bakteri - Blog UB

advertisement
BAKTERI
Oleh :
Firman Jaya, S.Pt.,MP
7/22/2017
1
CIRI-CIRI BAKTERI



memiliki inti sel, tapi tidak bermembran yang dikenal
dengan prokariotik. Jadi semua bakteri tidak memiliki
membran inti sel
Bakteri memiliki kemampuan reproduksi yang cepat, hal
ini dapat dimanfaatkan oleh industri untuk
memanfaatkan jasa mikroorganisme contohnya
fermentasi, pemanfaatan bakteri dalam pembuatan
Yoghurt dan Kefir.
Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembab. Pada
keadaan kekurangan air, bakteri akan tidak aktif
bahkan dapat menyebabkan kematian.





Bakteri merupakan organisme mikroskopis rata-rata
berukuran 1-5 mikron. Dapat dilihat dengan
mikroskop cahaya. Bakteri yang terkecil adalah
Mycoplasma, yang berukuran 0,12 mikron. Sedangkan
bakteri terbesar adalah Thiomargarita, yang
berukuran 200 mikron.
Tubuh uniseluler (bersel satu)
Tidak berklorofil (meskipun begitu ada beberapa jenis
bakteri yang memiliki pigmen seperti klorofil sehingga
mampu berfotosintesis dan hidupnya autotrof
Reproduksi dengan cara membelah diri (dengan
pembelahan biner )
Habitat: bakteri hidup dimana-mana (tanah, air,
udara, mahluk hidup)
- Struktur sel bakteri merupakan prokariota,
untuk membedakan mereka dengan
organisme yang memiliki sel lebih
kompleks, disebut eukariota.
7/22/2017
4
PROKARIOT
EUKARIOT
Tidak memiliki inti yang sebenarnya, materi inti
Memiliki nucleus yang sebenarnya karena materi
tersebar dalam sitoplasma karena tidak
inti dilingkupi oleh membrane inti
mempunyai membrane inti
Memiliki DNA yang lebih sederhana, lebih sedikit
Memiliki DNA yang lebih kompleks, lebih banyak
mengandung pasangan basa nukleotida, berbentuk mengandung pasangan basa nukleotida, sehingga
sirkuler
harus digulung pada protein histon (ada histonnya)
Hanya memiliki kromosom tunggal
Memiliki kromosom lebih dari 1 (satu)
Tidak memiliki intron, hanya ekson
Memiliki intron dan ekson
Memiliki operon
Tidak memiliki operon
Proses transkipsi dan translasi dapat terjadi secara Transkipsi terjadi di inti, dan translasi terjadi di
simultan
sitoplasma. Keduanya tidak dapat berjalan secara
bersamaan.
Proses transkipsi terjadi lebih sederhana
Transkipsi lebih rumit terjadi, dikarenakan akses
RNA polymerase terhadap DNA lebih lama akibat
DNA dikemas secara kompak dengan protein histon
Proses regulasi sintesis protein lebih sederhana
7/22/2017
Proses regulasi sintesis proteinnya lebih kompleks
5
Sejarah Bakteri
- Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony
van Leeuwenhoek pada 1674 dengan
menggunakan mikroskop buatannya sendiri.
- Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian
hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.
7/22/2017
6
Struktur Sel
- Prokariota (organisme
yang tidak memiliki
selaput inti) pada umumnya, semua bakteri
memiliki struktur sel yang relatif sederhana.
- Struktur bakteri yang paling penting adalah
dinding sel.
- Berdasarkan pada perbedaan struktur
dinging sel, bakteri dapat digolongkan
menjadi dua kelompok yaitu :
Gram positif dan Gram negatif.
7/22/2017
7
Bakteri Gram Negatif dan Positif
Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak
mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan
Gram.
Bakteri gram-positif akan mempertahankan warna ungu gelap
setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram-negatif
tidak.
Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal
(counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, bakteri gram
positif akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop
Bakteri gram-negatif akan berwarna merah atau merah muda.
yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna
merah atau merah muda.
Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe
bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel.
7/22/2017
8
Gram + dan Gram -
7/22/2017
Mikrobiologi (kls E) Semester Genap
2011/2012 (DEDES A,S.Pt.,MP)
9
Pewarnaan gram pada bakteri Gram
positif (B.Anthracis)
7/22/2017
Mikrobiologi (kls E) Semester Genap
2011/2012 (DEDES A,S.Pt.,MP)
10
Gram negatif
(E.Coli)
7/22/2017
Mikrobiologi (kls E) Semester Genap
2011/2012 (DEDES A,S.Pt.,MP)
11
Dinding sel Gram positif
Karakteristik utamanya adalah tebalnya lapisan
peptidoglikan pada dinding sel.
Akibatnya, pada saat prosedur pewarnaan Gram,
meninggalkan warna biru.
Dinding sel Gram positif biasa ditemukan pada
Actinobacteria dan Firmicutes.
7/22/2017
12
Dinding sel Gram negatif
Dinding sel Gram negatif memiliki
lapisan peptidoglikan yang tipis.
Hal ini menyebabkan lunturnya
warna biru saat disiram etanol.
7/22/2017
13
- Banyak spesies bakteri gram-negatif yang
bersifat patogen, yang berarti mereka
berbahaya bagi organisme inang.
- Sifat patogen ini umumnya berkaitan dengan
komponen tertentu pada dinding sel gramnegatif, terutama lapisan lipopolisakarida
(dikenal juga dengan LPS atau endotoksin).
7/22/2017
14
Struktur Bakteri :
7/22/2017
15
BENTUK BAKTERI
Ada 3 macam bentuk bakteri sebagai
berikut
1. Bentuk batang (Basil)
2. Bentuk Bulat (Kokus)
3. Bentuk Spiral
Bentuk batang (Basil)
Bakteri bentuk batang dikenal sebagai basil
Bentuk ini dapat dibedakan:
 Monobasilus
bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal.
Contoh:
Salmonella typhosa penyebab penyakit tipus,
Escherichiacoli bakteri yang terdapat pada usus
Lactobacillus.


Diplobasil
Bakteri berbentuk basil yang bergandengan dua-dua
Streptobasil
Bakteri berbentuk basil yang bergandengan
memanjang berbetuk rantai,
Contoh
Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks,
Azotobacter, bakteri pengikat nitrogen.
Bakteri bentuk basil
Bentuk Bulat (Kokus)
Bakteri berbentuk bulat (bola) atau kokus dapat dibedakan:
1.Monokokus
yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misal Monococcus gonorhoe
penyakit kencing nanah.
penyebab
2.Diplokokus
yaitu bakteri berbentuk bola bergandengan dua-dua, misal Diplococcus pneumoniae
penyebab penyakit pneumonia (radang, paru-paru).
3.Sarcina
yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat membentuk kubus,
misal Sarcina luten.
4.Streptokokus
yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok memanjang berbentuk rantai, misal
Streptococcus lactis, Streptococcus pyogenes penyebab sakit tenggorokan dan
Streptococcus
thermophilis
untuk
pembuatan
yoghurt
(susu
asam).
5.Stafilokokus
yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni seperti buah anggur, misal Stafilokokus
aureus, penyebab penyakit radang paru-paru
Bentuk Bulat (Kokus)
Bentuk Spiral
Ada tiga macam bakteri bantuk spiral yaitu:
1. Spiral
yaitu golongan bakteri yang bentuknya
seperti spiral, misalnya Spirillum
2.
Vibrio atau bentuk koma
dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna
misal Vibrio cholerae penyebab penyakit
kolera.
3.
Spiroseta
yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang
dapat bergerak misal: Spirochaeta palida,
penyebab penyakit sifilis.
Bentuk Spiral
ALAT GERAK BAKTERI
Beberapa bakteri mampu bergerak
dengan
menggunakan
bulu
cambuk/flagel.
Berdasarkan Ada Tidaknya Flagel Dan Letak Flagel
No
Nama
Jumlh Flagel
Letak Flagel
Gambar
Contoh
1
Atrich
bakteri tidak berflagel
-
Escherichia coli
2
Monotrich
mempunyai satu
Pada salah satu
ujungnya.
Vibrio cholera
3
Lopotrich
lebih dari satu flagel
pada salah satu
ujungnya.
Rhodospirillum rubrum
4
Ampitrich
satu atau lebih flagel
pada kedua
ujungnya.
Pseudomonas aeruginosa
5
Peritrich
banyak flagel
pada seluruh
permukaan
tubuhnya.
Salmonella typhosa
Pengaruh Lingkungan terhadap bakteri :
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat
memacu pertumbuhan dan reproduksi
bakteri.
 Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan reproduksi
bakteri adalah :
Suhu
Kelembaban
Cahaya
7/22/2017
25
Suhu
Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi
menjadi 3 golongan:
1. Bakteri psikrofil,
hidup pada daerah suhu antara 0°– 30°C, dengan suhu
optimum 15°C.
2. Bakteri mesofil,
hidup di daerah suhu antara 15° – 55°C, dengan
suhu optimum 25° – 40°C.
3. Bakteri termofil,
hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75°C,
dengan suhu optimum 25° – 40°C
Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang
hidup dalam sumber air panas bersuhu 93° – 94°C.
7/22/2017
26
Bakteri thermofil
7/22/2017
27
Kelembaban :
Pada
umumnya
bakteri
memerlukan
kelembaban yang cukup tinggi, kira-kira 85%.
Pengurangan kadar air dari protoplasma
menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti,
misalnya pada proses pembekuan dan
pengeringan.
7/22/2017
28
Cahaya
 Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang
tidak berklorofil.
 Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi
komponen sel yang berakibat menghambat pertumbuhan
atau menyebabkan kematian.
 Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan
sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan
makanan.
7/22/2017
29
Pertumbuhan Bakteri
• dipengaruhi oleh beberapa faktor :
• Temperatur, umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu
antara 25 - 35 derajat C.
• Kelembaban, lingkungan lembab dan tingginya kadar air
sangat menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri
• Sinar Matahari, sinar ultraviolet yang terkandung dalam
sinar matahari dapat mematikan bakteri.
• Zat kimia, antibiotik, logam berat dan senyawa-senyawa
kimia tertentu dapat menghambat bahkan mematikan
bakteri
7/22/2017
Mikrobiologi (kls E) Semester Genap
2011/2012 (DEDES A,S.Pt.,MP)
30
Kurva Pertumbuhan Bakteri
7/22/2017
Mikrobiologi (kls E) Semester Genap
2011/2012 (DEDES A,S.Pt.,MP)
31
- Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan
seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia
tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yang aerob
dan beberapa spesies dari Clostridium yang
anaerob dapat mempertahankan diri dengan
spora.
- Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut
endospora.
- Endospora dibentuk oleh penggumpalan
protoplasma yang sedikit sekali mengandung air.
7/22/2017
32
- Endospora lebih tahan terhadap keadaan
lingkungan yang tidak menguntungkan
dibandingkan dengan bakteri aktif. Apabila
keadaan lingkungan membaik kembali,
endospora dapat tumbuh menjadi satu sel
bakteri biasa.
- Letak endospora di tengah-tengah sel
bakteri atau pada salah satu ujungnya.
7/22/2017
33
ENDOSPORA :
7/22/2017
34
CARA REPRODUKSI BAKTERI
Reproduksi
Bakteri berkembang biak dengan cara :


7/22/2017
Vegetatif dengan pembelahan biner  Pada
pembelahan ini, sifat sel anak yang dihasilkan sama
dengan sifat sel induknya.
36
Pembelahan Biner
7/22/2017
Reproduksi
Bakteri berkembang biak dengan cara :


7/22/2017
Generatif dengan rekombinasi genetik  pemindahan
secara langsung bahan genetik (DNA) di antara dua
sel bakteri melalui proses berikut:
1.
Transformasi  perpindahan materi genetik
berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel
bakteri yang lain.
2.
Transduksi  pemindahan materi genetik bakteri
ke bakteri lain dengan perantaraan virus.
3.
Konjugasi  transfer DNA (berupa plasmid) karena
adanya kontak sel dengan membentuk jembatan
untuk pemindahan materi genetik.
38
Transformasi
7/22/2017
39
Reproduksi
Bakteri berkembang biak dengan cara :


7/22/2017
Generatif dengan rekombinasi genetik  pemindahan
secara langsung bahan genetik (DNA) di antara dua
sel bakteri melalui proses berikut:
1.
Transformasi  perpindahan materi genetik berupa
DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang
lain.
2.
Transduksi  pemindahan materi genetik
bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan
virus.
3.
Konjugasi  transfer DNA (berupa plasmid) karena
adanya kontak sel dengan membentuk jembatan
untuk pemindahan materi genetik.
40
Transduksi
7/22/2017
41
Reproduksi
Bakteri berkembang biak dengan cara :


7/22/2017
Generatif dengan rekombinasi genetik  pemindahan
secara langsung bahan genetik (DNA) di antara dua
sel bakteri melalui proses berikut:
1.
Transformasi  perpindahan materi genetik berupa
DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang
lain.
2.
Transduksi  pemindahan materi genetik bakteri
ke bakteri lain dengan perantaraan virus.
3.
Konjugasi  transfer DNA (berupa plasmid)
karena adanya kontak sel dengan membentuk
jembatan untuk pemindahan materi genetik.
42
Konjugasi
7/22/2017
43
PERANAN BAKTERI

MENGUNTUNGKAN
–
–
–
–
–
–
–
–
Lactobacillus casei : Pembuatan Yakult
Acetobacter xylinum : Pembuatan nata de coco
Lactobacillus bulgaricus : Pembuatan Yoghurt.
Streptococcus griceus ; Antibiotik streptomisin.
Methanobacterium : Pembuatan biogas.
Rhizobium, Azotobacter : Mengikat Nitrogen
Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter :
Menyuburkan tanah
Streptococcus lactis : Keju
Bakteri dalam bidang Pangan :
No.
Nama produk atau
makanan
Bahan baku
Bakteri yang
berperan
1. Yoghurt
susu
Lactobacillus
bulgaricus dan
Streptococcus
thermophilus
2. Mentega
susu
Streptococcus lactis
3. Terasi
ikan
Lactobacillus sp.
4. Asinan buah-buahan
buah-buahan
Lactobacillus sp.
5. Sosis
daging
Pediococcus cerevisiae
susu
Lactobacillus
bulgaricus dan
Streptococcus lactis
6. Kefir
45
MERUGIKAN
1. Penyebab penyakit pada manusia :
* Clostridium tetani : Tetanus.
* Salmonella thyposa : Tipus.
* Treponema pallidum : Sipilis
* Vibrio comma : Kolera
2. Penyebab penyakit pada hewan :
* Bacillus anthracis : antrak.
* Actinomyces bovis : Bengkak rahang sapi
3. Penyebab penyakit pada tumbuhan :
* Xanthomonas citri : Jeruk
4. Kerusakan makanan
* Clostridium botulinum : Makanan kaleng rusak
CYANOBAKTERIA



Dulu dikenal dengan ganggang hijau biru
(Cyanophyta)
Ciri-ciri : dpt berfotosintesis, struktur selnya
prokariotik, ada yg berbentuk filamen, habitat
di air bersih atau tanah lembab, memp.
Pigmen fikobilin (fikoeritrin & fikosianin).
Contoh ; Nostoc, Anabaena, Gloeocapsa,
Oscillatoria, Rivularia.
PERANAN CYANOBACTERIA




Sebagai phytoplankton (produsen di
perairan)
Sebagai vegetasi perintis
Mampu mengikat Nitrogen bebas (contoh :
nostoc, Anabaena).
Sebagai penghasil PST (Protein Sel Tunggal)
contoh Spirulina.
BEBERAPA GAMBAR
CYANOBAKTERIA
OSCILLATORIA
ANABAENA
RIVULARIA
Download