Perdagangan di Bursa Efek 3. PASAR

advertisement
Matakuliah
Tahun
Versi
: F 0344 / PASAR UANG DAN PASAR MODAL
: Semester Genap 2004 / 2005
:0/0
Pertemuan 13
EMITEN dan
PERDAGANGAN EFEK
1
Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan
mahasiswa akan mampu :
• Menjelaskan pengertian Pasar Perdana dan
Pasar Sekunder.
• Mengenali jenis-jenis pasar sesudah Efek
diperdagangkan.
• Membenarkan bahwa investor harus
membuka deposito untuk membeli efek.
2
Outline Materi
• Materi 1 : Pengertian Pasar Perdana dan
Pasar Sekunder
• Materi 2 : Perdagangan Efek di Bursa
• Materi 3 : Kewajiban deposito bagi Investor
3
PASAR PERDANA
Kegiatan Pasar Perdana dimulai sejak
Emiten melakukan Penawaran Umum,
Penjatahan kepada investor oleh
Underwriter sindikasi dan oleh emiten
sendiri sampai dengan hari Efek
didistribusikan kepada investor.
4
PASAR SEKUNDER
Kegiatan Pasar Sekunder dimulai sejak
Emiten mencatatkan efeknya di Bursa
dan seterunya diperdagangkan oleh
Bursa. Efek dapat diperdagangkan pada
lebih dari satu bursa dengan
mencatatkannya (multi listing).
5
BEDA ANTARA PASAR
PERDANA DAN SEKUNDER
Pasar Perdana
Pasar Sekunder
Harga Efek tetap
Harga Efek dapat berfluktuasi sesuai
dengan hukum suplply & demand
Tidak ada beban Komisi
Setiap transaksi ada beban komisi
Hanya untuk pembelian
Saham
Berlaku untuk pembelian dan
penjualan Saham
Pemesanan dilakukan
melalui Agen Penjual
Pemesanan dilakukan melalui
Anggota Bursa (pialang/broker)
Jangka waktu terbatas
Jangka waktu perdagangan tidak
terbatas
6
Perdagangan di Bursa Efek
1. PASAR REGULER, sistem tawar-menawar terjadi terus
menerus (CONTINUOUS AUCTION)
- Satuan Dagang minimal 500 lembar (1 LOT); tetapi
khusus bagi Emiten Perbangkan minimal 5000 lembar (1
LOT)
- Fraksi Harga atau tawar-menawar dilakukan dengan
pergerakan harga ke atas ke bawah, dengan skema
MULTI FRAKSI.
- Transaksi yang terjadi berdasarkan prioritas HARGA DAN
WAKTU.
7
Perdagangan di Bursa Efek
2. PASAR NON REGULER, dilakukan dengan sistem
Negosiasi
• Perdagangan BLOCK SALE, dengan volume
perdagangan minimal 400 Lot, apabila kurang dari
jumlah tersebut hanya dapat dilakukan melalui
Perdagangan Reguler
• Perdagangan ODD LOT, dengan volume
perdagangan kurang dari satu lot .
• Perdagangan TUTUP SENDIRI (CROSSING), yaitu
transaksi Jual / Beli yang dilakukan oleh satu
Pialang dalam Jumlah dan Harga yang sama.
8
Perdagangan di Bursa Efek
PASAR NEGOSIASI, adalah transaksi efek antara
Anggota Bursa (selaku WPPE / trader) dan KPEI yang
ingin menjual dan membeli efek-efek melalui
kesepakatan antara Anggota Bursa lain yang jual dan
atau beli.
4. PASAR
PENYELESAIAN
KEGAGALAN,
adalah
transaksi efek bagi Anggota Bursa yang gagal dalam
menyelesaikan kewajibannya dalam transaksi bursa
sebagai akibat perdagangan efek pada pasar reguler
dan pasar negosiasi.
3.
PASAR REGULER : T + 4 , PASAR SPOT : T + 1 DAN PASAR TUNAI : T + 0
9
Perdagangan di Bursa Efek
5.
PASAR TUNAI, dilakukan dengan sistem negosiasi
berdasarkan pembayaran tunai dan diciptakan untuk
pialang yang gagal memenuhi kewajibannya
menyelesaikan transaksi pada PASAR REGULER atau
NON-REGULER
6. OVER THE COUNTER MARKET (OTC), merupakan
pasar diluar Bursa Efek; dimana harga dari efek
ditentukan dengan sistem negosiasi / tawar menawar
secara langsung antara Investor dengan Penjual.
•
Di Indonesia , OBLIGASI DIPERJUAL- BELIKAN
melalui mekanisme OTC.
10
Perdagangan di Bursa Efek
NETTING adalah kegiatan yang menimbulkan HAK dan
KEWAJIBAN bagi setiap Anggota Kliring untuk
menyerahkan atau menerima SALDO EFEK TERTENTU
dan untuk menerima atau membayar sejumlah uang
untuk seluruh Efek yang ditransaksikan.
• NETTING dapat berupa :
1. NETTING EFEK (kecuali Obligasi Konversi)
2. NETTING UANG
11
Perdagangan di Bursa Efek
NETTING adalah kegiatan yang menimbulkan HAK dan
KEWAJIBAN bagi setiap Anggota Kliring untuk menyerahkan
atau menerima SALDO EFEK TERTENTU dan untuk
menerima atau membayar sejumlah uang untuk seluruh Efek
yang ditransaksikan.
•
NETTING dapat berupa :
1. NETTING EFEK (kecuali Obligasi Konversi)
2. NETTING UANG
PASAR REGULER : T + 4 , PASAR SPOT : T + 1 DAN PASAR TUNAI : T + 0
12
Kewajiban Deposito bagi Investor
Sebelum aktif melakukan transaksi efek, calon investor
harus membuka deposito di bank yang ditunjuk oleh
perusahaan efek. Sertifikat deposito selanjutnya disimpan
di Bank Kustodian atas nama perusahaan efek, serta
diblokir untuk tidak dapat dicarikan oleh investor di bank
pembuka deposit.
Nominal deposito merupakan trading limit bagi investor
dalam melakukan transaksi dengan perusahaan efek.
Dengan demikian perusahaan efek/Anggota Bursa tidak
juga mengalami gagal bayar / gagal serah atas transaksi
yang dilakukan.
13
CLOSING
• Dalam rangka mewujudkan visi pasar modal
Indonesia sebagai penggerak ekonomi
nasional yang tangguh dan berdaya saing
global, maka kewajiban Emiten harus
dimaksimalkan dan Investor juga harus
mempunyai sinergi yang positif untuk
memperoleh tingkat pertumbuhan dananya
yang optimal
14
Download