PENGEMBANGAN MODUL BERBAHASA

advertisement
PENGEMBANGAN MODUL BERBAHASA INGGRIS BERDASARKAN
STANDAR PROSES PADA PEMBELAJARAN KAIDAH PENCACAHAN
UNTUK SISWA SMA KELAS XI
Anisah Rahmah1
Cholis Sa’dijah2
Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang
Email: [email protected]
Abstrak: Setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Dalam
pembelajaran kaidah pencacahan di kelas bilingual, terdapat perbedaan kemampuan
penalaran logis antarsiswa dalam menyelesaikan soal matematika berbentuk cerita.
Kegiatan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbahasa Inggris
pada pembelajaran kaidah pencacahan yang berdasarkan Standar Proses
(Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007). Modul yang dikembangkan telah melalui
dua tahap uji coba. Hasil dari seluruh tahap uji coba menyatakan bahwa modul yang
dikembangkan sudah valid dan efektif.
Kata Kunci: modul berbahasa Inggris, standar proses, kaidah pencacahan.
Abstract: Every student has different learning progress. In counting rules learning
in bilingual class, there is differential logical reasoning’s ability of students in
solving mathematics problem that formed story problem. Development activities
undertaken aim to generate an English module of counting rules based on The
Standard of Process (Regulational of National Education Minister No. 41 of 2007).
The module has been developed through two stages of testing. The result of all
stages of testing state that the module was valid and effective.
Keywords: english module, standard of process, counting rules.
Berdasarkan pengamatan di lapangan serta hasil wawancara ke beberapa
guru SMA yaitu di SMAN 3 Malang dan SMA Laboratorium UM serta beberapa
siswa SMA kelas XI, secara keseluruhan materi kaidah pencacahan merupakan
salah satu materi yang tidak membutuhkan hitungan yang rumit seperti materi
matematika lainnya meskipun ada beberapa masalah kaidah pencacahan yang
membutuhkan hitungan yang rumit. Hasil wawancara yang didapat penulis
menyatakan kemampuan penalaran logis siswa dalam menyelesaikan soal
matematika berbentuk cerita berbeda-beda antara siswa yang satu dengan yang
lainnya. Dalam pembelajaran di kelas, terdapat siswa yang memiliki kemampuan
yang baik dalam menyelesaikan soal kaidah pencacahan yang diberikan sehingga
cenderung bersantai-santai menunggu siswa lain yang belum selesai mengerjakan.
Beberapa siswa berkemampuan tinggi juga mengatakan kurangnya latihan soal
yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, guru seharusnya perlu strategi inovatif
1
Anisah Rahmah adalah mahasiswi Jurusan Matematika angkatan 2009 Universitas Negeri
Malang. Artikel ini diangkat dari skripsi dengan judul yang sama pada program sarjana
pendidikan.
2
Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A. adalah Dosen Matematika.
untuk memberi pemahaman materi kaidah pencacahan pada siswa. Salah satu
strategi yang bisa digunakan adalah melalui penyediaan sumber belajar yang
mampu memberikan pemahaman lebih baik kepada siswa dalam memahami
materi kaidah pencacahan, salah satunya adalah melalui modul berbahasa Inggris.
Modul dapat diartikan sebagai suatu unit lengkap yang berdiri sendiri
yang terdiri dari rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu peserta
didik mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas
(Sanjaya, 2008: 331). Dalam sebuah modul, dirumuskan suatu unit pengajaran
secara jelas, mulai dari tujuan pembelajaran, petunjuk pembelajaran atau
rangkaian kegiatan belajar yang harus dilakukan siswa, materi pembelajaran
sampai evaluasi beserta pedoman menentukan keberhasilannya. Dengan demikian,
melalui modul siswa dapat belajar mandiri (self instruction).
Pembelajaran menggunakan modul diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi dan efektivitas belajar mengajar di sekolah, terutama yang berkaitan
dengan penggunaan waktu, dana, fasilitas, dan tenaga secara tepat guna dalam
mencapai tujuan secara optimal. Melalui modul, siswa belajar tanpa dibatasi
tempat dan waktu. Siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja karena modul
disajikan dengan panduan memahami konsep serta latihan soal untuk mengukur
tingkat pemahaman siswa.
Modul yang akan dikembangkan dalam penelitian pengembangan ini
adalah modul berbahasa Inggris berdasarkan standar proses (Permendiknas
Nomor 41 Tahun 2007) karena standar proses dinilai mampu melibatkan siswa
secara aktif dalam memahami konsep secara mandiri. Standar proses adalah
kriteria minimal pada proses pembelajaran. Standar proses yang ditetapkan oleh
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Permendiknas)
Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah memuat proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada proses
eksplorasi, siswa dilibatkan secara aktif untuk mencari informasi tentang materi
yang akan dipelajari sehingga siswa dapat menemukan konsep secara mandiri.
Pada proses elaborasi, siswa diberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, dan
menyelesaikan masalah secara individual atau kelompok melalui pemberian
tugas-tugas tertentu yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Sedangkan
pada proses konfirmasi, siswa diberi kesempatan untuk mengecek kebenaran hasil
yang diperoleh pada proses eksplorasi atau elaborasi. Proses tersebut dianggap
dapat melatih siswa untuk lebih aktif sehingga dapat membantu siswa dalam
membangun pengetahuan sendiri.
Penelitian mengenai modul berdasarkan standar proses pernah dilakukan
oleh Ika Yunita (2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul
pembelajaran SPLDV beracuan pada standar proses sebagai alternatif
pembelajaran matematika untuk siswa SMP/MTs kelas VIII. Hasil penelitian
menunjukkan siswa dapat memahami konsep SPLDV secara mandiri dengan hasil
yang memuaskan sehingga modul beracuan standar proses dapat dijadikan
alternatif pembelajaran matematika pada materi SPLDV.
METODE
Penelitian pengembangan ini mengacu pada model penelitian
pengembangan menurut Borg & Gall. Borg & Gall (1983) menjelaskan sepuluh
prosedur penelitian pengembangan yang akan dijadikan pedoman dalam
penelitian pengembangan ini, di antaranya: (1) research and information
collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary
field, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product
revision, (8) operational field testing, (9) final revision, dan (10) dissemination
and implementation. Langkah-langkah tersebut bukanlah langkah baku yang harus
diikuti. Langkah-langkah tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan
peneliti. Dalam penelitian ini, langkah keenam sampai langkah kesepuluh
diabaikan mengingat subjek uji coba lapangan hanya terbatas pada 6 orang. Jadi,
langkah-langkah pengembangan dalam penelitian ini di antaranya: (1) melakukan
analisis kebutuhan, (2) melakukan analisis kurikulum, (3) mengembangkan
produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, dan (7)
revisi produk akhir.
Spesifikasi produk yang diharapkan dalam penelitian pengembangan ini
adalah modul berbahasa Inggris berdasarkan standar proses pada pembelajaran
kaidah pencacahan untuk siswa kelas XI. Desain modul yang dikembangkan
terdiri dari tiga bagian, di antaranya bagian awal (memuat halaman sampul,
pendahuluan, petunjuk penggunaan untuk guru dan siswa, daftar isi, standar
kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator), bagian inti (memuat seluruh
kegiatan belajar siswa dalam upaya pemahaman konsep dan soal-soal latihan yang
harus diselesaikan siswa), dan bagian penutup ( memuat kunci jawaban soal-soal
latihan, lembar perolehan, dan daftar rujukan yang digunakan dalam penyusunan
modul).
Modul yang dikembangkan dalam penelitian pengembangan ini
mengalami modifikasi. Modul yang diterima guru terdiri dari beberapa komponen,
yaitu halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan modul bagi guru
dan siswa, lesson plan, dan modul siswa yang disertai kunci jawaban dan lembar
penilaian. Sedangkan modul yang diterima siswa terdiri dari halaman sampul, petunjuk
penggunaan modul bagi siswa, kegiatan-kegiatan yang berisi materi-materi yang akan
dibangun konsepnya secara mandiri oleh siswa, rangkuman, dan soal prasyarat
pengerjaan soal evaluasi, dan lembar refleksi.
Uji coba produk dilaksanakan dalam dua tahap. Uji coba tahap I disebut
juga tahap validasi ahli. Data hasil validasi ahli dijadikan pertimbangan untuk
melakukan revisi produk modul. Data hasil validasi tidak hanya berupa skor akan
tetapi juga memuat komentar, kritik, dan saran. Komponen validasi ahli mencakup
kelayakan isi, aspek standar proses, keterbacaan, sajian, dan tampilan. Validator
ahli terdiri dari dua orang dosen matematika yang telah menyelesaikan pendidikan
jenjang doktor (S-3) dan satu orang guru matematika di SMA yang telah
menyelesaikan pendidikan jenjang S-1. Uji coba tahap II disebut juga validasi
empirik. Subjek uji coba dalam tahap II adalah enam orang siswa SMA kelas X.
Adapun spesifikasi masing-masing siswa adalah dua siswa mempunyai
kemampuan relatif tinggi, dua siswa mempunyai kemampuan relatif sedang, dan
dua siswa mempunyai kemampuan relatif rendah. Adapun teknik analisis data
hasil uji coba dilakukan melalui teknik analisis skor rata-rata dengan penentuan
kriteria validitas sebagai berikut.
Tabel 1 Kriteria Validitas Analisis Skor Rata-rata (Uji Coba Tahap I)
Skor rata-rata
3,26 – 4,00
2,51 – 3,26
1,76 – 2,50
1,00 – 1,75
Kriteria validitas
sangat valid
valid
kurang valid
tidak valid
Diadaptasi dari Sugiyono, 2011
Tabel 2 Kriteria Validitas Analisis Skor Rata-rata (Uji Coba Tahap II)
Skor rata-rata
3,26 – 4,00
2,51 – 3,26
1,76 – 2,50
1,00 – 1,75
Kriteria validitas
sangat valid/sangat sesuai
valid/sesuai
kurang valid/kurang sesuai
tidak valid/tidak sesuai
Diadaptasi dari Sugiyono, 2011
HASIL
Pada uji coba tahap I diperoleh data kuantitatif dan kualitatif seperti pada
tabel berikut.
Tabel 3 Penyajian dan Analisis Data Penilaian Validator Ahli terhadap Modul Berbahasa
Inggris Berdasarkan Standar Proses untuk Siswa SMA Kelas XI
No.
Komponen
Kriteria
x1
x2
x3
4
3
4
3.67
Sangat valid
4
3
3
3.33
Sangat valid
4
3
3
3.33
Sangat valid
3
3
3
3
3
3
3
3
Valid
Valid
3
3
3
3
Valid
3
3
3
3
Valid
3
3
3
3
Valid
4
3
3
3.33
Sangat valid
x
A. KELAYAKAN ISI
1.
2.
3.
4.
5.
B.
6.
7.
8.
9.
Kesesuaian dengan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
yang dirumuskan.
Kesesuaian dengan indikator pembelajaran
yang dirumuskan.
Kesesuaian dengan kebutuhan siswa.
Kebenaran materi.
ASPEK STANDAR PROSES
Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mencari informasi yang luas dan dalam
tentang topik/tema materi yang akan
dipelajari.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengungkapkan ide/gagasan tentang
topik/tema materi yang akan dipelajari.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk
berinteraksi dengan guru.
Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
Lanjutan Tabel 3 Penyajian dan Analisis Data Penilaian Validator Ahli terhadap Modul
Berbahasa Inggris Berdasarkan Standar Proses untuk Siswa SMA Kelas
XI
No.
Komponen
Kriteria
x1
x2
x3
3
3
3
3
Valid
4
3
3
3.33
Sangat valid
4
3
3
3.33
Sangat valid
3
3
3
3
Valid
3
3
3
3
Valid
3
3
3
3
Valid
16. Sistematika penyajian.
17. Pemberian motivasi.
18. Adanya interaktivitas (stimulus dan respon).
E. TAMPILAN
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3.33
3
Valid
Sangat valid
Valid
19.
20.
21.
4
4
3
3
3
3
3.33
3.33
Sangat valid
Sangat valid
3
3
3
3
Valid
4
3
4
3.67
Sangat valid
B. ASPEK STANDAR PROSES
10. Memberi kesempatan kepada siswa untuk
menemukan suatu konsep.
11. Memberi kesempatan kepada siswa untuk
menjawab tugas-tugas tertentu yang
bermakna.
12. Memberi kesempatan kepada siswa untuk
memeriksa kebenaran jawabannya.
C. KETERBACAAN
Informasi, petunjuk, perintah, pertanyaan,
dan simbol-simbol jelas dan mudah
dipahami.
14. Penggunaan bahasa yang komunikatif.
15. Penggunaan istilah yang tidak ambigu
(bermakna ganda).
D. SAJIAN
x
13.
22.
Penggunaan font (jenis dan ukuran).
Lay out/tata letak.
Ilustrasi, grafis, gambar, foto sesuai dengan
topik yang disajikan.
Desain tampilan menarik.
Keterangan:
x1 = skor yang diberikan validator ahli yang pertama (u1)
x2 = skor yang diberikan validator ahli yang kedua (u2)
x3 = skor yang diberikan validator ahli yang ketiga (u3)
x
x1  x2  x3
3
Tabel 4 Data Tanggapan (Komentar, Kritik, dan Saran) Validator Ahli terhadap Modul
Berbahasa Inggris Berdasarkan Standar Proses untuk Siswa SMA Kelas XI
No.
Subjek Uji
Coba Tahap I
1.
u1
2.
u2
3.
u3
Tanggapan
Komentar
Cukup bagus.
Kritik
Eksploraso atau eksplorasi, topic atau topik.
Saran
Bahasa Inggris perlu dikonsultasikan ke ahlinya atau mencontoh buku
bahasa Inggris. Misalnya: halaman iv, penggunaan divides (kalimat 1)
atau ask for (kalimat 4) tidak tepat. Halaman 6 (1)b bukan seperti yang
dimaksud.
Komentar
Apa bedanya pertanyaan kedua halaman 15?
Kritik
Perbaiki grammar yang sudah ditandai.
Saran
 Diseragamkan textnya.
 Cari definisi kombinasi di textbook bahasa Inggris.
Komentar
 Pokok bahasan kaidah pencacahan atau peluang.
 Pada halaman 15, siswa tidak diajak mengingat materi sebelumnya.
Kritik
Pada halaman 11, time allocation = 30 minutes masih kurang dengan
soal sebanyak 10 soal.
Saran
No 3 halaman 9 terlalu banyak soalnya. Sebaiknya dipisah menjadi
nomor 4 supaya siswa tidak jenuh.
Keterangan:
u1 = validator ahli yang pertama
u2 = validator ahli yang kedua
u3 = validator ahli yang ketiga
Tabel 5 Penyajian dan Analisis Data Penilaian Subjek Uji Coba Tahap II terhadap Modul
Berbahasa Inggris Berdasarkan Standar Proses untuk Siswa SMA Kelas XI
No.
Komponen
A. KELAYAKAN ISI
Modul ini memuat permasalahan dan
1.
kegiatan belajar yang menarik dan
menimbulkan keingintahuan saya.
B. ASPEK STANDAR PROSES
Modul ini memberi kesempatan
2.
kepada saya untuk menemukan
konsep matematika.
Modul ini memberi kesempatan
kepada saya untuk memeriksa
3.
apakah temuan saya sudah benar atau
masih salah.
y1
y2
y3
y4
y5
y6
y
Kriteria
3
3
4
4
3
3
3.33
Sangat sesuai
3
3
3
3
3
4
3.17
Sesuai
4
3
3
3
3
3
3.17
Sesuai
Lanjutan Tabel 5 Penyajian dan Analisis Data Penilaian Subjek Uji Coba Tahap II
terhadap Modul Berbahasa Inggris Berdasarkan Standar Proses untuk
Siswa SMA Kelas XI
No.
Komponen
B. ASPEK STANDAR PROSES
Kegiatan belajar pada modul ini
4.
memberi saya kesempatan untuk
berinteraksi dengan guru.
Saya berkesempatan menerapkan
konsep kaidah pencacahan yang saya
5.
temukan untuk menyelesaikan soalsoal yang diberikan.
C. KETERBACAAN
Saya mudah memahami informasi,
petunjuk , perintah, pertanyaan, dan
6.
simbol-simbol yang ada pada modul
ini.
Saya dapat memahami bahasa yang
7.
digunakan pada modul ini dengan
mudah.
Tidak ada istilah yang ambigu
8.
(bermakna ganda).
D. SAJIAN
Motivasi yang ada pada modul ini
membuat saya semangat belajar.
E. TAMPILAN
9.
10.
Saya senang belajar dengan modul ini
karena tampilannya menarik.
y1
y2
y3
y4
y5
y6
y
Kriteria
3
3
3
4
4
3
3.33
Sangat sesuai
4
3
3
3
3
3
3.17
Sesuai
4
3
3
3
2
4
3.17
Sesuai
4
4
3
3
2
3
3.17
Sesuai
4
4
3
3
3
3
3.33
Sangat sesuai
4
3
3
3
3
3
3.17
Sesuai
3
3
3
4
4
3
3.33
Sangat sesuai
Keterangan:
y1 = skor yang diberikan subjek uji coba tahap II yang pertama ( v1 )
y2 = skor yang diberikan subjek uji coba tahap II yang kedua ( v2 )
y3 = skor yang diberikan subjek uji coba tahap II yang ketiga ( v3 )
y4 = skor yang diberikan subjek uji coba tahap II yang ketiga ( v4 )
y5 = skor yang diberikan subjek uji coba tahap II yang ketiga ( v5 )
y6 = skor yang diberikan subjek uji coba tahap II yang ketiga ( v6 )
y
y1  y2  y3  y4  y5  y6
6
Tabel 6 Data Tanggapan (Komentar, Kritik, dan Saran) Subjek Uji Coba Tahap II
terhadap Modul Berbahasa Inggris Berdasarkan Standar Proses untuk Siswa SMA
Kelas XI
No.
Subjek Uji Coba
Tahap II
1.
v1
2.
v2
3.
v3
4.
v4
5.
v5
6.
v6
Tanggapan
Komentar
 Sangat menarik dalam segi tampilan.
 Memberikan banyak metode penyelesaian dalam menyelesaikan
masalah.
Kritik
Saran
Materinya diperbanyak dan dikembangkan. Kalau bisa dijadikan buku
bukan modul.
Komentar
Modul dengan banyak gambar dan warna-warna cerah mempermudah
untuk dapat memahami materi. Bahasa Inggris mudah dimengerti.
Kritik
Dijelaskan secara singkat sebelum mengerjakan soal.
Saran
Komentar
Modul yang diberikan lumayan mudah dimengerti.
Kritik
Saran
Komentar
Modulnya menarik sekali, meskipun menggunakan bahasa Inggris
tetapi mudah dimengerti.
Kritik
Tidak ada yang perlu dikritik. Semuanya oke.
Saran
Komentar
Desain modulnya keren dan berwarna. Anak yang belajar menjadi
tidak bosan, mudah dimengerti, dan kreatif.
Kritik
Insya Allah tidak ada.
Saran
Komentar
Kritik
Saran
-
Keterangan:
v1 = subjek uji coba tahap II yang pertama
v2 = subjek uji coba tahap II yang kedua
v3 = subjek uji coba tahap II yang ketiga
v4 = subjek uji coba tahap II yang keempat
v5 = subjek uji coba tahap II yang kelima
v6 = subjek uji coba tahap II yang keenam
PEMBAHASAN
Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa setiap komponen pada masingmasing aspek yang dinilai dinyatakan valid atau sangat valid. Meskipun setiap
komponen pada masing-masing aspek dinyatakan valid, namun ada beberapa
perbaikan/revisi yang harus dilakukan. Revisi ini didasarkan pada tanggapan
validator ahli. Pada Tabel 2, terlihat bahwa modul yang dibuat secara umum
sudah bagus dan layak untuk diujicobakan.
Berdasarkan Tabel 3, diketahui bahwa setiap komponen pada masingmasing aspek yang dinilai dinyatakan sesuai atau sangat sesuai sehingga dapat
disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan cukup baik dan dapat diterima
oleh siswa. Berdasarkan tanggapan siswa pada Tabel 4, diketahui bahwa lebih dari
50% dari banyaknya siswa memberikan komentar bahwa modul yang
dikembangkan sudah bagus. Tanggapan lain yang diberikan oleh siswa bervariasi.
Oleh karena itu, penulis mempertimbangkan tanggapan tersebut dalam revisi
modul.
Berdasarkan hasil analisis data tahap I dan tahap II, modul yang
dikembangkan dinyatakan valid dan dapat diterima oleh siswa sebagai subjek uji
coba tahap II. Akan tetapi, sebagai tindak lanjut adanya tanggapan yang diberikan
validator ahli, serta tanggapan dari siswa sbagai subjek uji coba tahap II, penulis
melakukan perbaikan atau revisi pada beberapa bagian modul di antaranya: (1)
mengganti gambar kotak suara pada sampul modul dengan ilustrasi gambar voting
karena dianggap lebih relevan dengan materi kaidah pencacahan, (2) mengganti
kata Goals dengan Objectives karena dianggap kurang operasional, (3)
menghilangkan bagian “What Will You Learn?” karena isinya sudah diwakilkan
oleh Instructional Objectives dan menambahkan keterangan alokasi waktu untuk
setiap Activity, (4) mengubah letak definisi counting rules agar siswa bisa
memahami konsep lebih baik, (5) menghilangkan alternatif jawaban pada Activity
I bagian tree diagrams agar siswa bisa menemukan sendiri kemungkinan
jawabannya, (6) mengubah urutan The Product Rule dan The Sum Rule dan
menambahkan contoh soal agar konsep yang dibangun siswa lebih terarah, (7)
memperbaiki penulisan istilah dalam bahasa Inggris yang kurang sesuai, (8)
menambahkan keterangan alokasi waktu dan petunjuk soal pada bagian Test Your
Understanding!, (9) mengurangi jumlah soal pada bagian Test Your
Understanding! dari 10 soal menjadi 9 soal karena adanya keterbatasan waktu,
dan (10) memperbaiki ketentuan penilaian karena adanya pengurangan jumlah
soal.
KESIMPULAN
Modul “Smart with Probability” berdasarkan standar proses untuk siswa
kelas XI adalah modul berbahasa Inggris tentang kaidah pencacahan yang memuat
proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada proses eksplorasi, siswa
dilibatkan secara aktif untuk mencari informasi seluas-luasnya tentang materi
yang akan dipelajari agar siswa dapat menemukan suatu konsep secara mandiri.
Pada proses elaborasi, siswa diberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, dan
menyelesaikan maslah-masalah melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna. Pada
proses konfirmasi, siswa diberi kesempatan untuk melakukan refleksi dan
mengecek hasil eksplorasi atau elaborasi melalui berbagai sumber, serta
memberikan umpan balik positif terhadap keberhasilan siswa.
Berdasarkan saran atau komentar yang diberikan oleh validator ahli, maka
dilakukan revisi. Setelah dilakukan revisi, modul digunakan pada tahap uji coba
kepada siswa kelas X untuk mengetahui tingkat keefektifan modul yang
dikembangkan. Kriteria keefektifan terdiri dari dua aspek, yaitu ketuntasan belajar
dan respon siswa. Untuk ketuntasan belajar, secara keseluruhan siswa dinyatakan
telah tuntas karena mendapat nilai minimal 80 pada bagian Let’s Do Exercises!
dan nilai minimal 84 pada bagian Test Your Understanding!. Sedangkan untuk
kriteria respon siswa yang diperoleh dari pengisian angket menunjukkan bahwa
seluruh siswa memberikan respon positif terhadap modul. Namun, ditemukan
adanya kesulitan bagi siswa berkemampuan rendah untuk membangun konsep
matematika secara individu sehingga diperlukan bimbingan dari guru dalam
menemukan konsep. Sesuai hasil pengerjaan dan pengisian angket oleh siswa
menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria keefektifan.
Modul berbahasa Inggris ini membahas materi kaidah pencacahan. Materi
yang dibahas dalam modul ini terdiri dari satu kompetensi dasar, yaitu Using the
product rule, permutation, and combination in problem solving. Modul ini terdiri
dari empat kegiatan, diantaranya: (1) Activity I yang membahas aturan pengisian
tempat, (2) Activity 2 yang membahas notasi faktorial, (3) Activity 3 yang
membahas permutasi, dan (4) Activity 4 yang membahas kombinasi.
Produk pengembangan yang berupa modul ini memiliki beberapa
kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki di antaranya: (1) masalahmasalah pada modul berawal dari masalah yang berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari siswa atau sesuatu yang nyata dan mudah dibayangkan oleh siswa, (2)
kegiatan pada modul memuat langkah-langkah yang memudahkan siswa untuk
menemukan suatu konsep, (3) tampilan modul dibuat semenarik mungkin yang
dilengkapi dengan gambar-gambar supaya dapat meningkatkan minat belajar
siswa. Kekurangan yang dimiliki modul ini yaitu belum dipraktikan pada kelas
yang sesungguhnya melainkan masih terbatas pada enam siswa karena adanya
keterbatasan waktu.
SARAN
Sebagai saran pemanfaatan terhadap produk yang dikembangkan,
hendaknya modul ini digunakan sebagai salah satu bahan ajar dalam pembelajaran
matematika di kelas XI SMA pada materi kaidah pencacahan. Sedangkan sebagai
saran pengembangan terhadap produk yang dikembangkan di antaranya bagi para
pengembang selanjutnya, diharapkan mengujicobakan modul pada kelompok
besar dan adanya tindak lanjut dalam mengembangkan perangkat pembelajaran
berdasarkan standar proses untuk materi matematika lainnya.
DAFTAR RUJUKAN
Anonim. 2007. Standar Proses Permendiknas No 41 Tahun 2007, (Online),
(http://bintangbangsaku.com/artikel/standar-proses-permendiknas-no-41tahun-2007), diakses 10 Januari 2013.
Borg, W.R. dan Gall, M.D. 1983. Educational Research: An Introduction.
London: Logman, Inc.
Hobri. 2010. Metodologi Penelitian Pengembangan (Aplikasi Pada Penelitian
Pendidikan Matematika). Jember: Pena Salsabila..
Prastowo, A. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta:
DIVA Press.
Sanjaya, W. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Yunita, I. 2011. Pengembangan Modul Pembelajaran SPLDV Beracuan Pada
Standar Proses sebagai Alternatif Pembelajaran Matematika untuk
Siswa SMP/MTs Kelas VIII. Skripsi tidak diterbitkan. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Artikel oleh Anisah Rahmah
telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing
pada tanggal 15 Mei 2013.
Malang, 15 Mei 2013
Pembimbing,
Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A
NIP 19610407 198701 2 001
Mahasiswa,
Anisah Rahmah
NIM 109311417036
Download