BAB II

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
SketsaTentang Sumbawa
Suku Sumbawa mendiami daerah yang berada di bagian barat pulau
Sumbawa,
wilayahnya
terdiri
atas
perbukitan
dan
pegunungan
yang
membentang mulai dari Empang hingga Taliwang dan Sekongkang. Puncaknya
yang tertinggi berada diatas gunung berapi Batu Lanteh, sedangkan yang
terendah dari keenam gugusan gunung lainnya adalah Batu Putih. Sumbawa
memiliki sungai terbesar yaitu Brang Beh yang berguna untuk mengairi lahan
pertanian dan prekebunan. Semenjak dahulu di beberapa daerah pantai utara
pulau ini telah banyak disinggahi kapal-kapal asing yang sengaja datang
membongkar muat barang-barang perdagangan maupun keperluan lainnya
sehingga mendorong terjadinya percampuran darah antara sesama pendatang
maupun dengan penduduk yang telah terlebih dahulu mendiami daratan pulau
ini.
Pada masa prahistori, daratan ini pernah disinggahi manusia purba yang
meninggalkan berbagai benda bernilai sejarah sebagai peralatan hidup dengan
pola kehidupan yang sangat sederhana. Penemuan barang berupa nakara
maupun benda-benda yang terbuat dari batu seperti sarkofagus, menhir, dan
kubur
peti
batu
sebagai
sarana
peribadatan
pada
zamannya
telah
mengindikasikan bahwa masyarakat Sumbawa purba pernah menjalin hubungan
baik dengan bangsa Cina dan Vietnam serta mengembangkan kepercayaan
animesme dan dinamisme pada masa-masa peradaban sesudahnya.
5
6
Ketika Majapahit menapaki cahaya keemasannya, kerajaan-kerajaan
Hindu pernah pula berdiri dan bertebaran di Sumbawa ini di bawah payung
kebesarannya
serta
mewariskan
pengaruh pada
struktur
pemerintahan,
pengenalan irigasi dalam sistem pertanian, dan beberapa adat-istiadat
masyarakat yang masih dipertahankan. Kekuasaan Hindu di Sumbawa berakhir
seiring dengan memudarnya kecerlangan Majapahit yang disusul dengan
terbitnya fajar kebudayaan Islam yang memasuki wilayah ini dan bertahan hingga
sekarang.
Pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam pada masyarakat Sumbawa yang
mewarisi kepercayaan animisme dan dinamisme dari para leluhurnya tercermin
dalam wujud akulturasi budaya Sumbawa yang begitu kompleks, terutama paska
bencana alam gunung berapi Tambora yang menewaskan sebagian besar
penduduknya hingga daerah ini dibanjiri oleh para pendatang baru yang berasal
dari pulau-pulau sekitarnya pada awal abad 19 M dengan membawa kebudayaan
leluhur mereka yang beraneka warna. Bahasa Sumbawa sebagai media
komunikasi selanjutnya berkembang dalam dialek regional sebagai reaksi atas
terjadinya interaksi sosial antara para pendatang baru dengan pendatang
sebelumnya yang telah terlebih dahulu menetap di kawasan ini dalam upaya
mengembangkan kebudayaan baru yang sesuai dengan keperluan dan
tantangan yang membentang di hadapannya. Melalui kreativitas yang dimilikinya,
etnik-etnik pendaatang ini mampu menciptakan berbagai karya seni, baik seni
rupa, tari, musik dan sastra sebagai bagian dari unsur kebudayaan Sumbawa
yang masih menunjukan adanya kepekatan ciri dari kebudayaan asli para
leluhurnya walaupun telah turun temurun mendiami wilayah ini dan membaur
antara etnik satu dengan etnik pendatang lainnya. Sumbawa adalah replika dari
7
kemajemukan dan kompleksitas kebudayaan masyarakat di Nusantara yang
telah menyatu dalam identitas barunya yaitu suku Sumbawa.
2.1.1
Pengertian Suku Sumbawa
Jika setiap suku bangsa dicirikan oleh bahasa etnik yang mereka pakai,
maka para ahli linguistik mencatat lebih dari lima ratus bahasa etnik di Indonesia
( Grimes, 1984 ), sementara itu penekanan ciri suku bangsa yang tidak hanya
menitikberatkan pada pada bahasa etnik, dapat menyajikan jumlah suku bangsa
yang lebih banyak lagi, karena kadang-kadang dua atau lebih suku yang berbeda
bisa saja menggunakan bahasa yang sama. Bahasa Sunda, tidak hanya dipakai
oleh orang Sunda Priangan tetapi juga digunakan oleh orang Badui, Banten,
Cirebon, Naga dan sebagainya, sedangkan bahasa Bima selain dipakai oleh
orang Bima sendiri juga digunakan dalam komunikasi oleh orang Dompu dan
Donggo. Demikian halnya dengan bahasa Sumbawa (basa Samawa) yang
dipakai oleh etnik Bugis, Makasar, Bajau, Salayar, Mandar, Sunda, Jawa,
Madura, Bali, Sasak, Mbojo (Bima), Banjar (Kalimantan), Melayu dan lain-lain
yang telah membaur dan mendiami wilayah-wilayah tertentu di Sumbawa. Bila
pengertian suku dikaitkan dengan bahasa yang dipakai dan interaksi kelompok
sosial dalam sistem sosial yang lebih besar, yaitu negara Kesatuan Republik
Indonesia, maka pengertian suku Sumbawa adalah kelompok dari etnik-etnik
(pendatang) yang telah membaur dengan kelompok etnik (pendatang) yang lebih
dahulu mendiami sebagian Pulau Sumbawa sehingga melahirkan suatu
kesadaran akan identitas budaya sendiri yang dicirikan dengan bahasa
Sumbawa (basa Samawa) sebagai bahasa persatuan antaretnik yang mendiami
sebagian pulau tersebut dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
8
Sedangkan pengertian etnik bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem
sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena
faktor latar belakang kesamaan keturunan, adat, agama, bahasa, dan
sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia : 1997) Adapun Manca (1984)
berpendapat bahwa awal mula terbentuknya suku Sumbawa karena nenek
moyang mereka yang terdiri atas berbagai jenis suku di Nusantara ini
berdatangan ke Sumbawa dengan mengadakan hubungan perkawinan dengan
penduduk yang lebih dahulu datang mendiami daerah ini. Walaupun mereka
tidak bersama saat kedatangannya, tetapi karena telah berabad-abad lamanya
hidup dalam lingkungan kekerabatan dan kekeluargaan, maka dari keturunan
mereka inilah akhirnya merupakan suatu rumpun yang menamakan dirinya tau
Samawa. Agus Talino dan Manggaukang Raba (1996) menulis pula bahwa
dalam tambo Samawa dan berpuluh-puluh hikayat yang ada, diketahui bahwa
nenek moyang tau Samawa berasal dari berbagai suku yang berdatangan ke
Sumbawa dari berbagai bagian Nusantara ini.
2.1.2
Pernik-pernik Kebudayaan Samawa
Pengertian kata Samawa dapat dilihat dari dua sudut pandang; sosiologi
dan filosofis. Dari sisi sosiologis, beberapa budayawan dan tokoh masyarakat
Sumbawa melalui interviu, antara lain: Aries Zulkarnaen menafsirkan bahwa
samawa berasal dari kata sammava yang berarti pertemuan antara barat dan
timur, utara dan selatan yang merujuk pada konsepsi bahwa suku Sumbawa
berasal dari segala penjuru tanah air. Dinullah Rayes dan Lalu Muhadli memiliki
pendapat yang sama bahwa makna kata samawa adalah memberikan sesuatu,
artinya bahwa bila seseorang berkunjung atau bertamu di rumah orang
9
Sumbawa dengan membawa buah tangan, maka orang Sumbawa akan
memberikan sesuatu dalam bentuk lain yang nilai ataupun jumlahnya lebih
banyak ketika tamu tersebut berpamitan pulang. Adapun secara filosofis Dinullah
Rayes berpendapat bahwa samawa bermakna sesuatu yang tinggi dalam
konteks orang Sumbawa sangat menjaga harga dirinya setinggi langit,
sedangkan Jafar Yusuf menjelaskan bahwa samawa berasal dari kata samawatii
wal ard, berarti langit dan bumi yang kemudian kata itu dipendekkan menjadi
samawa langit yang bermakna bahwa tau samawa adalah pemeluk agama langit
atau muslim. Sumbawa yang dalam masyarakat setempat disebut samawa ini
sering didefinisikan oleh masyarakat pendukungnya sebagai “sama-sama
bawah” dan kadang-kadang juga dimaknai oleh sebagian kelompok lainnya
sebagai “sama-sama bawah”. Pengertian tentang makna samawa yang berarti
“sama-sama bawa” ini merujuk pada pengaruh etnik-etnik pendatang yang masih
tetap mempertahankan kebudayaan asli leluhurnya, meskipun mereka telah
menjadi bagian integral dari suku Sumbawa ini, sedangkan makna lain dari
samawa adalah “sama-sama bawah”, yang dalam aplikasinya oleh komunitas
yang mendukung pemahaman ini cenderung dijabarkan sebagai keengganan
atau sikap kurang apresiatif sekelompok masyarakat pada rekan atau saudara
yang memiliki prestasi membagakan. Sikap demikian barangkali pada awalnya
dilatarbelakangi
oleh
adanya
intrik-intrik
persaingan
antaretnik
untuk
menjatuhkan kelompok etnik lainnya dengan cara menonjolkan pribadi atau
kelompoknya dalam interaksi sosial, maupun pada upaya-upaya dalam
memperoleh pengaruh lingkungan kekuasan yang memang sangat pekat dengan
pertimbangan unsur kekerabatan. Setelah batas-batas antaretnik tak lagi
transparan kelihatan, dan pemerolehan pengaruh serta posisi tertentu dalam
10
lingkungan sosial atas dasar pertimbangan intensitas peran dan kualifikasi
pribadi, maka sikap demikian tersebut menjelma menjadi egosenteris yang sering
tercermin dalam ungkapan apanya (dia itu apa) yang berkonotasi negatif. Sikap
kurang apresiatif ini lambat-laun membekas dalam benak sebagian dari
masyarakat Sumbawa sehingga melahirkan sikap budaya mudah puas dengan
prestasi kerja yang dicapainya, hal ini disadari atau tidak namun sering kali
terlontar dalam kata-kata jangka mo (cukup sudah) yang jauh dari etos hasil yang
ideal. Penerapan kata jangka mo yang berkonotasi positif, misalnya terlihat dari
sikap rendah hati dan tidak mau menonjolkan diri, merasa orang lain lebih pantas
untuk mengemban tugas dan tanggung jawab daripada dirinya. Sikap jangka mo
juga sering diperlihatkan kepada orang yang dianggapnya lebih tua atau
dihadapan tamu yang dihormatinya; orang Sumbawa sangat menghormati tamutamunya. Di sisi lain, masyarakat Sumbawa berpandangan bahwa tujuan hidup
yang seutuhnya adalah memperoleh kebahagiaan di dunia dan diakhirat yang
dalam terminologi ini digambarkan dalam pandangan hidup krik salamat yang
berarti kebahagiaan sejati yang bersumber dari limpahan anugerah keselamatan
dari Allah pencipta alam semesta. Masyarakat Sumbawa sangat memahami
bahwa kebahagiaan dalam kehidupan ini tidaklah datang dengan sendirinya,
melainkan perlu perjuangan, upaya dan syarat-syarat guna meraihnya
pandangan hidup seperti ini tercermin dalam ungkapan nonda ala tala raboko
(tidak ada Allah yang memikul atau sekonyong-konyong memberi rezeki tanpa
orang berusaha), nonda tau bau telas mesak (tidak seorangpun dapat hidup
seorang diri), Ala tala meling kita (Allah memberikan sesuatu sangat bergantung
pada kemampuan usaha kita) hal ini mengindikasikan bahwa untuk meraih suatu
kemuliaan memerlukan berbagai kesanggupan untuk memenuhi kewajiban
11
seperti boat katelas bale para (bekerja untuk mencapai kebahagiaan rumah
tangga), boat desa darat (bekerja untuk kepentingan masyarakat), dan boat aji ke
Nene (beribadah kepada Allah sang pencipta). Dengan kewajiban-kewajiban
yang dilakukannya ini maka akan tumbuh lingkungan yang kondusif bagi tatanan
hidup yang kokoh, harmonis dan sejahtera yang terformulasikan ke dalam
dimensi nyaman, nyawe, riam remo, dan senap semu yang berarti kcukupan
materi, guyub rukun dengan sesama warga dalam suatu komunitas, dan
kesejukan ilahi yang memancar dari kehidupan spritual. Sebagai barometer akan
keberhasilan
yang
telah
diraih
dalam
hidupnya,
orang
Sumbawa
merumuskannya dalam falsafah hidup yang sederhana dengan istilah to atau no
to ke boat yang berarti tidak tahu, terampil, cerdik, sadar akan kewajibankewajiban dalam hidupnya atau tidak. Apabila no to ke boat atau tidak tahu,
tidak terampil, tidak cerdik, dan tidak sadar akan kewajiban-kewajibannya maka
dianggaplah gagal dalam menjalankan kewajiban hidup, dengan demikian gagal
pula menggapai krik-salamat yang menjadi harapan orang Sumbawa.
2.1.3
Pariwisata
Kabupaten ini memiliki sejumlah pesona wisata baik alam maupun wisata
budaya antara lain :
1. Wisata alam :
a. Ai Beling
b. Pantai Kencana
c. Pantai Maluk
d. Pantai Sekongkang
e. Pantai Poto Batu
12
f.
Pantai Saliper Ate
g. Pulo Moyo
h. Gua Liang Petang
i.
Semongkat
2. Wisata Budaya :
a. Main jaran
b. Barapan kebo
c. Barempuk
d. Barapan Ayam
e. Sekeco
f.
Tarian Gandrung
g. Pulau Bungin
h. Dusun Talwa
i.
Desa Tepal
j.
Bala Kuning
k. Wisma Praja
l.
Dalam Loka
2.2. Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari dua hal yaitu sistem dan informasi. Sistem
adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.1 Sedangkan informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk
1
Jogiyanto HM, 1994, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset
Yogyakarta, hal. 2.
13
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.2 Informasi adalah
merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan. Dari uraian
sistem dan informasi diatas maka sistem informasi dapat didefinisikan sebagai
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.3
2.2.1. Diagram Alir Sistem
Diagram alir sistem merupakan diagram yang menunjukkan arus
pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Beberapa simbol yang digunakan
dalam bagan alir sistem adalah sebagai berikut:
1. Simbol kartu plong (Punched card), menunjukkan input data yang
digunakan dalam sistem.
2. Simbol Proses menunjukkan kegiatan proses dari sistem operasi program
komputer.
3. Simbol penyimpanan data menunjukkan input-output menggunakan
media penyimpanan data.
2
3
Ibid., hal. 4.
Ibid., hal. 11.
14
4. Simbol dokumen menunjukkan dokumen output baik proses manual,
mekanik atau komputer.
5. Simbol anak panah menunjukkan arah dari aliran proses atau aliran data
dalam sistem.
2.2.2. Diagram Alir Data (DAD)
Diagram Alir Data (DAD) merupakan alat yang biasa dipakai untuk
mendokumentasikan proses dalam sistem. DAD menekankan pada fungsi-fungsi
di dalam sistem, cara menggunakan informasi yang tersimpan dan pemindahan
informasi antar fungsi di dalam sistem. DAD mempunyai beberapa kelebihan,
yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah
menjadi level lebih rendah, dapat menunjukkan arus data di sistem, dapat
menggambarkan proses proses paralel di sistem, dapat menunjukkan simpanan
data, dan dapat menunjukkan kesatuan luar.
Selain mempunyai beberapa kelebihan DAD juga mempunyai beberapa
keterbatasan yaitu DAD tidak dapat menunjukkan proses perulangan (loop), DAD
tidak menunjukkan proses keputusan (decision), dan DAD tidak menunjukkan
proses perhitungan.
Simbol-simbol yang digunakan dalam DAD adalah :
1. Kesatuan
luar
(external
entity),
menggambarkan asal atau tujuan data.
simbol
ini
digunakan
untuk
15
2. Proses (process), simbol ini digunakan untuk proses pengolahan atau
transformasi data.
Identitas
proses,
angka
menunjukan nomor acuan proses
yang
Nama aktivitas (proses)
3. Penyimpanan
data
(data
store),
simbol
ini
digunakan
untuk
menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau diarsipkan.
Nama File simpan data
4. Arus data (data flow), arus data ini mengalir di antara proses (process),
simpanan data (data store)dan kesatuan luar (external entity).
2.3. Basis Data
Basis data dapat diartikan sebagai kumpulan tabel-tabel yang mempunyai
kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan
data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu.4
Adapun keuntungan basis data terhadap sistem pemrosesan berkas adalah
sebagai berikut :
1. Kemubaziran data terkurangi
2. Integritas data
3. Independensi data
4. Konsistensi data
4
Harianto Kristanto Ir, 1994, Konsep dan Perancangan Database, Andi Offset
Yogyakarta, hal 3.
16
5. Berbagi data
6. Sekuritas data
7. Penggunaan data lebih mudah
Pengelolaan basis data dapat dilakukan secara manual atau dengan
komputer. Basis data berbasis komputer dapat dikelola baik oleh sistem
manajemen basis data atau database manajement system (DBMS). Sistem
manajemen basis data adalah kumpulan program yang digunakan untuk
membuat dan mengelola basis data. Basis data tidak hanya berisi basis data itu
sendiri tetapi juga termasuk definisi dari data yang disimpan. Data adalah fakta
mengenai obyek, orang, dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka,
deretan karakter, atau simbol). 5
2.4
Sekilas Tentang Internet
Internet adalah suatu media informasi komputer global yang dapat
dikatakan sebagai teknologi tercanggih abad ini. Secara etimologis internet
berasal dari bahasa inggris, yakni inter berarti antara dan net berarti jaringan
sehingga dapat diartikan hubungan antara jaringan.6 Internet merupakan suatu
media informasi yang berjalan dalam suatu komputer. Tidak semua komputer
bisa berhubungan karena suatu komputer dapat dikatakan sebagai internet jika
sudah terhubung dengan jaringan. Dalam jaringan komputer dapat digunakan
banyak macam protokol. Tetapi agar dua buah komputer dapat berkomunikasi,
keduanya perlu menggunakan potokol yang sama.
5
Abdul Kadir, 1999, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Andi Offset
Yogyakarta, hal 7.
6
Bunafit Nugroho, 2004, PHP dan MySQL dengan Editor dreamweaver MX, Andi
Offset, hal 1.
17
TCP/IP
(Transmition
Control
Protocol/Internet
Protocol)
adalah
sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet.
Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol
lain. Karena menggunakan bahasa yang sama, yaitu protokol TCP/IP maka
perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Jadi jika
sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke
internet maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di
belahan dunia manapun yang juga terhubung ke internet.
2.4.1
Hyper Teks Markup Language
World Wide Web sendiri tidak terlepas dari HTML (HyperText Markup
Language) yang merupakan dasar pembangunan sebuah situs web. Arti HTML
dapat dilihat dari setiap elemennya yaitu :
a. HyperText
World Wide Web memungkinkan pengguna untuk berpindah dari satu
lokasi web ke lokasi lain, ini dikarenakan adanya hyperteks link, yaitu
suatu teks yang berfungsi sebagai penghubung di dalam dan di antara
situs web.
b. Markup
Untuk membuat suatu link, teks tebal, atau teks miring diperlukan suatu
tanda yang disebut dengan markup tag, atau biasa disebut dengan tag.
c. Language
Sekalipun didefinisikan sebagai suatu language (bahasa), HTML bukanlah
suatu bahasa pemrograman, karena programmer hanya menandai teksteks sandi program yang akan ditampilkan dengan tag.
18
Struktur dasar dari setiap dokemen HTML adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<! Bagian kepala dari dokumen HTML>
<TITLE> Judul Halaman Web </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<! Isi dokumen HTML>
</BODY>
</HTML>
2.4.2
Dasar Pemrograman PHP
2.4.2.1 Sekilas Tentang PHP
PHP merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server
dan diproses di server. Hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai
menggunakan browser. Secara khusus PHP dirancang untuk membentuk web
dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan
terkini. Misalnya kita bisa menampilkan isi basis data ke halaman web. Skripskrip PHP dapat ditempelkan di dalam tag-tag HTML dan dapat berkomunikasi
dengan database dan melakukan perhitungan-perhitungan yang kompleks sambil
jalan.
Pada saat ini PHP sudah dapat berkomunikasi dengan berbagai
database meskipun dengan kelengkapan yang berbeda-beda. Beberapa di
antaranya adalah dBASE(dBASE III+, Visual dBASE, Visual FoxPro, dan
19
semacamnya), DBM,
FilePro (Personix,Inc), Informix, Ingres, InterBase,
Microsoft Access, MSQL, Oracle, Postgre SQL, dan Sybase.
Fungsi-fungsi pada PHP tidak case sensitive tetapi variabelnya case
sensitive (membedakan huruf besar dan huruf kecil). Kode PHP diawali dengan
tanda lebih kecil(<) dan diakhiri dengan dengan tanda lebih besar (>). Ada
beberapa cara menuliskan skrip PHP adalah yaitu :
1. <?
Skrip PHP ?> atau
2. <?php Skrip PHP ?> atau
3. <?% Skrip PHP
?> atau
4. <SCRIPT LANGUAGE=”php”> Skrip PHP </SCRIPT>
2.4.2.2 Variabel dan Tipe Data
Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara, dan nantinya bisa
berubah-ubah setiap kali program dijalankan. Dalam PHP, setiap variable selalu
dimulai dengan tanda ‘$’ dan diikuti dengan nama variabelnya, tidak memandang
data tersebut integer, real, maupun string, PHP akan secara otomatis
mengkonversi data menurut tipenya.
Tipe data berfungsi untuk membatasi jenis data atau nilai yang dapat
dimasukkan dalam sebuah variabel. PHP mengenal beberapa tipe data yaitu :
1. Tipe Data Integer
2. Tipe data Integer yang merupakan tipe data yang meliputi semua bilangan
bulat, besarnya range tipe data long pada bahasa C, yaitu : –2,147,483,648
sampai +2,147,483,647 pada platform 32-bit.
20
3. Tipe data Integer yang merupakan tipe data yang meliputi semua bilangan
bulat, besarnya range tipe data long pada bahasa C, yaitu : –2,147,483,648
sampai +2,147,483,647 pada platform 32-bit.
4. Tipe Data Floting Point
Tipe Data Floting Point mempresentasikan bilangan pecahan atau desimal.
Range tipe pada floting point sama dengan range tipe pada bahasa C, yaitu
antara 1.7E-308 sampai 1.7E+308.
5. Tipe Data String
Tipe Data String merupakan tipe data yang menyimpan nilai berupa
alfanumerik (gabungan antara karakter dengan numeric). Tipe data ini
merupakan tipe data paling luas karena mengizinkan hampir semua jenis
data dapat disimpan dalam sebuah variabel. Penulisan nilai dalam tipe data
string dilakukan dengan menggunakan tanda petik tunggal (‘ ’) maupun
ganda (“ ”).
6. Tipe Data Array
Tipe Data Array, adalah sebuah data yang mengandung satu atau lebih data
dan dapat diakses berdasarkan numeric maupun string
7. Tipe Data Double
Tipe Data Double adalah data yang berupa bilangan desimal. Pemisah
desimal ditulis dengan tanda titik (.) bukan tanda koma(,).
8. Tipe Data Object
Tipe Data Object, adalah sebuah tipe data yang berupa sebuah bilangan,
varibel atau bahkan sebuah fungsi
21
2.5
MySQL
MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah program
pembuat database yang bersifat open source, artinya siapa saja boleh
menggunakannya dan bersifat free. MySQL sebenarnya produk yang berjalan
pada platform Linux. Karena sifatnya yang open source, dia dapat dijalankan
pada semua platform baik Windows maupun Linuk.
MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational DataBase Management
System). Itulah sebabnya istilah seperti tabel, baris dan kolom digunakan dalam
MySQL. Sebagai sebuah program panghasil database, MySQL tidak dapat
berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface).
Tipe-tipe data yang didukung oleh MySQL juga bervariasi sesuai dengan
kebutuhan dari pemrogram. Untuk melakukan query terhadap suatu tabel, maka
pemrogram melakukan koneksi terlebih dahulu dengan database dengan
memasukkan nama server, nama user dan password. Pemberian nama user dan
password merupakan opsional dan boleh diisi dengan string yang bertipe null.
Nama server, user dan password tadi biasanya disimpan dalam sebuah variabel
yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan.
Dalam pembuatan database dengan MySQL hal yang perlu diketahui
adalah seperti yang di jelaskan berikut ini.
1.
Membuat database MySQL
Perintah yang di pergunakan dalam membuat sebuah database adalah
sebagai berikut :
Create database nama_database
nama_database merupakan nama dari database yang akan dibuat.
2.
Menghapus database MySQL
22
Perintah yang di pergunakan dalam menghapus sebuah database adalah
sebagai berikut :
drop database nama_database
nama_database merupakan nama dari database yang akan dihapus.
3.
Membuat Tabel MySQL
Secara sederhana perintah untuk membuat suatu tabel dalam database
MySQL adalah sebagai berikut :
Create table nama_tabel
Contoh :
mysql> create table jenis (kd_jenis varchar (5) unsigned default '0',
Nm_Jenis varchar (30) unsigned default '0')
4.
Menghapus Tabel MySQL
Untuk menghapus tabel dari database digunakan perintah sebagai berikut
Drop table nama_tabel
Contoh :
mysql> drop table jenis
5.
Memodifikasi Tabel MySQL
Untuk mengubah tabel dari database digunakan perintah sebagai berikut :
Alter[ignore]
Table
nama_tabel
spesifikasi
[,spesifikasi…]
Contoh:
alter table jenis change nama_jenis tinyint(3) unsigned default "0"
Download