Uploaded by dhika.putri1997

WEEK 1 Introduction to Conflict Resolution

advertisement
Introduction to Conflict Resolution:
In this review author want to explain about Introduction to Conflict Resolution for the theme,
in which there are three sub-chapters, namely origin’s, approach, conflict prevention, conflict
management, and conflict resolutions . We should know first what is conflict prevention,
conflict management, and conflict resolutions.
 Origins
Persepsi ancaman atau terjadinya konflik sebenarnya diperlukan untuk inisiasi
pencegahan konflik dan tindakan manajemen karena penting untuk membahas konsep dan
mengeksplorasi cara pencegahan dan mengelola konflik. Menurut Hunt dan Metcalf konflik
dibagi menjadi dua yakni yang pertama konflik interpersonal yang artiya konflik yang terjadi
pada individu itu sendiri, dan yang kedua konflik intrapersonal lebih bersifat pada keadaan
psikologis yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan kesehatan psikologis dan
mental. Asal usul konflik sendiri masih simang siur ada yang menyebutkan sejak 3.600 tahun
sebelum masehi atau lebih, dan berlangsung hingga saat ini.1 Konflik memang sudah sering
terjadi dan akan semakin berbahaya jika tidak diselesaikan ataupun dikelola dengan baik.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial umat manusia, maka konflik
juga memiliki pola yang sarat dengan dinamika. Pola yang berkembang dari konflik-konflik
tercatat dalam literatur bahwasanya hingga abad ke-17 konflik dalam hubungan sosial
manusia didominasi oleh konflik antar ras, suku, negara kota, kemudian menjadi
konflik/perang internasional. Selanjutnya, setelah memasuki abad ke-19 sampai di
penghujung abad ke-21 konflik yang terjadi mengambil tren baru menuju kepada apa yang
dikenal sebagai konflik internal (dalam satu negara). Saat ini konflik terjadi dalam satu
negara dan pihak yang bertikai adalah kelompok etnik yang bermusuhan. Apa yang terjadi
di Rwanda, Bosnia dan Indonesia bisa dijadikan contoh.2
Sebagai bidang studi yang ditentukan, resolusi konflik dimulai pada 1950-an dan 1960an. Dimana resolusi konflik berada pada puncak Perang Dingin, ketika pengembangan
senjata nuklir dan konflik antara negara adidaya tampaknya mengancam kelangsungan hidup
manusia. Sekelompok perintis dari berbagai disiplin ilmu melihat nilai mempelajari konflik
sebagai fenomena umum, dengan sifat-sifat serupa apakah itu terjadi dalam hubungan
internasional, politik domestik, hubungan industri, komunitas atau keluarga atau antar
individu. Mereka melihat potensi penerapan pendekatan yang berkembang dalam hubungan
1
2
A. F Beer, “Peace against War,” San Fransisco: W.H. Freeman, 1981.
K. J Holsti, the State, War and the State of War. New York: Cambridge University Press, 1996.
industri dan pengaturan mediasi masyarakat untuk konflik secara umum, termasuk konflik
sipil dan internasional.
Namun semua harapan perdamaian tersebut sangat jauh dari kenyataan. Hanya dalam
kurun waktu 1990 sampai 1999, tercatat sudah terjadi 118 konflik yang tersebar dalam
berbagai belahan dunia, melibatkan 80 negara dan dua kawasan para-state dengan
keseluruhan korban tidak kurang dari 6 juta orang. 3 Dari keseluruhan konflik tersebut,
sepuluh diantaranya bisa dikategorikan sebagai konflik antar negara, sementara yang lainnya
adalah konflik internal.
 Approaches
Aspek teoritis konflik banyak pandangan sehingga mengkaji konflik dapat dilihat dari
berbagai sisi atau mengkaji berdasarkan pandangan, sehingga hasilnya akan lebih luas.
Menurut Collins teori konflik ialah interaksi anatar pribadi yag bersifat itensif, yang dalam
kenyataannya bersifat abstrak dan kompleks sehingga diperlukannya level analisis lain.
Adanya variasi teori konflik, memberikan peluang untuk mengkaji substansi konflik lebih
mendalam dan dapat memprediksi berbagai konflik yang akar permasalahannya bermacammacam.4
Mengenai resolusi konflik dalam kenyataan banyak dilakukan dengan cara represif, dan
jarang dilakukan dengan memanfaatkan potensi pengetahuan lokal. Teori resolusi konflik
dikembangkan dari teori atau pendekatan konflik itu sendiri. Miall, Ramsbotham dan
Woodhouse,5 menawarkan banyak alternatif tentang resolusi konflik, mulai dari pemikiran
klasik sampai pada pemikiran kontemporer Pemikiran resolusi konflik berangkat dari asumsi
bahwa konflik sebagai aspek intrinsik yang tidak mungkin dihindarkan dari perubahan sosial.
Konflik diartikan sebagai ekspresi heterogenitas kepentingan, nilai dan keyakinan yang
muncul sebagai formasi baru yang ditimbulkan olehperubahan sosial yang muncul
bertentangan dengan berbagai hambatan yang dihasilkannya. namun cara menangani konflik
adalah persoalan kebiasaan dan pilihan, sehingga perlu merespon cara menangani konflik
tersebut.
Penanganan resolusi konflik yang umum ialah dengan menggunakan pendekatan
tradisioal atau traditional mechanism of conflict resolution and reconciliation. Konsep ini
menggnakan nlai-ilai tradisional dalam menyelesaikan konflik, yang mana nilai-nilai ini
D. Smith, Trend and Cause of Armed Conflict. Berlin: Berghof Research Center, 2001.
Randall Collins, “Conflict Sociology,” New York Academic Press, 1975, hal 56-61.
5
Miall, Rambsbothan, Wood Haouse, Resolusi Damai Konflik Kontemporer, Trj. Satrio, Raja Grapindo Persada
Jakarta, 2000, hal. 7-33
3
4
memiliki kekuatan mengikat anatara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Salah satu
pendekatan ialah tribal code atau tribal conflict resolution dimana pendekatan ini
menggunakan tiga aspek yakni negara yang terlibat konflik serta dua NGO yang membantu
meyelesaikan konflik. Penyeleaian konflik denggan nilai-nilai tradisional yang melekat dan
menjadi identitas negara tersebut juga berlaku di Indonesia, contoh kasus papua yang
sebagian diselesaikan dengan penerapan ilia-nilai tradisional.6
Secara umum pendekatan-pendekatan dalam menciptakan perdamaian sangat beragam,
pendekatan merupakan strategi yang digunakan pihak ketiga atau mediator dalam
mengkemas konflik menjadi sebuah resolusi konflik yang berkelanjutan. Dari setiap
pendekatan yang ada, proses pemetaan konflik, mediasi atau dialog menjadi proses yang
selalu ada, seperti urain di atas bahwa mediasi menjadi proses yang diinginkan seluruh pihak
yang berkonflik. Terkait dengan pendekatan dalam resolusi konflik, setiap orang atau NGO
yang bergerak dalam peacebuilding dapat menggunakan pendekatan apa saja yang dianggap
tepat, pendekatan layaknya perspektif yang dapat kita kemas sendiri untuk menciptakan
perdamaian, dapat juga dianalogikan sebagai resep dokter untuk pasiennya, resep yang
diberikan sesuai dengan gejala yang dikeluhkan. Begitu juga dengan konflik, pendekatan
yang digunakan sangat disesuaikan dengan hasil analisa konflik yang dilakukan sebelumnya.
 Conflict Prevention, Conflict Management, and conflict resolutions
Pencegahan konflik dan manajemen konflik adalah istilah untuk metode dan
mekanisme yang digunakan untuk menghindari, meminimalisir, dan mengelola konflik.
Lebih jelasnya pencegahan konflik ialah istilah luas yang merujuk pada berbagai kegiatan
dan strategi dalam pembangunan perdamaian yang digunakan untuk mencegah dan
menetralisir pemicu ptensial untuk konflik kekerasan yang eluas. Sedangkan untuk
menajemen konflik sendiri ialah teori atau konsep yang digunakan untuk menyelesaikan
konflik yang berfokus pada batasan, mitigasi atau penahanan konflik.
Hal penting yang harus digarisbawahi ialah pemisahan secara tradisional antara
pencegahan, menejemen, dan resolusi yang mana mereka tidak hanya berbeda dalam
perlakuan konsep, tetapi juga berbeda dalam proses. Akan tetapi gagasan tersebut tidak
disetujui oleh sebagian ilmuwan sebab mereka beranggapan bahwa ketiga hal tersebut saling
berkaitan dan tidak dapat dipisahka. Dalam review kali ini penulis sependapat dengan
Oussama Safa . “Conflict Resolution and Reconciliation in the Arab World:The Work of Civil Society
Organisations in Lebanon and Morocco” dalam, http://www.berghof-handbook.net/articles/section-vrecovering-from-war-post-conflict-regeneration-and-reconciliation/, diakses oktober 2019
6
sebagian ilmuwan yang mengatakan bahwa ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahka sebab
tiga hal tersebut saling terikat. Sedagkan Resolusi konflik terdiri dari dua kata yakni resolusi
dan konflik. Resolusi yang berarti solusi dari sebuah masala, sedangkan konflik berarti suatu
tindakan salah satu pihak yang berakibat menghambat, menghalangi, dan menganggu pihak
lain dimana hal ini dapat terjadi antar kelompok atau golongan.
Jadi dari review diatas dapat ditari kesimpulan bahwa konflik diperlukan untuk
menemukan konsep dalam mencegah dan mengatasi konflik. Konflik yang sebenarnya sudah
terjadi berabad-abad laludengan penggunaan kekerasan seiring berjalannya waktu berubah
sejak terjadinya perang dingin yang mana kedua negara yang sedang berkuasa menggunakan
nuklir sebagai bentuk konflik baru. Oleh karena itu mucullah pendekatan-pendekatan dalam
menyelesaian konflik diantaranya menggunakan cara tradisional yakni dengan penguatan
pada nilai-nilai atau aspek-aspek tradisi yag mengikat pihak-pihak yang tengah berkonflik,
sehingga terciptanya perdamaian diantara kedua belah pihak. Setelah adanya pendekatan
untuk penyelesaianya maka muncul pula pencegahan dan manajemen konlflik guna konflik
tidak terjadi lagi. Dengan adanya resolusi konflik yang mana berarti memberikan sebuah
solusi dari suatu konflik agar tidak terulang kembali.
Reference:
Beer, A. F. (1981). Peace Against War. San Fransisco: W.H. Freeman
Holsti, K. J. (1996). The State, War and The State of War. New York: Cambridge University
Press.
Smith, D. (2001). Trend and Cause of Armed Conflict. Berlin: Berghof Research Center.
Miall, Rambsbothan, Wood Haouse (2000), Resolusi Damai Konflik Kontemporer, Trj.
Satrio, Raja Grapindo Persada Jakarta. hal. 7-33
Collins, Randall (1975). Conflict Sociology, New York Academic Press.
Eldridge J.E.T. (1980) Max Weber The Interpretation of Social Reality. Schocken Books
New York.
Safa Oussama . “Conflict Resolution and Reconciliation in the Arab World:The Work of
Civil Society Organisations in Lebanon and Morocco” dalam, http://www.berghofhandbook.net/articles/section-v-recovering-from-war-post-conflict-regeneration-andreconciliation/, diakses oktober 2019
Download