GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG

advertisement
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA
TENTANG SEKSUALITAS DI DESA TLOGO KECAMATAN TUNTANG
KABUPATEN SEMARANG
Siti Qomariyah 1), Chichik Nirmasari 2), Yuliaji Siswanto 3)
Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo
Email: UP2M@AKBIDNgudiWaluyo
ABSTRAK
Qomariyah, Siti. 2014. Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil
Primigravida Tentang Seksualitas di Desa Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.
Karya Tulis Ilmiah. D III Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo Ungaran. Pembimbing I :
Chichik Nirmasari, S.SiT, M.Kes. Pembimbing II : Yuliaji Siswanto, S.KM.,M. Kes.(Epid)
Kehamilan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita dan menjadi suatu peristiwa yang
penting dalam kehidupannya. Kondisi psikologi ibu hamil saat kehamilan pertama yang dialami
oleh setiap wanita pasti akan menimbulkan banyak perubahan baik fisik maupun psikologis.
Perubahan fisik dan psikologi yang dialami ibu hamil menyebabkan ibu merasa cemas, yang
dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida tentang seksualitas selama
kehamilan di Desa Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.
Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan data primer (kuesioner). populasi dalam penelitian ini adalah
semua ibu hamil primigravida yang ada di Desa Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
pada bulan Mei 2014 sebanyak 40 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total
sampling yaitu 40 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (50,0%) berpengetahuan baik, dan
sebanyak 18 responden (45,0%) mengalami kecemasan berat. Berdasarkan uji statistik Kendal Tau
dengan nilai p (0,000 < 0,05) maka disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tingkat
kecemasan ibu hamil primigravida tentang seksualitas di Desa Tlogo Kecamatan Tuntang
Kabupaten Semarang dengan nilai korelasi 0,507.
Saran bagi ibu hamil diharapkan agar lebih peduli terhadap kesehatannya dan berupaya untuk
meningkatkan pengetahuan tentang hubungan seksual yang benar.
Kata kunci
1
: Hubungan seksual, Pengetahuan, Tingkat Kecemasan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
ABSTRACT
Qomariyah, Siti. 2014. Relations of Knowledge and Anxiety Levels of Primigravida Mothers
About Sexuality in Tlogo Tuntang District Semarang. Scientific Writing. D III of Midwifery
Academy of Ngudi Waluyo Ungaran. Supervisor I : Chichik Nirmasari, S.SiT, M.Kes.
Supervisor II : Yuliaji Siswanto, S.KM.,M.Kes.(Epid)
Pregnancy is a natural process experienced by women and becomes an important event in the
life. Psychological state of pregnant women at the first pregnancy will inevitably lead to many
changes both physically and psychologically. The changes experienced by pregnant women cause
mothers feel anxious, due to lack. The purpose of this study was to determine the relationship
between knowledge and anxiety level of primigravida about sexuality during pregnancy in Tlogo
District of Tuntang Semarang regency.
The design of study was correlational study with cross sectional approach.The data were
collected with primary data (questionnaire). Population in this study were all primigravida mothers
Tlogo, Tuntang District Semarang regency in May 2014 that was 40 responden. The sample in this
study using total sampling of 40 respondents.
The results showed that 20 respondents (50.0%) had good knowledge, and a total of 18
respondents (45.0%) experienced severe anxiety. Based on statistical tests Kendal Tau with a p
value (0.000 <0.05), it could be concluded that there is a relationship between the knowledge and
level of anxiety of primigravida mothers about sexuality in Tlogo Tuntang District Semarang
regency with correlation 0,507.
It is adviced for pregnant women to be more concerned about the health and seeks to enhance
knowledge about the correct sexual intercourse.
Keywords
: Sexual intercourse, Knowledge, Anxiety Level
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi
sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari, dihitung dari hari pertama
haid terakhir. Kehamilan dibagi menjadi
triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari
konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari
bulan keempat sampai keenam. Triwulan
ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan
(Sarwono, 2002). Kehamilan dimulai saat
pertemuan (konsepsi) sperma dan sel telur
(Tobing, 2002).
Kehamilan merupakan proses alami yang
dialami oleh wanita dan menjadi suatu
peristiwa yang penting dalam kehidupannya
(Manuaba, 2007). Kondisi psikologi ibu
hamil saat kehamilan pertama yang dialami
oleh setiap wanita pasti akan menimbulkan
banyak perubahan baik fisik maupun
psikologis. Bagi setiap wanita kehamilan
yang
dialaminya
merupakan
suatu
kebahagiaan tersendiri yang mana dengan
kehamilan
tersebut
secara
psikologis
2
memberikan kepercayaan diri yang kuat
bahwa ia adalah memang benar-benar telah
menjadi wanita sejati. Secara sosial pun ia
akan merasa lebih percaya diri dalam
kehidupan bermasyarakat. Tetapi di sisi lain
kehamilan apalagi kehamilan pertama
membawa perubahan yang tidak bisa begitu
saja disepelekan. Secara fisik ibu hamil akan
merasa letih, lesu payah dan sebagainya.
Sedang secara psikologis ibu hamil akan
dibayangi dan dihantui rasa cemas dan takut
akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik
pada dirinya sendiri maupun pada bayinya.
Selama hamil, sangat normal apalagi calon
ibu mengalami moodswing, emosi dan
suasana hati yang naik turun secara fluktuatif.
Sebagaian besar ibu hamil mengalaminya,
hanya saja ada yang ringan, dan ada yang
ekstrim. Hal tersebut juga berdampak pada
hubungan antara suami dengan istri
khususnya
dalam
hubungan
seksual
(Lusiandani, 2009).
Pada wanita keinginan seks semasa hamil
sebagian besar tidak berubah, bahkan
sebagian kecil meningkat berkaitan dengan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
meningkatnya hormon estrogen. Sementara
itu pada beberapa pria juga relatif mengalami
peningkatan gairah seksual pada wanita hamil
(Hamilton, 2007). Meskipun demikian,
sebagian besar dari pasangan muda
menghindari hubungan seksual karena merasa
takut mencederai bayinya.
Pasangan yang sebelum masa kehamilan
menjalani hubungan yang cukup harmonis,
dalam arti bisa mengkomunikasikan semua
perasaannya dengan baik, umumnya dapat
menikmati kehidupan seksual mereka. Namun
keadaan ini juga terkait dengan keluhan
kehamilan yang dialami wanita tersebut.
Wanita yang tidak mengalami keluhan
kehamilan yang berat biasanya memang
memiliki pola kehidupan seksual yang lebih
teratur, sebaliknya wanita dengan keluhan
kehamilan yang berat, membuat kondisi
fisiknya menjadi lemah sehingga dapat
menurunkan keinginannya untuk melakukan
hubungan seksual (Indarti, 2004).
Pasangan tersebut memiliki kekhawatiran
terjadi komplikasi, kecemasan akan menyakiti
bayi yang dikandungnya, menyebabkan
keguguran, bayi lebih cepat lahir dari waktu
yang ditentukan dan kekhawatiran ibu akan
keselamatannya sendiri (Lees C dan Reynold
K., 2003). Bahkan meskipun kehadiran
seorang bayi begitu diinginkan, kehamilan
adalah saat ketika seorang wanita mengalami
berbagai jenis emosi dan salah satu yang
paling penting menonjol adalah kecemasan
(Nolan, 2003).
Pada ibu primigravida, keluhan umum
kehamilan seringkali dirasakan sebagai suatu
hal yang menggangu kesehatan, keinginan
untuk memperoleh anak yang lahir dengan
sehatpun menjadi prioritas seorang ibu
primigravida
apalagi
anak
tersebut
kehadirannya sangat ditunggu-tunggu. Jadi
upaya ibu untuk menjaga keselamatan dan
kesehatan janin sangat optimal. Keadaan ini
tentu berpengaruh pada kehidupan seksual
mereka dengan pasangan dan mereka
cenderung untuk membatasi hubungan
seksual dengan suami bahkan mereka tidak
melakukan hubungan seksual selama hamil.
Sayangnya, seringkali para suami tidak
mengerti dengan keadaan istrinya sehingga
sangat mungkin bagi mereka untuk mencari
kepuasan hubungan seksual ditempat lain
3
selama istrinya hamil (Fadjari, 2002). Lain
halnya dengan ibu multigravida, dimana
keluhan umum pada kehamilan dirasakan
sudah tidak terlalu mengganggu lagi, masalah
dalam pola kehidupan seksualpun sudah dapat
diatasi karena mereka telah memiliki
pengalaman pada kehamilan yang terdahulu
dan mereka telah mampu beradaptasi dengan
kehamilannya (Hamilton, 2001).
Primigravida adalah wanita yang baru
hamil untuk pertama kalinya. Seorang ibu
primigravida biasanya mendapatkan kesulitan
dalam mengenali perubahan- perubahan yang
terjadi dalam tubuhnya yang menyebabkan
ketidaknyamanan
selama
kehamilannya
berlangsung (Cahyono, 2010). Kehamilan
pertama, biasanya perempuan banyak
mengalami kekhawatiran, takut bercampur
was-was, juga bahagia. Kecemasan ibu yang
sedang hamil biasanya sekitar hamilnya
(Luluvikar, 2009).
Salah satu masalah yang sering muncul
adalah beberapa pasangan mengkhawatirkan
kegiatan hubungan seksual mereka selama
kehamilan. Mereka merasa takut bahwa
hubungan
seksual
akan
mengganggu
pertumbuhan si cabang bayi (Huliana, 2007).
Beberapa merasa gairah seksualnya menurun,
karena
tubuhnya
melakukan
banyak
penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru
yang berkembang di rahim (Jones, 2001).
Perubahan fisik dan psikologi yang
dialami ibu hamil menyebabkan ibu merasa
cemas,
yang
dikarenakan
kurangnya
pengetahuan ibu hamil. Penyebab tingginya
angka kematian ibu dan bayi di Indonesia
adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang
permasalahan yang dapat timbul dalam
kehamilan. Sehingga ibu tidak tahu cara
mengatasi ketidaknyamanan yang ibu rasakan
(Solihah, 2008).
Menurut Soewandi (2008), mengatakan
bahwa
pengetahuan
yang
rendah
mengakibatkan seseorang mudah mengalami
stress. Ketidaktahuan terhadap suatu hal
dianggap sebagai tekanan yang dapat
mengakibatkan krisis dan dapat menimbulkan
kecemasan. Stress dan kecemasan dapat
terjadi pada individu dengan tingkat
pengetahuan yang rendah, disebabkan karena
kurangnya informasi yang diperoleh (Mitra
riset, 2008).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan
Oktober 2013 diperoleh jumlah ibu hamil
primigravida di BPS Suparmi Hidayat Desa
Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten
Semarang ada sebanyak 20 orang yang
melakukan ANC. Didapatkan ibu hamil yang
memiliki pengetahuan yang baik tentang
seksualitas selama kehamilan dan dampaknya,
manfaat dan kapan hubungan seksual dilarang
sejumlah 8 orang (40%). Ibu hamil dengan
pengetahuan baik yang mengalami tingkat
kecemasan berat sejumlah 1 orang (5 %),
tingkat kecemasan ringan sejumlah 3 orang
(15%), dan yang mengalami tingkat
kecemasan normal atau tidak ada kecemasan
saat berhubungan seksual sejumlah 4 orang
(20%). Sedangkan ibu hamil
yang
mempunyai pengetahuan kurang tentang
seksualitas selama kehamilan dan dampaknya,
manfaat dan kapan hubungan seksual
sejumlah 12 orang (60%). Sebanyak 7 orang
(35%) mengalami tingkat kecemasan berat,
sejumlah 3 orang (15%) mengalami tingkat
kecemasan ringan dan sebanyak 2 orang
(10%) tidak ada kecemasan atau mengalami
kecemasan normal.
Berdasarkan fenomena yang ada tersebut
di atas peneliti ingin mengetahui hubungan
pengetahuan ibu primigravida tentang
seksualitas selama kehamilan dengan tingkat
kecemasan di BPS Suparmi Hidayat Desa Tlogo
Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.
Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Mengetahui hubungan pengetahuan
dengan kecemasan ibu hamil primigravida
tentang seksualitas selama kehamilan di
Desa
Tlogo
Kecamatan
Tuntang
Kabupaten Semarang.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui pengetahuan ibu
hamil primigravida tentang seksualitas
selama kehamilan di Desa Tlogo
Kecamatan
Tuntang
Kabupaten
Semarang.
b. Untuk mengetahui tingkat kecemasan
dalam berhubungan seksual ibu
primigravida di Desa Tlogo Kecamatan
Tuntang Kabupaten Semarang.
c. Untuk
mengetahui
hubungan
pengetahuan ibu primigravida tentang
4
seksualitas selama kehamilan dengan
tingkat kecemasan di Desa Tlogo
Kecamatan Tuntang Kabupaten.
Manfaat
1. Bagi ibu hamil
Hasil peneliti diharapkan dapat
menambah wawasan pengetahuan dan
informasi bagi ibu hamil khususnya ibu
primigravida menganai seksualitas selama
kehamilan.
2. Bagi institusi pendidikan Akademi
Kebidanan Ngudi Waluyo Ungaran
Penelitian ini dapat digunakan sebagai
tambahan referensi tentang penelitian
kesehatan reproduksi khususnya hubungan
seksual selama kehamilan dan sebagai
dasar penelitian selanjutnya.
3. Bagi bidan
Hasil penelitian diharapkan dapat
menjadi masukan yang berarti bagi bidan
dalam upaya memberikan pendidikan
kesehatan
kepada
PUS
mengenai
hubungan seksual selama hamil.
4. Bagi peneliti
Hasil penelitian diharapkan dapat
sebagai media penerapan ilmu tentang
kebidanan yang telah diperoleh dalam
perkuliahan dan sebagai pedoman tindak
lanjut bagi penelitian yang lain.
METODE PENELITIAN
Variabel independent (variable bebas)
dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu
hamil primigravida tentang seksualitas selama
kehamilan, sedangkan variabel dependent
(terikat)-nya adalah tingkat kecemasan ibu
hamil
primigravida.
Hipotesis
dalam
penelitian ini adalah ”ada hubungan antara
pengetahuan dengan kecemasan pada ibu
hamil primigravida tentang seksualitas di
Desa Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten
Semarang”. Penelitian ini dilakukan di Desa
Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten
Semarang pada tanggal 10 Juni 2014 sampai
tanggal 27 Juni 2014. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian korelasi dengan
pendekatan cross sectional yaitu penelitian
melakukan pengukuran atau pengamatan pada
saat bersamaan. Populasinya semua ibu hamil
primigravida yang ada di Desa Tlogo
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
pada bulan Mei 2014 sebanyak 40 ibu hamil.
Teknik pengambilan sampel yang dipakai
adalah total sampling, yaitu teknik penentuan
sampel dimana seluruh anggota populasi
dijadikan sampel penelitian. Instrument yang
digunakan pada penelitian ini adalah
kuesioner, yang terdiri dari kuesioner I dan
kuesioner II. Kuesioner I untuk mengukur
pengetahuan ibu hamil dengan menggunakan
pengembangan dari teori seksualitas selama
kehamilan. Kuesioner ini terdiri dari 17
pertanyaan dengan menggunakan skala
Guttman. Kuesioner II untuk mengukur
tingkat Kecemasan dalam berhubungan
seksual pada ibu hamil. Sebelum melakukan
penelitian, dilakukan uji validitas dan uji
reliabilitas terhadap instrument penelitian. Uji
validitas ini dilakukan di Desa Karang Anyar
Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
dengan jumlah responden 20 orang. Dari uji
reliabilitas didapatkan hasil sebesar 0,927,
sehingga intrumen dikatakan reliable karena
nilai reliabilitas intrument > 0,7.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Analisa Univariat
Tabel 1 Distribusi frekuensi berdasarkan
golongan umur ibu hamil primigravida
Umur (tahun)
< 20
20 - 35
Total
Frekuensi
2
38
40
Berdasarkan tabel 2 tersebut menunjukkan
bahwa sebanyak 13 responden (32,5%)
mempunyai pendidikan tamat SD.
Tabel 3 Distribusi frekuensi berdasarkan
pekerjaan pada ibu hamil primigravida di Desa Tlogo Kecamatan
Tuntang Kabupaten Semarang
Jenis pekerjaan
IRT
Petani
Swasta
PNS
Total
Frekuensi
11
8
14
7
40
Prosentase
27,5
20,0
35,0
17,5
100,0
Berdasarkan tabel 3 di atas, menunjukkan
bahwa 14 responden (35,0%) bekerja sebagai
karyawan swasta.
Tabel 4 Distribusi Frekuensi berdasarkan
pengetahuan ibu hamil primigravida tentang seksualitas di
Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang
Kabupaten Semarang
Pengetahuan
Baik
Cukup
Kurang
Total
Frekuensi
10
10
20
Prosentase
25,0
25,0
50,0
40
100,0
Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukkan
bahwa 20 responden (50,0%) termasuk dalam
kategori kurang.
Prosentase
5,0
95,0
100,0
Berdasarkan tabel 1 di atas, menunjukkan
bahwa mayoritas ibu hamil primigravida
termasuk umur 20-35 tahun sebanyak 38
responden (95%).
Tabel 2 Distribusi frekuensi berdasarkan
pendidikan ibu hamil primigravida
di Desa Tlogo Kecamatan Tuntang
Kabupaten Semarang
Pendidikan
SD
SMP
SMA
PT
Total
5
Frekuensi
Prosentase
13
12
8
7
40
32,5
30,0
20,0
17,5
100,0
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Tabel 5 Distribusi frekuensi item soal
pengetahuan
Frekuensi
Tahu % Tidak %
tahu
1 Hubungan seksual pada 35 87,5
5
12,5
kehamilan adalah
hubungan intim yang
dilakukan suami istri
pada waktu istri sedang
hamil
2 Kebutuhan seksual
29 72,5 11 27,5
merupakan salah satu
kebutuhan semua
makhluk hidup
3 Hubungan seksual
16 40,0 24 60,0
suami istri tidak bisa
menjaga keharmonisan
rumah tangga
4 Hubungan seksual bisa 24 60,0 16 40,0
menjadi olah raga yang
baik
5 Hubungan seksual
23 57,5 17 42,5
suami istri bisa membantu meredakan stress
6 Berhubungan seksual
27 67,5 13 32,5
selama kehamilan
dilarang jika ibu hamil
dengan janin kembar
7 Bila rasa kenceng25 62,5 15 37,5
kenceng di perut terlalu
sering dan kuat bisa
menimbulkan
keguguran
8 Berhubungan seksual
25 62,5 15 37,5
selama kehamilan
dilarang jika telah
terjadi perdarahan
9 Hubungan seksual pada 24 60,0 16 40,0
ibu hamil normalnya 12 kali per minggu
10 Posisi dalam
24 60,0 16 40.0
berhubungan seksual
selama kehamilan ibu
harus di atas
11 Meniupkan udara
11 27,5 29 72,5
kejalan lahir saat seks
oral tidak berbahaya
12 Suami berbaring diatas 23 57,5 17 42,5
ibu tetapi menopang
tubuhnya sendiri saat
berhubungan seksual
diperbolehkan
No
6
Pernyataan
No
Pernyataan
13 Dalam berhubungan
seksual selama
kehamilan sebaiknya
perut ibu tidak tertekan
14 Hubungan seksual
selama kehamilan dapat
mengganggu
pertumbuhan janin
15 Orgasme dapat
menimbulkan kontraksi
yang menyebabkan
bayi lahir lebih awal
16 Hubungan seksual
aman karena bayi
terlindung selaput
ketuban
17 Ibu biasanya takut
berhubungan seksual
pada usia kehamilan 7 9 bulan
Frekuensi
Tahu % Tidak %
tahu
22 55,0 18 45,0
26
65,0
14
35,0
24
60,0
16
40,0
23
57,5
17
42,5
23
57,5
17
42,5
Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa
72,5 % responden belum mengetahui tentang
meniupkan udara ke jalan lahir saat seks oral
tidak berbahaya, dan 45,0 % responden juga
belum mengetahui tentang berhubungan seksual
selama kehamilan sebaiknya perut ibu tidak
tertekan.
Tabel 6 Distribusi Frekuensi berdasarkan
tingkat kecemasan ibu hamil
primigravida tentang seksualitas
di Desa Tlogo Kecamatan
Tuntang Kabupaten Semarang
Kecemasan
Panik
Berat
Sedang
Ringan
Tidak ada
Total
Frekuensi
0
18
16
3
3
Prosentase
0
45,0
40,0
7,5
7,5
40
100,0
Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa
kecemasan ibu saat berhubungan seksual
sebanyak 18 responden (45,0%) ibu
mengalami cemas berat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Tabel 7 Distribusi frekuensi item pertanyaan tingkat kecemasan
Gejala
No
Pertanyaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Gejala perasaan cemas
Gejala ketegangan
Gejala ketakutan
Gejala gangguan tidur
Gejala gangguan kecerdasan
Gejala perasaan depresi
Gejala somatik/fisik (otot)
Gejala somatik/fisik sensorik
Gejala kardiovaskuler
Gejala respiratori
Gejala gastrointestinal
Gejala urogenital
Gejala autonomy
Gejala tingkah laku (sikap)
Tidak ada
gejala
15,0%
10,0%
17,5%
10,0%
10,0%
17,5%
17,5%
22,5%
32,5%
12,5%
2,5%
40,0%
7,5%
0%
Satu gejala Separuh gejala
30,0%
20,0%
17,5%
22,5%
15,0%
20,0%
17,5%
27,5%
17,5%
37,5%
35,5%
60,0%
30,0%
37,5%
25,0%
32,5%
35,5%
27,5%
40,0%
35,0%
27,5%
30,0%
15,0%
17,5%
27,5%
0%
35.0%
10,0%
Lebih dari
separuh
17,5%
15,0%
12,5%
15,0%
35,0%
15,0%
20,0%
10,0%
25,0%
22,5%
20,0%
0%
12,5%
17,5%
Semua gejala
12,5%
22,5%
17,5%
25,0%
0%
12,5%
17,5%
10,0%
10,0%
10,0%
15,0%
0%
15,0%
35,0%
Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa 35,0% responden mengalami gejala kardiovaskuler
(jantung dan pembuluh darah) meliputi takikardi(denyut jantung cepat, berdebar-debar, nyeri di
dada, denyut nadi mengeras, rasa lesu/lemas seperti mau pingsan, dan detak jantung menghilang
(berhenti sekejap), dan 52,5 % responden mengalami gejala tingkah laku (sikap) meliputi gelisah,
tidak tenang, jari gemetar, kerut kening, muka tegang, otot tegang/mengeras, napas pendek dan
cepat, dan muka merah.
Analisis Bivariat
Tabel 8 Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil primigravida
tentang seksualitas di Desa Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
Pengetahuan
Tingkat kecemasan
Sedang
Ringan
Berat
Kurang
Cukup
Baik
Total
f
13
3
2
18
%
65,0
30,0
20,0
45,0
f
7
7
2
16
%
35,0
70,0
20,0
40,0
f
0
0
3
3
%
0
0
30,0
7,5
P value
Total
Tidak ada
kecemasan
f
%
0
0
0
0
3
30,0
3
7,5
f
20
10
10
40
%
50,0
25,0
25,0
100,0
0,507
0,000
Berdasarkan tabel 8 terdapat 20 responden (50,0%) ibu hamil primigravida dengan pengetahuan
kurang tentang hubungan seksual selama kehamilan dengan tingkat kecemasan berat 13 responden
(65,0%), kecemasan sedang 7 responden (35,0%).
Dari tabel 8 dilakukan pengujian Kendall Tau didapat nilai korelasi (0,507) dengan p-value
(0,000) < α (0,05), sehingga diperoleh hasil yang signifikan yaitu Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat
hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida tentang
seksualitas. Nilai tho 0,507 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang (0,400,559). Koefesien korelasi dalam penelitian ini positif maka kedua variabel mempunyai hubungan
searah. Artinya jika pengetahuan ibu hamil primigravida tentang seksualitas baik semakin rendah
tingkat kecemasan ibu hamil.
7
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Pembahasan
Analisis Univariat
1. Pengetahuan
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel
1 menunjukkan bahwa sebanyak 20 ibu
hamil primigravida (50,0%) memiliki
pengetahuan
yang kurang tentang
hubungan seksual. Dari 40 ibu hamil
primigravida yaitu sebanyak 29 responden
(72,5 %) tidak tahu tentang pertanyaan
mengenai meniupkan udara kejalan lahir
saat seks oral tidak berbahaya. Serta
sebanyak 18 responden (45,0 %) belum
mengetahui berhubungan seksual selama
kehamilan sebaiknya perut ibu tidak
tertekan.
Dari hasil pertanyaan tersebut didapatkan
masih ada ibu hamil yang belum
mengetahui tentang hubungan seksual.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu umur,
pendidikan, pekerjaan. Pengetahuan yang
diperoleh dari segi umur yaitu semakin
bertambah
umur
semakin
banyak
pengetahuan yang diterima, kemudian
pengetahuan yang dilihat dari segi
pendidikan
yaitu
semakin
tinggi
pendidikan seseorang maka pengetahuannya pun semakin tinggi, lalu dari segi
pekerjaan yaitu semakin rendah pekerjaan
maka dalam menerima pesan atau
informasi semakin sulit.
Berdasarkan umur responden diketahui
sebagian besar dalam penelitian ini adalah
umur 20-35 tahun sebanyak 38 responden
(95,0%). Pada umur ini semakin cukup
umur, tingkat kematangan dan kekuatan
seseorang akan lebih matang dalam
berfikir dan bekerja.
Berdasarkan dari latar belakang
pendidikan responden diketahui bahwa
sebagian besar responden dalam penelitian
ini adalah lulusan SD sebanyak 13
responden (32,5 %). Hal ini menunjukkan
bahwa tingkat pengetahuan seseorang
mengenai hubungan seksual dipengaruhi
oleh pendidikan seseorang.
Berdasarkan pekerjaan sebagian besar
responden bekerja sebagai karyawan
swasta sebanyak 14 responden (35,0%).
Pada dasarnya, pekerjaan adalah suatu
8
kegiatan yang dilakukan untuk mencari
nafkah.
Dalam
kaitannya
dengan
pengetahuan, dia juga menambahkan
bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan
dan pengetahuan maka akan semakin
tinggi pula derajat pekerjaannya.
Dari
pembahasan
diatas
dapat
disimpulkan bahwa penyebab masalah
yang timbul dalam penelitian ini
berhubungan dengan pengetahuan yang
kurang tepat tentang hal-hal yang
disebutkan diatas. Pengetahuan ini dapat
ditingkatkan dengan cara dari responden
ataupun
pihak
terkait
menyadari
pentingnya pengetahuan sehingga secara
aktif mencari berbagai informasi untuk
menambah pengetahuan tentang seksual
selama kehamilan dan melakukan
pelayanan yang maksimal bagi ibu hamil.
2. Kecemasan
Berdasarkan
hasil
penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar
responden mengalami kecemasan berat
sebanyak
18
responden
(45,0%).
Kecemasan adalah suatu perasaan takut
yang tidak menyenangkan dan tidak dapat
dibenarkan yang disertai gejala fisiologis,
sedangkan pada gangguan kecemasan
terkandung unsur penderitaan yang
bermakna dan gangguan fungsi yang
disebabkan oleh kecemasan tersebut
(Direja, 2011).
Hasil analisis dari setiap item
kuesioner kecemasan menunjukkan bahwa
18 responden (45,0%) mengalami cemas
berat. Berdasarkan 35,0% responden
mengalami gejala kardiovaskuler (jantung
dan pembuluh darah) meliputi takikardi
(denyut jantung cepat, berdebar-debar,
nyeri di dada, denyut nadi mengeras, rasa
lesu/lemas seperti mau pingsan, dan detak
jantung menghilang (berhenti sekejap),
dan 52,5 % responden mengalami gejala
tingkah laku (sikap) meliputi gelisah,
tidak tenang, jari gemetar, kerut kening,
muka tegang, otot tegang/mengeras, napas
pendek dan cepat, dan muka merah.
Penelitian ini sebagian besar rata-rata
responden berumur sekitar 20 – 35 tahun
dan masih dalam usia subur wanita.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Analisa Bivariat
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 5
mengenai distribusi frekuensi hubungan
pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu
hamil primigravida di Desa Tlogo Kecamatan
Tuntang Kabupaten Semarang diketahui dari
40 responden diketahui bahwa dari penelitian
tersebut didapatkan hasil bahwa ibu hamil
dengan pengetahuan kurang mengalami
tingkat kecemasan berat sebanyak 13
responden (65,0%) , dan tingkat kecemasan
sedang sebanyak 7 responden (35,0%), serta
tidak ada kecemasan 0 responden (0%).
Tingkat pengetahuan cukup mengalami
kecemasan berat sebanyak 3 responden
(30,0%), dan tingkat kecemasan sedang
sebanyak 7 responden (70,0%). Serta ibu
dengan pengetahuan Baik mengalami
kecemasan berat sebanyak 2 responden
(20,0%), tingkat kecemasan sedang sebanyak
2 responden (20,0%), tingkat kecemasan
ringan sebanyak 3 responden (30,0%) dan
tidak ada kecemasan sebanyak 3 responden
(30,0%). Hal ini menunjukkan bahwa
semakin rendah pengetahuan ibu hamil
tentang hubungan seksual maka tingkat
kecemasan ibu semakin berat.
Berdasarkan uji korelasi Kendal Tau,
diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 oleh
karena p-value = 0,000 < α (0,05) didapat
disimpulkan bahwa ada hubungan yang
signifikan antara hubungan pengetahuan
dengan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida tentang seksualitas di Desa Tlogo
Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
dengan nilai tho ( ) 0,507 menunjukkan
korelasi positif dengan kekuatan korelasi
sedang (0,40 - 0,559). Koefesien korelasi
dalam penelitian ini positif maka kedua
variabel mempunyai hubungan searah.
Artinya jika pengetahuan ibu hamil primigravida tentang seksualitas baik semakin
rendah tingkat kecemasan ibu hamil.
9
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil
penelitian
dan
pembahasan tentang hubungan antara
pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu
hamil primigravida tentang seksualitas di
Desa Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten
Semarang tahun 2014 maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil penelitian bahwa sebanyak 20
responden (50,0%) termasuk dalam
memiliki pengetahuan kurang tentang
seksualitas selama kehamilan.
2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kecemasan ibu saat berhubungan seksual
sebanyak
18
responden
(45,0%)
mengalami cemas berat.
3. Ada Hubungan antara pengetahuan
dengan tingkat kecemasan ibu hamil
primigravida tentang seksualitas dengan pvalue = 0,000<0,05 dengan nilai korelasi
0,507.
Saran
Ibu hamil hendaknya ikut serta dalam
kelas ibu hamil seehingga dapat menambah
wawasan tentang hubungan seksualitas yang
aman selama kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka
Cipta.
Arikunto, Suharsimi, Prof. dr. 2006. Prosedur
Pemilihan Suatu Pendidikan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Cahyono, Eko. 2010. Kecemasan Primigravida Menghadapi Proses Persalinan.
Http://Organisasi.org/Kecemasan-primigravida-menghadapi-proses
persalinanmelahirkan.com tanggal 12.01.2014
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Direja, Ade H. 2011. Asuhan Keperawatan
Jiwa. Yogyakarta : Nuha Medika.
Hamilton,
Persis
Mary.
Dasar-dasar
Keperawatan Maternitas Edisi 6. Alih
Bahasa Asih, Ni Luh Gede Yasmin.
Jakarta : EGC, 2007.
Hawari, D. 2004. Manajemen Stres Cemas
dan Depresi. Jakarta : Balai Penerbit
FKUI.
Huliana, M. 2007. Panduan Menjalani
Kehamilan
sehat.Http://
Panduan
Kesehatan.
blogspot.com
tanggal
28.12.2013
Indarti, J. 2004. Panduan Kesehatan Wanita,
Puspa Swara, Jakarta.
Jones, D. 2001. Dasar-dasar Obstetri dan
Ginekologi. Jakarta:Arcan.
Luluvikar. 2009. Manajemen Asuhan pada
Ibu
Primigravida.Http://
luluvikar
wordpress.com tanggal 28.12.2013
Manuaba, I.B.G., I.A. Chandranita Manuaba,
dan I.B.G. Fajar Manuaba. 2007.
Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
Maryoto. Seks During Pregnacy – HubunganSeksual
Selama
Kehamilan.
Dari
hhtp//idgmgarut.wordpress.com/2009/02/0
2/sex-during-pregnancy-hubungan
seksual-selama
kehamilan.
Tanggal
28.12.2013
10
Mitra Riset. 2008. Kecemasan atau Ansietas.
Http://
www.mitrariset.com.
tanggal
12.01.2014
Nolan,
M.
2003.
Kehamilan
dan
Melahirkan.Jakarta :Arcan.
Notoatmodjo. 2007. Pendidikan dan Perilaku
Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Nursalam.
2003.
Pendekatan
Praktis
Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta :
Informedia.
Notoatmodjo. 2005. Metode Penelitian.
Jakarta : Rineka Cipta.
Riwidikdo, Handoko Skp. 2009. Statistik
Kesehatan Belajar Mudah Teknik Analisa
Data Dalam Penelitian Kesehatan.
Yogyakarta : Mitra Andika Press.
Sarwono, S.W. 2002. Psikologi Sosial.
Jakarta : Balai Pustaka.
Solihah, L. 2008. Panduan Lengkap Hamil
Sehat. Yogyakarta : DIVA press.
Stuart G.W & Sundeen. 2005. Keperawatan
Jiwa. Jakarta : Bina Pustaka.
Sugiyono. 2009. Statistik untuk Penelitian.
Bandung : CV. Alfabeta.
Sugiyono.
2010.
Metode
Penelitian
Administrasi. Bandung : Alfabeta.
Saryono.
2010.
Kumpulan
Instrumen
Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Nuha
Medika.
Winkjosastro. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta
: Bina Pustaka.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA
TENTANG SEKSUALITAS DI DESA TLOGO KECAMATAN TUNTANG
KABUPATEN SEMARANG
ARTIKEL
Disusun oleh :
SITI QOMARIYAH
NIM. 0111490
AKADEMI KEBIDANAN NGUDI WALUYO
UNGARAN
2014
11
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG SEKSUALITAS
Download