Penentuan Hiposenter Sumber Gempa Di

advertisement
Penentuan Mineral dan Logam sebagai Material Dasar
dalam Pengembangan Potensi Kalimantan Selatan
sebagai Daerah Penghasil Nanomaterial
Totok Wianto dan Ninis Hadi Haryanti
Abstrak: Telah dilakukan penelitian penentuan mineral dan logam sebagai
material dasar dalam pengembangan potensi Kalimantan Selatan sebagai
daerah penghasil Nanomaterial. Hasil dari pengamatan tersebut didapatkan
berbagai macam mineral yang potensial dikembangkan sebagai material nano.
Material tersebut adalah zirkonium, emas, kaolin, nikel, barit, asbes (Mg yang
besar), talk, chrom, pasir besi, bentonit, fireclay, magnesit, kuarsa/silika,
mangan, perak dan zeolit. Dari hasil pengukuran didapatkan mineral/logam yang
potensial dikembangkan sebagai material nano adalah pasir besi, kuarsa/silika,
kaolin yang mengandung clay dan zirkonium. Kandungan material tersebut
adalah zirkonium (puya) sebagai hasil tambahan dari tambang intan dengan
cadangan ± 21.350 ton, kaolin degan kadar kaolinit yang besar, chrom (sedang
dalam eksplorasi), pasir besi dengan potensi ± 300 juta ton dengan kadar Fe
sampai dengan 62,57%, kuarsa/silika dengan kadar SiO2 antara 94,4 % - 99%.
Kata Kunci: ball mill, nanomaterial, zirkonium, kaolin, pasir besi, Si.
PENDAHULUAN
dibuat dalam orde nanokristal, untuk
Penelitian untuk mendapat-
menghasilkan sifat unggul tergan-
kan bahan baru dengan unjuk kerja
tung dari pemrosesan, sifat dan
tinggi
orang,
komposisi. Produk-produk industri
khususnya di negara-negara indus-
diperkirakan tahun 2010 (NSTC,
tri. Salah satu program yang cukup
1993) akan menggunakan material
pesat perkembangannya dan hingga
hasil
sekarang
sedang
(Inoue, 2003).
penelitian,
baik
banyak
dilakukan
giat
dilakukan
penelitian
dasar
rekayasa
Nanoteknologi
Pengamatan
logam
logi. Perkembangan nanoteknologi
dilakukan
dewasa ini mulai mendominasi dunia
fragmen-fragmen
industri, walaupun teknologi mikro-
dari penambangan intan. Ukuran
elektronik (10-6 m) belum sepenuh-
fragmen-fragmen yang diamati ini
nya
berkisar
Nanoteknologi
ini
merupakan rekayasa material dalam
-9
orde nano (10
batuan
mineral,
maupun terapan adalah nanotekno-
dikuasai.
dan
jenis
dan
yang
telah
difokuskan
pada
yang
antara
dihasilkan
1,5–15
cm.
Tumpukan fragmen-fragmen ini tidak
m) (Kebamoto,
berada
2003). Hampir semua material dapat
jauh
dari
sungai
yang
melintas di daerah pengamatan,
Staf Pengajar Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Lambung Mangkurat
Email: [email protected]
185
186
Jurnal Fisika FLUX, Vol. 5 No. 2, Agustus 2008 (185 – 196)
yaitu paling jauh 100 m dan masih
merupakan
daerah
pelamparan
sedimentasi sungai.
Penelitian tentang penentuan
mineral dan logam sebagai material
dasar dalam pengembangan potensi
Secara geologi, sedimen yang
Kalimantan Selatan sebagai daerah
dijumpai adalah sedimen sungai
penghasil
Nanomaterial
hasil proses sedimentasi yang terjadi
mempunyai
tiga
pada formasi-formasi batuan yang
penting:
ada di sekitar sungai ini. Sedimen
a. Mendapatkan data awal potensi
yang
dijumpai
ini
menurut
N.
Sikumbang dan R Heryanto (1994)
dalam
Peta
Banjarmasin,
mineral
dan
pokok
yang
bahasan
logam
daerah
Cempaka,
Geologi
Lembar
b. Pemanfaatan mineral dan logam
Kalimantan
dengan
sebagai material dasar Nano
skala 1 : 250.000 adalah berumur
Holosen, Kuarter (10.000 tahun yang
teknologi,
c. Kajian
pengembangan
Nano
lalu – sekarang) dan merupakan
teknologi sesuai dengan potensi
deposit
lokal.
sedimen
alluvium
yang
berupa kerikil, pasir, lanau, lempung
METODE
dan lumpur.
Fragmen yang dijumpai pada
Metode penelitian ini adalah
daerah pengamatan adalah berasal
eksperimen
dari formasi-formasi yang menyusun
secara rinci dapat diuraikan:
Cekungan Barito. Berturut-turut dari
a. Mencari
formasi yang berumur muda ke yang
mineral
tua adalah sebagai berikut: Formasi
literatur
Alluvium, Formasi Dahor, Formasi
lapangan untuk material dasar
Warukin, Formasi Berai, Formasi
Nanoteknologi,
Tanjung,
Formasi
dan
studi
data
dan
pustaka
awal
potensi
logam
melalui
primer
dan
data
Keramaian,
b. Mengkaji potensi lokal mineral
Formasi Pudak, Formasi Paniungan,
dan logam untuk pengembangan
Formasi Batununggal, Formasi Pau,
Nanoteknologi,
Formasi Pitanak, Formasi termuda
berumur
Holosen
(10.000
c. Analisis dengan AAS (Atomic
tahun
Absorption Spectroscopy) untuk
yang lalu – sekarang) dan formasi
melihat kandungan mineral dan
tertua berumur Jura Tengah (159
logam serta Analisis data apakah
juta tahun yang lalu).
mineral
dan
logam
daerah
Wianto, T., dkk, Penentuan Mineral dan Logam..............
187
Cempaka dapat dimanfaatkan
unsur lainnya yang menyebabkan
sebagai material dasar Nano
warna pada zirkon bervariasi, seperti
teknologi.
putih
bening
hingga
kuning,
kehijauan, coklat kemerahan, kuning
HASIL DAN PEMBAHASAN
Mineral
yang
kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal
di
monoklin, prismatik, dipiramida, dan
dapat
ditetragonal, kilap lilin sampai logam,
diaplikasikan dengan ball mill untuk
belahan sempurna – tidak beraturan,
menghasilkan material Nano sehing-
kekerasan 6,5 – 7,5, berat jenis 4,6
ga
fungsional
– 5,8, indeks refraksi 1,92 – 2,19,
seperti Zirkon, Pasir Besi, Kaolin,
hilang pijar 0,1%, dan titik lebur
Cromit, Silika. Hasil dari tambang
2.5000 C (ensiklopedia.com, 2008).
Kalimantan
terdapat
Selatan
menjadi
yang
material
merupakan hasil raw (kotor) sehing-
Zirkon
merupakan
mineral
ga perlu pemurnian sebelum dilaku-
asesoris pada batuan granit yang
kan dengan ball mill. Untuk lebih
setelah mengalami pelapukan dan
memahami hasil kajian ini, akan kita
transportasi
lihat potensi dan deskripsi masing-
membentuk
masing mineral:
sama dengan pasir kuarsa. Endapan
Zirkon
zirkon umumnya berupa endapan
lalu
terakumulasi
hamparan
bersama-
Zirkon adalah batu mineral
sedimenter, terutama di lingkungan
dengan beberapa macam warna.
pengendapan aluvium dan rawa-
Dengan
rawa yang terlihat dari asosiasinya
rumus
(zirkonium
kimia
silikat),
ZrSiO4
mempunyai
dengan
material
organik
atau
kemampuan mendispersikan cahaya
karbon. Endapan zirkon di daerah ini
sehingga
diperkirakan
kelihatan
berkilauan.
terbentuk
dari
hasil
Mineral utama yang mengandung
pengendapan kembali hasil pelapuk-
unsur
an batuan yang berkomposisi asam,
zirkonium
zirkonium
silika
adalah
zirkon/
(ZrO2.SiO2)
dan
dalam hal ini granit. Sifat-sifat fisik
baddeleyit/zirkonium oksida (ZrO2).
dan keadaan zirkon antara lain
Kedua mineral ini dijumpai dalam
berwarna coklat, kuning, pink, atau
bentuk senyawa dengan hafnium
tidak
(ensiklopedia.com,
Pada
partikel yang halus hingga sedang,
umumnya zirkon mengandung unsur
serta memiliki berat jenis dan indeks
besi, kalsium sodium, mangan, dan
refraksi yang tinggi. Berat jenis yang
2008).
berwarna,
memiliki
ukuran
188
Jurnal Fisika FLUX, Vol. 5 No. 2, Agustus 2008 (185 – 196)
tinggi (memungkinkan zirkon dapat
Selanjutnya ke arah bawah dijumpai
dipisahkan
lain
lapisan batupasir yang berwarna
menggunakan prinsip gravitasi yaitu
kehitaman atau kecoklatan, ketebal-
berdasarkan
berat
an antara 25 hingga 50 cm, terdiri
metode
dari pasir kuarsa kompak, sisa
pemisahan berdasarkan perbedaan
tumbuhan, dan lempung. Di bagian
berat jenis ini antara lain yakni
bawahnya terdapat lapisan lempung
pendulangan.
yang
kaolinan setebal antara beberapa
diperoleh dari hasil pendulangan ini
cm hingga 1,5 meter, berwarna putih
biasanya masih bercampur dengan
hingga kekuningan yang tercampur
mineral-mineral berat lainnya seperti
dengan
sedikit
magnetit, ilmenit, emas dan rutil
diminati
dalam
(Zulfikar, 2008).
yakni sebagai bahan glasir opak
jenisnya.
dari
mineral
perbedaan
Salah
satu
Konsentrat
Secara umum daerah sebaran
endapan
zirkon
hamparan
pasir
merupakan
banyak
industri
keramik,
menghasilkan
keramik
bermutu tinggi baik putih maupun
yang
berwarna untuk peralatan rumah
kering
dan
tangga dan ubin lantai (Sikumbang,
kehitaman
bila
1994). Zirkon yang digunakan yakni
basah (jenuh air), ukuran pasir halus
berupa tepung zirkon. Prosentase
hingga
butir
pemakaian zirkon sebagai glasir
membundar, sortasi baik, tersusun
opak adalah 13% dari total bahan
secara dominan oleh mineral kuarsa
glasir yang digunakan. Bahan-bahan
serta sedikit mineral zirkon, besi,
glasir lainnya adalah pasir silika
titanium, felspar, dan lempung. Di
(28%), felspar (27%), kaolin (9%),
bagian paling atas biasanya ditutupi
witherit (5%), dan Zn-oksida (4%)
oleh lapisan tanah penutup (top soil)
(Zulfikar, 2008) .
berwarna
putih
kecoklatan
atau
lepas
untuk
Zirkon
bila
sedang,
bentuk
berwarna abu-abu kehitaman hingga
kecoklatan
dengan
Zirkonia yang saat ini memiliki
ketebalan
kadar di atas 90 persen, bahkan
bervariasi dari beberapa cm hingga
terindikasi memiliki fasa nanokristalit
50 cm, terdiri dari pasir kuarsa,
(Ismunandar, 2006). Saat ini peneliti
lempung, dan sisa tumbuhan. Di
sedang
bagian
penutup
kualitas atau kemurniannya menjadi
kuarsa
lebih tinggi lagi agar dapat mencapai
bawah
merupakan
tanah
lapisan
pasir
setebal antara 0,5 hingga 1 meter.
kualitas
berusaha
bahan
meningkatkan
elektronik
yang
189
Wianto, T., dkk, Penentuan Mineral dan Logam..............
bernilai jual lebih tinggi. juga bahan
zirkonium yang sangat bermanfaat
elektrolit sel bahan bakar, yang
dalam industri. Misalnya, sebagai
umumnya
adalah
zirkonia
yang
paduan zircalloy, terutama untuk
(didoping)
sedikit
itrium
pompa dan katup yang sangat mem-
oksida (Y2O3), ini sejalan dengan
butuhkan bahan tahan korosi. Kare-
kebijakan pemerintah yang mulai
na zirkonium tidak meng-absorbsi
bergeser ke sumber energi terbaru-
neutron, zirkonia dapat digunakan
kan dan ramah lingkungan. Zirkonia
sebagai pembungkus bahan bakar
lebih lanjut dapat direduksi menjadi
dan pelapis komponen reaktor nuklir.
didadah
Gambar 1. Industri barang-barang logam yang memanfaatkan zironium
Kebutuhan
pada
cukup besar. Berdasarkan fungsi
industri keramik ini mencapai 94%
dan kegunaan zirkon, sebenarnya
dari
pemakaian zirkon oleh industri di
total
Sisanya
zirkon
konsumsi
6%,
rata-rata.
digunakan
pada
dalam negeri jauh lebih besar lagi,
industri logam dasar (3,5%) dan
terutama pemakaian secara tidak
industri barang-barang logam (2,5%)
langsung. Beberapa bahan baku
(Supriatna,
yang
1997).
Zirkon
yang
diperkirakan
mengandung
digunakan pada industri logam dasar
unsur zirkonium dan digunakan oleh
dan industri barang-barang logam
industri di dalam negeri adalah
berfungsi sebagai bahan penahan
(Zulfikar, 2008): mineral utama yang
panas (refraktori) dan pasir cetak
mengandung
(foundri).
adalah
Jumlah konsumsi zirkon
pada industri hilir di dalam negeri
unsur
zirkonium
zirkon/zirkonium
(ZrO2.SiO2)
dan
silika
baddeleyit/
190
Jurnal Fisika FLUX, Vol. 5 No. 2, Agustus 2008 (185 – 196)
zirkonium
oksida
(ZrO2).
Kedua
yang
rendah,
dan
umumnya
mineral ini dijumpai dalam bentuk
berwarna putih atau agak keputihan.
senyawa dengan hafnium. Pada
Kaolin
umumnya zirkon mengandung unsur
hidrous
besi, kalsium sodium, mangan, dan
(2H2O.Al2O3.2SiO2), dengan disertai
unsur lainnya yang menyebabkan
mineral penyerta. Proses pemben-
warna pada zirkon bervariasi, seperti
tukan
putih
kuning,
terjadi melalui proses pelapukan dan
kehijauan, coklat kemerahan, kuning
proses hidrotermal alterasi pada
kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal
batuan beku felspartik. Endapan
monoklin, prismatik, dipiramida, dan
kaolin
ditetragonal, kilap lilin sampai logam,
endapan residual dan sedimentasi.
belahan sempurna – tidak beraturan,
Mineral yang termasuk dalam kelom-
kekerasan 6,5 – 7,5, berat jenis 4,6
pok kaolin adalah kaolinit, nakrit,
– 5,8, indeks refraksi 1,92 – 2,19,
dikrit, dan halloysit, yang mempunyai
hilang pijar 0,1%, dan titik lebur
kandungan
2.5000C. Zirkon terbentuk sebagai
umumnya membentuk endapan ter-
mineral asseccories pada batuan
sendiri.
yang
Na-feldspa
antara lain, yaitu: kekerasan 2 – 2,5,
(batuan beku asam dan batuan
berat jenis 2,6 – 2,63, plastis,
metamorf). Jenis cebakannya dapat
mempunyai daya hantar panas dan
berupa
listrik
bening
hingga
mengandung
endapan
endapan
primer
sekunder.
atau
Kegunaann
keramik.
Potensi
ini
komposisi
alumunium
kaolin
ada
(kaolinisasi)
dua
air
dapat
macam,
yaitu:
lebih besar
Sifat-sifat
yang
silikat
mineral
rendah,
dan
kaolin
serta
pH
bervariasi.
zirkon adalah untuk bahan baku
elektronik,
mempunyai
Kaolin adalah salah satu jeni
mineral industri yang terbentuk dari
mengikuti penyebaran kasiterit, yang
hasil
dikenal
belt.
merupakan pelapukan dari batuan
Cadangan yang ada ± 21.350 ton
yang kaya akan silikat aluminium
sehingga
Terdapat 5 endapan kaolin yang
dengan
nama
potensial
tin
dalam
proses
dekomposisi
dan
pemanfaatannya.
cukup besar dan berpotensi tinggi.
Kaolin
Endapan
Kaolin
merupakan
masa
berada
disuatu
area
dengan luas 125 ha dan mempunyai
batuan yang tersusun dari material
karakteristik
lempung dengan kandungan besi
berikut:
endapan
sebagai
Wianto, T., dkk, Penentuan Mineral dan Logam..............
191
- Warna putih keabu-abuan,
karena terdapat usur-unsur lain yang
- Butiran lempung Halus,
mempengaruhinya,
- Ketebalan rata-rata 6,76 meter,
berdasarkan nisbah Cr : Fe, kromit
- Ketebalan overbude 1,06 meter.
dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Endapan
kualitas
ini
yang
mempunyai
baik
itu
kromit kaya krom, kaya aluminium,
dan
dan kaya besi. Kromit dapat terjadi
terhadap
sebagai endapan primer, yaitu: tipe
panas (seger cone 35/1780º) dan
cebakan stratiform dan podiform,
kandungan TiO = 1,03 – 2,04 %
atau sebagai endapan sekunder
yang
industri
berupa pasir hitam dan tanah laterit.
keramik. Kebutuhan lain untuk kaolin
Potensi kromit di Indonesia cukup
dengan kualitas baik adalah untuk
besar, hal ini dikarenakan kromit
industri
kosmetika.
terbentuk pada batuan induknya
Kualitas kaolin yang ada adalah
yaitu ofiolit, sedangkan penyebaran
sebagai berikut:
ofiolit di Indonesia diperkirakan lebih
mempunyai
cukup
karena
ketahanan
2
potensial
untuk
farmasi
dan
dari 80 ribu ton. Penyebaran kromit
- SiO 41,70 – 69,97 %
2
yang terdapat di Kalimantan Selatan
- Al O 4,94 – 36,23 %
2
± 5 ribu ton (tahap eksplorasi di
3
- Fe O 0,32 – 3,16 %
Kabupaten Banjar).
- TiO 0,01 – 2,64 %
Pasir Besi
2
3
2
Secara umum pasir besi terdiri
- MgO 0,08 – 1,45 %
dari mineral opak yang bercampur
Kromit
dengan butiran-butiran dari mineral
Kromit
satunya
merupakan
mineral
yang
satu-
non logam seperti, kuarsa, kalsit,
menjadi
feldspar, ampibol, piroksen, biotit,
sumber logam kromium. Mineral ini
dan
mempunyai
terdiri
komposisi
kimia
tourmalin.
dari
mineral
magnetit,
tersebut
titaniferous
FeCr2O3. Kromit mempunyai sifat
magnetit,
ilmenit,
antara lain berwarna hitam, bentuk
hematit,
Titaniferous
kristal massif hingga granular, sistim
adalah bagian yang cukup penting
kristal oktahedral, goresan berwarna
merupakan ubahan dari magnetit
coklat, kekerasan 5,5 (skala Mohs),
dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi
dan berat jenis 4,5 – 4,8. Komposisi
terutama
kimia
basaltik
kromit
sangat
bervariasi
berasal
dan
limonit,
dari
andesitik
dan
magnetit
batuan
volkanik.
192
Jurnal Fisika FLUX, Vol. 5 No. 2, Agustus 2008 (185 – 196)
Kegunaannya pasir besi ini selain
baku utama maupun sebagai bahan
untuk industri logam besi juga telah
ikutan.
banyak dimanfaatkan pada industri
semen.
Pasir
Besi
Sebagai bahan baku utama,
Kalimantan
misalnya digunakan dalam industri
Selatan dengan potensi ± 300 juta
gelas kaca, semen, tegel, mosaik
ton dengan kadar Fe sampai dengan
keramik, bahan baku fero silikon,
62,57%
silikon
Pasir Kuarsa/Silika
(ampelas
carbide
bahan
dan
sand
abrasit
blasting).
Pasir kuarsa adalah bahan
Sedangkan sebagai bahan ikutan,
galian yang terdiri atas kristal-kristal
misal dalam industri cor, industri
silika
perminyakan
(SiO2)
dan
mengandung
dan
pertambangan,
senyawa pengotor yang terbawa
bata tahan api (refraktori), dan lain
selama proses pengendapan. Pasir
sebagainya. Pasir Kuarsa merupa-
kuarsa juga dikenal dengan nama
kan
pasir putih merupakan hasil pelapuk-
ukuran butir pasir dan mempunyai
an
mengandung
komposisi dominan kristal kuarsa.
mineral utama, seperti kuarsa dan
Endapan utama pasir kuarsa di
feldspar. Hasil pelapukan kemudian
berada diareal seluas 544 hektar
tercuci dan terbawa oleh air atau
dengan
angin yang terendapkan di tepi-tepi
sebagai berikut:
batuan
sungai,
kuarsa
yang
danau
atau
mempunyai
laut.
Pasir
komposisi
endapan
sedimen
karakteristik
dengan
endapan
- Warna putih, coklat kekuningan,
- Ukuran butiran halus – kasar,
gabungan dari SiO2, Fe2O3, Al2O3,
- Ketebalan rata-rata 1,11 meter,
TiO2, CaO, MgO, dan K2O, berwarna
- Ketebalan overbuden 0,46 meter.
putih
bening
atau
warna
lain
bergantung pada senyawa pengotor-
Kualitas pasir kuarsa yang
ada adalah sebagai berikut:
nya, kekerasan 7 (skala Mohs),
- SiO 95,16 – 99,8 %
berat jenis 2,65, titik lebur 17150C,
- Al O 0,68 – 1,22 %
bentuk
kristal
hexagonal,
sfesifik
0,185,
dan
panas
konduktivitas
2
2
3
- Fe O 0,04 – 1,07 %
2
3
panas 12 – 1000C. Dalam kegiatan
- TiO 0,10 – 0,28 %
industri, penggunaan pasir kuarsa
- MgO : 0,001 – 0,16 %
sudah berkembang meluas, baik
Kebutuhan
secara
langsung
sebagai
bahan
2
pasar
dalam
negeri untuk pasir kuarsa saat ini
Wianto, T., dkk, Penentuan Mineral dan Logam..............
193
meningkat terutama untuk bahan
Perbedaan dalam serat asbes selain
industri gelas. Pasir kuarsa sebagai
karena panjang seratnya berlainan,
bahan mentah dan industri gelas
juga karena sifatnya yang berbeda.
merupakan
Satu
satu
memperluas
peluang
ekspor
jenis
serat
asbes
pada
daerah.
umumnya dapat dimanfaatkan untuk
Mineral dan logam di atas memiliki
beberapa penggunaan yaitu dari
potensi
serat
sebagai
di
untuk
material
nano
yang
berukuran
panjang
dengan berbagai karakteristik dan
hingga yang halus. Pembagian atas
fungsinalisasi yang berbeda.
dasar dapat atau tidaknya serat
Serpentinit/Asbes
asbes dipintal ialah:
Asbes adalah istilah pasar
untuk
bermacam-macam
mineral
yang dapat dipisah-pisahkan hingga
menjadi
serabut
yang
fleksibel.
1.
Serat
asbes
yang
dipintal,
digunakan untuk:
- Kopling, tirai dan layar, gasket,
sarung
tangan,
kantong-
Berdasarkan komposisi mineralnya,
kantong asbes, pelapis ketel
asbes dapat digolongkan menjadi
uap, pelapis dinding, pakaian
dua bagian. Golongan serpentin;
pemadam kebakaran, pelapis
yaitu
rem, ban mobil, bahan tekstil
mineral
krisotil
yang
merupakan hidroksida magnesium
asbes, dan lain-lain.
silikat dengan komposisi Mg6(OH)6
- Alat pemadam api, benang
(Si4O11)H2O, Golongan amfibol; yaitu
asbes, pita, tali, alat penyam-
mineral krosidolit, antofilit, amosit,
bung pipa uap, alat listrik, alat
aktinolit
kimia, gasket keperluan labora-
dan
tremolit.
Walaupun
sudah jelas mineral asbes terdiri dari
torium, dan pelilit kawat listrik.
silikat-silikat kompleks, tetapi dalam
2) Serabut yang tidak dapat dipintal
menulis komposisi mineral asbes
terdiri atas:
Semula
- Semen asbes untuk pelapis
dianggap bahwa silikatnya terdiri
tanur dan ketel serta pipanya,
dari molekul Si11O12. Akan tetapi
dinding, lantai, alat-alat kimia
berdasarkan
dan listrik,
terdapat
perbedaan.
hasil
penyelidikan
sinar-X, sebenarnya silikat-silikat itu
- Asbes untuk atap;
terdiri dari molekul-molekul Si4O11.
- Kertas asbes untuk lantai dan
Yang
banyak
digunakan
dalam
industri adalah asbes jenis krisotil.
atap, penutup pipa isolatorisolator panas dan listrik,
194
Jurnal Fisika FLUX, Vol. 5 No. 2, Agustus 2008 (185 – 196)
- Dinding-dinding asbes untuk
pembawa emas juga berasosiasi
rumah dan pabrik, macam-
dengan endapan sulfida yang telah
macam isolasi, gasket, ketel,
teroksidasi. Mineral pembawa emas
dan tanur;
terdiri dari emas nativ, elektrum,
- Macam-macam bahan cambur-
emas telurida, sejumlah paduan dan
an lain yang menggunakan
senyawa emas dengan unsur-unsur
asbes
dan
belerang, antimon, dan selenium.
sebagai
Elektrum sebenarnya jenis lain dari
sangat
kebanyakan
halus
asbes
bubur.
emas nativ, hanya kandungan perak
Asbes amfibol yang biasa
digunakan
tekstil
sebagai
adalah
bahan
proses
magmatisme
atau
pengkonsentrasian di permukaan.
berhubungan
Beberapa endapan terbentuk karena
dengan daya pintalnya yang sesuai
proses metasomatisme kontak dan
dengan kebutuhan industri tekstil.
larutan
Krisotil dan antagonit termasuk ke
pengkonsentrasian secara mekanis
dalam golongan asbes serpentin.
menghasilkan
Krisotil juga merupakan jenis asbes
(placer). Genesa emas dikatagorikan
yang sangat penting dalam industri
menjadi dua yaitu endapan primer
pertekstilan.
dan endapan plaser Emas banyak
Emas
digunakan
Hal
Emas
ini
jenis
dari
varitas
krosidolit.
dari
serat
di dalamnya >20%. Emas terbentuk
merupakan
logam
yang bersifat lunak dan mudah
ditempa,
kekerasannya
hidrotermal,
sedangkan
endapan
sebagai
letakan
barang
per-
hiasan, cadangan devisa, dll.
Zeolit
berkisar
Zeolit
alam
merupakan
antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta
senyawa alumino silikat terhidrasi,
berat jenisnya tergantung pada jenis
dengan unsur utama yang terdiri dari
dan kandungan logam lain yang
kation
berpadu
dengannya.
Senyawa ini berstruktur tiga dimensi
pembawa
emas
asosiasi
dengan
Mineral
biasanya
mineral
alkali
dan
alkali
tanah.
ber-
dan mempunyai pori yang dapat diisi
ikutan
oleh molekul air. Mineral zeolit yang
(gangue minerals). Mineral ikutan
paling
tersebut umumnya kuarsa, karbonat,
klinoptirotit, yang mempunyai rumus
turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil
kimia (Na3K3)(Al6Si30O72).24H2O. Ion
mineral
Na+ dan K+ merupakan kation yang
non
logam.
Mineral
umum
dijumpai
adalah
Wianto, T., dkk, Penentuan Mineral dan Logam..............
dapat
dipertukarkan,
sedangkan
atom Al dan Si merupakan struktur
kation
195
fireclay, magnesit, kuarsa/silika,
mangan, perak dan zeolit.
dan
oksigen
yang
akan
2. Pemanfaatan mineral dan logam
membentuk
struktur
tetrahedron
sebagai material dasar Nano
pada
yang
zeolit.
Molekul-molekul
terdapat
dalam
air
zeolit
teknologi
dapat
dilakukan
melihat potensi yang ada.
merupakan molekul yang mudah
3. Kalimantan
lepas. Zeolit alam terbentuk dari
potensi
reaksi antara batuan tufa asam
daerah pemasok Nanomaterial
berbutir halus dan bersifat riolitik
4. Material
Selatan
yang
besar
potensialnya
memiliki
sebagai
adalah
dengan air pori atau air meteoric
zirkonium (puya) sebagai hasil
Penggunaan zeolit adalah untuk
tambahan dari tambang intan
bahan
treatment,
dengan cadangan ± 21.350 ton,
pembersih limbah cair dan rumah
kaolin degan kadar kaolinit yang
tangga, untuk industri pertanian,
besar, chrom (sedang dalam
peternakan,
industri
eksplorasi), pasir besi dengan
kosmetik, industri farmasi, dan lain-
potensi ± 300 juta ton dengan
lain.
kadar
baku
water
perikanan,
Mineral
dan
logam
diatas
Fe
sampai
memiliki potensi sebagai material
62,57%,
nano dengan berbagai karakteristik.
kadar SiO2 antara 94,4 % - 99%.
KESIMPULAN
pengembangan
potensi
Kalimantan Selatan sebagai daerah
penghasil
Nanomaterial
dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Telah
potensi
daerah
dengan
DAFTAR PUSTAKA
Sintesis berbasis ball mill
dalam
kuarsa/silika
dengan
didapatkan
mineral
data
dan
Cempaka
awal
logam
seperti
zirkonium, emas, kaolin, nikel,
barit, asbes (Mg yang besar),
talk, chrom, pasir besi, bentonit,
Kebamoto, 2003, Era Dunia Baru
Era Nanoteknologi, Kompas
Rabu 9 Juli 2003.
Omar, M.A., 1975, Elementery Solid
State Physics, Adison Wesley
Publishing
Company
Inc.,
Philipines.
Sikumbang, N, 1994, Geologi
Lembar Banjarmasin, P3G,
Bandung.
Sikumbang, N. & Heryanto, R.,
1994, Geological Map of
Banjarmasin
Quadrangle,
Scale 1: 250.000, Geological
Research and Development
Centre, Indonesia.
196
Jurnal Fisika FLUX, Vol. 5 No. 2, Agustus 2008 (185 – 196)
Sukandarrumidi, 2004, Bahan Galian
Industri,
Gadjah
Mada
University Press, Yogyakarta
www.ensiklopedia.com.
2008.
diakses tanggal 25 Agustus
2008.
Zulfikar dan Wastoni, H., 2008,
Endapan Zirkon di Daerah
Pangkalan Batu, Kecamatan
Kendawangan, Pusat Sumber
Daya Geologi, Jakarta.
NSTC,
1993,
Nanocristaline
Materials, Progress Materials.
Inoue,
2003,
Amorphous
Nanocristaline Alloy, Progress
Material Science.
Supriatna, 1997, Bahan Galian
Industri, Puslitbang Teknologi
Mineral.
Download