Bab I Manajemen Keuangan Internasional

advertisement



Memperkirakan aliran kas akibat investasi
Menghitung tingkat keuntungan yang
disyaratkan, yang akan dipakai sebagai
discount rate
Menghitung kelayakan usulan investasi
dengan metode NPV, IRR, dan lainnya.



Fokus pada aliran kas, bukan laba akuntansi
Memperkirakan incremental cash flows, yaitu
aliran kas yang timbul karena investasi
tersebut. Sunk cost tidak dihitung. Kanibalisasi,
biaya kesempatan dihitung
Memfokuskan pada kas yang terjadi karena
keputusan investasi (kas dari keputusan
pendanaan dikeluarkan)



Paling kuat secara teoritis dibandingkan
metode lainnya (IRR, Payback period, dsb)
Kriteria, jika NPV > 0 usulan investasi
diterima, jika NPV < 0 usulan investasi ditolak.
Jika NPV=0 ?
NPV = -C0 +  (Ci)




Pendekatan tiga tahap
Pertama: menganalisis usulan investasi dari
sudut pandang proyek secara independen
Kedua: Menggeser sudut pandang ke kantor
pusat
Ketiga: melakukan penyesuaian transaksi
dari pihak ketiga (yang relevan)







Misal perusahaan MNC Indonesia dengan cabang
Inggris bermaksud membuka cabang baru di AS
Perkiraan aliran kas tahun 0,1,2, dan 3 adalah –1,000;
400; 500; 500
WACC untuk kantor pusat dan cabang sama yaitu 20%
Kurs spot adalah Rp9.000/$. Inflasi di Indonesia dan AS
adalah 10% dan 5% pertahun.
Pemerintah AS melakukan pembatasan sehingga aliran
kas hanya bisa dikirimkan pada akhir proyek.
Cabang Inggris bisa menjual ke cabang AS senilai $100
per-tahun.
Apakah usulan investasi tersebut layak dilakukan?




Dengan menggunakan analisis NPV
Denominasi adalah $
NPV = -1.000 + 400/(1,2)1 + 500/(1,2)2 +
500/(1,2)3 = -30
Karena NPV < 0, maka dari sudut pandang
proyek, usulan tersebut tidak layak dilakukan



Denominasi menggunakan Rp, berarti $
harus dikonversikan ke Rp
Harus memforecast kurs di masa
mendatang, dengan apa? Bisa dengan PPP
(Purchasing Power Parity)
Menghitung penerimaan aliran kas efektif,
karena pemerintah AS membatasi aliran
modal. Aliran modal hanya bisa dibayarkan
pada akhir periode

PPP  et = e0 (1 + ih) / (1 + if)
Tahun
0
Kurs (Forecast)
Spot: Rp9.000/$
1
9.000 (1+0,1)1/(1,05)1 = 9.432
2
9.000 (1+0,1)2/(1,05)2 = 9.882
3
9.000 (1+0,1)3/(1,05)3 = 10.341
Thn
0
Kurs
(Forecast)
9.000
Kas
Kas
Kas (Rp)
($)
($)
-1.000 -1.000 -9.000.000
1
9.432
400
0
0
2
9.882
500
0
0
3
10.341
500
1.400 14.477.400



Perhatikan bahwa pembatasan modal secara
efektif memperlambat aliran modal masuk
menjadi pada tahun ketiga
NPV = -9.000.000 + 14.477.400 / (1,2)3 = Rp
3.169.791,7
Karena NPV>0 maka usulan investasi tersebut
layak dilakukan

Cabang Inggris bisa memberikan penjualan
tambahan $100 pertahun
Thn
0
Kurs
(Forecast)
9.000
Kas
Kas
($)
($)
-1.000 -1.000
Kas (Rp)
1
9.432
500
0
0
2
9.882
600
0
0
3
10.341
600
1.700
17.579.700
-9.000.000
Tahap 3: Penyesuaian Lanjutan
Perhatikan bahwa cabang Inggris
memberikan tambahan penjualan
sebesar $100 per tahun
NPV = -9.000.000 + 17.579.700/
(1,2)3 = Rp 4.965.104,17
Karena NPV>0 maka usulan
investasi tersebut layak dilakukan



Perubahan discount rate
Perubahan aliran kas
Penyesuaian perubahan risiko akan lebih baik
menggunakan perubahan aliran kas.
Perubahan discount rate bisa dilakukan jika
kita mengasumsikan risiko proyek sama
sepanjang umurnya.




Kejadian yang mempunyai dampak negatif
terhadap aliran kas perusahaan multinasional
paling ringan ___________paling berat
Contoh paling ringan: perubahan peraturan
Contoh paling berat: pengambilalihan oleh
pemerintah lokal
Resiko Politik
Resiko Makro
Ekspropriasi
Perang
Berdasarkan bentuknya:

Resiko transfer

Resiko operasional

Resiko pengendalian
Resiko Mikro
Konflik Kepentingan
Korupsi


Mengasumsikan semua sektor/perusahaan
mempunyai tingkat risiko yang sama
Publikasi resiko negara
 Indeks euromoney, indeks institusional investor, BERI,
Standard & Poor’s, Moody

Analisis resiko negara
 Stabilitas politik, kondisi ekonomi, aliran modal keluar,
kebijakan fiskal yang tidak disiplin, sistem kurs yang
dikendalikan, pengeluaran pemerintah yang tidak efisien,
kemampuan menyesuaikan diri terhadap shock eksternal
variabel ekonomi lainnya, seperti:
 Debt service ratio (DSR) : [bunga + pembayaran pokok
pinjaman/ekspor]
 Rasio impor : [total impor/total cadangan devisa]
 Rasio investasi : [investasi riil/GNP]
 Varians pendapatn ekspor
 Pertumbuhan uang domestik
Menaikkan resiko negara
- defisit anggaran yang besar
relatif terhadap GNP
- ekspansi uang yang terlalu cepat
khususnya apabila dikombinasi
dengan kurs tetap
- pengendalian harga, pembatasan
tingkat bunga, pembatasan
perdagangan dan lainnya
- perusahaan negara/pengeluaran
pemerintah yang tidak efisien
- orientasi subtitusi impor yang
menyebabkan ketidakefisienan
dan daya saing menurun
Menurunkan resiko negara
- hak kepemilikan yang jelas,
struktur insentif yang menghar
gai kegiatan produktif yang
beresiko
- sistem hukum yang jelas
- peraturan dan distorsi ekonomi
yang minimal
- perekonomian yang relatif open
- orientasi ekspor yang menye
babkan kemampuan penyesu
aian yang lebih baik terhadap
shock eksternal



Mengasumsikan bahwa perusahaan atau
sektor spesifik mempunyai tingkat risiko
politik yang berbeda
Sebagai contoh, sektor pertambangan
cenderung diekspropriasi lebih sering
dibandingkan sektor teknologi
Contoh risiko mikro: konflik kepentingan
dan korupsi


Menghindari negara dengan risiko politik
tinggi. Kelemahan: tidak bisa memanfaatkan
potensi keuntungan
Mengasuransikan operasinya ke perusahaan
asuransi risiko politik. Kelemahan: biaya mahal
dan tidak banyak perusahaan asuransi risiko
politik


Prinsip: (dari sudut pandang negara lokal):
membuat manfaat pengambilalihan lebih kecil
dibanding biayanya.
Jika manfaat lebih kecil dibandingkan
biayanya, maka insentif untuk ‘mengganggu’
perusahaan multinasional menjadi berkurang.

Strategi sebelum investasi


Penghindaran negara yang beresiko tinggi
Asuransi terhadap ekspropriasi, pembatasan aliran modal,
kekacauan politik, pendapatan bisnis
 Adverse selection dan adverse incentive


Negosiasi dengan pemerintah lokal
Strategi sesudah investasi

Operasional
 Sourcing, lokasi pabrik, pengendalian atas teknologi dan
transportasi, divestasi berharap, maksimisasi keuntungan jangka
pendek

Pemasaran
 Menguasai pasar, merek, mengembangkan stakeholder lokal

Keuangan
 Mengembangkan sumber pinjaman yang beragam, modal yang
kecil
Download