penilaian kelayakan investasi di koperasi dengan analisa capital

advertisement
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
Dwi Budiadi
PENILAIAN KELAYAKAN INVESTASI DI KOPERASI DENGAN
ANALISA CAPITAL BUDGETING
Dwi Budiadi
Abstrak
These day’s growth and fast corporate world growth progressively, every company which wish to take place
the life must to try to be earning always expand in its business activity. Company have to be wise in taking
decision for the shake of its operation fluency to come the. Existing decision in company cover assorted of
area, duration and also factors influencing. Existing data decision in the company is decision for the
investment.
This research aim to know the eligibility of investment plant asset conducted by Co-Operation of Unit of
Countryside Prasojo-Kota” Kediri by using analysis of capital budgeting. For the data collecting is by study
bibliography, field observation, and documentation technique. Technique analyze the data used by is with
searching information plan the investment of plant asset and financial statement analysis 3 the last year for
the estimate of cash stream 4 year come during economic element of investment plant asset used in analysis
of capital budgeting. In analysis of capital budgeting of method of investment assessment utilized method of
net present value and method of profitability index.
Kata kunci : Capital Budgeting dan Kelayakan Investasi
1.
PENDAHULUAN
Dewasa
ini
pertumbuhan
dan
perkembangan dunia usaha semakin pesat, setiap
perusahaan yang ingin berlangsung hidup haruslah
berusaha agar dapat selalu berkembang dalam
kegiatan usahanya. Untuk mengembangkan
usahanya, perusahaan dituntut untuk dapat
bertindak dengan cepat memanfaatkan peluang
bisnis yang ada. Perusahaan harus bijaksana dalam
mengambil keputusan demi kelancaran operasinya
yang akan datang. Keputusan yang ada dalam
perusahaan meliputi berbagai macam bidang,
jangka
waktu
serta
faktor-faktor
yang
mempengaruhi. Salah satu keputusan yang ada
dalam perusahaan tersebut adalah keputusan
untuk berinvestasi. Keputusan investasi yang
dikatakan efektif akan tercermin pada pencapaian
tingkat imbalan hasil (rate of return) yang
maksimal (Halim, 2007:2). Dengan melakukan
investasi berarti perusahaan menggunakan dana
dengan harapan mampu menghasilkan arus kas
masuk (cash in flow) pada waktu mendatang
melebihi nilai investasi awal selama periode
tertentu.
Penggunaan dana merupakan arus kas
keluar maka keputusan inventasi yang layak
dibiayai selanjutnya di carikan sumber dananya.
Keputusan mengenai sumber dana yang akan
digunakan (apakah sumber dana internal atau
eksternal, jangka pendek ataukah jangka panjang)
disebut keputusan pembelanjaan (Halim, 2007:2).
Keputusan pembelanjaan yang dikatakan efektif
akan tercermin pada biaya dana yang minimal.
Investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam
aktivitas. Yaitu menginvestasikan sejumlah dana
pada asset riil (tanah, emas, mesin ataupun
bangunan), maupun asset finansial (deposito,
saham ataupun obligasi ) merupakan aktivitas
investasi yang umumnya dilakukan. Kemampuan
mengelola perusahaan yang baik, suatu analisis
penanaman modal akan menjadi lebih penting.
Dengan perkataan lain, ramalan-ramalan yang
terdapat didalam analisa itu akan dapat mendekati
kenyataan nantinya, Sehingga akan mengurangi
resiko kegagalan apabila suatu investasi
diputuskan untuk dilaksanakan.
Politeknik Cahaya Surya Kediri
32
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
Koperasi unit desa (KUD) “ Prasojo-kota”
Kediri Sebagai unit kegiatan masyarakat ditingkat
desa, tujuan utamanya seperti yang tertuang pada
anggaran
dasar
adalah
mengembangkan
kesejahteraan anggota pada khususnya dan
kemajuan daerah kerja pada umumnya. Dengan
tersedianya fasilitas yang lengkap di KUD “Prasojo
Kota” Kediri mampu meningkatkan terus
kesejahteraan kegiatan usahanya. Maka pada
tahun 2009 KUD “ Prasojo-kota” Kediri membuat
rencana investasi aktiva tetap demi kelancaran
kegiatan usahanya. Untuk menilai kelayakan
investasi aktiva tetap tersebut perlu diterapkan
analisa capital budgeting.
2.
c.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah penelitian ini adalah :
bagaimanakah
analisa
capital
budgeting
diterapkan untuk menilai kelayakan investasi di
Koperasi Unit Desa “PRASOJO-KOTA” Kediri ?
3.
Dwi Budiadi
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Bambang (2001:120), “Keseluruhan
proses perencanaan dan pengembalian keputusan
mengenai pengeluaran dana di mana jangka waktu
kembalinya dana tersebut melebihi waktu satu
tahun dikatakan sebagai Capital Budgeting”.
Menurut Weston (1995:363), “penganggaran
modal (capital budgeting) meliputi keseluruhan
proses perencanaan pengeluaran uang, dimana
hasil pengembalianya diharapkan terjadi dalam
jangka waktu lebih dari satu tahun”. Dari kedua
penjelasan capital budgeting diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa capital budgeting merupakan
keputusan investasi jangka panjang yang
didalamnya
meliputi
perencanaan
dan
pengambilan keputusan investasi jangka panjang
dengan pengadaan aktiva tetap.
Capital budgeting mempunyai
arti yang
sangat penting bagi perusahaan karena : Bambang
(2001;121)
a. Dana yang dikeluarkan akan terikatuntuk
jangka waktu yang panjang . Ini berarti bahwa
perusahaan harus menunggu selama waktu
yang panjang atau lama sampai keseluruhan
dana yang tertanam dapat diperoleh kembali
oleh perusahaan. Ini akan berpengaruh bagi
penyediaan dana untuk keperluan lain.
b. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut
harapan terhadap hasil penjualan di waktu
yang akan datang. Kesalahan dalam
mengadakan ‘forecasting’ akan dapat
mengakibatkan adanya ‘over’ atau ‘underinvestment’ dalam aktiva tetap. Apabila
d.
investasi dalam aktiva tetap terlalu besar
melebihi daripada yang diperlukan akan
memberikan beban tetap yang besar bagi
perusahaan. Sebaliknya kalau jumlah investasi
dalam aktiva tetap terlalu kecil akan dapat
mengakibatkan kekurangan peralatan, yang
ini dapat mengakibatkan perusahaan bekerja
dengan harga pokok yang tinggi sehingga
mengurangi daya
bersaingan atau
kemungkinan lain ialah kehilangan sebagian
dari pasar bagi produk.
Pengeluaran dana untuk keperluaan tersebut
biasanya meliputi jumlah yang besar. Jumlah
dana yang besar itu mungkin tidak dapat
diperoleh dalam jangka waktu yang pendek
atau mungkin tidak dapat sekaligus.
Berhubung dengan itu maka sebelumnya
harus dibuat rencana yang hati-hati dan teliti.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan
mengenai pengeluaran modal tersebut akan
mempunyai akibat yang panjang dan berat.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan di
bidang ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya
kerugian
Dalam kamus bahasa indonesia menurut Ali
(2000:33), ”Analisa merupakan penyelidikan dan
penguraian terhadap suatu masalah untuk
mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya,
proses pemecahan masalah yang dimulai dengan
dugaan akan kebenaranya”. Dari pengertian
capital budgeting, maka dapat disimpulkan bahwa
analisa capital budgeting merupakan penyelidikan
dan penguraian terhadap penggunaan capital
budgeting untuk menilai investasi jangka panjang
di aktiva tetap (fixed asset).
Menurut Halim (2007:36) Metode penilaian
capital budgeting yang melibatkan pendiskontoan
aliran kas bersih. Menurut metode net present
value (NPV), seluruh aliran kas bersih di-present
value-kan atas dasar faktor diskonto (discount
factor = DF). Hasilnya dibandingkan dengan initial
investment atau incremental outlay. Selisih antara
keduanya merupakan NPV. DF yang umum dipakai
untuk mem-present value-kan aliran kas bersih
adalah cost of capital (COC) perusahaan atau rate
of return (ROR) yang dikehendaki perusahaan.
Apabila NCF pada masa mendatang mutlak
terjamin, maka DF adalah sama, yaitu sebesar
tingkat bunga atas surat berharga yang aman
seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Apabila NCF
pada masa mendatang bersifat tidak pasti, maka
NCF yang diharapkan harus didiskontokan
menurut tingkat pendapatan yang ditawarkan oleh
jenis surat berharga yang mengandung risiko yang
Politeknik Cahaya Surya Kediri
33
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
sama besar.
Apabila manajemen ingin mengetahui kapan II
atas suatu proyek investasi dapat ditutup kembali
oleh NCF dalam beberapa periode yang telah
ditentukan, maka metode ini dapat digunakan.
Periode pengembalian yang didiskontokan
(Discounted Payback Period = DPP) dapat dicari
dengan menghitung berapa tahun yang diperlukan
sebelum PVNCF kumulatif yang ditaksir akan sama
dengan II. Metode ini hanya mengukur kecepatan
(rapidity) kembalinya II, bukan mengukur
kemampuan bisa-tidaknya PVNCF dan PVTCF
menutup II.
Dalam metode payback period yang tidak
didiskontokan , NCF yang akan diterima beberapa
tahun mendatang dianggap sama dengan NCF
yang diterima sekarang. Metode DPP lebih baik
daripada metode payback period yang tidak
didiskontokan, karena dengan metode DPP, NCF
yang akan diterima beberapa tahun mendatang dipresent value-kan dengan DF dalam rangka
memenuhi konsep time value of money. Namun,
metode DPP tetap mempertimbangkan NCF
apapun yang akan diterima setelah peride cut off
ditentukan.
Menurut Kuswadi (2006:6), yang disebut
investasi adalah suatu keputusan yang diambil
oleh seseorang untuk mengalokasikan sumber
daya yang berupa sejumlah dana yang ia miliki
saat sekarang dengan tujuan untuk mendapatkan
keuntungan atau meningkatkan nilai sumber daya
tersebut di kemudian hari. Menurut Tandellin
(2001:3), “investasi merupakan komitmen atas
sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang
ditananamkan dilakukan saat ini, dengan tujuan
memperoleh sejumlah keuntungan dimasa
datang”.
Dari kedua pengertian diatas maka yang
dimaksudyang
dimaksud
investasi
atau
penanaman modal didalam perusahaan adalah
menyangkut penggunaan sumber-sumber yang
diharapkan
akan
memberikan
imbalan
(pengembalian) yang menguntungkan dimasa
yang akan mendatang Investasi bisa berkaitan
dengan berbagai macam aktivitas. Yaitu
menginvestasikan sejumlah dana pada aset riil
(tanah, emas, mesin ataupun bangunan), maupun
asset finansial (deposito, saham ataupun obligasi )
merupakan aktivitas investasi yang umumnya
dilakukan.
Menurut Murfudin (2003:13),
“aspek
finansial merupakan aspek kunci dari suatu studi
kelayakan. Dikatakan demikian, karena sekali pun
aspek lain tergolong layak, jika study aspek
finansial memberikan hasil yang tidak layak, maka
Dwi Budiadi
usulan proyek akan ditolak karena tidak
memberikan manfaat ekonomi”. Hubungan antara
capital budgeting dengan kelayakan investasi
adalah capital budgeting merupakan aspek
finansial yaitu perusahaan mengadakan investasi
dalam aktiva tetap adalah dengan harapan
perusahaan akan memperoleh kembali dana yang
diinvestasikan tersebut.
4.
METODE PENELITIAN
Data dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang diperoleh dari perusahaan yang
diteliti atau data yang dipublikasikan secara
umum. Setelah data terkumpul data akan diolah
daan dianalisis.Berikut ini adalah teknik analisa
data antara lain :
a. Perhitungan Analisa Trend
b. Perkiraan Penggunaan Kebutuhan Operasi
c. Perkiraan Nilai Investasi
d. Perkiraan Efisiensi (Pendapatan)
e. Penilaian Kelayakan Investasi
Metode net present value yang dipergunakan
untuk menghitung nilai sekarang dari penerimaan
yang akan diterima di waktu mendatang. Berikut
ini adalah teknik perhitungan NPV dengan
menggunakan tabel bunga :
Tabel 1:
Cara penghitungan NPV dengan NCF
per tahun berbeda (Rupiah)
Tahun
(1)
1
NCF
DF 15%
(2)
(3)
100.000.000 0,8696
PVNCF
(4) = (2) x (3)
86.960.000
2
150.000.000
0,7561
113.415.000
3
200.000.000
0,6575
131.500.000
4
200.000.000
0,5718
114.360.000
5
150.000.000
0,4972
74.580.000
Total PVNCF
PVTCF
II
NPV
520.815.000
24.860.000
(500.000.000)
45.675.000
Sumber :Halim (2007:37)
Keterangan Simbol :
Present value net cash flow (PVNCF) = Menghitung
nilai sekarang arus kas bersih investasi dari
penerimaan kas mendatang. Present value
terminal cash flow (PVTCF) = Menghitung nilai
sekarang penerimaan kas yang diperoleh dari nilai
Politeknik Cahaya Surya Kediri
34
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
sisa investasi dari penerimaan mendatang. Initial
Invesment (II) = Pengeluaran awal investasi
Kriteria pengambilan keputusan apakah usul
proyek investasi diterima atau ditolak adalah
sebagai berikut :
a. Jika NPV positif atau sama dengan nol,
menunjukkan bahwa PVNCF dan PVTCF dapat
menutup II. Dengan demikian usul proyek
investasi diterima.
b. Jika NPV negatif, menunjukkan bahwa PVNCF
dan PVTCF belum cukup untuk bisa menutup
II. Dengan demikian usul proyek investasi
ditolak.
c. Jika usulan proyek investasi tersebut lebih dari
satu dan bersifat mutually exclusive, yang
diterima adalah yang menghasilkan NPV
positif paling besar.
Dwi Budiadi
b.
c.
Jika PI < 1, menunjukkan bahwa PVNCF dan
PVTCF belum cukup untuk bisa menutup II.
Dengan demikian, usul proyek investasi
ditolak.
Jika usulan proyek investasi tersebut > 1 dan
bersifat mutually exclusive, yang diterima
adalah yang menghasilkan PI paling besar.
Metode Metode Profitability Index (PI)
merupakan perbandingan antara PVNCF dan PVTC
dengan II. Metode ini juga sering disebut dengan
model rasio manfaat biaya (benefit cost rasio).
Beriktu ini adalah teknik perhitungan PI dengan
menggunakan tabel bunga :
Tabel 2:
Perhitungan Profitability Index (Rupiah)
Tahun
(1)
NCF
(2)
DF(15%)*
(3)
1
100.000.000
0,8696
PVNCF
(4) = (2) x (3)
86.960.000
2
150.000.000
0,7561
113.415.000
3
200.000.000
0,6575
4
200.000.000
0,5718
5
150.000.000
0,4972
Total PVNCF
131.500.000
114.360.000
74.580.000
520.815.000
PVTCF = Rp 50 juta x 0,4972**
24.860.000
Total PV
545.675.000
Sumber: Halim (2007:40)
PI =
545.675.000
= 1,09.
500.000.000
Kriteria pengambilan keputusan apakah usul
proyek investasi diterima atau ditolak adalah
sebagai berikut:
a. Jika PI > 1 atau = 0, menunjukkan bahwa
PVNCF dan PVTCF dapat menutup II. Dengan
demikian, usul proyek investasi diterima.
Politeknik Cahaya Surya Kediri
35
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
Dwi Budiadi
5. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dengan tersedianya fasilitas yang lengkap
pada KUD”Prasojo Kota” Kediri mampu
meningkatkan terus kesejahteraan kegiatan
usahanya, maka pada tahun 2009 KUD”PrasajaKota” Kediri membuat rencana investasi aktiva
tetap demi kelancaran kegiatan usahanya.
Rencana Investasi aktiva tetap tersebut yaitu
berupa bembelian peralatan komputer. Dengan
penambahan Investasi maka pihak perusahaan
harus mengurangi jumlah karyawan yaitu untuk
memperhitungkan keuntungan Investasi di masa
mendatang.
Berdasarkan dari data yang diperoleh maka
akan di berikan pemecahan yang relevan dengan
masalah yang sedang di hadapi. Dan untuk
mengetahui kelayakan usulan investasi di lakukan
perhitungan-perhitungan sebagai berikut:
1. Perhitungan Analisa Trend
Untuk mengetahui kenaikan gaji setiap tahun
dapat dilakukan analisa trend sesuai dengan
umur ekonomis aktiva tetap.
a. Jumlah gaji karyawan secara keseluruhan
Tabel 3
Perhitungan Perkiraan Gaji
(dalam satuan Rp)
Tahun
2006
2007
2008
∑
Y
32.050.000
33.100.000
33.300.000
98.450.000
X
-1
0
1
0
XY
- 32.050.000
0
33.300.000
1.250.000
X²
1
0
1
2
Tabel 4
Perhitungan Perkiraan Gaji Keseluruhan
Tahun 2009-2010 (dalam satuan Rp)
Tahun
2009
2010
2011
2012
b.
Tahun
2009
2010
2011
2012
b
625.000
625.000
625.000
625.000
X
2
3
4
5
Y
34.066.000
34.691.000
35.316.000
35.941.000
Sumber: data diolah
Perhitungan gaji 2 orang karyawan yang
dikeluarkan pertahun
Berdasarkan analisa trend gaji karyawan
keseluruhan maka dapat diketahui jumlah
gaji 2 orang karyawan yang dikeluarkan,
dalam hal ini gaji masing-masing
karyawan relatif sama :
Tabel 5
Perhitungan Gaji 2 orang yang
dikeluarkan
Tahun 2009-2010 (dalam satuan Rp)
Gaji
Keseluruhan
Karyawan
(7 0rang)
34.066.000
34.691.000
35.316.000
35.941.000
Gaji
per Orang
Gaji 2 orang
karyawan
dikeluarkan
4.866.571
4.955.857
5.045.142
5.134.428
9.733.142
9.911.714
10.090.284
10.268.856
Sumber: data diolah
c.
Sumber:Data diolah
Y= a + b (X)
a = ∑Y : n
= Rp 98.450.000 : 3
= Rp 32.816.000
b = ∑XY : ∑X² = Rp 1.250.000 : 2 = Rp
625.000
Persamaan Y = Rp .000 + Rp 525.000 ( X )
Perkiraan gaji untuk tahun 2009 adalah :
Y 2009 = Rp 32.816.666 + Rp 625.000 ( 2 )
=Rp 32.816.000 + Rp 1.250.000 = Rp
34.066.000
Dengan menggunakan cara yang sama
dapat diketahui juga perkiraan gaji
pertahun untuk tahun selanjutnya. Hasil
dari perkiraan tersebut dapat dilihat dari
tabel berikut :
a
32.816.000
32.816.000
32.816.000
32.816.000
Perhitungan Gaji 5 orang Karyawan
Perhitungan 5 orang karyawan
diperoleh dari biaya gaji yang dikeluarkan
untuk keseluruhan dikurangi dengan
biaya gaji 2 orang karyawan yang
dikeluarkan karena adanya penggunaan
komputer. Disebut penghematan gaji
karena dengan biaya gaji yang dibayarkan
berkurang dan mampu meningkatkan
laba perusahaan.
Tabel 6
Perhitungan Gaji 5 orang Karyawan
Tahun 2009-2012 (dalam satuan Rp)
Tahun
Gaji Keseluruhan
Karyawan
(7 0rang)
Gaji 2 orang
karyawan
dikeluarkan
2009
2010
2011
2012
34.066.000
34.691.000
35.316.000
35.941.000
9.733.142
9.911.714
10.090.284
10.268.856
Penhematan
Gaji (gaji
5orang
karyawan)
24.332.858
24.779.286
25.225.716
25.672.144
Sumber: data diolah
Politeknik Cahaya Surya Kediri
36
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
d.
2.
3.
Perhitungan Pesangon
Pesangon yang disyaratkan dalam
perusahan berdasarkan lama kerja,
rincian sebagai berikut :
1) Jika bekerja kurang dari 5 tahun
pesangon yang dikeluarkan 1 bulan
senilai gaji keseluruhan
2) Bekerja lebih dari 5 tahun pesangon
yang dikeluarkan 2 bulan senilai gaji
keseluruhan.
2 orang karyawan yang dikeluarkan
adalah yang bekerja lebih dari 5 tahun.
Perhitungan pesangon tahun 2009 untuk
kedua orang karyawan sebagai berikut :
Pesangon perorang 1 bulan = Rp
4.866.571 = Rp 405.547
12 bulan
Pesangan perorang
= 2 x Rp
405.547 = Rp 811.094
Pesangon 2 Orang
= 2 x Rp
811.094 = Rp 1.622.188
Perhitungan Nilai Investasi
Nilai investasi diperolah karena adanya
pembelian aktiva tetap yaitu pembelian 2 unit
komputer sebesar :
Rp 6.000.000 x 2 unit = Rp 12.000.000
Dengan umur ekonomis 4 tahun,
diketahui
penyusutan
pertahun
dan
disusutkan dengan menggunakan metode
garis lurus :
Tabel 7
Perhitungan Penyusutan
Tahun 2009-2012 (dalam satuan Rp)
Tahun Depresiasi
pertahun
2009 3.000.000
2010 3.000.000
2011 3.000.000
2012 3.000.000
Sumber: data diolah
Perkiraan Efisiensi ( Pendapatan )
Untuk menghasilkan efisiensi atau yang
dianggap sebagai pendapatan adalah selisih
dari gaji yang dibayarkan sebelum adanya
komputer dengan gaji yang dibayarkan
adanya pengeluaran 2 orang karyawan dan
biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan
Komputer.
Efisiensi atau yang dianggap
sebagai pendapatan mampu manghasilkan
Aliran Kas Masuk dan kemudian digunakan
sebagai penilain kelayakan investasi dengan
menggunakan pendiskontoan aliran kas.
Dwi Budiadi
4.
Penilaian Kelayakan Investasi
Untuk mengetahui hasil penelitian yaitu
kelayakan investasi, maka metode capital
budgeting yang dipergunakan adalah metode
net present value dan metode profitability
index. Modal yang digunakan adalah Modal
sendiri yang menganggur dan tidak digunakan
untuk kegiatan operasi. Untuk Penilaian
dengan menggunakan metode Net present
value dan metode profitability index, maka
harus diketahui faktor potongan (Discount
Factor / DF). Faktor bunga yang disyaratkan
oleh perusahaan sebesar 25%, Sehingga dapat
digunakan sebagai discount factor yaitu
mendiskontokan aliran kas masuk.
Berikut ini adalah Penilaian investasi
dengan menggunakan metode net present
value dan profitability index yang melbatkan
pendiskontoan aliaran kas masuk (cash in flow
/ CIF ) atau efisiensi dari gaji yang telah
diperhitungkan :
a. Metode Net Present value (NPV)
Metode NPV memperhatikan nilai waktu
daripada
uang
dan
untuk
memperkirakan
NPV
harus
menggunakan Discount factor atau Rate
of return yaitu sebesar 25 %. Berikut
adalah perhitungan NPV investasi aktiva
tetap :
Tabel 8
Perhitungan NPV dengan DF 25%
Tahun 2009-2013 (dalam satuan Rp)
Tahun
2009
2010
2011
1012
Σ
NPV
Cash In
Flow
(CIF)
3.278.954
6.257.274
6.319.652
6.374.175
22.230.055
PVCF
Nilai Investasi
Discount
Factor
(DF )
25%
0.800
0.640
0.512
0.409
Present value
(PV)
2.623.163
4.004.655
3.235.661
2.607.037
12.470.516
(12.000.000)
470.516
Sumber: data diolah
Dari hasil perhitungan dengan
menggunakan metode NPV ternyata
diperoleh hasil positif yaitu sebesar Rp
470.516 dengan demikian rencana
investasi menurut metode NPV
diterima.
Politeknik Cahaya Surya Kediri
37
Cahaya Aktiva, Vol. 02, No. 01, Maret 2012
b.
Dwi Budiadi
Metode profitability index (PI)
Profitability index (PI) digunakan
untuk mengukur besarnya present value
setiap rupiah yang diinvestasikan .
Apabila besarnya PI lebih besar dari
satu, maka usulan investasi tersebut
diterima dan untuk menggunakan
besarnya PI dapat dihitung sebagai
berikut :
Tabel 9
Perhitungan Total PV dengan DF 25 %
Tahun 2009-2013 (dalam satuan Rp)
Tahun
Cash In Flow
(CIF)
2009
2010
2011
1012
Σ
3.278.954
6.257.274
6.319.652
6.374.175
22.230.055
Total PV
Discount
Factor
(DF) 25%
0.800
0.640
0.512
0.409
Present value
(PV)
2.623.163
4.004.655
3.235.661
2.607.037
12.470.516
Sumber: data diolah
PI =Rp 12.470.516 : Rp 12.000.000
= 1.03
Dari hasil perhitungan didapat PI
sebesar 1.03 yang berarti menurut
metode ini investasi pembelian mesin
komputer dapat dilaksanakan karena PI
lebih besar dari satu. Dari hasil
pembahasan penilaian investasi dengan
mengunakan metode net present value
(NPV) dan Profitability index (PI), maka
dapat disimpulkan bahwa investasi
aktiva tetap layak dilaksanakan karena
kedua metode tersebut telah memenuhi
kriteria
penilaian
investasi
yang
ditentukan.
perusahaan menggunakan metode capital
budgeting untuk menilai kelayakan investasi.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, M. 2000. Kamus Standar Bahasa Indonesia.
Bandung. Penabur Ilmu Bandung
Halim, Abdul. 2007. Manajemen Keuangan Bisnis.
Malang. Ghalia Indonesia.
Haming, Murfudin dan Basalamah, Salim. 2003.
Study Kelayakan Investasi Proyek dan
Bisnis. Jakarta. PPM.
Husnan, Suad. 2000. Study Kelayakan Proyek.
Yogyakarata. UPP YKPN.
Jusup, Al Haryono. 2001. Dasar Dasar Akuntansi,
Jilid 2. Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN.
Kuswandi. 2006. Analisis Keekonomian Proyek.
Yogyakarta. CV Andi Offset.
Riyanto,
Bambang.
2001.
Dasar-dasar
Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta.
PT.BPFE Yogyakarta.
Tandelilin, Eduardus.2001. Analisis Investasi dan
Manajemen Protofolio. Yogyakarta.
BPFE-Yogyakarta.
Weston, J Fred dan Copeland, Thomas. 1995.
Manajemen Keuangan, Terjemahan Edisi
Kesembilan. Jakarta. Binarupa Aksara.
6.KESIMPULAN DAN SARAN
Rencana investasi aktiva tetap pada
koperasi unit desa “PRASOJO-KOTA”. Apabila
dilihat berdasarkan analisa capital budgeting
dengan menggunakan metode net present value
dan profitability index, maka dapat dikatakan
bahwa rencana investasi layak dilaksanakan.
Dengan melakukan penilaian terhadap rencana
investasi diharapkan akan mengurangi resiko
kesalahan
dalam
pengambilan
keputusan
mengenai pengeluaran modal tersebut, karena
kesalahan akibat pengambilan keputusan investasi
aktiva tetap mempunyai akibat yang panjang.
Adapun saran yang penulis dapat berikan sebagai
bahan pertimbangan bagi Koperasi Unit Desa
“PRASOJO-KOTA” Kediri adalah sebaiknya
Politeknik Cahaya Surya Kediri
38
Download