Uploaded by norish84

Teori Memory

advertisement
Universitas Indraprasta PGRI 1
MAKALAH
Tugas Mata Kuliah :
Psikologi Perkembangan Kognitif
“TEORI MEMORI”
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Muljani A. Nurhadi.
Disusun Oleh :
SOFINORIS
NPM : 20147270168
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
2014
1
Universitas Indraprasta PGRI 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia memiliki memori yang kapasitasnya sangat besar, sehingga tak terhitung besarnya.
Namun tidak semua manusia memanfaatkan kapasitas tersebut secara optimal sehingga banyak ruang
- ruang dalam memori yang tidak terisi secara baik. Seperti yang kita ketahui bahwa memori sangat
penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya memori, kita menggunakan konsep waktu dengan
menghubungkan masa sekarang dengan pengalaman di masa lalu untuk harapan di masa depan. Hal
ini menunjukkan betapa pentingnya kita mengenal memori yang menjadikan kita menjadi makhluk
sejarah dengan memori yang tidak terbatas dan terus hidup sepanjang zaman.
Oleh karena itu, penting untuk mempelajari memori agar kita dapat mewariskan memori ini
sepanjang zaman.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, adapun rumusan masalah dalam topik ini adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan memori?
2. Apa saja teori mengenai memori?
3. Bagaimana penjelasan memori dalam teori tersebut?
4. Apa yang dimaksud dengan lupa?
5. Mengapa kita lupa?
6. Bagaimana hubungan dasar biologis terhadap memori?
7. Apa saja aplikasi memori?
1.4 Tujuan
Adapun Tujuan dalam penulisan makalah ini, diantaranya :
1. Untuk mengetahui pengertian memori
2. Untuk mengetahui teori mengenai memori
3. Untuk mengetahui penjelasan memori dalam teori tersebut
4. Untuk mengetahui pengertian lupa
5. Untuk mengetahui mengapa kita lupa
6. Untuk mengetahui hubungan dasar biologis terhadap memori
7. Untuk mengetahui aplikasi memori
2
Universitas Indraprasta PGRI 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi dan Pengantar Teori Memori
Memori adalah kemampuan untuk menyimpan informasi dari waktu ke waktu melalui tiga
proses: encoding (membentuk), menyimpan, dan mengambil.
Encoding
: Sebuah proses saat informasi masuk ke dalam penyimpanan ingatan.
Storing
: Proses menempatkan informasi yang dikodekan ke dalam penyimpanan mental yang
relatif permanen.
Retrieving
: Proses mendapatkan atau mengingat informasi yang telah ditempatkan ke dalam
penyimpanan jangka pendek atau jangka panjang.
Tiga Jenis Ingatan
1.
Ingatan sensoris : Proses awal yang menerima dan menyimpan informasi lingkungan dalam
bentuk mentah untuk periode waktu yang singkat.
2.
Ingatan jangka pendek : Proses lain yang dapat menampung sejumlah informasi terbatas
hanya untuk waktu yang singkat 2 sampai 30 detik.
3.
Ingatan jangka panjang : Proses menyimpan informasi dalam jangka waktu yang lama.
Sensory Memory
Iconic Memory : Bentuk memori sensoris yang secara otomatis menyimpan informasi visual selama
sekitar seperempat detik atau lebih, informasi segera hilang setelah perhatian dialihkan.
Echoic Memory : Bentuk memori sensorik yang memegang informasi pendengaran selama 1 atau 2
detik.
Psikolog George Sperling (1960) mendemonstrasikan eksistensi dari memori sensori dalam
serangkaian penelitian yang cemerlang. Ia secara singkat memperlihatkan kepada orang-orang
serangkaian 12 huruf yang disusun dalam pola sebagai berikut:
Ketika dihadapkan pada pola huruf-huruf ini hanya dalam waktu 1/20 detik, kebanyakan orang
hanya dapat mengingat empat atau lima huruf dengan benar. Meskipun mereka tahu bahwa mereka
telah melihat lebih dari itu, ingatan tentang huruf-huruf tersebut telah menghilang pada saat mereka
menyebutkan beberapa huruf pertama. Dengan demikian, mungkin bahwa informasi tersebut telah
3
Universitas Indraprasta PGRI 4
secara akurat tersimpan dalam ingatan sensori. Namun, pada saat berusaha untuk menyebutkan empat
atau lima huruf pertama, ingatan tentang huruf lain menghilang.
Untuk menguji kemungkinan ini, Sperling melakukan sebuah eksperimen di mana sebuah
suara tinggi,sedang,ataupun rendah diperdengarkan tepat setelah seseorang melihat pola penuh dari
huruf tersebut. Kemudian, mereka diminta untuk menyebutkan kembali huruf-huruf di baris teratas
jika suara yang keras dibunyikan. Karena suara tersebut diperdengarkan setelah penampakan huruf,
maka seseorang harus bergantung pada ingatan mereka untuk menyebutkan baris yang benar.
Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa seseorang telah menyimpan pola yang lengkap
di dalam ingatan. Mereka secara akurat mengingat huruf-huruf pada baris yang telah diindikasikan
oleh suara tersebut terlepas dari apakah huruf tersebut terletak pada bagian atas, tengah atau bawah.
Terlepas dari cepatnya informasi tersebut menghilang, informasi dalam ingatan sensori merupakan
representasi akurat dari apa yang telah dilihat oleh seseorang.
Dengan secara bertahap memperpanjang waktu antara presentasi pola visual dan nada,
Sperling dapat menentukan dengan tingkat akurasi tertentu panjangnya waktu di mana informasi
tersimpan di dalam ingatan sensori. Kemampuan untuk mengingat pola dari baris tertentu ketika
diperdengarkan suatu nada menurun secara cepat ketika periode antara pemunculan visual dan
pembunyian nada meningkat. Penurunan ini berlanjut hingga periode tersebut mencapai sekitar 1
detik dalam durasi, pada titik di mana baris tidak dapat diingat secara akurat sama sekali. Sperling
menyimpulkan bahwa keseluruhan gambaran visual disimpan dalam ingatan sensori selama kurang
dari satu detik.
Secara keseluruhan, ingatan sensori bekerja seperti kamera yang menyimpan informasi berupa
informasi visual, auditori atau jenis sensori lain untuk waktu yang sangat singkat. Namun
sebagaimana hasil tangkapan kamera, segera setelah diambil akan rusak dan digantikan dengan hal
yang baru. Kecuali informasi dalam kamera tersebut ditransfer ke beberapa tipe memori yang lain,
maka informasi tersebut akan hilang.
Short-Term Memory
Short-term memory mempunyai dua karakteristik:
1.
Durasi terbatas
Maintenance rehearsal : mengacu pada perlakuan sengaja mengulangi atau berlatih sehingga
informasi bertahan lebih lama dalam ingatan dengan menggunakan latihan.
4
Universitas Indraprasta PGRI 5
2.
Kapasitas terbatas
George Miller (1956), orang pertama yang menemukan bahwa memori jangka pendek
dapat menyimpan hanya sekitar tujuh item atau bit, plus atau minus dua. Sangat mudah untuk
mengkonfirmasitemuan Miller dengan tes rentang memori, yang mengukur jumlah angka yang
kita dapat ulang kembali dalam urutan yang benar setelah sidang tunggal.
Salah satu alasan utama informasi hilang dari memori jangka pendek adalah gangguan
(Estevez & Calvo, 2000). Hasil gangguan ketika informasi baru memasuki memori jangka
pendek dan menimpa atau mendorong keluar informasi yang sudah ada.
Meskipun memori jangka pendek memiliki kapasitas dan durasi terbatas, adalah mungkin
untuk meningkatkannya dengan baik. misalnya, saya menggunakan demonstrasi kelas di mana
saya menjamin bahwa setiap siswa dapat belajar untuk menghafal daftar 23 digit, dalam urutan
yang tepat, hanya dalam 25 detik. Ini demonstrasi ingatan yang mengesankan, yang selalu
bekerja, dilakukan dengan mengetahui bagaimana menggunakan sesuatu yang disebut chunking.
Chunking
Chunking menggabungkan item yang terpisah dari informasi ke unit besar, atau potongan,
dan kemudian mengingat potongan informasi dari item individu. Seperti pertama kali diusulkan
oleh George Miller (1956), chunking adalah alat mengingat yang kuat yang sangat meningkatkan
jumlah informasi yang dapat diandalkan dalam memori jangka pendek.
Fungsi Ingatan Jangka Pendek
Ada tiga hal penting untuk diingat tentang ingatan jangka pendek:
1. Informasi ditransfer ke ingatan jangka pendek,
2. Setelah waktu yang singkat, suatu informasi akan hilang kecuali berlatih, dan
3. Beberapa informasi pada akhirnya akan ditransfer dari ingatan jangka pendek ke penyimpanan
permanen.
 Attending
Salah satu fungsi ingatan jangka pendek adalah bahwa hal itu memungkinkan kita untuk
selektif memperhatikan informasi yang relevan dan mengabaikan segala sesuatu yang lain.
 Rehearsing (Berlatih)
Fungsi lain dari ingatan jangka pendek adalah bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk
menyimpan informasi dalam waktu singkat sampai Anda memutuskan apa yang harus dilakukan
5
Universitas Indraprasta PGRI 6
dengan itu. jika Anda berlatih informasi dalam memori jangka pendek, Anda meningkatkan
kemungkinan menyimpannya.
Long-Term Memory
Salah satu perbedaan utama dalam ingatan jangka panjang adalah perbedaan memori deklaratif
dan memori prosedural. Memori deklaratif adalah ingatan tentang informasi faktual: nama, wajah,
tanggal, dan fakta, seperti “sebuah sepeda memiliki dua roda.” Sebaliknya, Memori prosedural (atau
memori nondeklaratif) adalah ingatan tentang kebiasaan, seperti bagaimana cara mengendarai sebuah
sepeda atau memukul bola pada permainan bisbol. Informasi tentang hal-hal disimpan dalam memori
deklaratif; informasi tentang bagaimana cara melakukan sesuatu disimpan dalam memori prosedural
(Feldhusen, 2006; Brown & Robertson, 2007; Bauer, 2008).
Memori deklaratif dapat dipecah menjadi memori semantik dan memori episodik. Memori
semantik adalah ingatan untuk pengetahuan umum dan fakta-fakta tentang dunia, serta ingatan untuk
aturan logika yang digunakan untuk menjelaskan fakta lain. Sebaliknya. Memori episodik adalah
ingatan tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada waktu, tempat, atau konteks tertentu. Misalnya,
ingatan tentang saat pertama mengendarai sepeda. Memori episodik terkait dengan konteks tertentu.
Misalnya, mengingat kapan dan bagaimana kita belajar bahwa 3 x 7 = 21 merupakan memori
episodik; fakta itu sendiri (3 x 7 = 21 ) adalah memori semantik.
2.2. Teori Pemrosesan Informasi
Proses Ingatan :
1. Ingatan sensoris, Semua informasi yang masuk ke dalam ingatan sensoris untuk rentang
waktuseperdetik atau kurang dari itu, jika tidak diperhatikan informasi dalam memori sensorik
itu akan dilupakan. jika informasi tertentu diperhatikan, seperti kata-kata instruktur, informasi ini
secara otomatis ditransfer ke memori jangka pendek.
2. Ingatan jangka pendek, diperhatikan dengan berlatih informasi, seperti mengambil catatan,
informasi akan dikodekan untuk penyimpanan dalam memori jangka panjang.
3. Ingatan jangka panjang, Informasi yang dikodekan untuk penyimpanan dalam memori jangka
panjang akan tetap ada secara relatif permanen. apakah dapat mengingat kata-kata instruktur dari
memori jangka panjang tergantung dari bagaimana mereka dikodekan, ini berarti bahwa catatan
kelas yang sedikit dapat mengakibatkan encoding sedikit dan ingatan yang buruk pada saat ujian.
Rahasia encoding yang besar dan recall besar adalah untuk menghubungkan informasi baru
dengan informasi yang lama.
6
Universitas Indraprasta PGRI 7
1. Encoding Ingatan
Encoding adalah sebuah proses saat informasi masuk ke dalam penyimpanan ingatan. Ketika
Anda mendengarkan kuliah, menonton film, mendengarkan musik melalui iPod, atau berbincang
dengan teman, Anda mengkodekan informasi ke dalam ingatan. Dalam pengalaman sehari-hari,
encoding memiliki banyak persamaan dengan pembelajaran.
Sebagian infromasi masuk ke dalam ingatan nyaris secara otomatis , sedangkan encoding
sebagian informasi yang lain mungkin membutuhkan usaha. Persoalan yang menarik adalah
seberapa efektif kita memperhatikan informasi, seberapa dalam kita memprosesnya, seberapa
menyeluruh kita menjelaskannya dengan detail dan seberapa banyak kita menggunakan imajinasi
mental untuk mengkidekannya.
Atensi
Untuk memulai proses encoding ingatan, kita harus memperhatikan informasi. Atensi
memainkan peran penting dalam persepsi. Ingat kembali mengenai atensi selektif yang terjadi ketika
kita memfokuskan pada aspek tertentu dari pengalaman dan mengabaikan yang lain. Atensi bersifat
selektif karena sumber daya otak terbatas. Meskipun otak kita sangat luar biasa efisien, tetap saja ia
tidak bisa memperhatikan semua hal.
Atensi juga mempengaruhi encoding ingatan. Hal ini terjadi ketika seseorang harus
memperhatikan beberapa hal secara bersamaan. Bayangkan pada sebuah malam ketika Anda
memikirkan berbagai macam penyelesaian. Tiba-tiba, bintang-bintang dan bulan tidak akan
dijadikan pertimbangan. Hal ini telah diteliti oleh para ilmuwan yang meminta para subjek
penelitian untuk mengingat sebuah set benda tertentu, seperti daftar kata atau detail cerita.
Aspek atensi :

Reseptor adjustment : penyesuaian alat indra terhadap objek yang menjadi perhatianya.

Postural adjustment : penyesuaian sikap tubuh terhadap objek yang menjadi perhatiannya
adalah yang menraih perhatianya.

Muscle tention : adanya tegangan otot, dalam hal ini berhubungan dengan adanya perhatian,
disitulah adanya pemusatan energy.

Central nervous adjustment : penyesuaian saraf pusat dalam melakukan perhatian. Hal ini
dikarenakan dalam setiap penyesuaian mekanisme saraf pusat yang mengaturnya.

Increases clearness : semakin jelas objek yang menjadi perhatian, akan semakin menarik
perhatian individu.
7
Universitas Indraprasta PGRI 8
Macam macam atensi :
o Dari segi timbulnya perhatian
1. Atensi spontan : perhatian yang timbul dengan sendirinya karena spontan
2. Atensi tidak spontan : perhatian yang timbul dengan sengaja.
o Dari segi banyak objek yang dicakup
1.
Atensi konsentratif : perhatian yang dilakukan pada individu pada suatu waktu dan
hanya dapat memperhatikan sedikit objek
2.
Atensi distributive : perhatian yang dilakukan individu pada suatu waktu dan dapat
memperhatikan banyak objek sekaligus. Pada umumnya perhatian distributive sejalan
dengan perhatian yang terbagi bagi.
o Dari segi fluktuasi atensi
1.
Atensi static : perhatiannya tertuju pada suatu objek tertentu
2.
Atensi dinamik : perhatian pada individu, yang pada suatu saat tertentu dapat dengan
memudahkan perhatiannya secara lincah dari suatu objek ke objek lain.
Faktor yang mempengaruhi atensi :
 Eksternal : intensitas dan ukuran, contrast dan novelty, repentition / pengulangan,
movement /gerakan.
 Internal : Motives / needs, preparatory set (kesiapan untuk berespon), interest
(menaruh perhatian pada yang diminati)
Tingkat Pemrosesan
Atensi saja tidak dapat menjelaskan proses encoding. Sebagai contoh, jika anda
memperhatikan kata kapal (boat), anda mungkin memprose kata ini pada tiga tingkat yang
berbeda. Pada tingkat yang paling dangkal anda mungkin melihat huruf-hurufnya; pada tingkat
menengah, anda mungkin memperhatikan karakteristik kata (seperti bahwa kata ini berirama
dengan kata jaket (coat)); dan pada tingkat yang paling dalam anda mungkin memikirkan jenis
mobil apa yang anda ingin miliki atau kapan terakhir kali anda berjalan-jalan mengendarai mobil.
Model proses encoding ini diutarakan oleh Fergus Craik dan Robert Lockhart (1972).
Konsep tingkat pemrosesan (level of processing) merujuk pada ide bahwa encoding terjadi pada
sebuah rangkaian dari dangkal ke dalam, dengan pemrosesan yang lebih dalam menghasilkan
ingatan yang lebih baik.
8
Universitas Indraprasta PGRI 9
1.
Tingkat dangkal
Fitur fisik atau sensoris dari rangsangan di analisis. Sebagai contoh, kita mendeteksi garis,
sudut, dan kontur dari huruf yang di cetak atau di mendeteksi frekuensi bunyi, durasi, dan
kekerasan.
2.
Tingkat menengah
Rangsangan dikenali dan diberi label. Sebagai contoh, kita mengenali benda berkaki empat
yang menggonggong sebagai anjing.
3.
Tingkat terdalam
Informasi diperoses secara semantik, sesuai dengan maknanya. Pada tingkat paling dalam
ini, kita melakukan asosiasi. Kita mungkin mengasosiasikan gonggongan anjing sebagai tanda
bahaya atau waktu bermain, seperti main lempar tangkap dengan peliharaan kita. Semakin
banyak asosiasi yang kita buat, semakin dalam tingkat pemrosesan (Ragland, et al,2006).
Sejumlah penilitan telah memperlihatkan bahwa ingatan seseorang akan meningkat ketika
mereka melakukan asosiasi terhadap rangsangan dan mengutamakan pemrosesan dalam,
dibandingkan dengan hanya memperhatikan aspek fisik rangsangan dan menggunakan
pemrosesan dangkal (Howes,2006). Sebagai contoh, peneliti menemukan bahwa jika anda
mengkodekan sesuatu yang bermakna mengenai sebuah wajah dan melakukan asosiasi, anda
akan lebih mudah mengingatnya (Haris & Kay,1995). Jadi, pelayan yang berusaha mengingat
wajah pelanggan dan membayangkan menyantap pesanan yang dipesannya menggunakan
pemrosesan dalam. Anda mungkin dapat mengaitkan makna pada wajah seseorang pada kuliah
psikologi umum anda dengan mencatat bahwa ia mengingatkan anda pada orang yang pernah
anda lihat di tv, dan anda dapat mengasosiasikan wajahnnya dengan kuliah psikologi umum anda.
Elaborasi
Para psikolog kognitif telah menyadari bahwa seberapa baik encoding ingatan tidak hanya
tergantung pada seberapa dalam pemrosesan. Dalam sebuah pemrosesan dalam, semakin luas
pemrosesan, semakin baik ingatan (Kellog, 2007). Elaborasi (elaboration) adalah keluasan pemrosesan
pada setiap tingkat. Sebagai contoh, dibandingkan dengan hanya mengingat defenisi ingatan, anda akan
dapat mempelajari konsep ingatan dengan lebih baik dengan menyebutkan contoh-contoh bagaimana
informasi masuk ke pikiran anda, bagaimana informasi ini disimpan, dan bagaimana anda dapat
mengambilnya kembali. Memikirkan contoh sebuah konsep adalah cara yang baik untuk
memahaminya. Referensi diri juga merupakan cara lebih efektif untuk mengelaborasi informasi.
Sebagai contoh, jika kata menang ada pada daftar kata yang harus di ingat, anda dapat memikirkan
kapan anda terakhir kali memenangkan lomba sepeda, atau ketika ada kata masak anda mengingat
9
Universitas Indraprasta PGRI 10
kapan anda memasak makan malam anda terakhir kali, secara umum elaborasi dalam-pemrosesan
elaboratif mengenai informasi yang bermakna-adalah cara yang sempurna untuk mengingat.
Salah satu alasan mengapa elaborasi menghasilkan ingatan yang baik adalah karena hal ini
menambahkan kekhasan (distinctiveness) pada “kode ingatan” (ellis, 1987). Dengan mengelaborasi
sebuah pengalaman, kita menciptakan representasi yang sangat unki mengenai hal ini dalam ingatan.
Jika kita berusaha mengingat dan mencari informasi tertentu, semakin khas pengalaman tersebut,
semakin mudah kita menemukannya pada gudang mental ingatan kita. untuk mengingat sebuah
informasi seperti nama, pengalaman, atau fakta mengenai geografi, anda harus mencari kode yang
berisi informasi ini di antara sekumpulan kode yang ada dalam ingatan jangka panjang.
Proses pencarian akan lebih mudah jika kode ingatan bersifat unik (Hunt & Kelly,1996). Situasi
ini hampir mirip dengan mencari teman anda di bandara yang ramai. Jika teman anda memiliki tinggi
180 cm dan berambut merah, anda akan lebih mudah menemukannya dibandingkan dengan teman yang
memiliki tinggi 165 cm dan berambut coklat. Demikian juga dengan kode ingatan yang sangat khas
akan lebih mudah dibedakan. Hal yang lebih penting adalah, meskipun nilai kekhasan ini terlihat sangat
jelas pada proses retrieval kembali, pembentukan ingatan khas terjadi pada proses encoding. Jadi,
ketika encoding menjadi lebih elaboratif, semakin banyak informasi yang disimpan. Semakin banyak
informasi yang disimpan, semakin mungkin bahwa kode yang disimpan lebih khas sehingga lebih
mudah dibedakan dari kode ingatan yang lain. Sebagai contoh, jika anda bertemu dengan orang yang
anda harap bisa menjadi teman anda di masa yang akan datang, anda akan melakukan tugas yang lebih
baik dalam mengingat namanya ketika pada awal anda mengkodekan banyak informasi mengenai
dirinya seperti penampilannya, pekerjaan, dan sesuatu yang ia katakan. Anda akan lebih mungkin
mengingatnya di bandingkan orang hanya mengkodekannya sebagai “pirang”.
2. Penyimpanan Ingatan (Storing)
Berlatih informasi tidak hanya menyatakan informasi dalam ingatan jangka pendek, tetapi juga
membantu untuk menyimpan atau mengkodekan informasi dalam ingatan jangka panjang.
3. Pengambilan Ingatan Kembali (Retrieval)
Pengambilan kembali (retrieval) ingatan terjadi ketika informasi yang disimpan pada ingatan
dikeluarkan dari penyimpanan. anda mungkin berpikir bahwa ingatan jangka panjang seperti sebuah
perpustakaan. Anda mengambil informasi dengan cara yang sama anda mencari dan meminjam buku di
perpustakaan yang sebenarnya. Untuk mengambil sesuatu dari bank data mental anda, anda mencari
tempat penyimpanan ingatan anda untuk menemukan informasi yang relevan.
Sebelum kita melihat bagaimana ketika retrieval kembali gagal, mari kita melihat beberapa
konsep dasar dan variabel yang telah diketahui dapat mempengaruhi kemungkinan informasi
dikodekan dengan akurat disimpan dan akhirnya dapat diambil kembali. Seperti yang akan kita lihat,
10
Universitas Indraprasta PGRI 11
retrieval kembali sangat tergantung pada situasi bagaimana ingatan tersebut dikodekan dan bagaimana
ingatan tersebut disimpan.
Serial Position Effect
Serial position Effect adalah kecenderungan mengingat hal-hal yang ada pada bagian awal dan
bagian akhir dari sebuah daftar dengan sangat baik, dibandingkan dengan yang berada dibagian tengah.
Jika anda merupakan penggemar acara realitas di TV, anda mungkin akan menyadari anda sepertinya
selalu mengingat orang-orang yang pertama kali di eliminasi dan beberapa peserta yang bertahan
sampai akhir. Sedangkan orang-orang yang tereliminasi di bagian pertengahan akan tampak kabur.
Efek primacy adalah istilah untuk mengingat dengan lebih baik hal-hal yang berada di bagian awal
sebuah daftar. Ditambah dengan kecenderungan sulit mengingat bagian tengah daftar, pola ini menjadi
sebuah serial position effect (pengaruh letak bersambung).
Isyarat Retrieval dan Tugas Retrieval
Dua faktor lain yang terlibat dalam proses rerieval adalah :
1. Sifat dasar dari isyarat yang dapat memicu ingatan anda
2. Tugas retrieval yang anda tetapkan untuk diri anda sendiri.
Jika isyarat yang efektif dari apa yang anda ingin ingat tidak tersedia, anda perlu untuk
membuatnya- proses yang terjadi di ingatan kerja. Sebagai contoh, jika anda buntu dalam mengingat
nama teman baru anda, anda mungkin mencari semua abjad menghasilkan nama yang dimulai dengan
setiap huruf. Jika anda berhasil menemukan nama yang tepat, anda mungkin akan mengenalinya.
Kita dapat belajar menghasilkan isyarat retrieval. Satu strategi terbaik adalah dengan
menggunakan subkategori sebagai isyarat retrieval. Sebagai contoh, tuliskan nama teman sekelas anda
sebanyak mungkin dari SMP atau SMA, seingat anda. Ketika anda sudah kehabisan nama, pikirkan
aktivitas yang anda lakukan selama masa sekolah itu, seperti pelajaran matematika, OSIS, waktu
makan siang, pramuka, atau yang lainnya.
Mengingat kembali dan mengenali kehadiran atai ketiadaan isyarat yang baik dan tugas retrieval
adalah faktor yang penting dalam pembedaan ingatan: mengingat kembali dan mengenal. Mengingat
kembali (recall) adalah tugas ingatan ketika individu harus mengambil kembali informasi yang telah
dipelajari sebelumnya, seperti ketika ada ujian esai. Mengenali (recognition) adalah tugas ingatan
ketika individu hanya harus mengidentifikasi (mengenali) hal-hal yang sudah dipelajari, seperti dalam
ujian pilihan ganda.
Kekhususan encoding salah satu pertimbangan dalam memahami retrieval adalah prinsip
kekhususan encoding (encoding specifccity principle), yang menyatakan bahwa informasi yang ada
pada waktu encoding cenderung merupakan isyarat retrieval yang efektif. Sebagai contoh, anda tahu
11
Universitas Indraprasta PGRI 12
dosen anda di kelas-anda selalu melihatnya di kelas. Namun, bertemu dengan mereka di situasi yang
tidak diharapkan (misalnya di rumah makan atau di dokter) atau dengan baju yang lebih santai, anda
mungkin menemukan bahwa anda lupa nama dosen tersebut.
2.3. Lupa dan Sebab Terjadinya
Menurut Plotnik, lupa merupakan ketidakmampuan untuk memperoleh, memanggil, atau
mengenali kembali informasi yang telah tersimpan atau masih tersimpan dalam long-term memory.
Herman Ebbinghaus (1850-1990) adalah orang pertama yang melakukan penelitian tentang
lupa. Dalam penelitiannya Ebbinghaus ingin membuktikan bahwa proses mental yang lebih tinggi
tidak sembunyi dari pandangan namun dapat diteliti dengan menggunakna eksperimen.
Dalam eksperimennya Ebbinghaus menggunakan objek yang netral, yaitu kombinasi hurufhuruf yang membentuk kata tanpa arti, misalnya yax, jec, dac, dsb. Sederetan kata-kata tak berarti
tersebut diberikan kepadasejumlah orang termasuk dirinya sendiri untuk dibaca berulang-ulang dan
diingat-ingat. Setelah itu, kata-kata tersebut akan diambil dan orang-orang tersebut haru
smenyebutkan kembali sebanyak mungkin kata-kata tersebut. Banyaknya kata yang ada dalam daftar
tersebut yang dapat disebutkan kembali merupakan skor untuk mengukur daya ingat seseorang. Dari
eksperimen ini Ebbinghaus membuat kurva ingatan yang dikenal dengan nama “Kurva Retensi dari
Ebbinghaus”
Nampak dari kurva tersebut bahwa apa yang sudah dipelajari akan dilupakan. Mula-mula
banyak sekali yang dilupakan, sehingga kurvanya menurun, tetapi semakin lama kemerosotannya
berkurang, sehingga pada suatu waktu tertentu tercapai jumlah kata-kata yang diingat terus untuk
waktu yang lama.
 Hukum dari Ebbinghaus :
perbandingan antara hal-hal hal-hal yang dipelajari dengan waktu yang digunakan
untuk mempelajari hal-hal tersebut sebanding.
Sehingga makin banyak hal yang harus dipelajari maka makin banyak pula waktu yang
diperlukan untuk mempelajarinya.
Dengan begitu Ebbinghaus berpendirian bahwa proses mengingat dan proses lupa terjadi
secara otomatis ( dengan sendirinya) dan mekanistik Kurva retensi merupakan ukuran banyaknya
informasi yang telah dipelajari sebelumya yang dapat diingat kembali suatu saat.
12
Universitas Indraprasta PGRI 13
Namun peneliti lain menunjukkan bahwa proses lupa tidak terjadi seekstensif yang
dikemukakan Ebbinghaus. Ada empat teori yang membahas tentang lupa, yaitu decay theory,
interference theory, reconstruction theory, dan theory of motivated forgetting.
1.
Decay Theory (Teori Kemerosotan)
Teori Kemerosotan ini menyatakan bahwa lupa terjadi karena berlalunya waktu. Teori ini
menyatakan bahwa ketika sesuatu yang baru dipelajari, ada zat saraf kimia yang membentuk ‘jejak’,
tetapi seiring dengan berlalunya waktu, ‘jejak’ ini cenderung menghilang.
Ingatan sering mengabur seiring berjalannya waktu, tetapi teori kemerosotan saja tidak bisa
menjelaskan proses terjadinya lupa. Sebagai contoh, dalam kondisi retrieval yang tepat, ingatan yang
sepertinya sudah terlupakan dapat diambil kembali.
Contoh : Mahasiswa yang belajar hanya pada malam kuis, dia akan mengalami kelupaan jikalau
bahan-bahan kuis tersebut tidak di baca kembali pada semester-semester berikutnya.
2.
Interference Theory (Teori Gangguan)
Teori ini menyatakan bahwa gangguan merupakan salah satu sebab terjadinya lupa. Teori ini
menyatakan bahwa lupa bukan disebabkan hilangnya ingatan dari penyimpanan, tetapi karena ada
informasi lain yang menghambat mengingat.
Ada dua macam gangguan, yaitu :
 Gangguan Proaktif
Terjadi ketika materi yang telah dipelajari lebih dahulu mempengaruhi proses mengingat materi
yang dipelajari kemudian.
Contoh : Anda pertama kali belajar materi dalam kuliah psikologi kemudian mengikuti kuliah
sosiologi untuk mempelajari materi yang sama tetapi berbeda, dengan demikian memori
Anda dari bahan sosiologi terganggu karena masih mengingat materi psikologi.
 Gangguan Retroaktif
Terjadi ketika bahan yang dipelajari sesudahnya mengganggu retrieval informasi yang dipelajari
sebelumnya.
Contoh : pemain ski yang baik memiliki kesulitan setelah belajar snowboard. Teknik untuk
snowboarding dapat mengganggu teknik ski.
Hal ini menyebabkan pemain ski
mengalami kesulitan mengingat keterampilan sebelumnya.
13
Universitas Indraprasta PGRI 14
3.
Reconstruction (Schema) Theory
Teori ini menyatakan bahwa informasi yang ada dalam memori berubah ketika kita berusaha
untuk mengingatnya kembali. Informasi yang disimpan pada LTM terkadang berubah seiring waktu
dan menjadi lebih mengarah kepada kepercayaan, pengetahuan, dan harapan kita.
Ide skema ini awalnya diciptakan oleh Sir Frederick Bartlett di Cambridge University pada
tahun 1930an. Bartlett (1932) tertarik pada bagaimana ekspektasi-ekspektasi memainkan aturan kritis
bagi manusia untuk mengingat dan mengetahui kejadian-kejadian harian. Melalui schemata,
pengetahuan lama akan menghasilkan informasi yang baru.
Sebagai contoh, ketika itu salah satu partisipan Bartlett membaca frase “sesuatu yang
berwarna hitam keluar dari mulutnya” dan kemudian yang lain merepresentasikan “mulutnya
berbusa”. Ringkasnya, teori schema secara akurat memprediksi bahwa orang tidak selalu menyimpan
dan mengambi data seperti komputer mengambil data. Pikiran juga dapat mendistorsi kejadian saat ia
menyandikan dan menyimpan kesan dari realitas.
4.
The Theory of Motivated Forgetting
Teori ini menyatakan bahwa kita melupakan hal-hal yang tidak mengenakkan. Lupa didasari
oleh informasi yang ingin dilupakan.
Repression
Menurut Freud, represi merupakan proses mental yang menyimpan kejadian emosional atau
kejadian yang tidak mengenakkan di alam bawah sadar sehingga ingatan tersebut tidak dapat
muncul kembali, namun suatu hal dapat menyebabkan ingatan itu muncul kembali.
Contoh : seorang wanita melaporkan ayahnya setelah ia mengingat bahwa ayahnya telah
membunuh temannya 27 tahun yang lalu.
Metode Mnemonic
Mnemonic adalah bantuan ingatan visual dan atau verbal. Ada tiga jenis metode mnemonic, yaitu :
 Metode loci adalah metode mengingat yang menciptakan hubungan visual antara tempat yang
dingat dengan suatu hal yang akan diingat.
Contoh : kita ingin menghafal daftar belanjaan kita sebelum pergi ke supermarket. Maka kita
bisa mengingat-ingat barang-barang yang ingin kita beli sembari membayangkan
perjalanan mental pergi dari tempat tidur menuju dapur di dalam benak kita. Sebagai
contohnya di dalam daftar belanja kita urutan yang pertama adalah telur, dan kita
bayangkan saja telur itu ada di atas ranjang.
14
Universitas Indraprasta PGRI 15
Selanjutnya, di dalam contoh tersebut barang untuk dibelanjakan yang kedua
adalah roti. Maka, kita bisa bayangkan roti tersebut ada di depan pintu di dalam
imajinasi kita. Dan begitu seterusnya untuk setiap benda belanjaan yang ingin kita
ingat-ingat, diletakkan di beberapa lokasi secara berurutan sepanjang perjalanan sesuai
rute khayalan kita dari kamar menuju dapur.
Sehingga, sesampainya kita di supermarket, kita bisa menggali memori kita
untuk mengingat-ingat daftar belanjaan dengan metode loci ini. Kita pikirkan rute
perjalanan dari ruang tidur menuju dapur dan melihat secara mental; barang-barang
belanjaan yang kita ingin ingat-ingat. Dalam bayangan pikiran tersebut, kita akan
mengingat telur yang di atas kasur, roti yang di depan pintu, dan seterusnya sampai ke
titik lokasi atau tempat terakhir di dapur khayalan kita.
 Metode kata kunci adalah metode mengingat dengan melekatkan imajinasi yang nyata pada katakata yang penting.
Contoh : Keysa ingin mengingat bahwa sistem limbik terdiri atas dua daerah utama, yaitu
amigdala dan hipokampus. Kemudian ia membayangkan dua kaki sistem limbik yang
terdiri atas satu amigdala dan satu hipokampus.
 Metode peg adalah metode mengingat dengan mengasosiasikan ejaan sajak dengan memori yang
ingin diingat.
Contoh : Arnold ingin mengingat bahan-bahan untuk membuat kue yang terdiri dari tepung, gula,
dan telur. Kemudian ia mengasosiasikan one = bun, two = shoe, three = tree.
Selanjutnya ia menggabungkan tepung dengan bun (sanggul) menjadi sekantung
tepung jatuh di sanggul orangtua di pasar, dll.
 Metode akronim adalah membuat akronim dengan menciptakan kata dari huruf awal atau suku
kata benda yang akan diingat.
Contoh : akronim untuk mengingat spektrum warna cahaya : mejikuhibiniu (merah ; jingga ;
kuning; hijau; biru; nila; ungu).
Human Diversity : Cultural Circumstances and Memory Skills
Apakah budaya berpengaruh terhadap kemampuan intelektual dasar manusia, seperti memori?
Beberapa psikolog percaya bahwa keadaan budaya berdampak besar terhadap aspek intelegensi.
Judith Kearins (1986) mengajukan hipotesis bahwa orang Aborigin mempunyai kemampuan
memori visual yang lebih baik mengenai objek dibanding orang kulit putih Australia. Kearins
berasumsi bahwa kemampuan memori visual yang baik mendukung kehidupan suku Aborigin
terhadap tantangan lingkungan, dll.
15
Universitas Indraprasta PGRI 16
Dalam eksperimentnya, Kearins memberikan waktu 30 detik kepada remaja Aborigin dan
remaja kulit putih Australia untuk mengingat lokasi benda di suatu tempat berbentuk persegi panjang.
Kemudian Kearins mengubah posisi benda dan meminta remaja itu untuk meletakkan benda di posisi
awal. Hasilnya, remaja Aborigin lebih bisa menempatkan benda di posisi semula.
Suku Aborigin mengingat informasi dengan menggunakan visual retrieval cues. Sedangkan
orang yang tinggal di daerah perkotaan bertahan dengan kemampuan membaca, menulis, dll, yang
disebut dengan verbal retrieval cues.
Research Focus : False Memories
False memory adalah mengingat kejadian yang tidak pernah terjadi atau kejadian yang terjadi namun
berbeda dengan kejadian sebenarnya.
Contoh : pada tahun 1996 seorang wanita menuduh Dr. Donald Thompson (seorang psikolog
terkenal) telah memperkosa dia. Kenyatannya, wanita ini diperkosa oleh orang yang tidak dikenal
sesaat setelah menonton tayangan televisi yang mempertunjukkan dokter Donald melakukan
wawancara.
2.4.
Dasar Biologis Memori
Pengetahuan akan memori telah banyak dipelajari bebrapa tahun belakangan mengenai
penyimpanan dan penarikan informasi tidak hanya membuat kita mengerti pentingnya peran otak,
tetapi juga membantu kita untuk lebih memahami memori.
Teori Sipnatik memori : Pencarian Engram
Beberapa perubahan fisik berlangsung di dalam sistem saraf ketika kita mempelajari sesuatu yang
baru (Baddeley, 1998; McGaugh, 1983).
Seorang peneliti memori awal, Karl Lashley menyebutkan bahwa sesuatu yang tersisa
setelah belajar engram merupakan dasar biologis dari memori. Belajar engram : istilah bagi
sebagian jejak memori di dalam otak. Pencarian untuk engram ini terbukti menjadi teka-teki paling
membingungkan buat para ilmuwan dan psikolog yang tertarik untuk mempelajari memori dalam
menentukan dasar ilmiah saraf tentang pembentukan memori.
Menurut
peneliti asal Kanada, Donal Hebb (1949) synaptic facilitation
adalah dasar
biologis dari belajar dan mengingat. Synaptic facilitation merupakan proses aktivitas saraf yang
menyebabkan perubahan struktural dalam sinapsis yang memfasilitasi pembelajaran dan memori.
Contohnya adalah pengalaman unik kita yang menyebabkan berubahnya struktur sipnatik.
16
Universitas Indraprasta PGRI 17
Eric Kandel peraih hadiah nobel dalam bidang kedokteran dan fisiologi untuk penelitiannya
mengenai peran perubahan dalam sinaptik saraf di dalam memori . Penelitian ini dilakukan melalui
percobaan pintarnya pada siput laut (aplysia ) dan dukung kuat dengan teori Hebb. Siput laut dipilih
untuk penelitian memori sebagai CR classical karena memiliki komposisi sistem saraf yang
sederhana dan neuron yang sangat lebar sehingga memudahkan penelitian.
Cara penelitan menggunakan kondisi klasikal :
Siput + disentuh (CS) à tidak menarik insang dan menyedot air
Siput laut + sentuhan (CS) + sengatan listrik ringan (UCS) à menarik insang dan menyedot air
(UCR)
Siput + sentuhan (CS) à menarik insang dan menyedot air (CR).
Perubahan pada sinapsis ini disebabkan oleh pengkondisian klasik yang di pelajari dengan
mengukur hubungan saraf yang terlibat dalam penarikan insang dan penyedotan. Pada penemuan
ini, obat-obat
yang mengganggu sintesis protein menghambat pembentukan memori melalui
pengkondisian klasik dalam siput laut.Jelas bahwa Hebb benar .Setidaknya untuk beberapa bentuk
sederhana dari memori dimana respon belajar adalah "diingat" pada sinapsis.
Bukti lain yang mengungkapkan bahwa senyawa kimia adalah dasar awal penyebab
rapuhnya memori. Proses konsolidasi adalah penguatan secara bertahap pada perubahan kimia di
dalam sinapsis yang diikuti dengan penalaman belajar.
Tahapan Memori dan Otak
Hasil penelitian tentang peran otak dalam memori mengungkapkan dua perbedaan antara STM dan
LTM :
1) Perbedaan peran otak pada perubahan sinaps yang mengatakan bahwa perubahan sinaps
terlibat dalam long term memory (LTM) dan short term memory (STM).
2) Perbedaan dalam struktur otak yang terlibat dalam short term memory (STM) and long term
memories (LTM) .
Tahap-tahap memori dan otak :
1.
Thalamus : Informasi visual pertama kali diarahkan melalui hipotalamus menuju daerah visual
korteks cerebral.
2.
Informasi kemudian disampaiakan ke lobus frontal dan parietal tempat terjadinya STM.
3.
Informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang ini kemudian diadakan dalam
hippocampus selama beberapa minggu atau bulan dan kemudian dipindahkan ke daerah
korteks serebral untuk pemrosesan penyimpanan jangka panjang.
17
Universitas Indraprasta PGRI 18
4.
Ketika kita memanggil kembali dari LTM, memori akan berotasi kembali ke lubus frontal dan
parietal ditempat terjadinya memori jangka pendek (working memory).
Contohnya tentang hadiah terindah dari orangtua pada saat ulangtahun ke 17. Dimana pada
waktu itu saya lupa bahwa besok merupakan hari special saya sehingga saya tak menanti-nantikan
sesuatu yang spesial juga pada waktu itu. Saya tidur seperti biasa kira-kira pukul 22.30. Ketika
pukul 24.00 lewat sedikit, saya dibangunkan oleh nanyian Happy birthday dari orangtua dan yang
paling mengagetkan, teman-teman saya juga ada di kamar saya ikut menyanyikan nanyian selamat
ulangtahun buat saya.
Sampai sekarang, saya masih mengingat momen itu dimana saya terbangun dan melihat
orangtua beserta teman-teman saya (rangsangan visual dari mata di transfer ke thalamus yang
merupakan daerah visual dari korteks occipital). Aktifitas saraf secara singkat mengadakan jejak
yang disebut dengan register sensorik. Ketika saya menutup mata, saya mampu mengingat register
sensorik dan bisa disimpan oleh memori akti di dalam STM untuk sementara waktu di lobus fontal
dan parietal dari korteks serebral. Semua harus telah disimpan sementara dan diproses di
hippocampus kemudian ditransfer ke lobus oksipital korteks serebral.
Seperti yang saya ingat dan berpikir tentang memori ini sekarang, lobus frontal saya
memainkan peran kunci. Dengan demikian, tampak bahwa tiga tahap memori melibatkan berbagai
struktur otak yang berbeda sebagai informasi disimpan dan diambil. Struktur otak bekerja dalam
koordinasi yang erat sebagai informasi yang masuk ke dalam memori dan seperti yang diambil dari
memori.
Gangguan pada Memori : Amnesia
Gangguan utama pada memori yang menarik perhatian kita karena merupakan suatu kondisi yang
penting dan yang memberitahu kita tentang dasar bilogis memori :
 Retrograde
Amnesia
merupakan
gangguan
karakteristik
memori
karena
ketidakmampuan mengambil ingatan lama jangka panjang atau hilangnya ingatan
terhadap peristiwa yang terjadi, sebelum insiden itu tejadi. Seperti halnya yang dialami
oleh Lady Diana pada waktu kecelakaan mobil.Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya
terjadi karena hanya ada satu orang yang selamat dari kecelakaan itu namun menderita
geger otak sehingga tak bisa mengingat apa yang terjadi di menit sebelum kecelakaan.
Pada amnesia retrograde, biasanya ada gangguan sedikit pada STM dan induvidual
dapat menciptakan memori baru jangka panjang selama periode setelah amnesia.
Banyak penelitian percaya bahwa retrograde amnesia terjadi karena adanya penghinaan
terhadap otak seperti kejang, pukulan pada kepala dan peristiwa yang sangat
mencekam atau menegangkan.
18
Universitas Indraprasta PGRI 19
 Anterograde Amnesia adalah gangguan memori akibat ketidakmampuan menyimpan
dan mengambil informasi baru di LTM. Jadi amnesia anterograde ini mengacu pada
hilangnya memori untuk peristiwa setelah insiden. Biasanya kasus seperti ini disebut
sebagai amnesia murni sehingga seseorang tidak dapat menyimpan informasi baru
dalam memori jangka pendek mereka.
Studi kasus pada anterograde amnesia :
H.M yang menderita kejang epilepsi pada umur 10 tahun namun pada saat berusia 27 tahun,
kejang ini semakin akut walaupun telah diberi obat anti kejang. Dokter menyarankan H.M untuk
menjalankan operasi otak. Hasil dari operasi ini adalah secara dramatis menurunkan tingkat kejang
namun merusak beberapa struktur penting di otak sehingga H.M dapat mengingat dengan normal
kejadian sebelum operasi tapi dia punya defisit memori parah untuk peristiwa yang terjadi setelah
operasi.
Memori jangka pendeknya normal, tapi ia benar-benar tidak mampu mentransfer informasi
baru ke dalam memori jangka panjang nya. Dia juga mampu mengingat orang-orang yang sudah
dikenal lama namun tidak pernah mampu menyimpan informasi tentang orang-orang baru yang
ditemuinya dan menganggap mereka adalah orang asing baginya.
Struktur biologis kunci yang rusak dalam operasi HM dan sering rusak dalam amnesia
anterograde, adalah hippocampus. Hippocampus merupakan bagian k yang memainkan peran dalam
gairah emosional dan memori jangka panjang. Dan hippocampus juga merupakan struktur otak
untuk mengatur transfer memori dari STM ke LTM. Kasus HM juga menunjukkan bahwa
hippocampus memainkan peran penting dalam memori episodik, tapi tidak memori prosedural.
Baik amnesia anterograde dan retrograde yang dialami oleh individu dengan sindrom
Korsakoff. Sindrom Korsakoff merupakan hasil dari kekurangan (vitamin Bl) tiamin setelah
bertahun-tahun dari penyalahgunaan alkohol. Alcoholics sering memiliki pola makan yang buruk
karena mereka mendapatkan kalori yang cukup dari asupan alkohol mereka, sehingga asupan
vitamin dari makanan mereka sangat rendah. Selain masalah mengambil beberapa vitamin dalam
alkohol juga mengganggu penyerapan tiamin dalam usus.Sering sekali Korsakoffs sindrom ini juga
bisa terjadi akibat infus glukosa yang diberikan kepada orang yang menderita gizi buruk.
Banyak pasien pergi melalui fase akut, yang dikenal sebagai ensefalopati Wernicke, di mana
mereka menderita gangguan gerak dan fungsi emosional dan kognitif. Pada fase kronis yang
mengikuti gejala utama adalah amnesia, terutama anterograde tetapi juga retrograde.
Kerusakan otak pada sindrom Korsakoff tampaknya meluas dengan hilangnya sel saraf yang
sering terjadi di beberapa daerah di otak termasuk thalamus, otak kecil, korteks serebral dan lobus
frontal.
19
Universitas Indraprasta PGRI 20
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
o Memori adalah kemampuan untuk menyimpan informasi dari waktu ke waktu melalui tiga proses:
encoding (membentuk), menyimpan, dan mengambil.
o Ada tiga jenis ingatan, yaitu :
 Ingatan sensoris : Proses awal yang menerima dan menyimpan informasi lingkungan
dalam bentuk mentah untuk periode waktu yang singkat.
 Ingatan jangka pendek (short term memory) : Proses lain yang dapat menampung
sejumlah informasi terbatas hanya untuk waktu yang singkat 2 sampai 30 detik.
 Ingatan jangka panjang (long term memory) : Proses menyimpan informasi dalam
jangka waktu yang lama.
o Lupa merupakan ketidakmampuan untuk memperoleh, memanggil, atau mengenali kembali
informasi yang telah tersimpan atau masih tersimpan dalam long-term memory.
o Hukum dari Ebbinghaus : perbandingan antara hal-hal hal-hal yang dipelajari dengan waktu yang
digunakan untuk mempelajari hal-hal tersebut sebanding.
o Ada empat teori yang membahas tentang lupa, yaitu decay theory, interference theory,
reconstruction theory, dan theory of motivated forgetting.
o Synaptic facilitation merupakan proses aktivitas saraf yang menyebabkan perubahan struktural
dalam sinapsis yang memfasilitasi pembelajaran dan memori.
o Retrograde Amnesia merupakan gangguan karakteristik memori karena ketidakmampuan
mengambil ingatan lama jangka panjang atau hilangnya ingatan terhadap peristiwa yang terjadi,
sebelum insiden itu tejadi.
o Anterograde Amnesia adalah gangguan memori akibat ketidakmampuan menyimpan dan
mengambil informasi baru di LTM.
20
Universitas Indraprasta PGRI 21
DAFTAR PUSTAKA
 Lahey, Benjamin B. 2005. Psychology An Introduction 9th edition. New York : McGraw-Hill Book
Company
 Plotnik, Rod. 2005. Introduction to Psychology 7 ed. New York : Thomson wadswoth
 Feldman, Robert, S. 2012. Pengantar Psikologi. Jakarta: Salemba
 King, Laura A. 2010. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika
 Santrock, John W. 2011. Psikologi Pendidikan edisi kedua. Jakarta : Kencana
 http://www.news-medical.net/health/Causes-of-amnesia-%28Indonesian%29.aspx
 http://en.wikipedia.org/wiki/Retrograde_amnesia
 http://www.simplypsychology.org/anterograde-amnesia.html
 http://fanni-myhome.blogspot.com/2012/05/kelupaan.html
21
Download