BAB 3

advertisement
Chapter Three
Perilaku Dalam
Organisasi
PERILAKU
DALAM
ORGANISASI
Andrian Noviardy,SE.,M.Si.
1
Sistem pengendalian manajemen
mempengaruhi perilaku manusia.
Sistem pengendalian manajemen
yang baik mempengaruhi manusia
sedemikian rupa sehingga memiliki
tujuan yang selaras, artinya
tindakan-tindakan individu yang
dilakukan untuk tujuan-tujuan
pribadi juga akan membantu
mencapai tujuan organisasi
Perilaku Dalam
Organisasi
.
2
Keselarasan Tujuan



Manajemen senior menginginkan agar organisasi
mencapai tujuan organisasi
Tetapi anggota individual organisasi mempunyai
tujuan pribadi masing-masing yang tidak selalu
konsisten dengan tujuan organisasi
Tujuan utama dari Sistem Pengendalian
Manajemen adalah memastikan (sejauh
mungkin) tingkat “keselarasan Tujuan (goal
congruence)” yang tinggi.
Perilaku Dalam
Organisasi
.
3
Keselarasan Tujuan…..(Lanjutan)


Dalam proses yang sejajar dengan tujuan,
manusia diarahkan untuk mengambil tindakan
yang sesuai dengan kepentingan pribadi mereka
sendiri, yang sekaligus juga merupakan
kepentingan organisasi.
Sistem pengendalian yang memadai setidaknya
tidak akan mendorong individu untuk melawan
kepentingan organisasi.
Perilaku Dalam
Organisasi
4
PERTANYAAN DALAM EVALUASI
SPM


Tindakan apa yang memotivasi orang
untuk bertindak demi kepentingan mereka
sendiri?
Apakah tindakan-tindakan ini sesuai
dengan kepentingan organisasi tersebut?
Perilaku Dalam
Organisasi
5
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Keselarasan Tujuan
Baik sistem formal maupun informal
mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi perusahaan, konsekuensinya,
kedua hal tersebut akan berpengaruh
pada tingkat pencapaian keselarasan
tujuan perusahaan
Perilaku Dalam
Organisasi
6
SISTEM FORMAL DAN
INFORMAL

1.
2.
3.
SISTEM FORMAL :
Perencanaan
strategis
Penyusunan
anggaran
Pelaporan
Perilaku Dalam
Organisasi

1.
2.
3.
SISTEM INFORMAL
Etos kerja
Gaya manajemen
Budaya yang
melingkupi
7
Faktor Eksternal


Adalah norma-norma mengenai perilaku yang
diharapkan di masyarakat, dimana organisasi
menjadi bagian.
Norma-norma ini mencakup sikap, yang secara
kolektif disebut ETOS KERJA, yang diwujudkan
melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi,
keuletan, semangat, dan juga kebanggaan yang
dimiliki pegawai dalam menjalankan tugas
(bukan sekedar menjalankan tugas secara tepat
waktu).
Perilaku Dalam
Organisasi
8
Faktor Internal

Budaya
merupakan faktor terpenting yang
meliputi keyakinan bersama,nilai-nilai
yang dianut, norma-norma perilaku serta
asumsi-asumsi yang secara implisit
diterima dan secara eksplisit
dimanifestasikan di seluruh jajaran
organisasi.
Budaya perusahaan biasanya tidak pernah
berubah selama bertahun-tahun
Perilaku Dalam
Organisasi
9
Faktor Internal….(Lanjutan)

Gaya Manajemen
memiliki dampak yang paling kuat
terhadap pengendalian manajemen
Biasanya, sikap-sikap bawahan
mencerminkan apa yang mereka anggap
sebagai sikap atasan mereka, dan sikap
atasan itu pada akhirnya berpijak pada
apa yang menjadi sikap pimpinan puncak.
(Silahkan baca contoh, hal 113……)
Perilaku Dalam
Organisasi
10
Faktor Internal….(Lanjutan)


Organisasi informal
Misalnya, terbentuknya secara tidak
sengaja kelompok atau genk dalam satu
organisasi
Persepsi dan Komunikasi
Penyerapan informasi dari berbagai jalur,
baik jalur formal maupun jalur informal.
Perilaku Dalam
Organisasi
11
Sistem Pengendalian Formal

Dalam suatu organisasi atau perusahaan, ada
dua sistem pengendalian formal yang
mengaturnya, yaitu :
1. Sistem Pengendalian Manajemen
2. Aturan-aturan
Perilaku Dalam
Organisasi
12
Aturan-aturan



Beberapa aturan adalah pedoman kerja; yaitu
para anggota organisasi diizinkan, dan bahkan
diharapkan, untuk menyimpang dari pedoman
tersebut, baik dalam situasi-situasi khusus atau
ketika mereka menilai bahwa penyimpangan
tersebut akan berakibat baik bagi perusahaan.
Sejumlah aturan bernilai positif (misal, latihan
menghadapi kebakaran).
Aturan-aturan lain adalah larangan-larangan
terhadap tinadakan yang tidak etis, ilegal, atau
tindakan-tindakan lain yang tidak diinginkan.
Perilaku Dalam
Organisasi
13
Beberapa Jenis Aturan




Pengendalian fisik.
Penjaga keamanan, gudang-gudang yang
terkunci, password komputer, CCTV, dll.
Manual.
Manual dalam organisasi jauh lebih rinci
dibandingkan dengan aturan di organisasi
lainnya.
Pengamanan Sistem.
Sistem Pengendalian Tugas.
Perilaku Dalam
Organisasi
14
DIMENSI ORGANISASI YANG
MEMPENGARUHI PERILAKU








Formalisasi
Spesialisasi
Standardisasi
Sentralisasi
Hirarki Kekuasaan (Otoritas)
Kompleksitas
Profesionalisme
Konfigurasi
Perilaku Dalam
Organisasi
15
KARAKTERISTIK UMUM
ORGANISASI YANG BAIK




Perilaku Dalam
Organisasi
Appropriate
Adequate
Effective
Efficient
16
CIRI-CIRI TEKNIS
ORGANISASI TIDAK BAIK



Pengambilan keputusan seringkali
terlambat ataupun seringkali kurang baik
Organisasi tidak mampu bereaksi dengan
baik terhadap perubahan kondisi
lingkungan
Dalam organisasi seringkali terjadi
pertentangan
Perilaku Dalam
Organisasi
17
PENGARUH LINGKUNGAN
DALAM STRUKTUR
ORGANISASI




Kompleksitas struktur organisasi
Peredam (Buffers)
Elemen-elemen perbatasan (boundary
spanning)
Differensiasi dan integrasi
Perilaku Dalam
Organisasi
18
RENTANG KENDALI
(SPAN OF CONTROL)


Sering disebut juga span of
management, span of
executive atau span of
authority
Adalah batas jumlah bawahan
langsung yang dapat dipimpin
dan dikendalikan secara
efektif oleh seorang manager
Perilaku Dalam
Organisasi
19
PERLUNYA RENTANG KENDALI




Keterbatasan
Keterbatasan
Keterbatasan
Keterbatasan
waktu
pengetahuan
kemampuan
perhatian
Rentang kendali setiap
pemimpin / manager tidak
sama / relatif
Perilaku Dalam
Organisasi
20
FAKTOR YANG MEMBATASI
RENTANG KENDALI









Sifat dan terperincinya rencana
Latihan-latihan dalam perusahaan
Posisi manager dalam perusahaan
Dinamis dan statisnya organisasi
Efektifitas komunikasi
Tipe pekerjaan yang dilakukan
Kecakapan dan pengalaman manager
Span of personality and energy
Dedikasi dan partisipasi bawahan
Perilaku Dalam
Organisasi
21
BENTUK STRUKTUR ORGANISASI



Struktur Fungsional
Para manager bertanggung jawab atas
fungsi-fungsi yang terspesialisasi
Struktur Produk / unit bisnis
Para manager bertanggung jawab atas
aktivitas masing-masing unit
Struktur Matriks
Unit-unit fungsional memiliki tanggung
jawab ganda
Perilaku Dalam
Organisasi
22
STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL
KELEBIHAN
 Paling sesuai untuk lingkungan
yang stabil
 Dapat mencapai skala
ekonomis pada masing-masing
bagian
 Merangsang berkembangnya
ketrampilan yang bersifat
fungsional
 Sesuai untuk organisasi
berukuran kecil sampai sedang
 Baik bagi organisasi yang
menghasilkan satu atau
sejumlah kecil produk sejenis
Perilaku Dalam
Organisasi
KEKURANGAN
 Respon organisasi terhadap
perubahan kondisi lingkungan
agak lambat
 Pengambilan keputusan
menumpuk pada puncak
organisasi
 Koordinasi antar bagian/ fungsi
tidak terlalu baik
 Inovasi terbatas
 Pandangan terhadap sasaran
organisasi agak terbatas,
anggota organisasi cenderung
hanya memperhatikan sasaran
bagiannya sendiri
23
STRUKTUR ORGANISASI
PRODUK / UNIT BISNIS
KELEBIHAN
 Paling sesuai untuk lingkungan
yang tidak stabil dengan
perubahan cepat
 Penanggung jawab produk
jelas
 Koordinasi antar fungsi baik
 Mudah beradaptasi dengan
tuntutan luar
 Sesuai untuk organisasi
berukuran besar
 Baik untuk organisasi yang
menghasilkan banyak produk
Perilaku Dalam
Organisasi
KEKURANGAN
 Tidak mampu mencapai
efisiensi ekonomis
 Koordinasi antar unit bisnis
sulit
 Keahlian teknis hilang karena
tidak ada spesialisasi
fungsional
 Integrasi ataupun standarisasi
antar produk sulit tercapai
24
STRUKTUR ORGANISASI MATRIKS
KELEBIHAN
 Mampu mencapai tingkat
koordinasi yang diperlukan
untuk menjawab tuntutan
“ganda” lingkungan
 Dapat memanfaatkan
karyawan secara fleksibel
 Sesuai untuk pengambilan
keputusan yang sifatnya rumit
serta lingkungan yang tidak
stabil
 Sangat sesuai untuk organisasi
ukuran sedang
Perilaku Dalam
Organisasi
KEKURANGAN
 Adanya wewenang ganda
menyebabkan munculnya
kebingungan
 Menghabiskan banyak waktu
untuk koordinasi
 Hanya bisa berjalan jika
hubungan bersifat kolegial
bukan vertikal
25
FUNGSI KONTROLLER

Orang yang bertanggungjawab dalam
merancang dan mengoperasikan sistem
pengendalian manajemen disebut sebagai
seorang kontroller
Perilaku Dalam
Organisasi
26
Fungsi-fungsi kontroller





Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian
Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan
Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, mengintepretasikan laporanlaporan ini untuk para manajer, menganalisis program dan proposalproposal anggaran
Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prosedur-prosedur
pengendalian untuk menjamin validitas informasi
Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi
dalam pendidikan personel manajemen
Perilaku Dalam
Organisasi
27
TERIMA KASIH
Perilaku Dalam
Organisasi
28
Download