kesiapan pemerintah kabupaten nias

advertisement
PEMBANGUNAN NIAS YANG BERKELANJUTAN
PASCA BRR 20091
oleh:
Binahati B. Baeha, SH2
A. PENDAHULUAN
Kabupaten Nias merupakan salah satu Kabupaten dalam wilayah Propinsi
Sumatera Utara yang terletak sejajar dan berada di sebelah barat Pulau
Sumatera serta sebagian dikelilingi oleh Samudera Hindia. Kabupaten Nias
mempunyai luas wilayah 3.495,40 km² atau 4,88 % dari luas wilayah Propinsi
Sumatera Utara dan memiliki jarak ± 85 mil laut dari Sibolga (Daerah Propinsi
Sumatera Utara).
Sebelum bencana terjadi, Kabupaten Nias merupakan salah satu daerah
miskin dan tertinggal di wilayah pemerintahan Propinsi Sumatera Utara. Kondisi
kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat sentralistik pada masa lalu
serta penanganan persoalan pembangunan yang dilakukan tidak secara
holistik dan berkelanjutan menyebabkan persoalan-persoalan keterbelakangan
Kabupaten Nias dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan seakan
terabaikan atau termarjinalkan.
Beberapa kebijakan pembangunan yang sifatnya sangat sektoral pada
masa lalu seperti Inpres Desa Tertinggal, P3DT, Maduma, masih belum mampu
membebaskan Kabupaten Nias dari ketertinggalan dan belenggu kemiskinan.
Disamping itu, juga tidak bisa dipungkiri berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh
Pemerintah Daerah sebagai institusi terdepan, yang memainkan peran strategis
untuk keluar dari belenggu kemiskinan dan ketertinggalan serta menciptakan
kondisi kemakmuran yang diidam-idamkan masyarakat.
Makalah disampaikan pada Seminar Sehari: ”NIAS MENJELANG BERAKHIRNYA BRR”, yang dilaksanakan DPP-HIMNI, hari
Kamis tanggal 7 Pebruari 2008 di Jakarta.
2
BUPATI NIAS
1
-1-
Kepulauan Nias yang miskin dan tertinggal semakin lebih miskin dan
tertinggal lagi, dan nyaris tak berdaya karena diporak-porandakan oleh
amukan bencana alam tsunami dan gempa bumi yang terjadi secara beruntun.
Sungguh keadaan yang tragis luar biasa, dengan jumlah ratusan korban jiwa
dan harta benda yang sangat banyak telah merubah secara total keadaan
Kepulauan Nias. Bencana alam ini berdampak pada berbagai sektor kehidupan
masyarakat Nias baik pada sektor sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya
sehingga sebagian besar masyarakat Nias kehilangan akses dalam memenuhi
kebutuhan sosial dasarnya. Dengan kata lain bahwa tragedi bencana alam
yang melanda Kepulauan Nias telah menimbulkan dampak yang sangat
meluas dan berkepanjangan dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan
masyarakat.
Namun siapa yang menyangka bahwa dengan kejadian tersebut Nias
akan lebih baik, lebih maju dari sebelumnya. Dilandasi dengan kepercayaan
yang kuat, bahwa Tuhan memiliki rencana besar dibalik semua kejadian yang
telah
berlangsung
serta
tidak
pernah
meninggalkan
umat-Nya
dalam
kesengsaraan, kasih setia penyertaanNya diwujudnyatakan melalui berbagai
bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak yang tiada hentinya sejak awal
tanggap darurat hingga kini saat berlangsungnya kegiatan rehabilitasi dan
rekonstruksi, dalam bingkai rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama
insan manusia.
Demikian juga halnya perhatian yang sungguh-sungguh dari Pemerintah
Pusat yang secara paripurna memfasilitasi berbagai kebijakan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi melalui keberadaan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias
di Kabupaten Nias. Berbagai rencana strategis dan program aksi digelar untuk
membangun kembali Kabupaten Nias sampai dengan Tahun 2009 yang
merupakan fase terakhir dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten
Nias yang ditandai dengan berakhirnya masa tugas BRR dan selanjutnya
Pemerintah Kabupaten Nias akan melanjutkan proses tersebut kepada fase
pembangunan reguler
-2-
B. PERMASALAHAN.
1. Payung hukum Peraturan Presiden RI Nomor 30 Tahun 2005, belum sepenuhnya
mampu memetakan persoalan pembangunan yang dihadapi Kabupaten
Nias pasca terjadinya bencana alam tsunami dan gempa bumi. Hal ini
dapat kita maklumi bersama mengingat terbitnya Perpres 30 tersebut tidak
lama berselang setelah terjadinya bencana alam gempa bumi tanggal 28
Maret 2005, sehingga muatan dalam Peraturan Presiden dimaksud belum
secara menyeluruh memuat kebutuhan pembangunan yang sesungguhnya
sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Kabupaten Nias 2006-2011. Apalagi bila kita kaitkan dengan
kondisi riil Kabupaten Nias sebelum bencana alam tsunami dan gempa bumi
tersebut memang sudah sangat-sangat terpuruk dari berbagai aspek.3
Bappenas bersama Pemerintah Daerah telah menyusun Rencana Aksi
Rehabilitasi – Rekonstruksi termasuk Program Pasca BRR namun hingga kini
belum diketahui bagaimana pengaturannya terutama menyangkut sumber
pendanaan.
2. Belum terinventarisir semua aset yang dimiliki oleh BRR yang akan
diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Nias.
3. Sebagian pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi dilapangan
pada awalnya berlangsung tanpa pelibatan unsur Pemerintah Daerah
antara lain para Camat, Lurah dan Kepala Desa sehingga tidak jarang
terjadi
permasalahan
pada
proses
pelaksanaan
kegiatan
sehingga
menghambat pelaksanaan kegiatan itu sendiri. Baru pada Pertengahan
Tahun 2007 BRR melibatkan Camat sebagai fasilitator Rehabilitasi dan
Rekonstruksi diwilayah Kecamatan.
4. Pada sisi kualitas, masih ditemukan adanya proyek Rehabilitasi dan
Rekonstruksi yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan sehingga
dikhawatirkan akan menjadi masalah pasca berakhirnya tugas BRR di
Kabupaten Nias.
5. SDM pengelola pelaksanaan kegiatan rehabilitasi-rekonstruksi di Kepulauan
Nias terbatas kuantitas dan kualitasnya sehingga mempengaruhi kinerja
pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
3
Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono tanggal 13 Januari 2005 pada kunjungan
resminya di Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara pasca tsunami 26 Desember 2004.
-3-
6. Pemanfaatan material lokal, terutama kayu dan pasir pantai dikhawatirkan
akan menyebabkan kerusakan lingkungan saat ini dan dimasa datang.
7. Keterbatasan anggaran yang tersedia pada APBD Kab. Nias pasca exit
strategy BRR terkait dalam hal pembiayaan terhadap pemeliharaan
dan operasi fasilitas seluruh aset yang diserahkan kepada Pemerintah
Daerah serta keperluan pembangunan Kab. Nias pasca bencana alam.
C. LANGKAH-LANGKAH YANG DITEMPUH PEMERINTAH KABUPATEN
NIAS DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN NIAS YANG
BERKELANJUTAN PASCA BRR 2009
Tahun 2009 merupakan fase terakhir dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi
di Kabupaten Nias yang ditandai dengan berakhirnya masa tugas BRR dan
selanjutnya Pemerintah Kabupaten Nias akan melanjutkan proses tersebut
kepada fase pembangunan reguler. Oleh karenanya diperlukan langkah-langkah
persiapan yang optimal dalam rangka exit strategy BRR di Kabupaten Nias.
1. Peningkatan efektivitas Sekretariat Bersama
Pemerintah Daerah Kabupaten Nias (Pemda), Sumatra Utara adalah
penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Nias (UU 32/2004), sementara BRR
adalah pemegang mandat rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias (Perpu 2/2005).
Kedua lembaga ini mempunyai rencana strategis dan aksi berikut anggaran di
wilayah yang sama.
BRR tidak menjalankan rekonstruksi sendiri tetapi Pemda adalah juga
stakeholder utama rekonstruksi. Blue Print atau Rencana Strategis BRR perlu
menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Pemerintah Daerah sehingga
diperlukan lebih banyak koordinasi program dan anggaran untuk mendukung
dan membangun Nias dalam penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Salah satu mekanisme yang bisa mendorong kemitraan strategis antara
BRR dan Pemda Kabupaten Nias dalam proses rehabilitasi tersebut ialah
pendirian
Sekretariat
Bersama.
Sejak
September
2006,
Pemerintah
Kabupaten Nias telah meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara
Pemerintah Daerah, BRR dan stakeholders rehabilitasi dan rekonstruksi
melalui
pendirian
Sekretariat
Bersama
Pemerintah
Kabupaten
Nias
dengan BRR Perwakilan Nias yang beralamat di Jl. Pancasila No. 10. Desa
Mudik Kecamatan Gunungsitoli.
-4-
A. Fungsi dan Tugas Sekretariat Bersama

Fungsi Sekretariat Bersama
a. Melakukan koordinasi satu atap dalam perencanaan, pengendalian,
monitoring dan evaluasi terhadap semua kegiatan rehabilitasi dan
rekonstruksi di Kabupaten Nias,
b. Melakukan pengelolaan data dan informasi yang mencakup semua
kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi Nias.
c. Memperkuat
hubungan
antar
stakeholder
rehabilitasi
dan
rekonstruksi lewat strategi komunikasi yang jelas, dan
d. Mempromosikan tata pemerintahan yang baik (good governance)
melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi dan partisipasi di
semua kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Kabupaten Nias.

Tugas Sekretariat Bersama
Sekretariat Bersama mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Melakukan perencanaan berdasarkan kebutuhan (needs-based),
dengan memperhitungkan kapasitas setiap lembaga secara terukur,
b. Melakukan langkah-langkah khusus termasuk penetapan kriteria,
evaluasi rencana program, pemrioritasan, penentuan program
tahunan dan tahun jamak dan pembagian penanggungjawab
program,
c. Melakukan perencanaan terkait pemeliharaan aset rekonstruksi
secara bersama,
d. Melakukan monitoring dan evaluasi terkoordinasi antara Pemda dan
BRR yang berdasarkan prinsip tata pemerintahan yang baik.
e. Mendukung
perencanaan
kecamatan
atau
pembangunan
kecamatan sebagai unit perencanaan rekonstruksi yang akan
memperbaiki implementasi kegiatan di tingkat bawah, dan
f.
Mempromosikan
peranan
koordinasi
dan
integrasi
di
tingkat
kabupaten dan tingkat kecamatan.
Sedangkan kewenangan dalam menetapkan program dan kegiatan
(termasuk anggaran) yang dilaksanakan oleh BRR Regional VI atau
Perwakilan Nias ditetapkan di Banda Aceh.
-5-
B. Kegiatan Sekretariat Bersama
Kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Sekretariat Bersama Pemerintah
Kabupaten Nias dengan BRR Perwakilan Nias, antara lain:
1. Memonitoring hasil capai kegiatan BRR dan NGO di Kabupaten Nias melalui
kunjungan lapangan.
2. Memfasilitasi kegiatan BRR dan NGO.
3. Memfasilitasi penyelesaian masalah yang dihadapi oleh BRR dan NGO
melalui penyampaian surat kepada BRR dan Camat setempat maupun
pertemuan yang dihadiri oleh BRR, NGO, Instansi terkait dan Sekretariat
Bersama.
4. Mengadakan rapat Sekretariat Bersama secara berkala setiap bulan yang
dihadiri oleh Pengarah, Penasehat, BRR, dan Personil Sekretariat Bersama.
5. Memfasilitasi pertemuan NGO se-Kabupaten Nias melalui Nias Recovery
Forum.
6. Mengikuti pertemuan dengan Dewan Pengarah dan Dewan Pengawas
BRR.
2. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah
Pasca masa tugas BRR di Kabupaten Nias, dibutuhkan Kapasitas
Pemerintah Kabupaten Nias termasuk kemampuan aparatur daerah untuk
pengelolaan aset yang akan diserahkan oleh BRR. Oleh karenanya, diperlukan
upaya-upaya persiapan yang optimal dalam rangka pengembangan
kelembagaan dan kapasitas Pemerintah Kabupaten Nias.
Pengembangan kelembagaan dan kapasitas ini dimaksudkan
untuk meningkatkan kapasitas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias melalui:
A. Penempatan aparatur daerah di organisasi BRR,
Salah satu langkah penting untuk memastikan transisi yang lancar dari
fase rehabilitasi dan rekonstruksi adalah dari sedini mungkin melibatkan
Pemerintah Daerah. Hal ini akan memperkuat dan membangun
keterlibatan Pemkab Nias dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi
dan mendukung koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat. Upaya
pelibatan
Pemerintah
Daerah
aparatur daerah di organisasi BRR
-6-
antara
lain
melalui
penempatan
B. Pelaksanaan
berbagai
pelatihan
maupun
pemberian
beasiswa
kepada aparat Pemda
a. Pelatihan bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Nias.
b. Pemberian beasiswa kepada Aparat Pemerintah Kabupaten Nias
dan Dosen untuk melanjutkan ke jenjang Strata-1, S-2 serta
Pendidikan Spesialis antara lain:
1. Pada Tahun 2006 yaitu:

Pemberian
Beasiswa
melanjutkan
Pendidikan
bagi
sejumlah
Spesialis
di
Dokter
Universitas
untuk
Gadjah
Mada – Yogyakarta yaitu:









1
1
1
1
1
1
1
1
(satu)
(satu)
(satu)
(satu)
(satu)
(satu)
(satu)
(satu)
orang
orang
orang
orang
orang
orang
orang
orang
Spesialis
Spesialis
Spesialis
Spesialis
Spesialis
Spesialis
Spesialis
Spesialis
Kebidanan dan Kandungan.
Bedah Umum.
Penyakit Dalam.
Anak.
Anastesi.
Patologi Klinik.
THT.
Radiologi.
Pemberian beasiswa bagi sejumlah mahasiswa Nias yang
mengikuti pendidikan Magister/Strata-2 (S-2) di Fakultas
Kedokteran UGM yaitu:






1 (satu) orang Jurusan Magister Manajemen Kebijakan
Obat.
5 (lima) orang Jurusan Magister Manajemen Pelayanan
Kesehatan.
1 (satu) orang Jurusan Magister Sistem Informasi
Kesehatan.
1 (satu) orang Jurusan Magister Manajemen RS.
1 (satu) orang Jurusan Magister Gizi.
Pemberian beasiswa bagi sejumlah mahasiswa Nias yang
mengikuti pendidikan di Fakultas Kedokteran UGM (S -1).
2. Pada Tahun 2007 yaitu:
Pemberian Beasiswa kepada 37 orang PNS dan Dosen untuk
melanjutkan pendidikan di Jenjang Strata-2 (S-2) yaitu:



7 (tujuh) orang di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Bandung,
5 (lima) orang di Universitas Malang,
5 (lima) orang di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Salatiga,
-7-



3 (tiga) di Universitas Negeri Surabaya (UNESA),
16 (enam belas) orang di Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta, dan
1 (satu) orang di Institut Pertanian Bogor.
C. Pelibatan Camat sebagai fasilitator rehabilitasi dan rekonstruksi yang
akan berfungsi sebagai berikut:



Fasilitator
Pertemuan
Desa
mengenai
Rehabilitasi
dan
Rekonstruksi.
Fasilitator Pertemuan Bulanan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di
Tingkat Kecamatan.
Fasilitator Informasi pada Tingkat Kecamatan.
D. Restrukturisasi Organisasi Pemerintah Daerah
Melalui
Peraturan
Pemerintah
Nomor
41
Tahun
2007
tentang
Penataan Organisasi Pemerintah, maka Pemerintah Kabupaten Nias
akan mengadakan restrukturisasi organisasi yang telah ada saat ini,
sehingga ke depan organisasi Pemerintah Kabupaten Nias ”miskin
struktur, kaya fungsi”.
E. Penyediaan
biaya pemeliharaan dalam APBD Kabupaten Nias
melalui anggaran kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Pasca berakhirnya tugas BRR di Kabupaten Nias tentunya diperlukan
pembiayaan terhadap pemeliharaan dan operasi fasilitas seluruh
aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah, maka
Pemerintah Kabupaten Nias mengalokasikan anggaran penyediaan
biaya pemeliharaan dalam APBD melalui anggaran kegiatan Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Nias.
F. Pengajuan Proposal Alokasi Anggaran ke Pemerintah Pusat.
Keterbatasan anggaran yang tersedia pada APBD Kabupaten Nias
pasca exit strategy BRR terkait dengan pembiayaan tersebut, oleh
Pemerintah
Kabupaten
Nias
telah
mengupayakannya
melalui
pengajuan proposal kepada Pemerintah Pusat untuk menambah
alokasi
anggaran
di
Kabupaten
Nias
khususnya
keperluan
pembangunan Kabupaten Nias pasca bencana alam. Hal ini kita
upayakan
terus
pembangunan
di
dan
mengajukan
Kabupaten
Nias
usul
penanganan
kepada
terutama setelah berakhirnya BRR di Pulau Nias.
-8-
Pemerintah
khusus
Pusa t
G. Pemekaran Daerah Otonom
Pemekaran Kabupaten Nias adalah suatu langkah strategis pasca
rehabilitasi
dan
pemekaran
rekonstruksi
maka
rentang
berakhir,
kendali
karena
dan
dengan
adanya
pelayanan
kepada
masyarakat akan semakin mudah.
H. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Untuk mengatasi keterbatasan alokasi anggaran pembangunan
rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam, maka upaya yang
dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nias adalah peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah-langkah yang dilakukan
oleh Pemerintah Kabupaten Nias adalah pelaksanaan intesifikasi dan
ekstensifikasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten
Nias.
I. Meningkatkan hubungan kerjasama dan Kemitraan dengan UN dan
NGO.
Di Kabupaten Nias selain institusi BRR Perwakilan Nias terdapat 8 Lembaga
PBB (United Nations), dan 57 NGO yaitu terdiri atas 43 NGO Internasional
dan 14 NGO Nasional yang terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi
dan rekonstruksi. Berbagai bentuk komitmen yang sudah terlaksana selama
ini antara lain pada Sektor Infrastruktur, Perumahan dan Tata Guna Lahan,
Sektor
Ekonomi
Kelembagaan
Sektor
sehingga
Pendidikan,
sebagian
Sektor
Kesehatan,
masyarakat
sudah
Sosial
dan
merasakan
manfaatnya.
3. Manajemen asset
Pada akhir masa tugas BRR Perwakilan Nias, seluruh aset termasuk yang
digunakan untuk operasional akan diserahkan kepada Pemerintah
Kabupaten Nias dan Kementerian/Lembaga Terkait (Bandara Udara,
Pelabuhan).
Pada
saat
ini
Pemerintah
Kabupaten
Ni as
sedang
bekerjasama dengan BRR Perwakilan Nias untuk menginventarisir semua
aset yang dimiliki oleh BRR yang secara bertahap akan diserahkan
kepada Pemerintah Kabupaten Nias.
-9-
D. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)
KABUPATEN NIAS TAHUN 2006 - 2011
Untuk mewujudkan pembangunan Nias yang berkelanjutan pasca BRR
tahun 2009 akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Kabupaten Nias Tahun 2006 – 2011 sebagai ”Grand Policies”
Kabupaten Nias, sebagai berikut:
1. Visi
Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Nias 2006 – 2011 yaitu:
‘Mewujudkan Nias Baru yang Maju, Beriman, Mandiri dan Sejahtera’
 Maju, berarti berada pada suatu kondisi tingkat perkembangan yang lebih
baik dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan.
 Beriman, berarti suatu perilaku meningkatnya ketaqwaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama dalam perilaku
kehidupan sehari-hari.
 Mandiri, berarti berada pada kondisi dimana masyarakat dan daerah
memiliki kehidupan yang sejajar dengan masyarakat dan daerah lainnya
dengan
mengandalkan
kemampuan
dan
kekuatan
sendiri
melalui
pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.
 Sejahtera,
berarti
suatu
keadaan
kemakmuran
yang
merata
dan
berkeadilan dalam segala aspek dan sendi-sendi kehidupan masyarakat.
2. Misi
Misi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Nias 2006 – 2011
yaitu:
1. Meningkatkan kualitas keimanan dan kataqwaan kepada Tuhan Yang
Maha
Esa
sebagai
sumber
tertinggi
dalam
penataan
kehidupan
berbangsa, bernegara, berpemerintahan dan bermasyarakat.
2. Mendorong
penyelenggaraan
pemerintahan
yang
efektif,
efisien,
transparan dan akuntabel guna mewujudkan kehidupan berpemerintahan
yang baik (Good Governance) dan berpemerintahan yang bersih (Clean
Governmant)
melalui
kebijakan,
sikap,
tindakan
dan
perilaku
pemerintahan.
3. Mendorong penegakan hukum secara konsisten, meningkatkan rasa aman
dan nyaman masyarakat serta pemberantasan KKN.
- 10 -
4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, cerdas,
terampil,
kreatif
dan
inovatif,
memiliki
etos
kerja
serta
mampu
berkompetensi dalam ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi melalui
pendidikan formal dan informal.
5. Membangun fondasi perekonomian daerah melalui akselerasi penguatan
ekonomi
karakyatan
yang
berbasis
sumber
daya
lokal
melalui
pembangunan sarana dan prasarana/ infrastruktur daerah dengan tetap
memperhatikan keseimbangan antar wilayah.
6. Mewujudkan kualitas pelayanan pemerintahan yang efektif dan efisien
melalui penataan organisasi perangkat daerah, pembenahan manajemen
kepegawaian
dan
pembinaan
aparatur
dengan
mengoptimalkan
keberadaan pemerintah sebagai pelayan dan masyarakat sebagai pihak
yang dilayani.
7. Membina hubungan kerjasama dan kemitraan yang baik dengan berbagai
pihak termasuk lembaga legislatif, lembaga-lembaga pemerintahan dan
organisasi kemasyarakatan (Lokal, Regional, Nasional) dan NGO-NGO,
dunia usaha dan institusi lainnya guna menciptakan situasi dan kondisi yang
kondusif bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat.
8. Mendorong percepatan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan
partisipasi
aktif
masyarakat
dalam
kehidupan
berpemerintahan,
bermasyarakat dan berdemokrasi.
9. Mendorong peningkatan pendapatan asli daerah sebagai salah satu pilar
kemandirian daerah guna mewujudkan otonomi daerah yang nyata dan
bertanggungjawab.
10. Meningkatkan rasa keadilan, kesetaraan dan kebersamaan ditengahtengah masyarakat dengan mewujudkan pemerataan pembangunan dan
hasil-hasilnya.
E. PENUTUP
Kompleksnya persoalan pembangunan yang dihadapi pasca bencana
alam membutuhkan sumber daya yang sangat besar. Pemerintah Kabupaten
Nias menyadari sepenuhnya keterbatasan yang dimiliki, sehingga dukungan
dari semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk secara bersama-sama
membangun Nias secara keseluruhan dengan kondisi yang lebih baik sesuai
harapan dan keinginan kita semua.
- 11 -
Selanjutnya, pasca berakhirnya mandat BRR pada bulan April 2009,
pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Nias akan dilanjutkan oleh
Pemerintah Kabupaten Nias sebagaimana fungsinya sebagai penyelenggara
pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU 32/2004. Terkait dengan itu,
Pemerintah Kabupaten Nias telah siap menerima proses peralihan semua
program dan kegiatan dari BRR dan stakeholder lain. Jadi kekuatiran yang selalu
diwacanakan selama ini perlu diperbaharui dengan rasa optimis.
Demikian paparan ini kami sampaikan dengan harapan bahwa kegiatan
ini dapat berkesinambungan sebagai upaya mewujudkan Nias Baru yang Maju,
Beriman,
Mandiri
dan
Sejahtera.
Sebagaimana
peribahasa
Nias
yang
menyatakan “LÖ SENDRORO SITENGA KHÖNIA, LÖ SEHAO SITENGA SO ONO, LÖ
SAMEMONDRI NA RAI’Ö, LÖ SAMEGÖ NA OLOFO” dan “LÖKHÖ TÖ MBANUA,
AUKHU
TÖ
ZINO,
TAFA’ESE’ESE
WANGAZÖ-NGAZÖKHI,
TAFA’ESE-’ESE
WANGEHAO”…
Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terimakasih…Ya’ahowu
Gunungsitoli,
Februari 2008
BUPATI NIAS,
ttd
BINAHATI B. BAEHA, SH
- 12 -
PEMBANGUNAN NIAS YANG BERKELANJUTAN
PASCA BRR 2009
.
PEMERINTAH KABUPATEN NIAS
GUNUNGSITOLI
TAHUN 2008
- 13 -
Download