5262

advertisement
ARTIKEL
LAPORAN KASUS
PENGELOLAAN KETIDAKEFEKTIFAN PELAKSANAAN PROGRAM TERAPI DIIT PADA
KELUARGA Tn. S KHUSUSNYA PADA Tn. S DENGAN DIABETES MELITUS
DI DUSUN TARUMAN DESA TRUKO KECAMATAN BRINGIN
KABUPATEN SEMARANG
By :
I MADE KUSUMA WINATA
0131718
AKADEMI KEPERAWATAN NGUDI WALUYO
UNGARAN
2016
PENGELOLAAN KETIDAKEFEKTIFAN PELAKSANAAN PROGRAM TERAPI DIIT PADA
KELUARGA Tn. S KHUSUSNYA PADA Tn. S DENGAN DIABETES MELITUS
DI DUSUN TARUMAN DESA TRUKO KECAMATAN BRINGIN
KABUPATEN SEMARANG
I Made Kusuma Winata*, Ahmad Kholid**, Wulansari***
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran
[email protected]
ABSTRAK
Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapi diit keluarga adalah pola pengaturan
dan pengintegrasian kedalam proses keluarga, suatu program untuk pengobatan penyakit dan
keluarga yang tidak memuaskan untuk memenuhi tujuan kesehatan khusus.
Metode yang digunakan adalah memberikan pengelolaan berupa perawatan pasien
dalam ketidakefektifan program terapi diit keluarga. Pengelolaan ketidakefektifan program terapi
diit keluarga dilakukan selama 4 hari pada Tn. S. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan teknik wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi. Hasil ketidakefektifan program
terapi diit keluarga Tn. S mau mengikuti nasehat keluarga setelah dilakukan pengelolaan.
Saran bagi keluarga agar menerapkan teknik komunikasi dalam keluarga agar komunikasi
menjadi lebih efektif antar keluarga sehinga bisa mempererat hubungan keluarga satu sama lain.
Kata kunci
Kepustakaan
: Ketidakefektifan program terapi diit keluarga, Diabetes Melitus
: 7 (2007-2015)
LATAR BELAKANG
Keluarga merupakan unit terkecil yang
ada dalam masyarakat, dimana didalam
keluarga tersebut terdapat kepala keluarga
dan anggota keluarga yang saling
membutuhkan (Setiadi, 2008). Keluarga
menurut Padila (2012)adalah terdiri dari dua
orang atau lebih yang mempunyai hubungan
darah yang sama atau tidak, yang terlibat
dalam kehidupan saling ketergantungan
yang tinggal dalam satu atap mempunyai
ikatan emosional dan mempunyai peran dan
fungsi masing – masing salah satunya adalah
fungsi perawatan dan pemeliharaan
kesehatan.
Diabetes Mellitus merupakan kelainan
heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar
glukosa dalam darah atau hiperglikemia
(Brunner dan Suddarth,2002). Diabetes
mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang
timbul pada seseorang yang disebabkan oleh
karena adanya peningkatan kadar gula
(glukosa) didalam darah dari akibat
kekurangan
insulin
yang
berfungsi
mengangkut kadar gula dari dalam darah,
keseluruh sel – sel yang ada didalam tubuh
dan disebabkan oleh banyak faktor salah
satunya ialah bertambahnya usia karena
dengan bertambahnya usia fungsi dari organ
– organ tubuh akan mengalami penurunan
(Arjatmo, 2002) dalam buku Padila (2012).
Beberapa ahli berpendapat bahwa
bertambah umur, intoleransi terhadap
glukosa juga meningkat, jadi untuk golongan
usia lanjut diperlukan batas glukosa darah
yang lebih tinggi daripada orang dewasa non
usia lanjut dan apabila tidak mendapat
perawatan atau dibiarkan dalam jangka
waktu panjang akan muncul komplikasi –
komplikasi dari penyakit Diabetes Militus
(Hasdianah, 2012). Komplikasi yang dapat
terjadi pada diabetes melitus ada dua
macam, yaitu komplikasi akut dan kronis.
Komplikasi akut meliputi hipoglikemia dan
hiperglikemia, sedangkan komplikasi kronis
meliputi ketoasidosis diabetikum, kardiopati
diabetik, gangrene dan impotensi, nefropati
diabetik,
serta
retinopati
diabetik
(Hasdianah, 2012).
1
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
Menurut Suegondo (2013), dalam
mengelola diabetes melitus langkah pertama
yang dilakukan adalah pengelolaan non
farmakologis, berupa perencanaan makan
dan
jasmani.
Jika
langkah-langkah
pengendalian diabetes mellitus yang
ditentukan belum tercapai, dilanjutkan
dengan langkah penggunaan obat atau
pengelolaan farmakologis. Pada kebanyakan
kasus, umumnya dapat diterapkan langkah
tersebut. Pada keadaan kegawatan tertentu,
pengelolaan farmakologis dapat langsung
diberikan umumnya berupa suntikan insulin.
Umumnya pada keadaan tersebut, pasien
memerlukan perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan latar belakang yang telah
dipaparkan diatas maka penulis tertarik
untuk
melakukan
“pengelolaan
ketidakefektifan program terapi diit keluarga
pada Tn.S di Dusun Trauman, Desa Truko,
Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang”.
penatalaksanaan program terapi diet
keluarga. Diagnosa ketidakefektifan program
terapi diet keluarga ditegakkan apabila
terdapat batasan karakteristik mayor dan
minor. Menurut Carpenito (2007) batasan
karakteristik mayor yaitu aktivitas keluarga
yang tidak sesuai untuk memenuhi tujuan
pengobatan atau program pencegahan
sedangkan batasan karakteristk minor yaitu
percepatan (yang diharapkan atau yang
tidak diharapkan) tentang gejala penyakit
dari anggota keluarga, kurang perhatian
terhadap penyakit dan akibatnya menurut
penulis kurangnya perhatian keluarga akan
penyakitnya dapat menimbulkan afek pada
pasien sehingga menimbulkan komplikasi
yang lebih serius, mengungkapkan keinginan
untuk mengatasi pengobatan penyakit dan
pencegahan
akibat
penyakitnya,
mengungkapkan
kesulitan
terhadap
regulasi/integritas salah satu atau lebih
aturan yang diharuskan untuk pengobatan
penyakit dan efek pencegahan komplikasi,
mengungkapkan bahwa keluarga tidak
melakukan aksi untuk mengurangi faktor
resiko kemajuan penyakit dan akibatnya.
Untuk mengatasi masalah diatas penulis
menyusun
intervensi.
Intervensi
keperawatan adalah pengembangan strategi
untuk
mencegah,
mengurangi
dan
mengatasi
masalah-masalah
yang
diidentifikasi dalam diagnosa keperawatan.
Intervensi yang dilakukan yaitu: Kaji tingkat
pengetahuan keluarga tentang program
terapi, jelaskan tentang program terapi, kaji
hambatan dalam melakukan program terapi,
jelaskan cara merawat anggota keluarga
yang sakit dengan program terapi, anjurkan
keluarga dalam merawat anggota keluarga
yang sakit dengan program terapi.
Implementasi keperawatan adalah semua
tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu kita beralih dari status kesehatan
saat ini, status kesehatan yang diuraikan
dalam hasil yang diharapkan (Potter & Perry,
2010). Implementasi yang dilakukan pada
hari Senin, 11 April 2016 pukul 12.30 –
13.00yaitu: Mengkaji tingkat pengetahuan
keluarga
tentang
program
terapi,
rasionalnya untuk mengetahui tingkat
pengetahuan keluarga tentang teknik terapi
program diet, mengkaji hambatan dalam
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah
memberikan pengelolaan berupa perawatan
pasien dalam meningkatkan komunikasi
didalam
keluarga.
Pengelolaan
ketidakefektifan program terapi diit keluarga
dilakukan selama 2 hari pada Tn. S. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan
teknik wawancara, pemeriksaan fisik,
observasi dan pemeriksaan penunjang.
HASIL PENELITIAN
Hasil pengelolaan pada keluarga Tn. S
mampu
menggambarkan
pengelolaan
ketidakefektifan program terapi diit serta
keluarga mampu merawat Tn. S dengan
benar.
PEMBAHASAN
Pengkajian
merupakan
suatu
pendekatan
yang
sistematis
untuk
mendapatkan informasi serta data yang
selengkap-lengkapnya mengenai klien baik
secara subyektif maupun obyektif (Potter &
Perry, 2010). Setelah melalui proses
pengkajian dan pengumpulan data serta
menganalisa
data
akhirnya
penulis
menemukan masalah keperawatan pada
keluarga Tn. S dan memprioritas masalah
keperawatan
yaitu
ketidakefektifan
2
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
melakukan program terapi, rasional
mengetahui hambatan-hambatan dalam
melakukan teknik program terapi diit,
menjelaskan cara merawat anggota keluarga
yang sakit dengan program terapi diit
rasionalnya agar keluarga mengetahui cara
merawat anggota keluarga yang sakit
dengan teknik program terapi diit,
menganjurkan keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang sakit dengan program
terapi rasionalnya agar anggota keluarga
bisa merawat anggota yang sakit dengan
program terapi.
DAFTAR PUSTAKA
Achjar,K,A,H,. (2010). Asuhan Keperawatan
Keluarga. Jakarta: Sagung Seto.
Aspiani, R, Y,. (2014). Buku Ajar Asuhan
Keperawatan Gerontik Aplikasi Nanda
Nic dan Noc. Jakarta: CV Trans Info
Media.
Carpenito, L. J. (2007). Buku saku diagnosa
keperawatan (edisi 10). (Yasmin Asih,
Penerjemah). Jakarta: EGC.
Depkes RI. (2010). Profil Kesehatan
Indonesia
2010.www.depkes.go.id.
Diakses pada tanggal 22 April 2016
pukul 15.16.
Hasdianah, H. R. (2012) Mengenal Diabetes
Mellitus Pada Orang Dewasa Dan
Anak-AnakDenganSolusi
Herbal.
Yogyakarta: NuhaMedika.
Herdman, T. Heather. (2015). Diagnosis
Keperawatan Definisi Dan Klasifikasi
2015-2017. Jakarta: EGC.
Kemenkes RI. (2011). Badan Penelitian dan
Pengembangan
Kesehatan
Kementrian Kesehatan RI Tahun 2011.
http://HasilRiskesdas
2013.pdf.
(diakses pada 8 April 2016 pukul 19.00
WIB)
KESIMPULAN
Evaluasi telah dilakukan setelah
dilakukan implementasi selama 1 x 30 menit,
hasil evaluasi didapatkan data subjektif Tn.S
dan keluarga mengatakan sekarang sudah
mengerti dan mengetahui tentang cara
program terapi diit. Secara objektif keluarga
dapat mempraktikkan program terapi diit
,serta
ketepatan
dalam
mengambil
keputusan.
Berdasarkan implementasi yang di
lakukan
tersebut
penulis
dapat
menyimpulkan bahwa keluarga Tn. S mampu
memehami
penyuluhan
yang
telah
didemontrasikan, keluarga sudah mengenal
cara program terapi diit.
SARAN
Penulis menyarankan keluarga dapat
memberikan motivasi terhadap pasien untuk
selalu melakukan program terapi diit serta
keluarga mampu melaksanakan 5 tugas
keluarga.
3
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
Download