers.
Doing repeated periodically
against tera fire extinguishers,
according conditions.
•
Create and put up signs in the
form of advice and warnings in
each place in the Office areas of
the post and Kantorpos as well
as in places that are prone to
crash in order to prevent the
occurrence of accidents and
occupational diseases.
•
Provide the cost for K3 and
health costs of employees in the
CBP.
Providing health services in
any Area of the Post Office or
partnering in a way similar to a
local clinic or hospital.
•
•
Include all employees in Labor
Insurance coverage program
in the form of Guarantees,
guarantees for Death work
accident, old age Security,
Guaranteed health care.
Pos Indonesia more emphasis on
preventive action in carrying out K3,
through prevention of occurrence of
accidents and to equip the workforce
with the knowledge/concept K3 before
starting work. In an effort to improve
understanding of employees and families
are going to health and healthy living
patterns, the company provides guidance
and training regarding prevention of
dengue disease, dental health education,
as well as giving mouth & health
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
347
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
penyuluhan
dan
pelatihan
mengenai pencegahan penyakit
demam berdarah, kesehatan gigi
& mulut serta pemberian edukasi
kesehatan sesuai penyakit yang
diderita oleh pasien. Pos Indonesia
juga memberikan perhatian khusus
pada pembinaan rohani yang
diyakini dapat mendorong sikap
positif pada diri karyawan.
III.
Dampak Keuangan Terkait Praktik
Ketenagakerjaan,
Kesehatan,
dan
Keselamatan Kerja
a. Kesetaraan Gender dan Kesempatan
Kerja
Berdasarkan jenis kelamin, karyawan
Pos Indonesia didominasi oleh
karyawan laki-laki, yang mencapai
83%. Hal ini tidak terkait dengan
adanya diskriminasi gender, namun
lebih banyak karena karakteristik
kegiatan operasional dan lokasi
kantor pos yang sebagian besar
berada di remote area. Dalam
proses rekrutmen, pengangkatan,
penjenjangan karir karyawan, dan
sistem
remunerasi,
Perusahaan
tidak melakukan kebijakan yang
diskriminatif.
Sepanjang tahun 2013, tidak pernah
ada laporan terjadinya tindak
diskriminasi yang terkait dengan ras,
agama, warna kulit, jenis kelamin,
afiliasi politik, kebangsaan maupun
status sosial di semua unit kerja
Perusahaan. Dengan demikian, tidak
terdapat dampak negatif terhadap
keuangan Perusahaan terkait dengan
kesetaraan gender dan kesempatan
kerja.
b. Penggunaan Tenaga Kerja Lokal
Sebagai salah satu BUMN yang
bergerak dalam bidang jasa dengan
Kantor Cabang yang tersebar di
seluruh pelosok tanah air, Pos
Indonesia memiliki tanggungjawab
2013
348
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
appropriate diseases suffered by patients.
Pos Indonesia also gave special attention
to the spiritual coaching is believed to be
able to encourage a positive attitude to
employees.
III.The Financial Impact of Employment
Practices Related to Health and Safety
a. Gender Equality and Employment
Opportunity
By gender, employees Pos Indonesia is
dominated by male employees, which
reached 83%. It is not associated
with gender discrimination, but more
because of the characteristics of the
operations and post office locations
that are mostly located in remote
areas. In the process of recruitment,
appointment,
career
hierarchy
of employees, and remuneration
systems, the Company does not
undertake discriminatory policies.
Throughout the year 2013, there has
never been a report of occurrence
of acts of discrimination related to
race, religion, colour, sex, political
affiliation, nationality or social status
in all work units of the company.
Thus, there is no negative impact
on the company’s financial related
to gender equality and employment
opportunities.
b.
The Use Of Local Labor
As one of the STATE-OWNED
ENTERPRISES that are engaged in
service with Offices scattered in all
corners of the country, Pos Indonesia
has a responsibility in the community
in accordance with its vision and
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
c.
pada masyarakat sesuai dengan
visi dan misi, antara lain melalui
penggunaan tenaga lokal. Dari 20.170
Karyawan, sebanyak 79% darijumlah
karyawan berasal dari putera daerah,
sedangkan 21% karyawan adalah dari
berbagai etnis di Indonesia. Dengan
demikian, penggunaan tenaga kerja
lokal tidak berdampak negatif
terhadap keuangan Perusahaan.
Sarana dan Keselamatan Kerja
PT Pos Indonesia berkewajiban
untuk
melindungi
keselamatan
tenaga kerjanya, terutama yang
lokasi pekerjaannya atau sifat
pekerjaannya memiliki risiko tinggi.
Perusahaan telah menyediakan alat
pelindung diri, meliputi helm, jaket
dan tas pengantar, sarung tangan,
serta masker bagi Karyawan yang
bertugas di bagian Antaran pos dan
Pos Keliling Desa (PKD). Perusahaan
juga memasang rambu-rambu K3
sebagai rambu peringatan, serta
bendera dan spanduk K3. Untuk
keperluan sarana keselamatan kerja
dan biaya pencegahan lainnya, selama
tahun 2013 Pos Indonesia telah
mengeluarkan dana sebesar 0,28%
dari biaya Karyawan.
Perlindungan Konsumen
Sesuai
dengan
karakteristik
industrinya,
pelanggan Pos Indonesia terbagi menjadi tiga
golongan, yaitu:
Ritel
adalah
masyarakat
1. Pelanggan
perorangan yang menggunakan layanan
jasa Pos Indonesia. Karakteristik pelanggan
ini biasanya memanfaatkan jasa pos tidak
secarfa rutin dan transaksi dilakukan di
loket-loket Kantor pos/Agenpos.
2. Pelanggan Korporat adalah pelanggan yang
menggunakan jasa pos yang bertindak untuk
dan atas nama perusahaannya, dengan
frekuensi penggunaan jasa pos cenderung
rutin dalam setiap bulan, yang dikuatkan
dengan adanya Perjanjian Kerja Sama
(PKS) dan memiliki Account di Kantor pos
(Giropos), misalnya antara lain : PT Taspen,
Asabri, Pertamina, Pegadaian, Telkom, PLN,
PDAM dll.
mission, among others through
the use of local labour. Of 20.170
employees, as much as 79% from
employees come from local Princes,
while 21% of employees are from
different ethnic groups in Indonesia.
Thus, the use of local labour do not
negatively impact corporate finance
c.
Facilities and Safety
PT Pos Indonesia is obliged to protect
the safety of the workforce, especially
the location of his job or the nature
of her work have higher risk. The
company has provided protective
equipment, including helmets, jackets
and bags introduction, gloves, and
masks for employees on duty at the
post and Postal Deliveries around the
village (PKD). The company also put
up signs warning signs as K3 and K3
flags and banners. For the purposes
of means of prevention and safety,
during 2013 the post Indonesia has
issued funds amounted to 0.28% of
the cost of employees.
Customer Protection
According to the characteristics of the industry,
the customer
Pos Indonesia is divided into three groups, namely:
1. Retail customers is a community of individuals
who use the services of Indonesia postal
service. This is usually the customers take
advantage of the characteristics of the postal
service is not routine and secarfa transactions
carried out on the counter-the counter of the
post office/Agenpos.
2. Corporate customers who use postal services
acting for and on behalf of his company,
with a frequency of use of the postal service
tend to be routine in each month, which is
strengthened by the existence of an agreement
of cooperation (MCC) and have an Account at
the post office (Giropos), for example among
others: PT Taspen Office, Asabri, Pertamina,
pawn shops, Telkom, PLN, PDAM etc.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
349
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
3. Pelanggan Pemerintah dan Perbankan,
antara lain : Direktorat Jenderal Pajak,
Kementerian Koordinator Kesejahteraan
Rakyat, Bank Mandiri, BRI, BTN, dll.
I.Kebijakan
1. Kebijakan Terhadap Pelanggan
• Perusahaan menghormati hakhak pelanggan sesuai dengan
peraturan yang berlaku;
• Perusahaan
memenuhi
komitmennya dari segitarif,
kualitas,
waktu
tempuh
kiriman,
jaminan
produk
maupun layanan purna jual
sesuai ketentuan perusahaan,
peraturan dan perundangan
yang berlaku;
• Perusahaan
memberikan
layanan yang sama kepada
semua pelanggan;
• Manajemen perusahaan tidak
diperkenankan
memberi
atau menerima segala bentuk
imbalan, baik langsung maupun
tidak langsung;
Sebagai
perusahaan
yang
bertanggungjawab
terhadap
konsumen, Pos Indonesia memiliki
komitmen
yang
tinggi
untuk
menunaikan tanggung jawab kepada
konsumen/pelanggan.
Bagi
Pos
Indonesia,
kepuasan
pelanggan
adalah bentuk pelayanan yang
fundamental dan penting. Pos
Indonesia
berkomitmen
untuk
mengimplementasikan
programprogram kepuasan pelanggan dengan
mengkampanyekan
pentingnya
pelayanan prima (Service Excellence)
dalam budaya Perusahaan.
.
2. Kebijakan Terhadap Pihak Ketiga
• Perusahaan memperlakukan pihak
ketiga sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dengan perkembangan
bisnis Perusahaan;
• Perusahaan memandang pihak
ketiga sebagai mitra sejajar, dengan
asas kebersamaan, keterbukaan dan
kejujuran;
2013
350
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
3.
Government and banking customers, among
others: the Directorate General of taxation,
the Ministry of people’s Welfare Coordinator,
Bank Mandiri, BRI, BTN, etc.
I.Policy
1. Policy Against Customers
• The company respects the rights of
the customer in accordance with
the regulations;
• The company fulfill its commitment
of segitarif, quality, takes delivery
of product, guarantee or aftersales service in accordance with
the legislation, regulations, and
company;
• Companies providing the same
service to all customers;
• Management of the company is
not allowed to give or receive any
kind of reward, either directly or
indirectly;
As a company responsible for Postal
customers, Pos Indonesia has a
high commitment to fulfilling our
responsibilities to the consumer/
customer. For Pos Indonesia, customer
satisfaction is the fundamental and
essential services. Pos Indonesia
is committed to implement the
programmes promote the importance
of customer satisfaction with excellent
service (Service Excellence) in the
culture of the company.
2.
The Policy to a Third Party
• Third-party companies treat as an
integral part with the development
of the company’s business;
• The company looked at a thirdparty as partners on equal footing,
with the principle of solidarity,
openness and honesty;
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
II. Programme Implemented
II. Program Kerja yang Dilakukan
During the years 2013, as the
implementation of the responsibility of Pos
Indonesia to consumers, Pos Indonesia has
been carrying out the following activities:
1. Pos Indonesia has developed the
information centre and the Complaints
of customers in our Customer Service
and via phone to the Post Call 161 at
every post office, in addition to the
application via e-Post on the website
(www.posindonesia.co.id).
Selama tahun 2013, sebagai pelaksanaan
dari
tanggungjawab
Pos
Indonesia
kepada konsumen, Pos Indonesia telah
melaksanakan kegiatan berikut:
1. Pos Indonesia telah mengembangkan
Pusat
Informasi
dan
Pengaduan
Pelanggan di bagian Customer Service
dan via telpos ke Pos Call 161 di setiap
Kantor pos, di samping melalui aplikasi
e-Post pada website (www.posindonesia.
co.id).
2. Melakukan
Pengukuran
Kepuasan
Pelanggan
Untuk mengetahui “Voice of Customer”,
setiap tahun penyelenggarakan Survei
Kepuasan Pelanggan secara rutin.
Hasil dari survei tersebut dievaluasi
dan dijadikan sebagai feedback oleh
pihak manajemen untuk meningkatkan
kinerjanya. Indeks kepuasan pelanggan
menggunakan skala 10-100, diwakili
beberapa produk yang intensitas
penggunaannya tinggi. Tingkat kepuasan
pelanggan sebagaimana terdapat pada
tabel berikut ini.
No
Jenis Produk
2.
Indek Kepuasan Pelanggan
Customer Satisfaction Index
2011
Perform the measurement of customer
satisfaction
To know the “Voice of Customer”, every
year conducting customer satisfaction
Surveys on a regular basis. The results
of the survey were evaluated and
used as feedback by management to
improve its performance. Customer
satisfaction index uses a scale of 10 to
100, represented some of the products
that use high intensity. The level of
customer satisfaction as contained in
the following table.
Product Type
2012
Layanan Ritel
a.
1.
Retail Services
Jenis Layanan Mail & Parcel
Surat Kilat Khusus (SKH)
Mail & Parcel Service Type
80,45
78,80
Special Delivery Mail (SKH)
Special Delivery Parcel Post (PpKH)
2.
Paket Pos Kilat Khusus (PpKH)
78,77
78,80
4.
Express Mail Service (EMS)
78,14
79,60
Express Mail Service (EMS)
78,40
79,10
Average Satisfaction Index
75,86
85,4
Post Pay (SOPP)
86,5
Average Satisfaction Index
3.
Pos Express
Rata-rata Indek Kepuasan
b.
1.
2.
76,24
78,80
Jenis Layanan Jasa Keuangan
Pos Pay (SOPP)
Weselpos
Rata-rata Indek Kepuasan
Financial Service Type
76,71
75,89
87,6
Layanan Korporat
1.
Surat Kilat Khusus (SKH)
Express Post
Weselpos
Corporate Service
79,32
79,32
Special Delivery Mail (SKH)
Special Delivery Parcel Post (PpKH)
2.
Paket Pos Kilat Khusus (PpKH)
79,52
79,52
4.
Express Mail Service (EMS)
Express Mail Service (EMS)
Rata-rata Indek Kepuasan
81,79
82,68
80,87
80,87
Average Satisfaction Index
3.
Pos Express
82,68
81,79
Express Post
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
351
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Tingkat
indek
kepuasan
pelanggan
tahun 2012 terjadi peningkatan jika
dibandingkan tahun 2011. Pengukuran
tingkat
kepuasan
pelanggan
tahun
2013 belum dilakukan, karena masih
dalam proses penunjukan Konsultan.
III. Upaya Meningkatkan Pelayanan
III. Efforts To Improve Services
IV. Dampak Keuangan terkait Tanggung Jawab
Produk
IV. Financial Impact of Product Liability Related
Perusahaan
senantiasa
berupaya
memberikan pelayanan yang terbaik dan
berusaha meningkatkannya melalui berbagai
program kegiatan, di antaranya :
• Mengadakan temu pelanggan (Customer
gathering) pada saat even-even tertentu.
• Memberikan izin kepada pelanggan
untuk audit mutu produk.
• Berkoordinasi dengan MarkPlus secara
formal melalui seminar atau forum
terbuka maupun koordinasi non-formal.
• Bekerjasama dengan berbagai media
komunikasi, baik skala nasional maupun
lokal, untuk menginformasikan berbagai
produk dan layanan Pos Indonesia.
1. Kesehatan dan Keselamatan Konsumen
Pos Indonesia telah memiliki Bagian
Quality Assurance dan Pengelolaan
Sistem
Manajemen
Mutu
untuk
menangani pengendalian mutu layanan,
dengan selalu mengikuti Standard
Operational
Procedure
sehingga
tidak membahayakan kesehatan dan
keselamatan konsumen dan pekerja.
Pos Indonesia berupaya untuk mentaati
aturan kelayakan produk yang dijual,
sehingga tidak pernah menghadapi
adanya tuntutan pelanggaran peraturan
atau kode etik penjualan produk. Selama
2013, tidak terdapat adanya pelanggaran
peraturan
perundangan-undangan
maupun ketentuan lain yang terkait
dengan kesehatan dan keselamatan
konsumen atas penggunaan layanan
pos. Dengan demikian, tidak terdapat
dampak keuangan yang ditimbulkannya.
2013
The level of customer satisfaction index in
2012 happens increased if compared to the
year 2011. The measurement of customer
satisfaction levels by 2013 has not been
made, because it is still in the process of the
appointment of a consultant.
352
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
The company always strives to provide the
best service and tried to raise it through a
variety of program activities, including:
• Held
an
appointment
customers
(Customer gathering) at the time of
certain events.
• Authorise the customer to audit the
quality of the product.
• Coordinate with MarkPlus formally
through seminars or open forums as well
as non-formal coordination.
• In collaboration with a variety of
communication media, both national
and local scale, to inform a variety of Pos
Indonesia’s products and services.
1.
The Health and Safety of Consumers
Pos Indonesia has had The Quality
Assurance and management of the
quality management system to handle
quality control services, always follow
Standard Operational Procedure so as
not to endanger the health and safety of
consumers and workers.
Pos Indonesia seek to obey the rules
of eligibility of products sold, so never
confront breach of any regulation or
code of conduct product sales. For 2013,
there are no infringement perundanganundangan as well as other provisions
of the regulations related to the health
and safety of the consumer for the use of
postal services. Thus, there is no financial
impact thereof.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
2. Informasi Produk
Jenis layanan yang diberikan Pos
Indonesia merupakan produk jasa,
sebagai solusi bagi kebutuhan konsumen,
yang disajikan dalam beberapa level
layanan, yaitu standar, prioritas, dan
perlakuan khusus. Layanan dengan level
standar dan prioritas dikirim dalam
bentuk mass product, sedangkan layanan
dengan perlakuan khusus dikirim
sesuai dengan permintaan pelanggan
(negosiable) yang tertuang dalam
perjanjian dengan pelanggan. Informasi
produk yang berkaitan dengan jaringan
layanan, bentuk dan ukuran, jadwal
keberangkatan dan waktu sampainya
kiriman, serta tarif dituangkan pada
brosur produk, papan pengumuman di
ruang umum (vestibule) di setiap Kantor
pos, dan website (www.posindonesia.
co.id), serta dapat dilakukan jejak lacak
(track and trace) oleh pelanggan melalui
aplikasi e-post pada www.posindonesia.
co.id.
3.Pelayanan Pengaduan dan Klaim
Pelanggan
Pos Indonesia telah mengembangkan
Pusat
Informasi
dan
Pengaduan
Pelanggan melalui petugas Customer
Service, Kotak saran dan Pos Call
161 di setiap Kantor pos, serta dapat
dilakukan jejak lacak (track and trace)
kiriman oleh pelanggan dapat dilakukan
melalui aplikasi e-Post pada www.
posindonesia.co.id. Pos Indonesia selalu
mengutamakan prinsip keterbukaan
dan kejujuran dalam melakukan setiap
transaksi dengan pelanggan. Perusahaan
berupaya
memberikan
tanggapan
yang cepat apabila ada pengaduan dan
ketidakpuasan dari pelanggan. Layanan
pengaduan kepada Perusahaan dapat
disampaikan melalui telepon, surat,
email atau tatap muka langsung ke
bagian terkait di Kantor pos, Kantor
Area Pos, dan Kantor Pusat.
2.
Product Information
Type of services provided by Pos
Indonesia is a product services, as a
solution for the needs of consumers,
served in several levels of service, namely,
standard, priority, and special treatment.
The service level standards and priorities
submitted in the form of a mass product,
whereas the service with special
treatment delivered in accordance with
the customer’s request (negosiable),
which is contained in the agreement
with the customer. Product information
related to the service network, shape and
size, the schedule departure time and
mistakes in delivery, as well as tariffs on
the product brochure, poured a bulletin
board in the public space (vestibule) in
every post office, and a website (www.
posindonesia.co.id), and can be done a
trace track (track and trace) by customers
through the application of e-post at www.
posindonesia.co.id.
3.
Customer Service for Complaints and
Claims
Pos Indonesia to develop an
information center and complaint
officer customers through Customer
Service, suggestion box and post
Call 161 at any post office, and can
be done a trace track (track and
trace) the shipment by customers
can be done through the application
of e-Post at www.posindonesia.co.id.
Pos Indonesia always give priority to
the principle of openness and honesty
in conducting any transactions with
customers. The company strives to
provide a rapid response in case of
complaints and dissatisfaction from
customers. Service complaint to the
company can be submitted by phone,
letter, email or face-to-face directly
to related section on post offices,
Postal Area, and Head Office.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
353
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
Berdasarkan hasil evaluasi internal,
pengaduan pelanggan sebagian besar
dalam bentuk klaim keterlambatan
dalam penyampaian kiriman. Pos
Indonesia berupaya menyelesaikan
klaim
mutu,
sesuai
dengan
prosedur
yang
berlaku
sehingga
permasalahan
dengan
pelanggan
dimaksud dapat segera diselesaikan.
Di samping itu Pos Indonesia selalu
berusaha
untuk
mewujudkan
“zerro-defect”
dalam
pelayanan.
Perlindungan Lingkungan
Environmental Conservation
I.Kebijakan
Pos
Indonesia
memiliki
komitmen
yang tinggi terhadap lingkungan, yang
tertuang melalui kebijakan strategis, yaitu
“Keberpihakan kepada lingkungan”. Konsep
peduli lingkungan menjadi landasan
bagi Pos Indonesia dalam mengelola
lingkungan.
Perusahaan
menerapkan
strategi pengelolaan lingkungan yang
bersifat preventif dan terpadu pada proses
produksi dengan tujuan mengurangi risiko
terhadap manusia dan lingkungan. Hal ini
mengacu pada Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2009, tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup serta untuk
menunjukkan komitmen Perusahaan pada
pelestarian dan perlindungan lingkungan.
I.Policy
Pos Indonesia has a high commitment to
the environment, which are related through
strategic policy, namely “Alignments to the
environment”. The concept of care for the
environment is becoming the Foundation for
Pos Indonesia to manage the environment.
The company implemented the strategy of
preventive environmental management and
integrated in the production process with
the aim of reducing risks to man and the
environment. This refers to Act No. 32 of
2009, on the protection and management of
the environment as well as to demonstrate the
company’s commitment to the preservation
and protection of the environment.
II. Aktivitas Pelestarian Lingkungan
Sepanjang tahun 2013, Perusahaan telah
melaksanakan
aktivitas
pelestarian
lingkungan yang tercakup dalam program
BUMN Peduli dan Program Pelestarian
Alam, yaitu penanaman pohon dalam
rangka gerakan tanam 1 milyar pohon dan
dalam rangka Hari Bhakti Postel di sekitar
wilayah kerja Pos Indonesia, antara lain:
pohon mahoni, mangga, durian, rambutan,
dan pohon pucuk merah.
2013
Based on the results of internal evaluation,
customer complaints are mostly in the
form of delays in the submission of claim
submissions. Pos Indonesia working to
resolve claims of quality, in accordance
with the applicable procedures, so that
the problems of the customers in question
can be resolved. In addition the Pos
Indonesia always trying to realize “zerrodefects” in the service.
354
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
II. Environmental Conservation Activities
Throughout the year 2013, the company has
been carrying out environmental preservation
activities included in the program of STATEOWNED ENTERPRISES concerned and natural
conservation Programs, i.e. planting trees in
order to movement planting 1 billion trees
and Bhakti day Postel around Pos Indonesia
work areas, among others: Mahogany trees,
mango, durian, rambutan, and Red bud tree.
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
III. Aktivitas Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan bertujuan untuk
mengurangi dampak negatif kegiatan
Perusahaan
terhadap
lingkungan
dan masyarakat serta meningkatkan
kinerja pengelolaan lingkungan secara
berkelanjutan. Pos Indonesia memiliki
komitmen yang tinggi untuk dapat
menghasilkan kemasan produk yang ramah
lingkungan. Sepanjang tahun 2013, aktivitas
pengelolaan lingkungan Pos Indonesia
adalah sebagai berikut: Pemanfaatan
kembali amplop dan sampul dinas bekas.
Amplop dan sampul surat dinas yang bekas
pakai dalam persuratan internal antar
Kantor pos digunakan kembali dengan cara
diberi lidah sampul yang baru.
III. Environmental Management Activities
Environmental management aims to reduce
the negative impacts of the company’s
activity on the environment and society as
well as improved environmental management
performance on an ongoing basis. Pos
Indonesia has a high commitment to be
able to produce an environmentally friendly
product packaging. Throughout the year
2013, activities environmental management
Pos Indonesia is as follows: the utilization of
returned envelopes and cover the scars. The
envelope and the cover letter of the following
second-hand in internal correspondence
between post offices are reused in a way given
a new cover.
IV. Aktivitas Pemantauan Lingkungan
Pos Indonesia mewajibkan dilakukannya
monitoring,
evaluasi
dan
pelaporan
pengelolaan lingkungan oleh setiap Unit
Pelaksana Teknis/Kantor pos secara
rutin dengan tujuan untuk memastikan
operasional kantor memenuhi standar
kriteria yang berlaku.
IV. Environmental Monitoring Activities
Pos Indonesia requires doing the monitoring,
evaluation and reporting environmental
management by each Technical Unit/Post
Office on a regular basis with a view to
ensuring the operational offices meet the
standards of the applicable criteria.
Mengutamakan
korespondensi
secara
paperless,
yang
diarahkan
pada
pemanfaatan korespondensi melalui email,
sms, dll.
•
Kegiatan Lingkungan Internal
1. Coffee
Morning
&
Knowledge
Management
Coffee Morning merupakan ajang
pertemuan dan keterbukaan informasi
antara pimpinan dan karyawan di Kantor
Area Pos dan Kantor pos Pemeriksa
(Kprk), dilaksanakan minimal sebulan
sekali. Di Kantor Pusat, kegiatan serupa
diselenggarakan
dengan
sebutan
“Knowledge
Management
(Forum
Sumbang Saran)”. Pada acara tersebut,
Direksi dan atau pimpinan unit
menyampaikan paparan yang berkaitan
dengan kinerja Perusahaan, rencana
dan strategi ke depan, dan informasi-
Emphasis on paperless, correspondence
directed at utilization of correspondence via
email, sms, etc.
•
Internal Environmental Activities
1.
Morning
&
Knowledge
Coffee
Management
Coffee Morning is the meeting and
information
disclosure
between
leadership and employees in the postal
Area and Examiner Post Office (Kprk),
carried out at least once a month. At
Headquarters, a similar activity was
organized with the term “Knowledge
Management (Suggestions Forum)“. At
the event, the Board of Directors and
management units or convey the exposure
relating to the company’s performance,
strategy and plan ahead, and the latest
information, employees are given the
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
355
2013
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
informasi terbaru, karyawan diberi
kesempatan untuk menyampaikan
kinerjanya, permasalahan dan harapan
mereka. Selama tahun 2013, telah
terselenggara Coffee Morning &
Knowledge
Management
rata-rata
sebanyak 9 (sembilan) kali.
II. Pembinaan Rohani
Pembinaan Rohani merupakan kegiatan
pembinaan bagi karyawan muslim
maupun non muslim yang telah
menjadi program tahunan perusahaan.
Kegiatan
ini
merupakan
media
silaturahmi karyawan, di samping untuk
membangun jiwa spiritual karyawan
sehingga tercipta keseimbangan dan
keselarasan dalam kehidupan social,
baik sebagai karyawan maupun sebagai
pribadi. Program Pembinaan Rohani
dilaksanakan secara rutin setiap
bulan dan pada peringatan hari besar
keagamaan.
III.Peringatan Hari Besar Keagamaan
Peringatan hari besar keagamaan
merupakan salah satu media komunikasi
disamping sebagai upaya pembina
rohani karyawan.
IV.Lomba Inovasi dan Kreativitas di
Lingkungan Kerja Pos Indonesia
Lomba Inovasi dan Kreativitas di
lingkungan kerja Pos Indonesia berupa
konvensi Gugus Kendali Mutu (GKM),
yang dilaksanakan secara rutin setiap
tahun sejak 1998, dengan tujuan
mendorong inovasi dan kreativitas
karyawan, serta menanamkan nilai-nilai
inovasi dan perbaikan terus-menerus
pada bidang tugas masing-masing
gugus. Konvensi GKM tersebut mengacu
pada DELTA (Delapan Alat dan Tujuh
Langkah) dengan mengembangkan
skema Daming “Plan, Do, Check, dan
Action (PDCA)”.
Pencapaian kemajuan di Pos Indonesia
tidak terlepas dari adanya kegiatan
tersebut, yang diawali dari karya juara
peserta lomba Inovasi & Kreativitas,
2013
356
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
opportunity to deliver performance,
problems and their expectations. During
the years 2013, has made Coffee Morning
& Knowledge Management on average 9
(nine) times.
II. Spiritual Coaching
Spiritual coaching is the coaching
activities for muslim and non-muslim
employees who had become an annual
program of the company. This activity is
a media hospitality employees, in addition
to building the spiritual soul is created
so that employees balance and harmony
in life social, both as employees and as
a person. Spiritual Coaching Program is
carried out regularly every month and on
major religious events.
III. Major Religious Events
Major religious observances is one
medium of communication as well as
the efforts of the spiritual patrons of
employees.
IV. Competition, Innovation and Creativity
in the Working Environment of Pos
Indonesia
The contest of Innovation and Creativity
in the working environment of Pos
Indonesia Quality Control Group (GKM)
Convention, which is held regularly
every year since 1998, with the aim of
encouraging innovation and creativity of
employees, as well as to instill the values of
innovation and continuous improvement
in the areas of the respective task force.
The GKM Convention refers to the DELTA
(Eight and seven steps) by developing a
scheme of Daming “Plan, Do, Check, and
Action (PDCA)”.
The achievement of progress in Pos
Indonesia is inseparable from any such
activities, beginning from the work of
participants champion Innovations such
as the development of Bags Deliveries,
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Corporate Social and Environmental Responsibility
V.
seperti pengembangan jenis Tas Antaran,
pengembangan e-Post dan penerapan
SPK (Sistem Pelaporan Keuangan).
Klub Olah Raga
Klub olah raga merupakan merupakan
salah satu media komunikasi non
formal yang dibentuk PT. Pos Indonesia
(Persero), baik untuk lingkungan internal
perusahaan maupun bagi lingkungan
eksternal. Klub olah raga yang ada saat
ini, klub Tennis Lapangan, Klub Futsal,
Klub Bulu Tangkis, Komunitas Sepeda
Pos, dan Ikatan Motor Pos Indonesia
(IMPI).
development of e-Post and the application
of SPK (Financial Reporting System).
V.
The Sports Club
The Sports Club is one of the non-formal
communication media formed by PT
Pos Indonesia (Persero), both for the
company’s internal environment as
well as for the external environment.
Sport clubs that exist today: Tennis
Courts, Futsal, Badminton, Bycycle and
Motorcross club.
Kantor Pos Medan
Medan Post Office
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
357
2013
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Consolidated
Financial Statement
2013
358
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
359
2013
2013
360
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
361
2013
SURAT PERNYATAAN MANAJEMEN
REPRESENTATIVE LETTERS
2013
362
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
363
2013
2013
364
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
365
2013
2013
366
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
367
2013
2013
368
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
369
2013
2013
370
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
371
2013
2013
372
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
373
2013
2013
374
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
375
2013
2013
376
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
377
2013
2013
378
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
379
2013
2013
380
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
381
2013
2013
382
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
383
2013
2013
384
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
385
2013
2013
386
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
387
2013
2013
388
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
389
2013
2013
390
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
391
2013
2013
392
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
393
2013
2013
394
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
395
2013
2013
396
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
397
2013
2013
398
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
399
2013
2013
400
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
401
2013
2013
402
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
403
2013
2013
404
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
405
2013
2013
406
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
407
2013
2013
408
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
409
2013
2013
410
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
411
2013
2013
412
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
413
2013
2013
414
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
415
2013
2013
416
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
417
2013
2013
418
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
419
2013
2013
420
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
421
2013
2013
422
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
423
2013
2013
424
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
425
2013
2013
426
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
427
2013
2013
428
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
429
2013
2013
430
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
431
2013
2013
432
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
433
2013
2013
434
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
435
2013
2013
436
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
437
2013
2013
438
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
439
2013
2013
440
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
441
2013
2013
442
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
443
2013
2013
444
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
445
2013
2013
446
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
447
2013
2013
448
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
449
2013
2013
450
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
451
2013
2013
452
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
453
2013
2013
454
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
455
2013
Informasi Tambahan
Additional Information
2013
456
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Profil Pejabat Senior
Profile of Senior Officials
Gusti Ngurah Putu
Sugiarta Yasa
Tuwuh Widodo
Kepala Satuan Pengawas
Internal (SPI)
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Tuwuh
Widodo
adalah
Sekretaris Perusahaan, yang
Lahir di Tulungagung,Jawa
Timur, Tanggal 14 Januari
196., Lulus Sebagai Sarjana
Ekonomi Manajemen Tahun
1988 di Malang. Bergabung
dengan PT Pos Indonesia
(Persero) pada tanggal 1
Desember 1990. Pendidikan
Postal Dikti Sarjana Tahun
1991 di Bandung.
Tuwuh
Widodo
is
the
Corporate Secretary, who
was born in Tulungagung,
East Java, on January 14,
1963. Graduated as Bachelor
of Management Economics
1988 in Malang. Joined PT
Pos Indonesia (Persero) on
the date December 1, 1990.
Postal Higher Education
Degree in 1991 in Bandung.
Head of Internal Audit Unit
(IAU)
Gusti Ngurah Putu Sugiarta
Yasa adalah Kepala Satuan
Pengawas Internal (SPI),
yang lahir di Denpasar,Bali,
6 Mei 1964. Lulus Program
Pasca Sarjana Umum UGM
Tahun 1993 di Yogyakarta.
Bergabung dengan PT Pos
Indonesia (Persero) pada
tanggal 1 Oktober 1986.
Lulusan Dikti Pos 1986 di
Bandung. Dikti Pos Lanjutan
1992 di Bandung.
Muhammad Yamin
Amrizal
Wakil Kepala Change Management
Office (CMO) Bidang Revitalisasi
Bisnis
Deputy Head of Change
Management Office (CMO) Business
Revitalization Division
Kepala Change Management
Office (CMO)
Head of Change Management
Office (CMO)
Amrizal
adalah
Kepala
Change Management Office
(CMO), yang Lahir di
Gadut, Sumatra Barat, 29
Agustus 1962. Lulus Pasca
Sarjana UGM tahun 1993
di Yogyakarta. Bergabung
dengan PT Pos Indonesia
(Persero) pada tanggal 1
Oktober 1985. Lulusan Dikti
Pos 1985 di Bandung dan
Dikti Pos Lanjutan 1992 di
Bandung.
Gusti Ngurah Putu Yasa
Sugiarta is the Head of
Internal Audit Unit (IAU),
who was born in Denpasar,
Bali, May 6, 1964. Pass the
Graduate Program in Public
UGM 1993 in Yogyakarta.
Joined with PT Pos Indonesia
(Persero) on October 1, 1986.
Post graduate Higher Postal
Education 1986 in Bandung
and and Higher Postal
Advanced Education 1992 in
Bandung.
Amrizal is Head of Change
Management Office (CMO),
who was born in Gadut, West
Sumatra, August 29, 1962.
UGM Graduate graduate in
1993 in Yogyakarta. Joined
with PT Pos Indonesia
on October 1, 1985. Post
graduate
Higher
Postal
Education 1985 in Bandung
and and Higher Postal
Advanced Education 1992 in
Bandung.
Muhammad Yamin adalah
Wakil
Kepala
Change
Management Office (CMO)
Bidang Revitalisasi Bisnis,
yang lahir di Palembang,
Sumatra Selatan, 5 Januari
1964. Lulus Program Pasca
Sarjana Manajemen UGM
tahun 1993 di Yogyakarta.
Bergabung dengan PT Pos
Indonesia (Persero) pada
tanggal 1 Oktober 1986.
Lulusan Dikti Pos 1986
di Bandung dan Dikti Pos
Lanjutan 1992 di Bandung.
Muhammad Yamin is Deputy
Head of Change Management
Office
(CMO)
Business
Revitalization Division, who
was born in Palembang, South
Sumatra, January 5, 1964.
Passed the Post Graduate
Program in Management
in 1993 UGM Yogyakarta.
Joined with PT Pos Indonesia
(Persero) on October 1, 1986.
Post graduate Higher Postal
Education 1986 in Bandung
and and Higher Postal
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
457
2013
Syahrial
Senior Vice President Umum dan
Bina Lingkungan Perusahaan
Senior Vice President of Public
and Community Development
Company
Harnito
Syahrial adalah Senior Vice
President Umum dan Bina
Lingkungan
Perusahaan,
yang Lahir di Sei Pandahan,
Sumatra Barat, 1 Desember
1962. Lulus Program Pasca
Sarjana Umum Tahun 1993
di Jakarta. Bergabung dengan
PT Pos Indonesia (Persero)
pada 12 Desember 1990.
Dikti Sarjana Pendidikan
Postal Tahun 1991 di
Bandung.
Syahrial is Senior Vice
President of Public and
Community
Development
Company, who was born in
Sei Pandahan, West Sumatra,
December 1, 1962. General
Graduate Program graduated
in 1993 in Jakarta. Joined
PT Pos Indonesia (Persero)
on December 1, 1990. Postal
Higher Education Degree in
1991 in Bandung.
Totok Wilutantyo
Senior Vice President Jasa Keuangan
Senior Vice President of
Financial Services
Totok Wilutantyo adalah
Senior Vice President Jasa
Keuangan, yang Lahir di
Tulungagung,Jawa
Timur,
Tanggal 5 Mei 1961. Lulus
Sebagai Sarjana Hukum
Perdata Tahun 1988 di
Surakarta.
Bergabung
dengan PT Pos Indonesia
(Persero)
tanggal
1
Desember
1990.
Dikti
Sarjana Pendidikan Postal
Tahun 1991 di Bandung.
2013
458
Totok Wilutantyo is Senior
Vice President of Financial
Services, who was born in
Tulungagung, East Java, on
May 5, 1961. As a graduating
Bachelor of Civil Law of
1988 in Surakarta. Joined
PT Pos Indonesia (Persero)
on December 1, 1990. Postal
Higher Education Degree in
1991 in Bandung.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Senior Vice President Ritel
Senior Vice President of Retail
Harnito adalah Senior Vice
President Ritel, yang lahir di
Blora, Jawa Tengah, 8 Juni
1963. Lulus Program Pasca
Ekonomi Manajemen UGM
Tahun 1994. Bergabung
dengan PT Pos Indonesia
(Persero) pada tanggal 1
Oktober 1985. Dikti Pos
tahun 1985 di Bandung
dan Dikti Lanjutan 1993 di
Bandung.
Harnito is Senior Vice
President of Retail, who was
born in Blora, Central Java,
June 8, 1963. Post-graduate
Program
Management
Economics UGM 1994. Joined
with PT Pos Indonesia
(Persero) on October 1, 1985.
Higher Postal Education in
1985 in Bandung and Higher
Postal Advanced Education
1993 in Bandung.
Hasanuddin
Senior Vice President Sumber
Daya Manusia
Senior Vice President of Human
Hasanuddin adalah Senior
Vice
President
Sumber
Daya Manusia, yang lahir
di Martapura, Kalimantan
Selatan, 30 Oktober 1963.
Lulus Program Pasca Sarjana
Umum UGM Tahun 1993,
Bergabung dengan PT Pos
Indonesia (Persero) pada
1 Oktober 1986. Lulusan
Dikti Pos 1986 di Bandung.
Dikti Pos Lanjutan 1992 di
Bandung.
Hasanuddin is Senior Vice
President of Human Resources,
who was born in Martapura,
South Kalimantan, October
30, 1963. UGM graduate
Graduate Program in 1993.
Joined with PT Pos Indonesia
(Persero) on October 1, 1986.
Post graduate Higher Postal
Education 1986 in Bandung
and and Higher Postal
Advanced Education 1992 in
Bandung.
Herbon Opnalto
Senior Vice President
Pengembangan Bisnis & Penjualan
enior Vice President of Sales
Herbon
Opnalto
adalah
Senior
Vice
President
Penjualan, yang lahir di Tg.
P. Mudik, Kerinci Jambi,
Tanggal
17
Desember
1963. Lulus Pasca Sarjana
Manajemen
Pemasaran
Tahun 2005 di Jakarta.
Bergabung dengan PT Pos
Indonesia (Persero) tanggal
1 Desember 1990. Dikti
Sarjana Pendidikan Postal
Tahun 1991 di Bandung.
Herbon Opnalto is Senior Vice
President of Sales, who was
born in Tg. P. Mudik, Kerinci
Jambi, on December 17,
1963. Post Graduate Degree
in Marketing Management
in 2005 in Jakarta. Joined
PT Pos Indonesia (Persero)
on December 1, 1990. Postal
Higher Education Degree in
1991 in Bandung.
Adam Anthony Mars
Senior Vice President Property
Senior Vice President of Property
Adam Anthony Mars adalah
Senior
Vice
President
Property, yang lahir di Giran,
Sulawesi Utara, Tanggal
12 Desember 1963, Lulus
Sebagai Sarjana Ekonomi
dan Studi Pembangunan
Tahun 1987 di Manado.
Bergabung dengan PT Pos
Indonesia (Persero) pada
1 Desember 1990. Dikti
Sarjana Pendidikan Postal
Tahun 1991 di Bandung.
Zulkifli Assagaf
Senior Vice President Operasi
Senior Vice President of Operations
Zulkifli Assagaf adalah Senior
Vice President Operasi, yang
lahir di Girian, Sulawesi
Utara, Tanggal 12 Desember
1963,
Lulus
Sebagai
Sarjana Ekonomi dan Studi
Pembangunan Tahun 1987 di
Manado. Bergabung dengan
PT Pos Indonesia (Persero)
pada 1 Desember 1990. Dikti
Sarjana Pendidikan Postal
Tahun 1991 di Bandung.
Zulkifli Assagaf is Senior Vice
President of Operations, who
was born in Girian, North
Sulawesi, Date December
12, 1963, graduated as
Bachelor of Economics and
Development
Studies
in
1987 in Manado. Joined PT
Pos Indonesia (Persero) on
December 1, 1990. Postal
Higher Education Degree in
1991 in Bandung.
Adam Anthony Mars is Senior
Vice President of Property,
who was born in Giran, North
Sulawesi, Date December
12, 1963, graduated as
Bachelor of Economics and
Development
Studies
in
1987 in Manado. Joined PT
Pos Indonesia (Persero) on
December 1, 1990. Postal
Higher Education Degree in
1991 in Bandung.
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
459
2013
KANTOR AREA POS SUMATERA UTARA dan ACEH 20004
Postal Area Office of North Sumatera and Aceh 20004
Jl.HM Yamin No.44 Medan 20231
Nama
Jabatan
Name
Kepala Area Ritel
Herman
Kepala Area Jasa Keuangan
Herkules
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Position
Head of Retail Area
Head of Financial Service Area
Andy Mulya
Head of Operation Area
Fatchoel Rosjad
Head of Accounting Area
Fajar Kurnianto
Agung Sumarjadi Rahardjo
Head of Selling Area
Head of HRD Area
KANTOR AREA POS SUMATERA BARAT dan RIAU 25004
Postal Area Office of West Sumatera and Riau 25004
Jl.Khatib Sulaiman Padang 25133
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Kepala Area Jasa Keuangan
Nama
Name
Suhatman
Position
Head of Retail Area
Rismadi
Head of Operation Area
Yuliardi
Head of Accounting Area
Januar
Hasanul Usni
Dodo
Head of Selling Area
Head of HRD Area
Head of Financial Service Area
KANTOR AREA POS SUMATERA SELATAN-LAMPUNG-JAMBI-BENGKULU 30004
Postal Area Office of South Sumatera - Lampung - Jambi - Bengkulu 30004
Jl.Kapten A.Rivai No.63 Pg 30135
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Kepala Area Jasa Keuangan
2013
460
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Nama
Name
Hari Setianto
Position
Head of Retail Area
Sumanta Fery
Head of Operation Area
Budi Satriyo
Head of Accounting Area
Sumanta Fery
A.H. Budi Wuryanto
Dimat Tjachrudi
Head of Selling Area
Head of HRD Area
Head of Financial Service Area
KANTOR AREA POS JAKARTA 10004
Postal Area Office of Jakarta 10004
Jl.Gedung Kesenian No.2 Jakarta 10710
Nama
Jabatan
Kepala Area Ritel
Wayan Santra
Kepala Area Jasa Keuangan
Aan Anwar
Kepala Area Penjualan
Kepala Area SDM
Head of Retail Area
Pupung Purnama
Kepala Area Operasi
Kepala Area Akuntansi
Position
Name
Head of Operation Area
Head of Financial Service Area
Head of Selling Area
Arief Setyanto
Head of Accounting Area
Erwin Mulyawan
Head of HRD Area
R. Joesman Kartaprawira
KANTOR AREA POS JAWA BARAT dan BANTEN 40004
Postal Area Office of West Java and Banten 40004
Jl.Pahlawan No.87 Bandung 40123
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Operasi
Kepala Area Jasa Keuangan
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Nama
Position
Name
Head of Retail Area
Apang Pramutyas
R.Indro Subroto
Musholien Harjono
Head of Operation Area
Head of Financial Service Area
Head of Selling Area
R. Indro Subroto
Head of Accounting Area
Sukartini Amza
Head of HRD Area
Soeroso
KANTOR AREA POS JAWA TENGAH dan YOGYAKARTA 50004
Postal Area Office of Central Java and Yogyakarta 50004
Jl.Sisingamangaraja No.45 Semarang 50253
Jabatan
Kepala Area Ritel
Nama
Name
Hari Purnama
Kepala Area Operasi
Kunkun Kuntara
Kepala Area Penjualan
Kunkun Kuntara
Kepala Area Jasa Keuangan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Position
Head of Retail Area
Head of Operation Area
Tobiin
Head of Financial Service Area
Atbaji
Head of Accounting Area
S. Weka Purwanto
Head of Selling Area
Head of HRD Area
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
461
2013
KANTOR AREA POS JAWA TIMUR 60004
Postal Area Office of East Java 60004
Jl.Krembangan Barat 73-75 Surabaya 60175
Jabatan
Nama
Kepala Area Ritel
Eka Pramuka Ananta Soemali
Kepala Area Jasa Keuangan
Eka Pramuka Ananta Soemali
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Syamsul Bachri Paruhum
Syamsul Bachri Paruhum
Kepala Area SDM
Kepala Area Teknologi
Informasi
Suswanto Haryawan
Bagja Ardi Mustawan
Ronald Rinding Padang
Position
Head of Retail Area
Head of Operation Area
Head of Financial Service Area
Head of Selling Area
Head of Accounting Area
Head of HRD Area
Head of Information
Technologi
KANTOR AREA POS BALI-NTT-NTB 80004
Postal Area Office of Bali-NTT-NTB 80004
Jl.Kapten Tjok Agung Tresna Denpasar 80234
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Jasa Keuangan
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Nama
Nyoman Sudanta
Nyoman Sudanta
Position
Head of Retail Area
Head of Financial Service Area
Endro Sarmono
Head of Operation Area
Sudiyono
Head of Accounting Area
Abun Syabana
Faebadodo Aguswan
Zalukhu
Head of Selling Area
Head of HRD Area
KANTOR AREA POS KALIMANTAN 70704
Postal Area Office of Kalimantan 70704
Jl.Basuki Rahmat No.2 Bjb 70711
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Kepala Area Jasa
Keuangan
2013
462
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Nama
Akhmad Fauzi
Position
Head of Retail Area
Wibowo Kersono
Head of Operation Area
Sumantri
Head of Accounting Area
Deni Rakhmat Daradjat
Hartati Purwanti
Akhmad Taufik
Head of Selling Area
Head of HRD Area
Head of Financial Service
Area
KANTOR AREA POS SULAWESI 90004
Postal Area Office of Sulawesi 90004
Jl.A.A.Pettarani Makassar 90222
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Kepala Area Jasa Keuangan
Nama
Name
Prihadi Mardi Raharjo
Position
Head of Retail Area
Eko Yudo Prasongko
Head of Operation Area
Binanga Siregar
Head of Accounting Area
Suryadi
Agung Purwanto
D. N.P Mahendratenaya
Head of Selling Area
Head of HRD Area
Head of Financial Service Area
KANTOR AREA POS PAPUA dan AMBON 99004
Postal Area Office of Papua dan Ambon 99004
Jl.Pahlawan No.1 Abepura, Jayapura 99351
Jabatan
Kepala Area Ritel
Kepala Area Jasa Keuangan
Kepala Area Operasi
Kepala Area Penjualan
Kepala Area Akuntansi
Kepala Area SDM
Nama
Name
Anggiat Napitupulu
Anggiat Napitupulu
Position
Head of Retail Area
Head of Financial Service Area
Frets Cornelis Rugebert
Head of Operation Area
Aspin Sihombing
Head of Accounting Area
Anggiat Napitupulu
Head of Selling Area
Head of HRD Area
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
463
2013
AREA POS I
No.
Kantor Pos
Post Office
Kantor Cabang
Branch Office
NANGROE ACEH DARUSSALAM
1
Banda Aceh
21
3
Langsa
14
5
Meulaboh
12
2
4
6
7
Kutacane
Lhoseumawe
Sigli
Tapaktuan
Subtotal
SUMATERA UTARA
3
23
15
14
102
1
Balige
13
3
Gunungsitoli
7
2
Binjai
15
4
Kabanjahe
18
6
Medan
33
5
7
8
9
10
11
12
Kisaran
Padangsidempuan
Pematangsiantar
Rantauprapat
Sibolga
20
23
22
13
9
Tarutung
17
Subtotal
205
Tebingtinggideli
TOTAL
AREA POS II
No.
Kantor Pos
1
2
Batam
Tanjungpinang
Subtotal
33
13
3
Rengat
11
4
Pekanbaru
Tembilahan
Subtotal
SUMATERA BARAT
26
13
63
15
1
Bukittinggi
19
307
3
Padang
24
2
7
8
9
Lubuksikaping
Padangpanjang
Painan
11
10
9
Pariaman
11
Sawahlunto
13
Subtotal
120
Payakumbuh
Solok
TOTAL
PT Pos Indonesia (Persero)
17
Dumai
2
6
2013
RIAU
16
1
5
Laporan Tahunan
Annual Report
Branch Office
KEPULAUAN RIAU
4
464
Kantor Cabang
Post Office
9
14
216
AREA POS III
No.
Kantor Pos
Post Office
Kantor Cabang
Branch Office
BENGKULU
1
2
Bengkulu
41
Subtotal
50
Curup
9
JAMBI
AREA POS IV
No.
Kantor Pos
Kantor Cabang
Post Office
Branch Office
D.K.I. JAKARTA
1
Jambi
29
1
Jakartabarat
39
3
Sungaipenuh
7
3
Jakartaselatan
40
2
Muarabungo
Subtotal
LAMPUNG
22
58
1
Bandarlampung
43
3
Metro
26
2
Kotabumi
Subtotal
SUMATERA SELATAN
1
2
3
4
5
6
Baturaja
Lahat
Lubuklinggau
Muaraenim
2
89
14
12
12
5
Palembang
45
Subtotal
94
Prabumulih
BANGKA BELITUNG
1
20
Pangkalpinang
Tanjungpandan
Subtotal
TOTAL
6
10
4
14
305
2
4
5
6
7
Jakartapusat
Jakartatimur
MPC Jakarta
12
1
Jakartamampang
10
13
19
Jakartajatinegara
Jkttmnfatahillah
11
38
Jakartautara
8
9
45
1
1
Tanjungpriok
1
1
SGLK A Jakarta
1
KTR FIL Jakarta
1
MUPI
1
Subtotal
189
JAWA BARAT (BOGOR - BEKASI)
1
Bekasi
37
3
Cibinong
10
2
4
5
6
Bogor
24
Depok
11
Pondokgede
6
Sawangan
Subtotal
7
BANTEN
95
1
Ciputat
15
3
Pandeglang
10
Serang
18
2
4
5
6
7
Cilegon
6
Rangkasbitung
Tangerang
Soekarno Hatta
Subtotal
TOTAL
10
36
1
96
380
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
465
2013
AREA POS V
No.
Kantor Pos
Post Office
AREA POS VI
Kantor Cabang
Branch Office
No.
Kantor Pos
Post Office
JAWA BARAT
Kantor Cabang
Branch Office
JAWA TENGAH
1
Bandung
58
1
Banjarnegara
19
3
Ciamis
11
3
Boyolali
18
2
4
5
6
7
8
9
Banjar
Cianjur
Cimahi
Cirebon
Garut
Indramayu
Karawang
10
Kuningan
12
Purwakarta
11
13
Majalengka
Soreang
15
16
17
34
20
17
19
17
19
MPC Bandung
Subtotal
TOTAL
9
10
Karanganyar
Kebumen
Kendal
Kudus
23
21
11
1
350
350
14
15
16
17
18
19
20
21
24
25
26
27
28
29
30
Magelang
Pekalongan
Pemalang
Purbalingga
Pwgrobogan
Purwokerto
Purworejo
Salatiga
Semarang
Solo
Sragen
Sukoharjo
Tegal
Temanggung
Ungaran
Wonogiri
Wonosobo
MPC Semarang
Subtotal
20
29
14
17
13
27
16
12
44
23
21
10
22
10
16
17
15
1
547
1
Bantul
12
3
Wonosariyogya
13
2
4
5
Watesyogya
Yogyakarta
MPC Yogyakarta
Subtotal
TOTAL
PT Pos Indonesia (Persero)
15
9
D.I. YOGYAKARTA
2013
22
29
23
Laporan Tahunan
Annual Report
15
Pati
12
22
466
13
13
16
Ujungberung
8
Jepara
8
11
Sumedang
18
7
24
24
16
Tasikmalaya
6
Cilacap
17
Klaten
19
17
5
Brebes
15
11
Subang
Sukabumi
4
Blora
16
14
15
2
12
46
1
84
631
AREA POS VII
No.
Kantor Pos
Post Office
Kantor Cabang
Branch Office
JAWA TIMUR
1
Bangkalan
24
3
Blitar
18
2
4
5
6
7
8
9
Banyuwangi
Bojonegoro
Bondowoso
Gresik
Jember
Jombang
Kediri
10
Lamongan
12
Madiun
11
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
Lumajang
Magetan
Malang
Mojokerto
Nganjuk
Ngawi
Pamekasan
Pasuruan
Ponorogo
Probolinggo
Sidoarjo
Situbondo
Sumenep
Surabaya
Surabayaselatan
Tuban
Tulungagung
MPC Surabaya
Subtotal
TOTAL
22
12
11
14
28
18
AREA POS VIII
No.
Kantor Pos
Kantor Cabang
Post Office
Branch Office
BALI
30
1
Denpasar
20
15
3
Singaraja
10
18
19
10
42
2
4
Gianyar
23
Tabanan
13
Subtotal
NUSA TENGGARA BARAT
66
14
1
Bima
16
14
3
Selong
11
18
13
21
18
2
4
Mataram
Sumbawabesar
Subtotal
1
Atambua
12
3
Kupang
18
24
21
15
30
16
NUSA TENGGARA TIMUR
20
17
28
2
4
5
6
71
6
Ende
18
Maumere
11
20
Soe
7
Waingapu
7
Subtotal
69
TOTAL
206
1
537
537
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
467
2013
AREA POS IX
No.
Kantor Pos
Post Office
Kantor Cabang
Branch Office
KALIMANTAN BARAT
1
Ketapang
11
3
Sanggau
14
2
4
5
Pontianak
Singkawang
Sintang
Subtotal
KALIMANTAN SELATAN
30
16
20
91
1
Amuntai
20
3
Banjarmasin
18
2
4
5
6
Banjarbaru
Kandangan
Batulicin
MPC Banjarmasin
Subtotal
KALIMANTAN TENGAH
22
11
12
1
84
1
Palangkaraya
26
3
Pangkalanbun
8
2
4
Buntok
Sampit
12
8
Subtotal
54
1
Balikpapan
22
3
Samarinda
22
5
Tarakan
20
KALIMANTAN TIMUR
2
4
6
Bontang
Tanjungredeb
Tenggarong
Subtotal
TOTAL
6
5
13
88
317
AREA POS X
No.
2013
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Post Office
Kantor Cabang
Branch Office
SULAWESI BARAT
1
Mamuju
14
Subtotal
SULAWESI SELATAN
14
1
Bulukumba
10
3
Palopo
17
2
4
5
6
Makassar
Parepare
MPC Makassar
Watampone
Subtotal
SULAWESI TENGAH
1
2
Luwuk
1
2
Palu
2
15
1
13
84
43
Subtotal
Baubau
Kendari
40
Subtotal
Kotamobagu
Manado
Subtotal
52
9
SULAWESI UTARA
1
28
9
SULAWESI TENGGARA
1
468
Kantor Pos
GORONTALO
49
15
47
62
Gorontalo
16
TOTAL
277
Subtotal
16
AREA POS XI
No.
Kantor Pos
Post Office
Kantor Cabang
Branch Office
PAPUA BARAT
1
2
Manokwari
Sorong
Subtotal
1
Biak
3
Merauke
2
4
5
1
2
9
7
PAPUA
7
Jayapura
14
Nabire
5
8
Timika
Subtotal
3
MALUKU
Ambon
37
26
Tual
8
Subtotal
MALUKU UTARA
1
16
Ternate
34
23
Subtotal
23
TOTAL
110
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
469
2013
Alamat Kantor Pos Pemeriksa
Address of Main Post Office
Kantor Pos
Post Office
Address
Telepon
Telephone
BALIGE
Jl. DI Panjaitan No.4 Balige 22311 Fax 0632-21266
0632- 21266
SIGLI
Jl. Teuku Umar No.2 Sigli 24114
0653-21412
LHOSEUMAWE
LANGSA
KUTACANE
BANDAACEH
GUNUNGSITOLI
BINJAI
Jl. Samudra No.1
0645- 43026
Jl. Achmad Yani No.29
0641- 21024
Jl. T. Hamzah Bendahara No.33
0651-33985
Jl. Achmad Yani No.91 Ktc 24611
0629- 21013
Jl. Muhammad Hatta No.1
0639-21440
Jl. Sutomo No.25
KISARAN
Jl. Pahlawan No.2
MEULABOH
Jl. Teuku Cik Di Tiro No.2
TAPAKTUAN
MEDAN
Jl. Sudirman No.78
061-8821483
0623-41895
0656- 21018
0655-7551292
Jl. Pos No.1 Medan 20111
061-4568940
Jl. WR Supratman No. 51
0624-21675
Jl. Merdeka No.5 Psp 22719
0634-21009
Jl. Veteran No.2 Kabanjahe
0628- 20054
Jl. Yos Sudarso No. 3, Dum 28814
0765-38603
TEBINGTINGGIDELI
Jl. Sutomo No.36
0621- 21131
PEMATANG SIANTAR
Jl. Sutomo No.2
0622-23213
Jl. DR. FL Tobing No.40
0631-22162
RANTAUPRAPAT
PADANGSIDEMPUAN
SIBOLGA
KABANJAHE
TARUTUNG
DUMAI
TEMBILAHAN
TANJUNGPINANG
Jl. Sisingamangaraja No.200
0633-21414
Jl. Hang Tuah No.3 Tembilahan
0768-21838
Jl. Brigjend katamso No. 47
0771-313038
Jl. Soekarno Hatta No.1 Pp
0752-82044
Jl. A.Yani No.1 Sawahlunto 27411
0754-61001
BATAM
Jl. Jend Sudirman Batam Center
PAINAN
Jl. Prof Dr.Hamka, Painan
PADANG PANJANG
SAWAHLUNTO
PADANG
PARIAMAN
LUBUKSIKAPING
PEKANBARU
PAYAKUMBUH
BUKITTINGGI
2013
Alamat
470
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Jl. Bagindo Azis Can No. 7 Padang
0778-462496
0756-21505
0751-810548
Jl. Tugu Perjuangan 45 No.2
0751-92185
Jl. Jend Sudirman No.229 Pbr 28111
0761-32661
Jl. Jend Sudirman No.75 Bkt
0752-21393
Jl. Jend Sudirman No.27
0753-20050
Jl. Jend Sudirman No.4 Py
0752-92030
Kantor Pos
Post Office
Alamat
Address
Telepon
Telephone
SOLOK
Jl. Dt.Perpatian Nan Sbtg No. 17A
0755- 20681
KOTABUMI
Jl. Kantor Pos No.5, Kb 34518
0724-21003
RENGAT
BANDARLAMPUNG
Jl. A. Yani No.8
0769-21012
Jl. KH Ahmad Dahlan No.21
0721-253014
Jl. Garuda No.20
0733-321021
MUARAENIM
Jl. Jendral Sudirman No. 99
0734-421002
PANGKALPINANG
Jl. Jendral Sudirman No.18
0717-431161 ,
Jl. Urip Sumoharjo No. 821
0713-320158
Jl. Prof Dr Emil Salim No.2
0731-321591
LUBUKLINGGAU
MUARABUNGO
PRABUMULIH
METRO
LAHAT
PALEMBANG
TANJUNGPANDAN
SUNGAIPENUH
JAMBI
BENGKULU
BATURAJA
CURUP
CILEGON
BOGOR
SAWANGAN
BEKASI
PONDOK GEDE
TANGERANG
CIBINONG
JAKARTA UTARA
JAKARTA TIMUR
DEPOK
JAKARTA MAMPANG
SERANG
JAKARTA BARAT
JAKARTA BARAT
Jl. Saleh Somad No.1
Jl. A. H. Nasution No.1, Metro 34111
Jl. Merdeka No.3,Palembang 30132
0747-21057
0725-44161
0711-350626
Jl. Merdeka No.12
0719-21024
Jl. Sultan Taha No. 05
0741-22139
Jl. Jend Sudirman No.1
0748-21010
Jl. S. Parman No.111
0736-22951
Jl. A.Yani No. 56
0735-320011
Jl. TB Ismail Kav Blok F No.105 Clg
0254-391288
Jl. Kartini No.6, Curup 39113
0732-21085
Jl. IR H. Juanda No.5
0251-321460,
Jl. Lapangan Multiguna No.7
021-8808166
Jl. Raya Bojongsari No.1
0251-611412
Jl. Jati Makmur No.2
021-84996481
Jl. Tegar Beriman Blok B-4 No.7
021-87908578
Jl. Daan Mogot No 11 Tangerang
Jl. Swasembada Timur XI No.37
Jl. Pemuda No.79
Jl. Sentosa Raya No.3
021-5523440
021-4355305
021-4890777
021-77822932
Jl. Kapten Piere Tendean No. 43
021-5250876
Jl. Daan Mogot No.20
021-5601206
Jl. Veteran No.3 Serang
0254-200419
Jl. Matraman Raya No.222
021-8191846
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
471
2013
Kantor Pos
Post Office
Address
Telepon
Telephone
RANGKASBITUNG
Jl. Multatuli No. 6
0252-201007
JAKARTA PUSAT
Jl. Lap Banteng Utara No.1
021-3844188
JAKARTA TAMAN FATAHILLAH
JAKARTA SELATAN
CIPUTAT
CIPUTAT
KARAWANG
GARUT
CIREBON
INDRAMAYU
TASIKMALAYA
SUBANG
CIMAHI
CIANJUR
MAJALENGKA
SOREANG
BANJAR
UJUNGBERUNG
SUKABUMI
SUMEDANG
CIAMIS
PURWAKARTA
KUNINGAN
BANDUNG
WATESYOGYA
PATI
PURWOKERTO
PEKALONGAN
SEMARANG
SALATIGA
YOGYAKARTA
PURBALINGGA
2013
Alamat
472
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Jl. Taman Fatahillah No.3 Jakarta
Jl. RS. Fatmawati No.10
Jl. RE Martadinata No.17
021-6929035
021-75000222
021-74703072
Jl. Bank Banten No.1 Pandeglang
0253-201021
Jl. A.Yani No. 40 Garut 44117
0262-233832
Jl. Siliwangi No.6
0234-271200
Jl. A.Yani No 36 Subang
0260- 411606
Jl. Siti Jenab No.39 Cianjur 43211
0263-260630
Jl. Raya Soreang-Banjaran No.412
022-5891052
Jl. AH Nasution No.28 Ujb Fax 022-7817060
022-7834188
Jl. P.Geusan Ulun No.82
0261-202006
Jl. K.K.Singawinata No.105
0264-200150
Jl. Asia Afrika No.49 BANDUNG
022-4207081
Jl. P.Sudirman No.61 Pati 59112
0295-381315
Jl. Cendrawasih No. 1 Pekalongan
0285-421776
Jl. Prof. Moh.Yamin No.3
0298-323896
Jl. Alun Alun Utara No. 2
0281- 891147
Jl. Alun-Alun Selatan No. 1
0264-402341
Jl. Yos Sudarso No.9
0231-204733
Jl. Oto Iskandardinata No.6
0265-332572
Jl. Gatot Subroto No. 1 Cimahi
022-6654293
Jl. Alun-Alun Timur No.3 Mjl 45411
0233-281068
Jl. Kantor Pos No.221
0265-742312
Jl. A.Yani No. 42
0266-222215
Jl. Jend Sudirman No.2
0265-771057
Jl. A.Yani No.2 Kuningan 45511
0232-871037
Jl. Sutijab No.63 Wates 55611
0274-773047
Jl. Jend Sudirman No.435
0281-637055
Jl. Pemuda No.4 SEMARANG
024-3543271
Jl. P.Senopati No.2
0274-377322
Kantor Pos
Post Office
Alamat
Telepon
Address
Telephone
SOLO
Jl.Jend Sudirman No.8 SOLO 57111
0271-647214
WONOSOBO
Jl.Pemuda No.9 Wonosobo 56311
0286-321026
Jl.Ahmad Yani No.168 Wonogiri
0273-321007
Jl.MT Haryono No.10 Ungaran
024-6921002
Jl. Raya Sukowati No.193
0271-891005
Jl. A. Yani No.1 Pemalang
0284-321078
Jl. Proklamasi No.2 Fax 0283-356162
0283-353265
Jl. A. Yani No.5, Mojokerto 61311
0321-322545
Jl. Mesigit No.3
0324-322216
Jl. Pahlawan No.14
0351-464454
Jl. Surojo No.33
0335-421621
Jl. Alun-Alun Utara No.1
0343-424042
Jl. Ki Sarmidi MS No.1 Lmg
0322-321018
Jl. Mastri No.87 Blitar 66111
0342- 801295
Jl. Sultan Agung No.50
031-8921263
Jl. KH Wahid Hasyim No.184
0321-861358
PURWOREJO
PURWODADIGROBOGAN
WONOGIRI
TEMANGGUNG
UNGARAN
WONOSARIYOGYA
SRAGEN
SUKOHARJO
PEMALANG
BANTUL
TEGAL
TUBAN
MOJOKERTO
BONDOWOSO
PAMEKASAN
JEMBER
MADIUN
SURABAYA SELATAN
PROBOLINGGO
GRESIK
PASURUAN
PONOROGO
LAMONGAN
BOJONEGORO
BLITAR
TULUNGAGUNG
SIDOARJO
SURABAYA
JOMBANG
NGANJUK
Jl.Jend A Yani No.2 Pwr 54111
0275-321054
Jl.Jend Sudirman No.4 Purwodadi
0292-421055
Jl.S Parman 5 Temanggung Fax 0293-493324
0293-491162
Jl.Brigjen Katamso No.12
0274-391129
Jl. Wandyopranoto No.12
0271-591600
Jl. Jend Sudirman No.114
0274-367471
Jl. Sunan Bonang No.8 Tuban
0356-321490
Jl. Jaksa Agung Suprapto No.9
0332-421130
Jl. Sudirman No.5 Jember 68114
0331-486166
Jl. Jemur andayani No.75
031-8417778
Jl. Dr.Sutomo No.135
031-3981786
Jl. Soekarno Hatta No.55
0352-481401
Jl. Trunojoyo No.1 Bojonegoro
0353-881140
Jl. Kartini No.31
0355-321121
Jl. Kebon Rojo No.10
031-3522096
Jl. Supriyadi No.19
0358-321738
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
473
2013
Kantor Pos
Post Office
Address
Telepon
Telephone
KEDIRI
Jl.mayjend Sungkono No. 32
0354-685161
BANYUWANGI
Jl.Diponegoro No.1
0333-421075
Jl.Jaksa Agung Suprapto No.5
0351-749021
Jl. Urip Sumoharjo No. 5
0328-662421
Jl.A.Yani No.129
0338-671300
BANGKALAN
LUMAJANG
NGAWI
MAGETAN
SUMENEP
MALANG
SITUBONDO
DENPASAR
SUMBAWA BESAR
KUPANG
SELONG
BIMA
SOE
SOE
ATAMBUA
TABANAN
MAUMERE
SINGARAJA
031-3095105
Jl.Dr.Sutomo No.19 Lumajang
0334-881103
Jl.A Yani No.82 Magetan
0351-895009
Jl.Merdeka Selatan No.5
0341-362255
Jl.Raya Puputan Renon
0361-223565
Jl.Palapa No.1 Kupang 85111
0380-833225
Jl Garuda No. 99 Sumbawa
ENDE
PANGKALANBUN
BALIKPAPAN
PONTIANAK
SAMARINDA
SAMPIT
TANJUNGREDEB
BUNTOK
SANGGAU
PALANGKARAYA
AMUNTAI
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
0371-21290
Jl.Prof Moh Yamin.SH No.61
0376-21249
Jl. Suharto No.10
0388-21103
Jl.Letjen Suprapto No.5
0389-21203
Jl.Gajah Mada
0374-42083
Jl.Dr.Sutomo No.21, Wgp 87111
0387-61407
Jl.Pahlawan No.4
0361-811001
Jl.Abimanyu No.4, Gianyar 80511
0361-943190
Jl.Sriwijaya Mataram 83161
0370-632645
Jl.Gajahmada No.156
MATARAM
474
Jl.Trunojoyo No.2 Bangkalan 69111
Jl. Pos No.2 Maumere 86111
GIANYAR
2013
Alamat
0382-21042
0362-21788
Jl.Basuki Rahmat No.15
0381-21203
Jl.Jend Sudirman No.31
0542-422340
Jl.Gajah Mada No.15 Smr 75111
0541-742664
Jl.Pemuda No.542 Tanjungredeb
0554-21036
Jl.H Agus Salim No.42 Beringin
0564-21004
Jl.Sutan Syahrir No.26
Jl.Sutan Abdurahman No.49 Ptk
0532-21035
0561-730641
Jl.A Yani No.41
0531-21040
Jl.Uria Mapas No.62
0525-21024
Jl.Imam Bonjol No.3
0536-3224489
Jl.Basuki Rahmat No.10
0527-61008
Kantor Pos
Post Office
Alamat
Address
Telepon
Telephone
0541-661017
TENGGARONG
Jl.Jend. A Yani No. 5
BONTANG
Jl.MT Haryono No.3 Bontang
0548-23311
Jl. S. Parman No. 90
0565-21405
Jl.Transmigrasi No.5
0518-70678
KETAPANG
TARAKAN
SINTANG
KANDANGAN
BATULICIN
BANJARMASIN
SINGKAWANG
BANJARBARU
KOTAMOBAGU
PAREPARE
MAMUJU
BAUBAU
KENDARI
GORONTALO
BULUKUMBA
WATAMPONE
MANADO
MAKASSAR
PALU
PALOPO
LUWUK
SORONG
MANOKWARI
TIMIKA
NABIRE
BIAK
TERNATE
AMBON
AMBON
JAYAPURA
MERAUKE
Jl.Dr.Sutomo No.4
0534-32082
Jl.Jend Sudirman No. 12 Tarakan
0551-21883
Jl.Merah Johansyah No.4
0517-21021
Jl.Lambung Mangkurat No.19
0511-3363745
Jl.Panglima Batur Timur No.25
0511-4772028
Jl.Pemuda No.107
0562-631009
Jl.DI. Panjaitan No 244
0434-21171
Jl.Yos Sudarso No. 163
0426-21038
Jl.Karaeng Burane No.1
0421-21944
Jl.Murhum No.56
0402-21985
Jl.Dr Sam Ratulangi No.79
Jl.Ahmad Yani No. 16 Gt 96111
Jl.Kenari No.3 Bulukumba 92516
Jl.M. Husni Thamrin No. 7
0401-329078
0435- 821808
0413-81010
0481-21044
Jl.SamRatulangi No.23
0431-862007
Jl.Moh Yamin
0451-421102
Jl.Slamet Riyadi No.10
Jl.A Yani No.15 Palopo 91911
Jl.Brigjen Katamso No.2 Luwuk
0411-314616
0471-21016
0461-21134
Jl.A Yani No.19 Sorong
0951-321718
Jl.Yos Sudarso No.17 Timika
0901-322588
Jl.M Yamin No.59 Biak 98111
0981-21858
Jl.Siliwangi No.28 Manokwari
Jl.Yos Sudarso No.9 Nabire
Jl.Pahlawan Revolusi No.154
0986-211088
0984-21148
0921-3122863
Jl.Raya Pattimura No. 20
0911-352915
Jl.Koti No.3
0967-536161
Jl. Pahlawan Revolusi No.17
Jl.Brawijaya
0916- 21017
0971-321655
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
475
2013
Standar Kriteria Annual Report 2013
Cross Reference of Annual Report 2013
Kriteria
Criteria
Description
Hal.
Page
I.
Umum General
1
Laporan tahunan disajikan dalam bahasa
Indonesia yang baik dan benar dan
dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa
Inggris.
The Annual Report is presented in good
and correct Indonesian language, and is
recommended to present at in English as well.

2
Laporan tahunan dicetak dengan kualitas
yang baik dan menggunakan jenis dan
ukuran huruf yang mudah dibaca.
The Annual Report is printed with good
quality using readable type and size of font

3
Laporan tahunan mencantumkan identitas
perusahaan dengan jelas
The Annual Report should clearly mention the
identity of the company
4
2013
Penjelasan
Nama Perusahaan dan Tahun Annual Report ditampilkan
di:
1. Sampul muka;
2.Samping;
3. Sampul belakang; dan
4. Setiap halaman
Name of the Company and the Year of Annual Report are
displayed on:
1. Front cover
2. Book Spine
3. Back cover
4. Each page
Laporan tahunan ditampilkan di website
Perusahaan
The Annual Report is posted in the Company’s
website

II.
Ikhtisar Data Keuangan Penting Important Financial Data Highlight
1
Informasi hasil usaha perusahaan dalam
bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun
buku atau sejak memulai usahanya jika
perusahaan tersebut menjalankan kegiatan
usahanya selama kurang dari 3 (tiga) tahun
Information on the company business
outcome in comparative form within 3 (three)
financial years
Informasi memuat antara lain:
1. Penjualan/pendapatan usaha
2. Laba (rugi)
3. Total laba (rugi) komprehensif
4. Laba (rugi) per saham
The information includes:
1. Sales/operating revenue
2. Profit (loss)
3. Total comprehensive income
4. Net income per share
2
Informasi posisi keuangan perusahaan
dalam bentuk perbandingan selama
3 (tiga) tahun buku atau sejak memulai
usahanya jika perusahaan tersebut
menjalankan kegiatan usahanya selama
kurang dari 3 (tiga) tahun
Financial ratios in comparative form over
period of 3 (three) financial years or since the
commencement of business if the Company
has been running its business activities less
than 3 (three) years.
Informasi memuat antara lain:
1. Modal kerja bersih
2. Jumlah investasi pada entitas lain
3. Jumlah aset
4. Jumlah liabilitas
5. Jumlah ekuitas
The information includes :
1. Net working capital
2. Total investments on other entities
3. Total assets
4. Total liabilities
5. Total equities
3
Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan
selama 3 (tiga) tahun buku atau sejak
memulai usahanya jika perusahaan tersebut
menjalankan kegiatan usahanya selama
kurang dari 3 (tiga) tahun.
Financial ratio in comparison for 3 (three)
years book or since The information includes
3 (three) general financial ratios and is
relevant to the company’s sector of industry
Informasi memuat 3 (tiga) rasio keuangan yang umum dan
relevan dengan industri perusahaan
The information includes 3 (three) general financial ratios
and is relevant to the company’s sector of industry
476
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)

14-19
14,16-17,
139-141,
145,
147-149
16, 144
Kriteria
Penjelasan
4
Informasi dalam bentuk tabel dan grafik yang memuat:
1. Jumlah saham yang beredar,
2. Kapitalisasi pasar,
3. Harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan,
4. Volume perdagangan
Informasi dalam bentuk grafik yang memuat paling kurang
harga penutupan dan volume perdagangan saham
untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua) tahun buku
terakhir.
The information on the share price in the form of tables and
graphics includes :
1. The highest price
2. The lowest price
3. The closing price
4. The trading volume activity
Criteria
5
III.
Informasi harga saham dalam bentuk tabel
dan grafik.
Informasi harga saham dalam bentuk tabel
dan grafik.
Informasi mengenai obligasi, sukuk atau
obligasi konvertibel yang masih beredar
dalam 2 (dua) tahun buku terakhir.
Information on outstanding bond, Shariah
bond or convertible bond within the last 2
(two) financial years.
Hal.
Description
Page
Informasi memuat:
1. Jumlah obligasi/sukuk/obligasi konversi yang beredar
(outstanding)
2. Tingkat bunga/imbalan
3. Tanggal jatuh tempo
4. Peringkat obligasi/sukuk
The information includes :
1. Total amount of issued bond/sukuk (islamic bond)/
convertible bond
2. Interest rate
3. Date of maturity
4. Bond/sukuk rating
-
-
Laporan Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Board of Directors’ Report
1
Laporan Dewan Komisaris
Board of Commissioners’ Report
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Penilaian atas kinerja Direksi mengenai pengelolaan
perusahaan dan dasar penilaiannya.
2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang
disusun oleh Direksi dan dasar pertimbangannya.
3. Penilaian atas kinerja komite-komite yang berada
dibawah Dewan Komisaris.
4. Perubahan komposisi Dewan Komisaris dan alasan
perubahannya (jika ada).
Includes the following items:
1. Performance assessement of the Board of Directors in
running the Company
2. Analysis on the business prospect formulated by the Board
of Directors
3. Committees under the supervision of the Board of
Commissioners
4. The change of Board of Commissioners’ composition (if
any)
2
Laporan Direksi
Board of Directors’ Report
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Analisis atas kinerja perusahaan, yang mencakup antara
lain kebijakan strategis, perbandingan antara hasil yang
dicapai dengan yang ditargetkan, dan kendala-kendala
yang dihadapi perusahaan.
2. Analisis tentang prospek usaha
3. Penerapan tata kelola perusahaan
4. Perubahan komposisi anggota Direksi dan alasan
perubahannya (jika ada).
Includes the following items:
1. The company’s performance, encompassing among others
strategic policies, comparison between achievement of
results and targets and challenges faced by the company
2. Business prospects
3. I mplementation of Good Corporate Governance by the
company
4. Changes in the composition of the Board of Directors (if
any)
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
68-77
82-91
477
2013
Kriteria
Penjelasan
3
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri
2. Pernyataan bahwa Direksi dan Dewan Komisaris
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan
tahunan.
3. Ditandatangani seluruh anggota Dewan Komisaris dan
anggota Direksi dengan menyebutkan nama dan jabatannya
4. Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang
bersangkutan dalam hal terdapat anggota Dewan
Komisaris atau Direksi yang tidak menandatangani laporan
tahunan, atau:
penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari anggota
yang lain dalam hal tidak terdapat penjelasan tertulis dari
yang bersangkutan.
Should contain the following:
1. Signature to be affixed on a separate sheet
2. Statement that the Board of Directors and the Board of
Commisioners are fully responsible for the contents of the
annual report.
3. Signed by all members of the Board of Commissioners and
the Board of Directors by stating their names and positions.
4. Written explanation from the relevant parties is to be
provided in a separate letter if there are any members of the
Board of Commissioners or Board of Directors who do not
sign the annual report or;
Written explanation from other members is to be provided
in a separate letter if there aren’t any written explanations
from the relevant parties thereto
Criteria
2013
Description
Tanda tangan anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris
Signature of the members of the Board of
Directors and the Board of Commissioners.
IV.
Profil Perusahaan Company Profile
1
Nama dan alamat lengkap perusahaan
Name and address of the company
Informasi memuat antara lain nama dan alamat, kode pos,
no. Telp, no. Fax, email, dan website
The information includes among others: the name and
address, zip code, phone number, fax number, e-mail and
website addresses
2
Riwayat singkat perusahaan
Company history in brief
Mencakup antara lain: tanggal/tahun pendirian, nama, dan
perubahan nama perusahaan (jika ada).
Includes among others the date/year of establishment, name,
and change to the company’s name (if any)
3
Bidang usaha
Business Line
Uraian mengenai antara lain:
1. bidang usaha yang dijalankan sesuai dengan anggaran
dasar yang telah ditetapkan
2. Kegiatan usaha yang dijalankan; dan
3. Produk dan/atau jasa yang dihasilkan
Description should include among others:
1. The business line run in accordance with the predetermined Articles of Association; and
2. Business activities implemented
3. Description of the product produced or service provided
4
Struktur organisasi
Organizational Structure
Dalam bentuk bagan, meliputi nama dan jabatan paling
kurang sampai dengan
struktur satu tingkat di bawah direksi
In the form of a chart, including the name and position at
least until the structure of the directors
5
Visi dan misi perusahaan
Vision and Mission of the Company
Mencakup:
1. Visi dan misi perusahaan; dan
2. Keterangan bahwa visi dan misi tersebut telah disetujui
oleh Direksi/Dewan Komisaris
Includes:
1. Vision and Mission of the Company
2. Explanation that such vision and mission have been
agreed upon by the Board of Directors/ Commissioners
478
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Hal.
Page
96-97
20
36-41
20, 44-49
62-63
42-43
Kriteria
Penjelasan
6
Identitas dan riwayat hidup singkat anggota
Dewan Komisaris
Identity and curriculum vitae of the members
of the Board of Commissioners
Informasi memuat antara lain:
1. Nama
2. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau
64, 78-81,
lembaga lain)
176
3. Umur
4. Pendidikan
5. Pengalaman kerja
6. Tanggal penunjukan pertama kali sebagai anggota
Dewan Komisaris
Information includes among others:
1.Name
2. Position (including position in other company or
institution)
3.Age
4.Education
5. Work experience
6. Date of the first appointment as members of the Board of
Commisioners
7
Identitas dan riwayat hidup singkat anggota
Direksi
Identity and curriculum vitae of the members
of the Board of Directors
Informasi memuat antara lain:
1. Nama
2. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau
lembaga lain)
3. Umur
4. Pendidikan
5. Pengalaman kerja
6. Tanggal penunjukan pertama kali sebagai anggota
Direksi
Information includes among others:
1.Name
2. Position (including position in other company or
institution)
3.Age
4.Education
5. Work experience
6. Date of the first appointment as members of the Board of
Directors
8
Jumlah karyawan (komparatif 2
tahun) dan deskripsi pengembangan
kompetensinya (misal: aspek pendidikan
dan pelatihan karyawan)
Total employees (comparative within the last
2 years) and description on their competency
development (such as: education and training
for employees).
Informasi memuat antara lain:
1. Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi
2. Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat
pendidikan
3. Pelatihan karyawan yang telah dilakukan dengan
mencerminkan adanya persamaan kesempatan kepada
seluruh karyawan
4. Biaya yang telah dikeluarkan
Information includes among others:
1. Total employees for each level of organization
2. Total employees for each educational level
3. Employee training which has been carried out by
illustrating equal opportunities for all of the employees
4. Cost which has been incurred
9
Komposisi pemegang saham
Composition of shareholders
Mencakup antara lain:
1. Nama pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih
saham
2. Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham
3. Kelompok pemegang saham masyarakat dengan
kepemilikan saham masing-masing kurang dari 5%, dan
persentase kepemilikannya
Mencakup antara lain:
Information includes among others:
1. Name of shareholders holding 5% of share or more
2. Name of Directors and Commissioners holding shares
3. Public shareholders holding less than 5% of share
Criteria
Hal.
Description
Page
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
64, 92-95,
234-235
302-310
20, 55
479
2013
Kriteria
Penjelasan
10
Daftar entitas anak dan/atau entitas asosiasi
List of subsidiary and/or associate
Informasi memuat antara lain :
1. Nama entitas anak/asosiasi
2. Persentase kepemilikan saham
3. Keterangan tentang bidang usaha entitas anak atau
entitas asosiasi
4. Keterangan status operasi entitas anak atau entitas
asosiasi (telah beroperasi atau belum beroperasi)
Information includes among others:
1. Name of Subsidiary/Associate
2. Percentage of share owned
3. Information on business line of the subsidiary or associate
company
4. Information of subsidiaries and associations operational
status (has operated or has not operated yet)
11
Struktur grup perusahaan
Structure Group of Companies
Struktur grup perusahaan dalam bentuk bagan yang
menggambarkan entitas anak, entitas asosiasi, joint
venture, dan special purpose vehicle (SPV), atau
pernyataan tidak memiliki grup
Corporate group structure in the form of a chart that
describe subsidiaries, associates, joint
ventures, and special purpose vehicle (SPV), or
statement did not have a group
12
Kronologis pencatatan saham
Chronology of share listing
Mencakup antara lain:
Non LIsted
1. Kronologis pencatatan saham
2. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang
20
menyebabkan perubahan jumlah saham
3. Perubahan jumlah saham dari awal pencatatan sampai
dengan akhir tahun buku
4. Nama bursa dimana saham perusahaan dicatatkan
Includes among others:
1. Chronology of share listing
2. Type of the corporate action that causes a change in total
shares
3. Change in total shares from the early listing to the end of
bookkeeping year
4. Name of the stock exchange where the company’s shares
are listed.
13
Kronologis pencatatan Efek lainnya
Chronology of other stock listing
Mencakup antara lain:
1. Kronologis pencatatan Efek lainnya
2. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang
menyebabkan perubahan jumlah Efek lainnya
3. Perubahan jumlah Efek lainnya dari awal pencatatan
sampai dengan akhir tahun buku
4. Nama Bursa dimana Efek lainnya perusahaan
dicatatkan
5. Peringkat Efek
Includes among others:
1. Chronology of other stock listing
2. Type of corporate action that causes a change in total
other shares
3. A change in total other shares from the early listing
through the end of bookkeeping year
4. Name of the stock exchange where the company’s shares
are listed.
5. Stock Rank
Criteria
2013
Description
14
Nama dan alamat lembaga dan/atau profesi
penunjang pasar modal
Name and address of stock exchange
supporting institution and/or profession
Informasi memuat antara lain:
1. Nama dan alamat BAE
2. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik
3. Nama dan alamat Perusahaan Pemeringkat Efek
Information includes among others:
1. Name and address of BAE
2. Name and address of Public Accountant Office
3. Name and addres of the Stock Rating Company
15
Penghargaan dan atau sertifikasi yang
diterima perusahaan baik yang berskala
nasional maupun internasional
Award or certification received by the
company, both national and international
level.
Informasi memuat antara lain:
1. Nama penghargaan dan atau sertifikat
2. Tahun perolehan
3. Badan pemberi penghargaan dan atau sertifikat
4. Masa berlaku (untuk sertifikasi
Information includes among others:
1. Name of the award and/or certificate
2. Year of attainment
3. Grant awarding bodies
4. The validity period (for certification)
480
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Hal.
Page
56-59,
146-149
Non LIsted
20
60
25-27
Kriteria
Criteria
Penjelasan
Hal.
Description
Page
16
Nama dan alamat entitas anak dan atau
kantor cabang atau kantor perwakilan
(jika ada)
Name and add subsidiaries or incumbent
members of the company’s (if any)
V.
Analisa dan Pembahasan Manajamen atas Kinerja Perusahaan Management’s Discussion and Analysis
1
Tinjauan operasi per segmen usaha
Review of operations per business segments
Memuat uraian mengenai:
1. Produksi/kegiatan usaha;
2. Peningkatan/penurunan kapasitas produksi;
3. Penjualan/pendapatan usaha;
4. Profitabilitas
untuk masing-masing segmen usaha yang diungkapkan
dalam laporan keuangan (jika ada)
Description includes the following items:
1. Production/business activities,
2. Increasing decreasing of production capacity
3. Sales/revenue
4.Profitability
2
Uraian atas kinerja keuangan perusahaan
Explanation on Corporate financial
performance
Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan
antara kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan
tahun sebelumnya (dalam bentuk narasi dan tabel), antara
lain mengenai:
1. Aset lancar, aset tidak lancar, dan jumlah aset;
2. Liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan
total liabilitas;
3. Penjualan/pendapatan usaha, beban dan laba (rugi);
4. Pendapatan komprehensif lain, dan total laba (rugi)
komprehensif
5. Arus kas
Analysis of the corporate financial performance, containing
comparison with that of the previous year (in the form of
narration and tables), including:
1. Current assets, non-current assets and total assets
2. Current liability, non-current liability and total liabilities
3. Sales/operating revenue, expenses and income
4. Other comprehensive income, and total comprehensive
income
5.Cashflow
3
Bahasan dan analisis tentang kemampuan
membayar utang dan tingkat kolektibilitas
piutang perusahaan
Discussion and analysis on Corporate
solvability and collectability level
Penjelasan tentang :
1. Kemampuan membayar utang, baik jangka pendek
maupun jangka panjang
2. Tingkat kolektibilitas piutang
Explanation on:
1.Solvability
2. Collectability level
4
Bahasan tentang struktur modal (capital
structure), dan kebijakan manajemen atas
struktur modal (capital structure policy)
Discussion on capital structure, and capital
structure policy
Penjelasan atas:
1. Struktur modal (capital structure),
2. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital
structure policy),
Explanation on:
1. Capital structure
2. Capital structure policies
56-59,
462-477
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
18-19,
117-122
16-17,
124-145
16-17, 144
140,144,
383-392
481
2013
Kriteria
Penjelasan
5
Bahasan mengenai ikatan yang material
untuk investasi barang modal
Discussion on material contract for capital
investment
Penjelasan tentang:
1. Tujuan dari ikatan tersebut
2. Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatanikatan tersebut
3. Mata uang yang menjadi denominasi
4. Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk
melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait
Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan
terkait investasi barang modal, agar diungkapkan
Explanation on:
1. Objective of the contract
2. Source of the fund expected to meet the requirements of
the contract
3. Denominated currency
4. Steps planned by the company to protect the risk of the
concerned foreign currency position
Note: If there is no such transaction, it should be revealed
6
Bahasan mengenai investasi barang modal
yang direalisasikan pada tahun buku terakhir
Discussion of capital investments that were
realized in the last financial year
Penjelasan tentang:
1. Jenis investasi barang modal;
2. Tujuan investasi barang modal; dan
3. Nilai investasi barang modal yang dikeluarkan pada tahun
buku terakhir.
Catatan: apabila tidak terdapat realisasi investasi barang
modal, agar diungkapkan
Explanation on:
1. Investment type of capital goods;
2. Investment objective of capital goods; and
3. Investment value capital goods issued on last fiscal year.
Note: if there is no actual investment capital goods, that is
expressed
7
Informasi perbandingan antara target pada
awal tahun buku dengan hasil yang dicapai
(realisasi), dan target atau proyeksi yang
ingin dicapai untuk satu tahun mendatang
mengenai
pendapatan,
laba,
struktur
permodalan, atau lainnya yang dianggap
penting bagi perusahaan.
Comparison between the target information
at the beginning of the financial year with the
results achieved (realization), and the arget
or projected to be achieved for the coming year
regarding revenue, earnings, capital structure,
or others are considered important for the
company.
Informasi memuat antara lain::
1. Perbandingan antara target pada awal tahun buku dengan
hasil yang dicapai (realisasi); dan
2. Target atau proyeksi yang ingin dicapai dalam satu tahun
mendatang.
Information includes, among others ::
1. Comparison between the target at the beginning of the
financial year
with the results achieved (actual); and
2. Targets or projections to be achieved in one
coming year.
-
8
Informasi dan fakta material yang terjadi
setelah tanggal laporan akuntan
Material information and facts subsequent to
the date of the accountant’s report
Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan
termasuk dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di
masa mendatang.
Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal
laporan akuntan, agar diungkapkan
Description of significant events after the date of the
accountant’s report, including the effects on the company’s
future performance and business risk.
Note: if there were no significant events subsequent to the
date of the accountant’s report, this should be stated.
146
9
Uraian tentang prospek usaha perusahaan
Description of the company’s prospects
Uraian mengenai prospek perusahaan dikaitkan dengan
industri dan ekonomi secara umum disertai data
pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak
dipercaya
Description of the company’s prospects in relation to the
industry and the economy in general, with supporting
quantitative data from reliable sources
10
Uraian tentang aspek pemasaran
Description of the marketing aspects
Uraian tentang aspek pemasaran atas produk dan/atau jasa 111-116
perusahaan, antara lain strategi pemasaran dan pangsa
pasar
Description of the marketing aspects of company’s products
and services,includes marketing strategy and market share
11
Uraian mengenai kebijakan dividen dan
jumlah dividen kas per saham dan jumlah
dividen per tahun yang diumumkan atau
dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir
Description of the dividend policy and the
dates and total dividend per share (cash and/
or non cash) and total dividend per year
declared and paid for the last 2 (two) years
Memuat uraian mengenai:
1. Jumlah dividen
2. Jumlah dividen per saham
3. Payout ratio
untuk masing-masing tahun
Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen, agar
diungkapkan alasannya
Includes the description of:
1. Total dividend
2. Total dividend per share
3. Payout ratio
For each year
Note: if no dividend was paid, state the reason
Criteria
2013
482
Description
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Hal.
Page
141
-
266-299
Non Listed
-
Kriteria
Penjelasan
12
Program kepemilikan saham oleh karyawan
dan/atau manajemen yang dilaksanakan
perusahaan (ESOP/MSOP)
Employee stock ownership program and / or
implemented management company (ESOP
/ MSOP)
Memuat uraian mengenai:
Non Listed
1. Jumlah saham ESOP/MSOP dan realisasinya;
2. Jangka waktu;
3. Persyaratan karyawan dan/atau manajemen yang berhak;
dan
4. Harga exercise.
Catatan: apabila tidak memiliki program dimaksud, agar
diungkapkan
Contains a description of:
1. Number of shares ESOP / MSOP and realization;
2. Term time;
3. Requirements employees and / or management entitled;
and
4. The exercise price.
Note: if it does not have such programs, that disclosed
13
Realisasi penggunaan dana hasil penawaran
umum (dalam hal perusahaan masih
diwajibkan menyampaikan laporan realisasi
penggunaan dana)
Actual use of proceeds from the public
offering (in the case of companies are still
required to report actual use of funds)
Memuat uraian mengenai:
Non Listed
1. Total perolehan dana,
2. Rencana penggunaan dana,
3. Rincian penggunaan dana,
4. Saldo dana, dan
5. Tanggal persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan
dana (jika ada)
Includes a description of:
1. Total proceeds,
2. Plans to use the funds,
3. Details of the use of funds,
4. Fund balance, and
5. AGM approval date for the change of use of funds (if any)
14
Informasi material mengenai investasi,
ekspansi, divestasi, akuisisi atau
restrukturisasi utang/modal.
Material information regarding the
investment, expansion, divestiture, acquisition
or restructuring debt / equity.
Memuat uraian mengenai:
1. Tujuan dilakukannya transaksi;
2. Nilai transaksi atau jumlah yg direstrukturisasi;
3. Sumber dana.
Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud,
agar diungkapkan
Includes a description of:
1. The purpose of the transaction;
2. Transaction value or number that restructured;
3. Sources of funding.
Note: If there is no such transaction, it should be revealed
15
Informasi transaksi material yang
mengandung benturan kepentingan dan/
atau transaksi dengan pihak afiliasi.
Information material transaction involving
conflict of interest and / or transactions with
affiliates.
Memuat uraian mengenai:
1. Nama pihak yang bertransaksi dan sifat hubungan
afiliasi;
2. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi;
3. Alasan dilakukannya transaksi;
4. Realisasi transaksi pada periode berjalan;
5. Kebijakan perusahaan terkait dengan mekanisme review
atas transaksi;
6. Pemenuhan peraturan dan ketentuan terkait
Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud,
agar diungkapkan
Includes a description of:
1. Name of transaction parties and the nature of the
affiliation;
2. Explanations about the fairness of the transaction;
3. Reasons for the transaction;
4. Realization of transactions in the current period;
5. Company policies related to the review of the transaction
mechanism;
6. Regulatory compliance and related provisions
Note: If there is no such transaction, it should be revealed
16
Uraian mengenai perubahan peraturan
perundang-undangan yang berpengaruh
signifikan terhadap perusahaan.
Description of changes in laws and
regulations that have a significant effect on
the company
Uraian memuat antara lain: perubahan peraturan
perundang-undangan dan dampaknya terhadap
perusahaan
Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan
perundang-undangan yang berpengaruh signifikan, agar
diungkapkan
The description shall include, among others: changes in
legislation and its impact on companies
Note: if there is no change in legislation that significantly, so
that disclosed
Criteria
Hal.
Description
Page
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
146
146
40-41
483
2013
Kriteria
Penjelasan
17
Uraian mengenai perubahan kebijakan
akuntansi
Elaboration on the change of accounting
policies
Uraian memuat antara lain: perubahan kebijakan
akuntansi, alasan dan dampaknya terhadap laporan
keuangan
The description includes among others any changes to
the accounting policies, their reasons and impacts on the
financial statement.
VI.
Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Criteria
2013
Description
1
Uraian Dewan Komisaris
Elaboration from the Board of Commisioners
Uraian memuat antara lain:
1. Uraian tanggung jawab Dewan Komisaris
2. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi
3. Struktur remunerasi yang menunjukkan komponen
remunerasi dan jumlah nominal per komponen untuk
setiap anggota Dewan Komisaris
4. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran Dewan
Komisaris dalam pertemuan
5. Program pelatihan dalam rangka meningkatkan
kompetensi Dewan Komisaris
Includes a description of:
1. Description of responsibilities of the Board of
Commissioners
2. Disclosure of remuneration procedures
3. Remuneration structure that shows the components of
remuneration and the nominal amount per component for
each member of the Board of Commissioners
4. Frequency of meetings and attendance at the meeting of
Board of Commissioners
5. Training programs in order to improve the competence of
the Board of Commissioners
2
Informasi mengenai Komisaris Independen
Information about the Independent
Commissioner
Meliputi antara lain:
1. Kriteria penentuan Komisaris Independen; dan
2. Pernyataan tentang independensi masing-masing
Komisaris Independen.
Include among others:
1. Criteria for determining independent commissioner; and
2. Statement about the independence of each Independent.
3
Uraian Direksi
Elaboration from the Board of Directors
Uraian memuat antara lain:
1. Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masingmasing anggota Direksi;
2. Frekuensi pertemuan dan Tingkat kehadiran anggota
Direksi dalam pertemuan Direksi;
3. Frekuensi pertemuan dan Tingkat kehadiran anggota
Direksi dalam pertemuan gabungan Direksi dan Dewan
Komisaris;
4. Program pelatihan dalam rangka meningkatkan
kompetensi Direksi atau program orientasi bagi Direksi
baru;
5. Pengungkapan mengenai Board Charter (pedoman dan
tata tertib kerja Direksi); dan
6. Kebijakan mengenai suksesi Direksi.
Includes a description of:
1. Scope of work and responsibilities each member of the
Board of Directors;
2. Frequency of meetings and attendance rates members of
the Board of Directors at a meeting of Directors;
3. Frequency of meetings and attendance rates members
of the Board of Directors in a joint meeting Directors and
Board of Commissioners;
4. The training program in order to increase competence of
the Board of Directors or orientation programs for The new
Board of Directors;
5. Disclosures regarding Board Charter (guidelines and the
order of the Board of Directors); and
6. Policy regarding the succession of Directors.
4
Asesmen terhadap anggota Dewan Komisaris
dan/atau Direksi
Assessment of the members of the Board of
Commissioner and/or the Board of Directors
Uraian mengenai:
1. Proses pelaksanaan assessment atas kinerja anggota
Dewan Komisaris dan/atau Direksi
2. Kriteria yang digunakan dalam pelaksanaan assessment
atas kinerja anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi
3. Pihak yang melakukan assessment
Elaboration on:
1. Execution process of the assessment of the performance of
the BOC and/or the BOD.
2. The criteria used for performing the assessment of the
performance of the members of the BOC and/or the BOD.
3. The party performing the assessment.
484
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Hal.
Page
10,
318-322
174-199
234-242
187,235,
241
Hal.
Kriteria
Penjelasan
5
Uraian mengenai kebijakan remunerasi bagi
Direksi
Elaboration on the remuneration policies for
Directors
Mencakup antara lain:
1. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi
2. Struktur remunerasi yang menunjukkan jenis dan
jumlah imbalan jangka pendek dan jangka panjang/
pasca kerja untuk setiap anggota Direksi
3. Indikator kinerja untuk mengukur performance Direksi
Includes among others:
1. Disclosure of the procedures for determining
remuneration.
2. Structure of remuneration indicating the type and
amount of the short-term and long-term (post- working)
payment for each member of the Board of Directors.
3. Performance indicator to measure the performance of the
BOD.
6
Informasi mengenai pemegang saham utama
dan pengendali, baik langsung maupun tidak
langsung, sampai kepada pemilik individu
Dalam bentuk skema atau diagram, kecuali untuk BUMN
yang dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah
Pengungkapan hubungan afiliasi antara
anggota Direksi, Dewan Komisaris,
dan Pemegang Saham Utama dan/atau
pengendali
Mencakup antara lain:
1. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan anggota
Direksi lainnya;
2. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris
3. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan
Pemegang Saham Utama dan/atau pengendali;
4. Hubungan afiliasi antara anggota Dewan Komisaris
dengan anggota Komisaris lainnya; dan
5. Hubungan afiliasi antara anggota Dewan Komisaris
dengan Pemegang Saham Utama dan/atau pengendali.
Catatan: apabila tidak mempunyai hubungan afiliasi
dimaksud, agar
diungkapkan
Criteria
Information on the major and controlling
shareholder, either directly or indirectly, to
the individual owners
7
Disclosure of affiliation between the members
of the Board of Directors, the Board of
Commissioners, and the Major Shareholders
and / or controllers
Page
Description
241-242
In the form of schematic or diagram, except for state-owned
entirely by the government
In the form of schematic or diagram, except for state-owned
entirely by the government
8
Komite Audit
Audit Committee
Mencakup antara lain:
1. Nama dan jabatan anggota komite audit
2. Kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja anggota
komite audit
3. Independensi anggota komite audit
4. Uraian tugas dan tanggung jawab
5. Laporan singkat pelaksanaan kegiatan komite audit
6. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite
audit
Includes among others:
1. Name, and position of the members of the audit
committee
2. Educational qualifications and work experience of the
member of the audit committee
3. Independency of the members of the audit committee
4. Job description and responsibility
5. Brief report on the implementation of audit committee’s
tasks.
6. Frequency of meeting and attendance level of the
members of the audit committee.
9
Komite Nominasi & Remunerasi
Nomination Committee & Remuneration
Committee
Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota
komite nominasi
2. Independensi anggota komite nominasi / remunerasi
3. Uraian tugas dan tanggung jawab
4. Uraian pelaksanaan kegiatan komite nominasi / remu
5. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite
nominasi/remunerasi
Includes among others:
1. Name, position and curriculum vitae of the members of
the nomination committee / Remuneration
2. Independency of the members of the nomination
committee / Remuneration
3. Job description and responsibility
4. Brief description on the activities of the nomination
Committee / Remuneration
5. Frequency of meeting and attendance level of the
members of the nomination committee / Remuneration
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
199-213
-
485
2013
Kriteria
Penjelasan
10
Komite-komite lain di bawah Dewan
Komisaris yang dimiliki oleh perusahaan
Other committees below the Board of
Commissioners in the company
Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota
214-234
komite lain
2. Independensi anggota komite lain
3. Uraian tugas dan tanggung jawab.
4. Uraian pelaksanaan kegiatan komite lain
5. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain
Includes among others:
1. Name, position and curriculum vitae of the members of
other committees
2. Independency of the members of other committees
3. Job description and responsibility
4. Brief description on the activities of other committees
5. Frequency of meeting and attendance level of the
members of other committees
11
Uraian tugas dan fungsi Sekretaris
Perusahaan
Job description and function of the Corporate
Secretary
Mencakup antara lain:
1. Nama dan riwayat jabatan singkat sekretaris
perusahaan
2. Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan
3. Program pelatihan dalam rangka mengembangkan
kompetensi sekretaris perusahaan.
Includes among others:
1. Name and curriculum vitae of the corporate secretary
2. The implementation of corporate secretary’s tasks
3. Program competency training in order to develop the
company secretary.
12
Uraian mengenai Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) tahun sebelumnya
Description of the General Meeting of
Shareholders (AGM) in previous
Mencakup antara lain:
1. Keputusan RUPS tahun sebelumnya;
2. Realisasi hasil RUPS pada tahun buku; dan
3. Alasan dalam hal terdapat keputusan RUPS yang belum
direalisasikan.
Include, among others:
1. Decision AGM previous year;
2. Realization of the AGM in the book; and
3. Reasons in the event of a decision of the General Meeting
has not been realized.
13
Uraian mengenai unit audit internal
Elaboration on Internal Audit Unit
Mencakup antara lain:
1. Nama ketua unit audit internal
2. Jumlah pegawai pada unit audit internal
3. Kualifikasi/sertifikasi sebagai profesi audit internal
4. Struktur atau kedudukan unit audit internal
5. Uraian pelaksanaan tugas
6. Pihak yang mengangkat/memberhentikan ketua unit
audit internal
Includes among others:
1. Name of the Chairman of the Internal Audit Unit
2. The number of employees in the internal audit unit
3. Qualification/certification as an internal auditor
4. Structure or position of the internal audit unit
5. Task implementation
6. The party appointing/terminating the head of the
internal audit unit.
14
Akuntan Perseroan
Financial audit.
Informasi memuat antara lain:
1. Jumlah periode akuntan telah melakukan audit laporan
keuangan tahunan perusahaan
2. Jumlah periode Kantor Akuntan Publik telah melakukan
audit laporan keuangan tahunan perusahaan
3. Besarnya fee audit dan jasa atestasi lainnya (dalam
hal akuntan memberikan jasa atestasi lainnya bersamaan
dengan audit)
4. Jasa lain yang diberikan akuntan selain jasa financial
audit
Information includes among others:
1. The total period the accountant has performed audit over
the company’s annual financial statement.
2. The total period the Public Accountant Office has
performed audit over the company’s annual financial
statement
3. The rate of the audit fee and other attestation services
(in cases that the accountant provides attestation services in
conjunction with the audit).
4. Other services provided by the accountantin addition to
the financial audit.
15
Uraian mengenai manajemen risiko
perusahaan
Elaboration on corporate risk management
Mencakup antara lain:
1. Penjelasan mengenai sistem manajemen risiko
2. Penjelasan mengenai evaluasi yang dilakukan atas
efektivitas sistem manajemen risiko
3. Penjelasan mengenai risiko-risiko yang dihadapi
perusahaan
4. Upaya untuk mengelola risiko tersebut
Includes among others:
1. Elaboration on risk management system
2. Elaboration on the evaluation conducted over the risk
management system effectiveness
3. Explanations on risks faced by the company
4. Efforts to manage the risks
Criteria
2013
486
Description
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
Hal.
Page
244-248
168-174
249-254
254
257-262
Kriteria
Penjelasan
16
Uraian mengenai sistem pengendalian intern
Elaboration on the internal management
system
Mencakup antara lain:
1. Penjelasan singkat mengenai sistem pengendalian
intern
2. Penjelasan mengenai evaluasi yang dilakukan atas
efektivitas sistem pengendalian intern
Includes among others:
1. Brief explanation on the internal management system
2. Explanation on the evaluation of the internal
management system effectiveness.
17
Uraian mengenai corporate social
responsibility yang terkait dengan
lingkungan hidup
Elaboration on the CSR related to
environment
Mencakup antara lain informasi tentang:
1. Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan
terkait program lingkungan hidup, seperti penggunaan
material dan energi yang ramah lingkungan dan dapat
didaur ulang, sistem pengolahan limbah perusahaan, dan
lain-lain
4. Sertifikasi di bidang lingkungan yang dimiliki
Information includes among others:
1.Policies
2. The activities undertaken, and
3. Financial impact/s arising from the environmentalrelated activities such as the use of material and
environmentally friendly and recycled energy, the corporate
waste management system, etc.
4. The environmental certification being held.
18
Uraian mengenai corporate social
responsibility yang terkait dengan
ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan
kerja
Elaboration on the CSR related to manpower,
occupational health and environment.
Mencakup antara lain informasi tentang:
1. Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan
terkait praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan
keselamatan kerja, seperti kesetaraan gender dan
kesempatan kerja, sarana dan keselamatan kerja, tingkat
turnover karyawan, tingkat kecelakaan kerja, pelatihan,
dan lain-lain
Information includes among others:
1.Policies
2. The activities undertaken, and
3. Financial impact/s arising from any activities related
to employment, occupation health and safety, employee
turnover, work accident, training, and so on.
19
Uraian mengenai corporate social
responsibility yang terkait dengan
pengembangan sosial dan kemasyarakatan
Elaboration on the CSR related to social and
community development.
Mencakup antara lain informasi tentang:
1. Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan
terkait pengembangan sosial dan kemasyarakatan, seperti
penggunaan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat
sekitar perusahaan, perbaikan sarana dan prasarana sosial,
bentuk donasi lainnya, dan lain-lain
Information includes among others:
1.Policies
2. The activities undertaken, and
3. Financial impact/s arising from any activities related to
social and community development such as the use of local
manpower, the empowerment of the community living in
the vicinity of the company, repair of social facilities and
infrastructure, other forms of donation, and so on.
20
Uraian mengenai corporate social
responsibility yang terkait dengan
tanggung jawab kepada konsumen
Elaboration on the CSR related to the
responsibilities to consumers.
Mencakup antara lain informasi tentang:
1. Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan
terkait tanggung jawab produk, seperti kesehatan dan
keselamatan konsumen, informasi produk, sarana, jumlah
dan penanggulangan atas pengaduan konsumen, dan lainlain
Information includes among others:
1.Policies
2. The activities undertaken, and
3. Financial impact/s arising from any activities related to
the responsibilities for products such as consumers’ health
and safety, product information, facilities, the number of and
settlement to consumers’ complaints, and so on.
Criteria
Hal.
Description
Page
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Pos Indonesia (Persero)
243-244
356-359
347-351
326-347
351-356
487
2013
Kriteria
Penjelasan
21
Perkara penting yang sedang dihadapi oleh
perusahaan, entitas anak, anggota Direksi
dan/atau anggota Dewan Komisaris yang
menjabat pada periode laporan tahunan
Important issues faced by the company, the
Board of Directors, and the members of the
Board of Commissioners during the annual
report period
Mencakup antara lain:
1. Pokok perkara/gugatan
2. Status penyelesaian perkara/gugatan
3. Pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan
Catatan: dalam hal tidak berperkara, agar diungkapkan
Includes among others:
1.Lawsuit
2. Status of lawsuit settlement
3. The influence towards corporate financial condition
Note: if there were no significant events subsequent to the
date of lawsuit, this should be stated.
22
Akses informasi dan data perusahaan
Access to information and corporate data
Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data
perusahaan kepada publik, misalnya melalui website, media
massa, mailing list, buletin, pertemuan dengan analis, dan
sebagainya
Elaboration on the availability of access to information
and corporate data for the public, such as through website,
mass media, mailing list, bulletin, etc.
20-21
23
Bahasan mengenai kode etik
Elaboration on code of conducts
Memuat uraian antara lain:
1. Keberadaan kode etik
2. Isi kode etik
3. Pengungkapan bahwa kode etik berlaku bagi seluruh level
organisasi
4. Upaya dalam penerapan dan penegakannya
5. Pernyataan mengenai budaya perusahaan (corporate
culture) yang dimiliki perusahaan
Includes among others:
1. The presence of code of conducts
2. The content of code of conducts
3. Statement that the code of conducts are applicable to all
levels of organization
4. Efforts in its application and enforcement
5. Statements about corporate culture
255-256
24
Pengungkapan mengenai whistleblowing
system
Disclosure of whistle blowing system
Memuat uraian tentang mekanisme whistleblowing system
antara lain:
1. Penyampaian laporan pelanggaran
2. Pe
Download