MODUL I UPAH-ok - Universitas Mercu Buana

advertisement
MODUL I
PENDAHULUAN & KETENAGAKERJAAN
Manajemen Perburuhan
Merupakan bagian dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang menjelaskan tentang
aspek-aspek utama dalam Hubungan Industrial yaitu Organisasi Pekerja, Perjanjian
Kerja Bersama, Lembaga-Lembaga Kerjasama, Penyelesaian Perselisihan Industrial
dan aspek-aspek lainnya, serta Peraturan Perundangan yang berkaitan dengan
Hubungan Industrial.
Manajemen Pengupahan
Merupakan bagian dari Manajemen Sumber Daya Manusia tentang berbagai konsep
dan pendekatan untuk merancang, menyusun dan merumuskan rencana pembayaran
atau imbalan untuk karyawan pada perusahaan
Mata Kuliah / SKS / Semester
:
Manajemen Pengupahan dan Perburuhan / 3 SKS / VII
Tujuan Umum Mata Kuliah
:
Agar mahasiswa mampu menyusun sistem imbalan dan mengatur sumber dayamanusia
sesuai UU Nomor 13/2003.
Tujuan Khusus Mata KulIah
:
Agar mahasiswa dapat memahami
1.
Pengertian upah, buruh, dan pemberi kerja.
2.
Pengertian sistem pengupahan dan tujuannya.
3.
Keuntungan dan kerugian organisasi sebagai penyusun sistem pengupahan.
4.
Berbagai faktor yang digunakan dalam menetapkan upah.
5.
Strategi kenaikan upah.
6.
Peranan Serikat Pekerja/Serikat Buruh serta masalah perjanjian kerja.
7.
Penyusunan peringkat jabatan yang dikaitkan dengan upah.
8.
Fungsi tunjangan dan insentif dalam organisasi.
9.
Keterkaitan upah dengan produktivitas kerja.
‘12
1
Manajemen Pengupahan dan Perburuhan
Irwan Harahap M. SE. M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
 Pemutusan hubungan kerja, yaitu pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal
tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/
buruh dan pengusaha.
 Pengusaha
Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu
perusahaan milik sendiri, atau menjalankan perusahaan bukan miliknya sendiri,
atau yang mewakili perusahaan asing di Indonesia.
 Peraturan perusahaan
Peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syaratsyarat kerja dan tata tertib perusahaan.
 Perjanjian kerja bersama
Perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat
buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi
yang bertanggung jawab di bidang tenagakerjaan dengan pengusaha, atau
beberapa pengusaha, atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat
kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.
 Perjanjian kerja,
Perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang
memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak.
 Perselisihan hubungan industrial
Perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau
gabungan pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/ serikat buruh
karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, dan
perselisihan pemutusan hubungan kerja serta perselisihan antara serikat
pekerja/ serikat buruh hanya dalam satu perusahaan.
‘12
3
Manajemen Pengupahan dan Perburuhan
Irwan Harahap M. SE. M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id

Pemberi Kerja :
Pihak yang memperkerjakan karyawan dengan hak & kewajinban yang diatur
dalam perjanjian kerja bersama (PKB)
Untuk mengatur hubungan antara pekerja (buruh) dengan pemberi kerja, pemerintah
mengeluarkan Undang-undang Ketenagakerjaan.
Tujuan dibuatnya Undang-undang Ketenagakerjaan ialah untuk:
a. memberdayakan dan mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan
manusiawi;
b. mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja
yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah;
c. memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan
kesejahteraan; dan
d. meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.
Setiap perusahaan selalu menginginkan hasil yang maksimum dalam proses
produksinya. Untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut perlu adanya dukungan dari
setiap unsur perusahaan termasuk di dalamnya karyawan bagian produksi. Dalam
usaha mencapai peningkatan produksi juga ditandai dengan adanya dukungan yang
kuat
dari
keuangan
dan
–
tunjangan
tunjangan
lain
dalam
perusahaan.
Perusahaan akan memberikan suatu penghargaan bagi karyawan yang berprestasi baik
dan hal ini akan membuat karyawan bekerja sebaik mungkin agar menerima
penghargaan dan imbalan yang lebih besar disamping tunjangan-tunjangan lain yang
telah disediakan oleh perusahaan. Bentuk pembayaran dan penghargaan atas kerja
karyawan yang tepat akan menghasilkan pencapaian produktivitas yang lebih tinggi, hal
itu mencakup sistem pemberian upah yang tepat serta usaha – usaha lain untuk
menambah
‘12
5
semangat
dan
kepuasan
Manajemen Pengupahan dan Perburuhan
Irwan Harahap M. SE. M.Si.
kerja
bagi
karyawan.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Download