Hakikat Kepemanduan (Pertemuan XV)

advertisement
Dialog/Drama
(Pertemuan ke-6)

Berbic ara dalam kegiatan
dialog/drama

Konsep dialog/ drama

Persiapan dialog/drama
1
Dialog-Drama
1. Drama adalah suatu aksi atau perbuatan
(bahasa yunani).
2. Dramatik adalah jenis karangan yang
dipertunjukkan dalam suatu tingkah
laku, mimik dan perbuatan.
3. Sandiwara adalah sebutan lain dari
drama di mana sandi adalah rahasia dan
wara adalah pelajaran.
4. Orang yang memainkan drama disebut
aktor atau lakon.
Pengertian
Drama (Yunani Kuno δρᾶμα) adalah satu
bentuk karya sastra yang memiliki bagian
untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini
berasal dari Bahasa Yunani yang berarti
“aksi”, “perbuatan”. Drama bisa diwujudkan
dengan berbagai media: di atas panggung,
film, dan atau televisi. Drama juga terkadang
dikombinasikan dengan musik dan tarian,
sebagaimana sebuah opera.
> Menurut website google.com, berikut
adalah beberapa pengertian drama:
> Menurut Moulton, drama adalah : hidup yang
dilukiskan dengan gerak (life presented action).
Jika buku roman menggerakan fantasi kita, maka
dalam drama kita melihat kehidupan manusia
diekspresikan secara langsung di muka kita sendiri.
> Menurut Brander Mathews : Konflik dari sifat
manusia merupakan sumber pokok drama.
> Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah
melahirkan kehendak manusia dengan action.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam
dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
1. Drama Baru / Drama Modern
Drama yang memiliki tujuan untuk
memberikan pendidikan kepada
mesyarakat yang umumnya bertema
kehidupan manusia sehari-hari.
2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang
umumnya menceritakan tentang
kesaktian, kehidupan istanan atau
kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian
luar biasa, dan lain sebagainya.
> Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi
Kandungan Cerita
1. Drama Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik
penuh keceriaan.
2. Drama Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih
penuh
kemalangan.
3. Drama Tragedi Komedi
Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada
lucunya.
4. Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5. Lelucon / Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola
jenaka merangsang gelak tawa penonton.
> Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi
Kandungan Cerita
6. Operet / Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk
gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
8. Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi
oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah
pelakunya.
9. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.
10. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah
boneka wayang. Dan lain sebagainya.
Unsur-unsur Drama
intrinsi (unsur dalam)
Unsur intrinsik atau disebut juga unsur dalam adalah unsur yang tidak
tampak. Dalam intrinsik ada:





Tema; yaitu ide pokok yang ingin disampaikan dari sebuah cerita.
alur/ plot; yaitu jalan cerita.
penokohan; karakter yang dibentuk oleh setiap dialog tokoh.
latar/ setting; yaitu tempat kejadian.
amanat; yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah
cerita.
ekstrinsi (unsur luar)
Unsur-unsur luar adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog/
percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah
sudah dipentaskan. Di sana akan tampak panggung, properti, tokoh,
sutradara, dan penonton.
Unsur-unsur Drama
• Naskah Drama/ Drama Script
• Pemain (aktris atau aktor)
• Tempat pertunjukan (teater)
• Penonton
KARAKTERISTIK DRAMA DRAMA
KARAKTERISTIK
KARAKTERISTIK DRAMA
Menurut Prof. M. Atar Semi (Dalam Anatomi Sastra hal 159-161)
Berikut merupakan perbedaan antara drama dengan jenis karya sastra yang
lainnya 1.
: Drama mempunyai tiga dimensi ,yakni dimensi sastra,
gerakan, dan ujaran.
2. Drama memberi pengaruh emosional yang lebih kuat di
bandingkan dengan karya sastra lain.
3. Bagi sebagian besar orang, menonton drama lebih
menyenangkan dan menghasilkan pengalaman yang lebih
lama diingat dibandingkan dengan membaca novel.
4. Drama disusun dengan suatu keterbasan. Ia dibatasi oleh
dua konvensi, yaitu: intensitas dan konsentrasi.
5. Kekhususan drama yang amat penting pula adalah
keterbatasan pemain-pemain secara fisik.
KARAKTERISTIK DRAMA
Menurut Prof. M. Atar Semi (Dalam Anatomi Sastra hal 159-161)
6. Drama memiliki keterbatasan pemanfaatan objek
material.
7. Drama dapat memiliki keterbatasan bukan saja dari
segi artistik tetapi juga dari segi kepentasan.
8. Keterbatasan lain yang dimiliki drama dibandingkan
dengan karya sastra yang lain adalah, bahwa drama
dibatasi oleh keterbatasan intelegensi rata-rata
penonton.
9. Drama memiliki episode dan jumlah alur yang
terbatas.
10. Naskah drama merupakan suatu karya yang isinya
melalui percakapan.
Hal yg diperhatikan dalam drama
1. Aktor
Seorang aktor dituntut untuk mampu memerankan tokoh cerita.
2. Latar
Dalam pementasan drama, yang dimaksud latar atau setting adalah tempat
yang dipakai untuk pementasan.
3. Kostum
Kostum atau busana pentas merupakan pakaian penunjang karakter
pemain dalam menghadirkan sosok tokoh cerita.
4. Tata rias (make up)
Tata rias adalah riasan wajah pemain yang bertujuan untuk membantu
pemain menghadirkan karakter tokoh cerita.
5. Musik
Musik berfungsi untuk membangun suasana tertentu, seperti tuntutan
peristiwa drama.
6. Menanggapi Hasil Pementasan
Apa yang harus ditanggapi dari hasil pementasan? Hal-hal yang ditanggapi
penonton dari sebuah pementasan, antara lain akting, aktor, penokohan,
kostum, tata rias (make-up), musik, latar, dan penataan panggung.
Cara berdialog dalam drama
Aktivitas yang menonjol dalam memerankan drama ialah dialog
antartokoh, monolog, ekspresi mimik, gerak anggota badan, dan
perpindahan letak pemain.
Pada saat melakukan dialog ataupun monolog, aspek-aspek
suprasegmental (lafal, intonasi, nada atau tekanan dan mimik)
mempunyai peranan sangat penting. Lafal yang jelas, intonasi yang
tepat, dan nada atau tekanan yang mendukung penyampaian isi/pesan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memerankan drama :
1. Membaca dan Memahami Teks Drama
2. Menghayati Watak Tokoh yang akan Diperankan
Dasar-dasar Bermain Peran
> Kesadaraan indra
Sebuah perbuatan atau laku dipastikan mempunyai alasan,
begitu juga sebuah kekuatan diatas panggung alasan-alasan
perbuatan itu bukan hanya berupa konsep tetapi juga sesuatu
yang dialami secara batin. Pengalaman itu dapat terjadi karna
kita mengaktifkan indra kita: penglihatan, pendengaran,
penciuman, peradaban dan pengucapan.
> Ekspresi
Kemampuan ekspresi merupakan hal penting dalam untuk
bermain peran. Hal ini dapat dilakukan dengan tiga tahap:
Mengenal diri sendiri
 Mengobservasi orang lain
 Melakukan interaksi dengan orang lain
Hal yang paling penting dalam memerankan drama adalah
dialog. Oleh karena itu, seorang pemain harus mampu:
1.
Mengucapkan dialog dengan lafal yang jelas.
2.
Membaca dialog dengan memperhatikan
kecukupan volume suara.
3. Membaca dialog dengan tekanan yang tepat.
> Tiga macam tekanan yang biasa digunakan
dalam melisankan naskan drama:
1. Tekanan dinamik
yaitu tekanan yang diberikan terhadap kata atau kelompok
kata tertentu dalam kalimat, sehingga kata atau kelompok
kata tersebut terdengar lebih menonjol dari kata-kata
yang lain.
2. Tekanan tempo
yaitu tekanan pada kata atau kelompok kata tertentu dengan
jalan memperlambat pengucapannya. Kata yang mendapat
tekanan tempo diucapkan seperti mengeja suku katanya.
3. Tekanan nada
yaitu nada lagu yang diucapkan secara berbeda-beda untuk
menunjukkan perbedaan keseriusan orang yang
mengucapkannya.
.










Teknik Pengembangan
> Pemain perlu memiliki kemampuan di dalam mengembangkan dialog dan gerakkan
(laku). Hal ini penting supaya pementasan berjalan tidak datar, dan dapat memikat
penonton. Tenik pengembangan dapat dicapai dengan menggunakan pengucapan
dan posisi tubuh. Teknik
ppengembangan dengan pengucapan dapat dicapai
dengan:
1. menaikan volume suara,
2. menaikkan tinggi nada suara,
3. menaikan kecepatan tempo suara,,
4. mengurangi volume, tinggi nada, dan kecepatan tempo suara.
> Teknik pengembangan dengan posisi tubuh dapat dicapai dengan:
1. menaikkan tingkatan posisi tubuh,
2. berpaling,
3. berpindah tempat,
4. menggerakan anggota badan, dan
5. memainnkan air muka.
.
Teknik Pengembangan
> 1. Teknik Pemunculan (The Technique of entrance)
> Ketika seorang pemain masuk ke dalam pentas (playing area) . Ia
harus memiliki Penguasaan diri yang telah siap untuk memberikan
kesan kepada penonton tentang Watak yang dimainkan, penonjolan
figur watak, dan pembawaan postur yang dimainkan, penonjolan
figur watak,dan pembawaan postur yang menarik.
> 2. Teknik memberi isi (The Technique of phrasing)
> Pada prinsipnya teknik memberi isi adalah menciptakan segala gerak
dan dialog pemain menjadi berbobot. Sebagus-bagusnya dialog
dalam sebuah naskah drama, akan menjadi tidak berarti jika
diucapkan pemain dengan tidak benar, dan tidak diisi dengan
penghayatan yang hidup.
.
> Terdapat tiga macam cara memberi tekanan pada isi kalimat, yaitu
tekanan dinamik, tekanan nada dan tekanan tempo.
Teknik Pengembangan

Improvisasi
> Tujuan berlatih improvisasi adalah agar pemain memiliki
ransangan spontanitas. Sepontanitas itu harus sesuai
dengan tuntutan seluruh pementasan dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Pernapasan
> Bernapas adalah proses menarik udara ke dalam paruparu dan mengeluarkannya.
> Pernapasan berkaitan erat dengan sikap rileks.
Ketegangan urat leher dan bahu harus dihindari karena
akan menggangu vokal. Dengan latihan pernapasan
teratur, ketegangan dapat dihindari sehingga akting yang
wajar dan memikat dapat dicapai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
menyampaikan dialog drama adalah:
1. penggunaan bahasa, baik secara pelafalan maupun
intonasi, harus relevan. Logat yang diucapkan
hendaknya disesuaikan dengan asal suku atau daerah,
usia, atau status sosial tokoh yang diperankan.
2. Ekspresi tubuh dan mimik muka harus
disesuaikan dengan dialog. Bila dialog
menyatakan kemarahan, maka ekspresi tubuh dan
mimik pun harus menunjukkan rasa marah.
3. Untuk lebih menghidupkan suasana dan
menjadikan dialog lebih wajar dan alamiah, para
pemain dapat melakukan improvisasi di luar naskah.
Memahami Teknik Bermain Drama
(AKTING)
1. Teknik Muncul
Teknik muncul adalah cara seorang pemain tampil pertama
kali ke pentas yaitu saat masuk ke panggung telah ada
tokoh lain, atau ia masuk bersama tokoh lain.
2. Teknik Memberi Isi
Kalimat ”Engkau harus pergi!” mempunyai banyak nuansa.
Ucapan tulus mengungkap keikhlasan atau simpati,
sedangkan ucapan kejengkelan atau kemarahan tentu
bernada lain. Nuansa tercipta melalui tekanan ucapan
yang telah dijelaskan di muka (tekanan dinamik, tekanan
nada, dan tekanan tempo).
3. Teknik Pengembangan
Teknik pengembangan berkait dengan daya kreativitas
pemeran, sutradara, dan bagian estetis.
> Pengembangan gesture dapat dicapai
dengan lima cara:
1. Menaikkan posisi tubuh
Menaikkan posisi tubuh berarti ada gerakan baik dari
menunduk-menengadah, tangan terkulai menjadi teracung,
berbaring-duduk-berdiri, atau berdiri di lantai-kursi-meja.
2. Berpaling
Berpaling mempunyai arti yang spesifik dalam pengembangan
dialog: tubuh atau kepala.
3. Berpindah tempat
Berpindah tempat dapat terjadi dari kiri-kanan, depanbelakang, bawah-atas. Tentu, harus ada alasan yang kuat
mengapa harus berpindah
> Pengembangan gesture dapat dicapai
dengan lima cara:
4. Gerakan
Gerakan anggota tubuh: melambai, ,mengembangkan jari-jari,
mengepal, menghentakkan kaki, atau gerakan lain seturut
dengan luapan emosi. Ada tiga kategori melakukan gerakan: a)
gerakan dilakukan bersamaan dengan pengucapan kata, b)
gerakan dilakukan sebelum kata diucapkan, c) gerakan dilakukan
sesudah kata diucapkan.
5. Mimik
Perubahan wajah atau mimik mencerminkan
perkembangan emosi. Tanpa penghayatan dan penjiwaan
tidak mungkinlah timbul dorongan dari dalam atau
perasaan-perasaan.
Menciptakan Peran
Hal-hal berikut dapat membantu untuk menciptakan peran:
1. Kumpulkan tindakan-tindakan pokok yang harus dilakukan oleh pemeran
dalam pementasan
2. Kumpulkan sifat-sifat tokoh, termasuk sifat yang paling menonjol
3. Carilah ucapan atau dialog tokoh yang memperkuat karakternya
4. Ciptakan gerakan mimik atau gesture yang mampu mengekspresikan
watak tokoh
5. Ciptakan intonasi yang sesuai dengan karakter tokoh
6. Rancanglah garis permainan tokoh untuk mlihat perubahan dan
perkembangan karakter tokoh
7. Ciptakan blocking dan internalisasi dalam diri sehingga yang berperilaku
adalah tokoh yang diperankan.
Menciptakan Peran
> Seorang pemain meletakkan dirinya di tempat tokoh berada. Dia
memiliki pengalaman-pengalaman psikologis si tokoh. Akibat-akibat dari
pengalaman tersebut, si pemain tertransformasi; dia bertingkah laku
seperti dia merasakan apa yang dirasakan si tokoh. Dari proses empati itu
suatu keajaiban “turut merasakan” muncul ke permukaan, dan pemain
menjadi versi dirinya sendiri yang cocok dan sesuai dengan realita
kehidupan si tokoh.
Segi teknis karakterisasi dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
> Ciri fisik
> Ciri sosial
> Ciri psikologis
> Ciri moral
wasalam
Download