BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH [BPLHD

advertisement
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan kasih sayang-Nya dalam
membimbing dan memberi kekuatan sehingga dokumen Rencana Strategis (Renstra)
BPLHD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 ini dapat disusun dan diselesaikan
sebagaimana yang diharapkan.
Sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004
tentang Sistem Perencaaan Pembangunan Nasional, serta berpedoman pada Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, maka Rencana
Strategis tahun 2013-2018 memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan
kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, secara lebih spesifik dan
terukur serta dilengkapi dengan sasaran yang hendak dicapai.
Dalam mengimplementasikan Kebijakan Nasional dan Kebijakan Pemerintah Provinsi
Jawa Barat tersebut, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi
Jawa Barat menetapkan Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018 yang
merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah
Provinsi Jawa Barat Bidang Lingkungan Hidup dan sesuai tugas pokok dan fungsi BPLHD
Provinsi Jawa Barat.
Dengan selesainya dokumen Renstra ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan saran dan masukan dalam penyempurnaan dokumen
Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018 ini.
Bandung, Februari 2014
KEPALA BPLHD PROVINSI JAWA BARAT,
Dr. Ir. Anang Sudarna M.Sc., Ph.D
Pembina Utama Madya
NIP. 19580503 198503 1 002
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
i
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................................................
DAFTAR ISI
...................................................................................................................................
i
ii
BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................................................
1.1
Latar Belakang............................................................................................................
1.2
Landasan Hukum .......................................................................................................
1.3
Maksud dan Tujuan....................................................................................................
1.4
Sistematika Penulisan ................................................................................................
1
1
2
3
4
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BPLHD Provinsi Jawa Barat ................................................................
2.1
Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat ...........................
2.2
Sumberdaya BPLHD Provinsi Jawa Barat ...................................................................
2.3
Kinerja Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat ...........................................................
2.4
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat ......
6
6
10
13
19
BAB III
Isu Lingkungan Strategis .......................................................................................................
3.1
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat ....................................................................................................
3.2
Telaahan Visi, Misi dan Program Pembangunan Kepala Daerah ...............................
3.3
Telaahan Renstra KLH dan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat ............................
3.4
Telaahan Renstra OPD Kabupaten/Kota dan Pelayanan BPLHD Provinsi Jaw
Barat...........................................................................................................................
3.5
Telaahan RTRW Jawa Barat dan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat...................
3.6
Telaahan KLHS Jawa Barat dan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat ....................
3.7
Penentuan Isu-Isu Lingkungan Strategis..................................................................
28
BAB IV
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan .........................................................
4.1
Visi dan Misi ...............................................................................................................
4.2
Tujuan dan Sasaran ....................................................................................................
4.3
Strategi dan Kebijakan ...............................................................................................
60
60
62
65
BAB V
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran,
dan Pendanaan Indikatif .......................................................................................................
5.1
Rencana Program dan Kegiatan Pembangunan.........................................................
5.2
Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran ...................................................................
5.3
Pendanaan Indikatif ...................................................................................................
69
69
70
70
BAB VI
Indikator Kinerja OPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ..............................
76
BAB VII
Penutup .................................................................................................................................
79
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
ii
28
34
38
39
40
42
43
1
BAB
1
1.1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, serta berpedoman kepada Peraturan Gubernur
Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, maka setiap Organiisasi Perangkat Daerah
(OPD) wajib membuat dokumen perencanaan lima tahunanya itu Rencana Strategis OPD
Tahun 2013 – 2018, yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan
kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, secara lebih spesifik dan
terukur serta dilengkapi dengan sasaran yang hendak dicapai.
Rencana Strategis (Renstra) adalah rencana lima tahunan yang menggambarkan Visi,
Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, dan Program. Renstra akan menjadi tolok ukur
penilaian pertanggungjawaban akhir tahun anggaran dan pertanggungjawaban akhir
masa jabatan Kepala Daerah kepada DPRD atas penyelenggaraan pemerintahan daerah
(Peraturan Pemerintah Nomor 108 tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban
Kepala Daerah). Renstra sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri
nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008
tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah adalah dokumen perencanaan taktis strategis yang
menjabarkan potret permasalahan pembangunan daerah serta indikasi program yang
akan dilaksanakan secara terencana dan bertahap melalui sumber pembiayaan APBD
dengan mengutamakan kewenangan wajib disusul dengan bidang lainnya sesuai dengan
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
1
prioritas dan kebutuhan daerah. Untuk itu Renstra akan menjadi dasar perencanaan
tahunan daerah dan penyusunan anggaran pembangunan dan belanja daerah.
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat sebagai OPD
merupakan bagian dari jajaran Pemerintahan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2008 Tanggal 19 Nopember 2008, sehingga
BPLHD Provinsi Jawa Barat berkewajiban memiliki Renstra OPD Tahun 2013-2018 sesuai
dengan tugas pokok dan fungsinya. Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018
yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan
Pembangunan untukmasa 5 (lima) tahun kedepan yang mencakup kurun waktu mulai
tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 adalah dokumen perencanaan OPD yang
merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Daerah/Renstra Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018.
Proses Penyusunan Renstra BPLHD Tahun 2013-2018 mengacu pada Surat Edaran
Gubernur Jawa Barat Nomor 050 tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana
Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra-OPD) Provinsi Jawa Barat.
Dalam kaitan dengan system perencanaan pembangunan sebagaimana yang telah
diamanatkan dalam UU No.25/2004, maka keberadaan Renstra BPLHD Jawa Barat
merupakan satu bagian yang utuh dari manajemen kerja di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat khususnya dalam menjalankan rencana agenda pembangunan yang
telah tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 dan umumnya dalam
menjalankan rencana agenda pembangunan yang tertuang dalam Renstra Kementrian
Lingkungan Hidup Tahun 2014-2019 serta keselarasan dengan Renstra OPD Lingkungan
Hidup di Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
1.2
Landasan Hukum
Landasan hokum penyusunan Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018
adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, sedangkan landasan operasional meliputi seluruh ketentuan dan
peraturan yang berkaitan langsung dengan pembangunan daerahs ebagai berikut :
a. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4421);
b. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
2
c. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004
Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
d. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
f. Peraturan Daerah ProvinsiJawa Barat Nomor 22 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga
Teknis dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah
Tahun 2008 Nomor 21 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 56);
g. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Lembaga Lain Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2008
Nomor 23 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 58);
h. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 20132018.
1.3
Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013
sebagai dokumen perencanaan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan, adalah
untuk memberikan arah sekaligus menjadi acuan bagi seluruh komponen BPLHD Provinsi
Jawa Barat di dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi, sesuai dengan Visi,
Misi, Arah Pembangunan yang disepakati bersama serta menjadi pedoman penyusunan
Rencana Kerja (Renja) OPD serta penganggaran sejak tahun 2014 sampai dengan 2018,
sehingga seluruh daya dan upaya yang dilakukan oleh masing-masing pelaku
pembangunan bersinergis, integralistik, holistik, koordinatif dan melengkapi satu dengan
lainnya di dalam satu pola sikap dan pola tindak.
Tujuan dari penyusunan Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat tahun 2013 –
2018, adalah:
1. Menetapkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan BPLHD Provinsi
Jawa Barat;
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
3
2. Sebagai dasar acuan dalam penyusunan kebijakan Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) untuk kurun waktu 5 (lima) tahun;
3. Sebagai pedoman dasar penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahunan yang
mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah
Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;
4. Mewujudkan sinkronisasi, sinergitas dan keberlanjutan antara Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun
2008 – 2013 dengan Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat tahun 2008
– 2013;
5. Memberikan pedoman dan alat pengendalian kinerja dalam pelaksanaan
program dan kegiatan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)
pada tahun 2013 – 2018.
1.4
Sistematika Penyajian
Sistematika penulisan Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013
terdiriatas:
BAB I
: PENDAHULUAN
Berisikan latar belakang, tujuan, landasan hokum dan sistematika penulisan.
BAB II
: GAMBARAN PELAYANAN BPLHD Provinsi
Mengambarkan tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi serta kondisi
organisasi.
BAB III
: ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Menjelaskan isu-isu strategis yang akan dihadapi, berdasarkan evaluasi,
analisis dan prediksi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi OPD
dalam periode 2013-2018.
BAB IV
: VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Berisikan visi dan misi, tujuan dan sasaran serta strategi dan kebijakan OPD
yang berpedoman pada tujuan, sasaran, strategi, dan kebijakan RPJM Daerah
Provinsi Jawa Barat.
BAB V
: RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
4
Menjelaskan rencana program, kegiatan, indicator kinerja, kelompok sasaran
dan pendanaan indikatif berdasarkan pendekatan kinerja, program prioritas
urusan wajib dan urusan pilihan, penentuan lokasi kegiatan dan sumber
pendanaan.
BAB V
: INDIKATOR KINERJA BPLHD PROVINSI JAWA BARAT YANG MENGACU PADA
TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
DAFTAR ISI
1.1
Latar Belakang....................................................................... Error! Bookmark not defined.
1.2
DASAR HUKUM KEBIJAKAN ................................................ Error! Bookmark not defined.
1.3
SASARAN KEGIATAN............................................................ Error! Bookmark not defined.
1.4
Ruang Lingkup ...................................................................... Error! Bookmark not defined.
1.5
KELUARAN ............................................................................. Error! Bookmark not defined.
1.6
Sistematika Laporan ANtara................................................ Error! Bookmark not defined.
DAFTAR TABEL
No table of figures entries found.DAFTAR GAMBAR
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
5
BAB
2
2.1
GAMBARAN PELAYANAN
BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
Tugas Pokok dan Struktur Organisasi Badan Pengelolaan Lingkungan
Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat dibentuk melalui
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor
22 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat dan
Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 51 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi BPLHD
Daerah Provinsi Jawa Barat, BPLHD Provinsi Jawa Barat mempunyai tugas pokok yaitu
“menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah bidang pengelolaan lingkungan hidup
berdasarkan asas otonomi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan”.
Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya, BPLHD Provinsi Jawa Barat mempunyai fungsi :
1. Perumusan dan penetapan kebijakan teknis bidang pengelolaan lingkungan hidup
daerah;
2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang kepegawaian
daerah meliputi kesekretariatan, tata kelola lingkungan, pengendalian pencemaran
lingkungan, konservasi SDA dan mitigasi bencana serta penatan hukum, kemitraan dan
pengembangan kapasitas lingkungan;
3. Pengkoordinasian dan pembinaan UPTB;
4. Pelaksanaan tugas lain dari Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
6
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
2.1.1 Struktur Organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat
Sehubungan dengan tugas pokok yang diemban oleh BPLHD Provinsi Jawa Barat tersebut,
struktur organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat disusun dengan pengelompokan 5 bidang
pelayanan, yaitu 1 bidang sekretariat dan 4 bidang teknis yang meliput:





Bidang sekretariat
Bidang Tata Kelola Lingkungan
Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Bidang Konservasi Sumberdaya Alam dan Mitigasi Bencana
Bidang Penataan Hukum, Kemitraan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan
7
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Gambar 2.1
STRUKTUR ORGANISASI
BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN
PERENCANAAN DAN
PROGRAM
BIDANG
TATA KELOLA
LINGKUNGAN
KELOMPOK
JAFUNG
BIDANG
KONSERVASI SDA DAN
MITIGASI BENCANA
BIDANG
PENGENDALIAN PENCEMARAN
LINGKUNGAN
SUBBIDANG
PENYELARASAN DAN
EVALUASI LINGKUNGAN
HIDUP STRATEGIS
SUBBIDANG
PEMANTAUAN
PENCEMARAN
LINGKUNGAN
SUBBIDANG
KONSERVASI SDA
DAN PEMULIHAN
KERUSAKAN LINGKUNGAN
SUBBIDANG
PENGKAJIAN AMDAL
DAN TEKNOLOGI
LINGKUNGAN
SUBBIDANG
PENGEMBANGAN
PENGENDALIAN
PENCEMARAN LINGKUNGAN
SUBBIDANG
MITIGASI BENCANA
SUBBAGIAN
KEUANGAN
SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN
UMUM
BIDANG PENATAAN HUKUM,
KEMITRAAN DAN
PENGEMBANGAN KAPASITAS
LINGKUNGAN
SUBBIDANG
PENATAAN HUKUM
LINGKUNGAN
SUB BIDANG
PENGEMBANGAN
KAPASITAS DAN
KEMITRAAN LINGKUNGAN
UTPB
UTPB
UTPB
8
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
2.1.2 Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Badan, Sekretaris dan BIdang-Bidang BPLHD Provinsi
Jawa Barat
Dalam rangka memperlancar tugas pokok BPLHD Provinsi Jawa Barat, maka masing-masing
bidang dalam struktur organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat mengemban tgas pokk dan
fungsi yang lebih rinci. Tugas pokok dan fungsi dari kepala badan, sekretaris dan masingmasing bidang disajikan pada Tabel 2.2.
Tabel 2.1
Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Badan, Sekretaris dan Bidang-Bidang
BPLHD Provinsi Jawa Barat
NO
1
TUGAS POKOK
Kepala Badan
Merumuskan, menetapkan
memimpin,
mengkordinasikan dan
mengendalikan
pelaksanaan kegiatan
tugas pokok badan serta
mengkordinasikan dan
membina UPTB
FUNGSI
a.
b.
c.
d.
e.
2
3
Sekretariat
Bidang
Tata Kelola
Lingkungan
Menyelenggarakan
koordinasi perencanaan
dan program Badan,
pengkajian perencanaan
dan program, pengelolaan
keuangan, kepegawaian,
dan umum
Menyelenggarakan
pengkajian bahan
kebijakan operasional dan
fasilitasi tata kelola
lingkungan
a.
b.
c.
a.
b.
c.
Perumusan, penetapan, pengaturan
dan koordinasi pelaksanaan kebijakan
teknis operasional di bidang tata
kelola
lingkungan,
pengendalian
pencemaran lingkungan, konservasi
sda dan mitigasi bencana serta
penaatan hukum, kemitraan dan
pengembangan kapasitas lingkungan;
Merumuskan
dan
menetapkan
pemberian
dukungan
atas
penyelenggaraan
pemerintahan
daerah bidang pengelolaan lingkungan
hidup;
Fasilitasi
dan
pengendalian
pelaksanaan tugas-tugas di bidang
pengelolaan lingkungan hidup;
Penyelenggaraan
koordinasi
dan
kerjasama dalam rangka tugas pokok
dan fungsi Badan.
Pengkoordinasian dan pembinaan
UPTB
Pengkoordinasian perencanaan dan
program Badan;
Pengkajian perencanaan dan program
kesekretariatan;
Pengelolaan
urusan
Keuangan,
kepegawaian dan umum.
Pengkajian
bahan
kebijakan
operasional tata kelola lingkungan;
Pengkajian bahan fasilitasi tata kelola
lingkungan;
Penyelenggaraan fasilitasi bidang tata
kelola lingkungan.
9
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
NO
4
TUGAS POKOK
Bidang
Pengendalian
Pencemaran
Lingkungan
5
Bidang
Konservasi SDA Dan
Mitigasi Bencana
6
Bidang Penataan
Hukum, Kemitraan
Dan Pengembangan
Kapasitas Lingkungan
Menyelenggarakan
pengkajian bahan
kebijakan operasional dan
fasilitasi pengendalian
pencemaran lingkungan
pencemaran lingkungan
Menyelenggarakan
pengkajian bahan
kebijakan teknis dan
fasilitasi konservasi SDA
dan mitigasi bencana
Menyelenggarakan
pengkajian bahan
kebijakan teknis dan
fasilitasi penaatan hukum,
kemitraan dan
pengembangan kapasitas
lingkungan
FUNGSI
a.
b.
c.
a.
b.
c.
a.
b.
c.
Pengkajian
bahan
kebijakan
operasional
pengendalian
pencemaran lingkungan;
Pengkajian
bahan
fasilitasi
pengendalian
pencemaran
lingkungan;
Penyelenggaraan fasilitasi bidang
pengendalian pencemaran lingkungan.
pengkajian bahan kebijakan teknis
konservasi SDA dan mitigasi bencana;
pengkajian bahan fasilitasi konservasi
SDA dan mitigasi bencana;
penyelenggaraan fasilitasi bidang
konservasi SDA dan mitigasi bencana.
pengkajian bahan kebijakan teknis
penaatan hukum, kemitraan dan
pengembangan kapasitas lingkungan;
pengkajian bahan fasilitasi penaatan
hukum,
kemitraan
dan
pengembangan kapasitas lingkungan;
penyelenggaraan fasilitasi bidang
penaatan hukum, kemitraan dan
pengembangan kapasitas lingkungan.
Sumber: BPLHD Provinsi Jawa Barat
2.2
2.2.1
Sumberdaya BPLHD Provinsi Jawa Barat
Sumberdaya Manusia
Pada tahun 2012 sumberdaya manusia (pegawai) yang dimiliki BPLHD Provinsi Jawa Barat
berjumlah 103 orang, dimana 19 diantaranya menduduki jabatan strukturan/fungsional.
Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2008 serta Keputusan Gubernur Jaw Barat Nomor
821.27/Kep.490.T/Peg/2005 tentang Jabatan Fungsional menetapkankomposisi jabatan
struktural dan jabatan fungsional BPLHD Provinsi Jawa Barat sebagaimana tabel berikut.
10
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.2
Komposisi Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional Organisasi
BPLHD Provinsi Jawa Barat
NO.
Jabatan Struktural/
Fungsional
Perda No. 22
Tahun 2008
1.
Eselon II
1
Kepgub No.
821.27/Kep.490.T/
Peg/2005
-
Esselon III
5
-
Esselon IV
11
-
2.
3.
Fungsional
4.
2
17
Jumlah
2
Sumber: BPLHD Provinsi Jawa Barat
Sebagai salah satu modal dasar untuk menciptakan profesionalisme, maka sebagian besar
sumberdaya manusia aparatur pegawai BPLHD Provinsi Jawa Barat diupayakan berpendidikan
sarjana. Tabel berikut menyajikan komposisi pegawai BPLHD Provinsi Jawa Barat berdasarkan
tingkat pendidikan.
Tabel 2.3
Komposisi Pegawai BPLHD Provinsi Jawa Barat berdasarkan Tingkat Pendidikan,
Status 2013
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pendidikan
Golongan
IV
Jumlah
II
1
III
SLTA
6
22
28
Sarjana Muda / Akademi
2
13
15
SD
I
1
SLTP
STRATA 1 (S1)
31
1
32
STRATA 2 (S2)
19
6
25
2
2
9
103
STRATA 3 (S3)
Jumlah
9
85
Sumber: BPLHD Provinsi Jawa Barat
Disamping jumlah pegawai tersebut, BPLHD Provinsi Jawa Barat juga merekrut Tenaga Kontrak
Kerja (TKK) sebanyak 3 orang (tercatat dalam data base) dan sejumlah personil kegiatan sesuai
dengan kebutuhan.
11
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
2.2.2
Sumberdaya Lainnya
Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya, BPLHD Provinsi Jawa Barat didukung pula
oleh sejumlah sumberdaya lainnya, yaitu:
 Tersedianya sarana sistem informasi yang berbasis teknologi informasi yang akan
memudahkan dalam berkomunikasi (LAN dan Internet) dengan berbagai pihak
didalan dan diluar negeri. Fasilitas yang tesedia diantaranya jaringan komputer baik
internet maupun intranet, faksimil dan telepon, yang bisa mempercepat dan
mempermudah penyampaian informasi;
 Sarana dan prasarana perpustakaan yang dimiliki oleh BPLHD Provinsi Jawa Barat
relatif lengkap yang dapat dijadikan referensi data dan informasi sebagai input dalam
pengendalian lingkungan.
2.2.3
Acuan Kinerja Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
Terkait dengan tugas pokok BPLHD Provinsi Jawa Barat yang merupakan urusan wajib daerah
dalam memberikan pelayanan publik bidang lingkungan hidup, digunakan beberapa acuan
yaitu Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang lingkungan hidup dan Millenium Development
Goals (disingkat MDGs). Kedua acuan ini digunakan untuk menyusun seluruh program kerja
BPLHD Provinsi Jawa Barat yang dituangkan dalam Renstra BPLHD Provinsi jawa Barat.
A.
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Lingkungan Hidup
SPM bidang lingkungan hidup adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan
dasar bidang lingkungan hidup yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak
diperoleh setiap warga secara minimal. Standar Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan
Hidup ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 tahun
2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Dan
Daerah Kabupaten/Kota.
SPM bidang lingkungan hidup meliputi:
a. Pelayanan informasi status mutu air, yang terdiri atas:
1) Indikator SPM yang menunjukkan prosentase jumlah sumber air yang dipantau
kualitasnya, ditetapkan status mutu airnya dan diinformasikan status mutu airnya;
2) Nilai pencapaian secara bertahap sampai dengan sebesar 100 %; dan
3) Batas waktu pencapaian secara bertahap sampai dengan tahun 2018.
b. Pelayanan informasi status mutu udara ambien, yang terdiri atas:
1) Indikator SPM yang menunjukkan prosentase jumlah kabupaten/kota yang
dipantau kualitas udara ambiennya dan diinformasikan mutu udara
ambiennya;
2) Nilai pencapaian secara bertahap sampai dengan sebesar 100 %; dan
12
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
3) Batas waktu pencapaian secara bertahap sampai dengan tahun 2018.
c. Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran
dan/atau perusakan lingkungan hidup, yang terdiri atas:
1) Indikator SPM yang menunjukkan prosentase jumlah pengaduan masyarakat
akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang
ditindaklanjuti;
2) Nilai pencapaian secara bertahap sampai dengan sebesar 100 %; dan
3) Batas waktu pencapaian secara bertahap sampai dengan tahun 2018.
B.
Millenium Development Goals (MDGs)
Millenium Development Goals (disingkat MDGs) merupakan paradigma pembangunan
global yang disepakati secara internasional oleh 189 negara anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium PBB bulan September 2000.
MDGs menyepakati arah pembangunan yang harus dilaksanakan oleh negara anggota
termasuk Indonesia, yang kemudian harus diikuti oleh pemerintah daerah.
Arah pembangunan yang disepakati secara global terebut meliputi:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
menghapuskan kemiskinan dan kelaparan berat;
mewujudkan pendidikan dasar untuk semua orang;
mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;
menurunkan kematian anak;
meningkatkan kesehatan maternal;
melawan penyebaran HIV/AIDS, dan penyakit kronis lainnya (malaria dan
tuberkulosa);
7) menjamin keberlangsungan lingkungan; dan
8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
Target MDGs ke-7, yaitu menjamin keberlangsungan lingkungan, merupakan bagian dari
pencapaian pelaksanaan pembangunan lingkungan hidup yang harus diwujudkan.
Pembangunan lingkungan hidup dalam konteks ini dipahami dari dua pendekatan, yaitu
perlindungan fungsi lingkungan hidup dan penanggulangan penurunan fungsi lingkungan
hidup.
2.3
Kinerja Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
Untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat, dilakukan penilaian
pembandingan terhadap sasaran yang diamanatkan dalam Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat
periode sebelumnya, dengan capaian yang telah direalisasikan. Dua tabel berikut menyajikan
perbandingan tersebut di atas, baik yang menyangkut substansi maupun yang menyangkut
pendanaan..
13
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.4
Perbandingan Target Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat 2008 – 2012 dengan Realisasi Capaian
NO
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi
BPLHD
1
Jumlah sumber air yang dipantau dan
diinformasikan status mutu airnya (DAS)
2
Kondisi kualitas mutu air
3
Tingkat kualitas udara perkotaan di Jawa
Barat
4
Target
SPM
Target
IKK
100%
Target
Indikator
Lainnya
Target Renstra BPLHD
Realisasi Capaian
Rasio Capaian per
Per Tahun
Per Tahun
Tahun (%)
2009
2010
2011
2012
2013
2009
7
7
7
7
7
7
2010 2011
7
7
cemar
berat
cemar cemar cemar cemar cemar cemar cemar
sedang sedang sedang sedang berat berat berat
20-25
27-30
27-30
Tingkat pengawasan pelaksanaan
pengelolaan limbah B3
40
60
80
100
5
Jumlah laboratorium lingkungan di daerah
yang sudah praakreditasi
12
14
16
6
Jumlah fasilitasi kegiatan konservasi
sumberdaya alam dan pengelolaan kehati
di Jawa Barat
4
6
7
Jumlah fasilitasi pelaksanaan pengelolaan
lingkungan kawasan pesisir dan laut Jawa
Barat
1
8
Jumlah kajian dan rekomendasi lingkungan
hidup strategis
1
9
Tingkat penerapan teknologi tepat guna
dan ramah lingkungan dalam pengelolaan
lingkungan di daerah
100%
32-35
-
2013
2009
2010 2011 2012 2013
7
100
100
100
100
cemar
berat
100
45
39
-
-
51
50
50
-
170
166
161
120
40
60
82
56
100
100
102
56
17
18
12
-
21
26
100
-
131
152
8
10
12
3
2
8
10
75
33
100
100
1
1
1
1
2
2
1
1
200
200
100
100
3
5
7
9
2
3
1
2
200
100
20
28
1
3 kajian, 3
unit IPAL
sederhana
UKM batik
-
100
100
100
1
1
28-31 32 - 35
2012
1
1
-
1
14
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
NO
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi
BPLHD
Target
SPM
Target
IKK
Target
Indikator
Lainnya
Target Renstra BPLHD
Realisasi Capaian
Rasio Capaian per
Per Tahun
Per Tahun
Tahun (%)
2009
2010
2011
2012
2013
2009
2010 2011
2012
2013
2009
2010 2011 2012 2013
10
Jumlah personil industri yang bersertifikat
EPCM
100
150
200
250
300
183
219
282
317
183
146
141
126
11
Jumlah industri Jawa Barat yang
menerapkan program lingkungan
60
70
80
90
100
97
116
156
256
161
138
195
294
12
Jumlah Komisi AMDAL Daerah yang
berlisensi
5
10
15
20
26
10
17
20
22
200
170
133
110
13
Jumlah rekomendasi AMDAL yang
diterbitkan
1
2
4
6
10
4
7
12
10
400
350
123
166
2
3
2
3
3
1
1
1
-
50
33
50
-
Pedoman dan database informasi
14 kemitigasian bencana sebagai upaya
pengurangan resiko bencana
15
Jumlah pedoman dan kajian terkait
perubahan iklim
-
-
2
3
4
-
-
2
1
-
-
100
33
16
Jumlah kemitraan dengan berbagai
stakeholder
2
2
3
3
4
2
3
4
6
100
150
133
200
17
Tingkat kesadaran stake holders dalam
pengelolaan lingkungan
1000
1500
1500
2000
2000
1500
-
150
200
100
-
18
Jumlah program - program pengelolaan
lingkungan di daerah
1
1
2
3
4
3
3
4
-
300
300
200
-
19 Jumlah peraih penghargaan lingkungan
7
7
8
8
8
7
10
32
84
100
143
400 1050
10
15
20
25
30
14
26
34
-
140
173
170
20
Tingkat pemahaman dan kesadaran hukum
masyarakat
3000 1500
-
15
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
NO
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi
BPLHD
Target
SPM
Target
IKK
Target
Indikator
Lainnya
Target Renstra BPLHD
Realisasi Capaian
Rasio Capaian per
Per Tahun
Per Tahun
Tahun (%)
2009
2010
2011
2012
2013
2009
2010 2011
11
13
15
17
19
14
26
34
2012
2013
2009
2010 2011 2012 2013
41
127
200
227
241
21
Jumlah kasus sengketa lingkungan yang
terfasilitasi
22
Tingkat ketersediaan informasi lingkungan
hidup
2
2
2
2
2
2
2
3
3
100
100
150
150
23
Tingkat ketersediaan sistem informasi
lingkungan
3
3
3
3
3
5
5
5
1
167
167
167
33
100%
Sumber : BPLHD Provinsi Jaw Barat
16
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.5
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat 2009 - 2013
Anggaran pada Tahun -
Realisasi Anggaran pada Tahun -
(juta Rp.)
Uraian
2009
2010
2011
2012
2013
Persentase jumlah sumber air yang
dipantau dan diinformasikan status
mutu airnya
480
1.000
1.300
1.700
2.000
2
Kondisi kualitas mutu air
800
1.200
1.200
1.200
1.700
3
Tingkat kualitas udara perkotaan di
Jawa Barat
660
800
930
1.200
1.200
660
4
Tingkat pengawasan pelaksanaan
pengelolaan limbah B3
480
900
900
900
900
481
5
Jumlah laboratorium lingkungan di
daerah yang sudah pra akreditasi
400
400
400
400
400
400
6
Jumlah fasilitasi kegiatan konservasi
sumberdaya alam dan pengelolaan
kehati di Jawa Barat
535
800
800
800
800
1035
Jumlah fasilitasi pelaksanaan
pengelolaan lingkungan kawasan
pesisir dan laut Jawa Barat
540
540
540
540
540
8
Jumlah kajian dan rekomendasi
lingkungan hidup strategis
497
2.950
2.900
2.900
9
Tingkat penerapan teknologi tepat
guna dan ramah lingkungan dalam
pengelolaan lingkungan di daerah
870
870
870
10
Jumlah personil industri yang
bersertifikat EPCM
593
600
11
Jumlah Komisi AMDAL Daerah yang
550
600
1
7
2009
2010
2011
2009
2010
2011
Realisasi
69
25
15
380
-522
69
25
15
225
-522
426
100
25
15
35
135
-522
300
194
100
22
33
21
105
-91
170
90
100
0
43
22
0
-115
450
590
361
193
56
74
45
66.25
-223
549
400
300
221
102
74
56
40
0
-83
2.900
497
1950
300
906
100
66
12
31
600.75
-99
870
870
870
350
700
1109
100
21
80
127
0
-85
700
750
800
593
200
300
250
100
33
43
33
51.75
-147
700
700
750
547
300
127
73
21
33
14
50
-124
1321
750
200
500
2013
2012
45
2013
Rata-rata
Pertumbuhan
Anggaran
883
2012
Rasio antara Realisasi dan Anggaran
Tahun (%)
17
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Anggaran pada Tahun -
Realisasi Anggaran pada Tahun -
(juta Rp.)
Uraian
2009
2010
2011
2012
2013
2009
2010
2011
2012
2013
Rasio antara Realisasi dan Anggaran
Tahun (%)
2009
2010
2011
73
21
100
2012
2013
Rata-rata
Pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
33
0
-124
-
-
-75
-550
-
63
75
80
150
100
27
17
47.6
-433.5
100
27
17
75
-433.5
berlisensi
12
Jumlah rekomendasi AMDAL yang
diterbitkan
200
200
200
200
200
13
Frekuensi sosialisasi terkait
kebencanaan dan perubahan iklim
1.100
-
-
-
-
1100
-
-
14
Jumlah pedoman dan kajian terkait
perubahan iklim
-
400
400
400
400
-
250
300
15
Jumlah kemitraan dengan berbagai
stakeholder
962
1.200
1.200
1.400
1.600
16
Tingkat kesadaran seluruh stake
holders dalam pengelolaan
lingkungan
-
200
300
300
300
17
Jumlah program - program
pengelolaan lingkungan di daerah
-
1.000
1.000
1.000
1.000
18
Jumlah kategori peraih penghargaan
lingkungan
-
400
400
400
400
19
Jumlah pengaduan masyarakat terkait
permasalahan lingkungan
534
600
700
800
900
20
Jumlah kasus sengketa lingkungan
yang terfasilitasi
21
Tingkat ketersediaan informasi
lingkungan hidup
22
Tingkat ketersediaan sarana sistem
informasi lingkungan
962
650
500
-
800
810
1000
1.500
350
350
350
350
350
405
300
634
800
200
810
500
500
500
500
1877
100
27
17
250
-433.5
100
75
17
100
-433.5
100
73
58
66.5
88
48
100
73
58
300
88
100
57
86
0
39
125
39
353
300
126
74
60
866
300
349
-
296
41
100
60
25
Sumber: BPLHD Provinsi Jawa Barat
18
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Dari Tabel 2.4 tentang kinerja pelayanan tampak bahwa sebagian besar indikator kinerja
BPLHD Provinsi Jawa Barat bisa dicapai bahkan jauh di atas target yang ditetapkan, dimana
tingkat pencapaiannya ada yang mencapai 200 %. Sementara itu ada beberapa indikator
kinerja yang tidak bisa mencapai target dengan tingkat capaian kurang dari 100%. pemulihan
kualitas air, fasilitasi kegiatan konservasi sumberdaya alam, jumlah kajian dan rekomendasi
KLHS, dan penyusunan pedoman dan database informasi kemitigasian bencana.
Ketidakberhasilan pencapaian target (kurang dari 100%) umumnya terjadi pada item-item
eksekusi (pekerjaan fisik) seperti pemulihan kualitas air; atau yang membutuhkan koordinasi
multi lembaga seperti fasilitasi kegiatan konservasi sumberdaya alam, dan penyusunan
pedoman dan database informasi kemitigasian bencana; atau yang substansinya belum
bersifaat teknis seperti rekomendasi KLHS. Ketidakberhasilan juga bisa disebabkan oleh faktor
eksternal, seperti pada item penurunan kualitas air, dimana ketidakberhasilan pencapaian juga
disebabkan karena peningkatan sumber pencemar jauh lebih tinggi dari kemampuan BPLHD
dan OPD terkait dalam mengupayakan penurunan pencemaran air. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa ketidakberhasilan pencapaian untuk indikator lainnya disebabkan karena
kurangnya SDM pelaksana dan kurangnya koordinasi dengan OPD terkait, serta kurangnya
biaya pelaksanaan.
Sementara itu, tingkat keberhasilan yang mecapai 100% bahkan lebih, pada umumnya terjadi
pada ite-item yang sifatnya fasilitasi, studi/kajian, dll yang tidak terlalu banyak membutuhkan
biaya dan tenaga.
Dari Tabel 2.5 tentang realisasi pendanaan, bisa disimpulkan bahwa hampir seluruh item
pendanaan tidak bisa direalisasikan seluruhnya. Tingkat realisasi yang terjadi sangat bervariasi
dari 0 (nol) sampai 80 %. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, antara lain karena kurangnya
SDM sebagai pelaksana kegiatan.
2.4
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan BPLHD Provinsi
Jawa Barat
Secara umum, acuan pelayanan yang paling utama bagi BPLHHD Provinsi Jawa Barat
adalah Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Millenium Development Goals (MDGs).
Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang lingkungan hidup yang ditetapkan dalam
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Dan Daerah Kabupaten/Kota. Berdasarkan
ketentuan ini, BPLHD diwajibkan setidak-tidaknya bisa memberi pelayanan berupa informasi
tentang status air, informasi status mutu udara ambien, dan pelayanan tindak lanjut
pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan
hidup. Dengan memperhatikan ketiga SPM ini, bsa disimpulkan bahwa lingkup pelayanan
BPLHD yang paling minimal adalah memantau kualitas iar dan udara kemudian
menyebarluaskan hasil pemantauan, serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait
19
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
dengan kerusakan lingkungan. Sementara itu Millenium Development Goals (MDGs)
menghendaki agar kualitas lingkungan harus selalu terjaga sehingga keberlangsungannya bisa
terjamin.
Dengan memperhatikan kedua acuan tersebut, sangat terlihat jelas ada suatu gap
(ruang kosong) yang perlu diisi, yaitu menindaklanjuti hasil pemanatauan lingkungan yang
menjukkan hasil yang kurang baik ke dalam program-program pembangunan yang kemudian
harus dilakukan agar kualitas lingkungan menjadi baik sehingga keberlangsungan lingkungan
bisa tercapai dan bisa dijamin, yaitu berupa pengelolaan lingkungan atau rehabilitasi
lingkungan. Untuk merealisasikan hal ini, terlebih dahulu akan dikaji tingkat pencapaian BPLHD
Provinsi Jawa Barat terhadap target-target pembangunan yang terkait dengan bidang
lingkungan hidup, yaitu yang tercantum dalam dokumen Renstra KLH, Renstra OPD
Kabupaten/Kota, RTRW, dan KLHS. Dari kajian ini akan diperoleh identiikasi tantangan dan
peluang bagi pengembangan pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat untuk 5 tahun ke depan.
2.4.1
Analisis Realisasi Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat Terhadap Target Renstra KLH
dan Renstra OPD Kabupaten/Kota
Renstra Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan sasaran berupa:
 Terkendalinya pencemaran dan kerusakan lingkungan sungai, danau, pesisir dan laut
serta air tanah;
 Terlindunginya kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan;
 Membaiknya kualitas udara dan pengelolaan sampah serta limbah bahan berbahaya
dan beracun (B3);
 Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup terintegrasi.
Dari sasaran tersebut, ditetapkan beberapa indikator pencapaian berikut target yang ingin
diwujudkan. Pencapaian target ini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah melalui OPD
terkaitt khususnya BPLHD guna melakukan pengelolaan lingkungan di daerah.
Tabel berikut menyajikan komparasi pencapaian pelayanan BPLHD Provisni Jawa Barat
terhadap sasaraan yang diamanatkan dalam Renstra KLH dan sasaran dalam Renstra
Kabupaten/kota. Dari tabel tersebut terlihat bahwa terdapat beberapa kombinasi keselarasan
antara Indikator dalam Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat dengan “capaian Renstra BPLHD
Provinsi Jawa Barat” dan Keselarasan dengan “Renstra KLH”, dan keselarasan dengan “Renstra
OPD Kabupaten/kota”, yaitu sebagai berikut:
20
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.6
Komparasi Kinerja Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat 2008 – 2012 terhadap Sasaran Renstra KLH dan Renstra Kabupaten
No
Sasaran pada Renstra OPD
Kabupaten/Kota
Indikator Kinerja
1
Persentase jumlah sumber air yang dipantau dan
diinformasikan status mutu airnya
2
Kondisi kualitas mutu air
3
Tingkat kualitas udara perkotaan di Jawa Barat





4
Tingkat pengawasan pelaksanaan pengelolaan
limbah B3
5
Jumlah laboratorium lingkungan di daerah yang
sudah praakreditasi
Pelayanan pencegahan pencemaran air.
Penaatan pengendalian pencemaran air.
Capaian Sasaran Renstra BPLHD Provinsi
JawaBarat 2008 - 2012
100 % sudah terpantau (7 DAS utama).
Tingkat pencemaran tidak menngalami
perbaikan, yaitu tetap tercemar berat.
Pelayanan pencegahan pencemaran udara
dari sumber tidak bergerak.
Penaatan pengendalian pencemaran air.
Tidak ada
Emisi kendaraan bermotor menurun, dimana
telah tercapai 32 – 35 hari dalam setahun sudah
berkualitas udara baik (kondisi membaik sebesar
170%).
Sudah melakukan pengawasan pada 20 industri.
Sasaran pada Renstra K/L


70% terpantau
13 DAS prioritas di 119 kota/ kabupaten

Penurunan beban pencemar 2,5% pertahun



Penurunan emisi kendaraan bermotor
37 peraturan perundangan
36 kota dievaluasi

Penurunan beban pencemaran 50 juta ton 14
pedoman /database
1000 registrasi B3





Pelayanan pengujian Laboratorium.
Laboratorium lingkungan menjadi green
laboratory.
Laboratorium lingkungan menjadi BLU
(Badan Layanan Umum).
Pelayanan informasi status kerusakan lahan
dan/atau tanah untuk produksi biomassa
Sudah melakukan akreditasi paa 18
laboratorium.
Tidak ada
Sudah melakukan 12 kali fasilitasi kegiatan
konservasi .
Rehabilitasi 500.000 ha pertahun
Inventarisasi 50% kerusakan data kawasan pesisir
dan laut
 Diterapkan KLHS dan RPPLH
 Implementasi KLHS provinsi dalam RTRW dan
RPJMD
 12 konsep dan 5 dokumen berkaitan dengan
daya dukung dan daya tampung lingkungan
6
Jumlah fasilitasi kegiatan konservasi sumberdaya
alam dan pengelolaan kehati di Jawa Barat
7
Jumlah fasilitasi pelaksanaan pengelolaan
lingkungan kawasan pesisir dan laut Jawa Barat
Tidak ada
Sudah melakukan 5 kali fasilitasi pelaksanaan
pengelolaan.
8
Jumlah kajian dan rekomendasi lingkungan hidup
strategis
Tidak ada
KLHS sudah disusun.
9
Tingkat penerapan teknologi tepat guna dan ramah
lingkungan dalam pengelolaan lingkungan di
daerah.
Tidak ada
BPLHS sudah melakukan upaya penerapan
teknologi tepat guna dan ramah lingkungan pada
5 jenis industri (sebesar 100%).
Pengurangan 80% beban pencemar pada industri
kecil.
10
Jumlah personil industri yang bersertifikat EPCM
Tidak ada
Sertifikat yang dikeluarkan sudah 100 orang.
-
11
Jumlah industri Jawa Barat yang menerapkan
program lingkungan
Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan
Amdal.
Hampir 100 industri menerapkan program
lingkungan.
680 industri
12
Jumlah Komisi AMDAL Daerah yang berlisensi
Tidak ada
Hampir 26 Komisi AMDAL Kab/Kota sudah
200 komisi AMDAL daerah
Sudah hampir 9 KLHS akabupaten/kota disusun..
21
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
No
Indikator Kinerja
Sasaran pada Renstra OPD
Kabupaten/Kota
Capaian Sasaran Renstra BPLHD Provinsi
JawaBarat 2008 - 2012
Sasaran pada Renstra K/L
berlisensi.
13
Jumlah rekomendasi AMDAL yang diterbitkan
Pelayanan penilaian dan persetujuan dokumen
lingkungan.
Hampir 10 rekomendasi AMDAL diterbitkan.
Tidak ada
14
Pedoman dan database informasi kemitigasian
bencana sebagai upaya pengurangan resiko
bencana
Tidak ada
Sudah 3 pedoman dihasilkan.
Tidak ada
15
Jumlah pedoman dan kajian terkait perubahan
iklim
Tidak ada
Sudah menerbitkan 4 pedoman untuk
mengantisipasi perubahan iklim.
Tersedianya kebijakan perlindungan atmosfir dan
dampak perubahan iklim
16
Jumlah kemitraan dengan berbagai stakeholder
Tidak ada
Sudah terbina 4 kemitraan.
17
Tingkat kesadaran seluruh stake holders dalam
pengelolaan lingkungan
Tidak ada
Sudah melakukan pembinaan peningkatan
kesadaran pengelolaan lingkungan pada 2000
personil.
105 kelompok masyatarakat
 Peningkatan kapasitas aparatur dan
masyarakat
 2255 kader di perkotaan dan 3000 di
perdesaan
18
Jumlah program - program pengelolaan lingkungan
di daerah
Tidak ada
Sudah melakukan 4 program pengelolaan
lingkungan di daerah.
Tidak ada
19
Jumlah peraih penghargaan lingkungan
Tidak ada
Sudah 8 penghargaan lingkungan diraih.
Tidak ada
20
Tingkat pemahaman dan kesadaran hukum
masyarakat
Penegakan hukum lingkungan
BPLHD telah menangani 30 kasus pengaduan.
Tidak ada
21
Jumlah kasus sengketa lingkungan yang terfasilitasi
Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat
akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau
perusakan LH.
BPLHD telah menangani 19 kasus sengketa
lingkungan, bahkan kasus lingkungan yang tidak
menimbulkan sengketa sekalipun.
Monitoring dan evaluasi penerapan pelaksanaan
dokumen lingkungan.
Telah enyediakan 2 dokumen data dan informasi
SDA Dan LH.
Tersedianya data dan informasi SDA dan LH
Lebih dari 3 aplikasi e-gov lingkungan
direalisasikan.
10 aplikasi e-gov lingkungan
22
Tingkat ketersediaan informasi lingkungan hidup
23
Tingkat ketersediaan sarana sistem informasi
lingkungan



100% pengaduan ditangani
Terlaksananya kepastian hokum dan
penyelesaian konflik
250 rang PPLHD dan 500 PPNS
Sumber: Analisis Tim Penyusun
22
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Kesimpulan dari tabel tersebut di atas adalah:
a. Kondisi terbaik, yaitu capaian Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat telah sesuai bahkan
melampaui target yang ditetapkan dalam Renstra KLH, dan indikator tersebut juga
menjadi sasaran dalam Renstra Kabupaten/kota.
b. Kondisi yang tidak optimal, yaitu capaian Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat yang telah
dilaksanakan ternyata tidak menjadi sasaran dalam Renstra KLH dan juga Renstra
Kabupaten/kota.
c. Kondisi yang cukup optimal, yaitu capaian Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat yang telah
dilaksanakan sudah sesuai dengan sasaran Renstra KLH, namun tidak menjadi target
Renstra kabupaten/kota;
d. Kondisi yang cukup optimal, yaitu capaian Renstra BPLHD Provinsi Jawa Barat yang telah
dilaksanakan tidak ditargetkan dalam Renstra KLH, namun pemerintah kabupaten/kota
mennganggapnya penting sehingga dicantumkan dalam Renstra Kabupaten.
2.4.2
Analisis Realisasi Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat terhadap Target RTRW
Provinsi Jawa Barat.
RTRW Provinsi Jawa Barat merupakan pedoman bagi kegiatan pembangunan fisik dan spasial
wilayah Jawa Barat. Dokumen RTRW memuat rencana struktur ruang dan rencana pola ruang.
Rencana struktur ruang sendiri memuat rencana sistem kota-kota dan rencana prasarana dasar
wilayah, sedangkan rencana pola ruang memuat rencana peruntukan lahan. Terkait dengan
permasalahan lingkungan, dalam dokuen RTRW juga dilengkapi dengan ketentuan peraturan
zonasi yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan ramah lingkungan berkelanjutan.
Ketentuan peraturan zonasi sepatutnya dipatuhi oleh seluruh palaku pembangunan dan juga
oleh pemerintahan sebagai pengawas pembangunan, termasuk BPLHD.
Tabel berikut menyajikan muatan RTRW yang terkait dengan aspek lingkungan, serta
pencapaian pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat guna mendukung terwujudnya tata ruang
Jawa Barat yang diinginkan.
Dari Tabel 2.6 tersebut tampak bahwa baik rencana pengembangan prasarana sumberdaya air
dan rencana peruntukan lahan, serta ketentuan peraturan zonasi, semua ditujukan untuk
mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Mengingat muatan RTRW lebih diarahkan sebagai
pedoman/acuan pembangunan bagi lembaga teknis, maka peran BPLHD menjadi tidak
dominan. Dalam kontek pemanfaatan ruang, peran BPLHD lebih terfokus pada aspek
pemantauan lingkungan guna memberi masukan (feedback) bagi pelaku pembangunan atau
bagi revisi RTRW, serta sebagai fasilitator antar lembaga terkait untuk melakukan
pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
23
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.7 Telaahan Rencana Struktur Ruang terkait Aspek Lingkungan dengan Capaian dan pengambangan Pelayanan BPLHD Prov Jaw Barat
No.
1
Rencana Struktur
Ruang
Rencana
Pengembangan
Infrastruktur
Permukiman
Struktur Ruang Saat Ini
Persampahan
 TPA Nambo sudah melalaui studi FS dan
AMDAL.
 Pengelolaan persampahan yang ada saat
ini belum optimal dan belum
menyeluruh.
 Beberapa TPA sudah beroperasi dan
hampir habis masa pemakaiannya
sehingga perlu dibangun TPA-TPA baru.
Air Bersih
 Pelayanan air bersih di sebagian besar
daerah perkotaan sudah ada, walaupun
belum maksimal, sebagian lagi belum
memiliki pelayanan air bersih.
 Pada umumnya daerah perkotaan
kesulitasn menari sumber air bersih.
Indikasi Program Tahun 20132018
Pengaruh Rencana Struktur Ruang
terhadap Kebutuhan Pelayanan
BPLHD Prov. Jawa Barat
 Pembangunan TPA Regional
 Perlunya pemantauan pencemarn
 Peningkatan Pengelolaan

Persampahan.

 Peningkatan cakupan sistem
pelayanan air bersih dan air
limbah
 Pembangunan TPA Regional
 Peningkatan Pengelolaan
Persampahan
yang ditimbulkan oleh
pengoperasian TPA.
Perluya membuat ketentuan
tentang persyaratan lingkungan
bagi pembangunan TPA.
Perlunya meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk
menguranagi produksi sampah
dan memilah sampah.
a. Menjamin tersedianya sumber air
bersih yang be rkualitas.
Arahan Lokasi Pengembangan
Pelayanan BPLHD Prov. Jaw Barat
 TPPAS Nambo - Kab. Bogor
 TPPAS Legoknangka - Kab. Bandung
 TPA Sarimukti - Kab. Bandung Barat
dan Kota Cimahi
 TPA Leuwigajah - Kab. Bandung
Barat & Kota Cimahi
 TPA Palimanan di Kabupaten Cirebon
Kawasan Perkotaan Bodebek, Kawasan
Perkotaan Bandung Raya, Cirebon
Sumber: Analisis Tim Penyusun
24
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.8 Telaahan Rencana Pola Ruang terkait Aspek Lingkungan dengan Capaian dan pengambangan Pelayanan BPLHD Prov Jaw Barat
No.
1.
Rencana Pola Ruang
Pola Ruang Saat Ini
Indikasi Program Tahun 2013-2018
Pengaruh Rencana Pola Ruang terhadap Kebutuhan
Pelayanan BPLHD Prov. Jawa Barat
Arahan Lokasi
Pengembangan Pelayanan
BPLHD Prov. Jaw Barat
Rencana Kawasan Lindung
Pelaksanaan Prinsip-prinsip
Mitigasi Bencana
Saat ini terdapat beberapa faktor penyebab
terjadinya bencana di Jawa Barat. Salah satu
faktor yanng terkait dengan ulah manusia
adalah:
 Luas kawasan lindung di Jawa Barat belum
mencapai 45 % dari luas wilayah Jawa Barat.
 Belum semua kawasan resapan air berperan
denngan optimal karena banyaknya
kawasan resapan air yang berupa kawasan
terbangun.
 Berbagai kegiatan penghasil limbah, belum
mengelola limbahnya denganbaik sehingga
menimbulkan bencana pencemaran.
 Msih banyaknyapelanggaran hukum
 Masih banyaknya kejadian pencemaran
lingkungan.
1. Tahap pencegahan dan mitigasi:
a. Pengembangan pendidikan
kebencanaan
b. Mitigasi bencana wilayah pesisir dan
laut dan adaptasi terhadap perubahan
iklim
2. Mitigasi bencana berdasarkan jenis
bencana:
a. Gerakan tanah / longsor, melalui
Rehabilitasi dan konservasi
sumberdaya alam dan lingkungan
hidup
b. Abrasi/erosi, melalui
 peningkatan penngelolaan
ekosistem pesisir dan laut.
 Pencemaran, melalui: peningkatan
monitoring dan evaluasi
pencemaran di lokasi kawasan
industri.
 Penegakan hukum.
 Pengembangan kinerja pengelolaan
air limbah.
 Peningkatan penanganan
pencemaran dan kerusakan
lingkungan.
 Perlunya melakukan fasillitasi pendidikan terkait


dengan mitigasi dan adaptasi terhadap
kebencanaan dan perubahan iklim.
Perlunya melakukan sosialisasi tentang
pelestarian kawasan lindung.
Menyusun persyaratan teknis pemanfaatan
kawasan lindung.
 Perlunya melakukan fasilitasi upaya rehabilitasi






dan konservasi sumberdaya alam.
Perlunya pengembangan kawasan konservasi
(kehati).
Perlunya melakukan fasilitasi pendidikaan
tentang pelestarian kawasan pesisir dan laut.
Perlunya melakukan monitorinng pencemaran
limbah industri di kawasan pesisir.
Perlunya penegakan hukum pencemaran
lingunkgan
Perlunya peningkatan sumberdaya pengelolaan
air limbah.
Perlunya peningkatan sumberdaya penanganan
pencemaran lingkungan.
Di seluruh wilayah Jawa
Barat.
Di seluruh wilayah Jawa
Barat.
Sumber: Analisis Tim Penyusun
25
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
2.4.3
Analisis Realisasi Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat terhadap Target KLHS Jawa
Barat
Inti daripada kajian lingkungan hidup strategis adalah mengkaji sejauh mana daya dukung dan
daya tampung wilayah mampu mendukung pengembangan wilayah tersebut seperti
ketersediaan air, resiko kebencanaan, dan sebagainya. Hal ini sangat perlu agar pembangunan
yang dilaksanakan dapat berkelanjutan.
Tabel berikut menyajikan perbandingan antara realisasi pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
terhadap sasaran yang ditargetkan dalam KLHS. Dari tabel tersebut tampak bahwa dalam
menyikapi permasalahan lingkungan sebagaimana dipaparkan dalam KLHS, BPLHD melakukan
koordinasi dengan OPD terkait untuk melakukan pengelolaan lingkungan.
26
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 2.9
Realisasi Kinerja Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat terhadap Substansi KLHS
No
1.
Aspek Kajia terkait
Tupoksi BPLHD
Perkiraan mengenai
dampak dan risiko
lingkungan hidup
Ringkasan KLHS
 Terjadinya penurunan kualitas air sungai dan air
permukaan yang diakibatkan oleh pencemaran limbah
industri
 Terdapat kecenderungan makin menurunnya kualitas
udara perkotaan akibat meningkatnya konsentrasi
pencemar udara karena bertambahnya kendaraan
bermotor, kurangnya perawatan kendaraan, usia
kendaraan, dan meningkatnya kemacetan lalu-lintas.
Implikasi terhadap Pelayanan BPLHD Prov.Jawa Barat
Perlunya melakukan fasilitasi pengelolaan lingkungan dengan
OPD terkait untuk:

Mengurangi emisi pencemaran udara dari kendaraan
bermotor dan sumber lainnya melalui fasilitasi program
pengelolaan lingkungan di daerah dan pemahaman dan
kesadaran hukum di masyarakat.

Memulihkan dan mempertahankan daya dukung l
ingkungan sumber daya air melalui pemantauan kualitas air
dan penerapan pengelolaan lingkungan pada industri;

Meningkatkan dan memulihkan kualitas air melalui
program-program prokasih.
2.
Kinerja layanan/jasa
ekosistem
Pengelolaan DAS secara terpadu melalui mekanisme jasa
lingkungan hulu hilir belum diterapkan secara
menyeluruh.
Perlunya melakukan fasilitas pengelolaan lingkungan bersama
OPD terkait untuk menjaga kualitas DAS dan hutan.
3.
Tingkat kerentanan dan
kapasitas adaptasi
terhadap perubahan
iklim
Masih rendahnya antisipasi aparat pemerintah dalam
memahami arti pelestarian, pengelolaan dan
pengendalian lingkungan hidup untuk mengadapi resiko
perubahan iklim.
Perlunya menggalakkan kampanye adaptasi perubahan iklim ke
semua lini kehidupan masyarakat.
4.
Tingkat ketahanan dan
potensi
keanekaragaman hayati
 Terjadinya degradasi mangrove terutama untuk
dijadikan lahan tambak di Cirebon, Indramayu,
Subang, Bekasi, Karawang, Garut dan Ciamis;
 Terjadinya kerusakan terumbu karang di Ujung
Genteng (Sukabumi), Cialut eureun Pameungpeuk
(Garut), Tempuran, Cilaya (Karawang), Bobos
(Subang), Pulau Rakit, Cantikan Biawak Gorong
(Indramayu)
Sumber: BPLHD Provinsi Jawa Barat
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Perlunya melakukan fasilitas pengelolaan lingkungan bersama
OPD terkait untuk menjaga kualitas hutan lindung dan hutan
konservasi.
Catatan bagi Perumusan Program
dan Kebijakan
Seluruh upaya pengelolaan
lingkungnan di Jawa Barat
selayaknya memasukkan program
dan kebijakan berupa fasilitasi,
kampanye, dan sejenisnya karena
kualitas lingkungan sangat
bergantung pada perilaku manusia
dari berbagai golongan.
Fasilitasi dan kampanye dilakukan
terhadap aspek:
 Pengelolaan lingkungan akibat
pencemaran
 Pengelolaan lingkungan guna
menjaga kkelestarian ekosistem
 Pengelolaan lingkungan guna
beradaptasi dengan fenomena
perubahan ikli.
 Pengelolaan lingkungan guna
menjaga kelestarian kehati.
BAB
3
3.1
ISU LINGKUNGAN STRATEGIS
Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
Dalam meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi pelayananya, BPLHD Provinsi Jawa
Barat menerapkan dalam 4 (empat) bidang, yaitu:




Bidang Tata Kelola Lingkungan
Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Bidang Konservasi Sumberdaya Alam dan Mitigasi Bencana
Bidang Penataan Hukum, Kemitraan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan
Identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing bidang ditinjau dari 2 (dua)
sudut, yaitu permasalahan lingkungan yang menjadi lingkup pelayananannya, dan
permasalahan eksternal yang berpengaruh terhadap pencapaian kinerja BPLHD Provinsi
Jawa Barat.
1.
Bidang Tata Kelola
Tugas pokok Bidang Tata Kelola adalah menyelenggarakan pengkajian bahan
kebijakan operasional dan fasilitasi tata kelola lingkungan, dengan fungsi:
 Pengkajian bahan kebijakan operasional tata kelola lingkungan;
 Pengkajian bahan fasilitasi tata kelola lingkungan;
 Penyelenggaraan fasilitasi bidang tata kelola lingkungan.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
28
Aspek kajian bidang ini meliputi:
 Pengkajian AMDAL dan Teknologi Lingkungan, dan
 Penyelarasan dan Evaluasi Lingkungan Hidup Strategis
2.
Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Tugas
pokokBidang
Pengendalian
Pencemaran
Lingkungan
adalah
“Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan operasional dan fasilitasi
pengendalian pencemaran lingkungan”, dengan fungsi:
 Pengkajian bahan kebijakan operasional pengendalian pencemaran
lingkungan;
 Pengkajian bahan fasilitasi pengendalian pencemaran lingkungan;
 Penyelenggaraan fasilitasi bidang pengendalian pencemaran lingkungan.
Aspek kajian bidang ini meliputi:
 Pemantauan Pencemaran Lingkungan
 Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
3.
Bidang Konservasi Sumberdaya Alam dan Mitigasi Bencana
Tugas pokok bidang Konservasi Sumberdaya Alam dan Mitigasi Bencana adalah
“menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi konservasi SDA
dan mitigasi bencana”, dengan fungsi:
 pengkajian bahan kebijakan teknis konservasi SDA dan mitigasi bencana;
 pengkajian bahan fasilitasi konservasi SDA dan mitigasi bencana;
 penyelenggaraan fasilitasi bidang konservasi SDA dan mitigasi bencana.
Aspek kajian bidang ini meliputi:
 Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
 Mitigasi Bencana
4.
Bidang Penataan Hukum, Kemitraan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan
Tugas pokok Bidang Penataan Hukum, Kemitraan dan Pengembangan Kapasitas
Lingkungan adalah “Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan
fasilitasi penaatan hukum, kemitraan dan pengembangan kapasitas lingkungan”,
dengan fungsi:
 pengkajian bahan kebijakan teknis penaatan hukum, kemitraan dan
pengembangan kapasitas lingkungan;
 pengkajian bahan fasilitasi penaatan hukum, kemitraan dan pengembangan
kapasitas lingkungan;
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
29
 penyelenggaraan
fasilitasi bidang
pengembangan kapasitas lingkungan.
penaatan
hukum,
kemitraan
dan
Aspek kajian bidang ini meliputi:
 Penataan Hukum Lingkungan
 Pengembangan Kapasitas dan Kemitraan Lingkungan
Berikut adalah identifikasi permasalahan pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
berdasarkan tugas dan fungai pelayanan.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
30
Tabel 3.1
Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi BPLH Provinsi Jawa Barat
Faktor yang Mempengaruhi
No.
1
Aspek Kajian
Bidang Tata Kelola
Pengkajian AMDAL
dan Teknologi
Lingkungan
Penyelarasan dan
Evaluasi
Lingkungan Hidup
Strategis
2.
Capaian / Kondisi Saat ini
 Tingkat penerapan teknologi tepat guna dan




ramah lingkungan dalam pengelolaan
lingkungan di daerah
Jumlah komisi AMDAL yang berlisensi :22
Jumlah rekomendasi AMDAL yang diterbitkan
:10
Jumlah kajian dan rekomendasi KLHS: 11
Jumlah pedoman dan kebijakan instrument
ekonomi lingkungan
Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pemantauan
 Jumlah sumber air yang dipantau dan
ddiinformasikan status mutu airnya: 100%
Pencemaran
 Jumlah kabupaten/kota yang diukur dan
Lingkungan
diinformaskan status mutu udaranya
 Pengawasan ketaatan pengendalian
pencemaran: 100%
 Terbentuknya kelompok masyarakat 100%.
 Pemantauan pencemaran berbasis
masysrakat:100%.
 Tersusunnya PerGub tentang Baku Mutu Air
Internal
Permasalahan Peayanan BPLHD Prov. Jabar.
Eksternal
Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia dilakukan
secara kontinyu sehingga dapat
memperkuat tugas dan fungsinya
Kesadaran masyarakat,
industri dan pemerintah
daerah mengalami
peningkatan.
 Keterbatasan kewenangan di bidang
Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia dilakukan
secara kontinyu sehingga dapat
memperkuat tugas dan fungsinya
Pekerjaan KLHS belum
dirasa sebagai pekerjaan
prioritas karena
manfaatnya tidak
lanngsung bisa dirasakan
dalam waktu singkat.

SDM yang kompeten di
bidangnya
Adanya peningkatan
kesadaran lingkungan dari
masyarakat, industri dan
pemerintah
kabupaten/kota
 Belum lengkapnya data pemantauan air
Adanya proaktif BPLHD Prov.
Jawa Barat dalam melakukan
pendekatan ke masyarakat.
Permen LH 19/ 2008 tentang
pelaksanaan SPM Provinsi dan
kabupaten/kota



lingkungan hidup dalam pengelolaan
lingkungan.
Belum adanya kesepakatan antar seluruh
stakeholder dalam hal pengunaan KLHS
sebagai dasar pengambilana keputusan..
Belum optimalnya pelayanan data
lingkungan.
Keterbatasan anggaran dan sumberdaya
manusia.
Belum adanya komitmen semua pihak
dalam pemanfaatan ruang yanng mengacu
pada rencana tata ruang yang berlaku.
dan udara dari kabupaten/kota
 Tidak optimalnya data lingkungan dari


kabupaten/kota menyebabkan sulitnya
menyusun baselane data yang lengkap.
Sarana dan prasarana yang masih kurang
dalam menganalisis sampel air dan udara
Pendanaan yang relatif masih kurang
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
31
Faktor yang Mempengaruhi
No.
Aspek Kajian
Capaian / Kondisi Saat ini
Internal
Permasalahan Peayanan BPLHD Prov. Jabar.
Eksternal
dan Pengendalian Pencemaran Air: 1
Pembinaan
Pengendalian
Pencemaran
Lingkungan
3.
4.
Tercukupinya SDM yang
pengelolaan limbah B3: 56
kompeten dalam bidang terkait.
 Jumlah laboratorium lingkungan di daerah
Adanya peningkatan kapasitas
yang sudah praakreditasi: 26
SDM yang dilakukan secara
 Jumlah personil industri yang bersertifikat
kontinyu
EPCM: 317
 Jumlah industri di Jawa Barat yang
menerapkan program lingkungan
Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan dan Mitigasi Bencana
Konservasi Sumber
Peningkatan kapasitas SDM
 Jumlah fasilitasi kegiatan konservasi
sumberdaya alam dan kehati: 4.
Daya Alam dan
dilakukan secara rutin
 Jumlah fasilitasi pelaksanaan pengelolaan
Pemulihan Kerusakan
Pembahasan dan diskusi internal
lingkungan kawasan pesisir dan laut.
Lingkungan
yang dilakukan secara rutin
dengan pimpinan
Mitigasi Bencana
Peningkatan kapasitas SDM
 Jumlah pedoman dan data base informasi
kemitigasian bencana sebagai upaya
dilakukan secara rutin
pengurangan resiko bencana
Pembahasan dan diskusi internal
 Jumlah pedoman dan kajian terkait
yang dilakukan secara rutin
perubahan iklim
dengan pimpinan
PENATAAN HUKUM, KEMITRAAN DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS LINGKUNGAN
Penataan Hukum
Adanya perda 1 tahun 2012 yang
 Jumlah pengaduan lingkungan yang
ditindaklanjuti dan diinformasikan
Lingkungan
memperkuat pelaksanaan
 Jumlah kasus sengketa lingkungan yang
penataan Hukum serta Permen
terfasilitasi
19 tahun 2008 tentang
 Tingkat pemahaman dan kesadaran hukum
pelaksanaan SPM
masyarakat
 Tingkat pengawasan pelaksanaan
Adanya koordinasi yang
baik dengan masyarakat,
industri dan
kabupaten/kota
Adanya peningkatan
kesadaran lingkungan dari
masyarakat dan industri
Adanya koordinasi yang
baik dengan OPD Terkait
 Keterbatasan kewenangan di bidang

Adanya kesadaran
masyarakat tentang
pentingnya mitigas
bencana.
Adanya koordinasi yang
baik antara institusi yang
menangani masalah
lingkungan


lingkungan hidup dalam pengelolaan
lingkungan.
Belum optimalnya pelayanan data
lingkungan.
Keterbatasan anggaran dan sumberdaya
manusia.
Belum adanya komitmen semua pihak
dalam pemanfaatan ruang yanng mengacu
pada rencana tata ruang yang berlaku.
 Keterbatasan kewenangan di bidang


lingkungan hidup dalam pengelolaan
lingkungan.
Keterbatasan anggaran dan sumberdaya
manusia.
Masih kurannya pemahaman masyarakat
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
32
Faktor yang Mempengaruhi
No.
5.
Aspek Kajian
Capaian / Kondisi Saat ini
Pengembangan
Kapasitas dan
Kemitraan Lingkungan
 Jumlah kemitraan lingkungan dngan berbagai
Sekretariat
Informasi lingkungan
hidup
stakeholder
 Tingkat kesadaran stakeholders dalam
pengelolaan lingkungan
 Jumlah peraih penghargaan lingkungan
 Tingkat ketersediaan informasi lingkungan
hidup
 Ketersediaan Status Lingkungan Hidup Daerah
Internal
Eksternal
Gencarnya kampanye lingkungan,
aktivitas pengelolaan lingkugan,
dan koordinasi dengan pelaku
usaha..
Meningkatknya kesadaran
lingkungan di masyarakat
danpemerintah
kabupaten/kota
Ketersediaan sumberdaya
manusia yang mendukung
aktivitas ini
Adanya kerjsama yang baik
dengan instansi terkait dan
kabupaten/kota
Permasalahan Peayanan BPLHD Prov. Jabar.
tentang hukum lingkungan
 Belum optimalnya kerjasama antar
institusi di bidang lingkungan hidup


Ketersediaan data yang masih sangat
terbatas
Informasi lingkungan masih dianggap
tidak penting
Sumber: BPLHD Provinsi Jawa Barat
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
33
3.2
Telaahan Visi Misi dan Program Pembangunan Kepala Daerah
Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang
yang ada serta mempertimbangkan budaya yang hidup dalam masyarakat Jwa Barat, Visi
Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2013–2018 sebagaimana tertera dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Barat 2013-2018,
adalah: "Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua"
Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Maju
:
Sejahtera
:
Untuk Semua :
adalah sikap dan kondisi masyarakat yang produktif, berdaya saing
dan mandiri, terampil dan inovatif dengan tetap dapat menjaga
tatanan sosial masyarakat yang toleran, rasional, bijak dan adaptif
terhadap dinamika perubahan namun tetap berpegang pada nilai
budaya serta kearifan lokal dan berdaulat secara pangan, ketahanan
ekonomi dan sosial.
adalah sikap dan kondisi masyarakat jawa barat yang secara lahir dan
batin mendapatkan rasa aman dan makmur dalam menjalani
kehidupan.
adalah kondisi dimana hasil pembangunan dapat dirasakan oleh
seluruh lapisan, elemen dan komponen masyarakat
Untuk mewujuskan Visi tersebut dan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, ditetapkan 5 misi Pemerintah Provinsi Jawa
Barat yang didalamnya mengandung gambaran tujuan serta sasaran, yaitu:
Misi Pertama
:
Membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing.
Misi Kedua
:
Membangun perkonomian yang kokoh dan berkeadilan.
Misi Ketiga
:
Meningkatkan kinerja pemerintahan melalui profesionalisme tata
kelola dan perluasan partisipasi publik.
Misi Keempat
:
Mewujudkan Jawa Barat yang nyaman dengan pembangunan
infrastruktur strategis yang berkelanjutan.
Misi Kelima
:
Mengokohkan kehidupan sosial kemasyarakatan melalui
peningkatan peran pemuda, olah raga, seni, budaya dan pariwisata
dalam bingkai kearifan lokal.
Dari kelima misi tersebut, yang berkaitan dengan aspek lingkungan hidup adalah misi
keempat, yaitu “Mewujudkan Jawa Barat Yang Nyaman dengan Pembangunan
Infrastruktur Strategis Yang Berkelanjutan melalui peningkatan kemantapan jalan,
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
34
perbaikan dan perluasan jaringan irigasi, pengendalian tata ruang, pengelolaan sampah
regional, peningkatan kawasan terbuka hijau, serta perlindungan lahan pertanian
berkelanjutan”. Makna dari misi keempat untuk aspek lingkungan hidup adalah bahwa
wilayah Jawa Barat yang ingin dituju adalah wilayah Jawa Barat yang nyaman dan
berkelanjutan.
Tujuan dari misi keempat adalah “Meningkatkan aksesibilitas antar wilayah,
peningkatan produktivitas ekonomi, dan pelayanan dasar sehingga mampu beradaptasi
secara sehat dan berkelanjutan”. Tujuan ini akan dicapai melalui sasaran pembangunan
dalam bentuk “Meningkatnya kualitas infrastruktur strategis yang nyaman dan
berkelanjutan”.
Pembangunan yang Berkelanjutan dimaknai melalui kebijakan pengendalian tata ruang
berbasis daya dukung lingkungan dan mitigasi bencana serta peningkatan penciptaan
dan pemanfaatan energi baru terbarukan”.Kebijakan ini berlaku bagi seluruh komponen
pembangunan. Khusus untuk bidang lingkungan hidup, kebijakan Pemerintah Daerah
Provinsi Jawa Barat adalah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Meningkatkan pengendalian pencemaran air, udara dan tanah;
Meningkatkan upaya rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan hidup;
Meningkatkan upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup;
Meningkatkan upaya rehabilitasi dan konservasi kawasan pesisir dan laut;
Meningkatkan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap bencana;
Meningkatkan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim;
g. Infrastruktur yang handal dan pengelolaan lingkungan yang berimbang untuk
pembangunan berkelanjutan.
Ketujuh kebijakan bidang lingkungan hidup tersebut, selanjutnya perlu dijabarkan ke
dalam program-program pembangunan. Adapum program pembangunan yang menjadi
lingkup tugas utama BPLHD meliputi 4 program, yaitu:
1)
Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup, dengan
sasaran:
a. Terkendalinya beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik di DAS
Citarum, DAS Ciliwung dan DAS Prioritas lainnya;
b. Terlaksananya pengawasan pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3 pada
industri dan rumah sakit;
c. Meningkatnya adaptasi dan sinkronisasi kebijakan tata kelola lingkungan;
d. Meningkatnya upaya penegakan hukum lingkungan atas dugaan pencemaran
dan/atau perusakan lingkungan hidup;
e. Penerapan teknologi bersih industri.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
35
2)
Program Mitigasi dan Perubahan Iklim, dengan sasaran:
a. Meningkatnya upaya mitigasi perubahan iklim melalui penurunan emisi gas
rumah kaca pada sektor pertanian, kehutanan, energi, transportasi, industri,
limbah dan sampah;
b. Meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim;
c. Terkendalinya beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri sumber
bergerak dan tidak bergerak.
3)
Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup,
dengan sasaran yang menjadi tanggung jawab BPLHD adalah:
a.
b.
Meningkatnya upaya perlindungan keanekaragaman hayati (kehati);
Meningkatnya peran lintas pelaku dalam penanganan gangguan dan
pencegahan kerusakan kawasan hutan.
Tabel berikut menyajikan misi dan program pembangunan Jawa Barat yang diprakarsai
oleh Kepala Daerah Terpilih, dalam kaitannya dengan permasalahan pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat, berikut faktor penghambatdan pendorong.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
36
Tabel 3.2 Faktor Penghambat dan Faktor Pendorong Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat terhadap Pencapaian Visi, Misi, dan rogram
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Visi: "Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua”
No.
1
2
Misi dan Program KDH dan Wakil
Permasalahan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
KDH
Misi Ke-empat:
Mewujudkan Jawa Barat yang nyaman dengan pembangunan infrastruktur strategis yang berkelanjutan:
Program Pengendalian
 BPLHD Prov. Jabar tidak mungkin melakukan upaya
a.
Pencemaran dan Perusakan
pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan tanpa
Lingkungan Hidup.
kerjasama dengan OPD teknis lain yang terkait, seperti
perindustrian, kesehatan, pertanian dan perkebunan,
Kehutanan, dan PSDA.
 Upaya pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan
membutuhkan sumberdya manusia, pendanaan, dan iptek.
Program Mitigasi dan Perubahan
 Perlunya mensosialisasikan mitigasi bencana dan adaptasi
Iklim.
perubahan iklim ke semua lapisan publik, baik masyarakat,
b.
pengusaha, maupun birokrat di semua lini.
3
Program Rehabilitasi dan
Konservasi Sumber Daya Alam
dan Lingkungan Hidup.
4
Program Pembinaan
Pengembangan Ketenagalistrikan
dan Pemanfaatan Energi.
 Upaya konservasi sumberdaya alaam dan lingkungan hidup
tidak bisa dilakukan sendiri oeh BPLHD Prov.Jabar,
melainkan harus dilakukan bersama dengan OPD terkait
seperti kehutanan, pertanian dan perkebunan, PSDA,
pendidikan, kesehatan, LSM, hankam, dll.
 Upaya pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan
membutuhkan sumberdya manusia, pendanaan, dan iptek.
Faktor
Penghambat
Kurang optimalnya koordinasi yang
intensif antara BPLHD dengan OPD
terkait seperti kehutanan, pertanian
dan perkebunan, PSDA, pendidikan,
kesehatan, LSM, hankam, dll,
terutama dalam pelayanan:
 pengendalian pencemaran,
 rehabilitas sumberdaya alam.
Kuraang optimalnya koordinasi
antara BPLHD Prov. Jabar dengan
OPD kabupaten/kota, terutama dala
hal pemantauan kualitas
lingkungan,baikair, udara, maupun
tanah.
c. Kurangnya sumberdaya manusia,
sumberdaya pendanaan, dan
sumberdaya iptek yang tersedia di
BPLHD Prov. Jabar, khususnya untuk
kegiatan-kegiatan yang menyangkut
koordinasi dengan OPD terkait.
Pendorong
o Adanya kesamaan visi, misi, kegiatan,
dan pprogram pembangunan yang
dijasikan sebagai acuan pembangunan
daerah, yaitu RPJPD dan RPJMD.
o Adanya beberapa peraaturan
perundangan yang telah diterbitkan
sehingga patut dijalankan oleh seluruh
OPD dan masyarakat seperti Perda
RTRW, Pergub Baku Mutu Kualitas
Lingkungan, dll
Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun dan BPLHD Provinsi Jawa Barat
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
37
3.3
Telaahan Renstra KLH dan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa
Barat
Berikut disajikan telaahan muatan Renstra KLH dengan pencapaian pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat periode sebelumnya sebagaimana telah diuraikan pada Bab II, faktor
penghambat dan pendorongnya.
Tabel 3.3 Permasalahan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
terhadap Sasaran Renstra KLH
No.
1
Sasaran Jangka
Menengah Renstra KLH
Terkendalinya
pencemaran dan
kerusakan lingkungan
sungai, danau, pesisir
dan laut serta air tanah;
Penghambat




2
Terlindunginya
kelestarian fungsi lahan,
keanekaragaman hayati
dan ekosistem hutan;
3
Membaiknya kualitas
udara dan pengelolaan
sampah serta limbah
bahan berbahaya dan
beracun (B3);
4.
Pengelolaan
sumberdaya alam dan
lingkungan hidup
terintegrasi.
Faktor
Permasalahan Pelayanan BPLHD Prov.Jabar


BPLHD Prov.Jabar telah melakukan
pemantauan kualitas lingkungan
khususnya di 7 DAS dan pesisir,
mengidentifikasi lahan kritis, dan
mengeidentifikasi tanah yang yang
tercemar.
OPD kabupaten/kota juga telah
melakukan pemantauan lingkungan.
Namun hasil pemantauan belum
tedokumentasikan dengan baik sehingga
base line yang akurat belum tercapai
sempurna.
BPLHD Prov. Jabar tidak memiliki
kemampuan untuk menindaklanjuti hasil
peantauan lingkungan ke dalam bentuk
kegiatan nyata berupa pengendalian
pencemaran dan kerusakan lingkungan,
tanpa dukungan dari OPD terkait.
Data-data mengenai keanekaragaman
hayatai tidak bida diperbaharui secara
priodik tahunan.
BPLHD belum melakukan upaya-upaya
melindungi kelestarian lahan , kehati,
dan ekosistem hutan, karena dibutuhkan
kerjasama dengan OPD terkait dan
dibutuhkan pula sejumlah sumberdaya,
sumberdana, dan iptek yang memadai.
Keterbatasan
sumberdaya
manusia,
sumberdana, dan
iptek di BPLHD
Prov. Jabar.
Pendorong
Adanya pedoman
acuan
pembangunaan
yang sama, yaitu
Rensta dan RTRW
Prov.Jabar.
Kurang optimalnya
koordinasi dan
kerjasama dengan
OPD terkait dan
dengan OPD di
kabupaten/kota.
Ditinjauu dari sumber pencemarnya seperti
penurunan kualitas udara, persampahan, dan
limbah B3, semua berada di luar
kewenangan BPLHD Prov. Jabar. Dengan
demikian upaya untuk pengelolaan
lingkungan untuk mencapai kualitas
lingkungan yang baik diperlukan kerjasama
dengan OPD terkait, termasuk
pengintgrasian dan penyelarasan
(sinkroniasi) program.
Sumber: Tim Penyusun dan BPLHD rovinsi Jawa Barat
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
38
3.4
Telaahan Renstra OPD Kabupaten/Kota dan Pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat
Berikut disajikan telaahan muatan Renstra Kabupaten/kota dan pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat periode sebelumnya sebagaimana telah diuraikan pada Bab II,
berikut faktor penghambat dan pendorongnya.
Tabel 3.4 Permasalahan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
terhadap Sasaran Renstra OPD Kabupaten/Kota
Sasaran Renstra OPD
Kabupaten/Kota
Permasalahan Pelayanan
BPLHD Prov.Jabar
1
Pelayanan pencegahan dan
pengendalian pencemaran air.
2
Pelayanan pencegahan
pencemaran udara dari
sumber tidak bergerak.
Hasil pemantauan dari
daerah tidak lengkap dan
tidak seragam sehinggan
sulit bagi BPLHD Prov.jabar
mdnentukan baseline.
No.
Upaya pencegahan /
pengendalian pencemaran
yang dilakukan BPLHD
Prov.Jabar belum optimal.
Faktor
Penghambat
Pendorong
Kurangnya koordinasi antara
BPLHD Prov.Jabar dengan
OPD kab/kota.
Adanya auan yang
sama dalam hal
pengendallian
pencemaran
lingkungan,
yaitu
Renstra KLH dan
berbagai peraturan
menteri
terkait
pencemaran.
Belum adanya keseragaman
format pelaporan.
Kewenangan pengendalian
dan pencegahan sebagian
berada di luar kewenangan
BPLHD Prov.Jabar.
Adanya keterbatasan SDM,
sumberdana, dan iptek di
daerah.
3
Laboratorium:
Tidak ada.
-
-
 Pelayanan pengujian
Laboratorium.
 Laboratorium lingkungan
menjadi green laboratory.
 Laboratorium lingkungan
menjadi BLU (Badan
Layanan Umum).
4.
Pelayanan informasi status
kerusakan lahan dan/atau
tanah untuk produksi
biomassa
Sulit mendapatkan data
tentang kerusakan lahan
secara lengkap dan
periodik.
Adanya keterbatasan SDM,
sumberdana, dan iptek di
daerah sehingga tidak bisa
memberikan data secara
rutin dan lengkap.
Adanya kewajiban
menyusun SLHD di
kab./kota yang
memuat data
lingkungan.
5.
Dokumen lingkungan:
Sebagian legalitas AMDAL
memang merupakan
Koordinasi antara BPHD Prov.
Jabar dengan OPD kab./kota
Adanya kewajiban
menyusun
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
39
Sasaran Renstra OPD
Kabupaten/Kota
No.
Permasalahan Pelayanan
BPLHD Prov.Jabar
 Cakupan pengawasan
terhadap pelaksanaan
Amdal.
 Pelayanan penilaian dan
persetujuan dokumen
lingkungan
 Monitoring dan evaluasi
penerapan pelaksanaan
dokumen lingkungan
kewenangan kab./kota.
6.
Penegakan hukum lingkungan
7.
Pelayanan tindak lanjut
pengaduan masyarakat
Terbatasya Sumberdaya
BPLHD Prov. Jabar
menangani kasus
lingkungan yang cukup
banyak.
Faktor
Penghambat
Pendorong
kurang optimal.
dokumen
lingkungan, dan
target dalam
Renstra KLH.
Terbatasya SDM,
sumberdana, dan iptek
BPLHD Prov. Jabar
Adanya PPNS
Hasil monitoring dan
evaluasi penerapan
pelaksanaan dokumen
lingkungan tidak dilaporkan
secara lenngkap ke BPLHD
Prov.Jabar.
Sumber: Tim Penyusun dan BPLHD rovinsi Jawa Barat
3.5
Telaahan RTRW Jawa Barat dan Pelayanan BPLHD Provinsi
Jawa Barat
Berikut disajikan telaahan muatan RTRW dan pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
periode sebelumnya sebagaimana telah diuraikan pada Bab II, berikut faktor
penghambat dan pendorongnya.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
40
Tabel 3.5 Permasalahan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
terhadap Sasaran RTRW Provinsi Jawa Barat
Faktor
No.
Sasaran RTRW Jawa Barat
Permasalahan Pelayanan BPLHD Prov.Jabar
Penghambat
Pendorong
Dalam
penetapan
programprogram
pembangunan
nya, seluruh
OPD mengacu
pada dokumen
yang sama
yaitu RTRW.
1
Peningkatan cakupan sistem
pelayanan air bersih dan air limbah.
Untuk lingkup pelaksanaan pelayanan air
bersih dan air limbah harus bekerja sama
dengan PSDA dan Dinas Kebersihan.
Belum optimalnya koordinasi antara BPLHD
dengan OPD terkait.
Rencana program
dalam RTRW masih
bersifat global,
sehingga belum
operasional.
2
 Pembangunan TPA Regional
 Peningkatan Pengelolaan
Rencana program
dalam RTRW masih
bersifat global,
sehingga belum
operasional.
3
Pencegahan dan mitigasi bencana:
a. Pengembangan pendidikan
kebencanaan
b. Mitigasi bencana wilayah pesisir
dan laut dan adaptasi terhadap
perubahan iklim
Untuk lingkup pelaksanaan pembangunan TPA
dan pengelolaan persampahan harus bekerja
sama dengan Dinas Kebersihan.
Belum optimalnya koordinasi antara BPLHD
dengan OPD terkait.
Lingkup BPLHD Prov.Jabar terbatas pada
penyusunan perundangan lingkungan dan
pemantauan kualitas lingkungan di sekitar
TPA.
Pemantauan di daerah sekitar TPAharus
dilakukan secara intensif, yang artinya
membutuhkan sumberdaya yang baik, SDM,
pendanaan, iptek.
Belum optimalnya kerjasama jangka panjang
antara BPLHD Prov. Jabar dengan Dinas
Pendidikan dan lembaga kemasyarakat
lainnya untuk mengadakan pendidikan; dan
dengan BPBD untuk menyusun rencana
mitigasi bencana.
4
Mitigasi bencana berdasarkan jenis
bencana:
a. Gerakan tanah / longsor, melalui
Rehabilitasi dan konservasi
sumberdaya alam dan lingkungan
hidup.
b. Abrasi/erosi, melalui
 peningkatan pengelolaan
ekosistem pesisir dan laut.
Terbatasnya informasi mengenai peta
bencana potensial, baik di daratan maupn di
pesisir dan laut.
Belum optimalnya kerjasama antara BPLHD
Prov. Jabar dengan OPD terkait untuk
melakukan gerakan rehailitasi dan konservasi
sumberdaya alam dan lingkungan, baik pada
kawasan hutan maupun pada kawasan pesisir
dan laut,
Persampahan
 Pencemaran, melalui:
peningkatan monitoring dan
evaluasi pencemaran di lokasi
kawasan industri.
 Penegakan hukum.
 Pengembangan kinerja
pengelolaan air limbah.
 Peningkatan penanganan
pencemaran dan kerusakan
lingkungan.
Terbatasnya
sumberdaya yang
dimiliki BPLHD Prov.
Jabar.
Proporsi aspek
lingkungan
/bencana dalam
kurikulum sekolah
masih sangat
terbatas.
Terbatasnya
sumberdaya yang
dimiliki BPLHD Prov.
Jabar.
Peta kontingensi
bencna pada lokasilokasi bencana
tertentu belum
operasional.
Terbatasnya
pengetahuan
masyarakat
mengenai langkah
mitigasi bencana di
daerahnya masingmasing.
Terbatasnya
sumberdaya
yang dimiliki
BPLHD Prov.
Jabar.
Sumber: Tim Penyusun dan BPLHD rovinsi Jawa Barat
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
41
3.6
Telaahan KLHS Jawa Barat dan Pelayanan BPLHD Provinsi
Jawa Barat
Berikut disajikan telaahan muatan KLHS dan pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
periode sebelumnya sebagaimana telah diuraikan pada Bab II, berikut faktor
penghambat dan pendorongnya.
Tabel 3.6 Permasalahan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
terhadap Muatan KLHS Jawa Barat
No.
1.
Muatan KLHS Jawa
Barat
Faktor
Penghambat
Pendorong
Belum ada kerjasama
antara BPLHD Prov.
Jabar dengan OPD-OPD
terkait dalam bentuk
/format yang kuat dan
memiliki legalitas yang
jelas sehingga
mempermudah
koordinasi dalam
pelaksanaana
pengendallian dan
pengelolaan
lingkungan.
Dalam
penetapan
programprogram
pembangunann
ya, seluruh OPD
mengacu pada
dokumen yang
sama yaitu
Renstra dan
Renja.
Belum ada bentuk
kerjasama yang baku
antara BPLHD Prov
Jabar dengan OPD
terkait dalam
pelaksanaan
pengelolaan
lingkungan.
Dalam
penetapan
program
pembangunann
ya, seluruh OPD
mengacu pada
dokumen yang
sama yaitu
Renstra dan
Renja.
Dampak dan Risiko Lingkungan Hidup
a. Menurunnya
Hasil pemantauan kualitas air sugai yang
telah dilakukan oleh BPLHD belum
ditindaklanjuti dengan upaya pengendalian
dan pengelolaan karena badan air (sungai)
berada di bawa kewenangan OPD lain).
b. Menurunnya
Hasil pemantauan kualitas udara di daerah
perkotaan yang telah dilakukan oleh
BPLHD belum ditindaklanjuti dengan upaya
pengendalian dan pengelolaan karena
sumber pencemarnya yaitu kendaraan
bermotor dan kemcetan lalu-lintas berada
di bawah kewenangan OPD lain.
kualitas air sungai
akibat limbah
industry
kualitas udara
erkotaan akibat
emisi kendaraan
dan kemacetan
2.
Permasalahan Pelayanan BPLHD
Prov.Jabar
Kinerja layanan/jasa ekosistem:
 Pengelolaan DAS
terpadu hulu – hiir.
Secara teknis, pengelolaan DAS mulai dari
hulu sampai hilir merupakan kewenangan
OPD lain. PERAN bplhd Prov Jawa Barat
lebih pada memberi rambu-rambu dalam
pemanfaatan DAS agar tidak menimbulkan
pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
42
3.
Tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasis terhadap perubahan iklim
 Rendahnya
antisipasi aparat
pemerintah dalam
memahami arti
pelestarian,
pengelolaan dan
pengendalian
lingkungan hidup
untuk mengadapi
resiko perubahan
iklim.
4.
Selama ini BPLHD Prov. Jabar telah
melakukan berbagai kampanye dan
sosialisasi terkait dengan perlunya
pelestarian, pengelolaan, dan
pengendalian lingkungan. Namun dalam
pelaksanaannya, dalam penyusunan
program dll, aparat pemeintah masih lebih
mementingkan target pencapaian PAD,
pencapaian politik, dan lain-lain
sejenisnya.
Arti pelestarian,
pengelolaan, dan
pengendalian
lingkungan belum
dijadikan sebagai dasardasar pembangunan.
-
Belum ada bentuk
kerjasama yang baku
antara BPLHD Prov
Jabar dengan OPD
terkait dalam
pelaksanaan
pengelolaan
lingkungan.
Dalam
penetapan
programprogram
pembangunann
ya, seluruh OPD
mengacu pada
dokumen yang
sama yaitu
Renstra dan
Renja.
Tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati
 Terjadinya degradasi
mangrove;
 Terjadinya kerusakan
terumbu karang
Hasil pemantauan terhadap kondisi
mangrove dan kerusakan terumbu karang
yang telah dilakukan oleh BPLHD belum
ditindaklanjuti dengan upaya pengendalian
dan pengelolaan karena kawasan pesisir
dan laut berada di bawah kewenangan
OPD lain.
Sumber: Tim Penyusun dan BPLHD rovinsi Jawa Barat
3.7
Penentuan Isu-Isu Lingkungan Strategis
Yang dimaksud dengan isu lingkungan dalam konteks ini dibatasi pada isu lingkungan
yang sifatnya negatif sehingga perlu tindakan perbaikan.Penetapan isu lingkungan
strategis dilakukan sebagai titik awal penetapan strategi, kebijakan, dan program
pembangunan pada sektor lingkungan yang menjadi tanggungjawab BPLHD Provinsi
Jawa Barat.
Proses penetapan isu lingkungan strategis dilakukan melalui 4 tahap, yaitu:
1.
Identifikasi isu lingkungan secara umum;
2.
Penetapan kriteria penilaian serta pembobotan kriteria
3.
Pemberian nilai (skor) variabel isu lingkungan
4.
Penetapan isu lingkungan yang dianggap strategis (isu lingkungan strategis).
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
43
3.7.1
Identifikasi Isu Lingkungan Secara Umum
Identifikasi isu lingkungan secara umum dilakukan berdasarkan pertimbangan terhadap
6 variabel, yaitu:
a. Kebijakan dan program pembangunan RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018 untuk
aspek lingkungan hidup,
b. Gambaran pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
c. Sasaran jangka menengah pada Renstra KLH
d. Sasaran jangka menengah dari Renstra kabupaten/kota
e. Implikasi RTRW bai pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
f. Implikasi KLHS bagi pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
3.7.1.1
Kajian Isu Lingkungan Berdasarkan RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Untuk mewujudkan visi Jawa Barat, RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018 menetapkan
5 misi, dimana misi yang terkait dengan lingkungan hidup adalah misi ke-empat, yaitu
“Mewujudkan Jawa Barat Yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis Yang
Berkelanjutan”. Misi ke-empat ini memiliki tujuan, yang kemudian dijabarkan dalam
bentuk sasaran, strategi dan kebijakan, program pembangunan, dan sasaran prograam
pembangunan, sebagaiana disajikan pada tabel berikut.
Misi ke 4
:
Mewujudkan Jawa Barat Yang Nyaman dan Pembangunan
Infrastruktur Strategis Yang Berkelanjutan
Tujuan Misi
:
Meningkatkan kelestarian lingkungan hidup dan keberlanjutan
pembangunan.
Sasaran Misi
:
Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta
kualitas penanganan bencana.
Strategi
:
1. Meningkatkan proses perencanaan, pemanfaatan, dan
penngendalian pemanfaatan ruang untuk mewujudkan tata
ruang wilayah yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.
2. Menurunkan beban pencemaran lingkungan dan risiko
bencana.
3. Meningkatkan kualitas dan fungsi kawasan lindung.
4. Meningkatkan upaya rehabilitasi dan konservasi lingkungan
hidup.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
44
5. Mengembangkan sumber energi baru terbarukan dan
konservasi energi, sumberdaya mineral, geologi, dan air tanah.
6. Meningkatkan penanggulangan bencana dan perlindungan
masyarakat.
Dari ke-enam strategi pembangunan tersebut, terdapat ketetapan RPJMD Provinsi Jawa
Barat terkait dengan BPLHD Provinsi Jawa Barat, yaitu:
a. BPLHD Provinsi Jawa Barat bertanggugjawab atas pelaksanaan strategi nomor 2,
yaitu “menurunkan beban pencemaran lingkungan dan risiko bencana”, dengan
kebijakan:

Peningkatan pengendalian pencemaran air, udara dan tanah serta penerapan
teknologi bersih untuk industri, melalui program Pengendalian Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan Hidup.

Peningkatan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, melalui
program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.
b. BPLHD Provinsi Jawa Barat menjadi mitra bagi Dinas Kehutanan untuk melaksanakan
strategi nomor 4, yaitu “Meningkatkan upaya rehabilitasi dan konservasi lingkungan
hidup”, dengan kebijakan “Meningkatan upaya rehabilitasi hutan dan lahan serta
konservasi sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati”.
c. BPLHD Provinsi Jawa Barat menjadi mitra bagi Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral
untuk melaksanakan strategi nomor 5, yaitu “Mengembangkan sumber energi baru
terbarukan dan konservasi energi, sumberdaya mineral, geologi, dan air tanah”,
dengan kebijakan “Meningkatkan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
45
Tabel 3.7 Strategi, Arah Kebijakan, ProgramPembangunan, dan Sasaran Program Pembangunan dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
yang terkait dengan BPLHD Provinsi Jawa Barat
Strategi
2.
Menurunkan beban
pencemaran lingkungan
dan risiko bencana
Arah Kebijakan Strategis
2.1
Peningkatan
pengendalian
pencemaran air, udara
dan tanah serta
penerapan teknologi
bersih untuk industri
Program Pembangunan
Daerah Untuk Pencapaian
arah Kebijakan Strategis
Program Pengendalian
Pencemaran dan Kerusakan
Lingkungan Hidup
Sasaran Program Pembangunan Daerah
a. Terkendalinya beban pencemaran badan air oleh industri dan
b.
c.
d.
e.
4.
Meningkatkan upaya
rehabilitasi dan konservasi
lingkungan hidup
domestik di DAS Citarum, DAS Ciliwung dan DAS Prioritas
lainnya;
Terlaksananya pengawasan pemanfaatan B3 dan
pembuangan limbah B3 pada industri dan rumah sakit;
Meningkatnya adaptasi dan sinkronisasi kebijakan tata kelola
lingkungan;
Meningkatnya upaya penegakan hukum lingkungan atas
dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.
Penerapan teknologi bersih industri.
2.2
Peningkatan upaya
mitigasi dan adaptasi
terhadap perubahan iklim
Program Mitigasi dan
Adaptasi Perubahan Iklim
a. Meningkatnya upaya mitigasi perubahan iklim melalui
4.1
Peningkatan upaya
rehabilitasi hutan dan
lahan serta konservasi
sumber daya alam dan
keanekaragaman hayati
Program Rehabilitasi dan
Konservasi Sumber Daya
Alam dan Lingkungan Hidup
a. Terlaksananya rehabilitasi lahan kritis, termasuk di kawasan
Keterangan
BPLHD Prov. Jabar
ditetapkan sebagai
pelaksana utama pada
seluruh strategi ini.
penurunan emisi gas rumah kaca pada sektor pertanian,
kehutanan, energi, transportasi, industri, limbah dan sampah;
b. Meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap dampak
perubahan iklim;
c. Terkendalinya beban emisi dari sumber bergerak dan tidak
bergerak
.
DAS prioritas;
b. Meningkatnya upaya rehabilitasi lahan di kawasan hutan
negara;
c. Meningkatnya upaya rehabilitasi lahan di kawasan
BPLHD Prov. Jabar
ditetapkan sebagai
pelaksana mitra dengan
Dinas Kehutanan untuk
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
46
Strategi
Arah Kebijakan Strategis
Program Pembangunan
Daerah Untuk Pencapaian
arah Kebijakan Strategis
Sasaran Program Pembangunan Daerah
perkebunan;
d. Meningkatnya upaya perlindungan keanekaragaman hayati
(kehati);
e. Meningkatnya upaya konservasi kawasan hutan negara dan
Keterangan
progrm-program
keanekaragaman hayati
(point d).
kawasan sekitar mata air;
f. Meningkatnya peran lintas pelaku dalam penanganan
gangguan dan pencegahan kerusakan kawasan hutan;
g. Meningkatnya pengembangan budidaya hutan rakyat;
h. Meningkatnya upaya konservasi lahan pertanian melalui
sistem usaha tani konservasi;
i. Terpantaunya kondisi dan kualitas air tanah dan sumbersumber air.
5.
Mengembangkan sumber
energi baru terbarukan dan
konservasi energi, sumber
daya mineral, geologi dan
air tanah
4.2
Peningkatan upaya
rehabilitasi dan
konservasi kawasan
pesisir dan laut
Pengelolaan ekosistem pesisir
dan laut
Meningkatnya upaya rehabilitasi hutan mangrove, kawasan pesisir
dan laut;
5.1
Peningkatan
pengembangan dan
pemanfaatan energi baru
terbarukan
Program Pembinaan,
Pengembangan
Ketenagalistrikan dan
Pemanfaatan Energi
Meningkatnya ketersediaan dan pemanfaatan sumber energi baru
dan terbarukan.
BPLHD Prov. Jabar
menjadi mitra Dinas
ESDM guna menunjang
pelaksanaan kebijakan
peningkatan
pengembangan dan
pemanfaatan energi baru
terbarukan.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
47
Strategi
Arah Kebijakan Strategis
Program Pembangunan
Daerah Untuk Pencapaian
arah Kebijakan Strategis
Sasaran Program Pembangunan Daerah
5.2
Peningkatan
pemanfaatan dan
pengelolaan sumber
energi panas bumi
Program Pengembangan
Panas Bumi dan Migas
Meningkatnya pendayagunaan panas bumi sebagai sumber energi
listrik berupa eksplorasi potensi energi panas bumi di Jawa Barat
5.3
Peningkatan upaya
pengembangan sumber
daya mineral, geologi,
dan air tanah
Program Pembinaan,
Pengembangan Sumber Daya
Mineral, Geologi dan Air
Tanah
Meningkatnya pemutakhiran kondisi Cekungan Air Tanah
Keterangan
Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
48
Kesimpulan:
Berdasarkan kajian terhadap RPJMD Provinsi Jawa Barat, isu lingkungan umum
berdasarkan RPJM Provinsi Jawa Barat meliputi:
1. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup;
2. Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim;
3. Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup untuk
aspek Keanekaragaman Hayati;
4. Pembinaan, Pengembangan Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan Energi dalam
rangka meningkatkan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan.
3.7.1.2
Kajian Isu Lingkungan Berdasarkan Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
Berdasarkaan analisis yang telah dilakukan pada subbab 3.1 dan disajikan pada Tabel
3.1 dapat disimpulkan identifikasi isu lingkungan sebagai berikut:
1.
Keterbatasan kewenangan BPLHD dalam pengelolaan lingkungan;
2.
Optimalisasi pelayanan data lingkungan.
3.
Keterbatasan anggaran dan sumberdaya manusia.
4.
Kesepakatan antar stakeholder dalam pengelolaan
5.
Koordinasi pengelolaan lingkungan antara pemerintah Provinsi Jawa Barat
dengan OPD kabupaten/kota
6.
3.7.1.3
Peningkatan pemahaman masyarakat tentang hukum lingkungan
Kajian Isu Lingkungan berdasarkan Sasaran Jangka Menengah Renstra KLH
Berdasarkaan analisis yang telah dilakukan pada subbab 3.3 dan disajikan pada Tabel
3.3 dapat dirangkum identifikasi isu lingkungan sebagai berikut:
1. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan sungai, danau, pesisir dan
laut serta air tanah;
2. Perlindungan kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan ekosistem
hutan;
3. Peningkatan kualitas udara dan pengelolaan sampah serta limbah bahan
berbahaya dan beracun (B3);
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
49
4. Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup terintegrasi.
5. Baseline data.
6. Koordinasi dalam pemantauan dan pengendallian pencemaran lingkungan, baik
antara stakeholder maupun dengan kabupatn/kota termasuk sinkronisasi
program.
7. Terbatasnya sumberdaya dan iptek.
3.7.1.4
Kajian Isu Lingkungan berdasarkan Sasaran Jangka Menengah Renstra
Kabupaten/kota
Berdasarkaan analisis yang telah dilakukan pada subbab 3.4 dan disajikan pada Tabel
3.4 dapat dirangkum identifikasi isu lingkungan sebagai berikut:
1. Pencegahan dan pengendalian pencemaran air dan udara.
2. Peningkatkan pemantauan kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi
biomasa.
3. Peenegakan hukum lingkungan
4. Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat.
5. Peningkatan koordinasi dengan OPD kabupaten/kota.
6. Keseragaman format pelaporan.
7. Keterbatasan sumberdaya dan iptek di OPD kabupaten/kota.
8. Optimalisasi koordinasi dalam pelaporan hasil pemantauan lingkungan.
9. Terbatasnya sumbedaya dalam menannganai kasus lingkungan.
3.7.1.5
Kajian Isu Lingkungan berdasarkan Implikasi RTRW bagi Pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat
Berdasarkaan analisis yang telah dilakukan pada subbab 3.5 yang disajikan pada Tabel
3.5 mengenai implikasi substansi RTRW Provinsi Jawa Barat bagi pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat, dapat dirangkum identifikasi isu lingkungan sebagai berikut:
1. Peningkatan pelayanan air bersih dan air limbah.
2. Pembangunan TPA dan pengelolaan persampahan.
3. Pencegahan dan mitigasi bencana.
4. Koordinasi dengan PSDA dan Dinas Kesehatan.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
50
5. Koordinasi dengan instansi terkait.
6. Pemantauan daerah sekitar TPA.
7. Peningkatan informasi peta potensi bencana dan peta kontingensi bencana yang
operasional.
8. Terbatasnya sumberdaya BPLHD Provinsi Jawa Barat.
9. Peningkatan pengetahuan masyaraat terkait bencana
3.7.1.6
Kajian Isu Lingkungan berdasarkan Implikasi KLHS bagi Pelayanan BPLHD
Provinsi Jawa Barat
Berdasarkaan analisis yang telah dilakukan pada subbab 3.6 dan disajikan pada Tabel
3.6 dapat dirangkum identifikasi isu lingkungan sebagai berikut:
1. Kualitas air sungai akibat limbah industry.
2. Kualitas udara erkotaan akibat emisi kendaraan dan kemacetan.
3. Pengelolaan DAS terpadu hulu – hilir.
4. Peningkatan antisipasi aparat pemerintah dalam memahami arti pelestarian,
pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup untuk mengadapi resiko
perubahan iklim.
5. Degradasi mangrove;
6. Kerusakan terumbu karang.
7. Terbatasnya kewenangan BPLHD untuk melakukan pengendalian dan
pengelolaan badan air dan penangan sumber pencemaran udara sumber
bergerak.
8. Penindaklanjutan hasil pemantauan.
9. Koordinasi dengan instansi terkait (PSDA, Dishub, DKP, dll dalam legalitas yang
kuat.
10. Pencanangan pelestarian, pengelolaan, dan pengendalian sebagai dasar
pebangunan fisik.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
51
3.7.1.7
Rangkuman Kajian Isu Lingkungan
Dengan memperhatikan kajian isu lingkungan dari berbagai referensi, tampak bahwa
ada beberapa isu lingkungan yang ama atau ditemui di beberapa referensi. Sehubungan
dengan itu, maka seluruh kajian isu lingkungan tersebut akan dirangkum. Proses
peranguman disajikan pada tabel berikut.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
52
Tabel 3.8 Rangkuman Isu Lingkungan
Kajian Isu Lingkungan Berdasarkan
RPJMD Prov. Jabar
1.
2.
3.
4.
5.
Pengendalian Pencemaran
dan Kerusakan Lingkungan
Hidup;
Mitigasi dan Adaptasi
Perubahan Iklim;
Rehabilitasi dan Konservasi
Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup;
Pembinaan,
Pengembangan
Ketenagalistrikan dan
Pemanfaatan Energi;
Pembinaan,
Pengembangan
Ketenagalistrikan dan
Pemanfaatan Energi dalam
rangka meningkatkan
pemanfaatan sumber
energi baru dan
terbarukan.
Pelayanan BPLHD Prov. Jabar
Sasaran Jangka Menengah Renstra KLH
1. Keterbatasan kewenangan
BPLHD dalam pengelolaan
lingkungan;
2. Optimalisasi pelayanan data
lingkungan.
3. Keterbatasan anggaran dan
sumberdaya manusia.
4. Kesepakatan antar
stakeholder dalam
pengelolaan
5. Koordinasi pengelolaan
lingkungan antara
pemerintah Provinsi Jawa
Barat dengan OPD
kabupaten/kota
6. Peningkatan pemahaman
masyarakat tentang hukum
lingkungan.
1. Pengendalian pencemaran dan
kerusakan lingkungan sungai, danau,
pesisir dan laut serta air tanah;
2. Perlindungan kelestarian fungsi
lahan, keanekaragaman hayati dan
ekosistem hutan;
3. Peningkatan kualitas udara dan
pengelolaan sampah serta limbah
bahan berbahaya dan beracun (B3);
4. Pengelolaan sumberdaya alam dan
lingkungan hidup terintegrasi.
5. Baseline data.
6. Koordinasi dalam pemantauan dan
pengendallian pencemaran
lingkungan, baik antara stakeholder
maupun dengan kabupatn/kota
termasuk sinkronisasi program.
7. Terbatasnya sumberdaya dan iptek.
Sasaran Jangka Menengah Renstra
Kabupaten/kota
1. Pencegahan dan pengendalian
pencemaran air dan udara.
2. Peningkatkan pemantauan
kerusakan lahan dan/atau
tanah untuk produksi biomasa.
3. Peenegakan hukum lingkungan
4. Pelayanan tindak lanjut
pengaduan masyarakat.
5. Peningkatan koordinasi dengan
OPD kabupaten/kota.
6. Keseragaman format
pelaporan.
7. Keterbatasan sumberdaya dan
iptek di OPD kabupaten/kota.
8. Optimalisasi koordinasi dalam
pelaporan hasil pemantauan
lingkungan.
9. Terbatasnya sumbedaya dalam
menannganai kasus
lingkungan.
Implikasi RTRW
Implikasi KLHS
1. Peningkatan pelayanan air
bersih dan air limbah.
2. Pembangunan TPA dan
pengelolaan
persampahan.
3. Pencegahan dan mitigasi
bencana.
4. Koordinasi dengan PSDA
dan Dinas Kesehatan.
5. Koordinasi dengan
instansi terkait.
6. Pemantauan daerah
sekitar TPA.
7. Peningkatan informasi
peta potensi bencana dan
peta kontingensi bencana
yang operasional.
8. Terbatasnya sumberdaya
BPLHD Provinsi Jawa
Barat.
9. Peningkatan pengetahuan
masyaraat terkait bencana
1. Kualitas air sungai akibat limbah
industry.
2. Kualitas udara erkotaan akibat emisi
kendaraan dan kemacetan.
3. Pengelolaan DAS terpadu hulu – hilir.
4. Peningkatan antisipasi aparat
pemerintah dalam memahami arti
pelestarian, pengelolaan dan
pengendalian lingkungan hidup untuk
mengadapi resiko perubahan iklim.
5. Degradasi mangrove;
6. Kerusakan terumbu karang.
7. Terbatasnya kewenangan BPLHD untuk
melakukan pengendalian dan
pengelolaan badan air dan penangan
sumber pencemaran udara sumber
bergerak.
8. Penindaklanjutan hasil pemantauan.
9. Koordinasi dengan instansi terkait (PSDA,
Dishub, DKP, dll dalam legalitas yang
kuat.
10. Pencanangan pelestarian, pengelolaan,
dan pengendalian sebagai dasar
pebangunan fisik.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
53
Kajian Isu Lingkungan Berdasarkan
RPJMD Prov. Jabar
Pelayanan BPLHD Prov. Jabar
Sasaran Jangka Menengah Renstra KLH
Sasaran Jangka Menengah Renstra
Kabupaten/kota
Rangkuman Isu Lingkungan
Terkait Konservasi suberdaya alam
a.
Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;
b. Perlindungan kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan;
c.
Peningkatkan pemantauan kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomasa.
d. Pengelolaan DAS terpadu hulu – hilir.
1.
Terkait Pencemaran Lingkungan:
a. Pengendalian Pencemaran air
b. Pengedalian pencemaran udara
c. Pengendalian pencemaran pesisir dan lair
d. Pengendalian pencemaran limbah B3
4.
2.
Terkait Perubahan Iklim
Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.
5.
Pesisir dan Pantai
a.
Degradasi mangrove;
b.
Kerusakan terumbu karang.
3.
Terkait Sumberdaya Mineral
a.
Pembinaan, Pengembangan Ketenagalistrikan
dan Pemanfaatan Energi dalam rangka
meningkatkan sumber energi baru dan
terbarukan..
6.
Terkait Sanitasi
a.
Peningkatan pelayanan air bersih dan air limbah.
b.
Pembangunan TPA dan pengelolaan persampahan dan pemantauan daerah sekitar
TPA.
Implikasi RTRW
Implikasi KLHS
7.
Terkait Kebencanaan
a.
Pencegahan dan mitigasi bencana.
b. Peningkatan informasi peta potensi bencana dan peta
kontingensi bencana yang operasional.
8.
Terkait Peningkatan Kapabilitas BPLHD
a.
Peningkatan koordinasi antara BPLHD Prov Jabar dengan
instansi terkait dan dengan OPD kabupaten/kota
b. Peningkatan sumberdaya dan iptek di lingkungan BPLHD
Prov. Jabar
c.
Peningkatan Informasi dan Pendataan
Sumber: Tim Penyusun
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
54
3.7.2
Penetapan Kriteria Penilaian serta Pembobotan
Tahap selanjutnya adalah menetapkan kriteria untuk menilai seluruh variabel isu
lingkungan yang telah dirangkum di atas.Berikut adalah kriteri dan bobot yang
digunakan dalam penetuan isu lingkungan strategis.
Tabel 3.9 Kriteria dan Bobot Penetuan Isu Lingkungan Strategis
No.
Kriteria
Bobot
1
Memiliki pengaruh besar terhadap pencapaian sasaran Renstra KLH
20
2
Merupakan tugas dan tanggung jawab BPLHD Prov. Jabar
25
3
Menimbulkan dampak yang merugikan publik
25
4
Mengganggu pembangunan daerah
15
5
Tingkat kemudahan dalam penanganan
15
Total Bobot
100
Sumber: Tim Penyusun
3.7.3
Penetapan Nilai (Skor) Isu Lingkungan
Dari isu lingkungan yang telah terangkup pada tabel 3.6, selanjutnya akan dipilih isu-isu
lingkungan yang memiliki nilai strategis. Proses pemilihan ini dilakukan melalui tahap
penetapan skor pada setiap isu lingkungan yang teah diidentifikasi. Proses penetapan
skor disajikan pada tabel berikut.
55
Tabel 3.10 Penetapan Skor Isu Lingkungan
Kriteria dan Bobot
No.
1
Isu Lingkungan
2
3
4
5
20
25
25
15
15
Terkait Pencemaran Lingkungan:
a. Pengendalian Pencemaran air
b. Pengedalian pencemaran udara
c. Pengendalian pencemaran pesisir dan laut
20
20
20
25
25
Pengendalian pencemaran limbah B3
20
25
25
20
25
25
d.
2
1
3.
Terkait Perubahan Iklim
Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.
Terkait Sumberdaya Mineral
4.
Pembinaan, Pengembangan Ketenagalistrikan
dan Pemanfaatan Energi dalam rangka
meningkatkan sumber energi baru dan
terbarukan.
Terkait Konservasi suberdaya alam
25
25
25
Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam
dan Lingkungan Hidup;
b. Perlindungan kelestarian fungsi lahan,
keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan;
5.
6.
15
85
15
100
15
25
25
15
15
100
20
25
25
15
15
100
15
40
c.
Peningkatkan pemantauan kerusakan lahan
dan/atau tanah untuk produksi biomasa.
25
d.
Pengelolaan DAS terpadu hulu – hilir.
25
15
15
55
25
25
15
15
15
75
60
25
15
40
25
15
40
25
15
40
Pesisir dan Pantai
a. Degradasi mangrove;
b. Kerusakan terumbu karang.
Terkait Sanitasi
a. Peningkatan pelayanan air bersih dan air limbah.
20
20
Pembangunan TPA dan pengelolaan
persampahan.
c. Pemantauan daerah sekitar TPA.
Terkait Kebencanaan
a. Pencegahan dan mitigasi bencana.
b.
8.
15
100
85
75
20
b.
7.
15
15
15
15
15
a.
a.
15
Total Skor
25
Peningkatan informasi peta potensi bencana dan
peta kontingensi bencana yang operasional.
25
15
15
80
25
15
15
55
15
15
55
15
40
15
55
Terkait Peningkatan Kapabilitas BPLHD
Peningkatan koordinasi antara BPLHD Prov Jabar
dengan instansi terkait dan dengan OPD
kabupaten/kota.
b. Peningkatan sumberdaya dan iptek di lingkungan
BPLHD Prov. Jabar
c. Peningkatan Informasi dan Pendataan
a.
1
2
3
4
5
25
25
25
15
Keterangan:
Berpengaruh besar terhadap pencapaian sasaran Renstra KLH
Merupakan tugas dan tanggung jawab BPLHD Prov. Jabar
Mengurangi dampak yang diderita oleh publik
Mempengaruhi pembangunan daerah
Memiliki tingkat kemudahan dalam penanganan
Sumber: Tim Penyusun
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
56
3.7.4
Penetapan Isu Lingkungan Strategis
Dengan memperhatikan hasil penilaian (scoring) di atas, dapat disimpulkan bahwa
nilai (skor) isu lingkungan berkisar antara 15 – 100. Rentang nilai tersebut dapat
diklasiifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu:
 Nilai 76 – 100, adalah isu lingkungan yang dianggap sebagai isu sangat
strategis.
 Nilai 51 – 75, adalah isu lingkungan yang dianggap sebagai isu yang cukup
strategis
 Nilai 26 – 50, adalah isu lingkungan yang kurang strategis
 Nilai 0 – 25, adalah isu lingkungan yang dianggap tidak strategis
Berikut adalah isu-isu lingkungan dari ketiga kelompok tersebut.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
57
Tabel 3.11 Nilai / Skor Isu Strategis
Isu Lingkungan
Total Skor
Isu Lingkungan Sangat Strategis (skor 76 – 100)
1.
Pengendalian Pencemaran air
100
2.
Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.
100
3.
Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;
100
4.
100
5.
Perlindungan kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan
ekosistem hutan;
Pengedalian pencemaran udara
6.
Pengendalian pencemaran limbah B3
85
85
Isu Lingkungan Cukup Strategis (skor 76 – 100)
1.
Pengendalian pencemaran pesisir dan laut
75
2.
Degradasi mangrove.
75
3.
Peningkatan informasi peta potensi bencana dan peta kontingensi
bencana yang operasional.
Kerusakan terumbu karang.
65
55
7.
Peningkatan informasi peta potensi bencana dan peta kontingensi
bencana yang operasional.
Peningkatan koordinasi antara BPLHD Prov Jabar dengan instansi
terkait dan dengan OPD kabupaten/kota.
Pengelolaan DAS hulu - hilir
8.
Peningkatan Informasi dan Pendataan
55
4.
5.
6.
60
55
55
Isu Lingkungan Kurang Strategis (skor 26 – 50)
1.
Peningkatan pelayanan air bersih dan air limbah.
40
2.
Pembangunan TPA dan pengelolaan persampahan.
40
3.
Pemantauan daerah sekitar TPA.
40
4.
Peningkatan sumberdaya dan iptek di lingkungan BPLHD Prov. Jabar
40
Isu Lingkungan Tidak Strategis (skor 0 – 33)
1.
Pembinaan, Pengembangan Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan
Energi dalam rangka meningkatkan sumber energi baru dan
terbarukan.
15
Sumber: Tim Penyusun
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
58
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa yang termasuk dalam kategori isu sangat
strategis adalah meliputi:
1. Pengendalian Pencemaran Air;
2. Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim;
3. Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;
4. Perlindungan kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan ekosistem
hutan;
5. Pengedalian pencemaran udara;
6. Pengendalian pencemaran limbah B3.
DAFTAR TABEL
No table of figures entries found.DAFTAR GAMBAR
No table of figures entries found.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
59
BAB
4
4.1
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN,
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Visi dan Misi
Visi merupakan tujuan akhir yang akan dicapai oleh suatu organisasi untuk mencapai citacita yang diinginkan. Dalam konteks ini, tujuan akhir yang ingin dicapai oleh organisasi
BPLHD sebagai perangkat daerah Provinsi Jawa Barat untuk bidang lingkungan hidup adalah
mewujudkan lingkungan hidup Jawa Barat yang bisa mendukung terwujudnya visi Jawa
Barat yaitu “JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA”.
Penetapan visi BPLHD dilakukan dengan memperhatikan isu lingkungan strategis yang saat
ini dihadapi oleh Jawa Barat; visi, misi, tujuan, sasaran, dan arah pembangunan Jawa Barat
yang dinyatakan dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018; serta tugas pokok dan fungsi
BPLHD sebagai mana telah diuraikan pada Bab 2 dan Bab 3. Visi BPLHD ditetapkan sebagai
berikut: “Menjadi Pelopor dan Pusat Keunggulan Budaya Cinta Lingkungan dalam
Mewujudkan Jawa Barat Bestari ”. Bestari merupakan kepanjangan dari Bersih, Sehat,
Tangguh, Lestari dan Indah.
Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Pusat
:
BPLHD menjadi pokok pangkal keutamaan dalam melakukan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Keunggulan
:
BPLHD memiliki keadaan yang lebih unggul dari institusi lainnya dan
menjadi pokok pangkal dalam tiap upaya guna mewujudkan kondisi
lingkungan Jawa Barat yang lebih baik
60
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Pelopor
:
BPLHD berperan sebagai perintis jalan tiap upaya perbaikan dan
perlindungan lingkungan
Pejuang
:
Seluruh pegawai BPLHD harus berjuang untuk mewujudkan Jawa
Barat sebagai provinsi yang memiliki lingkungan hidup yang lebih
baik dari Provinsi lainnya.
Perjuangan
:
Seluruh pegawai BPLHD harus melakukan berbagai usaha dan
perjuangan sedemikian rupa dalam rangka mewujudkan Jawa Barat
memiliki lingkungan hidup yang lebih baik, dengan segala hambatan
dan resiko yang mungkin dihadapi
Untuk mencapai Visi tersebut, ditetapkan misi BPLHD yang didalamnya mengandung
gambaran tujuan serta sasaran yang ingin dicapai.
Misi, merupakan langkah-langkah untuk mewujudkan visi. Dalam rangka pencapaian visi
yang telah ditetapkan, dan dengan tetap memperhatikan isu lingkungan strategis, serta
tantangan ke depan, ditetapkan 5 (lima) misi BPLHD, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
Meningkatkan dan memantapkan kualitas lingkungan hidup;
Mendorong pengarusutamaan lingkungan hidup dan pengembangan ekonomi hijau
serta pemanfaatan sumberdaya alamuntuk pembangunan berkelanjutan;
Membangun kapasitas masyarakat dan pelakuusaha peduli lingkungan;
Meningkatkan mitigasi dan adaptasiterhadap pengaruh perubahan iklim;
Meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintahdaerah dengan sains dan teknologi
dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Kelima misi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Misi Pertama, Meningkatkan dan memantapkan kualitas lingkungan Hidup. Kualitas
lingkungan yang dituju adalah lingkungan Jawa Barat yang seimbang dan kaya akan unsur
alam, agar bisa mendukung kehidupan di atasnya secara optimal atas dasar keseimbangan
hidrologis dan ekologis.
Misi Kedua, Mendorong pengarusutamaan lingkungan hidup dan pengembangan ekonomi
hijau serta pemanfaatan sumberdaya alam untuk pembangunan berkelanjutan
Misi Ketiga, Membangun kapasitas masyarakat dan pelaku usaha peduli lingkungan.
Masyarakat adalah pelaku kehidupan yang bersentuhan langsung dengan
lingkungannya.Dengan demikian kualitas lingkungan sangat bergantung pada perilaku
masyarakat dalam memperlakukannya; demikian juga sebaliknya dimana kualitas hidup
manusiapun sangat bergantung pada kualitas lingkungannya. Sehubungan dengan itu
61
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
perilaku masyarakat harus dibentuk sedemikian rupa untuk mempertahankan kualitas
lingkungan melalui upaya peningkatan kapasitas masyarakat
Misi Keempat, Meningkatkan mitigasi dan adaptasi terhadap pengaruh perubahan iklim.
Perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara, naiknya permukaan air
laut, perubahan pola musim, dll, bisa memperburuk kualitas kehidupan masyarakat seperti
banjir, penyakit, gagal panen, dll.Misi ini bertujuan agar pemerintah dan masyarakat bisa
menyikapi perubahan-perubahan tersebut sehingga memiliki tingkat ketahanan yang tinggi
terhadap pengaruh perubahan iklim.
Misi Kelima, Meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintah dengan sains dan
teknologi dalam pengelolaan lingkungan hidup.Misi ini bertujuan untuk menempatkan
pemerintah sebagai garda terdepan dalam pengelolaan lingkungan Jawa Barat.Hal ini
bertujuan agar kualitas lingkungan Jawa Barat bisa dikendalikan sedini mungkin sebelum
kondisinya menurun.
4.2
Tujuan dan Sasaran
Ke-lima Misi tersebut masing-masing memiliki tujuan dan sasaran.Tujuan dan sasaran ini
ditetapkan dengan tetap memperhatikan tujuan dan sasaran yang terkandung dalam
RPJMD Jawa Barat khususnya pada aspek lingkungan dan disesuaikan dengan tugas pokok
dam fungsi BPLHD Provinsi Jawa Barat dan isu-isu strategsi lingkungan.
Tabel berikut menyajikan tujuan dan sasaran jangka menengah BPLHD Provinsi Jawa Barat
berikut indikator sasaran, dan target kinerja sasaran untuk 5 tahun ke depan.
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk
mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu
strategis daerah yang dihadapi. Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan
yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, sehingga bisa
dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
62
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan BPLHD Provinsi Jawa Barat
MISI
1. Meningkatkan dan
Memantapkan Kualitas
Lingkungan Hidup Jawa
Barat
Tujuan
pengarusutamaan
lingkungan hidup dan
pengembangan ekonomi
hijau serta pemanfaatan
sumberdaya alam untuk
pembangunan
berkelanjutan.
Target Kinerja Sasaran Tahun Ke-
Indikator Sasaran
1
2
3
4
Jumlah Sungai dan waduk yang dipantau dan
diinformasikan status mutunya.
V
V
V
V
Jumlah sungai yang teridentifikasi sumber
pencemarnya.
V
V
V
V
V
Terpantaunya kualitas udara di Jabar.
Jumlah kab/kota yang terpantau kualitas
udaranya dan diinformasikan status mutu
udaranya.
V
V
V
V
V
Terfasilitasinya sengketa lingkungan
hidup dan meningkatnya pemahaman
hukum lingkungan.
Jumlah kasus pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan yang tertangani dan
terawasi.
V
V
V
V
V
Terwujudnya peningkatan pengelola
B3 dan limbah B3 pada industri dan
rumah sakit.
Jumlah industri dan rumah sakit yang
terpantau pemanfaatan dan pengelolaan B3
dan limbah B3.
V
V
V
V
V
Meningkatnya fungsi dan luasan
kawasan lindung
Mendorong tercapainya peningkatan
fungsi kawasan lindung.
Jumlah fasilitasi pencapaian peningkatan
fungsi kawasan lindung.
V
V
V
V
V
Optimalisasi pengembangan
ekonomi hijau
Terwujudnya Pengembangan
Teknologi ramah Lingkungan.
Jumlah fasilitasi pengembangan teknologi
ramah lingkungan.
V
V
V
V
V
Meningkatnya pelaksanaan tata
kelola lingkungan hidup.
Jumlah pelaksanaan tata kelola lingkungan
hidup.
V
V
V
V
V
Optimalisasi pemanfaatan
sumberdaya alam.
Meningkatnya efisiensi pemanfaatan
sumberdaya alam berkelanjutan.
Jumlah dokumen daya dukung dan daya
tampung lingkungan.
V
V
V
V
V
Meningkatnya konservasi
sumberdaya alam dan
keanekaragaman hayati.
Terwujudnya konservasi sumberdaya
alam dan keanekaragaman hayati.
Jumlah fasilitasi konservasi sumberdaya
alam.
V
V
V
V
V
Jumlah pengembangan Eco-village.
V
V
V
V
V
Mewujudkan lingkungan Jawa
Barat yang berkualitas.
Meningkatnya penaatan hukum
Bidang Lingkungan Hidup
2. Mendorong
Sasaran
Meningkatnya status mutu air sungai
utama dan waduk besar.
5
63
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
MISI
Tujuan
3. Membangun Kapasitas
Masarakat dan Pelakku
Usaha Peduli Lingkungan
Terbangunnya masyarakat yang
peduli lingkungan.
Meningkatnya kapasitas SDM
pengelola lingkungan.
Sasaran
Terwujudnya kerjasama pengelolaan
lingkungan hidup dengan masyarakat.
Terwujudnya pengelola lingkungan
yang kompeten.
Target Kinerja Sasaran Tahun Ke-
Indikator Sasaran
1
2
3
4
5
Jumlah kab/kota yang masuk kriteria
Adipura.
V
V
V
V
V
Jumlah sekolah yang mengikuti Adiwiyata
dan SBL.
V
V
V
V
V
Jumlah kampanye lingkungan.
V
V
V
V
V
Jumlah laboratorium yang terbina
V
V
V
V
V
Jumlah SDM yang mendapat pelatihan
4. Meningkatnya Mitigas dan
Adaptasi terhadap Pengaruh
Perubahan Iklim.
5. Meningkatkan Kapasitas
Kelembagaan Pemerintah
Daerah dengan Sains dan
Teknologi dalam
Pengelolaan Lingkungan
Hidup.
Menurunnya emisi Gas Rumah
Kaca.
Terpantaunya penurunan emisi Gas
Rumah Kaca.
Tingkat pemantauan emisi Gas Rumah Kaca.
V
V
V
V
V
Meningkatnya adaptasi terhadap
perubahan iklim.
Terwujudnya masyarakat yang
adaptif terhadap perubahan iklim.
Jumlah kampung iklim di Jabar
V
V
V
V
V
Mengembangkan data dan
informasi Lingkungan Hidup.
Tersedianya data dan informasi
lingkungan Hidup.
Tingkat informasi lingkungan hidup.
V
V
V
V
V
Meningkatnya kompetensi
aparatur bidang lingkungan hidup.
tercapainya peningkatan keahlian dan
kompetensi aparatur bidang
lingkungan hdiup.
jumlah aparatur yang mengikuti
pendidikan/pelatihan.
V
V
V
V
V
Meningkatnya infrastruktur dalam
mendukung pelaksanaan tugas
aparatur bidang lingkungan hidup.
Terwujudnya peningkatan
infrastruktur dalam mendukung
pelaksanaan tugas aparatur bidang
lingkungan hidup.
Tingkat pemenuhan kebutuhan pelaksanaan
tugas aparatur bidang lingkungan hidup.
V
V
V
V
V
Sumber: Tim Penyusun
64
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
4.3
Strategi dan Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan “BPLH Provinsi Jaawa Barat sebagai Pelopor dan
Pusat Keunggulan Budaya Cinta Lingkungan dalam Mewujudkan Jawa Barat Bestari”,
dirumuskanlah strategi untuk setiap misi yang sudah ditetapkan agar tujuan setiap misi bisa
tercapai, dimana selanjutnya setiap strategi ditindaklanjuti dengan kebijakan sebagai
pedoman menyusun program. Penetapan strategi dan kebijakan disesuaikan dengan yang
diamanatkan dalam RPJM D Jawa Barat serta disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi
BPLHD.
Berikut adalah uraian strategi dan kebijakan untuk setiap misi.
65
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan
MISI
1. Meningkatkan dan
Memantapkan Kualitas
Lingkungan Jawa Barat
Tujuan
Mewujudkan lingkungan Jawa
Barat yang berkualitas.
Sasaran
Meningkatnya status mutu air sungai
utama dan air waduk besar.
Meningkatnya fungsi dan luasan
kawasan lindung.
a. Identifikasi kualitas air di 7 sungai utama
b. Identifikasi kualitas air di waduk besar
Mengidentifikasi penyebab penurunan kualitas
air sungai dan waduk besar.
Pemantauan kualitas air limbah pada
outletsumber pencemar.
Mengidentifikasi tingkat pencemaran udara.
a. Pemantauan kualitas udara ambien di kotakota besar.
b. Pemantauan kualitas udara emisi pada
sumber-sumber pencemar seperti industry
dan kendaraan.
Menyiapkan perangkat pemantauan udara.
Penyediaan sarana prasarana pemantauan udara
di kota-kota besar.
Terfasilitasinya sengketa lingkungan
hidup dan meningkatnya pemahaman
hukum lingkungan.
a. Meningkatkan akses publik pada lembaga
a.
pengelola lingkungan.
b. Menyebarluaskan hukum lingkungan pada
publik.
b.
Terwujudnya peningkatan pengelola
B3 dan limbah B3 pada industri dan
rumah sakit.
Mengidentifikasi sektor industri dan rumah
sakit pengguna B3
Identifikasi pemanfaatan dan pembuangan
limbah B3 pada sektor industri dan rumah sakit.
Mendorong tercapainya peningkatan
fungsi kawasan lindung.
a.
b.
2. Mendorong
pengarusutamaan
Lingkungan Hidup dan
pengembangan ekonomi
hijau serta pemanfaatan
sumberdaya alam untuk
pembangunan
Optimalisasi pengembangan
ekonomi hijau
Kebijakan
Mengidentifikasi tingkat pencemaran di
sungaiutama dan waduk besar.
Terpantaunya kualitas udara di Jawa
Barat
Meningkatnya penataan hukum
bidang lingkungan hidup.
Strategi
Meningkatkan kualitas fungsi kawasan
lindung eksisting.
Mengembangkan luasan kawasan lindung
sesuai dengan tuntutan dalam RTRW Jawa
Barat.



Membuka layanan pengaduan dan
penyelesaian permasalahan lingkungan.
Meningkatkan peran PPNS dalam
pengawasan ketaatan hukum lingkungan.
Mendukung pelaksanaan pengelolaan
kawasan lindung eksisting.
Mendukung pelaksanaan pelestarian kehati.
Perencanaan pengembangan kawasan
lindung.
Terwujudnya Pengembangan
Teknologi ramah Lingkungan
Menyebarluaskan teknologi ramah lingkungan.
Sosialisasi teknologi ramah lingkungan dan
teknologi pemulihan lingkungan tercemar.
Meningkatnya pelaksanaan tata
kelola lingkungan hidup.
Meningkatkan penyusunan studi lingkungan
Peningkatan penyusunan AMDAL, RKL/UPL, dan
KLHS.
Meningkatkan implementasi studi lingkungan.
Meningkatkan dan mendorong implementasi
RKL/RPL dan UKL/UPL.
66
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
MISI
Tujuan
Sasaran
Strategi
berkelanjutan.
3. Membangun Kapasitas
Masyarakat dan pelaku
usaha Peduli Lingkungan
Kebijakan
Mendorong terwujudnya unit pengolahan
limbah secara komunal.
Memperkuat landasan pengelolaan lingkungan
Jawa Barat.
Menyusun landasan teknis pengelolaan
lingkungan Jaw Barat.
Optimalisasi pemanfaatan
sumberdaya alam.
Meningkatnya efisiensi pemanfaatan
sumberdaya alam berkelanjutan.
Memperkuat landasan pengelolaan
sumberdaya alam.
Menyusun landasan teknis pengelolaan
sumberdaya alam
Meningkatnya konservasi
sumberdaya alam dan
keanekaragaman hayati.
Terwujudnya konservasi sumberdaya
alam dan keanekaragaman hayati.
Mempercepat perwujudana konservasi
sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati.
Mendorong pelaksanaan konservasi sumberdaya
alam dan keanekaragama hayati.
Terbangunnya masyarakat yang
peduli lingkungan.
Terwujudnya kerjasama pengelolaan
lingkungan hidup dengan masyarakat.
Mendorong peningkatan kapasitas publik dalam
pengelolaan lingkungan.
Stimulasi peningkatan kapasitas pengelolaan
lingkungan melalui kompetisi.
Pengenalan dan ajakan pengelolaan lingkungan
terhadap masyarakat dan birokrat.
Meningkatnya kapasitas SDM
pengelola lingkungan.
Terwujudnya pengelola lingkungan
yang kompeten.
Menyiapkan SDM dan sarana pendukung
pengelola lingkungan.
Peningkatan kapasitas laboratorium lingkungan.
Penyediaan SDM pengelola lingkungan yang
handal.
4. Meningkatnya mitigasi
dan adaptasi terhadap
pengaruh Perubahan
Iklim.
5. Meningkatkan Kapasitas
Kelembagaan
Pemerintah dengan
sains dan teknologi
dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
Menurunnya emisi Gas Rumah
Kaca.
Terpantaunya penurunan emisi Gas
Rumah Kaca.
Memantau dan memetakan pola emisi Gas
Rumah Kaca.
Mendorong pelaksanaan pemantauan emisi Gas
Ruah Kaca.
Meningkatnya adaptasi terhadap
perubahan iklim.
Terwujudnya masyarakat yang
adaptif terhadap perubahan iklim.
Menyiapkan pengembangan masyarakat yang
siap dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
Pembentukan proyek percontohan
pengembangan masyarakat adaptif perubahan
iklim.
Mengembangkan data dan
informasi Lingkungan Hidup
Tersedianya data dan informasi
lingkungan Hidup
Meningkatkan sistem pendataan dan informasi
lingkungan Jawa Barat.
Menyusun data linngkungan Jawa Barat secara
periodik.
Menyebarluaskan informasi lingkungan Jawa
Barat secara cepat dan mudah.
Meningkatnya kompetensi
aparatur bidang lingkungan
hidup.
Tercapainya peningkatan keahlian
dan kompetensi aparatur bidang
lingkungan hidup.
Meningkatkan kapabilitas dan
kompetensiaparatur bidang lingkungan hidup.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas aparatur
bidang lingkungan hidup melalui rekruitmen dan
pendidikan.
Meningkatnya infrastruktur
dalam mendukung pelaksanaan
Terwujudnya peningkatan
infrastruktur dalam mendukung
Meningkatkan tingkat pelayanan aparatur
bidang lingkungan hidup.
Meningkatkan kapabilitas dan kompetensi
apartur bidang lingkungan hidup.
67
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
MISI
Tujuan
tugas aparatur bidang lingkungan
hidup.
Sasaran
pelaksanaan tugas aparatur bidang
lingkungan hidup
Strategi
Melengkapi kebutuhan infrastruktur bidang
lingkungan hidup.
Kebijakan
Melengkapi dan memelihara sarana dan
prasarana bidang lingkungan hidup.
Sumber: Tim Penyusun
68
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
BAB
5
5.1.
RENCANA PROGRAM, KEGIATAN,
INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN DAN
PENDANAAN INDIKATIF
Rencana Program dan Kegiatan Pembangunan
Rencana program merupakan penjabaran dari strategi dan kebijakan pembangunan
yang ditetapkan untuk mewujudkan misi BPLHD Provinsi Jawa Barat. Program adalah
instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh BPLHD
Provinsi Jawa Barat atau instansi terkait untuk mencapai tujuan dan sasaran serta untuk
memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Sementara kegiatan adalah bagian dari
program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja, sebagai bagian dari
pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan
"pengerahan sumber daya, baik yang berupa personil (SDM), barang modal termasuk
peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau ke semua jenis
sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasiikan keluaran (output)
dalam bentuk barang/jasa.
Program, kegiatan dan pendanaan disusun untuk tahun yang direncanakan disertai
prakiraan maju sebagai implikasi kebutuhan dana.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
69
5.2.
Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran
Indikator kinerja adalah alat ukur untuk menilai keberhasilan pembangunan secara
kuantitatif dan kualitatif. Sementara kelompok sasaran adalah sasaran yang menjadi
obyek kegiatan yang akan dilaksanakan.
5.3.
Pendanaan Indikatif
Pendanaan indikatif adalah perkiraan dana yang dibutuhkan serta sumber-sumber
pendanaan. Sumber pendanaan pembangunan daerah terdiri atas anggaran pendapatan
dan belanja daerah dan sumber lain yang sah.
Untuk mempermudah pemahaman, seluruh substansi tersebut disajikan dalam bentuk
table sebagai berikut.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
70
TABEL 5.1 RENCANA PEMBIAYAAN PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP JAWA BARAT 2013-2018
MISI
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
Kode
Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Program Data capaian pada tahun
(Out Come) dan kegiatan
awal perencanaan
(out put)
(2012)
2014
Target
11
Meningkatkan dan
Memantapkan Kualitas
Lingkungan Hidup.
Mewujudkan peta
status lingkungan
Jawa Barat.
Terpantaunya status mutu
air sungai.
Terpantaunya kualitas
udara di Jabar.
Meningkatnya
penaatan hukum
Bidang Lingkungan
Hidup.
Terfasilitasinya sengketa
lingkungan hidup dan
meningkatnya
pemahaman hukum
lingkungan.
Terwujudnya peningkatan
pengelola B3 dan limbah
B3 pada industri dan
rumah sakit.
Meningkatnya fungsi
dan luasan kawasan
lindung.
Mendorong tercapainya
peningkatan fungsi
kawasan lindung.
Pengendalian
Pencemaran dan
Kerusakan
Lingkungan.
Pencapaian Status Mutu
Sungai Utama dan
Waduk Besar dengan
Tingkat Cemar Sedang.
1
Pemantauan kualitas air.
Terpantaunya kualitas air
sungai strategis dan
waduk di Jawa Barat.
Jumlah sungai
yang
teridentifikasi
sumber
pencemarnya.
2
Identifikasi sumbersumber pencemaran air
sungai dan waduk.
Teridentifikasinya sumbersumber pencemaran air
sungai dan waduk.
3
Pemantauan kualitas air
pada sumber-sumber
pencemaran dalam
rangka evaluasi program
PPSP
Terpantuanya kualias air
pada sumber-sumber
pencemaran.
4
Pemantauan kualitas
udara ambien di kotakota besar dan kawasan
industri.
Terpantaunya kualitas
udara ambien di kota-kota
besar.
Pengukuran jumlah 27 kab kota
hari baik di 50
kabupaten/kota.
Pemantauan kualitas
udara ambient: 100%.
5
Identifikasi sumbersumber pencemaran
udara di kota-kota
besar dan kawasan
industri.
Terpantaunya kualitas
emisi udara sumbersumber pencemar di kotakota besar.
Capaian pemantauan: 27 kab kota
50% (13 kab./koa).
6
Penyediaan sarana
prasarana pemantauan
udara fix station di
kota besar.
Tersedianya sarana
prasarana pemantauan Fix
station.
Jumlah kab/kota
yang terpantau
kualitas udaranya
dan diinformasikan
status mutu
udaranya.
Jumlah kasus
pencemaran
dan/atau kerusana
lingkungan yang
tertangani dan
terawasi.
Jumlah industri
dan rumah sakit
yang terpantau
pemanfaatan dan
pengelolaan B3
dan limbah B3.
Jumlah fasilitasi
pencapian
peningkatan fungsi
kawasan lindung.
7
8
Fasilitasi Penyelesaian
Kasus Pencemaran
dan/atau Perusakan
Lingkungan di Jawa
Barat.
Rp.
10,4-10,8
Jumlah Sungai
dan waduk yang
dipantau dan
diinformasikan
status mutunya.
50.967.160.000
100% (3 DAS dan 1 3DAS; 1
waduk)
waduk
3 sungai besar
2sungai, 1
waduk
tad
1 unit
2015
Target
Rp.
10,8-11,2
55.440.000.000
Target
2017
Rp.
11,2-11,7
61.430.000.000
700.000.000 27 kab kota
700.000.000 27 kab kota
700.000.000
300.000.000 27 kab kota
400.000.000 27 kab kota
500.000.000 27 kab kota
600.000.000 27 kab kota
700.000.000
4
7.000.000.000
Tidak terukur.
45
334.700.000
55
300.000.000
60
350.000.000
Capaian pemantauan
pengguna B3: 100%
60
420.000.000
70
490.000.000
Luas Kawasan
Lindung sebesar
32,5%.
500.000.000
1
3.750.000.000
700.000.000 27 kab kota
Terawasinya ketaatan
industri yang telah
mendapat sangsi
administrasi, ADR, dan
pidana.
Terfasilitasinya
Pengelolaan Kawasan
Lindung.
1.000.000.000
700.000.000 27 kab kota
3.500.000.000
Fasilitasi Pengelolaan
Kawasan Lindung.
1.000.000.000 4 sungai, 1
waduk
100.000.000
60
1
5.250.000.000
100.000.000
3.000.000.000
37-38 %
1.500.000.000
100.000.000
55
Capaian Fungsi
Kawasan Lindung
terhadap Luas Wilayah.
1.250.000.000 7DAS; 3
waduk
100.000.000
4.500.000.000
400.000.000
38-39
100
1.100.000.000 39-41
1
500.000.000
1
14.000.000.000
65
65
700.000.000
1.100.000.000
500.000.000
Target (Ind. Sasaran)
Rp.
306.752.160.000
750.000.000 4 sungai, 1
waduk
2.040.000.000
Program Pengelolaan
Kawasan Lindung.
Rp.
75.690.000.000
500.000.000 3 sungai, 1
waduk
46
79
Target
12,3-13
500.000.000 2 sungai, 1
waduk
2.500.000.000 2 uni
1.000.000.000 7 DAS; 3
waduk
100% sengketa
terselesaikan.
Terawasinya pemanfaatan
B3 dan pembuangan
limbah B3 pada industri
dan rumah sakit.
Rp.
63.225.000.000
800.000.000 7 DAS; 2
waduk
Tertanganinya kasus
pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan
melalui sangsi
administrasi, ADR
(Alternative Dispute
Resolution ) dan
pengadilan .
Pemantauan pengelolaan
B3 dan limbah B3 pada
rumah sakit dan industri.
Target
11,7-12,3
Kondisi Kinerja pada Akhir Periode
Resntra
2018
700.000.000 5DAS; 1 waduk
50.000.000
1 unit/
2016
125
41-43
4.000.000.000
70
4.500.000.000
17.040.000.000
400.000.000
70
450.000.000
1.834.700.000
10.500.000.000
12.985.000.000
1.100.000.000
4.900.000.000
500.000.000
2.400.000.000
875.000.000
1.100.000.000
1
500.000.000
150
43-45
1
71
2
Fasilitasi pembangunan
taman kehati di Jawa
Barat
Terfasilitasinya Taman
Kehati di Jawa Barat.
Fasilitasi SDA dan
Keanekaragaman
Hayati: 1kali.
3
Penyusunan Rencana
Induk Pelestarian dan
Pengendalian
Pemanfaatan Kawasan
Lindung.
Tersusunnya dokumen
Rencana Induk Kawasan
Lindung.
tad
1
100.000.000
4
600.000.000
4
600.000.000
4
600.000.000
4
600.000.000
400.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
Program Pengelolaan
Ekosistem Pesisir dan
Laut.
1
11
Mendorong
pengarusutamaan
Lingkungan Hidup dan
pengembangan
ekonomi hijau serta
pemanfaatan
sumberdaya alam
untuk pembangunan
berkelanjutan.
Optimalisasi
pengembangan
ekonomi hijau.
Terwujudnya
Pengembangan
Teknologi ramah
Lingkungan.
Meningkatnya
pelaksanaan tata kelola
lingkungan hidup.
Jumlah fasilitasi
pengembangan
teknologi ramah
lingkungan.
Jumlah pelaksanaan
tata kelola
lingkungan hidup.
Fasilitasi perlindungan
wilayah pesisir dan laut.
2.500.000.000
-
600.000.000
Terfasilitasinya
perlindungan wilayah
pesisir dan laut.
2 kab/kota
2 kab/kota
400.000.000
2
400.000.000
2
400.000.000
2
400.000.000
2
400.000.000
2.000.000.000
200.000.000
100
200.000.000
100
200.000.000
100
200.000.000
100
200.000.000
1.000.000.000
Pengendalian
Pencemaran dan
Kerusakan
Lingkungan.
1
Fasilitasi pengembangan
teknologi lingkungan
dan Produksi Bersih.
Terfasilitasi dan terbinanya
produksi bersih dan
teknologi lingkungan
untuk UMKM.
2
Panduan pemulihan
kawasan sawah tercemar
limbah industri di
kawasan industri
(Program Citarum dan
Ciliwung Bersih).
Tersusunnya pemulihan
kawasan sawah tercemar
limbah industri di kawasan
industri (Program Citarum
dan Ciliwung Bersih).
100
tad
100.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3
Fasilitasi dan Pembinaan Pembinaan Komisi
Teknis AMDAL.
AMDAL kabupaten/kota
dan fasilitasi
AMDAL/UKL-UPL, ijin
lingkungan daerah.
Lisensi Komisi Penilai
AMDAL: 88%.
Rekomendasi AMDAL
100% (10 dok).
15
300.000.000
15
400.000.000
15
400.000.000
15
400.000.000
15
500.000.000
2.000.000.000
4
Pemantauan
implementasi RKL/RPL,
ijin lingkungan.
Terpantaunya
implementasi RKL/RPL,
ijin lingkungan.
Pemantauan RKL/RPL
30% (3 pemantauan).
26
400.000.000
27
400.000.000
27
400.000.000
27
400.000.000
27
500.000.000
2.100.000.000
5
Optimalisasi tata kelola
lingkungan dan
penyusunan KLHS.
Terfasilitasinya dan
100 % (7 dokumen).
terkoordinasinya tata kelola
lingkungan dan
tersusunnya KLHS sebagai
dasar dalam penentuan
kebijakan pembangunan.
500.000.000
2.650.000.000
6
Evaluasi Kinerja dan
Penyusunan Detail
Engeneering Desaign
(DED) Pengembangan
IPAL Komunal Industri
Penyamakan Kulit (IPK)
Sukaregang, Kabupaten
Garut.
Terevaluasinya dan
tersusunnya DED
Pengembangan IPAL
Komunal Industri
Penyamakan Kulit.
tad
400.000.000
7
Pengendalian
Pencemaran Lingkungan
dan Penyusunan DED
Pembangunan IPAL
Komunal Industri
Pengeolahan Batu Alam
di Kabupaten
Majalengka.
Tersusunnya DED
Pembangunan IPAL
Komunal Industri
Pengeolahan Batu Alam di
Kabupaten Majalengka.
tad
300.000.000
Penyusunan Panduan
Perwujudan Jawa Barat
menjadi Green Province.
Tersusunnya panduan
perwujudan Green
Province.
8
Tersusunya Peraturan
Daerah No. 1 tahun
2013 tentang
Kawasan Lindung.
1 dok
650.000.000 1 dok
500.000.000 1 dok
500.000.000 1 dok
500.000.000 1 dok
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
175.000.000
72
9
Optimalisasi
pemanfaatan
sumberdaya alam.
Meningkatnya efisiensi
pemanfaatan
sumberdaya alam
berkelanjutan.
Jumlah dokumen
daya dukung dan
daya tampung
lingkungan.
Penyusunan rencana
penerapan dan
pencapaian SPM bidang
lingkungan hidup.
Tersusunnya rencana
penerapan dan pencapaian
SPM bidang lingkungan
hidup.
tad
10
Penyusunan Daya
Dukung dan Dya
Tampung Lingkungan.
Tersusunnya daya dukung
dan daya tampung sebagai
landasan kebijkan
pembangunan daerah.
2 kajian
79
Program Pengelolaan
Kawasan Lindung.
Terwujudnya konservasi
sumberdaya alam dan
keanekaragaman hayati.
jumlah fasilitasi
konservasi
sumberdaya alam.
Jumlah
pengembangan Ecovillage.
Membangun Kapasitas
Masyarakat dan pelaku
usaha peduli
lingkungan.
Meningkatnya
kapasitas SDM
pengelola lingkungan.
Terwujudnya kerjasama
pengelolaan lingkungan
hidup dengan
masyarakat.
Terwujudnya pengelola
lingkungan yang
kompeten.
Jumlah kab/kota
yang masuk kriteria
Adipura.
1
-
450.000.000
Tersusunya rencana
pengelolaan lingkungan
hidup.
tad
Program Rehabilitasi
dan Konservasi
Sumber Daya Alam
dan Lingkungan
Hidup.
Tingkat rehabilitasi
lahan kritis diluar
kawasan hutan negara.
16%
17
4.500.000.000
1
Fasilitasi Konservasi
Sumber Daya Alam.
Terfasilitasinya konservasi
sumberdaya alam.
26 kab/kota
26
300.000.000
2
Fasilitasi imbal jasa
lingkungan.
Terfasilitasinya imbal jasa
lingkungan.
3
Pengembangan EcoVillage.
Terlaksananya
Pengembangan EcoVillage pada Daerah
Aliran Sungai (DAS)
Citarum.
desa
55
11
Terbangunnya
masyarakat yang
peduli lingkungan.
-
Penyusunan Rencana
Pengelolaan Lingkungan
Hidup Provinsi Jawa
Barat.
12
Meningkatnya
konservasi
sumberdaya alam dan
keanekaragaman
hayati.
300.000.000
1
-
500.000.000
-
2
-
1.000.000.000
-
2
-
1.000.000.000
-
1
-
600.000.000
3.050.000.000
2.800.000.000
19.000.000.000
425.000.000
34
2.800.000.000
52
2.300.000.000
69
3.800.000.000
100
26
300.000.000
26
300.000.000
26
300.000.000
26
300.000.000
1.500.000.000
4.100.000.000
27
2.500.000.000
19
2.000.000.000
34
3.500.000.000
23
2.500.000.000
14.600.000.000
100.000.000
Pengendalian
Pencemaran dan
Kerusakan
Lingkungan.
1
Fasilitasi dan Pembinaan
Teknis Program
Adipura.
Terfasilitasi dan terbinanya
teknis Program Adipura.
7 kab/kota (100%)
27
700.000.000
27
800.000.000
27
80.000.000
27
800.000.000
27
900.000.000
3.280.000.000
Jumlah sekolah yang
mengikuti Adiwiyata
dan SBL
2
Fasilitasi dan Pembinaan
Teknis Program
Adiwiyata dan SBL
Terfasilitasi dan terbinanya
teknis Program Adiwiyata
dan Sekolah Berbudaya
Lingkungan.
140 (100%)
150
200.000.000
200
500.000.000
225
750.000.000
240
750.000.000
150
500.000.000
2.700.000.000
Jumlah kampanye
lingkungan.
3
Peningkatan perubahan
perilaku masyarakat
dalam pengelolaan
lingkungan.
Terlaksanya kampanye dan
penyuluhan lingkungan.
27 kab/kota
27
1.500.000.000
27
1.500.000.000
27
1.500.000.000
27
1.500.000.000
27
1.500.000.000
7.500.000.000
4
Fasilitasi Penilaian
Implementasi EcoOffice (green building )
Kantor Pemerintahan
Provinsi Jawa Barat.
Terfasilitasinya Penilaian
ImplementasiEco-Office
(green building ) Kantor
Pemerintahan Provinsi
Jawa Barat.
tad
-
Jumlah
laboratorium yang
terbina.
5
Pembinaan
Laboratorium
Lingkungan dalam
rangka Peningkatan
Pengawasan Lingkungan
di Jawa Barat.
Terbinanya laboratorium
lingkungan di Jawa Barat.
27 kab/kota
Jumlah SDM yang
mendapat pelatihan.
6
Fasilitasi Peningkatan
Kapasitas SDM
Pengelola Lingkungan.
Meningkatknya Kapastas
SDM Pengelola
Lingkungan.
60 EPCM/30 aparatur
Lh
Tingkat penurunan emisi
Gas Rumah Kaca (GRK).
1,79%
13 Program Mitigasi dan
Adaptasi Perubahan
Iklim.
100.000.000
27
300.000.000
27
200.000.000 100 EPCM/30
aparatur Lh
2-3
12.226.230.000
-
3-4
-
300.000.000
-
27
250.000.000 150 EPCM/30
aparatur Lh
14.750.000.000
4-5
-
400.000.000
-
27
300.000.000 200 EPCM/30
aparatur Lh
16.250.000.000
5-6
-
400.000.000
-
27
400.000.000
350.000.000 250 EPCM/30
aparatur Lh
340.000.000
17.850.000.000
6-7
19.750.000.000
-
1.800.000.000
80.826.230.000
73
Meningkatkan mitigasi
dan adaptasi terhadap
pengaruh perubahan
iklim.
Menurunnya emisi
Gas Rumah Kaca.
Terpantaunya
penurunan emisi Gas
Rumah Kaca.
Tingkat pemantuan
emisi Gas Rumah
Kaca.
1
Fasilitasi Pengukuran
Gas Rumah kaca di Jawa
Barat.
Terfasilitasinya pengukur
Gas rumah kaca di Jawa
Barat.
27kab/kota
27
500.000.000
27
500.000.000
27
500.000.000
27
500.000.000
27
500.000.000
2.500.000.000
Meningkatnya
adaptasi terhadap
perubahan iklim.
Terwujudnya
masyarakat yang adaptif
terhadap perubahan
iklim.
Jumlah kampung
iklim di Jawa Barat.
2
Peningkatan
Kemampuan dan
Ketahanan menghadapi
Variablitas Perubahan
Iklim.
Pembinaan dan
Pengembangan Kampung
Iklim.
tad
4
450.000.000
4
400.000.000
6
500.000.000
8
500.000.000
10
550.000.000
2.400.000.000
Terwujudnya website 1 dok/1 sistem
BPLHD
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
1.250.000.000
1 sistem
500.000.000
600.000.000
800.000.000
800.000.000
1.000.000.000
1 dok
250.000.000
300.000.000
300.000.000
300.000.000
350.000.000
1.500.000.000
800.000.000
3.350.000.000
800.000.000
3.350.000.000
500.000.000
2.400.000.000
500.000.000
2.400.000.000
3.000.000.000
11.550.000.000
3.000.000.000
11.550.000.000
3.000.000.000
13.003.115.000
3.000.000.000
13.003.115.000
2.500.000.000
8.870.000.000
11
Meningkatkan
kapasitas kelembagaan
pemerintah dengan
sains dan teknologi
dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
Mengembangkan data
dan informasi
lingkungan hidup.
Tersedianya data dan
informasi lingkungan
hidup.
Tingkat informasi
lingkungan hidup.
Pengendalian
Pencemaran dan
Kerusakan
Lingkungan.
1
Penyusunan SLHD dan
Sistem Informasi
Lingkungan Hidup Jawa
Barat.
Tefasilitasinya
Peningkatan Kapasitas
SDM Pengelolola
Lingkungan.
2
Pengembangan Sistem
Informasi Lingkungan
Hidup secara on line.
Terbangunnya Sistem
Informasi Lingkungan
Hidup.
3
Penyusunan, Monitoring
dan Evaluasi SPM
Bidang Lingkungan
Hidup.
Tersusunnya, termonnitor
dan terevaluasinya SPMlingkungan hidup.
100%
tad
52 Program Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya
Aparatur.
Meningkatnya
kompetensi aparatur
bidang lingkungan
hidup.
Tercapainya peningkatan Jumlah aparatur yang
keahlian dan kompetensi mengikuti pendidikan/
aparatur bidang
pelatihan.
lingkungan hdiup.
1 Peningkatan Kesejahteraan
dan Kemampuan Aparatur
BPLHD Provinsi Jawa
Barat.
500.000.000
Meningkatnya Kesejahteraan
dan Kemampuan Aparatur
BPLHD Provinsi Jawa
Barat.
tad
25 Program Perencanaan,
Pengendalian dan
Pengawasan
Pembangunan Daerah.
Meningkatnya
Terwujudnya peningkatan
infrastruktur dalam
infrastruktur dalam
mendukung pelaksanaan mendukung pelaksanaan
tugas aparatur bidang
tugas aparatur bidang
lingkungan hidup.
lingkungan hidup.
Tingkat pemenuhan
kebutuhan
pelaksanaan tugas
aparatur bidang
lingkungan hidup.
tad
53 Program Pelayanan
Administrasi
Perkantoran.
1 Penyelenggaraan
Administrasi Perkantoran
BPLHD Provinsi Jawa
Barat
Telaksananya
Bintek/Seminar/Lokakarya/R
akor/Raker, Pembinaan Jiwa
Korsa,kesehatan bagi
karyawan BPLHD Provinsi
Jawa Barat.
tad
54 Program Peningkatan
Sarana dan Prasarana
Aparatur.
1 Pengadaan Sarana dan
Prasarana dan Jasa
Perkantoran BPLHD
Provinsi Jawa Barat.
55 Program Pemeliharaan
Sarana dan Prasarana
Aparatur.
500.000.000
400.000.000
1 Perencanaan, Pemantauan Terlaksananya Perencanaan,
dan Evaluasi
Pemantauan dan Evaluasi
Pembangunan Daerah.
Pembangunan Daerah.
Terselenggaranya
Administrasi Perkantoran
BPLHD Provinsi Jawa
Barat.
tad
-
600.000.000
600.000.000
-
500.000.000
400.000.000
500.000.000
1.550.000.000
2.000.000.000
1.550.000.000
2.000.000.000
2.003.115.000
2.500.000.000
2.003.115.000
2.500.000.000
1.370.000.000
-
-
1.500.000.000
700.000.000
-
700.000.000
-
500.000.000
2.500.000.000
-
2.500.000.000
-
1.500.000.000
-
2.500.000.000
-
2.500.000.000
-
2.500.000.000
-
500.000.000
500.000.000
2.500.000.000
-
-
750.000.000
500.000.000
-
750.000.000
3.000.000.000
-
3.000.000.000
-
2.000.000.000
-
74
1 Kegiatan Pemeliharaan
Sarana dan Prasarana
Kantor BPLHD Provinsi
Jawa Barat.
Terselenggaranya
Pemeliharaan Sarana dan
Prasarana Kantor BPLHD
Provinsi Jawa Barat.
tad
59 Program Peningkatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan.
1.370.000.000
100.000.000
1 Perencanaan dan Evaluasi Terlaksananya Perencanaan
Kegiatan Organisasi
dan Evaluasi Kegiatan
Perangkat Daerah
Organisasi Perangkat Daerah
TOTAL
tad
1.500.000.000
-
100.000.000
1.500.000.000
-
100.000.000
2.000.000.000
-
100.000.000
-
2.500.000.000
8.870.000.000
100.000.000
500.000.000
100.000.000
100.000.000
100.000.000
100.000.000
100.000.000
500.000.000
102.034.320.000
110.980.000.000
122.960.000.000
126.550.000.000
151.480.000.000
603.014.320.000
75
76
BAB
6
INDIKATOR KINERJA OPD YANG
MENGACU PADA TUJUAN DAN
SASARAN RPJMD
Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai
ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah
pada akhir periode masa jabatan. Hal ini ditunjukkan dari akumulasi pencapaian
indikator outcome program pembangunan daerah setiap tahun atau indikator capaian
yang bersifat mandiri setiap tahun sehingga kondisi kinerja yang diinginkan pada akhir
periode RPJMD dapat tercapai. Dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018 terdapat
tujuan dan sasaran yang berkaitan dengan indikator kinerja Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup yaitu pada misi 4 Mewujudkan Jawa Barat yang nyaman dan
pembangunan infrastruktur strategis yang berkelanjutan, melalui pelaksanaan 2
program sebagai berikut:
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
2. Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
3. Program Kawasan Lindung
Tabel di bawah ini menunjukkan indikator kinerja BLHD yang mengacu pada tujuan dan
sasaran RPJMD :
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
76
TABEL 6. 1 Indikator Kinerja BPLHD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD
Indikator sasaran
Program RPJMD
Kondisi
Kineja pada
Awal
Periode
1
2
Pencapaian status mutu
sungai utama dan
waduk besar dengan
tingkat cemar sedang
9,6-10,6
Tingkat penurunan
emisi Gas Rumah Kaca
(GRK)
1,75
Target Capaian Tiap Tahun
2014
2015
2016
2017
2018
KONDISI
AKHIR
3
4
5
6
7
8
10,410,8
10,811,2
11,211,7
11,712,3
12,313
12,3-13
2-3
3-4
4-5
5-6
6-7
6-7
(persen)
Jumlah sumber air yang
dipantau
7
7
Jumlah sumber air yang
ditentukan status
mutunya
3
3
Jumlah monitoring
kualitas udara ambien di
kab/kota dengan sistem
pengamatan fix station
1
Tingkat pengawasan
pelaksanaan
pengelolaan limbah B3
Jumlah taman kehati di
Jawa Barat
Jumlah kajian dan
8
(persen)
9
10
10
10
4
4
5
5
5
3
5
8
11
13
13
56
60
65
68
73
75
75
1
2
4
7
8
10
10
2
2
4
5
6
7
7
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
77
rekomendasi lingkungan
hidup strategis
Jumlah Pusat Mangrove
Center di Jawa Barat
0
2
3
4
6
7
7
Jumlah desa Proklim di
Jawa Barat
2
5
8
12
14
16
16
Jumlah tindak lanjut
pengaduan lingkungan
41
45
47
50
52
55
55
R GAMBAR
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
78
79
BAB
7
PENUTUP
Rencana Strategis (Renstra) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) untuk
tahun 2013–2018 merupakan langkah-langkah kontribusi BPLHD Provinsi Jawa Barat
untuk pencapaian tujuan serta sasaran yang ditetapkan Provinsi Jawa Barat. Prinsip
perencanaaan dilandasi dan dibatasi oleh kewenangan sesuai dengan Lembaga Teknis
Daerah yang ditetapkan oleh PERDA No. 22 Tahun 2008, dimana BPLHD Provinsi Jawa
Barat selaku institusi
tingkat Provinsi, peranannya menjadi fasilitator guna
mengimplementasikan makna Otonomi Daerah berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 dan
perkembangan isu dan permasalahan yang ada.
BPLHD Provinsi Jawa Barat menitik beratkan peranannya selaku koordinator dan
fasilitator bagi seluruh stake holder (Pihak terkait) yang terdiri dari institusi sektoral,
masyarakat, dunia usaha, dunia pendidikan dan LSM di tingkat Provinsi maupun
Kabupaten/Kota. BPLHD Provinsi Jawa Barat menetapkan Renstra BPLHD Provinsi Jawa
Barat tahun 2013-2018 yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat 2013-2018 dan dilandasi RPJP 2005-2025
sesuai tugas pokok dan fungsi BPLHD Provinsi Jawa Barat.
Selain itu Pada pelaksanaannya, Rencana Strategis ini sangat ditentukan oleh komitmen,
keterlibatan serta dukungan dari pada masyarakat serta pihak eksekutif dan legislatif,
baik dalam bentuk fasilitasi kebijakan maupun pendanaan dalam upaya-upaya
pengendalian lingkungan hidup dalam skala makro maupun mikro; khususnya dalam
aspek-aspek yang sangat erat kaitannya dengan implementasi program dan kegiatan
yang menjadi kewenangan BPLHD Provinsi Jawa Barat.
Besar harapan kami, Rencana Strategis ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar dan acuan
bagi terciptanya pembangunan yang berwawasan lingkungan di Jawa Barat.
Rencana Strategis BPLHD Provinsi Jawa Barat 2013-2018
79
Download