Multimedia di Internet

advertisement
INVESTASI
PENYERTAAN
&
INVESTASI
PENGHASILAN TETAP
INVESTASI PENYERTAAN





Investasi pada sekuritas penyertaan dimaksud
adalah pada Saham
Saham (stock) adalah penyertaan modal dalam
pemilikan suatu Perseroan Terbatas (PT) atau
Emiten
Pemilik saham (stockholder) merupakan pemilik
sebagian dari perusahaan terbut
Terdapat dua macam jenis saham, yaitu saham atas
nama dan saham atas unjuk
Setiap pemegang saham mempunyai hak dan
kewajiban terbatas pada setiap lembar saham yang
dimiliki, hal ini berarti setiap pemegang saham tidak
mempunyai tanggung renteng terhadap kewajiban
hukum yang timbul dalam Perseroan.





Seberapa besar hak dan tanggung jawab para
pemegang saham diwujudkan dalam jumlah rupiah
yang dinyatakan dalam lembar saham
Dengan demikian jumlah lembar saham yang
dikuasai investor menggambarkan bentuk
kepemilikan saham (penyertaan) pada suatu
perusahaan publik yang berbadan hukum PT.
Hak dan kewajiban pemegang saham diwujudkan
dalam bentuk Saham Biasa (common stock).
Selain itu dikenal pula jenis saham lainnya yaitu
Saham Preferensi (preferred stock) yang menunjukkan adanya hak yang didahulukan dalam aspek tertentu pada saat pengambilan keputusan
Pemegang saham preferensi tidak mempunyai hak
untuk mengambil keputusan pada saat RUPS.
SAHAM BIASA (Common Stock)
Sertifikat Saham :




Setiap pemegang saham mempunyai sertifikat sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan individu
maupun institusi atas suatu perusahaan
Pada sertifikat saham mencantumkan nama, alamat
dan hak suara (voting) pemegang saham
Sebagai surat berharga yang bersifat ekuitas, saham
mengandung perikatan hukum formal yang setiap
penerbitannya dijamin oleh undang-undang
Di Indonesia undang-undang dimaksud adalah UU
PT dan UU Pasar Modal, dengan demikian redaksional yang harus tercantum dalam sertifikat saham
merupakan produk hukum yang telah ditetapkan
Nilai Saham :
1. Nilai Nominal (par value, stated value, face value,
nilai pari ) merupakan nilai perlembar saham yang ber kaitan dengan kepentingan akuntansi dan hukum. Nilai
nominal tidak mengukur nilai riil suatu saham, tetapi
hanya digunakan untuk menentukan besarnya modal
disetor penuh dalam neraca
2. Nilai Buku (book value pershare) yaitu total ekuitas
dibagi jumlah saham beredar, yang menunjukkan nilai
aktiva bersih perlembar saham yang dimiliki oleh pemegangnya, selain dapat mencerminkan berapa besar jaminan yang akan diperoleh oleh pemegang saham apabila
perusahaan emiten dilikuidasi.Nilai buku suatu saham
berarti jika nilai tersebut diperbandingkan dengan nilai
pasarnya (Market Price to Book Value Ratio)
3. Nilai Pasar (market value) yaitu nilai saham yang di tentukan oleh permintaan dan penawaran di bursa saham
Harga saham inilah yang menentukan IHSG
Matrket Price to Book Value Ratio, menunjukkan perbanding
an antara harga pasar saham relatif dengan nilai buku. Rasio
1,75 berarti nilai perusahaan melebihi 75% dari apa yang
telah/sedang ditanamkan oleh perusahaan. Semakin tinggi
rasio ini semakin besar tambahan kesejahteraan yang
dinikmati oleh pemilik saham
4. Nilai Fundamental/Nilai Intrinsik (intrinsic value)
yaitu menentukan nilai harga wajar suatu saham agar
saham tsb. mencerminkan harga yang sebenarnya (riil
value) sehingga tidak terlalu mahal (over price)
Perhitungan nilai intrinsik suatu saham adalah mencari nilai
sekarang (P.V) dari semua aliran kas dimasa mendatang baik
yang berasal dari dividen maupun capital gain/capital loss
Karakterisik/Sifat Saham Biasa :
1. Berhak atas pendapatan perusahaan,
berupa dividen
2. Berhak atas harta perusahaan, apabila
dilikuidasi
3. Berhak mengeluarkan suara dalam RUPS
4. Tanggung jawab hanya sebatas nilai saham
yang dimiliki.
5. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(HMETD) berkaitan dengan Right Issue
Sumber Pendapatan Saham :
1. Capital Gain, yaitu keuntungan yang
diperoleh pemegang saham apabila harga
jual melebihi harga belinya. Kebalikannya
adalah Capital Loss
2. Dividen, merupakan bagian keutungan
perusahaan yang menjadi hak pemegang
saham, baik berasal dari Net Income after
Tax atau Retained Earning
KLASIFIKASI SAHAM
1. Berdasarkan Nilai Kapitalisasi
 BIG-CAP,
yaitu kelompok saham yang berkapitalisasi besar dengan nilai diatas Rp. 1 trilyun. Disebut pula
saham Blue Chips atau saham papan atas/lapis perta ma. Memberikan kontribusi 70-80% dari seluruh kapi
talisasi pasar di BEJ yang terdiri dari < 40 saham.
Saham ini mempengaruhi IHSG (index mover stocks)
 MID-CAP, yaitu kelompok saham yang berkapitalisasi besar dengan nilai Rp 100 milyar-Rp. 1 trilyun.
Disebut pula saham Baby Blue Chips atau saham lapis
kedua/kapitalisasi menengah. Memberikan kontribusi
15-17% dari seluruh kapitalisasi pasar di BEJ yang
terdiri dari <145 saham.
 SMALL-CAP, yaitu kelompok saham yang berkapitali-
sasi besar dengan nilai di bawah Rp 100 milyar. Disebut
pula saham lapis ketiga/kapitalisasi kecil yang sebagian
besar berupa saham tidur yang bersifat labil.. Memberikan
kontribusi sekitar 3% dari seluruh kapitalisasi pasar di
BEJ yang terdiri dari 150 saham.
2. Berdasarkan Fundamental Saham dan Kondisi
Perusahaan.
 Income Stocks, mampu memberikan dividen semakin
besar dari rata-2 dividen yang telah dibayarkan tahun
sebelumnya. Emiten ini telah mencapai tahapan mapan
(mature) dan memiliki pasar yang tinggi serta stabil.
Indeks beta kurang dari 1. Contoh : Indofoods, GG dll
 Growth Stocks, mampu memberikan dividen relatif
tinggi. Emitennya sebagai pemimpin dalam industrinya
dan cukup prospektif. Harga sahamnya termasuk mahal
dengan PE yang tinggi, namun tetap mampu memberi kan
capital gain. Karenanya saham kategori ini memiliki
indeks beta kurang dari 1. Contoh : Perusahaan Farmasi
 Speculative
Stocks, pendapatannya belum pasti,
seperti perusahaan baru mulai operasi dan atau sedang
melakukan restrukturisasi modalnya, sehingga tidak
konsiten dalam memberoikan dividen. Memiliki indek beta
yang tinggi, yaitu > 2 dan PER sangat fluktuatif. Saham
kategori ini dsangat agresif, memiliki risiko sistematis
melebihi risiko pasar. Contoh : eksplorasi minyak
 Cyclical Stocks, saham perusahaan yang siklus bisnisnya
mengikuti kondisi ekonomi makro; dimana kondisi perusahaan akan membaik apabila kondisi ekonomi baik dan
sebaliknya, memiliki indek beta mendekati 1. Emiten
perusahaan property, otomotif, industri dasar
 Defensive Stocks, saham perusahaan yang tidak
terpengaruh perekonomian makro maupun turbolensi
sosial-politik. Produk berupa costumer goods, yang selalu
dibutuhkan masyarakat. Sehingga mampu memberikan
dividen secara konsisten dan memiliki indeks beta < 1
Keuntungan Pemilikan Saham
Peluang memperoleh hasil yang cukup besar
berupa capital gain
 Penghasilan berjalan dari dividen
 Investasi saham cukup likuid dan mudah dipindah
tangankan
 Unit harga saham biasanya cukup rendah
sehingga terjangkau oleh investor perusahaan
maupun individual
 Memiliki hak suara dalam menentukan kebijakan
perusahaan

Kelemahan Pemilikan Saham
Risiko yang cukup tinggi, termasuk risiko bisnis,
finansial, daya beli dan risiko pasar yang dapat
berpengaruh negatif terhadap hasil dan dividen
 Sangat sulit menilai dan memilih saham yang ber
prestasi, karena banyaknya unsur yang mem pe ngaruhi perkiraan dan harapan tentang arah harga
saham dimasa depan
 Penghasilan berjalan saham relatif rendah dibandingkan dengan bunga obligasi, sehingga divi dend yield dari saham lebih rendah dari current
yield obligasi

INVESTASI
PENDAPATAN TETAP
Investasi Pendapatan Tetap meliputi penanaman dana
pada :
1. OBLIGASI ( B o n d s)
2. SAHAM PREFERENSI
(Preferred Stock)
3. SEKURITAS KONVERTIBEL
(Convertible Securities)
1. OBLIGASI (Bonds)




Adalah sekuritas berpendapatan tetap (fixed income
securities) yang diterbitkan berkaitan dengan
perjanjian hutang
Sebagai sekuritas pendapatan tetap, obligasi
memberikan penghasilan secara rutin
Penghasilan ydm. sebesar persentase tertentu (coupin
rate) didasarkan atas nilai nominal, yang disebut
Kupon (coupon)
Pembayaran kupon biasanya dilakukan setiap tahun
(annual) atau setiap semester (semi-annual) atau
setiap triwulan tergantung perjanjian.




Penentuan coupon rate obligasi selalu didasarkan
pada tingkat bunga komersial yang sedang berlaku.
Setelah obligasi memasuki masa jatuh tempo
(maturity date) pemilik obligasi akan menerima
pokok pinjaman dan satu kali pembayaran kupon
Sebagai surat hutang, penerbiatan obligasi melibatkan perjanjian kontrak antara pihak penerbit/issuer
dengan investor/bondholder
Perkanjian kontrak minimal berisi :
a. Tingkat Kupon dan periode pembayarannya
b. Jangka waktu (maturity date)
c. Nominal Obligasi
d. Jenis Obligasi
Karakteristik Obligasi :
Karakteristik sekuritas pendapatan tetap
umumnya adalah :
1. Surat berharga yang mempunyai kekuatan
hukum
2. Memiliki jangka waktu tertentu atau masa
jatuh tempo
3. Memberikan pendapatan tetap secara periodik
4. Ada nilai nominalnya
JENIS OBLIGASI
1. Berdasarkan Penerbitnya (issuer)
a. Obligasi Pemerintah Pusat (government bonds)
b. Obligasi Pemerintah Daerah (municipal bonds)
c. Obligasi BUMN (state own company bonds)
d. Obligasi Perusahaan Swasta (corporate bonds)
2. Berdasarkan Jaminan
a. Obligasi Tanpa Jaminan (unsecured bonds/deben tures) terdiri atas debenture senior dan yunior
(sub- ordinated debenture). Artinya jika terjadi
default klaim yunior dipertimbangkan setelah
klaim senior dipenuhi
3. Berdasarkan Jaminan
a. Obligasi Tanpa Jaminan (unsecured bonds/deben tures) : terdiri atas debenture senior dan yunior (sub
ordinated debenture). Artinya jika terjadi default klaim
yunior dipertimbangkan setelah klaim senior dipenuhi
b. Obligasi Dengan Jaminan (Indenture) : terdiri dari
jenis indenture sbb. :
 Mortgage bonds, yaitu obligasi yang dijamin engan
properti
 Collateral Trust Bonds, yaitu obligasi dijamin sekuritas
lain
 Equipment Trust Certificates, obligasi yang dijamin
asset tertentu
 Collateralized Mortgage Bonds, obligasi yang dijamin
pool of mortgage atau portfolio mortgage Backed
Securities. Penghasilan kupon obligasi ini terutama
disediakan oleh mortgages yang dijaminkan
4. Berdasarkan Jenis Kupon
a. Fixed Rate Bonds : obligasi yang memberikan tingkat
kupon tetap sejak terbit hingga jatuh tempo
b. Floating Rate Bonds : obligasi yang tingkat kuponnya
mengikuti tingkat bunga dipasaran
c. Mixed Rate Bonds : obligasi yang memberikan tingkat
kupon tetap untuk periode tertentu, kemudian tingkat
bunga mengambang pada periode selanjutnya
5. Berdasarkan Peringkatnya
a. Investment-grade Bonds : minimal BB+
b. Non-Investment-grade Bonds : CC atau speculative
bond atau D atau junk bond
6. Berdasarkan Konversi
a. Convertible Bond : dapat ditukar dengan saham
b. Non-Convertible Bond : tidak dapat ditukar dengan
saham
7. Berdasarkan Kupon
a. Coupon Bonds : penerbit berkewajiban memberikan
kupon sebesar tertentu sesuai kontrak secara periodik
kepada investor (lender)
b. Zero Coupon Bonds : issuer tidak membayar kupon
kepada lender . Lender hanya menerima sekali pembayaran dari issuer pada saat jatuh tempo sebesar nilai nominal.
Obligasi ini selalu dijual dibawah nilai nominal, keuntung an bagi investor adalah sebesar selisih antara harga beli
dengan nilai nominal obligasi
8. Berdasarkan Call Feature :
a. Freely Callable Bond : dapat ditarik kembali
b. Non-Callable Bond : tidak dapat ditarik kembali,
kecuali melalui mekanisme pasar
c. Defferred-Callable Bond : adalah kombinasi antara
a dan b. Namun obigasi tidak boleh ditarik, misalnya
sampai 3 tahun pertama
8. Jenis Obligasi Lainnya :
a. Income Bond: kupon dibayar apabila emiten
mendapatkan laba.
b. Guaranteed Bond : obligasi diterbitkan oleh cabang dan
tidak didukung oleh induk perusahaan.
c. Participating Bond = Profit Sharing Bond : obligasi
yang mendapat bagian laba selain bunga tetap
d. Voting Bond : obligasi yang mempunyai hak suara
e. Serial Bond : obligasi yang pelunasannya berdasarkan
nomor seri
f. Inflation Index Bond = Treasury Inflation
Protection Secuities (TIPS) : obligasi yang nominalnya
selalu disesuaikan dengan tingkat inflasi. Nilai kupon yang
diterima investor merupakan hasil perkalian antara tingkat
kupon dengan nilai nominal yang telah disesuaikan dengan
inflasi terkait.
PERINGKAT OBLIGASI
(Bond Rating)





Setiap keluaran obligasi (bond issue) diberi nilai
hurup (letter grade) atas dasar analisa finansial yang
ektensif dan profesional, yang menunjukkan suatu
mutu investasi
Penilaian atas bond issue untuk mengetahui
keadaaan saat ini dan prospeknya.
Bond Rating pada hakekatnya menunjukkan
kemampuan issuer untuk melunasi utangnya (bunga
dan prinsipal) secara tepat waktu
Dimaksudkan untuk membantu investor menilai
mutu investasi dari suatu issue yang cukup kompleks
dan memerlukan keakhlian tertentu.
Instansi rating dunia yang terkenal dan terbesar
adalah Moody’s dan Standard & Poor ‘s
Rating Grade
1. Highest Grade
2. High Grade
3. Upper Medium
4. Lower Medium
5. Marginally Speculative
6. Highly Speculative
7. Default
S & P’s
AAA
AA
A
BBB
BB
B
D
Moody’s
Aaa
Aa
A
Baa
Ba
B, Caa
Ca,C
Interprestasi Bond Rating
AAA-Aaa (Highest Grade)




Dinilai memiliki kualitas investasi tertinggi
Beban risiko sangat kecil, beban bunganya dilindungi margin
yang sangat stabil
Memiliki kemampuan yang kuat untuk membayar hutang
pokok dan bunga
Issuer memiliki fundamental sangat kuat , sehingga tidak
terpengaruh oleh perubahan berbagai lemen yang terkait
AA-Aa (High Grade)



Dinilai memiliki kualitas investasi yang juga tinggi, walau
tidak sehandal AAA-Aaa
Perlindungan margin atas pembayaran bunga tidal sekuat
AAA-Aaa, namun issuer memiliki fundamental yang bagus
Termasuk kategori obligasi yang baik untuk investasi,
walaupun kemungkinan lebih fluktuatif dibanding AAA-Aaa
A (Upper Medium)



Obligasi ini masih menarik untuk diinvestasi dan dianggap
sebagai obligasi dengan peringkat menengah keatas
Elemen-2 yang menjamin atas pembayaran bunga dan pokok
dianggap cukup.
Ada elemen yang dianggap akan melemah dimasa mendatang
BBB-Baa (Lower Medium)




Merupakan obligasi dengan peringkat menegah
Pembayaran bunga dan pokok tidak dilindungi secara baik,
sehingga walau dianggap cukup saat ini, namun dalam jangka
panjang tidak dapat diandalkan
Obligasi dengan peringkat ini lebih memiliki karakter
spekulasi dari pada investasi
Untuk menarik investor, obligasi ini akan menyediakan yield
lebih tinggi
BB-Ba (Marginally Speculative)


Obligasi ini dinilai spekulatif (speculative grade bond)
Perlindungan pembayaran bunga dan pokok sangat moderat,
sehingga pembayarannya tidak dijamin secara baik, meski
perusahaan dalam kondisi baik atau buruk
B - B, Caa (Highly Speculative)


Kurang memiliki karakter yang diperlukan untuk investasi
(non investment grade)
Karena ada elemen-2 yang membahayakan pembayaran
bunga dan pokok , sehingga ada kemungkinan default
D - Ca,C (Default)



Peringkat ini mempresentasikan obligasi yang sangat
spekulatif
Merupakan obligasi peringkat terendah dan kemungkinan
default sangat besar
Obligasi kategori ini lah yang disebut junk bond
Pemeringkatan oleh PEFINDO
(Pemeringkat Efek Indonesia)
Rating Grade
Superior
Very Strong
Strong
Adequate
Somewhat Weak
Non-Investment
Vulnerable
Default
Code Rating
AAA
AA
A
BBB
BB
B
CCC
D
Penjelasan :
 Obligasi yang layak untuk investasi (investment
grade) dimasukkan dalam satu kategori dengan
peringkat AAA (Aaa) hingga BBB (Baa)
 Obligasi yang termasuk spekulatif adalah BB
(Ba) hingga D maupun C.
 Junk Bond adalah kelompok obligasi yang tidak
layak untuk investasi
 Obligasi falllen angel mengacu pada spekulative
dan junk bond serta tidak layak untuk investasi,
karena memberikan kompensasi yield yang tinggi
Dalam menggunakan Bond Rating perlu diketahui :
a. Makin tinggi rating, makin rendah hasilnya (hal
hal lain dianggap tetap)
b. Secara historis, rating terbukti benar dan dipercaya oleh sebagian besar masyarakat investor
obligasi
c. Bond rating dimaksudkan untuk mengukur risiko
gagal (default risk) dan tidak ada hubungannya
dengan risiko pasar (market risk) jadi jika suku
bunga pasar naik, harga obligasi pasti turun, meskipun termasuk obligasi dengan nilai tinggi
SUKU BUNGA PASAR
(Market Interest Rate)
Investor sangat berkepentingan dengan suku bunga
pasar, dengan alasan :
a. Suku bunga pasar ikut menentukan harga pasar
obligasi (Harga pasar obligasi bergerak terbalik
dengan dengan suku bunga pasar)
b. Harga pasar obligasi ikut menentukan tingkat
hasil (yield) obligasi (tingkat hasil obligasi
bergerak terbalik dengan harga pasar obligasi)
c.Terdapat hubungan langsung antara tingkat hasil
obligasi dengan jenis obligasi, dalam arti :
1) Obligasi diskon memberi hasil lebih rendah
dibanding dengan obligasi premium
2) Obligasi dengan rating tinggi memberi hasil lebih
rendah daripada rating rendah
3) Obligasi yang tidak dapat ditarik memberi hasil
terendah, obligasi yg ditarik dengan penangguhan
memberik hasil lebih tinggi, dan obligasi yang bebas
ditarik memberi hasil tertinggi
4) Obligasi dengan jatuh waktu panjang memberi
hasil lebih tinggi dari pada jatuh waktu pendek
5) Obligasi senior dan mendapat fasilitas pajak
memberi hasil lebih rendah dari pada obligasi yunior
Oleh karena itu, investor obligasi perlu mengetahui
situasi suku bunga saat ini dan arahnya masa depan
Keuntungan Pemilikan Obligasi :
 Rate of Return cukup tinggi dan kompetitif
 Peluang untuk memperoleh capital gain
 Adanya fasilitas perpajakan untuk jenis
obligasi tertentu
Kelemahan Pemilikan Obligasi :
 Dinominasi obligasi yang relatif besar bagi
investor individual
 Kupon bersifat tetap selama jangka wakti
obligasi, sehingga terkikis inflasi
 Ketiadaan atau kelemahan pasar sekunder
yang membatasi perdagangan dan spkeluasi
Risiko Investasi Obligasi :
Interest Rate Risk
 Default Risk
 Call Risk
 Exchange Rate Risk
 Reinvestment Risk

2. Saham Preferensi (Preferred Stock)







Memegang posisi senior atas saham biasa
Merupakan equity ownership dan dikeluarkan tanpa tanggal
jatuh tempo
Meski berupa equity ownership tetapi sebagai sekuri- tas
konvertibel dianggap sebagai fixed income
Mempunyai hak preferensi atas pembayaran dividen
Dianggap sebagai sekuritas hibrida karena memiliki sifat-2
seperti saham biasa maupun obligasi
Diperdagangakan atas dasar hasil (yield) bagi investor,
sehingga dianggap surat hutang yang bersaing dengan obligasi
Tersedia dalam berbagai peringkat kualitas (quality rating)
dari high grade sampai Highly speculative
Keuntungan Pemilikan Saham Preferensi



Tingginya hasil berjalan yang dapat diperkirakan
Keamanan dalam pembayaran dividen terutama
yang berperingkat tinggi
Rendahnya harga per-unit yang memungkinkan
investor individual untuk memilikinya
Kerugian Pemilikan Saham Preferensi


Peka terhadap inflasi dan suku bunga tinggi
Kecilnya potensi memperoleh capital gain bila suku
bunga menurun.
Risiko Saham Preferensi :
Risiko Usaha (business risk)
 Risiko Suku Bunga (interest rate risk)

Sifat Utama (feature) Saham Preferensi :
Konvertibel dan Non-konvertibel
 Hak istimewa dalam pembagian dividen
 Kumulatif dan Non-Kumulatif
 Partisipasi dan Non-Partisipasi
 Penarikan (call)
 Ketentuan sinking fund

3. Sekuritas Konvertibel
(Convertible Security)




Pada awalnya dikeluarkan sebagai obligasi atau
saham preferensi, kemudian dikonversi menjadi
saham biasa
Dipandang sebagai bentuk penyertaan yang ditang guhkan (diferred equity) karena dimaksudkan pada
suatu saat diubah menjadi saham biasa
Mengandung sifat sebagai penyertaan (equity)
maupun penghasilan tetap (fixed inconme)
Menunjukkan jenis sekuritas hibrida yaitu mengan dung baik penyertaan (equity) maupun hutang (debt)

Nilai investasinya lebih banyak tergantung dari
fluktuasi harga saham biasa yg akan dikonversikan

Dapat dibedakan antara obligasi konvertibel (conver tibel
bond) yg memberikan bunga dan Preferensi konvertibel
(convertibel preferred ) yang membayar dividen
Obligasi konvertibel dikelurakan sebagai hutang (debenture)
dimana suatu saat akan dikonversikan menjadi saham biasa
Inisiatif untuk menarik (call) obligasi tersebut, yaitu melalui
praktek konversi wajib (foced conversion) ada pada emiten
Pilihan yang diberikan pada saat call adalah, menukarnya
menjadi saham biasa atau dengan uang tunai pada harga
penarikan (call price)




Umumnya konversi dilaksanakan pada saat harga
pasar obligasi lebih tinggi dari harga penarikan
Hak Konversi
Hak Konversi menentukan kondisi dan sifat penukaran
obligasi menjadi saham biasa. Dalam konversi ini ter dapat beberapa ketentuan :
a. Periode konversi, yaitu jangka waktu kapan obligasi
dapat dikonversi (misal : 1-2 tahun setelah emisi, obligasi
baru dapat dikonversi)
b. Rasio Konversi, yaitu jumlah saham biasa yang dapat diperoleh dengan menukar obligasi konvertibel
(Contoh : Obligasi Konvertibel Rp. 100 juta, dengan rasio
konversi 20, artinya obligasi dapat ditukar dengan 20 saham
biasa)
c. Harga Konversi atau call price, dimana saham biasa
dapat ditukar dengan obligasi konvertibel dengan
harga tertentu
Sumber Nilai :
 Obligasi konvertibel diperdagangkan seperti
saham biasa apabila harganya sama atau lebih
tinggi dari pada harga konversi, misal :

Rasio konversi 20 dan harga saham biasa > harga konversi. Untuk
setiap kenaikan/penurunan harga saham biasa, harga konvertibel
akan berubah secara pararel dengan kelipatan 20
Jika harga saham biasa turun, sehingga harga pasarnya < harga
konversi, obligasi konvertibel akan terputus hubungannya dengan
saham biasa ybs. Obligasi konvertibel tsb. dperdagangkan sesuai
hasil obligasi (bond yields)yang berlaku sehingga investor akan
mendasarkan pada suku bunga pasar
Download