Uploaded by User95003

217185182-Bisnis-Plan-Rumah-Sakit-Parangtritis

advertisement
Business
Plan
Rumah Sakit Parangtritis
Jl. Parangtritis Km. 4 No.1 Yogyakarta Telp.
(0274) 444555 Hunting,
Fax. (0274) 444666
Website : www.rsparangtritis.com
e-mail : [email protected]
1
DAFTAR ISI
1. Ringkasan Eksekutif
1.1 Visi .................................................................................................
1.2 Misi ................................................................................................
1.3 Motto .............................................................................................
1.4 Kelayakan Investasi .......................................................................
1.5 Kunci Sukses .................................................................................
1
1
1
2
3
2. Gambaran Umum Rumah Sakit
2.1 Informasi Pemilik Rumah Sakit .....................................................
2.2 Sejarah Rumah Sakit Parangtritis ...................................................
2.3 Lokasi dan Fasilitas Rumah Sakit ..................................................
4
4
5
3. Produk dan Pelayanan
3.1 Gambaran Produk dan Pelayanan ...................................................
3.2 Perbandingan Kompetitif ................................................................
9
10
4. Ringkasan Analisis Pasar
4.1 Segmentasi Pasar .............................................................................
4.2 Target Market Segment Strategy ....................................................
11
12
5. Tinjauan Singkat Langkah-langkah Strategis
5.1 Strategi Pemasaran ..........................................................................
5.2 Strategi Aliansi ................................................................................
5.3 Milestones .......................................................................................
14
19
22
6. Rencana Ringkasan Web ...................................................................
23
7. Rencana Manajemen
7.1 Struktur Organisasi .........................................................................
7.2 Personal Struktural dan Fungsional ................................................
7.3 Jumlah dan Penempatan Sumber Daya Manusia ............................
25
25
25
8. Financial Plan ......................................................................................
26
2
BISNIS PLAN
RUMAH SAKIT PARANGTRITIS
1. Ringkasan Eksekutif
1.1 Visi
“Menjadi rumah sakit unggulan di DIY dan Jawa Tengah pada tahun 2017”
1.2 Misi
a. Memberikan pelayanan medis dan keperawatan dengan standar profesional yang
setinggi mungkin.
b. Berpartisipasi dalam pendidikan dan riset di bidang kedokteran.
c. Memberikan suasana pelayanan rumah sakit yang nyaman, aman, ramah, efisien
dan efektif.
d. Memberikan pelayanan traumatologi emergency, evakuasi medis dan sport
medicine dengan cepat, profesional dan terjangkau.
1.3 Motto
“Cepat, profesional dan terjangkau”
a. Pelayanan Cepat
Kasus traumatologi memerlukan layanan cepat untuk menghindari rasa nyeri
yang berkepanjangan, disamping itu ada pula pertimbangan golden periode
yang hanya beberapa jam, sehingga tidak manusiawi apabila membiarkan pasien
menderita lebih lama, apalagi sampai mengancam jiwa mereka.
b. Pelayanan yang Profesional
Profesional artinya memadukan unsur knowledge & skill, commitment serta
etika sesuai dengan profesi masing-masing.
3
c. Biaya Terjangkau
Sedangkan terjangkau dimaksudkan agar biaya yang ditanggung oleh
masyarakat sekurang-kurangnya sama dengan standar pemerintah yang berlaku
di Rumah Sakit Umum Daerah, akan tetapi mendapat layanan yang lebih
memuaskan.
1.4 Kelayakan Investasi
Investasi total untuk Rumah Sakit Parangtritis Sebesar Rp.126.735.350.155
(status tanah milik sendiri). Pay Back Periode dapat dicapai setelah 4 tahun 0,33
bulan beroperasi.
a. Leading Financial Indikator
Debt Ratio
Weighted Average Cost of Capital
23,67%
7,71%
Total Pinjaman Bank
30.000.000.000
Total Dana dari Kerjasama Operasi (KSO)
41.751.350.155
Total Modal Sendiri
Total Asset (Investasi)
Bunga Pinjaman per tahun (sebelum pajak)
Bunga Deposito per tahun (sebelum pajak)
54.984.000.000
126.735.350.155
10,00%
7,00%
b. Leading Investment Evaluation Indicators
Payback Period (PBP)
Accounting Rate of Return (ARR)
Net Present Value (NPV)
Internal Rate of Return (IRR)
Discounted Payback Period (DPBP)
4 tahun 0,33 bulan
84,09%
Rp. 315.839.349.980
22,56%
5 tahun
4
1.5 Kunci Sukses
Kunci kesuksesan dari Rumah Sakit kami adalah :
a.
Pasien
1) Pelayanan cepat dan fokus pada perawatan pasien,
2) Mendidik pasien tentang pentingnya perawatan pencegahan
3) Mendidik pasien mengenai pentingnya medical check-up berkala
b.
Manajemen
1) Mengakui bahwa staf manajemen sangatlah penting dan sama pentingnya
dengan dokter dalam keberhasilan rumah sakit ini.
2) Memberikan insentif kepada staf manajemen atas peningkatan laba yang
dihasilkan oleh rumah sakit.
3) Menciptakan sistem pelayanan dan administrasi yang efisien untuk
meminimalkan waktu tunggu pasien.
c.
Keuangan
1) Mengoptimalkan jumlah pasien, dengan mengawasi tiap jam kunjungan
dalam memberikan perawatan medis yang berkualitas.
2) Menggunakan sistem informasi keuangan yang terintegrasi dengan seluruh
unit pelayanan yang sudah sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
3) Menggunakan Enterprise Resource Planning dalam membuat keputusan
bisnis.
d.
Pemasaran dan Penjualan
1) Dengan agresif memasarkan dan menciptakan kehadiran di masyarakat
dengan corporate social responsibility.
2) Bekerjasama dengan club sepak bola dan KONI Daerah Istimewa
Yogyakarta guna pemeliharaan fisik atlet secara berkala.
3) Lokasi mudah diakses di perempatan ringroad selatan jalan parangtritis
yang ramai dengan parkir luas.
5
2. Gambaran Umum Rumah Sakit
2.1 Informasi Pemilik Rumah Sakit
Nama
: dr. Arief Darmawan., Sp.Ort (K)., MMR
Jabatan
: Pemilik dan CEO Rumah Sakit Parangtritis
Tempat dan Tanggal Lahir
: Indramayu, 27 September 1987
Alamat
: Perum Giwangan Asri No. F3, Yogyakarta
e-mail
: [email protected]
Pengalaman
: 1. Manajer IGD RSUP Dr. Ciptomangunkusumo
2. Manajer IGD RS. Siloam Gleneagles
3. Direktur RS. Ortopedi Solo
2.2 Sejarah Rumah Sakit Parangtritis
Rumah Sakit Parangtritis didirikan atas prakarsa dr. Arief Darmawan., Sp.Ort
(K)., MMR seorang lulusan termuda PPDS-I Ortopedi Universitas Airlangga
Surabaya dengan pengalaman manajemen rumah sakit yang memadai dan
bekerjasama dengan dr. H. Aji Fauzi Amin., Sp.B pemilik Rumah Sakit Khusus
Bedah Ringroad Selatan yang melebur menjadi Rumah Sakit Parangtritis.
Rumah Sakit Parangtritis merupakan sebuah fasilitas kesehatan dengan
pelayanan yang cepat, profesional dan terjangkau. Berada pada simpul strategis
perempatan ringroad selatan jalan parangtritis Daerah Istimewa Yogyakarta dengan
akses yang mudah.
Rumah Sakit didirikan tahun 2012 sebagai Rumah Sakit umum berdasarkan
SK Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 1524/2012 dan Akte Notaris
Saefudin Zuhri., SH.,MH tanggal 14 April 2012.
Dalam upaya untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat luas
dan peningkatan pelayanan serta tuntutan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya,
maka Rumah Sakit Parangtritis dilengkapi Pusat Pelayanan Trauma.
6
2.3 Lokasi dan Fasilitas Rumah Sakit
a.
Lokasi
7
Gambar IGD dan Trauma Center Rumah Sakit Parangtritis
b.
Fasilitas
1) Instalasi Gawat Darurat dan Trauma Center 24 jam
a) Ruang tunggu (dilengkapi dengan Kantin & Minimarket 24 jam)
b) Ventilasi Mekanik
c) Defibrilator
d) Bedside Monitor, Monitor Tekanan Darah dan Pulse Oxymeter
e) Elektrokardiografi (EKG)
f)
Peralatan Resusitasi
g) Nebulyzer
2) Ruang Intensive Care
a)
9 Unit Bed
b) Ventilator
c)
Bedside Monitor, Monitor Tekanan Darah dan Pulse Oxymeter
d) Elektrokardiografi (EKG)
e)
Nebulyzer
8
Gambar Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Parangtritis
3) Rawat Inap
a)
Kelas III : 50 bed
–
Bed side cabinet
–
Ruang berAC
–
Central Oxygen & Nurse Call
–
Televisi
–
Kamar mandi
b) Kelas II
: 50 bed
c)
: 30 bed
Kelas I
d) VIP
: 4 bed
e)
: 6 bed
SVIP
9
Gambar Kamar VIP Rumah Sakit Parangtritis
4) Ambulan 3 buah
5) CT-Scan
6) Ruang operasi berjumlah 6 kamar
10
3. Produk dan Pelayanan
3.1 Gambaran Produk dan Pelayanan
a. Produk Unggulan
1) Instalasi Gawat Darurat dan Emergency Traumatic Center
2) Ambulance & Evakuasi Medis (Disaster Manajemen Center)
3) Poliklinik Ortopedi, Sport Medicine & Bone Care Center
4) Poliklinik Mata dan Katarak Center
5) Poliklinik THT dan Tonsil Center
6) Bedah Umum dan Khitan Center
7) Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik
8) Pelayanan Operasi Sehari (One day care)
9) Paket Medical Check Up
a) Paket Umum
b) Paket Job & career
c) Paket haji dan umroh
d) Paket TKI
e) Paket Pelayanan Medical Check Up Berkala
10) Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, Pelayanan Tumbuh Kembang Anak,
Pelayanan Perinatal Resiko Tinggi
b. Poliklinik
1) Spesialis Bedah Umum
2) Spesialis Bedah Ortopedi
3) Spesialis Bedah Saraf
4) Spesialis Saraf
5) Spesialis Mata
6) Spesialis THT
11
7) Spesialis Obsgin
8) Spesialis Anak
9) Spesialis Penyakit Dalam
10) Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik
11) Gigi dan Mulut
c. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
d. ICU
e. Radiologi
1) CT-Scan
2) USG
3) Rontgen (X-Ray)
f. Laboratorium
g. Farmasi
h. Ambulan
3.2 Perbandingan Kompetitif
Rumah Sakit Parangtritis adalah satu-satunya rumah sakit di Yogyakarta yang
memiliki Instalasi Gawat Darurat dengan Emergency Traumatic Center dan seluruh
dokter di instalasi tersebut memiliki sertifikat ACLS & ATLS serta telah mengikuti
pelatihan Disaster Management. Pada tingkat Managemen telah mengikuti pelatihan
Hospital Preparedness for Emergencies & Disaster, sehingga kami memberikan
pelayanan ambulance & Evakuasi Medis serta memiliki akses Public Safety Care
dalam penanganan bencana dan korban masal.
Keunggulan lain adalah klinik ortopedi memiliki Sport Medicine Center yang
merupakan pelayanan pemeliharaan fisik atlet satu-satunya di DIY dan Jawa
Tengah serta Bone Center dengan alat canggih berupa Bone Mass Densitometry.
12
4. Ringkasan Analisis Pasar
4.1. Segmentasi Pasar
Perkembangan jumlah penduduk DIY tahun 2010 hasil Sensus Penduduk
tahun 2010 sesuai dengan Badan Pusat statistik Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta sebanyak 3.457.491 jiwa. Pada Sensus penduduk tahun 2000 jumlah
penduduk di Provinsi D I Yogyakarta sebanyak 3.120.478 jiwa.
Jumlah total pelayanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta dari pustu
hingga rumah sakit sebanyak 623 dengan angka kesakitan 518.623,7 jiwa, sehingga
potensi pasar masing-masing pelayanan kesehatan jika dibagi rata sebanyak 832,5
jiwa.
Tabel 1. Segmentasi Pasar
Basis Segmentasi
Geografis
 Kawasan negara
 Ukuran kota dan desa
 Kepadatan penduduk
Demografis
 Usia
 Gender
 Pendidikan
Sosial
 Agama
 Kelas sosial
 Kebangsaan
Asuransi
Perilaku
Segmentasi Pasar
Segmengtasi pasar
 Daerah Istimewa Yogyakarta dan Luar
Yogyakarta
 3.185 km2
 493.903
 Anak, Dewasa, Lanjut Usia
 Pria dan wanita
 Seluruh tingkat pendidikan
 Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan
Hindu
 Masyarakat miskin, menengah ketas
 WNI maupun WNA
Jaminan kesehatan dan umum
Sadar dan tidak sadar akan pentingnya
kesehatan
13
Gambar Diagram Pie Populasi Pasar
4.2. Target Market Segment Strategy
4.2.1. Kebutuhan Pasar
Data Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011
menyatakan bahwa kematian akibat cedera intracranial (kecelakaan) yang
selama ini kurang mendapat perhatian ternyata telah menempati urutan
keempat terbanyak sebagai penyebab kematian bahkan menunjukkan
kecenderungan peningkatan tajam dalam tiga tahun terakhir.
Gambar Grafik penyakit penyebab kematian di DIY tahun 2010
14
Dalam enam tahun terakhir, peristiwa kecelakaan lalu lintas di provinsi
DI Yogyakarta terbilang cukup tinggi. Data Kepolisian menunjukkan, tahun
2006 telah terjadi 1.039 kasus kecelakaan di DIY, meningkat tiga kali lipat
dibanding tahun 2005 dan setiap tahun sedikitnya 130 meninggal (12%)
akibat kecelakaan lalu lintas di DIY. Laporan Kepolisian menunjukkan
bahwa 88% kematian diakibatkan oleh cedera kepala.
Faktor perilaku pengendara memang menjadi faktor dominan bagi
tinggi rendahnya tingkat kematian akibat kecelakaan. Meskipun demikian
disamping faktor perilaku tersebut, dukungan pelayanan kesehatan bentuk
pelayanan pertolongan pertama / prarujukan, rujukan gawat darurat dan
kualitas pelayanan di sarana pelayanan kesehatan sedikit banyak juga bisa
ikut berperan untuk menurunkan kematian akibat kecelakaan. Oleh karena
itu Rumah Sakit Parangtritis memiliki produk unggulan berupa trauma
center guna membantu menurunkan angka kematian akibat trauma
khususnya kecelakaan.
Menurut data PUSLATDA PEPARNAS pada tahun 2012 terdapat
hampir 1000 atlet yang mengikuti kejuaraan. Pada cabang sepak bola
terdapat 11 klub yang berlaga di divisi III hingga divisi utama PSSI sebagai
berikut:
1) Mataram Putra
6)
Persikup Kulon Progo
2) Mataram Indocement
7)
Persig Gunung Kidul
3) PSS Sleman
8)
Gelora Handayani Gunung Kidul.
4) PSIM Yogyakarta
9)
Tunas Jogja
5) Persiba Bantul
10)
Projo Tamansari Bantul
11)
Real Mataram
Rumah Sakit Parangtritis telah siap memberikan pemeliharaan fisik
dan kesehatan atlet secara berkala.
15
4.2.2. Pesaing Utama
Pada dasarnya pesaing utama dalam bisnis ini adalah Rumah Sakit
Parangtritis itu sendiri, karena hanya kami yang memiliki Trauma Center
dan evakuasi medis secara cepat, profesional dan terjangkau. Namun Rumah
Sakit Parangtritis adalah rumah sakit umum dengan segmentasi pasar yang
luas, sehingga pesaing utama adalah Rumah Sakit Panti Rapih dan Bethesda.
5. Tinjauan Singkat Langkah-langkah Strategis
5.1. Strategi Pemasaran
5.1.1. Positioning
1.
Menjadi rumah sakit yang unggul terutama dalam pelayanan
traumatologi dan evakuasi medis
2.
Menjadi rumah sakit pelayanan kesehatan atlet secara berkala
5.1.2. Strategi Penetapan Harga
1. Corporate image
Penetapan tarif untuk mengurangi pesaing dapat dilakukan untuk
mencegah adanya rumah sakit baru yang akan menjadi pesaing.
penetapan tarif dapat dilakukan dengan tujuan memaksimalisasikan
pendapatan. Tanpa kehadiran pesaing dalam suasana pasar dengan
demand tinggi, maka tarif dapat dipasang pada tingkat yang setinggitingginya, sehingga dapat meningkatkan surplus secara maksimal.
2. Subsidi silang
Kebijakan agar masyarakat ekonomi kuat dapat ikut meringankan
pembiayaan pelayanan rumah sakit bagi masyarakat ekonomi lemah.
16
3. Special Event Pricing
Diskon spesial pada hari-hari besar tertentu pada unit bisnis medical
check-up dengan menggunakan sistem paket.
4. Acceptance Pricing
Unit pelayanan seperti poliklinik penyakit dalam, poliklinik anak dan
beberapa unit bisnis tertentu dilakukan strategi ini karena terdapat satu
rumah sakit yang dianggap sebagai panutan (pemimpin) harga.
5. Kontrak dan Cost-Plus
Strategi ini dilakukan dengan pihak asuransi, klub sepak bola, KONI
DIY, PT. Pertamina dan Bank Mandiri.
5.1.3. Proyeksi Pendapatan
Keterangan:
17
5.1.4. Strategi Marketing
1. Ekternal Marketing
a. Pasien datang disambut oleh front office dan layanan parkir yang
ramah dan informatif.
b. Menarik perhatian dengan memberikan design Rumah Sakit yang
khas dengan dominasi warna ungu, suara musik klasik, taman yang
asri, ruang tunggu dengan air mineral gratis majalah dan TV plasma,
sarana bermain dan tempat penitipan anak, kantin dan minimarket
yang buka 24 jam yang semuanya memberikan suasana nyaman,
bermutu dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
c. Pelayanan cepat, tepat dan profesional oleh dokter dan paramedis
yang terlatih dan bersertifikat. Senantiasa mengutamakan pasien
dengan kondisi gawat darurat yang tinggi. Melakukan evakuasi
medis yang cepat dan terintegrasi karena sudah memiliki akses
Public Service Center dengan Sistem Pelayanan Gawat Darurat
Terpadu.
d. Informasi tarif dengan Real Cost sehingga tercipta transparansi harga
yang dapat diakses kapanpun terutama pada Administration Center
rawat inap dengan harga yang terjangkau
e. Mengutamakan strategi sistem promosi DOMINO yaitu dari Mouth
to Mouth atau getok tular
f. Mendekatkan diri dengan menulis artikel kesehatan di koran, tabloid
atau majalah serta mengisi acara di radio atau televisi.
g. Mengadakan bakti sosial, seminar, penyuluhan serta optimalisasi
program CSR (Corporate Social Responsibility) agar hadir ditengah
masyarakat.
18
h. Pelayanan Sport Medicine dengan evidence based medicine agar
terbentuk atlet yang tangguh dan kompetitif.
2. Internal Marketing
a. Menggunakan metode Cross-selling, artinya semua unit produksi
maupun penunjang dapat secara terpadu melakukan pemasaran,
karena semua karyawan berperan sebagai pemasar. Pelatihan
“promotion
agent”,
pelatihan
“interactive
communication”,
“clinical pathway aplication” dilakukan rutin agar tercipta
komitmen pada pelayanan yang berfokus pada pelanggan dan
pelayanan prima serta kompensasi atau sistem insentif yang efektif,
sehingga setiap karyawan menjadi pemasar yang integratif dan
menyeluruh. Pada akhirnya tercipta pelayanan yang ramah,
memberikan kenyamanan pasien dan menumbuhkan kepercayaan
pada pasien, keluarga dan lingkungan sekitar.
b. Penetapan Gain sharing atau bagi hasil kelompok insentif khusus.
Secara
esensial
bagi
hasil
mengkombinasikan
keberhasilan
peningkatan yang terus menerus dengan penghargaan kelompok.
Saat penampilan organisasi meningkat sebagai hasil dari usaha
peningkatan yang terus menerus, maka keuntungan dibagi antara
karyawan dan organisasi berdasarkan pada formula yang telah
ditetapkan sebelumnya. Kompensasi terdiri atas insentif dan
hukuman yang diperuntukan bagi karyawan tertentu atas dasar
produktivitasnya.
c. Memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan profesional dengan
terus secara berkala dilakukan pelatihan penanganan gawat darurat
19
dan bencana serta meningkatkan kemampuan Sistem Penanganan
Gawat Darurat Terpadu sehari-hari.
d. Mendengarkan keluhan pasien dan memberikan penjelasan yang
menyeluruh pada pasien dengan membangun dan optimalisasi sistem
keluhan dan saran. Berikut sistem keluhan dan saran yang
digunakan:
1) Menyediakan kotak saran dan kartu komentar
2) Menyediakan hubungan telepon langsung dengan pelanggan
3) Optimalisasi front office atau Information Center dan Nurse
Station sebagai tempat pelayanan keluhan dan saran
4) Lost customer analysis
Rumah sakit akan menghubungi para pelanggan yang telah
berhenti menggunakan jasa pelayanan agar dapat memahami
mengapa hal itu terjadi.
5) Survei kepuasan pelanggan
Penelitian survei dapat melalui pos, telepon dan wawancara
langsung. Responden juga dapat diminta untuk mengurutkan
berbagai elemen penawaran berdasarkan derajad pentingnya
setiap elemen dan seberapa baik perusahaan dalam masingmasing elemen (importanse/performance ratings).
6) Time to meet the CEO/Direktur.
Direktur menyediakan waktu khusus bertemu pasien dan
keluarga yang ingin menyampaikan keluhan dan saran.
Umumnya dr. Arief Darmawan., Sp.Ort (K)., MMR akan
menyediakan waktu sebulan sekali pada hari Jum’at minggu
terakhir setelah Shalat Jum’at di Masjid As’syifa Rumah Sakit
Parangtritis hingga pukul 14.00 WIB.
20
e. Menumbuhkan kepercayaan dengan melakukan sterilisasi alat yang
terjamin dan kalibrasi alat secara berkala.
f. Melakukan perhitungan tarif yang tepat dan terjangkau oleh pasien
g. Optimalisasi poliklinik dengan menonjolkan salah satu pelayanan
spesialisasi yang sudah ada:
1) Poliklinik THT  Pelayanan Tonsilektomi  Tonsil Center
2) Poliklinik Mata  Pelayanan EKEK  Katarak Center
3) Poliklinik Bedah  Pelayanan Sirkumsisi  Khitan Center
5.2. Strategi Aliansi
1.
Lembaga Olah Raga
a.
KONI Daerah Istimewa Yogyakarta
b.
Klub Sepak Bola
1. Mataram Putra
1. Persikup Kulon Progo
2. Mataram Indocement
6. Persig Gunung Kidul
3. PSS Sleman
7. Gelora Handayani Gunung Kidul.
4. PSIM Yogyakarta
8. Tunas Jogja
5. Persiba Bantul
9. Projo Tamansari Bantul
10. Real Mataram
c.
2.
Persatuan Cabang Olah Raga Lainnya termasuk Basket, karate dan Tinju
Bank
a.
Bank Indonesia
b.
Bank Mandiri
c.
Bank Rakyat Indonesia
d.
Bank Central Asia
e.
Bank Negara Indonesia
21
3.
Asuransi
a.
Askes
b.
Jamkesmas
c.
Jamkesda
d.
Asuransi Tenaga Kerja (ASTEK)
e.
Prudential
f.
Sinarmas
g.
Beringin Life
h.
ANZ
i.
Panin Life
j.
Jiwasraya
k.
Jasaraharja
l.
Allianze Life
m. MLC Life
4.
n.
AIA Insurance
o.
ABDA Asuransi Bina Dana Arta
p.
MAA Life
q.
ING Life
r.
MANU Life
s.
Indrapura Asuransi Jiwa
Perusahaan dan BUMN
a.
Sarihusada, PT
b.
Madukismo, PG
c.
Jasamarga (Persero)
d.
Pertamina
e.
Telkom
22
5.
f.
Angkasapura
g.
Astra International
h.
Hotel Rosalia Indah
i.
INA Garuda Hotel
j.
Ambarukmo Plaza
Media Cetak dan Elektronik
a.
Indosiar Visual
b.
MNC TV
c.
TV One
d.
Jogja TV
e.
RB TV
f.
JIZ FM
g.
Prambors FM
h.
Kedaulatan Rakyat
i.
Harian Jogja
j.
Tribun Jogja
k.
Tabloid Nova
l.
Tabloid Dokter Kita
m. Kompas
n.
Temp
6.
Yayasan Ambulance 118
7.
Pemadam Kebakaran Kantor Wilayah DIY
8.
TIM SAR DIY
9.
Palang Merah Indonesia
10. MER-C
11. Japan Medical Equipment Corp
23
5.3. Milestones
24
6. Ringkasan Rencana Web
Strategi Pemasaran melalui Website
d.
Halaman Muka
Pada halaman muka diberikan kesan nyaman dengan tetap memberikan
kepercayaan bahwa Rumah Sakit Parangtritis adalah rumah sakit dengan
pelayanan yang cepat, profesional dengan harga yang terjangkau dan memiliki
pusat pelayanan trauma. Web dibuat dengan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia
dan bahasa inggris untuk memunculkan kesan profesional dan berwawasan luas.
e.
Halaman Muka Bagian Bawah
25
f.
Halaman Muka Paling Bawah
Ringkasan Link Web dapat dilihat pada halaman muka bagian bawah, dapat
ditemukan informasi mengenai dokter, jadwal dokter, prosedur yang dilakukan di
menu medis (medical), mengenai harga dan daftar paket persalinan dapat dilihat
pada menu harga (pricing), keterangan mengenai medical check-up dapat dilihat
pada menu health check-up, sedangkan untuk informasi lain dan akomodasi bisa
kita pilih pada menu lainnya.
Menggunakan Search Engine Optimization (SEO) agar website dan content
menjadi sangat mudah untuk dicari, dan tampil pada halaman pertama di Google.
Menggunakan kata kunci yang biasanya dicari oleh calon pasien, dan bekerja
dengan menggunakan berbagai teknik SEO agar nama rumah sakit muncul di
halaman pertama (bahkan baris pertama) apabila yang mencari kata kunci tersebut
di google.
Menampilkan berbagai artikel, foto, video, cerita, dan berita yang menarik
perhatian pasien dan calon pasien. Membahas artikel atau tema yang menarik,
karena semakin ramai diskusi dan makin banyak kunjungan ke website Rumah
Sakit Parangtritis, makin populerlah websitenya, makin tinggi kesempatannya
untuk muncul pada halaman pertama di mesin pencari seperti Google.
26
7. Ringkasan Manajemen
7.1. Struktur Organisasi
7.2. Personal Struktural dan Fungsional
Direktur
: dr. Arief Darmawan., Sp.Ort (K)., MMR
Ka. Bidang Pelayanan
: dr. H. Aji Fauzi Amin., Sp.B
Ka. Bidang Penunjang
: Dewi Nurwulan., SKM., MPH
Ka. Bagian Tata Usaha
: Drs. Balaputradewa., MBA
Ka. Komite Medik
: dr. Harun Al-Rasyaid., Sp.Ort
7.3. Jumlah dan Penempatan Sumber Daya Manusia
(terlampir)
27
8. Financial Plan
(terlampir)
28
Download