271.04 KB - Armansyah Matondang, S.Sos., M.Si.

advertisement
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA (FISIP-UMA)
Mata Kuliah: Kebijakan Publik dan Analisis Kebijakan Publik
Bobot: 3 Sks
Kelas: Pagi/Malam
Program Study: Ilmu Pemerintahan
Dosen Pengampu: Armansyah Matondang S.Sos, M.Si
Universitas Medan Area
2015
KONSEP DASAR KEBIJAKAN PUBLIK
ASPEK ASPEK PENTING KEBIJAKAN PUBLIK
• Thomas R. Dye (1992), “ Public Policy is Whatever the
government choose to do or not to do” (kebijakan publik adalah
apapun pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak
melakukan sesuatu).
• James E. Anderson (1970) menyatakan bahwa, “Public Policies
are those policies develop by governmental bodies and officials”
(kebijakan publik adalah kebijakan yang dikembangkan oleh
badan dan pejabat pemerintah).
• David Easton, “Public policy is the authoritative allocation of
values for the whole society” (kebijakan publik adalah
pengalokasian nilai2 secara sah kepada seluruh masyarakat).
TIGA DIMENSI YANG SALING BERTAUTAN
• Bridgeman dan Davis (2004), Sebagai tujuan (objective),
sebagai pilihan tindakan yang legal dan sah secara hukum
(authoritative choice), dan sebagai hipotesis (hypothesisi).
• Working defenition untuk keperluan praktis yang diharapkan
dapat mempermudah pengamatan atas fenomena kebijakan yg
aktual,”kebijakan publik adalah suatu keputusan untuk
mengatasi permasalahan tertentu agar mencapai tujuan tertentu
yang dilaksanakan oleh instansi berwenang dalam rangka
penyelenggaraan tugas pemerintahan negara dan
pembangunan. (Mustopodidjaja dlm Rakhmad)
• Dalam kehidupan administrasi publik, secara formal keputusan
tersebut dituangkan dalam berbagai bentuk perundang2an.
KEBIJAKAN PUBLIK DALAM INTERNATIONAL
LIBRARY
• Kebijakan publik dalam kepustakaan internasional disebut
sebagai public policy, yaitu suatu aturan yang mengatur
kehidupan bersama yang harus ditaati dan berlaku mengikat
seluruh warganya. Setiap pelanggaran akan diberi sanksi
sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan dan sanksi
dijatuhkan di depan masyarakat oleh lembaga yang bertugas
menjatuhkan sanksi (Nugroho R.,2004).
• Aminullah dalam Muhammadi (2001) menyatakan bahwa
kebijakan adalah suatu upaya atau tindakan untuk
memengaruhi sistem pencapaian tujuan yang diinginkan. Upaya
dan tindakan tersebut bersifat strategis, yaitu berjangka panjang
dan menyeluruh.
GAMBAR KEBIJAKAN PUBLIK (SAID ZAINAL ABIDIN)
• Kebijakan publik (gambar dalam anak panah besar!!!)
Masyarakat
• Awal ļƒ Transisiļƒ Dicitacitakan
• Berdasar gambar di atas, kebijakan publik sebagai manajemen
pencapaian tujuan yang dapat diukur.
• SZA (2004), kebijakan publik tidak bersifat spesifik dan sempit,
tetapi luas dan berada pada strata strategis. Oleh karena itu,
kebijakan publik berfungsi sebagai pedoman umum untuk
kebijakan dan keputusan khusus di bawahnya
KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK
• Riant Nugroho D. (2004), kebijakan publik bukan berarti mudah
dibuat, mudah dilaksanakan, dan mudah dikendalikan karena
kebijakan publik menyangkut politik.
• Thomas R. Dye (1992), kebijakan publik adalah segala sesuatu
yang dikerjakan atau tidak dikerjakan oleh pemerintah, alasan
suatu kebijakan harus dilakukan dan manfaat bagi kehidupan
bersama harus menjadi pertimbangan yg holistik agar kebijakan
tersebut mengandung manfaat yg besar bagi warganya dan
tidak menimbulkan kerugian, disinilah pemerintah harus
bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan.
RUJUKAN KEBIJAKAN
• KP merujuk pada keinginan penguasa atau pemerintah yg
idealnya dalam masyarakat demokratis merupakan cerminan
pendapat umum (public opinion).
• Kebijakan terwujud dan menjadi efektif, pertama, adanya
perangkat hukum berupa peraturan perundang2an sehingga
publik dapat mengetahui kebijakan yg telah diputuskan. Kedua,
kebijakan ini harus jelas struktur pelaksanaanya dan
pembiayaannya. Ketiga, diperlukan adanya kontrol publik, yakni
mekanisme yang memungkinkan publik mengetahui kebijakan
ini yang dalam pelaksanaanya mengalami penyimpangan atau
tidak.
PROBLEMA MASYARAKAT DEMOKRATIS
• Dlm masyarakat demokratis, yg sering menjadi soal adalah cara
menyerap opini publik dan membangun suatu kebijakan yg
mendapat dukungan publik.
• Penting bagi pemimpin politik untuk berkomunikasi dng rakyat
dan menampung keinginan mereka adalah satu hal, tetapi juga
penting bagi pemimpin politik untuk mampu menjelaskan alasan
mengapa suatu keinginan mereka tidak bisa dipenuhi.
• Charles Lindblom (1939), kebijakan berkaitan erat dengan
pengambilan keputusan karena sama2 memilih diantara opsi
yang tersedia.
LANJUTAN
• Adapun terminologi publik memperlihatkan keluasan yang luar
biasa untuk didefenisikan.
• Publik berkaitan erat dengan, state, market dan civil society.
Ketiganya menjadi aktor dalam arena publik sehingga publik
dapat dipahami sebagai sebuah ruang dimensi yang
menampakkan interaksi di antara ketiga aktor tersebut.
KEBIJAKAN PUBLIK DI NEGARA OTORITER
(AUTORITER)
• Dalam masyarakat (negara) autoriter, kebijakan publik adalah
keinginan penguasa semata sehingga penjabaran di atas tidak
berjalan.
• Kebijakan publik ditujukan hanya pada kehendak penguasa
semata untuk melanggengkan kekuasaannya.
• Kebijakan publik adalah untuk melegalkan kepentingan
penguasa dalam berbagai aspek.
PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS
• Dalam pelaksanaan, kebijakan publik harus diturunkan dalam
serangkaian petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang
berlaku internal dalam birokrasi.
• Kebijakan publik dalam sisi masyarakat, adanya suatu standar
pelayanan publik yang menjelaskan penjabaran akan pelayanan
yg menjadi haknya.
• Fokus politik pada kajian kebijakan publik mendekatkan kajian
politik pada administrasi negara karena satuan analisisnya
adalah proses pengambilan keputusan sampai dengan evaluasi
pengawasan, termasuk pelaksanaanya.
PRINSIP PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK
• Kebijakan publik dalam praktik ketatanegaraa dan
kepemerintahan, menurut Nugroho (2004) pada dasarnya
terbagi dalam tiga prinsip:
• Cara merumuskan kebijakan publik (formulasi kebijakan).
• Cara kebijakan publik di implementasikan
• Cara kebijakan publik di evaluasi.
KRITERIA PENENTUAN KEBIJAKAN PUBLIK
• Menurut Zainal Abidin, tidak semua kebijakan publik mempunyai
prioritas sama untuk di proses. Hal itu ditentukan oleh proses
penyaringan melalui serangkaian kriteria:
• Efektivitas, mengukur suatu alternatif sasaran yg dicapai dng suatu
alternatif kebijakan dapat menghasilkan tujuan akhir yg diinginkan.
• Efisien, dana yg digunakan harus sesuai dengan tujuan yg dicapai
• Cukup, suatu kebijakan dapat mencapai hasil yg diharapkan dng
sumber daya yang ada
• Adil
• Terjawab, kebijakan dibuat agar dapat memenuhi kebutuhan suatu
golongan atau suatu masalah tertentu dalam masyarakat
TINGKATAN KEBIJAKAN
• Said Zainal Abidin (2004), kebijakan dapat dibedakan dalam tiga
tingkatan umum:
• Kebijakan umum adalah kebijakan yg menjadi pedoman atau
petunjuk pelaksanaan, baik yg bersifat positif atau yg bersifat
negatif, yg meliputi keseluruhan wilayah atau instansi yg
bersangkutan.
• Kebijakan pelaksanaan adalah kebijakan yg menjabarkan
kebijakan umum. Untuk tingkat pusat, peraturan pemerintah
untuk pelaksanaan suatu undang undang.
• Kebijakan teknis adalah kebijakan operasional yg berada di
bawah kebijakan pelaksanaan.
MENGEVALUASI KINERJA KEBIJAKAN
• “Pengevaluasi harus mengevaluasi” merupakan penilaian itu
sendiri tetapi sekaligus juga merupakan tautologi. Karena itu
lupakan anggapan bahwa evaluasi merupakan persoalan opini
atau selera. Evaluasi merupakan persoalan fakta dan logika dan
lebih penting dari yang paling penting
-Michael Scriven
“evaluating Educational Programs,” The Urban Review, 9 no 4
(february 1969), hal.22.
Download