Uploaded by Syaiful Rahman

Bab 2 - 1 dof dengan redaman

advertisement
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
BAB 2
SISTEM SATU DERAJAT KEBEBASAN
DENGAN REDAMAN
Pada Bab 1 telah ditunjukkan bahwa suatu sistem yang bergetar tanpa redaman akibat suatu
kondisi awal akan terus bergetar dengan amplitudo konstan dengan frekuensi alaminya. Dalam
kenyataan, hal tersebut tidak mungkin terjadi karena adanya gaya redaman atau friksi yang akan
berusaha untuk meredam energi dan memindahkannya dalam bentuk energi lain, seperti energi
panas. Mekanisme transformasi atau disipasi energi redaman ini sangat kompleks dan masih
belum dipahami benar hingga saat ini. Untuk memperhitungkan gaya redaman dalam analisa
dinamis, perlu diambil beberapa asumsi sehubungan dengan gaya ini berdasarkan pengalaman.
2.1 Redaman Viscous
Untuk memperhitungkan gaya redaman dalam analisa dinamis suatu struktur, biasanya
diasumsikan bahwa gaya sebanding dengan kecepatan dan berlawanan dengan arah gerakan. Tipe
redaman semacam ini disebut redaman viscous, yaitu gaya tahan yang terjadi jika suatu benda
bergerak dalam air.
2.2 Persamaan Gerak
Tinjau suatu sistem struktur dengan redaman dimodelkan sebagai koefisien redaman viscous, c,
seperti pada Gambar 2.1. Penjumlahan gaya dalam arah y menghasilkan persamaan gerak
m&y& + cy& + ky = 0
(2.1)
y
k
(a)
m
c
y
ky
mÿ
(b)
cý
Gambar 2.1 (a) Oskilator Dengan Redaman Viscous. (b) Diagram Free-body
Sumargo
Halaman 15
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
Mahasiswa diminta untuk menunjukkan bahwa solusi terdahulu untuk sistem tanpa redaman
y = A sin ωt atau y = B cos ωt tidak akan memenuhi Pers. (2.1). Tetapi persamaan eksponensial
y = Ce pt akan memenuhi persamaan ini. Substitusi fungsi eksponensial ini ke dalam Pers. (2.1)
akan menghasilkan
mCp 2 e pt + cCpe pt + kCe pt = 0
dan akan didapat persamaan karakteristik yaitu
mp 2 + cp + k = 0
(2.2)
Akar dari persamaan ini adalah
2
p1
c
k
⎛ c ⎞
=−
± ⎜
⎟ −
p2
2m
m
⎝ 2m ⎠
(2.3)
Jadi solusi umum dari Pers. (2.1) adalah superposisi dari dua solusi yang memungkinkan, yaitu
y (t ) = C1e p1t + C 2 e p2t
(2.4)
dimana C1 dan C2 adalah konstanta integrasi yang didapat dari kondisi awal.
Bentuk akhir Pers. (2.4) tergantung pada tanda dibawah nilai akar dari Pers. (2.3). Ada tiga kasus
yang mungkin terjadi: nilai dibawah akar pada Pers. (2.3) dapat nol, positif, atau negatif. Kasus
dengan besaran dibawah nilai akar sama dengan nol akan dibahas terlebih dahulu dan disebut
sebagai redaman kritis.
2.3 Sistem Redaman Kritis
Suatu sistem yang bergetar dengan redaman kritis, maka nilai besaran dibawah akar pada Pers.
(2.3) akan sama dengan nol, yaitu
2
k
⎛ ccr ⎞
⎜
⎟ − =0
m
⎝ 2m ⎠
(2.5)
atau
ccr = 2 km
(2.6)
dimana ccr menyatakan redaman kritis. Karena frekuensi alami dari sistem tanpa redaman diberi
notasi ω = k m , maka koefisien redaman pada Pers. (2.6) juga dapat dinyatakan dengan notasi
lain yaitu
Sumargo
Halaman 16
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
ccr = 2mω =
2k
ω
Dinamika Struktur
(2.7)
Dalam sistem dengan redaman, akan dari persamaan karakteristik akan sama dan dari Pers. (2.3)
didapat
p1 = p 2 = −
ccr
2m
(2.8)
Karena kedua akar sama, maka persamaan umum yang diberikan oleh Pers. (2.4) hanya akan
memberikan satu konstanta integrasi, sehingga hanya ada satu solusi yaitu
y1 (t ) = C1e − ( ccr / 2 m ) t
(2.9)
Solusi yang lain dapat dicari dengan menggunakan fungsi berikut
y 2 (t ) = C 2 te − ( ccr / 2 m ) t
(2.10)
Persamaan ini juga akan memenuhi Persamaan gerak (2.1) [buktikan!]. Solusi umum untuk
sistem dengan redaman kritis merupakan penjumlahan dari kedua solusi ini,
y 2 (t ) = (C1 + C 2 t )e − ( ccr / 2 m )t
(2.11)
2.4 Sistem Redaman Superkritis (Overdamped System)
Dalam sistem redaman superkritis, koefisien redamannya lebih besar dari nilai redaman kritis,
c > ccr
(2.12)
Karena nilai besaran di bawah akar dari Pers. (2.3) adalah positif, maka kedua nilai akar dari
persamaan karakteristik adalah nyata dan berbeda, dan solusi persamaannya langsung diberikan
oleh Pers. (2.4). Perlu dicatat bahwa, getaran yang dihasilkan oleh sistem dengan redaman kritis
dan superkritis tidak akan berupa getaran berulang dengan perioda yang tetap (oskilasi),
melainkan akan semakin menghilang dengan waktu. Gambar 2.2 memperlihatkan respon suatu
oskilator dengan redaman kritis. Respon sistem superkritis akan mirip dengan gerakan sistem
redaman kritis tetapi turunnya respon ke posisi netral akan memerlukan waktu lebih lama dengan
bertambahnya redaman.
Sumargo
Halaman 17
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
y(t)
υo
yo
t
Gambar 2.2 Respon Getaran Bebas Dengan Redaman Kritis
2.5 Sistem Redaman Subkritiss (Underdamped System)
Jika koefisien redaman lebih kecil dari redaman kritis (c < ccr), yang dapat terjadi jika besaran
dibawah tanda akar bernilai negatif. Harga akar dari Persamaan karakteristik (2.3) akan
kompleks, yaitu
p1
c
k ⎛ c ⎞
=−
±i
−⎜
⎟
p2
m ⎝ 2m ⎠
2m
2
(2.13)
dimana i = − 1 adalah bilangan imajiner.
Untuk kasus ini akan lebih mudah jika digunakan persamaan Euler yang menghubungkan fungsi
eksponensial dengan fungsi trigonometri, yaitu
e ix = cos x + i sin x
e −ix = cos x = i sin x
(2.14)
Dengan mensubstitusi akar p1 dan p2 dari Pers. (2.13) ke dalam Pers. (2.14) dan dengan
menggunakan Pers. (2.14), akan memberikan solusi umum sistem tanpa redaman:
y (t ) = e − ( c / 2 m ) t ( A cos ω D t + B sin ω D t )
(2.15)
dimana A dan B adalah konstanta integrasi dan ωD adalah frekuensi sistem dengan redaman yang
diberikan oleh
ωD =
k ⎛ c ⎞
−⎜
⎟
m ⎝ 2m ⎠
2
(2.16)
atau
Sumargo
Halaman 18
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
ωD = ω 1−ξ 2
Dinamika Struktur
(2.17)
Persamaan (2.17) didapat dengan mensubstitusi persamaan di bawah ini ke dalam Pers. (2.16).
k
m
ω=
(2.18)
dimana rasio redaman didefinisikan sebagai
ξ=
c
ccr
(2.19)
Setelah kondisi awal berupa perpindahan dan kecepatan awal, yo dan υo, akan didapat konstanta
integrasi dan jika dimasukkan kedalam Pers. (2.15) akan menghasilkan
⎞
⎛
υ + y oξω
y (t ) = e −ξωt ⎜⎜ y o cos ω D t + o
sin ω D t ⎟⎟
ωD
⎠
⎝
(2.20)
Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk lain, yaitu
y (t ) = Ce −ξωt cos(ω D t − α )
(2.21)
dimana
C=
(υ o + y oξω )2
y o2 +
dan
tan α =
ω D2
(υ o + y oξω )
ω D yo
(2.22)
(2.23)
Grafik respon sistem subkritis dengan perpindahan awal yo dan kecepatan awal nol (υo=0)
diperlihatkan dalam Gambar 2.3. Terlihat dalam gambar ini bahwa gerakan bersifat oskilasi tetapi
tidak periodik. Amplitudo getaran juga tidak konstan melainkan berkurang dengan bertambahnya
putaran; tetapi oskilasi terjadi pada interval waktu yang sama. Interval waktu ini dikenal sebagai
perioda getaran dengan redaman dan bisa didapat dari Pers. (2.17), yaitu
TD =
Sumargo
2π
ωD
=
2π
ω 1−ξ 2
(2.24)
Halaman 19
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
y(t)
Ce-ξωt
TD
yo
2TD
3TD
7TD/2
TD/2
3TD/2
t
5TD/2
Gambar 2.3 Respon Getaran Bebas Untuk Sistem Sub Kritis
Nilai koefisien redaman untuk struktur aktual jauh lebih kecil dari koefisien redaman kritis dan
biasanya berkisar antara 2 – 20% dari koefisien redaman kritis. Substitusi nilai maksimum ξ =
20% ke dalam Pers. (2.17),
ω D = 0,98ω
(2.25)
Terlihat bahwa frekuensi getaran suatu sistem dengan rasio redaman 20% akan hampir sama
dengan frekuensi alami sistem tanpa redaman. Jadi dalam prakteknya, frekuensi alami untuk
sistem dengan redaman dapat diambil sama dengan frekuensi alami sistem tanpa redaman.
2.6 Penurunan Logaritmik
Metoda praktis untuk menentukan koefisien redaman suatu sistem secara eksperimental adalah
dengan memberikan getaran bebas, mendapatkan catatan getaran oskilasi seperti yang terlihat
dalam Gambar 2.4, dan mengukur kecepatan penurunan amplitudo getaran. Penurunan aplitudo
dapat dinyatakan sebagai penurunan logaritmik δ dan didefinisikan sebagai logaritmik dari dua
amplitudo yang berurutan, y1 dan y2 dalam getaran beban, yaitu
δ = ln
y1
y2
(2.26)
Berikut ini dijelaskan cara mengevaluasi redaman dari penurunan logaritmik. Tinjau getaran
dengan redaman yang dinyatakan oleh Gambar 2.4 dan secara analitis dari Pers. (2.21)
menghasilkan
y (t ) = Ce −ξωt cos(ω D t − α )
Sumargo
Halaman 20
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
y(t)
puncak
Dinamika Struktur
Titik singgung [cos(ωDt-α)=1]
Ce-ξωt
puncak
y1
y2
y3
y4
TD/2
TD/4
TD
2TD
3TD
t
Gambar 2.4 Kurva Dengan Beberapa Perpindahan Maksimum
Dari persamaan ini dapat disimpulkan bahwa, jika faktor cosinus sama dengan satu, perpindahan
akan berada pada titik-titik dari kurva eksponensial y (t ) = Ce −ξωt seperti pada Gambar 2.4. Tetapi
titik-titik ini hanya mendekati dan tidak sama dengan posisi perpindahan maksimum. Titik-titik
pada kurva eksponensial sedikit berada di sebelah kanan dari amplitudo maksimum. Untuk
keperluan praktis, perbedaan ini diabaikan dan kurva perpindahan dapat dianggap berimpit pada
puncak amplitudo, dengan kurva y (t ) = Ce −ξωt sehingga kita dapat menuliskan, untuk dua puncak
yang berurutan, y1 pada t1 dan y2 pada t2 detik berikutnya,
y1 = Ce −ξωt1
dan
y 2 = Ce −ξω ( t1 +t D )
Bagi kedua amplitudo maksimum ini dan ambil bentuk logaritmiknya, maka didapat
δ = ln
y1
= ξωTD
y2
(2.27)
atau dengan mensubstitusi, TD, perioda redaman, dari Pers. (2.24),
δ = 2πξ / 1 − ξ 2
(2.28)
Terlihat bahwa rasio redaman ξ dapat dihitung dari Pers. (2.28) setelah amplitudo dari dua
puncak yang berurutan ditentukan secara eksperimental berdasarkan getaran bebas sistem. Untuk
nilai rasio redaman yang kecil, Pers. (2.28) dapat didekati dengan
δ ≅ 2πξ
Sumargo
(2.29)
Halaman 21
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
Contoh 2.1.
Suatu sistem yang bergetar dengan berat W = 5 kg dan kekakuan pegas k = 4 kg/cm mendapat
redaman viscous sehingga dua amplitudo yang berurutan adalah 2,54 cm dan 2,00. Tentukan: (a)
frekuensi alami dari sistem tanpa redaman, (b) penurunan logaritmik, (c) rasio redaman, (d)
koefisien redaman, dan (e) frekuensi alami dengan redaman.
Solusi:
(a) Frekuensi alami tanpa redaman dari sistem dalam radian per detik adalah
ω = k / m = 4 x 980 / 5 = 28 rad/det.
atau dalam putaran per detik
f =
28
ω
=
= 4,456 putaran/det.
2π 2π
(b) Penurunan logaritmik diberikan oleh
δ = ln
y1
2,54
= ln
= 0,239
2,0
y2
(c) Rasio redaman didapat dari Pers. (2.29), dan hampir mendekati
ξ≅
0,239
δ
=
= 0,038 = 3,8%
2π
2π
(d) Koefisien redaman didapat dari Pers. (2.6) dan (2.19), yaitu
(
)
c = ξccr = ξ 2 km = 0,038 x 2 x 4 x 5 / 980 = 0,010
(e) Frekuensi alami dari sistem dengan redaman diberikan oleh Pers. (2.17), yaitu
ωD = ω 1−ξ 2
ω D = 28 1 − 0,038 2 = 27,89 rad/det.
Terlihat bahwa nilai ini hampir sama besar dengan ω.
Sumargo
Halaman 22
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
Contoh 2.2.
Suatu lantai dengan berat W = 2000 kg ditumpu oleh empat kolom yang dijepit pada pondasi dan
pelat lantainya. Secara eksperimental telah ditentukan bahwa gaya statik sebesar F = 500 kg yang
bekerja pada lantai menghasilkan perpindahan sebesar Δ = 0,25 cm. Diperkirakan bahwa
redaman struktur sekitar 5% dari redaman kritis. Untuk struktur ini diminta menentukan: (a)
frekuensi alami tanpa redaman, (b) koefisien redaman absolut, (c) penurunan logaritmik, (d)
jumlah putaran dan waktu yang diperlukan untuk mengurangi amplitudo getaran dari 0,25 cm
menjadi 0,025 cm.
Solusi:
(a) Koefisien kekakuan (gaya per satu satuan perpindahan) dihitung dari
k=
F 500
=
= 2000 kg/cm
Δ 0,25
dan frekuensi alami tanpa redaman
ω=
k
=
W /g
2000
= 31,3 rad/det.
2000 / 980
(b) Redaman kritis adalah
ccr = 2 km = 2 2000 x
2000
= 127,8 kg.det/cm
980
dan redaman absolut
c = ξccr = 0,05 x 127,8 = 6,39 kg.det/cm
(c) Secara pendekatan, penurunan logaritmik adalah
⎛y ⎞
δ = ln⎜⎜ o ⎟⎟ ≅ 2πξ = 2π x 0,005 = 0,314
⎝ y1 ⎠
dan rasio dari dua puncak amplitudo yang berurutan adalah
yo
= 1,37
y1
(d) Rasio antara amplitudo pertama yo dan amplitudo yn setelah putaran ke-n dapat dihitung dari
Sumargo
Halaman 23
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
y o y o y1 y n −1
=
. ...
yn
y1 y 2
yn
Ambil dalam bentuk logaritmik, maka
ln
yo
= δ + δ + .... + δ = nδ
yn
ln
0,25
= .0,314n
0,025
n=
ln 10
= 7,33 atau 8 putaran
0,314
Frekuensi dengan redaman ωD diberikan oleh
ω D = ω 1 − ξ 2 = 31,3 1 − 0,05 2 = 31,3 rad/det
dan perioda TD adalah
TD =
2π
ωD
=
2π
= 0,207 det
31,3
Waktu yang diperlukan untuk mencapai putaran ke-8 adalah
t (8 putaran) = 8 x 0,207 = 1,608 det.
2.7 Rangkuman
Struktur akan memencarkan energi pada saat mengalami getaran. Metoda yang paling sering
dipakai dan praktis untuk memperhitungkan pemencaran energi ini adalah dengan
mengasumsikan bahwa hal tersebut disebabkan oleh gaya redaman viscous. Gaya redaman ini
diasumsikan sebanding dengan kecepatan dan bekerja melawan arah gerakan. Faktor pembanding
ini dinamakan koefisien redaman viscous. Akan lebih mudah jika koefisien ini dinyatakan
sebagai persentase dari redaman kritis (rasio redaman, ξ = c / c cr ). Redaman kritis dapat
didefinisikan sebagai koefisien redaman terkecil yang tidak menyebabkan sistem bergetar akibat
kondisi awal, melainkan sistem hanya kembali ke posisi seimbang semula.
Persamaan diferensial gerak dari sistem satu derajat kebebasan dengan redaman adalah
m&y& + cy& + ky = 0
Sumargo
Halaman 24
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
Solusi dari persamaan ini tergantung pada besar rasio redaman. Tiga kasus yang memungkinkan
adalah: (1) sistem redaman kritis (ξ = 1), (2) redaman subkritis (ξ < 1), dan (3) redaman
superkritis (ξ > 1). Untuk sistem dengan redaman subkritis (ξ < 1), solusi persamaan diferensial
gerak dapat ditulis sebagai
⎛
⎞
υ + y oξω
y (t ) = e −ξωt ⎜⎜ y o cos ω D t + o
sin ω D t ⎟⎟
ωD
⎝
⎠
dengan
ω = k / m adalah frekuensi sistem tanpa redaman,
ω D = ω 1 − ξ 2 adalah frekuensi sistem dengan redaman,
ξ = c / ccr adalah rasio redaman,
ccr = 2 km adalah redaman kritis, dan
y o dan υ o masing-masing adalah perpindahan dan kecepatan awal.
Metoda yang umum dipakai untuk menentukan redaman pada sistem adalah dengan
mengevaluasi penurunan logaritmik dan didefinisikan sebagai logaritmik dari rasio dua puncak
getaran bebas
δ = ln
y1
y2
Rasio redaman dalam sistem struktur biasanya kurang dari 20% redaman kritis (ξ < 0,20). Untuk
sistem semacam ini, frekuensi sistem dengan redaman hampir sama dengan frekuensi tanpa
redaman.
Soal-soal
2.1
Ulangi Soal 1.2 dengan asumsi bahwa sistem mempunyai 15% redaman kritis.
2.2
Ulangi Soal 1.6 dengan asumsi bahwa sistem mempunyai 10% redaman kritis.
2.3
Amplitudo getaran sistem pada Gambar S2.3 mengalami penurunan sebesar 5% pada setiap
putaran. Tentukan koefisien redaman sistem, c. k = 200 kg/cm dan m = 10 kg. det2/cm.
k
c
m
y
Gambar S2.3
Sumargo
Halaman 25
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
2.4
Amplitudo getaran bebas suatu struktur yang dimodelkan sebagai sistem satu derajat
kebebasan berkurang dari 3 cm menjadi 0,5 cm dalam 10 putaran. Berapa persentase
redaman kritisnya?
2.5
Tunjukkan bahwa perpindahan untuk sistem dengan redaman kritis dan redaman berlebih
dengan perpindahan awal yo dan kecepatan awal υo adalah
y = e −ωt [ y o (1 + ωt ) + υ o t ]
untuk ξ = 1
⎤
⎡
υ + y ξω
y = e −ξωt ⎢ y o cosh ω D' t + o ' o sinh ω D' t ⎥
ωD
⎦
⎣
untuk ξ > 1
dengan ω D' = ω ξ 2 − 1
2.6
Suatu struktur dimodelkan sebagai oskilator oskilator dengan redaman mempunyai
konstanta kekakuan k = 30 ton/cm dan frekuensi alami tanpa redaman ω = 25 rad/det. Dari
percobaan didapat bahwa gaya sebesar 1 ton pada elemen dengan redaman menghasilkan
kecepatan relatif sebesar 3 cm/det. Tentukan: (a) rasio redaman ξ, (b) perioda sistem
dengan redaman TD, (c) penurunan logaritmik δ, dan (d) rasio antara dua amplitudo yang
berurutan.
2.7
Dalam Gambar 2.4 terlihat bahwa garis singgung pada kurva perpindahan
cos(ω D t − α ) = 1 . Oleh sebab itu perbedaan dalam ω D t antara dua titik singgung yang
berurutan adalah 2π. Tunjukkan bahwa perbedaan dalam antara dua puncak yang berurutan
juga 2π.
2.8
Tunjukkan bahwa untuk sistem tanpa redaman, penurunan logaritmik dapat ditulis sebagai
δ =
y
1
ln i
k yi+k
dengan k adalah jumlah putaran yang memisahkan dua puncak amplitudo yi dan yi+k.
2.9
Suatu sistem satu derajat kebebasan terdiri dari massa dengan berat 1 ton dan
kekakuanpegas k = 3 ton/cm. Hasil pengujian pada sistem menunjukkan bahwa gaya
sebesar 100 kg menghasilkan kecepatan relatif 25 cm/det. Tentukan: (a) rasio redaman ξ,
(b) frekuensi sistem dengan redaman fD, (c) penurunan logaritmik δ, dan (d) rasio aplitudo
yang berurutan.
2.10 Sama dengan Soal 2.9 tetapi jika koefisien redaman c = 2 kg. det/cm.
Sumargo
Halaman 26
Bab 2
Sistem Satu Derajat Kebebasan Dengan Redaman
Dinamika Struktur
2.11 Suatu sistem dimodelkan seagai dua massa yang bergetar bebas m1 dan m2 yang keduanya
dihubungkan dengan massa dan elemen redaman seperti pada Gambar S2.11. Tentukan
sistem persamaan diferensial gerak sistem ini dalam bentuk gerak relatif massa u = y2 – y1.
y1
y2
k
m1
m2
c
Gambar S2.11
2.12 Tentukan gerak relatif u = y2 – y1 untuk sistem dalam Gambar S2.11 dalam bentuk
frekuensi alami ω, frekuensi redaman ωD dan redaman relatif. Definisikan massa ekivalen
m1 m2
sebagai M =
.
(m1 + m2 )
Sumargo
Halaman 27
Download