Perlindungan Konsumen Migas

advertisement
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
SOSIALISASI
PERLINDUNGAN KONSUMEN MIGAS
(Agenda No. 9 dalam Rencana Umum Perminyakan dan Pergasbumian Nasional)
www.migas.esdm.go.id
JAKARTA, 27 Juli 2007
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
DAFTAR ISI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
28/09/2007
Pendahuluan
Alur pikir
Pola pikir
Kondisi perlindungan konsumen migas saat ini
Kondisi perlindungan konsumen migas yang diharapkan
Kebijakan dan strategi
Langkah-langkah kebijakan
Instrumen kebijakan
Program
2
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
1. PENDAHULUAN
Pelayanan publik wajib dilakukan oleh negara untuk pemenuhan kebutuhan dasar atau hak-hak dasar warga negara
(publik). Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan hal tersebut. Ketiadaan atau kurang memadainya pelayanan publik
akan mengakibatkan tidak terpenuhinya hak asasi manusia oleh penyelenggara negara. Pelayanan publik harus
diberikan pada setiap warga negara, baik yang kaya maupun miskin, baik yang berada di pusat kemajuan maupun di
daerah-daerah terbelakang, baik yang mendatangkan keuntungan atau membutuhkan subsidi. Karena itu negara harus
mengambil peranan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Salah satu bentuk dari perlindungan tersebut adalah memberi ruang dan perhatian pada konsumen untuk
menyampaikan keluhannya. Keluhan atau komplain dari konsumen merupakan bentuk respon dari konsumen atas
pelayanan yang diterimanya. Respon tersebut dapat menggambarkan bagaimana pemenuhan hak masyarakat atas
pelayanan pubilk terjadi. Pemberian ruang dan perhatian yang memadai pada keluahan yang ada merupakan bentuk
perlindungan hak konsumen atas pelayanan publik yang efektif, efiesien dan tepat sasaran oleh pemerintah.
Untuk itu pemerintah dapat memberikan sosialisasi pada izin usaha, standar dan mutu suatu produk dihasilkan yang
telah diatur oleh kebijakan serta disampaikan pula mekanisme pengaduan atau layanan publik yang digunakan untuk
perlindungan konsumen. Permasalahan yang dihadapi konsumen yang meliputi konsumen besar dan konsumen kecil
(ekonomi mampu dan tidak mampu) apabila menemukan layanan publik yang tidak sesuai, dapat meresponnya dengan
cara “Exit Mechanism” yaitu keluar dan menggantikan atau meninggalkan produk tersebut meski dengan biaya yang
setara atau lebih mahal. Tetapi untuk produk yang masih dimonopoli dan disubsidi dari pemerintah atau Badan Usaha
cara “Exit Mechanism” tidak dapat digunakan.
28/09/2007
3
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
PENDAHULUAN (lanjutan)
Saat ini konsumen lebih sering melakukan langkah memberitakan di surat kabar dalam mengungkapkan ketidak
puasnya pada layanan jasa atau suatu produk ketimbang pengaduan melalui instansi berwenang. Hal ini karena
sosialisasi yang dilakukan pemerintah sangat minim yaitu pembuatan kotak pengaduan (PO BOX), Talk Show, Iklan
layanan, pembinaan dan pengawasan produk yang beredar, koordinasi dengan instansi terkait. Pemerintah juga dapat
mensosialisasikan mekanisme tatacara layanan publik atau pengaduan meliputi prosedur pengajuan, perangkat
organisasi, mekanisme transparansi pengelolaan pengaduan, media partisipasi konsumen dan perangkat
pemberdayaan konsumen, agar tidak disalahgunakan yang pada akhirnya dapat merugikan produsen akibat
persaingan usaha tersebut.
UU Perlindungan Konsumen adalah peraturan yang mengatur hubungan antara konsumen dengan produsen.
UU ini memberikan perhatian yang cukup besar terhadap keluhan konsumen pada suatu produk / jasa yang dihasilkan
oleh produsen.
Sehubungan dengan adanya deregulasi Migas melalui UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, Pemerintah
memberikan kesempatan dan peranan yang lebih luas kepada Badan Usaha Swasta dalam penyediaan dan
pelayanan di sektor migas untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Di samping itu juga untuk memenuhi
serta melindungi kepentingan masyarakat akan kebutuhan produk migas baik dalam jumlah, jenis, dan kualitas yang
memadai.
Dengan deregulasi tersebut maka dalam penyediaan dan pelayanan akan timbul persaingan usaha di dalam negeri,
baik dari impor atau ekspor, untuk itu pemerintah akan berupaya mengutamakan perlindungan masyarakat atau
konsumen dan produsen dengan melakukan kegiatan berupa penetapan standar mutu, jaminan penyediaan bahan
baku maupun produk.
28/09/2007
4
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
2. ALUR PIKIR
AMANAT UU No. 22 / 2001 tentang MIGAS
Pasal 40, 41, dan 42
serta
Pelaku
Usaha*
Konsumen
Besar
Konsumen
Kecil
UU No. 8 / 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
PEMBINAAN
DAN
PENGAWASAN
-
TERLINDUNGINYA
KONSUMEN MIGAS
Barang
Jasa
Infrastruktur
Fasilitas
Tenaga Kerja
* Dalam/Luar Negeri
28/09/2007
5
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
3. POLA PIKIR
PARADIGMA NASIONAL
• UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
• UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Subyek
(“Who”)
KONDISI
KONSUMEN
MIGAS
SAAT INI
Konsumen Migas
belum terlindungi
antara lain
• Tekanan gas rendah
• BBM & Hasil Olahan
tercampur/ dioplos
(jaminan mutu)
• Kelangkaan
(jaminan pasokan &
distribusi)
• Takaran tidak sesuai
Obyek
(“is doing what”)
Metode
(“How”)
• Departemen ESDM cq.
DJ Migas
• Standar mutu
• Indikator pelayanan
• Penyidik PNS Migas
• Standar mutu & pelayanan
•
•
•
•
• Konsumen Migas
(termasuk masyarakat)
• Standar pelayanan
•
• YLKI
• Produsen/Pelaku
Usaha Migas
• Badan Pengatur
• LSM
• Badan Perlindungan
Konsumen Nasional
• Lembaga Penelitian
• Badan Metrologi
• Standar pelayanan
• Standar Pelayanan
•
•
•
Regulasi
Sosialisasi
PO BOX MIGAS
Pemeriksaan dan
penyidikan
Pembentukan matriks
konsumen migas
Pengaduan
Sosialisasi
Penerapan ISO
•Pengawasan Pendistribusian
•Kepedulian
• Perlindungan & Pengawasan
•
•
•
•
Verifikasi
Pengaduan
Saran & pertimbangan
Pengawasan
• Kalibrasi/sertifikasi
• Pembinaan & pengawasan
PENGARUH LINGKUNGAN STRATEGIS
NASIONAL
• Otonomi Daerah
• Debirokratisasi
28/09/2007
TUJUAN
NASIONAL
REGIONAL
• AFTA
• APEC
KONDISI
KONSUMEN
MIGAS YANG
DIHARAPKAN
Konsumen Migas
terlindungi, al:
• Tekanan gas tinggi
• BBM & Hasil Olahan
tidak
tercampur/dioplos
• Adanya jaminan
pasokan & distribusi
• Takaran sesuai
GLOBAL
• WTO
• OPEC
6
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
4. KONDISI PERLINDUNGAN KONSUMEN MIGAS
SAAT INI
ƒ Ada spesifikasi Produk Migas dan Hasil Olahan tidak sesuai dengan
standar yang berlaku, misalnya dicampur atau dioplos
ƒ Terjadi kelangkaan di beberapa daerah akibat kurang lengkapnya
sarana dan prasarana distribusi
ƒ Di beberapa SPBU dijumpai kecurangan dalam hal takaran (volume)
ƒ Belum maksimalnya pengawasan terhadap mutu kemasan produk
migas dan Hasil Olahan
ƒ Tekanan gas rendah/tinggi pada BBG dan LPG sehingga merugikan
dan/atau membahayakan konsumen
ƒ Tera/metrologi tidak seragam
28/09/2007
7
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
KONDISI YANG DIHARAPKAN
KEPENTINGAN PRODUSEN versus KEPENTINGAN KONSUMEN
KONSUMEN
MIGAS
Kurangnya pemenuhan hak komsumen
dalam hal:
ƒ Standar dan mutu produk
ƒ Pasokan & pendistribusian produk
REGULATOR
yang berkesinambungan
USAHA MIGAS
ƒ Harga yang wajar
ƒ Ukuran/takaran/timbangan dan ƒ Struktur aturan pasar
jumlah yang sesuai
ƒ Perizinan
ƒ Pelayanan prima
ƒ Wilayah usaha
ƒ Harga jual
ƒ Perlindungan konsumen
ƒ Fasilitasi hubungan komersial
ƒ Penghargaan
28/09/2007
8
PRODUSEN
MIGAS
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
Kepastian hukum
Harga yang wajar (paling tidak
sesuai keekonomian)
Ketersediaan bahan baku dan
pemasaran
Iklim investasi yang kondusif
Menyediakan standar dan
mutu produk yang sesuai
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
5. KONDISI PERLINDUNGAN KONSUMEN MIGAS
YANG DIHARAPKAN
ƒ Spesifikasi Produk Migas dan Hasil Olahan sesuai dengan standar
yang berlaku
ƒ Menjaga agar tidak terjadi kelangkaan (jaminan pasokan dan
distribusi)
ƒ Takaran (volume) sesuai dengan isinya
ƒ Mutu kemasan Produk Migas dan Hasil Olahan sesuai standar
ƒ Tekanan gas sesuai permintaan (normal)
28/09/2007
9
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
KONDISI YANG DIHARAPKAN
TERJADI KESEIMBANGAN KEPENTINGAN ANTARA KONSUMEN DAN PRODUSEN
KONSUMEN
MIGAS
Terpenuhinya hak komsumen dalam hal:
ƒ Standar dan mutu produk
ƒ Pasokan & pendistribusian produk
yang berkesinambungan
ƒ Harga yang wajar
ƒ Ukuran/takaran/timbangan dan jumlah
yang sesuai
ƒ Pelayanan prima
28/09/2007
PRODUSEN
MIGAS
REGULATOR
USAHA MIGAS
Menjaga terjaminnya:
ƒ Struktur aturan pasar
ƒ Perizinan
ƒ Wilayah usaha
ƒ Harga jual
ƒ Perlindungan konsumen
ƒ Fasilitasi hubungan komersial
ƒ Penghargaan
10
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
Kepastian hukum
Harga yang wajar (paling tidak
sesuai keekonomian)
Ketersediaan bahan baku dan
pemasaran
Iklim investasi yang kondusif
Menyediakan produk sesuai
standar dan mutu
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
6. KEBIJAKAN DAN STRATEGI
KEBIJAKAN
ƒ Menerapkan peraturan perlindungan konsumen di sektor migas secara adil dan benar
dengan mengikutsertakan instansi terkait.
STRATEGI
ƒ Membuat dan menyempurnakan peraturan perlindungan konsumen di sektor migas
dengan mengacu kepada UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas dan UU No 8 tahun
1999 tentang Perlindungan Konsumen.
ƒ Memberikan pemahaman terhadap peraturan perlindungan konsumen mengenai hak
dan kewajibannya pelaku usaha dan konsumen migas.
ƒ Melakukan pembinaan dan pengawasan yang proporsional baik pada pelaku usaha
maupun konsumen.
ƒ Menerapkan aturan (Law Enforcement) yang jelas, tepat dan benar.
ƒ Menerima atau meminta masukan dari instansi terkait dan lembaga swadaya
masyarakat.
ƒ Melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
28/09/2007
11
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
7. LANGKAH-LANGKAH KEBIJAKAN
ƒ Menyiapkan aturan berupa Peraturan Menteri dalam rangka
perlindungan konsumen
ƒ Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang perlindungan
konsumen di sektor migas
ƒ Menerapkan peraturan perlindungan konsumen secara adil, benar,
dan tepat.
ƒ Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran
perlindungan konsumen
ƒ Membuka layanan publik pada pengaduan konsumen migas melalui :
1. PO BOX 115 JKTM 12700
2. Email
: [email protected]
3. SMS
: 0813 99 888 115
4. Faximile : 021 – 5269046
5. Hunting : 021 – 5268910 ext. 129, 140
6. Website : www.migas.esdm.go.id
28/09/2007
12
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
8. INSTRUMEN KEBIJAKAN
Regulasi
- Perangkat hukum di bawah UU (PP, Perpres, Permen)
~ PP No. 35/2004 tentang kegiatan usaha hulu migas
~ PP No. 36/2004 tentang kegiatan usaha hilir migas
~ PP No. 71/2005 tentang Penyediaan dan Pendistribusian
Jenis BBM Tertentu
~ Rancangan Peraturan Menteri tentang Perlindungan Konsumen Hilir Migas
Kelembagaan
- Penyidik PNS
- YLKI
- Badan Perlindungan Konsumen Nasional
- Lembaga Swadaya Perlindungan Konsumen
- Hiswana Migas
Sosialisasi melalui:
- Media cetak (ILM di koran, leaflet, stiker, booklet)
- Media elektronik (talkshow, ILM)
- Seminar dan konferensi pers
- Billboard
- Studi banding
28/09/2007
13
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
Indikator Pelayanan Konsumen
NO
MAKSUD DAN TUJUAN
INDIKATOR PELAYANAN
1.
Menjamin
pendistribusian produk
2.
Standar dan mutu (spesifikasi) produk
sesuai ketentuan peraturan perundangundangan
• Pemeriksaan mutu harian
• Sampling rutin
• Standar dan mutu (spesifikasi) Bahan Bakar
Minyak, Bahan Bakar Gas, Bahan Bakar Lain dan
Hasil Olahan yang diniagakan di dalam negeri
telah memenuhi spesifikasi dan mutu yang
ditetapkan oleh Menteri ESDM atau SNI.
3.
Keselamatan,
kenyamanan
• Memenuhi standard keselamatan, keamanan, dan
kenyamanan (pemadam kebakaran, rambu-rambu
yang jelas, dll)
• Peralatan yang digunakan telah memenuhi standar
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
• Adanya Standar Teknis Operasi yang digunakan.
kelangsungan
keamanan
dan
• Stok di depot
• Stok di lembaga penyalur
• Safety Stock (besar dan lama)
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
Indikator Pelayanan Konsumen
4.
harga pada tingkat yang wajar
•Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
•Informasi tentang perubahan harga di sales point
5.
Kesesuaian takaran/volume/timbangan
•Sesuai ketentuan Badan Metrologi
6.
Jadwal waktu pelayanan
•Sesuai kebutuhan ( 24 jam, 12 jam, dll)
•Informasi tentang jadwal pelayanan di sales point
7.
prosedur dan mekanisme pengaduan
yang mudah, sederhana dan
diinformasikan secara luas
•Contact Center Badan Usaha
•Telepon Layanan Pengaduan, PO BOX, SMS,
email, dsb.
28/09/2007
15
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
28/09/2007
16
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
TERIMA KASIH
28/09/2007
17
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
LAMPIRAN
28/09/2007
18
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
Lampiran I
TATARAN
(Domain)
Negara
(MPR)
TATARAN PENGATURAN INDUSTRI MINYAK DAN GAS BUMI
PERANGKAT PENGATURAN
KONSTITUSI
UUD 1945
PROGRAM
Usulan Amandemen
(bila ada)
(Pasal 33 ayat 2 dan ayat 3)
DPR dan
Pemerintah
LEGISLASI
M IGAS
UU 22 TAHUN 2001
TENTANG MIGAS
KEBIJAKAN
PLATFORM POLITIK
PRESIDEN
PROGRAM KABINET
INDONESIA BERSATU
(Pelaksanaan Platform)
RUU
KEBIJAKAN
MIGAS NASIONAL
PROGRAM
SUB-SEKTOR MIGAS
Pemerintah
Nasional
REGULASI
MIGAS
ƒ PERATURAN PEMERINTAH
• PERPRES
• PERMEN (yang diamanatkan PP)
• Menyiapkan Legislasi
• Menyiapkan dan menetapkan
Regulasi
RPP • Melaksanakan Legislasi dan
Regulasi
NonBinding
Binding
PUBLIK
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
UU MIGAS vs UU PERLINDUNGAN KONSUMEN
Lampiran II
Departemen Perdagangan
UU No. 8 Tahun 1999
tentang Perlindungan Konsumen
“Domain”
PP No. 57/2001 tentang
Badan Perlindungan
Konsumen Nasional
UU
PP
PP No. 35/2004 tentang Kegiatan
Usaha Hulu Migas
Dep.
ESDM
UU No. 22
Tahun 2001
tentang Migas
PP No. 36/2004 tentang Kegiatan
Usaha Hilir Migas
(Pasal 40, 41,
dan 42)
PP No. 71/2005 tentang Penyediaan
dan Pendistribusian Jenis BBM
Tertentu
PP No. 58/2001 tentang
Pembinaan dan
Pengawasan
Penyelenggaraan
Perlindungan Konsumen
PP No. 59/2001 tentang
Lembaga Perlindungan
Konsumen Swadaya
Masyarakat
Keppres No. 90/2001 tentang
Pembentukan Badan Penyelesaian
Sengketa Konsumen Pada Pemerintah
Kota Medan, Kota Palembang, Kota
Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, Kota
Bandung, Kota Semarang, Kota
Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota
Malang, Dan Kota Makassar
Keppres No. 80/2003 tentang
Pedoman Pelaksanaan Barang/Jasa
Pemerintah
Keppres No. 61/2004 tentang
Perubahan terhadap Keppres No.
80/2003
Rencana Perpres/Permen tentang
Perlindungan Konsumen Migas
SOP mengenai perlindungan konsumen
migas
Pembentukan Asosiasi Perlindungan
Konsumen Migas
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
Lampiran III
DASAR PERLINDUNGAN KONSUMEN MIGAS
UU No. 22/2001 tentang Migas
ƒ
ƒ
ƒ
UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen
PASAL 2
ƒ Asas manfaat
Æ Bahwa segala upaya dalam perlindungan
konsumen harus memberikan manfaat sebesarbesarnya bagi kepentingan konsumen.
ƒ Asas keadilan
Æ Agar partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan
secara nasional dan memberikan kesempatan
kepada konsumen dan pelaku usaha untuk
memperoleh haknya serta melaksanakan
kewajiban secara adil.
ƒ Asas keseimbangan
Æ Untuk memberikan keseimbangan antara
kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan
Pemerintah dalam arti materiil dan spirituil.
ƒ Asas keamanan dan keselamatan
Æ Untuk memberikan jaminan atas keamanan dan
keselamatan kepada konsumen dalam
penggunaan dan pemanfaatan barang/jasa yang
dikonsumsi/digunakan.
ƒ Asas kepastian hukum
Æ Agar pelaku usaha maupun konsumen menaati
hukum dan memperoleh keadilan dalam
penyelenggaraan perlindungan konsumen serta
negara menjamin kepastian hukum.
Pasal 40
Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap menjamin
Standar dan Mutu yang berlaku sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku serta menerapkan kaidah keteknikan yang
baik
Pasal 41
Tanggung jawab kegiatan pengawasan atas
pekerjaan dan pelaksanaan kegiatan usaha minyak
dan gas bumi terhadap ditaatinya ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
berada pada departemen yang bidang
kewenangannya meliputi kegiatan usaha minyak
dan gas bumi dan departemen lain yang terkait
Pasal 42
Pengawasan pada pasal 41 meliputi :
d) Jenis dan mutu hasil olahan minyak & gas bumi;
e) Alokasi dan distribusi BBM dan bahan baku;
m) Kegiatan-kegiatan lain di bidang kegiatan usaha
minyak dan gas bumi sepanjang menyangkut
kepentingan umum
28/09/2007
21
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
PERLINDUNGAN KONSUMEN MIGAS
Lampiran IV
Berdasarkan UU No.22 Tahun 2001 tentang Migas
PRODUSEN MIGAS
Crude
BADAN USAHA /
BENTUK USAHA
TETAP
Gas
HULU
Gas
BADAN USAHA
Crude
BBM
BBG
HILIR
Hasil Olahan
BBL
Badan Usaha
di luar Migas
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
KONSUMEN MIGAS
KONSUMEN
HULU
KONSUMEN
HULU
(Badan Usaha Hilir Migas)
KONSUMEN HILIR
• Listrik
• Industri
• Transportasi
• Rumah Tangga
• Komersial
ƒ Sesuai Pasal 40, 41
ƒ Pembinaan dan Pengawasan dilakukan sesuai Pasal 42 butir d, e, dan m
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
Lampiran VI
Meningkatkan
Partisipasi
Publik Melaui
Media
28/09/2007
PROSES KE ARAH GOOD CORPORATE GOVERNANCE BERDASARKAN
PENANGANAN KELUHAN KONSUMEN SECARA KOLEKTIF (PKKK)
Penanganan
Keluhan
Konsumen
secara
Kolektif
Kewaspadaan
&
Pembangunan
Pergerakan
Konsumen
Kontrol publik
yang teratur
Kegagalan
sistemik /
kasus-kasus
kasuistik
berdasarkan
keluhan
konsumen
Meninjau ulang
kebijakan &
regulasi
berdasarkan
hak-hak
konsumen
Pendidikan
bagi penyedia
melalui forum
dialog
langsung
Kualitas dan
pelayanan yang
lebih baik
23
Pencapaian ke
arah good
corporate
governance
© DJ MIGAS 2007
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
Lampiran VII
Kebijakan yang
Adil
Proses Demokrasi
(Partisipasi dan Perwakilan)
Konsumen
Penanganan
Keluhan
Konsumen
Forum Konsumen –
Produsen
YLKI/LSM sebagai Fasilitator
Masalah Non-Sistemik
Good Governance/Good
Corporate Governance
(Transparansi dan Akuntabilitas)
Produsen
Akademi/
Universitas
Masalah Sistemik
Perubahan
Kebijakan
© DJ MIGAS 2007
Download