peningkatan kinerja dosen untuk menciptakan keunggulan bersaing

advertisement
PENINGKATAN KINERJA DOSEN UNTUK MENCIPTAKAN
KEUNGGULAN BERSAING PERGURUAN TINGGI MELALUI
KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN
BERBAGI PENGETAHUAN
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti
[email protected] & [email protected]
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Persaingan yang semakin ketat menuntut organisasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya yang mereka miliki dalam mencapai keunggulan bersaing. Sebagai faktor
kunci dalam organisasi, individu-individu dalam organisasi harus mempunyai komitmen
yang kuat terhadap organisasi sehingga mau berupaya secara optimal untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi. Identifikasi dengan organisasi menyiratkan mendukung tujuan
organisasi, yang dapat dicapai dengan berbagi pengetahuan. Berbagi pengetahuan
membuat lembaga pendidikan menjadi lebih kompetitif, keengganan berbagi
pengetahuan menyebabkan kematian untuk kelangsungan hidup perguruan tinggi.
Sebagai sumber daya yang penting bagi organisasi, berbagi pengetahuan menarik bagi
peneliti untuk meneliti peranannya dalam meningkatkan kinerja dosen. Penelitian ini
menggunakan metode survei dengan pengumpulan data yang dilakukan menggunakan
instrumen kuesioner yang disebarkan kepada seluruh Dosen Tetap Universitas
Muhammadiyah Purworejo. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik path
analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen normatif berpengaruh positif
terhadap berbagi pengetahuan, komitmen emosional berpengaruh positif terhadap
berbagi pengetahuan, komitmen berkelanjutan berpengaruh positif terhadap berbagi
pengetahuan, berbagi pengetahuan berpengaruh positif terhadap kinerja, komitmen
organisasional secara langsung berpengaruh positif terhadap kinerja, dan komitmen
organisasional secara tidak langsung berpengaruh positif terhadap kinerja melalui
berbagi pengetahuan.
Keywords: organizational commitment, knowledge sharing, performance
mencapai keunggulan bersaing. Salah
PENDAHULUAN
Pada
era
kompetisi
satu sumber daya yang dimiliki oleh
sekarang ini, organisasi harus mampu
organisasi
beradaptasi
manusia. Manusia merupakan sumber
agar
mempertahankan
mampu
kelangsungan
adalah
sumber
daya
daya yang paling
hidupnya. Persaingan yang semakin
utama karena sebagai penggerak bagi
ketat
untuk
sumber daya yang lainnya. Sebagai
mengoptimalkan pemanfaatan sumber
sumber daya utama organisasi, manusia
daya
72
global
menuntut
yang
organisasi
mereka
miliki
dalam
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
merupakan kunci keberhasilan untuk
tentang
memenangkan persaingan.
terhadap organisasi mereka; serta 3)
Sebagai
organisasi,
faktor
tanggung
jawab
mereka
kunci
dalam
komitmen berkelanjutan, merupakan
individu-individu
dalam
perasaan kewajiban untuk tetap tinggal
organisasi harus mempunyai komitmen
dalam organisasi.
yang kuat terhadap organisasi sehingga
Identifikasi
dengan
organisasi
mau berupaya secara optimal untuk
menyiratkan
mencapai
organisasi.
organisasi, yang dapat dicapai dengan
Komitmen ditandai oleh faktor-faktor
berbagi pengetahuan. Setiap individu
yang berkaitan dengan keyakinan akan
memiliki
tujuan
organisasi,
dimanfaatkan untuk mengoptimalkan
keinginan untuk memperluas upaya
upaya mereka terhadap organisasi.
bagi organisasi dan keinginan untuk
Pengetahuan (knowledge) yang ada
tetap dalam organisasi (Williams dan
dalam
Hazer,
merupakan aset strategis yang paling
tujuan-tujuan
dan
nilai-nilai
1986).
Komitmen
organisasional
commitment)
(organizational
merupakan
mendukung
pengetahuan
individu
penting
dalam
tujuan
yang
dan
dapat
organisasi
organisasi
untuk
kekuatan
mencapai keunggulan bersaing yang
relatif identifikasi dan keterlibatan
berkelanjutan. Davenport dan Prusak
individu dalam organisasi (Mowday
(1998)
et.al, 1979).
sebagai paduan pengalaman,
Menurut
(1990),
adalah
Allen
komitmen
keadaan
dan
menjelaskan
pengetahuan
nilai,
Meyer
informasi kontekstual, dan wawasan
organisasional
ahli yang memberikan kerangka kerja
psikologis
yang
untuk mengevaluasi dan memasukkan
mengikat individu untuk organisasi.
pengalaman
Komitmen organisasional meliputi tiga
Pengetahuan berkembang secara terus
aspek (Allen dan Meyer, 1990), yaitu :
menerus dalam individu dan organisasi
1) komitmen emosional, merupakan
yang beradaptasi terhadap pengaruh
identifikasi individu dengan organisasi,
dari lingkungan eksternal dan internal
keterlibatan individu dalam organisasi
(Siakas dan Georgiadou, 2006).
dan bahkan menintegrasikan dengan
organisasi;
merupakan
2)
komitmen
keyakinan
dan
infomasi
baru.
Pengetahuan sangat penting bagi
normatif,
organisasi
terutama
karyawan
pendidikan seperti perguruan tinggi.
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
lembaga
73
Perguruan tinggi berfungsi sebagai
1999). Sebagai sumber daya yang
gudang pengetahuan dan tidak lagi
penting
hanya
pengetahuan menarik bagi peneliti
memberikan
kepada
pengetahuan
mahasiswa.
pengetahuan
Berbagi
(Knowledge
Sharing)
untuk
bagi
organisasi,
meneliti
berbagi
peranannya
dalam
meningkatkan kinerja dosen.
adalah proses interaksi interpersonal
Atas
dimana pengetahuan dipertukarkan (Fat
tersebut,
dan Khin, 2010; Makela dan Brewster,
penelitian yang hendak diuji dan
2009). Tujuan berbagi pengetahuan,
dianalisis dalam penelitian ini adalah
menurut
:
Nancy
memungkinkan
(2000),
adalah
orang
untuk
a. Apakah
dasar
maka
permasalahan
fokus
komitmen
memberikan pengetahuan kepada orang
berpengaruh
lain dan memiliki pengetahuan umum
berbagi pengetahuan?
yang pada akhirnya mengarah pada
b. Apakah
memperoleh
pengetahuan.
Berbagi
berbagi pengetahuan?
pengetahuan
membuat
lembaga
keengganan
berbagi pengetahuan?
untuk
kelangsungan hidup perguruan tinggi.
Perguruan
tinggi
perlu
terus
mendorong pengembangan pertukaran
pengetahuan
lembaga
di
dalam
pendidikan.
dan
antar
Berbagi
terhadap
c. Apakah komitmen berkelanjutan
berpengaruh
kematian
emosional
positif
pendidikan menjadi lebih kompetitif,
menyebabkan
terhadap
komitmen
berpengaruh
pengetahuan
normatif
positif
kemampuan seluruh organisasi untuk
berbagi
pertanyaan
d. Apakah
positif
berbagi
berpengaruh
terhadap
pengetahuan
positif
terhadap
kinerja?
e. Apakah komitmen organisasional
secara
langsung
berpengaruh
positif terhadap kinerja?
pengetahuan adalah penting karena
f. Apakah komitmen organisasional
menyediakan link antara individu dan
secara tidak langsung berpengaruh
organisasi dimana pengetahuan yang
positif terhadap kinerja melalui
berada di tingkat individu bergerak ke
berbagi pengetahuan?
tingkat organisasi, hal ini menjadikan
pengetahuan sebagai nilai ekonomi dan
kompetitif bagi organisasi (Hendriks,
74
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
KAJIAN
LITERATUR
DAN
dan
PEGEMBANGAN HIPOTESIS
a. Hubungan
komitmen
organisasional
dengan
terdiri dari informasi, pengalaman,
berbagi
sebagainya.
karyawan
Akibatnya,
dengan
komitmen
organisasional yang lebih tinggi
pengetahuan
mengeluarkan upaya yang lebih
Lin (2007) menemukan komitmen
besar pada tim kerja, sehingga
organisasional berpengaruh positif
memiliki
terhadap
yang
berbagi
Komitmen
pengetahuan.
organisasional
hanya
menunjukkan
relatif
dari
berbagi
kuat.
pengetahuan
Hislop
(2003)
tidak
menemukan
bahwa
kekuatan
pengetahuan
diprediksi
identifikasi
berbagi
oleh
dan
komitmen organisasional. Teh dan
dalam
Sun (2011) menemukan bahwa
organisasi tertentu, tetapi juga
sikap kerja karyawan ( yaitu
diasumsikan
keterlibatan kerja, kepuasan kerja,
keterlibatan
hampir
individu
mempengaruhi
semua
perilaku
menguntungkan
termasuk
organisasi
berbagi
mengingat
yang
pengetahuan
bahwa
berbagi
komitmen
OCB)
organisasional
mempengaruhi
pengetahuan.
Utami
(2013)
menemukan
bahwa
komitmen
memfasilitasi
berpengaruh
tujuan
perilaku
berbagi
pengetahuan adalah cara yang
mengejar
dan
organisasional
positif
terhadap
organisasi (Mowday et.al, 1979).
berbagi pengetahuan.
Identifikasi
Berdasarkan uraian tersebut, maka
terhadap
organisasi
menyiratkan mendukung tujuan
peneliti
tersebut,
sebagai berikut:
yang
dapat
dicapai
merumuskan
hipotesis
dengan berbagi pengetahuan (Lin,
2007).
Dengan
demikian,
H1:Komitmen
karyawan yang merasa melekat
berpengaruh
dan
dengan
terhadap
adalah
pengetahuan
mengidentifikasi
organisasi
mereka
diasumsikan untuk berkolaborasi
lebih baik dengan rekan kerja
H2:Komitmen
berpengaruh
normatif
positif
berbagi
emosional
positif
dengan berbagi pengetahuan yang
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
75
terhadap
berbagi
karyawan
akan
memiliki
jiwa
untuk tetap membela organisasi,
pengetahuan
H3:Komitmen
keberlanjutan
berpengaruh
positif
dan
berusaha meningkatkan prestasi,
dan memiliki keyakinan yang pasti
signifikan terhadap berbagi
untuk
pengetahuan
organisasi.
mewujudkan
tujuan
Individu
dengan
komitmen yang tinggi akan bekerja
b. Hubungan berbagi pengetahuan
dan kinerja
lebih keras dan menunjukkan hasil
pekerjaan
Adanya
proses
pengetahuan
yang
berbagi
dibandingkan
dengan
dosen
komitmennya
lebih
maka
menjalankan dan menyelesaikan
Ruslan,
tugas dan pekerjaannya dengan
(2013)
lebih baik sehingga kinerjanya
komitmen
meningkat. Penelitian Teh dan Sun
berpengaruh
(2011)
kinerja guru.
yaitu
bahwa
lebih
perilaku
baik
yang
rendah.
Noermijati,
Susilowati
menemukan
bahwa
organisasional
positif
terhadap
berbagi pengetahuan berhubungan
Berdasarkan uraian tersebut, maka
positif
peneliti
dengan
kinerja
dan
merumuskan
hipotesis
kepuasan karyawan.
sebagai berikut:
Berdasarkan uraian tersebut, maka
H5 : Komitmen organisasional
peneliti
merumuskan
hipotesis
sebagai berikut:
H4:Berbagi
secara langsung berpengaruh
positif terhadap kinerja
pengetahuan
berpengaruh
positif
d. Hubungan komitmen organisasional
dan berbagi pengetahuan dengan
terhadap kinerja
kinerja.
c. Hubungan
76
komitmen
Hasil
penelitian
organisasional dan kinerja
menemukan
Karyawan yang komit terhadap
organisasional berpengaruh positif
organisasi
menunjukkan
terhadap berbagi pengetahuan (Lin,
sikap dan perilaku yang positif
2007; Hislop, 2003; Teh dan Sun,
terhadap
2011) dan berbagi pengetahuan
akan
lembaganya,
karena
bahwa
sebelumnya
komitmen
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
berpengaruh positif terhadap kinerja
organisasional meliputi tiga aspek
(Teh dan Sun, 2011).
(Allen dan Meyer, 1990), yaitu:
Berdasarkan
hasil
penelitian
a) Komitmen normatif, merupakan
tersebut, maka peneliti merumuskan
keyakinan
hipotesis sebagai berikut:
tanggung jawab mereka terhadap
H6 : Komitmen organisasional
organisasi mereka.
secara
tidak
karyawan
tentang
b) Komitmen emosional, merupakan
langsung
berpengaruh positif terhadap
identifikasi
kinerja
organisasi, keterlibatan individu
melalui
berbagi
individu
dengan
dalam organisasi dan bahkan
pengetahuan
mengintegrasikan
dengan
organisasi.
METODE PENELITIAN
a. Desain Penelitian
c) Komitmen
berkelanjutan,
Penelitian ini menggunakan metode
merupakan perasaan kewajiban
penelitian
untuk
survei
dengan
pengumpulan data yang dilakukan
tetap
tinggal
dalam
organisasi.
menggunakan instrumen kuesioner.
b. Populasi dan Sampel
2. Berbagi pengetahuan adalah suatu
Populasi dalam penelitian ini adalah
proses dimana individu menukarkan
seluruh Dosen Tetap Universitas
pengetahuan
Muhammadiyah Purworejo. Teknik
dengan
pengambilan sampel menggunakan
mengetahui,
sampel jenuh karena populasi yang
memanfaatkan pengetahuan tersebut
diketahui
(Wang, 2010).
sudah
jelas
dan
yang
individu
dimilikinya
lain
menyediakan
untuk
dan
jumlahnya relatif sedikit. Sampel
yang digunakan dalam penelitian
ini sebanyak 120 orang.
3.
Kinerja
Menurut Undang-Undang No 14
c. Definisi Operasional Variabel
Tahun 2005 tentang guru dan dosen,
1. Komitmen
adalah
dan Peraturan Menteri Pendidikan
keadaan psikologis yang mengikat
Nasional Republik Indonesia Nomor
individu untuk organisasi (Allen dan
16 Tahun 2007 tentang Standar
Meyer,1990).
Kualifikasi
organisasional
Komitmen
Akademik
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
dan
77
Kompetensi
Guru
macam-macam
dan
Dosen,
kompetensi
yang
harus dimiliki oleh tenaga guru dan
dan
masyarakat
sekitar.
d) Kompetensi
profesional,
dosen antara lain : kompetensi
merupakan penguasaan materi
pedagogik, kepribadian, profesional,
pembelajaran secara luas dan
dan sosial yang diperoleh melalui
mendalam
yang
mencakup
pendidikan
profesi.
Keempat
penguasaan
materi
kurikulum
kompetensi
tersebut
terintegrasi
dalam kinerja dosen.
a) Kompetensi
pedagogik,
mata
kuliah
dan
substansi
keilmuan
yang
menaungi
materinya,
serta
penguasaan
merupakan pemahaman dosen
terhadap struktur dan metodologi
terhadap
mahasiswa,
keilmuannya.
pelaksanaan
d. Metode Analisis Data
perancangan
dan
pembelajaran,
belajar,
evaluasi
dan
hasil
Analisis
data
pengembangan
hipotesis
dalam
mahasiswa
untuk
mengaktualisasikan
berbagai
potensi yang dimilikinya.
b) Kompetensi
untuk
menguji
penelitian
ini
menggunakan analisis jalur (Path
Analysis).
Analisis
ini
dapat
digunakan jika data ordinal dari
kepribadian,
kuesioner dinaikkan dulu menjadi
merupakan kemampuan personal
data interval dengan menggunakan
yang mencerminkan kepribadian
metode succesive interval (Rasyid,
yang mantap, stabil, dewasa, arif
1994). Untuk menentukan koefisien
dan berwibawa, menjadi teladan
jalur,
bagi mahasiswa, dan berakhlak
berdasarkan
mulia.
korelasinya, yang terlebih dahulu
c) Kompetensi sosial, merupakan
kemampuan
berkomunikasi
dosen
untuk
dan
bergaul
dipergunakan
dihitung
korelasinya
pada
matrik
dengan
perumusan
koefisien
koefisien
langkah-
langkah sebagai berikut (Rasyid,
secara efektif dengan mahasiswa,
1994):
sesama
1. Menghitung matriks korelasi
kependidikan,
78
mahasiswa
dosen,
orang
tenaga
tua/wali
antar variabel
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
2. Hitung matriks invers antar
variabel bebasnya
3. Menghitung
koefisien
Y
1
0,698
0,802
0,730
0,740
Y
X1
X2
X3
X4
jalur
X1
0,698
1
0,782
0,699
0,558
X2
0,802
0,782
1
0,718
0,627
X3
0,730
0,699
0,718
1
0,669
X4
0,740
0,698
0,802
0,730
1
PYXi = 1,2,3,i
Dari tabel diatas dapat diketahui
4. Hitung R2 Y (X1, X2, X3, Xi), yaitu
koefisien
yang
adanya hubungan positif antara
menyatakan
variabel komitmen normatif (X1),
determinasi total
5. Hitung
besarnya
komitmen
pengaruh
emosional
(X2),
variabel-variabel lainnya terhadap
variabel komitmen keberlanjutan
Y dan diluar Xi
(X3), dan berbagi pengetahuan
PYε = 1- R2
(X4) dengan variabel kinerja (Y).
6. Untuk
menguji
2. Matriks korelasi antar variabel
keberartian
bebasnya
koefisien jalur secara keseluruhan
digunakan uji F
7. Untuk
menguji
X1
X2
X3
X4
keberartian
X1
1
0,782
0,699
0,558
3. Matriks
koefisien jalur secara parsial,
X2
0,782
1
0,718
0,627
X3
0,699
0,718
1
0,669
invers
X4
0,698
0,802
0,730
1
korelasi
antar
variabel bebas
digunakan uji t
X1
X2
X3
X4
X1
2,463
-0,507
-0,819
-0,479
X2
-0,507
3,456
-1,334
-0,627
X3
-0,819
-1,334
3,276
-0,697
X4
-0,479
-0,627
-0,697
2,303
4. Koefisien jalur PYXi = 1,2,3,i
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengujian instrumen menunjukkan
bahwa semua butir pertanyaan valid dan
reliabel sehingga dianggap layak untuk
digunakan dalam penelitian.
1. Matriks koefisien korelasi antar
X1
X2
X3
X4
X1
2,463
-0,507
-0,819
-0,479
X2
-0,507
3,456
-1,334
-0,627
X3
-0,819
-1,334
3,276
-0,697
X4
-0,479
-0,627
-0,697
2,303
X
Y
0,698
0,802
0,730
0,740
5. Nilai Koefisien Jalur
PYX1 = 0,1613
PYX2 = 0,2705
PYX3 = 0,2568
PYX4 = 0,1713
variable
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
79
6. Nilai Koefisien Determinasi R2 Y
(X1, X2, X3, Xi) dan pengaruh dari
Untuk
luar
secara parsial digunakan uji t.
R2 = 0,7240
Dari tabel diatas dapat dilihat
7. Pengaruh variabel-variabel lainnya
bahwa
mengetahui
pengaruh
komitmen
normatif,
terhadap Y dan diluar Xi
komitmen emosional, komitmen
PY = 1- R2
= 0,2760
keberlanjutan,
dan
pengetahuan
secara
Dari nilai koefisien determinasi
berpengaruh signifikan terhadap
tersebut dapat dilihat perubahan Y
kinerja dosen.
berbagi
parsial
72,4 % ditentukan oleh perubahan
X1, X2, X3, dan X4 sisanya sebesar
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
27,6 % ditentukan oleh variabel
a. Kesimpulan
lain yang tidak diteliti.
1. Komitmen
8. Uji F
normatif
berpengaruh positif terhadap
berbagi pengetahuan
2. Komitmen
F=
berpengaruh positif terhadap
F = 75,42
berbagi pengetahuan
Dari hasil perhitungan uji F diatas
dapat
dilihat
komitmen
bahwa
normatif,
emosional,
variabel
komitmen
komitmen
keberlanjutan,
dan
berbagi
pengetahuan memiliki pengaruh
yang
berarti terhadap
kinerja
dosen.
3. Komitmen
berkelanjutan
berpengaruh positif terhadap
berbagi pengetahuan
4. Berbagi
pengetahuan
berpengaruh positif terhadap
kinerja
5. Komitmen
organisasional
secara langsung berpengaruh
9. Uji t
positif terhadap kinerja
Variabel
Komitmen NormatifKinerja
Komitmen EmosionalKinerja
Komitmen
Keberlanjutan-Kinerja
Berbagi PengetahuanKinerja
80
emosional
t hitung
2,098
2,980
2,900
2,303
Kesimpulan
Hipotesis
diterima
Hipotesis
diterima
Hipotesis
diterima
Hipotesis
diterima
6. Komitmen
secara
organisasional
tidak
langsung
berpengaruh positif terhadap
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
kinerja
melalui
berbagi
Fatt, C.K. and Khin, E.W.S. 2010. The
Social-technical view of knowledge
management in services industries.
Journal of Social Science. Vol. 6, pp
256-264
pengetahua
Pengetahuan.
b. Implikasi
1. Komitmen
perlu
organisasional
ditingkatkan
mendorong
berbagi
pengetahuan
dosen
dan
agar
kinerja
Universitas
Muhammadiyah
mampu
untuk
Hendriks, P. 1999. Why Share
Knowledge? The influence of ICT on
The Motivation for knowledge sharing
. Knowledge and Process Management.
6. 91-100
Purworejo
bersaing
dan
Lin, C.P. (2007). To Share or Not to
Share: Modelling Knowledge Sharing
Using Exchange Ideology as a
Moderator. Personnel Review. Vol 36
No 3. Pp 457-475
mempertahankan
kelangsungan hidupnya.
2. Universitas Muhammadiyah
Purworejo dengan kebijakankebijakannya
mendorong
perlu
terus
pengembangan
pertukaran pengetahuan, baik
di dalam maupun dengan
perguruan tinggi lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Allen, N.J. dan Meyer, J.P. 1990. The
Measurement and Antecedents of
Affective, Continuance, and Normative
Commitment to The Organization. Vol
63 No 1, pp 1-18
Rasyid, Harun Al. 1994. Path Analysis
dalam Aplikasi Penelitian
Davenport, T. Dan Prusak, L.
Working
Knowledge:
Organizations Manage What
Know. Harvard Business School
Boston MA.
1998.
How
They
Press.
Makela, K. and Brewster, C. 2009.
Interunit
interaction
contexts,
interpersonal social capital, and
differing levels of knowledge. Human
Resource Management. Vol 48. No 4.
Pp.591-613
Mowday, RT. Steers, RM and Porter,
LW. 1979. The Measurement of
Organizational Commitment. Journal
of Vocational Behaviour. Vol 14. Pp
224-247
Nancy,
M.D. (2000). Common
Knowledge: How Companies Thrive by
Sharing What They Know. Harvard
Business School Press. Boston. MA.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru dan Dosen
Ruslan, Noermijati, dan Susilowati
(2013).
The
influence
of
Organizational
Commitment
on
Teacher Performance: In the Learning
Organization Perspective. International
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
81
Journal of Business and Behavioral
Sciences. Vol 3 No 8
Siakas, K. and Georgiadou, E. (2006).
Knowledge
Sharing:
Cultural
Dynamics. In Feher, P. (Ed.).
Proceedings
of
7th
European
Conference of Knowledge Management
(ECKM06). 4-5 September. Public
Academic Conferences Ltd. Reading.
UK. Pp 505-513
Teh Pei-Lee dan Sun Hongyi. 2011.
Knowledge Sharing, Job Attitudes and
Organizational Citizenship Behaviour
UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen
Utami,
Esti
Margiyanti.
Pengaruh
organizational
terhadap knowledge sharing behaviour
dimediasi
oleh
organizational
commitment dan dimoderasi oleh
exchange ideology. Tesis. Pasca
Sarjana
Universitas
Jenderal
Soedirman
Wang, X. 2010. An Empirical
Investigation of Personal and Social
Factor on Knowledge Sharing in China.
(Unpublished
Master’s
Thesis).
University of Twente
Williams, L.J. and Hazer, J.T. 1986.
Antecedents and Consequences of
Satisfaction and Commitment in
Turnover Model: A Reanalysis Using
Latent Variabel Structural Equation
Methods.
Journal
of
Applied
Psychology. 71(2): 219-231
2013.
justice
r
Y
X
1
82
Esti Margiyanti Utami & Wijayanti : Peningkatan Kinerja Dosen Untuk Menciptakan Keunggulan
Bersaing Perguruan Tinggi Melalui Komitmen Organisasional Dan Berbagi Pengetahuan
Volume 13, No.2 Juli 2017 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
Download