Ekofisiologi Tanaman Padi

advertisement
This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Wed Oct 25 0:48:51 2017 / +0000 GMT
Ekofisiologi Tanaman Padi
LINK DOWNLOAD [22.78 KB]
karyatulisilmiah.com - Ekofisiologi Tanaman Padi | Padi termasuk dalam phylum Angiospermae, Sub-phylum Monocotyledones,
Division tracheoae, Order Graminales, Family Gramineae, Genus Oryza dan Spesies Oryza sativa L. (Pandey, 1982). Padi
merupakan tanaman semusim dan tergolong tanaman rumput-rumputan. Padi mempunyai bentuk batang yang bulat berongga dan
beruas-ruas, daunnya memanjang seperti pita dan berupih untuk menempel pada buku-buku batang, serta mempunyai sebuah malai
yang terdapat pada ujung batang (Surowinoto, 1980).
Pertumbuhanpadi dibagi menjadi tiga fase yaitufase vegetatif, fase reproduktif dan fase pemasakan biji. Fase vegetatif meliputi
pertumbuhan tanaman mulai dari berkecambah sampai dengan inisiasi primordial malai dan dicirikan dengan tumbuhnya anakan,
batang bertambah tinggi dan daun tumbuh secara bertahap. Fase reproduktif dimulai dari inisiasi primordia malai sampai berbunga
dan fase pemasakan dimulai dari berbunga sampai masak panen (Manurung dan Ismunadji, 1988).
Padi tergolong tanaman yang mengikuti jalur C3 dalam proses fotosintesisnya. Seperti tanaman C3 lainnya, tanaman padi selain
melakukan respirasi juga melakukan fotorespirasi yaitu perombakan atau hilangnya CO2 yang ditambat dalam fotosintesis dengan
distimulasi adanya cahaya (Salisbury dan Ross, 1995). Fotorespirasi bersifat kurang efisien bagi tanaman karena mengurangi hasil
fotosintesis yang disimpan. Namun demikian, tanaman padi termasuk tanaman C3 yang menyukai cahaya penuh (full sun light)
sehingga produksi padi lebih tinggi pada musim kemarau dikarenakan lebih banyak cahaya matahari yang diterima tanaman padi
dibanding pada musim penghujan (Fagi dan Irsal, 1988).
Tanaman padi dapat hidup baik di daerah yang bersuhu panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200
mm per bulan atau lebih dan dengan distribusi hari hujan 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-2000 mm.
Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 230 C. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya fotosintesis dan
respirasi, yang dapat mempengaaruhi kehampaan biji suatu varietas padi. Menurut Limbong et al. (1980), umur tanaman atau
tingkat kematangan gabah ditentukan oleh total panas yang diterima tanaman padi sehingga umur tanaman padi cenderung akan
semakin pendek dengan semakin tingginya suhu udara. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar 0-1500 m di atas
permukaan laut. Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya berkisar 18-22 cm dengan pH
4-7 (Penebar swadaya, 1997).
Referensi / Daftar Pustaka
Surowinoto, S. 1980. Teknologi Produksi Tanaman Padi Sawah. Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian IPB, Bogor. 78p.
Manurung, S. O. dan Ismunadji, 1988. Morfologi dan Fisiologi Padi. Padi I. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.
p: 55-105.
Fagi, A.M dan L. Irsal. 1988. Lingkungan Tumbuh Padi. Padi I. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.167-214p.
Penebar Swadaya. 1997. Kamus Pertanian Umum. Penebar Swadaya. Jakarta. 533 hal.
Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com
| Page 1/1 |
Download