SIARAN PERS BERSAMA BI, MA dan OJK Perkuat Koordinasi dan

advertisement
No. 18/ 15 / DKom
SP - 10 / DKNS / OJK / 2 /2016
SIARAN PERS BERSAMA
BI, MA dan OJK Perkuat Koordinasi dan Kerjasama Peningkatan Wawasan Hakim
Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan
kerjasama dengan Mahkamah Agung RI dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan hakim di
bidang kebanksentralan dan jasa keuangan. Komitmen kerjasama tersebut dituangkan dalam
penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, Ketua
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad dan Ketua Mahkamah Agung Republik
Indonesia Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. pada hari ini, 22 Februari 2016 di Jakarta.
Koordinasi dan kerjasama yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan pelatihan dan temu wicara
kepada para hakim ini telah berlangsung selama 14 tahun antara Mahkamah Agung dan Bank Indonesia.
Sejak tahun 2013, seiring dengan berlakunya UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), kerjasama ini diperluas dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan. Dari sisi Bank Indonesia,
kerjasama ini menjadi sarana sosialisasi dan pengkinian informasi mengenai kebijakan dan pelaksanaan
tugas BI di bidang moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran serta pengelolaan uang
Rupiah. Bagi Otoritas Jasa Keuangan, kerjasama ini menjadi media sosialisasi dan edukasi tugas dan fungsi
Otoritas Jasa Keuangan yang berdiri sejak 4 tahun lalu sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi
kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, sektor pasar modal, dan sektor Industri Keuangan Non Bank
(IKNB). Sementara itu bagi Mahmakah Agung, kerjasama ini bermanfaat untuk mendukung pelaksanaan
tugas hakim secara lebih efektif di bidang peradilan dan penerapan hukum melalui pemahaman yang lebih
optimal mengenai fungsi dan tugas lembaga-lembaga yang terkait di sektor keuangan.
Kerjasama ini juga akan dimanfaatkan sebagai media untuk saling bertukar pikiran dan
memfasilitasi kesamaan pandang, serta memberikan masukan terkait aspek-aspek hukum yang
bersinggungan dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia maupun OJK.
Nota Kesepahaman yang berlaku selama 3 tahun ini akan dipantau dan dievaluasi paling kurang
setiap 1 (satu) tahun secara bersama-sama.
Download