No Slide Title - UIGM | Login Student

advertisement
JENIS PROYEK
SARTIKA NISUMANTI, ST., MT
1. Proyek Engineering - Konstruksi:
• Komponen kegiatan utamanya terdiri dari pengkajian kelayakan, desain
engineering, pengadaan dan konstruksi.
- Kegiatan yang hanya satu kali terjadi
- Berjangka Pendek
- Proses mengolah sumber daya proyek (5 m).
• Karakteristik proyek konstruksi:
- Bersifat unik
- Tidak ada yang sama persis
- Bersifat sementara
- Melibatkan grup pekerja yang berbeda
- Dibutuhkan Sumber Daya
- Organisasi
2
Dalam pencapaian tujuan telah ditentukan 3 batasan:
- Besarnya Biaya (Anggaran) yang dialokasikan
- Jadwal yang harus dipenuhi
- Mutu yang harus dipenuhi
Proyek Konstruksi dapat dibedakan menjadi dua jenis kelompok bangunan:
 Bangunan Gedung (Rumah, kantor, pabrik dsb)
Ciri ciri bangunan gedung adalah:
-Proyek konstruksi yang menghasilkan tempat orang bekerja atau tinggal
-Pekerjaan dilaksanakan pada lokasi yang relatif sempit
-Dibutuhkan manajemen terutama untuk progressing pekerjaan
 Bangunan Sipil (Jalan, Jembatan, bendungan, dan infrastruktur)
Ciri-ciri dari bangunan sipil adalah:
- Proyek konstruksi yang digunakan untuk mengendalikan alam agar berguna
bagi kepentingan manusia.
- Dilaksanakan pada lokasi yang luas dan panjang
- Manajemen diperlukan untuk memecahkan masalah
3
2. Proyek Engineering - Manufaktur:
 Dimaksudkan untuk menghasilkan produk baru. Jadi produk tersebut adalah
hasil usaha kegiatan proyek (proses untuk menghasilkan produk baru),
mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.
 Kegiatan utamanya meliputi desain engineering, pengembangan produk (product
development), pengadaan, manufaktur, prakitan, uji coba fungsi dan operasi
produk yang dihasilkan.
 Contohnya pembuatan kendaraan, komputer, telepon, generator listrik, mesin
pabrik, dsb.
 Bila kegiatan manufaktur dilakukan berulang-ulang, rutin dan menghasilkan
produk yang sama dengan terdahulu, maka kegiatan ini tidak lagi diklasifikasikan
sebagai kegiatan proyek.
4
3. Proyek Penelitian dan Pengembangan:
• Bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka
menghasilkan suatu produk tertentu.
• Dalam mengejar hasil akhir, proyek ini sering kali menempuh proses
yang berubah-ubah demikian pula dengan lingkup kerjanya.
4. Proyek Pelayanan Manajemen:
• Banyak perusahaan memerlukan proyek seperti ini misalnya:
- Merancang sistem informasi manajemen mengenai perangkat lunak
maupun perangkat keras.
- Merancang program efisiensi dan penghematan
• Proyek tersebut tidak membuahkan hasil dalam bentuk fisik, tetapi
laporan akhir.
5
5. Proyek Kapital:
• Berbagai badan usaha atau Pemerintah memiliki kriteria tertentu
untuk proyek kapital. Hal ini berkaitan dengan penggunaan dana
kapital (istilah akuntasi) untuk investasi.
• Proyek kapital umumnya meliputi pembebasan tanah, penyiapan
lahan, membeli material dan peralatan (mesin-mesin), manufaktur
(pabrikasi) dan konstruksi pembangunan fasilitas produksi.
Timbulnya Suatu Proyek:
• Rencana Pemerintah:
Misalnya proyek pembangunan prasarana, seperti Gedung, jalan,
jembatan, bendungan, saluran irigasi, pelabuhan, lapangan terbang
dll (untuk kepentingan umum bagi masyarakat).
6
• Permintaan pasar.
Terjadi bila suatu ketika pasar memerlukan keinginan jenis roduk
dalam jumlah besar. Permintaan ini dipenuhi dengan jalan
membangun sarana produksi baru.
• Dari dalam perusahaan yang bersangkutan
Dimulai dengan adanya desakan keperluan dan setelah dikaji dari
segala aspek menghasilkan keputusan untuk merealisasikannya
menjadi proyek.
Misalnya proyek yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja
dan memperbaharui (modernisasi) perangkat dan sistem kerja lama
agar lebih mampu bersaing.
• Dari kegiatan penelitian dan pengembangan
Dari kegiatan tersebut dihasilkan produk baru yang diperkirakan akan
banyak manfaat dan peminatnya sehingga mendorong dibangunnya
fasilitas produksi, misalnya komoditi obat-obatan dan bahan kimia
lainnya.
7
Proyek Konstruksi
 Proyek
Konstruksi adalah rangkaian kegiatan untuk
membangun konstruksi/bangunan yang bersifat unik.
-Dengan mutu tertentu
-Dengan waktu tertentu, dan
- Membutuhkan biaya atau sumber daya 5 M (money, man,
material, machine, method).
Tahapan Proyek Konstruksi
 Investasi adalah pemanfaatan sumber daya (seperti
uang/dana pada saat ini untuk mendapatkan manfaat
(termasuk keuntungan) pada masa akan datang.
8
 Proyek Konstruksi juga merupakan:
- Tahap awal suatu investasi yang membutuhkan biaya
pembangunan yang selanjutnya akan dioperasikan untuk
memperoleh benefit maupun profit.
- Pada tahap operasi dan pemeliharaan juga membutuhkan
biaya.
Tahapan Proyek Konstruksi
Kebutuhan pemilik
Dan pemakai
Study kelayakan
(Feasibility
Desain/perancangan
Pra Desain
Detail Desain
Bangunan
dipergunakan
beroperasi
Pelaksanaan
Konstruksi
Pengadaan
(Procurement)
9
 Tahapan-tahapan dalam proyek konstruksi
Kegiatan konstruksi adalah kegiatan yang harus melalui suatu proses
yang panjang yang didalamnya dijumpai banyak masalah yang harus
diselesaikan.
Adapun tahapan-tahapan proyek konstruksi:
-Adanya kebutuhan (need)
-Studi kelayakan
-Membuat penjelasan yang lebih rinci
-Membuat rancangan awal
-Membuat rancangan yang lebih rinci
-Melakukan pengadaan
-Pelaksanaan
-Pemeliharaan dan persiapan penggunaan
Adanya kebutuhan (need) semua proyek konstruksi biaya
dimulai dari gagasan berdasarkan kebutuhan.
10
 Tahap Studi Kelayakan:
Adalah suatu kajian yang dilakukan untuk mengetahui
apakah suatu proyek konstruksi yang diusulkan layak/tidak
untuk dilaksanakan.
Aspek yang dikaji dalam studi kelayakan terdiri dari baik
dari aspek pasar, aspek teknis dan lingkungan, aspek
ekonomi-finansial.
KEGIATAN DALAM TAHAP STUDI KELAYAKAN
 Menyusun rancangan proyek dan estimasi biaya secara kasar.
 Meramalkan manfaat yang akan diperoleh jika proyek tersebut dilaksanakan, baik
manfaat langsung (manfaat ekonomis) maupun manfaat tidak langsung (sosial).
 Menyusun analisis kelayakan proyek, baik secara ekonomis maupun finansial.
 Menganalisis dampak lingkungan yang mungkin terjadi apabila proyek tersebut
dilaksanakan.
11
 Tahap Desain/Perancangan:
Tujuan dari tahap desain/perancangan adalah:
- Untuk melengkapi penjelasan proyek dan menentukan tata letak,
rancangan, metoda konstruksi, dan taksiran biaya agar persetujuan
dari pemilik proyek dan pihak berwenang yang terlibat.
- Untuk mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan,
termasuk gambar rencana dan spesifikasi serta untuk melengkapi
semua dokumen tender.
Terdiri atas 3 tahapan desain, yaitu:
 Tahap pra-desain .
 Tahap pengembangan desain
 Tahap detail desain.
12
 Tahap Pengadaan /Pelelangan:
Tujuan dari tahap pengadaan atau pelelangan adalah :
- Untuk menunjuk kontraktor sebagai pelaksana atau sejumlah sebagai
sub-kontraktor yang melaksanakan konstruksi dilapangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah:
1. Prakualifikasi
Tujuannya: mengetahui pengalaman dan kompetensi kontraktor
yang ikut serta dalam pelelangan.
Prosedur ini meliputi pemeriksaan sumber daya keuangan,
manajerial dan fisik kontraktor yang potensial, dan pengalamannya
pada proyek serupa serta menilai integritas perusahaan.
2. Dokumen Kontrak
Merupakan dokumen legal yang menguraikan tugas dan tanggung
jawab pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
13
 Tahap Pelaksanaan Konstruksi:
Tujuan dari tahap pelaksanaan (construction) adalah :
- Mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek dan
yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan biaya
dan waktu yang telah disepakati, serta dengan kualitas yang telah di
syaratkan.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah:
Merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan
operasional dilapangan.
semua
14
Kriteria Keberhasilan
Proyek
Proyek dinyatakan berhasil jika:
 Selesai dalam waktu yang dialokasikan
 Biaya yang dikeluarkan tidak melebihi anggaran
 Kinerja proyek sesuai dengan yang diharapkan
 Dapat diterima oleh konsumen/pengguna
 Kita dapat menggunakan konsumen sebagai referensi
 Perubahan ruang lingkup proyek yang minimum
(perubahan masih dapat diterima oleh konsumen)
 Tidak mengganggu alur kerja utama perusahaan
 Tidak mengakibatkan perubahan budaya perusahaan
Download