2. agama dan psi yg pro

advertisement
Assalamualaikum Wr. Wb
Psikologi Agama
Agama dan teori-teori
Psikologi yang Pro
William James
Agama sebagai jalan menuju
keunggulan manusia
William james boleh disebut sebagai bapak psikologi
agama. James berpendapat bahwa agama mempunyai
peranan sentral dalam menentukan perilaku manusia.
Dorongan beragama pada manusia paling tidak sama
menariknya dengan dorongan-dorongan lainnya. Pada
awal kuliahnya tentang pengalaman religius James
menolak setiap penjelasan agama yang ia sebut
sebagai “Materialisme
Medis”. Para
ilmuan
menerangkan bahwa pengalaman hidup kita yang lebih
tinggi itu adalah pengalaman “hanya sekedar”. Agama
sekedar proyeksi dan ketakutan masa kecil.
Karena itu, James menolak mencari asal-usul agama
yang patologis dan memusatkan perhatian kepada
ungkapan keberagamaan agama dalam berbagai
ragamnya. Kita harus menilai agama bukan dari asalusulnya melainkan dari hasilnya dalam kehidupan
orang-orang yang menjalankan agamanya secara
mendalam. Dengan mengutib Al-Kitab, James
merumuskan kriteria untuk menilai agama: “Dari
buahnya, kamu akan kenal mereka, bukan dari
akarnya”. James tidak mau membahas agama seperti
orang-orang awam, karena agama mereka diperoleh
melalui tangan kedua seperti tradisi, imitasi, dan
kebiasaan.
Dalam kuliah ketiga, James menandai sikap beragama
sebagai kebudayaan akan adanya kehidupan yang tak
terlihat dan keinginan kita untuk hidup serasi dengan
ketertiban ini. Agama dapat menggairahkan semangat
hidup, meluaskan kepribadian, memperbaharui gaya
hidup dan memberikan makna dan kemuliaan baru
pada hal-hal yang biasa dalam kehidupan. Orang yang
beragama akan mencapai perasaan tenteram dan
damai.
Cinta
mendasari
seluruh
hubungan
interpesonalnya. Tanpa mengabaikan rasa takut atau
rasa sedih dalam kehidupan beragama, James lebih
banyak melihat agama sebagai sumber kebahagiaan.
Kebahagiaan agama menurut James, ditandai
dengan hilanganya upaya untuk melarikan diri.
Sikap agama selalu mengandung pengorbanan.
Pada akhirnya, kebergantungan pada alam
semesta bersifat mutlak. Manusia tidak punya
pilihan kecuali berkorban dan pasrah dengan cara
apapun. Anjuran positif untuk berserah diri dan
berkorban tampak terjadi pada kehidupan
beragama sehingga “mempermudah dan
meringankan apa saja yang niscaya terjadi.
Menurut James, perdebatan antara sains dan
agama itu sia-sia, dan kesi-siaan ini tersebar
secara merata. “persetan dengan yang
mutlak!" ia sering mengutuk dalam kuliahnya.
Materialisme ilmiah tak berhak untuk
mengklaim kebenaran mutlak, karena ketika ia
meneliti dunia dengan metode yang
seharusnya objektif, ia melupakan fakta
bahwa penelitian itu dilakukan oleh entitas
yang sungguh subjektif oleh seorang manusia.
C.G Jung
Agama sebagai jalan
menuju keutuhan
Jung mendefinisikan agama sebagai keterkaitan
antara proses psikis tak sadar yang punya
kehidupan tersendiri. Agama menurut Jung,
adalah ketergantungan dan kepasrahan kepada
fakta pengalaman yang erosional. Agama adalah
“pertimbangan dan pengamatan yang cermat
pada faktor dinamis, yang adalah “kekuasaan”,
pada tenaga-tenaga tak sadar, dan pada symbolsimbol yang mengungkapakan kehidupan tenagatenaga ini, pada yang batiniah yakni “gerakan
dinamis” diluar kesadaran diubah karena
berhubungan dengan yang batiniah
Sejak pencerahan agama telah dikonstruksi secara
rasional sebagai sistem filsafat yang “dicetak” dalam
otak. Orang beranggapan bahwa pernah ada seseorang
menciptakan Tuhan dan berbagai dokma agama.
Karena dia memiliki kekuasaan mempengaruhi yang
sangat besar, yang meyakinkan orang-orang disekitar
dia tentang citra realitas yang memuaskan keinginan.
Jung menentang pandangan ini dengan berdalih bahwa
bukanlah kepala yang menciptakan simbol-simbol
agama melainkan hati, daerah tak sadar psyche karena
itulah mengapa simbol-simbol ini, yang seluruhnya
misteri bagi kesadaran, datang kepada kita sebagai
“wahyu” atau revelation.
Khutbah Tologis kata Jung adalah metologem
serangkaian citra arketipal yang memberikan
“gambaran yang agak tepat tentang
transendensi yang tak terbayangkan”. Jung
berkata bahwa setiap ajaran agama muncul
pada satu sisi atas dasar pengalaman yang
batiniah dan pada sisi yang lain atas dasar
kepercayaan pada penglaman itu dan
perubahan yang ditimbulkannya.
Analasis dan
Kesimpulan dari
pertanyaan
Wiiliam James
Agama dianggap sebagai pantologis, ilusi dan
ketakutan masa kecil.
• Agama sebagai Pantologis maksudnya agama
itu justru sumber penyakit, itu akan merongrong kondisi manusia, hanya bayangan yang
tidak nyata, tidak jelas, tidak ada kenyataanya.
• Agama sebagai ilusi ketakutan masa kecil. Ilusi
merupakan suatu bayangan yang belum tentu
kebenaranya.
Menurut James, Perdebatan antara agama dan
sains itu sia-sia, karena
 Agama memandang sainsitu arogan, tidak
mengakui adanya tuhan orang sains itu
dibuktikan secara empiris(eksperimen),
 Sains memandang agama itu hanya mitos,
ritual-ritual yang sengaja di buat.
C.G Jung
Agama sebagai jalan menuju keutuhan dan
manusia menjadi seutuhnya.
Agama telah dikontruksikan secara rasional
sebagai sistem filsafat yang dicetak dalam
otak, maksudya awal mula orang punya agama
karena seseorang mempunyai titik kepasrahan
yang semuanya itu tidak bisa difikir oleh akal.
Wahyu menurut jung adalah ilham dari mimpi
dan bersifat irasional.
Terimakasih
Wassalamualaikum Wr.
Wb
Download