metode dan jenis pelatihan - E

advertisement
METODE DAN
JENIS PELATIHAN
“Perubahan bekerja setiap saat dan salah satu
tanda organisasi yang hebat adalah mereka
memiliki komitmen untuk terus-menerus
melatih dan mendidik orang-orangnya sehingga
mereka memiliki pengetahuan yang terasah
dalam pekerjaan.”
(Ken Blanchard)
Metode pelatihan dapat
dikelompokkan dalam tiga cara:
Teknik Presentasi Informasi
Metode Simulasi
Metode On The Job Training
Teknik Presentasi Informasi
Metode Ceramah




Komunikasi satu arah dari trainer kepada peserta pelatihan melalui
kata-kata lisan.
Merupakan salah satu cara yang paling murah dan hemat waktu
untuk mempresentasikan informasi yang sangat banyak secara
efisien dalam cara yang terorganisasi.
Bisa dilakukan oleh satu pembicara atau lebih atau mendatangkan
pembicara tamu.
Cenderung kurang melibatkan peserta, umpan balik, dan hubungan
yang bermakna dengan lingkungan kerja, untuk mengatasinya
metode ceramah seringkali dilengkapi dengan tanya-jawab, diskusi,
atau studi kasus.
Metode Konferensi / Diskusi
 Trainer berkomunikasi dua arah dengan peserta
pelatihan, dan peserta pelatihan berkomunikasi satu
sama lain.
 Kesuksesan metode ini bergantung pada kemampuan
trainer untuk mengambil inisiatif dan mengelola diskusi
kelas.
 Agar berhasil, metode ini membutuhkan trainer yang
terampil untuk bertindak sebagai fasilitator, waktu yang
cukup untuk melakukan diskusi yang bermakna, peserta
pelatihan harus memiliki tujuan dan rujukan yang sama
agar diskusi berjalan dengan baik dan bermakna.
 Kebanyakan peserta pelatihan menganggap metode ini
lebih menyenangkan daripada metode ceramah.
Media Audiovisual
 Metode ini memanfaatkan berbagai media untuk
melukiskan atau memperlihatkan bahan pelatihan,
dapat menyajikan kejadian-kejadian yang kompleks
secara lebih hidup dengan menggambarkan detildetil yang seringkali sulit dikomunikasikan dengan
cara lain.
 Umumnya menggunakan slide power point,
transparansi overhead, film, video, flip chart, CD,
VCD, dll.
Internet atau Pelatihan Berbasis Web dan E-Learning
 Pelatihan berbasis internet mengacu pada pelatihan yang
disampaikan melalui jaringan komputer umum atau pribadi
dan ditunjukkan oleh browser web.
 Pelatihan berbasis intranet mengacu pada pelatihan yang
disampaikan dengan menggunakan jaringan komputer
perusahaan sendiri.
 E-Learning atau online learning mengacu pada pembelajaran
dan penyampian pelatihan dengan komputer online melalui
internet atau web.
 Melibatkan jaringan elektronik yang memungkinkan
informasi dan pembelajaran disampaikan, dibagi, dan
diperbarui dengan cepat, disampaikan menggunakan
komputer dengan teknologi internet, berfokus pada
mempelajari solusi yang melebihi pelatihan tradisional.
 E-learning melampaui pelatihan karena mencakup
penyampaian informasi dan alat yang meningkatkan kinerja.
Metode Simulasi
Metode Studi Kasus



Membantu peserta pelatihan mempelajari keterampilan
analisis dan pemecahan masalah dengan menyajikan
cerita (kasus) mengenai orang dalam organisasi yang
menghadapi suatu masalah.
Instruktur harus bertindak sebagai katalis dan
fasilitator yang mampu mendorong sudut pandang yang
beragam tetapi tidak mendominasi diskusi dan tidak
membiarkan beberapa orang mendominasi diskusi serta
tidak mengarahkan diskusi menuju solusi yang
dikehendakinya.
Studi kasus akan efektif jika instruktur dapat bertindak
dengan baik dan kasus yang diangkat baik.
Bermain Peran
 Merupakan kombinasi antara studi kasus dan
program pengembangan sikap. Setiap orang diberi
peran dalam suatu situasi (seperti kasus) dan
diminta memainkan peran dan bereaksi terhadap
rangsangan yang dikehendaki seseorang.
 Bermain peran mencakup:
 Diagnosis. Membangun pemahaman yang lebih baik
mengenai para pemeran dengan melihat dan
mendengar mereka dalam tindakan.
 Informasi. Memberi kesempatan pada pengamat
untuk melakukan pembelajaran seperti mengalami
sendiri.
 Pelatihan. Memberi wawasan dan kesempatan pada
pemeran untuk mempraktekkan keterampilan
perilaku.
 Evaluasi. Memberi contoh perilaku untuk tujuan
menganalisis dan mengevaluasi kinerja atau
respons.
Behavior Modeling
 Belajar dengan mengamati dan meniru
orang lain yang dianggap lebih
berkompeten, berprestasi, bersahabat,
dan memiliki status, perilaku,
penghargaan yang penghasilan yang
dinilai lebih tinggi dalam organisasi.
 Behavior modeling cenderung meningkat
ketika model dihargai atas perilakunya
dan ketika penghargaannya (seperti
jabatan dan gaji) merupakan hal-hal yang
ingin dimiliki oleh peniru.
 Riset menunjukkan bahwa behavior
modeling merupakan salah satu teknik
yang paling efektif untuk mengajarkan
keterampilan interpersonal.
Permainan Bisnis dan Simulasi
 Permainan bisnis dimaksudkan untuk
mengembangkan atau memperhalus
keterampilan memecahkan masalah dan
mengambil keputusan, namun cenderung
pada keputusan manajemen bisnis seperti
memaksimalkan keuntungan.
 Permainan bisnis dan simulasi digunakan
trainer sebagai latihan belajar, dan sebagai
alat pemecahan masalah dan evaluasi.
Teknik In Basket
 Teknik in basket digunakan untuk
melatih kandidat manajerial dengan
meminta mereka bertindak atas dasar
berbagai memo, laporan, dan surat
menyurat lain yang secara khusus
ditemukan dalam keranjang manajer.
 Sasaran teknik ini adalah menilai
kemampuan peserta pelatihan
menetapkan prioritas, merencanakan,
mengumpulkan informasi yang relevan
dan membuat keputusan.
Metode On The Job Training
Program Orientasi
 Merupakan kegiatan mengenalkan
karyawan baru dengan organisasi, tugastugas baru, manajer dan kelompok kerja.
 Proses memberi tahu karyawan baru
tentang apa yang diharapkan dari mereka
dalam pekerjaan dan membantu
mengatasi stress di masa transisi.
 Program orientasi juga merupakan usaha
mengirimkan pesan yang jelas dan
menyediakan informasi yang akurat
tentang budaya organisasi, pekerjaan, dan
harapan.
Magang
 Magang melibatkan belajar dari karyawan atau para
karyawan yang lebih berpengalaman melalui
bimbingan atau langsung mengerjakan
pekerjaannya.
 Kelebihan program ini adalah pembelajar
memperoleh upah/gaji selagi mereka belajar, upah
magang meningkat seiring dengan meningkatnya
keterampilan mereka.
 Kekurangan program magang adalah tidak adanya
jaminan bahwa pekerjaan akan ada ketika program
magang selesai karena kadang kala perusahaan
menganggap peserta magang belum mampu
menguasai keterampilan yang dibutuhkan hanya
dalam beberapa waktu selama program magang
berlangsung.
Rotasi Pekerjaan
 Meliputi pemberian serangkaian tugas
kepada karyawan di wilayah fungsional
yang berbeda di dalam organisasi.
 Rotasi pekerjaan memberi kesempatan
pada karyawan untuk mempelajari dan
menggunakan keterampilan-keterampilan
baru dan memahami fungsi-fungsi
organisasi yang berbeda dengan lebih baik.
 Penurunan produktivitas dan peningkatan
beban kerja mungkin dialami oleh
departemen yang mendapatkan karyawan
rotasi maupun departemen yang
kehilangan karyawan rotasi yang
disebabkan oleh tuntutan pelatihan dan
hilangnya sumber daya.
Penugasan Understudy
 Bertujuan mempersiapkan peserta pelatihan
melaksanakan pekerjaan atau mengisi suatu
jabatan/posisi tertentu.
 Understudy merupakan suatu teknik pegawai yang
memiliki kualifikasi untuk mengisi jabatan
manajer.
 Pegawai pengganti (understudy) adalah peserta
pelatihan untuk jabatan manajer yang mengambil
tugas dan tanggung jawab penuh yang sedang
dipegang atasannya saat ini ketika atasannya
meninggalkan posisinya karena pensiun, pindah,
atau promosi.
 Understudy memungkinkan perencanaan pegawai
secara sistematis dan terkoordinasi serta dapat
digunakan dengan jarak waktu yang lama.
Counseling
 Merupakan diskusi/pembahasan masalah
dengan pekerja dengan tujuan umum
membantu karyawan mengatasi
masalahnya sehingga dapat menjadi orang
yang lebih efektif.
 Kebanyakan karyawan yang mendapatkan
konseling adalah orang-orang yang sehat
secara jasmani tetapi mengalami stress dan
membutuhkan bantuan untuk sehat
kembali secara emosi.
 Konseling dapat berfungsi sebagai nasehat,
penguatan, komunikasi, pelepas
ketegangan emosi, berpikir secara jelas,
serta reorientasi (melihat ke dalam diri
karyawan).
Pembinaan (Coaching)
 Coaching merupakan salah satu fungsi yang
paling penting yang dapat dilakukan pimpinan
atau supervisor.
 Coaching dapat menciptakan kemitraan antara
supervisor dengan karyawan yang
didedikasikan untuk membantu karyawan
menyelesaikan pekerjaannya.
 Proses coaching memusatkan pada
pembelajaran berkesinambungan,
pertumbuhan, dan perubahan bagi
pemenuhan kebutuhan sumber daya internal
seseorang.
 Coach yang baik memiliki kualitas empati,
perspektif atau pandangan, fokus yang jelas,
intuisi, obyektif, memotivasi dan berkompeten
di bidangnya.
Jenis-Jenis Pelatihan
Menurut Akrani (2009) terdapat lima jenis pelatihan sebagai
berikut:
1. Induction Training (Pelatihan Induksi), pelatihan singkat
yang ditujukan untuk mengenalkan tentang organisasi
kepada karyawan baru.
2. Job Training (Pelatihan Pekerjaan), berkaitan dengan
pekerjaan khusus dan bertujuan memberi informasi dan
petunjuk kepada karyawan agar dapat bekerja secara
sistematis, tepat, efisien, efektif, dan percaya diri.
3. Training for Promotion (Pelatihan untuk Promosi),
pelatihan yang diberikan setelah promosi tetapi sebelum
bergabung pada posisi yang lebih tinggi agar karyawan
dapat menyesuaikan diri dengan tugas pekerjaan di level
yang lebih tinggi.
4. Refresher Training (Pelatihan
Penyegaran), memperbarui keterampilan
profesional, informasi, dan pengalaman
seseorang yang menduduki posisi
eksekutif penting.
5. Training for Managerial Development
(Pelatihan untuk Pengembangan
Manajerial), diberikan kepada manajer
agar meningkatkan efisiensinya sehingga
memungkinkan mereka menerima posisi
yang lebih tinggi.
Download