fungsi negara

advertisement
PAKET KEBIJAKAN EKONOMI
PRESIDEN JOKOWI
POLITIK KEUANGAN NEGARA (3 SKS)
Pengampu:
Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP, MiOP
Amirudin, S.IP, M.Ec.Dev
Alamat:
Jurusan Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM
Jl. Sosio-Justisia, Bulaksumur,Yogyakarta – INDONESIA 55281
1
Telp. 0274-563362 ext: 212
Paket Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi
 Paket Kebijakan Ekonomi I
1.
2.
3.
mendorong daya saing industri nasional
mempercepat implementasi proyek strategis nasional
meningkatkan investasi di sektor properti
 Paket Kebijakan Ekonomi II
1.
2.
3.
4.
5.
6.
2
Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam
Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday Lebih Cepat
Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat Transportasi
Insentif fasilitas di Kawasan Pusat Logistik Berikat
Insentif pengurangan pajak bunga deposito
Perampingan Izin Sektor Kehutanan
Paket Kebijakan Ekonomi I (9 Sept 2015)
mendorong daya saing industri nasional
2. mempercepat implementasi proyek strategis
nasional
3. meningkatkan investasi di sektor properti
1.
3
 1. mendorong daya saing industri nasional
melalui deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum,
dan peningkatan kepastian usaha. Ada 79 aturan yang
dirombak dari 154 yang masuk sehingga ini bisa
menghilangkan duplikasi dan memangkas aturan yang
menghambat daya saing.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah peraturan
presiden, keputusan menteri untuk mempercepat
birokrasi. Penyederhanaan izin, penguatan sinergi, dan
peningkatan kualitas pelayanan masyarakat juga
menjadi fokus dalam poin pertama paket kebijakan
4
 2. mempercepat implementasi proyek strategis
nasional
dengan menghilangkan hambatan yang ada,
menyederhanakan izin, mempercepat pengadaan
barang serta memperkuat peran kepala daerah untuk
mendukung program strategis itu
5
 3. meningkatkan investasi di sektor properti.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk
pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan
rendah dan membuka peluang investasi di sektor ini
sebesar-besarnya.
6
Paket Kebijakan Ekonomi II
(29 Sept 2015)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7
Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam
Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday
Lebih Cepat
Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat
Transportasi
Insentif fasilitas di Kawasan Pusat Logistik
Berikat
Insentif pengurangan pajak bunga deposito
Perampingan Izin Sektor Kehutanan
 1. Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam
Untuk menarik penanaman modal, terobosan kebijakan
yang akan dilakukan adalah memberikan layanan cepat
dalam bentuk pemberian izin investasi dalam waktu
tiga jam di Kawasan Industri. Dengan mengantongi izin
tersebut, investor sudah bisa langsung melakukan
kegiatan investasi. Regulasi yang dibutuhkan untuk
layanan cepat investasi 3 jam ini adalah Peraturan
Kepala BKPM dan Peraturan Pemerintah mengenai
Kawasan Industri serta Peraturan Menteri Keuangan
8
 2. Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday
Lebih Cepat
Setelah dalam 25 hari syarat dan aplikasi dipenuhi,
pemerintah mengantongi keputusan bahwa
investasi tersebut dapat menerima tax allowance
atau tidak. Sedangkan untuk tax holiday, Menteri
Keuangan Bambang Brodjonegoro memutuskan
pengesahannya maksimun 45 hari setelah semua
persyaratan dipenuhi.
9
 3. Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat
Transportasi
Kebijakan tersebut termaktub regulasi yang telah
terbit, Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 2015
tentang impor dan penyerahan alat angkutan
tertentu dan penyerahan jasa kena pajak, terkait
angkutan tertentu yang tidak dipungut PPN.
Pemerintah akan memberikan insentif berupa tidak
memungut PPN untuk beberapa alat transportasi,
terutama adalah galangan kapal, kereta api,
pesawat, dan termasuk suku cadangnya
10
 4. Insentif fasilitas di Kawasan Pusat Logistik
Berikat
Dengan adanya pusat logistik, maka perusahaan
manufaktur tidak perlu impor dan tidak perlu
mengambil barang dari luar negeri karena cukup
mengambil dari gudang berikat. Rencananya hingga
menjelang akhir tahun akan ada dua pusat logistik
berikat yang siap beroperasi, yakni di Cikarang
terkait sektor manufaktur dan di Merak terkait
BBM.
11
 5. Insentif pengurangan pajak bunga deposito
Insentif ini berlaku terutama eksportir yang
berkewajiban melaporkan devisa hasil ekspor
(DHE) ke Bank Indonesia. DHE disimpan dalam
bentuk deposito 1 bulan, tarifnya akan diturunkan
10 persen, 3 bulan maka menjadi 7,5 persen, 6
bulan menjadi 2,5 persen dan di atas 6 bulan 0
persen. Jika dikonvert ke rupiah, maka tarifnya 1
bulan 7,5 persen, 3 bulan 5 persen, dan 6 bulan
langsung 0 persen.
12
 6. Perampingan Izin Sektor Kehutanan
Izin untuk keperluan investasi dan produktif sektor
kehutanan akan berlangsung lebih cepat. Saat ini
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
mengeluarkan sebanyak 14 izin. Dalam paket
kebijakan tahap dua, proses izin dirampingkan
menjadi 6 izin . Perampingan ini melibatkan revisi 9
peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan.
13
Download