Kuliah 5_Patogenesis Tanaman 2017

advertisement
Pengaruh Patologi Terhadap
Fisiologi Tumbuhan
By Irda Safni
Pengaruh patogen terhadap fungsi
fisiologi tumbuhan:
 Fotosintesis
 Respirasi
 Permeabilitas membran sel
 Translokasi air dan nutrisi
 Transkripsi dan translasi
Tabel 1. Gejala Penyakit Tanaman yang umum, proses fisiologi yang
dipengaruhi, dan contoh penyakitnya
Symptoms
Physiological function
Example of
disease/pathogen
Chlorosis
Photosynthesis
TMV
Wilting
Xylem transport
Bacterial wilt of tobacco, tomato
Hyperplasia – cell division
Growth hormone regulation
Crown gall ; Black knot of plum
(Dibotryon marbosum)
Necrosis
Many different functions
Fire blight of apple
Hyperthrophy – cell enlargement
Growth hormone regulation
Root knots
Leaf abscission
Growth hormone regulation
Coffea rust (Hemileia vastatrix)
Etiolation
Growth hormone regulation
Foolish seedling” of rice (Gibberella
fujikuroi)
Stunting
Many different functions
Many different viral diseases
Abnormal leaf formation
Growth hormone regulation,
respiration
CMV
Fotosintesis
Bagaimana petogen mempengaruhi fisiologi
tanaman?
 Diganggu oleh klorosis, nekrosis, dan mengurangi
pertumbuhan dan hasil.
 Mengurangi jumlah permukaan daun yang
berfotosintesis  mempengaruhi kloroplas degenarasi
 Menghasilkan toksin yang menghambat enzim
yang berperan
 Stomata tetap tertututup sebagian  klorofil
berkurang & fotosintesis berhenti
Necrosis of Bacterial leaf spot on lettuce
(Xanthomonas campestris pv. vitians)
Chlorosis of Tomato Splottle Leaf Virus
Fotosintesis
Pengaruh infeksi virus :
 Pengurangan jumlah kloroplas
 Pengurangan kandungan di dalam klorofil
 Kloroplas menjadi abnormal
 Pengurangan aktifitas fotokimia
 Stimulasi CO2 yang berhubungan dengan infeksi
tahap awal, tetapi berkurang setelah infeksi virus
selama beberapa hari.
Pengurangan kandungan sukrosa
Fotosintesis
Pengaruh infeksi bakteri :
Penurunan stroma kloroplas (kandungan kloroplas)
Disorientasi kloroplast
menghancurkan integritas kloroplas - HR
Menekan fiksasi CO2
Hypersensitive Reaction (HR)
E. C. Stakman (1915) yang diakui
menggunakan istilah “hypersensitive reaction”
(HR).
HR termasuk pada kematian yang sangat
cepat dari hanya beberapa sel inang yang
mengurangi perkembangan infeksi.
Ciri-ciri Hypersensitive Reaction
 Penghentian aliran sitoplasma
 Kerusakan membran
 Berhamburannya oksigen yang bereaksi dari spesies
 Protoplas (vacuola) runtuh
 Pelepasan metabolit sekunder – bahan fluorescent
 Sel-sel berubah menjadi coklat
Appearance of HR
42 hpi
120 hpi
Oat Rodney (Pg-2) infected with incompatible isolates of Puccinia
graminis f.sp. avenae Pga-1H
Fotosintesis
Pengaruh pada infeksi jamur :
 Berkurangnya kandungan kloroplas RNA
 Hilangnya klorofil
 Menghambat mekanisme fotofosforilasi
 Menghambat transportasi elektron
 Menekan fiksasi CO2
Fotosintesis
 Stimulasi fiksasi CO2 pada daun yang tidak
dikolonisasi
 Stimulasi fiksasi CO2 pada cahaya adalah
karakteristik daun yang tidak terinfeksi dari tanaman
kedelai yang terinfeksi berat penyakit karat daun.
Perubahan trakslokasi bahan organik.
Green island on wheat infected with wheat powdery mildew
Green island
Terjadi pada tanaman yang terinfeksi parasit
obligat, seperti embun tepung, atau jamur karat.
Biasanya terjadi pada tahap akhir dari
penyakit.
Akumulasi tepung aktif dan sintesis klorofil.
Green island
Green island disebabkan oleh pengaruh awal
sitokinin dan aksinya pada metabolisme nutrisi.
Sitokinin yang diproduksi pada tempat infeksi
mendesak pengaruh awal pada jaringan dan secara
langsung mengatur perpindahan nutrisi jarak pendek
dan jarak jauh.
Sitokinin meningkat pada daun tanaman kedelai yang
terinfeksi penyakit karat daun yang merupakan inang
asli.
Respirasi
Respirasi meningkat ketika patogen tanaman
menginfeksi daun karena meningkatnya
permeabilitas sel daun dan tidak berfungsinya
stomata.
Penghancuran jumlah kutikula dan epidermis
yang cukup besar  kehilangan air yang tidak
dapat dikendalikan dari area yang terinfeksi.
Jika absorpsi air dan translokasi tidak dapat
menjaga kehilangan air yang berlebihan 
kehilangan turgor dan daun menjadi layu.
Respirasi
Respirasi pada tanaman yang terinfeksi virus:
 Laju Respirasi:
- Nonhypersensitive hosts (systemic hosts)
Laju respirasi sedikit meningkat pada daun yang
diinokulasi
- Hypersensitive hosts (non systemic hosts)
Aktifitas respirasi meningkat cukup besar dibandingkan
inang yang sistemik.
Respirasi
Respirasi pada tanaman terinfeksi bakteri :
Pada tanaman paprika – interaksi Xanthomonas
vesicatoria, peningkatan segera konsumsi O2
dideteksi pada jaringan yang tahan, sedangkan
jaringan yang rentan tidak mereflesikan peningkatan
respirasi sampai kira-kira 30 jam setelah inokulasi.
Pada interaksi yang tidak cocok (incompatible
interaction), bakteri biasanya menyebabkan
peningkatan laju respirasi yang besar.
Respirasi
Respirasi pada tanaman yang terinfeksi jamur:
 Laju respirasi biasanya meningkat pada tanaman
yang terinfeksi jamur.
 Pada tahap awal penyakit, proses sintesis
menyebabkan laju respirasi yang tinggi, sedangkan
pada tahap akhir penyakit dekomposisi jaringan
menyebabkan respirasi meningkat.
Respirasi
Pengaruh respirasi pada tanaman yang tahan
 Konsumsi O2 meningkat lebih cepat pada tanaman
tahan yang terinfeksi baik oleh parasit obligat atau
fakultatif pada tahap awal penyakit; selanjutnya laju
respirasi menurun secara bertahap.
Permeabilitas Sel membran Inang
Permeabilitas Sel Membran Inang
Patogen dapat merubah permeabilitas sel membran
inang dengan cara luka secara mekanis, degradasi
enzim, atau toksin.
Perubahan permeabilitas sel sering merupakan
deteksi pertama respon sel terhadap infeksi patogen.
Permeabilitas Sel Membran Inang
Pengaruh perubahan permabilitas sel yang
paling umum terjadi adalah kehilangan elektrolit.
Kebocoran elektrolit terjadi lebih cepat ketika
interaksi inang-patogen tidak cocok, dan inang
tetap tahan, tetapi ketika inangnya rentan dan
inang mengembangkan gejala yang ekstensif.
Translokasi Air dan Nutrisi
 Mempengaruhi integritas fungsi akar  menyerap
air lebih sedikit
 Pertumbuhan di dalam saluran pembuluh kayu
dipengaruhi dengan translokasi.
 Mengganggu aliran air pada tanaman dengan
menyebabkan transpirasi yang berlebihan.
Contoh: Fusarium crown rot
Translokasi Air dan Nutrisi
Tanaman yang diinfeksi virus:
 Walaupun ada beberapa pengecualian, infeksi
virus biasanya menyebabkan pengurangan laju
transpirasi, yang sering berhubungan dengan
berkurangnya lubang stomata daun.
 Akumulasi karbohidrat pada jaringan daun
adalah karakteristik penyakit virusyang parah.
Biasanya diikuti oleh nekrosis floem dan/atau
gummosis, khususnya tahap lanjut penyakit.
Gummosis pada tanaman cherry
Translokasi Air dan Nutrisi
Tanaman yang terinfeksi bakteri:
 Bakteri dapat memasuki sistem saluran pembuluh,
baik xilem dan floem, melalui luka.
 Produktion exopolysaccharides (EPS) mungkin
menghambat sistem saluran pembuluh dan
menyebabkan layu.
Translokasi Air dan Nutrisi
Infecksi Ralstonia solanacearum
pada tanaman tomat
Infeksi Xanthomonas spp. pada
tanaman pisang
Translokasi Air dan Nutrisi
Tanaman yang diinfeksi jamur:
Absorbsi air oleh akar yang terinfeksi jamur
biasanya akan dihalangi.
Pada penyakit layu pembuluh, air yang mengalir
melalui saluran batang yang terinfeksi menjadi
berkurang.
Translokasi Air dan Nutrisi
Pada tanaman yang terinfeksi penyakit saluran
pembuluh, transpirasi jauh lebih sedikit dari
transpirasi pada tanaman sehat. Transpirasi yang
rendah ini sangat berhubungan dengan
tersumbatnya saluran pembuluh dan akibat
kekurangan air di dalam air.
Polisakarida (cth, tyloses) yang dihasilkan oleh
Fusarium mungkin juga berhubungan dengan
terhambatnya transokasi air secara normal.
Translokasi Air dan Nutrisi
Embun tepung sangat menghambat pembukaan
stomata, sehingga mengurangi laju transpirasi.
Akan tetapi, ketika epidermis pecah, transpirasi
meningkat.
Translokasi Air dan Nutrisi
Bagaimana patogen tanaman mengganggu
translokasi pada saluran pembuluh?
Kehadiran fisik (miselium, konidia, sel bakteri) di dalam xilem
Polisakarida di dalam saluran pembuluh
Terganggunya saluran pembuluh
Perkembangan tiloses
Berkurangangnya tegangan air di saluran pembuluh, karena
perubahan induksi patogen pada transpirasi daun.
Translokasi Air dan Nutrisi
How do plant pathogens interfere with translocation
of nutrients through phloem?
Pathogen attacks and destroys phloem elements
interferring with downward translocation of nutrient
Starch accumulation in the leaves is a result of
degeneration of the phloem of infected plants (leaf
curling viruses)
Transkripsi dan Translasi
Transkripsi dan Translasi
Transkripsi DNA sel menjadi RMA messanger &
translasi RNA messanger untuk menghasilkan protein
adalah dua proses paling dasar dan umum di dalam
biologi sel yang normal.
Gangguan dari salah satu proses di atas dapat
menyebabkan perubahan drastis pada struktur dan
fungsi sel-sel yang terinfeksi.
Transkripsi dan Translasi
Transkripsi dan translasi sel-sel inang biasanya
meningkat sebagai respon infeksi patogen, tetapi
dengan tungkat yang lebih tinggi bagi tanaman
tahan, karena tanaman tahan perlu mengaktifkan
reaksi pertahanan.
Transkripsi dan Translasi
Efek pada Transkripsi
Beberapa patogen, khususnya virus & jamur
parasit obligat seperti karat, embun tepung,
memepengaruhi proses transkripsi pada sel yang
terinfeksi.
Patogen mempengaruhi transkripsi dengan
merubah komposisi, struktur, atau fungsi kromatin
yang berhubungan dengan sel DNA.
Transkripsi dan Translasi
Efek pada Transkripsi
Untuk virus, melalui enzimnya sendiri atau dengan
memodifikasi enzim tanaman inangnya (RNA polimerase)
yang membuat RNA, menggunakan nukleotida sel inang
untuk membuat RNAnya sendiri.
Aktifitas ribonuklease meningkat.
Tanaman yang terinfeksi (khususnya tanaman yang tahan)
mengandung tingkat RNA yang lebih tinggi tanaman yang
sehat, khususnya pada tahap awal infeksi.
Tingkat DNA yang besar dan transkripsi di dalam sel yang
meningkat menunjukkan sistesis bahan-bahan yang terlibat
di dalam mekanisme pertahanan sel juga meningkat.
Transkripsi dan Translasi
Efek pada Trakslasi
Jaringan tanaman yang terinfeksi sering
meningkatkan aktifitas pada beberapa enzim.
Sintesis protein synthesis meningkat pada
jaringan tanaman yang terinfeksi, khususnya
tanaman yang tahan.
Sintesis protein tanaman yang terinfeksi patogen
yang meningkat merefleksikan produksi enzim dan
protein lain yang berhubungan dengan reaksi
pertahanan tanaman juga meningkat.
Thank You
Download