ATURAN DAN MEKANISME PERDAGANGAN EFEK Pelaksanaan

advertisement
ATURAN DAN MEKANISME PERDAGANGAN EFEK
Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan fasilitas
JATS. Perdagangan Efek di Bursa hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (AB) yang juga
menjadi Anggota Kliring KPEI. Anggota Bursa Efek bertanggung jawab terhadap seluruh
transaksi yang dilakukan di Bursa baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan
nasabah.Anggota Bursa Efek bertanggung jawab terhadap penyelesaian seluruh Transaksi Bursa
atas nama Anggota Bursa Efek yang bersangkutan sebagaimana tercantum dalam Daftar
Transaksi Bursa (DTB), termasuk Transaksi Bursa yang terjadi antara lain karena:
1) kesalahan Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek dalam rangka Remote
Trading kecuali kesalahan perangkat lunak JONEC yang disediakan oleh Bursa; dan atau
2) kelalaian atau kesalahan PJPP dalam melaksanakan penawaran jual dan atau permintaan beli
ke JATS; dan atau
3) kelalaian atau kesalahan IT Officer Remote Trading dalam pengoperasian Peralatan
Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek; dan atau
4) Adanya akses yang tidak sah yang dilakukan melalui Peralatan Penunjang dan atau aplikasi
Anggota Bursa Efek.
5) Pasar Reguler;
6) Pasar Tunai;
7) Pasar Negosiasi.
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hanya dapat diperdagangkan di Pasar Tunai
dan Pasar Negosiasi pada sesi I.
PENYELESAIAN TRANSAKSI
Segmen Pasar
Pasar Reguler
Waktu Penyelesaian Transaksi
Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya Transaksi
Pasar Tunai
Buras (T+3)
Hari Bursa
Pasar Negosiasi
Transaksi Bursa (T+0)
Berdasarkan kesepakatan antara Anggota Bursa
yang
sama
dengan
jual dengan Anggota Bursa Beli
JAM PERDAGANGAN
terjadinya
Perdagangan Efek di Pasar Reguler, Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi dilakukan selama jam
perdagangan setiap Hari Bursa dengan berpedoman pada waktu JATS.
Jam Perdagangan Pasar Reguler:
Hari
Senin – Kamis
Jumat
Sesi I
Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00
Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Sesi II
Pukul 13:30:00 s/d 15:49:59
Pukul 14:00:00 s/d 15:49:59
Jam Perdagangan Pasar Tunai:
Hari
Senin – Kamis
Jumat
Waktu
Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00
Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Jam Perdagangan Pasar Negoisasi:
Hari
Senin – Kamis
Jumat
Sesi I
Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00
Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Sesi II
Pukul 13:30:00 s/d 16:15:00
Pukul 14:00:00 s/d 16:15:00
Untuk Pasar Reguler menggunakan sesi Pra-pembukaan, Pra-penutupan dan Pasca
Penutupan yang dilakukan setiap hari Bursa dengan jadwal sebagai berikut:
Pra Pembukaan :
Waktu
08:45:00 - 08:55:00 WIB
Agenda
Anggota Bursa Efek memasukan penawaran Jual dan atau
08:55:01 - 08:59:59 WIB
permintaan beli
JATS melakukan proses pembentukan Harga Pembukaan dan
memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli
pada Harga Pembukaan berdasarkan price dan time priority
Pra-Penutupan dan Pasca Penutupan:
Sesi
Pra-penutupan
Waktu
15:50:00 s.d. 16:00:00
Aktivitas
Anggota Bursa Efek memasukan penawaran Jual
16:00:01 s.d. 16:04:59
dan atau permintaan beli
JATS melakukan proses
pembentukan Harga
Penutupan dan memperjumpakan penawaran jual
dengan permintaan beli pada Harga Penutupan
Pasca Penutupan 16:05:00 s.d. 16:15:00
berdasarkan pricedan time priority
Anggota Bursa Efek untuk memasukkan penawaran
jual
dan
atau
permintaan
beli
pada
Harga
Penutupan, dan JATS memperjumpakan secara
berkelanjutan (continuous auction) atas penawaran
jual dengan permintaan beli untuk Efek yang sama
secara keseluruhan maupun sebagian pada Harga
Penutupan berdasarkan time priority
Pasar Reguler, Negotiated dan Tunai
Segmen pasar di bursa efek ada tiga, yakni pasar reguler, pasar negosiasi, dan pasar tunai.
Penjelasan masing-masing pasar tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pasar reguler
Yakni segmen pasar di bursa efek yang pembentukan harganya dilakukan dengan cara tawar
menawar secara lelang dan terus menerus (continue auction market) berdasarkan kekuatan pasar.
Perdagangan efek atau transaksi di pasar reguler harus menggunakan satuan perdagangan (round
lot) efek atau kelipatannya atau ada batas minimal saham yang diperdagangkan, yakni 500 efek
atau saham.Pasar ini dipilih oleh investor utuk memperoleh harga yang terbaik, karena harga
pada pasar reguler dibentuk sesuai dengan mekanisme pasar (continous auction market).
2. Pasar negosiasi
Yakni segmen pasar di bursa efek yang pembentukan harganya dilakukan dengan cara negosiasi
langsung (negotiated market) antara perusahaan pialang atau AB jual dan perusahaan pialang
atau AB bell. Perdagangan saham di pasar ini tidak menggunakan satuan perdagangan (nonround lot).Pasar ini dipilih oleh investor yang ingin membeli dan menjual efek dalam jumlah dan
harga sesuai dengan keinginan mereka.Pasar negosiasi tidak melakukan tawar-menawar seperti
pada regular trading (negotiated system). Perdagangan dilaksanakan pada papan dan harga
yangterpisahkan dan ditentukan sesuai dengan harga terakhir perdagangan regular
3. Pasar tunai
Yakni segmen pasar di bursa efek yang pembentukan harganya sama dengan pasar reguler,
demikian juga proses transaksinya menggunakan satuan perdagangan. Pasar tunai biasanya
digunakan oleh perusahaan pialang yang tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam
penyelesaian transaksi di pasar reguler dan negosiasi pada hari bursa yang ditetapkan. Pada pasar
tunai digunakan sistem pembayaran uang dan penyerahan uang seketika (cash and carry). Bagi
investor pemula, pada prinsipnya bisa bertransaksi di semua segmen pasar. Namun, disarankan
bagi investor pemula untuk masuk ke pasar reguler.
Margin Financing
Istilah "Margin Finance" berarti pembiayaan oleh Pialang Keuangan atas bagian nilai surat
berharga dalam rekening margin financing dengan menjamin surat berharga di akun tersebut.
Misalkan Anda adalah seorang investor dan Anda membeli saham senilai JD 5.000 dengan uang
Anda sendiri, maka nilai saham tersebut naik ke JD 7.500, keuntungan Anda akan menjadi 50%.
Tetapi jika Anda membiayai pembelian saham tersebut melalui margin financing saham, Anda
akan membayar JD 2.500 dari uang Anda sendiri dan broker Anda akan membayar JD 2.500,
sehingga keuntungan Anda akan menjadi 100%. Dengan kata lain, keuntungan Anda lebih besar
ketika Anda margin financing. Jika, di sisi lain, nilai saham turun ke JD 2.500 setelah Anda telah
membeli mereka dengan uang Anda sendiri, kerugian Anda akan menjadi 50%, tetapi jika Anda
telah membeli mereka dari rekening keuangan marjin, kerugian Anda akan menjadi 100 %
ditambah pembayaran bunga dan biaya. Dengan kata lain, kerugian Anda lebih besar ketika
Anda margin finance di efek dalam rekening margin financing dengan menjamin surat berharga
di akun itu.
Singkatnya, perdagangan marjin keuangan mungkin memberi Anda keuntungan yang lebih
tinggi atau menyebabkan kerugian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perdagangan dengan
uang Anda sendiri.
Sebelum Anda memutuskan untuk perdagangan melalui marjin keuangan Anda harus tahu
hal-hal berikut:
1) Perdagangan Anda melalui margin finance dengan broker yang berlisensi untuk melakukan
operasi margin finance diatur oleh Instruksi Keuangan Margin yang berlaku, yang harus Anda
membaca dan memahami secara menyeluruh.
2) Hubungan Anda dengan broker yang berlisensi untuk melakukan operasi margin finance
diatur oleh perjanjian yang ditandatangani antara Anda, yang Anda harus membaca dengan
seksama dan mendiskusikan hal dengan broker Anda sebelum penandatanganan karena
mengikat Anda.
3) Jangan melakukan margin finance semua sekuritas Anda.
Risiko marginfinance :
1) Margin finance adalah pedang bermata dua. Ini membawa resiko yang lebih besar daripada
perdagangan tunai karena dapat meningkatkan kerugian Anda, hanya karena dapat
meningkatkan keuntungan Anda.
2) Efek yang dibiayai melalui margin finance dianggap sebagai jaminan bagi broker yang
membiayai pembelian Anda melalui marjin financing, Dia memiliki hak untuk menjual
sekuritas dalam rekening marjin financing jika margin pemeliharaan turun di bawah batas
minimum yang diperbolehkan, bahkan pada kerugian besar jika nilai sekuritas menderita
penurunan besar dalam rangka untuk memulihkan fasilitas yang ditawarkan kepada klien.
3) Anda mungkin perlu untuk mengisi akun margin finance anda dengan setoran tunai atau
deposito efek lain yang diperbolehkan untuk menjadi marjin finance untuk meningkatkan
margin pemeliharaan jika turun di bawah batas minimum yang diperbolehkan.
4) Anda tidak diizinkan untuk meminta penundaan tambahan jika kontribusi Anda ke rekening
margin financing turun.
5) Broker memiliki hak untuk memilih sekuritas yang akan dijual untuk menutupi margin
pemeliharaan.
SHORT SELLING
Short selling adalah suatu cara yang digunakan dalam penjualan saham di mana investor
atau trader meminjam dana (on margin) untuk menjual saham (yang belum dimiliki) dengan
harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali dan mengembalikan pinjaman saham ke
pialangnya pada saat saham turun. Dalam perjalanan pasar modal di Indonesia, pertama kali
aturan mengenai short selling ini diatur melalui Keputusan Ketua Bapepam No. Kep09/PM/1997 tanggal 30 April 1997 tentang Pembiayaan Penyelesaian Transaksi Efek Oleh
Perusahaan Efek Bagi Nasabah.
Bapepam-LK kemudian merevisi aturan yang diberi Peraturan V.D.6 itu. Revisi itu
seiring terjadinya krisis finansial yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Gara-gara krisis,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami kejatuhan yang
sangat dalam. Untuk mengantisipasi transaksi yang bisa membuat IHSG makin jatuh, Bapepam
menerbitkan sejumlah aturan termasuk revisi aturan short selling. Transaksi short selling ini
kemudian diatur antara lain dengan Keputusan Ketua Bapepam-LK No. 556/BL/2008.
Sehingga, pada dasarnya transaksi short selling di Indonesia diperbolehkan. Namun,
Bapepam-LK tetap menentukan rambu-rambu transaksi short selling seperti apa yang
dibolehkan. Tujuannya, tentu saja mengamankan pasar modal dalam negeri selain untuk
kepentingan investor minoritas.
Mekanisme short selling
•
Seorang investor melakukan peminjaman saham (ada peraturan yang berbeda-beda
disetiap negara yang membatasi batasan perbandingan jumlah peminjaman yang dapat
dilakukan dengan dana yang tersedia sebagai deposit pada akun pialang.).
•
Investor menjualnya dan hasilnya dikreditkan kedalam akunnya pada perusahaan pialang
saham.
•
Investor harus "menutup" posisinya dengan cara melakukan pembelian kembali saham .
Apabila harga turun maka ia akan memperoleh keuntungan namun apabila harga naik
maka akan merugi.
•
Investor akhirnya mengembalikan saham tersebut kepada sipemberi pinjaman.
SCRIPLESS TRADING
Transaksi perdagangan Efek tanpa warkat (scripless trading) adalah sistem perdagangan
Efek di bursa Efek yang dilaksanakan secara elektronik dengan penyelesaian melalui sistem
pemindah bukuan (book-entry settlement system). Adapun tanda bukti kepemilikan Efek tidak
lagi akan berbentuk fisik sertifikat Efek, tetapi diwujudkan dalam rekening Efek pada Kustodian
Sentral. Manfaat scripless trading bagi Perantara Pedagang Efek adalah pengurangan kesalahan
yang timbul dalam proses penyelesaian fisik Efek secara manual, efisiensi dalam penyelesaian
transaksi Efek, pengurangan resiko penyelesaian transaksi Efek, pengurangan biaya operasi, dan
peningkatan sistem informasi manajemen, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
volume perdagangan.
Bagi Emiten dan Perusahaan Publik, penerapan sistem ini akan mengurangi biaya
registrasi Efek yang ditanggungnya, memungkinkan untuk mengetahui pihak-pihak pemegang
Efek dalam waktu yang relatif cepat setiap saat, serta pengurangan antrian panjang dalam setiap
pembagian bonus, dividen dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Efek, karena pembagian
tersebut dapat dilakukan secara elektonik. Penerapan sistem perdagangan dan penyelesaian
transaksi Efek secara scriples trading pada prinsipnya memerlukan tiga hal pokok yaitu kesiapan
perangkat peraturan, perangkat sistem komputer dan Sumber Daya Manusia yang profesional.
Bapepam mensyaratkan tersedianya dana dan Efek pada rekening Efek, dan kesepadanan Efek
pada penerapan sistem ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam Nomor VI.A.3 perihal
Rekening Efek pada Kustodian. Adapun penggunaan perangkat sistem komputer harus dapat
menerjemahkan peraturan dan mengakomodir kebutuhan pelaksanaan scripless trading yang
memenuhi persyaratan keandalan, ketangguhan dan keamanan.
Peranan PT KPEI sebagal visualisasi LKP adalah untuk melaksanakan kliring dan
menjamin terselesaikannya transaksi. PT KPEI mengkliringkan transaksi yang terjadi di Bursa
Efek sehingga dapat ditentukan hak dan kewajiban Anggota Bursa. PT KPEI juga harus
menjamin penyelesaian transaksi, dimana jaminan PT KPEI berupa jaminan penyelesaian
transaksi tepat pada waktunya.
Peranan PT KSEI dalam penerapan sistem scripless trading sangat besar karena sebagai
visualisasi LPP, PT KSEI harus dapat menjalankan fungsi kustodian sentral dalam proses
penyelesaian transaksi Efek. Sebagai kustodian sentral PT KSEI dituntut untuk mampu
memberikan layanan yang terbaik, untuk itu PT KSEI harus menerapkan internal kontrol yang
ketat agar mampu mengelola dana dan Efek nasabah dalam jumlah yang besar dengan tepat dan
aman. Dalam sistim scripless trading, LKP, Kustodian dan Anggota Bursa membuka rekening
pada PT KSEI, dimana posisi Efek dan dana pelaku transaksi dapat diketahui. Sehingga
kegagalan-kegagalan dalam penyelesaian transaksi seperti yang terjadi akhir-akhir ini dapat
dihindari.
REMOTE TRADING
Pengertian Sistem Remote Trading
Ada beberapa sistem perdagangan yang digunakan dalam proses perdagangan surat-surat
berharga, yaitu floor trading; dimana perdagangan dilakukan di lantai bursa, remote trading dan
online trading. Menurut Suwarno dkk (2002: 13), Remote Trading adalah sistem perdagangan
jarak jauh yang dapat dilakukan oleh anggota bursa dari kantor anggota bursa masing-masing
dimana setiap order langsung dikirim ke sisitem perdagangan Bursa Efek tanpa perlu
memasukkan order melalui lantai bursa. Pengertian remote trading menurut Herdiawan
(2002:13), Remote Trading adalah sistem perdagangan saham yang bisa meringkas proses
transaksi yang selama ini terjadi.
Remote Trading diterapkan untuk membuat transaksi perdagangan saham lebih cepat dan
efisien. Dengan adanya remote trading terdapat beberapa kegiatan transaksi yang dipangkas
sebagaimana teradapat dalam sistem floor trading. Dengan adanya krisis moneter yang melanda
Indonesia pada akhir tahun 1997 menyebabkan perekonomian Indonesia menjadi terpuruk. Tak
terkecuali dunia pasar modal. Pasar modal Indonesia, khususnya Bursa Efek Jakarta juga
mengalami kelesuan perdagangan. Untuk itu dunia pasar modal Indonesia, khususnya Bursa
Efek Jakarta banyak melakukan cara agar perdagangan pasar modal kembali bergairah dengan
menggali investasi yang ada, seperti memperketat syarat – syarat emiten yang akan go public,
meningkatkan kualitas perusahaan –perusahaan yang
go public, menegakkan regulasi dan
menerapkan sistem remote trading dalam perdagangan saham sebagai perbaikan sistem floor
trading.
Penerapan remote trading di Bursa Efek Jakarta pada akhir Maret 2002 diharapkan akan
meningkatkan kegairahan pasar modal. Dengan diterapkannya remote trading maka transaksi
perdagangan akan lebih cepat dan efisien. Proses perdagangan yang harus dilalui melalui delapan
tahap dalam sistem floor tradingdapat diringkas menjadi lima tahap dalam sistem remote trading.
Remote Tradingdapat diartikan sebagai sistem perdagangan jarak jauh, dimana setiap order
transaksi di kantor broker (perusahaan efek) langsung dikirim ke sistem perdagangan Bursa Efek
(sistem JATS), tapa perlu memasukkan oeder dari lantai bursa (trading floor). Dengan demikian,
order dapat dilakukan di kantor broker dimana saja sepanjang terhubung dengan sistem
perdagangan bursa.
ON-LINE TRADING
Definisi dan Karakteristik Online Trading
Seiring dengan perkembangan teknologi internet, kegiatan transaksi di Pasar Modal turut
berkembang dengan adanya mekanisme bertransaksi melalui telepon kepada sales Perusahaan
Efek menjadi order yang diinput sendiri oleh nasabah menggunakan perangkat yang terhubung
dengan internet. Investorpun dapat secara langsung memonitor perkembangan harga dipasar
secara real time. Mekanisme ini lebih dikenal dengan nama online trading. Secara umum,
perdagangan online trading terjadi ketika seorang investor menyampaikan order beli atau jual
Efek melalui media internet pada online broker yang kemudian mengeksekusi perintah tersebut
dengan meneruskan ke sistem Bursa Efek secara otomatis.
Definisi Online Trading menurut situs intradaytips.com adalah tindakan menempatkan
pesanan beli atau jual suatu surat berharga keuangan atau mata uang dengan menggunakan
platform berbasis internet milik Perantara Pedagang Efek (broker-dealer). Dalam Peraturan
Bapepam-LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Melakukan
Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek istilah yang digunakan adalah Sistem
Perdagangan Online, yaitu sistem perdagangan yang disediakan oleh Perantara Pedagang Efek
melalui media komunikasi elektronik termasuk internet, layanan pesan singkat (short message
service/sms), layanan protokol aplikasi nirkabel, atau media elektronik lainnya untuk melakukan
transaksi Efek. Menurut Arrianto Mukti (Studi Perbandingan Sistem-sistem Perdagangan di
Internet dan Desain Protokol Cek Bilyet Digital; 1997),trading platform harus dapat menjamin
beberapa hal sebagai berikut:
a. Kerahasiaan (confidentiality): Data transaksi harus dapat disampaikan secara rahasia,
sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan.
b. Keutuhan (integrity): Data setiap transaksi tidak boleh berubah saat disampaikan melalui
suatu saluran komunikasi.
c. Keabsahan atau keotentikan (authenticity), meliputi:
•
Keabsahan pihak-pihak yang melakukan transaksi: Bahwa sang konsumen adalah
seorang pelanggan yang sah pada suatu perusahaan penyelengara sistem pembayaran
tertentu (misalnya kartu kredit Visa dan MasterCard, atau kartu debit seperti Kualiva
dan StarCard misalnya) dan keabsahan keberadaan pedagang itu sendiri.
•
Keabsahan data transaksi: Data transaksi itu oleh penerima diyakini dibuat oleh pihak
yang mengaku membuatnya (biasanya sang pembuat data tersebut membubuhkan
tanda tangannya). Hal ini termasuk pula jaminan bahwa tanda tangan dalam dokumen
tersebut tidak bisa dipalsukan atau diubah.
•
dapat dijadikan bukti / tak dapat disangkal (non-repudiation): catatan mengenai
transaksi yang telah dilakukan dapat dijadikan barang bukti di suatu saat jika ada
perselisihan.
Berdasarkan definisi di atas maka karakteristik utama dari online trading adalah adanya
interaksi proses order nasabah yang dilakukan melalui media elektronik baik dengan
menggunakan jaringan internet maupun wireless aplication protocol (WAP).
Kapitalisasi Pasar Saham dan Obligasi
Kapitalisasi pasar
adalah
total
jumlah surat
berharga yang
diterbitkan
oleh
berbagai perusahaan di dalam satu pasar. Kapitalisasi termasuk obligasi, surat hutang
(promes), saham preferen dan saham biasa. Obligasi dan promes biasanya dihitung menurut nilai
nominal
atau nilai
pari. Saham preferen dan
saham
biasa
dapat
dihitung
dalam
nilai nominal, nilai pasar yang ditetapkan, atau jumlah yang diterima emiten.
Pengertian kapitalisasi terbagi kedalam dua pengertian yaitu :
•
Menunjukan jumlah securities yang beredar (saham dan obligasi)
•
Menunjukan jumlah modal yang digunakan dalm perusahaan dan modal tersebut dalm
bentuk modal saham, surplus dan utang jangka panjang lainya.
Teori-teori kapitalisasi
Teori kapitalisasi terbagi ke dalam dua golongan, yaitu :
1. Berdasarkan pendapatan atau earning
Nilai suatu perusahaan dapat ditentukan berdasarkan pendapatan yang didapatka setiap
tahunnya dikalikan dengan multiplayer tertentu.
2. Berdasarkan pengeluaran atau cost
Kapitalisasi perusahaan didasarkan pada cost dari fixed capital yang digunakan dalam
suatu perusahaan.
Struktur modal
Struktur modal adalah perbandingan antara modal asing (jangka panjang) dengan modal sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal
Struktur modal dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
1.
Tingkat bunga,
2.
Stabilitas daripada earning,
3.
Susunan dari aktiva,
4.
Kadar resiko aktiva,
5.
Besarnya modal yang dibutuhkan,
6.
Keadaan pasar modal,
7.
Sifat management, dan
8.
Besarnya perusahaan.
Pasar Modal
Kebijakan Pemerintah lainnya yang ditujukan untuk mendorong aktivitas pasar saham
adalah pencabutan ketentuan pembatasan pembelian saham oleh pemodal asing pada tahun 1997.
Namun sayang, euforia terhadap pasar saham tersebut terkoreksi oleh krisis ekonomi dan
moneter yang terjadi pada tahun 1997-1998 sehingga dampak dari kebijakan tersebut tidak
terlihat dalam jangka pendek. Peningkatan aktivitas pasar modal kembali marak seiring dengan
pemulihan ekonomi paska krisis dan meningkatnya arus modal masuk (capital inflow). Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar modal terus meningkat secara
beriringan sejak tahun 2003 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2007.
Pasar Obligasi
Penerbitan dan pasar sekunder obligasi korporasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1983,
namun perkembangan secara signifikan baru terjadi pada periode paska krisis. Baik outstanding
maupun nilai kapitalisasi pasar obligasi korporasi mengalami lonjakan sejak tahun 2003.
Perkembangan pasar obligasi korporasi searah dengan perkembangan di pasar saham yang
mencapai puncaknya pada tahun 2007 dan mengalami penurunan pada tahun 2008 karena imbas
krisis keuangan global. Terdapat dua faktor utama yang mendorong lonjakan penerbitan dan
perdagangan obligasi korporasi pada periode paska krisis. Pertama, semakin berkembang dan
maraknya transaksi di pasar sekunder obligasi pemerintah (Surat Utang Negara, SUN) yang
digunakan untuk program rekapitalisasi perbankan. Dari sisi nilai perdagangan harian (NPH)
maupun nilai kapitalisasi pasar (NKP) di pasar obligasi, obligasi pemerintah memang lebih
dominan. Kedua, kondisi ekses likuiditas di sektor keuangan yang terjadi sampai dengan
pertengahan tahun 2008 juga mendorong aktivitas perdagangan obligasi korporasi.
Indeks Harga Saham dan Metode Penghitungan Indeks
A. Indeks Harga Saham
Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks
merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukan investasi di pasar modal,
khususnya saham. Saat ini Bursa Efek Indonesia memiliki 11 jenis indeks harga saham, yang
secara terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik.
Indeks-indeks tersebut adalah:
1.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Menggunakan semua Perusahaan Tercatat sebagai komponen perhitungan Indeks. Agar
IHSG dapat menggambarkan keadaan pasar yang wajar. Dasar pertimbangannya antara lain, jika
jumlah saham Perusahaan Tercatat tersebut yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil
sementara kapitalisasi pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham Perusahaan
Tercatat tersebut berpotensi mempengaruhi kewajaran pergerakan IHSG.
Penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan
Ada dua metode penghitungan IHSG yaitu:
a. Metode rata-rata (Average Method)
Pada metode ini, harga pasar saham-saham yang dimasukkan dalam perhitungan indeks
tersebut dijumlahkan kemudian dibagi dengan suatu faktor pembagi tertentu. Rumus
indeks harga saham gabungan dengan metode rata-rata adalah:
IHSG
= Indeks Harga Saham Gabungan
= Suatu Nilai Pembagi
= Harga Pasar Saham
IHSG ditentukan hari dasar untuk perhitungan indeks. Pada hari dasar, harga dasar yang
sama dengan harga pasar sehingga indeksnya adalah 100%.
b. Metode rata-rata tertimbang (Weighted Average Method)
a) Metode Paasche
Rumus Paasche
IHSG
= Indeks Harga Saham Gabungan
= Harga dasar saham
= Harga Pasar Saham
Ss
= Jumlah saham yang dikeluarkan (outstanding shares)
Rumus Paasche ini membandingkan kapitalisasi pasar seluruh saham dengan nilai
dasar seluruh saham yang tergantung dalam suatu indeks. Jadi, makin besar
kapitalisasi suatu saham, maka akan memberikan pengaruh yang sangat besar jika
terjadi perubahan harga pada sahama yang bersangkutan.
b) Metode Laspeyres
Rumus Laspeyres
IHSG
= Indeks Harga Saham Gabungan
= Harga dasar saham
= Harga Pasar Saham
So
= Jumlah saham yang dikeluarkan pada hari dasar
Pada metode Laspeyres diatas jumlah saham yang dikeluarkan pada hari dasar dan
tidak bisa berubah selamanya walaupun ada pengeluaran saham baru. Sedangkan
Paasche menggunakan jumlah saham yang berubah jika ada pengeluaran saham baru.
c) Metode Drobish
Metode Drobish, rata-rata dari kedua metode tersebut merupakan pendekatan yang
terbaik.
d) Metode Irving Fisher
2.
Indeks Sektoral
Menggunakan semua Perusahaan Tercatat yang termasuk dalam masing-masing sektor.
Sekarang ini ada 10 sektor yang ada di BEI yaitu sektor Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar,
Aneka Industri, Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdangangan dan Jasa,
dan Manufatur.
3.
Indeks LQ45
Indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan
pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan.
4.
Jakarta Islmic Index (JII)
Indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam
kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan
mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas.
5.
Indeks Kompas100
Indeks yang terdiri dari 100 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan
pertimbangan
likuiditas
dan
kapitalisasi
pasar,
dengan
kriteria-kriteria
yang
sudah
ditentukan. Review dan penggantian saham dilakukan setiap 6 bulan.
6.
Indeks BISNIS-27
Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan harian Bisnis Indonesia meluncurkan
indeks harga saham yang diberi nama Indeks BISNIS-27. Indeks yang terdiri dari 27 saham
Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan kriteria fundamental, teknikal atau likuiditas
transaksi dan Akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.
7.
Indeks PEFINDO25
Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan lembaga rating PEFINDO meluncurkan
indeks harga saham yang diberi nama Indeks PEFINDO25. Indeks ini dimaksudkan untuk
memberikan tambahan informasi bagi pemodal khususnya untuk saham-saham emiten kecil dan
menengah (Small Medium Enterprises/SME). Indeks ini terdiri dari 25 saham Perusahaan
Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria seperti: Total Aset, tingkat
pengembalian modal (Return on Equity/ROE) dan opini akuntan publik. Selain kriteria tersebut
di atas, diperhatikan juga faktor likuiditas dan jumlah saham yang dimiliki publik.
8.
Indeks SRI-KEHATI
Indeks ini dibentuk atas kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan
Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Indeks ini diharapkan memberi tambahan
informasi kepada investor yang ingin berinvestasi pada emiten-emiten yang memiliki kinerja
sangat baik dalam mendorong usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap
lingkungan dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Indeks ini terdiri dari 25 saham
Perusahaan Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria seperti: Total
Aset, Price Earning Ratio (PER) dan Free Float.
9.
Indeks Papan Utama
Menggunakan saham-saham Perusahaan Tercatat yang masuk dalam Papan Utama.
10.
Indeks Papan Pengembangan
Menggunakan
saham-saham
Perusahaan
Tercatat
yang
masuk
dalam
Papan
Pengembangan.
11.
Indeks Individual
Indeks harga saham masing-masing Perusahaan Tercatat.
B. Indeks Obligasi Negara (Indonesia Government Bond Index - IGBX)
Indeks Obligasi Negara pertama kali diluncurkan pada tanggal 01 Juli 2004 dengan
nama Indonesia Government Bond Index disingkat IGBX, sebagai wujud pelayanan kepada
masyarakat pasar modal dalam memperoleh data sehubungan dengan informasi perdagangan
obligasi negara.
Indeks Obligasi memberikan nilai lebih, antara lain:

Sebagai barometer dalam melihat perubahan yang terjadi di pasar obligasi

Sebagai alat analisa teknikal untuk pasar obligasi pemerintah

Benchmark dalam mengukur kinerja portofolio obligasi

Analisa pengembangan instrumen Surat Berharga Negara (SBN).
Informasi IGBX
Clean Price Index (CPI)
Merupakan hasil perhitungan perkembangan harga pasar atas suatu kelompok Obligasi
Negara, berdasarkan jatuh temponya. Harga pasar yang digunakan adalah harga Obligasi Negara
yang terjadi dan dilaporkan melalui PT Bursa Efek Indonesia selaku Penerima Laporan
Transaksi Efek yang disesuaikan terlebih dahulu menjadi clean price
Yield
Yang dimaksudkan adalah yield to maturity dari masing-masing obligasi. Yield Index, atau
disebut juga Bondway (Bond Weigthed Average Yield), merupakan angka yang diperoleh
dari weighted average yield terhadap nilai nominal dari obligasi tercatat dan dapat
diperdagangkan. Angka index ini, dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan
perolehan yield suatu portofolio.
Total Return Index (TRI).
Hampir semua bursa menggunakan Total Return Index (TRI) sebagai informasi yang wajib
disampaikan. TRI dihitung berdasarkan kenaikan index harga dari previous price-nya. Harga
yang digunakan untuk perhitungan TRI adalah gross price (clean price ditambah accrued
interest). Untuk perhitungan seluruh index tersebut, tanggal dasar penyusunan index yang
digunakan adalah 18 Juni 2004.
Free Float Share
Sebuah metode dimana kapitalisasi pasar perusahaan yang mendasari suatu indeks
dihitung. Bebas-mengambang kapitalisasi pasar metodologi dihitung dengan mengambil harga
ekuitas dan mengalikannya dengan jumlah saham yang tersedia di pasar. Alih-alih menggunakan
seluruh saham yang beredar seperti metode kapitalisasi pasar penuh, metode bebas mengambang
termasuk kunci saham seperti yang dimiliki oleh promotor dan pemerintah.
Metode bebas-mengambang dipandang sebagai cara yang lebih baik untuk menghitung
kapitalisasi pasar karena memberikan refleksi lebih akurat dari pergerakan pasar. Bila
menggunakan metodologi bebas-mengambang, kapitalisasi pasar yang dihasilkan lebih kecil dari
apa yang akan dihasilkan dari metode kapitalisasi pasar penuh. Metodologi bebas-mengambang
telah diadopsi oleh sebagian besar indeks utama dunia, termasuk Dow Jones Industrial Average
dan S & P 500.
13.10 Aturan Suspensi, Auto Reject, dan Delisting
Suspensi
berarti
penghentian aktivitas perdagangan saham secara sementara.Suspensi
bisa dilakukan terhadap saham yang diperdagangkan di pasar, terhadap kegiatan transaksi
investor, atau terhadap kegiatan perdagangan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa (PEAB).
Suspensi dilakukan oleh otoritas pasar -yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertujuan untuk
memberikan perlindungan terhadap investor.
Kebijakan suspensi bisa dibilang merupakan sikap yang tidak populer, baik darikacamata
investor, broker, ataupun emiten. Pihak otoritas atau BEI sebenarnya juga tidak menyukai
kebijakan
itu
karena
sangat
memahami
efeknya
terhadap
pelaku
pasar
dan
emiten. Dari sisi potensi pendapatan, pihak otoritas juga kehilangan potensi pendapatan akibat
kebijakan itu. Tapi apa mau dikata, kebijakan itu harus ditempuh untuk kepentingan yang lebih
besar bagi industri.
Sistem Auto Rejection
Sistem auto rejection adalah sistem yang otomatis menolak order atau penawaran beliatau
jual yang melebihi parameter. Sistem ini diterapkan untuk menjaga terlaksananya
perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. BEJ menerapkan sistem ini sejak November
2001. Sistem auto rejection secara otomatis akan menolak harga penawaran tertinggi atau terend
ah atas saham yang dimasukkan pada Jakarta Automated Trading System (JATS). Sistem ini
tidak berlaku pada waran dan bukti right. Penerapan auto rejection untuk perdagangan saham
hasil penawaran umum untuk pertama kalinya di bursa ditetapkan sebesar dua kali dari
persentase batasan auto rejection secara umum.
Aturan Delisting
Dalam mekanisme perdagangan di bursa efek dikenal istilah delisting dan
relisting.Delisting adalah penghapusan pencatatan saham emiten dari bursa. Delisting
saham
emiten dari pencatatan di bursa dapat terjadi karena aplikasi delisting dapat diajukan ke bursa
atas kemauan perusahaan tersebut, denganmemenuhi syarat sebagai berikut
1. Disetujui oleh sedikitnya 2/3 dari total pemegang saham minoritas melalui RUPS;
2. Jika
pemegang
saham minoritas
dalam
RUPS
menentang
maka emiten atau pemegang saham mayoritas harus membeli saham
rencana
dari
tersebut,
pemegang
saham minoritas yang tidak menyetujui rencana tersebut sesuaidengan harga tertinggi di
pasar regular untuk 6 bulan terakhir sebelum tanggal RUPS;
3. Delisting harus diajukan ke bursa paling lambat empat puluh hari bursasebelum tanggal
delisting.
13.11 Macam-macam Reksadana
Reksa Dana adalah wadah atau tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat
sebagai pemodal, untuk di investasikan dalam bentuk portofolio berbagai surat
Fund Manager atau Manajer Investasi yang telah mendapat ijin
berharga
oleh
dari BAPEPAM. Uang dari
masyarakat dikumpulkan lalu dibelanjakan oleh Manajer Investasi untuk membeli berbagai surat
berharga seperti saham atau obligasi. Keuntungan dari pembelian saham atau obligasi tersebut
akan dibagikan kepada para investor tersebut.
Selain memperoleh keuntungan, Reksa Dana juga memiliki resiko penurunan keuntungan
bahkan apabila tidak disertai perhitungan yang cermat bisa mengakibatkan investor kehilangan
modalnya. Untuk itu para investor perlu mengetahui jenis-jenis reksa dana dan apa yang paling
sesuai dengan karakteristik dan tujuan investor dalam menginvestasikan dananya.
Adapun Macam-macam Reksadana Adalah :
1.
Reksa Dana Pasar Uang, melakukan sebagian besar investasinya ke efek-efek hutang
berjangka
kurang
dari
setahun
seperti
deposito,
SBI,
obligasi
dan
surat berharga lainnya. Resiko rendah, begitu juga dengan returnnya. Untuk investor
yang baru berkecimpung di dunia investasi, baik untuk mencoba Reksa Dana dalam
bentuk ini, karena fluktuasinya tidak begitu tajam.
2.
Reksa Dana Pendapatan Tetap, dimana sekitar 80 % investasinya di tanam dalam
bentuk obligasi
atau surat hutang berjangka
pendek, menengah bahkan
jangka panjang. Sementara sisanya ditempatkan dalam instrumen keuangan lainnya.
Investasi dalam bentuk ini, dapat berpotensi memiliki keuntungan lebih besar dari
Reksa Dana Pasar Uang, sekitar 12% s/d 15% per tahun. Namun risikonya
juga sangat tinggi dimana fluktuasi suku bunga memiliki risiko, juga
ada
risiko
gagal bayar. Orang yang cocok untuk berinvestasi ini adalah orang yang mempunyai
tujuan investasi jangka menengah.
3.
Reksa Dana Saham, dimana 80 % portofolio yang dikelola dalam bentuk saham,
karenanya dapat memperoleh gain yang lebih tinggi, melalui kenaikan harga saham.
Orang yang berani mengambil resiko yang tinggi, adalah orang yang cocok
mengambil
investasi
dalam
bentuk
Reksa
Dana
Saham.
Yang
jelas, jangan membeli kemudian menjualnya kembali dalam jangka pendek,
maka
resiko kerugian akan lebih besar dan harus selalu memantau harga saham yang
mudah berubah pada situs-situs yang menyediakan informasi naik-turun harga saham
seperti RTI.
4.
Reksa Dana Campuran,
dimana
investasi
ini
adalah dengan melakukan
diversifikasi portofolio pada surat-surat berharga secara lebih fleksibel. Hal ini
membuat, Reksa Dana Campuran lebih leluasa mengatur komposisi portofolionya
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar yang sedang terjadi. Misalnya harga
saham memiliki potensi member keuntungan, namun obligasi di pasar tidak begitu
baik, maka agar dapat memperoleh keuntunganyang lebih baik, manajer investasi
akan mengalokasikan dana investor ke saham daripada ke obligasi.
13.12 Exchange –Trade Fund
Exchange Trade Funds (ETFs) adalah reksa dana yang unit penyertaan/sahamnya tercatat
dan diperdagangkan di Bursa Efek yang tujuan utama investasinya (investment objective) adalah
untuk memperoleh tingkat pendapatan yang sama dengan indeks yang ditargetkan atau indeks
yang menjadi acuan. Secara garis besar Exchange Trade Funds dapat dikategorikan menjadi dua
jenis yaitu ETF Indeks (Index ETFs) dan Closed-end ETFs. ETF Indeks adalah ETF yang
menginvestasikan dana kelolaanya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada suatu
indeks tertentu dengan proporsi yang sama dengan bobot dalam indeks yang ditargetkan dengan
tujuan untuk mencerminkan gambaran kinerja indeks di bursa atau dengan kata lain untuk
menciptakan tingkat pendapatan (level of returns) yang sama dengan indeks acuan.
Sedangkan Closed-end ETFs (CEF) atau dibeberapa negara disebut dengan Actively
Managed ETFs adalah fund yang diperdagangkan di bursa efek berbentuk perusahaan investasi
(investment company), bersifat tertutup dan dikelola secara aktif oleh manajer investasi. Closeend ETFs menawarkan sahamnya kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana
(IPO), kemudian dana yang terkumpul akan diinvestasikan dalam berbagai jenis efek sesuai
dengan kebijakan investasi. Closed-end ETFs memiliki dewan direksi yang dipilih oleh
pemegang saham, dewan direksi kemudian menunjuk komite investasi dan manajer portofolio
yang bertugas melakukan pengelolaan reksa dana secara aktif. Close-end ETF tercatat di Bursa
Efek, sehingga sahamnya diperjualbelikan antar investor di Bursa Efek dan tidak melalui Reksa
Dana itu sendiri.
Dari dua jenis ETF ini yang akan dibahas dalam selanjutnya adalah ETF dari jenis ETF
Indeks (Index ETFs) mengingat jenis ETF inilah yang paling banyak tercatat dan
diperdagangkan di berbagai bursa efek dunia dan paling diminati oleh investor karena sifat dan
karakteristiknya yang unik dan menarik. Disamping itu produk ETF yang akan dikembangkan di
pasar modal Indonesia adalah ETF yang berbasis indeks.
Download