THE REAL DIVERGENCE IN the GLOBAL ECONOMY

advertisement
MAXIBIZ
MEDIA KOMUNIKASI BISNIS ANDA
VOLUME 04 // 2015
ASIAN INSIGHTS
THE REAL
DIVERGENCE
IN the GLOBAL
ECONOMY
MAXI PROFILE
Purwacaraka
(1) cover REVISI
Gabung.indd
1 copy.indd 2
5/6/15 6:33
5/13/15
3:06 PM
Hello
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
Salam Maxibiz,
04
Sebuah kesempatan yang menyenangkan bagi kami, karena bisa kembali menyapa Anda.
Bagi sebagian orang, musik adalah hobi. Namun, beberapa di antara mereka bisa
memanfaatkan musik sebagai penghasil keuntungan sekaligus membuka lapangan pekerjaan
bagi orang lain. Dengan demikian, musik bukan lagi sekadar hobi melainkan industri.
Dalam edisi keempat ini kami memberikan serba-serbi informasi bisnis di bidang musik.
Musikus Purwacaraka, misalnya, yang menjadi Maxi Profile dalam edisi ini, mengungkapkan bisnis
sekolah musik yang dirintisnya lebih dari 20 tahun lalu. Selain itu, ada kisah sukses dan strategi
bisnis dari promotor musik ternama di Indonesia.
Musik sebagai industri tak hanya bicara soal kapital, tapi juga inovasi. Seperti apa? Temukan
dalam rubrik Asian Innovation yang mengulas Guvera, sebuah aplikasi online music streaming.
Bagi Anda yang tertarik untuk menekuni bisnis di bidang musik, semoga informasi dalam edisi
kali ini bisa menjadi sumber inspirasi. Selamat membaca!
Terima kasih,
Marjuki
Head of Liabilities & Mortgage
Penerbit: PT Bank DBS Indonesia s Penasehat: Mona Monika s Penanggung Jawab: Marjuki
Redaksi: Chinni Yanti, Fajar Hariyanto, Festia Pisa Valensia, Sandra F. Marta sȩIklan: Sandra F. Marta s Alamat Penerbit: DBS Bank Tower
Lantai 36, Ciputra World 1, Jl. Prof. Dr. Satrio kavling 3-5, Jakarta Selatan 12940 s Konsultan Media: MI Publishing
Gabung.indd 4
MI/ADAM DWI
Editorial Management
5/13/15 3:07 PM
Pasar saat ini
mengganggap bahwa
kondisi Amerika Serikat
bertolak belakang
dengan Eropa dan
Jepang. Apakah
anggapan ini benar?
BY DAVID CARBON
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
Growth
6,25%
6
Balancing Scale
200%
The Real Divergence in
the Global Economy
Pertumbuhan ekonomi Asia di tahun 2015 diprediksi membawa angin
segar di tengah-tengah ketidakpastian Quantitative Easing (QE).
BOJ
free
parking
Gabung.indd 6
65%
ECB
21%
5/13/15 3:07 PM
ASIAN INSIGHTS
A
BOJ dan ECB
mEnamBah
suBsidi untuk
mEningkatkan
likuiditas
EkOnOmi mErEka.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
merika Serikat (AS) sedang bersiapsiap untuk terbang sementara
Eropa dan Jepang sedang bersiapsiap masuk dalam jurang. The Fed
sedang mempertimbangkan untuk
menaikkan suku bunga acuannya sementara
Bank of Japan (BOJ) dan European Central Bank
(ECB) memulai atau menambah subsidi untuk
meningkatkan likuiditas ekonomi mereka,
dalam bentuk Quantitative Easing (QE).
Growth
2,25%
7
The Fed
25%
Gabung.indd 7
Balancing Scale
200%
O
G
5/13/15 3:07 PM
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
ASIAN INSIGHTS
Kemungkinan besar mereka akan
melakukannya dalam fase yang lebih lambat
bila dibandingkan dengan sebelumnya.
Sementara itu, ECB dan BOJ mungkin
akan memperlebar balance sheet, tapi
tidak berarti benar-benar membantu
likuiditas dalam ekonomi mereka.
Usaha mereka akan sia-sia bila bankbank dalam negara tersebut tidak mulai
memberikan pinjaman dan menggerakkan
perekonomian.
The Fed telah melakukan tiga tahap
QE dalam enam tahun terakhir dan
pertumbuhan tidak pernah meningkat.
Inflasi di AS berada dalam kondisi
menurun dalam tiga tahun terakhir.
Sembilan puluh persen likuiditas dari
program QE yang ditambahkan dalam
perekonomian hanya meningkatkan
cadangan devisa. Bank masih tidak
mau menyalurkan pinjaman untuk
menggerakkan perekonomian.
Kondisi ini sebenarnya serupa dengan
bank sentral lainnya, termasuk ECB
yang menerapkan kebijakan suku bunga
negatif. Pemerintah memberi penalti bagi
bank yang hanya mengendapkan dana,
dengan harapan agar bank akan mulai
memberikan pinjaman dan menggerakkan
perekonomian.
Namun apakah benar,
keadaannya demikian? AS
berada dalam kondisi yang
kurang lebih serupa dengan
kondisinya dalam lima tahun
terakhir. Eropa dan Jepang
sebenarnya berada dalam
keadaan yang juga kurang
lebih sama.
The Fed mungkin
sedang akan menaikkan
suku bunga. Namun data
sebenarnya menunjukkan
bahwa mereka belum
memerlukannya.
8
0,75%
Gabung.indd 8
0,75% - 1%
2,25%
5/13/15 3:07 PM
ASIAN INSIGHTS
dEngan pErtumBuhan 6,25%, asia
mEnamBahkan kEkuatan sEpErti JErman
sEtiap tiga sEtEngah tahun.
Jepang adalah contoh paling nyata akan
ketidakberhasilan program QE. Dalam 20
tahun terakhir, neraca keuangan BOJ telah
meningkat sampai ke level 65% dari Produk
Domestik Bruto (PDB). The Fed berada dalam
posisi 25% dan ECB hanya 21%. Apakah
dengan memperlebar neraca keuangannya
sampai 85-95% dari PDB akan memperbaiki
keadaan? Tentu tidak. Bila secara riil,
likuiditas tidak mengalir ke dalam ekonomi,
meningkatkan neraca keuangan sampai
200% pun tidak akan menghasilkan apa-apa.
Jadi, apa kesimpulannya? AS masih
tumbuh dengan kecepatan 2,25%, sama
seperti lima tahun terakhir. Eropa dan Jepang
masih tumbuh dengan 0,75% sampai 1%,
juga sama seperti keadaan mereka dalam lima
tahun terakhir.
QE tidak memberikan likuiditas pada
perekonomian manapun. Bila The Fed
menaikkan suku bunga, akan bergerak dalam
kecepatan yang lebih lambat dari masa lalu.
Gabung.indd 9
Keadaan yang jauh berbeda terjadi di Asia.
Asia akan tumbuh pada 6,25% di tahun 2015.
Memang, dalam hal ini ekonomi Asia
bertumbuh dalam fase yang sama dalam
lima tahun terakhir, sama seperti AS, Jepang,
ataupun Eropa. Namun kunci perbedaannya
adalah pada arti pertumbuhan 6,25%. Dengan
kecepatan seperti itu, Asia menambahkan
kekuatan seperti Jerman setiap tiga setengah
tahun. Asia sekarang ini telah menjadi jauh
lebih kuat dibandingkan saat Lehman Brothers
bangkrut di 2008.
Keadaan Asia inilah yang sangat bertolak
belakang dengan keadaan di bagian dunia
lainnya saat ini. Keadaan ini hanya akan
menjadi makin berbeda di tahun-tahun
mendatang. Asia juga akan didukung oleh
harga minyak, aliran modal, konsumsi kelas
menengah, urbanisasi, dan semua faktor lain
yang dapat kita pikirkan.
Inilah perubahan struktural besar pada
ekonomi global yang sedang kita hadapi saat ini.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
6,25%
9
5/13/15 3:07 PM
BIZ
NEWS
Musik mempunyai kekuatan
mengekspresikan makna
yang tidak bisa disampaikan
kata-kata.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BY FACHRY PRAYASI & HARRY NUGRAHA
Mengintip Dapur Musik
Dalam Negeri
Pasang Surut
Industri Musik
Kekuatan musik menembus bermacam era tak lepas dari taktik industri
meramu hulu hingga hilirnya.
Gabung.indd
10
(10-17)
DBS BIZ.indd
10
MI/ RAMDANI
PHOTOS BY HEALTHY CHOICE
10
5/13/15
3:07 PM
5/6/15 6:25
ndonesia tak pernah kehabisan
bibit bakat dalam musik. Mungkin
setiap minggu ada band baru yang
terbentuk, dan setiap harinya ada
ratusan lagu tercipta. Tapi tidak
semua punya kesempatan untuk didengar
oleh khalayak luas.
Beberapa yang mau mengikuti arahan
perusahaan rekaman besar bisa punya
kesempatan untuk tampil. Namun mereka
yang mau main musik sesuka hati, sesuai
dengan panggilan jiwa, tidak punya
kesempatan yang sama. Memang, semangat
independen sudah lama mendarah daging
di tubuh insan musik Indonesia. Mereka bisa
rekaman, produksi album, semua secara
mandiri. Lalu album yang dihasilkan dengan
susah payah itu hanya jadi memori pribadi
dan teman-teman dekat. Karena distribusi
yang tidak cakap.
JALUR ALTERNATIF
Demajors hadir menjawab kebuntuan
dalam distribusi bagi musisi indie, sebutan
untuk yang tidak tergabung dalam label
ternama. “Awalnya Demajors adalah sebuah
toko yang menjual piringan hitam. Lalu
datang Parkdrive, yang hendak merilis album
namun bingung soal distribusi. Saat itu hati
kami terpanggil untuk ikut membantu,”
kenang David Tarigan, A&R Demajors.
Rupanya uluran tangan itu menjadi jasa yang
sungguh berguna. Menyusul Rika Roeslan
datang dengan album dan kebingungan yang
sama. Juga musisi lain. Hasilnya, jaringan
distribusi Demajors pun mulai kuat.
Di saat itu Demajors tidak sendiri. Sudah
banyak Indie Label yang berdiri. Bedanya,
Demajors fokus pada distribusi. Lain dengan
umumnya indie label di masa itu, yang fokus
pada distribusi mandiri dan ke distro-distro,
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BIZ NEWS
11
Gabung.indd 11
5/13/15 3:07 PM
BIZ NEWS
12
Demajors berhasil memajang rilisan-rilisannya
di toko musik terkemuka, seperti Disc Tarra,
Duta Suara, dan Musik Plus, hingga ke
seluruh Indonesia. Mereka menyeimbangkan
persaingan antara mainstream dan sidestream
(indie).
“Memang susah membangun
kepercayaan dengan retailer besar. Tapi
kami tertolong oleh penggemar dari artis
yang kami rilis. Karena demand-nya tinggi,
toko-toko tersebut jadi sering minta stock.
Akhirnya jadi kenal, dan hubungan itu kami
jaga,” kata David. “Distribusi adalah all about
trust. Dalam peta retail yang established,
sesuatu butuh dikenal dulu baru dipercaya,”
tambahnya.
Retailer kecil juga bukan berarti tanpa
tantangan. Justru lebih seru. Retailer kecil
yang biasanya jadi titik distribusi Demajors
adalah distro atau Concept Store. Lokasinya
di berbagai daerah di Indonesia. Celakanya,
karena toko-toko ini secara skala bisnis
belum stabil dan masih tergolong usaha kecil
menengah, sering kali toko-toko tersebut
tiba-tiba tutup dan hilang tanpa kabar.
Hal itu jadi pembelajaran besar bagi
Demajors. Anthono Oktariandi (Anton),
Project Manager Demajors, menjelaskan,
“Sekarang kami siasati dengan tidak langsung
memberikan kepercayaan pada outlet-outlet
Gabung.indd
12
(10-17)
DBS BIZ.indd
12
David Karto, Founder Demajors.
MI/ IMMANUEL ANTONIUS
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
semua didasari
atas kecintaan
terhadap musik
dalam negeri.
5/13/15
3:07 PM
5/6/15 6:26
MI/ IMMANUEL ANTONIUS
Demajors telah berhasil membesarkan nama musikus andal Indonesia. Sederet penghargaan pun berhasil diraihnya.
kecil. Awalnya kami berlakukan sistem beli
putus, dengan discount. Kalau dalam enam
bulan sudah bagus baru diberi konsinyasi.”
Kini usia Demajors sudah 15 tahun.
Sebuah pencapaian yang diraih berkat
kekuatan kolektif yang terbangun dari semua
elemen. Label, artis, retail, serta masyarakat
penggemar musik. Demajors sebagai label
tidak pernah membatasi jenis musik yang
dibawa oleh musisi. Pop, jazz, blues, rock,
metal, punk, semua ada. Hebatnya lagi,
semua proposal artis yang datang diseleksi
bersama oleh tim Demajors. Baik untuk
kerjasama distribusi maupun Master License.
“Asal output-nya tidak malu-maluin pasti
kami bantu. Kontrak pun kami buat selonggar
dan seadil mungkin. Bahkan, artis bisa
melakukan tawar-menawar soal bagi hasil,”
ungkap Anton.
Yang dilakukan Demajors, semua didasari
atas kecintaan terhadap musik dalam negeri.
Mereka tidak rela jika bakat-bakat hebat anak
negeri tidak bisa mendapat tempat di negeri
Gabung.indd
13
(10-17) DBS BIZ.indd
13
sendiri. Itulah sebabnya semua kerjasama
dapat dilakukan. Distribusi, promosi, dan
lain-lain. “Semua kami mulai dengan kalimat
‘apa yang bisa kami bantu? Mari kita lakukan
bersama.’ Kalau mau dibantu oleh tim kami,
boleh. Atau kalau mereka punya tim sendiri
juga silakan, kami bantu berikan data,” Kata
David.
Para musisi bisa datang ke kantor
Demajors yang sudah seperti rumah. Untuk
sekadar nongkrong, bertukar ide, mencari
solusi dari problematika seputar musik:
pencarian dana untuk produksi album
misalnya. Tim Demajors pun tidak segansegan berbagi database juga ide mereka.
Bahkan bagi artis yang tidak bekerjasama
dengan Demajors sekali pun.
Komitmen dan kerja keras Demajors
membuat bintang-bintang besar dalam
kancah musik Indonesia senang bernaung
di label yang juga memiliki stasiun radio
streaming ini. Sebut saja, band metal garda
depan, Burgerkill, yang prestasinya sudah
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BIZ NEWS
13
5/13/15
3:07 PM
5/6/15 6:26
BIZ NEWS
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
hubungan demajors dengan musisi bukan
sekadar bisnis, tapi juga pertemanan.
sampai Amerika dan Australia. The Upstairs
yang rilisan piringan hitamnya habis dalam
waktu tiga jam saja. Serta yang paling
gemilang, pelantun tembang hits “Jangan
Cintai Aku Apa Adanya”, Tulus, yang
penjualan albumnya saat ini mencapai 100
ribu copy. “Kami tidak pernah mengejar
artis tertentu untuk bergabung. Apa lagi
membajak dari label lain. Jadi hubungan kami
dengan para musisi ini sangat menyenangkan.
Seperti pertemanan. Bukan sekadar bisnis,”
jelas David.
Tidak salah jika saat ini nama Demajors
sudah melekat dengan musik Indonesia yang
berkualitas. Masyarakat bisa datang ke toko
musik lalu langsung menuju ke rak rilisan
Demajors. “Bahkan ada yang tidak tahu ini
artisnya siapa, musiknya seperti apa, asal
rilisan Demajors, dibeli juga,” kata David.
Serta tentu saja sebagai alternatif pertama
bagi para musisi mencari jalan dalam karier
mereka.
MI/ RAMDANI
14
(10-17) DBS BIZ.indd
14
Gabung.indd
14
5/6/15 6:26
5/13/15
3:07 PM
BIZ NEWS
MI/ IMMANUEL ANTONIUS
DIGGING DIGITAL RESPONSIBILITY
Industri musik pun tak luput dari terpaan
era digital. Era kaset yang dulu melantun dari
setiap rumah mulai punah, digantikan CD
player yang seluruh musiknya digarap melalui
digital recording dengan kualitas yang jauh
lebih baik. Perubahan tren ke arah digital ini
rupanya terus masuk ke segala lini. Cetak
fisik semakin lama semakin berkurang, kalah
karena biaya produksi yang lebih banyak
dibanding musik dengan kemasan digital.
Itulah yang ditangkap oleh E Motion
pada pertama kali label ini berdiri di
2005. “Kita masuk ketika tren digital baru
booming. Dimana record label lain disini
masih fokus pada cetak fisik, kami sudah
mulai menggarap banyak saluran bisnis
musik digital,” cerita Arnold Limasnax, CEO E
Motion saat ini.
Benar saja, label ini meraup revenue yang
cukup tinggi kala itu. Kekuatan utamanya dari
penjualan RBT dan berbagai mobile content
lainnya. Bekerja sama dengan para telco
operator di dalam negeri, E Motion bergerilya
memasarkan para musisinya dengan kemasan
yang berbeda.
Dulu, jauh sebelum pamor social media
naik daun di Indonesia, E Motion mengemas
digital engagement antara artis dan fansnya
melalui registrasi SMS. Saluran ini laris manis
(10-17)
DBS BIZ.indd
15
Gabung.indd
15
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
“di saat label
label lain masih
fokus pada cetak
fisik, kami sudah
mulai menggarap
banyak saluran
musik digital.”
Arnold Limasnax, CEO E Motion.
15
disambut pasar. Ditambah lagi era RBT yang
melantun sebagai pengganti nada sambung
konvensional juga sempat menjadi tren di
masyarakat. Dari situlah E Motion mulai
dikenal sebagai salah satu content provider
terbesar di Indonesia.
Kesuksesan membawa nama-nama besar
seperti Tompi, Marcell Siahaan, Armada, Base
Jam, dan segudang artis lainnya membuat
label ini meraup keuntungan besar dalam
waktu singkat. Lima belas miliar dalam waktu
satu tahun berdiri!
Menjadi label yang besar melalui
konsep digital membuat E Motion menaruh
konsentrasi penuh dalam bisnis ini. Setiap
artis yang bergabung, sudah paham dengan
konsep kerja label ini; cetak fisik hanya
pendukung, selebihnya digital.
Meski dari segi produksi lebih mudah,
5/6/15 6:26
5/13/15
3:07 PM
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BIZ NEWS
16
Gabung.indd
16
(10-17)
DBS BIZ.indd
16
5/13/15
3:07 PM
5/6/15 6:26
BIZ NEWS
memasarkan konten digital ini ternyata butuh
lebih banyak ide kreatif. “Kalau dulu kan kita
bisa langsung promosi di TV, poster, radio,
sampai terdengar ke masyarakat, pasti orang
akan langsung cari kasetnya. Kalau sekarang
lebih susah, butuh effort lebih untuk
mencapai ke pendengar langsung hingga
mereka mau membeli,” ujar Arnold.
Memang saat ini orang bisa lebih mudah
mendengarkan lagu favorit mereka dari
berbagai saluran multimedia. Dengan hanya
satu klik, sebuah lagu bisa langsung dinikmati
asal ada koneksi internet tersambung. Namun
untuk mencapai pendengar yang membeli
suatu karya itu cerita lain.
Itulah yang dirasakan pelaku bisnis digital
saat ini. Pembajakan masih kental sekali
dengan kultur pendengar musik di Indonesia.
Menjamurnya situs file sharing yang saat ini
menjadi wadah bagi para pembajak, turut
mendukung kemacetan industri musik digital
berkembang. Setiap orang bisa dengan
mudahnya mengunduh dan mengunggah
lagu di situs file sharing.
Dahulu, membajak cetak fisik sulit, karena
butuh alat khusus dengan proses panjang,
kini membajak versi digital dapat dengan
mudah dilakukan siapa pun.
Menurut Arnold, daya beli masyarakat
Indonesia untuk konten digital sebenarnya
sudah tinggi. Namun karena mudahnya
mendapatkan konten tersebut secara gratis,
banyak orang yang tidak terlalu peduli untuk
membayar. “Pembajakan itu sebenarnya
dilakukan oleh orang yang tidak mengerti,
Gabung.indd
17
(10-17) DBS BIZ.indd
17
atau orang yang mengerti namun tidak
bertanggungjawab. Selama orang tersebut
bisa mendapatkan gratis, pasti dia tidak
akan mau membayar, dan bila tidak dibayar,
industri ini lama kelamaan akan mati,”
ujarnya.
Untuk kasus ini, E Motion menilai bahwa
industri digital bisa terus berkembang bila ada
kolaborasi yang kuat antar pemerintah, artis,
dan pendengar musik itu sendiri. Pemerintah
harus memberlakukan undang-undang yang
jelas, serta membatasi situs file sharing yang
bisa diakses.
Begitu juga artis, harus selalu
mensosialisasikan untuk membeli musik
melalui outlet resmi. Selebihnya, masyarakat
harus mengerti bahwa untuk mendukung
artis favoritnya terus berkarya, mereka perlu
mendukung dengan membeli musik asli.
Bila seluruh aspek menjalankan perannya
dalam menghidupkan industri musik digital,
bukan tidak mungkin perkembangan bisnis
ini merambah ke banyak saluran lainnya.
Persiapan menuju era tersebut sudah mulai
dilakukan oleh E Motion. Kini label ini tidak
hanya concern melalui penjualan musik saja,
namun sudah mulai menggandeng iklan,
website, juga film dalam mempromosikan
para musisinya.
“Kalau sekarang menikmati musik harus
membeli, nantinya kami terus mengusahakan
bagaimana menikmati musik tanpa perlu
membayar. Sponsorlah yang nantinya akan
membayar kebutuhan pendengar sesuai dengan
market yang mereka tuju,” jelas Arnold.
MAXIBIZ | V. 04 | 2014
“kalau sekarang menikmati musik harus
membeli, nanti kami terus mengusahakan
bagaimana menikmati musik tanpa perlu
membayar.”
17
5/13/15
5/6/15 3:07
6:26 PM
MAXI PROFILE
Demi
Generasi
Bermusik
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
Tidak ada yang lebih menyenangkan
dari menjalankan bisnis berbasis hobi.
BY GISELA AYU
MI/ATET DWI PRAMADIA
18
(18-21) Maxie Profile.indd
18
Gabung.indd
18
5/6/15 6:26
5/13/15
3:07 PM
MAXI PROFILE
ADAKAH KESIBUKAN SELAIN BERMUSIK?
Sebenarnya, sebagian besar pekerjaan saya di
bidang musik. Kegiatan rutin yang saya lakukan
selama ini mengurus administrasi dan bisnis
sekolah musik. Butuhkan waktu, energi, dan
pemikiran yang banyak. Apalagi kami sudah
punya 93 cabang. Pekerjaan lain adalah tampil di
panggung. Tapi frekuensinya enggak sebanyak
dulu. Selain itu saya masih mengerjakan music
scoring untuk beberapa sinetron.
SEBERAPA PENTING BERMAIN MUSIK BAGI ANDA?
It brings happiness. Saya belum pernah lihat
orang main musik lalu sedih. Bisnis di bidang
musik juga menyenangkan. Ada sisi lain
dalam bermusik. Bukan hanya mendapatkan
uang, tapi kepuasan bermain dan disukai
penonton juga penting.
ADAKAH SEKOLAH MUSIK YANG MENJADI INSPIRASI
ANDA DALAM MENGEMBANGKAN PCMS?
Saya pernah belajar musik di University of
(18-21) Maxie Profile.indd
19
Gabung.indd
19
Maryland, Amerika Serikat (AS). Memang
bukan sekolah musik secara khusus, tapi
itu contoh yang cukup signifikan, karena
sekolah musik di AS memiliki sistem, fasilitas,
dan ruang musik dengan interior yang
bagus. Pengalaman itu pelajaran untuk
mengembangkan sekolah musik ini. Dalam
perkembangan PCMS selama 27 tahun, saya
lihat ada banyak improvement. Saya senang
dengan progres yang terjadi.
MISALNYA?
Pertama, dari volume. Sekarang kami
punya 93 cabang. Kemudian existence of
students. Sampai bulan Januari 2015, murid
yang terdaftar di luar turn over 20.000
orang. Kami juga mampu mempekerjakan
1600-an tenaga pengajar musik di luar
pegawai adiministrasi. Sedangkan dari
sisi kualitas, silabus kami makin lengkap.
Lalu, infrastruktur kami lebih matang.
Tiap divisi sudah punya chief of division.
Di dalam jurusan musiknya pun masingmasing punya chief instructor. Output
bisnis ini adalah meningkatkan kualitas dan
performa. Misalnya, mulai dari pembuatan
backdrop panggung, kami sudah kontrol.
Selain itu, kami ikut sertakan branch
manager ke seminar dan konferensi untuk
meningkatkan performa dalam bekerja. Itu
semua semakin baik.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
S
Suara piano mengalun tanpa henti.
Jari-jarinya begitu lihai berpindah dari
satu tuts ke tuts lain, menciptakan suatu
harmoni. Tak diragukan kehebatannya
bermain piano. Purwacaraka, kelahiran
Beogard, Yugoslavia, 31 Maret 1960 ini sudah
akrab dengan piano sejak duduk di Sekolah
Dasar. Namanya melambung sebagai musikus
dan komponis. Ia juga lekat pada sekolah
musik non formal di berbagai kota di Indonesia:
Purwacaraka Music Studio (PCMS).
Purwacaraka mengatakan dalam konteks
berbisnis ia tak pernah lepas dari musik. “Dari
dulu nature saya membawa saya bermusik. Saya
pernah belajar musik di luar negeri. Menurut
saya, sistem pendidikan mereka bagus. Dari
melihat, mengalami, mendengar... muncul
obsesi untuk mendirikan sekolah musik.
Ketika ada opportunity, saya masuk,” ujarnya
bersemangat.
19
DARI 93 CABANG YANG ADA, APAKAH DIKELOLA
SENDIRI ATAU DENGAN SISTEM FRANCHISE?
Kami menerapkan tiga macam kepemilikan.
Kepemilikan sifatnya lebih pada kapital,
“Dari Dulu nature
saya membawa saya
bermusik.”
5/6/15 6:26
5/13/15
3:07 PM
MAXI PROFILE
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
tapi investment dan pengoperasian disamakan.
Pertama, kepemilikan penuh, yang saya
punya sendiri seluruhnya. Kedua, joint venture
yang punya dua model, berbentuk share dan
tempat. Jadi, ada orang yang punya tempat
lalu kami yang mengelola tempat tersebut.
Ketiga, franchise. Dalam sistem ini ada joint fee,
administration royalty, dan kami memberikan
fasilitas yang diperlukan, seperti sistem, silabus,
dan kurikulum. Hal-hal praktik dan teknis kami
kendalikan sendiri, karena kami enggak mau
terjadi kesalahan.
BAGAIMANA PROFIT DARI BISNIS INI?
Kapital dari sekolah musik ini tergolong sedang.
Biaya pendiriannya ada di kisaran Rp700 juta.
Itu sudah termasuk sewa tempat lima tahun
dalam ruko kelas menengah. Jika angka
occupancy-nya 250-300 per bulan, dalam tiga
20
sampai empat tahun modal akan kembali. Ada
juga cabang yang fantastis, seperti Banjarmasin
yang hanya membutuhkan waktu setahun
untuk balik modal. Cabang lain yang memiliki
profit besar adalah Cinere, Semarang, BSD
City, dan tiga dari enam cabang di Surabaya.
Kuncinya, dikelola dengan baik.
APA TANTANGANNYA?
Behaviour. Dulu saingan kami adalah kursus
lain non musik. Nah, sekarang kondisinya lebih
baik, karena orang tua mulai mengerti bahwa
memberikan pelajaran musik pada anak baik
bagi perkembangan motorik dan intelegensia.
Namun, anak sekarang main gadget dua sampai
tiga jam sehari. Menurut saya kebiasaan itu bisa
mengurangi intensitas belajar musik. Belum lagi
kalau mereka libur atau ujian, pasti banyak yang
libur kursus. Selain bersaing dengan kompetitor,
kami bersaing dengan pilihan anak-anak itu. Ada
strategi pemberian harga lebih murah untuk
kelas di weekdays, tapi secara musikal, estetika,
dan akademis, saya senang memberikan
yang terbaik. Jadi kalau ada cabang yang
manajemennya tidak bagus, kami take over.
Kalau perlu, take over juga permodalannya.
Sebetulnya, Purwacaraka justru ingin
menghilangkan nama besarnya sebagai sebuah
personal branding. Ia berkata, bahwa dalam
tiga tahun ke depan, personal branding yang
melekat pada bisnis sekolah musiknya tersebut
harus bertransformasi menjadi institutional
branding. “Orang yang datang tidak perlu lagi
bertanya, ‘Pak Purwa ada atau tidak?’” ujar
Purwa. Baginya, sekarang yang penting adalah
memegang komitmen untuk memberikan yang
terbaik bagi murid-muridnya dari segi kualitas.
(18-21) Maxie Profile.indd
20
Gabung.indd
20
MI/ATET DWI PRAMADIA
BERAPA KALI PERNAH TAKE OVER?
Tidak banyak. Chain store seperti ini, di
mana-mana, pasti ada kegagalan 5-10
persen karena kondisi tempat atau potensi
yang tidak sama.
5/6/15 6:27
5/13/15
3:07 PM
MAXI PROFILE
BAGAIMANA MEMILIH GURU?
Guru, saya audisi 100 persen. Kami punya
standar untuk setiap guru alat musik. Misal,
di Jakarta Raya ‘medan perang’ menuntut
kualifikasi A, harus tamat grade delapan, dan
kalau perlu ikut pendidikan pedagogi guru. Di
kota lain, seperti Tasik, kami datangkan guru dari
Bandung. Jika tidak, kami ambil orang lokal yang
bisa memperbaiki kualitas. Dalam enhancing
kami tidak bisa langsung beri kualikasi. Ada
tahapannya. Misalnya pada titik awal dia hanya
bisa mengajar sampai grade tiga.
ADA RENCANA BUKA CABANG BARU?
Dalam dua tahun ke depan ada enam cabang
baru. Sekarang dalam tahap survey. Ada yang
baru, ada yang pengembangan. Kalau baru,
Gabung.indd
21
(18-21)
Maxie Profile.indd
21
“kOmitmen kami
menJaDikan PCms baik
Dan kreDibel.”
kami sedang survey di Sumatera, Jawa, dan
Kalimantan. Yang pengembangan di Cimanggis,
Jakarta. Semarang buka cabang ke-3, dan satu
lagi di Surabaya. Ini proyeksi saja, bukan target.
Saya tidak ingin punya target dalam konteks
volume.
APAKAH ANDA MENYIAPKAN SECOND GENERATION
SEBAGAI PENERUS PCMS?
Harus. Kebetulan second generation saya juga
punya jalan di musik. Anak pertama waktu
sekolah di Australia belajar production yang juga
berurusan dengan performance. Sekarang dia
Head of Performing Art di PCMS dan saya plot
jadi second person. Saya bilang plot, karena
saya tidak mau anak itu langsung jadi bos.
Yang kedua sarjana musik, kemudian belajar di
New York Film Academy. Anak ketiga lulusan
arsitektur, tapi lalu sekolah jurusan musik di Los
Angeles. Jadi memang sudah track-nya.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
APA YANG PCMS LAKUKAN SUPAYA BISNIS INI
BERHASIL?
Kami punya komitmen untuk menjalankan ini
sebagai lembaga yang baik dan kredibel. Ke
depan bisa menjadi lembaga yang lebih tinggi,
atau punya diversifikasi lain, seperti film. Jika
tidak ada kesibukan lain, saya pasti monitor
langsung. Kami tanamkan kebanggaan pada
institusi yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Apalagi ini bagian dari industri kreatif domestik.
Kami juga jalin kemitraan. Masing-masing
cabang kerja sama dengan institusi atau produk.
Kami rutin bawa anak-anak kompetisi choir
di dalam dan luar negeri, seperti ke Shanghai,
Hong Kong, Singapura, dan Penang. Posisi anakanak kami sudah diperhitungkan. Dalam acara
musik di televisi mereka cukup mendominasi.
Ada juga yang bekerja secara profesional di
bidang musik. Saya percaya lembaga pendidikan
semakin tua semakin dipercaya. Kami punya
infrastruktur, pengujian, sertifikat, dan sekarang
kami bisa memberikan sertifikat internasional.
Kedua, kami serius, berkomitmen, kompeten,
dan selalu memperbaiki kekurangan. Itu yang
bisa kami lakukan untuk memberikan keyakinan
bahwa kami punya tanggung jawab.
21
BAGAIMANA PENGALAMAN ANDA MENJADI NASABAH
DBS TREASURES?
Saya banyak terbantu, karena memperoleh
planner yang baik. Apalagi kalau sudah ada
investasi harus sering komunikasi antara
nasabah dan Relationship Manager (RM). So far,
performance DBS terkait hal tersebut bagus.
SERVIS APA YANG ANDA UNGGULKAN?
Belakangan ini saya baru menggunakan JAS
Airport Service. Pelayanannya baik. Servis yang
masih jadi unggulan saya adalah remittance. Di
bank lain saya kena charge, tapi di DBS tidak.
Selain itu, prosesnya di luar ekspektasi. Anak
saya di Los Angeles terima di hari yang sama.
Padahal, saya tidak minta one day service. Itu
servis yang terasa benar manfaatnya, karena saya
sering bepergian dan sering mengirim uang.
5/13/15
3:07 PM
5/6/15 6:27
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
ASIAN RELATIONSHIP
22
(22-25) Relationship.indd
22
Gabung.indd
22
5/6/15 3:07
6:27 PM
5/13/15
ASIAN RELATIONSHIP
Tren Bisnis di
Tahun Kambing Kayu
Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak dan melemahnya kurs
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), apa kiranya bisnis yang
akan berkembang baik pada tahun ini?
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BY GISELA AYU
MI/SUMARYANTO
S
udah tiga bulan tahun Kambing Kayu
dilewati. Berdasarkan penanggalan
Tiongkok tahun 2015 disebut tahun
kambing kayu yang dimulai pada 19
Februari 2015 akan berakhir pada 7
Februari 2016. Seorang pakar Fengshui, Erwin
Yap mengungkapkan ada sejumlah aspek yang
perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis agar bisnis
yang secara fengshui tidak menguntungkan
tetap bisa menghasilkan pendapatan.
Dia menjelaskan ada lima elemen, yaitu
kayu, tanah, air, api, dan logam yang dikaitkan
dengan keuntungan. Dari kaitan lima elemen
metafisika Tionghoa itu ada tahap produksi
dan tahap saling kontrol.
Bisnis yang memiliki elemen logam
diprediksi menduduki peringkat teratas pada
tahun kambing kayu jika dilihat dari sisi
pendapatan. “Logam adalah elemen yang
didukung oleh tanah. Elemen dari kambing
adalah tanah. Cocok. Selain itu, logam bisa
memotong kayu,” kata Erwin.
(22-25) Relationship.indd
23
Gabung.indd
23
23
Bisnis yang
memiliki elemen
logam diprediksi
menduduki
peringkat teratas
pada tahun kamBing
kayu jika dilihat
dari sisi pendapatan.
5/6/15 3:07
6:27 PM
5/13/15
ASIAN RELATIONSHIP
membentuk. Dalam hal ini, bidang bisnis
yang bersifat membentuk, seperti konsultan
dan jasa pelatihan kemampuan juga akan
diperhitungkan.
Selain bisnis berelemen logam, elemen
lain yang diuntungkan adalah golongan
bisnis elemen kayu. Sesuai sifatnya, kayu
membutuhkan tanah untuk tumbuh. Kendati
memang pertumbuhannya lambat, tetapi
tetap ada profit karena kayu mengontrol
tanah. Bisnis yang termasuk dalam golongan
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
Menurutnya, bisnis yang termasuk
dalam elemen logam adalah bisnis yang
berhubungan dengan peralatan dari logam,
alat berat, serta perbankan. Hal ini sejalan
dengan rencana pemerintah Indonesia yang
akan banyak membangun infrastruktur di
tahun 2015 dan beberapa tahun mendatang,
sehingga akan membutuhkan logam.
Dengan demikian, bisnis berelemen logam
akan diuntungkan.
Dari sifatnya, lanjutnya, logam bersifat
24
logam Bersifat memBentuk. dalam
hal ini, Bidang Bisnis yang Bersifat
memBentuk, seperti konsultan dan
jasa pelatihan kemampuan juga akan
diperhitungkan.
Gabung.indd
24
(22-25) Relationship.indd
24
5/13/15
3:07 PM
5/6/15 6:27
ASIAN RELATIONSHIP
Gabung.indd 25
BAGAIMANA
DENGAN
INVESTASI?
Logam menjadi elemen dominan dalam
tren bisnis tahun ini. Erwin berkata, bahwa
elemen logam adalah elemen yang
dominan untuk wilayah barat. Melemahnya
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
(AS) beberapa bulan belakangan menjadi
Menurut Erwin, investasi mata uang asing,
seperti dolar AS bisa dipertimbangkan.
“Prediksi dalam tahun kambing kayu,
mata uang negara barat akan lebih bagus
dibandingkan mata uang negara timur,”
kata Erwin.
Lain halnya dengan logam mulia, seperti
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
ini adalah usaha kontraktor, pendidikan,
media cetak, dan agribisnis seperti sayur
dan buah-buahan.
Sementara itu, untuk elemen api, pada
tahun ini bisnis itu tetap hidup kendati tidak
secermerlang tahun lalu. Elemen api yang
geraknya cepat. Misalnya, bahan bakar,
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU), marketing dan saham. Hiburan
juga termasuk berelemen api. Bisnis ini
sangat dinamis, kesuksesannya tahun ini
dikategorikan biasa-biasa saja.
Khusus untuk elemen tanah tak
lalu menjamin sukses, karena sumber
pendapatan bisnis elemen tanah ada di
elemen air. Padahal, tahun ini tidak ada
air. Erwin menilai bisnis seperti properti,
penjualan lahan dan bahan bangunan yang
terbuat dari tanah tahun ini akan menurun.
Di sisi lain, Erwin menempatkan elemen
air di urutan paling akhir terkait dengan
tren bisnis pada tahun ini. Pasalnya, elemen
air akan mudah diserap oleh elemen
kayu dan tanah. Namun bukan berarti
bisnis dalam golongan elemen air akan
hilang. Hanya saja profitnya berkurang
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Contoh bidang bisnis dalam golongan
elemen air adalah yang bersifat menyebar,
seperti transportasi, distribusi, dan
waralaba.
“Semua elemen sebenarnya dibutuhkan
dalam dunia bisnis karenanya akan tetap
berjalan. Tapi tren pendapatannya saja yang
beda dari tahun ke tahun,” kata Erwin.
Bisnis dalam golongan elemen air dan
elemen tanah yang berada dalam urutan
bawah sebaiknya disiasati dengan bekerja
sama dengan bisnis yang berelemen logam
dan kayu.
emas. Meskipun jenisnya logam, namun
dari segi bisnis bukan termasuk kategori
25
elemen logam melainkan tanah. Nilai
logam mulia cenderung stabil.
5/13/15 3:07 PM
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
26
Peluang
menggiurkan
bisnis showbiz
Menjadi promotor di bidang showbiz amat
menjanjikan, asalkan ...
BY SRI PURWANDHARI
(26-29) Asian Service.indd
26
Gabung.indd
26
5/6/15 3:07
6:28 PM
5/13/15
ASIAN SERVICE
MI/USMAN ISKANDAR; MI/ PANCA SYURKANI
Berkat keberhasilannya mendatangkan
penyanyi dan grup band papan atas, kini
Tommy sudah diakui sebagai satu dari sedikit
sekali promotor besar di Indonesia. Bahkan
pria kelahiran Jakarta, 1 Mei 1969 ini sudah
melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka
kantor di Singapura. “Saya ingin lebih
berkembang lagi dan menggarap pasar Asia
Tenggara, karena potensinya yang besar dan
menjanjikan,” kata Tommy tegas.
KUNCI SUKSES
Anak pertama dari tiga bersaudara ini
tidak takut dengan persaingan bisnis showbiz
di Singapura. “Meskipun banyak promotor
besar di sana, tapi saya malah dirangkul, sebab
suatu saat kami akan saling membutuhkan.
Kami juga bersaing secara sehat. Jadi, misalnya
kami semua mendekati artis A, tidak ada yang
main beading. Tinggal manajemennya saja
akan memilih promotor siapa. Saya pernah
mendapatkan Michael Bolton untuk Singapura,
sebab saya yang approach lebih dulu, bukan
karena tawaran yang lebih tinggi,” Tommy
menjelaskan.
Setelah terjun ke pasar Singapura, Tommy
baru merasakan perbedaan berbisnis antara
Indonesia dan Singapura. “Semua hal, mulai
visa artis hingga izin pertunjukkan cukup
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
B
uku setebal kurang lebih 5 cm yang
diterbitkan Iron Maiden berada di
atas meja kerja Pratama Hernanto.
Buku tersebut merupakan dokumentasi
tur Iron Maiden ke seluruh dunia. Pria
yang akrab dipanggil Tommy ini dengan
antusias menunjukkan beberapa foto yang
menggambarkan beragam suasana saat grup ini
sedang berada di Jakarta dan Bali.
Ya, Tommy adalah seorang promotor yang
berhasil mendatangkan raksasa heavy metal
dari Inggris ini. “Saya melakukan approach
selama lima tahun. Bayangkan,” katanya. “Baru
ketika Bruce Dickinson, sang vokalis yang
menjadi pilot pesawat resmi Iron Maiden, Ed
Force One, benar-benar mendarat di Bandara
Soekarno-Hatta pada 16 Februari 2011, saya
bisa bernapas lega,” Tommy melanjutkan.
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
ini resmi menjadi promotor pada 1991.
Dengan bendera Original Production,
CEO PT. Pratama Original, Tommy sukses
mendatangkan penyanyi dan grup band
legendaris ternama, antara lain Michael
Bolton, Air Supply, Michael Franks, TOTO, dan
Scorpions termasuk hiburan untuk anak-anak
Barney’s Big Surprise. Bahkan Tommy mendapat
penghargaan dari MURI, karena berhasil
mendatangkan Air Supply sebanyak 17 kali.
27
“Saya ingin lebih berkembang lagi dan
menggarap paSar aSia Tenggara, karena
poTenSinya yang beSar dan menjanjikan.”
(26-29)
Asian Service.indd
27
Gabung.indd
27
5/6/15 6:28
5/13/15
3:07 PM
ASIAN SERVICE
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
satu pintu, diurus Singapore Tourism Board.
Sementara di Indonesia, saya harus mengurus
visa working permit sendiri, lalu mengurus 12
izin lainnya,” ujar Tommy.
Namun berbagai kendala yang ada
di tanah air tak membuat Tommy patah
semangat. “Saya bisa membuka lapangan
pekerjaan karena bisnis ini. Contoh ide,
mengadakan konser musik internasional di
Papua, outdoor. Kami bisa membuat paket
menginap di Raja Ampat. Jadi, dengan
mendatangkan artis berarti income dan
image bagi suatu daerah. Promosi untuk
wisata tanah air kan? Tapi memang perlu
kerja sama berbagai pihak dan dukungan
Buku berisi kumpulan dokumentasi tur Iron Maiden ke seluruh
dunia milik Tommy.
(26-29) Asian Service.indd
28
Gabung.indd
28
pemerintah,” tuturnya bersemangat.
Kendati bisnis showbiz tampaknya
menjanjikan, pria yang mengawali usahanya
dari bidang event organizer ini menyebutkan
bahwa potensi kerugian juga menanti.
“Situasi politik dan keamanan dalam negeri,
juga travel warning atau artisnya sakit dapat
membuat show dibatalkan, padahal tiket
sudah habis. Bikin jantungan kan?” kata
Tommy.
MI/ADAM DWI
28
5/6/15 3:07
6:28 PM
5/13/15
Tommy mengabadikan dirinya bersama pesawat pribadi milik Iron Maiden. Ia juga merupakan promotor sukses yang mendatangkan Air Supply ke Indonesia sebanyak 17 kali.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
ASIAN SERVICE
29
DOK.PRIBADI
Saat ditanya kunci kesuksesannya
sebagai promotor, pria yang punya banyak
link langsung dengan manajemen artis di
luar negeri ini menjawab, “Trust.” Selain
kepercayaan, pria yang akan mengadakan
tur kebudayaan di beberapa kota di Eropa
bulan Juni secara komersial ini menyebutkan
bahwa keramahan dan layanan terbaik juga
penting. “Jika minta disediakan minuman
tertentu okelah, tapi saya mengatakan tidak
untuk narkoba,” ungkapnya. “Saya sempat
kelimpungan saat Scorpions minta helikopter
untuk show ke Bandung. Mintanya last
minute! Mereka bilang mau bayar sendiri, tapi
masalahnya bukan uang. Booking helikopter
kan perlu seminggu sebelumnya. Untungnya
saya dapat dari Pak James Riady,” cerita
Tommy.
Dan seperti bidang bisnis lainnya, Tommy
baru tertawa lebar jika show berjalan dengan
lancar, tiketnya habis, penonton puas, dan
pundi-pundi bertambah. “Tapi jika rugi, saya
anggap investasi. Nanti pasti ada gantinya dari
show yang lain,” kata Tommy dengan ringan.
TruST, keramahan, dan layanan Terbaik
adalah kunci SukSeS dari Seorang promoTor.
Gabung.indd
29
(26-29) Asian Service.indd
29
5/13/15
5/6/15 3:07
6:28 PM
ASIAN INNOVATION
Revolution
for Music Goers
Memiliki Guvera bagaikan memiliki toko musik di saku celana. Inilah cara baru
untuk memainkan musik kesukaan kita sambil membelinya secara legal.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BY NURUL FARICHAH
30
N
Nama dan desain logonya
mengingatkan kita kepada Che
Guevara, pejuang revolusi Marxis
Argentina dan seorang pemimpin
gerilya Kuba. Guvera memang meminjam
semangat Guevara untuk melawan musik
ilegal di dunia maya. Guvera menjadi ‘teman’
kita untuk menikmati musik di mana saja
lewat perangkat mobile, dengan tetap
memberi royalti pada musisi yang karyanya
sedang kita nikmati.
APA YANG MELATARBELAKANGI
TERCIPTANYA GUVERA?
Guvera diciptakan sebagai respon
perlawanan terhadap musik yang tersebar
secara ilegal di dunia maya. Caranya adalah
(30-31) ASIAN30
INNOVATION.indd 30
Gabung.indd
dengan menyediakan wadah yang didukung
oleh sarana berbasis hukum yang jelas baik
untuk konsumen dan artis. Lewat wadah
ini, artis dan musisi, di bawah tanggung
jawab label produksi, bisa mendapatkan
royalti sesuai dengan hukum yang berlaku.
Tujuan utamanya tentu untuk mendukung
para artis dan musisi mempromosikan dan
menyebarkan musik mereka kepada para fans
dengan cara yang paling mudah dan nyaman.
Artis dan seniman dibayar dan menerima
royalti dari label masing-masing, setiap
kali musik mereka dimainkan di Guvera.
Perkembangan Guvera di Indonesia cukup
menjanjikan. Sejak diluncurkan Februari
tahun lalu, Guvera sudah memiliki lebih dari
750.000 pengguna.
5/6/15 3:07
6:29 PM
PM
5/13/15
ASIAN INNOVATION
BAGAIMANA LANGKAH GUVERA
UNTUK MEREBUT HATI KONSUMEN?
Memulai ‘revolusi’ dunia musik di era digital,
Guvera bekerja sama dengan berbagai pihak
dalam usahanya menarik konsumen. Guvera
merangkul deretan artis, seniman dan label
rekaman untuk mempromosikan mereka dan
karya-karya mereka dalam kampanye ‘Support
Your Local Artist’. Beberapa nama beken yang
telah ikut meramaikan kampanye ini, antara lain
RAN, Raissa, Endah & Rhesa, Barris, The Groove,
Winky Wiryawan, Hivi, dan Trio Lestari. Guvera
juga menjalin kerja sama dengan beberapa
merek, yakni Lenovo, XL, Bank Mandiri, dan
Ismaya sebagai partnership sekaligus sponsor.
Untuk para pengguna, Guvera mengadakan
event rutin Guvera Goers, yang mengundang
para jurnalis dan pengguna untuk menonton
konser musik bersama.
BAGAIMANA INOVASI GUVERA UNTUK TETAP
BERTAHAN DI INDUSTRI MUSIK INDONESIA DAN DUNIA?
Guvera tetap fokus kepada jargon ‘programmed
globally, tuned locally’, yakni diciptakan untuk
seluruh dunia dengan konten lokal yang
disesuaikan dengan negara masing-masing.
Tentunya untuk memberikan konten yang
beragam baik lokal maupun internasional,
playlist dan deretan artisnya disesuaikan dengan
selera pengguna. Untuk mendukungnya, strategi
utama Guvera adalah menjalin kerja sama
dengan berbagai merek yang bertujuan untuk
memfasilitasi pengguna agar bisa merasakan
pengalaman menikmati Guvera secara gratis.
Merek-merek dan iklan dapat berpromosi dalam
Guvera tanpa terkesan mengganggu pengguna.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
FITUR-FITUR APA SAJA YANG DITAWARKAN GUVERA?
Guvera menghadirkan fitur-fitur baru
dan inovatif. Jika meng-upgrade Guvera
menjadi Platinum, pengguna dapat mencari,
menemukan, memainkan, mengatur, dan
berbagi semua musik yang disukai tanpa batas
pemakaian dan iklan. Kita bisa berbagi
musik favorit bersama teman-teman dengan
Social Feature. Fitur ini juga memungkinkan
pengguna untuk menjadi follower akun
teman termasuk selebriti atau artis dan
ikut mendengarkan playlist mereka. Para
selebritas dan ambassador Guvera juga
berperan sebagai kurator musik, yang pilihan
musiknya dapat dinikmati lewat Celebrity
Playlist. Tim kurator lokal dari Guvera juga
dapat memilihkan lagu sesuai dengan pribadi
pengguna lewat Expert Curated Playlist.
Guvera memudahkan kita mencari jenis
musik yang sesuai dengan mood kita saat ini,
dengan #Play. Dengan Guvera Platinum, kita
juga dapat mengakses musik meski sedang
tidak dalam jaringan internet.
31
Guvera meranGkul artis,
seniman dan label rekaman untuk
mempromosikan mereka dan karyakarya mereka dalam kampanye
‘support your local artist’.
(30-31) ASIAN31
INNOVATION.indd 31
Gabung.indd
5/6/15 3:07
6:29 PM
5/13/15
ASIAN OPPORTUNITY
Peluang
Ekspor Melodi
Indonesia tidak hanya kaya musisi dan seniman berbakat. Kita juga punya
kesempatan menjadi juara sebagai negara pengekspor alat musik.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
BY IMANIA KAMILA
34
ertumbuhan ekonomi tanah air turut
disumbang bisnis ekspor alat musik
Indonesia. Selain menyandang predikat
negara eksportir piano terbesar ke-3
dunia, komoditi alat musik lain dengan
jumlah penjualan yang cukup diminati adalah
gitar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), nilai ekspor produk alat musik gitar selama
periode Januari-Desember 2014, menembus 73
juta dolar Amerika Serikat (AS), dengan total
jumlah pengiriman 3.742.794 kilogram.
Sebagai upaya menggenjot pemasaran produk
alat musik Indonesia ke pasar internasional,
pemerintah melalui Kementrian Perdagangan
memanfaatkan pergelaran Java Jazz Festival (JJF).
Tahun 2015, Kemendag berpartisipasi lagi. Ini
yang ke-8 dari 10 tahun pelaksanaan festival.
Satu perusahaan Indonesia yang mulai tembus
pasar AS adalah Stephallen Guitar dari Sidoarjo,
Jawa Timur. Sejak tahun 1997 perusahaan ini
mengembangkan customized guitar dan pada
tahun 2007 mulai mengekspor. Untuk promosi,
Julius Salaka selaku CEO aktif mengikuti National
Association of Music Merchants (NAMM) Show di
Anaheim Convention Center (ACC). NAMM Show
merupakan pameran dagang dunia di bidang
produk-produk yang berkaitan dengan musik.
Julius mengenang, “Pada awalnya saya
memang melihat kejenuhan dari pasar lokal gitar
di Indonesia, terutama mindset orang yang masih
brand minded. Dari kondisi tersebut saya berpikir
seharusnya Stephallen Guitar branding keluar
negeri, baru masyarakat kita akan mengakuinya.”
Gabung.indd
34
(34) Asian opportunity.indd
34
Diharapkan perusahaan alat musik lokal
melakukan hal serupa, karena prospek penjualan
produk-produk Indonesia dalam NAMM Show
cukup baik. Stephallen Guitars pun menerima
lebih banyak pesanan setelah mengikuti pameran.
Pemesanan gitar custom sekitar 20 buah per
bulan.
“Saat ini kami mendapat kepercayaan dari
dua merek dari Amerika untuk memproduksi gitar
menggunakan Original Equipment Manufacturer
(OEM) dengan merek mereka. Saat NAMM
Januari 2015 saya bertemu dengan pimpinan
Konsulat Jenderal Indonesia di California dan
beliau serius mendukung upaya kami untuk
tembus pasar Amerika,” tambah Julius.
Beberapa negara yang menjadi tujuan pasar
ekspor lain adalah negara-negara di Eropa, seperti
Italia, Belanda, dan Inggris. Stephallen Guitars
juga berencana menjual produk di Colombia,
Australia, Malaysia, dan Thailand.
5/13/15
5/6/15 3:07
6:30 PM
CONSULT YOUR BIZ
What Promoters Should Know
BY MOHAMAD KADRI & KEVIN ANGGORO ASSADULLAH
PERTANYAAN
1. Bagaimana prosedur hukum dan apa saja dokumen yang harus dipersiapkan untuk mendirikan
perusahaan promotor musik?
2. Adakah pasal-pasal yang mengatur prosedur hukum jika mendatangkan artis dari luar negeri
dan menyelenggarakan konser?
3. Bagaimana dengan prosedur hukum jika artis tersebut melakukan pembatalan konser?
4. Masalah hukum apalagi yang harus diperhatikan untuk seseorang yang ingin terjun ke dunia
bisnis musik (seperti hak cipta)?
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
JAWABAN
36
Promotor Musik termasuk ke dalam kategori
usaha pariwisata yang menyelenggarakan
kegiatan hiburan dan rekreasi yang dikenal
sebagai Usaha Impresariat/ Promotor (Perusahaan
Promotor). Menurut Pasal 1 ayat (2) Peraturan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor
26 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Jasa
Impresariat/ Promotor (Permen 26/2014),
perusahaan promotor adalah usaha pengurusan
penyelenggaraan hiburan, berupa mendatangkan,
mengirimkan, maupun mengembalikan artis
dan/ atau olahragawan Indonesia dan asing,
serta melakukan pertunjukkan yang diisi oleh
artis dan/ atau olahragawan yang bersangkutan.
Sebelum dapat menjalankan usahanya, harus
dipahami bahwa badan usaha yang diizinkan
untuk menjalankan usaha Impresariat terbatas
kepada Perseroan Terbatas (PT) atau koperasi yang
anggaran dasarnya secara spesifik menyebutkan
kegiatan impresariat sebagai maksud dan
tujuannya. Untuk perusahaan promotor, tertutup
kemungkinan untuk dimiliki sahamnya oleh pihak
asing.
Selain memiliki perizinan umum dan
kelengkapan lain suatu PT atau koperasi,
perusahaan promotor harus melakukan
pendaftaran usaha pariwisata untuk dapat
dicatatkan ke dalam Daftar Usaha Pariwisata dan
diterbitkannya Tanda Daftar Usaha Pariwisata
(36 - 37) Consult
Gabung.indd
36 your biz fix.indd 36
(TDUP) oleh Bupati, Walikota, atau Gubernur
tempat setiap kantor perusahaan promotor
tersebut berada. Perusahaan promotor juga wajib
memiliki Sertifikat Jasa Impresariat/ Promotor
yang akan diterbitkan setelah menempuh
serangkaian penilaian terhadap persyaratan dasar
dan pemenuhan Standar Jasa Usaha Impresariat/
Promotor yang dinilai oleh Lembaga Sertifikasi
Usaha.
Prosedur untuk dapat mendatangkan artis dari
luar negeri untuk konser di Indonesia adalah:
1. Penyusunan proposal konser (proposal) oleh
promotor;
2. Penyampaian proposal kepada pengelola
artis;
3. Kontrak Kerjasama (perjanjian) yang disusun
5/6/15 3:07
6:29 PM
5/13/15
CONSULT YOUR BIZ
b. Dokumen Rencana Penggunaan Tenaga
Kerja Asing (RPTKA) untuk promotor sebagai
pengguna Tenaga Kerja Asing (TKA);
c. Dokumen ketenagakerjaan yaitu Izin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)
untuk dimiliki oleh promotor sebagai
pengguna TKA;
d. Izin Keramaian (dikenal juga sebagai
Izin Gangguan) dari Kepolisian untuk
menyelenggarakan konser serta koordinasi
dengan keamanan setempat.
Perjanjian antara perusahaan promotor dan
artis meliputi masa berlaku perjanjian, lokasi
konser, harga dan tahap pembayaran, riders
(fasilitas terkait dengan peralatan dan spek yang
harus dipenuhi Promotor untuk mendukung
penampilan artis terkait), jumlah anggota artis
dan kru yang tampil, tempat penginapan dan
konsumsi, keamanan, atau pembatalan perjanjian.
Pada umumnya, di dalam perjanjian tersebut
diatur ketentuan-ketentuan mengenai ganti rugi
serta akibat hukum yang akan terjadi apabila
terdapat pelanggaran atas perjanjian tersebut.
Terkait dengan pengembalian down payment,
pengembalian tersebut tergantung dari siapa
pelanggarnya. Apabila pelanggaran dilakukan oleh
perusahaan promotor, down payment tidak dapat
dikembalikan. Sebaliknya, perusahaan promotor
dapat meminta pengembalian down payment
yang telah dibayarkan.
Artis atau perusahaan promotor tidak dapat
meminta ganti rugi terhadap pembatalan konser
yang terjadi karena keadaan di luar kendali seperti
bencana alam, artis meninggal dunia, travel
restriction atau flight ban yang diterbitkan oleh
Kedutaan Besar negara artis yang bersangkutan di
Indonesia.
Gabung.indd 37
Namun, dalam beberapa keadaan yang dapat
menyebabkan pembatalan konser, kerugian
tersebut dapat di-cover oleh beberapa perusahaan
asuransi dari luar negeri yang menawarkan
asuransi untuk Event Cancellation Coverage dan
Non-Appearance Coverage. Asuransi tersebut
merupakan perlindungan atas kerugian terkait
dengan artis yang tidak dapat tampil di konser
sehingga mengakibatkan pembatalan konser.
HAK CIPTA
Dalam konteks industri musik, hak cipta
merupakan suatu hak yang diberikan kepada
komposer (pencipta lagu) terhadap komposisi
musik dan/atau lagu (lagu) baik dengan teks
atau tidak yang timbul secara otomatis setelah
lagu diwujudkan, dijamin oleh Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU
Hak Cipta). Hak cipta memberikan Hak Ekonomi
(Hak) kepada pemiliknya untuk menerbitkan,
menggandakan, mendistribusikan, menunjukkan
dan mengumumkan, serta menyewakan ciptaan
tersebut sehingga dapat memberikan keuntungan
yang dapat dinikmati oleh pencipta lagu nantinya.
Itulah mengapa hak cipta penting dan erat
kaitannya dengan industri musik.
Dalam melakukan perjanjian dengan artis,
perusahaan promotor harus memastikan bahwa
lisensi terhadap hak cipta komposer atas lagulagu yang akan ditampilkan sudah dimiliki
oleh artis berdasarkan peraturan perundangundangan tentang hak cipta di negara komposer
tersebut. Sering juga terjadi adanya permintaan
khusus kepada artis untuk menampilkan lagulagu karya komposer Indonesia, sehingga
perusahaan promotor harus mendapatkan lisensi
atau melakukan pembayaran royalti terhadap
artis yang akan menampilkan lagu tersebut.
Perusahaan promotor dapat meminta artis
untuk memberikan pernyataan dan jaminan di
dalam perjanjian bahwa artis telah mendapatkan
perizinan, persetujuan, atau prosedur kepatuhan
lainnya berkaitan dengan lagu-lagu yang akan
ditampilkan.
MAXIBIZ | V. 04 | 2015
oleh manajemen artis untuk kemudian
disepakati antara manajemen artis dengan
promotor;
4. Persiapan dokumen-dokumen hukum yang
diperlukan untuk mendatangkan artis seperti:
a. Dokumen keimigrasian yang meliputi Visa
Tinggal Terbatas (VITAS) untuk artis;
37
ARFIDEA KADRI SAHETAPY-ENGEL TISNADISASTRA LAW FIRM
5/13/15 3:07 PM
Download