IV. Masalah Nilai

advertisement
Aksiologi
Dalam Ilmu Pendidikan
Fenomena Aksiologi
• Temuan kimia untuk membunuh ikan atau
binatang yang lain bahkan menjadi alat untuk
membunuh massal atau tujuan tertentu
• Ilmu hukum untuk membalas dendam musuh
atau orang yang dianggap membahayakan
• Ilmu Psikologi menyadarkan diri sebagai
mahluk yang unik, berhasrat, emosi, dst
• Ilmu ekonomi dapat menghitung dampak
mudik
Fenomena Epsitemologi
• Deskripsi konteks lingkungan (situasi dan
kondisi)  sesuatu menjadi penting (urgent)
dan mendesak (emergent) diteliti
• Identifikai masalah (pernyataan masalah)
• Perumusan tujuan
• Kajian pustaka/teori/riset sebelumnya
• Metde penelitian (variabel penelitian,
populasi/sampling, lokasi penelitian, metode
pengumpulan, analisis data
• Penulisan laporan
Fenomena Ontologi
•
•
•
•
Apa yang dimaksud
Apa yang didepan kita
Apa yang sedang berlangsung/terjad
Dalam dalam hal apa itu terjadi
Axiology
(Theory of Value)
 Aesthetics (philosophy of art)
 Ethics (moral philosophy)
 Social & Political Philosophy
5
I1.Defenisi
AKSIOLOGI
a. Cabang Ilmu Filsafat yang menyelidiki hakekat nilai dari ilmu
 Nilai Ilmu Ekonomi
 Nilai Ilmu Kedokteraan
 Nilai Ilmu Jiwa
 Nilai Ilmu Hukum
 Dll
b. Cara Pengunaan / Pemanfaatan Suatu Ilmu
2. Dalam Azas Keilmuwan
ilmu ini digunakan
untuk kemaslahatan umat manusia
3. Aksiologi berkaitan dgn
“ NILAI “
 Etika
Masalah Kebaikan
 Estetika
Masalah Keindahan
 Nilai Mempunyai pengertian yang lebih luas
1.
Nilai merupakan kualitas empiris yang tidak dapat didefenisikan
 Kualitas Empiris :
• Kualitas yang dapat diketahui melalui Pengalaman
 Nilai
Tidak dapat dedefenisikan
tapi, dapat dipahami
Lanjutan…
2. Nilai sebagai objek suatu kepentingan
individu punya kepentingan thd sesuatu
mempunyai nilai
3. Nilai dipandang sbg pragmatis
 Nilai terjadi sebagai akibat sesuatu hal
4. Nilai sebagai essensi
 Nilai tidak selalu dapat ditangkap
melalui indrawi seperti memahami
warna
II. Pendekatan dalam Aksiologi
Hakikat nilai dapat dijawab melalui
1. Hakikat Subjektif
Nilai Merupakan reaksi yang diberikan manusia
berdasarkan pengalamannya
2. Hakikat Objektif
Nilai merupakan essensi logis yang dapat
diketahui melalui akal
3. Hakikat Objektif Metafisik
Nilai merupakan unsur objektif yang menyusun
kenyataan
Makna dari suatu “NILAI”
1.
2.
3.
4.
Mengandung Nilai ( Berguna)
Merupakan Nilai ( Baik , Benar )
Mempunyai Nilai ( Kualitas Nilai )
Memberi Nilai ( Mengambarkan Nilai Tertentu )
Pertanyaan yang muncul dalam kajian Nilai
1. Apa yang dinamakan Nilai ?
2. Apa yang menyebabkan bahwa
sesuatu objek bernilai ?
3. Proses kejiwaan apa yang tersangkut
dengan nilai ?
III. Masalah Nilai – Etika/ Moral
Etika cabang aksiologi yang membahas masalah
predikat
 Betul atau Salah
 Susila atau Asusila
 Kebajikan atau Kejahatan
Sumbangan Ilmu Filsafat untuk saat ini :
Bagaimana Cara agar manusia dapat hidup
Bersama dalam dunia yang telah semakin sempit
 Etika
1. Pengetahuan mengenai penilaian terhadap
perbuatan manusia.
2. Merupakan suatu predikat yang dipakai
untuk
membedakan perbuatan manusia.
3. Ilmu Pengetahuan untuk menetapkan
ukuranukuran atau kaidah – kaidah bagi penilaian
perbuatan manusia.
Masalah Etika
Masalah Pokok dalam Etika :
1. Prinsip yang dapat sebagai dasar membuat
tanggapan terhadap sesuatu seperti :
• Baik atau Buruk
• Susila atau Asusila
2. Perbuatan apa yang dianggap betul tidak
melanggar etika
3. Makna apa yang dikandung oleh kata harus
wajib
4. Apakah tanggapan kesusilaan dapat
diverifikasikan & bagaimana caranya
5. Makna apa yang dikandung predikat nilai ?
6. Penentuan ukuran-ukuran etika
IV. Masalah Nilai - Estetika
 Estetika
Sesuatu yang mengambarkan hakikat
keindahan
1. Penyelidikan tentang keindahan
2. Penyelidikan mengenai prinsip-prinsip seni
3. Pengalaman bertalian dengan seni
 Estetika ( Seni )
1. Merupakan seni sebagai kegiatan intuisi &
pengungkapan perasaan.
2. Keindahan merupakan rasa nikmat yang
diobjektivasikan
3. Keindahan sebagai objek tangkapi akali
Indah :
- Kesenangan akali
- Akal tercermin dalam keindahan
4. Seni
Estetika
Sebagai Pengalaman
V. Tanggung Jawab Ilmuwan
 Ilmu sangat berhubungan dengan azas
moral sehingga membentuk :
1. Tanggung Jawab Profesional
2. Tanggung jawab Sosial
Ad 1. Tanggung Jawab Profesional
Terdapat dalam azas moral pada epistemologi
yaitu : Azas 1,2,3,4,5,6,7,8,9 dan 13
 Siapa yg tidak jujur dalam ilmu dapat sanksi
moral dari kelompok ilmuwan dikucilkan dari
kelompok ilmuwan
 Dinegara kita sanksi moral belum membudaya
sehingga subur upaya amoral dalam kegiatan
keilmuwan
Ad 2. Tanggung Jawab Sosial
• Azas moral mengenai etika thd objek studi
keilmuan & penggunaan pengetahuan ilmiah
• Mengembangkan ilmu untuk kesejahteraan
manusia
• Tidak hanya memberi informasi namun
memberi peran contoh
• Menjaga aspek etika dari ilmu nilai moral
luhur
VI. Azas Moral Dari Aksiologi
 Ilmu sejak awal berkembangnya selalu terkait
thd moral ( Etika ) & Estetika
 Semakin Cerdas
nalar semakin pandai
menemukan kebenaran apakah semakin
berbudi para orang berilmu tsb
 Akibat ada ilmu :
• Semakin mudah hidup manusia
• Menimbulkan malapetaka & sengsara
 Untuk menjaga hal tsb dlm menerapkan
ilmu tsb perlu dijaga dgn azas moral sbb :
“ Dapat meningkatkan taraf hidup umat
manusia dgn memperhatikan:
1. Kodrat manusia
2. Martabat manusia
3. Keseimbangan kelestarian alam
4. Komunal ( milik bersama )
5. Universal : menyeluruh tanpa
diskriminasi
VII. Kesimpulan
• Dalam menerapkan ilmu ada unsur etika &
Estetika
• Ilmu untuk meningkatkan taraf hidup
bukan membuat malapetaka
• Ilmu perlu dijaga dengan azas moral
• Perlu dibudayakan hukuman moral
dikalangan ilmiah
agar ilmu bisa
berkembang dengan baik di indonesia.
Tugas
• Jabarkan konsepsi dan program Pendidikan
sbg investasi SDM/Long life education /
Human Rights/public services/education for
all/Pembudayaan/kemandirian
• Lihat latar belakang program (eksistensi)
gagasan
• Temuan nilai aksiologinya terutama (moraletik, estetika, sosial dan politik)
Download