Sumber Daya Air Tercemar, 30% Penduduk Tergantung Air Mineral

advertisement
Sumber Berita
Media Indonesia
20 November 2005
Sumber Daya Air Tercemar, 30% Penduduk Tergantung Air Mineral
JAKARTA--MIOL: Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr
Lukman Hakim APU mengatakan, lebih dari% penduduk Indonesia harus
membekali diri dengan air mineral karena sumber daya air yang ada telah
tercemar.
Ini dikemukakan Lukman, ketika berbicara pada peluncuran CD film pendidikan
yang berjudul "Hijau Daunku, Lestari Hidupku" oleh Kebun Raya Bogor (KBR) dan
LIPI di Jakarta, Minggu.
Oleh sebab itu, untuk mecegah kerusakan alam yang jauh lebih parah sehingga
membutuhkan biaya pemulihan yang tidak murah maka perlu dilakukan antisipasi
sedini mungkin.
Sebagai contoh Lukman menyebutkan data mengenai kualitas udara terutama di
kota-kota besar sekarang ini.
"Semua diakibatkan oleh kebijakan yang kurang tepat," katanya, seraya
mencontohkan tentang mobil-mobil mewah di Jakarta yang saat ini telah
dilengkapi dengan tabung-tabung Oksigen.
"Bukan tidak mungkin kalau lingkungan tidak terpelihara tingkat pencemaran
makin tinggi sehingga 10 tahun mendatang anak cucu kita harus dibekali dengan
tabung gas oksigen," ujarnya.
Oleh karena itu menurut Lukman tepat adanya jika pendidikan mengenai
kesadaran lingkungan menjadi sangat relevan dan penting dilakukan sedini
mungkin.
Sementara itu kegiatan peluncuran CD film tersebut merupakan salah satu
kegiatan dalam rangkaian "Investing in Nature - Indonesia Program" yang
merupakan kerjasama antara "Botanic Garden Conservation International (BGCI)"
dengan KBR - LIPI.
Menurut Lukman, peran kebun raya sebagai pusat konservasi, pusat riset dan
pendidikan sangat penting.
"Program pendidikan lingkungan dengan sasaran sekolah beserta siswa-siswanya
sangat tepat mengingat di tangan merekalah kelestarian lingkungan di masa depan
dapat dicapai," katanya.
Sementara itu Hendrian dari Indonesian Counterpart Investing Nature mengatakan
bahwa pembuatan film itu didasari oleh pentingnya memberikan kesadaran anak©
http://www.huma.or.id
anak untuk mencintai dan memelihara tumbuhan/pohon serta alam lingkungan di
sekitar mereka.
"Sasarannya adalah anak-anak karena mereka yang paling tepat untuk membawa
wawasan jangka panjang mengenai lingkungan," katanya.
Menurutnya, film tersebut memberikan gambaran mengenai arti penting tumbuhan
dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam film itu juga dilibatkan keberhasilan satu SD di Balikpapan dalam program
penghijauan yang melibatkan seluruh siswa dan guru di lingkungan sekolah.
"Diharapkan keberhasilan ini akan menjadi model dan akan ditiru oleh sekolahsekolah lain di Jakarta dan sekitarnya," katanya.
Melalui film itu diharapkan sekolah di Jakarta dapat ikut mengambil langkah nyata
dalam program pelestarian lingkungan misalnya dengan melibatkan siswa untuk
menanam tanaman di pot di kebun atau halaman sekolah.
"Jadi, di sekolahnya sendiri mereka bisa merasakan kesegaran dan hijaunya alam
seperti di Kebun Raya," kata Kepala Jasa Informasi Pusat Konservasi Tumbuhan
KBR Sugiarti. (Ant/OL-1)
©
http://www.huma.or.id
Download