efek-efek di pasar modal

advertisement
Dr. Piatur Pangaribuan, A.Md., SH. MH.
FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS BALIKPAPAN, KALTIM, 2016
Pasal 1 ayat (13) Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar
Modal mendefinisikan pasar modal sebagai berikut:
“kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek,
Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”.
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen
keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi),
ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.
Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain
(misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
UU RI No.8/1995 tentang Pasar Modal
UU RI No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (PT)
UU RI No. 24/2002 tentang Surat Utang Negara
UU No. 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang
UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
Peraturan Pemerintah RI No. 12 tahun 2004 tentang Penyelengaraan Kegiatan
di Bidang Pasar Modal (Perubahan PP no. 45 tahun 1995)
Peraturan BAPEPAM dan LK
Peraturan Bursa Efek Indonesia
Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Peraturan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
Kode Etik Profesi

Menurut buku "Effectengids" yang dikeluarkan Vereneging voor den
Effectenhandel pada tahun 1939, transaksi efek telah berlangsung sejak 1880
namun dilakukan tanpa organisasi resmi sehingga catatan tentang transaksi tersebut
tidak lengkap. Pada tahun 1878 terbentuk perusahaan untuk perdagangan komuitas
dan sekuritas, yakti Dunlop & Koff, cikal bakal PT. Perdanas.

Sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun
perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana
adalah dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung
tersebut terdiri dari orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya
sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi
______________________
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_modal
Atas dasar itulah maka pemerintahan kolonial waktu itu mendirikan pasar
modal. Setelah mengadakan persiapan, maka akhirnya Amsterdamse
Effectenbueurs mendirikan cabang yang terletak di Batavia (Jakarta) pada
tanggal 14 Desember 1912, yang menjadi penyelenggara adalah Vereniging
voor de Effectenhandel dan langsung memulai perdagangan. Di tingkat
Asia, bursa Batavia ini merupakan yang keempat tertua terbentuk setelah
Bombay (1830), Hong Kong (1847), dan Tokyo (1878). Pada saat awal
terdapat 13 anggota bursa yang aktif (makelar) yaitu : Fa. Dunlop & Kolf;
Fa. Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co.; Fa. Adree Witansi & Co.; Fa.
A.W. Deeleman; Fa. H. Jul Joostensz; Fa. Jeannette Walen; Fa. Wiekert &
V.D. Linden; Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; Fa. Vermeys &
Co; Fa. Cruyff dan Fa. Gebroeders
______________
2. Ibid.


Namun kondisi pasar modal nasional memburuk kembali karena adanya nasionalisasi
perusahaan asing, sengketa Irian Barat dengan Belanda, dan tingginya inflasi pada akhir
pemerintahan Orde Lama yang mencapai 650%. Hal ini menyebabklan tingkat
kepercayaan masyarakat kepada pasar modal merosot tajam, dan dengan sendirinya
Bursa Efek Jakarta tutup kembali.
Baru pada Orde Baru kebijakan ekonomi tidak lagi melancarkan konfrontasi terhadap
modal asing. Pemerintah lebih terbuka terhadap modal luar negeri guna pembangunan
eknomi yang berkelanjutan. Beberapa hal yang dilakukan adalah pertama, mengeluarkan
Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang pendirian Pasar Modal, membentuk
Badan Pembina Pasar Modal, serta membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal
(BAPEPAM). Yang kedua ialah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.25 Tahun 1976
tentang penetapan PT Danareksa sebagai BUMN pertama yang melakukan go public
dengan penyertaan modal negara Republik Indonesia sebanyak Rp. 50 miliar. Yang
ketiga adalah memberikan keringan perpajakan kepada perusahaan yang go public dan
kepada pembeli saham atau bukti penyertaan modal
_____________
3. Ibid.


Keadaan setelah kebijakan deregulasi itu dikeluarkan benar-benar
berbeda. Pasar modal menjadi sesuatu yang menggemparkan,
karena investasi di bursa efek berkembang sangat pesat. Banyak
perusahaan antri untuk dapat masuk bursa.
perubahan yang menggembirakan ini adalah semakin tumbuhnya
rasa kepercayaan investor terhadap keberadaan pasar modal
Indonesia. Hal ini ditindaklanjuti oleh pemerintah dengan
mengeluarkan peraturan berupa Undang-Undang No. 8 Tahun 1995
yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 1996. Undang-undang
ini dilengkapi dengan peraturan organiknya, yakni Peraturan
Pemerintah No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan
di Bidang Pasar Modal, serta Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun
1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal.
___________________
4. Ibid.


Fungsi pasar modal mempunyai 2 fungsi:
1.
2.
Fungsi ekonomi: pasar modal menyediakan fasilitas untuk
memindahkan dana dari lender ke borrower dalam rangka
pembiayaan investasi, lender mengharapkan imbalan dan
borrower mengharapkan adanya dana untuk pengembangan
usaha.
Fungsi keuangan: cara menyediakan dana yang diperlukan
oleh borrower dan lender tanpa harus terlibat langsung dalam
kepemilikan aktiva riil, mereka telah berinvestasi dengan
harapan memeperoleh untung.
__________________
5. Nor Hadi, Pasar Modal , (Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi 2, 2015),
hal.23

Dari Persfektif lain pasar modal memberikan fungsi besar bagi Pihak-pihak
yang memperoleh keuntungan dalam investasi antara lain;
1.
2.
3.
Perusahaan
Investor
Perekonomian Nasional, terdiri dari;
a.
b.
_______________
6. Ibid. hal.24
penyebaran kepemilikan dan
sarana aliran masuknya investasi asing
___________________
7. Ibid. Nor Hadi, Pasar Modal , (Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi 2, 2015 hal. 28,



Tugas (Pasal 3 UU Pasar Modal NO.8 Tahun 1995)
Melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan seharihari kegiatan pasar modal)
Tujuan (Pasal 4 UU Pasar Modal NO.8 Tahun 1995)
Mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal yang teratur,
wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan
masyarakat
Wewenang (Pasal 5 UU Pasar Modal NO.8 Tahun 1995)






Memberikan izin usaha kepada Bursa Efek, KPEI, KSEI, Reksa
Dana, Perusahaan Efek, Penasehat Investasi dan Biro Administrasi
Efek
Memberikan izin orang perseorangan kepada Wakil Penjamin Emisi
Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Manajer Investasi dan
Wakil Agen Penjual Reksa Dana
Memberikan persetujuan bagi Bank Kustodian
Mewajibkan pendaftaran kepada Profesi Penunjang Pasar Modal,
yaitu: Notaris, Konsultan Hukum, Penilai dan Akuntan Publik
Menetapkan persyaratan dan tata cara pendaftaran
Melakukan pemeriksaan dan penyidikan



BURSA EFEK
Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau
sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihakpihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka.
Pemegang saham terdiri dari Perusahaan Efek yang telah
memperoleh izin usaha sebagai Perantara Perdagangan Efek.
LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (KPEI)
Pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan
penyelesaian transakasi bursa
LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (KSEI)
Pihak yang menyelenggaraan kegiatan Kustodian sentral bagi bank
Kustodian, Perusahaan Efek dan Pihak lain




Menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar
dan efisien
Menyediakan sarana pendukung serta mengawasi kegiatan
anggota bursa efek
Menyusun rencana anggaran tahunan dan penggunaan laba
bursa efek, dan melaporkannya kepada Bapepam-LK
Bursa Efek Indonesia fokus pada perdagangan saham dan
obligasi


Melaksanakan kliring dan penjaminan transaksi bursa yang
teratur, wajar dan efisien
Menjamin penyerahan secara fisik baik saham maupun uang



Menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian
transaksi yang teratur, wajar dan efisien
Mengamankan pemindahtanganan efek
Menyelesaikan (settlement)



Emiten dan Perusahaan Publik
Emiten adalah pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya
kepada masyarakat investor/pemodal melalui penawaran umum.
Perusahaan publik adalah emiten atau perseroan yang sahamnya
telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang
saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp
3.000.000.000 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang
saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah.
Pemodal di Pasar Modal : Perorangan, Institusi, Domestik dan Asing
Perusahaan Efek : Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer),
Penjamin Emisi Efek (Underwriter) dan Manajer Investasi
(Investment Manager), Penasehat Investasi









Profesi dan lembaga penunjang pasar modal membantu emiten
dalam menyiapkan kelengkapan dokumen
Emiten mengajukan permohonan kontrak pendahuluan
Kontrak pendahuluan antara emiten dan bursa efek ditandatangani
Emiten mengajukan pernyataan pendaftaran ke Bapepam
Bapepam mengeluarkan pernyataan efektif
Emiten melakukan penawaran umum
Emiten mengajukan permohonan pencatatan di bursa efek
Persetujuan pencatatan dan pengumuman di bursa
Perdagangan efek di pasar sekunder
Pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli efek untuk
kepentingan sendiri atau pihak lain









Mendahulukan kepentingan nasabah sebelum melakukan transaksi
untuk kepentingan sendiri
Dalam memberikan rekomendasi kepada nasabah untuk membeli atau
menjual efek, wajib memperhatikan keadaan keuangan dan maksud
serta tujuan investasi dari nasabah
Membubuhi jam, hari, dan tanggal atas semua pesanan nasabah pada
formulir pemesanan
Memberikan konfirmasi kepada nasabah sebelum berakhirnya hari
bursa setelah dilakukan transaksi
Menerbitkan tanda terima setelah menerima efek atau uang dari
nasabah
Menyelesaikan amanat jual/beli dari pemberi amanat
Menyediakan data dan informasi bagi kepentingan para pemodal
Membantu mengelola dana bagi kepentingan para pemodal
Memberikan saran kepada para pemodal
Pihak yang membuat kontrak emiten untuk melakukan
penawaran umum bagi kepentingan emiten dengan atau
tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual
KEWAJIBAN:
 Mematuhi semua ketentuan dalam kontrak penjaminan emisi
 Mengungkapkan dalam prospektus adanya hubungan afiliasi
atau hubungan lain yang bersifat material antara perusahaan
efek dan emiten
Pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek
untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi
kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan
asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri
kegiatan usahanya berdasarkan perundang-undangan yang
berlaku
TUGAS:
1. Mengadakan riset
2. Menganalisa kelayakan investasi
3. Mengelola dana portofolio




Biro Administrasi Efek (BAE)
Kustodian
Wali Amanat
Pemeringkat Efek
Biro Administrasi Efek adalah pihak yang berdasarkan
kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan
pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan
efek.
Untuk mendaftarkan dan mengadministrasikan saham
yang pemodal beli menjadi atas nama pemodal tersebut,
diperlukan biaya sesuai yang ditetapkan oleh BAE
Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang
berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak
lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi
nasabahnya.
Jasa yang diberikan kustodian :
- Menyediakan tempat yang aman bagi surat-surat berharga
- Mencatat dan membukukan semua penitipan lain secara cermat (jasa
administrasi)
- Mengamankan semua penerimaan dan penyerahan efek untuk kepentingan pihak
yang diwakilinya
- Mengamankan pemindahtanganan efek
- Menagih dividen saham, bunga obligasi, dan hak lain-lain yang berkaitan dengan surat
berharga yang dititipkan
Yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai kustodian adalah Lembaga
Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP), Perusahaan Efek, atau Bank Umum yang telah
mendapat persetujuan dari Bapepam-LK




Wali amanat adalah pihak yang mewakili kepentingan
pemegang efek yang bersifat utang.
Kegiatan usaha sebagai wali amanat dapat dilakukan oleh :
Bank Umum dan pihak lain yang ditetapkan dengan
peraturan pemerintah
Wajib terdaftar dahulu di BAPEPAM-LK
Persyaratan dan tata cara pendaftaran Wali Amanat diatur
lebih lanjut dengan peraturan pemerintah
Pemeringkat efek adalah pihak yang memiliki kegiatan :
- Pemeringkat, yaitu menilai kemampuan membayar
kembali surat hutang
- Jasa Informasi, yaitu menerbitkan informasi mengenai
perusahaan di pasar modal





Akuntan : laporan keuangan audit dan pendapat akuntan
Konsultan hukum : laporan legal audit dan pendapat
konsultan hukum
Penilai : laporan hasil penilaian dan pendapat penilai
Notaris : legalisasi dokumen perusahaan
Profesi lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah
Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang,
surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang,
unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka
atas efek, dan setiap derivatif dari efek





Saham
Obligasi
Derivatif (warrants, rights, options, futures contract)
ETF (Exchange Traded Fund)
Efek lain (unit penyertaan reksa dana dan efek beragun aset)
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal
seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas.
Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut
memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset
perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS)


Dividen, merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan
dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham
dalam RUPS. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen
tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa
uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat
pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham
diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki
seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen
saham tersebut
Capital Gain, merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital
gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar
sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per
saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per
saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar
Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.


Capital Loss, merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana
investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ
yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut
terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut
harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau
perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham
mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi
(dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil
penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara
proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa
kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari
likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang
saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus
mengikuti perkembangan perusahaan.
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang
yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak
yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga
pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu
yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut




Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima
oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.
Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi
secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6
bulanan) Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan
mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang
dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai
dengan diatas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan
lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan
dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. Secara
umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi Kupon / bunga
nya.
Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan
faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko /
kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan
atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat
(rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau
Kasnic Indonesia.



Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan,
baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau
badan usaha swasta.
Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah pusat.
Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah
daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan
dengan kepentingan publik (public utility).




Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran
bunga secara periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan
sekaligus pada saat jatuh tempo.
Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan
secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang
telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan
akan dibayarkan secara periodik.
Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang
ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu
acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD)
yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank
pemerintah dan swasta.




Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang
obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah
saham milik penerbitnya.
Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada
pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam
sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk
membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi
tersebut.
Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang
mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga
tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.


Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari
penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam kelompok
ini, termasuk didalamnya adalah:
- Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan
pokoknya dijamin dengan penanggulangan dari pihak ketiga.
- Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin
dengan agunan hipotik atas properti atau aset tetap.
- Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki
penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak
perusahaan yang dimilikinya.
Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan
tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum


Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan
dalam satu nominal, 1 (satu) miliar rupiah per satu lot.
Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan
nilai nominal yang kecil, baik corporate bonds maupun
government bonds.


Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungkan dengan
menggunakan sistem kupon bunga.
Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan
menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal
dua macam obligasi syariah, yaitu:
- Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang
menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga
pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut
diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten.
- Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang
menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee
ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak
awal obligasi diterbitkan



Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat
pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki
banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi
mereka.
Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995,
pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang
dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya
dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan
dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer
investasi. Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana
merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi
adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.




Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds). Reksa Dana jenis ini hanya
melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1
(satu) tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan
modal.
Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds). Reksa Dana jenis ini
melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek
bersifat utang. Reksa Dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa
Dana Pasar Uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian
yang stabil.
Reksa Dana Saham (Equity Funds). Reksa dana yang melakukan investasi
sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas.
Karena investasinya dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua
jenis Reksa Dana sebelumnya namun menghasilkan tingkat pengembalian yang
tinggi.
Reksa Dana Campuran. Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek
bersifat Ekuitas dan Efek bersifat Utang.


INDEKS HARGA SAHAM
Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga
saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks
menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.
Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini;
apakah sedang naik, stabil atau turun. Misal, jika di awal bulan nilai indeks 300 dan saat
ini di akhir bulan menjadi 360, maka kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata
harga saham mengalami peningkatan sebesar 20%.
Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan
apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham.
INDEKS OBLIGASI PEMERINTAH
Indeks Obligasi Pemerintah pertama kali diluncurkan pada tanggal 01 Juli 2004,
sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat pasar modal dalam memperoleh data
sehubungan dengan informasi perdagangan obligasi pemerintah.
Indeks Obligasi memberikan nilai lebih, antara lain:
• Sebagai barometer dalam melihat perubahan yang terjadi di pasar obligasi.
• Sebagai alat analisa teknikal untuk pasar obligasi pemerintah
• Benchmark dalam mengukur kinerja portofolio obligasi
• Analisa pengembangan instrumen obligasi pemerintah.





Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap
harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.
Indeks Harga Saham Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk
dalam masing-masing sektor. Di BEI indeks sektoral terbagi atas sembilan
sektor yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri,
konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan
manufaktur.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (Composite Stock Price Index),
menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan
indeks.
Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu
kepada 2 variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6
bulan terdapat saham-saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.
Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham
yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI
yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.

Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang
terdiri 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks
yang berdasarkan syariah Islam. Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan
saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Sahamsaham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan
usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti:
◦ Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang
dilarang.
◦ Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan
asuransi konvensional.
◦ Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan
dan minuman yang tergolong haram.
◦ Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan/atau menyediakan barangbarang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.

Indeks KOMPAS 100. merupakan Indeks Harga Saham hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dengan
harian KOMPAS. Indeks ini meliputi 100 saham dengan proses penentuan sebagai berikut :
◦ Telah tercatat di BEJ minimal 3 bulan.
◦ Saham tersebut masuk dalam perhitungan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
◦ Berdasarkan pertimbangan faktor fundamental perusahaan dan pola perdagangan di bursa, BEI
dapat menetapkan untuk mengeluarkan saham tersebut dalam proses perhitungan indeks harga
100 saham.
◦ Masuk dalam 150 saham dengan nilai transaksi dan frekuensi transaksi serta kapitalisasi pasar
terbesar di Pasar Reguler, selama 12 bulan terakhir.
◦ Dari sebanyak 150 saham tersebut, kemudian diperkecil jumlahnya menjadi 60 saham dengan
mempertimbangkan nilai transaksi terbesar.
◦ Dari sebanyak 90 saham yang tersisa, kemudian dipilih sebanyak 40 saham dengan
mempertimbangkan kinerja: hari transaksi dan frekwensi transaksi serta nilai kapitalisasi pasar di
pasar reguler, dengan proses sebagai berikut :

Dari 90 sisanya, akan dipilih 75 saham berdasarkan hari transaksi di pasar reguler.

Dari 75 saham tersebut akan dipilih 60 saham berdasarkan frekuensi transaksi di pasar
reguler.

Dari 60 saham tersebut akan dipilih 40 saham berdasarkan Kapitalisasi Pasar.
◦ Daftar 100 saham diperoleh dengan menambahkan daftar saham dari hasil perhitungan butir (5)
ditambah dengan daftar saham hasil perhitungan butir (6).
◦ Daftar saham yang masuk dalam KOMPAS 100 akan diperbaharui sekali dalam 6 bulan, atau
tepatnya pada bulan Februari dan pada bulan Agustus.
Formula yang digunakan dalam pengembangan informasi
Indeks Obligasi Pemerintah:
1. Price (Performance) Index
2. Yield Index
3. Total Return Index
Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik
yang bersifat penyertaan maupun utang.
Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek
“utama” maupun turunan selanjutnya.
Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau
peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset
lain ini disebut sebagai underlying assets.



Futures Contracts : Kontrak yang mewajibkan pemegangnya untuk
membeli atau menjual efek pada harga, waktu, dan jumlah yang
telah disepakati sebelumnya.
Warrants : Efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk
membeli saham dari perusahaan yang menerbitkannya dengan
harga dan jangka waktu tertentu. Sering juga disebut pemanis
(sweetener) untuk tujuan pemasaran efek pada penawaran umum.
Options : Efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk
membeli atau menjual efek pada harga, jumlah, jangka waktu yang
telah disepakati sebelumnya.
ETF atau Exchange Traded Fund secara sederhana dapat
diartikan sebagai Reksa Dana yang diperdagangkan di
Bursa.
Seperti halnya Reksa Dana, ETF merupakan Kontrak
Investasi Kolektif dimana Unit Penyertaan dicatatkan dan
diperdagangkan di Bursa seperti halnya saham.
Seperti halnya Reksa Dana konvensional, dalam EFT
terdapat pula Manajer Investasi, Bank Kustodian.
Salah satu jenis ETF yang akan dikembangkan di pasar
modal Indonesia adalah Reksa Dana Indeks dimana indeks
yang dijadikan underlying adalah Indeks LQ 45.


Unit Penyertaan Reksa Dana
Merupakan bukti penyertaan dan kepemilikan pemodal atas
sebagian dari portofolio efek yang dikelola manajer investasi
Unit Penyertaan Efek Beragun Aset
Portofolio Efek Beragun Aset (EBA) terdiri dari tagihan yang
timbul dari, antara lain : aset keuangan, sewa guna usaha,
pemberian kredit, surat berharga komersial, perjanjian jual
beli bersyarat, perjanjian pinjaman cicilan

Pengertian go public (initial public offering/ IPO), menurut Robert Ang
sebagaimana dikutip Nor Hadi adalah (8):
“kegiatan penjualan saham (securitas) perusahaan terhadap publik
(masyarakat luas) untuk pertama kali (di pasar primer) .
Dalam proses pengajuan go public, terdapat prosedur yang berlaku,
sesuai standar dan aturan yang berlaku tanpa keterlibatan Bursa Efek
Indonesia. Pintu Pertama yang harus dilewati BAPEPAM-LK, yang
sekarang peranya diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
_____________
8. Ibid. Nor Hadi, Pasar Modal , (Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi 2, 2015) hal. 68,
9. Ibid. Nor Hadi, Pasar Modal, hal. 70
https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=pOD4Vrj7M4zo0gTpvo7YDg#q=slide+pasar+modal
10. Ibid. Nor Hadi, Pasar Modal, hal. 84


Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual
sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public). Jadi
sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa
saham. Contoh-contoh PT.Terbuka adalah PT Telekomunikasi
Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT
Bank Central Asia Tbk
Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang
modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang
sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau orang kalangan
terbatas dan tidak dijual kepada umum.
______________
10. https://id.wikipedia.org/wiki/Perseroan_terbatas#PT_terbuka

Dilihat dari peralihan saham terbagi dua:
1.
2.
Saham atas tunjuk/terbuka (bearer stock), saham
tersebut tidak tertulis atas nama pemilik. Saham mudah
dipindah tangankan. Siapa yang dapat menunjukan
sertifikat saham ini dapat hadir dan memiliki hak suara
dalam RUPS. Sertifikat hilang tidak dapat diganti.
Saham atas nama (registerred stock), saham yang ditulis
dengan jelas pemiliknya. Cara peralihanya dengan
prosedur tertentu. Nama pemegang saham tercatat dalam
buku khusus yang memuat daftar pemegang saham.
Sertifikat hilang dapat meminta pegganti sertifikat.
______________
12. Op.Cit. Nor Hadi, Pasar Modal, hal. 120

1.
Kerjahatan menurut R. Abdoel Jamali;
Kejahatan adalah perbuatan pidana yang berat. Ancaman
hukumannya dapat berupa hukuman denda, hukuman
penjara dan hukuman mati, dan kadangkala masih
ditambah dengan hukuman penyitaan barang-barang
tertentu, pencabutan hak tertentu serta pengumuman
keputusan hakim.
Semua jenis kejahatan diatur dalam Buku II KUHP. Namun
demikian, masih ada jenis kejahatan yang diatur di luar
KUHP, dikenal dengan ”tindak pidana khusus” misalnya
tindak pidana korupsi, subversi, narkotika, tindak pidana
ekonomi.

2.
Pelangaran
Pelanggaran adalah perbuatan pidana yang ringan,
ancaman hukumannya berupa denda atau kurungan.
Semua perbuatan pidana yang tergolong pelanggaran
diatur dalam buku III KUHP

1.
Sanksi Administratif;
Pasal 102
(1) Bapepam mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran
Undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya yang
dilakukan oleh setiap Pihak yang memperoleh izin, persetujuan,
atau pendaftaran dari Bapepam.
(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
berupa:
a. peringatan tertulis;
b. denda yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;
c. pembatasan kegiatan usaha;
d. pembekuan kegiatan usaha;
e. pencabutan izin usaha;
f. pembatalan persetujuan; dan
g. pembatalan pendaftaran.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai sanksi administratif sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah.
2. Sanksi Pidana:
Sanksi pidana diatur dalam Pasal 103-109 UU No 8 Tahun
1995 tentang Pasar Modal
Yang terdiri dari pelanggaran dan kejahatan.
3. Sanksi Perdata:
Pasal 111
Setiap Pihak yang menderita kerugian sebagai akibat dari
pelanggaran atas Undang-undang ini dan atau peraturan
pelaksanaannya dapat menuntut ganti rugi, baik sendirisendiri maupun bersama-sama dengan Pihak lain yang
memiliki tuntutan yang serupa, terhadap Pihak atau
Pihak-Pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran
tersebut.
1.
Kewenangan penyelidikan
Pasal 101
(1)
(2)
Dalam hal Bapepam berpendapat pelanggaran
terhadap Undang-undang ini dan atau
peraturan pelaksanaannya mengakibatkan kerugian
bagi kepentingan Pasar Modal dan atau membahayakan
kepentingan pemodal atau masyarakat, Bapepam
menetapkan dimulainya tindakan penyidikan.
Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan
Bapepam diberi wewenang khusus
sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak
pidana di bidang Pasar Modal
berdasarkan ketentuan dalam Kitab Undang-undang
Hukum Acara Pidana.
(3)
Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berwenang :
a.
menerima laporan, pemberitahuan, atau pengaduan dari seseorang
tentang adanya tindak pidana di bidang Pasar Modal;
b.
melakukan penelitian atas kebenaran laporan atau keterangan
berkenaan dengan tindak pidana di bidang Pasar Modal;
c.
melakukan penelitian terhadap Pihak yang diduga melakukan atau
terlibat dalam tindak pidana di bidang Pasar Modal;
d.
memanggil, memeriksa, dan meminta keterangan dan barang bukti
dari setiap Pihak yang disangka melakukan, atau sebagai saksi dalam
tindak pidana di bidang Pasar Modal;
e.
melakukan pemeriksaan atas pembukuan, catatan, dan dokumen lain
berkenaan dengan tindak pidana di bidang Pasar Modal;
f.
melakukan pemeriksaan di setiap tempat tertentu yang diduga
terdapat setiap barang bukti pembukuan, pencatatan, dan dokumen
lain serta melakukan penyitaan terhadap barang yang dapat dijadikan
bahan bukti dalam perkara tindak pidana di bidang Pasar Modal;
g.
memblokir rekening pada bank atau lembaga keuangan lain dari Pihak
yang diduga melakukan atau terlibat dalam tindak pidana di bidang
Pasar Modal;
h.
meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan
tindak pidana di bidang Pasar Modal; dan
i.
menyatakan saat dimulai dan dihentikannya penyidikan.
(4) Dalam rangka pelaksanaan penyidikan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), Bapepam mengajukan permohonan izin kepada
Menteri untuk memperoleh keterangan dari bank tentang
keadaan keuangan tersangka pada bank sesuai dengan
peraturan perundang-undangan di bidang perbankan.
(5)
Penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan
hasil penyidikannya kepada penuntut umum sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum
Acara Pidana.
(6) Dalam rangka pelaksanaan kewenangan penyidikan
sebagaimana dimaksud dalam ayat Bapepam dapat
meminta bantuan aparat penegak hukum lain.
7) Setiap pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di
lingkungan Bapepam yang diberi tugas untuk melakukan
penyidikan dilarang memanfaatkan untuk diri sendiri
atau mengungkapkan informasi yang diperoleh
berdasarkan Undang-undang ini kepada Pihak mana pun,
selain dalam rangka upaya untuk mencapai tujuan
Bapepam atau jika diharuskan oleh Undang-undang
lainnya.
Download