bentuk dan makna - STIE Mahardhika

advertisement
BENTUK DAN MAKNA
FONEM
bunyi terkecil yang dapat membedakan arti,
sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang
fonem.
Apakah fonem sama dengan huruf ?
FONEM
bunyi dari huruf, dan huruf adalah lambang
dari bunyi. Jadi fonem = bunyi (untuk didengar).
Ukuran untuk menentukan satu bunyi merupakan fonem atau
bukan adalah dapat atau tidak bunyi itu membedakan
makna.
Contoh peranan fonem /ε/ dan /∑/ sebagai pembeda
makna :
Seret (sεrεt) = ‘tersendat-sendat;tidak lancar’
Seret (s ∑r ∑t) = ‘ menarik suatu benda menyusur tanah
MORFEM
satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan
makna dan atau mempunyai makna .
Wujud morfem dapat berupa imbuhan , klitika, partikal dan kata dasar
(misal –an, -lah, -kah,bawa).
1.
2.
Menurut bentuk dan maknanya, morfem dapat dibedakan atas dua
macam :
Morfem bebas,yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri dari segi makna
tanpa harus dihubungkan dengan morfem lain.
Semua kata dasar tergolong sebagai morfem bebas.
Morfem terikat, yaitu morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dari segi
makna.
Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem itu dihubungkan dengan
morfem yang lain.
Semua imbuhan (awalan, sisipan,akhiran serta kombinasi awalan dan
akhiran) tergolong sebagai morfem terikat.Selain itu unsur-unsur kecil
seperti partikel –ku, lah, dan –kah, dan bentuk lain yang tidak dapat
berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.
Kata
makna
bentuk terkecil (dari kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai
Dari segi bentuknya kata dapat dibedakan atas dua macam ,yaitu :
1.
kata yang bermorfem tunggal .Disebut juga kata dasar atau kata yang tidak
berimbuhan.
2.
Kata yang bermorfem banyak .
Secara tradisional pembagian kelas / jenis kata di dalam bahasa yang besar di
dunia, termasuk bahasa Indonesia, umumnya terdiri atas :
1.
Kata benda (nomina)
2.
Kata kerja (verba)
3.
Kata sifat (adjectiva)
4.
Kata ganti (pronomina)
5.
Kata keterangan (adverbia)
6.
7.
8.
9.
10.
Kata bilangan (numeralia)
Kata sambung (konjungsi)
Kata sandang (artikel)
Kata seru (interjeksi)
Kata depan (preposisi)
Pembagian kelas kata bahasa Indonesia (oleh Tim Depdikbud RI [yang
terdapat di dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia,edisi
perdana,1988])




Verba (Kata Kerja)
Adjective ( Kata Sifat)
Adverbia (Kata Keterangan)
Rumpun Kata Benda, yang beranggotakan :
 Nomina (Kata Benda / Kata Nama)
 Pronomina (Kata Ganti)
 Numeralia (Kata Bilangan)
 Rumpun Kata Tugas ,yang beranggotakan :





Preposisi (Kata Depan)
Kunjungtor (Kata Sambung)
Interjeksi (Kata Seru)
Artiklel (Kata Sandang)
Partikel
 Ciri dari Kata Kerja
 Dapat diberi aspek waktuseperti akan, sedang, dan telah.
 Dapat diingkari dengan kata tidak.
 Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB (Kata Benda)/ KS (Kata
Sifat).
Afiks Pembentuk Kata Kerja
Prefiks
berdimeperter-
bertemu
dibawa
melatih
perindah
tertawa
sufiks
-i
-kan
namai
matikan
konfiks
ber- + -an
ber- + -kan
di- + -i
di- + -kan
ke- + - an
memper- + -i
memper-+-kan
me- + -kan
per- + -i
per- + -kan
bepergian
beralaskan
diselimuti
dibuatkan
kejatuhan
Perbaiki

1.


Berdasarkan bentuknya, kata sifat dibedakan atas dua macam :
Kata sifat berbentuk tunggal, dengan ciri
Dapat diberi keterangan pembanding seperti lebih, kurang dan paling.
Dapat diberi keterangan penguat seperti sangat, amat, benar,sekali,dan
terlalu.

Dapat diingkari dengan kata ingkar tidak.
2.
Kata sifat berimbuhan

Sebagian besar kata sifat berimbuhan dibentuk dengan bantuan sufiks yang
diserap dari bahasa Inggris dan bahasa Arab yang menjadi produktif dalam
bahasa Indonesia, yaitu sufiks –al, -I, -iah , -if, -ik, is, -er dan –wi. Selain
akhiran tersebut, ada dua afiks yang membentuk kata sifat, yaitu konfiks
ke- + -an , dan se- + -nya
Contoh :
Formal, abadi, lahiriah, aktif, magnetik, praktis, komplementer,manusiawi
Keinggris-ingrisan, sepandai-pandainya
 Kata Keterangan (adverbia)
kata yang memberikan keterangan pada
verba, adjektiva, nomina predikat, atau kalimat (Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia 1988:223).
Contoh :
 Kamera digital itu sangat canggih
 Rumpun Kata Benda (nomina) Kata yang mengacu kepada sesuatu
benda (konkret maupun abstrak). Kata benda akan berfungsi sebagai
subjek, objek, pelengkap,dan keterangan dalam kalimat.
Contoh :
 Saya pergi besok
 Kata Ganti (promina)
Kata yang dipakai untuk mengacu kepada
nomina lain .
 Kata bilangan (numeralia) : Kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya
orang, binatang, atau barang.

1.
2.
3.
4.



5.



Rumpun Kata Tugas (Partikel)
Kata Depan (preposisi)
kata tugas yang selalu berada di depan
kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata
depan (frasa preposional).
Kata Sambung (Konjungsi)
kata tugas yang berfungsi
menghubungkan dua kata atau dua kalimat.
Kata Seru (Interjeksi)
kata tugas yang dipakai untuk
mengungkapkan seruan hati seperti kagum, sedih, heran, dan jijik. Kata
seru dipakai di dalam kalimat seruan atau kalimat perintah (imperatif).
Kata sandang ((artikel)
kata tugas yang membatasi makna jumlah
orang atau benda.
Artikel yang menyatakan makna tunggal, “sang” .
Artikel yang menyatakan makna jamak , “para” .
Arikel yang bermakna netral, “si ” .
Partikel
unsur-unsur kecil dari suatu benda.
-kah, dan –tah (partikel yang berperan membentuk kalimat tanya
[interogatif] ).
-lah (partikel yang dipakai dalam kalimat perintah [imperatif] ).
-pun (partikel yang dipakai dalam kalimat pernyataan).
Download