Pengertian Bintang

advertisement
Pengertian Bintang – Tata Surya





Follow any responses to this article
Subscribe to entry RSS 2.0
Subscribe to entry RSS 0.92
Subscribe to responses RSS
Home › Sains
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya
sebagai sumber cahaya.
Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari, sedangkan Matahari sendiri dikelilingi oleh
planet-planet anggota tata surya seperti pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus,
uranus, neptunus dan jupiter.
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah semua benda masif (bermassa antara 0,08
hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi
melalui reaksi fusi nuklir.
Oleh karena itulah bintang katai memiliki warna lebih putih dan bintang neutron yang sudah tak
pernah memancarkan cahaya atau energi tetap disebut juga dengan bintang.
Matahari adalah jenis bintang yang terdekat dengan bumi, dimana Matahari memiliki jarak
dengan bumi sekitar 149,680,000 kilometer serta diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi
bintang Centaurus yang berjarak kurang lebih empat tahun cahaya.
Contoh Gambar Bintang yang ada di Langit
Images: images.nationalgeographic.com
Bintang tercipta di dalam awan molekul, dimana molekul tersebut adalah sebuah daerah medium
antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi (walaupun masih kurang rapat jika
dibandingkan dengan sebuah vacuum chamber yang ada di Bumi). Pada umumnya awan ini
terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat.
Komposisi elemen dalam awan ini tidak banyak berubah sejak peristiwa nukleosintesis Big Bang
pada saat awal alam semesta.
Gravitasi didaerah ini memiliki peranan sangat penting dalam proses pembentukan bintang.
Pembentukan bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul yang
dapat memiliki massa ribuan kali matahari. Ketidakstabilan ini seringkali dipicu oleh gelombang
kejut dari supernova atau tumbukan antara dua galaksi. Sekali sebuah wilayah mencapai
kerapatan materi yang cukup memenuhi syarat terjadinya instabilitas Jeans, awan tersebut mulai
runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri.
Berdasarkan syarat instabilitas Jeans, bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, melainkan dalam
kelompok yang berasal dari suatu keruntuhan di suatu awan molekul yang besar, kemudian
terpecah menjadi konglomerasi individual. Hal ini didukung oleh pengamatan dimana banyak
bintang berusia sama tergabung dalam gugus atau asosiasi bintang.
Begitu awan runtuh, akan terjadi konglomerasi individual dari debu dan gas yang padat yang
disebut sebagai globula Bok. Globula Bok ini dapat memiliki massa hingga 50 kali Matahari.
Runtuhnya globula membuat bertambahnya kerapatan. Pada proses ini energi gravitasi diubah
menjadi energi panas sehingga temperatur meningkat.
Ketika awan protobintang ini mencapai kesetimbangan hidrostatik, sebuah protobintang akan
terbentuk di intinya. Bintang pra deret utama ini seringkali dikelilingi oleh piringan protoplanet.
Pengerutan atau keruntuhan awan molekul ini memakan waktu hingga puluhan juta tahun.
Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai kisaran 10 juta kelvin, hidrogen di
inti ‘terbakar’ menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Reaksi nuklir di dalam inti
bintang menyuplai cukup energi untuk mempertahankan tekanan di pusat sehingga proses
pengerutan berhenti. Protobintang kini memulai kehidupan baru sebagai bintang deret utama.
Menjelang kematiannya, sebuah bintang bisa meledak. Ledakan bintang ini disebut nova. Istilah
ini berarti “baru” karena seolah-olah telah lahir sebuah bintang baru. Kalau bintang yang
meledak berukuran besar, maka ledakannya juga sangat besar, sampai-sampai menghancurkan
bintang-bintang lain. Ledakan bintang besar ini disebut sebagai supernova.
Setelah meledak, materi bintang yang tersisa akan mengerut dan memadat dengan kepadatan
yang luar biasa dan gravitasinya begitu kuat sampai-sampai cahaya pun tak bisa lepas. Materi
bekas bintang inilah yang disebut black hole (lubang hitam).
Download