BAB GLOSARIUM

advertisement
KIMIA XI SMA
GLOSARIUM
A
Adsorbsi
: penyerapan pada permukaan
Aerosol
: sistem koloid yang medium pendispersinya gas (8, B)
Asam Arrhenius
: senyawa yang menghasilkan ion H+ bila dlarutkan
dalam air (5, A)
Asam Bronsted Lowry : donor proton (5, A)
Asam diprotik
: asam yang mempunyai 2 ion H+ (5, A)
Asam konjungsi
: asam yang terbentuk kerena penambahan H+ ke
basa (5, A)
Asam kuat
: asam yang terionisasi sempurna menghasilkan ion
H+ dalam air (5, C)
Asam lemah
: asam yang tidak terionisasi sempurna dalam air (5, C)
Asam Lewis
: akseptor pasangan elektron (5, A)
Asam monoprotik
: asam yang mempunyai 1 ion H+ (5, A)
Asam tripotik
: asam yang mempunyai 3 ion H+ (5, A)
Asas le Chatelier
: jika terhadap suatu sistem kesetimbangan
dilakukan suatu aksi maka sistem kesetimbangan
tersebut akan melakukan reaksi yang akan mengurangi aksi tersebut
Aturan Aufbau
: pengisian elektron berdasarkan tingkat energi. (1, D.1)
Aturan Hund
: pengisian orbital-orbital yang berenergi sama, elektron-elektron akan menempati orbital sendirisendiri dengan spin paralel baru berpasangan. (1,
D.3)
Autokatalis
: katalis yang berasal dari hasil reaksinya sendiri (3, E)
B
Basa Arrhenius
: senyawa yang menghasilkan
dilarutkan dalam air (5, A)
ion
Basa Bronsted Lowry
: akseptor proton (5, A)
Basa dihidroksi
: basa yang mempunyai 2 ion OH- (5, A)
OH-
bila
225
225
226
KIMIA XI SMA
Basa konjungsi
: basa yang terbentuk karena melepaskan H+ dari
asam (5, A)
Basa kuat
: basa yang terionisasi sempurna menghasilkan ion
OH- dalam air (5, C)
Basa lemah
: basa yang tidak terionisasi sempurna dalam air (5, A)
Basa Lewis
: donor pasangan elektron (5, A)
Basa monohidroksi
: basa yang mempunyai 1 ion H+ (5, A)
Basa trihidroksi
: basa yang mempunyai 3 ion OH- (5, A)
Bilangan kuantum
: bilangan yang menunjukkan/menjelaskan distribusi elektron dalam atom. (1. B)
Blok d
: unsur-unsur logam transisi, pengisian elektron terakhir di subkuit d. (1, F)
Blok f
: unsur-unsur lantanida dan aktinida, pengisian elektron terakhir di subkulit f. (1, F)
Blok p
: golongan IIIA - VIIIA, pengisian elektron terakhir
pada subkulit p. (1, F)
Blok s
: golongan IA dan IIA, pengisian elektron terakhir di
subkulit s. (1, F)
Buffer asam
: larutan yang berisi campuran antara asam lemah
dengan basa konjugasinya (6, A)
Buffer basa
: larutan yang berisi campuran antara basa lemah
dengan asam konjugasinya (6, A)
Busa
: sistem koloid yang fase terdispersinya gas dalam
cair
D
Derajat dissosiasi (a)
: perbandiangan jumlah mol zat yang terurai dengan
jumlah mol zat mula-mula (4, C)
Dialisis
: pemurnian partikel koloid
Dispersi
: pembuatan koloid dari ukuran suspensi menjadi
seukuran partikel koloid
Dissosiasi
: penguraian suatu senyawa menjadi zat lain yang
lebih sederhana (4, C)
KIMIA XI SMA
Domain elektron bebas : domain yang mengandung pasangan elektron bebas.
(1, E)
Domain elektron ikatan : domain yang mengandung pasangan elektron ikatan.
(1, G)
E
Efek Brown
: gerak zig-zag partikel koloid
Elektroforesis
: peristiwa pergerakan partikel koloid ke salah satu
elektroda
Elektron valensi
: elektron kulit terluar pada atom, yaitu elektron yang
terlibat pada ikatan kimia. (1 F.4)
Emulgator
: zat yang dapat menstabilkan emulsi
Emulsi
: sistem koloid yang fase terdispersinya cair dalam
cair
Energi aktivasi
: Energi minimum yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi (3, D)
Energi ikatan
: energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan
kimia satu mol senyawa yang berwujud gas menjadi atom-atom gas pada keadaan standar. (2, E)
Energi kinetik
: energi pada suatu
kerja/bergerak. (2)
Energi potensial
: energi yang tersimpan dalam suatu materi. (2)
Energi total
: hasil penjumlahan antara energi kinetik dan energi
potensial. (2)
Energi
: suatu kemampuan untuk melakukan kerja. (2, A)
Entalpi (H)
: total semua bentuk energi dalam suatu zat/ materi. (2, B)
materi
bila
melakukan
F G
Fase terdispersi
: zat yang dilarutkan (8, A)
Gaya antarmolekul
: gaya tarik-menarik di antar molekul-molekul. (1, I)
Gaya dipol-dipol
: gaya yang bekerja di antara sejumlah molekul polar.
(1, I, 1)
Gaya London
: gaya tarik-menarik yang ditimbulkan oleh dipol
sementara dalam molekul. (1, I.2)
227
228
KIMIA XI SMA
Gaya Van der Waals: nama lain untuk gaya antarmolekul. (1, I)
Gel
: sistem koloid berupa jaringan setengah kaku
H
Hibridisasi
: proses pembastaran orbital dalam suatu atom
(biasanya atom pusat) menghasilkan satu set orbital
baru yang energinya setingkat, sebelum membentuk ikatan kovalen. (1, G.b)
Hidrolisis garam
: peristiwa penguraian garam oleh air menjadi asam
atau basa pembentukannya (6, B)
Hidrolisis sebagian (parsial): hidrolisis yang menghasilkan asam atau basa
pembentuk garam
Hidrolisis total
: hidrolisis yang menghasilkan asam dan sekaligus
basa pembentuk garam (6, B)
Hukum Hess
: kalor yang dilepas atau diserap oleh suatu reaksi
tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi tergantung dari kondisi awal zat-zat yang bereaksi dan
kondisi akhir zat-zat hasil reaksi. (2, E)
Hukum kesetimbangan : hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya
akan menghasilkan suatu bilangan tetap (4, C)
Hukum termodinamika I : sama dengan hukum kekekalan energi. (2,A)
I
Ikatan hidrogen
: ikatan yang terbentuk antara atom H dari suatu
molekul dengan pasangan elektron bebas yang dimiliki atom kecil yang sangat elektronegatif
Ikatan kovalen polar
: ikatan kovalen di mana salah satu atom lebih elektronegatif dari yang lain. (1, H)
Indikator asam-basa
: suatu zat yang berubah warna pada daerah pH tertentu (5, B)
Inhibitor
: zat yang memperlambat reaksi (3, E)
KIMIA XI SMA
K
Ka
: tetapan kesetimbangan asam dalam air (5, C)
Kalorimeter
: alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor.
(2, E)
Kalorimetri
: pengukuran jumlah kalor yang dilepaskan atau
yang diterima pada suatu reaksi kimia. (2, E)
Katalis heterogen
: katalis yang wujudnya berbeda dengan wujud
pereaksinya (3, E)
Katalis homogen
: katalis yang wujudnya sama dengan pereaksinya (3, E)
Katalis
: zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat tersebut tidak mengalami perubahan kimia secara
tetap/permanen (3, E)
Kb
: tetapan pengukuran basa dalam air (5, C)
KC
: tetapan kesetimbangan konsentrasi (4, C)
Kelarutan (s)
: jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam
sejumlah pelarut (7, A)
Kesetimbangan dinamis : reaksi yang berlangsung terus-menerus dalam dua
arah berlawanan dengan laju reaksi ke kiri sama
dengan laju ke kanan (4, A)
Kesetimbangan homogen : suatu kesetimbangan yang wujud zat-zatnya sama
Kesetimbangan kimia
: suatu keadaan di mana komponen-komponen
dalam reaksi tetap (4, A)
Ketimbangan heterogen : suatu kesetimbangan yang wujud zat-zatnya berbeda (4, A)
Kh
: tetapan hidrolisis
Koagulasi
: peristiwa penggumpalan atau pengendapan koloid
Koloid liofil
: koloid yang suka medium pendispersinya (8, C)
Koloid liofob
: koloid yang tidak suka medium pendispersinya
Koloid pelindung
: koloid yang melindungi koloid lain supaya tidak
terjadi koagulasi
Kompleks teraktivasi
: keadaan transisi sebelum terjadinya reaksi (3, D)
Kondensasi
: pembuatan koloid dari ukuran larutan sejati menjadi seukuran partikel koloid
Konfigurasi elektron
: distribusi elektron dalam orbital atom. (1.D)
Kp
: tetapan kesetimbangan tekanan parsial (4, C)
229
230
KIMIA XI SMA
Ksp
: tetapan hasil kali konsentrasi ion-ion dari senyawa
elektrolit yang sukar larut dalam larutan jenuhnya
yang masing-masing dipangkatkan koefisiennya
menurut persamaan reaksi ionisasinya (7, B)
Kuantum
: kuantitas terkecil dari energi yang dapat dipancarkan atau diserap dalam bentuk radiasi elektromagnetik. (1.B)
Kulit valensi
: kulit atom terluar yang ditempati elektron. (1, F.4)
Kw
: tetapan kesetimbanan air, (H+) (OH-) = 10-14 (5, C)
L
Laju reaksi
: pengurangan konsentrasi pereaksi atau penambahan konsentrasi hasil reaksi per satuan waktu (3, B)
Larangan Pauli
: tidak mungkin dalam sebuah atom ada 2 elektron
yang mempunyai keempat bilangan kuantum sama.
(1, D.2)
Larutan belum jenuh : larutan yang masih dapat melarutkan lagi zat terlarut
(7, A)
Larutan jenuh
: larutan di mana zat terlarut sudah mencapai maksimum tetapi belum ada endapan (7, A)
Larutan lewat jenuh
: zat yang terlarut sudah mencapai maksimum dan
sudah terdapat endapan (7, A)
Larutan penyangga
: larutan yang dapat mempertahankan pH-nya jika
ditambah sedikit asam, basa, atau air (6, A)
Larutan sejati
: sistem dispersi yang berisi zat berukuran kurang
dari 10 Å (8, A)
Larutan standar
: larutan yang telah ditetapkan konsentrasinya
Lingkungan
: segala sesuatu di luar sistem. (2, C)
M
Medium pendispersi
: pelarut (8, A)
Model atom mekanika kuantum: model atom di mana kedudukan elektron
tidak dapat ditentukan dengan pasti, yang dapat
ditentukan hanya kebolehjadian menemukan elektro sebagai fungsi jarak dari inti atom seperti halnya
sifat gelombang. (1, A)
KIMIA XI SMA
Molaritas (M)
: jumlah mol zat terlarut per liter larutan (3, A)
Molekul nonpolar
: molekul yang tidak memiliki momen dipol. (1, H)
Molekul polar
: molekul yang memiliki momen dipol. (1, H)
Momen dipol
: hasil kali muatan dan jarak antara muatan dalam
suatu molekul.
O
Orbital hibrida sp
: orbital hibrida yang terbentuk dari kombinasi 1
orbital s dan 1 orbital p. (1, G)
Orbital hibrida sp2
: orbital hibrida yang terbentuk dari kombinasi 1
orbital s dan 2 orbital p. (1, G)
Orbital hibrida sp3
: orbital hibrida yang terbentuk dari kombinasi 1
orbital s dan 3 orbital p. (1, G)
Orbital hibrida sp3d
: orbital hibrida yang terbentuk dari kombinasi 1s, 3p
dan 1 orbital d. (1, G)
Orbital hibrida sp3d2: orbital hibrida yang terbentuk dari kombinasi 1s, 3p
dan 2 orbital p. (1, G)
Orbital hibrida
: orbital atom yang diperoleh bila dua buah orbital
atau lebih tak setara dari atom yang sama
bergabung sebelum membentuk ikatan kovalen. (1,
G.b)
Orbital
: daerah kebolehjadian menemukan elektron (1, A)
Orde reaksi
: harga pangkat konsentrasi pada persamaan laju
reaksi (3, C)
P
Pasangan asam basa konjungsi : pasangan rumus kimia yang berbeda hanya
satu proton (H+) antara keduanya (5, A)
Persamaan laju reaksi : persamaan yang menyatakan laju reaksi tergantung
pada konsentrasi pereaksi (3, C)
Perubahan energi pembentukan standar : perubahan kalor pada reaksi pembentukan satu mol yang senyawa dari unsurunsurnya diukur pada keadaan standar. (2, D)
Perubahan energi penguraian standar : perubahan kalor pada reaksi penguraian satu mol senyawa menjadi unsur-unsurnya
diukur pada keadaan standar. (2, D)
231
232
KIMIA XI SMA
Perubahan entalpi pembakaran standar : kalor yang dilepaskan pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat (unsur atau
senyawa) pada keadaan standar. (2, D)
Perubahan entalpi standar (DHo): perubahan energi reaksi yang diukur pada
suhu 298oK dan tekanan 1 atm. (2, D)
pH
: pangkat negatif dari konsentrasi H+ (5, C)
pOH
: pangkat negatif dari konsentrasi OH- (5, C)
Proses Haber Bosch
: proses industri pembuatan amoniak
Proses kontak
: proses komersial/industi pembuatan asam sulfat
dari belerang
Q R
QC
: hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan (7, F)
Reaksi eksoterm
: reaksi yang disertai perpindahan kalor dari sistem
ke lingkungan. (2, C)
Reaksi endoterm
: reaksi yang berlangsung bila ada perpindahan kalor
dari lingkungan ke sistem. (2, C)
Reaksi irreversible
: reaksi yang berlangsung satu arah (4, A)
Reaksi reversible
: reaksi yang berlangsung dua arah (4,A)
STU
Sistem koloid
: sistem yang terdiri atas fase terdispersi dan medium
pendispersi (8, A)
Sistem
: segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian. (2, C)
Sol
: sistem koloid yang fase terdispersinya padat dalam
cair
Subkulit
: sekelompok orbital dengan tingkat energi sama. (1, B.2)
Suspensi
: sistem dispersi yang berisi zat berukuran lebih dari
103 Å (8, A)
Termokimia
: bagian dari ilmu kimia, mempelajari perubahan
energi yang menyertai reaksi kimia. (2, A)
Titrasi
: cara kerja pengukuran konsentrasi larutan (5, D)
Unsur transisi dalam
: unsur-unsur yang terletak di bawah tabel periodik
terdiri dari aktinida dan lantanida (1, G)
Download