26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian 1

advertisement
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Rubiyanto
(2013:105) “penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang
diamati”.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Menurut Arikunto (2006) dalam Ekawarna (2013:5) Penelitian Tindakan
Kelas
(PTK)
merupakan
suatu
pencermatan
terhadap
kegiatan
pembelajaran berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan
terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Sedangkan menurut
Kunandar (2008) dalam Ekawarna (2013:5) PTK merupakan suatu
kegiatan yang dilakukan oleh guru atau bersama-sama dengan orang lain
(kolaborasi) yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu
proses pembelajaran di kelasnya.
Sifat-sifat PTK ini menurut Natawidjaja (1997) dalam Ekawarna
(2013:7) adalah sebagai berikut:
a. Pada dasarnya PTK merupakan penelitian yang dirancang dan
dilaksanakan di dalam setting (ruang kelas) tertentu. Oleh karena itu
PTK bersifat situasional dan kontekstual.
b. PTK bertujuan mencari pemecahan praktis atas permasalahan yang
bersifat lokal dan/atau mencari cara-cara untuk meningkatkan kualitas
suatu sistem dalam setting tertentu yang juga bersifat lokal.
c. PTK
terdiri
atas
siklus-siklus
yang
masing-masing
meliputi
perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing),
dan refleksi (reflecting). Keempat langkah tersebut akan berulang
26
27
dalam setiap siklus dan perpindahan dari satu siklus ke siklus
selanjutnya bersifat fungsional. Artinya, siklus satu akan menjadi
landasan bagi siklus dua; siklus dua akan menjadi dasar bagi siklus
tiga; demikian seterusnya hingga PTK berakhir.
d. PTK cenderung bersifat partisipasif. Paling tidak guru sebagai peneliti
akan melibatkan siswa (sebagai subjek) dalam proses penelitian.
Peneliti tidak akan mampu mengungkap masalah yang timbul berikut
penyebabnya secara akurat tanpa partisipasi aktif dari para siswa
tersebut.
e. Proses dalam PTK sama pentingnya dengan hasil tindakan, maka
penelitian ini cenderung bersifat kualitatif daripada kuantitatif.
Langkah-langkah perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi
yang membentuk satu siklus merupakan keseluruhan proses yang
lazimnya dideskripsikan dengan kata-kata.
f. PTK bersifat reflektif. Artinya, kemampuan reflektif peneliti terhadap
proses dan hasil tindakan merupakan bagian penting dalam setiap
siklus.
Hasil
refleksi
menjadi
landasan
yang
penting
bagi
pengembangan rencana dan pengambilan tindakan selanjutnya.
B. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Sawahan, Kecamatan
Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Adapun pertimbangan peneliti untuk
memilih lokasi penelitian tersebut adalah:
a. Tersedia data yang berhubungan dengan obyek penelitian.
b. Lokasi tersebut mudah dijangkau oleh peneliti sehingga meringankan
beban berupa tenaga, waktu, dan biaya.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan pada bulan April 2015 sampai dengan
bulan Juli 2015, yang meliputi persiapan penelitian sampai penyelesaian
laporan penelitian.
28
Tabel 3.1.
Jadwal Kegiatan Penelitian
Bulan Pelaksanaan Penelitian
No
Jadwal
.
Penelitian
1.
Persiapan
April 2015
1
2
3
Mei 2015
4
1
2
3
Juni 2015
4
Juli 2015
1 2 3 4 1 2 3 4
X X
Penelitian
2.
Pelaksanaan
X X X
Penelitian
3.
Pengumpulan
X X X
Data
4.
Penyelesaian
X X X X X X X X
Laporan
C. Subyek Penelitian
Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV
A yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 15 orang
siswa perempuan.
D. Prosedur Penelitian
1. Persiapan PTK
Kegiatan yang dilakukan peneliti dalam persiapan PTK antara lain:
a. Menetapkan materi pembelajaran
b. Koordinasi dengan guru kelas
c. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
d. Mempersiapkan media pembelajaran
e. Membuat lembar observasi
f. Mempersiapkan alat evaluasi
29
2. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Langkah-langkah PTK dapat diuraikan sebagai berikut:
Siklus I
a. Perencanaan
1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata
pelajaran IPA pokok bahasan gaya.
2) Menyiapkan media pembelajaran yang akan digunakan.
3) Menyiapkan lembar observasi siswa untuk mengamati minat
(keaktifan) dan motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran
berlangsung.
4) Menyiapkan lembar observasi pembelajaran untuk guru dalam
mengelola kelas selama kegiatan pembelajaran.
5) Menyiapkan lembar soal evaluasi siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I terdiri dari 1 kali pertemuan.
Pertemuan pada siklus I ini berisi materi mengenai gaya, yang
membahas arti gaya dan beberapa jenis gaya. Setelah pemberian
materi, kemudian memberikan tugas kepada siswa, dan dilanjutkan
dengan memberikan soal evaluasi kegiatan pembelajaran. Guru
menggunakan variasi pengaturan tempat duduk model huruf U.
c. Observasi
Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengamatan
terhadap minat (keaktifan) dan motivasi siswa, serta guru dalam
mengelola kelas selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung.
Selain itu juga dilakukan wawancara tentang proses pembelajaran.
d. Refleksi
Data yang diperoleh pada saat observasi dianalisis untuk melihat
peningkatan minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran IPA.
Kemudian dilaksanakan diskusi antara peneliti dan guru. Diskusi ini
bertujuan untuk mengetahui hasil dari pelaksanaan pembelajaran dan
30
untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah yang mungkin timbul
agar dapat dibuat rencana perbaikan pada siklus II.
Siklus II
Siklus ini dilakukan untuk memperbaiki segala sesuatu yang masih kurang
pada siklus I. Adapun tahapan siklus II sama dengan siklus I. Perbaikan
dilakukan berdasarkan hasil observasi pada siklus I.
a. Perencanaan
1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPA
dengan metode pembelajaran kelompok.
2) Menyiapkan penghargaan yang akan diberikan kepada siswa.
3) Menyiapkan bahan dan alat percobaan, serta lembar kegiatan untuk
masing-masing kelompok.
4) Menyiapkan lembar observasi siswa untuk mengamati minat
(keaktifan) dan motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran
berlangsung.
5) Menyiapkan lembar observasi pembelajaran untuk guru dalam
mengelola kelas selama kegiatan pembelajaran.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan.
Pada pertemuan siklus II berisi sedikit penyampaian materi dan
melakukan percobaan-percobaan mengenai gaya yang sudah dipeajari
pada pertemuan siklus I. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masingmasing kelompok terdiri dari 5 siswa. Setiap kelompok melakukan
percobaan dan mencatat hasil percobaannya. Guru memberikan lembar
kerja siswa untuk dikerjakan secara kelompok dan dilanjutkan dengan
penarikan kesimpulan secara bersama-sama. Guru menggunakan
variasi pengaturan tempat duduk model corak tim.
c. Observasi
Observasi pada siklus II sama seperti pada siklus I. Observasi yang
dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengamatan terhadap minat
(keaktifan) dan motivasi siswa dalam mengemukakan pendapat,
31
menjawab pertanyaan, mengambil bagian dalam diskusi, dan
melaksanakan tugas yang diberikan guru, serta guru dalam mengelola
kelas selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Bagaimana
seorang guru mengelola kelasnya untuk mempengaruhi minat dan
motivasi belajar siswa.
d. Refleksi
Kegiatan refleksi pada siklus kedua ini adalah menganalisis data yang
diperoleh pengamat ketika proses pembelajaran. Tujuan refleksi ini
adalah membicarakan kekurangan pada siklus II. Kekurangan pada
siklus II ini akan diperbaiki pada siklus selanjutnya yaitu siklus III.
Siklus III
Siklus III ini dilaksanakan untuk lebih memantapkan proses pembelajaran
pada siklus I dan II, dengan tujuan supaya minat (keaktifan) dan motivasi
(semangat) belajar siswa meningkat sehingga hasil belajar mata pelajaran
IPA dapat meningkat.
a. Perencanaan
1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2) Menyiapkan media pembelajaran.
3) Menyiapkan penghargaan yang akan diberikan kepada siswa.
4) Menyiapkan lembar observasi siswa untuk mengamati minat
(keaktifan) dan motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran
berlangsung.
5) Menyiapkan lembar observasi pembelajaran untuk guru dalam
mengelola kelas selama kegiatan pembelajaran.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus III terdiri dari 1 kali pertemuan.
Pada pertemuan siklus III berisi penyampaian materi yang belum
tersampaikan mengenai pengaruh gaya terhadap bentuk dan gerak
benda. Guru juga mengulas materi yang sudah disampaikan pada
pertemuan siklus I dan II. Kemudian guru melakukan tanya jawab
kepada siswa pada setiap individu. Guru mengajukan beberapa
32
pertanyaan mengenai gaya, siswa yang dapat menjawab pertanyaan
akan mendapat poin. Kemudian guru membagikan soal evaluasi untuk
dikerjakan secara individu. Guru menggunakan variasi pengaturan
tempat duduk model susunan chevron.
c. Observasi
Observasi pada siklus III sama seperti pada siklus I dan II. Observasi
yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengamatan terhadap minat
(keaktifan) dan motivasi siswa dalam mengemukakan pendapat,
menjawab pertanyaan dari guru, dan melaksanakan tugas yang
diberikan guru, serta kemampuan guru dalam mengembangkan strategi
pengelolaan kelasnya.
d. Refleksi
Refleksi pada siklus III digunakan untuk melihat apakah hipotesis
tindakan tercapai atau tidak. Apabila siklus III sudah dapat menjawab
semua permasalahan yang terjadi, maka siklus berhenti pada siklus III,
dan sebaliknya apabila belum menjawab permasalahan yang ada maka
dilanjutkan dengan siklus selanjutnya.
Setelah berakhirnya siklus III ini diharapkan adanya peningkatan minat
dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang gaya,
dengan menggunakan variasi pengaturan tempat duduk, sehingga
prestasi siswa dapat meningkat.
E. Sumber Data
Menurut Sugiyono (Prastowo, 2009:20) sumber data dibagi menjadi
dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber
data langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sedangkan sumber
sekunder adalah sumber tidak langsung memberikan data kepada pengumpul
data, misalnya lewat orang lain atau dokumen.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.
Informasi tersebut akan digali dari berbagai sumber data, yang meliputi:
33
1. Sumber data primer, yaitu:
a. Siswa
b. Guru kelas
2. Sumber data sekunder, yaitu:
a. Arsip/dokumen
Pengumpulan data-data tertulis, misalnya daftar nilai formatif siswa.
b. Teks wawancara
Teks wawancara ini digunakan oleh peneliti untuk menggali informasi
dari siswa tentang kegiatan pembelajaran di sekolah.
c. Lembar observasi guru dan siswa
Lembar observasi digunakan untuk mengamati guru dan siswa dalam
melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
d. Tes hasil belajar
Siswa akan diuji kemampuannya oleh guru. Tes akan dilaksanakan
setelah pelaksanaan tindakan. Tes digunakan sebagai alat pembanding
prestasi siswa ketika masih menggunakan model tempat duduk
tradisional dan setelah tempat duduk divariasi bentuk dan modelnya.
F. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri.
Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data yang
diperlukan mengenai peningkatan minat dan motivasi belajar siswa dengan
menggunakan variasi pengaturan tempat duduk. Hal ini dilakukan supaya
peneliti memahami kenyataan yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi
Observasi merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan
pengamatan melalui hasil kerja indra dibantu dengan panca indra lain
(Prastowo, 2009:27). Menurut Suharsaputra (2012:209) “observasi adalah
suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan
suatu kesimpulan atau diagnosis”. Sedangkan menurut Rubiyanto
34
(2013:90) “observasi adalah cara mengumpulkan data dengan jalan
mengamati langsung terhadap objek yang diteliti”.
Observasi yang dilakukan peneliti adalah mengamati proses atau
kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelas dan mengamati
partisipasi serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
2. Wawancara
Menurut Prabowo (Prastowo, 2009:145) menjelaskan bahwa
“wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan
sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakapcakap secara tatap muka”. Menurut Suharsaputra (2012:213) “wawancara
merupakan percakapan, namun percakapan yang bertujuan”. Sedangkan
menurut Rubiyanto (2013:89) “wawancara adalah cara pengumpulan data
dengan jalan tanya jawab secara langsung berhadapan muka, peneliti
bertanya secara lisan respondent menjawab secara lisan pula”.
Wawancara ini digunakan peneliti untuk menggali informasi dari
siswa maupun wali kelas tentang kegiatan pembelajaran yang berlangsung
di kelas. Hasil wawancara ini kemudian dicatat dan didokumentasikan
dalam bentuk teks tertulis.
3. Dokumentasi
Menurut Usman dan Akbar (1996:231) dokumentasi ialah teknik
pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen (Prastowo,
2009:192). Menurut Arikunto (2006:231) “dokumentasi yaitu mencari
data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku,
surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan
sebagainya”.
Peneliti
menggunakan
teknik
dokumentasi
untuk
memperoleh suatu data. Dokumentasi yang dapat diambil peneliti yaitu
berupa:
a. Daftar nama siswa
b. Daftar nilai siswa
c. Profil sekolah
35
4. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok
(Arikunto, 2006:150). Sedangkan menurut Gronlund dalam Cece
Rakhman dan Didi Suherdi (2001:15) “tes adalah sebuah alat bantu
prosedur sistematik bagi pengukuran sebagai sebuah sampel perilaku”.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes lisan dan tes
tertulis. Tes lisan dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab antara guru dan
siswa selama proses pembelajaran di kelas. Sedangkan tes tertulis
dilaksanakan dalam bentuk evaluasi yang dilaksanakan setelah semua
materi pembelajaran disampaikan oleh guru. Tes tertulis dapat berupa
pilihan ganda, isian, maupun uraian.
5. Catatan lapangan
Catatan lapangan adalah catatan yang diperoleh peneliti mengenai
hasil pengamatan pada saat penelitian. Catatan lapangan pada penelitian
ini digunakan untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi dalam
proses pembelajaran yang tidak terdapat pada lembar observasi. Catatan
lapangan hanya sebagai pelengkap data.
G. Instrumen Penelitian
Sebelum terjun ke lapangan, peneliti harus mempersiapkan instrumen
penelitian terlebih dahulu. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data
dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru dan siswa, dokumentasi
nilai siswa, dan pedoman wawancara.
H. Validitas Data
Untuk menjamin validitas data dan pertanggungjawaban yang dapat
dijadikan dasar yang kuat untuk menarik kesimpulan, maka dalam penelitian
ini peneliti menggunakan teknik triangulasi dengan memanfaatkan sumber.
36
Triangulasi digunakan sebagai validasi keaktifan atau aktivitas siswa dan guru
selama proses pembelajaran, yaitu dengan cara:
1. Data aktivitas siswa selama proses pembelajaran diperoleh dengan
observasi lalu dicek dengan dokumentasi yang meliputi hasil kerja siswa,
lembar observasi aktivitas siswa, dan foto proses pembelajaran. Apabila
dengan teknik pengujian tersebut dihasilkan data yang sama, maka data
tersebut dinyatakan valid.
2. Data aktivitas guru selama proses pembelajaran diperoleh dengan
observasi lalu dicek dengan dokumentasi yang meliputi lembar observasi
kinerja guru dan foto proses pembelajaran. Apabila melalui pengujian
tersebut dihasilkan data yang sama, maka data tersebut dinyatakan valid.
I. Teknik Analisis Data
Menurut Milles dan Huberman (Sugiyono, 2009:246) menyatakan
bahwa dalam penelitian kualitatif meliputi tiga langkah pokok yang saling
berhubungan dan sangat menentukan hasil akhir analisis. Tiga langkah pokok
tersebut adalah pengumpulan data sekaligus reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi reduksi data. Langkah-langkah analisis
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Reduksi data
Langkah reduksi data dilakukan dengan cara menyeleksi,
menentukan fokus data, menyederhanakan, meringkas, dan mengubah
bentuk data mentah menjadi bermakna, mentransformasikan secara
sistematik dan rasional untuk menampilkan bahan-bahan yang digunakan
sebagai dasar menyusun jawaban atas tujuan penelitian tindakan kelas ini.
2. Paparan data
Setelah direduksi, data siap dipaparkan. Paparan data dilakukan
dengan cara menampilkan data penting secara lebih sederhana dan
bermakna dalam bentuk narasi, tabel, grafik, atau bagan. Dengan
menyajikan data secara singkat dan jelas, akan memudahkan pemahaman
37
terhadap apa yang telah terjadi, sehingga memudahkan penarikan
kesimpulan atau menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.
3. Penarikan kesimpulan
Pada siklus yang pertama sampai dengan terakhir, kegiatan yang
dilakukan dalam penelitian saling terkait. Kesimpulan pertama akan
dijadikan pijakan bagi perencanaan siklus selanjutnya (apabila belum
selesai). Penarikan kesimpulan dilakukan dengan mengambil intisari dari
sajian data yang telah terorganisasi dalam bentuk kalimat singkat, padat,
dan jelas namun mengandung pengertian yang luas.
J. Indikator Pencapaian
Indikator pencapaian atau keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas
ini adalah:
1. Meningkatnya minat belajar siswa, yang meliputi adanya perasaan senang,
adanya rasa ketertarikan, adanya peningkatan perhatian, adanya pemusatan
perhatian, dan adanya aktivitas serta keterlibatan secara aktif, dengan
target pencapaian 80%.
2. Meningkatnya motivasi belajar siswa, yang meliputi adanya kemauan
untuk berbuat/belajar (semangat), ketekunan dalam mengerjakan tugas,
keaktifan dalam mengemukakan pendapat, tidak mudah putus asa apabila
menghadapi kesulitan dalam belajar, dan aktif bertanya apabila mengalami
kesusahan dalam belajar, dengan target pencapaian 80%.
3. Meningkatnya rata-rata hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang
dicapai oleh siswa, dengan target pencapaian 80%.
4. Nilai yang diperoleh siswa melebihi batas KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimal) yaitu 65, dengan target pencapaian 80%.
Download