ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MOGA BUNDA

advertisement
ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MOGA BUNDA
DISAYANG ALLAH
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan IlmuKomunikasi
Untuk memenuhi persyaratan memperoleh
Gelar Sarjana Komunikasi Penyiaran Islam(S.Kom.I)
Oleh:
BOBBY DWI SANJAYA
NIM. 108051000107
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1434 H / 2013 M
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar sarjana (S1) UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini, saya telah
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari karya ini merupakan hasil plagiat atau hasil jiplakan
karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 15 Juli 2013
Bobby Dwi Sanjaya
i
Bobby Dwi Sanjaya
“Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah”
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul Analisis Isi Terhadap Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda
Disayang Allah. Pemilihan judul ini dilatar belakangi oleh keberadaan novel yang
menjadi alternatif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Karena novel saat ini
menjadi salah satu sarana untuk berdakwah. Tidak sedikit pendakwah atau da’i kini lebih
memilih novel sebagai media dakwahnya karena lebih digemari dan diminati saat ini.
Dengan keunggulan novel yang mudah dicerna kata per kata, tidak lekang oleh waktu
membuat novel terlihat semakin unggul dari media lain sebagai sarana berdakwah.
Bahkan saat ini tidak sedikit film berawal dari cerita novel. Hal inilah yang memberikan
kemudahan jalan bagi para da’i untuk menyampaikan pesan dakwahnya kepada mad’u.
Kelebihan novel Moga Bunda Disayang Allah ini adalah novel ini merupakan novel
yang menggambarkan tentang bagaimana kita harus bersabar, berdoa, berusaha dan terus
bersyukur. Dimana isi dalam novel menceritakan tentang Melati seorang anak buta,tuli
dan bisu yang berjuang untuk hidup, untuk mengenal dunia dengan dibantu doa dan
kesabaran bunda serta usaha yang dilakukan Melati dengan dibantu Karang Melati
berhasil mengenal dunia dengan caranya.
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti melakukan analisis isi pesan dakwah
pada novel Moga Bunda Disayang Allah. Dengan merumuskan pertanyaan yakni apa
saja isi pesan dakwah yang terdapat pada novel Moga Bunda Disayang Allah? Dan pesan
dakwah apa yang paling dominan pada novel Moga Bunda Disayang Allah?
Untuk mendapatkan data dan hasil yang sempurna, dalam penelitian ini, maka peneliti
menggunakan metodologi penelitian analisis isi (Content Analysis) melalui pendekatan
kuantitatif, menurut R. Holsty, analisis isi pesan adalah suatu cara yang sistematis yang
menjadi petunjuk untuk mengamati dan menganalisa pesan tertentu yang dapat
disampaikan oleh komunikator. Dan teknik analisis dibuat kategori pesan dakwah yang
terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah, kemudian membuat lembar koding
yang diisi oleh juri yang berjumlah tiga orang yang telah ditetapkan sebelumnya, dan juri
tersebut haruslah kompeten. Selanjutnya hasil kesepakatan juri dijadikan sebagai
koefisien reabilitas dan terakhir melakukan perhitungan mengenai pesan dakwah yang
dominan.
Isi pesan yang terkandung dalam novel Moga Bunda Disayang Allah ini mengandung
pesan dakwah aqidah, akhlak dan syariah. Setelah peneliti menganalisis isi pesan dakwah
dalam novel Moga Bunda Disayang Allah yang terdiri dari 8 bab. Dan pesan yang paling
dominan adalah pesan dakwah akhlak dengan presentase 38,4 %, selanjutnya pesan
syariah dengan 32 % dan pesan dakwah aqidah dengan 29,6%
Keywords : Novel, Analisis isi, Pesan dakwah
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah wa Syukurillah puji syukur penulis panjatkan atas semua nikmat
dan karunia yang Allah berikan selama ini, yang tak henti-hentinya memberikan
kekuatan yang luar biasa disaat penulis merasakan lelah dan jenuh menghadapi
semua kesulitan dalam penyusunan skripsi ini, sehingga skripsi yang berjudul
Analisis Isi Terhadap Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah
telah disusun.
Sholawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada Rasulullah Nabi
Besar Muhammad SAW yang yang membawa kita dari zaman kegelapan menuju
zaman yang terang benderang dan penuh dengan pengetahuan seperti pada saat ini
dan semoga kita semua mendapat syafaatnya. Amin ya rabbal alamin.
Penulis menyadari bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah semata
karena sesungguhnya tanpa kehendak-nya segala sesuatu tidak mungkin terjadi.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Betapa pun hebatnya manusia, tak ada yang bisa melakukan segala sesuatunya
sendiri tanpa bantuan orang lain. untuk itu perkenankanlah penulis secara khusus
dengan hormat dan bangga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam
kepada:
1. Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Komarudin
Hidayat, MA.
ii
2. Dr. Arief Subhan MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi.
3. Pembantu Dekan Bidang Akademik, Pembantu Dekan Bidang Administrasi
Umum dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Dakwah
dan Ilmu Komunikasi.
4. Drs. Zumroni, MSi, selaku Kepala Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.
5. Umi Musyarofah MA, selaku Sekretaris Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam
yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan perkuliahan ini.
terutama dalam pengurusan nilai-nilai kuliah.
6. Dr. Armawati Arbi, M. Si selaku dosen pembimbing skripsi, terima kasih
untuk waktunya, untuk motivasinya, untuk masukannya yang dengan sabar
memberikan petunjuk, arahan serta bimbingan, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
7. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah
memberikan ilmu, pengalaman dan wawasan serta kontribusi yang tak ternilai
harganya. Semoga menjadi amal ibadah yang tak akan terputus. dan tidak lupa
pula kepada seluruh staff dan karyawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, juga
para staff perpustakaan Fakultas maupun Universitas yang telah memberikan
pelayanan kepada penulis selama menjalani studi di kampus.
8. Ayahanda tercinta (Sidik) dan ibunda tersayang (Ely Sumiati) yang dengan
kasih sayangnya tak pernah kenal lelah dalam mendidik dan membesarkan
anak-anaknya
dan
selalu
memberikan
motivasi,
doa
dan
seluruh
pengorbanannya baik moril maupun materil. Sehingga penulis bisa seperti
sekarang ini. Jasa kalian tidak dapat terbayar oleh apapun. Untuk semua
iii
saudara-saudaraku. Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini.
Semoga hal baik yang ada dalam diri penulis, bisa menjadi contoh yang baik
pula untuk kalian, khususnya untuk adikku yang masih studi, semangat terus
untuk jadi yang sukses dunia akhirat. Amin...
9. Untuk Dewi Angela terimakasih buat dukungan moril maupun materil yang
diberikan, terima kasih buat waktunya selama ini dalam menemani
menyelesaikan skripsi.
10. Teman-teman KPI D Best angkatan 2008 semua yang telah sama-sama
berjuang dalam menempuh pendidikan di UIN Jakarta. Terima kasih selalu
menemani dan selalu bawel dalam memberikan semangat dalam mengerjakan
skripsi.
Akhir kata, hanya do’a dan harapan yang dapat penulis panjatkan, semoga
semua kebaikan kalian senantiasa Allah balas dengan limpahan karunia dan
keberkahan bagi kita semua. Amin Amin Yaa Rabbal ‘alamiin…
Jakarta, 15 Juli 2013
Penulis
iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK....................................................................................................................
i
KATA PENGANTAR.................................................................................................
ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................
v
BAB I
BAB II
BAB III
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah...................................................................
1
B. Pembatasan Dan Perumusan Masalah............................................
5
C. Tujuan Penelitian...............................................................................
6
D. Manfaat Penelitian............................................................................
6
E. Metodologi Penelitian.......................................................................
7
F. Tinjauan Pustaka..............................................................................
12
G. Sistematika Penulisan.......................................................................
14
TINJAUAN TEORITIS
A. Teori Naratif......................................................................................
16
B. Pengertian Analisis Isi.......................................................................
22
C. Pesan Dakwah....................................................................................
24
1.Pengertian Dakwah.........................................................................
24
2. Pengertian Pesan Dakwah..............................................................
24
3. Unsur-Unsur Dakwah....................................................................
30
4. Tujuan Dakwah...............................................................................
32
D. Novel..................................................................................................
34
1. Pengertian Novel.........................................................................
34
2. Unsur-Unsur dalam Novel...........................................................
35
3. Novel Sebagai Media Dakwah....................................................
40
GAMBARAN UMUM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH
A. Biografi Tere Liye...............................................................................
42
B. Deskripsi Novel Moga Bunda Disayang Allah..................................
43
v
BAB IV
ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MOGA BUNDA
DISAYANG ALLAH
A. Temuan Data Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah..............
41
B. Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah............
53
C. Pesan Dakwah Yang paling Dominan Dalam Novel Moga Bunda
Disayang Allah..................................................................................... 58
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan.........................................................................................
63
B. Saran....................................................................................................
63
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................
65
LAMPIRAN.....................................................................................................................
68
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.
Dahulu aktivitas dakwah hanya dilakukan melalui lisan, yakni informasi
disampaikan melalui mulut ke mulut. Kini aktivitas dakwah tersebut berkembang
sesuai perkembangan zaman. Kegiatan dakwah pada saat ini tidak hanya dilakukan
dengan cara penyampaian melalui lisan saja, dakwah juga dapat disampaikan melalui
media massa,seperti surat kabar, koran, majalah, televisi, radio, internet. dan juga
karya sastra seperti novel. Dakwah merupakan suatu bentuk proses penyampaian
ajaran islam. Dakwah Islam adalah dakwah ke arah kualitas puncak dari nilai-nilai
kemanusiaan dan peradaban.1
Karya sastra terbagi beberapa macam diantaranya cerpen, puisi, novel dan
drama. Dalam penelitian ini peneliti akan membedah suatu novel. Novel merupakan
cerita prosa tentang kehidupan manusia seperti halnya cerpen. Perbedaannya novel
memiliki cerita lebih panjang dibandingkan cerpen, tetapi isinya lebih terbatas
daripada roman. Novel sebagai salah satu dari seni karya sastra saat ini tidak hanya
dapat dijadikan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan yang tersirat
pada tulisan yang tercantum dalam novel tersebut.
Novel sebagai salah satu karya sastra merupakan hasil cipta atau karya
manusia yang dapat dituangkan melalui ekspresi yang berupa tulisan yang
1
Muhammad Al-Bahy, Islam Agama Dakwah Bukan Revolusi, (Jakarta: Kalam Mulia,
1997),h.47
1
menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Selain itu karya sastra juga merupakan
hasil karya seseorang yang diekspresikan melalui tulisan yang indah, sehingga karya
yang dinikmati mempunyai nilai estetis dan dapat menarik para pembaca.
Salah satu sifat yang dominan dari sebuah novel ialah mampu merubah
pandangan hidup ataupun cara berfikir pembacanya, oleh karena itu novel merupakan
salah satu bentuk sarana yang efektif dalam menyampaikan suatu pesan diantaranya
pesan-pesan dakwah ataupun moral yang bertujuan untuk mengubah prilaku
seseorang ke arah yang lebih baik.
Novel merupakan segmentasi remaja Indonesia yang telah menjadi buah bibir
saat ini. Terhitung dengan mulai keluarnya novel yang berjudul ayat-ayat cinta karya
Habiburrahman yang kemudian diangkat ke layar lebar, disusul dengan novel ketika
cinta bertasbih dengan pengarang yang sama. Dan banyak lagi novel-novel bernuansa
islam yang berpredikat best seller. Tingginya apresiasi masyarakat terhadap novel
menjadikan motivasi bagi peneliti untuk menyampaikan berbagai pesan melalui
novel.
Setiap novel mengandung tema yaitu dasar pemikiran penulis yang
disampaikan lewat karya-karyanya, maka dasar atau tema cerita merupakan sasaran
atau tujuan yang paling penting dalam sebuah cerita. Umumnya dalam karya sastra
yang berbentuk novel tidak pernah lepas dari latar belakang pengarangnya, apabila
seorang pengarangnya muslim maka sangat besar lahirnya karya sastra yang dilatar
2
belakangi oleh motivasinya
untuk menyampaikan pesan yang terkandung di
dalamnya ataupun yang sedang berlangsung.2
Di era modern saat ini, dakwah harus dikemas dengan berbagai cara dan
sarana, agar dakwah terlihat menarik, lebih efektif dan juga tidak ketinggalan zaman.
Sehingga diharapkan dakwah yang mengajarkan ajakan kebaikan bisa sampai kepada
seluruh lapisan golongan masyarakat.
Ada anggapan bahwa siapapun yang menguasai informasi maka ia akan
menjadi penguasa dunia. Anggapan ini menggugah umat muslim agar bisa
memanfaatkan kekuatan media massa untuk memaksimalkan dakwah islam ke semua
lapisan golongan masyarakat. Novel sebagai karya sastra media cetak melalui tulisantulisannya dan bentuk katanya memungkinkan kita memaksimalkan pemikiranpemikiran yang ada dalam tulisan.
Manusia sebagai makhluk yang mempunyai sifat bosan dan jenuh atas sesuatu
hal yang monoton perlu dijejali oleh suasana baru seperti halnya mendengarkan atau
menyerap pesan dakwah. Dakwah pun membutuhkan modifikasi atau dakwah harus
mempunyai ragam dan cara yang berbeda-beda agar sifat manusia yang bosan dan
jenuh itu tidak muncul.
Saat ini masih banyak orang yang membaca sebuah karya sastra sekedar
hiburan saja, tanpa berusaha untuk merenungkan apa pesan yang terkandung di
2
Burhan Nurgiantoro, Teori Pengkajian Fiksi, (Jogjakarta: Gajah Mada University Press,
1995), hal. 322.
3
dalamnya. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk menggali isi pesan yang terdapat
dalam sebuah novel atau karya sastra.
Novel yang menceritakan sebuah kehidupan yang tidak bisa kita bayangkan,
dimana terdapat sebuah keluarga kaya raya, mempunyai kekurangan bernama Melati.
Melati adalah seorang putri tunggal yang memiliki keterbatasan dengan kekurangan
fisiknya yang buta, tuli, dan bisu.
Berbagai macam dokter telah didatangkan namun apa daya, Melati masih
belum dapat disembuhkan. Hingga suatu saat bunda mendengar kabar ada pemuda
yang sangat dekat dengan anak-anak, dia bisa mengetahui dan meluluhkan hati anakanak. Pemuda itu bernama karang.
Kejadian 3 tahun sebelumnya pemuda itu mengalami tragedi yang
menyebabkan anak didiknya meninggal dan membuat dirinya sendiri frustasi. Hal itu
tidak menyurutkan bunda untuk datang ke Karang memohon bantuan dalam
membantu mengajarkan Melati mengenal bunda, ayah, dan tentunya sang pencipta.
Novel Moga Bunda Disayang Allah ini sangat menarik, banyak kisah yang
mengajarkan tentang kesabaran, akhlak mahmudah yang baik untuk ditiru dan akhlak
madzmumah yang tidak pantas ditiru. Selain itu, Novel berjudul Moga Bunda
Disayang Allah ini merupakan salah satu buku berpredikat best seller, dimana buku
ini mendapat respon dari pembaca sehingga penerbit REPUBLIKA menobatkan novel
ini sebagai salah satu novel berpredikat best seller.
4
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti mengambil judul pada
penelitian ini yaitu “ANALISIS ISI TERHADAP PESAN DAKWAH DALAM
NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH.”
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah maka penulisan yang tepat dalam pembatasan
skripsi ini, masalah yang akan dibatasi adalah pesan dakwah yang terdapat pada novel
Moga Bunda Disayang Allah dengan menggunakan pendekatan analisis isi kuantitatif
dan metode random sampling (sampel secara acak).
2. Perumusan Masalah
Dengan Demikian untuk lebih memperjelas penelitian ini maka penulis
merumuskan beberapa permasalahan, yaitu:
a. Apa saja isi pesan dakwah yang terdapat dalam novel Moga Bunda
Disayang Allah?
b. Pesan apakah yang paling dominan dalam novel Moga Bunda Disayang
Allah ?
C. Tujuan penelitian
Berdasarkan pokok permasalah diatas, ada beberapa tujuan penelitian yang
ingin dicapai dari penelitian terhadap novel Moga Bunda Disayang Allah, yaitu:
5
1. untuk mengetahui pesan dakwah yang terkandung dalam novel Moga Bunda
Disayang Allah
2. untuk mengetahui pesan dakwah yang paling dominan.
D. Manfaat penelitian
1. Manfaat akademis
Penelitian ini dapat menjadi sebuah kajian yang menarik dalam menempatkan
novel sebagai salah satu media penyampaian pesan yang diharapakan memberikan
kontribusi yang positif pada khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan, moral dan
dakwah melalui novel. Serta dapat menambah wawasan bagi penulis dan
pembacanya.
2.Manfaat praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan menambah wawasan
untuk mahasiswa dan elemen masyarakat luas tentang bagaimana kita tetap
menerapkan ajaran-ajaran Islam dan menempatkan moral yang baik dalam kehidupan
sehari-hari serta memberikan motivasi kepada para penulis untuk terus berkreasi
menciptakan novel yang mendidik.
E. Metodologi penelitian.
1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini adalah analisis isi dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif. yaitu dengan cara mencatat nilai-nilai bilangan atau frekuensi untuk
6
melukiskan berbagai jenis isi yang didefinisikan, yang akhirnya akan melahirkan
generalisasi.
2. Metode Penelitian
Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi
(content analysis), yaitu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis isi atau disebut juga dengan content analysis yang bersifat kuantitatif,
Adapun pengertian isi yang nyata di sini merupakan isi yang tersurat, yang
berarti isi tersebut harus di-coding seperti apa adanya yang tersurat (tampak),
bukan seperti yang dirasakan peneliti. Metode analisis ini digunakan untuk
menelaah isi dari suatu dokumen, dalam penelitian ini dokumen yang dimaksud
adalah novel Moga Bunda Disayang Allah.
Krippendorf mengemukakan kajian isi adalah tekhnik penelitian yang
dimanfaatkan menarik kesimpulan yang dapat ditiru dan sahih data atas dasar
konteksnya, sedangkan R.Holsty memberikan definisi bahwa kajian isi adalah
tekhnik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha
menemukan karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif dan sistematis.3
3.
Subjek dan objek penelitian
Subjek dan objek penelitian adalah sumber tempat memeroleh data.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah novel Moga Bunda
Disayang Allah dan sebagai objek penelitiannnya adalah isi pesan yang ada pada
3
Soejono & Abdurrahman, Metode Penelitian, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999), cet. Ke
1.h,13
7
pembahasan yang terpilih dengan cara random sampling dalam novel Moga
Bunda Disayang Allah.
4. Teknik pengumpulan data
Studi dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data-data berupa
buku-buku penelitian, buku dakwah, buku komunikasi, dan buku-buku novel,
serta data tentang novel yang didapat dari internet.
Langkah-langkah pengumpulan data yakni membaca novel Moga
Bunda Disayang Allah secara berulang-ulang kemudian mencatat kalimatkalimat yang menyatakan isi pesan yang mengandung nilai dakwah.
5. Teknik pengolahan data
a. Kategorisasi
Setelah peneliti menetapkan data, peneliti menggunakan coding sheet,
yaitu tabel yang berisikan kategori pesan menjadi objek penelitian. Coding
sheet
dibuat
berdasarkan
kategorisasi
yang
ditetapkan.
Penyusunan
kategorisasi pesan yang diteliti meliputi tiga kategorisasi besar yaitu pesan
Aqidah, Akhlak dan Syariah. Untuk memudahkan memahami kandungan isi
pesan dakwah dalam novel Moga Bunda Disayang Allah, maka peneliti
membuat kategori-kategori pesan dakwah sesuai dalam bentuk tabel
kategorisasi berikut :
8
No
Kategorisasi
1
Aqidah
2
Akhlak
3
Syariah
Berdasarkan kategorisasi tersebut penulis membuat definisi operasional
sebagai berikut:
1) Aqidah, yaitu iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat Allah,
iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada rasul-rasul Allah, iman
kepada hari akhir (kiamat) dan iman kepada qada dan qadar.
2) Akhlak, adalah sifat yang tertanam dalam diri manusia. Sifat tersebut
dapat dinilai baik dan buruk dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan
norma agama.
3) Syariah, yang dimaksud dengan syariah yaitu aturan atau undang-undang
yang turun dari Allah untuk mengatur hubungan sesama manusia dengan
Tuhannya, mengatur hubungan sesama manusia, dan hubungan manusia
dengan alam semesta. Syariah yaitu berhubungan dengan amal lahir
(nyata) dalam rangka menaati semua peraturan dan hukum Allah dalam
mengatur pergaulan hidup antar sesama manusia. 4
4
Moh Ali Azis, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenada Media, 2004), h. 94-95.
9
b. Penjurian atau koder
Untuk memperoleh realibilitas dan validitas kategori isi pesan dalam novel
Moga Bunda Disayang Allah , penulis mengadakan pengujian kategori pada
tiga orang juri atau koder yang dipilih dari orang yang dianggap kredibel.
Hasil kesepakatan tim juri tersebut dijadikan sebagai koefisien reabilitas.
Untuk mencapai koefisiensi rebilitas kategori antar juri, peneliti menggunakan
rumus Holsty (1969:17-150)5
Koefisien Reabilitas :
2M
N1+N2
Keterangan:
2M = Nomor yang sama antar juri
N1+N2 = Jumlah item yang dibuat oleh tim juri
M = Kesepakatan antar juri
N = Jumlah yang diteliti
Setelah itu diperoleh data-data nilai keputusan antar juri (komposit reabilitas),
dengan menggunakan rumus:
Komposit Reabilitas : N (x antar juri)
1+(N-1)(x antar juri)
Keterangan :
5
Jumroni, Metode-metode Penelitian Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), cet-1,
h. 76.
10
N = Jumlah juri
X = Rata-rata koefisien reabilitas antar juri
5. Teknik analisa data
Data yang sudah terkumpul diperoleh dari penilaian juri akan diamati,
dihitung dan diberi nilai untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing
dan termasuk mengetahui koefisien reliabilitas tiap juri. Antar juri 1 dan 2, 2 dan
3, 1 dan 3. Koder yang terdiri dari juri I, Solihin (Ustadz dan Tokoh Masyarakat),
juri II Martcy Chrisna Dwi Putranti (Guru), juri III Firmansyah (Mahasiswa
Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Menampilkan cerita
dari sub judul berdasarkan kategorisasi secara sistematik, dari hal ini maka dibuat
kategorisasi nilai akidah, akhlak dan syariah untuk mengamati isi pesan pada
novel Moga Bunda Disayang Alllah.
6. Pedoman Penulisan
Isi penulisan ini akan ditulis berdasarkan penulisan skripsi yang mengacu
pada pedoman penulisan skripsi, tesis, dan disertasi yang berlaku di UIN Jakarta
yaitu CeQDa.6
G. Tinjauan Pustaka
Dalam menentukan judul skripsi ini penulis sudah mengadakan tinjauan
pustaka ke perpustakaan yang terdapat di Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu
Komunikasi dan Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurut
6
Hamid Nasuhi, dkk, Pedoman Penulisa Karya Ilmiah, (Jakarta: CeQDA, 2007), hal 34.
11
pengamatan penulis dari hasil observasi yang telah penulis lakukan sampai saat ini
tidak menemukan judul yang serupa dengan judul yang penulis ajukan.
Penelitian mengenai analisis media cetak terutama novel-novel memang telah
banyak di temui, khususnya difakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam
Negeri Jakarta, namun tidak mengecilkan hati dan minat penulis untuk meneruskan
penelitian ini karena beberapa hal yang penulis anggap menjadi kelebihan dari novelnovel yang lain. Dan berikut beberapa karya tulisan yang menjadi tolak ukur
diantaranya adalah.
Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban
Karya Abidah El-Khalieqy, skripsi yang ditulis oleh Siti Rizkia Kamilah, jurusan
Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan judul, yang isinya menjelaskan tentang isi
pesan dakwah yang terkandung dalam novel dan menggunakan kategorisasi Aqidah,
akhlaq dan syariah.7
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Novel “Gadis Pantai” karya Pramoedya
Ananta Toer, di tulis oleh Toni Sultoni, 2007 membahas tentang pesan dakwah yang
terdapat dalam novel “ Gadis Pantai”. Secara garis besar pembahasan terlihat lebih
kepada pesan moral yang terdapat dalam novel gadis pantai metode yang digunakan
adalah kuantitatif dengan menggunakan 3 korder/juri.8
7
Siti Rizkia Kamilah, Skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Perempuan Berkalung
Sorban Karya Abidah El-Khalieqy (Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).
8
Toni Sultoni, Skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Gadis Pantai, (Jakarta:
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).
12
Analisis isi pesan dakwah dalam Novel “ketika mas gagah pergi” karya
Helvy Tiana Rosa yang diteliti oleh Dina Kusumaningrum 2009, pada penelitian ini
hanya dibatasi pada salah satu novel karya Helvy Tiana Rosa. Metode yang
digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan 3 korder/juri.
Dan membahas pesan dakwah paling dominan antar ketiga kategori tersebut. 9
Pada penelitian sebelumnya hampir semua menekankan penelitian dengan
menggunakan
pendekatan
kuantitatif.
Pada
penelitian
sebelumnya
semua
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menekankan penelitian dalam segi
keagamaan, sedangkan peneliti dalam penelitian mengungkap pesan-pesan yang tetap
menyangkut pada aspek keagaman dan moral. Peneliti menganalisa tentang novel
Moga Bunda Disayang Allah karya Tere-Liye. Peneliti memilih judul tersebut dilihat
dari judulnya menarik untuk diteliti. Juga dikarenakan belum adanya yang
menganalisa tentang novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere-Liye. Dan di
dalam novel tersebut diharapkan dapat menjadi contoh melalui tokoh dan kisahnya.
Demikian alasan penulis dalam mengajukan judul skripsi
“Analsisis Isi
Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah.”
H. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini penulis membagi pembahasan menjadi 5 bab yang
meliputi:
BAB I
PENDAHULUAN
9
Dina Kusumaningrum, Skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Ketika Mas Gagah
Pergi, (Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).
13
Membahas
tentang latar
belakang masalah,
pembatasan
dan
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi
penelitian, tinjauan pustaka, sistematika penulisan.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
Membahas tentang pengertian analisis isi, pengertian dakwah,
pengertian pesan dakwah, unsur-unsur dakwah, novel sebagai media
dakwah, pengertian novel, pengertian novel islam, unsur-unsur dalam
novel.
BAB III
GAMBARAN UMUM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG
ALLAH
Membahas tentang latar belakang kehidupan Tere-Liye dan karyakaryanya, seputar novel Moga Bunda Disayang Allah.
BAB IV
ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MOGA
BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE-LIYE
Pembahasan pesan dakwah, kategori pesan dakwah dan pesan dominan
dalam novel Moga Bunda Disayang Allah.
BAB V
PENUTUP
Membahas tentang kesimpulan dan saran
14
BAB II
LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEP
A. Teori Naratif
Teori ini dikembangkan oleh Walter Fisher. Walter Fisher yang lebih
suka menyebut teori ini sebagai paradigma naratif. Teori ini mengemukakan
keyakinan bahwa manusia adalah seseorang pencerita dan bahwa
pertimbangan akal ini, emosi, dan estetika menjadi dasar keyakinan dan
perilaku kita. Akar pemikiran Fisher berupaya menggambarkan dan
menjelaskan
komunikasi
sebagai
storytelling.
Dalam
pandangannya,
Storytelling bukanlah aktivitas sesaat, melainkan proses yang terus-menerus
di mana kita merasakan dunia dan berkomunikasi satu sama lainnya.1
Manusia lebih mudah terbujuk oleh sebuah cerita yang bagus dari pada
argument yang baik. Mengkonsepkan bahwa manusia adalah pencerita dan
manusia mengalami
kehidupan dalam suatu bentuk narasi. Fisher
mendefenisikan narasi sebagai tindakan simbolik (kata - kata) dan atau
tindakan yang memiliki rangkaian serta makna bagi siapapun yang hidup,
mencipta atau memberi interpretasi (Fisher, 1987:58). Ini merupakan cara
pandang yang sangat luas dalam melihat narasi. Oleh karena itu, hampir sulit
untuk tidak mengidentifikasi komunikasi sebagai narasi.2
Logika narasi lebih dipilih dibandingkan logika tradisional yang
digunakan dalam argumentasi. Logika narasi (logika dari pemikiran yang
luas), menyatakan bahwa orang menilai kredibilitas pembicara melalui
apakah ceritanya runtut (mempunyai koherensi) dan terdengar benar
1
West, Richard dan Turner, Lynn. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi,
(Jakarta: Salemba Humanika), Edisi 3, 2008, h. 44.
2
Ibid., h. 45.
15
(mempunyai ketepatan). Paradigma atau naratif memungkinkan sebuah
penilaian demokratis terhadap pembicara karena tidak ada seorang pun yang
harus dilatih secara khusus agar mampu menarik kesimpulan berdasarkan
konsep koherensi dan kebenaran.3
1. Asumsi Dasar Teori Naratif:
Ada lima asumsi dasar teori naratif, antara lain:4
a. Manusia pada dasarnya adalah makhluk pencerita. Fisher (1987)
mengatakan bahwa manusia merupakan homo narrans sebagai metafora
untuk menjelaskan kemanusiaan. Cerita merupakan hal mendasar dalam
hidup yang mempengaruhi, menggerakkan, dan membentuk dasar
keyakinan dan tindakan kita. Dalam berkomunikasi dengan dengan pihak
lain, manusia juga memposisikan dirinya sebagai pencerita tersebut. Fisher
memunculkan asumsi demikian karena berdasar pengamatannya naratif
bersifat universal, ditemukan dalam semua budaya dan periode waktu.
Dalam hal ini Elkins (dalam Turner, 2008) mengatakan bahwa manusia
pada dasarnya menggunakan cerita dalam semua aspek kehidupan
keseharian kita, untuk menghabiskan waktu, menyampaikan informasi,
untuk menempatkan diri di sebuah tempat, keluarga, dan komunitas.
b. Keputusan mengenai harga dari sebuah cerita didasarkan pada
“pertimbangan sehat” (good reasons). Yang dimaksud pertimbangan yang
sehat adalah individu membuat keputusan mengenai cerita mana yang
akan diterima dan mana yang ditolak berdasarkan apa yang masuk akal
bagi dirinya. Asumsi ini memberitahu kepada kita bahwa tidak semua
46.
3
West, Richard dan Turner, Lynn. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi, h.
4
Ibid., h. 50.
16
cerita itu sama atau sebanding dalam hal efektivitasnya, sebaliknya faktor
dalam pemilihan cerita dibuat berdasarkan alasan-alasan yang bersifat
personal dibanding daripada berdasarkan pemikiran yang logis. Semua
orang mempunyai kapasitas untuk menjadi rasional dalam paradigma
naratif. Karena ukuran rasionalitas dalam paradigma naratif berbeda
dengan ukuran rasionalitas tradisional yang mendasarkan pada logika
formal. Setiap orang mengambil keputusan-keputusan hidup menganggap
cara berfikirnya logis dan rasional menurut ukuran personal orang
bersangkutan.
c. Pertimbangan yang sehat ditentukan oleh sejarah, biografi, budaya dan
karakter. Asumsi ini memperjelas bahwa ukuran rasionalitas manusia itu
tidak sama satu sama lain. Masing-masing orang mempunyai ukuran dan
jenis rasionalitasnya sendiri. Munculnya rasionalitas tertentu pada
seseorang tergantung konteks di mana mereka terikat.
d. Rasionalitas didasarkan pada penilaian orang mengenai konsistensi dan
kebenaran sebuah cerita. Orang akan mempercayai sebuah cerita selama
cerita tersebut terlihat konsisten secara internal dan dapat dipercaya. Yang
perlu digarisbawahi di sini bahwa rasionalitas yang dimaksud dalam
paradigma naratif ini berbeda dengan rasionalitas tradisional. Sebuah
cerita dikatakan runtut ketika pencerita tidak meninggalkan detail-detail
yang penting atau mengkontradiksi elemen-eleman dalam cerita dengan
cara apapun.
e. Kita mengalami dunia sebagai dunia yang diisi dengan cerita dan kita
harus memilih dari cerita yang ada. Kita mengalami dunia sebagai dunia
17
yang diisi dengan cerita, dan kita harus memilih dari cerita yang ada, dan
ketika kita memilih cerita-cerita tersebut, kita akan mengalami kehidupan
secara berbeda, juga memungkinkan untuk menciptakan ulang kehidupan
kita.5
2. Konsep Dasar Teori Naratif
Beberapa konsep kunci yang membentuk inti dari kerangka
pendekatan naratif, yaitu:6
a. Konsep narasi. Dalam perspektif Fisher narasi lebih dari sekedar cerita
yang memiliki plot dengan awal, pertengahan dan akhir. Melainkan,
mencakup deskripsi verbal atau nonverbal apapun dengan urutan kejadian
yang oleh pendengar diberi makna. Hal ini tentunya Fisher menunjuk
bahwa Semua komunikasi adalah narrative (cerita). Dia beragumen bahwa
narrative bukanlah gender tertentu tetapi lebih kepada cara dari pengaruh
sosial.
b. Rasionalitas Naratif. Standar untuk menilai cerita mana yang dipercayai
dan mana yang diabaikan. Karena kehidupan kita dialami dalam naratif,
kita membutuhkan metode untuk menilai cerita mana yang kita percayai
dan mana yang tidak kita perhatikan. Fisher manyatakan bahwa tidak
semua cerita sama atau tidak semua cerita memiliki power yang sama
untuk bisa dipercayai. Fisher mengidentifikasi dua hal prinsip dalam
rasionalitas naratif, yakni koherensi (coherence) dan kebenaran (fidelity).
c. Koherensi, adalah konsistensi internal dari sebuah naratif. Prinsip
rasionalitas naratif yang menilai konsistensi internal dari sebuah cerita.
5
6
West, Richard. 2008. Pengantar Teori Komunikasi – Teori dan Aplikasi, h. 50.
Ibid., h. 52.
18
Prinsip koherensi merupakan standar yang penting dalam menilai
rasionalitas naratif, yang pada akhirnya akan menentukan apakah
seseorang menerima naratif tertentu atau menolaknya. Koherensi sering
kali diukur oleh elemen-elemen organisasional dan struktural dari sebuah
naratif. Sehingga koherensi didasarkan pada tiga tipe konsistensi yang
spesifik, yaitu:
1) Koherensi struktural, berpijak pada tingkatan di mana elemen-elemen
dari sebuah cerita mengalir dengan lancar. Suatu jenis koherensi yang
merujuk pada aliran cerita. Ketika cerita membingungkan, ketika satu
bagian tidak tersambung dengan bagian berikutnya, atau ketika alurnya
tidak jelas, maka cerita itu kekurangan koherensi struktural.
2) Koherensi material, merujuk pada tingkat kongruensi antara satu cerita
dengan cerita lainnya yang sepertinya berkaitan dengan cerita tersebut.
jenis koherensi yang merujuk pada kongruensi antara satu cerita dan
cerita lainnya yang berkaitan. Jika semua cerita kecuali satu
menyatakan masalah bahwa seorang teman telah memberikan informasi
yang keliru sehingga menimbulkan situasi yang memalukan bagi yang
seorang lagi, anda cenderung tidak akan memercayai satu cerita yang
berbeda sendiri tersebut. Anda akan percaya bahwa cerita yang berbeda
ini kekurangan koherensi material.
3) Koherensi karakterologis, merujuk pada dapat dipercaya karakterkarakter di dalam sebuah cerita. Jenis koherensi yang merujuk pada
dapat dipercayainya karakter-karakter di dalam cerita.7
7
West, Richard. 2008. Pengantar Teori Komunikasi – Teori dan Aplikasi, h. 52.
19
d. Logika dan Good Reasons (Logika dengan pertimbangan yang sehat),
adalah seperangkat nilai untuk menerima suatu cerita sebagi benar dan
berharga untuk diterima: memberikan suatu metode untuk menilai
kebenaran. Prinsip rasionalitas naratif yang menilai kredibilitas dari
sebuah cerita. Fisher menyatakan bahwa ketika elemen-elemen sebuah
cerita “merepresentasikan pernyataan-pernyataan akurat mengenai realitas
sosial”, elemen tersebut memiliki kebenaran. Fisher menyatakan bahwa
ketika naratif memiliki kebenaran, kebenaran adalah reliabilitas dari
sebuah cerita. Naratif itu menyusun suatu pertimbangan yang sehat bagi
seseorang untuk memegang keyakinan tertentu atau untuk mengambil
tindakan, atau berarti bahwa pertimbangan yang sehat manapun setara
dengan yang lainnya: ini berarti bahwa apapun yang mendorong orang
untuk percaya sebuah naratif tergantung pada nilai atau konsepsi yang
baik.8
Logika dari good reason berhubungan dengan ide Fisher akan
ketepatan adalah metode utama yang ia kemukakan untuk menilai
ketepatan naratif: logika pertimbangan yang sehat. Karena itu, logika bagi
paradigma naratif membuat seseorang mampu menilai harga atau nilai dari
cerita. Logika dari pertimbangan yang sehat, seperangkat nilai untuk
menerima suatu cerita sebagai benar dan berharga untuk diterima:
memberikan suatu metode untuk menilai kebenaran.9
Seperti yang diprediksikan oleh paradigma naratif, logika bagi
paradigma naratif membuat seseorang mampu menilai harga atau nilai dari
8
9
Ibid., h. 52.
West, Richard. 2008. Pengantar Teori Komunikasi – Teori dan Aplikasi, h. 53.
20
cerita. Cerita yang dikisahkan dengan baik terdiri atas rasionalitas naratif
(memenuhi kriteria koherensi dan kebenaran) akan lebih menggugah bagi
pembaca dibandingkan dengan kesaksian dari para ahli yang menyangkal
akurasi faktual di dalam naratif itu.
B. Pengertian Analisis Isi
Analisis isi merupakan teknik penelitian untuk memperoleh gambaran
isi pesan komunikasi massa yang dilakukan secara objektif, sitematik dan
relevan secara sosiologis, uraian analisisnya boleh saja menggunakan tata
cara pengukuran kuatitatif atau kualitatif atau bahkan keduanya sekaligus.10
Klaus Krippendorf mendefinisikan analisis isi sebagai teknik
penelitian yang dimanfaatin untuk menarik kesimpulan yang reflisikatif (yang
dapat ditiru) dan shohih dari data atas dasar konteksnya11.
Analisis isi (Content Analysis) adalah tekhnik penelitian untuk
membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicable), dan sahih data
dengan memperhatikan konteksnya. Analisis isi berhubungan dengan
komunikasi atau isi komunikasi. Logika dasar dalam komunikasi, bahwa
setiap komunikasi selalu berisi pesan dalam sinyal komunikasinya itu, baik
berupa verbal maupun nonverbal. Sejauh ini, makna komunikasi menjadi
amat dominan dalam setiap peristiwa komunikasi.
Analisis isi dapat juga dapat digunakan untuk menganalisis semua
bentuk komunikasi seperti: surat kabar, buku, puisi, lagu, cerita, lukisan,
pidato, surat, peraturan, undang-undang, musik dan lain-lain.
10
Zulkarnaen Nasution, Sosiologi Komunikasi Massa, (Jakarta: Universitas Terbuka,
1993), h.36.
11
Klaus Krippendorf,Analisis Isi Pengantar Teori Dan Metodelogi,PT.Remaja Graffindo
Persada,Jakarta:1993,h.56
21
Berikut ini adalah tahapan-tahapan penulisan dalam menganalisa data:
1) Melakukan kategorisasi terhadap novel..
2) Memasukan data ke dalam lembar koding sesuai dengan ketegori yang
telah ditentukan
3) Menentukan koder untuk mengisi lembar koding
4) Kemudian melakukan penghitungan,mendeskripsikan data yang telah
diperoleh berdasarkan tema yang ditentukan dan kemudian, ditarik
kesimpulan mengenai tema yang paling banyak muncul.
C. Pesan Dakwah
1. Pengertian dakwah
Secara etimologi dakwah berasal dari bahasa Arab “ da’ wah” yang
berarti Seruan, ajakan dan panggilan. Dengan demikian secara etimologi
dakwah merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) pesan-pesan tertentu
yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi
ajakan tersebut.12
Pengertian dakwah secara terminologi menurut beberapa ahli yang
diantaranya adalah H. M Arifin mengatakan dakwah adalah kegiatan
menyeru, baik dalam bentuk lisan dan tulisan, maupun tingkah laku dan lain
sebagainya yang dilakukan secara individual atau kelompok. Supaya timbul
dalam dirinya suatu pengetahuan kesadaran, sikap penghayatan serta
pengalaman terhadap ajaran agama, sebagai pesan yang disampaikan kepada
mereka tanpa unsur paksaan.13
12
13
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama 1997),cet-2,h.31
H. M Arifin, Dakwah Bil Qolam, (Bandunng: Mujahid Press, 2004),h.6
22
Secara umum definisi dakwah yang dikemukakan para ahli menunjuk
pada kegiatan yang bertujuan perubahan positif dalam diri manusia.
Perubahan positif ini diwujudkan dengan peningkatan iman, mengingat
sasaran dakwah adalah iman. Dakwah sering dipahami sebagai upaya untuk
memberikan solusi islam terhadap berbagai masalah dalam kehidupan. Untuk
itu dakwah harus dikemas dengan cara yang menarik dan tampil secara
aktual, faktual dan konstektual. Aktual berarti dapat memecahkan masalahmasalah yang kekinian dan hangat di tengah masyarakat. Faktual berarti
konkret dan nyata, sedangkan konstektual dalam arti relevan dan menyangkut
problema yang sedang dihadapi oleh masyarakat.14
Dakwah mengharapkan komunikannya bersikap dan berbuat sesuai
dengan isi pesan yang disampaikan oleh komunikatornya. Dakwah
merupakan komunikasi yang khas dengan cara pendekatan persuasif.
Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan dakwah merupakan kegiatan
menyeru atau mengajak orang lain baik secara individu ataupun kelompok,
agar menjalankan syariat islam sebaik mungkin tentunya sesuai dengan
pedoman Al-Qur‟an dan hadist dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang
berharga baik di dunia maupun di akhirat.
2. Pengertian Pesan Dakwah
Pesan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti suruhan,
perintah, nasihat, harus disampaikan kepada orang lain.15 Dalam bahasa
Inggris kata pesan adalah message yang memiliki arti pesan, warta, dan
14
Armawati Arbi, Dakwah dan Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2003), cet. Ke-
1, h. 33
15
Wjs. Purwa Darminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : BalaiPustaka, 2005),
edisi Ke-3, h.883
23
perintah suci. Ini diartikan bahwa pesan adalah perintah suci, dimana
terkandung nilai-nilai kebaikan.
Menurut H.A.W. Widjaja mengartikan pesan adalah keseluruhan dari
apa yang disampaikan oleh komunikator.16 Penyampaian pesan dapat
dilakukan melalui lisan, tatap muka, langsung atau menggunakan media
tulisan.Isi pesan dapat berupa anjuran atau masukan. Onong Uchjana
mengartikan pesan sebagai seperangkat lambang bermakna yang disampaikan
oleh komunikator.17 Pesan adalah informasi yang akan dikirim kepada si
penerima. Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal, pesan secara
verbal dapat secara tertulis seperti buku. Beberapa bentuk pesan.
Pesan dalam Islam ialah nasehat, permintaan, amanah yang harus
disampaikan kepada orang lain. sedangkan pesan dakwah adalah semua
pernyataan yang bersumber dari Al-Qur‟an dan As-Sunnah baik secara
tertulis maupun bentuk pesan-pesan (risalah).18
Pesan dakwah menurut Mustofa Bisri mengandung pengertian segala
pernyataan yang berupa seperangkat lambang yang bermakna yang
disampaikan untuk mengajak manusia agar mengikuti ajaran Islam dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk
mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.19
Dalam buku Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, Wardi Bachtiar
menjelaskan bahwa pesan dakwah tidak lain adalah Al-Islam yang bersumber
16
H.A.W. Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta : BumiAksara,
1997), cet.Ke-3, h.14
17
Onong Uhjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung : PT Remaja
Rosdakarya,1997),cet. Ke-2, h. 43
18
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), cet. ke-1.
hal 43.
19
Mustofa Bisri, Saleh Ritual Saleh Sosial, (Bandung: Mizan, 1995), h 28
24
dari Al-qur‟an dan Hadist sebagai sumber utama yang meliputi Aqidah,
Syari‟ah dan Akhlak dengan berbagai sumber ilmu yang diperoleh darinya.20
Adapun pesan dakwah secara garis besar dapat dikelompokan sebagai
berikut:
1. Tentang Aqidah
Secara etimologi, aqidah berasal dari kata Al-Aqdu yang berarti ikatan,
kepastian, penetapan, pengukuhan dengan kuat, juga berarti yakin dan
mantap. Sedangkan secara terminologi, terdapat dua pengertian, yaitu
pengertian secara umum dan pengertia secara khusus. Secara umum, aqidah
yaitu “pemahaman yang benar seperti keimanan dan ketauhidan kepada
Allah, iman kepada Malaikat, Rasul, Kitab-kitab Allah, Hari Akhir, serta
Qada dan Qadar. Secara khusus akidah bersifat keyakinan bathiniyah yang
mencakup ruku iman tapi pembahasannya tidak hanya tertuju pada masalah
yang wajib diimani tetapi juga masalah-masalah yang dilarang oleh Islam”.21
a. Iman Kepada Allah
Iman kepada Allah adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah
Rabb dan Raja segala sesuatu, Dialah Yang Mencipta, Yang Memberi Rizki,
Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan, hanya Dia yang berhak
diibadahi. Kepasrahan, kerendahan diri, ketundukan, dan segala jenis ibadah
tidak
boleh
diberikan
kepada
selain-Nya,
Dia
memiliki
sifat-sifat
kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, serta Dia bersih dari segala cacat
dan kekurangan.
20
Wardi Bachtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Ciputat: Logos Wacana Ilmu,
1997), cet. Ke-1, hal.33-34
21
Indriansyah Islamiyah, Akhlak Islamiyah, (Jakarta: Parameter, 1998), h.5
25
b. Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah
memiliki
malaikat-malaikat,
yang
diciptakan
dari
cahaya.
Mereka,
sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah, adalah hamba-hamba Allah
yang dimuliakan. Adapun yang diperintahkan kepada mereka, mereka
laksanakan. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti. Mereka
melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan yang diperintahkan oleh
Allah. Jadi, setiap gerakan di langit dan di bumi, berasal dari para malaikat
yang ditugasi di sana, sebagai pelaksanaan perintah Allah.
c. Iman Kepada Kitab
Maksudnya adalah, meyakini dengan sebenarnya bahwa Allah
memiliki kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada para nabi dan rasul-Nya,
yang benar-benar merupakan Kalam (firman, ucapan)-Nya. Ia adalah cahaya
dan petunjuk. Apa yang dikandungnya adalah benar. Tidak ada yang
mengetahui jumlahnya selain Allah.
d. Iman Kepada Rasul
Rasul dan nabi sama-sama mendapatkan wahyu, tetapi sering kali
seorang Nabi diutus Allah kepada kaum yang memang sudah beriman
sehingga perannya hanya menjalankan syari‟ah yang sudah ada itu dan tidak
membawa ajaran yang baru. Seperti para Nabi yang pernah Allah utus kepada
Bani Israil setelah ditinggalkan Nabi Musa, mereka bertugas mengajarkan
dan mengamalkan Taurat, tidak membawa ajaran yang baru/bukan dari
Taurat.
26
e. Iman Kepada Hari Akhir
Beriman kepada Hari Akhir artinya meyakini dengan teguh apa yang
diberitakan oleh Allah dalam kitab-Nya dan apa yang disampaikan oleh
Rasulullah SAW dalam haditsnya terkait dengan peristiwa yang terjadi
sesudah mati, mulai fitnah kubur, azab dan nikmat kubur dan seterusnya
sampai surga dan neraka.
f. Iman Kepada Qada dan Qadar
Pengertian Qadha dan Qadar Menurut bahasa Qadha memiliki
beberapa
pengertian
yaitu:
hukum,
ketetapan,pemerintah,
kehendak,
pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan
qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya
tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti
qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut
Islam qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua
makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.
2. Tentang Akhlak
Secara etimologi akhlak berarti budi pekerti, peringai, prilaku, atau
tabiat. Secara umum ada beberapa definisi tentang akhlak: Menurut Ibrahim
Anis, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah
perbuatan-perbuatan, baik ataupun buruknya tanpa membutuhkan pemikiran
dan pertimbangan.22
Akhlak adalah kekuatan yang timbul dari hasil perpaduan antara hati
nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan menyatu, membentuk suatu
22
Tutty Alawiyah, Strategi Dakwah di Lingkungan Majlis Taklim (Bandung: Mizan,
1997), h. 39
27
kesatuan tindak akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian. Dari
kelakuan itu lahirlah perasaan moral yang terdapat di dalam diri manusia
sebagai firtah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana
yang jahat, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang
cantik dan mana yang buruk.
Pada dasarnya akhlak itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Akhlak yang baik atau terpuji (Al-Akhlaqul Mahmudah) yaitu,
perbuatan baik terhadap Tuhan, sesama manusia dan makhluk lainnya.
b. Akhlak yang buruk atau tercela (Al-Akhlaqul Madzmumah) yaitu,
perbuatan buruk terhadap Tuhan, sesama manusia dan makhuk lainnya.23
3. Tentang Syariah
Syariah secara bahasa berarti jalan keluarnya air minum, secara
istilah syariah adalah segala sesuatu yang disyariatkan Allah kepada hambahamba-Nya, termasuk peraturan-peraturan dan hukum segala hal yang telah
ditetapkan oleh Allah. Syariah sangat erat hubungannya denga akidah, kalau
akidah adalah iman atau keyakinan maka syariah adalah hal yang perlu
dilakukan sesudah keimanan, yakni amal shaleh atau perbuatan sehari-hari
sesuai dengan syariat Islam, seperangkat aturan yang mengatur kehidupan
manusia dari segala aspek.
3. Unsur-Unsur Dakwah
Unsur-unsur dakwah adalah faktor atau muatan-muatan yang
mendukung aktivitas dakwah itu sendiri, artinya satu kesatuan yang saling
23
Mahyuddin, Kuliah Akhlak Tasawuf, (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), Cet. Ke-4, h. 3
28
mendukung dan mempengaruhi antara unsur satu dengan yang lainya, antara
lain :
a. Subjek Dakwah
Yang dimaksud dengan subjek dakwah adalah da‟i. Da‟i adalah orang
yang melaksanakan dakwah baik lisan maupun tulisan atau pun perbuatan
baik secara individu, kelompok atau berbentuk organisasi atau lembaga. Da‟i
sering disebut kebanyakan orang dengan mubaligh (orang yang meyampaikan
ajaran Islam).
b. Objek Dakwah
Mad‟u atau (objek dakwah) adalah isim maf‟ul dari kata da‟a berarti
orang yang diajak, atau yang dikenakan perbuatan dakwah mad‟u adalah
objek sekaligus subjek dakwah. Mad‟u yaitu orang-orang yang menjadi
sasaran dakwah atau penerima dakwah, baik sebagai individu maupun
kelompok, baik yang beragama Islam maupun tidak, atau dengan kata lain
manusia secara keseluruhan.24
c. Materi dakwah
Materi dakwah atau disebut juga dengan isi pesan dakwah yaitu segala
sesuatu yang disampaikan oleh da‟I kepada mad‟u yang sesuai dengan AlQur‟an dan hadist.
Secara
global
pada
dasarnya
materi
dakwah
diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
24
Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenada Media, 2004), h. 90
29
Islam
dapat
1. Masalah Keimanan (Aqidah), adalah “pokok kepercayaan dalam
agama Islam. Dalam Islam aqidah merupakan I‟tiqad bathiniyyah yang
mencakup masalah-masalah yang erat hubungannya dengan rukun Iman”
2. Masalah KeIslaman (Syariah), adalah “seluruh hukum dan
perundang-undangan yang terdapat dalam Islam, baik yang berhubungan
manusia dengan Tuhan, maupun antar manusia itu sendiri.”
3. Masalah Budi Pekerti (Akhlaqul Karimah), adalah “dalam aktivitas
dakwah merupakan pelengkap saja, yakni untuk melengkapi keimanan dan
keislaman seseorang.”25
d. Metode Dakwah
Secara etimologi, metode berasal dari bahasa Yunani, motodos yang
artinya cara atau jalan. Jadi metode dakwah adalah jalan atau cara untuk
mencapai tujuan dakwah yang dilaksanakan secara efektif dan efisien.26
Menurut H. Toto Tasmara, metode dakwah adalah cara-cara tertentu
seorang da‟i (komunikator) kepada mad‟u untuk mencapai suatu tujuan atas
dasar hikmah dan kasih sayang.27
Bagaimana pun caranya. Ada beberapa dasar metode dalam
melakukan dakwah yang lebih efisien, diantaranya adalah:
1) Metode Ceramah
25
Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Amzah,2009), h. 113.
Ibid, 96
27
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), h.47
26
30
Metode seperti ini biasanya dilakukan oleh para penceramah yang
berhadapan langsung dengan masyarakat (Mad‟u), teknik seperti ini biasanya
para penceramah sudah memepersiapkan materi yang disampaikan.
2) Metode Konseling
Metode yang dilakukan dengan bertukar pikiran antara dia orang
inividu, dimana seorang konselor berusaha membantu kepada kliennya dalam
memecahkan masalah. Disinilah peran seorang konselor yang harus bisa
berperan dalam menjalankan dakwahnya ketika berhadapan langsung dengan
kliennya.
3) Metode Karya Tulis
Dakwah dalam kategori bil al-qalam tentu sangat efektif jika dalam
karya tulis akan kita sampaikan berbagai media, baik media cetak maupun
media lainnya, tulisan yang mengandung unsur dakwah tersebut senantiasa
dibuat sedemikian menarik sehingga unsur dakwah yang dimasukan dalam
karya tulis tersebut bisa mencera pola pikir para pembacanya.
4. Tujuan Dakwah
Dakwah bertujuan menciptakan suatu tatanan kehidupan individu dan
masyarakan yang aman, damai dan sejahtera yang dinaungi oleh kebahagiaan,
baik jasmani maupun rohani, dalam pancaran sinar agama Allah dengan
mengharap ridho-Nya.28
Tujuan dakwah adalah suatu faktor yang menjadi pedoman arah proses
yang dikendalikan secara sistematis dan konsisten. Dalam kegitan dakwah
selalu terjadi proses interaksi, yaitu antara hubungan Da‟i dengan Mad‟u
28
Bambang S.Maarif, Komunikasi Dakwah “Paradigma Untuk Aksi”, (Bandung:Remaja
Rosdakarya, 2010),h. 26.
31
(objek dakwah) di pihak lain. Interaksi dalam proses dakwah ini ditujukan
memengruhi Mad‟u yang aka membawa perubahan sikap dengan tujuan
dakwah itu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Selain itu tujuan dakwah dapat dilihat dari dua tujuan, yaitu tujuan umum
dan tujuan khusus. Tujuan umum dakwah adalah mengajak umat manusia
(meliputi orang mu‟min maupun orang kafir atau musyrik) kepada jalan yang
benar yang diridhai Allah SWT,29 sedangkan tujuan khusus dakwah itu
sendiri adalah mengajak umat Islam untuk selalu meningkatkan taqwanya
kepada Allah SWT. Artinya mereka dihapkan agar senantiasa mengerjakan
segala perintah Allah SWT, dan selalu mencegah atau meninggalkan perkara
yang dilarang-Nya. Dengan demikian, tujuan dakwah adalah merubah
perilaku sasaran dakwah agar menerima dan mengamalkan ajaran Islam
dalam dataran kenyataan kehidupan sehari-hari, baik dengan masalah pribadi,
keluarga ataupun permasalahan sosial yang berhubungan dengan masyarakat
agar setiap kehidupan yang dijalankan penuh dengan keberkahan. Karena
setiap aktivitas dakwah pasti memiliki tujuan yang harus dicapai, tujuan ini
pun sudah pasti diperhitungkan para aktivis dakwah agar proses dakwah itu
sendiri mencapai hasil serta efek yang diharapkan yaitu Islam yang kaffah.
D. Novel
29
Zaini Muhtaron, Dasar-dasar Manajemen Dakwah Islam, (Jakarta: Bulan Bintang,
1993), Cet ke-3, h. 19-20.
32
1. Pengertian Novel
Novel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah karangan prosa
yang panjang mengandung rangkaian cerita seseorang dengan orang
disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.30
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif,
biasanya dalam bentuk cerita. Novel lebih panjang dan lebih kompleks dari
cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau
sajak.. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan
mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi
yang aneh dari naratif tersebut.
Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang mempunyai arti
kisah atau sepotong cerita, sedangkan dalam bahasa latin adalah novellus
yang diturunkan dari kata “novies” yang berarti baru. Menurut Henry
Tarigan dalam bukunya Prinsip-Prinsip Dasar Sastra dikatakan baru karena
kalau dibandingkan jenis-jenis sastra lainnya seperti puisi, drama dan lainlain, maka jenis novel ini muncul kemudian.
Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa narasi, bersifat
imajinatif, ceritanya lebih panjang dari cerpen, merupakan peniruan dari
kehidupan manusia, dan melibatkan banyak tokoh.31
Dari berbagai penjelasan di atas peneliti menyimpulkan Novel adalah
salah satu bentuk dari sebuah karya sastra. Novel merupakan cerita fiksi
dalam bentuk tulisan atau kata-kata dan mempunyai unsur instrinsik dan
30
DepDikNas, KamusBesarBahasa Indonesia, (Jakarta Balai Pustaka,2002),edisi Ke-
3.h.788
31
Ismail kusmayadi, think smart bahasa indonesia,(bandung:media grafindo pratama
2006),h.45
33
ekstrinsik. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia
dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam sebuah novel,
si pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca
kepada gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung
dalam novel tersebut.
2. Unsur-Unsur Dalam Novel
Novel sebagai karya sastra yang berbentuk fiksi dibangun oleh dua
unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, yang dimaksud unsur-unsur
intrinsik dalam novel adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat
ditemukan di dalam teks novel itu sendiri. Adapun unsur-unsur intrinsik
meliputi:
a. Tema
Gagasan, ide atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra
disebut tema. Atau sesuatu yang menjadi dasar cerita, atau sesuatu yang
menjadi pokok masalah dalam cerita. Yang menjadi pusat dan jiwa
keseluruhan bagian cerita, dan merupakan
dasar
yang menjadi
pengembangan tulisan, sehingga apa yang ditulis tidak akan terlepas dari
tema. Banyak faktor yang dapat memengaruhi penulis dalam menentukan
tema antara lain: minat pribadi, selera pembaca, dan keinginan penerbit
atau penguasa. Selain tema sentral ada juga tema sampingan, tema sentral
adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita.
Adapun tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema
sentral yakni tema pendukung tema utama atau tema sentral. Dengan
demikian, tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar
34
umum, sebuah karya novel. Gagasan dasar umum inilah yang tentunya
telah ditentukan sebelumnya oleh pengarang yang dipergunakan untuk
mengembangkan cerita. Dengan kata lain, cerita tentunya akan “setia”
mengikuti gagasan dasar umum yang telah ditetapkan sebelumnya
sehingga berbagai peristiwa-konflik dan pemilihan berbagai unsur intrinsik
yang lain seperti penokohan, pelataran, dan penyudut pandangan
diusahakan mencerminkan gagasan dasar umum tersebut.32
b. Amanat
Amanat adalah ajaran moral, pesan dan kesan yang ingin
disampaikan pengarang melalui karyanya. Pesan dalam karya sastra bisa
berupa kritik, saran, harapan, usul, dan lain-lain.
c. Tokoh
Tokoh adalah individu hasil ciptaan pengarang yang mengalami
berbagai macam peristiwa. tokoh dalam karya sastra dibedakan menjadi
tokoh utama, protagonis, antagonis, tritagonis, dan tokoh pembantu:
1) Tokoh utama adalah toko yang berpengaruh dalam suatu karya
sastra. Tokoh utama biasanya mempunya frekuensi kemunculan
yang lebih dalam cerita, namun tidak semua tokoh utama
mempunyai frekuensi kemunculan yang lebih melainkan juga
intensitas keterlibatan tokoh-tokoh didalam cerita.
2) Tokoh protagonis adalah tokoh yang dikagumi biasanya menjadi
tokoh utama dengan pencitraan diri yang baik. Tokoh yang
menjadi lawan dari tokoh antagonis.
32
Burhan Nurgiantoro, Teori Pengkajian Fiksi, (Jogjakarta: Gajah Mada University
Press, 2007), hal.70
35
3) Tokoh antagonis adalah tokoh yang mempunyai perilaku
berbanding terbalik dengan protagonis, biasanya pelaku sering
memunculkan konflik dengan protagonis.
4) Tokoh tritagonis Adalah tokoh yang menjadi penengah antara
tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
5) Tokoh pembantu bertugas membantu pelaku utama dalam cerita.
Tokoh pembantu bisa menjadi pahlawan atau penengah dalam
suatu cerita.
d. Alur
Alur adalah rangkaian peristiwa dalam cerita. Alur dapat disusun
berdasarkan tiga hal.
1) Alur linear adalah alur dengan susuna peristiwa berdasarkan
kronologis kejadian dan berdasarkan urutan waktu.
2) Alur kausal adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan
dengan berdasarkan hubungan sebab-akibat.
3) Alur tematik adalah alur berdasarkan tema suatu cerita.
e. Latar
Latar adalah segala keterangan mengenai tempat, waktu dan sosial
atau suasana dalam cerita. Latar merupakan salah satu bagian yang paling
penting dalam sebuah cerita, karena latar atau setting dapat memengaruhi
imajinasi pembaca. Latar atau setting cerita dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Latar tempat adalah tempat berlakunya sesuatu peristiwa dalam
karya sastra. Latar tempat dalam karya sastra berfungsi sebagai
media kepada para pelaku untuk menjalankan gerak kerja mereka.
36
Tanpa latar tempat yang sesuai, jalan cerita akan menjadi hambar
dan tidak mampu menarik perhatian pembaca.
2) Latar waktu adalah waktu tertentu ketika peristiwa dalam cerita
itu terjadi. Latar waktu dapat berupa
jam, hari, bulan, tahun
bahkan zaman tertentu yang melatarbelakanginya.
3) Latar sosial atau suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang
berkaitan dengan kehidupan kemasyarakatan dan keadaan
psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamaan dengan
jalan cerita. Hal-hal yang berhubungan dengan perilaku
kehidupan sosial masyarakat. Suatu cerita menjadi menarik
karena berlangsung dalam suasana tertentu. Suasana dalam cerita
biasanya dibangun bersama pelukisan tokoh utama. Dengan
mengikuti kejadian demi kejadian yang dialami tokoh utama lalu
terlarut dengan suasana cerita.
f. Sudut Pandang (Point Of View).
Sudut pandang adalah cara memandang dan menghadirkan tokohtokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu. Dalam hal
ini, ada dua macam sudut pandang yang bisa dipakai:
1) Sudut pandang orang pertama. (first person point of view)
Dalam pengisahan cerita yang menggunakan sudut pandang
orang pertama, dan menggunakan kata „aku‟ sebagai tokoh utama,
narator adalah seseorang yang ikut terlibat langsumg dalam cerita. Ia
adalah si „aku‟ tokoh yang berkisah, mengisahkan peristiwa atau
tindakan, yang diketahui, dilihat, didengar, dialami, dan dirasakn,
37
serta sikapnya terhadap orang (tokoh) lain kepada pembaca. Tokoh
„aku‟ ini bisa saja menjadi tokoh utama, yaitu „aku‟ memang yang
menjadi pemeran utama. Dan tokoh „aku‟ bisa saja hanya menjadi
pemeran tambahan, yang hanaya ada dipengantar dan penutup.
2) Sudut pandang orang ketiga. (third person point of view)
Dalam cerita yang memergunakan sudut pandang orang ketiga,
tokoh utamanya banyak menggunakan kata „dia‟, narator adalah
seorang yang berada di luar cerita, yang menampilkan tokoh-tokoh
cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, mereka.
Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus
menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti.
g.
Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang
dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. Pengolahan
bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Namun,
diksi bukanlah satu-satunya hal yang membentuk gaya bahasa.
Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan bagi setiap pengarang.
Masing-masing pengarang mepunyai gaya bahasa yang khas.dan
pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat
dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang
ada di sekitarnya.
Yang kedua novel mengandung unsur ekstrinsik. Unsur ini meliputi
latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang, dan lain-lain diluar
unsur intrinsik. Unsur eksentrik atau unsur yang berasal dari luar adalah
38
segala macam unsur yang berada di luar suatu novel yang memengaruhi novel
tersebut.
Dapat dikatakan bahwa berhasil atau tidaknya sang pengarang dalam
menggarap ceritanya, tergantung pula pada kepandaiannya memadu segala
unsur itu secara logis menjadi suatu kesatuan yang hidup dan segar, wajar dan
ilmiah.
3. Novel Sebagai Media Dakwah
Pengertian media itu sendiri secara etimologi diambil dari bahasa latin
yaitu “median” yang berarti alat perantara dalam buku Asmuni Syukir
mendefinisikan media sebagai sesuatu yang dapat di jadikana alat perantara
untuk mencapai tujuan tertentu, dapat berupa (material),orang, tempat,
kondisi tertentu dan sebagainya.33
Tulisan merupakan cara atau media informasi yang memiliki kelebihan
diantara media-media dakwah lainnya seperti elektronik, berceramah, dan
lain sebagainya. Berdakwah melalui media elektronik tentu hanya bisa
dinikmati pada waktu tertentu saja, dan dalam kesempatan yang berbeda
maka akan berbeda pula yang diterima dari mad‟u. Begitu pun dengan cara
berceramah sama halnya seperti media elektronik. Sedangkan pada media
dakwah tulisan atau bi Al-qalam, disaat yang berbeda mad‟u masih bisa
menciptakan rasa, pesan, pengertian yang sama dari sumber tulisan yang
pernah dibaca.
Dakwah melalui tulisan adalah salah satu metode dakwah Rasulullah
SAW. Hal ini pernah dilakukan dengan mengirim surat pada sejumlah
33
Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, (Surabaya:Al-Ikhlas, 1983),
h.104
39
pengurus Arab saat itu atau yang paling mungkin lagi karena pesan pertama
Al-qur‟an adalah membaca, tentu perintah membaca ini erat kaitannya
dengan perintah menulis.34
Novel sebagai media tulis biasanya memasukkan nilai-nilai dakwah
atau moral. Karena hal itu merupakan cara mengemas materi dakwah agar
terlihat menarik, tidak monoton, dapat menambah wawasan, menghibur, dan
dapat dinikmati kapan saja bahkan bisa dibaca ulang jika pembaca sedikit
lupa. Novel yang islami dan bernilai dakwah bisa dilihat dari pribadi
pengarangnya, latar belakang pengarangnya dan keinginan pengarang dalam
berdakwah.
Dalam novel terdapat banyak pesan-pesan dakwah yang disampaikan
di setiap uraian kalimatnya. Novel sebagai media informasi tertulis, tidak
terbatas ruang dan waktu sehingga pembaca memiliki waktu untuk
memahami pesan-pesan dakwah dalam novel tersebut.dengan membaca novel
islam, pembaca secara tidak langsung mendapatkan pesan-pesan dakwah dan
pengetahuan islam yang terdapat dalam novel yang telah dibacanya.
34
Aep Kusnawan, Berdakwah Lewat Tulisan,(Bandung:Mujahid,2004),h.5
40
BAB III
GAMBARAN UMUM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH
A. Biografi Tere Liye
Tere Liye berasal dari bahasa India dengan arti untuk-Mu. Yang dimaksud
untuk-Mu adalah untuk sang penguasa kehidupan. Tere Liye lahir pada tanggal 21
Mei 1979 di Tandaraja, Palembang. Lahir dan besar di pedalaman Sumatera,
berasal dari keluarga petani, anak keenam dari tujuh bersaudara. Menempuh
pendidikan di SDN 2 Kikim Timur Sumatera Selatan sejak tahun 1986-1991,
melanjutkan SMP nya di SMPN 2 Kikim Timur Sumatera Selatan sejak tahun
1991-1994, meneruskan pendidikan SMAnya di Lampung dan bersekolah di
SMAN 9 Bandar Lampung sejak tahun 1994-1997, dan melanjutkan
pendidikannya dengan spesifikasi pendidikan jurusan Accounting ke perguruan
tinggi Universitas Indonesia sejak tahun 1998-2002.
Tere liye tidak seperti penulis lain yang biasanya mencantumkan data diri
lengkap pada setiap bukunya. Sehingga ketika buku atau novel marak di pasaran
biasanya langsung membuat sang penulis terkenal dan diundang ke berbagai
acara. Tere liye bersikukuh tidak ingin dikenal pembaca. Tetapi dengan situasi
yang mendesak dan berjalannya waktu yang dirasa sudah tidak mudah untuk
menyembunyikan identitas aslinya, nama asli Tere Liye perlahan mulai diketahui
ataupun dikenal. Tere Liye biasa dipanggil bang Darwis.
Tere Liye atau biasa dikenal bang Darwis sudah mempunyai keluarga
kecil beristrikan Riski Amelia dan mempunyai anak bernama Abdullah Pasai.
Bang Darwis saat ini berprofesi sebagai dosen di salah satu Universitas di
41
Sumatera Utara (berpindah-pindah juga tempat mengajarnya), dan beliau juga
seorang konsultan.
Selain memunyai hobi menulis Tere Liye atau Bang Darwis memunyai
hobi lainnya yaitu backpackers ia bisa menargetkan 4-5 tempat yang berbeda
untuk menjadi tujuan penjelajahannya, bersamaan dengan hobinya menjadi
seorang backpackers Bang Darwis juga bertempat tinggal dengan nomaden atau
suka berpindah-pindah.
Buku-buku yang pernah ditulis Tere Liye diantaranya:
1.
Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005 dan di filmkan
pada 2011)
2.
Moga Bunda Disayang Allah (Penerbit Republika, 2007)
3.
Bidadari-Bidadari Surga (Penerbit Republika, 2008)
4.
The Gogons Series : James and Incridible Incident (Penerbit
Gramedia Pustaka Umum,2006)
5.
Sang Penandai (Penerbit Serambi)
6.
Mimpi-Mimpi Si Patah Hati
7.
Cinta Antara Jakarta dan Kuala Lumpur
8.
Series Anak-Anak Mamak : Berlian, Pukat (Penerbit Republika)
9.
Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Penerbit Republika,2010)
B. Deskripsi Novel Moga Bunda Disayang Allah
Novel ini bercerita tentang kehidupan keluarga kaya raya, bahkan seluruh
isi kota dapat mereka beli.Rumahmereka sajaberada di atasbukit, yang
darisanabisamelihatpemandanganseluruhkotadanlautan. Pembantunyasajaada 9
42
orang.Salah
satu
yang
paling
setiabernamaSalamah
yang
sudahmengabdipadakeluarga HKsejakdulu.
Keluarga tersebut memiliki buah hati bernama Melati seorang anak yang
harus menerima takdirnya untuk menjadi seorang yang buta, tuli dan bisu setelah
kecelakaan di pantai ketika keluarga besarnya berekreasi.Melati mendapati dirinya
dalam keadaan seperti ini sejak berumur 3 tahun. Melati yang belum tahu
bagaimana caranya mengapresiasikan perasaan yang dimilikinya menjadi mudah
marah dan hanya bisa berucap Baa MAA...dalam setiap perkataanya. Namun
beruntung, Melati mempunyai ayah dan ibu yang sangat menyayanginya dan
sepenuh hati menerima semua kekurangan yang dimiliki oleh Melati. MelatiAnak
berumur 6 tahun, anak yang seolah-olah sudah terputus dari dunia. Dia tidak bisa
memiliki akses untuk bisa mengenal dunia dan seisinya. Rasa keingin tahuan
Melati yang dipendam bertahun-tahun itu akhirnya memuncak dan membuat
Melati menjadi frustasi dan sulit dikendalikan.
Dengan keadaan seperti itu, Ibu Melati mempunyai ide untuk memanggil
dokter ahli dalam bidangnya. Setelah berbagai dokter ahli dari dalam negeri
maupun luar negeri di undang oleh ibunya Melati tetap sama seperti biasa, masih
sama seperti Melati yang tidak dapat dikendalikan.
Di tempat lain, ada seorang pemuda yang menenggelamkan dirinya pada
alcohol selama tiga tahun lamanya. Selalu bertingkah seenaknya, kasar, dan
seperti tak berperasaan. Pemuda itu bernama Karang. Karang ternyata menyimpan
sebuah trauma akan kecelakaan perahu yang menewaskan 18 anak didik taman
bacaannya, terutama Qintan, bocahcerdas yang sangat disayangi. Semenjak
43
kejadian itu, yang dikerjakan Karang hanya tidur sepanjang hari dan pergi mabuk
ketika malam hari, begitu terus selama tiga tahun.
Sebenarnya Karang adalah sosok pemuda yang baik dan sayang terhadap
anak-anak.Bukan orang lain yang menyalahkan Karang karena telah lalai
mengenai keselamatan orang lain. Tak ada yang lebih pedih, jika dirinya sendiri
yang memvonis bersalah.
Dengan keputus asaanya Bunda seperti mendapat angin segar. Bunda
mengetahu kabar mengenai Karang yang memang menyukai anak-anak.
Mendengar kabar berita seperti itu Ibu Melati pun mengirim surat agar Karang
mau untuk membantu Melati mengenal dunia. Satu, dua bahkan lebih surat yang
dikirimkan ibu Melati tak kunjung mendapatkan balasan. Akhirnya ibu Melati
menemui langsung Karang memohon untuk membantu putrinya Melati mengenal
dunia. Namun, Karang tetap menolak permohonan dari ibu Melati.
Bunda sempat sedikit frustasi dengan Karang yang tak mau membantu dan
akhirnya tidak beberapa lama Karang menawarkan diri dan mau membantu Melati
mengenal dunia karena kecintaannya terhadap anak-anak Karang menerima
tawaran untuk membantu Melati.
Cara Karang mendidik Melati yang sangat keras dan ditentang oleh Tuan
HK. Karang tidak segan-segan membentak walaupun Melati tak mendengar,
memukul, bersikap kasar, dan lain sebagainya.Melihat itu dan terlebih ketika
mengetahui Karang seorang pemabuk,Tuan Hk menjadi kian marah.
Dia mengusir Karang. Namun Bunda Melati memiliki satu keyakinan
Karang bisa membantu Melati. Jadilah selama hampir satu bulan Karang tinggal
44
dikediaman keluarga Tuan HK. Kebetulan Selama sebulan itu tuan HK bertugas
ke Jerman untuk mengurusi bisnis keluarga mereka disana.
Perjuangan
Melati
untuk
mengenal
dunia
tidak
semudah
yang
dibayangkan, karena tidak mudah menemukan metode pengajaran bagi Melati.
Bagaimana cara Melati bisa mendengar apa yang dikatakan Karang, bagaimana
caranya Melati bisa melihat, bahkan untuk menangis saja Melati tidak bisa
menemukan kosakata yang benar. Dunia Melati benar-benar gelap. Melati tidak
memunyai akses untuk tahu. Tidak memunyai cara mengenal apa yang ingin dia
kenal. Karang tetap berusaha membantu Melati berkat cintanya terhadap anakanak.
Perjuangan Karang membantu Melati penuh rintangan. Rintangan pertama
berawal dari niat Karang yang sudah mau membantu Melati. Karang pertama kali
datang kerumah Melati mendapat penolakan dari sang ayah, dimana ayah tidak
mengijinkan Melati untuk diajarkan oleh seorang pemabuk, bergajulan.
Dengan berjalannya waktu dan mendapat bujukan dari Ibu akhirnya ayah
luluh dan mengijinkan Melati diajarkan oleh Karang. Karang diberi waktu oleh
ayah atau tuan Hk selama seminggu. Selama seminggu Karang mengajarkan
Melati dengan cara yang salah, dengan sedikit kekerasan. Melati pernah di
dorongnya hingga jatuh, namun secara tidak sengaja Melati mengenal rasa sakit.
Seminggu berlalu Melati belum ada perubahan tuan Hk pun merasa kesal karena
Melati merasa disakiti oleh Karang. Tuan Hk menyuruh Karang pergi dari
rumahnya dan Salamah pembantu tuan Hk membantu membereskan barang
bawaan Karang untuk dibawa keluar oleh Karang.
45
Di saat bersamaan tuan Hk harus pergi ke luar kota untuk suatu pekerjaan.
Karang yang merasa masih punya kewajiban untuk membantu Melati memohon
untuk diberikan waktu lebih lama lagi. Namun ibu tetap bersikukuh agar Karang
keluar dari rumah itu, karena sifat dan sikap karang masih seperti pemuda
begajulan. Ketika Karang melangkah pergi, ibu berteriak melihat isi kamarnya
dimana Melati sedang menyuap sop jagung dengan sendoknya walaupun agak
sedikit berantakan. Saat ibu teriak Karang langsung berlari dan ikut terperangah
melihat Melati yang memunyai kondisi seperti itu menyuap sop jagung dengan
sendok.
Permintaan Karang menambah masa waktu membantu Melati di iyakan
ibu, walaupun ibu harus berbohong kepada ayah. Dan Salamah juga tidak perlu
disogok untuk menutup mulut ke tuan Hk. Dengan berjalannya waktuKarang
mengajarkan Melati secara perlahan, dengan kasih sayang. Dunia Melati memang
benar-benar gelap.
Waktu berganti waktu Karang merasa sedikit putus asa karena tidak tahu
bagaimana mengajarkan Melati yang memunyai kekurangan seperti itu. Ditengah
keputus asaannya, keajaiban datang ketika air mancur membasuh lembut telapak
tangan Melati. Melati merasakan aliran air di sela-sela jemarinya. Saat itulah
untuk pertama kalinya Karang melihat Melati tertawa. Karang akhirnya mengerti,
melalui telapak tangan itulah Karang menuliskan kata air dan meletakan telapak
tangan Melati kemulutnya dan berkata A-I-R. Akhirnya Melati mengenal benda
menyenangkan itu bernama air. Melalui telapak tangan Melati, air mancur yang
mengalir di tangan dan sela-sela jarinya berhasil mencukilnya. Melalui telapak
46
tangan itulah Melati mengenal sesuatu karena semua pancaindera Melati
terkumpul disitu.
Dunia Melati sudah tidak gelap lagi, perlahan Melati sudah bisa mengenal
alat makan, Melati sudah mengetahui tata cara makan yang baik dan tidak
membuat onar lagi saat makan. Setelah Melati sudah mulai bisa mengenal
kehidupan, kesedihan kembali datang menimpa Melati. Kesedihan ini adalah
ditinggalnya Melati oleh Karang. Melati yang baru merasakan kesenangan hidup
sudah harus berteman dengan kesedihan lagi. Karang pun tak kuasa, dia akan
pergi menemui kekasihnya ke kota lain. Ibu Melatipun tak bisa berbuat apa-apa
karena itu memang sudah menjadi keputusan Karang. Setiap ada pertemuan pasti
ada perpisahan. Itulah yang terjadi pada Melati dan karang. Dunia Melati sudah
tidak gelap, terima kasih Allah.
Sebenarnya yang di inginkan bunda hanyalah agar melati mengenal ayah,
bunda dan tentu sang penciptanya.Ibu Melati yakin “maka sesungguhnya bersama
kesulitan pasti ada kemudahan”(QS. Al insyirah: 5).
Membaca novel ini, seperti kita ikut terhanyut ke dalamnya membawa kita
membaca dengan hati, dengan cerita yang memunyai alur maju mundur. Novel
Moga Bunda Disayang Allah ini terdiri atas 306 halaman, yang dibagi menjadi 15
bab.
Menurut saya buku ini sangat bagus dibaca untuk siapa saja yang ingin
mengerti arti hidup, mengerti kata bersyukur dan mengerti arti usaha atau
perjuangan menjalani hidup. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian teringat masa
lalu yang menyedihkan, penuh penyesalan seumur hidup, salah satu obatnya
47
adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan
mengalami kejadian yang lebih menyakitkan dibandingkan dengan kalian. Masih
banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dari kita. Hal ini memberikan
pengertian bahwa hidup ini belum berakhir dan akan membuat kita selalu
meyakini bahwa setiap orang berhak atas satu harapan.
Seperti novel-novel karangan Tere Liye yang lain. Novel ini akan
membuat kita tersentuh, juga membuat kita berfikir dan merenung tentang makna
hidup. Dari kisah hidup Melati, kita akan belajar banyak hal tentang kehidupan
ini.
48
BAB IV
ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MOGA BUNDA
DISAYANG ALLAH
A. Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah
Pada pembahasan bab ini, penulis akan menguraikan data untuk memperoleh
validitas dan reabilitas tentang isi pesan dalam novel Moga Bunda Disayang Allah.
Data yang diolah berupa kalimat atau paragraf yang mendukung pesan dakwah namun
sebelum itu peneliti akan memaparkan pengertian dari pesan, karena dari pesan yang
akan disampaikan ini akan lebih mudah dimengerti dan di pahami nilai-nilai dakwah
yang terkandung dalam novel Moga Bunda Disayang Allah.
Pesan dalam Islam ialah perintah, nasihat, permintaan, amanat yang harus
dilaksanakan pada orang lain sedangkan pesan dakwah adalah suatu pernyataan yang
bersumber dari Al-Qur’an dan assunah baik melalui tulisan atau lisan dari pesanpesan dalam novel Moga Bunda Disayang Allah.
Pesan dakwah adalah pernyataan-pernyataan yang bersumber dari Al-Qur’an
dan As-Sunnah yang disampaikan untuk mengajak manusia agar mengikuti ajaran
islam dan segala yang berkaitannya.1 Untuk mengetahui pesan-pesan dakwah dalam
novel Moga bunda Disayang Allah maka penulis melakukan pengolahan data pada
novel Moga Bunda Disayang Allah sesuai dengan kategori yang telah ditentukan,
yaitu kategori akhlak yang meliputi akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah.
Aqidah dengan sub kategori iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada
kitab, iman kepada Rasul, iman kepada hari kiamat dan, iman kepada Qadha dan
Qadar. Sedangkan Syariah dengan sub kategori ibadah dan muamalah. Kemudian
1
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1987), cet.ke-1
49
akan ditampilkan dalam data dan jumlah frekuensi. Untuk lebih jelasnya lihat tabel
dibawah ini:
Tabel 1
Kategorisasi dan Sub Kategorisasi
No
Kategorisasi
Sub Kategorisasi
1
Aqidah
2
Akhlak
3
Syariah
a. Iman Kepada Allah
b. Iman Kepada Malaikat
c. Iman Kepada Kitab
d. Iman Kepada Rasul
e. Iman Kepada Hari Kiamat
f. Iman Kepada Qada dan
Qadar
a.Akhlak Mahmudah
b.Akhlak Madzmummah
a.Ibadah
b.Muamalah
Untuk memperoleh reabilitas dan validitas kategori isi pesan dakwah dalam
novel Moga Bunda Disayang Allah peneliti mengadakan pengujian kategori pada tiga
orang juri atau koder yang dipilih dari orang-orang yang kredibel. Koder terdiri dari
Solihin (Ustadz dan Tokoh Masyarakat), juri II Martcy Chrisna Dwi Putranti (Guru),
juri III Firmansyah (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta). Hasil dari kesepakatan tim juri dihitung lalu diberikan nilai untuk
mengetahui distribusi frekuensimasing-masing dan termasuk mengetahui koefisien
reabilitas setiap juri, yaitu antar juri I dan juri II, antar juri I dan juri III, dan antar juri
II dan juri III. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara acak (Sampling Random).
50
1. Pesan Dakwah Aqidah
Berikut ini tabel kesepakatan antar juri yang dari kategorisasi Aqidah adalah
sebagai berikut :
Tabel 2
Hasil kesepakatan antar juri perkategorisasian (Aqidah)
No
Antar juri
Item
Kesepakatan
Ketidak sepakatan
Nilai
1
Juri 1 dan 2
14
8
6
0,58
2
Juri 1 dan 3
14
7
7
0,5
3
Juri 2 dan 3
14
5
9
0,36
Jumlah
1,44
Komposit Reabilitas : N (x antar juri)
1+(N-1)(x antar juri)
Nilai rata-rata : 1,44: 3= 0,48
Komposit Reabilitas : 3(0,48) = 1,44 =
1+2(0,48)
0,74
1,96
2. Pesan Dakwah Akhlak
Tabel 3
Hasil kesepakatan antar juri perkategorisasian (Akhlak)
No
Antar juri
Item
Kesepakatan
Ketidak sepakatan
Nilai
1
Juri 1 dan 2
24
20
4
0,83
2
Juri 1 dan 3
24
22
2
0,91
3
Juri 2 dan 3
24
23
1
0,95
Jumlah
2,69
51
Komposit Reabilitas : N (x antar juri)
1+(N-1)(x antar juri)
Nilai rata-rata : 2,69: 3= 0,9
Komposit Reabilitas : 3(0,9) = 2,7 =
1+2(0,9)
0,96
2,8
3. Pesan Dakwah Syariah
Tabel 4
Hasil kesepakatan antar juri perkategorisasian (Akhlak)
No
Antar juri
Item
Kesepakatan
Ketidak sepakatan
Nilai
1
Juri 1 dan 2
25
17
8
0,68
2
Juri 1 dan 3
25
16
9
0,64
3
Juri 2 dan 3
25
17
8
0,68
Jumlah
2
Komposit Reabilitas : N (x antar juri)
1+(N-1)(x antar juri)
Nilai rata-rata : 2: 3= 0,7
Komposit Reabilitas : 3(0,7) = 2,1 =
1+2(0,7)
0,8
2,4
52
B.
Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah.
1. Pesan Dakwah Aqidah
Tauhid adalah konsep dalam iaqidah islam yang menyatakan keesaan Allah.
Tauhid dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa
Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari
kalimat sahadat yang telah diikrarkan oleh orang muslim.
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung
dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya
amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Allah
Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:
   
   

      
     
    
    
 


     
   
Artinya : “dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut
itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk
oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti
kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan
53
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan : “Orang yang mau
mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka
bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepaada Allah SWT serta taat kepada
Rasulullah SAW.
Sebaliknya semua kejelekan dimuka bumi ini : “Fitnah, musibah, paceklik,
dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah SAW
dan berdakwah kepada selain Allah SWT. Orang yang metadabburi hal ini dengan
sebenar-benarnya akan mendapati kenyatan seperti ini baik dalam dirinya maupun
diluar dirinya”.
Aqidah secara terminologi diambil dari kata “aqad” yakni ikatan yang kuat.
Dapat juga berarti teguh, permanen, saling mengikat, dan rapat. Dalam
ensiklopedia Islam, aqidah adalah i‟ tikad bersifat yang mencakup masalahmasalah yang berhubungan dengan rukun iman.2
Aqidah secara terminologi adalah sesuatu yang mengharuskan hati
membenarkannya, membuat jiwa tenang, dan menjadi kepercayaan yang bersih
dari kebimbangan dan keraguan. Aqidah menurut syara‟ berarti iman kepada
Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya dan kepada Hari
Akhir, serta kepada qadar dan qadha, baik takdir yang baik maupun yang buruk.
Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan
memperbuat dengan anggota badan (beramal). Dengan demikian iman kepada
Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT itu ada, Allah Maha
2
Toha Yahya Umar, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Niaga Swadaya, 2004), h. 34
54
Esa. Rukun Iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT yang merupakan
dasar dari seluruh ajaran Islam. Orang yang akan memeluk agama Islam terlebih
dahulu harus mengucapkan kalimat syahadat. Pada hakekatnya kepercayaan
kepada Allah SWT sudah dimiliki manusia sejak ia lahir. Bahkan manusia telah
menyatakan keimanannya kepada Allah SWT sejak ia berada di alam arwah.

    
     
    
 
    
Firman Allah SWT yang artinya:
“(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara
keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepadaNya. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut
disembah)?”. (QS. Maryam: 65).
Dalam novel Moga Bunda Disayang Allah terdapat paragraf yang
menyekutukan Allah, “Setiap kali kau protes, maka seseorang akan mengingatkan
bahwa Tuhan maha adil. Ya, Tuhan Maha Adil. Sebab kita terlalu bebal maka
kitalah yang tidak tahu dimana letak keadilan-Nya, tidak tahu apa maksudnya.
Kalau kita tidak pernah mengerti, itu jelas karena kita terlalu tolol, bukan berarti
Tuhan tidak adil. Tuhan selalu benar. Karang tertunduk pelan, mendekap kepala
Melati.”
55
Menyekutukan Allah tidak dibenarkan seperti dalam hadist riwayat Muslim:
Dari sebuah hadits riwayat Muslim, Dari Abdurrahman Bin Abu Bakar R.A., Dari
Bapaknya, berkata: “Kami berada di sisi Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda:
Beritahukan kepadamu sekalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar
(Rasulullah mengucapkannya tiga kai): pertama, mempersekutukan Allah, kedua
durhaka kepada ibu bapak, ketiga sumpah palsu”
Sebagai perwujudan dari keyakinan akan adanya Allah, Tuhan Yang Maha
Esa adalah pengabdian kita kepada Nya. Pengabdian kita kepada Allah adalah
pengabdian dalam bentuk peribadatan, kepatuhan, dan ketaatan secara mutlak.
Tidak menghambakan diri kepada selain Allah, dan tidak pula mempersekutukan
Nya dengan sesuatu yang lain. Itulah keimanan yang sesungguhnya.
Dalam paragraf tersebut terdapat kata-kata Allah selalu benar, Karang yang
kesal terhadap kekurangan Melati melampiaskan melalui hujatan kepada sang
pencipta. Hujatan atau hinaan itu sendiri memang seperti menyekutukan dimana
keadaan tersebut sama saja seperti tidak percaya akan adanya sang pencipta yaitu
Allah SWT.
Dalam novel Moga Bunda Disayang Allah pada bab 3 terdapat kalimat “Ya
Allah, tak lelah ia berharap suatu saat keajaiban itu pasti akan datang. Suatu saat
janji-Mu pasti akan tiba. Bukankah.. bukankah Engkau sendiri yang menggurat
kalimat indah itu dalam kitab suci? Sungguh! Dibalik kesulitan pasti ada
kemudahan... Tapi harapan itu hari-hari ini bagai kabut yang digantang matahari
meninggi. Menguap. Bagai sisa-sisa air dalam ember bocor. Menghilang. Bagai
rambutnya yang perlahan memutih... lelah sekali ditunggu, meski hanya untuk
menyisakan sedikit asa bahwa janji kemudahan itu akhirnya pasti tiba!”
56
Dalam paragraf tersebut terlihat kata-kata atau kalimat yakin dan percaya
bahwa Allah itu ada dimana seseorang meyakini bahwa Allah akan membawa
keajaiban-Nya. Sebagaimana pengertian aqidah menurut syara yang meyakini atau
mengimani rukun iman.
Ternyata ketentraman jiwa tidak cukup didapat dengan hidup yang serba
berkecukupan seperti keluarga Melati yang untuk membeli apa saja serba
berkecukupan atau bahkan dibilang berlebih. akan tetapi bagaimana bunda dan
keluarganya dapat mengadukan keluh kesahnya kepada Tuhan yang mampu untuk
mengeluarkannya dari rasa resah dan rasa takutnya.
2. Pesan Dakwah Akhlak
Akhlak, kata akhlak secara terminologi berasal dari bahasa Arab. Dalam
bentuk jamak dari khula yang berarti budi pekerti, perangai dan tingkah laku atau
tabiat.4 Dari segi istilah, akhlak merupakan suatu keadaan yang melekat pada jiwa
manusia, yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa
melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian.
Dalam kehidupan bermasyarakat, mungkin kita sering mendengar tentang kata
Akhlak. Akhlak sendiri bisa diartikan dengan tingkah laku atau budi pekerti yang
sopan dan santun, tanpa akhlak maka manusia tidak bisa menjadi makhluk yang
mulia. Akhlak sendiri dibagi menjadi dua, yaitu akhlak Mahmudah (akhlak terpuji)
dan akhlak Madzmumah (akhlak tercela).
Akhlak yang mulia yaitu akhlak yang diridhai oleh Allah SWT, akhlak yang
baik itu dapat diwujudkan dengan mendekatkan diri kita kepada Allah yaitu dengan
mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi bahkan meninggalkan segala
57
larangan-Nya , mengikuti ajaran-ajaran dari sunah Rasulullah, mencegahdiri kita
untuk mendekati yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar, seperti firman Allah
seperti berikut :

    
       
     
  
       
  
  
  
 
Artinya: “kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih
baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik”.(Qs.Al-Imran 110)
Akhlak yang buruk berasal dari penyakit hati yang keji seperti iri hati, ujub,
dengki, sombong, nifaq (munafiq), hasud, suudzan, dan penyakit-penyakit hati
lainnya. Akhlak yang buruk dapat mengakibatkan berbagai macam kerusakan baik
bagi orang itu sendiri, orang lain yang di sekitarnya.
Dalam novel Moga Bunda Disayang Allah terdapat dua macam akhlak yaitu
akhlak Mahmudah
dimana di ceritakan pada paragraf
“Anakku, seseorang
menyebut dirimu bagai malaikat di mata anak-anak... kehadiranmu selalu membuat
58
mereka bersenandung riang, kehadiran yang bisa menciptakan keajaiban.. meski
amat malu mengakuinya, harus kami bilang, kami sudah amat berputus asa..
berputus asa atas keterbatasan putri tunggal kami. Maukah kau berkenan
membantu? Membagi keajaiban itu. Kami mohon dengan segala kerendahan hati.
Jika jawabnya ya, datanglah ke kediaman kami...”
Dalam paragraf tersebut sebenarnya Karang adalah orang yang menyukai
anak-anak, bahkan orang-orang pernah berkata anak kecil yang menangis sedu
akan diam oleh sentuhan tangan Karang. Perilaku yang baik Karang adalah buah
kedekatannya dengan Allah SWT, Karang yang menyayangi anak-anak merupakan
salah satu akhlak yang bersifat baik atau yang biasa disebut akhlak mahmudah.
Beberapa waktu kemudian rasa suka Karang terhadap anak-anak tersebut
berubah seketika akibat kecelakaan yang di derita oleh anak-anak asuhannya dan
dia memvonis dirinya sendiri yang bersalah, akhirnya Karang berubah arah
menjadi pemuda yang gemar mabuk dan juga membenci anak-anak termasuk
Melati. Seperti pada paragraf, “Pukul 20.30. itu berarti hingga delapan jam ke
depan Karang akan berada di luar. Menghabiskan malam berteman minuman.
Duduk sendirian di pojok bar. Menatap galak siapa saja dengan mata merah. “ dan
“Kau marah? Ingin melempar semuanya? Berani sekali!!” Karang berteriak.
Mencengkeram tangan Melati.” Kelakuan Karang yang lepas kontrol dan berubah
arah menimbulkan keluarnya akhlak madzmumahnya yang terpendam. Memang
disaat dia mulai berteman dengan minuman keras dan berteman dengan rasa
bersalahnya mulai muncullah perilaku Karang yang tidak mengenakkan. Jauh di
dasar sana sebenarnya Karang masih mempunyai rasa menyayangi anak-anak. Kita
sebagai manusia hendaknya mengontrol emosi kita dan selalu agar berserah diri
kepada Allah SWT agar terhindar dari perilaku yang malah menjauhkan kita
59
kepadaAllah SWT. Dengan cara berserah diri lah kita tetap mempunyai akhlak
yang terpuji atau akhlak mahmudah.
Di dalam sebuah ayat Allah telah menghimpun beberapa kunci pokok untuk
bisa meraih akhlak yang mulia kepada sesama. Barang siapa mempraktekannya
niscaya akan merasakan kenikmatan buahnya.Allah Ta’ala berfirman :
          
Artinya: jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf,
serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(Q.S. Al-A’raaf:199)
Perkataan akhlak sering juga disamakan dengan kesusilaan atau sopan santu.
Bahkan agar lebih modern dan mendunia, perkataan akhlak kini sering diganti
dengan kata moral atau etika.
3. Pesan Dakwah Syariah
Syariat Islam adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia baik
sebagai makhluk ciptaan Allah maupun hamba Allah. Terkait dengan susunan
tertib Syari’at, Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 36 :

             
   
       
    
  
  
Artinya :” dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu
60
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan
Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat,
sesat yang nyata”.(Q.S. Al-Ahzab:36)
Ayat diatas mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah
memutuskan suatau perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil
ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat
suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya maka
umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu.
Syariah dalam Islam berhubungan erat dengan amal lahir (nyata) dalam rangka
menaati semua peraturan atau hukum Allah guna mengatur hubungan antar
manusia dengan Tuhannya dan mengatur pergaulan hidup antara sesama manusia.
Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi
kehidupan umat manusia, baik muslim mahupun bukan muslim. Selain berisi
hukum dan aturan, Syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh
kehidupan ini. Maka oleh sebahagian penganut Islam, Syariat Islam merupakan
panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan
kehidupan dunia ini.
Dalam kategorisasi pesan dakwah syariah dibagi kedalam dua kelompok yaitu:
ibadah dam muamalah. Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri
serta tunduk. Sedangkan menurut syara‟
(terminologi), ibadah mempunyai
banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu.
Ibadah itu terbagi menjadi ibadah hati, lisan dan anggota badan. Rasa khauf (takut),
raja‟ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah
(senang) dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati).
61
Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik
dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan
hati, lisan dan badan.
Dari segi bahasa, muamalah berasal dari kata aamala, yuamilu, muamalat
yang berarti perlakuan atau tindakan terhadap orang lain, hubungan kepentingan.
Kata-kata semacam ini adalah kata kerja aktif yang harus mempunyai dua buah
pelaku, yang satu terhadap yang lain saling melakukan pekerjaan secara aktif,
sehingga kedua pelaku tersebut saling menderita dari satu terhadap yang lainnya.
Dalam novel Moga Bunda Disayang Allah pada paragraf “Bunda menggeliat,
membuka mata. Pelan menyadari pagi. Kemudian tersenyum lebar demi menatap
sang putri yang tengah bersiap dengan “rencana jahat”, memainkan bulu ayam itu
ke lubang hidungnya. Bunda sebenarnya sudah bangun sejak shubuh. Malah sejak
pukul dua tadi malam, di sepertiga akhir waktu terbaik yang dijanjikan.
Menghabiskan sisa malam dengan bersimpuh menangis di atas sepotong sajadah.
Membuat basah ujung-ujung mukena. Berharap Tuhan akhirnya berbaik hati
memberikan jalan-keluar baginya”
Bunda tampak seorang yang taat agama seperti di ceritakan di atas bunda
bangun lebih awal hanya untuk shalat tahajud sebagaimana yang telah Allah
janjikan jika kita terus dan rutin untuk terus melaksanakan shalat malam.
Dalam paragraf berikut “Bunda sudah mengusap sudut-sudut matanya. Bertahanlah
Anakku, bersabarlah! Berbisik lemah, menguntai doa. Bunda sungguh tidak tahu apa
maksud semua ini. Ia juga tidak mengerti mengapa Karang begtu keras kepala menyuruh
anaknya makan memakai sendok-garpu. Apa bedanya dengan tangan? Apa bedanya? Yang
penting Melati bisa makan. Ya Allah, tidak masalah putrinya makan dengan tangan,
mengaduk-aduk makananya seperti binatang, jika untuk melatihnya makan dengan baik
62
harus melalui semua hal menyakitkan ini. Sungguh, tidak masalah. Bunda sekali lagi
mengusap sudut-sudut matanya.”
Semakin terlihat bunda adalah orang yang taat berdoa, bunda selalu berdoa untuk
keluarganya, untuk Melati terutama. Memohon kepada Allah SWT untuk terus
memberikan keajaiban kepada anaknya tersebut, bunda ingin Melati mengenal dunianya,
siapa orang tuanya, siapa keluarganya dan terutama bunda menginginkan kesembuhan
Melati mengenal dunia dan memudahkan dia mengetahui siapa Tuhannya yang telah
memberikan kelebihan dan keajaibannya seperti ini. Bunda terus berdoa agar melati
mengerti semua ini agar Melati dapat menyembah Tuhannya yaitu Allah SWT.
C. Pesan-pesan yang Paling Dominan Dalam novel Moga Bunda Disayang Allah.
Secara keseluruhan, pesan dakwah yang terdapat dalam novel Moga Bunda
Disayang Allah ini terdapat pesan aqidah, akhlak, syariah dengan total jumlah
komposit nilai aqidah 0,74, nilai akhlak 0,96 dan nilai syariah 0,8. Setelah peneliti
melakukan perhitungan reliabilitas dan frekuensi prosentase kepada tiga juri
terhadap kategorisasi yang telah peneliti buat dan melakukan analisis isi dalam
novel Moga Bunda Disayang Allah dari tabel yang telah dijelaskan sebelumnya,
maka dapat dibuat pesan dominan dalam novel Moga Bunda Disayang Allah yang
dihitung dengan rumus :
P = f x 100%
N
Keterangan :
P = Prosentase
F = Frekuensi
N = Jumlah Populasi
63
a. Aqidah
P = 0,74 x 100%
2,5
P = 29,6%
b. Akhlak
P = 0,96 x 100%
2,5
P = 38,4%
c. Syariah
P = 0,8 x 100%
2,5
P = 32%
Tabel 5
Presentase Pesan
N = 2,5
No
Kategorisasi
Koefisien Reabilitas
Presentase
1
Aqidah
0,74
29,6%
2
Akhlak
0,96
38,4%
3
Syariah
0,8
32%
4
Total
2,5
100%
64
Dengan demikian, pesan Akhlak adalah pesan dakwah yang paling dominan
yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah dengan hasil
presentase 38,4% berdasarkan perhitungan kesepakatan dari ketiga orang juri.
65
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah meneliti dan menjelaskan isi pesan dakwah dalam novel Moga Bunda Disayang
Allah, maka peneliti merumuskan kesimpulan sebagai berikut:
1. Isi pesan yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah adalah pesan-pesan
keislaman yaitu pesan aqidah, pesan akhlak, dan pesan syariah. Pesan aqidah yaitu
mengenai iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, iman kepada
rasul, iman kepada hari kiamat dan iman kepada qada dan qadar. Pesan Akhlak dalam
komik 33 Pesan Nabi mengenai akhlak mahmudah (terpuji) dan akhlak mazmumah
(tercela). Pesan dakwah tentang syariah mengenai ibadah dan muamalah, ibadah yaitu
dengan meningkatkan spiritual dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam, seperti shalat,
mendekatkan diri kepada Allah, cara-cara berkhutbah yang benar menurut ajaran Rasul.
2. Kecenderungan isi pesan dakwah yang paling dominan adalah pesan dakwah yang
mengandung nilai aqidah yaitu (29,6%) pesan dakwah yang mengandung nilai akhlak
yaitu (38,4%), sedangkan yang mengandung pesan syariah yaitu (32%). Keterangan
tersebut berarti dalam novel Moga Bunda Disayang Allah bahwa pesan dakwah yang
paling dominan adalah pesan dakwah dalam bidang akhlak yaitu 38,4%.
3. Penyampaian dakwah melalui novel lebih efisien dan efektif. Dimana novel sekarang
digemari di semua kalangan. Dengan bahasa sebagai gambaran yang lebih jelas dan
mendalam yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pembaca dan pesan-pesan
tersebut adalah pesan-pesan keislaman. Kini novelpun dapat menjadi sarana berdakwah.
66
B. SARAN-SARAN
Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan dalam rangka pengembangan
pesan-pesan spiritual Islam lewat karya fiksi khususnya novel Moga Bunda Disayang
Allah antara lain:
1. Agar setiap masyarakat dan para da’i memanfaatkan perkembangan teknologi media
cetak seperti surat kabar, majalah, buku maupun teknologi media elektronik seperti
radio, televisi, internet dan lain-lain sebagai media dakwah yang kompeten.
2. Kepada para civitas akademika fakultas dakwah dan komunikasi agar lebih
memperhatikan novel dan memperdalam diskusi tentang novel islami untuk dapat di
jadikan sebagai media dakwah, karena novel memilki keunggulan tersendiri. Yaitu
dapat bertahan lama dan dapat di baca berulang-ulang, dan semoga novel-novel
islami
mengalami
perkembangan
yang lebih pesat
lagi.
Seiring dengan
perkembangan zaman.
3. Kepada para novelis Indonesia jangan pernah ragu untuk melahirkan karya-karya
yang bermutu, bermakna dan penuh dengan pesan-pesan moral dan pesan-pesan
dakwah atau novel bernuansa islami. Karena itu merupakan bagian dari dakwah yang
amat mulia.
4. Masyarakat dan pembaca diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih bacaan yang
memberikan masukan, pengetahuan tentang islam. Dan hindari bacaan yang dapat
merusak moral, perilaku dan iman.
67
DAFTAR PUSTAKA
Alawiyah, Tutty. Strategi Dakwah di Lingkungan Majlis Taklim (Bandung:
Mizan, 1997)
Al-Bahy, Muhammad. Islam Agama Dakwah Bukan Revolusi, (Jakarta: Kalam
Mulia, 1997)
Amin, Samsul Munir. Ilmu Dakwah, (Jakarta: Amzah,2009)
Arbi, Armawati. Dakwah dan Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2003),
cet. Ke-1
Arifin,H M. Dakwah Bil Qolam, (Bandunng: Mujahid Press, 2004)
Azis, Moh Ali. Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenada Media,2004)
Bachtiar, Wardi. Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Ciputat: Logos Wacana
Ilmu, 1997), cet. Ke-1
Bisri, Mustofa. Saleh Ritual Saleh Sosial, (Bandung: Mizan, 1995)
Darminta, Wjs Purwa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta :
BalaiPustaka, 2005), edisi Ke-3
DepDikNas, KamusBesarBahasa Indonesia, (Jakarta Balai Pustaka,2002),edisi
Ke-3
Effendy, Onong Uhjana. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung : PT
Remaja Rosdakarya,1997)
Islamiyah, Indriansyah. Akhlak Islamiyah, (Jakarta: Parameter, 1998)
Jumroni, Metode-metode Penelitian Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta
Press,2006),cet-1
Kamilah, Siti rizkia. Skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel
Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El-Khalieqy (Jakarta: Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah)
Klaus Krippendorf. Analisis Isi Pengantar Teori Dan Metodelogi, (Jakarta:
PT.Remaja Graffindo Persada,1993)
Kusmayadi, Ismail. think smart bahasa indonesia,(bandung:media grafindo
pratama 2006)
Kusnawan,Aep. Berdakwah Lewat Tulisan,(Bandung:Mujahid,2004)
Kusumaningrum, Dina. Skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Ketika
Mas Gagah Pergi, (Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah)
Maarif, Bambang S. Komunikasi Dakwah “Paradigma Untuk Aksi”,
(Bandung:Remaja Rosdakarya, 2010)
Mahyuddin, Kuliah Akhlak Tasawuf, (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), Cet. Ke-4
Muhtaron, Zaini. Dasar-dasar Manajemen Dakwah Islam, (Jakarta: Bulan
Bintang, 1993), Cet ke-3
Nurgiantoro, Burhan. Teori Pengkajian Fiksi, (Jogjakarta: Gajah Mada
University Press, 1995).
Nasuhi, Hamid dkk. Pedoman Penulisa Karya Ilmiah, (Jakarta: CeQDA, 2007)
Nasution,Zulkarnaen. Sosiologi Komunikasi Massa, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 1993)
Soejono & Abdurrahman, Metode Penelitian, (Jakarta: PT Rineka Cipta,
1999), cet. Ke 1
Sultoni, Toni. Skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Novel Gadis Pantai,
(Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah)
Syukir, Asmuni. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, (Surabaya:Al-Ikhlas,
1983)
Tasmara,Toto. Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama 1997),cet2
Widjaja, H.A.W. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta :
BumiAksara, 1997)
West, Richard dan Turner, Lynn. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan
Aplikasi, (Jakarta: Salemba Humanika,2008), Edisi 3
Download