Title Goes Here - Binus Repository

advertisement
Matakuliah : O0032 – Pengantar Ilmu Politik
Tahun
: 2008
Pertemuan 6
PARTAI POLITIK
Materi:
• Pengertian Partai Politik
• Fungsi-Fungsi Partai Politik
• Klasifikasi Partai Politik
BINUS UNIVERSITY
2
Tujuan:
Mahasiswa dapat menghubungkan peran partai politik
dengan perwujudan demokrasi di Indonesia
BINUS UNIVERSITY
3
I. Pendahuluan
Wacana mengenai pemerintahan yang berasal dari rakyat, atau
pemerintahan harus dilegitimasi oleh rakyat telah melahirkan politik
kepartaian. Partai dalam konteks ini merupakan instrumen pada mana
rakyat dapat berpartisipasi dalam suatu pemerintahan.
Oleh karena itu, maka semua negara demokratis sistem politiknya pasti
menganut paham kepartaian. Gejala ini merupakan khas pada semua
negara modern, di mana sistem monarki atau kerajaan tidak lagi
merefleksikan suatu bentuk kekuasaan yang bersifat fisik, melainkan
moral dan kultural saja. Artinya walauapun masih terdapat negara yang
menganut kerajaan, sistem politik pemerintahaanya, menganut sistem
kepartaian.
BINUS UNIVERSITY
4
II. Pengertian Partai Politik
• Prof. M. Budiardjo
Partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya
mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah
untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara
konstitusional dan untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
• Carl J. Friedrich
Partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan
tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi
pimpinan partainya dan memberikan manfaat kepada anggotanya.
• R.H.Soltau
Partai politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisir,
yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan yang–dengan memanfaatkan
kekuasaannya untuk memilih- bertujuan menguasai pemerintahan dan
melaksanakan kebijakan umum mereka.
BINUS UNIVERSITY
5
• Sigmund Neumann
Partai Politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis politik yang
berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintahan serta merebut
dukungan rakyat atas dasar persaingan dengan suatu golongan atau
golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan berbeda.
Definisi-definisi di atas menunjukan bahwa setiap sarjana yang
memiliki spesialisasi dalam mengamati fenomena partai politik
memiliki pengertian yang secara spesifik berbeda dengan sarjana
ilmu politik yang lainnya dalam spesialisasi yang sama. Namun
walaupun dalam banyak hal pengertian mereka mengenai partai
politik berbeda satu dengan yang lainnya, mereka secara tidak
langsung menyepakati bahwa tujuan dari aktivitas partai politik
adalah merebut dan mempertahankan kekuasaan serta melaksanakan
kebijakan-kebijakan publik.
BINUS UNIVERSITY
6
III. Fungsi Partai Politik
Prof. M.Budiardjo
 Sarana Komunikasi
Politik
 Sosialisasi Politik
 Recruitment Politik
 Pengatur Konflik
BINUS UNIVERSITY
Ramalan Surbekti
 Sosialisasi Politik
 Rekruitmen Politik
 Partisipasi Politik
 Pemandu Kepentingan
 Komunikasi Politik
 Pengendalian Konflik
 Kontrol Politik
7
IV. Tipologi Partai Politik
4.1. Asas dan Orientasi
Berdasarkan asas dan orientasi Partai Politik
diklasifikasikan menjadi tiga tipe. 1) Parpol pragmatis, 2)
Parpol doktriner, dan 3) Parpol kepentingan.
4.2. Basis sosial dan tujuan
Berdasarkan basis sosial dan tujuan ada empat tipe partai
politik
1) Parpol yang beranggotakan lapisan-lapisan sosial dalam
masyarakat seperti kelas atas, menengah, dan bawah,
BINUS UNIVERSITY
8
2) Parpol yang anggotanya berasal dari kalangan kelompok
kepentingan tertentu, seperti petani, buruh, dan
pengusaha;
3) Parpol yang anggotanya berasal dari pemeluk angama
tertentu seperti islam, katolik, protestan, hindu, budha,
dan lain sebagainya; dan
4) Partai politik yang anggotanya berasal dari kelompok
budaya tertentu, seperti suku bangsa, bahasa, dan daerah
tertentu.
BINUS UNIVERSITY
9
4.3.Komposisi dan Fungsi Anggota
Menurut komposisi dan fungsi anggota parpol
dapat digolongkan menjadi dua yakni; partai massa
atau lindungan dan kader.
V. Klasifikasi Partai Politik
5.1. Sistem partai tunggal
5.2. Sistem dwi partai
5.3. Sistem multi partai
BINUS UNIVERSITY
10
Download