HHI Chapter I - WordPress.com

advertisement
CONSTRAINTS ON
THE WAGING OF WAR
CHAPTER 1: INTRODUCTION
USMAR SALAM
Armed Conflict in Congo
Armed Conflict in Rwanda
Armed Conflict in Colombia
Armed Conflict in Yugoslavia
“Is the behaviour of the parties to such armed
conflicts subject to any restrictions?”
INTRODUCTION
• Berbagai konflik bersenjata di dunia menunjukkan pada kita bagaimana
kekejaman perang menimbulkan banyak kematian, kehancuran, dan
kesengsaraan. Dapat dikatakan bahwa konflik bersenjata dan perang membawa
dampak negatif bagi masyarakat.
• Kemudian, apakah ada suatu pembatasan yang harus ditaati oleh negara yang
sedang berkonflik?
• Aturan-aturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pihak-pihak yang
berperang sebenarnya ada dan telah diberlakukan. Contohnya Piagam PBB,
hukum HAM, the law of neutrality, environmental law, dan terutama hukum
perang/hukum humaniter internasional. Namun, berbagai pembatasan itu belum
cukup jelas dan tegas.
• Mempromosikan dan menyebarluaskan mengenai hukum humaniter menjadi
sangat penting, karena; 1)efektif tidaknya realisasi hukum humaniter sangat
bergantung pada berapa banyak pihak yang mengetahui tentang hukum
tersebut; dan 2) upaya institusi-institusi internasional dalam menangani konflik
memunculkan berbagai perkembangan baru dalam hukum humaniter
internasional
INTRODUCTION
• hukum humaniter internasional sendiri dapat di aplikasikan dalam
konflik bersenjata atau hukum lokal yang berlaku
• Sejak perjanjian berlaku dan di sepakati oleh pihak yg menyetujui
memang terkadang tidak dapat memback up situasi kondisi berbeda,
masalah sering muncul ketika beberapa negara telah meratifikasi
perjanjian baru sedangkan perjanjian lama seolah gugur tanpa
memandang pihak-pihak lama.
• tentunya hukum humaniter dalam hal ini berusaha membuat perjanjiam
secara general agar kemudian dapat di terapkan sesuai dengan keadaan
di masing-masing negara
OBJECT &
PURPOSE
• Hukum Humaniter Internasional bertujuan untuk
mengurangi penderitaan manusia atas terjadinya
perang, atau dapat dikatakan untuk ‘memanusiakan’
perang.
• Hal ini bukan berarti hukum humaniter
membenarkan tindakan perang, namun bagaimana
hukum humaniter dapat digunakan untuk menahan
pihak-pihak yang terlibat dalam konflik supaya tidak
menggunakan tindak kekerasan yang berlebihan
serta tanpa alasan dan melindungi mereka yang
terkena dampak perang.
OBJECT &
PURPOSE
• Hukum humaniter tidak dimaksudkan untuk mengubah
aktivitas perang menjadi aktivitas yang wajar dilakukan
manusia.
• Ketika hukum kemanusiaan cenderung berusaha untuk
menghindari terjadinya perang, maka hukum humaniter
bersifat responsif bukan preventif, dimana hukum akan
mulai berlaku ketika perang terjadi.
• Melalui hukum humaniter, maka perang dapat dibuat lebih
diterima, namun sekali lagi ditekankan bahwa hukum
humaniter tidak berusaha membenarkan tindakan perang
maupun mengabadikan perang.
OBJECT &
PURPOSE
• Perang yang mengikuti aturanaturan dalam Hukum Humaniter
Internasional akan berlangsung lebih
lama dibanding dengan perang yang
tidak mengikuti aturan HHI.
• Ada argumen bahwa perpanjangan
perang akan menimbulkan korban
yang lebih banyak.
OBJECT &
PURPOSE
• HHI memberlakukan serangkaian atura
atau/batasan untuk perang yang sedang
berlangsung . Aturan-aturan tersebut berfungsi
untuk melindungi warga sipil agar tidak diserang
oleh militer, pelarangan penggunaan senjata
biologis dan nuklir,serta menjamin tahanan
perang agar diperlakukan secara manusiawi.
• Mana yang lebih baik, perang yang berlangsung
lama atau perang yang singkat tapi barbar?
OBJECT &
PURPOSE
• Grotius dalam Thirty-Years War (1618-1648) berusaha membandingkan
antara unrestricted war dengan cara berperang yang lebih
“manusiawi”, yang menghormati rule of right. Pemikiran Grotious
mengenai “Temperamenta belli” (moderation of war) yang
mengharuskan dipatuhinya nilai-nilai moral tertentu selama perang ini
berkaitan erat dengan beberapa aturan dalam hukum humaniter yang
ada saat ini
• Dewasa ini, ideologi dan majunya perkembangan teknologi seringkali
menjadi faktor yang mendorong terjadinya total war yang tidak
berperikemanusiaan.
• Kondisi ini menyebabkan penduduk sipil semakin sering menjadi
korban dalam konflik senjata di era ini.
• Salah satu cara untuk melindungi penduduk sipil dari dampak-dampak
negatif perang adalah dengan mengedepankan pentingnya penerapan
hukum humaniter.
OBJECT &
PURPOSE
• Hukum humaniter dapat digunakan sebagai salah satu instrumen
untuk menyelamatkan dunia dari kekejaman total war.
• Hukum humaniter yang berupaya memberikan legal restraints ketika
terjadinya perang dimaksudkan untuk mencegah agar perang yang
terjadi tidak berkembang semakin brutal.
• Tanpa adanya legal restraints, kekejaman selama perang akan
berkembang tanpa kontrol dan berpotensi menimbulkan kerugian
tidak hanya bagi korban, namun juga bagi pihak yang melakukan
kekejaman.
• Selain itu, perang yang brutal tanpa kendali akan menyebabkan upaya
mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik semakin sulit, bahkan bisa
jadi tidak mungkin.
PILIH YANG MANA GUYS ?
All Out War
Controlled War
Cap Cus-Cepat Berakhir vs. Rempong-Berbuntut Panjang
KENAPA HHI MUNCUL UNTUK
MENCIPTAKAN SUASANA
“CONTROLLED WAR”?
“Bagaimana peran agama yang
notabene selalu mengajarkan sesuatu
hal yang baik (?)”
CUSTOM &
TREATY
• Sebelum hukum perang secara formal dan tertulis ada, kebiasaan
untuk menghargai hidup tawanan perang, memisahkan sipil dan
kombantan, pembatasan jenis senjata perang, sudah ada sejak lama
namun belum mampu didokumentasi dan diimplementasikan dengan
baik.
• Akibatnya, banyak sekali korban yang berjatuhan selama perang.
Seperti tentara militer, masyarakat sipil dan orang-orang yang tidak
terlibat dalam peperangan tersebut. Selain itu, penggunaan senjata
perang yang berlebihan seperti nuklir juga digunaan oleh beberapa
negara.
• Melihat kondisi tersebut mulai dibuatlah perjanjian mengenai hukum
perang internasional. Hukum-hukum internasional tertulis--berupa
traktat, atau konvensi, protokol, dan sebagainya--sebenarnya
mengadopsi nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam kebiasaan
masyarakat
CUSTOM &
TREATY
• Traktat pertama multinasional tentang hukum perang tercetuskan di abad
ke-18 melalui hasil ad hoc konferensi internasional. Pada tahun 1864
diadakan sebuah konferensi internasional di Jenewa, yang kemudian dikenal
sebagai Genewa Convention. Konferensi Genewa menyediakan perlindungan
hukum bagi orang-orang yang tidak, ataupun yang tidak lagi ikut serta
secara langsung dalam peperangan (yaitu korban luka, korban sakit, orang
yang ditahan sehubungan dengan konflik bersenjata, dan masyarakat sipil).
• Selain itu, diadakan pula perjanjian St. Petersburg 1868 dan hukum Den Haag
1899 mengenai penggunaan senjata dan cara berperang. Seperangkat aturan
yang mulai berlaku dalam konflik bersenjata yaitu perjanjian dan hukum
adat internasional kemanusiaan (hukum humaniter).
• Namun dalam kurun waktu yang sama terjadi banyak pelanggaran terhadap
perjanjian-perjanjian internasional tersebut sehingga masih mengakibatkan
banyak korban, dikarenakan kurangnya sanksi yang tegas terhadap
pelanggaran hukum.
CUSTOM &
TREATY
• Untuk meminimalisir korban maka dibentuk organisasi
ICRC. Sebuah organisasi internasional yang bersifat
netral, tidak memihak, dan berbasis kemanusiaan.
• ICRC berupaya memelihara kemanusiaan di tengah
kancah peperangan. Prinsip yang menjadi pedoman ICRC
ialah bahwa dalam perang pun ada batas-batasnya, yaitu
batas-batas bagi cara melakukan perang itu sendiri dan
batas-batas bagi perilaku kombatan.
• Di samping melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional
untuk melindungi dan membantu para korban perang,
ICRC juga merupakan promotor dan pemelihara hukum
humaniter internasional.
CUSTOM &
TREATY
Beberapa contoh hukum humaniter internasional yang berlaku:
• Geneva Convention for the Amelioration of the Condition of the Wounded and Sick
in Armed Forces in the Field
• Geneva Convention for the Amelioration of the Condition of Wounded, Sick and
Shipwrecked Members of Armed Forces at Sea
• Geneva Convention relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War
• Convention on Prohibitions or Restrictions on the Use of Certain Conventional
Weapons Which May Be Deemed to Be Excessively Injurious or to Have
Indiscriminate Effects
• The Convention on the Prohibition of the Use, Stockpiling, Production and Transfer
of Anti-Personnel Mines and on their Destruction (Ottawa Treaty)
• The Optional Protocol on the Involvement of Children in Armed Conflict
• Dll...
CUSTOM &
TREATY
• Apakah hukum perang bersifat everlast? Bagaimana
dengan perkembangan bentuk konflik, misalnya
terorisme, apakah hukum humaniter internasional masih
dapat digunakan? Apakah hukum perang dapat
diimplementasikan pada bentuk baru dari konflik-konflik
anarki?
• Negara apa saja yang terikat oleh Konvensi Jenewa?
Apakah semua negara memang memiliki kewajiban
respek kepada konvensi tersebut?
• Tugas siapakah memberikan sosialisasi perihal Hukum
Humaniter Internasional? Apakah tugas ini sudah
dijalankan dengan baik bagi yang bertugas?
IMPLEMENTATION
& ENFORCEMENT
• Keberhasilan maupun kegagalan implementasi dan
pelaksanaan hukum humaniter internasional sangat
bergantung pada militer yang melakukan perang,
dan elit politik yang memerintah personil militer
tersebut.
• Namun, ketika otoritas tertinggi dalam pihak-pihak
yang berkonflik memutuskan untuk mengabaikan
beberapa prinsip hukum internasional dalam
melaksanakan perang, maka itu akan berpengaruh
pada upaya implementasi hukum humaniter secara
keseluruhan.
IMPLEMENTATION
& ENFORCEMENT
• Contohnya, ketika pemimpin pihak-pihak yang berperang dalam Perang Dunia
II “sepakat” menjadikan masyarakat sipil sebagai target serangan udara
selama perang. Sikap ini kemudian berujung pada diserangnya Hiroshima dan
Nagasaki dengan bom nuklir, menimbulkan kematian dan kehancuran dalam
skala besar.
• Contoh lain terjadi dalam konflik berkepanjangan di Jazirah Arab antara Israel
dan Palestina, di mana masyarakat berulang kali menjadi korban perang
karena pihak-pihak yang berkonflik sama sekali tidak mengindahkan aturanaturan perang internasional yang berlaku. Dalam perang itu banyak sekali
korban yang berasal dari pihak sipil dan tentunya itu sudah melanggar salah
satu aturan perang dalam hukum humaniter internasional.
• Dari beberapa contoh kasus perang yang terjadi, terlihat bahwa banyak negara
tidak mengindahkan hukum humaniter internasional. Masih banyak perang yg
melukai masyarakat sipil yang tidak mengangkat senjata. Hal ini mungkin
terjadi karena belum adanya sanksi yang tegas bagi negara yang melanggar
hukum humaniter internasional.
IMPLEMENTATION
& ENFORCEMENT
• Diabaikannya prinsip-prinsip hukum humaniter internasional secara
sengaja , terutama yang menyangkut perlindungan masyarakat sipil, oleh
pihak-pihak yang berkonflik ini umumnya terjadi ketika perang didasari
oleh persaingan ideologi atau agama, atau ketika tentara-tentara yang
berperang ditanamkan kepercayaan bahwa musuh yang dilawan adalah
kelompok yang kejam dan berbahaya, atau ketika taktik perang yang
digunakan menyebabkan masyarakat sipil semakin terancam
• Di sisi lain, menanamkan prinsip-prinsip hukum internasional pada tentara
juga bukan tugas yang mudah.
• Karakteristik program pelatihan militer yang seringkali tidak sejalan
dengan prinsip hukum humaniter, tidak adanya mekanisme dalam tubuh
militer yang mampu menangani tentara yang tidak disiplin menegakkan
prinsip hukum humaniter, serta kecenderungan untuk mengabaikan
pentingnya prinsip-prinsip kemanusiaan menyebabkan hukum humaniter
seringkali sulit kita dapati diterapkan dengan serius oleh tentara.
IMPLEMENTATION
& ENFORCEMENT
• Apa kemudian yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kepedulian dan kepatuhan
terhadap hukum humaniter internasional, di
tengah banyaknya faktor-faktor yang
menghambat pengimplementasian hukum
humaniter tersebut?
• Perlu ditumbuhkan kesadaran akan
pentingnya mematuhi prinsip-prinsip hukum
humaniter internasional, baik oleh negaranegara yang terlibat konflik maupun
kelompok-kelompok oposisi.
IMPLEMENTATION
& ENFORCEMENT
• Untuk mewujudkan hal tersebut, bantuan dan dorongan
dari pihak luar/pihak ketiga dipandang sebagai hal yang
diperlukan.
• Pihak-pihak seperti institusi internasional yang
mengurus masalah kemanusiaan, dan negara-negara
yang memiliki kepedulian dan kekuatan untuk
mengedepankan pentingnya isu humanitarian perlu
secara aktif mendorong dipatuhinya hukum humaniter.
• Selain itu, dibentuknya berbagai kerjasama antar
negara serta organisasi internasional yang mengangkat
isu kemanusiaan juga dapat menjadi sarana untuk
mendorong keberhasilan implementasi hukum
humaniter internasional.
Download