UMB Feni Fasta, SE, M.Si SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

advertisement
Perangkat kelembagaan dimaksud, meliputi lembaga atau wadah tempat subjek
(objek) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subjek
(objek) tadi, secara kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek)
tersebut agar serasi.
Kaidah atau norma dimaksud bisa berupa aturan atau peraturan, baik yang
tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk suatu system yang menjalin hubungan
antar manusia.
Bertolak dari pemahaman dasar mengenai makna dan hakekat system di
atas, dan dengan segala kompleksitas dan keterkaitannya maka kita bisa mengenali
system ekonomi. System ekonomi dapat dikatakan sebagai keseluruhan lembagalembaga ekonomi yang dilaksanakan atau dipergunakan oleh suatu bangsa/Negara
dalam mencapai cita-cita yang telah ditetapkan.
Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalan
pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawab
persoalan-persoalan ekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara.
Menurut Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur
serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan
dalam suatu tatanan kehidupan. Sedangkan Gregory Grossman (P. Rahardja &
Manurung, 2004) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah
sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri atas unit-unit dan
agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga (institusi) ekonomi, yang bukan saja
saling berhubungan dan saling berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu
yang saling menopang dan mempengaruhi.
Suatu sistem ekonomi terdiri dari unsur-unsur manusia sebagai subjek yaitu
sebagai pemain dalam sistem:
1. barang-barang ekonomi (sumber-sumber atau faktor produksi) sebagai objek.
2. perangkat kelembagaan yang mengatur dan saling mempengaruhi serta memiliki
fungsi koordinasi dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
kegiatan ekonomi. Perangkat ini meliputi:
a. lembaga-lembaga ekonomi.
b. cara kerja.
c. mekanisme hubungan.
d. hukum dan peraturan perekonomian.
e. kaidah dan norma lain.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Feni Fasta, SE, M.Si
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
C. Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Suatu sistem tidaklah berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah,
pandangan dan pola hidup masyarakat dimana mereka berada.
Sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam
suatu sistem supra sistem kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi merupakan
bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Tidak
mengherankan bila dalam perjalanan atau penerapan suatu siste ekonomi tertentu
pada suatu negara terjadi benturan, konflik atau ahkan tantangan antara pihak yang
satu dengan yang lainnya. Pelaksanaan sistem ekonomi akan berjalan mulus jika
lingkungan kelembagaan masyarakatnya mendukung.
Ideologi ekonomi berjalan seiring dengan ideologi politik. Secara umum,
benang merah unsur-unsur sistem ekonomi dan unsur-unsur sistem politik adalah
sebagai berikut:
KUTUB A
KONTEKS PENGUTUBAN
KUTUB Z
Liberalisme (liberal)
Ideologi politik
Komunisme (komunisme)
Demokrasi (demokratis)
Rezim pemerintahan (cara Otokrasi (otoriter)
memerintah)
Egalitarianisme (egaliter)
Penyelenggaraan
Etatisme (etatis)
kenegaraan)
Desentralisasi
Struktur birokrasi
Sentralisasi (sentralistis)
Kapitalisme (Kapitalis)
Ideologi Ekonomi
Sosialisme (sosialis)
Mekanisme Pasar
Pengelolaan Ekonomi
Perencanaan Terpusat
Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas, sehingga dibedakan
dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain. Khas, ditinjau dari
beberapa sudut pandang:
a. sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi produksi.
b. keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetensi satu sama lain dan untuk
menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
c. kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan
kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.
Berdasarkan hal tersebut, maka yang membedakan antara sistem ekonomi
suatu negara dengan sistem ekonomi negara lain menurut Gray (dalam Subandi:
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Feni Fasta, SE, M.Si
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
2005) adalah faktor meta ekonomis seperti pandangan hidup suatu bangsa, nilai-nilai
yang dijunjung tinggi, kebudayaan suatu bangsa atau masyarakat.
D. Sistem Perekonomian pada Umumnya
Tujuan sistem perekonomian merupakan usaha untuk mengatur pertukaran
barang dan jasa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena
meningkatkan kesejahteraan rakyat itu merupakan salah satu tujuan politik nasional
maka sistem perekonomian pada dasarnya merupakan bagian dari sistem politik
nasional. Dalam bahasa sistem, disebut sebagai subsistem politik nasional.
Kebijaksanaan ekonomi seringkali didasarkan pada kebijaksanaan politik, demikian
juga sebaliknya.
1. Pembagian Sistem Ekonomi
Dari sejarah perkembangan dikenal dua sistem ekonomi yang sangat
berlawanan. Sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi perencanaan. Dalam proses
asas perkembangannya muncul sistem ekonomi campuran yang intinya ingin
mengatasi kelemahan dua sistem yang ada.
2. Sistem Ekonomi Pasar
Asas pokok sistem ini adalah bekerjanya ‘the invisible hand’, tangan-tangan
tidak terlihat, yang digerakkan oleh ‘cinta diri’ yang dikemukakan Adam Smith. Asas
ini dibangun atas paham kebebasan.
Inti system ini adalah:
a. ’The invisible hand’ akan menggerakkan kegiatan ekonomi yaitu dengan adanya
keinginan seseorang/sekelompok orang yang memberikan barang dan atau jasa
untuk mendapatkan barang lainnya.
a. Harga dalam pasar dapat goyah terutama karena hukum penawaran dan
permintaan serrta keinginan pengusaha menggunakan modalnya sebaik
mungkin. Oleh karenanya, harga pasar dapat sangat tinggi dan sangat rendah,
tapi dalam jangka panjang akan mencapai keseimbangan.
b. Dalam system bebas, pemerintah mempunyai 3 tugas penting, yaitu:
a. melindungi negara dari kekerasan dan serangan negara bebas lain.
b. Melindungi tiap anggota masyarakat dari penindasan anggota masyarakat
lain atau mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan.
c. Mendirikan dan memelihara beberapa sarana umum yang tidak dapat dibuat
oleh umum. Selebihnya, kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada
swasta.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Feni Fasta, SE, M.Si
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
3. Sistem Ekonomi Perencanaan
Sistem ini mendasarkan diri pada pandangan Karl Marx. Pandangan ini
dilatarbelakangi oleh nasib buruh yang sangat menyedihkan. Seperti A.Smith, marx
juga berpendapat bahwa nasib mereka akibat ulah para kapitalis. Dengan berdasar
pada hokum dialektisnya Hegel, ia juga beranggapan bahwa usaha mencapai
masyarakat komunis (tidak memiliki kelas), kaum proleter akan memainkan peran
penting. Mereka harus mengambil alih segala alat produksi.
Namun dalam mencapai tingkat komunisme, harus dilalui berbagai tahap.
Dalam tahap awal, prinsip ekonominya, ”setiap orang memberi kepada kepada
masyarakat menurut kemampuannya, setiap orang menerima sesuai karyanya.”
Sedang dalam tahap komunisme penuh, prinsipnya menjadi,”setiap orang memberi
sesuai dengan kemampuannya, setiap orang menerima menurut kebutuhannya.”
(distribusi menurut kebutuhannya).
Dalam paham komunisme, negara hanyalah alat untuk mencapai tujuan yaitu
masyarakat komunisme itu sendiri. Dalam kehidupan ekonomi campur tangan itu
muncul dalam bentuk sistem perencanaan yang intinya sebagai alat untuk
melaksanakan prinsip ‘distribusi menurut kebutuhannya’. Pemerintah sepenuhnya
menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan dilakukan.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ini muncul dan berkembang. Karena pemberlakuan sistem ekonomi
pasar yang ketat, ternyata akhirnya menimbulkan depresi ekonomi. Sistem
perencanaan yang ketat juga ternyata tidak mampu menghilangkan kelas-kelas
dalam masyarakat.
Berdasarkan pengalaman tersebut banyak negara menganut sistem ekonomi
campuran ini, termasuk Indonesia.
Bung Hatta, dalam pidatonya pada tanggal 3 Februari 1946 dalam konferensi
ekonomi di Yogyakarta mengatakan bahwa dasar politik perekonomian Republik
Indonesia terpancang dalam Undang-undang Dasar 1945 dalam bab ‘kesejahteraan
sosial’ pasal 33 yang berbunyi:
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
2. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Feni Fasta, SE, M.Si
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Wakil presiden pertama RI tersebut menegaskan bahwa dasar perekonomian
yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong ialah koperasi. Seluruh perekonomian
rakyat harus berdasarkan koperasi walaupun tidak diterapkan dalam segala usaha.
Sementara Sumitro Djojohadikusumo dalam sebuah pidatonya di Washington
DC tanggal 22 Februari 1949 juga menegaskan bahwa yang dicita-citakan ialah
suatu
macam
ekonomi
campuran:
lapangan-lapangan
tertentu
akan
dinasionalisasikan dan dijalankan oleh pemerintah, sedangkan yang lain-lain akan
terus terletak dalam lingkungan partikelir. Yang terakhir ini harus tunduk kepada
politik pemerintah yang mengenai syarat kerja, upah gaji dan politik pegawai.
Meski rumusan sistem perekonomian Indonesia itu sudah cukup jelas, dalam
perkembangannya pembicaraan tentang sistem perekonomian Indonesia tidak hanya
berkisar pada sistem ekonomi campuran, tapi mengarah pada suatu bentuk baru
yang disebut sebagai Sistem Ekonomi Pancasila.
Diskusi tentang sistem ini masih terus berlangsung, dan kemudian dipertegas
oleh
rumusan
yang
dicantumkan
GBHN
yang
merupakan
pedoman
bagi
kebijaksanaan pembangunan di bidang ekonomi di Indonesia. Rumusan itu
berbunyi:”pembangunan ekonomi yang didasarkan pada Demokrasi Ekonomi
menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan
pembangunan. Pemerintah wajib memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap
pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia
usaha, sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan
dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang nyata.
KEPUSTAKAAN
Abimanyu, Anggito. Ekonomi Indonesia Baru: Kajian dan Alternatif Solusi
Menuju Pemulihan. Elek Media Komputindo. Jakarta. 2000.
Rachbini, Didik J. Politik Ekonomi Baru menuju Demokrasi Ekonomi. Cetakan
Pertama, Grasindo, Jakarta, 2001.
Rintuh, Cornelis. Perekonomian Indonesia, Edisi Pertama, Cetakan pertama,
Liberty, Yogyakarta, 1995.
Subandi. 2005. sistem Ekonomi Indonesia. Edisi pertama. Alfabeta Bandung.
Suroso, P.C, dkk. Perekonomian Indonesia, Buku Panduan Mahasiswa.
Cetakan keempat. Gramedia. Jakarta, 1997.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Feni Fasta, SE, M.Si
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Download