bab 1 dasar komunikasi bisnis

advertisement
BAB
DASAR – DASAR KOMUNIKASI BISNIS
1
Capaian Pembelajaran
Setelah Mempelajari Materi Ini Mahasiswa Akan Dapat:

Menjelaskan Pengertian Komunikasi Dan Komunikasi Dalam Bisnis

Menjelaskan Ruang Lingkup Komunikasi

Menjelaskan Proses Komunikasi

Menjelaskan Bentuk-Bentuk Komunikasi

Menjelaskan Tipe Dan Fungsi Komunikasi

Menjelaskan Cara Memperbaiki Komunikasi
1.1 Ruang Lingkup Dan Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang sangat fundamental dalam kehidupan.
Peristiwa komunikasi bisa terjadi di mana-mana. Misalnya, menyalakan televisi
dengan menekan tombol listrik (engineering communication). Sebagai mahluk
sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Mereka
ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang
terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu itu memaksa manusia untuk berkomunikasi.
Profesor Wilbur Schramm dalam cangara (2004;1) menyebutkan bahwa tanpa
komunikasi, tidak mungkin terbentuk suatu masyarakat. Sebaliknya tanpa
masyarakat, manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasinya.
Berkomunikasi dengan baik akan memberi pengaruh langsung terhadap struktur
keseimbangan seseorang dalam masyarakat, apakah seorang dokter, dosen,
manajer, pedagang, pemuka agama, pramuniaga, dan lain sebagainya.
Keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan
termasuk karier banyak ditentukan oleh kemampuan dalam berkomunikasi.
Sebagai ilmu yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi
pada awalnya merupakan proses retorika dan jurnalistik yang banyak berkaitan
1
dengan pembentukan pendapat umum (opini publik). Istilah komunikasi
sesungguhnya berpangkal pada perkataan latin Communis yang artinya membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.
Komunikasi juga memiliki akar kata berbahasa Latin Communico yang artinya
membagi (Stuart dalam Cangara 2004;18).
Ilmu komunikasi merupakan suatu upaya yang sistematis untuk merumuskan
prinsip-prinsip secara tegas, dan atas dasar prinsip-prinsip tersebut disampaikan
informasi serta dibentuk pendapat dan sikap (Hovland dalam Cangara 2004;17).
Kelompok sarjana komunikasi yang memfokuskan diri pada studi komunikasi
antarmanusia menyatakan bahwa “Komunikasi adalah suatu pertukaran, proses
simbolik yang menghendaki orang-orang agar mengatur lingkungannya (1)
dengan membangun hubungan antar sesama manusia, (2) melalui pertukaran
informasi, (3) untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain, (4) serta
berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu “ (Book dalam Cangara 2004;18).
Everett M.Rogers, seorang pakar Sosiologi Pedesaan Amerika, membuat
difinisi,”Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk
atau melakukan pertukaran informasi terhadap satu sama lain, yang pada
gilirannya akan tiba kepada saling pengertian” (Rogers dan Kincaid dalam
Cangara,2004;19).
Menurut Himstreet dan Baty dalam Business Communication; Principle and
Methods, komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu
melalui suatu sistem yang biasa, baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal,
maupun perilaku atau tindakan.
1.2 PROSES KOMUNIKASI
Menurut Dewi (2007). Bagaimana pengirim menyampaikan pesan kepada
penerima? Komunikasi antar manusia hanya bisa terjadi bila didukung unsurunsur komunikasi, dan komunikasi memerlukan proses. Pembahasan mengenai
proses komunikasi akan dijelaskan melalui beberapa model kumunikasi.
2
1.2.1 Model Komunikasi Aristoteles
Aristoteles dalam bukunya Rhetorica (Cangara,2004;39) berpendapat bahwa
setiap komunikasi trdiri atas 3 (tiga) unsur penting,yaitu:
1. Pembicara, yakni sumber komunikasi atau orang yang menyampaikan
pesan
2. Apa yang dibicarakan
3. Penerima, yaitu orang yang menerima pesan
SUMBER
PESAN
PENERIMA
Gambar 1.1 Model Komunikasi Aristoteles
Sumber: Cangara,2004, Pengantar Ilmu Komunikasi
1.2.2 Model Komunikasi David K.Berlo
Dalam model komunikasi David K.Berlo, unsur-unsur utama komunikasi terdiri
atas SMCR, yakni Source (sumber atau pengirim),Message (pesan atau
informasi), Channel (saluran dan media), dan Receiver (penerima). Di samping
itu, terdapat tiga unsur lain, yaitu Feedback (tanggapan balik), efek, dan
lingkungan.
SUMBER
PESAN
SALURAN
DAN MEDIA
PENERIMA
EFEK
UMPAN
BALIK
Gambar 1.2 Model Komunikasi Berlo
Sumber: Cangara,2004, Pengantar Ilmu Komunikasi
3
1.2.2.1 Sumber
Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pengirim informasi.
Sumber bisa terdiri dari satu orang atau kelompok, misalnya partai, organisasi,
atau lembaga. Sumber sering disebut komunikator, source, sender, atau encoder.
1.2.2.2 Pesan
Pesan adalah sesuatu (pengetahuan, hiburan, informasi, nasehat, atau propaganda)
yang disampaikan kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap
muka atau melalui media komunikasi. Pesan sering disebut message, content, atau
information
1.2.2.3 Saluran dan Media
Saluran komunikasi terdiri atas komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik. Media
yang dimaksud disini adalah alat atau sarana yang digunakan untuk memindahkan
pesan dari pengirim kepada penerima. Medis dalam komunikasi antarpribadi
dapat berupa panca indera atau saluran komunikasi berupa telepon, telegram, dan
e-mail. Sementara dalam komunikasi massa, media, dapat dibedakan atas dua
macam yaitu (1) media cetak (surat kabar, majalah, buku, selebaran, brosur) dan
(2) media elektronik (radio, film, televisi, komputer, videocassette/tape).
1.2.2.4 Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaranpesan yang dikirim oleh pengirim.
Penerima bisa terdiri dari satu orang atau kelompok. Penerima merupakan elemen
penting dalam proses komunikasi karena menjadi sasaran dalam suatu
komunikasi. Penerima sering disebut
dengan berbagai istilah antara lain
khalayak, sasarn, komunikasi, audiens, atau receiver
1.2.2.5. Umpan Balik
Umpan atau tanggapan balik merupakan responsatau reaksi yang diberikan oleh
penerima. Dalam hal pesan belem sampai kepada penerima, tanggapan balik dapat
pula berasal dari media. Umpan balik bisa berupa data, pendapat, komentar, atau
saran.
1.2.2.6. Efek
Efek atau pengaruh merupakan perbedaan antara apa yang dipikirkan, disarankan,
dan dilakukan oleh penerimasebelim dan sesudah menerima pesan. Pengaruh bisa
4
terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan (knowledge), sikap(attitude), dan
perilaku (behavior)
1.2.2.7. Lingkungan
Lingkungan atau situasi adalah faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi
jalannya komunikasi. Lingkungan dapat berupa:

Lingkungan Fisik (misalnya letak geografis dan jarak)

Lingkungan sosial budaya (misalnya bahasa, adat-istiadat, dan status
sosial)

Lingkungan Psikologis (pertimbangan kejiwaan)

Dimensi waktu (misalnya musim, pagi/siang/malam)
1.2.3 Model Komunikasi Bovee dan Thill
Bovee dan Thill dalam bukunya Business Communication Today menggambarkan
proses komunikasi sebagai berikut:
2. IDE BERUBAH
MENJADI PESAN
1.
3. PESAN
DISAMPAIKAN
PENGIRIM
MEMPUNYAI
IDE/GAGASAN
5. PENERIMA
BEREAKSI DAN
MENGIRIM
UMPAN BALIK
4. PENERIMA
MENDAPAT
PESAN
Gambar 1.3 Model Komunikasi Bovee dan Thill
Sumber: Haryani,2001,Komunikasi Bisnis
5
Proses komunikasi tersebut terdiri dari 5 (lima) tahap kegiatan, yakni
Pengirim memiliki ide/ gagasan.
Komunikasi diawali dengan adanya ide/gagasan dalam pikiran seseorang
(pengirim) dan kemudian ingin menyampaikannya kepada orang lain
(penerima).
1. Ide diubah menjadi pesan
Ide/gagasan yang ada dalam pikiran pengirim tidak mudah dimengerti oleh
orang lain. Agar dapat dimengerti atau diterima dengan baik, ide/gagasan
yang ada dalam pikiran diubah menjadi pesan. Perubahan ide menjadi
pesan sering disebut encoding.
2. Pemindahan Pesan
Pemindahan pesan kepada penerima melalui berbagai bentuk komunikasi
(verbal, nonverbal, lisan atau tulisan) dan media komunikasi (tatap muka,
telepon, surat, laporan, dll).
3. Penerima menerima pesan
Penerima mengartikan atau menginterpretasikan pesan yang diterima.
4. Penerima pesan bereaksi dan mengirimkan umpan balik
Sebagai tanggapan atas pesan yang diterima, penerima akan memberi
sinyal (misalnya mengangguk, tersenyum, atau secara tertulis). Umpan
balik adalah tanggapan dari penerima pasan dan merupakan elemen kunci
dalam rantai komunikasi. Apabila ternyata penerima tidak memahami
pesan, maka pesan perlu diperbaiki dan dikirim ulang.
1.3 BENTUK DASAR KOMUNIKASI
1.3.1 Komunikasi Nonverbal
Bentuk yang paling dasar dari komunikasi adalah komunikasi nonverbal.
Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, geraktubuh, intonasi suara, sikap,
yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan
Thill, 2003;4). Komunikasi nonverbal sering juga disebut bahasa isyarat atau
bahasa diam (silent language). Ahli antropologi mengungkapkan bahwa sebelum
6
kata-kata ditemukan, komunikasi terjadi melalui gerakan badan atau bahasa tubuh
(body language).
Studi menarik yang dilakukan oleh Albert Mahrabian pada tahun 1971
menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan yang bersumber dari pembicaraan
orang hanya7% yang berasal dari bahasa verbal, 38% dari vokal suara, dan 55%
dari ekspresi wajah. Ia juga menambahkan bahwa jika terjadipertentangan antara
apa yang diucapkan seseorang dengan perbuatannya, maka orang lain cenderung
mempercayai hal-hal yang bersifat non verbal (Cangara, 2004;99).
Menurut Mark Knap (dalam Cangara, 2004;100), fungsi komunikasi nonverbal
adalah:
a. Meyakinkan apa yang diucapkan (repetition)
b. Menunjukkan perasaan atau emosi yang tidak bisa diutarakan dengan katakata (Substitusional)
c. Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity)
d. Menambah atau melengkapi ucapan – ucapan yang dirasa belum
sempurna.
Menurut Djoko Purwanto (2006;8), bentuk komunikasi yang paling mendasar
dalam komunikasi bisnis adalah komunikasi nonverbal. Menurut teori
antropologi, sebelum manusia menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa
tubuh, sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berikut ini adalah
beberapa contoh perilaku yang menunjukkan komunikasi nonverbal.
 Menggertakkan gigi untuk menunjukkan kemarahan
 Mengerutkan dahi untuk menunjukkan sedang berfikir keras
 Gambar pria atau wanita yang dipasang di pintu masuk toilet untuk
menunjukkan kamar sesuai dengan jenis kelaminnya.
 Berpangku tangan untuk menunjukkan seseorang sedang melamun
 Tersenyum dan berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa
senang, simpati dan penghormatan.
 Membuang muka untuk menunjukkan sikap tidak senang atau antipati
terhadap orang lain.
7
 Menggelengkan kepala untuk menunjukka sikap menolak atau keheranan
 Menganggukkan kepala untuk menunjukkan tanda setuju atau ok
 Menutup mulut dengan telapak tangan untuk menunjukkan suatu
kebohongan
 Tangan mengepal untuk menunjukkan penuh percaya diri
Dalam komunikasi nonverbal orang dapat mengambil suatu kesimpulan
tentang berbagai macam perasaan orang, baik rasa senang, benci,cinta,rindu,
maupun berbagai macam perasaan lainnya.
Lagi pula secara mendasar,
komunikasi nonverbal cukup berbeda dengan komunikasi verbal. Pada umumnya
bentuk komunikasi nonverbal mempunyai sifat yang kurang terstruktur, sehingga
komunikasi nonverbal sulit untuk dipelajari.
Dari berbagai studi yang pernah dilakukan, komunikasi nonverbal dapat
dikelompokkan dalam beberapa bentuk (Cangara,2004;101):
a. Kinesics
Adalah komunikasi nonverbal yang ditunjukkan dengan gerakan tubuh, yaitu:
1. Emblem, merupakan isyarat yang memiliki arti langsung pada simbol yang
dibuat oleh gerakan badan.Misalny, mengangkat jari V artinya victory atau
menang, mengangkat jempol berarti terbaik untuk orang indonesia, tetapi
terjelek bagi orang india.
2. Iilustrators, merupakan gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu, Misalnya,
besarnya suatu benda atau tinggi rendahnya suatu obyek.
3. Affect Display, merupakan isyarat yang terjadi karena dorongan emosional
sehingga berpengaruh terhadap ekspresi muka. Misalkan, tertawa, menangis,
tersenyum, sinis,
4. Regulators, merupakan gerakan tubuh yang terjadi di daerah kepala. Misalnya,
mengangguk dan menggelengkan kepala
5. Adaptory, merupakan gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda
kejengkelan. Misalkan, menggerutu, menarik nafas dalam-dalam, dan
mengepalkan tinju.
8
b. Gerakan Mata (eye gaze)
Mata adalah alat komunikasi yang paling berarti untuk memberi isyarat tanpa
kata. Gerakan mata dapat mencerminkan isi hati seseorang. Jika seseorang tertarik
pada suatu object tertentu, maka pandangannya akan terarah pada object itu tanpa
terputus dalam beberapa saat.
c. Sentuhan (touching)
Ialah isyarat yang dilambangkan dengan sentuhan badan. Ada tiga bentuk
sentuhan badan:
1. Kinesthetic, merupakan isyarat yang ditujukan dengan bergandengan tangan
untuk mengungkapkan keakraban atau kemesraan.
2. Sociofugal, merupakan isyarat yang ditunjukkan dengan berjabatan tangan atau
saling merangkul untuk menunjukkan dimulainya perubahan.
3. Thermol, merupakan isyarat yang ditandai dengan sentuhan yang lebih
emosional sebagai tanda persahabatan yang intim, misalnya menepuk bahu,
adu tinju, dan adu telapak tangan.
d. Paralanguage.
Ialah isyarat yang ditimbulkan dari tekanan atau irama suara sehingga penerima
dapat memahami sesuatu di balik apa yang diucapkannya. Misalkan “datanglah”
bisa diartikan betul-betul mengundang atau sekedar basa-basi.
e. Diam
Diam juga merupakan suatu komunikasi nonverbal yang memiliki arti. Sikap
diam sangat sulit diterka dan dapat menimbulkan keraguan. Diam dapat
mengandung arti positif atau negatif.
f. Postur Tubuh
Manusia lahir ditakdirkan dengan berbagai bentuk tubuh. Masing-masing bentuk
tubuh dapat menggambarkan karakter orang yang bersangkutan. Ada tiga bentuk
tubuh, yaitu (1) ectomoprhy, bentuk tubuh tinggi kurus yang dilambangkan
sebagai orang yang memiliki sikap ambisius,pintar,kritis; (2) mesomorphy, bentuk
tubuh tegap dan altetis yang dilambangkan sebagai pribadi yang cerdas,
bersahabat, dan aktif, dan (3) endomorphy, bentuk tubuh pendek,bulat, dan gemuk
yang digambarkan sebagai pribadi yang humoris, santai, dan cerdik.
9
g. Warna
Warna dapat memberi arti terhadap suatu object. Misalnya, warna merah
menunjukkan kemarahan atau semangat. Sementara warna putih menunjukkan
kesucian atau kebersihan. Suatu negara atau organisasi dapat dikenal melalui
warna.
h. Bunyi
Jika paralanguage dimaksudkan sebagai tekanan suara dari mulut, maka bunyi
yang dimaksudkan di sini adalah suara yang dikeluarkan dari berbagai benda.
Misalnya, lonceng letusan senjata, tepuk tangan, peluit.
i. Bau
Bau juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal. Bau bisa dipergunakan untuk
melambangkan status. Misalnya, bau kosmetik dan parfum.
1.3.1.1 Pentingnya Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal sering tidak terencana atau kurang terstruktur. Namun
komunikasi nonverbal memiliki pengaruh yang lebih besar. Isyarat-isyarat
komunikasi nonverbal sangat penting, terutama dalam kaitannya dengan
penyampaian perasaan dan emosi seseorang. Komunikasi dengan menggunaka
kata-kata akan lebih mudah dikendalikan dari pada dengan menggunakan bahasa
isyarat (gerakan badan/tubuh) atau ekspresi wajah. Hal ini disebabkan karena
sifatnya yang spontan. Ketika mendengarkan berita yang menyenangkan, ekspresi
wajah seseorang nampak cerah ceria, bak tanpa beban. Namun bila seseorang
mendengar berita yang kurang menyenangkan yang menyangkut dirinya sendiri,
keluarga, atau teman karib, maka dengan cepat ekspresi wajahnya akan mudah
berubah menjadi murung, lesu, lemah, tidak bergairah.
Dengan memperhatikan isyarat nonverbal, seseorang dapat mendeteksi
kecurangan atau menegaskan kejujuran orang lain. Maka, tidaklah mengherankan
bila seseorang lebih percaya pada pesan-pesan yang disampaikan melalui isyarat
nonverbal ketimbang pesan-pesan yang disampaikan melalui verbal. Komunikasi
nonverbal penting artinya bagi pengirim dan penerima pesan,karena sifatnya yang
10
efisien. Suatu pesan nonverbal dapat disampaikan tanpa harus berfikir panjang,
dan pihak audiens juga dapat menangkap artinya dengan cepat.
1.3.1.2 Tujuan Komunikasi Nonverbal
Meskipun dapat berdiri sendiri meskipun dapat berdiri sendiri, komunikasi
nonverbal sering kali berkaitan erat dengan ucapan (lisan). Ini sering terjadi
penggabungan antara komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dalam suatu
situasi. Kata-kata yang disampaikan dalam suatu percakapan hanya membawa
sebagian dari suatu pesan, sedangkan bagian yang lain, disampaikan melalui
sinyal-sinyal nonverbal.
Menurut Thil dan Bovee dalam Excellence in Business Communication,
komunikasi nonverbal mempunyai 6 (enam) tujuan:
1. Memberikan informasi
2. Mengatur alur suatu percakapan
3. Mengekspresikan emosi
4. Memberi sifat, melengkapi, menentang, atau mengembangkan pesanpesan verbal
5. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
6. Mempermudah tugas-tugas khusus, misalkan memberi contoh cara
mengayunkan tongkat golf yang baik dan benar.
Dalam dunia bisnis, kominikasi nonverbal dapat membantu menentukan
kredibilitas dan potensi kepemimpinan seseorang. Jika dapat belajar mengelola
kesan yang dibuat dengan bahasa isyarat, karakteristik atau ekspresi wajah, suara,
dan penampilan, maka seseorang akan dapat melakukan komunikasi dengan baik.
Dengan kata lain, seorang manajer atau pemimpin dalam suatu organisasi bisnis
juga harus dapat menjadi seorang komunikator yang baik. Ia harus tahu
bagaimana menyampaikan pesan bisnis kepada para bawahannya, dan kapan suatu
pesan bisnis itu harus disampaikan, dan kepada siapa pesan bisnis itu harus
disampaikan.
11
1.3.2 Komunikasi Verbal
Menurut Purwanto (2006;5) komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk
komunikasi yang lazim digunakan dalam dunia bisnis untuk menyampaikan
pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik secara tertulis maupun lisan. Bentuk
komunikasi verbal ini memiliki struktur yang teratur dan terorganisasi dengan
baik, sehingga tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai dengan baik.
Dalam dunia bisnis dapat dijumpai berbagai macam contoh komunikasi verbal,
misalnya:
 Membuat dan mengirim surat
 Memberi informasi kepada pelanggan
 Berdiskusi dalam suatu kerja tim
 Melakukan wawancara kerja dengan para pelamar kerja
 Mengadakan pengarahan untuk staf karyawan
 Melakukan negoisasi dengan pelaku bisnis
 Mengadakan pelatihan manajemen untuk para manajer
Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal
dibedakan menjadi dua, yakni:
1. Berbicara dan menulis (speaking dan writing)
Dalam menyampaikan pesan, berbicara pada umumnya lebih disukai dari pada
menulis karena lebih nyaman dan praktis. Namun tidak semua pesan bisa
dengan cepat disampaikan secara lisan. Pesan yang kompleks dan sangat
penting umumnya disampaikan menggunakan tulisan. Tilisan untuk tujusn
bisnis bisa berupa surat dan laporan.
2. Mendengar dan membaca (listening dan reading)
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang terjadi dua arah. Namun,
orang-orang yang terlibat dalam dunia bisnis cenderung lebih suka
memperoleh atau mendapatkan informasi dari pada menyampaikannya . Untuk
itu keterampilan mendengar dan membaca sangat diperlukan.
12
1.4 TIPE DAN FUNGSI KOMUNIKASI
Menurut Dewi (2007;11). Memperhatikan para pakar ada lima tipe atau
tingkatan komunikasi beserta fungsinya masing-masing.
1. Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
Komunikasi dengan diri sendiri adalah suatu proses komunikasi dengan diri
sendiri. Proses komunikasi terjadi karena seseorang memberi arti terhadap
sesuatu object yang diamatinya atau terbesik dalam pikirannyan sendiri. Dalam
pengambilan keputusan seseorang seringkali terbawa ke dalam situasi
berkomunikasi dengan diri sendiri. Namun, beberapa kalangan menilai bahwa
hal tersebut sesungguhnya bukanlah proses komunikasi, melainkan suatu
aktivitas internal monolog.
Komunikasi dengan diri sendiri berfungsi mengembangkan kreativitas,
imajinasi,memahami, dan mengendalikan diri sendiri, sera meningkatkan
kematangan berfikir sebelum mengambil keputusan.
2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
Komunikasi antarpribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung antara
dua orang atau lebih. Komunikasi antar dua orang dalam situasi tatap muka
disebut komunikasi diadik (Dyadic Communication).
Fungsi komunikasi ini adalah untuk meningkatkan hubungan insani (human
relation), menghindari dan mengatasi konflik-konflik bribadi, mengurangi
ketidakpastian, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
3. Komunikasi Kelompok Kecil (Small group Communication)
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara tiga orang
atau lebih secara bertatap muka atau menggunakan sebuah alat untuk
membantu interaksi antara satu dengan yang lain. Tipe komunikasi sering juga
dikelompokkan sebagai tipe komunikasi antarpribadi.
4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
Dalam komunikasi massa, pesan dikirim dari sumber lembaga kepada khalayak
yang bersifat massal melalui alat-alat mekanis, seperti televisi, radio, surat
kabar, atau film
13
Ciri-Ciri Komunikasi Massa:
 Pesan bersifat terbuku
 Penerima adalah khalayak yang variatif
 Pengirim dan penerima dihubungkan oleh saluran yang diproses secara
mekanik
 Berlangsung satu arah dan kecepatan umpan balik bergantung pada
teknologi
 Penyabaran melalui media massa berlangsung cepat, serempak, dan luas
 Biaya produksi cukup mahal dan memerlukan dukungan tenaga yang relatif
lebih banyak.
Komunikasi massa berfungsi menyebarluaskan informasi, meratakan
pendidikan,
merangsang
pertumbuhan
ekonomi,
dan
menciptakan
kegembiraan,
5. Komunikasi Publik (Public Communication)
Bisa disebut komunikasi pidato, kolektif, retorika, public speaking, atau
audiens communication.
Ciri-ciri komunikasi publik:
 Disampaikan kepada khalayak yang lebih besar dalam situasi tatap muka
 Penyampaian pesan berlangsung kontinyu
 Penerima tidak dapat diidentifikasi satu per satu
 Interaksi antara pengirim dan penerima sangat terbatas
 Pesan direncanakan atau dipersiapkan terlebih dahulu ( tidak secara
spontanitas)
Komunikasi publik berfungsi menumbuhkan semangat kebersamaan (solidaritas),
memengaruhi orang lain, memberi informasi, mendidik, dan menghibur.
Fungsi komunikasi secara menyeluruh dapat dirinci kembali sebagai berikut:
1. Informasi, yakni kegiatan mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan,
opini dan komentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi di
luar dirinya.
14
2. Sosialisasi, yakni menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan, bagaimana
bersikap sesuai nilai-nilai yang ada, serta bertindak sebagai anggota
masyarakat secara efektif.
3. Motivasi, yakni mendorong seseorang untuk megikuti kemajuan orang lain
melalui apa yang mereka baca, lihat, dan dengar melalui media massa.
4. Bahan diskusi, yakni menyediakan informasi sebagai bahan diskusi untuk
mencapai persetujuan dalam hal terjadi perbedaan pendapat mengenai hal-hal
yang menyangkut orang banyak.
5. Pendidikan, yakni membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara
luas, baik untuk pendidikan formal maupun informal.
6. Memajukan kebudayaan; media massa menyebarkan hasil-hasil kebudayaan
melalui aneka program siaran atau penerbitan buku.
7. Hiburan, media massa telah menyita banyak waktu luang dari semua golongan
usia dengan difungsikannya media komunikasi sebagai alat hiburan dalam
rumah tangga.
8. Integrasi, menjembatasi perbedaan antar suku bangsa maupum antar bangsa
dalam upaya memperkokoh hubungan dan pemerataan informasi.
1.5 KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasi akan efektif apabila terjadi pemahaman yang sama dan
merangsang fihak lain untuk berfikir atau melakukan sesuatu. Kemampuan
berkomunikasi secara efektif akan menambah keberhasilan individu maupun
organisasi. Komunikasi yang efektif akan membantu mengantisipasi masalahmasalah, membuat keputusan yang tepat, mengordinasikan aliran kerja,
mengawasi orang lain, dan mengembangkan berbagai hubungan.
Komunikasi dibedakan menjadi:
1. Komunikasi individu, komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi
(audience) mampu memahami pesan sebagaimana yang dimaksud oleh
pengirim atau komunikator.
2. Komunikasi massa, komunikasi dikatakan efektif apabila mampu menjangkau
komunikan secara lebih luas.
15
Faktor- faktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif adalah:
1. Kredibilitas dan daya tarik komunikator
Kredibilitas komunikator menunjukkan bahwa pesan yang disampaikannya
dianggap benar dan dapat dipercaya. Buruknya kredibilitas omunikator bisa
menimbulkan ketidakpercayaan sehingga komunikan tidak bersedia melakukan
perubahan sikap. Padahal pesan yang disampaikan komunikator sesungguhnya
benar. Seseorang komunikator yang memiliki daya tarik akan dikagumi,
disenangi
dan
komunikannya
bersedia
melakukan
upaya
perubahan.
Contohnya, komunikator yang memiliki daya tarik adalah seorang artis.
2. Kemampuan pesan untuk membangkitkan tanggapan.
Suatu pesan akan menimbulkan reaksi atau umpan balik apabila menarik
perhatian.
3. Kemampuan komunikan untuk menerima dan memahami pesan.
Komunikasi
akan
berlangsung
efektif
apabila
kemampuan
untuk
memahami
pesan,
sadar
komunikan
akan
memiliki
kebutuhan
dan
kepentingannyadan secara fisik dan mental mampu menerima pesan.
1.6 MUNCULNYA KESAHPAHAMAN KOMUNIKASI
Menurut Purwanto (2006;13). Munculnya kesahpahaman dalam komunikasi
adalah, ada kecenderungan beberapa pesan tidak dapat dimengerti oleh penerima
pesan dengan baik. Masalah tersebut masing-masing dapat dijelaskan secara lebih
rinci sebagai berikut:
1. Masalah Dalam Mengembangan Pesan.
Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup antara lain
munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi
yang ada atau masih asing dengan audiens, adanya pertentangan emosional,
atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.
2. Masalah Dalam Menyampaikan Pesan
Masalah yang paling jelas disini adalah faktor fisik. Misalnya terdapat
sambungan kabel yang kurang baik pada sound system, kualitas sound system
16
yang kurang baik, lampu yang tiba-tiba padam, salinan surat yang tak terbaca.
Nampaknya sepele, gangguan-gangguan tersebut dapat menghalangi atau
mengganggu suatu pesan.
3. Masalah Dalam Menerima Pesan.
Masalah yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya
persaingan antara antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman,
lampu yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu
konsentrasi penerima. Contoh, pada saat anda sedang mengikuti briefing
diruang pertemuan, tiba-tiba terdengar teriakan histeris dari orang-orang yang
sedang panik, yang terkurung dalam suatu gedung yang sedang terbakar yang
kebetulan berdekatan dengan tempat anda melakukan pertemuan.
4. Masalah Dalam Menafsirkan Pesan
Suatu pesan mungkin hilang selama proses penyampaian pesan, masalah
terbesar terletak pada mata rantai terakhir, saat suatu pesan ditaksirkan oleh
penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan
pernyataan emosional dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara
pemberi dan penerima pesan.
1. Perbedaan Latar Belakang
Bila pengalaman hidup penerima secara mendasar berbeda dengan
pengirim pesan, komunikasi menjadi semakin sulit. Perbedaan usia,
pendidikan, jenis kelamin, status sosial, kondisi ekonomi, latar belakang
budaya, temperamen, kesehatan, kecantikan, popularitas, atau agama dapat
mempersulit atau paling tidak mengganggu proses komunikasi.
2. Perbedaan Penafsiran Kata
Masalah dalam memahami pesan sebenarnya terletak pada bahasa yang
menggunakan kata-kata sebagai simbol untuk menggambarkan suatu
kenyataan. Karena latar belakang yang berbeda, baik itu asul-usul daerah,
budaya, pendidikan, dan usia.
17
3. Perbadaan Reaksi Emosional.
Suatu pesan yang jelas dan dapat diterima di suatu kondisi akan dapat
membingungkan dalam situasi yang berbeda. Hal ini bergantung pada
hubungan emosional antara penerima dan pengirim pesan.
1.7 HAMBATAN KOMUNIKASI
Menurut Dewi (2007;16). Untuk berkomunikasi secara efektif tidaklah cukup
hanya
dengan
memahami
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
efektivitas
komunikasi, tetapi juga disertai dengan pemahaman mengenai hambatanhambatannya. Hambatan komunikasi bisa terjasi diantara individu (antarmanusia)
maupun di dalam organisasi.
1.7.1 Hambatan Komunikasi Antarmanusia.
Agar dapat saling memahami, komunikator dan komunikan harus memiliki
pengertian yang sama mengenai kata, gerakan badan, nada suara, dan simbolsimbol. Hambatan ini isa berupa:
1. Perbedaan persepsi dan bahasa
Persepsi merupakan interpretasi pribadi atas sesuatu hal. Definisi seseorang
mengenai suatu kata mungkin berbeda dengan orang lain.
2. Pendengaran yang buruk
Walaupun sudah mengetahui cara mendengar yang baik, ternyata menjadi
pendengar yang baik tidaklah mudah. Dalam keadaan melamun atau lelah
memikirkan masalah lain, seseorang cenderung kehilangan minat mendengar.
3. Gangguan emosional
Dalam keadaan kecewa, marah, sedih, atau takut, seseorang akan merasa
kesulitan saat menyusun pesan atau menerima pesan dengan baik.
Kesalahpahaman sering terjadi akibat gangguan emosional.
4. Perbedaan budaya
Berkomunikasi dengan orang yang berbeda budaya tidak dapat dihindari,
terlebih lagi pada zaman globalisasi. Perbedaan budaya merupakan hambatan
yang paling sulit diatasi.
18
5. Ganguan fisik
Pengirim atau penerima mungkin terganggu oleh hambatan yang bersifat fisik,
seperti akustik yang jelak, tulisan yang tidak dapat dibaca, cahaya yang redup,
atau masalah kesehatan. Gangguan fisik bisa mengganggu konsentrasi dalam
berkomunikasi.
1.6.2. Hambatan Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi dalam organisasi sering terganggu karena materinya lebih rumit,
jumlahnya banyak, dan kontroversial. Hambatannya adalah:
1. Kelebihan beban informasi dan pesan yang bersaing.
Perkembangan teknologi telah menyebabkanjumlah pesan dalam suatu
organisasi meningkat tajam hingga kecepatan yang semakin tinggi. Pesan
melalui surat-surat dari pos, email, telepon dari berbagai sumber telah
membanjiri organisasi dan masing-masing bersaing untuk memperoleh
perhatian lebih awal.
2. Penyaringan yang tidak tepat
Ketika meneruskan suatu pesan kepada orang lain di dalam organisasi,
biasanya terjadi penyaringan yang dilakukan dengan memotong atau
menyingkat pesan. Misalnya, melewati penjaga pintu terlebih dahulu,
karyawan kantor depan, sekretaris, baru kemudian sampai kepada pimpinan.
3. Iklim komunikasi tertutup atau tidak memadai
Pertukaran informasi yang bebas dan terbuka merupakan salah satu ciri
komuniksi yang efektif. Iklim komunikasi sangat terkait dengan gaya
manajemen. Gaya manajemen
yang tertutup cenderung menghambat
pertukaran informasi.
Hambatan komunikasi pada dasarnya terdiri atas tujuh macam gangguan dan
rintangan (Cangara 2004;1310, yaitu;
1. Gangguan teknis, misalnyagangguan pada setasiun radio, jaringan telepon,
kerusakan [pada alat ekonomi.
2. Gangguan semantik merupakan gangguan yang disebabkan karena
kesalahan pada bahasayang digunakan.
19
3. Gangguan psikologis merupakan rintangan yang terjadi karena adanya
persoalan dalam diri individu.
4. Rintangan fisik atau organik merupakan rintangan karena letak geografis.
Misalnya, jarak yang jauh sehingga sulit dicapai alat transportasi dan
komunikasi.
5. Rintangan status merupakan rintangan yang terjadi karena perbedaan
status sosial dan senioritas.
6. Rintangan kerangka pikir merupakan rintangan yang terjadi karena adanya
perbedaan pola pikir.
7. Rintangan budaya merupakan rintangan yang disebabkan karena
pengalaman dan latar belakang pendidikan yang berbeda norma,
kebiasaan, dan nilai-nilai yang dianut.
1.6.3 Cara Mengatasi Hambatan Dan Memperbaiki Komunikasi
Cara mengatasi hambatan dan memperbaiki komunikasi agar menjadi efektif
(Bovee dan Thill, 2003;22) adalah:
1. Memelihara iklim komunikasi terbuka
Ilkim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi, dan kebiasaan.
Komunikasi terbuka akan mendorong keterusterangan dan kejujuran serta
mempermudah umpan balik.
2. Bertekat memegang teguh etika berkomunikasi
Etika merupakan prinsip-prinsip yang mengatur seseorang untuk bersikap atau
membawa diri. Perbedaan nilai-nilai yang dianut bisa menyebabkan terjadinya
dilema etika. Misalnya, mengungkapkan atau merahasiakan kecurangan yang
dilakukan organisasi.
3. Memahami kesulitan komunikasi antarbudaya.
Memahami latar belakang, pengetahuan, kepribadian, dan persepsi antarbudaya
akan membantu mengatasi hambatan komunikasi yang terjadi karena
perbedaan budaya.
4. Menggunakan pendekatan komunikasi yang berpusat pada penerima.
20
Sikap empati, peduli, atau peka terhadap perasaan dan kepentingan orang lain
bisa menjadi kunci keberhasilan dalam berkomunikasi.
5. Menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggungjawab untuk
memperoleh dan membagi informasi. Teknologi dapat dipergunakan untuk
menyusun, merevisi, dan mendistribusikan pesan.
6. Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien. Hal itu dapat
dilakukan dengan cara:

Memahami penerima pesan

Menyesuaikan pesan dengan penerima

Mengembangkan dan menghubungkan gagasan

Mengurangi jumlah pesan

Memilih saluran atau media yang tepat

Meningkatkan keterampilan berkomunikasi
PERTANYAAN:
1. Jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi
2. Jelaskan dan gambarkan proses komunikasi melalui berbagai model
3. Jelaskan pengertian komunikasi verbal dan nonverbal dan apa perbedaan antara
keduanya.
4. Jelaskan lebih penting manakah antara komunikasi verbal dan komunikasi
nonverbal
5. Apa yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif dan berikan contohnya
6. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi
7. Jelaskan tipe atau tingkatan komunikasi beserta fungsinya.
8. Sebutkan dan jelaskan beberapa masalah yang berkaitan dengan munculnya
kesalahpahaman dalam komunikasi
9. Bagaimanakah cara untuk memperbaiki komunikasi,
21
Download
Study collections