Laporan Tahunan 2015

advertisement
Laporan Tahunan 2015
Annual Report 2015
Bangkok Bank Public Company Limited
Indonesia
DAFTAR ISI
Table of Contents
Ringkasan Keuangan
Financial Highlights
1
Rasio Keuangan
Financial Ratios
2
Profile Perusahaan
Corporate Profile
4
Laporan Good Corporate Governance
Good Corporate Governance Report
6
Perekonomian Indonesia 2015
Indonesia Economy in 2015
25
Laporan Manajemen
Management Report
26
Kinerja Bangkok Bank
Bangkok Bank’s performance
35
Manajemen
The Management
67
Struktur Organisasi
Organization Chart
72
Lampiran
Attachment
 Laporan Keuangan 2015 yang telah diaudit
Audited Financial Statement 2015
RINGKASAN KEUANGAN BANGKOK BANK
Bangkok Bank’s Financial Highlights
Unit dalam jutaan rupiah
(Unit in million Rupiah)
Pertumbuhan pada Akhir Periode Tahun
Progress at Year-End
Total Aktiva
Total Assets
Giro pada Bank
Demand Deposits with Banks
Kredit yang diberikan
Credits granted
Aktiva Tetap dan Inventaris – net
Premises and Equipment
Aktiva Produktif
Productive Assets
Dana Pihak Ketiga
Third Party Fund
Simpanan
Deposits
Pinjaman yang diterima
Loans received
Dana dari Kantor Pusat
Head Office Account
2015
2014
% change
24.517.014
22.742.330
7,80%
77.330
79.823
-3,12%
20.141.097
15.514.223
29,82%
96.196
95.152
1,10%
25.036.092
22.946.267
9,11%
5.118.311
4.421.089
15,77%
4.043.053
3.564.222
13,43%
11.924.025
10.713.025
11,30%
4.765.714
4.688.755
1,64%
1.435.664
1.072.088
33,91%
856.824
447.536
91,45%
578.840
624.552
-7,32%
245.862
250.871
-2,00%
336.317
371.058
-9,36%
-
-
-
Pertumbuhan untuk Tahun
Progress for the year
Pendapatan Operational
Operational Revenue
Beban Operational
Operational Expenses
Laba Operasi
Operating Profit
Pajak Penghasilan
Income Tax
Laba (Rugi) Bersih
Net Profit (Loss)
Laba Bersih per Saham
Earning per share
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
1
Rasio Keuangan
Financial Ratios
Permodalan
Capitalization
31-Des-15
(%)
Kewajiban Modal Minimum
Capital Adequacy Ratio (CAR)
31-Des-14
(%)
% change
57,06
69,16
-12,10
2,70
2,61
0,09
0,49
0,34
0,15
0,09
0,00
0,09
4,16
2,68
1,48
2,51
3,41
-0,90
3,60
2,86
0,74
4,36
4,83
-0,47
59,68
41,74
17,94
393,51
350,91
42,60
Aktiva Tetap terhadap Modal
Fixed Assets to Capital
Aktiva Produktif
Productive Assets
Aktiva Produktif Bermasalah
Troubled Productive Assets
Kredit Bermasalah
NPL
CKPN terhadap Aktiva Produktif
Reserves to Productive Assets
Rentabilitas
Profitability
Tingkat Pengembalian Aktiva
Return on Assets
Tingkat Pengembalian Modal
Return on Equity
Pendapatan Bunga Bersih
Net Interest Margin
Beban
Operasional
Operasional
Pendapatan
Operational Expense to Operational Income
Kredit terhadap Deposito Rasio
Loan to Deposit Ratio
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
2
Kepatuhan
Compliance
31-Des-15
(%)
31-Des-14
(%)
% change
0
0
0,00
0
0
0,00
0
0
0,00
0
0
0,00
7,89
12,20
-4,31
0,03
1,33
-1,30
Persentase Pelanggaran BMPK
Percentage of LLL Violation
a.
Pihak Terkait
Related Parties
b. Pihak Tidak Terkait
Non related Parties
Persentase Pelampauan BMPK
Percentage of exceeding LLL
a.
Pihak Terkait
Related Parties
b. Pihak Tidak Terkait
Non related Parties
GWM Rupiah
Minimum Current Account Requirements Rupiah
Posisi Devisa Netto (PDN)
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
3
PROFIL PERUSAHAAN
Corporate Profile
Bangkok Bank yang didirikan pada tahun 1944 di
Bangkok, Thailand adalah bank komersial terbesar di
Thailand dan salah satu dari yang terbesar di Asia
Tenggara dengan total aset pada akhir 2015 sebesar THB
2.835.852.163.000.
Bangkok Bank, founded in year 1944 in BangkokThailand, is the largest commercial bank in
Thailand and also one of the largest bank in South
East Asia, with total assets at the end of 2015 THB
2,835,852,163,000.
Adapun struktur kepemilikan 10 (sepuluh) pemegang
saham terbesar Bangkok Bank Public Company Limited
per tanggal 11 September 2015 adalah sebagai berikut:
Top 10 (ten) shareholders of Bangkok Bank Public
Company Limited, Thailand as of September 11,
2015 are as follows:
Persentase Kepemilikan
Saham | Percentage of Total
Shares
33.87
1 Thai NVDR Company Limited
3.39
2 Chase Nominess Limited
3 Thailand Securities Depository
2.95
4 Social Security Office
2.23
2.04
5 State Street Bank Europe Limited
1.90
6 State Street Bank and Trust Company
1.79
7 UOB Kay Hian (Hong Kong) Limited - Client Account
1.79
8 Bangkok Insurance Public Co., Ltd
1.60
9 Macquarie Emerging Markets Asian Trading PTE. Limited
1.53
10 The Bank of New York (Nominess) Limited
Lain-lain
46.91
Sampai akhir tahun 2015 Bangkok Bank telah memiliki At the end of 2015, Bangkok Bank has more than
lebih dari 1.170 kantor cabang di Thailand dengan cabang 1,170 branches in Thailand with extensive overseas
luar negeri dan jaringan kantor yang tersebar di: Cina, branches and office network in the following
Hongkong, Jepang, Laos, Filipina, Singapura, Taiwan, countries: People’s Republic of China, Hongkong,
Inggris, Kamboja, Amerika Serikat, Kepulauan Cayman, Japan, Laos People’s Democratic Republic,
Vietnam, Myanmar, Malaysia dan Indonesia.
Republic of Philippines, Republic of Singapore,
Taiwan, United Kingdom, Cambodia, United States
of America, Cayman Islands, The Socialist
Republic of Vietnam, Myanmar, Malaysia and
Indonesia.
Nomor |
Number
Nama pemegang Saham | Name of Share holder
Bangkok Bank PCL Cabang Jakarta, berlokasi di Jl. MH
Thamrin No. 3, Jakarta 10110, beroperasi dengan ijin
usaha dari Menteri Keuangan Indonesia No. D.15.6.1.4.39
tanggal 21 Juni 1968, serta mendapat izin untuk beroperasi
sebagai Bank Devisa pada tanggal 22 Juni 1968 dengan
Surat Keputusan dari Direksi Bank Negara Indonesia
No.4/12/KEP.DIR.
Bangkok Bank PCL Jakarta Branch, located at Jl.
MH Thamrin No. 3, Jakarta 10110, operated under
license from Finance Minister of Republic
Indonesia No. D. 15.6.1.4.39 dated June 21, 1968
as a branch from Bangkok Bank PCL in Thailand.
Received the license to operate as foreign bank on
June 22, 1968 with the decree from Bank Indonesia
No. 4/12/KEP.DIR.
Bank telah membuka 1 (satu) Kantor Cabang Pembantu di
kota Surabaya
pada tanggal 29 Maret 2012 yang
beralamat di Jl Raya Darmo No 73, Surabaya, dengan Ijin
No 14/112/DPIP.
Bank has opened 1 (one) Branch Office in
Surabaya on March 29, 2012 located at Jl Raya
Darmo No. 73, Surabaya, with Permit No.
14/112/DPIP .
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
4
Pada tanggal 6 November 2013, dalam rangka perluasan
usaha, Bank telah membuka 1 (satu) Kantor Cabang
Pembantu di kota Medan yang terletak di B&G Tower,
Ground Floor, Jl Putri Hijau No. 10, Medan, dengan Ijin
No.15/231/DPIP.
On November 6, 2013, for the expansion of
business, the Bank has opened 1 (one) Branch
Office in Medan, located in the B & G Tower,
Ground Floor, Jalan Putri Hijau No. 10, Medan,
with permission No.15/231/DPIP.
Bank secara berkesinambungan meningkatkan total asset
dan kredit yang diberikan, memperbaiki manajemen kredit
macet, meningkatkan pendapatan, dan meningkatkan
efisiensi biaya dan terus membangun kebijakan usaha
yang selaras dengan rencana strategis bank Di tahun
mendatang, bank akan terus memajukan bisnis proses
yang efisien dan mengefisiensikan model organisasi
untuk meyakinkan bahwa seluruh bagian organisasi dapat
bekerja sama secara efisien dan harmonis.
The bank has continuously increased its total assets
and loans, and improved the management of nonperforming loans, of revenue, of costs efficiency
and the bank will create policies that are alligned
with its strategic plan.
In the coming year, the bank will continue to
improve the efficient business process and
organizational model to ensure that all parts of the
organization are working together efficiently in
harmony.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
5
LAPORAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE
BANGKOK BANK CABANG JAKARTA TAHUN
2015
REPORT ON BANGKOK BANK INDONESIA
BRANCH ACTIONS IN COMPLIANCE WITH
THE PRINCIPLES OF GOOD CORPORATE
GOVERNANCE FOR 2015.
1. Ruang Lingkup Tata Kelola Perusahaan (GCG)
1.
Scope of Good Corporate Governance
(GCG)
Sebagai pedoman bagi pelaksanaan Tata Kelola
Perusahaan, Bank telah mendeskripsikan peran dan
tanggung jawab Komite Manajemen dalam pedoman
Komite Manajemen bank. Seluruh aturan internal
lainnya yang ditetapkan didasarkan dengan peraturan
yang berlaku dan mengacu pada pinsip-prinsip GCG.
As guidance for Good Corporate Governance’s
implementation, Bank has already described
role and responsibilities of Manangement
Committee in the Management Committee
guidelines. All other internal regulations are
based on the operative regulation and referring
to GCG principles.
Dalam menjalankan bisnisnya, Bangkok Bank
Cabang Jakarta menjalankan Prinsip Good Corporate
Governance
sebagai
dasar
agar
dapat
mempertahankan pertumbuhannya. Bank juga telah
menyebarkan kebijakan tersebut kepada tim
manajemen, eksekutif, dan staf sebagai informasi dan
ketaatan akan peraturan. Bank juga telah menugaskan
setiap supervisor di semua tingkat untuk menjadi
contoh yang baik dan mendorong agar kebijakan yang
dibuat tersebut dipatuhi.
Dalam proses pengawasan operasional secara
internal, Bank telah membentuk Unit Kepatuhan agar
sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia dan
Bank Indonesia.
The Bank, therefore conducts its business inline with the principles of Good Corporate
Governance, which form a basis for sustainable
growth. The bank has disseminated the policy
to its management team, executives and staff
for their knowledge and observance and has
also assigned supervisors at all level to
encourage good example as well as compliance
with the policy.
The bank has established a Compliance Unit to
oversee its internal operations to be in
compliance with the regulation of the local
authorities and Bank Indonesia.
Penerapan Prinsip Good Corporate Governance di
Bangkok Bank dibagi menjadi 7 aspek cakupan GCG
beserta kepatuhan bank terhadap aspek-aspek tersebut
yang meliputi:
There are 7 (seven) Good Corporate
Governance aspects which reflect the
implementation of bank’s Good Corporate
Governance including bank compliance toward
to each aspect as follows:
1.1 Kinerja Tugas dan Tanggung Jawab dari
Dewan Komisaris dan Direksi.
1.1 Performance
of
duties
and
responsibilities
of
Board
of
Commissioners and Board of Directors.
Bangkok Bank Cabang Jakarta adalah kantor
cabang dari Bangkok Bank, Thailand, oleh karena itu
Dewan Komisaris yang dikenal dengan nama NonEksekutif Director bertempat di Kantor Pusat
Thailand. Dewan Komisaris bertangggung jawab
dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance
dan mengawasi kebijakan dan arah bisnis bank.
Dalam hubungannya dengan Bangkok Bank kantor
cabang Jakarta, International Banking Group (IBG)
yang berlokasi di Kantor Pusat Bangkok,
menjalankan fungsi pengawasan dari Dewan
Komisaris. Laporan fungsi pengawasan dari IBG
tersebut untuk melihat pada fungsi Dewan Komisaris
dalam mengevaluasi kinerja manajemen kantor
cabang Jakarta dan laporan tersebut telah diterima
Bangkok Bank, Jakarta branch is a branch
office of Bangkok Bank, Thailand, therefore
Board of Commissioners who is known as
Non- Executive Directors are domiciled at
Bangkok Head Office, Thailand. This Board of
Commissioners assumes responsibility for the
implementation
of
Good
Corporate
Governance and oversees the business policy
and direction of the bank.
For Bangkok Bank, Jakarta branch in this
matter, the International Banking Group (IBG)
domiciled at Bangkok, Head Office, is closely
conducting the oversight role function of
Board of Commissioners. Oversight function
report from International Banking Group in
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
6
setiap 3 bulan sekali.
regard to Board of Commissioners function for
evaluating performance of Jakarta branch
management on quarterly basis.
Sementara itu, Direksi atau Pimpinan Bangkok
Bank Cabang Jakarta yang dipimpin oleh General
Manager dan wakil General Manager serta Direktur
Kepatuhan. Pimpinan kantor akan memimpin Komite
Manajemen
yang
bertanggung
jawab
atas
pembentukan dan pelaksanaan atas sasaran strategis
dan keuangan dari Bank dan juga mengkaji ulang
serta mendiskusikan masalah yang berhubungan
dengan operasional bank.
Komite Manajemen Cabang juga bertanggung jawab
untuk mengawasi:
a. Audit Internal dan Unit Control untuk memastikan
pelaksanaan fungsi internal audit dan mengambil
tindakan berdasarkan pada temuan-temuan dari
audit internal.
b. Fungsi Unit Manajemen Risiko adalah untuk
pertanggungjawaban dalam rangka pengembangan,
pengukuran dan pemeliharaan kerangka kerja
manajemen risiko.
c. Unit Kepatuhan untuk mengawasi penerapan
praktek
good
corporate
governance
dan
memastikan kepatuhan bank terhadap peraturan dan
hukum yang berlaku.
Meanwhile, Board of Director or called
Branch Management (Pimpinan) of Bangkok
Bank Indonesia who is chaired by General
Manager, and Deputy General Manager and
Compliance
Director.
The
Branch
Management or Pimpinan shall lead the
Branch Management Committee who is
responsible for the formulation and execution
of strategies and financial objectives of the
bank as well as reviewing and discussing
matters related to banking operation.
The Branch management is also responsible
for supervising:
a. Internal Audit and Control Unit for
ensuring the execution of internal audit
function and taking action based on regular
internal audit findings.
b. Risk Management Unit function is to take
overall accountability for the development,
measurement and maintenance of the bank’s
risk management framework.
c. Compliance Unit for overseeing the
implementation
of
good
corporate
governance practices and ensuring bank’s
compliance with the prevailing laws and
regulations.
1.2. Struktur, Keanggotaan, Tugas dan Tanggung
Jawab Komite
1.2 Structures, Membership, Duties and
Responsibilities of the Committees.
Di Kantor Pusat Bangkok Bank, Thailand,
komite-komite tersebut telah diatur untuk memonitor
dan mengawasi operasional bank dan melaporkan
kemajuan yang terjadi ke Non-Executive Direksi
secara periodik. Komite-komite ini terdiri dari Komite
Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite
Risk Monitoring, dan Komite Manajemen.
In Bangkok Bank- Head Office, Thailand,
the committees have been set up to closely
monitor and oversee the bank’s operation and
report the progress to the Non- Executive
Board of Directors on a regular basis. These
committees include the Audit Committee,
Nomination and Remuneration Committee,
Risk Monitoring Committee and Management
Committee.
Meanwhile, Bangkok Bank, Jakarta branch as
foreign branch office in this regard does not
have to form such committees since Board of
Directors at Head Office has established them.
However, the functions of such committees
have properly implemented in Head Office and
it has been conducted under International
Banking Group (IBG) to oversee the Jakarta’s
branch management performance in respective
committee function. The oversight function
report from International Banking Group (IBG)
has also been received by Jakarta branch on
quarterly basis.
Sementara itu Bangkok Bank Kantor Cabang
Jakarta, sebagai kantor cabang bank asing tidak
diharuskan untuk membentuk komite tersebut sejak
Dewan Direksi di Kantor Pusat telah membentuknya.
Bagaimanapun di kantor pusat fungsi dari tiap
komite-komite tersebut telah diterapkan dengan baik
dan dibawah kontrol International Banking Group
(IBG) untuk mengawasi kinerja manajemen dari
kantor cabang Jakarta. Dan laporan fungsi
pengawasan dari International Banking Group (IBG)
juga telah diterima oleh kantor cabang Jakarta setiap
3 bulan sekali.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
7
Fungsi dari masing-masing komite itu dapat
dideskripsikan sebagai berikut:
 Komite Audit bertugas untuk membantu Dewan
Komisaris dalam proses audit laporan keuangan,
internal control dan audit, dan pemilihan dan
penunjukkan eksternal audit bank.
 Komite Risk Monitoring bertugas untuk
mengawasi dan memastikan profil manajemen
risiko bank apakah sudah cukup memadai,
sistematis, efisien, efektif dan memaksimalkan
nilai terhadap kinerja bank, dan juga apakah
sudah sejalan dengan rencana strategis bank dan
kebijakan manajemen risiko secara keseluruhan.
 Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas
untuk memilih dan menunjuk orang yang tepat
untuk posisi pekerjaan yang ditentukan dan juga
untuk mengevaluasi kinerja secara individu, dan
kebijakan penggajian dan paket benefit yang
diterima oleh level eksekutif dan staffnya.
The function of each committee can be
described as follows:
 The objectives of the Audit Committee are
to assist the Board of Commissioners with
regard to process audit of financial reports,
internal control and internal audit and to
select and appoint the bank’s external
auditors.
 The objective of Risk Monitoring
Committee is to oversee and ensure that
bank’s management risk profile is
adequate, systematic, efficient, and
effective and maximizes value to the bank
and is also to be in-line with the bank’s
strategic plan and overall risk management
policy.
 The objective of Nomination and
Remuneration Committee is to select and
nominate suitable persons for appointment
job position as well as to evaluate
individual performance and policy of
remuneration or benefit package for
executive level and its staffs.
Kinerja semua komite diatas telah diterapkan dengan
baik di Kantor Pusat. Sedangkan penerapan strategi
dan rencana bisnis Bangkok Bank Indonesia diatur
oleh komite sebagai berikut:
All performance of committees above has
already been properly implemented in Head
Office. However, in implementing the strategic
and business plan of the bank, Bangkok Bank
Indonesia is managed under following
committees:
a.
a.
Komite Manajemen
Untuk memastikan efisiensi kinerja bank yang
mencakup
penelahaan
secara
periodik,
pengarahan operasional bank, kebijakan, strategi,
ALMA dan juga masalah kepegawaian serta
bagian umum yang akan dibicarakan di dalam
komite.
Komite Manajemen diketuai oleh General
Manager selaku Pimpinan Cabang dan dibantu
oleh :
- 3 Deputy General Manager
- Kepala Unit Treasury
- Kepala Unit Operation
- Kepala Unit Compliance
- Kepala Unit Risk Management
- Kepala Unit Internal Audit
- Kepala Unit Marketing
- Kepala Unit Budget&Planning
Pertemuan rutin Komite Manajemen dilakukan
minimal 1 (satu) kali dalam satu bulan, dan hasil
pertemuan dicatat dalam notulen yang diedarkan
kepada anggota komite dan disampaikan kepada
IBG Kantor Pusat.
Management Committee
To ensure proper and efficient running of
the entire operation covering periodical
review and directions of bank operation,
policy, and strategy, ALMA as well as
personnel and general affairs matters.
Management Committee is chaired by the
General Manager and assisted by:
- 3 Deputy General Manager
- Head of Treasury
- Head of Operation
- Head of Compliance
- Head of Risk Management
- Head of Internal Audit
- Head of Marketing
- Head of Budget & Planning
Management
Committee
conducted
regular meetings at least 1 (one) time in a
month and the results are recorded in the
minutes of the meeting which is circulated
to committee members and submitted to
Headquarters IBG.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
8
b.
c.
Komite Kredit
Komite ini bertanggung jawab untuk mengakses
dan mempertimbangkan semua portfolio bank,
yang tercakup di dalamnya nasabah kredit lancar
maupun pinjaman kredit bermasalah.
b.
Loan Committee
This committee is responsible to assess
and consider all banks’ portfolio, which
include active and non-performing loan
accounts.
Komite kredit akan bertemu secara periodik
untuk menelaah dan mendiskusikan aktivitas dari
aplikasi kredit yang masuk, suku bunga kredit,
dan strategi marketingnya.
The Loan Committee will meet
periodically to review and discuss the
following activities of loan application,
loan pricing and marketing strategies.
Fungsi dari Komite Kredit adalah bertanggung
jawab untuk menyetujui atau menolak,
merekomendasi aplikasi kredit berdasarkan
kewenangan kantor cabang.
Pertemuan rutin Komite kredit diadakan setiap 2
minggu sekali atau disesuaikan dengan
kebutuhan dan hasil pertemuan dicatat dalam
notulen yang diedarkan kepada anggota komite
dan disampaikan kepada IBG Kantor Pusat.
The Loan Committee responsibility and
function is to approve or reject,
recommend or decline credit application
according to branch authorization.
The routine meetings are held in every two
weeks or more often to match with the
requirement and the results recorded in the
minutes of the meeting circulated to
committee members and submitted to
Headquarters IBG.
Komite Kredit diketuai oleh General Manager
selaku Pimpinan Cabang dan Deputy General
Manager bidang Operation selaku wakil, yang
dibantu oleh :
- Deputy General Manager bidang Marketing
- Deputy General Manager bidang Risk
Management Unit and Credit Acceptance
Unit (non-voting)
- Kepala Unit Marketing
- Kepala Unit Treasury
- Kepala Unit Operation
- Kepala Unit Compliance (non-voting)
- Kepala Unit Risk Management (non-voting)
- Kepala Unit Internal Audit (non-voting)
- Kepala Unit Credit Acceptance Unit (nonvoting)
Credit Committee is chaired by the
General Manager as Branch Manager and
Deputy General Manager of Operation.
Members of Credit Committee are :
- Deputy
General
Manager
of
Marketing
- Deputy General Manager of Risk
Management
Unit
and
Credit
Acceptance Unit (non-voting)
- Head of Marketing
- Head of Treasury
- Head of Operation
- Head of Compliance (non-voting)
- Head of Risk Management (nonvoting)
- Head of Internal Audit (non-voting)
- Head of Credit Acceptance Unit (nonvoting)
Komite Manajemen Risiko
Komite ini bertanggung jawab untuk mengawasi
penerapan kerangka kerja dan strategi majemen
risiko, komposisi risiko dari setiap tipe risiko itu
dan juga memeriksa secara periodik prosedur dari
manajemen risiko.
Bangkok
Bank
Indonesia
menggunakan
peringkat kredit yang handal sebelum menyetujui
semua kredit baru ataupun perpanjangan fasilitas
kredit. Penilaian ini menjadi alat yang penting
bagi manajemen risiko kredit dan digunakan
sebagai standar underwritting dan juga panduan
penetapan harga.
c.
Risk Management Committee
This committee is responsible to monitor
the implementation of risk management
framework and strategy, composition of
risk for each type of risks as well as
periodically review on risk management
procedure.
Bangkok Bank Indonesia requires a valid
credit rating prior approval of any new or
renewed credit facility. Rating is one of
the most important tools of credit risk
management and used in the underwriting
standards as well as in pricing guidelines.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
9
d.
Komite Manajemen Risiko diketuai oleh Deputy
General Manager bidang Manajemen Risiko,
dengan dibantu oleh Head of Compliance
sedangkan General Manager diundang dan hadir
dalam pertemuan rutin Komite Manajemen
Risiko,
The Risk Management Committee is
chaired by the Deputy General Manager of
Risk Management, and assisted by Head
of Compliance Unit, meanwhile General
Manager is invited in the Risk
Management Committee meeting.
anggota dari Komite Manajemen Risiko :
- 3 Deputy General Manager
- Kepala Unit Treasury
- Kepala Unit Operation
- Kepala Unit Risk Management
- Kepala Unit Internal Audit
- Kepala Unit Marketing
Members of the Risk Management
Committee:
- 3 Deputy General Manager
- Head of Treasury
- Head of Operation
- Head of Risk Management
- Head of Internal Audit
- Head of Marketing
Pertemuan rutin Komite Manajemen Risiko
dilakukan minimal 1 (satu) kali dalam tiga bulan,
dan hasil pertemuan dicatat dalam notulen yang
diedarkan kepada anggota komite dan
disampaikan kepada IBG Kantor Pusat.
Regular meetings of the Risk Management
Committee conducted a minimum of 1
(one) time in 3 month and the results are
recorded in the minutes of the meeting
circulated to committee members and
submitted to Headquarters IBG.
Komite Aset dan Liabilitas (ALCO)
Komite ini bertanggungjawab untuk mengatur
kinerja dari aset – aset dan liabilitas yang dimiliki
oleh Bank (ALMA).
d.
Asset and Liability Committee (ALCO)
This committee is responsible for
managing the performance of assets assets and liabilities held by the Bank (
ALMA ) .
Dalam melaksanakan tanggungjawab tersebut,
Komite ALCO melakukan langkah-langkah
sebagai berikut :
a. Memformulasikan dan memantau penerapan
strategi ALMA sesuai dengan rencana bisnis
Bank.
b. Memantau penetapan strategi harga untuk
memastikan hasil optimum, mengurangi
biaya penggunaan dana, dan menjaga
keseimbangan neraca keuangan Bank.
c. Mengevaluasi posisi risiko suku bunga bank
dimana harus konsisten dengan manajemen
risiko suku bunga
d. Berkoordinasi dengan Departemen Treasuri
Kantor Pusat dan Overseas Treasury Center
(OTC) dalam melakukan manajemen aset
dan liabilitas Bank.
In carrying out these responsibilities,
ALCO Committee perform the following
steps :
a Formulating and monitoring the
implementation of the strategy ALMA
accordance with the Bank's business
plan.
b. Monitor price -setting strategies to
ensure optimum results , reduce the
financing cost , and maintaining the
balance of the Bank 's balance sheet
c. Evaluate the bank's interest rate risk
position which must be consistent with
the interest rate risk management
d. Coordinate with Treasury Department
Headquarters and Overseas Treasury
Center ( OTC ) in managing the assets
and liabilities of the Bank.
Komite ALCO diketuai oleh General Manager
selaku Pimpinan Cabang dan dibantu oleh :
ALCO Committee is chaired by the
General Manager. Members of ALCO are
:
- 3 Deputy General Manager
- Head of Treasury
- Head of Operation
- Head of Compliance
- Head of Risk Management
-
3 Deputy General Manager
Kepala Unit Treasury
Kepala Unit Operation
Kepala Unit Compliance
Kepala Unit Risk Management
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
10
-
e.
f.
Kepala Unit Internal Audit
Kepala Unit Marketing
Kepala Unit Budget&Planning
- Head of Internal Audit
- Head of Marketing
- Head of Budget & Planning
Pertemuan rutin ALCO dilakukan minimal 1
(satu) kali dalam satu bulan, dan hasil pertemuan
dicatat dalam notulen yang diedarkan kepada
anggota komite dan disampaikan kepada IBG
Kantor Pusat.
Regular meetings of ALCO performed at
least 1 (one) time in a month , and the
results are recorded in the minutes of the
meeting circulated to committee members
and submitted to Headquarters IBG.
Komite Kredit Bermasalah
Komite Kredit Bermasalah (NPL Committee)
bertanggungjawab untuk membahas pinjaman
nasabah
kepada
Bank
yang
memiliki
kualitas/kategori Kurang Lancar (2) hingga
Macet (5).
Komite Kredit Bermasalah diketuai oleh General
Manager selaku Pimpinan Cabang yang dibantu
oleh :
- 3 Deputy General Manager
- Kepala Unit Operation
- Kepala Unit Compliance
- Kepala Unit Marketing
- Kepala Unit Internal Audit
e. Non-Performing Loans Committee (NPL
Committee)
NPL Committee is responsible for the
customer to discuss the bank loan that has
a quality / Sub-category (2) to Loss (5).
Pertemuan rutin dilakukan minimal 1 (satu) kali
dalam satu bulan, dan hasil pertemuan dicatat
dalam notulen yang diedarkan kepada anggota
komite dan disampaikan kepada IBG Kantor
Pusat.
Regular meetings conducted at least 1
(one) time in a month, and the results are
recorded in the minutes of the meeting are
circulated to committee members and
submitted to Headquarters IBG.
Komite Teknologi Informasi
Komite ini bertanggungjawab menyampaikan
rekomendasi penggunaan sistem IT kepada
manajemen guna mendukung pertumbuhan bisnis
dan efisiensi operasi Bank dalam strategi jangka
pendek dan menengah.
Komite Teknologi Informasi diketuai oleh
Deputy General Manager bidang Operation dan
Overseas Support Center (OSC) selaku penasehat
IT, anggota komite adalah :
- Kepala Unit Operation
- Kepala Unit Compliance
- Kepala Unit Support&Service
- Kepala Unit Internal Audit&Control
- Staff EDP
Pertemuan rutin dilakukan minimal 1 (satu) kali
dalam satu tahun, dan hasil pertemuan dicatat
dalam notulen yang diedarkan kepada anggota
komite.
NPL Committee is chaired by General
Manager as Branch Manager. Mmebers of
NPL Committee are :
- 3 Deputy General Manager
- Head of Operation
- Head of Compliance
- Head of Marketing
- Head of Internal Audit
f.
Information Technology Steering
Committee
This committee is responsible for
providing recommendations to the
management of the use of IT systems to
support business growth and operating
efficiencies in the Bank's short-term and
medium-term
strategy.
Information
Technology
Steering
Committee, chaired by the Deputy General
Manager of Operations and Overseas
Support Center (OSC) as an IT advisor,
committee members are:
- Head of Operation
- Head of Compliance
- Head of Support&Service
- Head of Internal Audit&Control
- EDP Staff
Regular meetings conducted at least 1
(one) times a year, and the results are
recorded in the minutes of the meeting are
circulated to committee members.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
11
Adapun frekuensi rapat yang telah dilakukan oleh
masing-masing Komite selama tahun 2015
adalah sebagai berikut :
Komite
Komite Manajemen
Komite Kredit
Komite
Manajemen
Risiko
Komite
Aset
dan
Liabilitas
Komite
Kredit
Bermasalah
Komite
Teknologi
Informasi
Frekuensi
12x
32x
4x
12x
12x
1x
The frequency of meetings has been done
by each committee during 2015 are as
follows:
Committee
Management Committee
Loan Committee
Risk
Management
Committee
Asset
and
Liability
Committee
Non Performing Loan
Committee
Information Technology
Steering Committee
Frequency
12x
32x
4x
12x
12x
1x
1.3. Kinerja dari Departemen Kepatuhan, Internal
Audit dan Eksternal Audit
1.3 Performance of Compliance functions,
internal audit and external audit.
Unit Kepatuhan dibentuk untuk membantu
manajemen
dalam
pengawasan
internal
operasional dan juga kepatuhan pada peraturan
dari otoritas lokal.
Compliance unit has been established to
assist the management in overseeing its
internal operation so as to be in
compliance with the regulation of
authorities.
The compliance unit has the responsibility
in coordinating with operation units and
colleting the information for the
availability and updating of work
guidelines.
Unit kepatuhan bertangung jawab dalam
mengkoordinasi
unit
operasional
dan
mengumpulkan informasi guna tersedianya
informasi dalam pengkinian panduan kerja.
Unit kepatuhan harus bekerja secara independen
dan berdampingan dengan manajemen dan staf di
berbagai bisnis unit.
The compliance function shall have
independence and work closely with
management and staff in various business
units.
Peraturan Bank Indonesia dan peraturan
perundangan yang berlaku telah disosialisaikan
kepada unit terkait dan dibahas dalam rapat
komite manajemen terutama yang memiliki
dampak terhadap kegiatan operational ,bisnis dan
stategi bank.
BI regulations and prevailing laws have
been socialized to the relevant units and
also been discussed in the Management
Committee meeting, especially for
regulations which have significant impact
to the operations, business and strategy of
the bank.
Ensuring the bank’s commitments made to
Bank Indonesia has been rectified in
timely manner.
Memastikan komitmen bank yang dibuat kepada
Bank Indonesia telah dipenuhi secara tepat
waktu. Satuan Kerja Kepatuhan telah melaporkan
pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
kepada manajemen bank secara triwulanan.
Satuan Kerja Kepatuhan juga memastikan bahwa
tindakan yang memadai telah dilaksanakan guna
mencegah terjadinya risiko kepatuhan yang
mungkin terjadi dan mendorong terciptanya
budaya kepatuhan dalam bank.
Compliance unit also ensures that
appropriate action has been taken to
prevent the potential compliance risks
which may occur and promote the
compliance culture within the bank.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
12
Satuan Kerja Kepatuhan dan petugas UKK juga
mengkontrol pelaksanaan Prinsip Mengenal
Nasabah (KYC) dan aktifitas anti pencucian uang
(Anti Money Laundering) sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Dalam upaya
meningkatkan pemahaman atas penerapan KYC
dan AML, Satuan Kerja Kepatuhan akan terus
melakukan sosialisasi kepada unit bisnis terkait
untuk meyakinkan efektifitas tugasnya.
Compliance unit and AML (UKK) officer
are also in control of Know Your
Customer and Anti-Money Laundering
implementation pursuant to regulation. In
the effort to better understanding for
implementation of KYC/ and AML, the
compliance unit would continuously
perform socialization to relevant business
unit ensuring effectiveness of duty.
Kewajiban
penerapan
FATCA
telah
diimplementasikan dengan mengidentifikasi
nasabah (perorangan/organisasi) sebagai warga
negara Amerika/ non-warga negara Amerika
lewat analisa atas dokumen self declaration dan
self certification, juga melalui pencarian secara
elektronis untuk indikasi indicia. Hingga saat ini,
Bangkok Bank Indonesia tidak memiliki nasabah
warga negara Amerika. Karena BBL Indonesia
mengikuti metode IGA 1. sehingga BBL
Indonesia tidak wajib menyampaikan laporan
8966 (warga negara Amerika yang memiliki
rekening di BBL), laporan 1042 (pelaporan
pendapatan yang menjadi subyek pemotongan
pajak selama tahun pelaporan) dan laporan 1042
(pelaporan jumlah pajak yang dipotong).
FATCA
requirement
has
been
implemented by identifying customers
(individual/entity) as USP / NUSP through
analyzing self declaration and self
certification,
also
through
indicia
electronic
search.
Currently,
BBL
Indonesia does not have US customers
recorded. Since BBL Indonesia following
IGA1 method, so that BBL Indonesia does
not have to fulfil reporting obligation for
from 8966(US specified persons who hold
an account at BBL), form 1042 (to report
income type payments that are subject to
withholding tax during the reportable year
and form 1042 (report the annual
withholding amount).
Internal audit bank (SKAI) telah menyusun
rencana audit operasional dan setiap tahun
memeriksa semua unit bisnis berdasarkan jadwal
rencana auditnya.
Untuk tahun 2015 SKAI telah melakukan fungsi
kerjanya dengan independen dan objektif.
Banks’ Internal audit (SKAI) has already
arranged the operational audit plan and has
annually reviewed to all business units
according to its audit-planning schedule.
For year 2015, the bank’s SKAI has
performed its function independently and
objectively.
Pada saat melakukan fungsi kerjanya, SKAI telah
mengevaluasi efisiensi dan keefektifan internal
kontrol bank dan kepatuhan pada perundanganundangan yang berlaku dan peraturan Bank
Indonesia.
Semua hasil temuan audit telah dilaporkan ke
manajemen kantor cabang dan divisi internal
audit kontrol Kantor Pusat dan informasi
rekomendasi audit akan disebarkan ke unit bisnis
yang bersangkutan untuk dilakukan tindakan
perbaikan selanjutnya.
In performing its audit function, SKAI has
conducted and evaluated toward the
efficiency and effectiveness of the bank’s
internal control and compliance to the
prevailing laws and Bank Indonesia
regulations.
All audit findings have been reported to
branch management and internal audit
control and division – Head Office and
disseminate its audit recommendation to
the business unit concerned for further
action to be taken.
Internal Audit (SKAI) juga mengawasi dan
mengikuti
kemajuan
perkembangan
dan
perbaikan yang dibuat oleh unit bisnis yang
terlibat.
Internal audit (SKAI) has also monitored
and followed up the progress development
and improvement made by business units
involved.
Internal Audit (SKAI) juga akan melakukan
pemeriksaan tahunan mengenai kecukupan
Internal audit (SKAI) has also performed
annual review on the adequacy of security
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
13
keamanan audit dan pengawasan internal dari BIRTGS dan Sistem Kliring Nasional Bank
Indonesia (SKNBI) apakah telah mematuhi
peraturan yang berlaku.
audit and internal review for BI-RTGS and
National Clearing System (SKNBI) in
order to be in compliance with the
regulation.
Setiap 3 tahun, Audit Eksternal Independen
ditunjuk untuk memeriksa keefektifan kinerja
dari SKAI termasuk kaji ulang atas fungsi
internal audit atas penggunaan Teknologi
Informasi. Pemeriksaan terakhir yaitu pada bulan
Mei-Juli 2014 dengan hasil yang cukup
memadai. Sedangkan pemeriksaan Audit
Eksternal Independen terhadap kinerja SKAI
akan jatuh-tempo pada bulan September 2017,
paling lambat. Bank telah menunjuk KAP J.
Tanzil untuk melakukan pemeriksaan terhadap
kinerja SKAI.
Every 3 (three) years, an Independent
External Reviewer/Auditor is appointed to
review the effectiveness of SKAI work
performance including review on internal
audit function on Information Technology
use. The last review was in May-July 2014
with satisfactory result. While the External
Audit examination to SKAI performance
is no later than September 2017. Bank has
appointed J. Tanzil external auditor to
conduct work performance examination on
Bank’s Internal Audit.
Sementara itu, untuk laporan eksternal audit
tahunan dan persiapan laporan tahunan, bank
telah menunjuk akuntan publik independen yang
terdaftar dalam list Bank Indonesia yang bisa
melakukan audit.
Penetapan kerja audit dari akuntan publik
meliputi kapasitas dari kantor akuntan publik,
bidang kerja audit, dan profesionalisme
pemeriksa.
Penunjukan akuntan publik untuk melakukan
audit laporan keuangan kantor cabang untuk
tahun 2015 telah disetujui oleh Komite Audit
Kantor Pusat.
Untuk tahun buku 2015, Akuntan Publik Osman
Bing Satrio dan Eni, yang merupakan anggota
Deloitte Tohmatsu telah ditunjuk untuk
melakukan audit keuangan bank dengan hasil
pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
Meanwhile, for annual external audit
performance and preparing financial
report, bank has appointed independent
public accountant that registered under
Bank Indonesia’s approved list to conduct
an audit. The assignment of audit work to
public accountant covers the capacity of
the assigned public accountant firm, scope
of audit work and professionalism of the
auditor.
The appointment of public accountant to
conduct the audit of branch financial
report for year 2015 has been approved by
Head Office-Audit Committee.
For the year 2015, the Public Accountant
Osman Bing Satrio dan Eni under member
of Deloitte Tohmatsu has been appointed
to conduct financial audit of the bank with
result Unqualified Opinion.
1.4. Kinerja Manajemen Risiko dan Fungsi
Internal Kontrol.
1.4 Performance of Risk Management and
Internal Control Function.
Fungsi Manajemen Risiko bank mempunyai
tanggung jawab untuk berbagai macam aspek
risiko mencakup kredit, pasar, likuiditas,
operasional, legal, strategi, reputasi, dan risiko
kepatuhan dari bank.
Secara umum, manajemen kantor cabang telah
aktif memonitor dan mengawasi kebijakan dan
prosedur serta pengaturan limit untuk setiap jenis
risiko guna memelihara kondisi manajemen
risiko internal bank yang baik.
The risk management function of the bank
has responsibility for various risk aspects
covering of credit, market, liquidity, and
operational, legal, strategic, reputation and
compliance risks of the bank.
In general, branch management has
actively monitored and supervised the
policy and procedure as well as limit
arrangement type of each risk in order to
maintain the soundness of bank internal
risk management condition.
Unit Manajemen Risiko secara periodik
menyampaikan laporan profil risiko bank setiap 3
bulan sekali dalam rangka menganalisa dan
Risk management unit has periodically
submitted the bank’s risk profile reports on
quarterly basis for analyzing and
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
14
mengatur kecukupan dari setiap risiko.
Laporan tiga bulanan profil risiko bank telah
diajukan ke Bank Indonesia secara tepat waktu.
managing the adequacy of each risk.
This quarterly bank’s risk profile has been
timely submitted to Bank Indonesia.
Unit Manajemen Risiko juga telah secara
periodik menyampaikan laporan anti fraud setiap
6 bulan sekali dalam rangka memantau dan
melakukan pencegahan risiko kejadian fraud.
Laporan enam bulanan anti fraud bank telah
disampaikan ke Bank Indonesia secara tepat
waktu.
Risk management unit has periodically
submitted the bank’s anti fraud reports on
semi annually basis for monitoring and
conduct fraud prevention.
This semi annually bank’s anti fraud report
has been timely submitted to Bank
Indonesia.
Unit Manajemen Risiko juga telah mengadopsi
model perhitungan Pendapatan Bunga Bersih
(NII) dan model Nilai Modal Ekonomis (EVE)
dari kantor regional Hong Kong guna memonitor
risiko suku bunga sehubungan dengan risiko
pasar. Unit Manajemen Risiko juga telah
melakukan stress testing untuk risiko pasar, risiko
liquidity dan risiko foreign exchange serta
melakukan verifikasi
terhadap kertas kerja
laporan bulanan risiko operasional dan disamping
itu juga memonitor posisi harian dan limit-limit
serta membuat laporan bulanan analisa kredit
portfolio.
Risk management unit has adopted the Net
Interest Income (NII) and Economic Value
of Equity (EVE) models from Hong Kong
regional office for monitoring interest rate
risk relating to market risk. RMU has also
performed general stress stesting for
market risk, liquidity risk and foreign
exchange risk as well as verification to
monthly operational risk self assessment
report, besides monitoring daily position
and limit as well as providing monthly
portfolio credit analysis.
Bank telah memenuhi kewajiban Sertifikasi
Manajemen Risiko bagi Manajer dan staff sesuai
regulasi yang berlaku.
Bank has complied with Risk Management
Certification for Managers and officers as
required by regulation.
1.5 Prinsip Kehati-hatian dalam Pemberian Kredit
kepada Pihak-Terkait dan Grup Debitur
Besar.
1.5 Prudential principles in fund provision
to Related-parties and in Largeexposures.
Bank tidak diperbolehkan masuk ke dalam suatu
kondisi atau perjanjian dimana bank diharuskan
memberikan dana yang melanggar BMPK (Batas
Minimum Pemberian Kredit) dan batas
pemberian fasilitas kredit.
Berdasarkan
Peraturan
Bank
Indonesia
pemberian kredit kepada pihak-terkait dan atau
kelompok debitur besar masing-masing tidak
boleh melebihi 10% dan 25% dari modal bank.
Tidak ada pelanggaran BMPK kepada kelompok
debitur besar dan pihak-terkait.
The bank is prohibited to enter into
condition or agreement that obligate bank
to provide fund, which will violate the
LLL and credit facility limit granted.
Semua keputusan pemberian kredit harus
disetujui oleh komite kredit yang para
anggotanya akan memeriksa dan memberi
komentar atas masalah yang ada di aplikasi
kredit.
Any credit decision made must be
approved by Loan committee meeting and
member of Loan committee will review
and comment on the credit application on
certain issues.
Fund provision to Related- party and /or in
Large- exposures are in accordance with
Bank Indonesia regulation, which the
Legal Lending Limit for related-party and
in large exposure not exceeded 10 % and
25 %, respectively of the bank capital.
There was no breach on the Legal Lending
Limit for large exposures and Relatedparty.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
15
Bank telah mengkinikan internal limit guna
memonitor terjadinya pelampauan BMPK.
Selama penilaian aplikasi kredit, account officer
harus memeriksa latar belakang profil perusahaan
dan manajemennya, dan juga informasi yang
relevan
menurut
faktor-faktor
yang
diperhitungkan mengenai pihak-terkait dan grup
debitur.
Per tanggal 31 Desember 2015, saldo pemberian
kredit (dalam jutaan rupiah):
a. Pihak-terkait :
Rp.
4.072
b. Debitur Inti:
- Individual
Rp. 4.094.125
- Kelompok
Rp. 16.110.523
1,6
Rencana Strategi Bisnis Bank
Bank has updated the internal limit for
monitoring the LLL impelemtation.
During the credit application assessment,
account officer must check on the background of the company profile and
management, as well as relevant
information according to factors counted
as related party and or group borrower.
As of December 31, 2015 the outstanding
balance of ( in million of Rupiah):
a. Related- party
Rp.
4.072
b. Core debtor :
- Individual
Rp 4.094.125
- Group
Rp 16.110.523
1.6 Bank’s strategic business plan
Target Jangka Pendek 1 tahun, menurut misi
dan visi bank.
Short Term Target 1 year, according to
the bank's mission and vision.
Untuk tahun 2016, bank merencanakan untuk
pertumbuhan portfolio pinjamannya sekitar
13,20% dibandingkan dengan saldo pinjaman pada
akhir 2015 sebesar IDR 20,14 triliun menjadi IDR
23,80 triliun diproyeksikan pada akhir 2016.
Penambahan ini di kontribusi oleh debitur baru
and juga peningkatan pinjaman bagi debitur yang
sudah ada sekarang ini. Namun, bank tetap
berfokus pada prudent banking principle untuk
menjaga kualitas kredit nasabah yang ada and
yang akan diperoleh.
For the year 2016, Bank plans to increase
its loan portfolio approximately 13.20%
compared to the loan balance at the end of
2015. This increase due to potential new
debtor and also the loans increase to
existing borrowers. Thus, in 2016, Bank
remains focused on prudent banking
principle to maintain the credit quality of
existing customers.
Sedangkan untuk kredit bermasalah (NPL)
diestimasi sebesar 0,50% dari total Aktiva
Produktif di tahun 2016 atau kisaran sejumlah
IDR 125 miliar, sedangkan posisi NPL diakhir
tahun 2015 tercatat IDR 121,2 miliar, terjadi
penambahan saldo yang menjadi NPL karena
adanya
beberapa
nasabah
yang
turun
kolektibilitas.
Penurunan
kolektibilitas
dikarenakan wanprestasi oleh nasabah yang
mengalami kesulitan dalam usahanya dan
keuangannya, sehingga Rasio NPL - Net di level
0,14% di tahun 2015.
As for non-performing loans (NPL) was
estimated at 0.50% of total earning assets
in 2016 or the range of IDR 125 billion,
while the NPL position at the end of 2015
recorded IDR 121.2 billion, the addition of
NPL balance being due to a number of
customers which fell collectibility.
Downgrading
because
of
defaults
customers who experienced difficulties in
its business and financial condition, so that
the NPL ratio - Net in the level of 0.14%
in 2015.
Dalam hal penanganan kredit bermasalah (NPL),
bank tetap memberikan perhatian khusus untuk
menurunkan saldo rekening kredit bermasalah.
Hal yang telah dilakukan bank dalam usaha
penurunan rasio kredit bermasalah yaitu dengan
melakukan eksekusi agunan dan arus kas nasabah.
In terms of handling non-performing loans
(NPL), Bank still pays special attention to
lower account balances of nonperforming
loans. This has been done in an attempt to
decrease the bank NPL ratio by
performing collateral and cash flows of
customers.
On the other hand, in order to support the
growth of credit, Bank plans to increase
the growth of Third Party Funds (TPF)
Dilain hal, guna mendukung pertumbuhan kredit,
bank merencanakan pertumbuhan Dana Pihak
Ketiga (DPK) sebesar 13,79% atau di proyeksikan
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
16
menjadi sekitar IDR 8,25 triliun, meningkat dari
saldo diakhir 2015 sebesar IDR 5,12 triliun.
amount 13.79% or projected to be about
IDR 8.25 trillion, an increase from the
balance at the end of 2015 amounted to
IDR 5.12 trillion.
Di tahun 2016, bank memproyeksikan kenaikan
pendapatan bunga sebesar 11,84% dibandingkan
tahun 2015. Untuk mencapai tujuan ini, bank akan
menerapkan 3 strategi kunci dengan peran aktif
para pihak baik di cabang Jakarta dan cabang
pembantu: Surabaya dan Medan sebagai berikut:
In 2016, Bank is projecting an increase in
net interest income compared to the year
2015. To achieve this goal, Bank will
implement three key strategies with the
active participation of Jakarta branch and
sub-branch of Surabaya and Medan as
follows:
Pertama, mendukung usaha debitur-debitur yang
memiliki sikap Good Corporate Governance
(GCG). Dalam hal ini bank secara tidak langsung
dapat melaksanakan prudential banking principle,
karena kecenderungan perusahaan yang memiliki
good corporate governance akan lebih transparan,
sehingga bank dapat secara layak memantau
perkembangan usaha nasabah terkait.
Kedua, kerja sama antara team marketing dengan
bagian treasury untuk meyakinkan nasabahnasabah kredit dan deposito untuk melalukan
penempatan dananya pada bank dengan diberikan
bunga yang menarik, sehingga bank tetap dapat
terus memperoleh sumber pendanaan yang
berkesinambungan dengan peningkatan kredit.
Selain itu, bank akan terus mempromosikan
produk dan layanan yang sudah di luncurkan
seperti : Bank Payment Obligation (BPO), Interest
Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS)
dan Thai Baht Express Transfer (T-BET)\ guna
memberikan nilai tambah dan kemudahan bagi
nasabah.
Ketiga, bank mendukung usaha dari nasabahnasabah yang mempunyai proyek terkait dengan
pelayanan (services) dan produksi baik untuk
orientasi pasar lokal dan ekspor.
First, it supports business of borrowers
who have the attitude of Good Corporate
Governance (GCG). In this case the bank
could indirectly implement prudential
banking principle, due to the tendency of
companies that have good corporate
governance will be more transparent, so
that the bank can properly monitor the
development of the customer's business
related.
Second,
cooperation
between
the
marketing team and treasury unit to ensure
loan and deposit clients to place its fund in
bank by providing competitive interest, so
that banks can continue to obtain
sustainable funding source to credit
enhancement. In addition, the bank will
continue to promote the products and
services that have been launched, such as:
Bank Payment Obligation (BPO), Interest
Rate Swap (IRS) Cross Currency Swap
(CCS) and Thai Baht Express Transfer (TBET) \ in order to provide value and added
convenience for customers.
Third, Bank supports the efforts of clients
who
have
service-related
projects
(services) and good production for the
local market and export orientation.
Sebagai kesimpulan, strategi bank kami adalah
mendukung perbankan di Indonesia yaitu
memberikan pinjaman kepada sektor korporasi
dengan
tujuan
untuk
mengembangkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2016
dan mendatang. Dalam hal ini bank akan
mendukung nasabah yang membutuhkan pinjaman
investasi dan pendanaan atas export-import.
In conclusion, Bank's strategy is to support
banking in Indonesia, which lend to the
corporate sector with the aim to sustain
economic growth in Indonesia in 2016 and
the coming years. In this case the bank
will support customers who need loans
and investments over the export-import
financing.
Sedangkan untuk sumber pendanaan, bank
merencanakan untuk terus menggunakan dana
pihak ketiga, dana dari kantor pusat dalam bentuk
Dana Usaha dan modal disetor untuk dapat di
salurkan dalam bentuk pinjaman bagi korporasi
As for the source of funding, Bank plans
to continue to use third-party funds, the
funds from the head office in the form of
Working Capital and paid-up capital to be
granted in the form of loans to
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
17
dan UMKM. Di tahun 2016, bank berencana
untuk terus bertumbuh secara organik dan bank
tidak berencana untuk mendapatkan tambahan
Dana Usaha dan Modal disetor. Penggunaan dana
yang tersedia sekarang ini akan digunakan untuk
terus mendukung kebutuhan pinjaman pada
nasabah dalam mata uang Rupiah dan USD.
corporations and SMEs. In 2016, Bank
will not increase paid up capital nor is
Working Capital, addition capital sourced
from retained earning. The use of
available funds currently will be used to
continue to support the borrowing needs of
customers in Rupiah and USD.
Dalam hal pemindahan Data Center (DC), Bank
merencanakan
langkah
strategis
dalam
mempersiapkan pemindahan Data Center dan Data
Recovery Center kembali ke wilayah Indonesia
(“DC/DRC on-shoring”) dalam kisaran tahun
2017, sesuai dengan implementasi Peraturan
Pemerintah no.82 tahun 2012 tertanggal 12
Oktober 2012 tentang penyelenggaraan sistem dan
transaksi elektronik. Dalam hal ini bank akan
mempersiapkan infrastruktur internal dan sumber
daya manusia yang memadai guna pemindahaan
tersebut dapat terealisasi.
In the case of the transfer of the Data
Center (DC), the Bank planned strategic
step in preparing for the transfer of Data
Center and Data Recovery Center back to
Indonesia in a period of 4 (four) years, in
accordance with the implementation of
Government Regulation No.82 of 2012
dated October 12 2012 on the
implementation of systems and electronic
transactions. In this case the bank will
prepare internal infrastructure and
adequate human resources for the
implementation
of
its
on-shoring.
Dengan demikian, bank hendak menjabarkan
action plan singkat yang telah di susun antara
jajaran IT governance cabang Jakarta dan Kantor
Pusat di Bangkok (Thailand), serta Overseas
Support Center (OSC-HK). Terkait implementasi
DC/DRC on-shoring, pemindahan ini akan
membutuhkan waktu penyelesaian sekitar 6 bulan,
dan sistem aplikasi internal yang terpengaruh oleh
implementasi DC/DRC on shoring ini adalah:
sistem Misys Equation.
Thus, the bank describes the brief action
plan that has been formulated between the
ranks of IT governance Jakarta branch and
head office in Bangkok (Thailand), as well
as the Overseas Support Center (OSCHK). Regarding the implementation of DC
/ DRC on-shoring, this transfer will
require completion time of about 6
months, and internal applications that are
affected by the implementation of the DC /
DRC on shoring are: system Misys
Equation.
Tahap implementasi DC/DRC on shoring ini akan
di dukung oleh tim yang berpengalaman dari
Kantor Pusat dan OSC-HK yang telah
berpengalaman dalam implementasi DC/DRC di
cabang-cabang overseas Bangkok Bank seperti di
Malaysia dan Singapura. Dalam tabel terlampir
dibawah ini, bank secara ringkas menjabarkan
rencana kerja dan timeline dari implementasi
DC/DRC on-shoring.
The implementation phase of DC / DRC
on shoring will be supported by an
experienced team of the Central Office
and OSC-HK who are experienced in the
implementation of DC / DRC in overseas
branches of Bangkok Bank as in Malaysia
and Singapore. In the attached table
below, bank briefly describes the work
plan and timeline of implementation of the
DC / DRC on-shoring.
Dilain hal, dengan masih berjalannya proses
implementasi DC/DRC on shoring ini, maka bank
menunda rencana implementasi aplikasi internet
banking, beserta beberapa aplikasi pendukung
lainnya sampai terlaksananya implementasi
DC/DRC on shoring ini.
On the other hand, the implementation
process of the DC / DRC on shoring still
in progress, then bank delays the planned
implementation of the internet banking
application, along with several other
supporting
applications
to
the
implementation of the implementation of
on shoring DC / DRC.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
18
Target Jangka Menengah (3 tahun) sesuai
dengan misi dan visi bank.
Medium Term Targets (3 years) in
accordance with the mission and vision
of the bank.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, bank kami telah
mencapai kinerja keuangan yang positip sesuai
pertumbuhan organik. Bank juga bekerja sama
dengan nasabah-nasabah utama dan group nasabah
dalam rangka pengembangan aktivitasnya didalam
industri perbankan.
In recent years, the bank has achieved
positive
financial
performance
in
accordance organic growth. Bank is also
working with major borrower and groups
borrower in order to develop its activities
in
the
banking
industry.
Ada 4 strategi kunci untuk mendukung target kami,
seperti:
1. Secara keuangan, bank akan tetap berusaha
untuk melaksanakan prudent banking, serta
tetap memelihara stabilitas jangka menengah
dan panjang dari pertumbuhan aktiva dan modal
dan pendapatan.
2. Dalam hal pendekatan pada pasar / nasabah,
bank akan terus berusaha meningkatan dana
pihak dari individual dan perusahaan.
3. Meningkatkan pelayanan kepada nasabah
melalui pelatihan staff dan pengembangan
keahlian.
4. Bank akan terus memonitor performa keuangan
bank, sehingga bank dapat menanggapi dengan
langkah-langkah untuk memperbaiki performa.
There are 4 key strategies to support our
target, such as:
1. Financially, Bank will continue to
strive to implement prudent banking,
while maintaining the stability of the
medium-and long-term growth and
capital assets and income.
2. In terms of the approach to the market /
customer, the bank will continue to
increase funding from individual and
corporate parties.
3. Improve customer service through staff
training and skills development.
4. Bank will continue to monitor the
financial performance of the bank, so
the bank can monitor with measures
to improve performance and strategy.
Selain itu, di tahun 2016, Bank akan melakukan
studi untuk kemungkinan pembukaan cabang
pembantu baru di kawasan Indonesia Timur. Saat
ini, bank masih terus memantau perkembangan dan
kondusitivitas
ekonomi
domestik
sebelum
menyimpulkan keputusan pembukaan cabang baru
di Indonesia.
In addition, in year 2016, the Bank will
conduct a feasilibility study on opening
new branches in East Indonesia. Currently,
the
bank
continues
to
monitor
developments and domestic economic
conduciveness before concluding decision
of opening new branch in Indonesia.
Target Jangka Panjang (5 tahun) sesuai dengan
arahan dari Kantor Pusat.
Long Term Target (5 years) in
accordance with the directives of the
Central Office.
• Develop inter-state investment bank for
its customers by making referrals between
the Head Office and branches of overseas
Bank, and Japanese Desk to develop
business for Japanese customers in
Jakarta.
• Choosing to fund industries in Jakarta
that absorb high demand and sustainable
in domestic market and export to overseas.
• Strengthening the network activity of
branches in Asia and Southeast Asia to
support the Southeast Asian Economic
Program. In this case, the role of the
Jakarta branch is expected to make a
significant contribution to Southeast Asian
Economic programs.
 Mengembangkan investasi antar negara bagi para
nasabah Bank dengan melakukan referral antar
Kantor Pusat dan cabang-cabang Bank di Luar
Negeri,
dan
Japanese
Desk
untuk
mengembangkan usaha nasabah Jepang yang di
perkenalkan oleh Kantor Pusat di Jakarta.
 Memilih untuk mendanai industri-industri di
Jakarta yang dapat menyerap permintaan yang
tinggi dan berkelanjutan dalam negeri maupun
ekspor ke Luar Negeri.
 Perkuatan jaringan aktivitas cabang di kawasan
Asia dan Asia Tenggara guna menyokong
Program Ekonomi Asia Tenggara. Dalam hal ini,
peran cabang Jakarta diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang berarti dalam
menyongsong program Ekonomi Asia Tenggara.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
19
1.7 Transparansi
Keuangan
Kondisi
Keuangan
dan
Non-
1.7 Financial and Non-financial conditions
transparency.
Bank telah menyiapkan dan memenuhi semua
laporan sesuai prosedur seperti yang ditetapkan
di dalam peraturan Bank Indonesia.
Bank has prepared and complied with all
reports requirement with procedures and
coverage as stated in Bank Indonesia
regulation.
The bank realizes the importance of
contributing information to public,
stakeholder and community. In this regard
Bangkok Bank, Jakarta branch believes
that its treatment of stakeholders in the
previously mentioned ways will help
increase the value of the branch
organization and will sustain its stable
financial condition.
Bank has also quarterly published
financial information in local newspaper
and bank’s annual report. While, for nonfinancial information such as banking
product information, banking mediation
information and Deposit Fund Guarantee
(LPS) have been announced in the bank’s
banking hall.
Bank has already provided local website
alone
by
using
homepage/website
(www.bangkokbank.co.id) in order to
allow public to electronically access the
Bank’s financial and non- financial
information.
Bank menyadari pentingnya mengkontribusikan
informasi ke masyarakat, pemegang saham, dan
komunitas. Untuk masalah ini, Bangkok Bank
kantor cabang Jakarta percaya bahwa laporan ke
pemegang saham seperti disebutkan diatas akan
meningkatkan nilai organisasi kantor cabang dan
akan mempertahankan kestabilan kondisi
keuangan.
Bank juga menerbitkan informasi keuangan di
surat kabar lokal dan laporan tahunan bank.
Sementara untuk informasi non-keuangan seperti
informasi produk bank, informasi mediasi bank,
dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
diumumkan di lobi kantor bank.
Bank telah mempunyai local website sendiri
yaitu
(www.bangkokbank.co.id)
untuk
menyediakan informasi secara elektronik ke
publik.
1.8 Informasi
Kepemilikan
Saham
dalam
Hubungannya dengan Dewan Komisaris dan
Direksi
1.8
Bangkok Bank Cabang Jakarta adalah kantor cabang
dari Kantor Pusat Bangkok Bank di Thailand, dalam
hal ini tidak ada informasi kepemilikan saham bank
yang dilaporkan dan juga tidak ada hubungan
keuangan dan keluarga diantara anggota manajemen
dengan pemegang saham bank.
2
Paket Remunerasi kepada Dewan Komisaris dan
Direksi
Paket Remunerasi untuk Pimpinan Bangkok Bank
dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Paket Remunerasi seperti gaji, bonus dan
tunjangan rutin dan fasilitas lain berkisar antara
Rp 11.161.782.381 per tahun untuk 6 orang.
Shares ownership information in
relation to Board of Commissioners and
Board of Directors
Bangkok Bank, Jakarta branch is a branch
office of Bangkok Bank – Head Office,
Thailand, therefore, there was no shares
ownership information of the bank to be
declared and also there were no financial
and
family
relationship
among
management members with bank’s
controlling shareholders.
2.
Remuneration package of Board
Commissioners and Board of Directors
of
Remuneration package for Bangkok Bank
/branch management can be described as
follows:
a. Remuneration package such as salary,
bonus, routine allowance and other facility
non
benefit
in-kind
are
Rp.
11,161,782,381 per year for 6 persons
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
20
b.
Fasilitas lain dalam bentuk tunjangan seperti
rumah, transport, dan asuransi kesehatan sebagai
berikut:
yang akan dimiliki : Rp. Nihil
- yang akan dipakai tapi tidak dimiliki: Rp
1.004.383.750 per tahun untuk 6 orang
(General Manager, 4 Deputy General
Manager dan Direktur Kepatuhan).
- Fasilitas
Asuransi
Kesehatan
untuk
manajemen lokal adalah Rp 30.733.100,-
b.
Total paket remunerasi selama tahun 2015 adalah sebagai
berikut:
Jumlah
> Rp 2miliar
Direksi
1
Komisaris
Nihil
2
4
Nihil
Rp 500jt s/d 1
miliar
1
Nihil
Nihil
Nihil
Rp 1
miliar
s/d
< Rp 500 jt
Other facilities in form of benefit in-kind
such as housing, transportation and health
insurance that:
Will be owned: Rp None
- Will be used and not owned: Rp
1,004,383,750 per year for 6 persons
(General Manager, 4 Deputy General
Manager and Compliance Director).
- Health Insurance facility for local
management are Rp. 30,733,100,Total remuneration package during year
2015 as follows:
Above Rp 2
billion.
Rp 1 bilion
up to Rp 2
billion
Rp
500
million up to
Rp 1 billion.
Below
Rp
500 million
Management
1
Commissary
None
4
None
1
None
None
None
3
Shares dan Option
Karena merupakan kantor cabang dari bank asing
maka tidak ada kepemilikan saham dan option yang
diberikan dan dilakukan oleh manajemen Bangkok
Bank Kantor Cabang Jakarta.
3.
Shares and Option
Due to as a foreign branch office, there was no
Shares owned and Option have been given and
executed by Bangkok Bank Indonesia’s branch
management.
4
Salary Ratio
 Rasio gaji karyawan tertinggi dan terendah =
20 : 1
 Rasio gaji direksi tertinggi dan terendah =
8:1
 Rasio gaji komisaris tertinggi dan terendah =
nihil
 Rasio gaji Direksi dan karyawan teringgi =
4:1
4.
Salary ratio
 The highest and the lowest of employee
salary ratio = 20 : 1
 The highest and the lowest of Director
salary ratio = 8 : 1
 The highest and the lowest of
Commissioner salary ratio = None
 The highest salary of Director and
Employee ratio = 4 : 1
5
Pertemuan Dewan Komisaris
Karena Bangkok Bank kantor Cabang Jakarta tidak
mempunyai Dewan Komisaris di Kantor Cabang, oleh
karena itu tidak ada pertemuan Dewan Komisaris
yang diadakan di kantor cabang Jakarta.
5.
Board of Commissioners meetings
Bangkok Bank, Jakarta branch does not have
Board of Commissioner in the branch office,
therefore
there
was
no
Board
of
Commissioners meetings were held in Jakarta
branch office.
6
Penyimpangan Internal
Bank tidak memiliki penyimpangan internal selama
tahun 2015. Bank dalam menjalankan usahanya selalu
memperhatikan asas kehati-hatian (prudential
banking).
6.
Internal Fraud
Bank has no internal fraud during 2015. The
Bank is always excerted effort ensuring full
attention to prudential banking.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
21
7
Permasahan Kasus Hukum
Selama tahun 2015 tidak terdapat kasus hukum yang
muncul.
7.
Legal matters
During 2015 there was no legal case occurs.
8
Transaksi
yang
menyebabkan
Benturan
Kepentingan
Selama tahun 2015, tidak terdapat transaksi yang
menyebabkan benturan kepentingan di kantor cabang
kami.
Bank tidak akan menentukan kondisi khusus untuk
transaksi
yang
berhubungan
keterlibatan
manajemen. Bank telah membentuk komite kredit
untuk mengelola dan memonitor fasilitas kredit yang
akan dan telah diberikan kepada debitur and tidak ada
otorisasi dilakukan sendiri dalam pemberian fasiltias
kredit. Bank telah menerapkan praktek yang baik
yaitu meminta otorisasi dua tingkat untuk semua
transaksi dan juga dalam pemisahan tugas.
8.
Transaction that pose conflict of interest
Pembelian kembali saham dan pembelian kembali
obligasi
Selama tahun 2015, bank tidak mempunyai transaksi
untuk pembelian kembali saham dan pembelian
kembali obligasi.
9.
9
During 2015, there was no transaction that
poses conflict of interest that occurs in our
branch.
Bank will not prescribe special condition for
connected transaction in favors of management
involved. The credit committee has been
formed to manage and monitor the credit
facilities will be given and already given to
borrower and there shall be no single authority
in granting credit facilities.
Bank has implemented good practices for dual
control authorization level requirement on any
transactions as well as segregation of task.
Buy back shares and buy back bonds
During 2015, the bank does not have any
transaction for buy back shares and buy back
bonds.
10 Pemberian Dana kepada Aktivitas Politik dan
Sosial
Selama 2015, bank tidak menyediakan pemberian
dana bagi aktivitas sosial dan juga tidak memberikan
sumbangan ke aktivitas politik.
10. Fund provision to social and political
activities.
During 2015, the bank does not have provided
fund provision to social activity and there was
also no donation to political activity.
II. Penilaian Good Corporate Governance Bank
II. Good Corporate Governance Self –
assessment
As a commitment to meet the Bank Indonesia
Regulation No.8/4/PBI/2006 dated January 30,
2006 as amended by PBI No.8/14/PBI/2006 dated
October 5, 2006 and BI SE 29th No.15/15/DPNP
April 2013 concerning the implementation of Good
Corporate Governance for Banks, the Bangkok
Bank routinely performs self assessment in
comprehensively and structured using three (3)
aspects of governance, ie governance structure,
governance, process, and governance outcome.
Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi Peraturan
Bank Indonesia No.8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari
2006
sebagaimana
diubah
dengan
PBI
No.8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 dan SE BI
No.15/15/DPNP tanggal 29 April 2013 perihal
Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank
Umum, maka Bangkok Bank secara rutin telah
melakukan Self Assessment yang dilakukan secara
komprehensif
dan
terstruktur
dengan
mengintegrasikan faktor-faktor penilaian ke dalam 3
(tiga) aspek governance, yaitu governance structure,
governance process, dan governance outcome.
Penilaian Good Corporate Governance Bank telah
dikaji ulang secara periodik dan dinilai setidaknya
setiap semester. Hasil penilaian Good Corporate
Governance bank merupakan bagian terintegrasi dari
laporan penerapan Good Corporate Governance.
Assessment of Good Corporate Governance Bank
has periodically reviewed and assessed at least
every semester. The assessment result of good
corporate governance of banks is an integrated part
of the implementation of good corporate
governance report.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
22
Pelaksanaan prinsip Good Corporate Governance
(GCG) Bangkok Bank cabang Jakarta telah
berlandaskan pada 5 prinsip dasar yang telah dipatuhi
dan penilaian kecukupan dan efektivitas pelaksanaan
prinsip GCG dilakukan secara komprehensif dan
terstruktur atas ketiga aspek governance, yaitu
governance structure, governance process dan
governance outcome.
Implementation of Good Corporate Governance
(GCG) Bangkok Bank Jakarta branch has been
based on five basic principles that have been
followed and the assessment of the adequacy and
effectiveness of the implementation of corporate
governance principles to be comprehensive and
structured of the three aspects of governance, ie
governance structure, governance and process
governance outcomes.
Dari penilaian sendiri atas pelaksanaan GCG, berikut
adalah aspek pada GCG yaitu :
Self-assessment for the implementation of good
corporate governance, the following are aspects of
the GCG namely:
a. Governance Structure
The Bank has adequate governance structures in the
implementation of corporate governance principles
in which the composition of the Bank's
management in accordance with the terms of the
complexity and scale of the Bank's business. The
majority of members of the Bank's management
have experience in banking operations.
a. Governance Structure
Bank telah memiliki kecukupan struktur tata kelola
dalam proses pelaksanaan prinsip GCG dimana
komposisi anggota manajemen Bank telah sesuai
dengan ketentuan kompleksitas dan skala bisnis usaha
Bank. Mayoritas anggota manajemen Bank memiliki
pengalaman di bidang operasional perbankan.
Bank telah membentuk fungsi kepatuhan, SKAI dan
SKMR yang independent dari satuan kerja operation
dan Bank juga telah memiliki infrastruktur yang
memadai dalam bentuk SDM, IT, jaringan kantor,
kebijakan dan prosedur dalam menerapkan prinsip
GCG dan didukung openuh oleh yang didukung
penuh oleh IBG kantor pusat yang menjalankan
fungsi selaku Dewan komisaris. Adapun fungsi
dewan komisaris dan komite-komite dilakukan oleh
IBG, Kantor Pusat terhadap kinerja kantor cabang
Jakarta yang hasilnya berupa laporan pengawasan
dari IBG yang dikirim secara berkala tiap 3 bulan
kepada kantor cabang Bangkok Bank Jakarta. Guna
mendukung transparansi, Bank telah memiliki local
website yang memuat informasi finansial dan non
finansial serta produk perbankan yang dimiliki.
Bank has established a compliance function,
Internal Audit and Risk Management independent
from operations unit and the Bank has adequate
infrastructure in the form of HR, IT, office
networks, policies and procedures in applying the
principles of good corporate governance and is
fully supported by IBG headquarters which perform
the function as the Board of Commissioner. The
functions of the board of commissioners and
committees made by IBG, to assess performance of
the Jakarta branch office which results in
monitoring reports which sent periodically every 3
months to the Bangkok Bank branch office in
Jakarta. In order to support transparency, the Bank
has a local website that contains financial and non
financial information and bank owned products.
Terkait implementasi prinsip kepatuhan, Bank
senantiaa mensosialisasikan kepada seluruh jenjang
dalam Bank tentang ketentuan-ketentuan baru, prinsip
kehati-hatian, prinsip manajemen risiko, budaya
kepatuhan, pengendalian internal. Manajemen
mendukung
penuh
proses
yang
menjamin
implementasi GCG dalam Bank.
Related to the implementation of the principle of
compliance, Bank always disseminates about the
new provisions, the precautionary principle, the
principle of risk management, a culture of
compliance, internal control to all levels within the
Bank. Management fully supports the process that
ensures the implementation of GCG in Bank.
Selain itu, kantor pusat Bangkok Bank mendukung
penuh rencana bisnis Bank dalam rangka peningkatan
pertumbuhan kredit portfolio dan penambahan modal
disetor dan dana usaha guna memperkuat struktur
permodalan Bank.
Additionally, the headquarters of Bangkok Bank
fully supports the Bank's business plan in order to
increase loan portfolio growth and additional paidin capital and operating funds to strengthen the
Bank's capital structure.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
23
b. Governance Process
Fungsi pengawasan dewan komisaris dilakukan oleh
International Banking
Group (IBG). Hasil
pengawasan tersebut diungkapkan dalam laporan
berkala yang telah disampaikan kepada Kantor
Cabang Jakarta.
b. Governance Process
Commissioners’ oversight function performed by
the International Banking Group (IBG). The
monitoring results are disclosed in the periodic
reports that have been submitted to the Branch
Office in Jakarta.
Bank telah memiliki komite-komite untuk membantu
manajemen Bank, yaitu : Komite Manajemen, Komite
Manajemen Risiko, Komite NPL, IT Steering
Committee. Rapat komite dilakukan secara berkala,
The Bank has committees to assist management of
the Bank, namely: Management Committee, Risk
Management Committee, and NPL Committee, the
IT Steering Committee. Committee meetings are
conducted regularly,
c. Governance Outcome
Seluruh hasil rapat manajemen dan komite telah
dituangkan dalam risalah rapat dan Bank telah
melaporkan kepada OJK terkait pelaksanaan tugas
dan fungsi kepatuhan, internal audit, dan SKMR serta
pelaporan terkait pelaksanaan GCG.
c. Governance Outcome
All the results of management meetings and
committees have been set forth in the minutes of
meetings and the Bank has reported to the OJK
regarding the conduct of the duties and functions of
compliance, audit internal, and Risk management
and reporting related to the implementation of
GCG.
Bank's self assessment based on the principles of
good corporate governance consists of
- The adequacy of transparency reports;
- Compliance with laws and regulations;
- The protection of consumers;
- Objectivity in performing assessment / audit;
- The performance of the Bank such as profitability,
efficiency, and capital; and / or
- Compliance with applicable regulations.
Penilaian sendiri Bank didasarkan pada prinsip Good
Corporate Governance yang terdiri dari
- Kecukupan transparansi laporan;
- Kepatuhan
terhadap
peraturan
perundangundangan;
- Perlindungan konsumen;
- Oyektivitas dalam melakukan assessment/audit;
- Kinerja Bank seperti rentabilitas, efisiensi, dan
permodalan; dan/atau
- Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Dari hasil penilaian sendiri dapat dilihat bahwa
peringkat penerapan GCG memiliki peringkat 2 atau
‘Baik’.
From the results of the self assessment can be seen
that the application of corporate governance ratings
have a rating of 2 or 'Good'
Kesimpulan Umum Pelaksanaan Good Corporate
Governance
General Conclusions Implementation of Good
Corporate Governance
Penilaian hasil laporan self-assessment tahun 2015
ilakukan oleh Bank telah sesuai dengan ketentuan
yang berlaku dan tidak ada hal-hal yang signifikan
ditemukan selama pemeriksaan GCG oleh pemeriksa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per posisi 31 Dember
2015 Bank telah menindak lanjuti rekomendasi yang
dibuat oleh Pemeriksa Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Assessment reports results of self-assessment in
2015 conducted by the Bank in accordance with
applicable regulations and no significant matters
discovered by the examiner during the examination
GCG Otoritas Jasa Keuangan (OJK) as of
December 31, 2015, however Bank has followed up
on recommendations made by Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) auditors.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
24
PEREKONOMIAN INDONESIA 2015
Indonesia Economy in 2015
Selama tahun 2015 indikator makro ekonomi Indonesia
masih menunjukan fundamental ekonomi yang melambat.
Nilai tukar rupiah terhadap USD melemah dibandingkan
dengan tahun 2014 seiring dengan pertumbuhan ekonomi
Indonesia sebesar 4,8%.
During 2015 Indonesia’s macroeconomic indicators,
in general, showed slows economic fundamentals.
The exchange rate of IDR against USD was weakens
maintained, and Indonesia experienced 4.8% in
economic growth.
Nilai Tukar
Exchange Rate
Kondisi defisit transaksi berjalan dan tingginya permintaan
valuta asing untuk pembayaran hutang luar negeri telah
memberi tekanan kepada nilai tukar Rupiah terhadap US
Dollar. Nilai tukar USD pada tahun 2015 mengalami
pelemahan sebesar 1.400 nilai dasar dari Rp. 12.385 / 1
USD pada akhir tahun 2014 menjadi Rp. 13.785 / 1 USD
pada akhir tahun 2015.
Conditions of the current account deficit and high
demand for foreign exchange for payment of foreign
debt have put pressure on the rupiah against the US
Dollar. The USD exchange rate in year 2015 was fell
against IDR by 1,400 basis points from Rp. 12,385 /
1 USD at the end year 2014 to become Rp. 13,785 /
1 USD at the end of year 2015.
Tingkat Inflasi
Inflation Rate
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 kembali
menunjukkan
perbaikan,
terlihat
dari
stabilitas
makroekonomi domestik secara umum masih terjaga, antara
lain terlihat dari tingkat inflasi yang berada dalam kisaran
targetnya 4%+1% dan volatilitas nilai tukar Rupiah yang
menurun. Inflasi 2015 tercatat sebesar 3,3% (yoy), lebih
baik dibanding inflasi 2014 sebesar 8,3% (yoy).
Economic growth in 2015 again showed
improvement can be seen from the domestic
macroeconomic stability that remain preserved, the
inflation rate is within the target range of 4%+1%
and a volatility of the rupiah decrease. Inflation in
2015 was recorded at 3.3% (yoy), better than
inflation in 2014 amounted to 8.3% (yoy).
Suku Bunga
Interest Rate
Suku bunga acuan Bank Indonesia pada akhir Desember
2015 sebesar 7,50%, dengan suku bunga Lending Facility
sebesar 8,00% dan suku bunga Deposit Facility tetap pada
level 5,75%.
Bank Indonesia benchmark interest rate at the end of
December 2015 amounted to 7.50%, with interest
rates Lending Facility 8.00% and Deposit Facility
interest rate fixed at 5.75%.
Kondisi Sektor Perbankan
Banking Sector Condition
Secara umum, kondisi perbankan masih terjaga baik, total
aset perbankan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya
sebesar 9,63% sejalan dengan Pertumbuhan Kredit sebesar
10,34% dan pertumbuhan DPK tercatat sebesar 8,06%.
In general, banks still remain in strong resilience,
total bank’s assets increased from the previous year
by 9.63% in line with the credit growth of 10.34%
and deposit growth was recorded at 8.06%.
Meskipun demikian, kondisi permodalan perbankan
mengalami peningkatan, terlihat dari rasio kecukupan modal
(Capital Adequacy Ratio/CAR) yang relatif masih tinggi
sebesar 21,3%, meningkat 1,56% dari tahun sebelumnya.
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada diposisi 2,56%.
Sejalan dengan itu, pencadangan yang dilakukan oleh
perbankan masih cukup memadai, sehingga NPL net berada
pada tingkat yang rendah yaitu sebesar 1,22% dan masih
jauh dibawah threshold 5%.
Nonetheless, bank’s capital has increased, can be
seen from the Capital Adequacy Ratio, which is still
relatively high at 21.3%, up 1.56% from a year
earlier. The ratio of non-performing loans (NPL) is
positioned on a 2.56% gross. Correspondingly, the
backup is done by banks still sufficient, so that the
net NPL is at a low level that is equal to 1.22% and
still below the threshold of 5%.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
25
LAPORAN MANAGEMEN
Management Report
Selama periode tahun 2015, Bangkok Bank secara
berkesinambungan telah meningkatkan kinerjanya dengan
berbagai cara. Beberapa aspek yang berkaitan dengan hal
tersebut adalah sebagai berikut:
During the 2015 period, Bangkok Bank has
continued to improve its performance in many
ways. Some of the specific aspects are mentioned
below:
Produk dan Jasa
Fokus usaha bank adalah pada sektor korporasi perbankan
dengan lingkup bisnis utamanya didalam transaksi
perdagangan luar negeri. Bank menyediakan berbagai
macam produk dan jasa perbankan untuk melayani
kebutuhan yang spesifik dari nasabah. Untuk menarik
lebih banyak nasabah dan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan bank dengan tingkat harga yang kompetitif.
Produk dan Jasa yang ditawarkan bank adalah:
1. Pinjaman
2. Deposito
3. Pengiriman uang
4. Kegiatan Ekspor dan Impor
5. Jaminan Bank
6. Transaksi Valuta Asing
Product and Services
The bank focuses on corporate banking sector with
scope of business is primarily to engage in
International trade finance.
Bank provides a broad variety of banking products
and services catering for the specific needs of our
customers. In order to attract more customers and
to increase our service quality at competitive price.
Products and services offered by the bank are :
1. Loans
2. Deposit
3. Remittance
4. Export and Import
5. Bank Guarantee
5. Foreign Exchange
Teknologi Informasi
Untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja dan
untuk menyediakan pelayanan yang lebih baik untuk
nasabah, bank memandang bahwa teknologi mempunyai
peranan yang sangat penting. Bank terus bekerja sama
dengan bagian informasi teknologi kantor pusat guna
memperkenalkan dan memperbaharui teknologi informasi,
Bank secara berkesinambungan melaksanakan proyek
pemutakhiran sistim pelaporan ke Bank Indonesia dan
juga telah berhasil mengimplementasikan sistem KYC dan
AML dengan aplikasi yang di sediakan oleh kantor pusar,
dan bank juga melakukan pengembangan atas sistem
program pemantauan transaksi / aktivitas yang
mencurigakan. Lebih dari itu, bank melakukan
peningkatan atas sistem giro, kliring, kas bank dengan
mengimplemetasikan Cashier System.
Information Technology
In order to increase the efficiency and work
productivity as well as providing better services to
our customers, bank viewed technology as vital
role. Bank is continuously working with Head
Office Information Technology Department to
introduce and upgrade new information technology
system. Bank continuously improve Bank’s
reporting system process to Bank Indonesia and
Bank has also successfully implemented KYC and
AML system from Head Office, and bank has
developed a system to monitor suspicious acitivity
on a daily basis. More than that, bank has
successfully upgraded our current account,
clearing, cash system through the implementation
of Cashier System
Struktur Organisasi
Selama tahun berjalan, Bank telah memulai suatu program
untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan
memperbaiki prosedur operasi. Lebih dari itu, struktur
organisasi ditinjau kembali minimum sekali dalam
setahun, seperti meninjau tingkatan perintah, dan
memperbaiki komunikasi internal. Bank yakin bahwa
kualitas dan usaha dari karyawan merupakan kunci sukses,
oleh karenanya bank membangun kekuatan dan budaya
kerja dengan motto “Pelayanan yang berkualitas dengan
kerja sama yang baik dalam tim kerja.”
Organizational Structure
During the year, the Bank has initiated a program
to enhance the quality of customer service by
improving the operational procedures. Moreover,
the organizational structure was revised minimum
once a year, so as to review the chain of command,
and improve internal communication. Bank
recognizes that the quality and effort of our staff is
the key to our success and our competitive
advantage. Bank are, therefore, building on our
traditional strength, which is the culture of
providing “Service excellence with quality and
team work “
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
26
Manajemen Risiko
Risk Management
Dalam melakukan kegiatan usaha bank sering dihadapkan
pada risiko – risiko sehari-hari seperti risiko pasar, risiko
likuiditas, risiko kredit, risiko legal, risiko operasonal, dan
risiko terkait lainnya.
Berdasarkan peraturan Bank Indonesia no. 5/8/PBI/2003
tanggal 19 Mei 2003, Bank wajib membentuk Komite
Manajemen Risiko.
Bank telah membentuk Komite Manajemen Risiko (KMR)
pada tanggal 30 Oktober tahun 2003, sesuai peraturan
Bank Indonesia dan Surat Edaran Bank Indonesia SE
no.5/21/DPNP mengenai penerapan manajemen risiko
dalam industri perbankan.
In conducting the bank’s business it is constantly
exposed to daily risks such as market risk, liquidity
risk, credit risk, legal risk, operational risk, and
other risks, which relates to the bank’s business.
Based on Bank Indonesia regulation no. 5/8/PBI
/2003 dated May 19, 2003, it is mandatory for a
bank to establish a Risk Management Committee.
Bank has established its Risk Management
Committee (RMC) on October 30, 2003 to comply
with Bank Indonesia regulation, and its circular
letter
SE
No.5/21/DPNP
regarding
the
implementation of risk management in banking
industry.
Adapun fungsi dan tanggung jawab Komite Manajemen
Risiko adalah memberikan rekomendasi kepada General
Manager, yang sekurang-kurangnya meliputi:
1. Penyusunan kebijakan, strategi, dan pedoman
penerapan manajemen risiko.
2. Perbaikan
atau
penyempurnaan
pelaksanaan
manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi
pelaksanaan yang dimaksud.
3. Penetapan hal-hal yang terkait dengan keputusan
bisnis yang menyimpang dari prosedur normal.
The function and responsibility of Risk
Management
Committee
are
to
provide
recommendation to General Manager covering at
least the following:
1. Formulation of policy, strategy, and guidelines
for implementation of risk management.
2. Correction or improvements for risk
management implementation based on the risk
management evaluation.
3. Justification on matters pertaining to business
decision made in irregularities from normal
procedure.
Bank sudah mematuhi kewajiban Bank Indonesia atas
pelaporan profil risiko. Keseluruhan pedoman manajemen
risiko telah diserahkan kepada Bank Indonesia.
Our bank has complied with Bank Indonesia
requirement on risk profile report submission. Full
set of risk management guideline has already been
submitted to Bank Indonesia.
Bank telah melakukan antisipasi terhadap 8 (delapan)
risiko yang melekat di bisnis perbankan sebagai berikut:
Bank are anticipating 8 risks inherent attached in
the bank business as follows:
Risiko Kredit
Credit Risk
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan
pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya.
Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas
fungsional bank seperti perkreditan (penyediaan dana),
treasuri dan investasi, dan pembiayaan perdagangan, yang
tercatat dalam banking book maupun trading book.
Terkait dengan Risiko Kredit, Bank telah menerapkan
Manajemen Risiko sebagai berikut:
Credit risk is the risk of default by counterparty.
Credit risk may arise from various business lines of
the Bank, such as credit (provision of funds),
treasury and investment, and trade financing,
recorded both in the banking book and the trading
book.
In relation to credit risk, Bank has implemented the
following Risk Management:
 Menetapkan kebijakan dan prosedur kredit, termasuk
Credit Risk Rating (CRR) serta General
Underwriting Standard (GUS), yang berlaku sebagai
acuan dalam melakukan analisa kredit.
 Melakukan review atas lending policy, untuk
dikinikan sesuai dengan rekomendasi Unit


Establishing Lending Policy and Procedures,
including Credit Risk Rating (CRR) and
General Underwriting Standard (GUS), which
are used as a guideline in analyzing credit.
Evaluating and updating the Lending Policy
to
be
in
accordance
with
the
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
27
Kepatuhan, Bank Indonesia, Kantor Pusat, serta
peraturan-peraturan baru yang berlaku.
 Membentuk Credit Acceptance Unit (CAU), untuk
membantu proses review dan evaluasi aplikasi kredit
yang diajukan oleh bagian Marketing.
 Melakukan Loan Committee Meeting untuk
memutuskan pemberian kredit baru, perpanjangan,
maupun merekomendasikan aplikasi kredit ke kantor
pusat.
 Melakukan analisa portfolio kredit berdasarkan
konsentrasi sektor industri, customer concentration



recommendations from Compliance, Bank
Indonesia, Head Office, as well as other
prevailing new regulations.
Establishing Credit Acceptance Unit (CAU)
to help in reviewing and evaluating the credit
applications proposed by the Marketing.
Conducting Loan committee Meeting to
approve new credit, facility extension, as well
as recommending credit application to Head
Office for further approval.
Performing credit portfolio analysis, based on
industry concentrations, as well as customer
concentrations.
Peringkat Risiko Kredit:
Credit Risk Rating:
Risiko Kredit komposit tetap berada pada tingkat Low to
Moderate, dengan Risiko Inheren berada pada tingkat Low
to Moderate cenderung stabil dibandingkan dengan
periode sebelumnya dan Sistem Pengendalian Risiko tetap
berada pada tingkat Satisfactory, sebagaimana tercermin
dari parameter-parameter risiko kredit selama Desember
2015.
Credit Risk composite remained on the level of
Low to Moderate, with Inherent risk is at a level
Low to Moderate tend to be stable compared with
the previous period and Risk Control Systems
remains at Satisfactory levels, as reflected in the
credit risk parameters for December, 2015.
Risiko Inheren Kredit:
Inherent Risk Credit:
-
Pada posisi Desember 2015, persentase Agunan Yang
Diambil Alih (AYDA) dibandingkan dengan Total
Aset sebesar 0%, dan masuk dalam kategori Low.
- In December 2015, the percentage of foreclosed
properties compared with total assets was 0%,
and in the category of Low.
-
Proses pemberian kredit tergolong dalam kategori Low
to Moderate dimana telah dilakukan sesuai prosedur
dan senantiasa dikajiulang serta monitoring sesuai
dengan prinsip kehati-hatian Bank.
-
Selain itu pada posisi Desember 2015, strategi dan
produk baru tergolong stabil dan Bank belum
mempunyai rencana untuk merubah strategi pemberian
kredit dan peluncuran produk baru. Dengan demikian
parameter tersebut tergolong dalam kategori Low.
- The process of lending falls into the category of
Low to Moderate which has been carried out
according to the procedures and constantly
review as well as monitoring compliance with
the principles of prudence Bank.
- In addition to the position in December 2015,
strategies and new products classified as stable
and the Bank has no plans to change its
strategy on lending and new product launches.
Thus these parameters fall into the category of
Low.
-
Untuk faktor eksternal, pada posisi Desember 2015
tergolong dalam kategori Moderate, Bank meyakini
bahwa portofolio kredit dan kemampuan debitur cukup
terpengaruhi apabila terjadi faktor-faktor seperti
fluktuasi nilai tukar, memburuknya sektor ekonomi
yang rentan, namun Bank sudah terdapat mitigasi
risiko yang cukup memadai. Selain, dampak CAR
terhadap stress test tidak terlalu signifikan, dimana
Bank telah melakukan simulasi terkait kondisi
eksternal yang menurut penilaian Bank akan mungkin
terjadi.
-
For external factors, the position in December
2015 falls into the category of Moderate, the
Bank believes that the loan portfolio and the
ability of borrowers is quite affected in the
event of such factors as fluctuations in
exchange rates, the worsening of the economic
sectors that are vulnerable, but the Bank a risk
mitigation to absorb. In addition, the impact of
the stress test CAR is not very significant,
where the Bank has conducted a simulation
related to external conditions, according to
Bank will probably occur.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
28
Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Kredit:
A. Tata Kelola Risiko
Quality Risk Management Credits:
A. Governance Risk
-
Perumusan tingkat risiko yang akan diambil dan
toleransi risiko telah memadai dan telah sejalan
dengan sasaran strategis dan strategi bisnis Bank
secara keseluruhan.
-
Formulation of the level of risk to be taken and
tolerance of risk are adequate and in line with
the strategic objectives and business strategy of
the Bank as a whole.
-
Pihak Manajemen memiliki awareness dan
pemahaman yang baik mengenai manajemen risiko
kredit.
-
The management has awareness and a good
understanding of credit risk management.
-
Fungsi manajemen risiko kredit sudah independen
dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas dan
telah berjalan dengan baik. Adapun terdapat
kelemahan yang sifatnya minor namun sudah
diselesaikan dengan baik pada aktivitas bisnis
normal.
-
The Risk Management’s function has been
independently
with
the
duties
and
responsibilities clearly. There are minor
weaknesses but has settled well on normal
business activity.
-
Budaya
manajemen
risiko
kredit
telah
dinternalisasikan cukup baik. Sosialisasi dan
pelatihan senantiasa dilakukan secara berkala baik
melalui pihak internal maupun eksternal guna
meningkatkan proses pengelolaan risiko khususnya
risiko kredit.
- Managemnt’s Culture has been internalized well.
Socialization and training are always done on a
regular basis either through internal or external
parties in order to improve the process of risk
management, especially credit risks.
-
Dalam rangka penerapan tata kelola risiko yang
baik, Bank telah memiliki beberapa Komite
diantaranya :
- In order to implement a good risk governance, the
Bank has several Committees, there are as
follows :
* Loan Committee yang diperuntukan untuk
membahas proses persetujuan baik aplikasi
kredit baru maupun perpanjangan.
*
NPL Committee yang melakukan pertemuan
secara rutin dengan agenda pertemuan antara
lain membahas outstanding kredit yang telah
jatuh tempo dan perubahan klasifikasi kredit.
B. Kerangka Manajemen Risiko
-
Strategi perkreditan berjalan dengan baik dan
konservatif sejalan dengan tingkat risiko yang akan
diambil dan juga sudah sesuai dengan toleransi
risiko kredit.
-
Proses pembentukan cadangan tergolong sangat
baik, cadangan telah dibentuk secara konservatif
dan
tidak
terdapat
indikasi
kekurangan
pembentukan cadangan.
-
Kebijakan, prosedur dan limit risiko kredit seperti
limit konsentrasi menurut sektor ekonomi yang
dimiliki Bank sudah memadai. Kebijakan, prosedur
dan limit senantiasa dikajiulang minimal satu tahun
sekali.
* Loan Committee intended to discuss the loan
application approval process both new and
renewal.
* NPL Committee who meet regularly to discuss
the agenda for the meeting include
outstanding loans that have matured and
changes in classification of credit.
B. Risk Management Framework
- Strategy credit runs well and conservative in
line with the level of risk to be taken, and
also in accordance with the credit risk
tolerance.
The formation process is in excellent
reserves, reserves have been set up
conservatively and there are no indications
of a shortage establishment of reserves.
- Policies and procedures and limit credit risk
concentration limits by economic sector of
the Bank are adequate. Policies, procedures
and limits always reviewed once a year.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
29
C. Proses Manajemen Risiko
C. Risk Management Process
-
Proses manajemen risiko kredit telah berjalan
dengan
memadai
dalam
mengidentifikasi,
mengukur, memantau dan mengendalikan risiko
kredit.
-
The process of credit risk management has
worked adequately identify, measure, monitor
and control credit risk.
-
Sistem Informasi Manajemen (SIM) tergolong
baik, terdapat mekanisme pelaporan secara formal
dan terstruktur ke Management. CAU berperan
untuk melaporkan posisi debitur secara individual
terkait dengan CRR dan FRR, RMU berperan
untuk melaporkan eksposur risiko kredit secara
bank-wide, Compliance dan Internal Audit
berperan untuk melaporkan dari sisi kepatuhan dan
proses internal.
-
Management Information Systems (MIS) in
good category, there are formal reporting
mechanism and structured to Management.
CAU role is to report the position of the debtor
is individually associated with CRR and FRR,
RMU role is to report the credit risk exposure’s
bank-wide, Compliance and Internal Audit role
is to report on the compliance and internal
processes.
-Kualitas penerapan dari Credit Risk Rating (CRR)
serta tingkat independensi dan efektivitas dari
Credit Acceptance Unit (CAU) telah berjalan
dengan baik.
- The quality of the implementation of the Credit
Risk Rating (CRR) and the level of
independence and effectiveness of the Credit
Acceptance Unit (CAU) has been running well.
D. Sistem Pengendalian Risiko
D. Risk Control Systems
-
Internal control system is already operating
effectively in supporting the implementation of
credit risk management.
Pelaksanaan kaji ulang independen oleh satuan
kerja audit internal cukup memadai. Satuan kerja
audit internal secara rutin menyampaikan
temuannya, memonitor akan ditindaklanjuti oleh
pihak terkait.
-
Implementation of an independent review of the
internal audit unit is sufficient. Internal audit
unit regularly presented her findings,
monitoring will be followed by a related party.
Tindak lanjut atas kaji ulang independen telah
dilaksanakan dengan cukup memadai.
- Follow-up on the review has been carried out
independently sufficient.
-
Sistem pengendalian intern sudah berjalan dengan
efektif dalam mendukung pelaksanaan manajemen
risiko kredit.
-
-
Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas
Market Risk and Liquidity Risk
Risiko Pasar merupakan risiko yang timbul karena adanya
pergerakan variable pasar dari portfolio yang dimiliki
oleh Bank, yang dapat merugikan Bank. Risiko Pasar
terdiri dari risiko suku bunga, risiko posisi modal, risiko
komoditas, risiko nilai tukar, dan risiko harga option.
Dalam hal ini bank hanya mempertimbangkan risiko nilai
tukar mata uang asing dalam risiko pasar. Bank telah
mampu mengatur dan mengendalikan risiko ini dengan
melakukan pemantauan melalui laporan harian yang
dihasilkan oleh sistem komputer.
Market risk is the risk arising from movement in
market variables in portfolios held by the Bank that
could incur losses for the bank. Market risk
consists of interest rate risk, equity position risk,
commodity risk, foreign exchange risk and option
price risk. Bank is exposed to only foreign
exchange risk in this matter. Bank is able to
manage and control this risk by monitoring with
daily report generated by in-house computer
system.
Risiko Likuiditas adalah risiko yang antara lain
disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajiban
yang telah jatuh waktu.
Liquidity risk is the risk caused among others by
the inability of the Bank to settle its liabilities as it
falls due.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
30
Bank membentuk Asset & Liability Committee (ALCO)
yang mempunyai fungsi untuk mengatur tingkat bunga
dan likuiditas Bank.
Bank has established Asset & Liability Committee
(ALCO) with the function of regulating the interest
rate and Bank’s liquidity.
Risiko Pasar Komposit masuk dalam kategori tingkat
risiko Low to Moderate, dengan Risiko Inheren berada
pada tingkat Low to Moderate dan Sistem Pengendalian
Risiko berada pada tingkat Satisfactory, oleh karena
eksposur aktivitas treasuri Bank tetap rendah selama
Desember 2015 sebagaimana tercermin dari rasio NOP
Bank.
Market Risk Composites is in the level Low to
Moderate, with the Risk Inherent at the level of
Low to Moderate and Control Systems risk is at a
level Satisfactory, therefore exposure of the activity
of Treasury Bank remained low during December
2015 as reflected by the Bank’s NOP ratio.
Risiko Likuiditas Komposit berada pada tingkat Low to
Moderate, dengan Risiko Inheren berada pada tingkat Low
to Moderate dan Sistem Pengendalian Risiko berada pada
tingkat Satisfactory, sebagaimana tercermin dari
parameter-parameter risiko likuiditas selama Desember
2015.
Liquidity risk is at a level Composite Low to
Moderate, with Inherent risk is at a level Low to
Moderate Risk and Control Systems are at
Satisfactory levels, as reflected in the risk
parameters liquidity during December 2015.
Risiko Operasional
Operational Risk
Risiko Operasional adalah risiko yang antara lain
disebabkan ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya
proses internal, kesalahan manusia, kegagalan system dan
adanya problem eksternal yang mempengaruhi
operasional Bank.
Manajemen Risiko dan proses risiko adalah bagian dari
keseluruhan kerangka pengendalian internal. Manajemen
bertugas membuat dan memelihara proses pengendalian
internal secara efektif. Untuk itu, Bank telah menyusun
kebijakan dan prosedur operasional sebagai panduan
dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Operational risk is the risk caused among others by
inadequacy and/or dysfunction of internal
processes, human error, system failure, and external
problems affecting the operations of the Bank.
Risiko Operasional Komposit berada pada tingkat
Moderate, dengan Risiko Inheren berada pada tingkat
Moderate dan Sistem Pengendalian Risiko berada pada
tingkat Fair, dengan isu utama masih pada people risk.
Risk management and risk processes are part of the
overall internal control framework of the
institution. The senior management is tasked with
creating and maintaining an internal control process
and monitoring its effectiveness. For that, Bank has
established operational policy and procedures as a
guideline in operating its business activities.
Operational risk is at a level Composites Moderate,
with Inherent risk is at a level Moderate Risk and
Control Systems are at the level of Fair, with the
main issue are still at people risk.
Risiko Hukum
Legal Risk
Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya
kelemahan aspek yuridis, yang antara lain disebabkan
adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundangundangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan
seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan
pengikatan agunan yang tidak sempurna. Bank melakukan
review atas dokumen-dokumen legal.
Legal risk is the risk arising from legal weaknesses,
among others resulting from legal actions, absence
of supporting provisions in laws and regulations, or
weakness of legally binding provisions, such as
failure to comply with legal requirements for
contracts and loopholes in binding of collateral.
Bank performs reviews on all legal documents.
Risiko Hukum berada pada tingkat Low to Moderate
selama Desember 2015, tingkat risiko cenderung stabil
dengan Risiko Inheren berada pada tingkat Low to
Moderate dan Sistem Pengendalian Risiko berada pada
tingkat Satisfactory.
Legal Risk is at Low to Moderate level during
December 2015, the level of risk tends to be stable
with Inherent risk is at a level Low to Moderate
Risk and Control Systems are at the level of
Satisfactory.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
31
Risiko Reputasi
Reputation Risk
Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan
oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan
usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.
Bank telah membentuk Complaint Unit untuk menangani
keluhan nasabah.
Risiko Reputasi berada pada tingkat Low to Moderate,
dengan Risiko Inheren berada pada tingkat Low to
Moderate dan Sistem Pengendalian Risiko berada pada
tingkat Satisfactory sebagaimana tidak terdapat publikasi
negatif Bank serta tidak terdapat komplain nasabah
selama Desember 2015.
Reputation risk is risk brought about among others
by negative publicity concerning the operations of
the Bank or negative perceptions of the Bank.
Bank has established a Complaint unit, with
function of handling any customer complaints.
Reputation risk is at a level Low to Moderate, with
Inherent risk is at a level Low to Moderate Risk
and Control Systems are at Satisfactory levels as
there are no negative publicity Bank and there are
no customer complaints during December 2015.
Risiko Strategik
Strategic Risk
Risiko strategik adalah risiko yang antara lain disebabkan
oleh pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau
kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
Bank melakukan pemantauan serta analisis terhadap
kinerja Bank secara periodical serta melakukan koreksi
atas perbedaan yang signifikan.
Strategic risk is risk among others brought about by
poor setting and implementation of the Bank
strategy, poor business decision-making, or lack of
responsiveness of the Bank to external changes.
Bank carry out periodical monitoring as well as
analysis on bank’s performance and carry out
corrective action s on any deviations.
Risiko Strategik berada pada tingkat Low to Moderate
selama Desember, dengan Risiko Inheren berada pada
tingkat Moderate sama dengan periode sebelumnya dan
Sistem Pengendalian Risiko berada pada tingkat
Satisfactory, dengan isu utama masih pada realisasi
pencapaian target rencana bisnis bank.
Strategic Risk is at Low to Moderate level during
December, with Inherent risk is at a level equal to
the period prior Moderate and Risk Control
Systems are at Satisfactory levels, with the main
issues still on the realization of the achievement of
its business plan.
Risiko Kepatuhan
Compliance Risk
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan
Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan
perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.

Terdapatnya fungsi pengawasan oleh Direktur
Kepatuhan, untuk memastikan kepatuhan Bank
terhadap peraturan yang berlaku.

Menginformasikan serta mengsosialisasikan
peraturan-peraturan baru dan terkini kepada
manajemen
serta
setiap
departemen
yang
bersangkutan.
Compliance risk is the risk arising from failure of
the Bank to comply with or implement laws,
regulations, and other applicable legal provisions.

Monitoring function are carried out by
the Compliance Director, to ensure the Bank’s
compliance towards all prevailing regulations

Circulating as well as socializing all
new and updated regulations to the
Management, as well as all related department.
Risiko Kepatuhan berada pada tingkat Low to Moderate,
dengan Risiko Inheren berada pada tingkat Low to
Moderate sedangkan Sistem Pengendalian Risiko berada
pada tingkat Satisfactory, sebagaimana tercermin dari
parameter-parameter risiko kepatuhan selama Desember
2015.
Compliance Risk is at the level of Low to
Moderate, with the Risk Inherent at the level of
Low to Moderate while the Control Systems risk is
at a level Satisfactory, as reflected in the risk
parameters in compliance during December 2015.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
32
Sumber Daya Manusia
Human Resources
Bank menyadari pentingnya pelatihan pegawai dan
pengembangannya untuk mencapai tingkat kualitas
pelayanan yang tinggi dan juga mempertahankan tingkat
persaingannya. Pada tahun 2015, bank mengadakan
pelatihan yang meliputi pelatihan teknis dan peningkatan
keahlian karyawan. Pelatihan ini guna memperbaiki
efisiensi dan produktivitas sumber daya manusia dan
untuk memperbaiki pemahaman mereka akan segala aspek
kebijakan perbankan.
Bank memiliki kelompok karyawan yang kompak dan
berdedikasi tinggi. Salah satu prioritas utama bank saat ini
adalah mempersiapkan karyawan untuk menyongsong
tantangan masa depan.
Bank recognizes the importance of personnel
training and development for ensuring our high
services quality and thus maintaining our
competitive edge. In year 2015, bank has conducted
trainings for both technical and self-improvement
skills. The training courses were to improve human
resources efficiency and productivity as well as to
enhance their understanding of all aspects of the
banking policies.
Bank has a solid group of employee with high
integrities. One of our major priorities is to prepare
our staffs for a future challenge.
Dalam tahun 2015, 87 Karyawan telah mengikuti berbagai
pelatihan yang terdiri dari; Pelatihan Manajemen Risiko
(BSMR), Know Your Customers (KYC), dan sebagainya.
In 2015, 87 employees have participated in various
training consists of; training Risk Management
(BSMR), Know Your Customers (KYC), and so
on.
Profil Karyawan berdasarkan latar belakang pendidikan
Employee profiles by education level
Desember 2015
December 2015
Senior high school
Diploma ( D1 - D4)
S1
S2
Jumlah | Total
Desember 2014
December 2014
1
5
71
10
1
4
68
12
87
85
Rencana
Outlook
Dalam tahun yang akan datang, pertumbuhan ekonomi
Indonesia diperkirakan pada level 5,2% - 5,5%. Hal ini
dikarenakan pemulihan pertumbuhan global di sektor riil
dan keuangan. Maka, di harapkan sektor perbankan akan
tetap mengalami penguatan ditengah keadaan membaiknya
perlambatan ekonomi dunia secara umum. Dalam hal ini,
peranan bank dalam hal pendanaan akan membuat peranan
penting dengan menawarkan suku bunga pinjaman yang
bersaing. Sektor yang akan mendukung peningkatan
aktivitas ekonomi tahun 2016 akan tetap berasal dari
pertumbuhan di sektor-sektor: pertambangan, manufaktur,
perdagangan, hotel dan restaurant, transportasi dan
komunikasi.
In the coming years, Indonesian economic growth
is expected to be at level range of 5.2% - 5.5%.
This is due to the global economic recovery that
causes the decrease in real and financial sectors.
Therefore, The banking sector is still expected to
strengthen amidst the global economic recovery. To
promote economic growth, bank’s role in financing
will play major role in the economy, and this can be
accomplished by offering competitive lending
rates. Supporting sectors that will increase
economic activity in 2016 are still from high
growth in the mining, manufacturing, trade, hotels
and restaurants and the transport and
communications sector.
Oleh karena itu, dari keterangan ini, bank telah berupaya
untuk meningkatkan pinjaman yang aktif. Bank berencana
untuk memfokuskan diri meningkatkan portfolio pinjaman
dari debitur lama dan menawarkan pinjaman kepada
debitur potensial. Strategi bank adalah memberikan
Therefore, in this particular, bank has been exerting
effort to increase the active cash loan outstanding.
Bank is planning to focus increasing its loan
portfolio from existing borrowers and to offer
credit lines to potential borrowers. Our strategy
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
33
prioritas kepada pasar dan kostumer yang berkaitan
dengan bidang jasa atau produksi dan manufaktur.
would give priority to market and customer that
have project involve in services or production and
manufacturing.
Bank akan berfokus pada penyediaan pelayanan dan
dukungan aktif pada nasabah, mengintensifkan pemasaran
dan menjaga konsistensi dalam kualitas pelayanan bank.
Hal ini termasuk membantu
staf bank dalam
memperbaiki keahlian dan kemampuan mereka dalam
peningkatan kualitas kerja, perbaikan sistem teknologi
informasi, dan menyediakan dukungan teknis yang
memadai
Bank will focus on providing proactive assistance
and supports to our customers, intensify our
marketing and maintain consistency in our service
quality. This will include helping our people to
improve their skills and abilities in order to produce
work of a higher quality, enhancing our
information technology system, and providing the
appropriate technical support
KEPATUHAN KEPADA PERATURAN BANK
INDONESIA
COMPLIANCE TO BANK INDONESIA
REGULATION
Bank terus memonitor kepatuhan terhadap peraturan Bank
Indonesia dengan seksama, terutama kepatuhan atas
praktek perbankan yang sehat seperti Batas Maksimum
Pemberian Kredit, kecukupan modal, giro wajib minimum,
posisi devisa netto dan non performing ratio.
Bank strictly monitor our compliance to Bank
Indonesia regulations especially toward prudent
banking principles, such as legal lending limit,
capital adequacy (CAR), statutory requirement, net
open position and non performing ratio (NPL).
Compliance officer through the respective head of
department ensures that all internal procedures as
well as all other procedures related to the
compliance’s issues have been well carried out,
such as procedures for credit approval, legal
lending limit and other operational procedures.
Pejabat Kepatuhan, melalui Kepala bagian terkait
mengawasi bahwa prosedur internal dan prosedur –
prosedur lainnya yang berkaitan dengan kepatuhan seperti
persetujuan kredit, batas maksimum pemberian kredit dan
prosedur operasional lainnya telah dilaksanakan dengan
baik.
Pejabat kepatuhan adalah merupakan pihak independen
dari tugas dan kegiatan operasional bank, yang
bertanggung jawab untuk pelaksanaan dan kelalaian dari
program kepatuhan Salah satu tugasnya adalah
meyakinkan bahwa kebijakan bank dapat diverifikasi
terhadap permintaan kepatuhan.
Compliance officer is independent from bank
operational duties. The officer is responsible for the
implementation and the oversight of compliance
program. One of many tasks is to ensure that
bank’s policy is verified against compliance’s
requirement.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
34
KINERJA BANGKOK BANK
Bangkok Bank’s Performance
Hasil operasi Bangkok Bank Jakarta selama tahun 2015
telah
menunjukkan
peningkatan
dalam
kinerja
keuangannya. Kemajuan utama dicapai sebagai dorongan
untuk memajukan dasar-dasar operasi bank dan
membangun tingkat pertumbuhan pendapatan.
Aktiva dan Kewajiban
Total keseluruhan pinjaman yang diberikan pada akhir
tahun 2015 mencapai Rp. 20.141 milyar, terdapat
peningkatan sebesar 29,82% dari Rp. 15.514 milyar pada
tahun 2014. Peningkatan terjadi pada sektor industri
sebesar 79% Total pencadangan untuk pinjaman yang tak
tertagih mengalami peningkatan dari Rp. 520,76 milyar
menjadi Rp. 967,50 milyar, terdapat peningkatan 85,79%.
Total aktiva Bank naik dari Rp. 22.742 milyar menjadi Rp.
24.517 milyar pada akhir tahun 2015. Total simpanan
mengalami kenaikan sebesar 15,77% menjadi Rp. 5.118
milyar pada akhir tahun 2015. Sedangkan, rasio pinjaman
(LDR) yang diberikan terhadap simpanan mencapai
393,51%
The operating results of Bangkok Bank Jakarta in
2015 have shown improvement in its financial
performance. The major progress was made on key
initiatives to strengthen the bank’s operating
fundamentals and build revenue growth.
Assets and Liabilities
Total net outstanding loans at year-end 2015
amounted to Rp. 20,141 billion, an increase of
29,82% from Rp. 15,514 billion in 2014. The
increase on loan portfolio occurred in industrial
sector by 79%. The allowance for possible loan
losses has increased from Rp 520.76 billion to
become Rp. 967.50 billion, or increased by
85.76%. Total assets of the Bank increased from
Rp. 22,742 billion to Rp. 24,517 billion at the end
of year 2015. Total deposit increased by 15.77% to
become Rp. 5,118 billion at year-end 2015.
Moreover our loan to deposit ratio has reached up
to 393.51%.
Pendapatan – Biaya
Income – Expenses
Pada tahun 2015, pendapatan bunga bersih naik dari Rp.
1.006,27 milyar menjadi Rp 1.365.59 milyar, atau naik
sebesar 35,71%, disebabkan oleh peningkatan jumlah
pinjaman yang diberikan.
Pada tahun 2015, laba operasi mencapai Rp. 578,84 milyar
turun sebesar 7,32% jika dibandingkan dengan laba
operasi pada tahun 2014 sebesar Rp.578,84 milyar.
Secara keseluruhan, laba bersih setelah pajak pada akhir
tahun 2015 turun dari Rp. 371,05 milyar menjadi
Rp.336,31 milyar berbanding tahun 2014.
In year 2015, interest revenue has increased from
Rp. 1.006.27 billion to Rp. 1,365.59 billion, or
increased by 35.71%, due to increase in loan given
to customers.
In year 2015, the operating profit amounted to Rp.
578.84 billion decreased by 7.32%, compared to
Rp. 578.84 billion in year 2014.
Overall, the Bank’s Net Profit after Tax at yearend has decreased from Rp. 371.05 billion in year
2015 to become Rp. 336.31 billion compared with
year 2014.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
35
Modal dan Kecukupan Modal
Capital and Capital Adequacy Ratio
Total modal pada akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp.
16.219,64 milyar, meningkat sebesar 4,98% dibandingkan
dengan tahun 2014. Menurut Peraturan Bank Indonesia
No. 3 / 21 / PBI / 2001 tertanggal 13 Desember 2001
mengenai “Rasio Kecukupan Modal Minimum”, Bank
diwajibkan untuk memiliki modal minimum sebesar 8%
dari Aktiva Tertimbang Menurut Risiko yang dihitung
pada akhir Desember 2015. Rasio kecukupan modal
minimum pada Bangkok Bank tahun 2015 masing-masing
sebesar 57,06% dan 69,16% pada tahun 2014.
The total capital fund stood at Rp. 16,219.64 billion
as at year-end 2015, increased by 4.98% compared
to 2014. According to Bank Indonesia Regulation
No. 3 / 21 / PBI / 2001 dated 13 December 2001
regarding
“Minimum
Capital
Adequacy
Requirement”, Bank is obliged to have minimum
capital adequacy ratio as much as 8 percent from
Risk Weighted Assets counted at the end of
December 2015. Bangkok Bank’s capital adequacy
ratio has increased to 57.06% in year 2015 from
69.16% in year 2014.
Kredit Bermasalah
Non Performing Loans
Pada tahun 2015, Persentase Kredit Bermasalah bersih
adalah sebesar 0,09%, kredit bermasalah pada tahun 2015
Rp. 121,21 milyar dan Rp. 75,36 milyar pada tahun 2014.
Selama tahun 2015. Manajemen melaksanakan langkah
strategis khusus untuk penyelesaian masalah kredit macet,
melalui proses hukum, lelang umum dan pembayaran
cicilan. Bank sedang terus menerus menyesuaikan
pendekatan kehati-hatian terhadap cadangan pinjaman dan
juga akan lebih memperhatikan dalam memperbaiki
manajemen atas Kredit bermasalah.
In year 2015, the percentage of Net Non
Performing Loans (NPL) stood at 0.09%, nonperforming loan increased to Rp. 121.21 billion
from Rp 75.36 billion in year 2014. During the year
2015, our management has been giving special
attention to solve NPL problem, through legal
process, public auction and installment. The Bank
is continuing to adopt a prudent approach to loan
loss reserves and also will continue to focus on
improving its management on Non Performing
Loans.
Peristiwa penting
Subsequent Event
Pada tanggal 4 januari 2016, Bank telah mentransfer laba
bersih periode sebelumnya ke Kantor Pusat sebesar IDR
251.235,97 Juta.
On January 4, 2016, Bank has remitted previous
year’s net income to Head Office in IDR
251,235.97 Million.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
36
PENGUNGKAPAN PERMODALAN SERTA PENGUNGKAPAN EKSPOSUR RISIKO DAN PENERAPAN
MANAJEMEN RISIKO BANK
Capital disclosure and the Disclosure of risk exposures and Risk Management Bank
a. Struktur Permodalan
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Struktur
Permodalan Bank Asing, dapat dilihat pada Laporan
Keuangan Catatan 36.
b. Geografis dari objek yang didanai oleh
Bangkok Bank
Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih
Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual
No
Kategori Portofolio | Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
TOTAL
Keterangan:
Wilayah I : Indonesia Bagian Barat
Wilayah II : Indonesia Bagian Tengah
Wilayah III : Indonesia Bagian Timur
Wilayah IV : Luar Negeri
a. Capital Structure
Table of Quantitative Foreign Bank Capital Structure
See accompanying notes to Financial Statement
number 36.
b. Geography of object being financed by
Bangkok Bank
Table of Net Amount based on Geography
- Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah | Net Amount Based
on Geography
Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3 Wilayah 4
Total
Zone 1
Zone 2
Zone 3
Zone 4
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
2.413.349
0
0
0 2.413.349
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
558.737
0
0
66.026
624.763
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
19.746.110
59.149
565.397
1.005.661
0
0
0
1.005.661
463.587
0
0
422.686
886.273
0
0
0
0
0
24.187.444
59.149
565.397
Remarks
Zone I
Zone II
Zone III
Zone IV
0 20.370.656
488.712 25.300.702
:
: West of Indonesia
: Central of Indonesia
: East of Indonesia
: Overseas
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
37
No
Kategori Portofolio | Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
TOTAL
Keterangan:
Wilayah I : Indonesia Bagian Barat
Wilayah II : Indonesia Bagian Tengah
Wilayah III : Indonesia Bagian Timur
Wilayah IV : Luar Negeri
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah | Net Amount Based
on Geography
Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3 Wilayah 4
Total
Zone 1
Zone 2
Zone 3
Zone 4
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
2,940,567
0
0
0 2,940,567
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,114,863
0
0
33,812
2,148,675
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
16,168,424
429,296
19,347
186,238
0
0
0
186,238
302,978
0
0
1,002,390
1,305,368
0
0
0
0
0
21,713,070
429,296
19,347
Remarks
Zone I
Zone II
Zone III
Zone IV
0 16,617,067
1,036,202 23,197,915
:
: West of Indonesia
: Central of Indonesia
: East of Indonesia
: Overseas
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
38
c. Sisa jangka waktu aset
c. Remaining maturity of the assets
Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan
Sisa jangka waktu Kontrak - Bank secara Individual
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(1)
(2)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and
International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio
Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
TOTAL
Table of Net Amount based on Contractual
Remaining Maturity- Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih Berdasarkan sisa jangka waktu kontrak | Net Amount
based on Remaining Maturity
>1 thn s.d. >3 thn s.d.
Non< 1 tahun
> 5 thn
3 thn
5 thn
Kontraktual
Total
>1 yr s.d. 3 >3 yrs s.d.
Non< 1 year
> 5 yrs
yrs
5 yrs
Contractual
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
1.736.185
0
0
0
677.164 2.413.349
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
556.543
0
0
0
68.220
624.763
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
7.990.215
1.138.251
1.005.661
0
0
0
0
1.005.661
0
0
0
0
886.273
886.273
0
0
0
0
0
0
11.288.604
1.138.251
894.562 10.347.628
894.562 10.347.628
0 20.370.656
1.631.657 25.300.702
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
39
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(1)
(2)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and
International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio
Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
TOTAL
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih Berdasarkan sisa jangka waktu kontrak | Net Amount
based on Remaining Maturity
>1 thn s.d. >3 thn s.d.
Non< 1 tahun
> 5 thn
3 thn
5 thn
Kontraktual
Total
>1 yr s.d. 3 >3 yrs s.d.
Non< 1 year
> 5 yrs
yrs
5 yrs
Contractual
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
2,478,211
0
0
0
462,356 2,940,567
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,066,405
0
0
0
82,270
2,148,675
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
5,334,532
2,685,031
469,206
8,128,298
186,238
0
0
0
0
186,238
0
0
0
0
1,305,368
1,305,368
0
0
0
0
0
0
10,065,386
2,685,031
469,206
8,128,298
0 16,617,067
1,849,994 23,197,915
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
40
d. Sektor Ekonomi
d. Economic Sectors asssets
Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan
Sektor Ekonomi - Bank secara Individual
Table of Net Amount based on Economic Sectors
- Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
No
Sektor Ekonomi
Economic Sector
(1)
(2)
1 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan
Agriculture, Hunting and Forestry
2 Perikanan
Fishery
3 Pertambangan dan Penggalian
Mining and Excavation
4 Industri Pengolahan
Manufacturing
5 Listrik, Gas dan Air
Electricity, Gas and Water
6 Konstruksi
Construction
7 Perdagangan Besar dan Eceran
Wholesale and Retail Trading
8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan
Minum
Accommodation and food providers
9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi
Transportation, Warehouse and Communication
10 Perantara Keuangan
Financial Brokerage
11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Real Estate, Leasing and Corporate Services
Administrasi pemerintahan, pertahanan dan
jaminan sosial wajib
Public Administration, Defense, and Compulsory
Social Security
Jasa Pendidikan
Education Services
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Health and Social Services
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan
Perorangan Lainya
Social Services, Social Culture, Entertainment and
Individual Services
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Individual Services for Housing
Badan Internasional Badan Ekstra Internasional
Lainnya
International Agencies and Other International Extra
Agencies
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
Other Services
Bukan Lapangan Usaha
Non-Business Activity
Lainnya
Others
Total
Tagihan
Kepada Bank
Pembanguna
n Multilateral Tagihan
dan Lembaga Kepada
Internasional
Bank
Claims on
Claims on
Multilateral
Banks
Development
Banks and
International
Institutions
Tagihan
Kepada
Tagihan
Entitas
Kepada
Sektor
Pemerintah
Publik
Claims on Claims on
Sovereign
Public
Sector
Entity
(3)
(4)
(5)
(6)
Kredit
Beragun
Rumah
Tinggal
Claims
Secured by
Residential
Property
(7)
Tagihan
Kepada
Usaha
Mikro,
Kredit
Usaha Kecil
Beragun
Kredit
dan
Properti
Pegawai / Portofolio
Komersial Pensiunan
Ritel
Claims
Employee Claims on
Secured by
Loan /
Micro and
Commercial Pension
Small
Real Estate
Enterprise,
and Retail
Portfolio
(8)
(9)
(10)
Tagihan Tagihan Yang
Kepada
Telah Jatuh
Korporasi
Tempo
Claims on
Past Due
Corporate
Claims
(11)
2.462
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0 15.437.707
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(12)
Eksposur di
Unit Usaha
Syariah
(apabila ada)
Exposures at
Sharia Unit
(if any)
Aset
Lainnya
Other
Assets
(13)
(14)
0
0
0
8.966
0
0
0
71.918
0
0
0
523.054
0
0
0
0
0
0
0
442.530
0
0
0
0
642.457
0
0
0
0
0
1.018.028
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
33.660
0
0
0
2.413.349
0
0
624.763
0
0
0
0
230.696
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1.215.520
482.607
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1.266.712
0
886.273
0
2.413.349
0
0
624.763
0
0
0
0 20.370.656
1.005.661
886.273
0
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
41
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
No
Sektor Ekonomi
Economic Sector
(1)
(2)
1 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan
Agriculture, Hunting and Forestry
2 Perikanan
Fishery
3 Pertambangan dan Penggalian
Mining and Excavation
4 Industri Pengolahan
Manufacturing
5 Listrik, Gas dan Air
Electricity, Gas and Water
6 Konstruksi
Construction
7 Perdagangan Besar dan Eceran
Wholesale and Retail Trading
8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan
Minum
Accommodation and food providers
9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi
Transportation, Warehouse and Communication
10 Perantara Keuangan
Financial Brokerage
11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Real Estate, Leasing and Corporate Services
Administrasi pemerintahan, pertahanan dan
jaminan sosial wajib
Public Administration, Defense, and Compulsory
Social Security
Jasa Pendidikan
Education Services
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Health and Social Services
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan
Perorangan Lainya
Social Services, Social Culture, Entertainment and
Individual Services
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Individual Services for Housing
Badan Internasional Badan Ekstra Internasional
Lainnya
International Agencies and Other International Extra
Agencies
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
Other Services
Bukan Lapangan Usaha
Non-Business Activity
Lainnya
Others
Total
Tagihan
Kepada Bank
Pembanguna
n Multilateral Tagihan
dan Lembaga Kepada
Internasional
Bank
Claims on
Claims on
Multilateral
Banks
Development
Banks and
International
Institutions
Tagihan
Kepada
Tagihan
Entitas
Kepada
Sektor
Pemerintah
Publik
Claims on Claims on
Sovereign
Public
Sector
Entity
(3)
(4)
(5)
(6)
Kredit
Beragun
Rumah
Tinggal
Claims
Secured by
Residential
Property
(7)
Tagihan
Kepada
Usaha
Mikro,
Kredit
Usaha Kecil
Beragun
Kredit
dan
Properti
Pegawai / Portofolio
Komersial Pensiunan
Ritel
Claims
Employee Claims on
Secured by
Loan /
Micro and
Commercial Pension
Small
Real Estate
Enterprise,
and Retail
Portfolio
(8)
(9)
(10)
Tagihan Tagihan Yang
Kepada
Telah Jatuh
Korporasi
Tempo
Claims on
Past Due
Corporate
Claims
(11)
(12)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Eksposur di
Unit Usaha
Syariah
(apabila ada)
Exposures at
Sharia Unit
(if any)
Aset
Lainnya
Other
Assets
(13)
(14)
0
0
0
31,732
0
0
0
23,416
54,762
0
0
0
0 12,607,231
131,476
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
94,424
0
0
0
0
0
0
0
661,325
0
0
0
0
0
0
0
0
424,153
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
38,815
0
0
0
2,940,567
0
0 2,148,675
0
0
0
0
600,000
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
966,062
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1,169,909
0
1,305,368
0
2,940,567
0
0 2,148,675
0
0
0
0 16,617,067
186,238
1,305,368
0
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
42
e. Geografis Pencadangan dari objek yang didanai
oleh Bangkok Bank
e. Geography by provision of object being
financed by Bangkok Bank
Tabel Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan
Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual
Table of Gross Financial Assets and Provision
based on Geography - Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
No
Area | Geography
Keterangan | Description
(2)
(1)
1 Tagihan
Wilayah 1
Zone 1
Wilayah 2
Zone 2
(3)
(4)
Wilayah 3
Zone 3
Wilayah 4
Zone 4
(5)
Total
(6)
(7)
2.972.086
0
0
66.026
3.038.112
0
0
0
0
0
19.746.110
59.149
565.397
0
20.370.656
1.005.661
0
0
0
1.005.661
103.893
0
0
0
103.893
893.142
2.549
24.301
0
919.992
0
0
0
0
0
Gross Financial Assets
2 Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai (Impaired)
Impaired Assets
a. Belum Jatuh Tempo
a. Current (≤90dpd)
b. Telah Jatuh Tempo
b. Past Due (>90dpd)
3 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Individual
Individual Impairment Provision
4 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Kolektif
Portfolio Impairment Provision
5 Tagihan yang Dihapus Buku
Write-off
Keterangan :
Remarks :
Wilayah I
: Indonesia Bagian Barat
Zone I : West of Indonesia
Wilayah II
: Indonesia Bagian Tengah
Zone II : Central of Indonesia
Wilayah III
: Indonesia Bagian Timur
Zone III : East of Indonesia
Wilayah IV
: Luar Negeri
Zone IV : Overseas
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
43
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
No
Area | Geography
Keterangan | Description
(2)
(1)
1 Tagihan
Wilayah 1
Zone 1
Wilayah 2
Zone 2
Wilayah 3
Zone 3
Wilayah 4
Zone 4
Total
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
5,055,430
0
0
33,812
5,089,242
0
0
0
0
0
16,168,424
429,296
19,347
0
16,617,067
186,238
0
0
0
186,238
75,357
0
0
0
75,357
474,572
8,657
390
0
483,620
0
0
0
0
0
Gross Financial Assets
2 Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai (Impaired)
Impaired Assets
a. Belum Jatuh Tempo
a. Current (≤90dpd)
b. Telah Jatuh Tempo
b. Past Due (>90dpd)
3 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Individual
Individual Impairment Provision
4 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Kolektif
Portfolio Impairment Provision
5 Tagihan yang Dihapus Buku
Write-off
Keterangan :
Remarks :
Wilayah I
: Indonesia Bagian Barat
Zone I : West of Indonesia
Wilayah II
: Indonesia Bagian Tengah
Zone II : Central of Indonesia
Wilayah III
: Indonesia Bagian Timur
Zone III : East of Indonesia
Wilayah IV
: Luar Negeri
Zone IV : Overseas
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
44
f. Pencadangan berdasarkan Sektor Ekonomi
f. Provision by Economic Sectors assets
Tabel Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Bersih
Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara Individual
Table of Gross Financial Assets based on
Economic Sectors - Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Cadangan
Kerugian
Cadangan
penurunan nilai
Kerugian
Tagihan yang
(CKPN) penurunan nilai
dihapus
Individual
(CKPN) - Kolektif
buku
Individual
Portfolio
Write off
Spececific
Impairement
Provision
Provision
Tagihan yang mengalami
Penurunan Nilai
Impairment Asset
No
Sektor Ekonomi
Economic Sector
(1)
(2)
1 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan
Tagihan
Gross
Financial
Assets
(3)
Belum Jatuh
Tempo
Current (≤90dpd)
Telah Jatuh
Tempo
Past Due
(>90dpd)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
0
2.462
0
0
106
0
0
8.966
0
0
387
0
0
71.918
0
59.544
534
0
0
15.437.707
523.054
44.349
686.598
0
0
0
0
0
0
0
0
442.530
0
0
0
0
0
642.457
0
0
27.714
0
0
1.018.028
0
0
43.915
0
0
33.660
0
0
1.452
0
3.038.112
230.696
0
0
9.952
0
0
1.215.520
482.607
0
52.435
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2.152.985
0
0
0
96.900
0
5.191.097
19.103.944
1.005.661
103.893
919.992
0
Agriculture, Hunting and Forestry
2 Perikanan
Fishery
3 Pertambangan dan Penggalian
Mining and Excavation
4 Industri Pengolahan
Manufacturing
5 Listrik, Gas dan Air
Electricity, Gas and Water
6 Konstruksi
Construction
7 Perdagangan Besar dan Eceran
Wholesale and Retail Trading
8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
Accommodation and food providers
9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi
Transportation, Warehouse and Communication
10 Perantara Keuangan
Financial Brokerage
11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan
Real Estate, Leasing and Corporate Services
12 Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial
wajib
Public Administration, Defense, and Compulsory Social Security
13 Jasa Pendidikan
Education Services
14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Health and Social Services
15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan
Perorangan Lainya
Social Services, Social Culture, Entertainment and Individual
Services
16 Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Individual Services for Housing
17 Badan Internasional Badan Ekstra Internasional Lainnya
International Agencies and Other International Extra Agencies
18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
Other Services
19 Bukan Lapangan Usaha
Non-Business Activity
20 Lainnya
Others
Total
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
45
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Cadangan
Kerugian
Cadangan
penurunan nilai
Kerugian
Tagihan yang
(CKPN) penurunan nilai
dihapus
Individual
(CKPN) - Kolektif
buku
Individual
Portfolio
Write off
Spececific
Impairement
Provision
Provision
Tagihan yang mengalami
Penurunan Nilai
Impairment Asset
No
Sektor Ekonomi
Economic Sector
(1)
(2)
1 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan
Tagihan
Gross
Financial
Assets
(3)
Belum Jatuh
Tempo
Current (≤90dpd)
Telah Jatuh
Tempo
Past Due
(>90dpd)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
0
0
0
0
0
0
0
31,732
0
0
640
0
0
0
78,178
75,357
0
0
0
12,552,469
186,238
0
428,725
0
0
0
0
0
0
0
0
94,424
0
0
0
0
0
661,325
0
0
13,337
0
0
424,153
0
0
8,554
0
0
38,815
0
0
783
0
5,089,242
600,000
0
0
12,100
0
0
966,062
0
0
19,482
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,475,277
0
0
0
0
0
7,564,519
15,368,980
264,416
75,357
483,620
0
Agriculture, Hunting and Forestry
2 Perikanan
Fishery
3 Pertambangan dan Penggalian
Mining and Excavation
4 Industri Pengolahan
Manufacturing
5 Listrik, Gas dan Air
Electricity, Gas and Water
6 Konstruksi
Construction
7 Perdagangan Besar dan Eceran
Wholesale and Retail Trading
8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
Accommodation and food providers
9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi
Transportation, Warehouse and Communication
10 Perantara Keuangan
Financial Brokerage
11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan
Real Estate, Leasing and Corporate Services
12 Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial
wajib
Public Administration, Defense, and Compulsory Social Security
13 Jasa Pendidikan
Education Services
14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Health and Social Services
15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan
Perorangan Lainya
Social Services, Social Culture, Entertainment and Individual
Services
16 Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Individual Services for Housing
17 Badan Internasional Badan Ekstra Internasional Lainnya
International Agencies and Other International Extra Agencies
18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
Other Services
19 Bukan Lapangan Usaha
Non-Business Activity
20 Lainnya
Others
Total
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
46
g. Keseluruhan penurunan nilai cadangan sepanjang g. Overall impairment provision movement
tahun
during the year
Tabel Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai Ekonomi - Bank secara Individual
No
Table of Detail of Impairment Position Movement
- Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
CKPN Individual
CKPN Kolektif
Individual Impairment
Portfolio Impairment
Provision
Provision
(3)
(4)
75.357
483.619
Keterangan | Description
(1)
(2)
1 Saldo Awal CKPN
Beginning Balance of Impairment Provision
2 Pembentukan (Pemulihan) CKPN pada Periode Berjalan (Net)
Charge/Release of Impairment Provision for the Current Year (Net)
2.a. Pembentukan CKPN pada Periode Berjalan
2.a. Charge of Impairment Provision for the Current Year
2.b. Pemulihan CKPN pada periode berjalan
2.b. Release of Impairment Provision for the Current Year
3 CKPN yang Digunakan untuk Melakukan Hapus Buku Atas Tagihan pada Periode Berjalan
Impairment Provision for Write-off
4 Pembentukan (Pemulihan) Lainnya pada Periode Berjalan
Other Charge/Release for the Current Year
Total CKPN | Ending Balance of Impairment Provision
No
(1)
(2)
1 Saldo Awal CKPN
Beginning Balance of Impairment Provision
2 Pembentukan (Pemulihan) CKPN pada Periode Berjalan (Net)
Charge/Release of Impairment Provision for the Current Year (Net)
2.a. Pembentukan CKPN pada Periode Berjalan
2.a. Charge of Impairment Provision for the Current Year
2.b. Pemulihan CKPN pada periode berjalan
2.b. Release of Impairment Provision for the Current Year
3 CKPN yang Digunakan untuk Melakukan Hapus Buku Atas Tagihan pada Periode Berjalan
Impairment Provision for Write-off
4 Pembentukan (Pemulihan) Lainnya pada Periode Berjalan
Other Charge/Release for the Current Year
Total CKPN | Ending Balance of Impairment Provision
Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan
Kategoi Portofolio dan Skala Peringkat
- Bank secara Individual
Tabel di halaman selanjutnya
436.373
0
0
0
0
0
0
103.893
919.992
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
CKPN Individual
CKPN Kolektif
Individual Impairment
Portfolio Impairment
Provision
Provision
(3)
(4)
76,431
274,324
Keterangan | Description
h. Skala Peringkat
28.536
0
209,295
1,074
0
0
0
0
0
75,357
483,619
h. Rating
Table Net Amount based on Portfolio
Category and Rating - Bank Only
Table in the next page
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
47
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
48
idAAA
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
TOTAL
Exposures at Sharia Unit (if any)
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Other Assets
11 Aset Lainnya
Past Due Claims
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Claims on Corporate
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Employee Loan/Pension
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Claims Secured by Commercial Real Estate
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Residential Property
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims on Banks
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Multilateral Development Banks and
International Institutions
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
Lembaga Internasional
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Claims on Public Sector Entity
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
(4)
(idr)AAA
PT ICRA Indonesia
(3)
AAA (idn)
PT Fitch Rating
Indonesia
0
(2)
Aaa
AAA
Fitch Rating
Moody's
AAA
Standard and
Poor's
1 Tagihan Kepada Pemerintah
(1)
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
Lembaga
Pemeringkat
Rating Agency
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
A1+ to A3
Baa1+ to Baa3
Baa1+ s.d Baa3
BBB+ to BBB-
BBB+ s.d BBB-
BBB+ to BBB-
BBB+ s.d BBB-
Ba1+ to Ba3
Ba1+ s.d Ba3
BB+ to BB-
BB+ s.d BB-
BB+ to BB-
BB+ s.d BB-
B1 to B3
B1 s.d B3
B+ to B-
B+ s.d B-
B+ to B-
B+ s.d B-
Below B3
Kurang dari B3
Below B-
Kurang dari B-
Below B-
Kurang dari B-
Tagihan Bersih | Net Amount
P-1
F1+ s.d F1
A-1
F3(idn)
P-3
F3
A-3
Kurang dari F3(idn)
Below F3(idn)
Below P-3
Kurang dari P-3
Below F-3
Kurang dari F-3
Below A-3
Kurang dari A-3
(5)
0
130.000
0
0
0
130.000
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
100.000
0
0
0
100.000
(6)
idA+ to idA-
idA+ s.d idA-
idAA+ s.d idAAidAA+ to idAA-
(Idr)A+ to (Idr)A-
(Idr)AA+ to (Idr)AA-
(7)
idBBB+ to idBBB-
idBBB+ s.d idBBB-
(Idr)BBB+ to (Idr)BBB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(8)
idBB+ to idBB-
idBB+ s.d idBB-
(Idr)BB+ to (Idr)BB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(9)
idB+ to idB-
idB+ s.d idB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)B+ to (Idr)B-
Below (Idr)B-
(10)
Below idB-
Kurang dari idB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(11)
idA1
(Idr)A1+ to (Idr)A1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(12)
idA2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)A2+ to (Idr)A2
(13)
idA3 to idA4
idA3 s.d idA4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)A3+ to (Idr)A3
Below (Idr)A3
(14)
Below idA4
Kurang dari idA4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
25.070.702
0
886.273
1.005.661
20.140.656
0
0
0
0
624.763
0
0
2.413.349
(15)
Unrated
Tanpa Peringkat
25.300.702
0
886.273
1.005.661
20.370.656
0
0
0
0
624.763
0
0
2.413.349
(15)
TOTAL
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
(Idr)AA+ s.d (Idr)AA- (Idr)A+ s.d (Idr)A- (Idr)BBB+ s.d (Idr)BBB- (Idr)BB+ s.d (Idr)BB- (Idr)B+ s.d (Idr)B- Kurang dari (Idr)B- (Idr)A1+ s.d (Idr)A1 (Idr)A2+ s.d (Idr)A2 (Idr)A3+ s.d (Idr)A3 Kurang dari (Idr)A3
F2(idn)
P-2
F2
A-2
Peringkat Jangka Pendek | Short term Rating
AA+(idn) s.d AA-(idn) A+(idn) s.d A-(idn) BBB+(idn) s.d BBB-(idn) BB+(idn) s.d BB-(idn) B+(idn) s.d B-(idn) Kurang dari B-(idn) F1+(idn) s.d F1(idn)
AA+(idn) to AA-(idn) A+(idn) to A-(idn) BBB+(idn) to BBB-(idn) BB+(idn) to BB-(idn) B+(idn) to B-(idn)
Below B-(idn)
F1+(idn) to F1(idn)
Aa1+ to Aa3
A+ to AA1+ s.d A3
A+ s.d A-
AA+ s.d AAAA+ to AA-
A+ to A-
AA+ to AA-
Aa1+ s.d Aa3
A+ s.d A-
AA+ s.d AA-
Peringkat Jagka Panjang | Long Term Rating
31 Desember 2015 | 31 December 2015
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
49
idAAA
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
TOTAL
Exposures at Sharia Unit (if any)
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Other Assets
11 Aset Lainnya
Past Due Claims
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Claims on Corporate
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Employee Loan/Pension
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Claims Secured by Commercial Real Estate
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Residential Property
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims on Banks
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Multilateral Development Banks and
International Institutions
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
Lembaga Internasional
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Claims on Public Sector Entity
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
(4)
(idr)AAA
PT ICRA Indonesia
(3)
AAA (idn)
PT Fitch Rating
Indonesia
0
(2)
Aaa
Moody's
AAA
Fitch Rating
1 Tagihan Kepada Pemerintah
(1)
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
AAA
Standard and
Poor's
Rating Agency
Lembaga
Pemeringkat
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
A1+ to A3
Baa1+ to Baa3
Baa1+ s.d Baa3
BBB+ to BBB-
BBB+ s.d BBB-
BBB+ to BBB-
BBB+ s.d BBB-
Ba1+ to Ba3
Ba1+ s.d Ba3
BB+ to BB-
BB+ s.d BB-
BB+ to BB-
BB+ s.d BB-
B1 to B3
B1 s.d B3
B+ to B-
B+ s.d B-
B+ to B-
B+ s.d B-
Below B3
Kurang dari B3
Below B-
Kurang dari B-
Below B-
Kurang dari B-
Tagihan Bersih | Net Amount
P-1
F1+ s.d F1
A-1
F3(idn)
P-3
F3
A-3
Kurang dari F3(idn)
Below F3(idn)
Below P-3
Kurang dari P-3
Below F-3
Kurang dari F-3
Below A-3
Kurang dari A-3
(5)
0
470.000
0
0
0
470.000
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
110.000
0
0
0
110.000
(6)
idA+ to idA-
idA+ s.d idA-
idAA+ s.d idAAidAA+ to idAA-
(Idr)A+ to (Idr)A-
(Idr)AA+ to (Idr)AA-
(7)
idBBB+ to idBBB-
idBBB+ s.d idBBB-
(Idr)BBB+ to (Idr)BBB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(8)
idBB+ to idBB-
idBB+ s.d idBB-
(Idr)BB+ to (Idr)BB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(9)
idB+ to idB-
idB+ s.d idB-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)B+ to (Idr)B-
(10)
Below idB-
Kurang dari idB-
Below (Idr)B-
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(11)
idA1
(Idr)A1+ to (Idr)A1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(12)
idA2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)A2+ to (Idr)A2
(13)
idA3 to idA4
idA3 s.d idA4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)A3+ to (Idr)A3
(14)
Below idA4
Kurang dari idA4
Below (Idr)A3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Idr)AA+ s.d (Idr)AA- (Idr)A+ s.d (Idr)A- (Idr)BBB+ s.d (Idr)BBB- (Idr)BB+ s.d (Idr)BB- (Idr)B+ s.d (Idr)B- Kurang dari (Idr)B- (Idr)A1+ s.d (Idr)A1 (Idr)A2+ s.d (Idr)A2 (Idr)A3+ s.d (Idr)A3 Kurang dari (Idr)A3
F2(idn)
P-2
F2
A-2
Peringkat Jangka Pendek | Short term Rating
AA+(idn) s.d AA-(idn) A+(idn) s.d A-(idn) BBB+(idn) s.d BBB-(idn) BB+(idn) s.d BB-(idn) B+(idn) s.d B-(idn) Kurang dari B-(idn) F1+(idn) s.d F1(idn)
AA+(idn) to AA-(idn) A+(idn) to A-(idn) BBB+(idn) to BBB-(idn) BB+(idn) to BB-(idn) B+(idn) to B-(idn)
Below B-(idn)
F1+(idn) to F1(idn)
Aa1+ to Aa3
A+ to AA1+ s.d A3
A+ s.d A-
AA+ s.d AAAA+ to AA-
A+ to A-
AA+ to AA-
Aa1+ s.d Aa3
A+ s.d A-
AA+ s.d AA-
Peringkat Jagka Panjang | Long Term Rating
31 Desember 2014 | 31 December 2014
22.617.915
0
1.305.368
186.238
16.037.067
0
0
0
0
2.148.675
0
0
2.940.567
(15)
Unrated
Tanpa Peringkat
23.197.915
0
1.305.368
186.238
16.617.067
0
0
0
0
2.148.675
0
0
2.940.567
(15)
TOTAL
i. Transaksi Derivatif
i. Derivative Transaction
Tabel Pengungkapan Risiko Kredit Pihak
Lawan : Transaksi Derivatif
Table of Counterparty Credit Risk Derivative
Transactions
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Nilai Notional | Notional Amount
No
Variabel yang mendasari
Underlying Financial
Instrument
< 1 Tahun
>1 Tahun - <5
Tahun
>5 Tahun
< 1 Year
>1 Year - <5
Year
>5 Year
Bank secara Individual | Bank Only
1 Suku Bunga
Interest Rate
2 Nilai Tukar
Foreign Exchange
3 Lainya
Others
Total
Tagihan
Derivatif
Derivative
Receivable
Kewajiban
Derivatif
Derivative
Payable
Tagihan Bersih
Sebelum MRK
Net amount
before CRM
MRK (Mitigasi Tagihan Bersih
Risiko Kredit) setelah MRK
CRM (Credit
Net Amount
Risk
after CRM
Mitigation)
0
0
412.900
69.575
69.575
0
0
0
2.363.341
0
0
54.965
74.312
207.616
19.023
188.593
0
0
0
0
0
0
0
0
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Nilai Notional | Notional Amount
No
Variabel yang mendasari
Underlying Financial
Instrument
< 1 Tahun
>1 Tahun - <5
Tahun
>5 Tahun
< 1 Year
>1 Year - <5
Year
>5 Year
Bank secara Individual | Bank Only
1 Suku Bunga
Interest Rate
2 Nilai Tukar
Foreign Exchange
3 Lainya
Others
Total
Tagihan
Derivatif
Derivative
Receivable
Kewajiban
Derivatif
Derivative
Payable
Tagihan Bersih
Sebelum MRK
Net amount
before CRM
MRK (Mitigasi Tagihan Bersih
Risiko Kredit) setelah MRK
CRM (Credit
Net Amount
Risk
after CRM
Mitigation)
866,950
0
0
2,795
1,949
0
0
0
1,070,796
0
0
20,801
27,955
28,140
17,513
12,781
0
0
0
0
0
0
0
0
j. Mitigasi Risiko Kredit
j. Credit Risk Mitigation
Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan
Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak
Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
Table of Net Amount based on Risk Weight after
Tabel di halaman selanjutnya
Table in the next page
Credit Risk Mitigation - Bank Only
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
50
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(1)
(2)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit | Net Amount After Credit Risk Mitigation
ATMR
Beban
Lainnya
RWA
Capital
0%
20%
35%
40%
45%
50%
75%
100%
150%
Others
Charge
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
2.413.349
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
624.763
0
0
0
0
0
0
0
0
124.953
9.996
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
100.000
0
0
0
130.000
0
20.140.656
0
0 20.225.656
1.618.052
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Neraca | Total of Balance Sheet
B
Eksposur Rekening Administratif | Off Balance Sheet
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Rekening Administratif | Total Off Balance Sheet
C
Eksposur Counterparty Credit Risk | Counterparty Credit Risk
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
0
0
0
0
0
0
0
0
1.005.661
0
1.508.492
120.679
873.953
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
3.287.302
724.763
0
0
0
130.000
0
20.140.656
1.005.661
0 21.859.100
1.748.727
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4.242.044
0
0
4.242.044
339.364
0
0
0
0
0
0
0
0
31.981
0
47.972
3.838
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4.242.044
31.981
0
4.290.016
343.202
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
22.085
0
0
0
2.710
0
0
0
0
5.772
462
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
182.821
0
0
182.821
14.626
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
22.085
0
0
0
2.710
0
182.821
0
0
188.593
15.088
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
6 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
7 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Counterparty Credit Risk | Total Counterparty Credit Risk
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
51
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(1)
(2)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit | Net Amount After Credit Risk Mitigation
ATMR
Beban
Lainnya
RWA
Capital
0%
20%
35%
40%
45%
50%
75%
100%
150%
Others
Charge
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
2,940,567
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0 2,148,675
0
0
0
0
0
0
0
0
429,735
34,379
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
470,000
0
0
0
110,000
0
15,891,988
0
0 16,040,988
1,283,279
0
0
0
0
0
0
0
0
186,238
0
279,357
22,349
0
0
0
0
0
0
0
1,294,925
0
0
1,294,925
103,594
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,940,567 2,618,675
0
0
0
110,000
0
17,186,913
186,238
0 18,045,005
1,443,601
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Neraca | Total of Balance Sheet
B
Eksposur Rekening Administratif | Off Balance Sheet
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Rekening Administratif | Total Off Balance Sheet
C
Eksposur Counterparty Credit Risk | Counterparty Credit Risk
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Internasional
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,772,507
0
0
2,772,507
221,801
0
0
0
0
0
0
0
0
207,059
0
310,589
24,847
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,772,507
207,059
0
3,083,096
246,648
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
485
0
0
0
8,688
0
0
0
0
4,441
355
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
8,340
0
0
8,340
667
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
485
0
0
0
8,688
0
8,340
0
0
12,781
1,022
Claims on Multilateral Development Banks and International
Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
6 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
7 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Counterparty Credit Risk | Total Counterparty Credit Risk
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
52
Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik
Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(1)
A
(2)
Eksposur Neraca | On Balance Sheet
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Neraca | Total On Balance Sheet
Eksposur Rekening Administratif | Off Balance Sheet
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Rekening Administratif | Total Off Balance Sheet
Table Net Amount and Credit Risk Mitigation
Technique –Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Bagian Yang Tidak
Bagian Yang Dijamin Dengan | Exposure Which is Secured by
Dijamin
Agunan
Garansi
Asuransi Kredit
Lainnya
Unsecured Exposure
Cash Collateral
Guarantee
Credit Insurance
Others
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)=(3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]
Tagihan Bersih
Net Amount
(3)
2.413.349
0
0
0
0
2.413.349
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
624.763
0
0
0
0
624.763
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
20.370.656
238.462
0
0
0
20.132.194
1.005.661
0
0
0
0
1.005.661
886.273
0
0
0
0
886.273
0
0
0
0
0
0
25.300.702
238.462
0
0
0
25.062.240
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
B
Eksposur Counterparty Credit Risk | Counterparty Credit Risk
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
6 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
7 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Counterparty Credit Risk | Total Counterparty Credit Risk
Total (A+B+C)
0
0
0
0
0
0
4.242.044
56.526
0
0
0
4.185.518
31.981
0
0
0
0
31.981
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4.274.025
56.526
0
0
0
4.217.499
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
C
0
0
0
0
0
0
24.795
0
0
0
0
24.795
0
0
0
0
0
0
182.281
0
0
0
0
182.281
0
0
0
0
0
0
207.076
29.781.803
0
294.988
0
0
0
0
0
0
207.076
29.486.815
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
53
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(1)
A
(2)
Eksposur Neraca | On Balance Sheet
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Neraca | Total On Balance Sheet
Eksposur Rekening Administratif | Off Balance Sheet
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Rekening Administratif | Total Off Balance Sheet
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Bagian Yang Tidak
Bagian Yang Dijamin Dengan | Exposure Which is Secured by
Dijamin
Agunan
Garansi
Asuransi Kredit
Lainnya
Unsecured Exposure
Cash Collateral
Guarantee
Credit Insurance
Others
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)=(3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]
Tagihan Bersih
Net Amount
(3)
2,940,567
0
0
0
0
2,940,567
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,148,675
0
0
0
0
2,148,675
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
16,617,067
145,079
0
0
0
16,471,988
186,238
0
0
0
0
186,238
1,305,368
0
0
0
0
1,305,368
0
0
0
0
0
0
23,197,915
145,079
0
0
0
23,052,836
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
B
Eksposur Counterparty Credit Risk | Counterparty Credit Risk
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
6 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
7 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Exposures at Sharia Unit (if any)
Total Eksposur Counterparty Credit Risk | Total Counterparty Credit Risk
Total (A+B+C)
0
0
0
0
0
0
6,086,553
89,701
0
0
0
5,996,852
1,035,294
4,085
0
0
0
1,031,209
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
7,121,847
93,786
0
0
0
7,028,061
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
C
0
0
0
0
0
0
15,294
0
0
0
0
15,294
0
0
0
0
0
0
5,790
0
0
0
0
5,790
0
0
0
0
0
0
21,084
30,340,846
0
238,865
0
0
0
0
0
0
21,084
30,101,981
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
54
k. Perhitungan ATMR Risiko Kredit pendekatan
Standar – Bank secara Individual
Tabel Pengungkapan Eksposur Aset di Neraca
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
Total
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
11 Aset Lainnya
Other Assets
Total
k. Credit RWA Calculation under
Standardized Approach – Bank Only
Table of Asset Exposure on Balance Sheet
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih
ATMR Sebelum MRK
ATMR Setelah MRK
Net Amount
RWA Before CRM
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
2.413.349
0
0
0
0
0
0
0
0
624.763
124.953
124.953
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
20.370.656
20.225.656
19.987.194
1.005.661
1.508.491
1.508.491
886.273
0
873.953
25.300.702
21.859.100
22.494.591
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih
ATMR Sebelum MRK
ATMR Setelah MRK
Net Amount
RWA Before CRM
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
2,940,567
0
0
0
0
0
0
0
0
2,148,675
429,735
429,735
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
16,617,067
16,186,067
16,040,988
186,239
279,358
279,358
1,305,368
0
1,294,925
23,197,916
16,895,160
18,045,006
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
55
Tabel Pengungkapan Eksposur Kewajiban Komitmen /
Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
Total
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
Claims Secured by Residential Property
6 Kredit Beragun Properti Komersial
Claims Secured by Commercial Real Estate
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
Employee Loan/Pension
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
9 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
10 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo
Past Due Claims
Total
Table of Exposure on Commitment / Contigent
liabilities in Administrative Accounts
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih
ATMR Sebelum MRK
ATMR Setelah MRK
Net Amount
RWA Before CRM
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4.242.044
4.242.044
4.185.518
31.981
47.972
47.972
4.274.025
4.290.016
4.233.490
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih
ATMR Sebelum MRK
ATMR Setelah MRK
Net Amount
RWA Before CRM
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,862,209
2,862,209
2,772,507
207,059
310,588
310,588
3,069,268
3,172,797
3,083,095
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
56
Tabel Pengungkapan Eksposur yang Menimbulkan Risiko
Kredit akibat kegagalan Pihak Lawan
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
6 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
Total
No
Kategori Portofolio
Portfolio Category
(2)
(1)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
Claims on Sovereign
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Claims on Public Sector Entity
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Claims on Multilateral Development Banks and International Institutions
4 Tagihan Kepada Bank
Claims on Banks
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Claims on Micro and Small Enterprise, and Retail Portfolio
6 Tagihan Kepada Korporasi
Claims on Corporate
Total
Table of Counter Party Risk
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih
ATMR Sebelum MRK
ATMR Setelah MRK
Net Amount
RWA Before CRM
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
24.795
5.772
1.561
0
0
0
182.821
182.821
182.821
207.616
188.593
184.382
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih
ATMR Sebelum MRK
ATMR Setelah MRK
Net Amount
RWA Before CRM
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
19,799
9,172
4,441
0
0
0
8,340
8,340
8,340
28,139
17,512
12,781
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
57
Tabel Pengungkapan Eksposur yang Menimbulkan Risiko
Kredit akibat kegagalan Setelmen
No
Jenis Transaksi
Type of Transaction
(2)
(1)
1 Delivery versus payment
Delivery versus payment
a. Beban Modal 8% (5-15 hari)
a. Capital Charge 8% (5-15 days)
b. Beban Modal 50% (16-30 hari)
a. Capital Charge 50% (16-30 days)
c. Beban Modal 75% (31-45 hari)
a. Capital Charge 75% (31-45 days)
d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari)
a. Capital Charge 100% (more than 45 days)
2 Non-delivery versus payment
Non-delivery versus payment
Total
No
Jenis Transaksi
Type of Transaction
(2)
(1)
1 Delivery versus payment
Delivery versus payment
a. Beban Modal 8% (5-15 hari)
a. Capital Charge 8% (5-15 days)
b. Beban Modal 50% (16-30 hari)
a. Capital Charge 50% (16-30 days)
c. Beban Modal 75% (31-45 hari)
a. Capital Charge 75% (31-45 days)
d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari)
a. Capital Charge 100% (more than 45 days)
2 Non-delivery versus payment
Non-delivery versus payment
Total
Table of Settlement Risk
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Tagihan Bersih
Faktor Pengurang Modal
ATMR Setelah MRK
Net Amount
Capital Deduction Factor
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Tagihan Bersih
Faktor Pengurang Modal
ATMR Setelah MRK
Net Amount
Capital Deduction Factor
RWA After CRM
(3)
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
58
Tabel Pengungkapan Eksposur Sekuritisasi
Table of Disclosure of Securitization Exposures
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
No
Jenis Transaksi
Type of Transaction
(1)
(2)
1 Fasilitas Kredit Pendukung yang memenuhi persyaratan
supporting Credit Facility that meets the requirements
2 Fasilitas Kredit Pendukung yang tidak memenuhi persyaratan
supporting Credit Facility that do not meets the requirements
3 Fasilitas Likuiditas Pendukung yang memenuhi persyaratan
Liquidity facilities that meet the requirements
4 Fasilitas Likuiditas Pendukung yang tidak memenuhi persyaratan
Liquidity facilities that do not meet the requirements
5 Pembelian Efek Beragun Aset yang memenuhi persyaratan
Purchase of Asset-Backed Securities that meet the requirements
6 Pembelian Efek Beragun Aset yang tidak memenuhi persyaratan
Purchase of Asset-Backed Securities that do not meet the requierments
Eksposur Sekuritisasi yang tidak tercakup dalam ketentuan Bank Indonesia
7
mengenai prinsip-prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset
Securitisation exposures that are not covered by the provisions of Bank
Indonesia on the principles of prudence in asset securitization for banks.
Total
Faktor Pengurang Modal
Capital Deduction Factor
ATMR
RWA
(3)
(4)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
No
Jenis Transaksi
Type of Transaction
(1)
(2)
1 Fasilitas Kredit Pendukung yang memenuhi persyaratan
supporting Credit Facility that meets the requirements
2 Fasilitas Kredit Pendukung yang tidak memenuhi persyaratan
supporting Credit Facility that do not meets the requirements
3 Fasilitas Likuiditas Pendukung yang memenuhi persyaratan
Liquidity facilities that meet the requirements
4 Fasilitas Likuiditas Pendukung yang tidak memenuhi persyaratan
Liquidity facilities that do not meet the requirements
5 Pembelian Efek Beragun Aset yang memenuhi persyaratan
Purchase of Asset-Backed Securities that meet the requirements
6 Pembelian Efek Beragun Aset yang tidak memenuhi persyaratan
Purchase of Asset-Backed Securities that do not meet the requierments
Eksposur Sekuritisasi yang tidak tercakup dalam ketentuan Bank Indonesia
7
mengenai prinsip-prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset
Securitisation exposures that are not covered by the provisions of Bank
Indonesia on the principles of prudence in asset securitization for banks.
Total
Faktor Pengurang Modal
Capital Deduction Factor
ATMR
RWA
(3)
(4)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
59
Tabel Pengungkapan di Unit Usaha Syariah
No
(1)
1 Total Eksposur
Total Exposure
No
(1)
1 Total Eksposur
Total Exposure
Jenis Transaksi
Type of Transaction
(2)
Jenis Transaksi
Type of Transaction
(2)
Tabel Pengungkapan Total Pengukuran Risiko Kredit
Jenis Transaksi
Type of Transaction
Total ATMR Risiko Kredit
Total Credit Risk Weighted Asset
Total Faktor Pengurang Modal
Total Capital Deduction Factor
Jenis Transaksi
Type of Transaction
Total ATMR Risiko Kredit
Total Credit Risk Weighted Asset
Total Faktor Pengurang Modal
Total Capital Deduction Factor
Table of Exposure in Sharia Unit
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Faktor Pengurang Modal
ATMR
Capital Deduction Factor
RWA
(3)
(4)
0
0
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Faktor Pengurang Modal
ATMR
Capital Deduction Factor
RWA
(3)
(4)
0
0
Table of Total Credit Risk
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015
31 December 2015
26.912.463
0
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014
31 December 2014
21,140,883
0
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
60
l. Perhitungan ATMR Risiko Pasar pendekatan
Standar – Bank secara Individual
Tabel Pengungkapan Risiko Pasar dengan
Menggunakan Metode Standar
No
(1)
Jenis Risiko
Type of Risk
(2)
1 Risiko Suku Bunga
Interest Rate Risk
a. Risiko Spesifik
a. Specific Risk
b. Risiko Umum
b. General Risk
2 Risiko Nilai Tukar
Foreign Exchange Risk
3 Risiko Ekuitas *)
Equity Risk *)
4 Risiko Komoditas *)
Commodity Risk *)
5 Risiko Option
Option Risk
Total
No
(1)
Total
Jenis Risiko
Type of Risk
(2)
1 Risiko Suku Bunga
Interest Rate Risk
a. Risiko Spesifik
a. Specific Risk
b. Risiko Umum
b. General Risk
2 Risiko Nilai Tukar
Foreign Exchange Risk
3 Risiko Ekuitas *)
Equity Risk *)
4 Risiko Komoditas *)
Commodity Risk *)
5 Risiko Option
Option Risk
l. Market RWA Calculation under
Standardized Approach – Bank Only
Table of Market Risk under the Standardized
Approach
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Bank
Beban Modal
ATMR
Capital Charge
RWA
(3)
(4)
0
0
37.509
468.862
353
4.413
0
0
0
0
0
0
37.862
473.274
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Bank
Beban Modal
ATMR
Capital Charge
RWA
(3)
(4)
38
474
44,732
559,148
449
5,612
0
0
0
0
0
0
45,219
565,234
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
61
m. Perhitungan ATMR Risiko Operasional
– Bank secara Individual
Tabel Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional
No
Pendekatan Yang Digunakan
Approach
(1)
(2)
1 Pendekatan Indikator Dasar
Basic Indicator Approach
No
Pendekatan Yang Digunakan
Approach
(1)
(2)
1 Pendekatan Indikator Dasar
Basic Indicator Approach
m. Operational RWA Calculation– Bank Only
Table of Operational Risk Under Basic Indicator
Approach
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupia h)
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Pendapatan Bruto
Beban Modal
ATMR
(Rata-rata 3 tahun terakhir)*)
Gross Income
Capital Charge
RWA
(Average of last 3 years)*)
(3)
(4)
(5)
555.849
83.377
1.042.218
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupia h)
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Pendapatan Bruto
Beban Modal
ATMR
(Rata-rata 3 tahun terakhir)*)
Gross Income
Capital Charge
RWA
(Average of last 3 years)*)
(3)
(4)
(5)
338,131
50,720
633,995
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
62
n. Profil Maturitas
n. Maturity Profile
Tabel Pengungkapan Profil Maturitas Rupiah
Bank secara Individual
Rekening
Account
I. Eksposur Neraca | On Balance Sheet
A. Aset | Asset
1 Kas | Cash
2 Penempatan pada Bank Indonesia
Placement to BI
3 Penempatan pada bank lain
Placement to Other Bank
4 Surat Berharga | Marketable Securities
5 Kredit yang diberikan | Loan
6 Tagihan lainnya | Other Receivables
7 Lain-lain | Others
Jumlah Aset | Total Asset
Kewajiban | Liabilities
1 Dana pihak ketiga
Deposit from Customer
2 Kewajiban kepada Bank Indonesia
Liabilities to BI
3 Kewajiban kepada Bank lain
Liabilities to Bank
4 Surat berharga yang diterbitkan
Issued Marketable Securities
5 Pinjaman yang diterima | Borrowing
6 Kewajiban lainnya | Other Liablities
7 Lain-lain | Others
Jumlah Kewajiban | Total Liabilities
Table of Maturity Profile Rupiah – Bank Only
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Jatuh Tempo | Maturity
> 1 bln s.d 3 > 3 bln s.d 6 > 6 bln s.d
bln
bln
12 bln
> 12 bulan
>1 month
>3 months
>6 months >12 months
to 3 months to 6 months to 12 months
Tagihan Bersih
Net Amount
< 1 bulan
up to 1
month
7.237
280.474
7.237
280.474
-
-
-
-
283.143
283.143
-
-
-
-
1.220.170
6.335.766
8.126.790
169.905
740.759
109.449
687.759
797.208
203.115
309.498
512.613
274.855
1.981.886
2.256.741
632.751
3.186.718
3.819.469
2.177.456
1.481.620
617.262
36.531
42.043
-
-
-
-
-
-
-
471.342
471.342
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
11.386
2.660.184
11.386
1.964.348
617.262
36.531
42.043
-
5.466.606
(1.223.589)
179.946
476.082
2.214.698
3.819.469
B.
Selisih Aset dengan kewajiban dalam neraca
Asset - Liabilities
II. Rekening Administratif | Off Balance Sheet
A. Tagihan rekening administratif | Administrative
Receivable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Tagihan rekening administratif
Total Administrative Receivable
Kewajiban rekening administratif | Administrative
Payable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Kewajiban rekening administratif
Total Administrative Payavle
-
-
-
-
-
-
6.340.450
97.078
6.437.528
187.624
55.138
242.762
687.759
3.181
690.940
844.998
26.981
871.979
1.446.389
11.778
1.458.167
3.173.680
3.173.680
(6.437.528)
(242.762)
(690.940)
(871.979)
(1.458.167)
(3.173.680)
(970.922)
(1.466.351)
(510.994)
(395.897)
B.
Selisih tagihan dan kewajiban dalam rekening administratif
Derivative Receivable - Derivative Payable
Selisih [(IA-IB) + (IIA-IIB)] | Difference [(IA-IB) + (IIA-IIB)]
Selisih kumulatif | Cummulative Difference
-
(1.466.351) (1.977.345) (2.373.242)
756.531
(1.616.711)
645.789
(970.922)
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
63
Rekening
Account
I. Eksposur Neraca | On Balance Sheet
A. Aset | Asset
1 Kas | Cash
2 Penempatan pada Bank Indonesia
Placement to BI
3 Penempatan pada bank lain
Placement to Other Bank
4 Surat Berharga | Marketable Securities
5 Kredit yang diberikan | Loan
6 Tagihan lainnya | Other Receivables
7 Lain-lain | Others
Jumlah Aset | Total Asset
Kewajiban | Liabilities
1 Dana pihak ketiga
Deposit from Customer
2 Kewajiban kepada Bank Indonesia
Liabilities to BI
3 Kewajiban kepada Bank lain
Liabilities to Bank
4 Surat berharga yang diterbitkan
Issued Marketable Securities
5 Pinjaman yang diterima | Borrowing
6 Kewajiban lainnya | Other Liablities
7 Lain-lain | Others
Jumlah Kewajiban | Total Liabilities
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Jatuh Tempo | Maturity
> 1 bln s.d 3 > 3 bln s.d 6 > 6 bln s.d
bln
bln
12 bln
> 12 bulan
>1 month
>3 months
>6 months >12 months
to 3 months to 6 months to 12 months
Tagihan Bersih
Net Amount
< 1 bulan
up to 1
month
7,834
756,354
7,834
318,892
-
437,462
-
-
1,410,385
720,385
-
690,000
-
-
1,472,723
3,957,018
7,604,314
170,030
1,217,141
338,178
338,178
542,872
1,670,334
936,358
936,358
1,472,723
1,969,580
3,442,303
2,722,090
1,326,964
417,086
30,853
944,803
2,384
-
-
-
-
-
-
80,145
80,145
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
4,245
2,806,480
4,245
1,411,354
417,086
30,853
944,803
2,384
B.
Selisih Aset dengan kewajiban dalam neraca
Asset - Liabilities
II. Rekening Administratif | Off Balance Sheet
A. Tagihan rekening administratif | Administrative
Receivable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Tagihan rekening administratif
Total Administrative Receivable
Kewajiban rekening administratif | Administrative
Payable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Kewajiban rekening administratif
Total Administrative Payavle
4,797,834
(194,213)
(78,908)
1,639,481
(8,445)
3,439,919
-
-
-
-
-
-
1,784,991
32,277
1,817,268
33,269
7,596
40,865
118,292
2,356
120,648
462,127
11,898
474,025
113,148
10,427
123,575
1,058,155
1,058,155
(1,817,268)
(40,865)
(120,648)
(474,025)
(123,575)
(1,058,155)
2,980,566
(235,078)
(199,556)
1,165,456
(132,020)
2,381,764
-
(235,078)
(434,634)
730,822
598,802
2,980,566
B.
Selisih tagihan dan kewajiban dalam rekening administratif
Derivative Receivable - Derivative Payable
Selisih [(IA-IB) + (IIA-IIB)] | Difference [(IA-IB) + (IIA-IIB)]
Selisih kumulatif | Cummulative Difference
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
64
Tabel Pengungkapan Profil Maturitas Valas
- Bank secara Individual
Rekening
Account
I. Eksposur Neraca | On Balance Sheet
A. Aset | Asset
1 Kas | Cash
2 Penempatan pada Bank Indonesia
Placement to BI
3 Penempatan pada bank lain
Placement to Other Bank
4 Surat Berharga | Marketable Securities
5 Kredit yang diberikan | Loan
6 Tagihan lainnya | Other Receivables
7 Lain-lain | Others
Jumlah Aset | Total Asset
B. Kewajiban | Liabilities
1 Dana pihak ketiga
Deposit from Customer
2 Kewajiban kepada Bank Indonesia
Liabilities to BI
3 Kewajiban kepada Bank lain
Liabilities to Bank
4 Surat berharga yang diterbitkan
Issued Marketable Securities
5 Pinjaman yang diterima | Borrowing
6 Kewajiban lainnya | Other Liablities
7 Lain-lain | Others
Jumlah Kewajiban | Total Liabilities
Selisih Aset dengan kewajiban dalam neraca
Asset - Liabilities
II. Rekening Administratif | Off Balance Sheet
A. Tagihan rekening administratif | Administrative
Receivable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Tagihan rekening administratif
Total Administrative Receivable
B. Kewajiban rekening administratif | Administrative
Payable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Kewajiban rekening administratif
Total Administrative Payable
Table of Maturity Profile Foreign Currency
– Bank Only
Tagihan Bersih
Net Amount
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2015 | 31 December 2015
Jatuh Tempo | Maturity
> 1 bln s.d 3 > 3 bln s.d 6 > 6 bln s.d 12
< 1 bulan
bln
bln
bln
> 12 bulan
up to 1 month >1 month to >3 months to >6 months >12 months
3 months
6 months to 12 months
5.073
1.020.021
5.073
882.199
-
218.878
218.878
-
3.819.135
13.805.330
771.422
422.662
20.062.521
1.035.943
163.869
225.605
422.662
2.954.229
2.783.192
442.392
154.695
3.380.279
705.873
391.122
1.234.817
2.214.994
2.214.994
10.278.202
-
2.940.836
2.430.695
383.457
45.573
81.111
-
137.822
-
-
-
10.278.202
-
-
-
-
-
-
-
-
11.924.025
11.828
337.347
15.214.036
11.828
137.106
2.579.629
1.102.800
84.543
1.570.800
3.239.475
44.636
3.329.684
2.412.375
71.062
2.564.548
5.169.375
-
4.848.485
374.600
1.809.479
(2.094.867)
2.540.865
2.540.865
870.826
870.826
888.595
888.595
368.556
412.888
-
368.556
412.888
-
1.827.459
78.946
9.046.102
1.182.119
1.182.119
2.108.554
2.108.554
545.348
32.422
577.770
2.271.368
2.271.368
2.859.767
46.524
2.906.291
(1.219.959)
(209.214)
(1.858.480)
(2.906.291)
(349.554)
5.169.375
5.108.827
Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam rekening administratif
Administrative Receivable - Administrative Payable
(6.505.237)
(311.293)
Selisih [(IA-IB) + (IIA-IIB)] | Difference [(IA-IB) + (IIA-IIB)]
(1.656.752)
63.307
589.520
(2.304.081)
(2.208.034)
2.202.536
63.307
652.827
(1.651.254)
(3.859.288)
(1.656.752)
Selisih kumulatif | Cummulative Difference
-
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
65
Rekening
Account
I. Eksposur Neraca | On Balance Sheet
A. Aset | Asset
1 Kas | Cash
2 Penempatan pada Bank Indonesia
Placement to BI
3 Penempatan pada bank lain
Placement to Other Bank
4 Surat Berharga | Marketable Securities
5 Kredit yang diberikan | Loan
6 Tagihan lainnya | Other Receivables
7 Lain-lain | Others
Jumlah Aset | Total Asset
B. Kewajiban | Liabilities
1 Dana pihak ketiga
Deposit from Customer
2 Kewajiban kepada Bank Indonesia
Liabilities to BI
3 Kewajiban kepada Bank lain
Liabilities to Bank
4 Surat berharga yang diterbitkan
Issued Marketable Securities
5 Pinjaman yang diterima | Borrowing
6 Kewajiban lainnya | Other Liablities
7 Lain-lain | Others
Jumlah Kewajiban | Total Liabilities
Selisih Aset dengan kewajiban dalam neraca
Asset - Liabilities
II. Rekening Administratif | Off Balance Sheet
A. Tagihan rekening administratif | Administrative
Receivable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Tagihan rekening administratif
Total Administrative Receivable
B. Kewajiban rekening administratif | Administrative
Payable
1 Komitmen | Commitment
2 Kontijensi | Contingent
Jumlah Kewajiban rekening administratif
Total Administrative Payable
Tagihan Bersih
Net Amount
(Dalam jutaan rupiah | In Milion Rupiah )
31 Desember 2014 | 31 December 2014
Jatuh Tempo | Maturity
> 1 bln s.d 3 > 3 bln s.d 6 > 6 bln s.d 12
< 1 bulan
bln
bln
bln
> 12 bulan
up to 1 month >1 month to >3 months to >6 months >12 months
3 months
6 months to 12 months
2,601
1,154,282
2,601
1,154,282
-
690,216
690,216
-
15,023
11,643,188
1,062,509
991,060
15,558,879
15,023
300,448
838,105
991,060
3,991,735
913,468
171,879
1,085,347
1,569,588
52,525
1,622,113
2,069,905
2,069,905
6,789,779
-
1,664,619
1,452,650
205,207
6,762
-
-
-
-
-
6,789,779
-
-
-
-
-
-
-
-
11,765,750
30,331
5,326
13,466,026
1,052,725
28,944
5,326
2,539,645
1,387
-
5,015,925
-
5,697,100
-
206,594
6,762
5,015,925
5,697,100
2,092,853
1,452,090
878,753
1,615,351
(2,946,020)
1,092,679
1,592,153
1,592,153
1,055,152
1,055,152
279,604
279,604
105,396
152,001
-
105,396
152,001
-
1,827,459
69,083
7,278,381
1,658,835
272
1,659,107
1,457,331
359
1,457,690
713,042
29,464
742,506
1,370,896
38,988
1,409,884
2,009,194
2,009,194
(1,178,086)
(637,110)
(1,257,883)
(2,009,194)
978,241
(4,203,903)
(916,515)
1,527,043
(2,676,860)
(3,593,375)
Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam rekening administratif
Administrative Receivable - Administrative Payable
(5,686,228)
(603,955)
Selisih [(IA-IB) + (IIA-IIB)] | Difference [(IA-IB) + (IIA-IIB)]
(3,593,375)
848,135
(299,333)
848,135
548,802
Selisih kumulatif | Cummulative Difference
-
-
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
66
MANAJEMEN
The Management
KOMITE–KOMITE INTERNAL
Peraturan Bank Indonesia no 2/27/PBI/2000 tanggal 15
Desember 2000 mengenai Bank umum menyebutkan
bahwa pejabat eksekutif adalah pejabat yang mempunyai
pengaruh terhadap kebijakan dan operasional bank serta
bertanggung jawab langsung kepada Direksi. Keputusan
yang dibuat dan diambil atas semua kebijakan harus
mendapat persetujuan dari komite yang terkait.
INTERNAL COMMITTEES
Bank Indonesia regulation No 2/27/PBI/2000 dated
December 15, 2000 regarding Commercial bank defines
Executive Officer as any position exerting influence on
bank policy and operations and is directly responsible to
the Boards of Directors. Relevant committee approved
decisions on policies and directions of the bank.
Komite-komite yang terdapat dalam bank adalah:
Established committees in the bank are:
i. KOMITE MANAJEMEN
Komite ini bertanggung jawab atas efisiensi kinerja
bank. Termasuk penelahaan secara periodik dan
pengarahan operasional, personalia, serta bagian umum
yang akan dibawa dan dibicarakan didalam komite.
Rapat akan diadakan setiap bulan atau sesuai dengan
kebutuhan.
i. MANAGEMENT COMMITTEE
The committee is responsible to ensure proper and
efficient bank performance running. It covers the
periodical review and direction of operations, personnel
and general affairs. Any matters arise during the course
of operation will be brought up by appropriate members
for further deliberation of the committee. The meeting
will be held monthly or as often as required.
The current members are:
- Chalit Tayjasanant
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Lily D. Eman
- Michael Anthony Kosman
- Anwar Munaf.
- Heru Purwanto
- Louis Chandra
- Mario Prayitno
Anggota komite saat ini adalah:
- Chalit Tayjasanant
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Lily D. Eman
- Michael Anthony Kosman
- Anwar Munaf
- Heru Purwanto
- Louis Chandra
- Mario Prayitno
ii. KOMITE ASET dan KEWAJIBAN
ALCO adalah komite yang specific dibentuk dibawah
IBG (International Banking Group – HO) yang
bertanggung jawab dalam mengelola asset dan
kewajiban bank sekaligus melaporkannya pada IBG.
Beranggotakan sebagai berikut:
- Chalit Tayjasanant
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Lily D. Eman
- Michael Anthony Kosman
- Anwar Munaf
- Heru Purwanto
- Louis Chandra
- Mario Prayitno
ii. ASSETS AND LIABILITIES COMMITTEE
ALCO is a specific committee delegated by IBG to be
responsible for managing bank’s assets and liabilities as
well as to report to IBG through Management
Committee.
With the following members:
- Chalit Tayjasanant
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Lily D. Eman
- Michael Anthony Kosman
- Anwar Munaf
- Heru Purwanto
- Louis Chandra
- Mario Prayitno
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
67
iii. KOMITE KREDIT
iii. LOAN COMMITTEE
Tanggung jawab utama dari komite ini adalah
The main responsibility of this committee is to assess
mengakses dan menganalisa seluruh portofolio
and analyze all the banks’ loan portfolio, which includes
pinjaman dari bank termasuk baik rekening pinjaman
active and non-performing loan accounts. The meeting
lancar maupun pinjaman bermasalah.
will be held weekly and attended by members
Rapat diadakan setiap minggu dan dihadiri oleh anggota
specifically approved by Head Office.
yang spesifik telah disetujui oleh Kantor Pusat.
Anggota komite saat ini adalah:
- Chalit Tayjasanant
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Lily D. Eman
- Michael Anthony Kosman
- Anwar Munaf
- Heru Purwanto
- Mario Prayitno
iiii. KOMITE MANAGEMEN RESIKO
Komite ini bertanggung jawab atas pemantauan
penerapan kebijakan managemen resiko, memantau
posisi resiko untuk setiap jenis resiko dan aktivitas
fungsional serta memeriksa secara berkala mengenai
managemen resiko.
Rapat akan diadakan setiap bulan atau sesuai dengan
kebutuhan.
Anggota komite yang sekarang adalah:
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Heru Purwanto
- Anwar Munaf
- Mario Prayitno
The current members are:
- Chalit Tayjasanant
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Lily D. Eman
- Michael Anthony Kosman
- Anwar Munaf
- Heru Purwanto
- Mario Prayitno
iiii. RISK MANAGEMENT COMMITTE
The Committee is responsible to monitor the
implementation of risk management strategy,
composite risk position for each type and functional
activity and periodically review on risk management
procedure.
The meeting will be held monthly basis or as often as
required.
The current members are:
- Joko Chahjono
- Nithapong Senavongse
- Udomsab Srirojanakul
- Heru Purwanto
- Anwar Munaf
- Mario Prayitno
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
68
Pejabat Eksekutif / Executives:
Chalit Tayjasanant, Senior Vice President
General Manager, lahir pada tanggal 24 Mei 1953, sebelum
penunjukkannya pada bulan Maret 2002, beliau menjabat
sebagai Pejabat Kepala Eksekutif dan Direktur Eksekutif
dari Bangkok Bank Berhad, Kuala lumpur. Setelah
mendapat gelar Bachelor of Science dari Michigan
Technological University, dan Master of Science dari
University of Dallas, beliau bergabung dengan Bangkok
Bank Kantor pusat pada bulan Januari 1981
General Manager, born on May 24, 1953, before his
appointment in March 2002, he was formerly Chief
Executive Officer & Executive Director of Bangkok Bank
Berhad, Kuala Lumpur. After receiving his Bachelor of
Science from Michigan Technological University and
Master of Science from University of Dallas, he joined
Bangkok Bank, Head Office in January 1981.
Joko Chahjono, Senior Vice President
Deputy General Manager, lahir pada tanggal 23 Maret
1962. Beliau bergabung dengan Bangkok Bank, Jakarta
tahun 1989 sebagai Operation Officer. Pada tahun 2001,
diangkat sebagai Vice President yang membawahi
Departemen Operasional. Selanjutnya di tahun 2008, beliau
diangkat sebagai Deputy General Manager yang
membawahi Departmen Operasional dan Supports &
Services. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dalam
bidang Akuntansi dari Universitas Tarumanegara, Jakarta
pada tahun 1986.
Deputy General Manager, born on March 23, 1962, He
joined Bangkok Bank, Jakarta in 1989 as Operation
Officer. In 2001, he was promoted to Vice President and
supervises Operation Department. Subsequently, in 2008,
he was promoted to Deputy General Manager to supervise
both Operations and Supports & Services Department. He
obtained his Bachelor of Economics in Accounting from
University of Tarumanegara, Jakarta in 1986.
Nithapong Senavongse, Vice President
Deputy General Manager, lahir pada tanggal 6 Maret 1968.
sebelum penunjukkannya pada bulan September 2015,
beliau menjabat sebagai Vice President di Bangkok Bank
Kantor Pusat, beliau diangkat sebagai Deputy General
Manager yang membawahi Kantor Cabang Pembantu
Surabaya dan Medan. Beliau meraih gelar Bachelor of
Comunication Arts dari Bangkok University di Bangkok,
Thailand pada tahun 1989 dan Master of Business
Administration dari Campbell University, di North
Carolina, Amerika Serikat, pada tahun 1993.
Deputy General Manager, born on March 6, 1968, before
his appointment in September 2015, he was formerly Vice
President in Bangkok Bank, Head Office. He was
promoted to Deputy General Manager to supervise both
Surabaya Sub-branch and Medan Sub-branch. He obtained
his Bachelor of Comunication Art from Bangkok
University in Bangkok, Thailand in 1989 and Master of
Business Administration from Campbell University, North
Carolina in United Stated of America in 1993.
Udomsab Srirojanakul, Assisten Vice President
Deputy General Manager, lahir pada tanggal 11 Agustus
1968. sebelum penunjukkannya pada bulan Juni 2012,
beliau menjabat sebagai Assisten Vice President di
International Branch Business Department Bangkok Bank
Kantor Pusat, beliau diangkat sebagai Deputy General
Manager yang membawahi Departemen Managemen
Risiko dan Credit Acceptance. Beliau meraih gelar
Bachelor of Business Administration dari Assumption
University di Bangkok, Thailand pada tahun 1992 dan
Master of Business Administration dari University of
Central Oklahoma di Amerika Serikat pada tahun 1995.
Deputy General Manager, born on August 11, 1968, before
her appointment in June 2012, she was formerly Assisten
Vice President International Branch Business Department
of Bangkok Bank, Head Office. She was promoted to
Deputy General Manager to supervise both Risk
Management and Credit Acceptance Department. She
obtained her Bachelor of Business from Assumption
University in Bangkok, Thailand in 1992 and Master of
Business Administration from University of Central
Oklahoma in United Stated of America in 1995.
Lily Darmawati Eman, Vice President
Head of Operations, lahir pada tanggal 17 Maret 1964,
bergabung dengan Bangkok Bank sejak tahun 1986 dimulai
dari bagian Credit Administration dan menjadi kepala
Customer Services pada tahun 2004. Di angkat sebagai
Head of Operations, born on March 17, 1964, joined with
Bangkok Bank since 1986. In the beginning, she started her
career in Credit Administation unit, and became Head of
Customer Services in 2004. She was promoted to Asisstant
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
69
Asisstant Vice president di tahun 2007. Selanjutnya, di
tahun 2008, beliau di promosikan menjadi Vice President
yang mengepalai Operations Department. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Muda dalam bidang Ilmu
Kesekretarisan dari Akademi Sekretaris LPK Tarakanita di
tahun 1986 dan Sarjana Ekonomi dalam bidang
Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia di tahun
1995.
Vice President in 2007. Next, in 2008, she was promoted to
Vice President of Operations Department. She obtained her
diploma degree in Secretrarial Knowledge from LPK
Tarakanita College in 1986 and Bachelor of Economics in
Financial Management from University of Indonesia in
1995.
Michael Anthony Kosman, Vice President
Head of Marketing, lahir pada tanggal 17 April 1969,
bergabung dengan Bangkok Bank sejak tahun 2006 dimulai
sebagai Marketing Officer dan menjadi Vice President
/Head of Marketing pada tahun 2009. Beliau memperoleh
gelar Bachelor of Science dalam bidang Accounting dari
Rutger’s State University of New Jersey (AS) dan Master
in Business Administration dalam bidang Keuangan dari
ST. John’s University di New York (AS).
Head of Marketing, born on April 17, 1969, joined with
Bangkok Bank since 2006. In the beginning, he started his
career as a Marketing Officer, and became Head of
Marketing in 2009. He obtained his Bachelor of Science in
Accounting from Rutger’s State University of New Jersey
(USA) and Master in Business Administration major in
Finance from Saint John’s University in New York (USA).
Anwar Munaf, Assistant Vice President
Direktur Kepatuhan, lahir pada tanggal 20 April 1959,
bergabung dengan Bangkok Bank, Jakarta tahun 1989
dimulai dari posisi akunting supervisor hingga Kepala
bagian ekspor impor. Pada tahun 2002 diangkat sebagai
Assistant Vice President, membawahi departemen budget
dan planning. Dan sejak 14 November 2005 ditunjuk
sebagai Direktur Kepatuhan. Meraih gelar Sarjana
Ekonomi dalam bidang Akuntansi dari Sekolah Tinggi
Ekonomi Indonesia, Jakarta pada tahun 1986.
Compliance Director, born on April 20, 1959, he joined
Bangkok Bank Jakarta in 1989 started from Accounting
Supervisor to Head to Bills department. In 2002, he was
promoted to Assistant Vice President and supervises
Budget and Planning Department. And starting November
14, 2005 he was appointed to take position as Compliance
Officer. He obtained his bachelor of Economics in
Accounting from Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia,
Jakarta in 1986.
Louis Chandra, Assistant Vice President
Head of Supports and Services, lahir pada tanggal 08
December 1977, bergabung dengan Bangkok Bank sejak
tahun 2007 dan sekarang ini menjabat sebagai Assistant
Vice President. Beliau memperoleh pengalaman di bidang
akuntansi dan audit dari Deloitte Accounting Firm dan
berbagai program pelatihan. Beliau memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari City University of New York (AS) di
tahun 2003.
Head of Supports and Services, born on December 08,
1977, joined with Bangkok Bank since 2007, and hold a
position as Assitant Vice president. He obtained accounting
and auditing experiences from Deloitte Accounting Firm
and various training programs. He obtained Bachelor of
Business Administration from City University of New
York (U.S.A) in 2003.
Mario Prayitno, Assistant Vice President
Head of Audit and Control, lahir pada tanggal 28 April
1979, bergabung dengan Bangkok Bank sejak tahun 2005
dan sekarang ini menjabat sebagai Assistant Vice
President. Beliau memperoleh pengalaman di bidang
akuntansi dan audit dari Arthur Andersen auditing Firm
and Public Accountant Drs. J. Tanzil & Co., dan berbagai
program pelatihan. Beliau memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi dari Universitas Atma Jaya di tahun 2001.
Head of Audit and Control, born on April 28, 1979, joined
with Bangkok Bank since 2005, and hold a position as
Assitant Vice president. He obtained accounting and
auditing experiences from Arthur Andersen auditing Firm
and Public Accountant Drs. J. Tanzil & Co and various
training programs. He obtained Bachelor of Economy from
University of Atma Jaya in 2001.
Budi Trikarso, Assistant Vice President
Head of Bills, lahir pada tanggal 21 Maret 1966, bergabung
dengan Bangkok Bank sejak tahun 2007 sebagai Head of
Bills. Beliau memperoleh gelar Diploma dalam bidang
Managemen Keuangan dan Perbankan dari Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Perbanas di Jakarta, Indonesia.
Head of Bills, born on March 21, 1966, joined with
Bangkok Bank since 2007, he started his career as a Head
of Bills. He obtained his Diploma of Financial
Management and Banking from Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Perbanas in Jakarta, Indonesia.
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
70
Heru Purwanto, Assistant Vice President
Head of Treasury, lahir pada tanggal 15 Juni 1975,
bergabung dengan Bangkok Bank sejak tahun 2010 dimulai
sebagai Senior Dealer dan menjadi Head of Treasury pada
November 2010. Beliau memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi dalam bidang Business Administration dari
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi di Malang, Indonesia
Head of Treasury, born on June 15, 1975, joined with
Bangkok Bank since 2010. In the beginning, he started his
career as a Senior Dealer, and became Head of Treasury in
November 2010. He obtained his Bachelor of Business
Administration from Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi in
Malang, Indonesia.
Ridwan Martawidjaja, Assistant Vice President
Head of Credit Acceptance Unit, lahir pada tanggal 3 Juli
1978, bergabung dengan Bangkok Bank Jakarta sejak
tahun 2008. Beliau memulai karirnya dengan menjadi
Credit Acceptance Unit Officer, dan kemudian menjadi
Head of Credit Acceptance Unit pada bulan Februari 2010.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Managmen Keuangan
dari Universitas Curtin di Perth, Australia pada tahun 2000.
Head of Credit Acceptance Unit, born on July 03, 1978,
joined with Bangkok Bank Jakarta since 2008. In the
beginning, he started his career as a Credit Acceptance
Unit Officer, and become Head of Credit Acceptance Unit
in February 2010. He obtained his Bachelor of Commerce
majoring in Finance from Curtin University in Perth,
Australia in 2000.
Benjaporn Wongwatana, Assistant Vice President
Head of Human Resources and General Administration,
lahir pada tanggal 10 Januari 1967, memperoleh
kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1996, bergabung
dengan Bangkok Bank Jakarta pada bulan Mei 2010, dan
menjabat sebagai Assistant Vice President. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas
Chulalongkorn di Bangkok, Thailand pada tahun 1988,
memperoleh gelar Master of Science in Administration dari
Universitas Boston di Boston, USA pada tahun 1992 and
Master Bisnis Administrasi Keuangan dari Universitas
Suffolk di Boston, USA pada tahun 1993.
Head of Human Resources and General Administration,
born on January 10, 1967, gained Indonesia citizenship in
1996, joined with Bangkok Bank Jakarta in May 2010, and
hold a position as Assistant Vice President. She obtained
her Bachelor of Art majoring in Accounting Theory from
Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand in 1988,
Master of Science in Administration majoring in
Organizational Policy from Boston University in Boston,
USA in 1992 and Master of Business Administration
majoring in Finance from Suffolk University in Boston,
USA in 1993.
Joko Susanto, Chief Officer
Head of Support and Services, lahir pada tanggal 22 Maret
1985, bergabung dengan Bangkok Bank Jakarta pada
Desember 2011 sebagai Accounting Officer dan menjadi
Head of Support and Services pada tahun 2013. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Administrasi Publik kejuruan
Akuntansi Perpajakan dari Sekolah Tinggi Ilmu
Administrasi Mandala Indonesia di Jakarta, Indonesia.
Head of Support and Services, born on March 22, 1985,
joined with Bangkok Bank Jakarta in December 2011 as an
Accounting Unit Officer and become as Head of Support
and Services in 2013. He obtained his Bachelor of Public
Administration majoring in Tax Accounting from Sekolah
Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia in Jakarta,
Indonesia. .
Zainal Karnadi, Chief Officer
Sub-branch Manager, lahir pada tanggal 24 Maret 1970,
bergabung dengan Bangkok Bank sejak tahun 2012 dimulai
sebagai Sub-branch Manager cabang Surabaya pada
Februarit 2012. Beliau memperoleh gelar Sarjana Hukum
Bisnis dari Universitas Airlangga di Surabaya, Indonesia
Sub-branch Manager, born on March 24, 1970, joined with
Bangkok Bank since 2012. In the beginning, he started his
career as a Sub-branch Manager of Surabaya Sub-branch in
February 2012. He obtained his Bachelor of Commercial
Law from Airlangga University in Surabaya, Indonesia
Hartono, Chief Officer
Sub-branch Manager, lahir pada tanggal 19 November
1979, bergabung dengan Bangkok Bank sejak tahun 2013
dimulai sebagai Sub-branch Manager cabang Medan pada
Oktober 2013. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
dalam bidang Managemen dari Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Harapan di Medan, Indonesia
Sub-branch Manager, born on June 15, 1975, joined with
Bangkok Bank since 2013. In the beginning, he started his
career as a Sub-branch Manager of Medan Sub-branch in
October 2013. He obtained his Bachelor of Business
Management from Sekolah Tinggi Ilmu Ekonimi Harapan
in Medan, Indonesia.
*****
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
71
LAPORAN TAHUNAN 2015
ANNUAL REPORT
72
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED –
CABANG JAKARTA/JAKARTA BRANCH
LAPORAN KEUANGAN/
FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015/
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2015
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED –
CABANG JAKARTA
DAFTAR ISI
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED –
JAKARTA BRANCH
TABLE OF CONTENTS
Halaman/
Page
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
1
DIRECTORS’ STATEMENT LETTER
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
LAPORAN KEUANGAN –
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015
FINANCIAL STATEMENTS –
For the year ended December 31, 2015
Laporan Posisi Keuangan
3
Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain
5
Statement of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income
Laporan Perubahan Akun Kantor Pusat
6
Statement of Changes in Head Office Account
Laporan Arus Kas
7
Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan
9
Notes to Financial Statements
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2015
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
DECEMBER 31, 2015
Catatan/
Notes
31 Desember/
December 31,
2015
Rp
31 Desember/
December 31,
2014
Rp
ASET
ASSETS
Kas
5
12.319.799.405
10.443.558.835
Giro pada Bank Indonesia
6
677.164.109.077
462.325.829.736
Giro pada Bank Lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
7
32
9.136.117.108
68.193.464.975
77.329.582.083
11.356.904.052
68.465.845.968
79.822.750.020
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank Lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
Efek-efek
Dimiliki hingga jatuh tempo - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 589.793.104 pada tanggal
31 Desember 2015
Tersedia untuk dijual
Jumlah
Tagihan Akseptasi - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 55.789.977.323 pada
31 Desember 2015 dan Rp 38.213.406.255
pada 31 Desember 2014
8
32
990.800.000.000
3.077.280.000.000
4.068.080.000.000
9
10
11
Kredit
Pihak berelasi
Pihak ketiga - setelah dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 967.504.846.950
pada 31 Desember 2015 dan
Rp 520.763.063.992 pada
31 Desember 2014
Jumlah
12
32
Demand Deposits with Other Banks
Related parties
Third parties
Total
Placements with Bank Indonesia and
Other Banks
Related parties
Third parties
Total
1.175.079.918.656
307.236.115.520
1.482.316.034.176
Held-to-maturity - net of allowance for
impairment losses of Rp 589,793,104
as of December 31, 2015
Available-for-sale
Total
1.237.509.402.195
1.277.690.820.575
Acceptances Receivable - net of
allowance for impairment losses
of Rp 55,789,977,323 as of December 31,
2015 and Rp 38,213,406,255 as of
December 31, 2014
128.684.962.538
23.595.741.994
4.072.288.628
309.684.110
19.169.519.760.592
19.173.592.049.220
14.993.149.885.705
14.993.459.569.815
49.545.575.637
58.767.984.186
Interest Receivables
Premises and Equipment - net of
accumulated depreciation of
Rp 32,336,556,259 as of
December 31, 2015 and
Rp 27,411,158,530 as of
December 31, 2014
13,32
Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar
Rp 32.336.556.259 pada
31 Desember 2015 dan
Rp 27.411.158.530 pada
31 Desember 2014
14
96.196.740.890
95.151.579.205
Aset Pajak Tangguhan
29
285.609.268.458
127.463.291.061
Aset Lain-lain
15
60.546.116.155
63.212.528.133
24.517.014.742.881
22.742.329.687.736
JUMLAH ASET
Demand Deposits with Bank Indonesia
Securities
904.102.360.843
293.764.776.380
1.197.867.137.223
Tagihan Derivatif
Pihak ketiga
Piutang Bunga
413.550.000.000
1.107.100.000.000
1.520.650.000.000
Cash
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Derivative Receivables
Third parties
Loans
Related parties
Third parties - net of allowance for
impairment losses of
Rp 967,504,846,950 as of
December 31, 2015 and
Rp 520,763,063,992 as of
December 31, 2014
Total
Deferred Tax Assets
Other Assets
TOTAL ASSETS
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-3-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 - Lanjutan
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
DECEMBER 31, 2015 - Continued
Catatan/
Notes
31 Desember/
December 31,
2015
Rp
31 Desember/
December 31,
2014
Rp
LIABILITAS DAN AKUN KANTOR PUSAT
LIABILITIES AND HEAD OFFICE ACCOUNT
LIABILITAS
LIABILITIES
Liabilitas Segera
16
900.688
11.778.348
Simpanan
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
17
32
Simpanan dari Bank Lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
18
32
Liabilitas Akseptasi
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
10
32
Liabilitas Derivatif
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
11
32
Utang Pajak
9.259.822.219
5.109.051.533.015
5.118.311.355.234
3.430.135.537
4.417.659.148.767
4.421.089.284.304
Deposits
Related parties
Third parties
Total
11.906.781.149
690.560.000.000
702.466.781.149
1.067.205.255.942
80.000.000.000
1.147.205.255.942
Deposits from Other Banks
Related parties
Third parties
Total
2.871.315.154
1.290.428.064.364
1.293.299.379.518
5.849.970.532
1.310.054.256.298
1.315.904.226.830
Acceptances Payable
Related parties
Third parties
Total
71.651.521.860
74.312.851.480
145.964.373.340
1.948.654.662
27.955.150.593
29.903.805.255
19
250.316.008.058
214.140.806.637
21,32
25.046.609.522
22.685.175.408
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
28
15.394.535.000
7.309.775.000
Liabilitas Lain-lain
22
276.475.968.069
182.299.255.088
11.924.025.000.000
10.713.025.000.000
Declared Working Capital Funds
19.751.300.910.578
18.053.574.362.812
TOTAL LIABILITIES
Biaya Masih Harus Dibayar
Dana Usaha yang Dinyatakan
20,32
JUMLAH LIABILITAS
AKUN KANTOR PUSAT
Dana dari Kantor Pusat
Derivative Payables
Related parties
Third parties
Total
Taxes Payable
Accrued Expenses
Post-employment Benefits Obligation
Other Liabilities
HEAD OFFICE ACCOUNT
23
3.690.957.180.000
Penghasilan Komprehensif Lain
Laba Belum Ditransfer
Liabilities Due Immediately
(7.076.656.074)
23
3.690.957.180.000
1.045.775.514
1.081.833.308.377
996.752.369.410
JUMLAH AKUN KANTOR PUSAT
4.765.713.832.303
4.688.755.324.924
JUMLAH LIABILITAS DAN AKUN
KANTOR PUSAT
24.517.014.742.881
22.742.329.687.736
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Head Office Contribution Fund
Other Comprehensive Income
Unremitted Earnings
TOTAL HEAD OFFICE ACCOUNT
TOTAL LIABILITIES AND HEAD OFFICE
ACCOUNT
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-4-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
Catatan/
Notes
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2015
2015
Rp
2014
Rp
1.365.588.226.643
356.866.271.257
1.006.274.255.631
180.861.074.076
1.008.721.955.386
825.413.181.555
24.272.201.781
32.685.019.962
OTHER OPERATING REVENUES
Other commissions and fees - net
42.720.804.978
3.082.729.053
27.640.194.773
2.629.112.989
2.859.335.496
Gains on foreign exchange transactions - net
Gains on sale of securities
Other revenues - net
70.075.735.812
65.813.663.220
Total Other Operating Revenues
589.793.104
18.211.160.780
375.265.831.134
30.023.203.086
157.532.110.387
PROVISION FOR IMPAIRMENT LOSSES
Securities
Acceptances receivable
Loans
394.066.785.018
187.555.313.473
Total Provision for Impairment Losses
43.726.561.689
62.164.123.774
37.900.209.186
41.219.318.891
OTHER OPERATING EXPENSES
Personnel expenses
General and administration expenses
Jumlah Beban Operasional Lainnya
105.890.685.463
79.119.528.077
Total Other Operating Expenses
PENDAPATAN OPERASIONAL - BERSIH
578.840.220.717
624.552.003.225
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga
Beban bunga
24,32
25,32
Pendapatan Bunga - Bersih
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Provisi dan komisi lainnya - bersih
Keuntungan transaksi mata uang asing bersih
Keuntungan atas penjualan efek-efek
Pendapatan lain-lain - bersih
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya
BEBAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Kredit
9
10
12
Jumlah Kerugian Penurunan Nilai
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban personalia
Beban umum dan administrasi
26,32
27,32
PENDAPATAN (BEBAN) NON-OPERASIONAL BERSIH
3.338.349.489
LABA SEBELUM PAJAK
BEBAN PAJAK
29
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN
(2.623.022.447)
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual
Pajak penghasilan terkait pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi
Subjumlah
OPERATING REVENUES - NET
NON-OPERATING INCOME (EXPENSES) NET
621.928.980.778
INCOME BEFORE TAX
245.861.655.039
250.871.149.813
TAX EXPENSE
336.316.915.167
371.057.830.965
NET INCOME FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Item that will not be reclassified subsequently
to profit or loss
28
(7.226.172.000)
-
29
2.890.468.800
(4.335.703.200)
-
9
(6.311.213.980)
3.175.045.032
29
2.524.485.592
(3.786.728.388)
(1.270.018.013)
1.905.027.019
(8.122.431.588)
1.905.027.019
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN TAHUN BERJALAN SETELAH
PAJAK
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
Interest Revenues - Net
582.178.570.206
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas kewajiban imbalan
pasti
Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Subjumlah
OPERATING REVENUES AND EXPENSES
Interest revenues
Interest expenses
328.194.483.579
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
372.962.857.984
Remeasurement to defined benefit obligation
Income tax relating to item that will be
reclassified subsequently to profit or loss
Subtotal
Item that will be reclassified subsequently to
profit or loss
Changes in fair value of AFS securities
Income tax relating to item that will not be
reclassified subsequently to profit or loss
Subtotal
TOTAL OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR AFTER TAX
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-5-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED - CABANG JAKARTA
LAPORAN PERUBAHAN AKUN KANTOR PUSAT
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
Catatan/
Notes
Saldo 1 Januari 2014
Dana dari
Kantor Pusat/
Head Office
contribution fund
Rp
1.942.569.030.000
Transfer dari Kantor Pusat
23
Transfer laba ke Kantor Pusat
23
1.748.388.150.000
Laba bersih tahun berjalan
Perubahan keuntungan yang belum
direalisasi atas efek-efek tersedia
untuk dijual setelah pajak
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED - JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF CHANGES IN HEAD OFFICE ACCOUNT
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2015
9
Saldo 31 Desember 2014
Penghasilan
komprehensif lain/
Other comprehensive
income
Rp
(859.251.505)
-
Saldo laba
belum ditransfer/
Unremitted
earnings
Rp
784.225.289.933
-
-
-
(158.530.751.488)
-
-
371.057.830.965
3.690.957.180.000
1.905.027.019
1.045.775.514
996.752.369.410
Transfer dari Kantor Pusat
23
-
-
Transfer laba ke Kantor Pusat
23
-
-
(251.235.976.200)
-
-
336.316.915.167
Laba bersih tahun berjalan
Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak
Pengukuran kembali atas kewajiban
imbalan pasti
Perubahan nilai wajar efek tersedia
untuk dijual
Jumlah penghasilan komprehensif lain setelah pajak
Saldo 31 Desember 2015
-
9,28
Jumlah akun
Kantor Pusat/
Total Head
Office account
Rp
2.725.935.068.428
Balance as of January 1, 2014
1.748.388.150.000
Transfer from Head Office
(158.530.751.488) Remitted earnings to Head Office
371.057.830.965
1.905.027.019
4.688.755.324.924
-
Net income for the year
Changes of unrealized gains on availablefor sale securities after tax
Balance as of December 31, 2014
Transfer from Head Office
(251.235.976.200) Remitted earnings to Head Office
336.316.915.167
Net income for the year
-
(4.335.703.200)
-
Other comprehensive income - after tax
Remeasurement to defined benefit
(4.335.703.200)
obligation
-
(3.786.728.388)
-
(3.786.728.388)
-
(8.122.431.588)
-
(8.122.431.588) Total other comprehensive income - after tax
3.690.957.180.000
(7.076.656.074)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
1.081.833.308.377
4.765.713.832.303
Changes in fair value of AFS securities
Balance as of December 31, 2015
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-6-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2015
2015
Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba sebelum pajak
Penyesuaian untuk:
Pendapatan bunga
Beban bunga
Penyusutan aset tetap
Amortisasi aset tak berwujud
Beban imbalan pasca kerja
Keuntungan penjualan aset tetap
Penyisihan kerugian penurunan nilai
Kerugian selisih kurs yang belum direalisasi
Arus Kas Operasi sebelum Perubahan
Modal Kerja
Penurunan (kenaikan) aset operasi
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain
Tagihan derivatif
Kredit
Aset lain-lain
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas derivatif
Utang pajak
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas imbalan pasca kerja
Liabilitas lain-lain
Jumlah
Pembayaran pajak penghasilan badan
Bunga yang diterima
Bunga yang dibayar
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi
2014
Rp
582.178.570.206
621.928.980.778
(1.365.588.226.643)
356.866.271.257
4.925.397.729
327.835.409
6.753.119.000
394.066.785.018
1.281.841.362.112
(1.006.274.255.631)
180.861.074.076
5.688.529.984
548.608.544
5.381.157.000
(150.000.000)
200.173.361.940
153.725.000.000
1.261.371.114.088
161.882.456.691
900.000.000.000
(105.089.220.544)
(4.626.874.262.363)
2.338.576.569
(717.450.000.000)
3.050.245.495
(3.620.111.148.421)
(32.062.032.273)
(10.877.660)
697.222.070.930
(444.738.474.793)
116.060.568.085
(1.258.228.586)
1.736.268.167
1.331.641.000
(157.059.263.219)
(64.459.940)
1.810.320.052.811
627.207.012.686
12.974.347.684
(94.347.598.839)
(158.428.462)
(4.627.025.000)
(85.594.123.250)
(3.616.341.202.414)
(2.100.863.157.509)
(364.049.716.837)
1.374.810.635.192
(356.241.105.310)
(112.945.096.310)
980.184.196.408
(171.179.613.279)
(1.700.450.275.281)
(1.242.921.213.999)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Income before tax
Adjustments for:
Interest revenues
Interest expenses
Depreciation of premises and equipment
Amortization of intangible assets
Post-employement benefits expense
Gain on sales of premises and equipment
Provision for impairment losses
Unrealized losses from foreign exchange
Operating Cash Flows before Changes
Working Capital
Decrease (increase) in operating assets
Placements with Bank Indonesia and other
banks
Derivative receivables
Loans
Other assets
Increase (decrease) in operating liabilities
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Derivative payables
Taxes payable
Accrued expenses
Post-employment benefits obligation
Other liabilities
Total
Payment of corporate income tax
Interest received
Interest paid
Net Cash Used in Operating Activities
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-7-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015 - Lanjutan
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2015 - Continued
2015
Rp
2014
Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Efek-efek
Perolehan aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
273.212.186.669
(5.970.559.414)
-
(115.923.647.991)
(4.770.895.284)
150.000.000
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Securities
Acquisition of premises and equipment
Proceeds from sale of premises and equipment
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi
267.241.627.255
(120.544.543.275)
Net Cash Provided by (Used in) Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan dana usaha yang dinyatakan
Penambahan dana dari Kantor Pusat
-
1.857.750.000.000
1.748.388.150.000
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Increase in declared working capital funds
Additional Head Office contribution fund
Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan
-
3.606.138.150.000
Net Cash Provided by Financing Activities
(1.433.208.648.026)
2.242.672.392.726
NET INCREASE (DECREASE) IN CASH
AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
3.720.672.138.591
1.477.999.745.865
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
2.287.463.490.565
3.720.672.138.591
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
END OF YEAR
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain (Catatan 30)
Jumlah
12.319.799.405
677.164.109.077
77.329.582.083
10.443.558.835
462.325.829.736
79.822.750.020
1.520.650.000.000
3.168.080.000.000
2.287.463.490.565
3.720.672.138.591
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
CASH AND CASH EQUIVALENTS
CONSIST OF:
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia and other
banks (Note 30)
Total
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-8-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
1.
UMUM
1.
GENERAL
Bangkok Bank Public Company Limited – Cabang
Jakarta (Cabang) adalah kantor cabang Bangkok
Bank Public Company Limited yang didirikan di
Bangkok, Thailand. Cabang melakukan kegiatan
usahanya sejak bulan Juli 1968 berdasarkan
Undang-undang Perbankan No. 14 tahun 1967
sebagaimana telah diperbaharui.
Bangkok Bank Public Company Limited - Jakarta
Branch (the Branch) is a branch office of Bangkok
Bank Public Company Limited (Head Office),
incorporated in Bangkok, Thailand. The Branch has
been operating since July 1968 under the
framework of Banking Law No. 14 of 1967 as
amended.
Cabang memperoleh izin untuk melakukan
kegiatan usahanya dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya
No. D.15.6.3.26 pada tanggal 21 Juni 1968. Sesuai
surat keputusan Bank Indonesia No. 4/12/KEP.DIR
tanggal 22 Juni 1968, ditetapkan status Cabang
sebagai bank devisa.
The Branch obtained its license as a general bank
from the Minister of Finance of the Republic of
Indonesia through his decree No. D.15.6.3.26
dated June 21, 1968. Pursuant to Bank Indonesia’s
Decree No. 4/12/KEP.DIR dated June 22, 1968,
the Branch obtained an approval for its status as a
foreign exchange bank.
Cabang merupakan bagian dari Bangkok Bank
Public Company Limited dan tidak mempunyai
status hukum atau keberadaan yang terpisah.
The Branch is part of Bangkok Bank Public
Company Limited and has no separate legal status
or existence.
Sesuai dengan Klausa 3 Anggaran Dasar Kantor
Pusat, ruang lingkup kegiatan Cabang adalah
menjalankan usaha bank komersial termasuk
usaha lainnya yang terkait dengan bank.
According to Clause 3 of the Head Office’s
Memorandum of Association, the scope of its
activity is to carry on commercial banking business
as well as businesses related or incidential to
banking.
Cabang berdomisili di Jakarta dengan alamat di
Jl. M.H. Thamrin No. 3, Jakarta. Cabang memiliki
sub-cabang yang berlokasi di Surabaya dan
Medan. Jumlah karyawan Cabang masing-masing
adalah 88 dan 86 orang pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014.
The Branch is domiciled in Jakarta and is located
at Jl. M.H. Thamrin No. 3, Jakarta. The Branch has
sub-branches which is located in Surabaya and
Medan. The Branch has a total of 88 and 86
employees as of December 31, 2015 and 2014,
respectively.
Manajemen Cabang pada tanggal 31 Desember
2015 dan 2014 terdiri dari:
The Branch management as of December 31, 2015
and 2014:
Manajer Umum
Wakil Manajer Umum
Direktur Kepatuhan
2.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED
2015
2014
Chalit Tayjasanant
Joko Chahjono
Udomsab Srirojanakul
Nithapong Senavongse
Anwar Munaf
Chalit Tayjasanant
Joko Chahjono
Udomsab Srirojanakul
Nilubol Isarankura Na Ayudya
Anwar Munaf
General Manager
Deputy General Manager
Compliance Director
PENERAPAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN
INTERPRETASI
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK)
2.
ADOPTION
OF
NEW
AND
REVISED
STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING
STANDARDS (PSAK) AND INTERPRETATIONS
OF PSAK (ISAK)
a.
a.
a.
Standar yang berlaku efektif pada tahun
berjalan
Standards effective in the current year
Dalam
tahun
berjalan, Cabang telah
menerapkan semua standar baru dan revisi
serta
interpretasi yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia yang relevan dengan
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi
yang
dimulai
pada
tanggal
1 Januari 2015.
In the current year, the Branch has adopted all
of the new and revised standards and
interpretations issued by the Financial
Accounting Standard Board of the Indonesian
Institute of Accountants that are relevant to its
operations and effective for accounting
periods beginning on January 1, 2015.


PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan
Keuangan
-9-
PSAK 1 (revised 2013), Presentation of
Financial Statements
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Amandemen
terhadap
PSAK
1
memperkenalkan terminologi baru untuk
laporan
laba
rugi
komprehensif.
Berdasarkan amandemen terhadap
PSAK 1, laporan laba rugi komprehensif
telah diubah namanya menjadi laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain. Amandemen terhadap PSAK 1
mempertahankan opsi untuk menyajikan
laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain baik sebagai suatu laporan tunggal
atau disajikan dalam dua laporan
terpisah tetapi berturut-turut. Namun,
amandemen
terhadap
PSAK
1,
mengharuskan
tambahan
pengungkapan
dalam
bagian
penghasilan komprehensif lain dimana
pos-pos dari penghasilan komprehensif
lain
dikelompokkan
menjadi
dua
kategori: (1) tidak akan direklasifikasi
lebih lanjut ke laba rugi; dan (2) akan
direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi
ketika kondisi tertentu terpenuhi.
The amendments to PSAK 1 introduce
new terminology for the statement of
comprehensive income. Under the
amendments to PSAK 1, the statement
of comprehensive income is renamed as
a statement of profit or loss and other
comprehensive
income.
The
amendments to PSAK 1 retain the option
to present profit or loss and other
comprehensive income in either a single
statement or in two separate but
consecutive statements. However, the
amendments to PSAK 1, require
additional disclosures to be made in the
other comprehensive income section
such that items of other comprehensive
income are grouped into two categories:
(1) items that will not be reclassified
subsequently to profit or loss; and (2)
items that may be reclassified
subsequently to profit or loss when
specific conditions are met.
Amandemen ini telah diterapkan secara
retrospektif, dan oleh karena itu
penyajian pos penghasilan komprehensif
lain
telah
dimodifikasi
untuk
mencerminkan perubahan tersebut.
Selain perubahan yang telah dinyatakan
di atas, penerapan amandemen terhadap
PSAK 1 tidak mengakibatkan dampak
atas laba rugi, penghasilan komprehensif
lain dan jumlah laba rugi komprehensif.
The amendments have been applied
retrospectively,
and
hence
the
presentation
of
items
of
other
comprehensive income has been
modified to reflect the changes. Other
than the above mentioned presentation
changes, the application of the
amendments to PSAK 1 does not result
in any impact on profit and loss, other
comprehensive income and total
comprehensive income.

PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja

PSAK 24 (revised 2013), Employee
Benefits
Amandemen terhadap PSAK 24 atas
akuntansi program imbalan pasti dan
pesangon. Perubahan paling signifikan
terkait akuntansi atas perubahan dalam
kewajiban manfaat pasti dan aset
program. Amandemen mensyaratkan
pengakuan perubahan dalam kewajiban
imbalan pasti dan nilai wajar aset
program ketika amandemen terjadi, dan
karenanya
menghapus
pendekatan
koridor yang diijinkan berdasarkan
PSAK 24 versi sebelumnya dan
mempercepat pengakuan biaya jasa lalu.
The amendments to PSAK 24 change
the accounting for defined benefit plans
and termination benefits. The most
significant change relates to the
accounting for changes in defined benefit
obligations and plan assets. The
amendments require the recognition of
changes in defined benefit obligations
and in fair value of plan assets when they
occur, and hence eliminate the 'corridor
approach' permitted under the previous
version of PSAK 24 and accelerate the
recognition of past service costs.
Amandemen tersebut mensyaratkan
seluruh keuntungan dan kerugian
aktuaria
diakui
segera
melalui
penghasilan komprehensif lain agar
supaya aset atau liabilitas pensiun bersih
diakui dalam laporan posisi keuangan
mencerminkan jumlah keseluruhan dari
defisit atau surplus program. Lebih lanjut,
biaya bunga dan imbal hasil aset program
yang digunakan dalam versi sebelumnya
dari PSAK 24 digantikan dengan nilai
”bunga neto” berdasarkan PSAK 24
(revisi 2013) yang dihitung dengan
mengalikan tingkat diskonto dengan
liabilitas atau aset imbalan pasti neto.
The amendments require all actuarial
gains and losses to be recognised
immediately
through
other
comprehensive income in order for the
net pension asset or liability recognised
in the statement of financial position to
reflect the full value of the plan deficit or
surplus. Furthermore, the interest cost
and expected return on plan assets used
in the previous version of PSAK 24 are
replaced with a “net interest” amount
under PSAK 24 (revised 2013) which is
calculated by applying the discount rate
to the net defined benefit liability or asset.
- 10 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Penerapan PSAK 24 (revisi 2013) tidak
berdampak signifikan terhadap laporan
keuangan.
Cabang
membukukan
dampak penerapan PSAK 24 (revisi
2013) ke dalam laporan keuangan tahun
berjalan.

PSAK
46
Penghasilan
(revisi
2014),
Pajak
Amandemen
terhadap
PSAK
46:
(1) menghilangkan pengaturan tentang
pajak final yang sebelumnya termasuk
dalam ruang lingkup standar, dan
(2) menetapkan praduga yang dapat
dibantah bahwa jumlah tercatat properti
investasi yang diukur menggunakan
model nilai wajar dalam PSAK 13,
Properti Investasi akan dipulihkan
sepenuhnya melalui penjualan.
Berdasarkan
amandemen
tersebut,
kecuali praduga yang dapat dibantah,
pengukuran liabilitas pajak tangguhan
atau aset pajak tangguhan yang
disyaratkan
untuk
mencerminkan
konsekuensi pajak dari pemulihan jumlah
tercatat
properti investasi melalui
penjualan. Praduga penjualan ini dapat
dibantah jika properti investasi dapat
disusutkan dan investasi properti dimiliki
dalam model bisnis yang bertujuan untuk
mengonsumsi secara substansial seluruh
manfaat ekonomis atas investasi properti
dari waktu ke waktu, daripada melalui
penjualan.
Penerapan PSAK 46 tidak mempunyai
pengaruh material atas pengungkapan
atau jumlah-jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan.

The implementation of PSAK 24
(revised 2013) has no material effect to
the financial statements. The Branch
recorded
the
effect
from
the
implementation of PSAK 24 (revised
2013) to the current year financial
statements.




PSAK 46 (revised 2014), Income Taxes
The amendments to PSAK 46:
(1) remove references to final tax which
was previously scoped in the standard;
and
(2)
establish
a
rebuttable
presumption that the carrying amount of
an investment property measured using
the fair value model in PSAK 13,
Investment Property will be recovered
entirely through sale.


Under the amendments, unless the
presumption
is
rebutted,
the
measurement of the deferred tax liability
or deferred tax asset is required to reflect
the tax consequences of recovering the
carrying amount of the investment
property through sale. The “sale”
presumption is rebutted if the investment
property is depreciable and the
investment property is held within a
business model whose objective is to
consume substantially all of the
economic benefits embodied in the
investment property over time, rather
than through sale.


The application of PSAK 46 has had no
material impact on the disclosures or on
the amounts recognized in the financial
statements.
PSAK 48 (revisi 2014), Penurunan nilai
Aset

PSAK
48
telah
diubah
untuk
memasukkan persyaratan dari PSAK 68,
Pengukuran Nilai Wajar.

PSAK 48 has been amended
incorporate
the
requirements
PSAK 68, Fair Value Measurement.
Penerapan PSAK 48 tidak mempunyai
pengaruh material atas pengungkapan
atau jumlah-jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan.

The application of PSAK 48 has had no
material impact on the disclosures or on
the amounts recognized in the financial
statements.
- 11 -

PSAK 48 (revised 2014), Impairment of
Assets
to
of
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PSAK 50 (revisi 2014),
Keuangan: Penyajian
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Instrumen
Amandemen
terhadap
PSAK
50
mengklarifikasi
penerapan
tentang
persyaratan saling hapus. Secara
khusus,
amandemen
tersebut
mengklarifikasi arti dari “saat ini memiliki
hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus”
dan “realisasi dan penyelesaian secara
simultan”. Amandemen tersebut juga
mengklarifikasi bahwa pajak penghasilan
yang terkait dengan distribusi kepada
pemegang instrumen ekuitas dan biaya
transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46
(revisi
2014).
Amandemen
ini
mengharuskan
penerapan
secara
retrospektif. Cabang tidak mempunyai
perjanjian saling hapus, penerapan
amandemen tidak mempunyai pengaruh
material atas pengungkapan atau jumlahjumlah yang diakui dalam laporan
keuangan.

PSAK 55 (revisi 2014), Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
Amandemen
terhadap
PSAK
55
memberikan panduan persyaratan untuk
menghentikan akuntansi lindung nilai
ketika derivatif ditetapkan sebagai
instrumen
lindung
nilai
dinovasi
berdasarkan
keadaan
tertentu.
Amandemen
tersebut
juga
mengklarifikasi bahwa setiap perubahan
nilai wajar derivatif yang ditetapkan
sebagai suatu instrumen lindung nilai
akibat dari novasi termasuk dalam
penilaian dan pengukuran dari efektivitas
lindung nilai. Selanjutnya, amandemen
tersebut mengklarifikasi akuntansi dari
derivatif melekat dalam hal reklasifikasi
aset keuangan keluar dari kategori nilai
wajar melalui laba rugi – lihat
pembahasan dalam ISAK 26.
Standar
ini
juga
diubah
untuk
memasukkan persyaratan dari PSAK 68,
Pengukuran Nilai Wajar.
Penerapan PSAK 55 tidak mempunyai
pengaruh material atas pengungkapan
atau jumlah-jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan.












- 12 -

PSAK 50 (revised 2014), Financial
Instruments: Presentation
The amendments to PSAK 50 clarify
existing application issues relating to the
offsetting requirements. Specifically, the
amendments clarify the meaning of
“currently has a legal enforceable right of
set-off” and “simultaneous realization and
settlement.” The amendments also clarify
that income tax on distributions to holders
of an equity instrument and transaction
costs of an equity transaction should be
accounted for in accordance with
PSAK
46
(revised
2014).
The
amendments
require
retrospective
application. As the Branch does not have
any offsetting arrangements in place, the
application of the amendments has had
no material impact on the disclosures or
on the amounts recognized in the
financial statements.

PSAK 55 (revised 2014), Financial
Instruments:
Recognition
and
Measurement
The amendments to PSAK 55 provide
relief from the requirement to discontinue
hedge accounting when a derivative
designated as a hedging instrument is
novated under certain circumstances.
The amendments also clarify that any
change to the fair value of the derivative
designated as a hedging instrument
arising from the novation should be
included in the assessment and
measurement of hedge effectiveness.
Further, the amendments clarify the
accounting for embedded derivatives in
the case of a reclassification of a financial
asset out of the “fair value through profit
or loss” category – see discussion in
ISAK 26.
This standard is also amended to
incorporate
the
requirements
of
PSAK 68, Fair Value Measurement.
The application of PSAK 55 has had no
material impact on the disclosures or on
the amounts recognized in the financial
statements.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PSAK 60 (revisi 2014),
Keuangan: Pengungkapan
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Instrumen
Amandemen
terhadap
PSAK
60
menambahkan
persyaratan
pengungkapan
transaksi
termasuk
pengalihan aset keuangan. Amandemen
ini dimaksudkan untuk memberikan
transparansi yang lebih besar terkait
eksposur risiko jika aset keuangan
dialihkan tetapi entitas yang mengalihkan
tetap memilih keterlibatan berkelanjutan
atas aset tersebut. Amandemen tersebut
juga mensyaratkan pengungkapan jika
aset keuangan dialihkan tidak merata
sepanjang periode. Selanjutnya, entitas
disyaratkan
untuk
mengungkapkan
tentang hak saling hapus dan pengaturan
terkait (sebagai contoh persyaratan
penyerahan jaminan) untuk instrumen
keuangan
berdasarkan
perjanjian
menyelesaikan secara neto yang dapat
dipaksakan dan perjanjian serupa.
Amandemen ini diterapkan secara
retrospektif. Cabang tidak mempunyai
pengaturan saling hapus, penerapan
amandemen tidak mempunyai pengaruh
material
atas pengungkapan atau
jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan.

PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar
PSAK 68 menetapkan acuan tunggal atas
pengukuran
nilai
wajar
dan
pengungkapan atas pengukuran nilai
wajar standar tersebut tidak mengubah
persyaratan mengenai pos-pos yang
harus diukur atau diungkapkan pada nilai
wajar.
Standar tersebut berlaku baik pada pospos instrumen keuangan dan pos-pos
instrumen non-keuangan ketika PSAK
lain mensyaratkan atau mengijinkan
pengukuran
nilai
wajar
dan
pengungkapan atas pengukuran nilai
wajar, kecuali kondisi tertentu.
PSAK 68 mengharuskan penerapan
secara prospektif sejak 1 Januari 2015.
Selain itu, ketentuan transisi khusus
diberikan kepada entitas sehingga entitas
tidak perlu menerapkan persyaratan
pengungkapan yang ditetapkan dalam
standar ini dalam informasi komparatif
yang disediakan untuk periode sebelum
penerapan awal dari standar. Sesuai
dengan ketentuan transisi ini, Cabang
tidak membuat pengungkapan baru yang
disyaratkan oleh PSAK 68 untuk periode
komparatif
tahun
2014.
Selain
pengungkapan tambahan, penerapan
PSAK 68 tidak berdampak material atas
jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan Cabang.
- 13 -




The amendments to PSAK 60 increase
the
disclosure
requirements
for
transactions involving transfers of
financial assets. These amendments are
intended to provide greater transparency
around risk exposures when a financial
asset is transferred but the transferor
retains some level of continuing exposure
in the asset. The amendments also
require disclosures where transfers of
financial assets are not evenly distributed
throughout the period. Further, entities
are required to disclose information about
rights of offset and related arrangements
(such as collateral posting requirements)
for financial instruments under an
enforceable master netting agreement or
similar arrangement.











PSAK 60 (revised 2014), Financial
Instruments: Disclosures
The amendments have been applied
retrospectively. As the Branch does not
have any offsetting arrangements in
place, the application of the amendments
has had no material impact on the
disclosures or the amounts recognized in
consolidated financial statements.

PSAK 68, Fair Value Measurements
PSAK 68 establishes a single source of
guidance for fair value measurements
and disclosures about fair value
measurements which the standard does
not change the requirements regarding
which items should be measured or
disclosed at fair value.
Which applies to both financial instrument
items and non-financial instrument items
for which other PSAK require or permit
fair value measurements and disclosures
about fair value measurements, except in
specified circumstances.
PSAK 68 requires prospective application
from January 1, 2015.
In addition, specific transitional provisions
were given to entities such that they need
not apply the disclosure requirements set
out in this standard in comparative
information provided for periods before
the initial application of this standard. In
accordance with these transitional
provisions, the Branch has not made any
new disclosures required by PSAK 68 for
the 2014 comparative period. Other than
the additional disclosures, the application
of PSAK 68 has not had any material
impact on the amounts recognized in the
Branch’s financial statements.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

b.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
ISAK 26, Penilaian Kembali Derivatif
Melekat

ISAK 26, Reassessment of Embedded
Derivatives
Amandemen
terhadap
ISAK
26
mengklarifikasi
akuntansi
derivatif
melekat dalam hal reklasifikasi aset
keuangan keluar dari kategori nilai wajar
melalui laba rugi.
The amendments to ISAK 26 clarify the
accounting for embedded derivatives in
the case of a reclassification of a financial
asset out of the “fair value through profit
or loss” category.
Penerapan amandemen ISAK 26 tidak
memiliki
pengaruh
yang
material
terhadap jumlah yang diungkapkan
dalam laporan keuangan Cabang.
The application of this amendment to
ISAK 26 has not had any material impact
on the amounts recognized in the
financial statements of the Branch.
Standar dan interpretasi telah diterbitkan
tapi belum diterapkan

b. Standards and interpretations in issued
not yet adopted
Standar dan penyesuaian standar berikut
efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan
dini diperkenankan yaitu:
Standard and improvements to standards
effective for periods beginning on or after
January 1, 2016, with early application
permitted as are follows:
Standar

PSAK 110 (revisi 2015): Akuntansi
Sukuk.
Penyesuaian

PSAK 5: Segmen Operasi,

PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi,

PSAK 13: Properti Investasi,

PSAK 16: Aset Tetap,
Standard

PSAK 110 (revised 2015): Accounting for
Sukuk.
Improvements

PSAK 5: Operating Segments,

PSAK 7: Related Parties Disclosures,








PSAK 19: Aset Tak Berwujud,
PSAK 22: Kombinasi Bisnis,
PSAK
25:
Kebijakan
Akuntansi,
Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan,
PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham
and
PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar.


PSAK 13: Investments Property,
PSAK 16: Property, Plant and
Equipment,
PSAK 19: Intangible Assets,
PSAK 22: Business Combination,
PSAK 25: Accounting Policies, Changes
in Accounting Estimates and Errors,

PSAK 53: Share-based Payments, and

PSAK 68: Fair Value Measurement.
Amandemen standar dan interpretasi berikut
efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan
secara retrospektif yaitu:
Amendments to standards and interpretation
which are effective for periods beginning on
or after January 1, 2016, with retrospective
application are as follows:

PSAK
4:
Laporan
Keuangan
Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam
Laporan Keuangan Tersendiri,
PSAK 15: Investasi Pada Entitas
Asosiasi dan Ventura Bersama tentang
Entitas
Investasi:
Penerapan
Pengecualian Konsolidasi,
PSAK
24:
Imbalan Kerja tentang
Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja,

PSAK
65:
Laporan
Keuangan
Konsolidasian tentang Entitas Investasi:
Penerapan Pengecualian Konsolidasi,




- 14 -


PSAK 4: Separate Financial Statements
about Equity Method in Separate
Financial Statements,
PSAK 15: Investment in Associates and
Joint Venture about Investment Entities:
Applying the Consolidation Exception,
PSAK 24: Employee Benefits about
Defined Benefit Plans: Employee
Contributions,
PSAK 65: Consolidation Financial
Statements about Investment Entities:
Applying the Consolidation Exception,
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)


BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)

PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan
Dalam Entitas Lain tentang Entitas
Investasi: Penerapan Pengecualian
Konsolidasi dan
ISAK 30: Pungutan.

Amandemen standar berikut efektif untuk
periode yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2016, yang diterapkan secara
prospektif yaitu:
The amendments to standards effective for
periods beginning on or after January 1, 2016,
with amendments to be applied prospectively
are as follows:

PSAK 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi
Metode yang Diterima untuk Penyusutan
dan Amortisasi,


PSAK
19:
Aset
Tak
Berwujud
tentang Klarifikasi Metode yang Diterima
untuk Penyusutan dan Amortisasi dan
PSAK
66:
Pengaturan
Bersama
tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan
dalam Operasi Bersama.



Amendments to standard and interpretation
effective for periods beginning on or after
January 1, 2017, with early application
permitted are:


PSAK 1: Presentation of Financial
Statements about Disclosure Initiative

ISAK 31: Scope Interpretation
PSAK 13: Investment property.
PSAK
1:
Penyajian
Laporan
Keuangan tentang
Prakarsa
Pengungkapan
ISAK 31: Interpretasi atas Ruang
Lingkup PSAK 13: Properti Investasi.
Amandemen standar dan interpretasi berikut
efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2018, dengan penerapan
dini diperkenankan yaitu:




PSAK 69: Agrikultur
Amandemen PSAK 16: Aset Tetap
tentang Agrikultur: Tanaman Produktif
KEBIJAKAN AKUNTANSI
- 15 -
PSAK 69: Agriculture
Amandments to PSAK 16: Property,
Plant and Equipment about Agriculture:
Bearer Plants
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a.
Laporan keuangan Cabang disusun sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.


As of issuance of financial statements,
management is evaluating the effect of these
standards on the financial statements.
3.
Pernyataan Kepatuhan
of
Amendments to standard and interpretation
effective for periods beginning on or
after January 1, 2018, with early
application permitted are :
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan, manajemen masih mengevaluasi
dampak dari standar tersebut terhadap
laporan keuangan.
a.
PSAK 16: Property, Plant and Equipment
about Clarification of Acceptable
Methods
of
Depreciation
and
Amortization,
PSAK 19: Intangible Asset about
Clarification of Acceptable Methods of
Depreciation and Amortization and
PSAK 66: Joint Arrangements about
Accounting for Acquisitions of Interests
in Joint Operation.
Amandemen standar dan interpretasi berikut
efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan
dini diperkenankan yaitu:

3.
PSAK 67: Disclosures of Interest in
Other Entities about Investment Entities:
Applying
the
Consolidation
Exception, and
ISAK 30: Levies.
Statement of Compliance
The Branch’s financial statements have been
prepared in accordance with the Indonesian
Financial Accounting Standards. These
financial statements are not intended to
present the financial position, results of
operations and cash flows in accordance with
accounting principles and reporting practices
generally accepted in other countries and
jurisdictions.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
b.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Dasar Penyusunan
b.
Basis of Preparation
Dasar penyusunan laporan keuangan Cabang
adalah biaya historis, kecuali instrumen
keuangan tertentu yang diukur pada nilai wajar
pada setiap akhir periode pelaporan, yang
dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di
bawah ini. Mata uang penyajian yang
digunakan
untuk penyusunan
laporan
keuangan Cabang adalah mata uang Rupiah
(Rp).
The Branch’s financial statements have been
prepared on the historical cost basis except for
certain financial instruments that are
measured at fair values at the end of each
reporting period, as explained in the
accounting policies below. The presentation
currency used in the preparation of the
Branch’s financial statements is the
Indonesian Rupiah.
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai
wajar dari imbalan yang diberikan dalam
pertukaran barang dan jasa.
Historical cost is generally based on the fair
value of the consideration given in exchange
for goods and services.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang
akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara
pelaku pasar pada tanggal pengukuran,
terlepas apakah harga tersebut dapat
diobservasi secara langsung atau diestimasi
menggunakan teknik penilaian lain. Dalam
mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas,
Cabang memperhitungkan karakteristik aset
atau
liabilitas,
jika
pelaku
pasar
memperhitungkan karakteristik tersebut ketika
menentukan harga aset atau liabilitas pada
tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan
pengukuran dan/atau pengungkapan dalam
laporan keuangan ditentukan berdasarkan
basis tersebut, kecuali untuk transaksi
pembayaran berbasis saham dalam ruang
lingkup PSAK 53, transaksi sewa dalam ruang
lingkup PSAK 30, dan pengukuran yang
memiliki beberapa kemiripan dengan nilai
wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar,
seperti nilai realisasi neto dalam PSAK 14 dan
nilai pakai dalam PSAK 48.
Fair value is the price that would be received
to sell an asset or paid to transfer a liability in
an orderly transaction between market
participants at the measurement date,
regardless of whether that price is directly
observable or estimated using another
valuation technique. In estimating the fair
value of an asset or a liability, the Branch takes
into account the characteristics the asset or a
liability if market participants would take those
characteristics into account when pricing the
asset or liability at the measurement date. Fair
value for measurement and/or disclosure
purposes in these financial statements is
determined on such a basis, except for sharebased payment transactions that are within the
scope of PSAK 53, leasing transactions that
are within the scope of PSAK 30, and
measurements that have some similarities to
fair value but are not fair value, such as net
realizable value in PSAK 14 or value in use in
PSAK 48.
Selain itu, untuk tujuan pelaporan keuangan,
pengukuran nilai wajar dikategorikan ke Level
1, 2 atau 3 berdasarkan tingkat input untuk
pengukuran nilai wajar yang dapat diobservasi
dan signifikansi input pada pengukuran nilai
wajar secara keseluruhan, yang digambarkan
sebagai berikut:
In addition, for financial reporting purposes,
fair value measurements are categorized into
Level 1, 2 or 3 based on the degree to which
the inputs to the fair value measurements are
observable and the significance of the inputs
to the fair value measurement in its entirety,
which are described as follows:
-
Input Level 1 adalah harga kuotasian
(tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk
aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses entitas pada tanggal
pengukuran;
-
Level 1 inputs are quoted prices
(unadjusted) in active markets for
identical assets or liabilities that the entity
can access at the measurement date;
-
Input Level 2 adalah input, selain harga
kuotasian yang termasuk dalam Level 1,
yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung maupun
tidak langsung; dan
-
Level 2 inputs are inputs, other than
quoted prices included within Level 1,
which are observable for the asset or
liability, either directly or indirectly; and
-
Input Level 3 adalah input yang tidak
dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas.
-
Level 3 inputs are unobservable inputs for
the asset or liability.
- 16 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Laporan
arus
kas
disusun
dengan
menggunakan metode tidak langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan
setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank
Indonesia, giro pada bank lain, penempatan
pada Bank Indonesia dan bank lain dan
Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo
dalam waktu tiga bulan atau kurang dari
tanggal perolehannya dan yang tidak
dijaminkan
serta
tidak
dibatasi
penggunaannya.
c.
Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang
Asing
The statement of cash flows are prepared
using the indirect method with classifications
of cash flows into operating, investing and
financing activities. Cash and cash equivalent
consists of cash on hand, demand deposits
with Bank Indonesia, demand deposits with
other banks, placements with Bank Indonesia
and other banks and Bank Indonesia
Certificates (SBI) with maturities of three
months or less from the date of placement and
not pledged or restricted.
c.
Pembukuan Cabang diselenggarakan dalam
mata uang Rupiah, yang merupakan mata
uang
fungsionalnya.
Transaksi-transaksi
selama tahun berjalan dalam mata uang asing
dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat
terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan,
aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing disesuaikan dalam mata uang Rupiah
dengan menggunakan kurs spot Reuters pada
pukul 16.00 WIB untuk mencerminkan kurs
yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi.
Pos non-moneter diukur dalam biaya historis
dalam valuta asing yang tidak dijabarkan
kembali.
d.
Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Foreign Currency
Balances
Transactions
and
The books of accounts of the Branch are
maintained in Indonesian Rupiah, in which its
functional currency. Transactions during the
year involving foreign currencies are recorded
at the prevailing exchange rate at the time the
transactions are made. At reporting date,
monetary assets and liabilities denominated in
foreign currencies are adjusted into
Indonesian Rupiah using Reuters’ spot rate at
4.00 P.M Western Indonesian Time to reflect
the prevailing exchange rate at that date. The
resulting gains or losses are credited or
charged to profit or loss. Non-monetary item
that are measured in terms of historical cost in
foreign currency are not retranslated.
d.
Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas
yang terkait dengan Cabang (entitas pelapor):
A related party is a person or entity that is
related to the Branch (the reporting entity):
a.
a.
Orang atau anggota keluarga dekatnya
yang mempunyai relasi dengan entitas
pelapor jika orang tersebut:
i.
b.
memiliki
pengendalian
pengendalian
bersama
pelapor;
A person or a close member of that
person's family is related to the reporting
entity if that person:
atau
entitas
i.
has control or joint control over the
reporting entity;
ii. memiliki pengaruh signifikan entitas
pelapor; atau
ii.
has significant influence over the
reporting entity; or
iii. merupakan personil manajemen kunci
entitas pelapor atau entitas induk dari
entitas pelapor.
iii.
is a member of the key management
personnel of the reporting entity or of
a parent of the reporting entity.
Suatu entitas berelasi dengan entitas
pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut:
i.
Entitas dan entitas pelapor adalah
anggota dari kelompok usaha yang
sama (artinya entitas induk, entitas
anak, dan entitas anak berikutnya
saling berelasi dengan entitas lain).
- 17 -
b.
An entity is related to the reporting entity
if any of the following conditions applies:
i.
The entity and the reporting entity are
members of the same group (which
means that each parent, subsidiary
and fellow subsidiary is related to the
others).
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
e.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
ii.
Satu entitas adalah entitas asosiasi
atau ventura bersama dari entitas
lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan
anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
ii.
One entity is an associate or joint
venture of the other entity (or an
associate or joint venture of a group
of which the other entity is a
member).
iii.
Kedua entitas tersebut adalah
ventura bersama dari pihak ketiga
yang sama.
iii.
Both entities are joint ventures of the
same third party.
iv.
Satu entitas adalah ventura bersama
dari entitas ketiga dan entitas yang
lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
iv.
One entity is a joint venture of a third
entity and the other entity is an
associate of the third entity.
v.
Entitas tersebut adalah suatu
program imbalan pasca kerja untuk
imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor
adalah
entitas
yang
menyelenggarakan
program
tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
v.
The entity is a post-employment
benefit plan for the benefit of
employees of either the reporting
entity or an entity related to the
reporting entity. If the reporting entity
is itself such a plan, the sponsoring
employers are also related to the
reporting entity.
vi.
Entitas yang dikendalikan atau
dikendalikan bersama oleh orang
yang diidentifikasi dalam huruf (a).
vi.
The entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in
(a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a) (i) memiliki pengaruh signifikan
atas entitas atau personil manajemen
kunci entitas (atau entitas induk dari
entitas).
vii. A person identified in (a) (i) has
significant influence over the entity or
is a member of the key management
personnel of the entity (or of a parent
of the entity).
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan
pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan
kondisi dan persyaratan yang sama dengan
pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada
laporan keuangan.
All transactions with related parties, whether or
not made at similar terms and conditions as
those done with third parties, are disclosed in
the financial statements.
Aset Keuangan
e.
Financial Assets
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan
pengakuannya pada tanggal diperdagangkan
dimana pembelian dan penjualan aset
keuangan
berdasarkan
kontrak
yang
mensyaratkan penyerahan aset keuangan
dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh
kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya
diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya
transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang
awalnya diukur sebesar nilai wajar.
All financial assets are recognized and
derecognized on trade date where the
purchase or sale of a financial asset is under a
contract whose terms require delivery of the
financial asset within the time frame
established by the market concerned, and are
initially measured at fair value plus transaction
costs, except for those financial assets
classified as at fair value through profit or loss,
which are initially measured at fair value.
Aset keuangan
sebagai berikut:
The Branch’s financial assets are classified as
follows:




Cabang
diklasifikasikan




Nilai wajar melalui laba rugi
Dimiliki hingga jatuh tempo
Tersedia untuk dijual
Pinjaman yang diberikan dan piutang
- 18 -
Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL)
Held-to-maturity
Available-for-sale (AFS)
Loans and receivables
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL)
Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika
aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan
atau pada saat pengakuan awal ditetapkan
untuk diukur pada FVTPL.
Financial assets are classified as at FVTPL
where the financial asset is either held for
trading or it is designated as at FVTPL.
Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok
diperdagangkan, jika:
A financial asset is classified as held for
trading, if:

diperoleh atau dimiliki terutama untuk
tujuan dijual kembali dalam waktu dekat;
atau

it has been acquired principally for the
purpose of selling in the near term; or

pada pengakuan awal merupakan bagian
dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan
terdapat bukti mengenai pola ambil
untung dalam jangka pendek aktual
terkini; atau

on initial recognition it is part of an
identified portfolio of financial instruments
that the entity manages together and has
a recent actual pattern of short-term profittaking; or

merupakan derivatif yang tidak ditetapkan
dan tidak efektif sebagai instrumen
lindung nilai.

it is a derivative that is not designated and
effective as a hedging instrument.
Aset keuangan selain aset keuangan yang
diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai
FVTPL pada saat pengakuan awal jika:
A financial asset other than a financial asset
held for trading may be designated as at
FVTPL upon initial recognition if:

penetapan tersebut mengeliminasi atau
mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan
yang dapat timbul; atau

such
designation
eliminates
or
significantly reduces an inconsistent
measurement or recognition that would
otherwise arise; or

kelompok aset keuangan, liabilitas
keuangan atau keduanya dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai dengan manajemen risiko
atau
strategi
investasi
yang
didokumentasikan dan informasi tentang
Cabang tersebut disediakan secara
internal kepada manajemen kunci entitas,
misalnya direksi dan chief excecutive
officer.

a group of financial assets, financial
liabilities or both is managed and its
performance is evaluated on a fair value
basis, in accordance with a documented
risk management or investment strategy,
and information about the Branch is
provided internally on that basis to the
entity’s key management personnel, for
example the entity’s board of directors
and chief executive officer.
Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai
wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul
diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau
kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi
mencakup dividen atau bunga yang diperoleh
dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan
dengan cara seperti dijelaskan pada
Catatan 38.
Financial assets at FVTPL are stated at fair
value, with any resultant gain or loss
recognized in profit or loss. The net gain or loss
is recognized in profit or loss incorporates any
dividend or interest earned on the financial
asset. Fair value is determined in the manner
described in Note 38.
Dimiliki hingga jatuh tempo
Held-to-maturity
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai
investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika
investasi tersebut memiliki pembayaran yang
tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya
telah ditetapkan serta Cabang mempunyai
intensi positif dan kemampuan untuk memiliki
aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki
hingga jatuh tempo diukur pada nilai wajar
ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan
perolehan aset keuangan. Setelah pengakuan
awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi kerugian penurunan nilai yang
ada.
Financial assets are classified as held-tomaturity investment only if these investments
have fixed or determined payments and their
maturity date has been determined and the
Branch has the positive intention and ability to
hold such financial assets to maturity. Held-tomaturity investments are initially measured at
fair value plus transaction costs which are
attributable directly to the acquisition of the
financial assets. After initial recognition, heldto-maturity investments are measured at
amortized cost, using effective interest rate
method less any impairment losses.
- 19 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)
Available-for-sale (AFS)
Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan
sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, atau
pinjaman yang diberikan dan piutang
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan
yang tersedia untuk dijual diukur pada nilai
wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung. Setelah
itu, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur
dan dicatat pada nilai wajar.
Financial assets that are not classified as heldto-maturity, measured at fair value through
profit or loss, or loans and receivables, are
classified as available-for-sale. Available-forsale financial assets are initially measured at
fair value plus any directly attributable
transaction cost. Subsequently, available-forsale financial assets are measured at fair
value.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
perubahan
nilai
wajar
diakui
dalam
penghasilan komprehensif lainnya dan
akumulasi revaluasi investasi AFS di ekuitas
kecuali untuk kerugian penurunan nilai, bunga
yang dihitung dengan metode suku bunga
efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset
moneter yang diakui pada laba rugi. Jika aset
keuangan dilepas atau mengalami penurunan
nilai, akumulasi laba atau rugi yang
sebelumnya diakui pada revaluasi investasi
AFS, direklas ke laba rugi.
Gains and losses arising from changes in fair
value are recognized in other comprehensive
income and in equity as accumulated in AFS
investment revaluation, with the exception of
impairment losses, interest calculated using
the effective interest method, and foreign
exchange gains and losses on monetary
assets, which are recognized in profit or loss.
When the investment is disposed of or is
determined to be impaired, the cumulative
gain or loss previously accumulated in AFS
investment revaluation is reclassified to profit
or loss.
Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak
tercatat di bursa yang tidak mempunyai
kuotasi harga pasar di pasar aktif dan nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara andal
diklasifikasikan sebagai AFS, diukur pada
biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Investments in unlisted equity instruments that
are not quoted in an active market and whose
fair value cannot be reliably measured are also
classified as AFS, measured at cost less
impairment.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Loans and receivables
Aset keuangan dengan pembayaran tetap
atau telah ditentukan dan tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai
pinjaman yang diberikan dan piutang, yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi kerugian penurunan nilai.
Bunga diakui dengan menggunakan metode
suku bunga efektif, kecuali piutang jangka
pendek dimana pengakuan bunga tidak
material.
Financial assets that have fixed or
determinable payments and that are not
quoted in an active market are classified as
loan and receivables. Loans and receivables
are measured at amortized cost using the
effective interest method less impairment
losses. Interest is recognized by applying the
effective interest rate method, except for shortterm receivables when the recognition of
interest would be immaterial.
Metode suku bunga efektif
Effective interest method
Metode suku bunga efektif adalah metode
yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan
diamortisasi
dari
instrumen
keuangan dan metode untuk mengalokasikan
pendapatan bunga dan beban bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif
adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi penerimaan atau
pembayaran kas masa depan (mencakup
seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam
kontrak yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya
transaksi dan premium dan diskonto lainnya)
selama perkiraan umur instrumen keuangan,
atau jika lebih tepat, digunakan periode yang
lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat
bersih dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal.
The effective interest method is a method of
calculating the amortized cost of a financial
instrument and of allocating interest income
and interest expense over the relevant period.
The effective interest rate is the rate that
exactly discounts estimated future cash
receipts or payments (including all fees and
points paid or received that form an integral
part of the effective interest rate, transaction
costs and other premiums or discounts)
through the expected life of the financial
instrument, or where appropriate, a shorter
period to the net carrying amount on initial
recognition.
- 20 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Perhitungan dari suku bunga efektif termasuk
semua fee dan pembayaran atau penerimaan
poin yang merupakan bagian integral dari suku
bunga efektif. Biaya transaksi termasuk biaya
incremental yang secara langsung berkaitan
dengan akuisisi atas penerbitan aset atau
liabilitas keuangan.
The calculation of the effective interest rate
includes all fees and points paid or received
which are an integral part of effective interest
rate. Transaction costs include incremental
cost which is directly attributable to acquisition
or issuance of financial assets or liabilities.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga
efektif untuk instrumen keuangan selain dari
instrumen keuangan FVTPL.
Income is recognized on an effective interest
basis for financial instruments other than those
financial instruments at FVTPL.
Penurunan nilai aset keuangan
Impairment of financial assets
Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL,
dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai
pada setiap tanggal pelaporan. Aset
keuangan diturunkan nilainya bila terdapat
bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau
lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan
awal aset keuangan, yang merugikan tersebut
berdampak pada estimasi arus kas masa
depan atas aset keuangan.
Financial assets, other than those at FVTPL,
are assessed for indicators of impairment at
each reporting date. Financial assets are
impaired when there is objective evidence
that, as a result of one or more events that
occurred after the initial recognition of the
financial asset, the estimated future cash flows
of the investment have been affected.
Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan
tidak tercatat di bursa, penurunan yang
signifikan atau jangka panjang dalam nilai
wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya
perolehannya dianggap sebagai bukti objektif
terjadinya penurunan nilai.
For listed and unlisted equity investments
classified as AFS, a significant or prolonged
decline in the fair value of the security below
its cost is considered to be objective evidence
of impairment.
Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif
penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
For all other financial assets, objective
evidence of impairment could include:

kesulitan keuangan signifikan yang
dialami penerbit atau pihak peminjam;
atau

significant financial difficulty of the issuer
or counterparty; or

pelanggaran kontrak, seperti terjadinya
wanprestasi atau tunggakan pembayaran
pokok atau bunga; atau

default or delinquency in interest or
principal payments; or

terdapat kemungkinan bahwa pihak
peminjam akan dinyatakan pailit atau
melakukan reorganisasi keuangan.

it is becoming probable that the borrower
will enter bankruptcy or financial
reorganization.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai
tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa datang yang
didiskontokan menggunakan tingkat suku
bunga efektif awal dari aset keuangan.
For financial assets carried at amortized cost,
the amount of the impairment is the difference
between the asset’s carrying amount and the
present value of estimated future cash flows,
discounted at the financial asset’s original
effective interest rate.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang,
aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara
individual tetapi penurunan secara kolektif.
Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio
piutang dapat termasuk pengalaman Cabang
atas tertagihnya piutang di masa lalu,
peningkatan
keterlambatan
penerimaan
pembayaran piutang dari rata-rata periode
kredit, dan juga pengamatan atas perubahan
kondisi ekonomi nasional atau lokal yang
berkorelasi dengan tidak tertagihnya piutang.
For loans and receivables, assets that are
assessed not to be impaired individually are,
in addition, assessed for impairment on a
collective basis. Objective evidence of
impairment for a portfolio of receivables could
include the Branch’s past experience of
collecting payments, an increase in the
number of delayed payments in the portfolio
past the average credit period, as well as
observable changes in national or local
economic conditions that correlate with default
on receivables.
- 21 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Jumlah tercatat aset keuangan dikurangi
dengan kerugian penurunan nilai secara
langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali
pinjaman yang diberikan dan piutang yang
nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan
akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak
tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui
akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian
dari
jumlah
yang
sebelumnya
telah
dihapuskan dikreditkan terhadap akun
penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun
penyisihan piutang diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain.
The carrying amount of the financial asset is
reduced by the impairment loss directly for all
financial assets, with the exception of loans
and receivables, where the carrying amount is
reduced through the use of an allowance
account. When a receivable is considered
uncollectible, it is written off against the
allowance account. Subsequent recoveries of
amounts previously written off are credited
against the allowance account. Changes in the
carrying amount of the allowance account are
recognized in statements of profit or loss and
other comprehensive income.
Jika aset keuangan AFS dianggap menurun
nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas
direklasifikasi ke laba rugi.
When an AFS financial asset is considered to
be impaired, cumulative gains or losses
previously recognized
in equity
are
reclassified to profit or loss.
Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika,
pada periode berikutnya, jumlah kerugian
penurunan nilai berkurang dan pengurangan
tersebut dapat dikaitkan secara objektif
dengan peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai tersebut diakui, kerugian
penurunan nilai yang diakui sebelumnya
dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai
tercatat investasi pada tanggal pemulihan
penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan
diamortisasi sebelum adanya pengakuan
kerugian penurunan nilai dilakukan.
With the exception of AFS equity instruments,
if, in a subsequent period, the amount of the
impairment loss decreases and its decrease
can be related objectively to an event
occurring
after
the
impairment
was
recognized, the previously recognized
impairment loss is reversed through profit or
loss to the extent that the carrying amount of
the investment at the date the impairment is
reversed does not exceed what the amortized
cost would have been had the impairment not
been recognized.
Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tidak boleh dipulihkan
melalui laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain. Setiap kenaikan nilai wajar
setelah penurunan nilai diakui secara
langsung ke penghasilan komprehensif lain.
In respect of AFS equity securities, impairment
losses previously recognized in statement of
profit or loss and other comprehensive income
are not reversed through statements of profit
or loss and other comprehensive income. Any
increase in fair value subsequent to an
impairment loss is recognized directly in other
comprehensive income.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Derecognition of financial assets
Cabang menghentikan pengakuan aset
keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual
atas arus kas yang berasal dari aset keuangan
berakhir, atau Cabang mentransfer aset
keuangan dan secara substansial mentransfer
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
aset kepada entitas lain. Jika Cabang tidak
mentransfer serta tidak memiliki secara
substansial atas seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan serta masih mengendalikan aset
yang ditransfer, maka Cabang mengakui
keterlibatan berkelanjutan atas aset yang
ditransfer dan kewajiban terkait sebesar
jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika
Cabang memiliki secara substansial seluruh
risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan
yang ditransfer, Cabang masih mengakui aset
keuangan dan juga mengakui pinjaman yang
dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
The Branch derecognizes a financial asset
only when the contractual rights to the cash
flows from the asset expired, or when it
transfers the financial asset and substantially
all the risks and rewards of ownership of the
asset to another entity. If the Branch neither
transfers nor retains substantially all the risks
and rewards of ownership and continues to
control the transferred asset, the Branch
recognizes its retained interest in the asset
and an associated liability for amounts it may
have to pay. If the Branch retains substantially
all the risks and rewards of ownership of a
transferred financial asset, the Branch
continues to recognize the financial asset and
also recognizes a collateralised borrowing for
the proceeds received.
- 22 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
f.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Penghentian pengakuan aset keuangan
secara keseluruhan, selisih antara jumlah
tercatat aset dan jumlah pembayaran dan
piutang yang diterima dan keuntungan atau
kerugian kumulatif yang telah diakui dalam
penghasilan
komprehensif
lain
dan
terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba
rugi.
On derecognition of financial asset in its
entirety, the difference between the asset’s
carrying amount and the sum of the
consideration received and receivable and the
cumulative gain or loss that had been
recognized in other comprehensive income
and accumulated in equity is recognized in
profit or loss.
Pada saat penghentian pengakuan aset
keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya
ketika Cabang masih memiliki hak untuk
membeli kembali bagian aset yang ditransfer),
Cabang mengalokasikan jumlah tercatat
sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada
bagian yang tetap diakui berdasarkan
keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang
tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif
dari kedua bagian tersebut pada tanggal
transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang
dialokasikan pada bagian yang tidak lagi
diakui dan jumlah dari pembayaran yang
diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui
dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif
yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi
diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui
dalam penghasilan komprehensif lain diakui
pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dialokasikan
pada bagian yang tetap diakui dan bagian
yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan
nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.
On derecognition of financial asset other than
its entirety (e.g. when the Branch retains an
option to repurchase part of a transferred
asset), the Branch allocates the previous
carrying amount of the financial asset between
the part it continues to recognize under
continuing involvement, and the part it no
longer recognizes on the basis of the relative
fair values of those parts on the date of the
transfer. The difference between the carrying
amount allocated to the part that is no longer
recognized and the sum of the consideration
received for the part no longer recognized and
any cumulative gain or loss allocated to it that
had been recognized in other comprehensive
income is recognized in profit or loss. A
cumulative gain or loss that had been
recognized in other comprehensive income is
allocated between the part that continues to be
recognized and the part that is no longer
recognized on the basis of the relative fair
values of those parts.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
f.
Financial
Liabilities
Instruments
and
Equity
Klasifikasi sebagai liabilitias atau ekuitas
Classification as liabilities or equity
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas
yang diterbitkan oleh Cabang diklasifikasi
sesuai
dengan
substansi
perjanjian
kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan
instrumen ekuitas.
Financial liabilities and equity instruments
issued by the Branch are classified according
to the substance of the contractual
arrangements entered into and the definitions
of a financial liability and an equity instrument.
Instrumen ekuitas
Equity instruments
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang
memberikan hak residual atas aset Cabang
setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil
penerimaan bersih setelah dikurangi biaya
penerbitan langsung.
An equity instrument is any contract that
evidences a residual interest in the assets of
the Branch after deducting all of its liabilities.
Equity instruments are recorded at the
proceeds received, net of direct issue costs.
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
FVTPL
atau
pada
biaya
perolehan
diamortisasi.
Financial liabilities are classified as either at
FVTPL or at amortized cost.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Financial liabilities at FVTPL
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
FVTPL pada saat liabilitas keuangan baik
dimiliki untuk diperdagangkan atau ditetapkan
pada FVTPL.
Financial liabilities are classified as at FVTPL
when the financial liability is either held for
trading or it is designated as at FVTPL.
- 23 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Liabilitas
keuangan
diperdagangkan jika:
dimiliki
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
untuk
A financial liability is classified as held for
trading if:

diperoleh terutama untuk tujuan dibeli
kembali dalam waktu dekat; atau

it has been acquired principally for the
purpose of repurchasing in the near term;
or

pada pengakuan awal merupakan bagian
dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan
terdapat bukti mengenai pola ambil
untung dalam jangka pendek aktual
terkini; atau

on initial recognition it is part of an
identified portfolio of financial instruments
that the entity manages together and has
a recent actual pattern of short-term
profit-taking; or

merupakan derivatif yang tidak ditetapkan
dan tidak efektif sebagai instrumen
lindung nilai.

it is a derivative that is not designated and
effective as a hedging instrument.
Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan
yang diperdagangkan dapat ditetapkan
sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal
jika:
A financial liability other than a financial liability
held for trading may be designated as at
FVTPL upon initial recognition if:

penetapan tersebut mengeliminasi atau
mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan
yang dapat timbul; atau

such
designation
eliminates
or
significantly reduces an inconsistent
measurement or recognition that would
otherwise arise; or

kelompok aset keuangan, liabilitas
keuangan atau keduanya dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai dengan manajemen risiko
atau
strategi
investasi
yang
didokumentasikan dan informasi tentang
Cabang tersebut disediakan secara
internal kepada manajemen kunci entitas,
misalnya direksi dan chief executive
officer.

a group of financial assets, financial
liabilities or both is managed and its
performance is evaluated on a fair value
basis, in accordance with a documented
risk management or investment strategy,
and information about the Branch is
provided internally on that basis to the
entity’s key management personnel, for
example the entity’s board of directors
and chief executive officer.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, keuntungan atau
kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi.
Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui
dalam laba rugi mencakup setiap bunga yang
dibayar dari liabilitas keuangan. Nilai wajar
ditentukan dengan cara yang dijelaskan dalam
Catatan 38.
Financial liabilities at FVTPL are stated at fair
value, with any resultant gain or loss
recognized in profit or loss. The net gain or
loss recognized in profit or loss incorporates
any interest paid on the financial liability. Fair
value is determined in the manner described in
Note 38.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan
diamortisasi
Financial liabilities at amortized cost
Pada saat pengakuan awal, liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi, diakui pada nilai wajarnya.
Nilai wajar tersebut dikurangi biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan penerbitan liabilitas keuangan
tersebut. Selanjutnya, liabilitas keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif,
dimana
beban bunga diakui
berdasarkan tingkat pengembalian yang
efektif, kecuali untuk liabilitas jangka pendek
dimana pengakuan bunganya tidak material.
At initial recognition, financial liabilities
measured at amortized cost are recognized at
fair value. The fair value is reduced by
transaction costs which are directly
attributable to the issuance of such financial
liabilities. Subsequently, these financial
liabilities are measured at amortized cost using
the effective interest method, where interest
expense is recognized based on the rate of
effective return, except for short-term liabilities
when the recognition of interest would be
immaterial.
- 24 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
g.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Derecognition of financial liabilities
Cabang menghentikan pengakuan liabilitas
keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas
Cabang telah dilepaskan, dibatalkan atau
kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat
liabilitas
keuangan
yang
dihentikan
pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
dan utang diakui dalam laba rugi.
The Branch derecognizes financial liabilities
when, and only when, the Branch’s obligations
are discharged, cancelled or expired. The
difference between the carrying amount of the
financial liability derecognized and the
consideration paid and payable is recognized
in profit or loss.
Nilai Wajar
g.
Fair Value
Sejak 1 Januari 2015, nilai wajar adalah harga
yang akan diterima untuk menjual suatu aset
atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu
transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran, terlepas apakah harga
tersebut dapat diobservasi secara langsung
atau diestimasi menggunakan teknik penilaian
lain. Dalam mengestimasi nilai wajar aset atau
liabilitas,
Cabang
memperhitungkan
karakteristik aset atau liabilitas, jika pelaku
pasar memperhitungkan karakteristik tersebut
ketika menentukan harga aset atau liabilitas
pada tanggal pengukuran.
Starting January 1, 2015, fair value is the price
that would be received to sell an asset or paid
to transfer a liability in an orderly transaction
between
market
participants
at
the
measurement date, regardless of whether that
price is directly observable or estimated using
another valuation technique. In estimating the
fair value of an asset or a liability, the Branch
takes into account the characteristics of the
asset or a liability if market participants would
take those characteristics into account when
pricing the asset or liability at the
measurement date.
Sebelum 1 Januari 2015, nilai wajar adalah
nilai yang digunakan untuk mempertukarkan
suatu aset atau untuk menyelesaikan suatu
liabilitas antara pihak-pihak yang memahami
dan berkeinginan untuk melakukan transaksi
secara wajar (arm’s length transaction).
Prior to January 1, 2015, fair value is the value
which is used to exchange an asset or to settle
a liability between parties who understand and
are willing to perform a fair transaction (arm’s
length transaction).
Dalam rangka konsistensi dan perbandingan
dalam
pengukuran
nilai
wajar
dan
pengungkapan terkait, Cabang melakukan
pengukuran nilai wajar atas instrumen
keuangan yang dimiliki dengan hirarki berikut:
In order to increase consistency and
comparability in fair value measurements and
related disclosures, the Branch measures the
fair value of the financial instruments held
based on the following hierarchy:

Tingkat 1, pengukuran nilai wajar adalah
yang berasal dari harga kuotasian (tidak
disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas yang identik.

Level 1, fair value measurements are
those derived from quoted prices
(unadjusted) in active markets for
identical assets or liabilities.

Tingkat 2, pengukuran nilai wajar adalah
yang berasal dari input selain harga
kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1
yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya
harga) atau secara tidak langsung
(misalnya deviasi dari harga).

Level 2, fair value measurements are
those derived from inputs other than
quoted prices included within Level 1 that
are observable for the assets or liabilities,
either directly (i.e. as prices) or indirectly
(i.e. deviation from prices).

Tingkat 3, pengukuran nilai wajar adalah
yang berasal dari teknik penilaian yang
mencakup input untuk aset atau liabilitas
yang bukan berdasarkan data pasar yang
dapat diobservasi (input yang tidak dapat
diobservasi).

Level 3, fair value measurements are
those derived from valuation techniques
that include inputs for the assets or
liabilities that are not based on observable
market data (unobservable inputs).
- 25 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
h.
i.
j.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
h.
Reclassifications of Financial Instruments
Reklasifikasi aset keuangan
Reclassifications of financial assets
Cabang tidak diperkenankan untuk melakukan
reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset
keuangan FVTPL setelah pengukuran awal.
Cabang hanya dapat melakukan reklasifikasi
aset keuangan ke kelompok pinjaman yang
diberikan dan piutang jika aset keuangan
tersebut memenuhi definisi pinjaman yang
diberikan dan piutang dan Cabang memiliki
intensi dan kemampuan memiliki aset
keuangan untuk masa mendatang yang dapat
diperkirakan atau hingga jatuh tempo dari
kelompok aset keuangan FVTPL atau dari
kelompok tersedia untuk dijual. Aset keuangan
tersebut direklasifikasi pada nilai wajar pada
tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya
perolehan diamortisasi yang baru. Setiap
keuntungan dan kerugian yang sudah diakui
dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan. Setiap
keuntungan dan kerugian yang sudah diakui
dalam
penghasilan
komprehensif
lain
diamortisasi ke laba rugi selama sisa umur
aset keuangan (jika aset keuangan memiliki
jatuh tempo tetap) atau tetap diakui dalam
penghasilan komprehensif lain sampai aset
keuangan tersebut dilepas atau dijual (jika
aset keuangan tidak memiliki jatuh tempo
tetap).
The Branch is not allowed to reclassify any
financial assets into the FVTPL after initial
recognition. The Branch only reclassifies
financial assets into loans and receivables if
the financial assets meet the definition of loans
and receivables and the Branch has the
intention and ability to hold the financial assets
for the foreseeable future or until maturity,
from financial assets measured at FVTPL or
from available for sale. The financial assets
are reclassified at fair value, which on the date
of reclassification become its new amortized
cost. Any gains or losses already recognized
in profit or loss are not reversed. Any gains or
losses that have been recognized in other
comprehensive income are amortized through
profit or loss over the remaining life of the
financial assets (for financial assets that have
fixed maturities) or continue to be recognized
in other comprehensive income until the
financial assets are sold or otherwise disposed
(for financial assets that do not have fixed
maturities).
Reklasifikasi liabilitas keuangan
Reclassification of financial liabilities
Cabang
tidak
diperkenankan
untuk
mereklasifikasi liabilitas keuangan dari atau ke
kelompok liabilitas keuangan FVTPL.
The Branch is not allowed to reclassify any
financial liabilities from or to a group of FVTPL
financial liabilities.
Saling Hapus Antara Aset Keuangan dan
Liabilitas Keuangan
i.
Netting of Financial Assets and Financial
Liabilities
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan keuangan, jika dan hanya jika,
Cabang:
Financial assets and liabilities are off-set and
the net amount is presented in the financial
statements, when and only when, the Branch:

saat ini memiliki hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah yang telah diakui tersebut;
dan

currently has a legally enforceable right to
offset against the recognized amount; and

berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan
liabilitasnya
secara
bersamaan.

intends either to settle on a net basis or to
realize its asset and settle its liability
simultaneously.
Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
j.
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang
diberikan dan piutang.
- 26 -
Demand Deposits with Bank Indonesia and
Other Banks
Demand deposits with Bank Indonesia and
other banks are classified as loans and
receivables.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan giro pada Bank
Indonesia dan bank lain dibahas pada Catatan
3e, 3g dan 3h.
k.
l.
Penempatan pada Bank Indonesia dan
Bank Lain
k.
Placements with Bank Indonesia and Other
Banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman
yang diberikan dan piutang.
Placements with Bank Indonesia and other
banks are classified as loans and receivables.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain dibahas pada
Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of placements
with Bank Indonesia and other banks are
discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
Efek-efek
l.
Securities
Efek-efek diklasifikasikan dalam kelompok
dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk
dijual.
Securities are classified as held-to-maturity
and available-for-sale.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan efek-efek dibahas
pada Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of securities are
discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
m. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
n.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of demand
deposits with Bank Indonesia and other banks
are discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
m. Acceptances Receivable and Payable
Tagihan akseptasi diklasifikasikan dalam
kategori pinjaman yang diberikan dan piutang.
Acceptances receivable are classified as
loans and receivables.
Liabilitas akseptasi diklasifikasi dalam kategori
liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Acceptances payable are classified
financial liabilities at amortized cost.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan tagihan dan liabilitas
akseptasi dibahas pada Catatan 3e, 3f, 3g dan
3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of acceptances
receivable and payable are discussed in Notes
3e, 3f, 3g and 3h.
Tagihan dan Liabilitas Derivatif
n.
Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan
dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (FVTPL).
- 27 -
as
Derivative Receivables and Payables
Derivative receivables and payables are
classified as fair value through profit or loss
(FVTPL).
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Tagihan dan liabilitas derivatif disajikan
sebesar keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi yang berasal dari kontrak
derivatif dengan tujuan bukan untuk lindung
nilai. Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara
nilai kontrak dan nilai wajar instrumen derivatif
pada tanggal pelaporan. Nilai wajar ditentukan
berdasarkan harga pasar, model penentuan
harga atau harga pasar instrumen lain yang
memiliki karakteristik serupa. Keuntungan
atau kerugian dari instrumen derivatif yang
tidak memenuhi kriteria untuk dapat
diklasifikasikan sebagai lindung nilai diakui
sebagai laba rugi tahun berjalan (Catatan 3e,
3f dan 3g).
o.
p.
Kredit
Derivative receivables and payables are
stated at the amount of unrealized gains or
losses arising from derivative contracts with
purposes not to hedge. The unrealized gains
or losses are calculated from the difference
between the contract value and fair value of
derivative instruments at the reporting date.
The fair value is determined based on market
price, pricing models or quoted prices for
instruments with similar characteristics. Gains
or losses from derivative instruments that do
not qualify to be classified as hedges are
recognized as profit or loss for the year (Notes
3e, 3f and 3g).
o.
Kredit
diklasifikasikan
dalam
kategori
pinjaman yang diberikan dan piutang.
Loans are classified as loans and receivables.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan kredit dibahas pada
Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of loans are
discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
Kredit Direstrukturisasi
p.
Bila memungkinkan, Cabang berusaha untuk
merestrukturisasi kredit daripada mengambil
kepemilikan agunan. Hal ini mungkin meliputi
perpanjangan pembayaran dan perjanjian
kondisi kredit baru. Setelah syarat-syarat telah
dinegosiasi ulang, kredit tidak lagi dianggap
jatuh tempo. Manajemen terus-menerus
mereview kredit direstrukturisasi untuk
memastikan bahwa semua kriteria terpenuhi
dan pembayaran di masa mendatang
kemungkinan besar terjadi. Kredit terus
menjadi subjek penilaian penurunan nilai
secara individual atau kolektif yang dihitung
dengan menggunakan suku bunga efektif
awal dari kredit tersebut. Perbedaan antara
nilai tercatat kredit awal dan nilai sekarang dari
arus kas direstrukturisasi, didiskontokan pada
suku bunga efektif awal, diakui dalam
cadangan kredit dan kerugian penurunan nilai
dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
q.
Loans
Aset Tetap
Where possible, the Branch seeks to
restructure loans rather than to take
possession of collateral. This may involve
extending the payment arrangements and the
agreement of new loan conditions. Once the
terms have been renegotiated, the loan is no
longer considered past due. Management
continuously reviews the restructured loans to
ensure that all criteria are met and that future
payments are likely to occur. The loans
continue to be subject to an individual or
collective impairment assessment, calculated
using the loan’s original effective interest rate.
The difference between the recorded value of
the original loan and the present value of the
restructured cash flows, discounted at the
original effective interest rate, is recognized in
allowance for credit and impairment losses in
the statement of profit or loss an other
comprehensive income.
q.
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan
penyediaan barang atau jasa atau untuk
tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya
perolehan setelah dikurangi akumulasi
penyusutan
dan
akumulasi
kerugian
penurunan nilai.
- 28 -
Restructured Loans
Premises and Equipment
Premises and equipment held for use in the
supply of goods and services, or for
administrative purposes, are stated at cost,
less accumulated depreciation and any
accumulated impairment losses.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Bangunan disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method),
sedangkan aset tetap lainnya disusutkan
dengan menggunakan metode saldo menurun
ganda (double-declining balance method)
berdasarkan tarif sebagai berikut:
Building is depreciated using the straight-line
method, while the other premises and
equipment item are depreciated using the
double-declining balance method based on
the following rates:
Persentase/
Percentage
Bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
r.
5%
25% - 50%
25% - 50%
25%
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode penyusutan dikaji setiap akhir tahun
dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
The estimated useful lives, residual values
and depreciation method are reviewed at each
year end, with the effect of any changes in
estimate accounted for on a prospective basis.
Tanah
dinyatakan
berdasarkan
perolehan dan tidak disusutkan.
Land is stated at cost and not depreciated.
biaya
Beban
pemeliharaan
dan
perbaikan
dibebankan pada laba rugi pada saat
terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi
selanjutnya yang timbul untuk menambah,
mengganti atau memperbaiki aset tetap
dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan
hanya jika besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas dan
biaya perolehan aset dapat diukur secara
andal.
The cost of maintenance and repairs is
charged to operations as incurred. Other costs
incurred subsequently to add to, replace part
of, or service an item of premises and
equipment, are recognized as asset if, and
only if it is probable that future economic
benefits associated with the item will flow to
the entity and the cost of the item can be
measured reliably.
Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi
atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok
aset tetap berikut akumulasi penyusutannya.
Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset
tetap tersebut dibukukan dalam laba rugi pada
tahun yang bersangkutan.
When assets are retired or otherwise disposed
of, their carrying values and the related
accumulated depreciation and any impairment
loss are removed from the accounts and any
resulting gain or loss is reflected in the current
operations.
Aset Tak Berwujud
r.
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak
dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi amortisasi. Amortisasi diakui dalam
laba rugi dengan menggunakan metode saldo
menurun ganda (double-declining balance
method) dengan menggunakan tarif 50%.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode amortisasi direview setiap akhir tahun.
s.
Buildings
Office equipments
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Intangible assets consist of software which is
stated at cost less accumulated amortization.
Amortization is recognized in profit or loss
using the double-declining balance method
based on 50% rate. The estimated useful
lives, residual values and amortization method
are reviewed at each year end.
s.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Cabang
menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
untuk menentukan apakah terdapat indikasi
bahwa aset tersebut telah mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali
dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak
memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang
dapat diperoleh kembali atas suatu aset
individu, Cabang akan mengestimasi nilai
yang dapat diperoleh kembali dari unit
penghasil kas atas aset.
- 29 -
Intangible Assets
Impairment of Non-Financial Asset
At the end of each reporting period, the Branch
reviews the carrying amounts of non-financial
assets to determine whether there is any
indication that those assets have suffered an
impairment loss. If any such indication exists,
the recoverable amount of the asset is
estimated in order to determine the extent of
the impairment loss (if any). Where it is not
possible to estimate the recoverable amount
of an individual asset, the Branch estimates
the recoverable amount of the cash generating
unit to which the asset belongs.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
t.
u.
v.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh
kembali adalah nilai tertinggi antara nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai.
Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas
masa depan didiskontokan ke nilai kini
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak
yang menggambarkan penilaian pasar kini dari
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset
yang mana estimasi arus kas masa depan
belum disesuaikan.
Estimated recoverable amount is the higher of
fair value less cost to sell and value in use. In
assessing value in use, the estimated future
cash flows are discounted to their present
value using a pre-tax discount rate that reflects
current market assessments of the time value
of money and the risks specific to the asset for
which the estimates of future cash flows have
not been adjusted.
Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari
aset non-keuangan (unit penghasil kas)
kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset
(unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar
nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi
penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
If the recoverable amount of a non-financial
asset (cash generating unit) is less than its
carrying amount, the carrying amount of the
asset (cash generating unit) is reduced to its
recoverable amount and an impairment loss is
recognized immediately against earnings.
Simpanan
t.
Deposits
Simpanan diklasifikasikan dalam kategori
liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Deposits are classified as financial liabilities at
amortized costs.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, penentuan nilai
wajar dan penghentian pengakuan simpanan
dibahas pada Catatan 3f dan 3g.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, fair value and derecognition of
deposits are discussed in Notes 3f and 3g.
Simpanan dari Bank Lain
u.
Deposits from Other Banks
Simpanan dari bank lain diklasifikasikan dalam
kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Deposits from other banks are classified as
financial liabilities at amortized costs.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, penentuan nilai
wajar dan penghentian pengakuan simpanan
dari bank lain dibahas pada Catatan 3f dan 3g.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, fair value and derecognition of
deposits from other banks are discussed in
Notes 3f and 3g.
Pinjaman yang Diterima
v.
Borrowings
Pinjaman yang diterima diklasifikasikan dalam
kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Borrowings are classified as financial liabilities
at amortized cost.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengakuan awal, penentuan nilai
wajar dan penghentian pengakuan pinjaman
yang diterima dibahas pada Catatan 3f dan 3g.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, fair value and derecognition of
borrowings are discussed in Notes 3f and 3g.
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga
w. Recognition of Interest Revenues and
Expenses
Pendapatan dan beban bunga diakui secara
akrual menggunakan metode suku bunga
efektif (Catatan 3e dan 3f).
Interest revenues and expenses are
recognized on an accrual basis using the
effective interest method (Notes 3e and 3f).
Pendapatan dan beban bunga yang diakui
dalam laporan keuangan termasuk bunga
pada aset dan liabilitas keuangan pada biaya
perolehan
diamortisasi
yang
dihitung
menggunakan metode suku bunga efektif.
Interest revenues and expense recognized in
the financial statement includes interest on
financial assets and liabilities measured at
amortized costs using the effective interest
rate method.
- 30 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
x.
y.
z.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi
dan Komisi
x.
Recognition of Revenues and Expenses on
Commissions and Fees
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan
langsung dengan kegiatan perkreditan atau
jangka waktu tertentu yang jumlahnya
signifikan ditangguhkan dan diamortisasi
sesuai dengan jangka waktunya dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Commissions and fees income related to loan
activities or specific terms and with significant
amounts are treated as deferred transaction
cost which directly attributable to the financial
instruments and amortized over the periods of
the related financial instruments using the
effective interest rate method.
Provisi dan komisi yang tidak berkaitan
dengan kegiatan perkreditan atau pinjaman
dan jangka waktu tertentu atau nilainya tidak
material menurut Cabang diakui sebagai
pendapatan atau beban pada saat terjadinya
transaksi.
Commissions and fees, which are not related
to loan activities and terms of the loan or
whose amount is not material according to the
Branch are recognized as revenues or
expenses at the time the transactions are
made.
Sewa
y.
Lease
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai
beban dengan dasar garis lurus (straight-line
basis) selama masa sewa, kecuali terdapat
dasar sistematis lain yang dapat lebih
mencerminkan pola waktu dari manfaat aset
yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen
diakui sebagai beban di dalam periode
terjadinya.
Operating lease payments are recognized as
an expense on a straight-line basis over the
lease term, except where another systematic
basis is more representative of the time
pattern in which economic benefits from the
leased asset are consumed. Contingent
rentals arising under operating leases are
recognized as an expense in the period in
which they are incurred.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai
beban dengan dasar garis lurus (straight-line
basis) selama masa sewa, kecuali terdapat
dasar sistematis lain yang dapat lebih
mencerminkan pola waktu dari manfaat aset
yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen
diakui sebagai beban di dalam periode
terjadinya.
Operating lease payments are recognized as
an expense on a straight-line basis over the
lease term, except where another systematic
basis is more representative of the time
pattern in which economic benefits from the
leased asset are consumed. Contingent
rentals arising under operating leases are
recognized as an expense in the period in
which they are incurred.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa
operasi, insentif tersebut diakui sebagai
liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif
diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa
dengan dasar garis lurus kecuali terdapat
dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan
pola waktu dari manfaat yang dinikmati
pengguna.
In the event that lease incentives are received
to enter into operating leases, such incentives
are recognized as a liability. The aggregate
benefit of incentives is recognized as a
reduction of rental expense on a straight-line
basis, except where another systematic basis
is more representative of the time pattern in
which economic benefits from the leased
asset are consumed.
Imbalan Pasca Kerja
z.
Post-employment Benefits
Cabang menyelenggarakan program pensiun
manfaat pasti untuk karyawan tetap lokal yang
dikelola oleh Dana Pensiun Bangkok Bank Cabang Jakarta (DPBB). Jumlah kontribusi
merupakan kontribusi Cabang yang dihitung
secara aktuaria.
The Branch established defined benefit
pension plan covering local permanent
employees which is managed by Dana
Pensiun Bangkok Bank - Jakarta Branch
(DPBB). Total contributions represent the
Branch’s contributions computed on an
actuarial basis.
Aset dari program pensiun manfaat pasti
Cabang
dikelola
oleh
DPBB
yang
pendiriannya telah disetujui oleh Menteri
Keuangan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia
No. KEP-127/M/BW/1992 tanggal 3 Maret
1992.
The establishment of the Branch’s DPBB was
approved by the Minister of Finance of the
Republic of Indonesia based on Decision
Letter No. KEP-127/M/BW/1992 dated
March 3, 1992.
- 31 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Cabang juga memberikan imbalan pasca kerja
berdasarkan ketentuan Dana Pensiun dan
Undang-undang Tenaga Kerja No. 13 tahun
2003 (UUTK), mana yang lebih tinggi, dan
tunjangan pensiun sesuai dengan peraturan
Cabang.
The Branch also provides post-employment
benefits based on Dana Pension’s policy and
the requirement of Labor Law No. 13 year
2003 (LL), whichever is higher as well as
pension allowance in accordance with the
Branch’s policy.
Beban pensiun untuk karyawan Cabang yang
bukan merupakan anggota DPBB juga
dihitung oleh aktuaris berdasarkan UUTK dan
peraturan Cabang.
Pension costs for the Branch’s employees who
are not members of DPBB are also computed
by the actuary based on labor law and
Branch’s policy.
Perhitungan
imbalan
pasca
kerja
menggunakan metode Projected Unit Credit.
The cost of providing post-employment
benefits is determined using the Projected Unit
Credit method.
Efektif tanggal 1 Januari 2015, pengukuran
kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian
aktuarial, tercermin langsung dalam laporan
posisi keuangan yang dibebankan atau
dikreditkan dalam penghasilan komprehensif
lain periode terjadinya. Pengukuran kembali
diakui dalam penghasilan komprehensif lain
tercermin sebagai pos terpisah pada
penghasilan komprehensif lain di ekuitas.
Sebelum 1 Januari 2015, akumulasi
keuntungan dan kerugian aktuaria bersih yang
belum diakui yang melebihi 10% dari jumlah
nilai kini provisi imbalan pasti diakui dengan
metode garis lurus selama rata-rata sisa masa
kerja yang diperkirakan dari para karyawan
dalam program tersebut. Sehubungan dengan
perubahan kebijakan akuntansi ini, Cabang
tidak menerapkan secara retrospektif karena
dampaknya tidak signifikan terhadap laporan
keuangan tahun sebelumnya.
Effective
from
1
January
2015,
remeasurement, comprising actuarial gains
and losses, is reflected immediately in the
statement of financial position with a charge or
credit recognized in other comprehensive
income in the period in which they occur.
Remeasurement
recognized
in
other
comprehensive income is reflected as a
separate item under other comprehensive
income in equity. Prior to January 1, 2015, the
accumulated unrecognized actuarial gains and
losses that exceed 10% of the present value of
the Company’s provision of defined benefit are
recognized on straight-line basis over the
expected average remaining service years of
the participating employees. The Branch has
not applied the change in this accounting
policy retrospectively due to the impact is not
significant to prior year financial statements.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan
pasti di laporan posisi keuangan merupakan
nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan
dengan keuntungan dan kerugian aktuarial
yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum
diakui dan nilai wajar aset program.
The benefit obligation recognized in the
statement of financial position represents the
present value of the defined benefit obligation,
as adjusted for unrecognized actuarial gains
and losses and unrecognized past service
cost, and as reduced by the fair value of
scheme assets.
aa. Pajak Penghasilan
aa. Income Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba
kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Current tax expense is determined based on
the taxable income for the year computed
using prevailing tax rates.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas
konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset
pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan,
sepanjang
besar
kemungkinan
dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena
pajak pada masa datang.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for the future tax consequences
attributable to differences between the
financial statement carrying amounts of assets
and liabilities and their respective tax bases.
Deferred tax liabilities are recognized for all
taxable temporary differences and deferred
tax assets are recognized for all deductible
temporary differences to the extent that it is
probable that taxable income will be available
in future periods against which the deductible
temporary differences can be utilized.
- 32 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
4.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Deferred tax assets and liabilities are
measured at the tax rates that are expected to
apply in the period in which the liability is
settled or the asset realized, based on the tax
rates (and tax laws) that have been enacted,
or substantively enacted, by the end of the
reporting period.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak
tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak
yang sesuai dengan cara yang Cabang
ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan,
untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah
tercatat aset dan liabilitasnya.
The measurement of deferred tax assets and
liabilities reflect the consequences that would
follow from the manner in which the Branch
expects, at the end of the reporting period, to
recover or settle the carrying amount of their
assets and liabilities.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji
ulang pada akhir periode pelaporan dan
dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan
besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam
jumlah
yang
memadai
untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh
aset pajak tangguhan tersebut.
The carrying amount of deferred tax asset is
reviewed at the end of each reporting period
and reduced to the extent that it is no longer
probable that sufficient taxable profits will be
available to allow all or part of the asset to be
recovered.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling
hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama serta Cabang yang
berbeda yang bermaksud untuk memulihkan
aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
neto.
Deferred tax assets and liabilities are offset
when there is legally enforceable right to set
off current tax assets against current tax
liabilities and when they relate to income taxes
levied by the same taxation authority and the
Branch intends to settle its current tax assets
and current tax liabilities on a net basis.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai
beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang
berasal dari transaksi atau kejadian yang
diakui, di luar laba atau rugi (baik dalam
penghasilan komprehensif lain maupun secara
langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak
juga diakui di luar laba atau rugi.
Current and deferred tax are recognized as an
expense or income in profit or loss, except
when they relate to items that are recognized
outside of profit or loss (whether in other
comprehensive income or directly in equity), in
which case the tax is also recognized outside
of profit or loss.
PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN
ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
4.
CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND
ESTIMATES
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Cabang,
yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain.
Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang
dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin
berbeda dari estimasi tersebut.
In the application of the Branch accounting
policies, which are described in Note 3, the
management is required to make judgements,
estimates and assumptions about the carrying
amounts of assets and liabilities that are not readily
apparent from other sources. The estimates and
associated assumptions are based on historical
experience and other factors that are considered to
be relevant. Actual results may differ from these
estimates.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah
secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi
diakui dalam periode yang perkiraan tersebut
direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode
tersebut, atau pada periode revisi dan periode
masa depan jika revisi mempengaruhi kedua
periode tersebut.
The estimates and underlying assumptions are
reviewed on an ongoing basis. Revisions to
accounting estimates are recognized in the period
which the estimates is revised if the revision affects
only that period, or in the period of the revision and
future periods if the revision affects both periods.
- 33 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Pertimbangan
Kritis
Kebijakan Akuntansi
dalam
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Penerapan
Critical Judgement in Applying Accounting
Policies
Di bawah ini adalah pertimbangan kritis, selain
dari estimasi yang telah diatur, dimana
manajemen telah membuat suatu proses
penerapan kebijakan akuntansi Cabang dan
memiliki pengaruh paling signifikan terhadap
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Below are the critical judgements, apart from those
involving estimations, that the managements have
made in the process of applying the Branch
accounting policies and that have the most
significant effect on the amounts recognized in the
financial statements.
Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh
tempo
Held-to-maturity financial assets
Manajemen telah menelaah aset keuangan
Cabang yang dimiliki hingga jatuh tempo karena
persyaratan pemeliharaan modal dan likuiditas
dan telah dikonfirmasi intensi positif Cabang dan
kemampuan untuk memiliki aset tersebut hingga
jatuh tempo. Rincian dan jumlah tercatat aset
keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo
diungkapkan dalam Catatan 9.
The management has reviewed the Branch’s heldto-maturity financial assets in the light of its capital
maintenance and liquidity requirements and has
confirmed the Branch’s positive intention and
ability to hold those assets to maturity. The details
and its carrying amounts of the held-to-maturity
financial assets are disclosed in Note 9.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Key Sources of Estimation Uncertainty
Asumsi utama mengenai masa depan dan
sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko
signifikan yang mengakibatkan penyesuaian
material terhadap jumlah tercatat aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya
dijelaskan di bawah ini:
The key assumptions concerning future and other
key sources of estimation uncertainty at the end of
the reporting period, that have a significant risk of
causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next
reporting period are discussed below:
Rugi Penurunan Nilai Aset Keuangan
Impairment Loss on Financial Assets
Cabang menilai penurunan nilai aset keuangan
pada
setiap
tanggal
pelaporan.
Dalam
menentukan apakah rugi penurunan nilai harus
dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat
penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa
kerugian telah terjadi. Suatu aset keuangan
dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada
bukti objektif terjadinya peristiwa yang berdampak
pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti
tersebut meliputi data yang dapat diobservasi
yang menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa
yang merugikan dalam status pembayaran debitur
atau kondisi ekonomi nasional atau lokal yang
berkorelasi dengan kelalaian pembayaran
piutang.
The Branch assesses its financial assets at each
reporting date. In determining whether the
impairment loss should be recorded in profit or
loss, management makes judgement as to whether
there is an objective evidence that loss event has
occurred. Financial assets are considered to be
impaired when there is objective evidence that, as
a result of one or more events that occurred after
the initial recognition of the financial asset, the
estimated future cash flows of the financial assets
have been affected. The evidence includes
observable data which indicates that an adverse
event has occurred in the payment status of
borrowers or in the national or local economic
conditions that correlate with the omission of
payment of receivables.
Cadangan kerugian penurunan nilai akan
dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan
nilai yang terjadi dalam portofolio aset keuangan.
Manajemen menggunakan perkiraan berdasarkan
pengalaman kerugian historis untuk aset dengan
karakteristik risiko kredit dan bukti objektif adanya
penurunan nilai yang serupa dengan yang ada
dalam portofolio pada saat penjadwalan arus kas
masa depan.
Provision for loss on impairment will be set up to
recognize the impairment loss that occurs in a
portfolio of financial assets. Management uses
estimates based on historical loss experience for
assets with credit risk characteristics and objective
evidence of impairment similar to those in the
portfolio when scheduling the future cash flows.
- 34 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Manajemen juga membuat penilaian atas
metodologi dan asumsi untuk memperkirakan
jumlah dan waktu arus kas masa depan yang
direview secara berkala untuk mengurangi
perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian
aktualnya.
Management also makes judgement as to the
methodology and assumptions for estimating the
amount and timing of future cash flows which are
reviewed regularly to reduce any difference
between loss estimate and actual loss.
Cabang melakukan penilaian terhadap penurunan
nilai secara individual, yaitu dilakukan untuk
jumlah aset keuangan yang melebihi ambang
batas (threshold) tertentu dan aset keuangan
yang memiliki bukti objektif penurunan nilai yang
telah teridentifikasi secara terpisah pada tanggal
laporan posisi keuangan. Kerugian penurunan
nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai
kini dari estimasi terbaik atas arus kas masa
depan dan realisasi agunan pada tingkat suku
bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut.
Estimasi
ini
dilakukan
dengan
mempertimbangkan
kapasitas
utang
dan
fleksibilitas
keuangan
debitur,
kualitas
pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus kas,
industri di mana debitur beroperasi dan nilai
realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu
pemulihan masa depan akan membutuhkan
banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan
tergantung pada kinerja debitur pada masa
mendatang dan nilai agunan, keduanya akan
dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa depan,
di samping itu agunan mungkin tidak mudah
dijual. Nilai aktual arus kas masa depan dan
tanggal penerimaan mungkin berbeda dari
estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual
yang terjadi mungkin berbeda dengan yang diakui
dalam laporan keuangan.
The Branch performs assessment of the
impairment amounts individually, which is made to
the amount of financial assets that exceed certain
threshold and to certain financial assets that have
objective evidence that impairment has been
identified separately on the date of statement of
financial position. Impairment loss is the difference
between the carrying amount and the present
value of the best estimated future cash flows and
realization of collateral at the initial effective
interest rates of financial assets. The estimates are
made by considering the debt capacity and
financial flexibility of the debtor, debtor's earnings
quality, quantity and source of cash flows, industry
in which the debtor operates and realizable value
of collateral. Estimating the amount and timing of
future recovery will require a lot of considerations.
The amount of revenue depends on the
performance of the debtor in the future and the
value of collateral, both of which will be affected by
future economic conditions, in addition to the fact
that the collateral may not be easily sold. The
actual value and date of receipt of future cash flows
may differ from the estimates and as a result,
actual loss which occurs may be different from the
amount recognized in the financial statements.
Manfaat Karyawan
Employee Benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung
pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain
tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
Realisasi yang berbeda dari asumsi Cabang dan
akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah
biaya serta liabilitas yang diakui di periode
berjalan. Walaupun asumsi Cabang dianggap
tepat dan wajar, namun perubahan signifikan
pada kenyataannya atau perubahan signifikan
dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh
secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca
kerja Cabang.
Determination of liability for employee benefits
depends on the selection of certain assumptions
used by actuaries in calculating the amount of such
liability. These assumptions include, among others,
the discount rate and the rate of increase in
salaries. Different realization of the Branch
assumptions will affect the amount of costs and
liabilities recognized in the current period. Although
the assumptions used by the Branch are assessed
to be appropriate and fair, significant changes in
actual events or significant changes in the
assumptions used can significantly affect the
Branch’s post-employment benefits liability.
Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja Cabang
diungkapkan dalam Catatan 28.
The present values of the post-employment
benefits obligation of the Branch are disclosed in
Note 28.
- 35 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Estimated Useful Lives of Premises and
Equipment
Masa manfaat setiap aset tetap Cabang
ditentukan
berdasarkan
kegunaan
yang
diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal
dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat
setiap aset direview secara periodik dan
disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan
estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan
teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat
kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa
mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan
oleh perubahan atas jumlah serta periode
pencatatan biaya yang diakibatkan karena
perubahan faktor yang disebutkan di atas.
The useful life of each item of the Branch’s
premises and equipment are estimated based on
the period over which the asset is expected to be
available for use. Such estimation is based on
internal technical evaluation and experience with
similar assets. The estimated useful life of each
asset is reviewed periodically and updated if
expectations differ from previous estimates due to
physical wear and tear, technical or commercial
obsolescence and legal or other limits on the use
of the asset. It is possible, however, that future
results of operations could be materially affected
by changes in the amounts and timing of recorded
expenses brought about by changes in the factors
mentioned above.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat
mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang
diakui dan mengurangi nilai tercatat aset tersebut.
A change in the estimated useful life of any item of
premises and equipment would affect the recorded
depreciation expense and decrease the carrying
values of these assets.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam
Catatan 14.
The carrying amounts of premises and equipment
are disclosed in Note 14.
Penilaian Instrumen Keuangan
Valuation of Financial Instruments
Seperti dijelaskan dalam Catatan 38, Cabang
menggunakan teknik penilaian yang meliputi input
yang tidak didasarkan pada data pasar yang
dapat diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar
dari beberapa jenis instrumen keuangan. Catatan
38 memberikan informasi yang rinci mengenai
asumsi
utama
yang
digunakan
dalam
menentukan nilai wajar instrumen keuangan.
As describe in Note 38, the Branch uses valuation
techniques that may include inputs that are not
based on observable market data to estimate the
fair value of certain types of financial instruments.
Note 38 provide the detailed information about the
key assumptions used in the determination of the
fair value of financial instruments.
Manajemen berpendapat bahwa teknik penilaian
yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah
tepat dalam menentukan nilai wajar dari
instrumen keuangan.
The management believes that the chosen
valuation techniques and assumptions used are
appropriate in determining the fair value of financial
instruments.
5.
KAS
5.
CASH
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
Mata uang asing
Jumlah
7.238.282.570
5.081.516.835
7.834.321.013
2.609.237.822
12.319.799.405
10.443.558.835
- 36 -
Rupiah
Foreign currencies
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
6.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
GIRO PADA BANK INDONESIA
6.
DEMAND DEPOSITS WITH BANK INDONESIA
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
%GWM
Rp
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
208.474.109.077
468.690.000.000
Jumlah
677.164.109.077
7,89
10,00
236.918.829.736
225.407.000.000
462.325.829.736
%GWM
12,20
8,61
Rupiah
US Dollar
Total
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 17/21/PBI/2015 tanggal 26 November 2015
yang berlaku efektif sejak 1 Desember 2015,
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank
Indonesia Nomor 15/15/PBI/2013 tentang Giro
Wajib Minimum Bank Umum bagi Bank Umum
konvensional dalam Rupiah dan Valuta Asing,
setiap bank di Indonesia diwajibkan mempunyai
saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk
cadangan likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM)
dalam Rupiah terdiri dari GWM Primer ditetapkan
sebesar 7,5% dan GWM Sekunder ditetapkan
sebesar 4%, serta GWM Loan to Deposit Ratio
(LDR) sebesar perhitungan antara parameter
disinsentif bawah atau parameter disinsentif atas
dengan selisih antara LDR bank dan LDR target
dengan memperhatikan selisih antara Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank dan
KPMM Insentif. GWM dalam Dolar Amerika Serikat
ditetapkan sebesar 8%.
In accordance with Bank Indonesia Regulation
(PBI) No. 17/21/PBI/2015 dated November 26,
2015 which is effective starting December 1, 2015,
regarding the Second Amendment to Bank
Indonesia Regulation Number 15/15/PBI/2013
about Minimum Statutory Reserves (GWM) with
Commercial Banks in Rupiah and foreign
currencies, each Bank in Indonesia is required to
have a minimum demand deposits balance in Bank
Indonesia as liquidity reserve. The GWM in Rupiah
consists of Primary GWM which is set at 7.5% and
the Secondary GWM which is set at 4%, and GWM
Loan to Deposit Ratio (LDR GWM) which is
determined based on parameters under
disincentive and over disincentive for the difference
between the bank's LDR and target LDR by taking
into account the difference between the bank's
Capital Adequacy Ratio (CAR) and CAR incentive.
GWM in the United States Dollar is set at 8%.
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013
yang berlaku efektif sejak 31 Desember 2013,
tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada
Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing,
setiap bank di Indonesia diwajibkan mempunyai
saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk
cadangan likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM)
dalam Rupiah terdiri dari GWM Primer ditetapkan
sebesar 8% dan GWM Sekunder ditetapkan
sebesar 4%, serta GWM Loan to Deposit Ratio
(LDR) sebesar perhitungan antara parameter
disinsentif bawah atau parameter disinsentif atas
dengan selisih antara LDR Cabang dan LDR target
dengan memperhatikan selisih antara kewajiban
penyediaan Modal Minimum (KPMM) Cabang dan
KPMM insentif. GWM dalam Dolar Amerika Serikat
ditetapkan sebesar 8%.
In accordance with Bank Indonesia Regulation
(PBI)
No.
15/15/PBI/2013
dated
December 24, 2013 which is effective from
December 31, 2013, regarding Minimum Statutory
Reserves (GWM) with Bank Indonesia in Rupiah
and Foreign Currencies, each bank in Indonesia is
required to maintain minimum deposit balances
with Bank Indonesia, as liquidity reserve. The
GWM in Rupiah consists of Primary GWM which is
set at 8% and secondary GWM which is set at 4%,
and GWM Loan to Deposit Ratio (LDR GWM)
which is determined based on parameters lower
disincentive paramater and upper disincentive
parameter for the difference between the Branch’s
LDR and target LDR by taking into account the
difference between the Branch’s Capital Adequacy
Ratio (CAR) and CAR incentive. GWM in the United
States Dollar is set at 8%.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, GWM
sekunder Cabang yang terdiri dari Sertifikat
Bank Indonesia dan Obligasi Pemerintah Indonesia
masing-masing sebesar 6,06% dan 79,42%.
As of December 31, 2015 and 2014, the Branch’s
secondary statutory reserve which consists of Bank
Indonesia Certificate and Indonesian Government
Bonds were 6.06% and 79.42%, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
Cabang telah memenuhi Giro Wajib Minimum yang
harus disediakan sesuai dengan ketentuan Bank
Indonesia.
As of December 31, 2015 and 2014, the Branch
has complied with the required minimum deposit
balances under the Bank Indonesia regulation.
- 37 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
7.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
GIRO PADA BANK LAIN
7.
DEMAND DEPOSITS WITH OTHER BANKS
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pihak berelasi
Mata uang asing
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
9.136.117.108
11.356.904.052
2.194.286.255
65.999.178.720
68.193.464.975
385.074.161
68.080.771.807
68.465.845.968
Related parties
Foreign currencies
Third parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Jumlah
77.329.582.083
79.822.750.020
Total
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, tidak
terdapat giro pada bank lain yang dijadikan agunan
oleh Cabang.
8.
On December 31, 2015 and 2014, there are no
demand deposits from other banks that serve as
collateral by the Branch.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN
BANK LAIN
8.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai
berikut:
PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND
OTHER BANKS
Placements with Bank Indonesia and other banks
by type of placements are as follows:
31 Desember/December 31, 2015
Tingkat bunga efektif
rata-rata per tahun/
Average annual
Jangka waktu/
effective interest
Jumlah/
Period
rates
Total
Rp
Pihak berelasi
Mata uang asing
Penempatan pasar uang
antar bank
Pihak ketiga
Rupiah
Penempatan pasar uang
antar bank
Mata uang asing
Penempatan pada Bank
Indonesia
Penempatan pasar uang
antar bank
31 hari/days
0,62%
413.550.000.000
4-92 hari/days
7,50%
280.000.000.000
30-90 hari/days
0,37%
551.400.000.000
41/days
0,75%
275.700.000.000
Jumlah
1.520.650.000.000
- 38 -
Related parties
Foreign currencies
Interbank money
market
Third parties
Rupiah
Interbank money
market
Foreign currency
Placement with Bank
Indonesia
Interbank money
market
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31, 2014
Tingkat bunga efektif
rata-rata per tahun/
Average annual
Jangka waktu/
effective interest
Jumlah/
Period
rates
Total
Rp
Pihak berelasi
Mata uang asing
Penempatan pasar uang
antar bank
Pihak ketiga
Rupiah
Penempatan pada Bank
Indonesia
Penempatan pasar uang
antar bank
Mata uang asing
Penempatan pada Bank
Indonesia
Penempatan pasar uang
antar bank
35-38 hari/days
0,30%
990.800.000.000
3 hari/days
5,75%
82.000.000.000
33-96 hari/days
6,84%
1.410.000.000.000
2-31 hari/days
0,15%
928.875.000.000
21-33 hari/days
0,29%
656.405.000.000
Jumlah
4.068.080.000.000
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh tempo
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut:
Related parties
Foreign currencies
Interbank money
market
Third parties
Rupiah
Placements with Bank
Indonesia
Interbank money
market
Foreign currency
Placement with Bank
Indonesia
Interbank money
market
Total
Placements with Bank Indonesia and other banks
as of December 31, 2015 and 2014 according to
remaining period to maturity are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
Subjumlah
220.000.000.000
60.000.000.000
280.000.000.000
852.000.000.000
640.000.000.000
1.492.000.000.000
Rupiah
≤ 1 month
> 1 - 3 months
Subtotal
Mata uang asing
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
Subjumlah
827.100.000.000
413.550.000.000
1.240.650.000.000
2.576.080.000.000
2.576.080.000.000
Foreign currencies
≤ 1 month
> 1 - 3 months
Subtotal
Jumlah
1.520.650.000.000
4.068.080.000.000
Total
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, tidak
terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain yang dijadikan agunan oleh Cabang.
- 39 -
On December 31, 2015 and 2014, there are no
placements with Bank Indonesia and other banks
that serve as collateral by the Branch.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
9.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
EFEK-EFEK
9.
SECURITIES
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Dimiliki hingga jatuh tempo
Rupiah
Sertifikat Bank Indonesia - setelah
dikurangi diskonto yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 3.067.182.641 tahun 2015 dan
Rp 1.289.206.855 tahun 2014
Sertifikat Deposito Bank Indonesia setelah dikurangi diskonto
yang belum diamortisasi sebesar
Rp 567.554.224 tahun 2015 dan
Rp 3.319.501.415 tahun 2014
Obligasi Negara - setelah dikurangi
diskonto yang belum diamortisasi
sebesar Rp 13.274.559.477
tahun 2015 dan Rp 15.271.585.893
tahun 2014
Mata uang asing
Wesel ekspor
Subjumlah
Held-to-maturity
Rupiah
Tersedia untuk dijual
Rupiah
Obligasi Negara
Diskonto yang belum diamortisasi
Penyesuaian nilai efek-efek
Subjumlah
96.932.817.359
86.172.793.145
49.432.445.776
346.680.498.585
744.654.559.477
727.191.586.431
13.672.331.335
904.692.153.947
15.035.040.495
1.175.079.918.656
301.498.000.000
(3.164.968.831)
(4.568.254.789)
293.764.776.380
311.020.000.000
(5.526.843.671)
1.742.959.191
307.236.115.520
Jumlah efek-efek
Cadangan kerugian penurunan nilai wesel ekspor
1.198.456.930.327
1.482.316.034.176
Jumlah efek-efek - bersih
1.197.867.137.223
(589.793.104)
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun:
1.482.316.034.176
Bank Indonesia Certificate net of unamortized discount of
Rp 3,067,182,641 in 2015 and
Rp 1,289,206,855 in 2014
Bank Indonesia Deposit Certificate net of unamortized discount of
Rp 567,554,224 in 2015 and
Rp 3,319,501,415 in 2014
Government Bonds - net of
unamortized discount of
Rp 13,274,559,477 in 2015
and Rp 15,271,585,893
in 2014
Foreign currency
Export bills
Subtotal
Available-for-sale
Rupiah
Government Bonds
Unamortized discount
Mark-to-market of securities
Subtotal
Total securities
Allowance for impairment losses export bills
Total securities - net
The average annual effective interest rates:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rupiah
Sertifikat Bank Indonesia
Sertifikat Deposito Bank Indonesia
Obligasi Negara
Mata uang asing
Wesel ekspor
6,87%
6,85%
8,27%
7,10%
6,47%
7,65%
5,61%
5,25%
- 40 -
Rupiah
Bank Indonesia Certificate
Bank Indonesia Deposit Certificate
Government Bonds
Foreign Currency
Export bills
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Jangka waktu efek-efek sejak tanggal pembelian
hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:
The terms of the above securities from acquisition
dates to maturity dates are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Dimiliki hingga jatuh tempo
Sertifikat Bank Indonesia
Sertifikat Deposito Bank Indonesia
Obligasi Negara
Wesel ekspor
6 - 9 bulan/months
3 bulan/months
1 - 9 tahun/years
1 - 5 bulan/months
Mutasi perubahan nilai wajar atas pemilikan efekefek tersedia untuk dijual disajikan sebagai
penghasilan komprehensif lainnya sebagai berikut:
9 bulan/months
3 bulan/months
1 - 8 tahun/years
1 bulan/month
Held-to-maturity
Bank Indonesia Certificate
Bank Indonesia Deposit Certificate
Government Bonds
Export bills
Movement of net changes in fair value of
available-for-sale securities presented as other
comprehensive income follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Saldo awal sebelum pajak tangguhan
Realisasi atas keuntungan penjualan
Perubahan nilai wajar efek
1.742.959.191
(6.311.213.980)
(1.432.085.841)
807.221.036
2.367.823.996
Beginning balance before deferred
income tax
Realized gain on sale
Change in fair value
Penyesuaian nilai efek-efek
Manfaat pajak tangguhan
(4.568.254.789)
1.827.301.915
1.742.959.191
(697.183.677)
Mark-to-market of securities
Deferred tax benefit
Saldo akhir setelah pajak tangguhan
(2.740.952.874)
1.045.775.514
Ending balance after deferred
income tax
Berdasarkan peringkat Moody’s Investors Service,
obligasi pemerintah memiliki peringkat Baa3 pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
Based on the ratings of Moody’s Investors
Service, the government bonds was rated Baa3 as
of December 31, 2015 and 2014.
Pada tahun 2015, obligasi pemerintah tersedia
untuk dijual dengan jumlah nilai tercatat sebesar
Rp 25.000.000.000 telah jatuh tempo.
In 2015, available-for-sale government bonds with
a total carrying amount of Rp 25,000,000,000 has
matured.
Pada tahun 2014, cabang melakukan transaksi
penjualan atas obligasi pemerintah tersedia untuk
dijual dengan jumlah nilai tercatat sebesar
Rp 135.352.000.000 dan keuntungan yang
direalisasi adalah sebesar Rp 807.221.036
diklasifikasikan sebagai laba rugi.
In 2014, the Branch sold its available-for-sale
government bonds with a total carrying amount of
Rp 135,352,000,000 which resulted to a realized
gain of Rp 807,221,036 reclassified to profit or
loss.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai atas efek-efek telah
memadai untuk menutup kerugian yang timbul
akibat tidak tertagihnya wesel ekspor.
Management believes that the allowance for
impairment losses on securities is adequate to
cover the losses, which might arise from
uncollectible export bills.
Nilai wajar efek yang dimiliki hingga jatuh tempo
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 masingmasing sebesar Rp 906.367.091.732 dan
Rp 1.180.139.380.999.
Fair value of held-to-maturity securities as of
December 31, 2015 and 2014 amounted to
Rp 906,367,091,732 and Rp 1,180,139,380,999,
respectively.
- 41 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
a.
10. ACCEPTANCES RECEIVABLE AND PAYABLE
Tagihan Akseptasi
a.
Rincian tagihan akseptasi pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan
pihak dan mata uang adalah sebagai berikut:
Acceptances Receivable
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
parties and currencies are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pihak ketiga - bukan bank
Rupiah
422.163.335.908
Mata uang asing
871.136.043.610
Jumlah
1.293.299.379.518
Cadangan kerugian penurunan nilai
(55.789.977.323)
1.315.904.226.830
1.315.904.226.830
(38.213.406.255)
Third parties - non banks
Rupiah
Foreign currencies
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
1.277.690.820.575
Total - net
1.237.509.402.195
Rincian tagihan akseptasi pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan
kolektibilitas adalah sebagai berikut:
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
collectibility are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Lancar
Cadangan kerugian penurunan nilai
1.293.299.379.518
(55.789.977.323)
1.315.904.226.830
(38.213.406.255)
Current
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
1.237.509.402.195
1.277.690.820.575
Total - net
Rincian tagihan akseptasi pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan
jangka waktu perjanjian adalah sebagai
berikut:
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
maturity from recognition date are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
≤ 1 bulan
1.596.730.335
1 - 3 bulan
135.054.554.076
3 - 6 bulan
1.086.850.504.607
6 - 12 bulan
69.797.590.500
Jumlah
1.293.299.379.518
Cadangan kerugian penurunan nilai
(55.789.977.323)
2.667.975.462
205.106.015.317
1.009.488.665.051
98.641.571.000
1.315.904.226.830
(38.213.406.255)
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
1.277.690.820.575
Total - net
1.237.509.402.195
- 42 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Rincian tagihan akseptasi berdasarkan sisa
umur jatuh tempo pada tanggal 31 Desember
2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
remaining period until maturity are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
261.199.436.601
283.496.397.575
744.168.221.592
4.435.323.750
1.293.299.379.518
(55.789.977.323)
147.295.551.671
620.466.965.384
491.776.955.525
56.364.754.250
1.315.904.226.830
(38.213.406.255)
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
1.237.509.402.195
1.277.690.820.575
Total - net
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai
tagihan akseptasi adalah sebagai berikut:
The changes in the allowance for impairment
losses on acceptances receivable are as
follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Saldo awal tahun
Pembentukan tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
38.213.406.255
18.211.160.780
(634.589.712)
8.048.023.623
30.023.203.086
142.179.546
Balance at beginning of year
Provision during the year
Exchange rate difference
Saldo akhir tahun
55.789.977.323
38.213.406.255
Balance at ending of year
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
kerugian penurunan nilai untuk tagihan
akseptasi adalah cukup untuk menutup
kerugian yang mungkin timbul akibat tidak
tertagihnya tagihan akseptasi.
b.
Liabilitas Akseptasi
Management believes that the allowance for
impairment losses is adequate to cover
possible losses which might arise from
uncollectible acceptances receivable.
b.
Rincian liabilitas akseptasi pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan
pihak dan mata uang adalah sebagai berikut:
Acceptances Payable
The details of acceptances payable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
parties and currencies are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pihak berelasi - bank
Mata uang asing
Pihak ketiga - bank
Rupiah
Mata uang asing
Jumlah
Related parties - banks
Foreign currency
2.871.315.154
5.849.970.532
422.163.335.908
868.264.728.456
1.310.054.256.298
Third parties - banks
Rupiah
Foreign currency
1.293.299.379.518
1.315.904.226.830
Total
- 43 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Rincian liabilitas akseptasi pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan
jangka waktu perjanjian adalah sebagai
berikut:
The details of acceptances payable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
maturity from recognition date are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
1.596.730.335
136.364.184.213
1.085.540.874.470
69.797.590.500
2.667.975.462
205.106.015.317
1.009.488.665.051
98.641.571.000
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
Jumlah
1.293.299.379.518
1.315.904.226.830
Total
Rincian liabilitas akseptasi berdasarkan sisa
umur jatuh tempo pada tanggal 31 Desember
2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
The details of acceptances payable as of
December 31, 2015 and 2014 based on
remaining period until maturity are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
Jumlah
261.199.436.601
283.496.397.575
744.168.221.592
4.435.323.750
147.295.551.671
620.466.965.384
491.776.955.525
56.364.754.250
1.293.299.379.518
1.315.904.226.830
11. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
Total
11. DERIVATIVE RECEIVABLES AND PAYABLES
Cabang melakukan transaksi derivatif dalam
bentuk kontrak pembelian atau penjualan
berjangka mata uang asing (forward), perjanjian
swap mata uang asing dan swap pertukaran tingkat
bunga (interest rate swap) dengan pihak berelasi
dan pihak ketiga.
The Branch entered into transactions involving
derivative instruments consisting of forward
exchange contracts, cross-currency swap and
interest rate swap agreements with related parties
and third parties.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, tidak
ada transaksi derivatif Cabang untuk tujuan lindung
nilai. Dengan demikian seluruh laba atau rugi yang
berasal dari transaksi derivatif diakui pada laba rugi
tahun berjalan.
As of December 31, 2015 and 2014, none of the
Branch’s derivative transactions were designated
as hedging instruments for accounting purposes.
Accordingly, all gains and losses resulting from the
derivative transactions are recognized in current
year profit or loss.
Jangka waktu dari transaksi instrumen derivatif
Cabang pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
masing-masing berkisar antara 5 hari hingga 6
tahun dan 3 hari hingga 6 tahun.
The Branch’s derivative instruments as of
December 31, 2015 and 2014 have original terms
ranging from 5 days to 6 years and 3 days to 6
years, respectively.
- 44 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Rincian tagihan dan liabilitas derivatif per
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
The details of derivative receivables and payables
as of December 31, 2015 and 2014 are as follows:
31 Desember/December 31, 2015
Jumlah nominal/Notional amount
Nilai wajar/Fair value
Beli/
Jual/
Tagihan /
Liabilitas
Buy
Sell
Receivables
Payables
Rp
Rp
Rp
Rp
Pihak berelasi
Interest rate swap
453.362.000.000
-
-
71.651.521.860
Related party
Interest rate swap
Pihak ketiga
Swap
Forward
Spot
Interest rate swap
Subjumlah
1.709.619.815.750
261.672.160.655
156.731.607.119
2.128.023.583.524
474.943.500.000
725.326.864.088
193.190.000.000
453.691.000.000
1.847.151.364.088
13.098.500.000
41.736.948.389
130.000.000
73.719.514.149
128.684.962.538
66.887.526.750
7.239.933.811
185.390.919
74.312.851.480
Third parties
Swap
Forward
Spot
Interest rate swap
Subtotal
Jumlah
2.581.385.583.524
1.847.151.364.088
128.684.962.538
145.964.373.340
Total
31 Desember/December 31, 2014
Jumlah nominal/Notional amount
Nilai wajar/Fair value
Beli/
Jual/
Tagihan /
Liabilitas
Buy
Sell
Receivables
Payables
Rp
Rp
Rp
Rp
Pihak berelasi
Interest rate swap
433.300.000.000
-
-
1.948.654.662
Related party
Interest rate swap
Pihak ketiga
Swap
Spot
Forward
Interest rate swap
Subjumlah
568.693.696.111
566.253.500.000
457.263.053.238
1.592.210.249.349
502.102.374.565
31.087.500.000
318.729.695.814
433.650.000.000
1.285.569.570.379
13.180.631.525
112.500.000
7.507.245.622
2.795.364.847
23.595.741.994
5.890.173.730
2.963.500.000
19.101.476.863
27.955.150.593
Third parties
Swap
Spot
Forward
Interest rate swap
Subtotal
Jumlah
2.025.510.249.349
1.285.569.570.379
23.595.741.994
29.903.805.255
Total
Tagihan dan liabilitas derivatif pada tanggal
31 Desember 2015 dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat dan Euro, sedangkan pada
tanggal 31 Desember 2014 dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat, Yen Jepang dan Euro.
Derivatives receivables and payables as of
December 31, 2015 are denominated in United
States Dollar and Euro, and as of December 31,
2014 are denominated in United States Dollar,
Japanese Yen and Euro.
Pada tahun 2015 dan 2014, jumlah kerugian atas
tagihan dan liabilitas derivatif yang diakui dalam
laba rugi dalam akun ”pendapatan transaksi valuta
asing-bersih”
masing-masing
sebesar
Rp 37.459.727.072 dan Rp 17.169.878.225.
In 2015 and 2014, the amount of loss on derivative
receivables and payables recognized in profit or
loss under “gain on foreign exchange transactions
– net” amounted to Rp 37,459,727,072 and
Rp 17,169,878,225, respectively.
- 45 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
12. KREDIT
12. LOANS
Rincian kredit yang diberikan adalah sebagai
berikut:
The details of loans are as follows:
a.
a.
Jenis Kredit
By Type of Loans
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
Pihak berelasi
Pinjaman karyawan
4.072.288.628
309.684.110
Pihak ketiga
Modal kerja
Investasi
Ekspor-impor
Rekening koran
Pinjaman karyawan
Subjumlah
2.937.655.043.856
2.911.050.196.454
325.641.932.507
138.702.587.293
18.644.832.888
6.331.694.592.998
2.000.585.934.139
1.765.031.223.471
50.960.680.483
123.256.054.474
11.821.357.125
3.951.655.249.692
Third parties
Working capital
Investment
Export-import
Overdraft
Staff loans
Subtotal
8.806.288.789.913
4.202.239.254.903
796.801.969.728
13.805.330.014.544
7.045.622.653.627
3.655.352.157.709
318.004.780.049
543.278.108.620
11.562.257.700.005
Foreign currency
Third parties
Investment
Working capital
Export-import
Overdraft
Subtotal
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
20.141.096.896.170
15.514.222.633.807
Jumlah - bersih
19.173.592.049.220
Mata uang asing
Pihak ketiga
Investasi
Modal kerja
Ekspor-impor
Rekening koran
Subjumlah
b.
(967.504.846.950)
Sektor Ekonomi
(520.763.063.992)
14.993.459.569.815
b.
Rupiah
Related parties
Staff loans
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
By Economic Sector
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
Industri pengolahan
Real estate
Perdagangan, restoran dan hotel
Jasa dunia usaha
Konstruksi
Transportasi
Perikanan
Pertambangan
Lain-lain
Subjumlah
4.714.453.237.755
631.299.590.905
551.447.886.223
230.000.000.000
149.947.366.495
33.443.094.370
2.458.584.362
22.717.121.516
6.335.766.881.626
Sektor ekonomi lainnya terdiri dari kredit
kepemilikan mobil, kredit kepemilikan tempat
tinggal dan kredit multiguna yang ditujukan
untuk fasilitas karyawan.
- 46 -
2.360.155.815.063
320.582.409.271
513.215.414.170
600.000.000.000
94.423.525.567
30.673.534.142
19.347.000.000
1.264.963.383
12.302.272.206
3.951.964.933.802
Rupiah
Manufacturing
Real estate
Trading, restaurant and hotel
Business services
Construction
Transportation
Fishery
Mining
Others
Subtotal
Other economic sector consists of car
ownership program, housing loan amd
multipurpose loan which attributed for
employee facility.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Mata uang asing
Industri pengolahan
Perdagangan, restoran dan hotel
Perikanan
Real estate
Transportasi
Pertambangan
Subjumlah
c.
11.266.209.979.127
1.174.573.440.520
902.326.416.192
381.385.391.680
71.874.537.025
8.960.250.000
13.805.330.014.544
10.247.075.027.426
572.262.978.661
12.385.000.000
645.479.803.771
8.141.831.530
76.913.058.617
11.562.257.700.005
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan
nilai
20.141.096.896.170
15.514.222.633.807
Jumah - bersih
19.173.592.049.220
(967.504.846.950)
Jangka Waktu
1.
(520.763.063.992)
14.993.459.569.815
c.
Berdasarkan periode perjanjian kredit:
Foreign currency
Manufacturing
Trading, restaurant and hotel
Fishery
Real estate
Transportation
Mining
Subtotal
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
By Maturity
1.
Based on the term of loan agreements:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
≤ 1 tahun
1 - 2 tahun
2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
1.331.772.013.190
2.291.687.228.936
329.475.093.698
2.382.832.545.802
6.335.766.881.626
1.531.087.889.772
326.086.666.841
397.722.743.653
1.697.067.633.536
3.951.964.933.802
2.939.883.532.671
1.824.790.095.127
792.000.794.350
8.248.655.592.396
13.805.330.014.544
2.730.350.271.945
1.494.166.861.743
936.588.209.283
6.401.152.357.034
11.562.257.700.005
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
20.141.096.896.170
15.514.222.633.807
Jumah - bersih
19.173.592.049.220
Mata uang asing
≤ 1 tahun
1 - 2 tahun
2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
2.
(967.504.846.950)
Berdasarkan sisa umur jatuh tempo:
(520.763.063.992)
14.993.459.569.815
2.
Rupiah
≤ 1 year
1 - 2 years
2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
Foreign currency
≤ 1 year
1 - 2 years
2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
Based on remaining term from statement
of financial position date until maturity
date:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
≤ 1 tahun
> 1 - 2 tahun
> 2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
3.631.248.665.034
28.748.806.690
858.172.347.283
1.817.597.062.619
6.335.766.881.626
- 47 -
2.224.179.293.279
39.220.503
410.878.479.054
1.316.867.940.966
3.951.964.933.802
Rupiah
≤ 1 year
> 1 - 2 years
> 2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Mata uang asing
≤ 1 tahun
> 1 - 2 tahun
> 2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
d.
4.761.325.416.167
33.883.155.599
4.071.907.177.162
4.938.214.265.616
13.805.330.014.544
4.906.774.578.877
30.929.060.500
2.701.976.359.492
3.922.577.701.136
11.562.257.700.005
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
20.141.096.896.170
15.514.222.633.807
Jumlah - bersih
19.173.592.049.220
(967.504.846.950)
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun
adalah sebagai berikut:
Rupiah
Mata uang asing
Foreign currency
≤ 1 year
> 1 - 2 years
> 2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
(520.763.063.992)
14.993.459.569.815
d.
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
The average annual effective interest rates are
as follows:
2015
2014
9,64%
5,20%
9,53%
5,22%
Rupiah
Foreign currency
e.
Kredit tertentu dijamin dengan agunan yang
diikat dengan hak tanggungan, jaminan lain
atau aset yang umumnya diterima oleh industri
perbankan antara lain deposito berjangka,
emas, kendaraan bermotor, tanah dan
bangunan. Manajemen berpendapat bahwa
penyisihan kerugian penurunan nilai untuk
kredit untuk menutup kerugian yang timbul
akibat tidak tertagihnya kredit.
e.
Certain loans are secured by collaterals which
are legalized by deed of encumbrance, other
guarantees or assets that are generally
accepted in the banking industry, such as time
deposits, gold, vehicles, land and buildings.
Management believes that collateral received
from debtor is adequate to cover possible
losses on uncollectible loan.
f.
Kredit sindikasi merupakan pinjaman yang
diberikan kepada debitur di bawah perjanjian
pembiayaan bersama dengan bank-bank lain.
Jumlah kredit sindikasi yang diberikan oleh
Cabang per tanggal 31 Desember 2015
dan
2014
adalah
masing-masing
sebesar
Rp
5.243.288.910.007
dan
Rp 3.441.763.013.532. Keikutsertaan Cabang
sebagai anggota sindikasi dengan persentase
penyertaan 2,44% sampai dengan 42% tahun
2015 dan 3% sampai dengan 45% tahun 2014.
f.
The syndicated loans represent loans granted
to debtors under syndicated loans agreement
with
other
banks.
Total
syndicated
loans
of
the
Branch
amounted
to
Rp
5,243,288,910,007
and
Rp 3,441,763,013,532 as of December 31,
2015 and 2014, respectively. The Branch’s
participation as a member in syndicated loans
in 2015 and 2014 ranges from 2.44% to 42%
and 3% to 45%, respectively.
g.
Kredit karyawan merupakan kredit yang
diberikan kepada karyawan Cabang untuk
pemilikan kendaraan, rumah, dan keperluan
Iainnya dengan jangka waktu berkisar antara
2 sampai dengan 19 tahun dengan tingkat
bunga berkisar antara 2% - 10% per tahun
pada tahun 2015 dan 2% - 9% per tahun pada
tahun 2014.
g.
Employee loans consist of loans given to the
Branch’s employees for acquisition of
employees’ vehicles, houses and other
personal purposes, with maturities ranging
from 2 to 19 years and bear interest at
2% - 10% per annum in 2015 and 2% - 9% per
annum in 2014, respectively.
h.
Rasio kredit usaha kecil terhadap kredit yang
diberikan adalah sebesar 23,17% dan 23,03%
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
h.
The ratio of small business loans to total loans
as of December 31, 2015 and 2014 is 23.17%
and 23.03%, respectively.
- 48 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
i.
Dalam jumlah kredit termasuk kredit yang
diberikan kepada pihak berelasi sebesar Rp
3.896.619.410 dan Rp 300.690.990 setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
(berdasarkan penurunan nilai secara kolektif)
sebesar Rp 175.669.218 dan Rp 8.993.120
masing-masing pada tanggal 31 Desember
2015 dan 2014. Seluruh kredit yang diberikan
kepada pihak yang berelasi pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 tidak lewat jatuh
tempo dan tidak mengalami penurunan nilai
secara individual.
i.
Total loans include loans to related parties
amounting to Rp 3,896,619,410 and
Rp 300,690,990 net of allowance for
impairment losses (based on collective
impairment) of Rp 175,669,218 and
Rp 8,993,120 as of December 31, 2015 and
2014, respectively. All loans to related parties
as of December 31, 2015 and 2014 are neither
past due nor individually impaired.
j.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
tidak terdapat kredit yang dijadikan agunan
oleh Cabang.
j.
As of December 31, 2015 and 2014, there are
no loans pledged as collateral by the Branch.
k.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
jumlah kredit yang direstrukturisasi masingmasing sebesar Rp 17.264.416.710 dan
Rp 20.594.487.165 dengan jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai masing-masing
sebesar
Rp
17.264.416.710
dan
Rp 20.594.487.165.
k.
As of December 31, 2015 and 2014 total
outstanding restructured loans amounted to
Rp 17,264,416,710 and Rp 20,594,487,165,
respectively, with total allowance for
impairment
losses
amounting
to
Rp 17,264,416,710 and Rp 20,594,487,165,
respectively.
l.
Klasifikasi risiko kredit dari portofolio Cabang
beserta masing-masing cadangan kerugian
penurunan nilainya adalah sebagai berikut:
l.
The credit risk classification of the Branch’s
outstanding loan portfolio and the respective
allowance for impairment losses is as follows:
31 Desember/December 31, 2015
Dalam Perhatian
Khusus/
Diragukan/
Special Mention
Doubtful
Lancar/
Current
Pihak berelasi
Rupiah
Macet/
Loss
Jumlah/
Total
4.072.288.628
-
-
-
4.072.288.628
6.312.625.735.926
13.526.544.296.055
19.839.170.031.981
17.338.274.153
159.310.488.000
176.648.762.153
1.730.582.919
42.666.959.254
44.397.542.173
76.808.271.235
76.808.271.235
6.331.694.592.998
13.805.330.014.544
20.137.024.607.542
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
19.843.242.320.609
176.648.762.153
44.397.542.173
76.808.271.235
20.141.096.896.170
(27.084.262.135)
(76.808.271.235)
Jumlah - bersih
18.987.250.230.614
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
(855.992.089.995)
(7.620.223.585)
169.028.538.568
Lancar/
Current
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
309.684.110
17.313.280.038
-
31 Desember/December 31, 2014
Dalam perhatian
khusus/
Macet/
Special mention
Loss
Rp
Rp
-
-
19.173.592.049.220
309.684.110
75.356.973.282
75.356.973.282
3.951.655.249.692
11.562.257.700.005
15.513.912.949.697
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
15.286.055.815.025
152.809.845.500
75.356.973.282
15.514.222.633.807
Jumlah - bersih
14.845.087.269.683
148.372.300.132
m. Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
rincian kredit bermasalah (diragukan dan
macet) menurut sektor ekonomi adalah
sebagai berikut:
- 49 -
(75.356.973.282)
-
Total
Allowance for
impairment losses
Total - net
Jumlah/
Total
Rp
152.809.845.500
152.809.845.500
(4.437.545.368)
Third Parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
(967.504.846.950)
3.951.655.249.692
11.334.090.881.223
15.285.746.130.915
(440.968.545.342)
Related Parties
Rupiah
(520.763.063.992)
14.993.459.569.815
Related parties
Rupiah
Third parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
m. As of December 31, 2015 and 2014 nonperforming loans (classified as doubtful and
loss) based on economic sector are as follows:
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Mata uang asing
Industri pengolahan
Pertambangan
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
61.661.958.883
59.543.854.525
121.205.813.408
(103.892.533.370)
Jumlah - bersih
n.
17.313.280.038
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai
kredit adalah sebagai berikut:
-
n.
Total - net
The changes in the allowance for impairment
losses on loans are as follows:
2015
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Rp
Rupiah
Rp
Foreign currency
Manufacturing
Mining
Total
Allowance for impairment losses
20.594.487.165
54.762.486.117
75.356.973.282
(75.356.973.282)
Jumlah/
Total
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
11.314.945.611
263.129.510.956
-
509.448.118.381
112.136.320.178
71.475.951.824
520.763.063.992
375.265.831.134
71.475.951.824
Balance at beginning of year
Provision during the year
Exchange rate difference
Saldo akhir tahun
274.444.456.567
693.060.390.383
967.504.846.950
Balance at ending of year
2014
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Rp
Rupiah
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
Saldo akhir tahun
Jumlah/
Total
Rp
6.319.530.840
4.995.414.771
-
344.435.553.844
152.536.695.616
12.475.868.921
350.755.084.684
157.532.110.387
12.475.868.921
Balance at beginning of year
Provision during the year
Exchange rate difference
11.314.945.611
509.448.118.381
520.763.063.992
Balance at ending of year
Cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
The allowance for impairment losses based on
individual and collective assessment as of
December 31, 2015 and 2014, respectively,
are as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Individual
Kolektif
103.892.533.370
863.612.313.580
75.356.973.282
445.406.090.710
Individual
Collective
Jumlah
967.504.846.950
520.763.063.992
Total
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan
tunai (kredit back-to-back) masing-masing
sebesar
Rp
1.233.110.282.936
dan
Rp 2.918.283.992.534.
As of December 31, 2015 and 2014, the total
loans
secured
by
cash
collateral
(back-to-back
loans)
amounted
to
Rp
1,233,110,282,936
and
Rp 2,918,283,992,534, respectively.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kerugian penurunan
nilai untuk kredit yang tidak tertagih.
Management believes that the established
allowance for impairment losses is adequate to
cover the losses which might arise from
uncollectible loans.
- 50 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
o.
Rasio non-performing loan (NPL) yang
dihitung berdasarkan Surat Edaran Bank
Indonesia
No.
13/30/DPNP
tanggal
16 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
NPL gross
NPL bersih
p.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
o.
Non-performing loan (NPL) ratio calculated
based on Circular Letter of Bank Indonesia
No. 13/30/DPNP dated December 16, 2011
are as follows:
2015
2014
0,60%
0,09%
0,49%
0,00%
Mutasi kredit yang dihapuskan adalah sebagai
berikut:
p.
NPL gross
NPL net
The changes in the loans written-off are as
follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Saldo awal tahun
Penambahan
408.559.279.273
-
408.559.279.273
-
Balance at beginning of the year
Addition
Saldo akhir tahun
408.559.279.273
408.559.279.273
Balance at ending of the year
q.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
tidak terdapat kredit yang diberikan yang
melampaui batas maksimum pemberian kredit
(BMPK) Cabang seperti diungkapkan dalam
laporan batas maksimum pemberian kredit ke
Bank Indonesia.
q.
As of December 31, 2015 and 2014 there were
no loans outstanding which were in excess of
the Branch’s legal lending (BMPK) limit as
stated in the legal lending limit report to Bank
Indonesia.
r.
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari
kredit adalah sebagai berikut:
r.
The carrying amount of loans at amortized cost
is as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Kredit
Piutang bunga (Catatan 13)
Pendapatan ditangguhkan
20.204.184.349.996
39.761.201.174
(63.087.453.826)
15.545.471.884.152
37.938.256.357
(31.249.250.345)
Loans
Interest receivables (Note 13)
Deferred income
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
20.180.858.097.344
(967.504.846.950)
15.552.160.890.164
(520.763.063.992)
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
19.213.353.250.394
15.031.397.826.172
Total - net
13. PIUTANG BUNGA
13. INTEREST RECEIVABLES
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Rupiah
Kredit
Efek-efek
Penempatan pada bank lain
Subjumlah
15.883.420.374
8.759.502.909
831.111.111
25.474.034.394
8.520.540.627
6.663.699.012
13.691.319.446
28.875.559.085
Rupiah
Loans
Securities
Placements with other banks
Subtotal
Mata uang asing
Kredit
Penempatan pada Bank Indonesia
Penempatan pada bank lain
Wesel ekspor
Subjumlah
23.877.780.800
143.823.592
37.602.447
12.334.404
24.071.541.243
29.417.715.730
85.473.715
374.577.637
14.658.019
29.892.425.101
Foreign currencies
Loans
Placement with Bank Indonesia
Placements with other banks
Export bills
Subtotal
Jumlah
49.545.575.637
58.767.984.186
Total
- 51 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
14. ASET TETAP
Biaya perolehan:
Tanah dan bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah tercatat bersih
Biaya perolehan:
Tanah dan bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah tercatat bersih
14. PREMISES AND EQUIPMENT
1 Januari/
January 1, 2015
Rp
Penambahan/
Additions
Rp
Pengurangan/
Deductions
Rp
103.266.862.620
11.193.812.937
5.386.513.820
523.703.094
-
108.653.376.440
11.717.516.031
3.351.812.178
4.750.250.000
122.562.737.735
60.342.500
5.970.559.414
-
3.412.154.678
4.750.250.000
128.533.297.149
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
13.926.965.860
8.626.768.516
2.349.457.480
1.517.210.015
-
16.276.423.340
10.143.978.531
Accumulated depreciation:
Buildings
Office equipments
2.804.912.137
2.052.512.017
27.411.158.530
348.243.210
710.487.024
4.925.397.729
-
3.153.155.347
2.762.999.041
32.336.556.259
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
95.151.579.205
31 December/
December 31, 2015
Rp
96.196.740.890
1 Januari/
January 1, 2014
Rp
Penambahan/
Additions
Rp
102.500.565.142
8.132.175.351
766.297.478
3.061.637.586
3.258.851.958
4.397.750.000
118.289.342.451
92.960.220
850.000.000
4.770.895.284
11.640.053.953
6.406.692.129
2.286.911.907
2.220.076.387
2.312.630.902
1.860.751.562
22.220.128.546
492.281.235
689.260.455
5.688.529.984
Pengurangan/
Deductions
Rp
497.500.000
497.500.000
497.500.000
497.500.000
96.069.213.905
At cost:
Land and buildings
Office equipments
Net carrying value
31 December/
December 31, 2014
Rp
103.266.862.620
11.193.812.937
At cost:
Land and buildings
Office equipments
3.351.812.178
4.750.250.000
122.562.737.735
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
13.926.965.860
8.626.768.516
Accumulated depreciation:
Buildings
Office equipments
2.804.912.137
2.052.512.017
27.411.158.530
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
95.151.579.205
Net carrying value
Beban penyusutan yang dibebankan pada laba
rugi adalah sebesar Rp 4.925.397.729 untuk tahun
2015 dan Rp 5.688.529.984 untuk tahun 2014
(Catatan 27).
Depreciation expenses charged to operations
amounted to Rp 4,925,397,729 in 2015 and
Rp 5,688,529,984 in 2014 (Note 27).
Pada tahun 2015, tidak terdapat pengurangan aset
tetap. Pada tahun 2014, pengurangan aset tetap
adalah sebagai berikut:
In 2015, there are no deductions of premises
equipment. In 2014, deductions of premises
equipment is as follows:
2014
Rp
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Jumlah tercatat
150.000.000
-
Proceeds from sale of premises and equipment
Net carrying value
Keuntungan penjualan aset tetap
150.000.000
Gain on sale of premises and equipment
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan pada
PT Asuransi Sompo Japan Nipponkoa Indonesia
pada tahun 2015 dan 2014. Nilai pertanggungan
asuransi adalah sebesar Rp 13.916.000.000 dan
US$ 14.400.000 pada tahun 2015 dan
Rp 14.435.350.000 dan US$ 10.600.000 pada
tahun 2014. Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk
menutupi kemungkinan kerugian dari aset yang
dipertanggungkan.
- 52 -
Premises and equipment, except land, were
insured by PT Asuransi Sompo Japan Nipponkoa
Indonesia in 2015 and 2014. Total sum insured are
Rp 13,916,000,000 and US$ 14,400,000 in 2015
and Rp 14,435,350,000 and US$ 10,600,000 in
2014. Management believes that the insurance
coverage is adequate to cover any probable losses
on the assets insured.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Cabang memiliki beberapa bidang tanah yang
terletak di Jakarta dan Surabaya dengan hak legal
berupa Hak Pakai yang berjangka waktu 10 tahun
yang akan jatuh tempo masing-masing pada tahun
2024 dan tahun 2023. Manajemen berpendapat
tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak
atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara
sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang
memadai.
The Branch owns several pieces of land located in
Jakarta and Surabaya with right to use (Hak Pakai)
for a period of 10 years which will be expired in
2024 and 2023, respectively. Management
believes that there will be no difficulty in the
extension of the landrights since all the land were
acquired legally and supported by sufficient
evidence of ownership.
Biaya dari aset tetap yang sudah didepresiasi
penuh dan masih digunakan pada tahun 2015 dan
2014
masing-masing
adalah
sebesar
Rp 9.036.312.990 dan Rp 8.567.687.365.
Cost of premises and equipment that are fully
depreciated and still in use in 2015 and 2014 are
amounting
to
Rp
9,036,312,990
and
Rp 8,567,687,365, respectively.
15. ASET LAIN-LAIN
15. OTHER ASSETS
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Tagihan kelebihan pembayaran pajak
Tahun pajak 2010
Tahun pajak 2008
Tahun pajak 2006
Biaya dibayar dimuka
Uang muka
Alat tulis dan barang cetakan
Aset tak berwujud (perangkat lunak
komputer) - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sejumlah
Rp 3.444.460.265 pada tahun 2015 dan
Rp 3.116.624.856 pada tahun 2014
Lain-lain
Jumlah
5.428.066.207
44.371.272.970
4.661.290.568
2.669.906.741
2.292.520.795
372.000.562
5.428.066.207
44.371.272.970
4.661.290.568
2.519.517.766
4.230.610.647
395.397.325
317.149.021
433.909.291
574.759.430
1.031.613.220
60.546.116.155
63.212.528.133
16. LIABILITAS SEGERA
Claim for tax refund
Fiscal year 2010
Fiscal year 2008
Fiscal year 2006
Prepaid expenses
Advances
Stationary and printing
Intangible assets (computer
software) - net of accumulated
amortization of Rp 3,444,460,265
in 2015 and Rp 3,116,624,856
in 2014
Others
Total
16. LIABILITIES DUE IMMEDIATELY
Akun ini terdiri dari liabilitas kepada nasabah yang
timbul dari transaksi pengiriman uang.
17. SIMPANAN
This account consists of liabilities to customers for
money transfer transactions.
17. DEPOSITS
Simpanan terdiri dari:
Deposits consist of the following:
Pihak berelasi/
Related parties
Rp
31 Desember/December 31, 2015
Pihak ketiga/
Third parties
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Giro
Deposito berjangka
1.932.369.863
7.327.452.356
1.073.326.002.907
4.035.725.530.108
1.075.258.372.770
4.043.052.982.464
Demand deposits
Time deposits
Jumlah
9.259.822.219
5.109.051.533.015
5.118.311.355.234
Total
- 53 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Pihak berelasi/
Related parties
Rp
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31, 2014
Pihak ketiga/
Third parties
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Giro
Deposito berjangka
733.491.022
2.696.644.515
856.133.469.174
3.561.525.679.593
856.866.960.196
3.564.222.324.108
Demand deposits
Time deposits
Jumlah
3.430.135.537
4.417.659.148.767
4.421.089.284.304
Total
a.
Giro terdiri dari:
a.
Demand deposits consist of the following:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
308.461.986
1.623.907.877
1.932.369.863
52.071.913
681.419.109
733.491.022
Related parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
183.951.548.567
889.374.454.340
1.073.326.002.907
191.738.751.168
664.394.718.006
856.133.469.174
Third parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Jumlah
1.075.258.372.770
856.866.960.196
Total
Tingkat bunga efektif rata-rata
per tahun:
Rupiah
Mata uang asing
b.
1,52%
0,10%
1,73%
0,14%
Deposito berjangka terdiri dari:
b.
The average annual effective
interest rates:
Rupiah
Foreign currencies
Time deposits consist of the following:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
4.440.238.281
2.887.214.075
7.327.452.356
2.112.345.604
584.298.911
2.696.644.515
Related parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
1.988.762.368.348
2.046.963.161.760
4.035.725.530.108
1.559.278.169.930
2.002.247.509.663
3.561.525.679.593
Third parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Jumlah
4.043.052.982.464
3.564.222.324.108
Total
Tingkat bunga efektif rata-rata
per tahun:
Rupiah
Mata uang asing
8,80%
1,66%
9,37%
1,99%
- 54 -
The average annual effective
interest rates:
Rupiah
Foreign currencies
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan
periode dan sisa umur sampai dengan saat
jatuh tempo adalah sebagai berikut:
Classification of time deposits based on the
term and remaining periods to maturity dates
are as follows:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
Based on original term of time deposits:
Rupiah
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
> 12 bulan
Jumlah
517.506.152.201
475.657.538.337
806.870.452.330
34.638.580.271
158.529.883.490
859.499.740.175
380.083.515.965
741.680.062.820
39.045.022.874
29.542.034.001
1.377.005.892.376
855.741.054.302
1.548.550.515.150
73.683.603.145
188.071.917.491
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
1.993.202.606.629
2.049.850.375.835
4.043.052.982.464
Total
Rupiah
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
> 12 bulan
Jumlah
31 Desember/December 31, 2015
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currencies
Rp
Rp
31 Desember/December 31, 2014
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currencies
Rp
Rp
189.396.462.604
613.339.022.312
670.693.314.662
37.765.600.003
50.196.115.953
236.759.094.345
488.919.480.792
312.575.145.693
9.121.734.932
955.456.352.812
426.155.556.949
1.102.258.503.104
983.268.460.355
46.887.334.935
1.005.652.468.765
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
1.561.390.515.534
2.002.831.808.574
3.564.222.324.108
Total
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat
jatuh tempo:
Rupiah
Rp
Based on remaining periods to maturity:
31 Desember/December 31, 2015
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currencies
Rp
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
1.297.363.988.633
596.961.007.527
56.833.937.823
42.043.672.646
1.539.998.235.290
491.675.161.659
18.176.978.886
-
2.837.362.223.923
1.088.636.169.186
75.010.916.709
42.043.672.646
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
Jumlah
1.993.202.606.629
2.049.850.375.835
4.043.052.982.464
Total
Rupiah
Rp
31 Desember/December 31, 2014
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currencies
Rp
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
1.097.521.708.896
417.086.724.366
30.013.862.996
16.768.219.276
894.171.036.048
173.021.179.280
6.764.593.246
928.875.000.000
1.991.692.744.944
590.107.903.646
36.778.456.242
945.643.219.276
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
Jumlah
1.561.390.515.534
2.002.831.808.574
3.564.222.324.108
Total
- 55 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
18. SIMPANAN DARI BANK LAIN
18. DEPOSITS FROM OTHER BANKS
Simpanan dari bank lain terdiri dari:
Deposits from other banks consist of the following:
31 Desember/December 31, 2015
Pihak berelasi/
Pihak ketiga/
Jumlah/Total
Related parties
Third parties
Rp
Rp
Rp
Giro
Penempatan pasar uang
antar bank
11.906.781.149
Jumlah
11.906.781.149
-
-
11.906.781.149
690.560.000.000
690.560.000.000
Demand deposits
Interbank money
market
690.560.000.000
702.466.781.149
Total
31 Desember/December 31, 2014
Pihak berelasi/
Pihak ketiga/
Jumlah/Total
Related parties
Third parties
Rp
Rp
Rp
Giro
Penempatan pasar uang
antar bank
1.052.725.000.000
80.000.000.000
1.132.725.000.000
Demand deposits
Interbank money
market
Jumlah
1.067.205.255.942
80.000.000.000
1.147.205.255.942
Total
a.
14.480.255.942
-
Giro terdiri atas:
14.480.255.942
a.
Demand deposits consist of the following:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
b.
Pihak berelasi
Rupiah
Mata uang asing
11.906.781.149
-
4.321.280.357
10.158.975.585
Related parties
Rupiah
Foreign currency
Jumlah
11.906.781.149
14.480.255.942
Total
Penempatan pasar uang antar bank terdiri
atas:
b.
Interbank money market consists of the
following:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pihak berelasi
Mata uang asing
-
1.052.725.000.000
Related parties
Foreign currency
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
470.000.000.000
220.560.000.000
80.000.000.000
-
Third parties
Rupiah
Foreign currency
Jumlah
690.560.000.000
1.132.725.000.000
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun:
Total
The average annual effective interest rates:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rupiah
Mata uang asing
8,26%
0,44%
6,30%
0,27%
- 56 -
Rupiah
Foreign currency
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Klasifikasi penempatan pasar uang antar bank
berdasarkan periode dan sisa umur sampai
dengan saat jatuh tempo adalah sebagai
berikut:
Classification of interbank money market
based on the term and remaining periods to
maturity dates are as follows:
Berdasarkan periode penempatan pasar uang
antar bank:
Based on original term of interbank money
market:
Rupiah
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
300.000.000.000
170.000.000.000
470.000.000.000
Rupiah
Rp
≤ 1 bulan
31 Desember/December 31, 2015
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currency
Rp
Rp
220.560.000.000
220.560.000.000
1.052.725.000.000
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat
jatuh tempo:
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
≤ 1 bulan
1.132.725.000.000
≤ 1 month
Based on remaining periods from reporting
date until maturity dates:
31 Desember/December 31, 2015
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currency
Rp
Rp
420.000.000.000
50.000.000.000
470.000.000.000
Rupiah
Rp
≤ 1 month
1 - 3 months
31 Desember/December 31, 2014
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currency
Rp
Rp
80.000.000.000
Rupiah
Rp
520.560.000.000
170.000.000.000
690.560.000.000
220.560.000.000
220.560.000.000
640.560.000.000
50.000.000.000
690.560.000.000
≤ 1 month
1 - 3 months
31 Desember/December 31, 2014
Mata uang asing/
Jumlah/Total
Foreign currency
Rp
Rp
80.000.000.000
1.052.725.000.000
- 57 -
1.132.725.000.000
≤ 1 month
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
19. UTANG PAJAK
19. TAXES PAYABLE
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Pajak kini (Catatan 29)
Pajak penghasilan:
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25 (Catatan 29)
Pasal 26
Pasal 26 - pajak atas laba
Cabang (Catatan 29)
Pajak pertambahan nilai - bersih
Jumlah
80.329.140.559
80.033.226.851
1.127.722.344
31.404.796
12.218.755.772
8.722.892.429
711.572.059
29.095.552
12.427.673.017
3.273.678.436
147.883.129.800
2.962.358
117.664.830.300
730.422
Current tax (Note 29)
Income tax:
Article 21
Article 23
Article 25 (Note 29)
Article 26
Article 26 - Branch profit
tax (Note 29)
Value added tax - net
250.316.008.058
214.140.806.637
Total
Pajak penghasilan pasal 26 - pajak atas laba
Cabang merupakan pajak penghasilan atas bentuk
usaha
tetap
masing-masing
sebesar
Rp 147.883.129.800 dan Rp 117.664.830.300
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
20. DANA USAHA YANG DINYATAKAN
Income tax on article 26 - branch profit tax
represents income tax on permanent establishment
amounted
to
Rp
147,883,129,800
and
Rp 117,664,830,300 in December 31, 2015 and
2014, respectively.
20. DECLARED WORKING CAPITAL FUNDS
Berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
No. S-31/PB.322/2014 pada tanggal 24 Maret
2014, seluruh pinjaman dari Kantor Pusat yang
diterima oleh Cabang telah dinyatakan sebagai
Dana Usaha Cabang dan tidak dikenakan bunga.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, dana
usaha yang dinyatakan dari Kantor Pusat adalah
sebesar
US$
865.000.000
(ekuivalen
Rp 11.924.025.000.000 tahun 2015 dan
Rp 10.713.025.000.000 tahun 2014).
Based on the letter from Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) No. S-31/PB.322/2014 on March 24, 2014,
all loan facility from Head Office that was received
by the Branch will be declared as Working Capital
Funds and non-interest bearing. At December 31,
2015 and 2014, Declared Working Capital Funds
from Head Office amounting to US$ 865,000,000
(equivalent to Rp 11,924,025,000,000 in 2015 and
Rp 10,713,025,000,000 in 2014).
Tanggal pembayaran kembali Dana Usaha ini
dapat ditentukan pada setiap saat sesuai dengan
kesepakatan bersama antara Kantor Pusat dan
Cabang.
The repayment date of this Working Capital Funds
is to be determined at any time and subject to
mutual agreement between Head Office and the
Branch.
21. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
21. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Bunga dari simpanan
Bunga dari simpanan dari bank lain
Biaya profesional
Biaya pelatihan
Lain-lain
18.963.295.905
2.469.254.367
732.890.855
170.035.595
2.711.132.800
20.717.762.609
89.621.716
204.961.667
316.188.808
1.356.640.608
Interest from deposits
Interest from deposits from other banks
Professional expenses
Training expenses
Others
Jumlah
25.046.609.522
22.685.175.408
Total
- 58 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
22. LIABILITAS LAIN-LAIN
22. OTHER LIABILITIES
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Liabilitas ke Kantor Pusat
Pendapatan diterima dimuka
Setoran jaminan
Lain-lain
251.235.976.200
13.617.488.088
10.654.141.419
968.362.362
158.530.751.488
10.389.944.317
13.120.848.576
257.710.707
Liabilities to Head Office
Unearned income
Margin deposits
Others
Jumlah
276.475.968.069
182.299.255.088
Total
Liabilitas ke Kantor Pusat merupakan utang
transfer laba bersih ke Kantor Pusat (Catatan 23).
Liabilities to Head Office represents transfer of net
income to Head Office that is still payable (Note
23).
Setoran jaminan merupakan uang jaminan yang
diterima Cabang terutama dari penerbitan letters of
credit, garansi bank dan transaksi derivatif.
Margin deposit represents deposit received by the
Branch mainly for the issuance of letters of credit,
bank guarantees and derivative transactions.
Pendapatan
diterima
dimuka
merupakan
pendapatan provisi kredit dan provisi lainnya yang
diterima dan belum diamortisasi.
Unearned
income
represents
unamortized
unearned fees on loans and other transactions.
23. DANA DARI KANTOR PUSAT
23. HEAD OFFICE CONTRIBUTION FUNDS
Akun ini merupakan dana dari Kantor Pusat,
termasuk tambahan dana yang berasal dari laba
yang belum ditransfer untuk tujuan modal kerja.
Sampai dengan 31 Desember 2012, jumlah dana
dari
Kantor
Pusat
adalah
sebesar
Rp 1.213.751.030.000. Dana dari Kantor Pusat
tersebut telah disetujui oleh Bank Indonesia.
The account represents fund from Head Office,
including additional fund taken from unremitted
earnings for working capital purposes. As of
December 31, 2012 the total of Head Office
contribution
fund
amounted
to
Rp 1,213,751,030,000. The Head Office
contribution fund has been approved by
Bank Indonesia.
Pada bulan April 2013, Cabang menerima
tambahan dana dari Kantor Pusat sebesar
US$ 75.000.000 (Rp 728.818.000.000). Rencana
penambahan dana dari Kantor Pusat telah disetujui
oleh
Bank
Indonesia
melalui
surat
No. 15/20/DPB2/PB2-4 tanggal 15 April 2013.
In April 2013, the Branch obtained additional Head
Office
contribution
fund
amounted
to
US$ 75,000,000 (Rp 728,818,000,000). The plan to
increase Head Office contribution fund has been
approved by Bank Indonesia through letter No.
15/20/DPB2/PB2-4 dated April 15, 2013.
Pada bulan April, Mei dan Juni 2014, Cabang
menerima tambahan dana dari Kantor Pusat
masing-masing
sebesar
US$ 50.000.000
(ekuivalen Rp 572.076.000.000), US$ 50.000.000
(ekuivalen
Rp
577.089.510.000)
dan
US$ 50.000.000 (ekuivalen Rp 599.222.640.000).
Rencana penambahan dana dari Kantor Pusat
telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
melalui surat No. S-31/PB.322/2014 tertanggal
24 Maret 2014.
In April, May and June 2014, the Branch obtained
additional Head Office contribution fund amounting
to
US$
50,000,000
(equivalent
Rp
572,076,000,000),
US$
50,000,000
(equivalent
Rp
577,089,510,000)
and
US$ 50,000,000 (equivalent Rp 599,222,640,000),
respectively. The plan to increase Head Office
contribution fund has been approved by Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) through letter No. S31/PB.322/2014 dated March 24, 2014.
Sesuai dengan memorandum dan instruksi Kantor
Pusat, Cabang diharuskan untuk mentransfer laba
bersih tahun sebelumnya ke Kantor Pusat masingmasing
sebesar
Rp 251.235.976.200
dan
Rp 158.530.751.488 pada tahun 2015 dan 2014.
According to memorandum and instruction from
Head Office, the Branch is obligated to transfer
previous year’s net income to Head Office
amounted
to
Rp 251,235,976,200
and
Rp 158,530,751,488 in 2015 and 2014,
respectively.
- 59 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
24. PENDAPATAN BUNGA
24. INTEREST REVENUES
Rupiah
Rp
2015
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/Total
Rp
Kredit
Efek-efek
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lainnya
561.853.030.836
91.261.725.597
660.872.263.493
630.482.649
1.222.725.294.329
91.892.208.246
46.396.207.277
4.574.516.791
50.970.724.068
Jumlah
699.510.963.710
666.077.262.933
1.365.588.226.643
Rupiah
Rp
2014
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
325.939.664.538
83.619.821.518
549.551.723.010
624.657.342
875.491.387.548
84.244.478.860
42.631.547.681
3.906.841.542
46.538.389.223
Jumlah
452.191.033.737
554.083.221.894
1.006.274.255.631
Loans
Securities
Placements with Bank
Indonesia and other
banks
Total
Total interest revenues from related parties
amounted
to
Rp
3,356,127,736
and
Rp 1,100,387,125 in 2015 and 2014, respectively
(Note 32).
25. BEBAN BUNGA
25.
Rupiah
Rp
Total
Jumlah/Total
Rp
Kredit
Efek-efek
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lainnya
Jumlah pendapatan bunga dari pihak berelasi pada
tahun 2015 dan 2014 masing-masing sebesar
Rp 3.356.127.736 dan Rp 1.100.387.125 (Catatan
32).
Loans
Securities
Placements with Bank
Indonesia and other
banks
INTEREST EXPENSES
2015
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Simpanan
Simpanan dari bank lain
256.509.027.683
15.830.508.536
84.052.630.301
474.104.737
340.561.657.984
16.304.613.273
Deposits
Deposits from other banks
Jumlah
272.339.536.219
84.526.735.038
356.866.271.257
Total
Rupiah
Rp
2014
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Simpanan
Simpanan dari bank lain
118.467.860.832
27.974.393.834
33.597.573.836
821.245.574
152.065.434.668
28.795.639.408
Deposits
Deposits from other banks
Jumlah
146.442.254.666
34.418.819.410
180.861.074.076
Total
Jumlah beban bunga kepada pihak berelasi pada
tahun 2015 dan 2014 masing-masing sebesar
Rp 453.284.133 dan Rp 630.424.501 (Catatan 32).
- 60 -
Total interest expenses to related parties amounted
to Rp 453,284,133 and Rp 630,424,501 in 2015
and 2014, respectively (Note 32).
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
26. BEBAN PERSONALIA
26. PERSONNEL EXPENSES
2015
Rp
2014
Rp
Gaji
Imbalan pasca kerja (Catatan 28)
Bonus
Asuransi
Tunjangan perumahan
Lain-lain
28.779.275.911
6.753.119.000
4.785.564.899
1.767.754.638
1.016.183.754
624.663.487
24.886.478.837
5.381.157.000
4.362.003.934
1.588.979.172
827.394.001
854.196.242
Salary
Post-employment benefits (Note 28)
Bonus
Insurance
Housing allowance
Others
Jumlah
43.726.561.689
37.900.209.186
Total
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
27. GENERAL AND ADMINISTRATION EXPENSES
2015
Rp
2014
Rp
Penjaminan simpanan (Catatan 35)
Beban pungutan Otoritas Jasa
Keuangan
Biaya administrasi (Catatan 32)
Komunikasi
Penyusutan (Catatan 14)
Biaya alih daya
Pelatihan
Biaya profesional
Biaya sewa
Perjalanan dinas dan transportasi
Listrik dan air
Cetakan dan alat tulis
Telepon dan pos
Perbaikan dan pemeliharaan
Amortisasi perangkat lunak
Lain-lain
13.209.140.075
6.392.252.566
12.244.117.665
10.933.216.716
5.058.376.232
4.925.397.729
3.201.709.931
3.007.353.580
2.198.527.308
1.694.408.928
1.255.479.916
1.237.240.933
633.018.121
531.103.340
434.741.303
327.835.409
1.272.456.588
4.020.709.186
6.943.228.355
4.238.476.769
5.688.529.984
2.626.379.104
2.282.708.298
1.483.036.844
1.517.291.501
1.354.528.855
1.483.043.465
536.202.788
465.851.289
722.535.096
548.608.544
915.936.247
Jumlah
62.164.123.774
41.219.318.891
Deposit guarantee (Note 35)
Financial Service Authority Fee
Expense
Administration fees (Note 32)
Communication
Depreciation (Note 14)
Outsourcing expense
Training
Professional fee
Rental expense
Business trip and transportation
Electricity and water
Office supplies and stationaries
Telephone and postage
Repairs and maintenance
Amortization of computer software
Others
Total
Termasuk dalam beban umum dan administrasi
lainnya adalah beban premi asuransi dan beban
pajak kendaraan bermotor.
Included in other general and administrative
expenses are insurance premium expense and
vehicle tax expense.
28. PROGRAM DANA PENSIUN DAN IMBALAN
PASCA KERJA LAINNYA
28. POST-PENSION PLAN AND OTHER EMPLOYEE
BENEFITS
Cabang menyelenggarakan program pensiun
manfaat pasti meliputi seluruh karyawan tetap
lokal. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun
Bangkok Bank – Cabang Jakarta (DPBB) yang
akta pendiriannya telah disetujui oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia
No. KEP-127/M/BW/1992 tanggal 3 Maret 1992.
The Branch established defined benefit pension
plan covering all its local permanent employees.
The plan is managed by Dana Pensiun Bangkok
Bank – Jakarta Branch (DPBB), the establishment
of which was approved by the Minister of Finance
of the Republic of Indonesia through Decision
Letter of the Ministry of Finance of the Republic of
Indonesia
No. KEP-127/M/BW/1992 dated
March 3, 1992.
Cabang juga memberikan imbalan pasca kerja
sebagai berikut: (i) imbalan pasca kerja sesuai
dengan Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13
tahun 2003 (UUTK) yang diberikan bila manfaat
pensiun berdasarkan ketentuan Dana Pensiun
lebih rendah dari UUTK; (ii) tunjangan pensiun
sesuai dengan peraturan Cabang. Program ini
tidak ada pendanaannya.
The Branch also provides post-employment
benefits as follows: (i) post-employment benefits
based on the Labor Law No. 13 year 2003 (LL)
which is paid if the pension benefits based on Dana
Pensiun is lower than LL; (ii) pension allowance in
accordance with the Branch policy. No funding has
been made for the letter program.
- 61 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Risiko Investasi
Investment risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung
menggunakan tingkat diskonto yang ditetapkan
dengan mengacu pada imbal hasil obligasi
korporasi berkualitas tinggi; jika pengembalian aset
program di bawah tingkat tersebut, hal itu akan
mengakibatkan defisit program. Saat ini program
tersebut memiliki investasi dalam bentuk deposito
berjangka.
The present value of the defined benefit plan
liability is calculated using a discount rate
determined by reference to high quality corporate
bond yields; if the return on plan asset is below this
rate, it will create a plan deficit. Currently the plan
has investment in time deposit.
Risiko Tingkat Bunga
Interest risk
Penurunan
suku
bunga
obligasi
akan
meningkatkan liabilitas program; namun, sebagian
akan di-offset (saling hapus) oleh peningkatan
imbal hasil atas investasi instrumen utang.
A decrease in the bond interest rate will increase
the plan liability; however, this will be partially offset
by an increase in the return on the plan’s debt
investments.
Risiko Harapan Hidup
Longevity risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan
mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak
kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
The present value of the defined benefit plan
liability is calculated by reference to the best
estimate of the mortality of plan participants both
during and after their employment. An increase in
the life expectancy of the plan participants will
increase the plan’s liability.
Risiko Gaji
Salary risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan
mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program
akan meningkatkan liabilitas program itu.
The present value of the defined benefit plan
liability is calculated by reference to the future
salaries of plan participants. As such, an increase
in the salary of the plan participants will increase
the plan’s liability.
Liabilitas imbalan kerja yang termasuk dalam
laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
The employee benefits obligation recognized in the
statement of financial position is as follows:
2015
Rp
Program pensiun
Imbalan pasca kerja lain
Jumlah
2014
Rp
6.392.088.000
9.002.447.000
674.835.000
6.634.940.000
Pension plan
Other employee benefits
15.394.535.000
7.309.775.000
Total
Beban yang termasuk dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2015
Rp
The amounts recognized in the statement of profit
or loss and other comprehensive income are as
follows:
2014
Rp
Program pensiun
Imbalan pasca kerja lain
5.022.340.000
1.730.779.000
4.127.651.000
1.253.506.000
Pension plan
Other employee benefits
Jumlah
6.753.119.000
5.381.157.000
Total
- 62 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
a.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Program Pensiun
a.
2015
Rp
Diakui pada laporan laba rugi:
Biaya jasa kini
Beban bunga atas obligasi
Tingkat hasil yang diharapkan
dari aset program
Keuntungan aktuaria diakui
di tahun berjalan
Beban atas aset
Komponen dari biaya imbalan
pasti yang diakui dalam
laba rugi
Diakui pada laporan penghasilan
komprehensif lain:
Pengukuran kembali kewajiban
imbalan pasti neto:
Kerugian aktuarial yang
timbul dari perubahan
asumsi keuangan
Keuntungan aktuarial yang
timbul dari penyesuaian
atas pengalaman
Penerimaan dari Plan Assets
Penyesuaian atas penerapan
PSAK 24 (revisi 2013):
Kerugian aktuarial yang
timbul dari perubahan
asumsi keuangan
Keuntungan aktuarial yang
timbul dari penyesuaian
atas pengalaman
Hasil dari aset program
Perubahan lainnya
Komponen beban imbalan
pasti yang diakui dalam
penghasilan komprehensif
lain
Jumlah yang diakui di laporan
laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain
2014
Rp
4.915.585.000
1.989.304.000
-
3.115.688.000
1.978.988.000
(965.824.000)
(1.882.549.000)
5.022.340.000
5.829.116.000
(921.482.000)
(318.628.000)
(1.201.000)
-
4.127.651.000
(1.831.145.000)
175.975.000
2.706.651.000
-
6.774.881.000
11.797.221.000
2015
Rp
Components of defined benefit costs
recognized in profit or loss
Actuarial gains arising from
experience adjustments
Return on Plan Assets
Adjustment of implementation
of PSAK 24 (revised 2013):
Actuarial losses from
changes in financial
assumptions
-
-
Recognized in profit or loss:
Current service cost
Interest on obligation
Expected rate of return
on plan assets
Actuarial gain recognized
in current year
Interest on asset
Recognized in other
comprehensive income:
Remeasurement on the net-defined
benef it obligation:
Actuarial losses arising from
changes in financial
assumptions
-
1.134.394.000
Nilai yang termasuk dalam laporan posisi
keuangan Cabang berasal dari kewajiban atas
program
pensiun
untuk
posisi
31 Desember 2015 dan 2014 dari aktuaris
independen, Biro Pusat Aktuaria adalah
sebagai berikut:
Nilai kini kewajiban
Nilai wajar aset program
Kerugian aktuaria yang belum
diakui
Liabilitas bersih
Pension Plan
Actuarial gains from
experience adjustment
Return on plan assets
Other changes
Components of defined benefit
costs recognized in other
comprehensive income
-
4.127.651.000
Total recognized in statement of
profit or loss and other
comprehensive income
The amounts included in the statements of
financial position arising from the Branch’s
obligation in respect of the defined benefit plan
as of December 31, 2015 and 2014 based on
the latest actuarial report of an independent
actuary, Biro Pusat Aktuaria were, as follows:
2014
Rp
36.678.819.000
(30.286.731.000)
24.866.296.000
(23.531.863.000)
6.392.088.000
(659.598.000)
674.835.000
- 63 -
Present value of obligation
Fair value of plan assets
Unrecognized actuarial loss
Net liabilities
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Mutasi nilai kini kewajiban manfaat pensiun
untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
2015
Rp
Nilai kini kewajiban manfaat
pensiun awal tahun
Beban jasa kini
Beban bunga
Kerugian aktuarial yang
timbul dari perubahan
asumsi keuangan
Keuntungan aktuarial yang
timbul dari penyesuaian
atas pengalaman
Pembayaran manfaat
Nilai kini kewajiban manfaat
pensiun akhir tahun
Movements of present value of pension plan
liability for the years ended December 31,
2015 and 2014 are as follows :
2014
Rp
24.866.296.000
4.915.585.000
1.989.304.000
21.988.754.000
3.115.688.000
1.978.988.000
5.829.116.000
1.134.394.000
(921.482.000)
36.678.819.000
Mutasi nilai kini aset manfaat pensiun untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
2015
Rp
(1.831.145.000)
(1.520.383.000)
24.866.296.000
Present value of pension plan liability
at beginning of year
Current service cost
Interest cost
Actuarial losses from changes
in financial assumptions
Actuarial gains from
experience adjustment
Benefit paid
Present value of pension plan liability
at ending of year
Movements of present value of pension plan
asset for the years ended December 31, 2015
and 2014 are as follows:
2014
Rp
Aset DPBB awal tahun
Beban atas aset
Kontribusi pemberi kerja
Keuntungan aktuarial atas aset
Pembayaran manfaat
Tingkat hasil yang diharapkan
23.531.863.000
1.882.549.000
4.553.691.000
318.628.000
19.316.487.000
4.173.250.000
596.685.000
(1.520.383.000)
965.824.000
DPBB assets at beginning of the year
Interest on asset
Employer contribution
Actuarial gain on Plan Assets
Benefits paid
Return on Plan Assets
Aset DPBB akhir tahun
30.286.731.000
23.531.863.000
DPBB assets at ending of year
Aset investasi dana pensiun ditempatkan
seluruhnya dalam bentuk deposito berjangka.
All of the pension fund investment asset is
placed as time deposits.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dampak
pergerakan 1% dalam asumsi tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan gaji terhadap nilai kini
kewajiban imbalan pasti adalah sebagai
berikut:
As of December 31, 2015 the effect of 1%
movement in assumed discount rate and
salary incremental rate on present value of
defined benefit obligation is as follows:
Kenaikan/
Increase
Rp
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Penurunan/
Decrease
Rp
(2.452.802.000)
3.726.977.000
- 64 -
2.809.059.000
(3.235.586.000)
Discount rate
Salary incremental rate
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas
mungkin tidak mewakili perubahan yang
sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti
mengingat
bahwa
perubahan
asumsi
terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin
berkorelasi.
The sensitivity analysis presented above may
not be representative of the actual change in
the defined benefit obligation as it is unlikely
that the change in assumptions would occur in
isolation of one another as some of the
assumptions may be correlated.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis
sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan
pasti dihitung dengan menggunakan metode
projected unit credit pada akhir periode
pelaporan, yang sama dengan yang
diterapkan dalam menghitung liabilitas
manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi
keuangan.
Furthermore, in presenting the above
sensitivity analysis, the present value of the
defined benefit obligation has been calculated
using the projected unit credit method at the
end of the reporting period, which is the same
as that applied in calculating the defined
benefit obligation liability recognized
Asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan biaya manfaat pensiun adalah
sebagai berikut:
The key actuarial assumptions used for the
calculation of pension benefits are as follows:
2015
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tabel mortalitas
Formula perhitungan
manfaat pensiun
b.
2014
8,7%
8,0%
13,0%
10,0%
Tabel Mortalita
Tabel Mortalita
Indonesia/Indonesian Indonesia/Indonesian
Mortality Table 2011 Mortality Table 2011
Discount rate per annum
Salary increment rate per annum
Mortality table
1,5 x masa kerja x gaji
(maksimum 55,5 x gaji terakhir)/
1.5 x years of service x final credited salary
(maximum 55.5 x final credit salary)
Pension benefits formula
Imbalan Pasca Kerja Lain
b.
Other Employee Benefits
Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh
Biro Pusat Aktuaria, aktuaris independen.
The cost of providing employee benefit is
calculated by on independent actuary, Biro
Pusat Aktuaria.
Asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan biaya manfaat pensiun adalah
sebagai berikut:
The principal assumptions used in the
determination of pension costs are as follows:
2015
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tabel mortalitas
Umur pensiun normal
2014
8,7%
8,0%
Discount rate per annum
13,0%
10,0%
Salary increment rate per annum
Tabel Mortalita
Tabel Mortalita
Mortality table
Indonesia/Indonesian Indonesia/Indonesian
Mortalitiy Table 2011 Mortalitiy Table 2011
55
55
Normal pension age
- 65 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
2015
Rp
Diakui pada laporan laba rugi
Biaya jasa kini
Beban bunga atas obligasi
Keuntungan aktuaria
diakui di tahun berjalan
Beban atas aset
Amortisasi biaya jasa lalu
Penyesuaian atas Imbalan
Pasca Kerja Lainnya
Komponen dari biaya imbalan
pasti yang diakui dalam
laba rugi
Diakui pada penghasilan
komprehensif lain:
Pengukuran kembali kewajiban
imbalan pasti neto:
Kerugian aktuarial yang
timbul dari perubahan
asumsi keuangan
Kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian
atas pengalaman
Penerimaan dari Plan Assets
Penyesuaian atas penerapan
PSAK 24 (revisi 2013):
Kerugian aktuarial yang
timbul dari perubahan
asumsi keuangan
Kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian
atas pengalaman
Perubahan lainnya
Komponen beban imbalan pasti
yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain
Jumlah yang diakui di laporan
laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain
2014
Rp
1.227.980.000
509.227.000
-
840.438.000
455.323.000
(81.466.000)
39.211.000
(6.428.000)
1.730.779.000
-
1.253.506.000
1.039.220.000
-
63.843.000
-
296.222.000
-
173.612.000
(1.121.606.000)
451.291.000
2.182.070.000
Kewajiban dari program ini pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 berdasarkan
laporan Biro Pusat Aktuaria masing-masing
tertanggal
28
Desember
2015
dan
29 Desember 2014, adalah sebagai berikut:
2015
Rp
Recognized in profit or loss
Current service cost
Interest on obligation
Actuarial gain recognized
in current year
Interest on asset
Amortization of past service cost
Remeasurement of Other Long
Term Employee Benefit
Components of defined benefit costs
recognized in profit or loss
Recognized in other
comprehensive income:
Remeasurement on the net-defined
benef it obligation:
Actuarial losses arising
from changes in
financial assumptions
Actuarial losses arising
from experiences
adjustments
Return on Plan Assets
Adjustment of implementation
of PSAK 24 (revised 2013):
Actuarial losses from
changes in financial
assumptions
-
-
1.253.506.000
Actuarial losses from
experience adjustment
Other changes
Components of defined benefit costs
recognized in other comprehensive
income
Total recognized in statement of
profit or loss and other
comprehensive income
The liabilities of this program as of
December 31, 2015 and 2014 based on the
actuarial report of Biro Pusat Aktuaria dated
December 28, 2015 and December 29, 2014,
respectively, are as follows:
2014
Rp
Nilai kini kewajiban aktuaria
Keuntungan aktuaria yang
belum diakui
Biaya jasa lalu yang belum
diakui - belum menjadi hak
9.002.447.000
Liabilitas bersih
9.002.447.000
6.365.342.000
-
487.176.000
-
(217.578.000)
- 66 -
6.634.940.000
Present value of actuarial obligation
Unrecognized actuarial gains
Unrecognized past service
cost-non vested
Net liability
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja
lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
2015
Rp
The movements of present value of other postemployment benefits liability for the years
ended December 31, 2015 and 2014 are as
follows:
2014
Rp
Saldo awal tahun
Beban jasa kini
Beban bunga
Kerugian aktuaria
Pembayaran manfaat
6.365.342.000
1.227.980.000
509.227.000
1.096.635.000
(196.737.000)
5.059.149.000
840.438.000
455.323.000
464.207.000
(453.775.000)
Beginning balance of the year
Current service cost
Interest cost
Actuarial losses
Benefit paid
Saldo akhir tahun
9.002.447.000
6.365.342.000
Ending balance of the year
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk
penentuan kewajiban imbalan pasti adalah
tingkat diskonto dan kenaikan gaji yang
diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini
ditentukan
berdasarkan
masing-masing
perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada
akhir periode pelaporan, dengan semua
asumsi lain konstan.
Significant actuarial assumptions for the
determination of the defined obligation are
discount rate and expected salary increase.
The sensitivity analyses below have been
determined based on reasonably possible
changes of the respective assumptions
occurring at the end of the reporting period,
while holding all other assumptions constant.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dampak
pergerakan 1% dalam asumsi tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan gaji terhadap nilai kini
kewajiban imbalan pasti adalah sebagai
berikut:
As of December 31, 2015 the effect of 1%
movement in assumed discount rate and
salary incremental rate on present value of
defined benefit obligation is as follows:
Kenaikan/
Increase
Rp
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Penurunan/
Decrease
Rp
(600.556.000)
671.405.000
691.339.000
(8.994.040.577)
Discount rate
Salary incremental rate
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas
mungkin tidak mewakili perubahan yang
sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti
mengingat
bahwa
perubahan
asumsi
terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin
berkorelasi.
The sensitivity analysis presented above may
not be representative of the actual change in
the defined benefit obligation as it is unlikely
that the change in assumptions would occur in
isolation of one another as some of the
assumptions may be correlated.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis
sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan
pasti dihitung dengan menggunakan metode
projected unit credit pada akhir periode
pelaporan, yang sama dengan yang
diterapkan dalam menghitung liabilitas
manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi
keuangan.
Furthermore, in presenting the above
sensitivity analysis, the present value of the
defined benefit obligation has been calculated
using the projected unit credit method at the
end of the reporting period, which is the same
as that applied in calculating the defined
benefit obligation liability recognized in the
statement of financial position.
- 67 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
29. PAJAK PENGHASILAN
29. INCOME TAX
Beban (manfaat) pajak terdiri dari:
Tax expense (benefit) consists of the following:
2015
Rp
Pajak kini
Pajak tangguhan
Jumlah
2014
Rp
394.355.012.800
(148.493.357.761)
313.772.880.800
(62.901.730.987)
Current tax
Deferred tax
245.861.655.039
250.871.149.813
Total
Pajak Kini
Current Tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi komprehensif dengan laba kena
pajak adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income before tax per
statement of comprehensive income and taxable
income is as follows:
2015
Rp
Laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain
Perbedaan temporer:
Cadangan kerugian penurunan
nilai
Imbalan pasca kerja
Penyusutan aset tetap
dan amortisasi
Provisi lainnya
Jumlah
Perbedaan yang tidak dapat
diperhitungkan menurut fiskal:
Personalia
Umum dan administrasi
Penghasilan non-operasional yang
telah dikenakan pajak final
Lain-lain
Jumlah
Laba kena pajak
2014
Rp
582.178.570.206
621.928.980.778
Income before tax per statement
of profit or loss and other
comprehensive income
Temporary differences:
373.047.583.652
8.084.760.000
156.147.770.642
754.132.000
731.273.894
(36.060.035)
381.827.557.511
738.080.801
(385.655.975)
157.254.327.468
2.783.938.392
1.652.236.420
2.416.373.173
1.867.713.985
(721.134.000)
18.166.364.169
21.881.404.981
(851.625.000)
1.816.431.688
5.248.893.846
985.887.532.698
- 68 -
784.432.202.092
Provision for impairment losses
Post-employment benefits
Depreciation on premises and
equipment and amortization
Other provision
Total
Permanent differences:
Personnel
General and administration
Non-operational income
subject to final income tax
Others
Total
Taxable income
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah
sebagai berikut:
Current tax expense and payable are computed as
follows:
2015
Rp
2014
Rp
Beban pajak kini
Dikurangi pembayaran pajak
penghasilan di muka
246.471.883.000
196.108.050.500
Current tax expense
153.923.986.669
103.647.150.632
Less prepayment of income tax
Utang pajak kini (Catatan 19)
92.547.896.331
92.460.899.868
Laba kena pajak (dibulatkan)
Beban pajak kini
985.887.532.000
246.471.883.000
784.432.202.000
196.108.050.500
Taxable income (rounded)
Current tax expense
Laba bersih setelah pajak
739.415.649.000
588.324.151.500
Net income after tax
Current tax payable (Note 19)
Pajak penghasilan atas laba Cabang
pasal 26
Pajak penghasilan atas transfer laba
ke Kantor Pusat
Pajak kini
97.635.934.560
85.958.680.002
50.247.195.240
246.471.883.000
31.706.150.298
196.108.050.500
Income tax on Branch's profit
article 26
Income tax on remitted earnings
to Head Office
Current tax
Jumlah beban pajak kini
394.355.012.800
313.772.880.800
Total current tax expense
Laba kena pajak dan beban pajak kini tahun 2014
Cabang telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan
Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Cabang
kepada Kantor Pelayanan Pajak.
The taxable income and current tax payable of the
Branch for 2014 are in accordance with the Annual
Corporate Tax Returns filed by the Branch to the
Tax Service Office.
Pajak Tangguhan
Deferred Tax
Rincian dari aset pajak tangguhan Cabang adalah
sebagai berikut:
The details of the Branch’s net deferred tax assets
are as follows:
1 Januari/
January 1,
2014
Rp
Aset (liabilitas) pajak
tangguhan
Cadangan kerugian penurunan
nilai
Imbalan pasca kerja
Penyusutan aset tetap dan
amortisasi
Provisi lainnya
Pengukuran kembali atas
kewajiban imbalan pasti
(Keuntungan)/kerugian yang
belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek tersedia
untuk dijual
Aset pajak tangguhan - bersih
Dikreditkan
(dibebankan)
ke laba rugi
tahun berjalan/
Credited
(charged) to
income for the year
Rp
Dikreditkan
(dibebankan)
ke penghasilan
komprehensif lain/
Credited
(charged) to other
comprehensive
income
Rp
Dikreditkan
(dibebankan)
ke laba rugi
tahun berjalan/
Credited
(charged) to
income for the year
Rp
31 Desember/
December 31,
2014
Rp
Dikreditkan
(dibebankan)
ke penghasilan
komprehensif lain/
Credited
(charged) to other
comprehensive
income
Rp
31 Desember/
December 31,
2015
Rp
62.346.587.071
2.622.257.200
62.459.108.257
301.652.800
-
124.805.695.328
2.923.910.000
149.219.033.461
3.233.904.000
-
274.024.728.789
6.157.814.000
(172.887.690)
462.787.170
295.232.320
(154.262.390)
-
122.344.630
308.524.780
292.509.558
(14.424.014)
-
414.854.188
294.100.766
-
572.834.336
65.831.578.087
-
62.901.730.987
-
-
(1.270.018.013)
(697.183.677)
(1.270.018.013)
127.463.291.061
Berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang
berlaku di Indonesia, Cabang menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terutang. Untuk tahun pajak
2007 dan sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak
(DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas
pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak saat
terutangnya pajak, atau akhir tahun 2013, mana
yang lebih awal. Berdasarkan Undang-undang
No. 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan yang diberlakukan terhadap
tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya
DJP dapat menetapkan dan mengubah liabilitas
pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak
saat terutangnya pajak.
- 69 -
Deferred tax assets
(liabilities)
Provision for impairment
losses
Post-employment benefits
Depreciation of premises and
equipment and amortization
Other provision
Remeasurement on defined
benefit obligation
-
2.890.468.800
2.890.468.800
-
2.524.485.592
1.827.301.915
Unrealized (gain)/loss
on securities fair value
changes
5.414.954.392
285.609.268.458
Deferred tax assets - net
152.731.023.005
Under the Taxation Laws of Indonesia, the Branch
submits tax returns on the basis of self
assessment. For fiscal year 2007 and earlier, the
Directorate General of Tax (DGT) may assess or
amend taxes within ten years of the time the tax
becomes due, or until the end of 2013, whichever
is earlier. According to Law No. 28 year 2007
regarding Taxation General Provisions and
Procedures which applicable to fiscal year 2008
and subsequent years, DGT may assess or amend
taxes within five years of the time the tax becomes
due.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil
perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan
tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
A reconciliation between the total tax expense and
the amounts computed by applying the effective
tax rates to income before tax is as follows:
2015
Rp
2014
Rp
Laba sebelum pajak menurut laporan
laba rugi komprehensif
582.178.570.206
621.928.980.778
Income before tax per statements
of comprehensive income
Beban pajak dengan tarif pajak efektif
145.544.642.000
155.482.245.000
Tax expenses at effective tax rate:
Pengaruh pajak atas beban yang tidak
dapat dikurangkan
8.752.561.993
2.099.557.538
Penyesuaian
4.237.665.244
Pengaruh pajak atas laba Cabang
Jumlah beban pajak
-
87.326.785.802
93.289.347.275
245.861.655.039
250.871.149.813
Tax expense of non-deductible
expenses
Adjustment
Tax effect on the Branch's profit
Total tax expense
Pemeriksaan Pajak periode 2006
2006 Tax Assessments
Pada bulan Februari 2010, sebagai hasil
pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2006,
Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas
berbagai
macam
pajak
sebesar
Rp 17.093.561.984. Dari hasil pemeriksaan
tersebut, Cabang telah mengajukan permohonan
keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak pada
tanggal 16 Februari 2010 dan telah membayar
seluruh SKPKB tersebut di bulan Maret dan April
2010. Pada bulan Februari 2011, Cabang
menerima surat keputusan Direktur Jenderal Pajak
yang menerima sebagian keberatan Cabang dan
mengurangi jumlah kurang bayar menjadi
Rp 9.025.906.998. Cabang telah menerima
pengembalian dari Direktur Jenderal Pajak
sebesar Rp 8.073.720.520 di bulan Maret 2011.
Kemudian,
Cabang
telah
mengajukan
permohonan banding kepada pengadilan pajak
atas sisa kurang bayar sebesar Rp 9.025.906.998
di bulan Mei 2011.
In February 2010, as a result of the tax examination
for fiscal year 2006, the Director General of
Taxation issued tax underpayment assessment
letters (SKPKB) on various taxes amounting to
Rp 17,093,561,984. In relation to the assessment
result, the Branch has filed an objection to the
Director General of Taxation on February 16, 2010
and has paid the tax assessment in full in March
and April 2010. In February 2011, the Branch
received the decision letter from the Director
General of Taxation which partially approved the
Branch’s objection and reduced the tax
assessment to Rp 9,025,906,998. The Branch
received the refund from the Director General of
Taxation amounting to Rp 8,073,720,520 in March
2011. Then, the Branch filed an appeal to the tax
court to pursue for the remaining balance of tax
underpayment amounting to Rp 9,025,906,998 in
May 2011.
Pada bulan September 2012, Cabang menerima
surat keputusan banding yang menerima sebagian
banding atas pajak penghasilan badan pasal 25/29
sebesar Rp 1.039.795.608 dan pajak penghasilan
pasal 26 sebesar Rp 693.196.905. Cabang telah
menerima pengembalian tersebut pada bulan
September 2012. Kemudian, Cabang telah
mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung
atas keputusan banding tersebut sebesar
Rp 4.420.764.905.
In September 2012, the Branch received tax court
appeal decision letter which partially approved the
appeal of income tax article 25/29 amounting to
Rp 1,039,795,608 and income tax article 26
amounting to Rp 693,196,905. The Branch has
received the refunds on September 2012. Then,
the Branch filed a cessation to the Supreme Court
to pursue the remaining balance of tax court appeal
decision letter amounting to Rp 4,420,764,905.
Pada bulan Februari 2013, Cabang menerima
surat keputusan banding pengadilan pajak yang
menerima seluruh banding Cabang atas pajak
penghasilan
pasal
26
sebesar
Rp 2.631.623.917. Cabang telah menerima
pengembalian tersebut pada bulan April 2013.
In February 2013, the Branch received tax court
appeal decision letter which fully approved the
Branch’s appeal of income tax article 26 amounting
to Rp 2,631,623,917. The Branch received the
refund in April 2013.
Cabang mencatat jumlah tagihan pajak tersebut
sebagai “Tagihan Kelebihan Pembayaran Pajak” di
aset lain-lain.
The Branch recorded those tax receivables as
“Claim for Tax Refund” in the other assets.
- 70 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Keputusan dari permohonan banding yang belum
diputuskan oleh Direktur Jenderal Pajak dan
kasasi belum dapat ditentukan pada saat ini.
The outcome of the appeals which have not been
decided by Director General of Taxation and the
cessation are not presently determinable.
Pemeriksaan Pajak periode 2008
2008 Tax Assessment
Pada tahun pajak 2008, Cabang mengajukan klaim
lebih bayar pajak penghasilan badan sebesar
Rp
11.706.908.276.
Setelah
dilakukan
pemeriksaan pajak pada tahun 2010, Direktur
Jenderal Pajak menerbitkan SKPKB pajak
penghasilan badan sebesar Rp 17.691.069.828.
Atas SKPKB tersebut, Cabang mengajukan
permohonan keberatan kepada Direktur Jenderal
Pajak pada tanggal 12 Juli 2010. Pada bulan Juni
dan Juli 2011, Cabang menerima surat keputusan
Direktur Jenderal Pajak yang menolak sebagian
keberatan Cabang dan menambah jumlah kurang
bayar menjadi Rp 19.245.570.253. Cabang
menerima
sebagian
SKPKB
atas
pajak
penghasilan pasal 23 dan Pajak Pertambahan Nilai
(PPN) sebesar Rp 121.866.999 dan telah
mengajukan banding kepada pengadilan pajak di
bulan September 2011 atas pajak penghasilan
pasal 26, pasal 26 Bentuk Usaha Tetap (BUT) dan
pasal 29 (pajak penghasilan badan) sebesar
Rp 19.123.704.254 setelah membayar setoran
yang diwajibkan yaitu sejumlah Rp 9.561.852.127
yang merupakan 50% dari jumlah hasil
pemeriksaan pajak.
In fiscal year 2008, the Branch claimed a refund of
Rp 11,706,908,276 for the overpayment of
corporate income tax. After the tax examination in
2010, the Director General of Taxation issued an
SKPKB amounting to Rp 17,691,069,828. In
relation to the assessment result, the Branch filed
an objection to the Director General of Taxation on
July 12, 2010. In June and July 2011, the Branch
received the decision of the Director General of
Taxation which rejected the Branch’s objection and
increased
the
tax
underpayment
to
Rp 19,245,570,253. The Branch partially accepted
the SKPKB of income tax article 23 and Value
Added Tax (VAT) amounting to Rp 121,866,999
and filed an appeal to the tax court in September
2011 for the income tax article 26, article 26
Permanent Establishment (BUT) and article 29
(corporate
income
tax)
amounting
to
Rp 19,123,704,254 after paying the required
deposit amounting to Rp 9,561,852,127 which
represents 50% of the amount of tax assessment.
Pada bulan Juli 2013, Cabang menerima surat
keputusan banding pengadilan pajak yang
menerima sebagian banding Cabang atas pajak
penghasilan pasal 26 dan mengurangi jumlah
kurang bayar menjadi Rp 174.662.445. Cabang
telah menerima pengembalian tersebut sebesar
Rp 1.121.816.154 di bulan Agustus 2013.
In July 2013, the Branch received tax court appeal
decision letter which partially approved the
Branch’s appeal of income tax article 26 and
reduced
the
tax
underpayment
to
Rp 174,662,445. The Branch received the refund
amounting to Rp 1,121,816,154 in August 2013.
Pada bulan Maret 2014, Cabang menerima dua
surat keputusan banding pengadilan pajak yang
menerima sebagian banding Cabang atas pajak
penghasilan pajak badan pasal 25/29 dan
pasal 26 tahun pajak 2008 dimana sebelumnya
jumlah yang masih harus dibayar masing-masing
sebesar
Rp 6.190.384.751
menjadi
Rp 5.864.505.002 dan Rp 9.991.037.416 menjadi
Rp 9.838.960.020.
In March 2014, the Branch received decision letters
on its appeal that tax court has partially approved
the Branch’s appeal on income tax article 25/29
and tax article 26 for fiscal year 2008 that
previously
was
at
underpayment
of
Rp
6,190,384,751
to
underpayment
of
Rp 5,864,505,002 and from Rp 9,991,037,416 to
underpayment of Rp 9,838,960,020, respectively.
Cabang menerima dua Surat Tagihan Pajak (STP)
tertanggal 1 April 2014 atas SKPKB PPh pasal
25/29 dan SKPKB PPh pasal 23 untuk tahun pajak
2008 masing-masing sebesar Rp 5.864.505.002
dan Rp 9.838.960.020.
The Branch received two tax collection letters
(STP) dated April 1, 2014 for SKPKB income tax
article 25/29 and SKPKB income tax article 23 for
tax year 2008 amounting to Rp 5,864,505,002 and
Rp 9,838,960,020, respectively.
Cabang menerima STP tertanggal 15 April 2014
atas sanksi administrasi PPh pasal 25/29 untuk
tahun pajak 2008 sebesar Rp 2.431.410.
The Branch received STP dated April 15, 2014 for
income tax administration sanctions article 25/29
for tax year 2008 amounting to Rp 2,431,410.
Cabang menerima STP tertanggal 19 Juni 2014
atas SKPKB PPh pasal 25 badan beserta sanksi
administrasi bunga untuk tahun pajak 2008
sebesar Rp 2.769.312.626 dan Rp 110.772.505.
The Branch received STP dated June 19, 2014 for
SKPKB corporate income tax article 25 and interest
administration sanction for tax year 2008
amounting
to
Rp
2,769,312,626
and
Rp 110,772,505.
- 71 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Cabang menerima STP tertanggal 28 Agustus
2014 atas SKPKB PPh pasal 23 beserta sanksi
administrasi bunga untuk tahun pajak 2008
sebesar Rp 4.843.441.312 dan Rp 193.737.052.
The Branch received STP dated August 28, 2014
for SKPKB income tax article 23 and the interest
administration sanction for tax year 2008
amounting
to
Rp
4,843,441,312
and
Rp 193,737,052.
Cabang mencatat jumlah tagihan pajak tersebut
sebagai “Tagihan Kelebihan Pembayaran Pajak” di
aset lain-lain.
The Branch recorded those tax receivables as
“Claim for Tax Refund” in the other assets.
Keputusan dari permohonan banding yang belum
diputuskan oleh Direktur Jenderal Pajak dan kasasi
belum dapat ditentukan pada saat ini.
The outcome of the appeals which have not been
decided by Director General of Taxation and the
cessation are not presently determinable.
Pemeriksaan Pajak tahun 2010
2010 Tax Assessment
Pada tanggal 4 Agustus 2014, sebagai hasil
pemeriksaan pajak untuk tahun 2010, Direktur
Jenderal Pajak menerbitkan SKPKB atas berbagai
jenis pajak sebesar Rp 5.428.066.207 dengan
rincian
untuk
PPN
sebesar
Rp 57.763.441, PPh pasal 4 (2) sebesar
Rp 511.829.812, PPh pasal 23/26 sebesar
Rp 1.776.582.122, PPh pasal 26 sebesar
Rp 61.218.415, PPh pasal 23 sebesar
Rp 59.702.277 dan PPh final pasal 25/29 sebesar
Rp 2.960.970.140. Dari hasil pemeriksaan
tersebut, Cabang telah mengajukan permohonan
keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak pada
tanggal 31 Oktober 2014.
On August 4, 2014 as a result of the tax
examination for fiscal year 2010, the Director
General of Taxation issued SKPKB on various
taxes amounting to Rp 5,428,066,207 wih details
for VAT amounting to Rp 57,763,441, tax
article 4 (2) amounting to Rp 511,829,812, tax
article 23/26 amounting to Rp 1,776,582,122, tax
article 26 amounting to Rp 61,218,415, tax
article 23 amounting to Rp 59,702,277 and tax
article 25/29 amounting to Rp 2,960,970,140.
Based on that examination result, Branch filed an
objection request to the Director General of
Taxation on October 31, 2014.
Cabang mencatat jumlah tagihan pajak tersebut
sebagai “Tagihan Kelebihan Pembayaran Pajak” di
aset lain-lain.
The Branch recorded those tax receivables as
“Claim for Tax Refund” in the other assets.
Keputusan dari permohonan banding yang belum
diputuskan oleh Direktur Jenderal Pajak dan
kasasi belum dapat ditentukan pada saat ini.
The outcome of the appeals which have not been
decided by Director General of Taxation and the
cassation are not presently determinable.
30. CATATAN ATAS LAPORAN ARUS KAS
a.
30. NOTES TO STATEMENT OF CASH FLOWS
Kas dan setara kas
a.
Jumlah penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain sebagai kas dan setara kas pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain bukan sebagai
kas dan setara kas
Kas dan setara kas
b.
The amounts of placements with Bank
Indonesia and other banks as cash and cash
equivalents as of December 31, 2015 and
2014 are as follows:
2015
Rp
2014
Rp
1.520.650.000.000
4.068.080.000.000
-
(900.000.000.000)
1.520.650.000.000
Pengungkapan tambahan atas
investasi dan pendanaan non-kas
aktivitas
2015
Rp
Tagihan akseptasi
Liabilitas akseptasi
Dana usaha yang dinyatakan
Pinjaman dari Kantor Pusat
Cash and cash equivalents
(1.293.299.379.518)
1.293.299.379.518
-
- 72 -
3.168.080.000.000
b.
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Placements with Bank Indonesia and
other banks not considered as
cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents
Supplemental
disclosure
on
investing and financing activities
non-cash
2014
Rp
(965.633.163.453)
965.633.163.453
10.713.025.000.000
(10.713.025.000.000)
Acceptances receivable
Acceptances payable
Declared working capital funds
Borrowings from Head Office
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
31. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Komitmen
Tagihan komitmen
Kontrak pembelian spot yang
belum diselesaikan
Liabilitas komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan
Irrevocable letter of credit
yang masih berjalan
Kontrak penjualan spot yang
belum diselesaikan
Jumlah liabilitas komitmen
Jumlah liabilitas komitmen - bersih
Kontinjensi
Tagihan kontinjensi
Pendapatan bunga dalam
penyelesaian
Commitments
Commitment receivables
156.731.607.119
566.253.500.000
8.089.585.776.078
6.629.616.668.120
294.051.161.555
829.328.176.605
193.190.000.000
8.576.826.937.633
31.087.500.000
7.490.032.344.725
(8.420.095.330.514)
(6.923.778.844.725)
Unsettled spot purchase contracts
Commitment liabilities
Unused loan commitments granted
to customers
Outstanding irrevocable letters
of credit
Unsettled spot sell contracts
Total commitments receivables
Total commitment liabilities - net
18.609.518.412
10.438.512.837
Contingencies
Contingent receivables
Interest income on
non-performing loans
Liabilitas kontinjensi
Garansi bank yang diterbitkan
176.025.653.511
101.322.019.806
Contingent liabilities
Bank guarantees issued
Jumlah liabilitas kontinjensi - bersih
(157.416.135.099)
(90.883.506.969)
Total contingency liabilities - net
32. SIFAT DAN
BERELASI
TRANSAKSI
DENGAN
PIHAK
32. NATURE
OF
RELATIONSHIP
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Sifat Berelasi
Nature of Relationship
Pihak-pihak berelasi adalah perusahaan, entitas
dan individu yang mempunyai keterkaitan
kepemilikan dan/atau kepengurusan secara
langsung maupun tidak langsung dengan Cabang.
Related parties are companies, entities and
individuals, which has the same stockholders
and/or management directly or indirectly, as the
Branch.
a.
Cabang adalah cabang dari Bangkok Bank
Public Company Limited (Kantor Pusat).
a.
The Branch is a branch of Bangkok Bank
Public Company Limited (Head Office).
b.
Perusahaan dan entitas berelasi karena
keterkaitan kepemilikan dan kepengurusan
secara langsung maupun tidak langsung
adalah sebagai berikut:
b.
Company and entities that are directly or
indirectly related in terms of ownership and
management with the Branch are as follows:








Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang New York
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang London
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Singapura
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Hong Kong
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Tokyo
Bangkok Bank Berhad, Malaysia
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Taipei
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Kota Ho Chi Minh
-

-

-

-

-

-


-

- 73 -
Bangkok Bank Public Company Limited
New York Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
London Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Singapore Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Hong Kong Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Tokyo Branch
Bangkok Bank Berhad, Malaysia
Bangkok Bank Public Company Limited
Taipei Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Ho Chi Minh City Branch
-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
c.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Pihak berelasi yang merupakan personil
manajemen kunci Cabang terdiri dari Manajer
Umum, Wakil Manajer Umum dan Direktur
Kepatuhan.
c.
Related parties which are key management
personnel of the Branch are consist of General
Manager, Deputy General Manager and
Compliance Director.
Transaksi-transaksi Pihak Berelasi
Transactions with Related Parties
Dalam kegiatan usahanya, Cabang juga
mengadakan transaksi tertentu dengan pihakpihak berelasi. Transaksi-transaksi tersebut
meliputi antara lain:
In the normal course of business, the Branch
entered into certain transactions with related
parties. These transactions included, among
others, the following:
1.
Giro pada bank lain, piutang bunga dan
pendapatan bunga (Catatan 7, 13 dan 24).
1.
Demand deposits with other banks, interest
receivables and receipt of interest (Notes 7, 13
and 24).
2.
Penempatan pada bank lain, piutang bunga
dan pendapatan bunga (Catatan 8, 13 dan 24).
2.
Placements with other banks, interest
receivables and receipt of interest (Notes 8, 13
and 24).
3.
Pemberian kredit, piutang bunga dan
pendapatan bunga (Catatan 12, 13 dan 24).
3.
Granting of loans, interest receivables and
receipt of interest (Notes 12, 13 and 24).
4.
Penempatan dana dari pihak-pihak berelasi
dalam bentuk simpanan dan simpanan dari
bank lain, utang bunga dan pembayaran
bunga (Catatan 17, 18, 22 dan 25).
4.
Placements of funds by related parties in the
form of deposits and deposits from other
banks, interest payables and payment of
interest (Notes 17, 18, 22 and 25).
5.
Liabilitas derivatif (Catatan 11).
5.
Derivative payables (Note 11).
6.
Liabilitas akseptasi (Catatan 10).
6.
Acceptances payable (Note 10).
7.
Dana usaha yang dinyatakan (Catatan 20).
7.
Declared working capital funds (Note 20).
8.
Liabilitas lain-lain (Catatan 22).
8.
Other liabilities (Note 22).
9.
Transfer laba (Catatan 23).
9.
Remitted earnings (Note 23).
10. Kompensasi kepada karyawan kunci Cabang
(Catatan 26).
10. Compensations for the key personnel of the
Branch (Note 26).
11. Biaya administrasi dan beban umum dan
administrasi lainnya (Catatan 27).
11. Administration fees and other general and
administration expenses (Note 27).
Persentase giro pada bank lain, penempatan pada
bank lain, tagihan derivatif, kredit dan piutang
bunga kepada pihak berelasi terhadap jumlah giro
pada bank lain, penempatan pada bank lain,
tagihan derivatif, kredit dan piutang bunga adalah
sebagai berikut:
The percentage of demand deposits with other
banks, placements with other banks, derivative
receivables, loans and interest receivables for
related parties to total demand deposits with other
banks, placements with other banks, derivative
receivables, loans and interest receivables are as
follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Giro pada bank lain
Penempatan pada bank lain
Kredit
Piutang bunga
11,81%
27,20%
0,02%
0,05%
14,23%
24,36%
0,00%
0,45%
- 74 -
Demand deposits with other banks
Placement with other banks
Loans
Interest receivables
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Persentase simpanan, simpanan dari bank lain,
liabilitas akseptasi, liabilitas derivatif, pinjaman
yang diterima, biaya masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain dari pihak berelasi terhadap
jumlah simpanan, simpanan dari bank lain, liabilitas
akseptasi, liabilitas derivatif, pinjaman yang
diterima, biaya masih harus dibayar, liabilitas lainlain dan dana usaha yang dinyatakan adalah
sebagai berikut:
The percentage of deposits, deposits from other
banks, acceptances payable, derivative payables,
borrowings, accrued expenses and other liabilities
from related parties to total deposits, deposits from
other banks, acceptances payable, derivative
payables, borrowings, accrued expenses, other
liabilities and declared working capital funds are as
follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
Dana usaha yang dinyatakan
0,18%
1,69%
0,22%
49,09%
1,14%
83,50%
100,00%
Persentase pendapatan bunga, beban bunga dan
beban umum dan administrasi dari atau kepada
pihak berelasi terhadap jumlah pendapatan bunga,
beban bunga dan beban umum dan administrasi
adalah sebagai berikut:
Pendapatan bunga
Beban bunga
Beban umum dan administrasi
0,08%
93,03%
0,44%
0,00%
0,42%
87,02%
100,00%
The percentage of interest revenues, interest
expenses and general and administration
expenses from or to related parties to total interest
revenues, interest expenses and general and
administration expenses are as follow:
2015
2014
0,25%
0,14%
17,86%
0,11%
0,34%
17,19%
Cabang menyediakan manfaat pada karyawan
kunci Cabang, sebagai berikut:
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Accrued expenses
Other liabilities
Declared working capital funds
Interest revenues
Interest expenses
General and administrative expenses
The Branch provides benefit to key personnel of the
Branch, as follows:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan pasca kerja
Imbalan kerja jangka panjang
lainnya
14.467.364.331
1.369.911.000
10.568.845.367
1.219.425.447
4.717.000
7.967.679
Jumlah
15.841.992.331
11.796.238.493
Persentase terhadap beban
personalia
36,23%
- 75 -
31,12%
Short-term employee benefits
Post-employment benefits
Other long-term employee
benefits
Total
Percentage to personnel
expenses
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
33. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM
MATA UANG ASING
31 Desember/December 31, 2015
Mata uang
Ekuiv alen
asing/
dalam Rupiah/
Foreign
Equivalent
currencies
in Rupiah
Aset
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Ef ek-ef ek
Tagihan akseptasi
Tagihan deriv atif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Jumlah aset
Liabilitas
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas deriv atif
Biay a masih harus dibay ar
Liabilitas lain-lain
Dana usaha y ang diny atakan
Jumlah liabilitas
Jumlah aset - bersih
33. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
31 Desember/December 31, 2014
Mata uang
Ekuiv alen
asing/
dalam Rupiah/
Foreign
Equivalent
currencies
in Rupiah
USD
THB
USD
USD
SGD
EUR
THB
JPY
HKD
GBP
AUD
CAD
CHF
NZD
MYR
SEK
DKK
359.210
339.840
34.000.000
4.330.391
173.637
435.546
7.974.603
29.905.735
214.999
1.395
3.331
5.318
6.708
7.204
8.295
10.772
6.975
4.951.709.850
129.806.985
468.690.000.000
59.694.436.627
1.694.505.380
6.557.867.295
3.046.019.059
3.424.655.248
382.410.660
28.511.410
33.585.670
52.776.412
93.372.757
68.037.359
26.633.313
17.678.749
14.805.889
203.465
237.210
18.200.000
4.852.327
191.997
487.035
12.782.886
41.520.236
88.421
9.180
51.428
5.318
6.716
4.863
8.295
15.572
6.975
2.519.914.025
89.323.797
225.407.000.000
60.096.075.468
1.800.197.382
7.331.512.433
4.813.523.509
4.299.835.632
141.202.279
177.064.610
521.903.250
56.791.963
84.061.803
47.218.853
29.382.726
24.987.399
13.918.552
USD
USD
USD
HKD
EUR
SGD
USD
EUR
USD
USD
USD
90.000.000
991.827
62.620.932
291.300
294.883
302.126
5.557.200
9.237
1.001.474.792
1.746.213
-
1.240.650.000.000
13.672.331.335
863.229.549.001
518.123.688
4.439.952.204
2.948.418.717
76.605.999.224
139.072.185
13.805.330.014.544
24.071.541.243
16.580.511.814.804
208.000.000
1.213.972
97.517.690
78.423
7.175.971
1.122.706
933.569.455
2.413.599
32.472
2.576.080.000.000
15.035.040.495
1.207.756.586.235
125.237.120
108.022.403.475
13.904.717.863
11.562.257.700.005
29.892.425.101
402.163.367
15.820.930.187.342
USD
SGD
EUR
THB
JPY
USD
USD
HKD
EUR
SGD
USD
EUR
USD
USD
JPY
USD
211.952.735
163.221
762.776
7.841.897
26.260.624
16.000.000
62.620.932
291.300
294.883
302.126
356.705
9.990
94.846
38.920
4.077.681
865.000.000
2.921.768.450.186
1.592.857.626
11.484.864.559
2.995.330.320
3.007.235.361
220.560.000.000
863.229.549.001
518.123.688
4.439.952.204
2.948.418.717
4.917.175.682
150.428.908
1.307.453.098
536.511.236
466.955.646
11.924.025.000.000
15.963.948.306.232
214.082.417
188.199
470.604
10.245.229
36.602.181
820.264
97.517.690
78.423
7.175.971
663.702
35.892
939.901
5.700.000
865.000.000
2.651.410.733.931
1.764.579.903
7.084.166.651
3.857.943.347
3.790.521.857
10.158.975.585
1.207.756.586.235
125.237.120
108.022.403.475
8.219.955.378
444.523.351
11.640.676.734
590.291.999
10.713.025.000.000
14.727.891.595.566
616.563.508.572
- 76 -
1.093.038.591.776
Assets
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receiv able
Deriv ativ e receiv ables
Loans
Interest receiv ables
Other assets
Total assets
Liabilities
Deposits
Deposits f rom other banks
Acceptances receiv able
Deriv ativ e pay ables
Accrued expenses
Other liabilities
Declared working capital f unds
Total liabilities
Total assets - net
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Seluruh aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan kurs tengah Reuters pukul
16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut:
30 Maret/
March 30, 2016
Rp
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Dolar Australia
Dolar Kanada
Frank Swiss
Kroner Denmark
Euro
Poundsterling Inggris
Dolar Hong Kong
Yen Jepang
Ringgit Malaysia
Dolar Selandia Baru
Kroner Swedia
Dolar Singapura
Baht Thailand
Dolar Amerika Serikat
AUD
CAD
CHF
DKK
EUR
GBP
HKD
JPY
MYR
NZD
SEK
SGD
THB
USD
10.166,89
10.171,70
13.760,12
2.014,84
15.018,81
19.090,61
1.711,18
118,21
3.365,68
9.182,44
1.625,55
9.823,05
376,44
13.267,50
34. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS
ASET
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan derivatif
Kredit
Tagihan akseptasi
Piutang Bunga
2015
Setelah
12 bulan/
After
12 months
Rp
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
10.083,73
9.924,37
13.919,33
2.122,85
15.056,67
20.439,02
1.778,66
114,52
3.210,67
9.444,80
1.641,10
9.758,91
381,97
13.785,00
10.148,27
10.679,48
12.515,80
1.995,62
15.053,35
19.288,40
1.596,94
103,56
3.542,12
9.709,23
1.604,59
9.376,16
376,56
12.385,00
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Australian Dollar
Canadian Dollar
Swiss Franc
Danish Kroner
Euro
Great Britain Poundsterling
Hong Kong Dollar
Japanese Yen
Malaysian Ringgit
New Zealand Dollar
Swedish Kroner
Singapore Dollar
Thailand Baht
US Dollar
34. MATURITIES OF ASSETS AND LIABILITIES
Analisis jatuh tempo aset dan liabilitas menurut
kelompok jatuh temponya berdasarkan periode
yang tersisa, terhitung sejak tanggal 31 Desember
2015 dan 2014 sampai dengan tanggal jatuh
tempo adalah sebagai berikut:
Dalam
12 bulan/
Within
12 months
Rp
All monetary assets and liabilities denominated in
foreign currencies are translated to Rupiah using
the middle exchange rates published in Reuters at
4.00 PM Western Indonesia Time, with details as
follows:
Tha analysis of maturities of financial assets and
liabilities based on remaining terms until maturity
dates calculated from December 31, 2015 and
2014 is as follows:
Dalam
12 bulan/
Within
12 months
Rp
Jumlah/
Total
Rp
2014
Setelah
12 bulan/
After
12 months
Rp
Jumlah/
Total
Rp
1.520.650.000.000
598.065.722.585
59.109.962.538
7.948.393.307.493
1.237.509.402.195
49.545.575.637
599.801.414.638
69.575.000.000
11.225.198.741.727
-
1.520.650.000.000
1.197.867.137.223
128.684.962.538
19.173.592.049.220
1.237.509.402.195
49.545.575.637
4.068.080.000.000
622.199.022.032
20.850.741.993
6.610.190.808.164
1.277.690.820.575
58.767.984.186
860.117.012.144
2.745.000.000
8.383.268.761.652
-
4.068.080.000.000
1.482.316.034.176
23.595.741.994
14.993.459.569.815
1.277.690.820.575
58.767.984.186
ASSETS
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Derivative receivables
Loans
Acceptances receivable
Interest Receivables
12.180.087.461.013
11.894.575.156.365
24.074.662.617.378
13.210.371.515.541
9.246.130.773.796
22.456.502.289.338
Total assets
LIABILITAS
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas derivatif
Liabilitas akseptasi
Biaya yang masi harus dibayar
Liabilitas lain-lain
900.688
5.118.311.355.234
702.466.781.149
76.389.373.340
1.293.299.379.518
25.046.609.522
276.475.968.069
69.575.000.000
-
900.688
5.118.311.355.234
702.466.781.149
145.964.373.340
1.293.299.379.518
25.046.609.522
276.475.968.069
11.778.348
4.421.089.284.304
1.147.205.255.942
29.453.805.255
1.315.904.226.830
22.685.175.408
182.299.255.088
450.000.000
-
11.778.348
4.421.089.284.304
1.147.205.255.942
29.903.805.255
1.315.904.226.830
22.685.175.408
182.299.255.088
LIABILITIES
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Derivative payables
Accepatances payable
Accrued expense
Other liabilities
Jumlah
7.491.990.367.520
69.575.000.000
7.561.565.367.520
7.118.648.781.175
450.000.000
7.119.098.781.175
Total
Jumlah
12.319.799.405
677.164.109.077
77.329.582.083
-
-
12.319.799.405
677.164.109.077
77.329.582.083
10.443.558.835
462.325.829.736
79.822.750.020
Langkah yang diambil oleh Cabang sehubungan
dengan mismatch aset dan liabilitas moneter yang
jatuh tempo sampai dengan 3 bulan adalah
meningkatkan pelayanan kepada nasabah
simpanan serta menawarkan produk dan bunga
yang menarik kepada nasabah untuk menjaga
stabilitas dan kontinuitas jumlah simpanan
Cabang.
Disamping
itu,
Cabang
juga
mengintensifkan usaha penagihan kepada debitur
bermasalah.
- 77 -
-
10.443.558.835
462.325.829.736
79.822.750.020
The main steps taken by the Branch in relation to
the mismatch between monetary assets and
liabilities up to 3 months are to increase the
services being provided to depositors and to offer
competitive interest rates and attractive products to
customers to maintain the stability and continuity of
deposits in the Branch. In addition to this, the
Branch also has intensified its collection efforts to
troubled debtors.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
35. JAMINAN
PEMERINTAH
TERHADAP
KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
35. GOVERNMENT
GUARANTEE
OBLIGATIONS OF COMMERCIAL BANKS
ON
Berdasarkan
Salinan
Peraturan
Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS) No. 1/PLPS/2005 pada
tanggal 26 September 2005 tentang Program
Penjaminan Simpanan yang telah disempurnakan
dengan peraturan LPS No. 1/PLPS/2006 tanggal
9 Maret 2006 yang menyatakan bahwa sejak
tanggal 22 September 2005, LPS menjamin
simpanan yang meliputi giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain
yang dipersamakan dengan itu yang merupakan
simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk
yang berasal dari bank lain.
Based on the Indonesia Deposit Insurance Agency
(LPS) Regulation No. 1/PLPS/2005 dated
September 26, 2005 regarding Deposit Guarantee
Program that has been enhanced with LPS
regulation No. 1/ PLPS/2006 dated March 9, 2006
that stated since September 22, 2005 LPS will
guarantee bank deposits consisting of demand
deposits, time deposits, certificate of deposits,
savings deposit, and other forms of deposits from
public, including deposits from other banks.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66/2008
tanggal 13 Oktober 2008 tentang Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin LPS, saldo yang dijamin
untuk setiap nasabah pada satu bank adalah
maksimal Rp 2.000.000.000.
Based on Government Regulation No. 66/2008
dated October 13, 2008 regarding Deposits
Balance Guaranted by LPS, the guaranted bank
balance of each customer is Rp 2,000,000,000.
Beban premi penjaminan Pemerintah yang dibayar
untuk tahun 2015 dan 2014 masing-masing
sebesar Rp 13.209.140.075 dan Rp 6.392.252.566
dicatat dan diakui pada akun beban umum dan
administrasi.
The Government guarantee premiums paid in 2015
and 2014 amounted to Rp 13,209,140,075 and
Rp 6,392,252,566, respectively, are included
under the general and administration expenses.
36. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL
MINIMUM
36. CAPITAL ADEQUACY RATIO
Sebagai bank yang beroperasi di Indonesia,
Cabang diwajibkan oleh Bank Indonesia untuk
menjaga rasio kewajiban penyediaan modal
minimum ("CAR") diatas persentase tertentu.
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum pada
tanggal 31 Desember 2015 dihitung berdasarkan
Peraturan
Bank
Indonesia
(PBI)
No. 15/12/PBI/2013
tentang
Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dimana
modal terdiri dari modal inti (modal inti utama dan
modal inti tambahan dan modal pelengkap dimana
Cabang wajib menyediakan modal inti paling
rendah 6% dari asset tertimbang menurut risiko
(ATMR). Bank juga wajib membentuk tambahan
modal sebagai penyangga yang dibentuk bertahap
mulai tanggal 1 Januari 2016.
As a bank operating in Indonesia, the Branch is
required by Bank Indonesia to maintain at all times
a capital adequacy ratio ("CAR") above a specified
percentage. Capital Adequacy Ratio (CAR) on
December 31, 2015 is calculated based on Bank
Indonesia Regulation (PBI) No. 15/12/PBI/2013
regarding Capital Adequacy Ratio of general banks
wherein capital is consists of core capital (prime core
capital and additional core capital) and
supplementary capital wherein the Branch is
required to provide core capital at the minimum of
6% from risk weighted assets. The Bank is also
required to establish additional capital as a buffer
that could be formed gradualy starting January 1,
2016.
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum pada
tanggal 31 Desember 2014 dihitung berdasarkan
PBI No. 14/18/PBI/2012 dimana modal terdiri dari
modal inti, modal pelengkap dan modal pelengkap
tambahan dimana Bank wajib menyediakan modal
inti paling rendah 5% dari ATMR baik secara
individual maupun konsolidasi.
CAR Ratio on December 31, 2014 is calculated
based on PBI No. 14/18/PBI/2012 wherein capital
consists if core capital, supplementary capital and
additional supplementary capital wherein the
lowest core capital is 5% from risk weighted assets
individually or consolidated.
- 78 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Tujuan manajemen permodalan Cabang adalah
untuk memastikan bahwa Cabang memiliki
permodalan yang kuat sehingga mampu menyerap
potensi kerugian baik akibat krisis keuangan dan
ekonomi,
memenuhi
seluruh
kegiatan
operasionalnya dan peraturan permodalan, serta
mendukung pertumbuhan bisnis dan pelanggan,
deposan dan kepercayaan pasar. Praktik
manajemen permodalan Cabang difokuskan untuk
menjaga kualitas posisi keuangan dengan
mempertahankan modal dasar yang kuat dan
memaksimalkan laba ke Kantor Pusat.
The Branch’s capital management objective is to
ensure that the Branch is well capitalized and able
to absorb potential losses from financial and
economic crisis, fulfill all operational activity and
regulatory capital, support business growth and
sustain customers, depositors and market
confidence. The Branch’s capital management
practices are focused on preserving the quality of
its financial position by maintaining a solid capital
base and maximizing returns to the Branch’s Head
Office.
Rasio kewajiban penyediaan modal Cabang
dengan memperhatikan risiko kredit, risiko
operasional dan risiko pasar pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing
dihitung sebagai berikut:
The Branch’s capital adequacy ratio with
consideration for credit, operational and market
risks as of December 31, 2015 and 2014, are as
follows:
2015
Rp
2014
Rp
Modal Inti (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET 1)
Modal Inti Tambahan (AT-1)
Total Modal Inti
Modal Pelengkap (Tier 2)
15.999.915.764.180
15.999.915.764.180
222.442.109.409
15.187.131.534.039
262.732.274.511
Core Capital (Tier 1)
Prime Core Capital (CET 1)
Additional Core Capital (AT-1)
Total Core Capital
Supplementary Capital (Tier 2)
Total Modal
16.222.357.873.589
15.449.863.808.550
Total Capital
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
ATMR untuk risiko kredit *)
ATMR untuk risiko pasar **)
ATMR untuk risiko operasional ***)
Total ATMR
26.912.462.864.435
473.273.742.924
1.042.218.000.000
28.427.954.607.359
21.140.882.515.413
633.995.100.437
565.233.510.588
22.340.111.126.438
Risk Weighted Assets
for credit risk *)
for market risk **)
for operational risk ***)
Total risk weighted assets
56,28%
56,28%
0,78%
57,06%
67,98%
67,98%
1,18%
69,16%
Rasio CAR
Rasio CET 1
Rasio Tier 1
Rasio Tier 2
Rasio Total
Rasio Minimum Tier 1
Rasio Minimum CET 1
CAR minimum berdasarkan profil risiko
6,00%
4,50%
9,99%
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
Cabang telah memenuhi rasio sesuai yang
disyaratkan oleh Bank Indonesia untuk rasio
kecukupan modal.
5,00%
9,99%
CAR Ratio
Ratio CET 1
Ratio Tier 1
Ratio Tier 2
Total Ratio
Minimum Ratio Tier 1
Minimum Ratio CET 1
Minimum CAR based on risk profile
On December 31 2015 and 2014, the Branch has
comply with required ratio set by Bank Indonesia
for capital adequacy ratio.
*)
Rasio ATMR untuk risiko kredit dihitung berdasarkan
Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/6/DPNP tanggal
18 Februari 2011.
*)
Risk weighted assets ratio for credit risk is calculated
based on Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/6/DPNP
dated February 18, 2011.
**)
Tidak memperhitungkan risiko pasar karena efek-efek
yang dimiliki Bank hanya berupa Sertifikat Bank
Indonesia (SBI).
**)
Excludes market risk because the only securities owned
by the Bank are Certificates of Bank Indonesia.
***)
Rasio ATMR untuk risiko operasional dihitung
berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.
11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009.
***)
Risk weighted assets ratio for operational risk is
calculated based on Surat Edaran Bank Indonesia No.
11/3/DPNP dated January 27, 2009.
- 79 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
37. KLASIFIKASI ATAS ASET DAN LIABILITAS
KEUANGAN
37. CLASSIFICATION OF FINANCIAL ASSETS AND
LIABILITIES
Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi dan
aset dan liabilitas keuangan.
The following table shows the classification of
financial assets and liabilities:
31 Desember/December 31, 2015
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Pinjaman yang
laba rugi (FVTPL)/
diberikan dan
Measured at fair
piutang/
value through
Biaya perolehan
diamortisasi/
Dimiliki hingga
Tersedia
Other
Loans and
profit or loss
jatuh tempo/
untuk dijual/
amortized
Jumlah/
receivables
(FVTPL)
Held-to-maturity
Available-for-sale
costs
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
12.319.799.405
-
-
-
-
12.319.799.405
677.164.109.077
-
-
-
-
677.164.109.077
77.329.582.083
-
-
-
-
77.329.582.083
1.520.650.000.000
-
-
-
1.520.650.000.000
-
1.197.867.137.223
Securities - net
1.237.509.402.195
Acceptances receivable - net
Aset Keuangan
Kas
Financial Assets
Cash
Demand deposits with Bank
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Indonesia
Demand deposits with other banks
Penempatan pada Bank
Indonesiadan bank lain
Efek-efek - bersih
Tagihan akseptasi - bersih
Tagihan derivatif
Placements with Bank Indonesia
-
-
1.237.509.402.195
-
-
-
-
-
-
-
128.684.962.538
-
-
-
19.173.592.049.220
-
-
-
-
49.545.575.637
-
-
-
-
343.526.500
-
24.075.006.143.878
19.173.592.049.220
-
Piutang bunga
49.545.575.637
343.526.500
Jumlah
22.748.454.044.117
293.764.776.380
-
128.684.962.538
Kredit - bersih
Aset lain-lain
904.102.360.843
128.684.962.538
904.102.360.843
293.764.776.380
Liabilitas Keuangan
Derivative receivables
Loans - net
Interest receivables
Other assets
Total
Financial Liabilities
Liabilitas segera
-
-
-
-
900.688
900.688
Simpanan
-
-
-
-
5.118.311.355.234
5.118.311.355.234
Simpanan dari bank lain
-
-
-
-
702.466.781.149
702.466.781.149
Liabilitas akseptasi
-
-
-
-
1.293.299.379.518
1.293.299.379.518
Liabilitas derivatif
-
-
-
Biaya masih harus dibayar
-
-
-
-
Liabilitas lain-lain
-
-
-
Jumlah
and other banks
-
145.964.373.340
145.964.373.340
-
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
145.964.373.340
Derivative payables
25.046.609.322
25.046.609.322
Accrued expenses
-
262.529.627.377
262.529.627.377
-
7.401.654.653.288
7.547.619.026.628
Other liabilities
Total
31 Desember/December 31, 2014
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Pinjaman yang
laba rugi (FVTPL)/
diberikan dan
Measured at fair
piutang/
value through
Dimiliki hingga
Tersedia
Biaya perolehan
Other
Loans and
profit or loss
jatuh tempo/
untuk dijual/
amortized
Jumlah/
receivables
(FVTPL)
Held-to-maturity
Available-for-sale
costs
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
10.443.558.835
-
-
-
-
10.443.558.835
462.325.829.736
-
-
-
-
462.325.829.736
79.822.750.020
-
-
-
-
79.822.750.020
4.068.080.000.000
-
-
-
-
4.068.080.000.000
diamortisasi/
Aset Keuangan
Kas
Financial Assets
Cash
Demand deposits with Bank
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek - bersih
Tagihan akseptasi - bersih
Tagihan derivatif
Placements with Bank Indonesia
-
-
1.277.690.820.575
-
-
307.236.115.520
1.482.316.034.176
Securities - net
-
-
1.277.690.820.575
Acceptances receivable - net
-
-
-
23.595.741.994
-
-
-
-
14.993.459.569.815
Piutang bunga
58.767.984.186
-
-
-
-
58.767.984.186
304.526.500
-
-
-
-
304.526.500
-
22.456.806.815.837
20.950.895.039.667
23.595.741.994
and other banks
-
-
14.993.459.569.815
Aset lain-lain
23.595.741.994
1.175.079.918.656
Kredit - bersih
Jumlah
Indonesia
Demand deposits with other banks
1.175.079.918.656
307.236.115.520
Liabilitas Keuangan
Derivative receivables
Loans - net
Interest receivables
Other assets
Total
Financial Liabilities
Liabilitas segera
-
-
-
11.778.348
11.778.348
Simpanan
-
-
-
-
4.421.089.284.304
4.421.089.284.304
Deposits
Simpanan dari bank lain
-
-
-
-
1.147.205.255.942
1.147.205.255.942
Deposits from other banks
Liabilitas akseptasi
-
-
-
-
1.315.904.226.830
1.315.904.226.830
Acceptances payable
Liabilitas derivatif
-
-
-
Biaya masih harus dibayar
-
-
-
-
Liabilitas lain-lain
-
-
-
-
-
-
7.078.547.220.932
7.108.451.026.187
Jumlah
-
29.903.805.255
29.903.805.255
- 80 -
-
Liabilities due immediately
29.903.805.255
Derivative payables
22.685.175.408
22.685.175.408
Accrued expenses
171.651.500.100
171.651.500.100
Other liabilities
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
38. PENGUKURAN NILAI WAJAR
38. FAIR VALUE MEASUREMENT
Kecuali sebagaimana tercantum dalam table
berikut, manajemen menganggap bahwa nilai
tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan
diakui mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo
dalam jangka pendek atau yang memiliki tingkat
suku bunga pasar.
Except as detailed in the following table, the
management considers that the carrying amount of
financial assets and liabilities approximate their fair
values due to their short-term maturities or they
carry market rates of interest.
2015
Aset keuangan
Ef ek-ef ek - bersih
Kredit - bersih
Jumlah
Nilai
tercatat/
Carrying
amount
Rp
1.197.867.137.223
19.173.592.049.220
20.371.459.186.443
2014
Nilai wajar/
Fair value
Rp
Nilai
tercatat/
Carrying
amount
Rp
Nilai wajar/
Fair value
Rp
1.199.184.568.494
19.169.219.027.825
20.368.403.596.319
1.482.316.034.176
14.993.459.569.815
16.475.775.603.991
1.487.375.496.019
14.990.216.888.969
16.477.592.384.988
Financial assets
Securities - net
Loans - net
Total
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan
untuk tujuan pengukuran nilai wajar
Valuation techniques and assumptions applied for
the purposes of measuring fair value
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan
sebagai berikut:
The fair values of financial assets and liabilities are
determined as follows:

Nilai wajar efek-efek dengan syarat dan
kondisi standar dan diperdagangkan di pasar
aktif ditentukan dengan mengacu pada
kuotasi harga pasar.

Fair value of securities with standard terms
and conditions and traded in active market is
determined by reference to the quoted market
prices.

Nilai wajar tagihan dan liabilitas derivatif
diukur dengan menggunakan kurs kuotasi dan
kurva yield yang berasal dari suku bunga
kuotasi mencocokkan jatuh tempo kontrak.

The fair value of derivative receivables and
payables are measured at the exchange rate
quotations and yield curves derived from
quotations to match the interest rate maturity
of the contract.

Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan lainnya (tidak termasuk yang
dijelaskan di atas) ditentukan sesuai dengan
model penentuan harga yang berlaku umum
berdasarkan analisis discounted cash flow
menggunakan harga dari transaksi pasar yang
dapat diamati saat ini dan kutipan dealer untuk
instrumen sejenis.

The fair values of other financial assets and
financial liabilities (excluding those described
above) are determined in accordance with
generally accepted pricing models based on
discounted cash flow analysis using prices
from observable current market transactions
and dealer quotes for similar instruments.
- 81 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Tabel berikut ini memberikan analisis dari
instrumen keuangan yang diukur setelah
pengakuan
awal
sebesar
nilai
wajar,
dikelompokkan ke tingkat 1 sampai 3 didasarkan
pada sejauh mana nilai wajar diamati.
The following table provides an analysis of financial
instruments that are subsequently measured at fair
value, grouped into levels 1 to 3 based on the
degree to which the fair value is observable.
2015
Tingkat 1/
Lev el 1
Rp
Aset diukur pada nilai wajar
Aset keuangan
Tersedia untuk dijual
Ef ek- ef ek
Diperdagangkan
Tagihan deriv atif
Aset y ang nilai wajarny a diungkapkan
Dimiliki hingga jatuh tempo
Ef ek- ef ek
Pinjaman y ang diberikan dan piutang
Kredit
Jumlah Aset
Liabilitas diukur pada nilai wajar
Diperdagangkan
Liabilitas deriv atif
Selisih
293.764.776.380
-
906.367.091.732
Tingkat 2/
Lev el 2
Rp
Tingkat 3/
Lev el 3
Rp
Jumlah/
Total
Rp
-
-
293.764.776.380
128.684.962.538
-
128.684.962.538
-
-
906.367.091.732
-
-
19.173.592.049.220
19.173.592.049.220
1.200.131.868.112
128.684.962.538
19.173.592.049.220
20.502.408.879.870
-
145.964.373.340
-
1.200.131.868.112
(17.279.410.802)
19.173.592.049.220
Pada tahun 2015 dan 2014, tidak terdapat
perpindahan metode pengukuran nilai wajar dari
tingkat 1 menjadi tingkat 2, dan sebaliknya.
39. MANAJEMEN RISIKO
145.964.373.340
20.356.444.506.530
Assets measured at f air v alue
Financial asset
Av ailable-f or-sale
Securities
Trading
Deriv ativ e receiv ables
Assets f or which f air v alues are disclosed
Held-to-maturity
Securities
Loans and receiv able
Loans
Total Assets
Liabilities measured at f air v alue
Trading
Deriv ativ e pay ables
Dif f erence
In 2015 and 2014, there was no movement of fair
value measurement method from level 1 to level 2,
and vice versa.
39. RISK MANAGEMENT
Dalam melakukan kegiatan usahanya, Cabang
sering dihadapkan pada risiko-risiko sehari-hari
seperti risiko pasar, risiko likuiditas, risiko kredit,
risiko legal, risiko operasional dan risiko terkait
lainnya.
In conducting the Branch’s business, it is constantly
exposed to daily risks such as market risk, liquidity
risk, credit risk, legal risk, operational risk and other
risks, which relates to the Branch’s business.
Berdasarkan
peraturan
Bank
Indonesia
No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003, sebuah
bank wajib membentuk Komite Manajemen Risiko.
Cabang telah membentuk Komite Manajemen
Risiko (KMR) pada tanggal 30 Oktober 2003,
sesuai peraturan Bank Indonesia dan Surat Edaran
Bank Indonesia No. 5/21/DPNP mengenai
penerapan manajemen risiko dalam industri
perbankan.
Based
on
Bank
Indonesia
regulation
No. 5/8/PBI/2003 dated May 19, 2003, it is
mandatory for a bank to establish a Risk
Management Committee. The Branch has
established its Risk Management Committee
(RMC) on October 30, 2003 to comply with Bank
Indonesia regulation, and its circular letter
No. 5/21/DPNP regarding the implementation of
risk management in banking industry.
Adapun fungsi dan tanggung jawab Komite
Manajemen
Risiko
adalah
memberikan
rekomendasi kepada Manajer Umum, yang
sekurang-kurangnya meliputi:
The function and responsibility of Risk
Management
Committee
is
to
provide
recommendation to General Manager covering at
least the following:
1.
Penyusunan kebijakan, strategi dan pedoman
penerapan manajemen risiko.
1.
Formulation of policy, strategy and guidelines
for implementation of risk management.
2.
Perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan
manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi
pelaksanaan yang dimaksud.
2.
Correction or improvements
for risk
management implementation based on the risk
management evaluation.
- 82 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
3.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Penetapan hal-hal yang terkait dengan
keputusan bisnis yang menyimpang dari
prosedur normal.
3.
Justification on matters pertaining to business
decision made in irregularities from normal
procedure.
Antisipasi telah dilakukan terhadap delapan risiko
yang melekat di bisnis perbankan sebagai berikut:
The anticipated action has been taken for eight
risks inherent to the bank business as follows:
MANAJEMEN RISIKO KREDIT
CREDIT RISK MANAGEMENT
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat
kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi
kewajibannya. Risiko kredit dapat bersumber dari
berbagai aktivitas fungsional Cabang seperti
perkreditan (penyediaan dana), treasuri dan
investasi, dan pembiayaan perdagangan, yang
tercatat dalam banking book maupun trading book.
Credit risk is the risk of default by counterparty.
Credit risk may arise from various functional
activities of the Branch, such as credit (provision of
funds), treasury and investment, and trade
financing, recorded both in the banking book and
the trading book.
Penerapan manajemen risiko kredit tidak hanya
ditujukan untuk menempatkan Cabang sebagai
bank yang patuh terhadap regulasi, namun
merupakan suatu tuntutan manajemen untuk
menerapkan sistem pengelolaan risiko kredit yang
baik dan sesuai dengan praktik di perbankan.
Penerapan manajemen risiko yang dilakukan tidak
hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya
penurunan kualitas kredit, namun juga diharapkan
mampu mendorong kegiatan bisnis Cabang.
Credit risk management implementation is not only
intended to position the Branch as a bank that
complies with regulation, but is also a management
requirement to implement a proper credit risk
management system in accordance with sound
banking practices. Credit risk management is
implemented not only to prevent credit quality
deterioration but also to support the Branch’s
business activity.
Terkait dengan risiko kredit, Cabang telah
menerapkan manajemen risiko sebagai berikut:
In relation to credit risk, the Branch has
implemented the following risk management
policies:

Menetapkan kebijakan dan prosedur kredit,
temasuk Credit Risk Rating (CRR) serta
General Underwriting Standard (GUS), yang
berlaku sebagai acuan dalam melakukan
analisis kredit.

Establishing lending policy and procedures,
including Credit Risk Rating (CRR) and
General Underwriting Standard (GUS), which
are used as a guideline in analyzing credit.

Melakukan review dan memutakhirkan
kebijakan
perkreditan,
sesuai
dengan
rekomendasi Unit Kepatuhan Bank Indonesia,
Kantor Pusat, serta peraturan-peraturan baru
yang berlaku.

Reviewing and updating the lending policy to
be in accordance with the recommendations
from Compliance Unit of Bank Indonesia,
Head Office, as well as other prevailing new
regulations.

Membentuk Credit Acceptance Unit (CAU),
untuk membantu proses review dan evaluasi
aplikasi kredit yang diajukan oleh bagian
pemasaran Cabang.

Establishing Credit Acceptance Unit (CAU) to
help in reviewing and evaluating the credit
applications proposed by the Branch’s
marketing department.

Melakukan Loan Committee Meeting untuk
memutuskan
pemberian
kredit
baru,
perpanjangan, maupun merekomendasikan
aplikasi kredit ke Kantor Pusat.

Conducting Loan Committee Meetings to
approve new credit, facility extension, as well
as recommending credit application to Head
Office for further approval.

Melakukan analisis portofolio kredit Cabang
berdasarkan
parameter-parameter
yang
senantiasa disesuaikan dengan bisnis dan
kompleksitas Cabang.

Performing credit portfolio analysis, based on
parameters that are always adjusted to the
business and the complexity of the Branch.
- 83 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Melakukan analisis stress test yang dilakukan
minimum setahun sekali, Cabang juga dapat
melakukan stress test tambahan sepanjang
tahun tergantung pada terjadinya peristiwa
ekonomi
tertentu
yang
mungkin
mempengaruhi kemampuan debitur untuk
membayar. Dalam stress test tahunan ini,
Cabang menggunakan dua skenario dasar
yaitu:

Performing stress test in annual basis at the
minimum, there is a chance for the Branch to
conduct additional stress test throughout the
year depending on the occurrence of
economic events. In this annually stress test,
the Branch uses 2 basic scenarios as follows:
1.
Analisis dampak terhadap rasio kewajiban
penyediaan modal minimum (KPMM)
akibat kenaikan nilai tukar US$/IDR
hingga 45% disertai penurunan 1 level
kualitas kolektibilitas atas 25 debitur
terbesar.
1.
Impact to capital adequacy ratio (CAR)
analysis as the result of depreciation of
US$/IDR rate up to 45% followed by 1
collectability level decrease on 25 major
debtors.
2.
Analisis dampak terhadap rasio KPMM
akibat kenaikan nilai tukar US$/IDR
hingga 45% disertai penurunan 1 level
kualitas kolektibilitas atas 25 debitur
terbesar, serta penurunan 2 level kualitas
kolektibilitas atas debitur dengan orientasi
ekspor ke Amerika, Eropa dan Jepang.
2.
Impact to CAR analysis as the result of
depreciation of US$/IDR rate up to 45%
followed by 1 collectability level decrease
on 25 major debtors and 2 collectability
level decrease of export oriented debtors
to United States, European Union, and
Japan.
KPMM sebelum stress test dilakukan adalah
sebesar 57,41%. Berdasarkan hasil stress test
scenario terhadap empat risiko utama yaitu
risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas dan
risiko operasional yang dilakukan pada bulan
Desember
2015,
skenario
tersebut
memberikan dampak penurunan KPMM
sebesar 8,25% menjadi 49,16%. Namun,
tingkat kecukupan modal setelah stress test
dilakukan masih lebih besar daripada rasio
yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia
maupun BASEL 3. Dengan demikian
permodalan Cabang sangat memadai dalam
menghadapi kondisi stres.
CAR before stress test was conducted is at
57.41%. Based on the stress testing to four
main risks, i.e. credit risk, market risk, liquidity
risk and operational risk, which is conducted in
December 2015, the scenario would have
impact to decrease CAR by 8.25% to become
49.16%. However, the impacted CAR is still
significantly higher than Bank Indonesia and
BASEL 3 requirement. Hence, the Branch’s
capital is significantly adequate during stress
condition.
Eksposur Maksimum Terhadap Risiko Kredit
Maximum Exposure to Credit Risk
Untuk aset keuangan yang diakui di laporan posisi
keuangan, eksposur maksimum terhadap risiko
kredit sama dengan nilai tercatatnya. Untuk
liabilitas kontinjensi, eksposur maksimum terhadap
risiko kredit adalah nilai maksimum yang harus
Cabang bayarkan dalam hal timbul kewajiban atas
instrumen yang diterbitkan. Untuk komitmen kredit,
eksposur maksimum terhadap risiko kredit adalah
sebesar jumlah fasilitas yang belum ditarik dari nilai
penuh fasilitas kredit yang telah disepakati
(committed) kepada nasabah.
For financial asset recognized in the statements of
financial position, the maximum exposure to credit
risk equals their carrying amount. For contingent
liabilities, the maximum exposure to the credit risk
is the maximum amount that the Branch would
have to pay if the obligations of the instrument
assured are called upon. For loan commitments,
the maximum exposure to credit risk is equal to the
number of facilities that have not been withdrawn
from the full amount granted to customers.
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum
terhadap risiko kredit (sebelum dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai) Cabang atas instrumen
keuangan pada laporan posisi keuangan dan
komitmen dan kontinjensi (rekening administratif),
tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau
jaminan kredit lainnya.
The following table presents the Branch’s
maximum exposure to credit risk (gross of
allowance for impairment losses) of statement of
financial position and off-balance sheet financial
instrument without taking into account any
collateral held or other credit enhancement.
- 84 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Laporan Posisi Keuangan
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Subjumlah
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan
Irrevocable letters of credit
yang masih berjalan
Kontrak penjualan spot yang
belum diselesaikan
Bank garansi yang diterbitkan
Subjumlah
Jumlah
677.164.109.077
77.329.582.083
462.325.829.736
79.822.750.020
1.520.650.000.000
1.198.456.930.327
1.293.299.379.518
128.684.962.538
20.141.096.896.170
49.545.575.637
343.526.500
4.068.080.000.000
1.482.316.034.176
1.315.904.226.830
23.595.741.994
15.514.222.633.807
58.767.984.186
304.526.500
25.086.570.961.850
23.005.339.727.249
8.089.585.776.078
6.629.616.668.120
294.051.161.555
829.328.176.605
193.190.000.000
176.025.653.511
31.087.500.000
101.322.019.806
8.752.852.591.144
7.591.354.364.531
33.839.423.552.994
30.596.694.091.780
Statement of Financial Position
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Interest receivables
Other assets
Subtotal
Commitments and Contingencies
Unused loan commitments granted
to customers
Outstanding irrevocable letters
of credit
Unsettled spot sell contracts
Bank guarantees issued
Subtotal
Total
Kualitas Kredit dari Aset Keuangan
Credit Quality of Financial Assets
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
eksposur risiko kredit atas aset keuangan terbagi
atas:
As at December 31, 2015 and 2014, credit risk
exposures relating to financial assets are divided
as follows:
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami
penurunan nilai/
Neither past due
nor impaired
Rp
31 Desember/December 31, 2015
Telah jatuh tempo
tetapi tidak
mengalami
penurunan nilai/
Mengalami
Past due but
penurunan nilai/
not impaired
Impaired
Rp
Rp
Jumlah/Total
Rp
Aset keuangan pada FVTPL
Tagihan derivatif
128.684.962.538
-
-
128.684.962.538
Financial assets at FVTPL
Derivative receivables
Aset keuangan yang dimiliki hingga
jatuh tempo
Efek-efek
891.019.822.612
-
-
891.019.822.612
Held-to-maturity financial assets
Securities
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Efek-efek
293.764.776.380
-
-
293.764.776.380
Available-for-sale financial assets
Securities
-
677.164.109.077
77.329.582.083
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Wesel ekspor
Tagihan akseptasi
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
677.164.109.077
77.329.582.083
-
1.520.650.000.000
13.672.331.335
1.293.299.379.518
20.037.204.362.800
49.545.575.637
343.526.500
-
103.892.533.370
-
1.520.650.000.000
13.672.331.335
1.293.299.379.518
20.141.096.896.170
49.545.575.637
343.526.500
Loans and receivables
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receivable
Loans
Interest receivables
Other assets
Jumlah
24.982.678.428.480
-
103.892.533.370
25.086.570.961.850
Total
- 85 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami
penurunan nilai/
Neither past due
nor impaired
Rp
Aset keuangan pada FVTPL
Tagihan derivatif
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31, 2014
Telah jatuh tempo
tetapi tidak
mengalami
penurunan nilai/
Mengalami
Past due but
penurunan nilai/
not impaired
Impaired
Rp
Rp
23.595.741.994
-
-
Jumlah/Total
Rp
23.595.741.994
Aset keuangan yang dimiliki hingga
jatuh tempo
Efek-efek
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Efek-efek
Financial assets at FVTPL
Derivative receivables
Held-to-maturity financial assets
Securities
1.160.044.878.161
-
-
1.160.044.878.161
307.236.115.520
-
-
307.236.115.520
-
462.325.829.736
79.822.750.020
Available-for-sale financial assets
Securities
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Wesel ekspor
Tagihan akseptasi
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
462.325.829.736
79.822.750.020
-
4.068.080.000.000
15.035.040.495
1.315.904.226.830
15.438.865.660.525
58.767.984.186
304.526.500
-
75.356.973.282
-
4.068.080.000.000
15.035.040.495
1.315.904.226.830
15.514.222.633.807
58.767.984.186
304.526.500
Loans and receivables
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Export bills
Acceptances receivable
Loans
Interest receivables
Other assets
Jumlah
22.929.982.753.967
-
75.356.973.282
23.005.339.727.249
Total
Peringkat kredit dinilai dengan menggunakan
sistem Credit Risk Rating (CRR). Peringkat
diperoleh dengan memperhitungkan faktor
kuantitatif dan kualitatif sebagai berikut:
Credit rating is assessed by using Credit Risk
Rating (CRR) system. The rating is derived by
considering quantitative and qualitative factors
as follows:
a.
a.
Faktor kuantitatif:




b.
Quantitative factors:




peringkat kemampuan pembayaran
peringkat efisiensi aset
peringkat leverage
peringkat likuiditas
repayment capacity rating
assets efficiency rating
leverage rating
liquidity rating
Faktor kualitatif:
b.
Qualitative factors:
 peringkat industri
 peringkat manajemen dan operasi


 industry rating
 management and operational rating
Penggolongan kualitas kredit Cabang ditetapkan
sebagai berikut:
Classification of the Branch’s credit rating is
designed as follows:


Kelompok lancar
Kelompok lancar adalah kredit yang memiliki
peringkat internal 1 – 10.

Current group is loans with internal rating
1 – 10.

Kelompok telah jatuh tempo
Current group
Overdue group
Kelompok telah jatuh tempo dibagi menjadi
dua yaitu:
Overdue group is divided into two parts as
follows:

Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai (jatuh tempo dari
kelompok kolektif)

Past due but not impaired (overdue
from collective group)

Mengalami penurunan nilai (jatuh tempo
dari kelompok individual)

Individually impaired (overdue from
individual group)
- 86 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Risiko Konsentrasi Kredit
Credit Concentration Risks
Tabel berikut menyajikan konsentrasi aset
keuangan (sebelum dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai) berdasarkan jenis debitur sebelum
memperhitungkan agunan yang dimiliki:
The following table presents the concentration of
financial assets (gross of allowance for impairment
losses) by type of debtors without taking into
account any collateral held:
31 Desember/December 31, 2015
Pemerintah dan
Bank Indonesia/
Government and
Bank Indonesia
Rp
Bank-bank/
Banks
Rp
Korporasi dan
perorangan/
Corporates and
personal
Rp
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Komitmen dan kontinjensi
677.164.109.077
77.329.582.083
551.400.000.000
1.184.784.598.992
120.000.000
8.903.326.501
-
969.250.000.000
15.874.978.596
868.713.558
193.190.000.000
13.672.331.335
1.293.299.379.518
112.689.983.942
20.141.096.896.170
39.773.535.578
343.526.500
5.559.662.591.144
Demand deposits with Bank
Indonesia and other banks
Placements with Bank Indonesia and
other banks
Securities
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Interest receivables
Other assets
Commitments and contingencies
Jumlah
2.422.372.034.570
1.256.513.274.237
27.160.538.244.187
Total
7.95%
4.07%
Persentase
-
87.98%
Percentage
31 Desember/December 31, 2014
Pemerintah dan
Bank Indonesia/
Government and
Bank Indonesia
Rp
Bank-bank/
Banks
Rp
Korporasi dan
perorangan/
Corporates and
personal
Rp
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Komitmen dan kontinjensi
462.325.829.736
79.822.750.020
1.010.875.000.000
1.467.280.993.681
6.749.172.727
-
3.057.205.000.000
15.112.419.892
14.065.897.083
31.087.500.000
15.035.040.495
1.315.904.226.830
8.483.322.102
15.514.222.633.807
37.952.914.376
304.526.500
7.560.266.864.531
Demand deposits with Bank
Indonesia and other banks
Placements with Bank Indonesia and
other banks
Securities
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Interest receivables
Other assets
Commitments and contingencies
Jumlah
2.947.230.996.144
3.197.293.566.995
24.452.169.528.641
Total
9,63%
10,45%
Persentase
-
79,92%
Percentage
Agunan
Collateral
Dalam rangka mitigasi risiko kredit, salah satu
bentuk upaya yang dilakukan Cabang adalah
dengan meminta nasabah memberikan agunan
yang akan digunakan sebagai jaminan atas
pelunasan fasilitas kredit yang telah diberikan oleh
Cabang jika nasabah mengalami kesulitan
keuangan yang menyebabkan nasabah tidak dapat
melunasi kewajibannya.
In order to mitigate credit risk, one of the efforts
undertaken by the Branch is requesting customers
to provide collateral to be pledged as assurance for
repayment of the loan if the customer will
experience financial difficulties that may had to
non-settlement of such obligation.
- 87 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Bentuk-bentuk jaminan yang dapat diterima sesuai
dengan kebijakan kredit Cabang meliputi:
Forms of acceptable collateral in accordance with
the loan policy of the Branch include:








deposito berjangka, rekening tabungan dan
deposito angsuran
standby L/C
piutang
tanah dan bangunan
mesin dan peralatan
persediaan
garansi
perusahaan
maupun
garansi
perorangan












deposits, savings accounts and installment
deposits
standby L/C
receivables
land and building
machineries and equipment
inventories
corporate guarantee or personal guarantee
Cabang menggunakan penilai independen untuk
menilai jaminan untuk tanah, bangunan maupun
mesin dan peralatan. Penilaian jaminan dilakukan
kembali secara berkala.
The Branch uses an independent appraiser for the
collateral
assessment
of
land,
building,
machineries and equipment. This assessment is
performed periodically.
Berikut adalah jumlah agunan yang menjadi
jaminan portofolio kredit:
The following are the amount of collateral for loans
portfolio:
2015
Rp
2014
Rp
18.644.920.650.927
14.508.500.370.390
Deposito berjangka
Tanah dan bangunan
Mesin dan peralatan
Persedian
Jaminan perusahaan maupun
jaminan perorangan
Asuransi kredit
Lainnya
371.575.004.217
19.269.158.120.900
21.205.321.030.016
4.846.694.301.431
134.794.521.659
20.343.547.017.486
12.625.652.239.396
2.905.897.982.205
88.210.000.000
375.613.170.000
24.768.318.877.422
175.174.500.000
3.484.881.750.000
4.781.014.504.097
Jumlah jaminan
70.924.890.503.986
44.450.962.514.843
Exposure kredit dengan jaminan:
Eksposur kredit
Cakupan jaminan (%)
Exposure kredit tanpa jaminan:
Eksposur kredit
100%
1.496.176.245.243
Loan credit exposure with collateral:
Credit exposure
Time deposits
Land and building
Machineries and equipment
Inventories
Corporate guarantee or
personal guarantee
Credit insurance
Others
Total collateral
100%
1.005.722.263.417
Coverage of collateral (%)
Loan credit exposure without collateral:
Credit exposure
RISIKO PASAR
MARKET RISK
Risiko pasar merupakan risiko yang timbul karena
adanya pergerakan variabel pasar dan portofolio
yang dimiliki oleh Cabang, yang dapat merugikan
Cabang. Risiko pasar terdiri dari risiko suku bunga,
risiko posisi modal, risiko komoditas, risiko nilai
tukar dan risiko harga option. Cabang hanya
mempertimbangkan risiko nilai tukar mata uang
asing dan risiko tingkat bunga. Cabang telah
mampu mengatur dan mengendalikan risiko ini
dengan melakukan pemantauan melalui laporan
harian yang dihasilkan oleh sistem komputer.
Market risk is the risk arising from movement in
market variables in portfolios held by the Branch
that could contribute losses for the Branch. Market
risk consists of interest rate risk, equity position
risk, commodity risk, foreign exchange risk and
option price risk. The Branch has exposure only to
foreign exchange risk and interest rate risk. The
Branch is able to manage and control this risk by
monitoring the daily report generated by in-house
computer system.
Risiko Tingkat Bunga
Interest Rate Risk
Risiko tingkat bunga timbul dari adanya
kemungkinan bahwa perubahan tingkat bunga
akan mempengaruhi aliran kas di masa depan atau
nilai wajar instrumen keuangan. Cabang
menetapkan batasan atas perbedaan tingkat
bunga untuk periode yang ditentukan. Posisi ini
dipantau secara harian dan strategi lindung nilai
(hedging) digunakan untuk memastikan bahwa
posisi tersebut tetap berada dalam batasan yang
telah ditetapkan.
Interest rate risk arises from the possibility that
changes in interest rates will affect future cash
flows or the fair values of financial instruments. The
Branch has established limits on the interest rate
gaps for stipulated periods. Positions are monitored
on a daily basis and hedging strategies are used to
ensure positions are maintained within established
limits.
- 88 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Manajemen risiko suku bunga atas batasan
repricing gap dilakukan dengan memonitor
sensitifitas aset dan liabilitas keuangan atas
berbagai skenario suku bunga baik standar dan
non-standar. Skenario standar yang dilakukan tiap
bulan mencakup kenaikan atau penurunan paralel
100 basis poin pada kurva imbal hasil. Analisis atas
sensitivitas Cabang atas kenaikan atau penurunan
tingkat suku bunga pasar, dengan asumsi bahwa
tidak ada pergerakan asimetris di kurva imbal hasil
dan posisi laporan posisi keuangan yang tetap
adalah sebagai berikut (dalam jutaan Rupiah):
The management of interest rate risk against
repricing gap limits is supplemented by monitoring
the sensitivity of the Branch’s financial assets and
liabilities to various standard and non-standard
interest rate scenarios. Standard scenarios that are
considered on a monthly basis include a 100 basis
points parallel fall or rise in all curves. An analysis
of the Branch’s sensitivity to an increase or
decrease in market interest rates, assuming no
asymmetrical movement in curves and a constant
position of statements of financial position is as
follows (in million Rupiah):
Kenaikan (penurunan) paralel
100 basis poin/
Parallel increase (decrease)
100 basis point
2015
2014
Sensitivitas atas proyeksi
pendapatan bunga - bersih
Per 31 Desember
Rata-rata 12 bulan
146.127/(146.127)
12.177/(12.177)
149.185/(149.185)
12.046/(12.046)
Tabel di bawah ini menunjukkan repricing profile
aset dan liabilitas keuangan Cabang yang sensitif
terhadap suku bunga dan diurutkan berdasarkan
mana yang lebih awal kapan suku bunga tersebut
di-repricing (untuk suku bunga mengambang) atau
tanggal jatuh temponya (untuk suku bunga tetap).
Sensitivity of projected
net interest revenues
As of December 31
Average 12 months
The table below shows the repricing profile of
the Branch’s rate sensitive financial assets and
liabilities, sorted by repricing date for floating
rate assets or liabilities and by maturity for
fixed rate assets or liabilities.
31 Desember/December 31, 2015
Sampai dengan
1 bulan/
1 month or less
Rp
Aset keuangan
Tanpa bunga
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Piutang bunga
Aset lain-lain
Suku bunga variabel
Kredit
Suku bunga tetap
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Kredit
Jumlah aset
12.319.799.405
677.164.109.077
77.329.582.083
1.596.730.335
131.117.800
49.545.575.637
-
1-12 bulan/
1-12 months
Rp
>1 tahun/
>1 year
Rp
Jumlah/
Total
Rp
1.291.702.649.183
52.706.143.395
-
75.847.701.343
343.526.500
12.319.799.405
677.164.109.077
77.329.582.083
1.293.299.379.518
128.684.962.538
49.545.575.637
343.526.500
4.271.655.545.861
15.521.237.782.671
19.792.893.328.532
909.250.000.000
9.144.289.675
-
611.400.000.000
322.023.495.338
-
867.289.145.314
348.203.567.638
1.520.650.000.000
1.198.456.930.327
348.203.567.638
1.736.481.204.012
6.549.487.833.777
16.812.921.723.466
25.098.890.761.255
-
Financial assets
Non-interest bearing
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Acceptances receivable
Derivative receivables
Interest receivables
Other assets
Variable interest rate
Loans
Fixed interest rate
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Loans
Total assets
Liabilitas keuangan
Tanpa bunga
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan pada bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
Suku bunga variabel
Simpanan
Suku bunga tetap
Simpanan
Simpanan pada bank lain
1.377.005.892.376
520.560.000.000
2.477.975.172.597
170.000.000.000
188.071.917.491
-
4.043.052.982.464
690.560.000.000
Financial liabilities
Non-interest bearing
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
Deposits
Fixed interest rate
Deposits
Deposits from other banks
Jumlah liabilitas
3.016.553.761.698
4.019.466.339.821
259.723.439.351
7.295.743.540.870
Total liabilities
900.688
214.088.962.105
11.906.781.149
1.596.730.335
647.917.669
24.391.822.022
5.185.344.689
861.169.410.665
1.291.702.649.183
73.664.933.811
654.787.500
5.468.796.730
-
71.651.521.860
-
- 89 -
900.688
214.088.962.105
11.906.781.149
1.293.299.379.518
145.964.373.340
25.046.609.522
10.654.141.419
861.169.410.665
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31, 2014
Sampai dengan
1 bulan/
1 month or less
Rp
Aset keuangan
Tanpa bunga
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Piutang bunga
Aset lain-lain
Suku bunga variabel
Kredit
Suku bunga tetap
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Kredit
Jumlah aset
1-12 bulan/
1-12 months
Rp
>1 tahun/
>1 year
Rp
Jumlah/
Total
Rp
10.443.558.835
462.325.829.736
79.822.750.020
147.295.551.671
864.800.204
49.504.257.641
-
1.168.608.675.159
19.985.941.790
9.263.726.545
-
2.745.000.000
304.526.500
10.443.558.835
462.325.829.736
79.822.750.020
1.315.904.226.830
23.595.741.994
58.767.984.186
304.526.500
2.297.911.403.022
4.832.639.473.950
8.371.540.715.600
15.502.091.592.572
3.428.080.000.000
64.780.391.580
-
640.000.000.000
557.418.630.452
402.995.183
860.117.012.144
11.728.046.052
4.068.080.000.000
1.482.316.034.176
12.131.041.235
6.541.028.542.709
7.228.319.443.079
9.246.435.300.296
23.015.783.286.084
Liabilitas keuangan
Tanpa bunga
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan pada bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
Suku bunga variabel
Simpanan
Suku bunga tetap
Simpanan
Simpanan pada bank lain
1.991.692.744.944
1.132.725.000.000
Jumlah liabilitas
4.165.219.049.385
11.778.348
167.747.282.169
14.480.255.942
147.295.551.671
7.907.294.281
12.043.713.003
2.195.751.000
689.119.678.027
Financial assets
Non-interest bearing
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Acceptances receivable
Derivative receivables
Interest receivables
Other assets
Variable interest rate
Loans
Fixed interest rate
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Loans
Total assets
-
689.119.678.027
1.572.529.579.164
-
-
3.564.222.324.108
1.132.725.000.000
Financial liabilities
Non-interest bearing
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
Deposits
Fixed interest rate
Deposits
Deposits from other banks
2.784.251.325.278
450.000.000
6.949.920.374.663
Total liabilities
1.168.608.675.159
21.546.510.974
10.641.462.405
10.925.097.576
-
450.000.000
-
11.778.348
167.747.282.169
14.480.255.942
1.315.904.226.830
29.903.805.255
22.685.175.408
13.120.848.576
Risiko Nilai Tukar
Foreign Exchange Rate Risk
Risiko nilai tukar merupakan risiko di mana nilai
instrumen keuangan akan berfluktuasi karena
perubahan kurs nilai tukar. Cabang telah
menetapkan batasan posisi berdasarkan mata
uang. Posisi ini dipantau secara harian dan strategi
lindung
nilai
(hedging)
digunakan
untuk
memastikan bahwa posisi tersebut tetap berada
dalam batasan yang telah ditetapkan.
Foreign exchange rate risk is the risk that the value
of financial instruments will fluctuate due to
changes in foreign exchange rates. The Branch
has set limits on positions by currency. Positions
are monitored on a daily basis and hedging
strategies are used to ensure positions are
maintained within established limits.
Tabel dibawah menggambarkan posisi mata uang
asing atas aset dan liabilitas moneter yang tidak
diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2015
dan 2014 dimana Cabang memiliki risiko yang
signifikan terhadap arus kas masa depan. Analisis
tersebut menghitung pengaruh dari pergerakan
wajar mata uang asing yang memungkinkan
terhadap Rupiah (dalam jutaan), dengan seluruh
variabel lain dianggap konstan, terhadap laporan
laba-rugi komprehensif (akibat adanya perubahan
nilai wajar aset dan liabilitas moneter yang tidak
diperdagangkan yang sensitif terhadap nilai tukar).
The table below indicates the foreign currencies
position of non-trading monetary assets and
liabilities as of December 31, 2015 and 2014 which
the Branch has significant exposure against its
forecast cash flows. The analysis calculates the
effect of a reasonably possible movement of the
currency rate against the Indonesian Rupiah (in
million), with all variables held constant, on the
statements of comprehensive income (due to
change of the fair value of currency sensitive nontrading monetary assets and liabilities).
Kenaikan
(penurunan)
dalam basis poin/
Increase (decrease)
in basis point
Mata uang
Dolar Amerika Serikat
Euro
Yen Jepang
100/(100)
100/(100)
100/(100)
Sensitivitas dalam laporan laba rugi/
Sensitivity of profit (loss)
2015
2014
(33)/33
0,4/(0,4)
(0,5)/0,5
- 90 -
31/(31)
2,5/(2,5)
0,8/(0,8)
Currencies
US Dollar
Euro
Japanese Yen
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Berdasarkan
Peraturan
Bank
Indonesia
No. 5/13/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 dan
perubahannya,
Peraturan
Bank
Indonesia
No. 6/20/PBI/2004 tanggal 15 Juli 2004,
No. 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005,
No. 12/10/PBI/2010 tanggal 1 Juli 2010, dan
No. 14/5/PBI/2012 tanggal 8 Juni 2012, bank-bank
diwajibkan untuk memelihara posisi devisa netonya
setinggi-tingginya 20% dari modal. Berdasarkan
pedoman Bank Indonesia, posisi devisa neto
merupakan penjumlahan dari nilai absolut atas
selisih bersih aset dan liabilitas untuk setiap mata
uang asing dan selisih bersih tagihan dan liabilitas,
berupa komitmen dan kontinjensi di rekening
administratif, untuk setiap mata uang, yang
semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
Based
on
Bank
Indonesia
Regulation
No. 5/13/PBI/2003 on July 17, 2003 and its
amendments,
Bank
Indonesia
Regulation
No.6/20/PBI/2004
on
July
15,
2004,
No.7/37/PBI/2005 on September 30, 2005,
No.12/10/PBI/2010 on July 1, 2010, and
No. 14/5/PBI/2012 on June 8, 2012, banks are
obliged to maintain their net open portion at 20% of
total capital at maximum. Under Bank Indonesia
guidelines, net open position means the sum of the
absolute value of the net difference between asset
and liability balances for each foreign currency, and
the net differences between claims and liabilities, in
the form both commitments and contingencies in
administrative accounts, for each foreign currency,
which are stated in Rupiah.
Berikut ini disajikan rincian Posisi Devisa Neto
(PDN) Cabang:
The following table shows the Branch’s Net Open
Position (NOP):
Mata uang
Dolar Amerika Serikat
Dolar Hong Kong
Y en Jepang
Euro
Baht Thailand
Pounsterling Inggris
Dolar Australia
Dolar Kanada
Franc Swiss
Dolar Selandia Baru
Ringgit Malay sia
Krone Swedia
Krone Denmark
Dolar Singapura
Aset dan tagihan komitmen dan
kontinjensi/Assets and commitment and
contingent receivables
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
1.347.884.099
506.299
29.905.735
6.592.681
8.314.443
1.395
3.331
5.318
6.708
7.204
8.295
10.772
6.975
475.763
Jumlah
18.580.582.299.886
900.534.348
3.424.655.248
99.263.827.821
3.175.826.044
28.511.410
33.585.670
52.776.412
93.372.757
68.037.359
26.633.313
17.678.749
14.805.889
4.642.924.097
31 Desember/December 31, 2015
Liabilitas dan liabilitas komitmen dan
kontinjensi/Liabilities and commitment
and contingent liabilities
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
1.273.142.786
291.300
30.338.305
6.596.358
7.842.273
465.347
18.692.325.469.004
17.550.273.303.038
518.123.688
3.474.191.001
99.319.178.340
2.995.473.645
4.541.276.343
Posisi Dev isa Bersih absolut/
Absolute Net Open Position
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
74.741.313
214.999
432.570
3.676
472.170
1.395
3.331
5.318
6.708
7.204
8.295
10.772
6.975
10.416
17.661.121.546.055
Jumlah modal *)
Mata uang
Dolar Amerika Serikat
Dolar Hong Kong
Y en Jepang
Euro
Baht Thailand
Pounsterling Inggris
Dolar Australia
Dolar Kanada
Franc Swiss
Dolar Selandia Baru
Ringgit Malay sia
Krone Swedia
Krone Denmark
Dolar Singapura
Jumlah
1.030.308.996.848
382.410.660
49.535.753
55.350.519
180.352.399
28.511.410
33.585.670
52.776.412
93.372.757
68.037.359
26.633.313
17.678.749
14.805.889
101.647.754
US Dollar
Hong Kong Dollar
Japanese Y en
Euro
Thailand Baht
Great Britain Pounsterling
Australian Dollar
Canadian Dollar
Swiss Franc
New Zealand Dollar
Malay sian Ringgit
Swedish Krone
Danish Krone
Singapore Dollar
1.031.413.695.492
Total
16.222.357.873.589
Persentase PDN
terhadap modal
6,36%
Aset dan tagihan komitmen dan
kontinjensi/Assets and commitment and
contingent receivables
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
1.348.948.770
166.844
71.975.429
10.860.319
13.020.096
9.180
51.428
5.318
6.716
4.863
8.295
15.572
6.975
191.997
16.706.730.512.566
266.439.399
7.453.775.427
163.484.182.498
4.902.847.306
177.064.610
521.903.250
56.791.963
84.061.803
47.218.853
29.382.726
24.987.399
13.918.552
1.800.197.382
31 Desember/December 31, 2014
Liabilitas dan liabilitas komitmen dan
kontinjensi/Liabilities and commitment
and contingent liabilities
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
1.332.564.066
78.423
72.738.630
10.847.283
10.247.766
188.199
16.885.593.283.734
16.503.805.951.522
125.237.120
7.532.812.490
163.287.947.310
3.858.898.879
1.764.579.903
16.680.375.427.224
Jumlah modal *)
16.384.704
88.421
763.201
13.036
2.772.330
9.180
51.428
5.318
6.716
4.863
8.295
15.572
6.975
3.799
- 91 -
Percentage of NOP
to capital
Currencies
202.924.561.044
141.202.279
79.037.063
196.235.188
1.043.948.427
177.064.610
521.903.250
56.791.963
84.061.803
47.218.853
29.382.726
24.987.399
13.918.552
35.617.479
US Dollar
Hong Kong Dollar
Japanese Y en
Euro
Thailand Baht
Great Britain Pounsterling
Australian Dollar
Canadian Dollar
Swiss Franc
New Zealand Dollar
Malay sian Ringgit
Swedish Krone
Danish Krone
Singapore Dollar
205.375.930.636
Total
1,33%
*) Modal dihitung berdasarkan Liabilitas Penyediaan Modal
Minimum sesuai dengan Lampiran 5a Surat Edaran Bank
Indonesia No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 tentang
“Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulan dan
Bulanan dan Laporan Tertentu dari Bank yang disampaikan
kepada Bank Indonesia”. Persentase PDN terhadap modal
menggunakan modal bulan sebelumnya.
Total capital *)
Posisi Dev isa Bersih absolut/
Absolute Net Open Position
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
15.449.863.808.550
Persentase PDN
terhadap modal
Currencies
Total capital *)
Percentage of NOP
to capital
*) Capital is calculated based on the Circular Letter from Bank
Indonesia No. 7/10/DPNP (Appendix 5a) dated March 31, 2005,
regarding “Yearly, Quarterly and Monthly Published Financial
Statements for Public Banks and Certain Reports Submitted to
Bank Indonesia”. The previous month’s capital is used in
calculating the percentage of Net Open Position to Capital.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Batas nilai (absolut) PDN yang diperkenankan
dengan menggunakan modal akhir tahun pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 masingmasing sebesar Rp 3.244.471.574.718 dan
Rp 3.089.972.761.710. PDN Cabang tidak
melampaui
batas
nilai
(absolut)
yang
diperkenankan oleh Bank Indonesia.
The (absolute) value of NOP as of December 31,
2015 and 2014 using capital at the end of the year
amounted to Rp 3,244,471,574,718 and
Rp 3,089,972,761,710, respectively. NOP of the
Branch did not exceed the maximum (absolute)
limit permitted by Bank Indonesia.
MANAJEMEN RISIKO LIKUIDITAS
LIQUIDITY RISK MANAGEMENT
Risiko
likuiditas
merupakan
risiko
atas
ketidakmampuan Cabang dalam memenuhi
kewajiban pembayaran saat jatuh tempo baik
dalam keadaan normal maupun dalam keadaan
tertekan. Untuk membatasi risiko ini, manajemen
memperbanyak sumber dana tambahan selain dari
simpanan utama yang dimiliki, mengelola aset
dengan memperhatikan tingkat likuiditas dan
memantau aliran kas di masa depan dan likuiditas
harian.
Liquidity risk is the risk that the Branch will be
unable to meet its payment obligations when they
fall due under normal and stress circumstances. To
limit this risk, management has arranged diversified
funding sources in addition to its core deposit base,
manages assets with liquidity in mind, and monitors
future cash flows and liquidity on a daily basis.
Cabang memelihara portofolio aset yang sangat
likuid dan dapat dipasarkan, yang dengan mudah
dapat dicairkan apabila terjadi gangguan pada
aliran kas yang tidak terduga. Cabang juga
memiliki fasilitas kredit dari bank-bank afiliasi lain
yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
likuiditasnya. Selain itu, Cabang memiliki simpanan
wajib pada Bank Indonesia yang setara dengan
persentase tertentu dari simpanan yang diterima.
Posisi likuiditas diawasi dan dikelola dalam
berbagai skenario, dengan mempertimbangkan
faktor-faktor
penyebab
tekanan
yang
mempengaruhi pasar pada umumnya dan Cabang
pada khususnya. Aset yang likuid terdiri dari kas,
simpanan di Bank Indonesia, penempatan pada
bank-bank dan efek-efek yang sangat likuid.
The Branch maintains a portfolio of highly liquid
and marketable assets that can be easily liquidated
in the event of unforeseen interruption of cash flow.
The Branch also has lines of credit from other
affiliated banks that can be accessed to meet
liquidity needs. In addition, the Branch maintains a
statutory deposit with Bank Indonesia that equal to
a certain percentage of deposit liabilities. The
liquidity position is assessed and managed under a
variety of scenarios, giving due consideration to
stress factors relating to both the market in general
and specifically to the Branch. Liquid assets consist
of cash, deposits with Bank Indonesia, placements
with other banks and highly liquid investment
securities.
Cabang mengukur dan memantau risiko likuiditas
melalui analisis perbedaan jatuh tempo likuiditas
dan rasio-rasio likuiditas. Salah satu rasio likuiditas
adalah rasio dari aset likuid terhadap liabilitas
lancar. Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
rasio dari aset likuid terhadap liabilitas lancar
adalah sebagai berkut:
The Branch measures and monitors liquidity risk
through analysis of liquidity gap and liquidity ratios.
One of the liquidity ratios is liquid assets to current
liabilities. As of December 31, 2015 and 2014, the
ratios were as shown below:
31 Desember/December 31,
2015
2014
Rp
Rp
Kas
Giro dan penempatan pada
Bank Indonesia
Efek-efek - tersedia untuk dijual
Giro dan penempatan pada
bank lain
Jumlah aset likuid bersih
Simpanan
Rasio
12.319.799.405
10.443.558.835
1.228.564.109.077
293.764.776.380
1.473.200.829.736
307.236.115.520
1.046.579.582.083
2.581.228.266.945
3.137.027.750.020
4.927.908.254.111
Cash
Demand deposits and placements
w ith Bank Indonesia
Securities - available-for-sale
Demand deposits and placements
w ith other banks
Total net liquid assets
5.820.778.136.383
5.568.294.540.246
Deposits
44,35%
- 92 -
88,50%
Ratio
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
Tabel berikut merupakan rincian sisa jatuh tempo
kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif
dengan periode pembayaran yang disepakati milik
Cabang. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas
tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan
berdasarkan tanggal awal di mana Cabang harus
melakukan pembayaran. Tabel ini mencakup arus
kas bunga dan pokok. Apabila arus kas bunga
menggunakan tingkat bunga mengambang, maka
jumlah tidak terdiskonto berasal dari kurva suku
bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo
kontrak didasarkan pada tanggal awal di mana
Cabang melakukan pembayaran.
The following tables detail the Branch remaining
contractual maturity for its non-derivative financial
liabilities with agreed repayment periods. The table
has been drawn up based on the undiscounted
cash flows of financial liabilities based on earliest
date on which the Branch can be required to pay.
The table includes both interest and principle cash
flow. To the extent that interest flows are floating
rate, the undiscounted amount is derived from
interest rate curves at the end of the reporting
period. The contractual maturity is based on the
earliest date on which the Branch may be required
to pay.
31 Desember/December 31, 2015
Sampai dengan
1 bulan/
1-3 bulan/
3-6 bulan/
6-12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
1 month or less
1-3 months
3-6 months
6-12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
900.688
-
-
-
-
900.688
214.088.962.105
-
-
-
-
214.088.962.105
-
-
11.836.814.583
-
1.293.299.379.518
-
-
25.046.609.522
-
-
10.654.141.419
T anpa bunga
Non-interest bearing
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
11.836.814.583
261.199.436.601
25.046.609.522
5.185.344.689
283.496.397.575
744.168.221.592
5.242.775.827
226.020.903
4.435.323.750
T ingkat bunga variabel
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Jumlah
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
862.049.663.586
-
-
-
-
862.049.663.586
T ingkat bunga tetap
Simpanan
Liabilities due immediately
Deposits
Fixed interest rate
2.846.519.997.758
1.100.443.137.939
641.371.875.927
50.543.055.556
4.867.299.605.459
1.439.725.366.897
76.768.881.042
821.163.123.537
44.713.279.907
49.148.603.657
-
4.068.445.296.646
-
691.914.931.483
-
7.177.336.699.550
Deposits
Deposits from other banks
T otal
31 Desember/December 31, 2014
Sampai dengan
1 bulan/
1-3 bulan/
3-6 bulan/
6-12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
1 month or less
1-3 months
3-6 months
6-12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
T anpa bunga
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
Non-interest bearing
11.778.348
-
-
-
-
11.778.348
167.747.282.169
-
-
-
-
167.747.282.169
14.480.255.942
-
-
-
-
14.480.255.942
147.295.551.671
620.466.965.384
491.776.955.525
56.364.754.250
-
1.315.904.226.830
12.043.713.003
6.325.616.334
488.207.809
3.827.638.262
-
22.685.175.408
2.195.751.000
5.497.678.474
5.427.419.102
-
13.120.848.576
-
T ingkat bunga variabel
Simpanan
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
690.034.897.149
-
-
-
-
690.034.897.149
T ingkat bunga tetap
Deposits
Fixed interest rate
Simpanan
1.998.286.708.825
Simpanan dari bank lain
1.132.841.012.042
-
4.164.936.950.148
1.230.884.400.545
Jumlah
Liabilities due immediately
598.594.140.353
38.147.361.427
530.412.524.761
976.591.071.706
-
3.611.619.282.310
-
-
1.132.841.012.042
1.042.210.883.320
-
6.968.444.758.774
Deposits
Deposits from other banks
T otal
The following tables detail the Branch’s liquidity
analysis for its derivative financial instruments.
The table has been drawn up based on the
undiscounted gross inflows and outflows on those
derivatives that require gross settlement. When
the amount payable or receivable is not fixed, the
amount disclosed has been determined by
reference to the projected interest rates as
illustrated by the yield curves at the end of the
reporting period.
Tabel berikut merinci analisis likuiditas Cabang
untuk instrumen keuangan derivatif. Tabel telah
disusun berdasarkan arus masuk dan arus kas
keluar bruto tidak didiskontokan atas derivatif
tersebut yang mengharuskan penyelesaian
secara bruto. Ketika jumlah utang atau piutang
tidak tetap, jumlah yang diungkapkan telah
ditentukan dengan mengacu pada suku bunga
diproyeksikan seperti yang digambarkan oleh
kurva yield pada akhir periode pelaporan.
31 Desember/December 31, 2015
Sampai dengan
1 bulan/
1 month or less
Rp
1-3 bulan/
1-3 months
Rp
3-6 bulan/
3-6 months
Rp
Penyelesaian kotor
Forward
Swap
Spot
Interest rate swap
6.393.298.717
(20.799.026.750)
(55.390.919)
-
14.740.138.240
(19.105.000.000)
-
12.532.004.921
(13.885.000.000)
Jumlah
(14.461.118.952)
(4.364.861.760)
6-12 bulan
6-12 months
Rp
> 12 bulan/
> 12 months
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Gross settled
Forward
Swap
Spot
Interest rate swap
390.438.161
831.572.700
456.138.739
1.031.698.803
34.497.014.578
(53.789.026.750)
(55.390.919)
1.878.275.703
(962.556.918)
1.287.711.439
1.031.698.803
(17.469.127.388) Total
- 93 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31, 2014
Penyelesaian kotor
Forward
Sampai dengan
1 bulan/
1 month or less
1-3 bulan/
1-3 months
3-6 bulan/
3-6 months
6-12 bulan
6-12 months
> 12 bulan/
> 12 months
Jumlah/
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
(2.211.951.872)
(4.071.904.692)
(504.277.166)
(4.356.097.511)
(450.000.000)
Swap
(1.979.542.207)
(340.000.000)
2.360.000.000
4.505.000.000
2.745.000.000
Spot
(2.851.000.000)
Interest rate swap
Jumlah
-
-
-
-
(7.042.494.079)
(4.411.904.692)
-
-
53.805.890
107.255.297
710.787.644
1.909.528.724
256.157.786
3.005.787.644
(11.594.231.241)
Gross settled
Forward
7.290.457.793
Swap
(2.851.000.000)
Spot
871.848.831
Interest rate swap
(6.282.924.617) Total
Analisis Perbedaan Jatuh Tempo
Maturity Mismatch Analysis
Tabel di bawah ini menyajikan analisis jatuh
tempo aset dan liabilitas keuangan Cabang pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai
tanggal jatuh tempo kontrak dan asumsi perilaku
(behavioral assumptions):
The table below shows the maturity mismatch
analysis as of December 31, 2015 and 2014, based
on remaining period until maturity and behavioral
assumptions:
31 Desember/December 31, 2015
Sampai dengan
Lain-lain/
1 bulan/
1 - 3 bulan/
3 - 6 bulan/
6 - 12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
Others
1 month or less
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Aset
Assets
Tanpa bunga
Non-interest bearing
Kas
-
12.319.799.405
-
-
-
-
12.319.799.405
Giro pada Bank Indonesia
-
677.164.109.077
-
-
-
-
677.164.109.077
-
-
77.329.582.083
-
1.237.509.402.195
Cash
Demand deposits with
Giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
(55.789.977.323)
77.329.582.083
-
-
261.199.436.601
283.496.397.575
744.168.221.592
4.435.323.750
18.885.244.142
17.077.971.873
831.572.700
Tagihan derivatif
-
18.170.659.694
Piutang bunga
-
49.545.575.637
Aset lain-lain
-
-
73.719.514.149
-
-
-
-
-
-
-
343.526.500
128.684.962.558
49.545.575.637
343.526.500
Suku bunga variabel
Kredit
(950.778.417.344)
2.555.438.018.496
1.015.371.017.158
1.953.550.125.801
2.753.364.648.338
11.515.169.518.739
18.842.114.911.188
Kredit
Jumlah aset
(16.726.429.606)
(1.023.884.617.377)
1.047.100.000.000
473.550.000.000
9.144.289.675
112.833.327.136
-
-
4.707.411.470.668
1.904.135.986.011
156.144.481.960
320.533.418.038
-
1.520.650.000.000
599.801.413.518
1.197.867.137.223
114.833.234.713
17.036.695
233.353.296.230
331.477.138.032
2.985.774.035.939
3.079.181.999.521
12.422.387.269.136
24.075.006.143.898
Other assets
Loans
and other banks
Securities
Loans
Total assets
Liabilities
Tanpa bunga
Non-interest bearing
Liabilitas segera
-
900.688
-
-
-
-
900.688
Simpanan
-
214.088.962.105
-
-
-
-
214.088.962.105
Simpanan pada bank lain
-
11.906.781.149
-
-
-
-
11.906.781.149
Liabilitas akseptasi
-
261.199.436.601
283.496.397.575
744.168.221.592
Liabilitas derivatif
-
32.631.778.645
23.250.105.883
18.430.966.952
-
Biaya masih harus dibayar
-
24.391.822.022
275.700.000
379.087.500
-
Liabilitas lain-lain
-
5.185.344.689
5.242.775.826
226.020.904
-
4.435.323.750
71.651.521.860
1.293.299.379.518
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
145.964.373.340
Derivative payables
-
25.046.609.522
Accrued expenses
-
10.654.141.419
Suku bunga variabel
Other liabilities
Variable interest rate
-
861.169.410.665
-
-
-
-
861.169.410.665
Suku bunga tetap
Deposits
Fixed interest rate
Simpanan
-
2.837.362.223.923
1.088.636.169.186
Simpanan dari bank lain
-
640.560.000.000
50.000.000.000
-
4.888.496.660.487
1.450.901.148.470
Jumlah liabilitas
Interest receivables
Placements with Bank Indonesia
(589.793.104)
Liabilitas
Simpanan
Derivative receivables
Fixed interest rate
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Acceptances receivable
Variable interest rate
Suku bunga tetap
Efek-efek
Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
75.010.916.709
838.215.213.657
- 94 -
42.043.672.646
46.478.996.396
-
4.043.052.982.464
-
690.560.000.000
71.651.521.860
7.295.743.540.870
Deposits
Deposits from other banks
Total liabilities
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
31 Desember/December 31, 2014
Sampai dengan
1 bulan/
Aset
Lain-lain/
1 month
1 - 3 bulan/
3 - 6 bulan/
6 - 12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
Others
or less
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Tanpa bunga
Assets
Non-interest bearing
Kas
-
10.443.558.835
-
-
-
-
10.443.558.835
Giro pada Bank Indonesia
-
462.325.829.736
-
-
-
-
462.325.829.736
Giro pada bank lain
-
79.822.750.020
-
-
-
-
79.822.750.020
-
1.277.690.820.575
Cash
Demand deposits with
Tagihan akseptasi
147.295.551.671
620.466.965.384
491.776.955.525
56.364.754.250
Tagihan derivatif
(38.213.406.255)
-
864.800.204
6.832.461.942
6.179.782.811
6.973.697.037
Piutang bunga
-
49.504.257.641
9.263.726.545
Aset lain-lain
-
-
-
2.745.000.000
-
-
-
-
-
304.526.500
Derivative receivables
58.767.984.186
Interest receivables
304.526.500
(520.355.863.557)
2.297.911.403.022
1.481.670.527.330
1.653.988.502.887
1.696.980.443.733
8.371.540.715.600
14.981.735.729.015
Kredit
Jumlah aset
Loans
Fixed interest rate
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Other assets
Variable interest rate
Suku bunga tetap
Efek-efek
Acceptances receivable
23.595.741.994
Suku bunga variabel
Kredit
Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
-
3.428.080.000.000
640.000.000.000
-
64.780.391.580
358.726.494.626
(407.200.435)
(558.976.470.247)
6.541.028.542.709
24.381.446.018
-
402.995.183
3.116.960.175.827
2.176.729.682.424
174.310.689.808
1.934.629.584.828
860.117.012.144
4.068.080.000.000
1.482.316.034.176
11.728.046.052
11.723.840.800
9.246.435.300.296
22.456.806.815.837
Liabilitas
and other banks
Securities
Loans
Total assets
Liabilities
Tanpa bunga
Non-interest bearing
Liabilitas segera
-
11.778.348
-
-
-
-
11.778.348
Simpanan
-
167.747.282.169
-
-
-
-
167.747.282.169
Simpanan pada bank lain
-
14.480.255.942
-
-
14.480.255.942
Liabilitas akseptasi
-
147.295.551.671
620.466.965.384
491.776.955.525
56.364.754.250
-
1.315.904.226.830
Liabilitas derivatif
-
7.907.294.281
10.397.656.449
4.324.059.977
6.824.794.548
450.000.000
29.903.805.255
Derivative payables
Biaya masih harus dibayar
-
12.043.713.003
6.325.616.334
488.207.809
3.827.638.262
-
22.685.175.408
Accrued expenses
Liabilitas lain-lain
-
2.195.751.000
5.497.678.474
5.427.419.102
-
13.120.848.576
-
-
-
Suku bunga variabel
Simpanan
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Other liabilities
Variable interest rate
-
689.119.678.027
-
-
-
-
689.119.678.027
Suku bunga tetap
Deposits
Fixed interest rate
Simpanan
-
1.991.692.744.944
Simpanan dari bank lain
-
1.132.725.000.000
-
4.165.219.049.385
Jumlah liabilitas
Liabilities due immediately
590.107.903.646
36.778.456.242
-
-
1.232.795.820.287
533.367.679.553
945.643.219.276
1.018.087.825.438
-
3.564.222.324.108
-
1.132.725.000.000
450.000.000
6.949.920.374.663
Deposits
Deposits from other banks
Total liabilities
Giro dapat ditarik setiap waktu, sedangkan
deposito berjangka dapat ditarik pada tanggal jatuh
tempo yang sebagian besar akan jatuh tempo
dalam 30 hari. Namun demikian, pada
kenyataannya, sebagian dari giro dan deposito
berjangka seringkali disimpan untuk jangka waktu
yang lama tanpa penarikan (contohnya deposito
berjangka yang diperpanjang). Sebagai bagian dari
stategi bisnis, Cabang telah melakukan langkahlangkah untuk mempertahankan nasabahnya dan
menarik nasabah baru untuk meningkatkan
pertumbuhan simpanannya.
Demand deposits can be withdrawn at any time,
while time deposits may be withdrawn on the
specified maturity dates, which are mostly
30 days. However, in reality, certain percentages of
these demands and time deposits are often
maintained for long periods without withdrawal (e.g.
time deposits are rolled over). As part of the
Branch's business strategy, the Branch has
measures in place to maintain its existing
depositors and attract new depositors to promote
the growth of its deposit liabilities.
MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL
OPERATIONAL RISK MANAGEMENT
Risiko operasional merupakan risiko kerugian atas
kegagalan
sistem,
kesalahan
manusia,
kecurangan atau kejadian eksternal. Apabila
pengendalian ini gagal diterapkan, risiko
operasional dapat merusak reputasi, berimplikasi
pada pelanggaran hukum atau peraturan atau
mengakibatkan kerugian finansial. Cabang tidak
diharapkan akan dapat menghilangkan seluruh
risiko operasional, akan tetapi melalui kerangka
pengendalian dan dengan memantau serta
menanggapi risiko yang potensial terjadi, Cabang
diharapkan dapat mengelola risiko-risiko tersebut.
Pengendalian tersebut mencakup pembagian
tugas, pembatasan akses, otorisasi dan prosedur
rekonsiliasi, proses pendidikan dan evaluasi
karyawan yang efektif, termasuk penggunaan audit
intern.
Operational risk is the risk of loss arising from
systems failure, human error, fraud or external
events. When controls fail to perform, operational
risks can cause damage to reputation, have legal
or regulatory implications or lead to financial loss.
The Branch cannot expect to eliminate all
operational risks, but through a control framework
and by monitoring and responding to potential
risks, the Branch is able to manage the risks. The
controls include effective segregation of duties,
access limitation, authorization and reconciliation
procedures, staff education and assessment
process, including the use of internal audit.
- 95 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
MANAJEMEN RISIKO HUKUM
LEGAL RISK MANAGEMENT
Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh
adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain
disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan
peraturan perundang-undangan yang mendukung,
atau
kelemahan
perikatan
seperti
tidak
dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan
agunan yang tidak sempurna.
Legal risk is the risk arising from legal weaknesses,
among others resulting from legal actions, absence
of supporting provisions in laws and regulations, or
weakness of legally binding provisions, such as
failure to comply with legal requirements for
contracts and loopholes in binding of collateral.
Dalam mengelola risiko hukum, Cabang
memastikan bahwa pengikatan kredit telah
dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dengan mengacu kepada prinsip kehati-hatian
dalam upaya melindungi kepentingan Cabang.
To manage legal risk, the Branch ensures credit
binding contract to comply with regulation which
refer to prudential banking principle that is in line
with the Branch’s purpose.
MANAJEMEN RISIKO REPUTASI
REPUTATION RISK MANAGEMENT
Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya
tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber
dari persepsi negatif terhadap Cabang.
Reputation risk is the risk resulting from the
decrease of stakeholder trust arising from negative
perception on the Branch.
Risiko reputasi antara lain dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor seperti citra Cabang, publikasi negatif,
penyelesaian pengaduan nasabah yang tidak
diselesaikan (buruk), pelayanan buruk terhadap
nasabah atau pihak lain, konflik internal Cabang
dan lain-lain.
Reputation risk is affected among the following
factors: the Branch’s image, negative publicity,
unsatisfactory resolution of customer complaints,
poor service to customers or other parties, internal
conflict and etc.
MANAJEMEN RISIKO STRATEJIK
STRATEGIC RISK MANAGEMENT
Risiko strategik adalah risiko yang antara lain
disebabkan oleh penetapan dan implementasi
strategi Cabang yang tidak tepat, pengambilan
keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang
responsifnya
Cabang
terhadap perubahan
eksternal.
Strategic risk is risk among which others brought
about by poor setting and implementation of the
Branch strategy, poor business decision-making, or
lack of responsiveness of the Branch to external
changes.
Risiko strategik antara lain dipengaruhi oleh faktorfaktor visi misi Cabang, rencana strategis, targettarget
keuangan,
perubahan
kepemilikan,
peluncuran produk/ aktivitas baru dan perubahan
eksternal.
Factors that affect the strategic risk are the
Branch’s vision and mission, strategic plan,
financial targets, change of ownership, launch of
new products/activities and external changes.
Sehubungan dengan hal di atas, Cabang telah
membentuk, merumuskan, menyusun, memantau
serta mengevaluasi impelementasi strategi bisnis
melalui rencana bisnis.
Therefore, the Branch has established, formulated,
developed, monitored and evaluated its strategy
through out the implementation of the business
plan.
MANAJEMEN RISIKO KEPATUHAN
COMPLIANCE RISK MANAGEMENT
Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Cabang tidak
mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan
perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku.
Ketidakmampuan Cabang untuk mengikuti dan
mematuhi seluruh peraturan perundangan yang
terkait dengan kegiatan usaha Cabang dapat
berdampak
terhadap kelangsungan usaha
Cabang. Di bawah ini adalah kegiatan Cabang
yang menitigasi risiko kepatuhan:
Compliance risk is the risk resulting from the noncompliance of the external laws and regulation. The
Branch’s incapability to comply with laws and
regulation related to the Branch’s businesses will
affect the business continuity. The following is the
Branch’s activities that mitigate compliance risk:

Terdapatnya fungsi pengawasan oleh Direktur
Kepatuhan, untuk memastikan kepatuhan
Cabang terhadap peraturan yang berlaku.

Monitoring that carried out by the Compliance
Director, to ensure the Branch’s compliance
towards all prevailing regulations.

Menginformasikan serta mensosialisasikan
peraturan-peraturan baru dan terkini kepada
manajemen serta setiap departemen yang
bersangkutan.

Circulating as well as socializing all new and
updated regulations to the management, as
well as all related departments.
- 96 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2015 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED (Continued)
40. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
40. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD
Pada tanggal 4 Januari 2016, Cabang telah
mentransfer laba bersih periode sebelumnya ke
Kantor Pusat (Catatan 23).
41. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN
PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan dari halaman 3 sampai 97 telah disetujui
oleh Manajer Umum untuk diterbitkan pada tanggal
30 Maret 2016.
*********
- 97 -
On January 4, 2016, the Branch has remitted
previous year’s net income to Head Office
(Note 23).
41. MANAGEMENT’S
APPROVAL TO
STATEMENTS
RESPONSIBILITY
AND
ISSUE THE FINANCIAL
The preparation and fair presentation of the
financial statements on pages 3 to 97 were
approved by the General Manager and authorized
for issue on March 30, 2016.
Download