3071

advertisement
Hubungan antara Hipertensi dan Obesitas dengan Kejadian Hiperlipidemia
(Studi Kasus di Klinik Praktek dr. Martha Suryana Ungaran)
Ulfa Rahmawati*) Auly Tarmali**) Ita Puji Lestari**)
STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN
*)Mahasiswa PSKM STIKES Ngudi Waluyo
**)Dosen Pembimbing STIKES Ngudi Waluyo
Abstrak
Hiperlipidemia adalah peningkatan kadar kolesterol melebihi batas normal(≥200
mg/dl). Metabolisme lemak dalam tubuh dapat mempengaruhi timbulnya berbagai macam
penyakit, gangguan metabolisme lemak dapat mengakibatkan penyakit hiperlipidemia.
Obesitas dan hipertensi akan mengakibatkan peningkatan kadar lemak dalam tubuh . Pada
orang yang mengalami obesitas terjadi penimbunan lemak berlebih dalam tubuh, sedangkan
pada orang yang mengalami hipertensi terjadi penekanan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan rusaknya pembulah darah dan menjadi tempat melekatnya kolesterol.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Teknik
sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dan didapatkan 83 responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan data sekunder, sampel pada penelitian ini adalah seluruh
pasien yang berkunjung ke klinik praktek dr.Martha Suryana Ungaran yang melakukan
pemeriksaan kolesterol, terdapat data IMT, tekanan darah dan kadar kolesterol total.
Pengolahan data untuk semua jenis variabel menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi
dengan kejadian hiperlipidemia pada pasien di klinik praktek dr. Martha Suyono Ungaran
(nilai p=0,232) dan tidak ada hubungan antara obesitas dengan hiperlipidemia pada pasien di
klinik praktek dr. Martha Suyono Ungaran (nilai p=1,000).
Bagi para penderita diharapkan lebih menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan
seimbang, rutin berolah raga, tidak merokok, menjaga kondisi untuk tidak stres agar stres
dapat dicegah dan menjaga berat badan, serta menjaga tekanan darah agar tetap stabil,
menjaga kadar gula darah agar terhindar dari diabetes melitus agar kadar kolesterol dalam
batas normal.
Kata Kunci
: Hipertensi, Obesitas, kejadian Hiperlipidemia.
Kepustakaan : (tahun 1996-2012)
1
The relation between hypertention and obesity through hyperlipidemia cases
(case study at Klinik Praktek dr. Martha Suryana Ungaran)
Abstract
Hyperlipidemia is cholesterol number which increas more than the limitation (≥200
mg/dl). Fat metabolism inside the body can stimulate many diseases. The disorders of
metabolism can stimulate hyperlipidemia cases. Obesity and hypertention can increas the fat
content in the body. People who include to the kind of obesity get over accumulation of fat in
their body while the hypertention people get over stress on the blood vessel which can harm
and being the place for cholesterols.
This variety of this research uses analithic cross sectional desaign. The sampling
technique of this research is purposive sampling that consist of 83 respondents. The data
collection uses secindary data. The sample of this research is all of the visitors of klinik
praktek dr.Martha Suryana Ungaran. For those who did the cholesterol check up got the IMT
data, blood presure and total cholesterol content. Chi-square test is used for all of the
collection datas and all variables.
The result of this study shows that there is no connection between hypertention and
hyperlipidemia case in visitors of klinik praktek dr.Martha Suryana Ungaran by p=0,232 and
there is nothing connection that relate the obecity and hyperlipidemia case, p=1,00.
The last, hopefully this research can sugest the patient to keep their health by keeping
the diets, regular exercises, no smoking, stay balance to prevent the stress in order to save
their weight and blood presure. Also keeping the blood sugar to prevent the diabetes mellitus.
Keywords: hypertention, obesity, hyperlipidemia cases.
References : (1996-2012)
2
PENDAHULUAN
Hiperlipidemia merupakan keadaan
disease) sebagai penyebab kematian utama
yang ditandai oleh peningkatan kadar
di dunia barat. Diperkirakan CVD akan
lemak darah (1). Peningkatan kadar lemak
menjadi masalah kesehatan yang lebih
dalam darah, sebagai unsur utamanya
berat, bersama obesitas dan diabetes pada
terdiri dari kolesterol dan trigliserida.
akhir dekade berikutnya (3).
Kolesterol
merupakan
satu
Kolesterol tinggi disebabkan oleh
komponen lemak (2). Menurut National
berbagai faktor, beberapa faktor yang
Institutes of Health, Detection, Evaluation
dapat
and Treatment of High Blood Cholesterol
kolesterol
in Adults (Adults Treatment Panel III)
kolesterol tinggi yaitu usia, jenis kelamin,
(2002) dalam (2) bahwa kolesterol total
genetik, pola makan, obesitas, aktifitas
normal adalah < 200 mg/dl, dan trigliserida
fisik dan olahraga, kebiasaan merokok,
< 150 mg/dl.
stres, tekanan darah tinggi, DM (4).
Riset
salah
secara
menunjukkan
bahwa
mempengaruhi
atau
yang
peningkatan
mengakibatkan
luas
telah
Menurut (5) hipertensi juga merupakan
kolesterol
LDL
salah satu faktor penyebab hiperlipidemia.
(Kolesterol Jahat) adalah faktor risiko
Obesitas merupakan salah satu
utama penyakit jantung dan pembuluh
faktor penyebab hiperlipidemia sekunder.
darah (Cardiovasculer Disease atau CVD).
Obesitas
Hingga kini
merupakan
penimbunan lemak yang berlebihan. Pada
penyebab kematian nomor satu di dunia
orang yang mengalami obesitas cenderung
dengan angka 17 juta per orang per tahun.
mempunyai kadar kolesterol dan lemak
Angka ini diperkirakan meningkat menjadi
yang lebih tinggi dalam darah serta jumlah
20 juta pada tahun 2015 dan 23 juta pada
HDL yang rendah (4).
CVD masih
tahun 2030 (2).
pada
dasarnya
merupakan
Berdasarkan uraian di atas, yang
Kolesterol
darah
dapat diketahui bahwa hipertensi dan
utama
penyakit
obesita dapat meningkatkan kolesterol
menyebabkan
serangan
dalam darah. Maka, penulis tertarik untuk
jantung atau stroke. Semakin tinggi kadar
menganalisis hubungan antara hipertensi
kolesterol
dan
adalah
faktor
jantung,
bisa
tinggi
resiko
semakin
dalam
tinggi
resikonya.
Banyak penelitian menempatkan penyakit
kardiovaskuler
CVD
(cardiovasculer
obesitas
dengan
kejadian
hiperlipidemia.
METODE PENELITIAN
3
Desain
yang
digunakan
dalam
sebanyak 83 sampel, dengan pertimbangan
penelitian ini adalah Cross sectional.
terdapat data kolesterol total, terdapat data
Populasi dalam penelitian ini adalah
berat badan dan tinggi badan atau IMT,
seluruh pasien yang berkunjung ke klinik
terdapat data tekanan darah.
praktek dr. Martha Suryana Ungaran dan
Teknik pengambilan data yang
melakukan pemeriksaan kolesterol, yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
berjumlah 123 pasien (berdasarkan data
dengan
rekam medik klinik). Teknik pengambilan
Analisis data dilakukan dengan analisis
sampel
chi-square menggunakan program SPSS
dalam
penelitian
menggunakan
purposive
ini
dengan
sampling
menggunakan
data
sekunder.
16.
HASIL PENELITIAN
A. Analisis Univariat
1. Hipertensi
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi responden berdasarkan kejadian hipertensi pada
penderita di Klinik Prektek dr. Martha Suryana Ungaran
bulan Januari –
Juli 2013
Hipertensi
Hipertensi
Tidak Hipertensi
Total
Frequency
49
34
83
Persentase(%)
59,0
41,0
100,0
Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa dari 83 pasien yang
berkunjung di klinik praktek dr. Martha Suryana Ungaran dan melakukan pemeriksaan
kolesterol, yang menderita hipertensi sebanyak 49 pasien (59,0 %) dan yang tidak
hipertensi sebanyak 34 pasien (41,0%) .
2. Obesitas
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi responden berdasarkan kejadian obesitas pada penderita
di Klinik Prektek dr. Martha Suryana Ungaran
Obesitas
Obesitas
Tidak obesitas
Total
Frequency
28
55
83
bulan Januari – Juli 2013
Persentase(%)
33,7
66,3
100,0
4
Berdasarkan tabel 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa dari 83 pasien yang
berkunjung di klinik praktek dr. Martha Suryana Ungaran dan melakukan pemeriksaan
kolesterol, yang dikategorikan obesitas sebanyak 28 pasien (33,7 %) dan yang tidak
obesitas sebanyak 55 pasien (66,3%).
3. Hiperlipidemia
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi responden berdasarkan kejadian Hiperlipidemia pada
penderita di Klinik Prektek dr. Martha Suryana Ungaran
bulan Januari
– Juli 2013
Hiperlipidemia
Hiperlipidemia
Tidak Hiperlipidemia
Total
Frequency
51
32
83
Persentase(%)
61,4
38,6
100.0
Berdasarkan tabel 4.3 di atas, dapat diketahui bahwa dari 83 pasien yang
berkunjung di klinik praktek dr. Martha Suryana Ungaran dan melakukan pemeriksaan
kolesterol, yang memiliki kadar kolesterol diatas normal dan dikategorikan sebagai
hiperlipidemia adalah sebanyak 51 pasien (61,4 %) dan yang tidak hiperlipidemia
sebanyak 32 pasien (38,6 %).
A. Analisa Bivariat
Pada bagian ini disajikan hasil penelitian tentang hubungan hipertensi dan obesitas
kejadian hiperlipidemia di klinik praktek dr. Martha Suryana Ungaran.
1.
Hubungan Hipertensi dengan kejadian Hiperlipidemia pada penderita di klinik praktek
dr. Martha Suryana Ungaran
Tabel 4.4 Hubungan Hipertensi dengan kejadian Hiperlipidemia di Klinik Praktek dr.
Marhta Suryana Ungaran bulan Januari-Juli 2013
Kadar kolesterol
Tidak
Hipertensi Hiperlipidemia
Hiperlipidemia
F
%
F
%
Hipertensi 27
55,1
22
44,9
Tidak
24
70,6
10
29,4
hipertensi
Total
51
61,4
40
38,6
P-value
Total
F
49
34
%
100
100
83
100
0,232
5
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang melakukan
pemeriksaan kolesterol mengalami hiperlipidemia dan mengalami hipertensi 27
(55,1%) lebih rendah dibandingkan yang tidak mengalami hipertensi 24 (70,6%).
Berdasarkan uji Chi Square didapat nilai dengan p-value 0,232. Oleh karena p-value=
0,232 > α (0,05), maka Ho gagal ditolak, dan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan
yang signifikan antara hipertensi dengan kejadian Hiperlipidemia di klinik praktek dr.
Martha Suryana Ungaran.
2.
Hubungan Obesitas dengan kejadian Hiperlipidemia pada penderita di klinik praktek
dr. Martha Suryana Ungaran
Tabel 4.5 Hubungan Obesitas dengan kejadian Hiperlipidemia di Klinik Praktek dr.
Marhta Suryana Ungaran bulan Januari-Juli 2013
Obesitas
Obesitas
Tidak
Obesitas
Total
Kadar kolesterol
Tidak
Hiperlipidemia
Hiperlipidemia
F
%
F
%
17
60,7
11
39,3
34
61,8
21
38,2
43
48,2
40
51,8
P-value
Total
F
28
55
%
100
100
83
100
1,000
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pasien yang melakukan
pemeriksaan kolesterol dan mengalami hiperlipidemia yang mengalami obesitas 17
(60,7%) lebih rendah dibandingkan yang tidak mengalami obesitas 34 (61,8%).
Berdasarkan uji Chi Square didapat nilai dengan p-value 1,000. Oleh karena p-value=
1,000 > α (0,05), maka Ho gagal ditolak, dan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan
yang signifikan antara obesitas dengan kejadian Hiperlipidemia di klinik praktek dr.
Martha Suryana Ungaran.
Hasil penelitian menunjukan bahwa
PEMBAHASAN
pada
A. Analisis Univariat
1. Hipertensi
melakukan
pada
pasien
pemeriksaan
di
responden
yang
melakukan
yang
pemeriksaan di klinik praktek dr.
klinik
Martha Suryana Ungaran lebih banyak
praktek dr. Martha Suryana Ungaran
responden mengalami hipertensi yaitu
49 responden (59,0%). Hal tersebut
6
karena
pada
saat
melakukan
2. Obesitas pada pasien yang melakukan
pemeriksaan kepada seluruh reponden
pemeriksaan di klinik praktek dr.
semuanya
Martha Suryana Ungaran
melakukan
pemeriksaan
tekanan darah terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil penelitian yang
Responden yang berkunjung ke
dilakukan diketahui bahwa responden
klinik adalah orang yang datang
yang
melakukan
dengan gejala sakit tertentu atau
kolesterol yang mengalami obesitas
mengalami sakit. Pemeriksaan awal
sebanyak
28
orang
(33,7%),
yang dilakukan di klinik praktek
sedangkan
yang tidak
mengalami
dr.Martha adalah pengukuran tekanan
obesitas sebanyak 55 orang (66,3%).
darah yang mana tekanan darah dapat
Hal tersebut menunjukan bahwa dari
berpengaruh atau menimbulkan gejala
83
sakit sehingga dapat dilakukan sebagai
pemeriksaan kolesterol lebih banyak
acuan dalam pengobatan.
yang
responden
tidak
pemeriksaan
yang
melakukan
mengalami
obesitas.
Banyaknya pasien yang mengalami
Obesitas adalah suatu penyakit kronis
hipertensi di klinik praktek dr. Martha
dengan ciri-ciri timbunan lemak tubuh
Suryana
berlebih
Ungaran
bisa
saja
(Persagi
Gizi,
2009).
dipengaruhi oleh banyak faktor seperti
Banyaknya penderita hiperlipidemia
pola
olahraga,
yang justru memilki IMT < 27 atau
aktifitas fisik, memiliki kebiasaan
tidak obesitas mungkin disebabkan
merokok, stres, keturunan dan usia
karena orang yang memilki IMT <27
karena
atau tidak obesitas tersebut merasa
makan,
kebiasaan
pada
responden
yang
berkunjung ke klinik praktek dr.
tidak
Martha Suryana Ungaran memiliki
makanya menjadi bebas dan tidak
usia rata-rata diatas 20 tahun ke atas,
terkontrol khususnya makanan yang
sehingga ada kemungkinan pasien
tinggi
yang
juga
walaupun tidak gemuk kadar lemak
umur.
darahnya tetap tinggi, sedangkan pada
hipertensi
orang gemuk mungkin makannya akan
mengalami
karena
hipertensi
dipengaruhi
Seseorang
oleh
dikategorikan
gemuk
sehingga
lemak
jenuh.
berhati-hati
kebiasaan
Sehingga
dimana tekanan darah sistolik sama
lebih
atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan
lemaknya
atau tekanan diastolik lebih tinggi dari
dibandingkan
90mmHg.
memilki IMT > 27 atau obesitas.
akan
sehingga
lebih
dengan
kadar
rendah
orang
yang
7
3. Kejadian Hiperlipidemia pada pasien
yang melakukan pemeriksaan di klinik
praktek dr. Martha Suryana Ungaran
Berdasarkan hasil penelitian yang
HDL >40 mg/dl, dan kolesterol LDL
<130 mg/dl.
Ada
banyak
hiperlipidemia
faktor
akan
penyebab
tetapi
karena
dilakukan diketahui bahwa presentase
hiperlipidemia merupakan salah satu
responden
penyakit yang tidak memunculkan
yang
mengalami
hiperlipidemia adalah lebih banyak
gejala
dibandingkan yang tidak mengalami
mungkin banyak orang yang tidak
hiperlipidemia yaitu 51 responden
menyadari bahwa dirinya mengalami
(61,4%). Banyaknya responden yang
kadar kolesterol yang tinggi. Dampak
melakukan
yang
pemeriksaan
dikarenakan
ajuran
kolesterol
dokter,
ada
dengan
dapat
spesifik
sehingga
ditimbulkan
dari
peningkatan kolesterol salah satunya
kemungkinan karena sudah muncul
adalah
tanda maupun gejala yang disebabkan
pasein yang mengalami hiperlipidemia
karena peningkatan kolesterol.
di klinik praktek dr. Martha Suryana
Hiperlipidemia merupakan suatu
aterosclerosis
banyaknya
Ungaran ini kemungkinan karena pada
keadaan dimana kadar lipid darah
klinik
yang abnormal. Kadar lipid yang
pemeriksaan
tinggi akan mengakibatkan timbulnya
diselenggarakan
berbagai
penyakit,
sehingga banyak orang yang terdeteksi
penyumbatan lemak pada arteri akan
atau memeriksaan kolesterol dalam
menimbulkan plak pada pembuluh
darah
darah sehingga dapat mengakibatkan
pengobatan. Sebagian besar kasus
aterosclerosis,
mengakibatkan
peningkatan kadar kolesterol bersifat
serangan jantung. Profil lipid ideal
sementara dan tidak berat, selain itu
menurut National Institutes of Health,
pembuangan lemak dari darah pada
Detection, Evaluation and Treatment
setiap orang memilki kecepatan yang
of High Blood Cholesterol in Adult
berbeda.
(Adult
macam
dan
Treatment
Panel
ini
menyediakan
layanan
kolesterol
oleh
sekaligus
yang
ASKES
melakukan
III),
September 2002, hlm.11-17 dalam
A. Analisis Bivariat
Mumpuni dan Wulandari (2011) kadar
1. Hubungan Hipertensi dengan kejadian
kolesterol
total
<
200
mg/dl,
Hiperlipidemia
pada
penderita
di
trigliserida <150 mg/dl, kolesterol
8
klinik praktek dr. Martha Suryana
darah sistolik maupun diastolik. Salah
Ungaran
satu
Hasil penelitian menujukan tidak
hubungan
yang
antara
hipertensi
dengan kejadian hiperlipidemia pada
penderita di klinik praktek dr.Martha
Suryana
Ungaran
hal
tersebut
ditunjukan dari hasil nilai p=0,232
(p>0,05). Hiperlipidemia merupakan
penyakit
yang
multifaktorial
dan
hipertensi merupakan salah satu faktor
risiko
yang
dapat
menimbulkan
peningkatan kadar lemak dalam tubuh,
hal ini terjadi karena pada penderita
hipertensi mempengaruhi pembuluh
darah
karena
terjadi
peningkatan
sehingga mempompa jantung untuk
bekerja
lebih
keras
yang
mengakibatkan aliran arah akan lebih
cepat dari tingkat normal. Akibatnya
saluran darah semakin kuat menekan
pembuluh darah yang ada. Tekanan
yang kuat itu dapat merusak jaringan
pembuluh darah itu sendiri. Pembuluh
darah
yang rusak
sangat
mudah
sebagai tempat melekatnya kolesterol,
sehingga kolesterol dalam saluran
darah pun melekat dengan kuat dan
mudah menumpuk (Graha KC, 2010).
Hipertensi terjadi karena adanya
faktor
hipertensi
yang
menimbulkan
pada
penderita
hiperlipidemia
adalah
terjadinya
aterosklerosis pada pembuluh darah.
Pada pasien yang tidak mengalami
hipertensi
juga
dapat
terjadi
peningkatan kolesterol hal ini bisa saja
terjadi karena modifikasi gaya hidup
yang kurang baik. Tanda dan gejala
yang dimunculkan karena penyakit ini
seringkali
membuat
orang
tidak
melakukan pemeriksaan baik tekanan
darah
Banyaknya
maupun
kolesterolnya.
faktor
yang
dapat
mempengaruhi peningkatan kolesterol
dan hipertensi sehingga memberikan
kontribusi terhadap keduanya seperti
gaya hidup, kebiasaan olah raga,
konsumsi makanan, tingkat stres dan
usia. Oleh sebab itu pengecekan rutin
terhadap
hipertensi
juga
perlu
dilakukan agar terpantau keadaan
tekanan darahnya.
2. Hubungan Obesitas dengan kejadian
Hiperlipidemia
pada
penderita
di
klinik praktek dr. Martha Suryana
Ungaran
Hasil analisis untuk mengetahui
hubungan
antara
obesita
dengan
Hiperlipidemia
pada
gangguan dalam pembuluh darah yang
kejadian
mengakibatkan peningkatan tekanan
penderita di klinik praktek dr. Martha
9
Suryana Ungaran. Dari hasil uji Chi
obesitas,
Square di peroleh nilai p= 1,000
obesitas
(p>0,05). Hal ini menunjukkan tidak
penumpukan lemak di bawah kulit.
ada hubungan yang bermakna antara
Dengan demikian tidak hanya orang
obesitas
kejadian
gemuk saja yang harus waspada
hiperlipidemia, dari hasil penelitiaan
terhadap hiperlipidemia, akan tetapi
kejadian hiperlipidemia lebih besar
semua orang harus waspada juga
pada responden yang tidak mengalami
termasuk orang yang kurus dan orang
obesitas yaitu 34 responden (61,8%)
yang memiliki berat badan ideal.
dengan
dibandingkan
yang
mengalami
obesitas yaitu 17 responden (60,7%).
Berdasarkan hasil penelitian diatas
bahwa pengukuran gizi dengan IMT
yang digunakan untuk penilaian status
gizi dalam menetukan obesitas atau
tidaknya seseorang dapat disimpulkan
bahwa seseorang yang memiliki IMT<
27
atau
tidak
memiliki
obesitas
resiko
ternyata
terhadap
hiperlipidemia.
Ternyatahiperlipidemia tidak hanya
diderita oleh orang yang gemuk saja
akan tetapi pada orang yang kurus,
atau mempunyai berat badan yang
ideal
juga
bisa
mengalami
hiperlipidemia. Secara umum dapat
dikatakan bahwa hiperlipidemia dapat
terjadi pada semua orang dengan
berbagai status gizi yang baik menurut
IMT. Karena kolesterol merupakan
lemak yang berada dalam darah,
bukan merupakan lemak yang berada
di bawah kulit. Berbeda dengan orang
orang
yang
mengalami
cenderung
terjadi
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil
penelitian
dan
pembahasan mengenai hubungan kejadian
hipertensi dan obesitas dengan kejadian
hiperlipidemia (studi kasus di klinik dr.
Martha
didapatkan
Suryana
Ungaran),
kesimpulan
maka
beberapa
hal
sebagai berikut:
1. Sebagian besar responden penderita
Hiperlipidemia di klinik praktek dr.
Martha Suryana Ungaran mengalami
Hipertensi, yaitu sejumlah 27 orang
(55,1%)
2. Sebagian besar responden penderita
Hiperlipidemia di klinik praktek dr.
Martha
Suryana
Ungaran
tidak
mengalami Obesitas, yaitu sejumlah 34
orang (61,8%)
3. Tidak ada hubungan yang signifikan
antara
Hipertensi
dengan
kejadian
Hiperlipidemia pada penderita di klinik
praktek dr. Martha Suryana Ungaran (pvalue = 0,232 > α 0,05).
10
4. Tidak ada hubungan yang signifikan
antara
Obesitas
dengan
kejadian
Hiperlipidemia pada penderita di klinik
praktek dr. Martha Suryana Ungaran (pvalue = 1,000 > α 0,05).
Dari hasil penelitian ini diharapkan
akan ada penelitian lanjutan untuk Saran
1. Bagi peneliti lain
mengetahui faktor-faktor lain yang tidak
yang
1. Suyono,
Slamet
”Hiperlipidemia”
(1996).
Ilmu
Penyakit
Dalam Jilid III. Jakarta. Balai Penerbit
FKUI.
SARAN
diteliti
DAFTAR PUSTAKA
berpengaruh
terhadap
2. Mumpuni,
Yekti
Wulandari.(2011).
Mengatasi
dan
Cara
Kolesterol.
Ari
Jitu
Yogyakarta.
Andi
3. Kingham, Karen (Ahli Gizi).(2009).
kejadian Hiperlipidemia pada penderita,
Makan Oke Hidup
karena
Kolesterol Tinggi. Jakarta. Erlangga
Hiperlipidemia
permasalahan
merupakan
kesehatan
yang
Oke Dengan
4. Amir, Supriyadi. (2012). Ajaibnya
berdampak negatif terhadap organ fital
Terapi
dalam tubuh dan dipengaruhi oleh
Kolesterol. Jakarta. Dunia Sehat
banyak faktor.
Tumpas
Penyakit
5. Graha KC, (2010). Kolesterol. Jakarta.
2. Bagi Masyarakat umum
Bagi
Herbal
masyarakat
agar
PT Elex Media Komputindo
melakukan
kebiasaan hidup yang sehat, seperti
melakukan olah raga secara teratur,
memperhatikan pola makan serta rutin
melakukan
mengecekan
kadar
kolesterol.
3. Bagi Klinik Praktek
Memberikan
konseling
tentang
pentingnya menjaga dan pengontrolan
tekanan darah serta pola makan untuk
menjaga berat badan sebagai upaya
pencegahan
dalam
menjaga
kadar
kolesterol dalam tubuh.
11
Download