contoh budaya organisasi

advertisement
BUDAYA ORGANISASI
Budi Setiawan, S.E., M.M
7/20/2017
1
PENGERETIAN BUDAYA ORGANISASI
Robbins dan Judge: Budaya organisasi mengacu pada sebuah sistem
makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan
organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.
Sistem makna bersama adalah sekumpulan karakteristik kunci yang
dijunjung tinggi oleh organisasi.
Siagian: Budaya organisasi merupakan kesepakatan (komitmen)
bersama tentang nilai-nilai bersama dalam kehidupan organisasi dan
mengikat semua orang dalam organisasi yang bersangkutan.
7/20/2017
2
SUMBER UTAMA Budaya ORGANISASI
Terdapat enam sumber utama yang mempengaruhi budaya organisasi
1.
Budaya masyarakat atau budaya nasional dimana organisasi berada
secara fisik
2.
Visi, gaya manajerial, dan kepribadian para pendiri organisasi atau
pemimpin yang dominan.
3.
Macam bisnis yang digeluti dan nature of business environment.
4.
Struktur organisasi. Misalnya struktur birokratis akan melahirkan pula
budaya yang cenderung birokratis.
5.
Pelanggan. Perilaku pelanggan akan berpengaruh terhadap perilaku
organisasi
6.
Tradisi warisan organisasi yang tercermin dalam nilai-nilai perusahaan.
(www.jakartaconsulting.com)
7/20/2017
3
CONTOH BUDAYA ORGANISASI
7/20/2017
4
Pentingnya Budaya Organisasi
Budaya dipelajari dan membantu manusia dalam usaha
mereka berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain
dalam masyarakat.
Ketika nilai dan kepercayaan dalam budaya berbeda,
beberapa orang memiliki masalah penyesuaian. Jika hal ini
tidak diantisipasi, maka akan menjadi penyebab kegagalan
usaha dalam organisasi yang disebut “culture shock”
7/20/2017
5
Contoh Culture Shock
7/20/2017
6
KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI
Robbins dan Judge, ada tujuh karakteristik utama yang secara keseluruhan
merupakan hakekat budaya sebuah organisasi yaitu:
1.
Inovasi dan keberanian mengambil resiko. Sejauhmana karyawan didorong
untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko.
2.
Perhatian pada hal-hal yang rinci. Sejauhmana karyawan diharapkan
menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal-hal kecil.
3.
Orientasi hasil. Sejauhmana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang
pada teknik dan proses yg digunakan utk mencapai hasil tersebut.
4.
Orientasi orang. Sejauhmana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam organisasi.
5.
Orientasi tim. Sejauhmana kegiatan-kegiatan kerja di organisasi pada tim
ketimbang pada individu-individu.
6.
Keagresifan. Sejauhmana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang
santai.
7.
Stabilitas. Sejauhmana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya
status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
7/20/2017
7
Berani Mengambil Risiko
7/20/2017
8
7/20/2017
9
PENGARUH / FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Robbins dan Judge mengatakan bahwa budaya memilki sejumlah fungsi dalam
organisasi yaitu:
1. Budaya sebagai penentu batas-batas; artinya, Budaya menciptakan perbedaan
antara satu organisasi dgn organisasi lainnya.
2. Budaya memuat rasa identitas anggota organisasi.
3. Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar
daripada kepentingan individu.
4. Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial. Budaya adalah perekat sosial
yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar
mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.
5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali sbg mekanisme
sense-making serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku
karyawan.
7/20/2017
10
BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI BEBAN
Robbins dan Judge “Budaya berpotensi disfungsional terhadap
keefektifan suatu organisasi
1. Hambatan untuk perubahan. Budaya menjadi kendala manakala nilai-nilai yang dimiliki bersama tidak sejalan dengan
nilai-nilai yg dapat meningkatkan efektivitas organisasi.
2. Hambatan bagi keberagaman. Budaya membatasi rentang nilai
dan gaya yang dapat diterima, dimana perbedaan-perbedaan
dengan mayoritas anggota akan menciptakan paradoks.
3. Hambatan bagi akuisisi dan merger. Keputusan akuisisi dan
merger tidak hanya mempertimbangkan keuntungan finansial
saja tetapi juga kesesuaian budaya menjadi fokus utama.
Proses Penciptaan Budaya Organisasi
Robbins dan Judge, proses penciptaan budaya terjadi
dalam tiga cara yaitu:
1. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan
karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka
2. Kedua, mereka melakukan indoktrinasi dan sosialisasi cara
pikir dan perilaku mereka kepada karyawan
3. Ketiga, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model
peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri
dan dengan demikian menginternalsisai keyakinan, nilai, dan
asumsi pendiri tsb.
7/20/2017
12
Upaya Penciptaan Budaya Etis
Robbins dan Judge, yang dapat dilakukan pihak manajemen
untuk menciptakan budaya yang lebih etis.
1. Jadilah model peran yang visibel. Perilaku manajemen
puncak dijadikan acuan standar bagi para kayawan
2. Komunikasikan harapan-harapan yang etis. Kode etik harus
menyatakan nilai-nilai utama organisasi dan berbagai aturan
etis yang diharapkan untuk dipatuhi semua karyawan
3. Berikan pelatihan etis, melalui seminar, lokakarya dsb. secara
berkala berikan penghargaan atas tindakan etis dan beri
hukuman atas tindakan tidak etis.
4. Berikan mekanisme perlindungan, sehingga karyawan dapat
melaporkan perilaku tidak etis tanpa rasa takut
7/20/2017
13
Menciptakan Budaya Tanggap Pelanggan
Robbins dan Judge, menemukan beberapa variabel dalam BudayaBudaya yang tanggap pelanggan.
1. Jenis karyawan itu sendiri. Organisasi yang berhasil telah
merekrut karyawan yang ramah dan bersahabat.
2. Tingkat formalisasi yang rendah. Aturan, prosedur dan
ketentuan yang berlaku tidak kaku.
3. Penguatan tingkat formalisasi yang rendah melalui
pemberdayaan karyawan untuk memutuskan apa yang perlu
dilakukan untuk memuaskan pelanggan.
4. Keterampilan mendengarkan yang baik.
5. Kejelasan peran.
7/20/2017
14
TINDAKAN MANAJERIAL
Robbins dan Judge, ada beberapa tindakan manajer yang dapat
diambil jika ingin membuat budayanya lebih tanggap pelanggan.
1. Seleksi.
Merekrut orang-orang yang menunjukan keramahan, antusiasme
dan sikap penuh perhatian.
2. Pelatihan dan sosialisasi.
Tindakan ini untuk membuat karyawan yang sudah ada lebih
fokus pada pelanggan.
3. Desain Struktur.
Manajemen membebaskan karyawan utk menyesuaikan perilaku
mereka dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan yang
senantiasa berubah.
7/20/2017
15
4. Pemberdayaan.
Memberi kebebasan untuk mengambil keputusan terkait dengan kegiatan
sehari-hari, yg memungkinkan karyawan membuat keputusan seketika utk
memuaskan pelanggan,
5. Kepemimpinan.
Pemimpin melalui ucapan dan tindakannya memperlihat-kan komitmennya
terhadap kepuasan pelanggan.
6.
Evaluasi kinerja.
Kinerja berbasis perilaku yg diukur dari upaya, komitmen, kerja tim,
keramahan, dan kemampuan memecahkan masalah pelanggan ketimbang
berdasarkan hasil terukur yg dicapai.
7.
Sistem imbalan.
Manajemen perlu memberikan imbalan yang layak. Juga memberikan
penghargaan, kenaikan gaji, promosi berdasar-kan layanan pelanggan yang
luar biasa.
7/20/2017
16
Bagaimana Budaya Organisasi Terbangun
Manajemen
Puncak
Filsafat Pendiri
Organisasi
Budaya organisasi
Kriteria
seleksi
(cerita, ritual, simbol
material,bahasa)
Sosialisasi
Sumber: Robbin dan Judge, Perlaku Organisasi
7/20/2017
17
Keterangan Gambar
Budaya asli berasal dari filosofi pendirinya. Filosofi itu pada
gilirannya berpengaruh kuat terhadap kriteria yang digunakan
dalam perekrutan.
Tindakan dan ucapan manajemen puncak memantapkan
norma-norma yang berlaku yang terkait dengan perilaku yang
diterima dan tidak diterima dalam organisasi.
Organisasi harus membantu karyawan (baru) untuk beradaptasi dengan budayanya. Proses ini disebut sosialisasi .
Budaya ditransmisikan ke karyawan melalui penceritaan kisah,
ritual, simbol-simbol material, dan bahasa.
7/20/2017
18
Gambar 12.2: Dampak Budaya Organisasi Terhadap Kinerja
dan Kepuasan
Faktor –Faktor
Obyektif:
• Inovasi & pengambilan resiko
• Perhatian pd detail
• Orientasi pd hasil
• Orientasi pd orang
• Orientasi pd tim
• Keagresifan
• Kemantapan
Kekuatan
Budaya
Tinggi
Kinerja
Dipersepsikan sbg
Budaya
Organisasi
Kepuasan
Rendah
Sumber: Robbin dan Judge, Perlaku Organisasi, buku 2, Salemba Empat,
Jakarta 2008. h. 286
Keterangan Gambar
Karyawan membentuk persepsi subyektif yang utuh tentang
organisasi berdasarkan faktor-faktor objektif seperti tingkat
toleransi terhadap resiko, penekanan pada tim, dan dukungan
orang.
Persepsi ini pada dasarnya yang membentuk budaya organisasi.
Persepsi-persepsi yang baik ataupun yang tidak selanjutnya
mempengaruhi kinerja dan kpuasan karyawan dengan dampak
yang semakin besar dengan semakin kuat nya Budaya.
7/20/2017
20
TERIMA KASIH
7/20/2017
21
Download