sarana berpikir ilmiah - ANGGA KUSUMAH ATMADJA

advertisement
SARANA BERPIKIR
ILMIAH
PENDAHULUAN
Ciri Utama
Manusia
BERPIKIR
AKAL
BERPIKIR
ALAMIAH
ILMIAH
berdasarkan kebiasaan
sehari-hari, dari pengaruh
alam sekelilingnya
berdasarkan sarana tertentu
secara teratur dan cermat
SARANA ILMIAH
• Alat yg membantu kegiatan ilmiah
dalam berbagai langkah yang harus
ditempuh.
• ILMUWAN harus menguasai
sarana berpikir ilmiah
Sarana Berpikir
ilmiah
Bahasa
Logika
Matematika
Statistika
BAHASA
BAHASA
• Alat komunikasi verbal yang dipakai
dalam seluruh proses berpikir ilmiah
• Alat berpikir dan komunikasi untuk
menyampaikan jalan pikiran kepada
orang lain
Bahasa
Pernyataan Pikiran/Perasaan
Alat Komunikasi
?
?
?
Bahasa
Bahasa Alami :
1.Bahasa isyarat (UMUM – KHUSUS)
2.Bahasa biasa (SIMBOL –MAKNA)
Bahasa buatan
1.Bahasa istilah
2.Bahasa artifisial
Bahasa
3 fungsi bahasa :
1.Ekspresif atau emotif
2.Afektif atau praktis
3.Simbolik dan logik
Bahasa
1.
2.
3.
4.
BAHASA ALAMI
Spontan
Bersifat kebiasaan
Intuitif
Pernyataan secara
langsung
1.
2.
3.
4.
Kata dan makna satu
kesatuan utuh atas
dasar kebiasaan
BAHASA BUATAN
Berdasarkan
pemikiran
Sekehendak hati
Diskursif (logis,luas
arti)
Pernyataan tak
langsung
Istilah dan konsep satu
kesatuan yang relatif
BAHASA ILMIAH
BAHASA ILMIAH
• Bahasa buatan
• diciptakan oleh para ahli dalam
bidangnya
• menggunakan istilah-istilah atau
lambang-lambang untuk mewakili
pengertian-pengertian tertentu
• Kalimat deklaratif atau pernyataan
yang dapat dinilai benar atau salah
Can you imagine
If animals can
talk
Like human
being???
Manusia Vs Binatang
Batas Bahasaku adalah batas duniaku
( Witgenstein )
Keunikan manusia terletak pada
kemampuannya berbahasa
Homo sapiens
Animal symbolycum
Dalam kegiatan berpikirnya
Manusia menggunakan simbol
• Manusia dapat berpikir secara baik, rumit
dan abstrak
• Objek-objek yang faktual dapat
ditransformasikan dalam simbol
bahasa abstrak
• Transformasi ini membuat manusia dapat
berpikir mengenai sesuatu objek
tertentu meski secara faktual tidak
berada di tempat dimana objek itu
dipikirkan
• Simbol bahasa abstrak memungkinkan
manusia untuk berpikir secara teratur dan
sistematis
Transformasi
objek
faktual
menjadi
simbol
abstrak
diwujudkan
lewat
perbendaharaan kata-kata yang
dirangkaikan oleh tata bahasa
untuk mengekspresikan suatu
jalan pikiran.
• Tanpa kemampuan berbahasa
kegiatan berikir sistematis dan teratur
tidak mungkin dilakukan
• Tanpa kemampuan berbahasa
manusia tak mungkin
mengembangkan kebudayaannya
• Tanpa mempunyai bahasa hilanglah
kemampuan meneruskan nilai-nilai
budaya antar generasi
Bunyi
Lambang
“awan”
“bukit”
Perbendaharaan
Kata-kata
“Sungai”
Manusia
Bahasa
Akumulasi
terus berpikir Terus berkembang
Pengalaman & pikiran
dan belajar
Dengan bahasa
• Memungkinkan manusia untuk terus
berpikir, meskipun objek yang
dipikirkan tidak berada didekatnya
• Pikiran itu dapat dikomunikasikan
• Dapat hidup di dunia nyata, maupun
simbolik, dan mampu memberi arti
pada dunianya.
Komunikasi ilmiah
• Bertujuan untuk memberi informasi
berupa pengetahuan
• Bersifat reproduktif, untuk
mencegah mis-informasi
• Dalam komunikasi ilmiah, digunakan
bahasa yang jelas
dengan batasan/pengertian tertentu.
dengan jalan pikir jelas.
• Hasil dari suatu pengetahuan,
dikomunikasikan dalam bentuk karya
ilmiah
• Biasanya berupa pernyataan, dengan tata
bahasa yang baik
• Menghindari kecenderungan
emosional dari bahasa
Gaya penulisan ilmiah, penggunaan kata-kata
dan tata bahasa yang baik harus dikuasai
seorang ilmuwan agar dapat berkomunikasi
dengan ilmuwan lain dengan baik
Beberapa kekurangan bahasa
dalam lingkungan ilmiah
• Dalam lingkungan ilmiah ditekankan segi
simbolik, tanpa kaitan emotif dan afektif.
Tetapi perlu diingat bahwa bahasa verbal
tetap mengandung ketiga aspek tersebut.
• Bahasa mempunyai beberapa kata yang
mempunyai arti sama, atau sebaliknya. Hal
ini menimbulkan kekacauan semantik.
• Dalam menjelaskan sesuatu se-eksak
mungkin, sering malah mengurangi arti.
• Bahasa sering bersifat sirkular ( berputarputar ) dalam menggunakan kata-kata
terutama dalam memberikan definisi
LOGIKA
LOGIKA
• ILMU PENGETAHUAN
TENTAG ASAS, ATURAN,
HUKUM-HUKUM, SUSUNAN,
ATAU BENTUK PIKIRAN
MANUSIA YANG DAPAT
MENGANTARKAN PIKIRAN
PADA SUATU KEBENARAN
• MEMBAHAS PENALARAN SBG
PROSES PENCARIAN
KETERANGAN BARU
CIRI-CIRI PENALARAN
• PROSES BERPIKIR LOGIS,
SELARAS, SHG
MENGHASILKAN SIMPULAN
YG TEPAT DAN VALID
• PROSES KEGIATAN BERPIKIR
SECARA ANALISIS SHG
MENGHASILKAN SIMPULAN
YANG TEPAT DAN VALID
ASAS-ASAS LOGIKA
• PRINCIPIUM IDENTITATIS
• PRINCIPIUM
CONTRADICTIONIS
• PRINCIPIUM EXCLUSI TERTII
• PRINCIPIUM RATIONIS
SUFFICIENTIS
LOGIKA
DEDUKTIF
INDUKTIF
Silogisme
Pola
Induksi
Ilmiah
Premis
mayor
Premis
Minor
Kesimpulan
Simpulan
Kausalitas
SILOGISME: LOGIKA
DEDUKTIF
• Semua peneliti adalah orang jujur
(Premis Mayor)
• Semua peserta program S3 adalah
peneliti ( Premis Minor)
• Semua peserta program S3 adalah
orang jujur (Kesimpulan)
LOGIKA INDUKTIF
• Pola induksi Ilmiah
contoh:
Tiap bulan november selalu turun hujan
Namun tidak dapat dipastikan apakah
dalam bulan November tahun ini juga
akan turun hujan (hanya menggunakan
premis)
Tahap Induksi Ilmiah
1. Observasi dan eksperimen
2. Hipotesis Ilmiah
3. Verifikasi dan Pengukuran
INDUKSI
PERSESUAIAN
PERBEDAAN
Kausalitas
PERBEDAAN TDK
LANGSUNG
PERUBAHAN
SEIRING
SISA (RESIDU)
LOGIKA
Premis
Mayor
Benar
Premis
Minor
Benar
Kesimpulan
Absah
Ketepatan
Penarikan
Kesimpulan
KEDUDUKAN LOGIKA
Objek
Kebenaran
Rasio/Akal Budi
Logika
Mempertimbangkan
Menguraikan
Membandingkan
menghubungkan
PENGETAHUAN
BENAR
KETEPATAN
SALAH
KESESATAN
Tidak Logis
Berpikir logis
TINDAKAN MANUSIA
MATEMATIKA
Matematika Sebagai Bahasa
Pernyataan matematik
jelas,
Spesifik
Informatif
Tidak menimbulkan konotasi yang
emosional
Sifat kuantitatif dari matematika
Matematika = bahasa numerik, memungkinkan
pengukuran secara kuantitatif.
Daya prediktif dan kontrol dari Ilmu
Ilmu memberi jawaban yang lebih eksak
Matematika memungkinkan ilmu
berkembang dari kualitatif ke kuantitatif
Matematika Sarana Berpikir
Deduktif
Berpikir deduktif : proses pengambilan
kesimpulan
yang
didasarkan
pada
premis-premis yang kebenarannya telah
ditentukan
MATEMATIKA
• Bahasa numerik
• Pernyataan logika
Tahapan perkembangan :
1. Peradaban Mesir Kuno
Para pendeta mengkaitkan aspek
praktis matematika dengan aspek
mistik dari keagamaan seperti
usaha mengontrol alam
2. Peradaban Yunani Kuno
-Pekerjaan kasar (pengukuran) dilakukan
budak belian
-Sangat memperhatikan aspek estetis
dari Matematika
3. Peradaban Timur (Arab,India dan Cina)
-Perkembangan ilmu hitung dan ilmu
aljabar, transaksi pertukaran
4.
Jaman Renaissance
-Kalkulus diferensialkemajuan ilmu
yang cepat abad 17 & Revolusi
Industri abad 18
Matematika menyampaikan
informasi secara jelas,tepat dan
singkat
Contoh : Rumus matematika
Sebagai alat yang memungkinkan
kebenaran ilmiah lewat berbagai
disiplin keilmuan
PostulatSistem matematika
Beberapa aliran dalam Filsafat Matematika
• Immanuel Kant
Berpendapat MatematikaPengetahuan
yang bersifat sintetik apriori, eksistensinya
bergantung panca indera dan logistik, tidak
memperhatikan dunia empiris
• Jan Bouwer
Matematika adalah intuisionis
• David Hilbert
Kaum formalisbanyak masalah logika
yang sama sekali tidak ada hubungannya
dengan matematika
STATISTIKA
Kenapa ada statistika?
karena adanya keinginan untuk memperoleh sesuatu yang
terbaik diantara banyak pilihan
Bagaimana caranya?
Cara sederhana dan hasilnya akurat
Teori peluang
awalnya atas dasar kepercayaan seseorang akan terjadi
sesuatu kejadian
Teori galat,Teori distribusi
Statistika & Cara Berfikir Induktif
Ilmu?
pengetahuan yang telah teruji kebenarannya (ilmiah)
Pernyataan ilmiah?
bersifat faktual & kosekuensi baik
Diuji empiris (Pengumpulan data)
Hipotesis
penarikan kesimpulan (+)
sesuai fakta
penarikan kesimpulan(-)
Tidak sesuai fakta
Hipotesis
Penarikan kesimpulan
Induktif
• berdasar statistika
• premis benar &
prosedur sah
kesimpulan belum
tentu benar
Deduktif
• berdasar
matimatika
• premis benar &
prosedur sah
kesimpulan benar
Kesimpulan induktif
penarikan kesimpulan banyak masalah
statistika memberi solusi
uji kuantitatif
>>>> sampel
>> sampel
>>>> ketelitian
>> ketelitan
ketelitian dalam penarikan kesimpulan
mendorong melakukan kegiatan ilmiah secara
ekonomis
Tipe Statistika
• statistik teoritis
didasar pada teori statistika
(teori penarikan sampel,
penaksiran, distribusi)
• statistik terapan
didasar pada penerapan
penggunaan teori statistika
Hubungan statistika & matematika
• matematika lebih dahulu ada
dibanding statistika
• statistika secara hakiki sama
kedudukannya dengan
matematika
keseimbangan antara matematika
& statistika harus dijaga
TERIMA KASIH
Download