matriks rencana kerja pemerintah 2006

advertisement
D. MATRIKS PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2006
No.
1.
2.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Program Pemantapan
Pemanfaatan Potensi Sumber
Daya Hutan
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Penetapan kawasan hutan;
2. Penetapan kesatuan
pengelolaan hutan khususnya
di luar Jawa;
3. Penatagunaan hutan dan
pengendalian alih fungsi dan
status kawasan hutan;
4. Pengembangan hutan
kemasyarakatan dan usaha
perhutanan rakyat;
5. Konservasi sumber daya
hutan.
Program Pemantapan Pemanfaatan
Potensi Sumber Daya Hutan.
Program Pengembangan dan
Pengelolaan Sumber Daya
Kelautan
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Perumusan kebijakan dan
penyusunan peraturan dalam
pengelolaan sumber daya
laut, pesisir, dan pulau-pulau
kecil secara terintegrasi;
2. Pengelolaan sumber daya
pesisir, laut, dan pulau-pulau
Program Pengembangan dan
Pengelolaan Sumber Daya Kelautan
Sasaran Program
Instansi Pelaksana
Termanfaatkannya potensi hutan secara
lebih efisien, optimal, adil, dan
berkelanjutan.
Dep.Hut.
Terkelola dan terdayagunakannya
potensi sumber daya laut, pesisir dan
pulau-pulau kecil secara optimal, adil,
dan lestari.
DKP
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pemantapan kawasan hutan;
2. Pelaksanaan penataan batas dan
penetapan awasan Hutan;
3. Penatagunaan hutan dan
pengendalian alih fungsi dan status
kawasan hutan;
4. Pelaksanaan perencanaan,
koordinasi dan sinkronisasi antar
sektor dalam proses penataan ruang,
penggunaan dan perubahan
peruntukan kawasan hutan;
5. Pemantapan pengelolaan kawasan
konservasi;
6. Penetapan kesatuan pengelolaan
hutan, khususnya diluar jawa
(Penyusunan KPHP);
7. Evaluasi pelaksanaan rencana
kehutanan.
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Penyusunan kebijakan dan
peraturan perundang-undangan
pengelolaan sumber daya pesisir,
laut dan pulau-pulau kecil;
2. Peningkatan pengelolaan dan
pengembangan sumber daya pesisir,
laut, dan pulau-pulau kecil secara
II.31 – 8
Pagu Indikatif
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
No.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
kecil secara efisien dan lestari
berbasis masyarakat;
Pengembangan sistem MCS
(monitoring, controlling and
surveillance) dalam
pengendalian dan
pengawasan, termasuk
pemberdayaan masyarakat
dalam sistem pengawasan;
Penataan ruang wilayah laut,
pesisir, dan pulau-pulau kecil
sesuai dengan daya dukung
lingkungannya;
Pelaksanaan riset dan
pengembangan teknologi
kelautan, serta riset sumber
daya non-hayati lainnya;
Percepatan penyelesaian
kesepakatan dan batas
wilayah laut dengan negara
tetangga, terutama Singapura,
Malaysia, Timor Leste, Papua
New Guinea, dan Philipina;
Pengelolaan dan
pengembangan kawasan
konservasi laut, dan
rehabilitasi habitat ekosistem
yang rusak seperti terumbu
karang, hutan mangrove,
padang lamun dan estuaria;
Peningkatan peran aktif
masyarakat dan swasta
melalui kemitraan dalam
pengelolaan sumber daya
laut, pesisir dan pulau-pulau
kecil;
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Sasaran Program
berkelanjutan dan bertanggung
jawab;
3. Pengembangan sistem, sarana dan
prasarana pengawasan dan
pengendalian sumber daya kelautan;
4. Implementasi monitoring,
controlling and Surveillance (MCS)
dan Vessel Monitoring System
(VMS);
5. Pemberdayaan masyarakat dalam
pengawasan dan pengendalian
sumber daya kelautan;
6. Peningkatan kesadaran dan
penegakan hukum dalam
pendayaguna sumber daya pesisir
dan laut;
7. Pelaksanaan riset dan
pengembangan teknologi kelautan,
serta riset sumber daya non-hayati
lainnya;
8. Pengembangan dan perkuatan
industri bioteknologi kelautan;
9. Penyelesaian kesepakatan batas
wilayah laut dengan negara
tetangga, terutama Singapura,
Malaysia, Timor Leste, Papua New
Guinea, dan Filipina;
10. Kerjasama regional dan
internasional di bidang kelautan;
11. Pengembangan peran aktif
masyarakat dan swasta melalui
kemitraan dalam pengelolaan
sumber daya laut, pesisir, dan
pulau-pulau kecil;
12. Peningkatan mitigasi bencana alam
laut dan prakiraan iklim laut;
II.31 – 9
Instansi Pelaksana
Pagu Indikatif
No.
3.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
9. Penataan dan peningkatan
kelembagaan, termasuk
lembaga masyarakat di
tingkat lokal;
10. Penegakan hukum secara
tegas bagi pelanggar dan
perusak sumber daya laut,
pesisir, dan pulau-pulau kecil;
11. Peningkatan keselamatan,
mitigasi bencana alam laut,
dan prakiraan iklim laut;
12. Pengembangan wawasan
kelautan, terutama bagi
generasi muda dan anak
sekolah.
13. Pendayagunaan benda – benda
berharga yang tenggelam di laut dan
pengelolaan pasir laut secara lestari;
14. Peningkatan kegiatan budaya
kelautan dan wawasan kemaritiman
serta publikasi kepada masyarakat.
Program Pembinaan Usaha
Pertambangan Migas
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pengelolaan sumur-sumur
minyak;
2. Penyusunan dan evaluasi
kegiatan eksplorasi;
3. Pengawasan/monitoring POD
(Plan of Development)
lapangan;
4. Penyiapan wilayah kerja;
5. Promosi dan penawaran
wilayah kerja;
6. Eksplorasi pencarian
cadangan migas baru;
7. Pengembangan upaya-upaya
pengurangan/penghapusan
subsidi BBM.
Program Pembinaan Usaha
Pertambangan Migas
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pengelolaan sumur-sumur minyak;
2. Penyusunan dan evaluasi kegiatan
eksplorasi;
3. Pengawasan/monitoring POD (Plan
of Development) lapangan;
4. Penyiapan wilayah kerja;
5. Promosi dan penawaran wilayah
kerja;
6. Eksplorasi pencarian cadangan
migas baru;
7. Pengembangan upaya-upaya
pengurangan/penghapusan subsidi
BBM;
Sasaran Program
Terkelolanya kegiatan usaha migas,
meningkatnya investasi di bidang usaha
hulu dan hilir, dan berkembangnya
potensi migas secara optimal.
II.31 – 10
Instansi Pelaksana
Dep. ESDM
Pagu Indikatif
No.
4.
5.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Sasaran Program
Program Pembinaan Usaha
Pertambangan Mineral dan
Batubara
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pembinaan dan pengawasan
kegiatan penambangan;
2. Pengawasan produksi,
pemasaran, dan pengelolaan
mineral dan batubara, panas
bumi dan air tanah;
3. Evaluasi, pengawasan, dan
penertiban kegiatan rakyat
yang berpotensi mencemari
lingkungan khususnya
penggunaan bahan merkuri
dan sianida dalam usaha
pertambangan emas rakat
termasuk pertambangan tanpa
ijin (PETI) dan bahan kimia
tertentu sebagai bahan
pembantu pada industri kecil;
4. Sosialisasi kebijakan dan
regulasi bidang
pertambangan;
5. Penelitian dan pengembangan
geologi, mineral dan
batubara, panas bumi dan air
tanah.
Program Pembinaan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara
Program Perlindungan dan
Konservasi Sumber Daya Alam
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pengkajian kembali kebijakan
perlindungan dan konservasi
sumber daya alam;
2. Perlindungan sumber daya
Program Perlindungan dan Konservasi
Sumber Daya Alam
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pemantapan peraturan perundangundangan di bidang konservasi
sumber daya alam hayati dan
ekosistem;
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pembinaan dan pengawasan
kegiatan penambangan;
2. Pengawasan produksi, pemasaran,
dan pengelolaan mineral dan
batubara, panas bumi dan air tanah;
3. Evaluasi, pengawasan, dan
penertiban kegiatan rakyat yang
berpotensi mencemari lingkungan
khususnya penggunaan bahan
merkuri dan sianida dalam usaha
pertambangan emas rakat termasuk
pertambangan tanpa ijin (PETI) dan
bahan kimia tertentu sebagai bahan
pembantu pada industri kecil;
4. Sosialisasi kebijakan dan regulasi
bidang pertambangan;
5. Pengembangan eksplorasi dan
inventarisasi potensi sumber daya
mineral, batu bara, dan panas bumi;
6. Pengembangan penyelidikan,
pemetaan, dan pengawasan bidang
geologi tata lingkungan, air tanah,
dan mitigasi bencana geologi.
Instansi Pelaksana
Tercapainya optimalisasi pemanfaatan
sumber daya mineral, batubara, panas
bumi dan air tanah melalui usaha
pertambangan dengan prinsip good
mining practice.
Dep. ESDM
Terlindunginya sumber daya alam dari
kerusakan dan terkelolanya kawasan
konservasi yang sudah ada.
DKP
II.31 – 11
Dep.Hut.
KLH
Pagu Indikatif
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
No.
3.
4.
5.
6.
6.
alam dari pemanfaatan yang
eksplotatif dan tidak
terkendali terutama di
kawasan konservasi laut yang
rentan terhadap kerusakan;
Perlindungan hutan dari
kebakaran;
Pengelolaan dan perlindungan
keanekaragaman hayati dari
ancaman kepunahan, baik
yang ada di daratan, maupun
di pesisir dan laut;
Pengembangan kemitraan
dengan perguruan tinggi,
masyarakata setempat,
lembaga swadaya masyarakat,
legislatif, dan dunia usaha
dalam perlindungan dan
pelestarian sumber daya alam;
Penyusunan tata-ruang dan
zonasi untuk perlindungan
sumber daya alam, terutama
wilayah-wilayah yang rentan
terhadap gempa bumi tektonis
dan tsunami, banjir,
kekeringan, serta bencana
alam lainnya.
Program Rehabilitasi dan
Pemulihan Cadangan Sumber
Daya Alam
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Penetapan wilayah prioritas
pertambangan, rehabilitasi
hutan, lahan, dan kawasan
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Sasaran Program
2. Pengembangan ekowisata dan jasa
lingkungan di kawasan-kawasan
konservasi laut dan hutan;
3. Pengendalian kebakaran hutan;
4. Peningkatan efektivitas pengelolaan
kawasan koservasi;
5. Pengembangan budidaya perikanan
berwawasan lingkungan;
6. Pengembangan kawasan konservasi
laut, suaka perikanan dan
keanekaragaman hayati laut
lainnya;
7. Pengelolaan keanekaragaman hayati
dan ekosistemnya;
8. Kerjasama kemitraan bidang
konservasi SDA dan LH serta
penerapan konvensi-konvensi
internasional;
9. Penyusunan tata-ruang dan zonasi
untuk perlindungan sumber daya
alam, termasuk kawasan rawan
bencana di pesisir dan laut;
10. Perencanaan, evaluasi dan
pengendalian pembangunan bidang
perlindungan hutan dan konservasi
alam;
11. Penyelidikan, pengembangan, dan
pemantauan bencana geologi.
Program Rehabilitasi dan Pemulihan
Cadangan Sumber Daya Alam
Instansi Pelaksana
Dep. ESDM
Terehabilitasinya alam yang telah rusak
dan adanya percepatan pemulihan
cadangan sumber daya alam.
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Penetapan wilayah prioritas
rehabilitasi kawasan pesisir serta
pulau-pulau kecil;
DKP
Dep.Hut.
Dep.ESDM
II.31 – 12
Pagu Indikatif
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
No.
2.
3.
4.
5.
7.
pesisir serta pulau-pulau
kecil;
Rehabilitasi ekosistem dan
habitat yang rusak di kawasan
hutan, pesisir (terumbu
karang, mangrove, padang
lamun, dan estuaria),
perairan, bekas kawasan
pertambangan, disertai
pengembangan sistem
manajemen pengelolaannya;
Pengkayaan atau restocking
sumber daya pertanian dan
perikanan;
Rehabilitasi daerah hulu
untuk menjamin pasokan air
irigasi pertanian dan
mencegah terjadinya erosi
dan sedimentasi di wilayah
sungai dan pesisir; serta
Revitalisasi danau, situ-situ,
dan sumber-sumber air
lainnya, khususnya di
Jabodetabek dan kota-kota
besar lainnya.
Program Pengembangan
Kapasitas Pengelolaan Sumber
Daya Alam dan Lingkungan
Hidup
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Peningkatan kapasitas
kelembagaan serta aparatur
pengelola sumber daya alam
dan lingkungan hidup di pusat
dan daerah;
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Sasaran Program
Instansi Pelaksana
2. Peningkatan kapasitas kelembagaan
rehabilitasi hutan dan lahan (RHL);
3. Pengelolaan dan rehabilitasi
ekosistem pesisir dan laut
(mangrove, terumbu karang, dan
padang lamun), dan pengembangan
sistem manajemen pengelolaan
pesisir dan laut;
4. Pengkayaan (restocking) sumber
daya perikanan dan biota air
lainnya;
5. Pengembangan perencanaan dan
kerjasama teknis RHL;
6. Pengembangan perbenihan dan
pembibitan;
7. Rehabilitasi DAS;
8. Penataan dan rehabilitasi kawasan
perairan tawar seperti waduk, situ,
dan danau.
Program Pengembangan Kapasitas
Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup
Meningkatnya kapasitas pengelolaan
sumber daya alam dan fungsi
lingkungan hidup melalui tata kelola
yang baik.
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Peningkatan kapasitas kelembagaan
pengelolaan SDA dan LH di Pusat
dan Daerah, termasuk lembaga
masyarakat;
2. Peningkatan peran serta masyarakat
II.31 – 13
Dep.Hut
KLH
Dep.ESDM
Pagu Indikatif
No.
8.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
2. Peningkatan peran serta
masyarakat dalam pola
kemitraan;
3. Pengembangan sistem
pengendalian dan
pengawasan sumber daya
alam termasuk sistem
penanggulangan bencana;
4. Penegakan hukum terpadu
dan penyelesaian hukum atas
kasus perusakan sumber daya
alam dan lingkungan hidup;
5. Pengesahan, penerapan dan
pemantauan perjanjian
internasional di bidang
lingkungan hidup yang telah
disahkan;
6. Pendirian Komisi
Keanekaragaman Hayati yang
didahului dengan pendirian
sekretariat bersama tim
terpadu keanekaragaman
hayati nasional.
dalam pengelolaan SDA dan LH;
3. Pengembangan sistem pengawasan
SDA oleh masyarakat;
4. Pengawasan, pemantauan dan
evaluasi pengelolaan sumber daya
mineral dan batu bara;
5. Pengembangan sistem
penanggulangan bencana alam;
6. Penegakan hukum terpadu dan
penyelesaian hukum atas kasus
perusakan sumber daya alam dan
lingkungan hidup;
7. Pengesahan, penerapan dan
pemantauan perjanjian internasional
di bidang lingkungan hidup yang
telah disahkan;
8. Pendirian sekretariat bersama tim
terpadu keanekaragaman hayati
nasional;
Program Peningkatan Kualitas
dan Akses Informasi Sumber
Daya Alam dan Lingkungan
Hidup
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Penyusunan data sumber daya
alam baik data potensi
maupun data daya dukung
kawasan ekosistem, termasuk
di pulau-pulau kecil;
2. Pengembangan valuasi
sumber daya alam meliputi
Program Peningkatan Kualitas dan
Akses Informasi Sumber Daya Alam
dan Lingkungan Hidup
Sasaran Program
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pengembangan valuasi sumber daya
alam meliputi hutan, air, pesisir,
dan cadangan mineral;
2. Penyusunan neraca lingkungan
hidup dan neraca sumber daya
hutan (NSDH);
3. Penyusunan dan penetapan PDB
Meningkatnya kualitas dan akses
informasi sumber daya alam dan
lingkungan hidup dalam rangka
mendukung perencanaan pemanfaatan
sumber daya alam dan perlindungan
fungsi lingkungan hidup.
II.31 – 14
Instansi Pelaksana
Dep.Hut.
KLH
Dep.ESDM
Pagu Indikatif
No.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
hutan, air, pesisir, dan
cadangan mineral;
3. Penyusunan neraca sumber
daya alam nasional dan
neraca lingkungan hidup;
4. Penyusunan dan penerapan
produk domestik bruto hijau
(PDB Hijau);
5. Penyusunan data potensi
sumber daya hutan dan
Neraca Sumber Daya Hutan
(NSDH);
6. Pendataan dan penyelesaian
tata-batas hutan dan kawasan
perbatasan dengan negara
tetangga;
7. Pengembangan sistem
informasi terpadu antara
sistem jaringan pemantauan
kualitas lingkungan hidup
nasional dan daerah;
8. Sosialisasi, pelaksanaan, dan
pemantauan berbagai
perjanjian internasional baik
di tingkat pusat maupun
daerah;
9. Penyusunan laporan Status
Lingkungan Hidup Indonesia
sebagai alat pendukung
pengambilan keputusan
publik; dan
10. Peningkatan pelibatan peran
masyarakat dalam bidang
informasi dan pemantauan
kualitas lingkungan hidup.
hijau;
4. Penyusunan data sumber daya
hutan;
5. Pendataan dan penyelesaian tata
batas hutan dan kawasan perbatasan
dengan negara tetangga;
6. Pengembangan kualitas dan
jaringan database, untuk
meningkatkan pengguna sistem
informasi;
7. Sosialisasi, pelaksanaan, dan
pemantauan berbagai perjanjian
internasional baik di tk pusat
maupun daerah;
8. Penyusunan laporan Status
Lingkungan Hidup Indonesia;
9. Pelaksanaan inventarisasi hutan
nasional;
10. Pembuatan dan penyusunan data
spasial dan non spasial;
11. Penyempurnaan MP-RHL Propinsi.
Sasaran Program
II.31 – 15
Instansi Pelaksana
Pagu Indikatif
No.
9.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Program Pengendalian
Pencemaran dan Perusakan
Lingkungan Hidup
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pemantauan kualitas udara
dan air tanah khususnya di
perkotaan dan kawasan
industri; kualitas air
permukaan terutama pada
kawasan sungai padat
pembangunan dan sungai
lintas propinsi; serta kualitas
air laut di kawasan pesisir
secara berkesinambungan dan
terkoordinasi antar daerah dan
antar sektor;
2. Pengawasan penaatan baku
mutu air limbah, emisi atau
gas buang dan pengelolaan
limbah B3 (bahan berbahaya
dan beracun) dari sumber
institusi (point sources) dan
sumber non institusi (non
point sources);
3. Peningkatan fasilitas
laboratorium lingkungan di
tingkat propinsi serta fasilitas
pemantauan udara (ambient)
di kota-kota besar atau kota
propinsi;
4. Penyusunan regulasi dalam
pengendalian pencemaran dan
perusakan lingkungan hidup,
pedoman teknis, baku mutu
(standar kualitas) lingkungan
hidup dan penyelesaian kasus
Program Pengendalian Pencemaran dan
Perusakan Lingkungan Hidup
Sasaran Program
Kegiatan-kegiatan pokok:
1. Pemantauan kualitas udara dan air
tanah di perkotaan dan kawasan
industri; kualitas air permukaan di
kawasan sungai padat pembangunan
dan sungai lintas propinsi; serta
kualitas air laut di kawasan pesisir;
2. Pengawasan penaatan (compliance)
baku mutu air limbah, emisi gas
buang, dan pengelolaan limbah B3
3. Pengembangan fasilitas
laboratorium lingkungan di tingkat
propinsi;
4. Penyusunan regulasi dalam
pengendalian pencemaran dan
perusakan lingkungan hidup,
pedoman teknis, dan baku mutu
lingkungan hidup;
5. Penggalakan penggunaan bahan
bakar ramah lingkungan di sektor
transportasi dan energi dalam upaya
mengurangi polusi udara perkotaan;
6. Sosialisasi penggunaan teknologi
bersih dan eko-efisiensi di berbagai
kegiatan manufaktur dan
transportasi;
7. Pengawasan perdagangan dan
impor BPO;
8. Pemantauan penaatan penghapusan
BPO di tingkat kabupaten/kota;
9. Pengkajian mekanisme adaptasi
dampak perubahan iklim pada
rencana strategis sektor maupun
Meningkatnya kualitas lingkungan
hidup dalam upaya mencegah
perusakan dan/atau pencemaran
lingkungan hidup baik di darat,
perairan tawar dan laut, maupun udara.
II.31 – 16
Instansi Pelaksana
KLH
Dep.ESDM
Pagu Indikatif
No.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
pencemaran dan perusakan
lingkungan secara hukum;
5. Penggunaan bahan bakar
ramah lingkungan terutama
bensin tanpa timbal dan
sejenisnya di sektor
transportasi dan energi dalam
upaya mengurangi polusi
udara perkotaan dengan
mengacu kepada standar
emisi kendaraan Euro II;
6. Sosialisasi penggunaan
teknologi bersih dan ekoefisiensi di berbagai kegiatan
manufaktur dan transportasi;
7. Perbaikan sistem
perdagangan dan impor bahan
perusak ozon (BPO) hingga
akhir tahun 2007 dan
menghapuskan BPO pada
tahun 2010, dengan
sosialisasi kepada produsen
dan konsumen.
8. Pengawasan penaatan
penghapusan BPO di tingkat
kabupaten/ kota;
9. Adaptasi dampak perubahan
iklim pada rencana strategis
sektor maupun rencana
pembangunan daerah;
10. Peningkatan peran
masyarakat dan sektor
informal khususnya
pemulung dan lapak dalam
upaya pemisahan sampah dan
3R (Reduce, Reuse, Recycle);
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Sasaran Program
rencana pembangunan daerah;
10. Peningkatan peran sektor informal
khususnya pemulung dan lapak
dalam upaya pemisahan sampah
dan 3R;
11. Pengkajian pendirian perusahaan
TPA regional di Jabodetabek dan
Bandung;
12. Peningkatan pengawasan dan
pengelolaan limbah B3;
13. Pengembangan sistem insentif dan
disinsentif terhadap kegiatankegiatan yang berpotensi
mencemari lingkungan seperti
industri dan pertambangan;
14. Pengkajian aturan dan mekanisme
DNS dan CDM.
II.31 – 17
Instansi Pelaksana
Pagu Indikatif
No.
Program/
Kegiatan Pokok RPJM
Program/
Kegiatan Pokok RKP 2006
Sasaran Program
11. Pengkajian pendirian
perusahaan TPA regional di
beberapa kota besar,
khususnya Jabodetabek dan
Bandung;
12. Pengembangan sistem dan
mekanisme pengelolaan
limbah B3 serta pendirian
sekurang-kurangnya satu
fasilitas pengelola limbah B3;
13. Pengembangan sistem
insentif dan disinsentif
terhadap kegiatan-kegiatan
yang berpotensi mencemari
lingkungan seperti industri
dan pertambangan;
14. Perumusan aturan dan
mekanisme pelaksanaan
tentang alternatif pendanaan
lingkungan, seperti DNS
(debt for nature swap), CDM
(Clean Development
Mechanism), retribusi
lingkungan, dan sebagainya.
II.31 – 18
Instansi Pelaksana
Pagu Indikatif
Download