SISTEM KOMUNIKASI MASSA

advertisement
SISTEM KOMUNIKASI MASSA

Secara sederhana komunikasi massa
adalah, komunikasi melalui media massa,
yakni surat kabar, majalah, radio, televisi
dan film, terdapat empat tanda pokok
dalam komunikasi masa, (1) berlangsung
tidak langsung; (2) bersifat satu arah,
artinya tidak ada interaksi antara pesertapeserta komunikasi; (3) bersifat terbuka,
artinya ditunjukan pada public yang tidak
terbatas dan anonym; (4) mempunyai
public
yang
seara
geografis
tersebar(Rakhmat, 1991:99-100) .
 Definisi yang paling sederhana tentang komunikasi
massa dirumuskan Bitner (1980: 10) “mass
comunication is messages communicated trough a
mass medium to a large number of people ”
(komunikasi
massa
adalah
pesan
yang
dikomunikasikan melalui media massa pada
sejumlah besar orang). Ahli komunikasi yang lain
mendefinisikan komunikasi dengan memperinci
karakteristik komunikasi massa. Gerbner (1967)
menulis, “mass comunication is the technologycally
and institutionally based production distribution of
the most broadly shared continous flow of
messages in industrial societies” (komunikasi
massa adalah produksi dan distribusi yang
berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus
pesan yang kontiyu serta paling luas dimiliki orang
dalam masyarakat industri).


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Sistem komunikasi massa mempunyai karakteristik
psikologis yang khas, ini nampak pada pengendalian
arus informasi, umpan balik, stimulasi alat indra, dan
proporsi unsure isi dengan hubungan.
Lebih jauh lagi dikatakan oleh Alvinaro & Luliati Komala
bahwa komunikasi massa berbeda dengan komunikasikomunikasi lainnya, komunikasi massa juga mempunyai
karakteristik sendiri, karakteristik komunikasi massa
adalah sebagai berikut:
Komunikator terlembagakan
Pesan bersifat umum
Komunikannya bersifat anonym dan heterogen
Media massa menimbulkan keserempakan
Komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan
Komunikasi massa bersifat satu arah
Stimulasi alat indra “terbatas”5
Umpan balik tertunda.
Sumber
Komunikator massa adalah satu organisasi
kompleks yang mengeluarkan biaya besar
untuk menyusun dan mengirimkan pesan.
 Khalayak (audience)
Komunikasi massa ditujukan kepada massa
yakni sejumlah khalayak yang sangat besar.
Karena banyaknya jumlah khalayak dan
sangat penting bagi media untuk memberikan
apa yang diingini khalayak, pesan dari
komunikasi massa harus difokuskan pada
pemirsa atau khalayak rata-rata. Dengan
cara ini media dapat merangkul khalayak
sebanyak mungkin.

Pesan
Komunikasi massa merupakan milik umum. Setiap orang dapat
mengetahui pesan-pesan komunikasi massa di media-media
komunikasi massa. Komunikasi massa dapat di dengar atau di lihat
oleh setiap orang. Komunikasi juga berjalan cepat, di mana pesanpesan sampai pada khalayak penerima hampir tanpa selisih waktu.
 Proses
Ada dua proses dalam komunikasi massa. Pertama, proses
mengalirnya pesan, dan pada dasarnya merupakan proses satu
arah. Kedua, proses seleksi yaitu proses dua arah. Komunikasi
massa pada dasarnya adalah proses satu arah. Komunikasi ini
berjalan dari sumber ke penerima. Dalam komunikasi massa, pesan
mengalir dari media ke penerima tetapi tidak dikembalikan lagi,
kecuali berupa umpan balik dalam bentuk surat pembaca, angket,
dan semacamnya. Komunikasi massa juga merupakan proses dua
arah. Baik media maupun khalayak melakukan seleksi. Pertama,
media menyeleksi bagian dari total populasi yang akan mereka raih,
selanjutnya pemirsa atau pembaca atau pendengar menyeleksi dari
semua media yang ada, pesan tertentu yang akan mereka ikuti.
 Konteks
Komunikasi massa berlangsung dalam suatu konteks sosial. Media
mempengaruhi konteks sosial dan konteks sosial mempengaruhi
media. Dengan kata lain, terjadi hubungan transaksional antara
media dan masyarakat. Masing-masing mempengaruhi yang lain.


Komunikasi
massa
sebenarnya
merupakan suatu proses
yang
melukiskan bagaimana komunikator
secara profesional menggunakan
teknologi
pembagi
dalam
menyebarluaskan
pengalamannya
melampaui jarak untuk mempengaruhi
khalayak dalam jumlah yang banyak.
Prosesnya memiliki satu unsur yang
istimewa yaitu saluran/media.(Alo
Liliweri: 1991)

Seseorang yang akan menggunakan media massa sebagai alat
untuk melakukan kegiatan komunikasinya perlu memahami
karakteristik komunikasi massa, yakni sebagai berikut :

Komunikasi massa bersifat umum.

Pesan komunikasi yang disampaikan melalui media massa adalah
terbuka untuk semua orang. Benda-benda tercetak, film, radio dan
televisi apabila di pergunakan untuk keperluan pribadi dalam
lingkungan organisasi yang tertutup tidak dapat dikatakan
komunikasi massa. Meskipun sifat komunikasi bersifat umum dan
terbuka, sama sekali terbuka juga jarang diperoleh, disebabkan
faktor yang bersifat paksaan yang timbul karena struktur
sosial.pengawasan terhadap faktor tesebut dapat dilakukan secara
resmi, sejauh bersangkutan dengan larangan dalam bentuk hukum,
terutama yang berhubungan dengan penyiaran ke luar negeri.
Rintangan yang tidak ada pada perencanaan akan timbul dari
perbedaan bahasa, kebudayaan, pendidikan, pendapatan, kelas
sosial, dan pembatasan yang bersifat teknik. Penggunaan lebih
banyak media audio visual, kemajuan tehnik untuk mencapai jarak
jauh dan perluasan usaha bebas buta huruf, cenderung untuk
mempercepat menuju keterbukaan yang luas.
Komunikan bersifat heterogen
Perpaduan antara jumlah komunikan yang besar (komunikasi
massa) dengan keterbukaan dalam memperoleh pesan-pesan
komunikasi erat sekali hubungannya dengan sifat heterogen
komunikan. Massa dalam komunikasi massa terjadi dari orangorang yang heterogen yang meliputi penduduk yang bertempat
tinggal dalam kondisi yang sangat berbeda dengan kebudayaan
yang beragam berasal dari berbagai lapisan masyarakat,
mempunyai pekerjaan yang berjenis-jenis oleh karena itu mereka
berbeda dalam kepentingan, standar hidup dan derajat kehormatan,
kekuasaan dan pengaruh.
 Media massa menimbulkan keserempakan
Yang dimaksud keserempakan ialah keserempakan kontak dengan
sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator,
dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan
terpisah. Ada dua segi penting mengenai kontak yang langsung itu;
pertama: kecepatan yang lebih tinggi dari penyebaran dan
kelangsungan tanggapan ; kedua: keserempakan adalah penting
untuk keseragaman dalam seleksi dan interpretasi pesan-pesan.
Tanpa komunikasi massa, hanya pesan-pesan yang sangat
sederhana saja yang disiarkan tanpa perubahan dari orang yang
satu ke orang yang lain.


Hubungan komunikator-komunikan yang bersifat non-pribadi
Dalam komunikasi massa, hubungan antara komunikator dan
komunikan bersifat non-pribadi, karena komunikan yang
anonim dicapai orang-orang yang dikenal hanya hanya dalam
peranannya yang bersifat umum sebagai komunikator. Sifat
non-pribadi ini timbul disebabkan teknologi dari penyebaran
massal dan sebagian lagi dikarenakan syarat-syarat bagi
peranan komunikator yang bersifat umum. Komunikasi
dengan menggunakan media massa berlaku dalam satu arah
(one way communication), dan ratio output-input komunikan
sangat besar. Tetapi dalam hubungan komunikator-komunikan
itu terdapat mekanisme resmi yang dapat mengurangi
ketidakpastian, terutama penelitian terhadap komunikan,
korespondensi, dan bukti keuntungan dari penjualan (siaran
komersial).



Kita akan melihat faktor-faktor yang berpengaruh pada reaksi
khalayak ini dengan mengulas secara sepintas penjelasan
Melvin DeFleur dan Sandra Ball-Rokeach tentang teori-teori
komunikasi dan pendekatan motivasional dari model uses
and gratification.
Teori DeFleur dan Ball-Rokeach tentang pertemuan media.
Secara singkat, berbagai faktor akan mempengaruhi reaksi
orang terhadap media massa. Faktor-faktor ini meliputi
organisasi personal psikologis individu seperti potensi
biologis, sikap, nilai, kepercayaan serta bidang pengalaman;
kelompok-kelompok sosial di mana individu menjadi anggota;
dan hubungan-hubungan interpersonal pada proses
penerimaan, pengelolaan, dan penyampaian informasi. Untuk
memperjelas kesimpulan ini, ambilah contoh pengunaan
media. Diduga orang yang berpendidikan rendah jarang
membaca surat kabar, tetapi sering menonton televisi.
Eksekutif dan kaum bisnis menyenangi rubrik niaga dalam
surat kabar atau majalah. Telah diteliti bahwa kelompok
menengah (midlle class) cenderung menyukai acara
pendidikan berita, dan informasi. Contoh-contoh tersebut di
atas membawa kita pada model uses and gratification


Pendekatan Motivasional dan Uses and
Gratification
Menurut “aliran” uses and gratification,
perbedaan motif dalam konsumsi media
massa menyebabkan kita bereaksi pada
media massa secara berbeda pula.
Lebih lanjut ini berarti bahwa efek media
massa jua berlaian pada setiap anggota
khalayaknya. Kepada pencari informasi,
kepada pencari identitas, media massa
mungkin menimbulkan efek efektif yang
mengerikan. Kepada pencari model,
media massa mungkin mendorong
perilaku yang meresahkan.
Seperti yang dinyatakan Donald K. Robert (Schramm dan
Roberts, 1917: 359) beranggapan bahwa efek hanyalah
”perubahan perilaku manusia setelah diterpa media massa”.
Karena fokusnya pesan, maka efek haruslah berkaitan dengan
pesan yang disampaikan media massa.
 Membatasi efek hanya selama berkaitan dengan pesan media,
akan mengesampingkan banyak sekali pengaruh media massa.
Menurut Steven M. Chaffee (dalam Wilhoid dan Harrold
Debock, 1980: 78), ini adalah pendekatan pertama dalam
melihat efek media massa. Pendekatan kedua ialah, melihat
perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa,
penerimaan informasi, perubahan perasaan atau sikap, dan
perilaku, atau dengan istilah lain, perubahan kognitif, afektif,
dan behavior. Pendekatan ketiga meninjau satuan observasi
yang dikenai efek komunikasi massa yaitu individu, kelompok,
organisasi, masyarakat.



Efek kehadiran media massa.
Teori Mc.Luhan disebut teori perpanjangan alat
indera, menyatakan bahwa media adalah
perluasan dari alat indera manusia; telepon
adalah perpanjangan telinga, dan televisi adalah
perpanjangan mata. Mc. Luhan menulis, “secara
operasional dan praktis, medium adalah pesan.
Ini berarti bahwa akibat-akibat personola dan
soaila dari media yakni karena perpanjangan diri
kita, timbul karena skala baru yang dimasukkan
pada kehidupan kita oleh perluasan diri kita atau
oleh teknologi baru. Media adalah pesan karena
media membentuk dan mengendalikan skala
serta bentuk hubungan dan tindakan manusia.”
(Mc. Luhan, 1964: 23-24).

Steven H. Chaffee menyebutkan lima hal :
◦ Efek ekonomis, bahwa kehadiran media massa mengerakkan berbagai
usaha produksi, distribusi, dan konsumsi”jasa” media massa.
◦ Efek sosial, berkenaan dengan perubahan pada struktur atau interaksi
sosial akibat kehadiran media massa.
◦ Efek pada penjadwalan kegiatan. Menurut Joyco Cramond (1976) efek
tadi disebut sebagai efek alihan (displacemen efeks) yang didefinisikan
sebagai reorganisasi kegiatan yang terjadi kerena masuknya televisi;
beberapa kegiatan dikurangi, dan beberapa kegiatan lainnya dihentikan
sama sekali, karena waktunya dipakai untuk menonton televisi. Efek
alihan bukan hanya terjadi pada televisi saja, kehadiran surat kabar, radio
transistor, video recorder, CB, radio paging device, termin komputer
yang dihubungkan dengan pusat informasi, dan media komunikasi massa
kontemporer lainnya dapat mereorganisasikan kegiatan khalayak.
◦ Efek pada penyaluran atau penghilangan perasaan tertentu, kehadiran
media massa bukan saja menghilangkan perasaan, tetapi juga
menumbuhkan perasaan tertentu. Steven H. Chaffee menyebut dua efek
akibat kehadiran media massa sebagai obyek fisik; hilangnya perasaan
tidak enak dan tumbuhnya perasaan tertentu terhadap media massa.
◦ Efek pada perasaan orang terhadap media, tumbuhnya perasaan senang
atau percaya pada media massa tertentu mungkin erat kaitannya dengan
pengalaman individu sama dengan media massa tersebut; boleh jadi
faktor isi pesan mula-mula akan berpengaruh, tetapi kemudian jenis
media itu yang diperhatikan, apa yang disiarkannya.
Efek Kognitif Komunikasi Massa
 Efek
kognitif,
pesan
komunikasi
massa
mengakibatkan khalayak berubah dalam hal
pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap
sesuatu yang diperolehnya. Wilbur Schramm
(1977: 13) mendefinisikan informasi sebagai segala
sesuatu yang mengurangi ketidakpastian atau
mengurangi jumlah kemungkinan alternatif dalam
situasi. Gambaran tersebut lazim disebut citra
(image), yang menurut Robert (1977) menunjukkan
keseluruhan informasi tentang dunia ini yang telah
diolah, diorganisasikan, dan disimpan individu).
Citra adalah peta anda tentang dunia. Tanpa citra
anda akan selalu berada dalam suasana yang tidak
pasti.
Agenda Setting
 Dampak media massa merupakan kemampuan untuk
menimbulkan perubahan kognitif di antara individuindividu yang telah dijuluki sebagai fungsi agenda
setting dari komunikasi massa. Di sinilah terletak efek
komunikasi massa yang terpenting, kemampuan media
untuk menstruktur dunia buat kita (McCombs dan
Shaw, 1974:1).
 Teori agenda setting dimulai dengan asumsi bahwa
media massa menyaring berita, artikel, atau tulisan
yang akan disiarkannya. Secara selektif ”gatekeepers”
seperti penyuting, redaksi, bahkan wartawan sendiri
menetukan mana yang pantas diberitakan dan mana
yang harus disembunyikan sesuai dengan misi
organisasi, khalayak yang dituju maupun konteks yang
meliputi organisasi pers dengan khalayak secara
bersama-sama.

Efek Prososial kognitif
 Apabila apa yang disungguhkan media massa sangat
bermanfaat buat khalayak seperti bila televisi
menyebabkan anda lebih mengerti tentang bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Bahwa televisi itu telah
menimbulkan efek prososial kognitif. Banyak orang
yang memperoleh pengetahuan yang mendalam
tentang bidang yang diminatinya dari berita dan
pandangan yang ditampilkan dalam surat kabar.
Majalah-majalah yang khusus yang diterbitkan untuk
profesi atau kalangan tertentu telah menjadi sumber
informasi dan rujukan bagi pembacanya. Buku yang
sudah menjadi tempat penyimpanan memori peradaban
manusia sepanjang zaman. Dalam perkembangan
peradaban manusia, dalam mewariskan nilai-nilai dan
perpendaharaan pengetahuan manusia, media masaa
apa pun telah memberikan kontribusinya

 Efek Afektif Komunikasi Massa, di mana pesan komunikasi massa
mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak.
Orang dapat menjadi lebih marah dan berkurang rasa tidak
senangnya terhadap sesuatu akibat membaca surat kabar,
mendengar radio, atau menonton televisi.


Pembentukan dan Perubahan Sikap
Pada tahun 1960, Joseph Klapper melaporkan
hasil penelitiannya yang komprehensif tentang efek
media massa. Dalam hubungannya dengan
pembentukan dan perubahan sikap, pengaruh media
dapat disimpulkan pada lima prinsip:
◦ Pengaruh komunikasi massa diantarai oleh faktor-faktor
seperti predisposisi personal, proses selektif, keanggotaan
kelompok, (atau hal-hal yang dalam buku ini desebut faktor
personal).
◦ Karena faktoe-faktor ini, komunikasi massa biasanya
berfungsi memperkokoh sikap dan pendapat yang ada,
walaupun kadang-kadang berfungsi sebagai media pengubah
(agent of change).
◦ Bila komunikasi massa menimbulkan perubahan
sikap, perubahan kecil pada intensitas sikap lebih
umum terjadi daripada “konversi” (perubahan
seluruh sikap) dari satu sisi masalah ke sisi yang
lain.
◦ Komunikasi massa cukup efektif dalam mengubah
sikap pada bidang-bidang di mana pendapat orang
lemah misalkan pada iklan komersial.
◦ Komunikasi massa cukup afektif dalam
menciptakan pendapat tentang masalah-masalah
baru bila tidak ada predisposisi yang harus
diperteguh (Oskamp, 1977: 149)..
 Efek Behavioral Komunikasi Massa
Efek Prososial Behavioral
 Salah satu perilaku prososial ialah memiliki
keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi
orang lain. Keterampilan seperti ini biasanya diperoleh
dari saluran-saluran interpersonal: orang tua, atasan,
pelatih, atau guru. Pada dunia modern tugas mendidik
juga dilakukan media massa.
 Teori yang dapat menjelaskan efek prososial media
massa adalah teori belajar sosial dari Bandura. Menurut
Bandura, kita belajar bukan saja dari pengalaman
langsung, tetapi dari peniruan atau peneladanan
(modeling). Perilaku merupakan hasil faktor-faktor
kognitif dan lingkungan. Artinya, kita mampu memilki
keterampilan tertentu, bila terdapat jalinan positif antara
stimuli yang kita amati dan karakteristik diri kita.
Bandura menjelaskan proses belajar sosial dalam
empat tahapan proses: proses perhatian, proses
pengingatan, proses reproduksi motoris, dan proses
motivasional.

Download